Perdagangan
Internasional Banjarmasin
WELCOME BLOGGER
FROG GOZILLA
Terima
kasih pada anda para pembaca yang sudah mau melungkan waktu berharga anda hanya
untuk membaca tulisan saya
Pendahuluan
Gambar Repoter redaksi
jurnalis Kantor berita Kanada Banjarmasin Aceh
Tulisan ini saya bisa
pertangun jawabkan kebenaran nya, dan tulisan ini di tulisa di bantu oleh
kawan-kawan Avril fans fender Banjarmasi. Dan tulisan ini adalah hasil dari
penelusuran langsung di lapangan, dan wawancara dengan tokoh terkait, dan juga
dengan organisasi yang terkait dengan hal ini.
Tulisan ini membahas
dan memapaparkan mengenai Perdagangan Internasional Sumatera
Banjarmasin,beserta alur sejarah terbentuk nya, serta tokoh di balik terbentuk
nya perdagangan Internasional Banjarmasin Sumatera secara singkat, namun dalam
tulisan ini hanya fokus membahas tentang perdagangan Internasional Banjarmasin
saja, Sumatera dan yang lain hanya sebagai pelengkap dari arul sejarah
terbentuk nya saja.
Tulisan ini sudah
sudah terbit menjadi buku, dan yang mencetak nya adalah Kantor berita Kanada
Banjarmasin, Industri media berita dan musik rock metal Banjarmasin Aceh, dan
di larang keras mengcopy Tulisan ini tanpa izin terkait oleh Avril fans Fender
Banjarmasin repoter redaksi jurnalis kantor berita Kanada Banjarmasin, dan
pemerintah Daerah Banjarmasin, dan pelangaran hak cipta bisa di jerat hukuman
yang berlaku oleh pemerintah Indonesia.
Dan tulisan ini
sengaja menlidungi dan merahasikan nama tokoh-tokoh masyarakat dan ormas nya
yang terkait dalam diskusi dan wawancara di kantor berita Kanada Banjarmasin
atau di lapangan langsung, karena sudah perjanjian dengan para tokoh dan ormas
tersebut setelah memabaca ulang tulisan ini sebelum di terbitkan menjadi buku
dan artikel di Internet. Dan tulisan ini juga tidak merahasikan nama
tokoh-tokoh masyarakat dan ormas nya yang tidak meminta kami untuk merahasikan
nama dan ormas mereka.
Dan tulisan ini di
tulisa dengan bahasa melayu banjar tercampur bahasa Indonesia murni, karena
saya kurang pasif berbicara bahasa Indonesia murni, tapi saya pasif berbahasa
banjar karena saya orang banjar. Dan tulisan ini ditulis dengan kalimat Kata
kasar, karena bengitulah bahasa melayu banjar, jadi mohon kebijakan anda jika
ada kekeliruan dalam tulisan ini.
Perdagangan Internasional
Banjarmasin
A. Sejarah
Terbentuk Nya Perdagangan Internasional Banjarmasin
Gambar diskusi Avril
fans fender Banjarmasin Aceh bersama tokoh-tokoh masyarakat dan ormas nya
Perdagangan
Internasional Banjarmasin adalah sebuah perdagangan yang bersekala perdagangan
luar negeri langsung yang di lakukan di suatu daerah oleh kelompok para
pedagang yang ada di Banjarmasin, yang mulai berlaku pesat pada akhir tahun
2014 dan awal 2015, yang mana perdagangan ini punya sejarah panjang dalam
terbentuk nya, bahkan terjadi pristiwa berdarah dalam pendirian nya, yang mana
konflik panjang antara pemerintah Daerah, dan pemerintah Jakarta dengan para
pelaku perdagangan Internasional. Bahkan hinga sekarang ini, perdagangan ini
hampir selalu di hantui oleh konflik panjang, yang seolah bagai bom waktu yang
kapan saja bisa meledak dan merembet kemana-mana konflik nya, dan bukan hal
baru ini adalah sebuah biang keladi pemberontakan daerah terhadap pemerintah
Jakarta.
Perdagangan
Internasional Banjarmasin pemicu terbentuk sangat banyak hal mendasari nya,
bukan hanya dari pengaruh yang di timbulkan oleh Globalisasi, atau perdagangan
bebas yang berapa kali sudah di bahas dalam rapat APEC di Sumatera dan Jakarta,
yang mana rapat tersebut adalah sebuah kekawatiran pemerintah dalam merajalela
nya pedagangan bebas di kawasan Asia Tengara ini, dan dalam rapat tersebut di
bicarakan panjang lebar mengenai ke untungan nya dan juga resiko yang akan di
tanggung, dan mencari cara untuk menghadapi hal tersebut, namun semua yang di
dapatkan adalah jalan buntu, karena perdagangan bebas ini takan bisa di
hentikan akibat dari kemajuan teknologi Tranportasi, Pendidikan, politik,
militer, industri, komonikasi dan budaya, seperti yang di katakan oleh Mathir
Mohammad perdana mentri Malasyia, apa yang di lakukan pemerintah tidak akan
bisa menahan arus perdagangan bebas tersebut, karena ini sudah hukum alam yang
lambat laun akan terjadi akibat dari kemjauan peradapan manusia ini, dan tinggi
nya angka saing Industri dalam pasar, dan ternyata itu benar terjadi.
Sebenar nya perdagangan Internasional di
daerah Indonesia dan Malasyia ini bukan lah hal baru, melainkan sudah terjadi
letanatur sejarah panjang dua bangsa ini, yang mana Perdagangan Internasional
ini sudah terjadi pada zaman kerajan nusantara yang berhubungan dengan kerajaan
luar nusantara tersebut, dan dari situ juga sudah konflik meliputi nya, dan
Indonesia dan Malasyia bukan suatu negara dengan budaya tradisi dan suku yang
satu menghuni nya, dan juga daerah nya di pisahkan dengan lautan, maka dari ke
pengurusan hal sangat rumit sekali, dan hal ini lah yang salah satu hal
mendasari perang antara kerajan yang berkuasa, dan di ikuti oleh para bangsawan
pada zaman dulu dalam memperjuangkan usaha nya dalam perdagangan dengan pihak
asing. Di Banjarmasin saja sudah punya sejara panjang tentang perdagangan yang
bersekala Internasional, yang mana hal tersebut sudah terjadi sebelum berdiri
nya Kesultanan Banjarmasin, tapi hanya perkembangan perdagangan tersebut tidak
semaju setelah Kesultanan Banjarmasin berdiri, akibat dari tumpang tindih nya
ke pengurusan di Kalimantan, yang mana sering terjadi perang saudara dalam
sebuah kerajan di Kalimantan. Dan setelah
Bandarmasih didirikan oleh Kesultanan Banjarmasin, oleh Patih Masih dari
Sumatera yang menobatkan Pangeran Samudra menjadi raja banjar, dan menaklukan
Negara Daha yang di bantu Demak, Dan pengeran Samudra memeluk agama Islam, dan
menjadi raja banjar Islam pertama yang berkuasa di Kalimantan Selatan, maka di mulai
lah era baru di Kuin yang kelat akan menjadi Banjarmasin yang sekarang, yang
mana pada Era ini Bandarmasih adalah sebuah sentral perdagangan besar di
Kalimantan pada era nya, hal ini terjadi karena Kesultanan Banjarmasin
mengelola nya dengan benar dan teratur, mereka membentuk pasukan untuk
menangkap para perompak yang ada di pesisir sungai barito, dan menciptakan aman
bagi banyak para pedagang luar Kalimantan, dan mereka juga membangun sebuah
sesytem pemerintah yang benar mengenai hukum dagang tersebut, tidak seperti
para pedahulu nya Negara Daha dan Negara Diva. Dan bahkan pada Era nya
daerah-daerah Kalimantan yang terlebih dalulu maju menjadi bisa di ambil alih
ke pengurusan oleh kesultanan Banjarmasin ini akibat kepercayan para bangsawan
dan pedagang asing terhadap ligitimasih kesultanan Banjarmasin di totorial nya,
yang mampu menghadapi banyak ancama yang datang untuk menyerang nya.
Pada abad 15 M menuju
ke Abad 16 Kesultanan Banjarmasin menguasai hampir seperempat wilayah
Kalimantan, dan mengurusi perdagangan hasil alam Kalimantan dengan banyak
pihak, yang antara salah satu nya adalah Cina dan India adalah para dipolmat
setia kesultanan Banjarmasin dalam bisnis dagang tersebut, dan konfrontasi pun
mulai terjadi, monopoli akhir nya tak terhelakan lagi, hingga menimbulkan
hubungungan panas dengan Kutai Kartanegara, dan pada akhir nya perang terjadi
akibat di picu masalah ini, hingga perang di menangkan oleh pihak banjar yang
di dukung banyak Kesultanan dan para bangsawan Asing pada masa nya, dan hari demi
hari di lewkatkan, kabar perdagangan Intenasional Banjarmasin pun tersiar
kemana-mana hingga ke Eropa, yang pada akhir nya mengundang pihak eropa yang
datang dari Utara Kalimantan ke Banjarmasin, dan disinilah gesekan-geskan
perang terjadi lagi, akibat perebutan pasar di Banjarmasin, bahkan menjelang
abad 17 Kesultanan Banjarmasin sendiri sudah hampir tidak bisa lagi mengontorol
perdagangan tersebut, penyeludupan dan pelangaran hukum pun kerat terjadi. Dan
menjelang abad ke 17 M ini juga kemajuan Industri lokal Kalimantan mulai
terjadi, yang mana kerajinan-kerajinan barang Banjarmasin mulai juga di kirim
ke luar negari, seperti kerajinan parang mandau, pembuatan kendi, dapur, tempat
kurungan ikan, dan ukiran-ukiran kayu has banjar, di Negara dan Amuntai, dan
yang mana dulu di Banjarmasin para penduduk kebanyakan hanya menjual barang
metah pada pihak luar hinga asing, jarang sekali menjual atau menukar barang
jadi mereka dengan berbagai barang yang di bawa pihak asing, dan pada era
tersebut komoniti pokok yang pesat di Cari di Kalimantan adalah tanaman saja,
seperti beras atau lada misal nya, bukan seperti Abad ke 17 M yang sudah
merabah ke pertambangan baik tambang besi dan batu bara dan yang lain nya,
meski begitu juga kekuasan Kesultanan Banjarmasin masih aman saat itu hanya
saja banyak kecolangan dalam perdagangan Internasional nya, dan sanking pesat
perdagangan di banjar maka, kota tersebut di berikan julukan pihak asing dengan
Banjar kota dagang, karena di sanalah sentral pintu perdagangan di daerah Selatan
Kalimantan yang utama.
Dan pada abad 17 M ini juga banyak kelompok
pedagang di Banjar yang sudah mulai melakukan perlawanan terhadap Kesultanan
Banjarmasin dan sekutu nya itu, yang di picu banyak hal dan alasan nya, dan
salah satu alasan tersebut mengenai umpeti pajak cukai yang di berlakukan oleh
Kesultanan Banjarmasin tersebut, meski begitu juga tetap saja kekuasa nya tidak
bisa di gulikan juga oleh kelompok pemberotak yang bergabung dengan pihak
bangsawan. Dan hingga menjalang pertengah Abad 16-17 M, Belanda dan Inggris
mulai merambah banjar, dan dari situ juga maka kekacuan mulai terjadi, Karena
pihak Belanda dan Ingiris adalah pihak yang rakus dan inggin menguasai segala
nya dalam sekala perdagangan tersebut, yang di picu oleh revolusi Industri yang
terjadi di Eropa tersebut, perminta barang mentah pun meningkat pesat di Eropa
akibat dari bersaing nya Industri di eropa tersebut dalam lobi pasar mereka.
Memang pada awal nya
pihak Belanda tidak terlihat ingin merebut kekuasan tersebut, dan memilih jalan
dipolmat dalam ke pengurusan perdagangan nya, namun pihak Belanda ini juga tak
bisa tinggal diam dengan para pesaing nya dalam merebut pasar, seperti
Pourtugis dan Ingris, yang mana tiga bangsa eropa ini juga mengadakan perang
mereka, yang juga melibatkan pihak lokal tersebut dengan janji manis yang
menipu penduduk di Kalimantan saat itu. Hingga menjelang akhir abad 17 M maka
Belanda benar-benar sunguh untuk melakukan perebutan pasar di banjar tersebut,
dan mempengaruhi para raja dan kaum bangsawan Banjar tersebut untuk melakukan
perdagangan dengan mereka saja, memang awal Belanda jinak dengan para Banjar
ini dalam Istanana tersebut, Tapi pada era Sultan Adam yang memerintah Banjar
terlihatlah belang Belanda tersebut untuk mengusai Banjar sepenuh nya, karena
apabila menguasai banjar, berati akan banyak menguasai ligitimasih daerah
totorial Kalimantan, dan percuma jika Belandan menguasai daerah Lain
Kalimantan, karena tetap saja semua legitimasih tersebut berada pada Kesultanan
Banjarmasin. Dan Belanda juga sadar musuh mereka di Kalimantan, yang mana
serangan dari pihak musuh ini tidak bisa di remehkan, terlebih para sekutu nya
seperti Kesultanan Aceh yang kerap membantu nya dalam menghadapi perang terbuka
darat atau laut, dan semangat Islami yang tumpuh subur di keraton Banjar
tersebut. Mondar-mandir nya
Belanda dalam Istana banjar ini mengudang ke resahan, gelisahan dan kebencian
oleh pihak para abdi dalam Istana tersebut, hingga ke luar Istana, yang mana
para bangsawan juga mulai membenci pihak Belanda tersebut akibat komfrontasi
yang di lakukan dengan para pemerintah, banyak cara untuk mengusir Belanda di
lakukan namun nihil di dapatkan, hingga hal ini memnyeret pihak kaum ulama
dalam konflik tersebut, bahkan ada satu Ulama besar Kalimantan yang memilih
angkat kaki dari Istana akibat tidak suka dengan tindakan Belanda tersebut yang
mana dalam Istalah moderen pihak Belanda tersebut melakukan leberalisasi dan
Kapatilasme yang berujung Imperialime saja.
Awal sejarah pecah
nya perang Kesultanan Banjar dengan Belanda adalah dengan di rampas nya 2 jung
lada bahan pokok komoniti dagang banjar di Banten, yang mana hal ini memicu
bersatu nya para elet banjar bangsawan dan para pedagang yang mendorong
Kesultanan Banjarmasin mengambil tindakan tegas nya, ya itu perang, dan perang
ini berhasil di menangkan pihak banjar, namun Belanda membalas nya dengan
serangan penuh, ya itu dengan di Tembakan nya meriam Belanda ke Istana
Kesultanan Banjarmasin yang ada di Banjar lama saat itu, dan atas hal ini maka
pusat pemerintah di banjar di pindahkan ke Martapura, yang mana ini adalah awal
dari kejatuhan Kesultanan Banjarmasin sendiri, bahkan daerah taklukan nya pun
mulai memberikan perlawanan terhadap nya, bahkan Kutai bersekutu dengan Belanda
menghacurkan banjar, di era ini Sultan Adam sudah mulai tua, dan Belanda sudah
memulai ikut campur penuh dalam Istana banjar tersebut, keresahan akan
ligitimasih Sultan Adam pun menjadi subuah kekawatirar panjang di atara
penduduk banjar sendiri, dan semakin hari menyusut daerah totorial banjar yang
di ambil alih Belanda, dan hampir lebih dari separu nya urusan perdagangan
Internasioan sudah di kuasai Belanda, secara kasar nya bisa di katakan Sultan
Banjar hanya menjadi tukang setempel saja lagi.
Pada pase ini Konflik
mulai tumbuh di dalam Istana, ini adalah awal nya perang suadara raja banjar
antara suadara nya sendiri, ya itu Pangeran Tamjidilah VS Hidayatulah, yang
mana Tamjidilah di dukung oleh Belanda dan bangsawan Banjar tersebut, dan
Hidayatulah yang didukung penduduk, kaum ulama Islam dan para pedagang muslim
banjar tersebut, dan hal ini juga tidak disiakan Belanda, mereka mengadu
Hidayatulah dengan Tamjidilah, hingga menjelang Sultan Adam meninggal dunia,
dan berwasiat ligitimasih tersebut di berikan pada Hidayatulah sebagai penerus
nya, Belanda geram dengan sipihak mengangakat Tamjidilah menjadi raja banjar,
meski penduduk tidak mengakui Tamjidilah itu adalah raja, dan para kaum
pedagang pun memberikan dukungan penuh pada Hidayatulah, karena Belanda memonopoli
konfrontasi perdagangan saat itu, akibat hal ini Perang sauadar pecah,
Hidayatulah angkat kaki dari Istana, dan di lindungi bangsawan dagang dan para
haji-haji di Amuntai, Perlawanan merebut kembali ligitimasih tersebut makin
besar dan melibakan banyak pihak, serangan terhadap kapal-kapal dagang Belanda
di pesisir sungai Barito pun menjadi membesar, Hingga Hidayatulah di tangkap
Belanda, dan disinilah seorang Pahlawan besar lahir, iya di Kenal dengan Nama
Pangeran Antasari yang punya semboyan Haram manyarah waja sampai kaputing,
Pangeran Antarasari adalah orang menerusakan perjuangan Hidayatulah, dan di
angap penerus penambahan Kesultanan Banjarmasin, Pangeran Antasari sendiri di
dukung dan di danai oleh banyak kaum bangsawan pedagang banjar hingga haji-haji
Amuntai. Hingga Pangeran Antasari menyerang tambang batu bara Belanda di
Pengaron Rantau, bersama pengeran Kuning Tambai Mekah Aleng, serangan ini
benar-benar patal, Pangeran Antarsari membakar ludes Tambang batu bara
tersebut, dan membunuh banyak serdadu Belanda dan elet dagang banjar yang
bersekongkol dengan Belanda, Dan menjalang acaman Belandan terhadap Antasari,
yang membuang Pangeran Hidayatulah keluar Kalimantan, tepat nya ke cianjur,
Perang makin panas, Pangeran Antasari dengan Temengung Surapati berhasil
mengaramkam Kapal Uap dagang Belanda di sungai barito saat itu, dan atas hal
ini Belanda mengepung Antasari dengan kekuatan militer penuh ke persebunyian
nya, dan pengepungan ini nihil karena Antasari sudah berhasil melarikan diri
besama Surapati ke Pedalaman Kalimantan yang juga di bantu kaum dagang dan
haji-haji tanah hulu sungai tersebut, hingga menjelang Antasari mangkat 1862 M
akibat terserang penyakit, dan ligitimasih tersebut pun di berikan nya pada
temengung Surapati untuk melanjukan perjuangan nya, dan mangkat nya Antasari
ini Belanda di Banjarmasin menyatakan Kesultanan Banjarmasin di hapuskan. Dan
secara resmi semua wilayah kekuasan Kesultanan Banjarmasin di ambil alih oleh
Belanda, yang di sebutkan dengan Afdiling Borneo. Meski begitu sebenar nya
Kesultanan Banjarmasin tidak benar-banar mati Total, dan dukungan penduduk dan
kaum bangsawan yang begitu besar membuat nya terus hidup, terlebih lagi,
sumbangan uang yang di berikan kaum dagang muslim saat itu untuk mengongkosi
Kesultanan Banjarmasin yang kehilangan Istana tersebut, dan dari fase ini
secara total pemerintah di banjar berubah, Yang inti nya Kesultanan berubah
menjadi sebuah pengustian di pedalaman Kalimantan. Pada fase ini terjadi
perubahan perdagangan di banjar dan sekitar nya, yang mana perubahan tersebut
perdagangan Internasional dengan resmi di kuasai oleh Belanda, meski saat itu
Pengustian memberikan perlawanan nya terhadap Belanda. Memang pada awal nya
tidak terlihat akan terjadi konflik antara bangsawan pengusaha industri lokas
banjar yang bersekongkol dengan Belanda, tapi hal itu tidak berjalan lama,
karena para pengusaha bangsawan banjar tersebut menyesali perbuatan nya yang
telah bersekongkol dengan Belanda, akibat monopoli perdagangan oleh Belanda, yang
mana mereka semua harus mengekuti aturan Belanada dalam menjalakan binis nya,
dan mereka terbatasi pemaksaan Belanda tersebut, dan akibat nya dari hal ini
mereka yang asal nya bersekutu dengan Belanda ini melakukan sebuah rencana
untuk perlawanan. Dalam hal ini para elet banjar banyak terpangaruh Aceh, yang
mana mereka pengusaha Aceh menukar barang yang mereka hasikan dengan senjata
untuk melawan Belanda, dan memang pada awal nya Belanda tidak curiga, tapi pada
akhir nya Belanda di tantang mereka melakukan perang di banjar, dan hingga
terbentuk persekutuan Melayu di Semenajung Melayu, yang mana kelompok ini pada
akhir nya berkawan Inggris dalam melawan Belanda tersebut. Dan pada fase ini di
banjar penyeludupan perdagang oleh bangsawan banjar meningkat total, bahkan
melebih angka yang terjadi dahulu nya era kesultanan Banjarmasin tersebut.
Menangapi hal ini
pihak Belanda melakukan Ivansi ke pesisir sungai Barito untuk menghacurkan
kolompok ini, yang sekaligus mengepung Gusti Muhammad Saman anak Pangeran
Antasari. Pada era ini juga, atau pada akhir abad ke 19 M dan memasuki abad 20
M di Banjar ada peningkatan Industri lokal, meski juga Industri tersebut di
tekan Belanda, dan sebagian di kuasai oleh Belanda, tapi pengusaha Industri
banjar tetap tegar menghadapi nya, dan melakukan perdagangan Internasional nya
secara rahasia, karena pulau Kalimantan adalah pulau besar yang memiliki hutan
lebat dan ratusan anak sungai, yang karena itu Belanda tidak bisa mengawasi
semua secara sekaligu, dan Belanda juga pada saat itu di hadapkan dengan awal
memasuki Perang dunia pertama yang akan terjadi, tapi meski begitu Kalimantan
masih bisa di control nya ligitimasih tersebut hingga meninggal Gusti Muhammad
Saman di dalam peperangan di hulu sungai Barito, yang mana beliua tertembak di
dada oleh serdadu Belanda, pada tahun 1905. Dan gugur nya Gusti Muhammad Saman
yang mana di angap Belanda akhir dari pengustian tersebut, tapi kenyatan nya
berlainan, dengan gugur nya Muhammad Saman tersebut malah menyalakan semangat juang
orang Kalimantan, yang mana mereka mulai bersatu untuk menghadapi Belanda, dan
para bangsawan tampil sebagai donatur perang tersebut, dan pada fase ini juga
banyak terbentuk nya Organisasi dagang di Kalimantan dengan banyak rupa, dan
saling bersaing dengan satu dan yang lain nya, yang menyebakan perdagang saat
itu mulai kacau untuk di kendalikan oleh Belanda, yang mana juga pada saat itu
sudah mulai banyak jalan darat yang terbuka untuk melakukan Perdagangan
tersebut, tidak lagi bertitik tumpu terhadap aliran sungai untuk sarana
tranportasi nya, Hingga datang era Jepang di Kalimantan sebelum meletus nya
Perang Dunia Pertama.
Kedatangan Jepang ini
juga sekali lagi merubah alur perdagangan di Kalimantan, yang mana Jepang
menjadi pihak pilahan alternativ oleh kaum banjar dalam berbisnis meski Jepang
tersebut kejam sekali, bahkan pada era ini yang mulai terbentuk sebuah kelompok
perdagangan Opium di Kalimantan, yang mana pasar gelap ini wadah menukar nya
senjata api dari pihak Banjar kepada jepang, dan Cina saat itu, bahkan kadang
Jepang memberikan Cuma-Cuma senjata kepada pihak kaum banjar untuk melawan
Belanda.
Di Sumatera pada fase
ini Jepang mulai membentuk Industri nya dengan kaum Industri pribumi, hingga
pada akhir nya di masa depan nya, ada suadagar Aceh yang mejadi orang pertama
di Indonesia yang bekerja sama dengan Toyota Japang dalam menjual mobil Jeep
Hardtop, iya bernama Tengku Markam. Dan
di Banjarmasin sendiri pihak Jepang bersama kaum dagang banjar sudah mulai juga
bekerja sama dengan Industri Teknologi transpotasi Jepang, dan pada era ini di
Banjarmasin di sebut dengan Revolusi Industri Banjarmasin, karena meski di
tekan Belanda pun, pedagang Internasional Industri lokal banjar tetap berjalan,
bahkan sembunyi-sebumnyi hingga pecah perang darat menyelang kemerdekan
Indonesia, dan pada era ini budaya perdagang Internasional banjar yang bertahan
hingga zaman sekarang. Walau begitu juga hubungan perdagang antara Jepang dan
kaum banjar, tapi juga jalan terjal di hadapi nya, karena hubungan tersebut tidak
punya status pasti baik di kelompok Jepang sendiri atau banjar, karena
alasannya hanya untuk menghadapi musuh bersama saja ya itu Belanda, dan perang
Jepang dengan pihak eropa yang begitu besar, yang mana niat Jepang untuk
membebaskan seluruh tanah Asia dari tangan pihak Eropa, dan mendirikan sebuah
Emperium Kekakaisaran Asia Timur Pasifik Raya atas Nipon Japang.
Penting di katahui
sebelum kemerdekan Indonesia 17 Agustus 1945 lalu, Banjarmasin adalah sebuah
negara tersendiri, dan alasan yang banyak di ketahui nya oleh banyak orang
mengapa banjar bergabung dengan Indonesia adalah, dengan jatuh nya Kesultanan
Banjarmasin yang di angap berakhir tahun 1905 tersebut, jadi menjelang Perang
dunia pertama di Banjarmasin banyak ke bingungan oleh kaum elet banjar jalan
mana yang harus di Ambil, dan melihat pembentukan Republik Indoensia Serikat
terlihat berjalan berhasil, maka mereka mulai melirik nya, dan punya niat
bergabung, meski saat itu ada pertentangan dalam kelompok ini yang akhir nya pecah
jadi 2 kubu, yang setelah Indonesia merdeka, kubu 1 menyatakan diri bergabung Indonesia, dan kelompok ke 2
mengambil jalan tegas ya itu tetap setiap pada Kesultanan Banjarmasin, dan
memilih mengangkat senjata dan memberontak, yang mana Kelompok ini di Pimpin
oleh Ibnu Hajar, dan bergabung dengan Aceh dalam Tentara Islam Indonesia, dan
di balik layar 2 kelompok ini juga di danai oleh para banyak pedagang banjar
yang berdagang secara Internasional.
Dan setelah
pemerintah Jakarta berhasil memadamkan pemberontakan di Banjarmasin, mereka
mulai melakukan pembeharuan kembali dalam sesytem pemerintah Indonesia. Memang
semua nya kelihatan lancar dan tidak ada masalah terjadi dalam banyak kelompok
masyarakat Kalimantan, tapi di sini awal Konflik perlawaanan para kaum dagang
Internasional Banjarmasin terhadap pemerintah Jakarta, memang mereka para elet
dagang banjar tersebut mengakui dan bersedia tunduk dengan Undang-Udang
Republik Indonesia dalam membatasi daerah berhubungan dengan pihak asing
langsung, tapi pada nyata justu ini bomerang yang di manfaaat pihak yang tidak
bertangung jawab dengan banyak dalil atas nama negara dan kesatuan NKRI, yang
mana pihak yang memakai topeng negara tersebut melakukan kecurangan dalam
menangani urusan hubungan dagang daerah dengan pihak asing, yang mana pihak
yang bertopeng negara ini juga di pandang oleh pihak asing adalah perampok
Jakarta dengan Cukai dan ke pengurusan yang begitu rumit nya, hinga menyebabkan
konfrontasi terjadi di Banjarmasin setelah 10 tahun pemberontakan Ibnu Hajar di
padamkan pemerintah Jakarta, dan ini mulai membaur nya perdagangan gelap di
banjar, dan hingga daerah lain di Kalimantan, dan pada fase itu juga Pemerintah
Daerah dan Jakarta yang berkuasa di Kalimantan tidak bisa benar-benar mengawasi
Kalimantan yang laus ini, persis di era Belanda kemarin, bahkan lebih parah
lagi, penyeludupan kayu ulin dan emas adalah yang utama terjadi di Kalimantan,
pada masa itu tidak terlihat ketengan terjadi antara pemerintah yang coba
menangulangi masalah ini, mungkin akibat juga Timor-Timor dan Aceh memberontak,
yang mana pemberontakan tersebut juga salah satu nya di picu akibat hal
tersebut, dan banyak kaum dagang Internasional Sumatera yang menjadi donator
para kelompok separatris tersebut, untuk juga menjaga bisnis mereka tidak di gangu
pemerintah Jakarta tersebut dengan dalil negara dengan Undang-Udang yang di
pandang menjajah dan merampok kaum pengusaha saaat itu.
Dan para Kapitalis
Cina minilai hal demikian di Kalimantan ini, maka mereka melakukan Konfrontasi
dengan elet dagang banjar, yang mana para Kapitalis Cina ini membuat sebuah
Industri boneka nya, atau Cina mendirikan Industri atas nama lokal, bahkan yang
lebih gila nya lagi Kapitalis Cina ini memberikan modal para Mafia banjar,
untuk membuka Tambang emas, modal bisa berupa uang langsung atau pun mesin.
Pemerintah Orde baru yang berkuasa coba menangani ini, terlebih di Sumatera
sudah mengila perdagangan Intenasional yang gelap tersebut, dan ini adalah awal
konflik berdarah, yang mana para pedagang Internasional di Banjarmasin yang
mulai di kejar pemerintah Daerah atas restu orde baru tersebut mulai mencari
Perlindungan, dan disini terjadi lagi persekongkolan antara kaum dagang yang di
kejar tersebut dengan pihak pengejar tersebut meski kadang desing senjata
berbunyi bising, tapi dengan uang semua nya lancar berurusan dengan pihak
pengejar dengan pihak yang di kerjar tersebut, dan boleh di katakan pengejeran
dan pembasmian pasar Gelap Internasional di banjarmasin oleh Orde baru tersebut
berhasil 70%, karena dari mereka Kelompok dagang Internasional yang telah nekat
tersebut juga kembali ke pangkuan ibu pertiwi dan bekerja sama kembali dengan
Pemerintah Orde baru tersebut, Cuma sayang nya juga tidak berlangsung lama,
banyak alasan mendasari nya pecah nya kembali perdagangan Internasional
Banjarmasin tersebut, hingga pada pembentukan Koalisi Dagang Asean di
Semenanjung Melayu, pada tahun 1980 tersebut, secara resmi nya Koalisi dagang
Asean tersebut terbentuk. Hari rabu 18 juni 1986. Koalisi Dagang Asean di
bentuk oleh beberapa elet politik negara Asia, yang kecewa dengan WTO tersebut
yang selalu memenangkan Industri dari Amerika Serikat tersebut, penguasan pasar
Industri Asia tengara oleh Amerika Serikat tersebut akan di bendung oleh
Koalisi dagang Asean tersebut secara Rahasia, dengan cara penyeludupan
konfrontasi dan persekongkolan, yang jelas nya sama saja dengan pihak Amerika
Serikat WTO dan Organisasi dagang dunia lain yang mengunakan cara leberalisme,
alias penghalalan sengala cara asal Industri dagang menang tidak peduli meski
mengadakan perang sekalipun.
Kembali ke
Banjarmasin, para elet dagang dan Industri Internasional yang terjajah oleh
Orde Baru ini melihat pembentukan Koalisi Dagang Asean, atau KDA ini berhasil dan melihat para elet
Sumatera bersatu di sana dengan bebas, maka mereka juga mulai memberikan sinyal
nya untuk bergabung dengan KDA, meski jika ketahuan pihak pemerintah maka patal
hukuman nya, dan pada fase ini juga di Banjarmasin pemerintah daeranh kecewa
dengan pemerintah Orde baru tersebut akibat Otonomi daerah yang juga tidak
kunjung di berikan, maka lambat laun persekongkolan elet pemerintah daerah
dengan kaum bangsawan banjar pun terjadi, bahkan bergerak ke arah yang
separatisme, dan secara ringkas nya pemerintah daerah membiayarkan Industri
lokal berhubungan dagang dengan pihak Asing di banjar, kuhsus nya dengan Jepang
dan Cina, dengan banyak topeng dagang, alasan nya juga pemerintah daerah dapat
untung juga dari hal ini, dan memajukan daerah karena peningkatan produksi
menyerap tenaga kerja, mengurangi penganguran, dan sekaligus memrugikan
pemerintah Jakarta tersebut. Dan pada kamis 8 oktober 1987 organisasi dagang,
Usaha dagang banjar, UDB mengadakan rapat di Banjar tengah, rapat tersebut
membahas rencanan bergabung dengan KDA, koalisi dagang Asean, dan akan melakukan
perdagang bebas secara langsung di banjar. Dan
2 minggu setelah nya atau Kamis 22 Oktober 1987 rapat ke 2 di lakukan di
Palembang Sumatera oleh Usaha Dagang Banjar, dan sepakat bergabung dengan
Koalisi dagang Asean secara resmi, dan komando Sumatera pada awal nya sebelum
didirikan kantor KDA Rahasia di Banjarmasin, meski pun hal ini pemerintah
daerah tahu, namun mereka diam saja.
Perlu di akui
suadagar dagang banjar ini meski melakukan hal salah, tapi semangat
nasionalisme nya sangat besar sekali, karena hampir semua alasan perlawaanan
nya menyangkut otonomi daerah, hinga menyebabkan Industri yang tidak terlibat
perdagang gelap di banjar juga ikut menyerumuskan diri nya dalam perdagang
gelap tersebut, dan hasil nya banyak Industri bermuka 2, Pro dengan pemrintah
Jakarta, dan juga pro kelompok anti pemerintah Jakarta, untuk mempertahankan
Industri dagang nya, dan merebak nya perdagang Internasional gelap Banjar
akibat bergabung KDA ini, menimbulkan sebuah masalah bagi pemerintah lagi, ya
itu deras penuntutan pembangunan, terutama akses jalan dan Tranportasi, bisa di
katakan pada tahun 1988, akses jalan dan tranportasi bisa di katakan sangat
buruk, tidak sesuai dengan perdagang yang terjadi, meski jalan darat sudah di
bangun orde baru, tapi sungai adalah kedala utama yang memutuskan jalan
tersebut, Tranpotasi Fery masih di gunakan untuk menyeberangkan truk angkutan
barang Industri Kalimantan, dan maka dari hal tersebut pada senin 10 Mei 1988 banyak
para Industri dagang serta Ormas-Ormas Kalimantan rapat di Banjar dengan
angenda pembangunan jalan lintas Provinsi dan jembatan, dan menurut koran
Banjarmasin Pos rapat tersebutlah faktor pendorong pemerintah daerah Kalimantan
Selatan dan Tengah menuntut pemerintah Orde Baru untuk membangun Jembatan
Barito dan 2 jembatan lain nya, dan penuntutan ini sangat panas sekali, bahkan
mengacam pemerintah orde baru yang di taktor tersebut dengan pembentukan negara
Kalimantan, dan di balik layar Organisasi yang paling loyal menuntut
pembangunan Jembantan ini adalah Usaha Dagang Banjar, UDB, dan yang bergabung
mereka, kelompok ini juga mendanai banyak serangat penuntutan pembangunan jalan
lintas provinsi, jelas nya kelompok ini adalah yang terus mendorong masyarakat
Kalimantan bersuara agar Jalan lintas provinsi dan Jembatan di atas sungai
Barito tersebut di bangun segera mungkin.
Di Jakarta tidak
kalah hebat nya, Industri kontroksi asing dan para Kapitalis Amerika Serikat
alias IMF tersebut juga ikut mendukung daerah Banjar, ini di lakukan agar
mereka juga dapat untung, ya itu Industri kontroksi pembangunan nya juga dapat
job dari Orde baru dalam membangun 3 jembatan sekaligus di Kalimantan, fase
tersebut benar-benar banyak terjadi konfrontasi persekongkolan dari banyak
golongan, dan melibatkan golongan Internasional dalam lobi tersebut, dan pada
fase ini juga di Banjar banyak di bentuk nya Industri dagang Matrial bangunan,
pasir dan batu dari pihak Kapatalis asing atas nama lokal, dan kebanyakan dari
Cina dan Amerika Serikat, karena matrial yang di gunakan untuk membangun Jembatan
Barito tidak sedikit, begitu juga dengan Industri Tranportasi angkut matrial
nya, baik darat atau laut yang bersekela Internasional.Jelas di ketahui juga
pada tahun 1989 ini terlihat secara jelas Perang Industri dagang Dealer Alat
berat Jepang, Eropa dan Amerika serikat, mereka yang asal nya hanya punya
Kantor 1 saja di Banjar, mendadak memperbanyak kantor dan gudang mereka, akibat
di butuhkan nya Alat berat di banjar, baik untuk pembangunan jembatan barito,
dan juga di buka nya Tambang Batu Bara, dan kuhsus nya PT Adaro di Tabalong,
dan hal tersebut mendorong Cina kembali Perang Industri dagang dengan Amerika
Serikat dan pihak Eropa, Cina pada tahun 1990 langsung mendukung Jepang dan
Korea di Banjar, bergabung dengan KDA melalui Sumatera dan Malasyia, membawa
Produksi alat berat Hyundai, Hitachi Zaxsis, Hino dan lain nya lagi dengan
sukses, memukul Caterpilar dan Marchedes Benz bahkan Volvo Industri dagang alat
berat Internasional, Cina perlu di aku nya dalam lobi pasar Banjar nya, melalu
KDA, alias jalan yang tidak resmi dulu, lalu sudah dapat mengandeng elet
Kesultanan Banjarmasin, baru membuka Industri resmi nya dan berijin di
Banjarmasin pada tahun 1991.
Kamis 21 Nopember
1991, Industri dagang Mitsubithsi Motor Japang bersama Industri Cina rapat di Sumatera
Riau, membahas peningkatan pembangunan jalan dan Jembatan di banjar, dan coba
melobi penjualan Mintsubitshi L 300 Colt dan Colt Deseal untuk tranpotasi,
karena Industri Jepang ini sudah berhasil di awal nya dalam menjual L 300, dan
L 300 Menjadi sarana Tranpotasi mobil pilihan masyarakat di Banjar dan
Kalimantan, dan begitu juga Industri mesin Cina seperti Domping, Ziandong,
Myanmar, Sanghai, Kabuta dan lain sebagai nya, berhasil memukul Industri mesin
Erop dan Amerika Serikat, meski Yamaha dan Honda Jepang sedikit kecewa dengan
Cina, tapi mending Cina yang memenangkan pasar Banjar tersebut, dari pada
Amerika Serikat dan Eropa, karena Cina mau berbabgi dengan Jepang atau Korea,
bahkan Rusia dan Iran Persia saaat itu.
Sabtu 13 Mater 1993 kabar mengejutkan banjar
dan Sumatera terjadi, dengan resmi Usaha Dagang Banjar, UDB kembali ke pangkuan
ibu pertiwi, dengan atas di berikan nya Otonomi daerah yang semesti nya untuk
Banjarmasin dan Kalimantan, pembangunan daerah yang di lakukan Orde Baru
tersebut juga sudah memberbesar perdagang Banjarmasin secara penuh, dan atas
hal itu juga merumitkan UDB juga dalam memperbesar Industri, jelas sudah di
kepung Orde Baru tersebut di Banjar, dan atas hal itu sektor Pertanian pun juga
maju saat itu, PT Astra menanbah membuka kebun Sawit nya di Banjarmasin, Dan
pada fase ini pemerintah Orde Baru tersebut membuat Irigasi untuk pertanian di
kawasan Ajir, dan basarang di tambah Jembatan penghubung, dan sekali lagi ini
menentramkan kelompok seperatis daerah yang melawaan nya, dan kedamaian
terbilang lama terjadi, meski sedikit kadang terjadi nya gesekan di Banjar,
tapi Otonomi yang di berikan itu benar-benar mendamaikan Banjarmasin dan
Kalimantan.
Pemerintah Orde baru
pada fase ini memberlakukan penumpasan perdagang gelap di banjar dan sekitar
nya, di sungai barito di adakan razia ketat, dan untuk menjaga juga dari
serangan pencurian bahan kontroksi pembangunan Jembatan barito, yang membuat
ramai lagi konflik di Banjar yang terpengaruh GAM Aceh, akibat kebijakn Orde
Baru yang alasan untuk meningkatkan dagang pertanian Indonesia, membuka lahan
tidur dengan nama Tranmigrasi 1000 Hektar, yang mana orang jawa di kirim ke
Kalimantan dan Sumatera untuk di bantai akibat berebut lahan pertania dengan
penduduk setempat akibat GAM mendahului nya di Sumatera, di Minangkabau pecah
konflik besar rasime tersebut, di Kalimantan Dayak dan Banjar melayu bergabung
menyerang Tranmigrasi merebut kembali tanah mereka yang di Klaim Orde Baru.
Pada tahun 1994
Banjarmasin kembali memenangkan wilayah sentral perdagangan sentral Internasional
Kalimantan, dan banyak Industri media membuka Kantor cabang mereka di
Kalimantan, dengan di dahalui TVRI Banjarmasin, dan Radio hingga media koran
juga ikut serta, job Iklan yang mengiyurkan di Banjarmasin ini tidak juga bisa
menahan media asing Internasional untuk membuka Kantor cabang nya di
Banjarmasin dan memperluas ke wilayah lain nya, Pembukan TV Kabel hingga
bioskop baru pun di mulai, Jepang pada fase ini sacara besar membuka dealer
penjualan eletronik terbesar mereka di banjar, penjualan TV Hitam putih merek
SHAHP, SONY, dan lain nya, di ikuti oleh Inustri Korea Selatan, penjualan radio
Nasional dan Batrai Abc pun meningkat, hingga terjadi perang Industri batrai di
banjar, ya itu Industri Batrai ABC dan Efredy yang sangat ketat memasang iklan
yang saling menjelekan satu dengan yang lain nya, layak nya Industri Amerika
yang perang dagang dengan Cina dan Rusia di banjar.
Dan Tahun 1994 ini
juga Orde baru menang dalam sengketa perampasan Industri Tengku Markam yang
Bersekutu dengan Toyota Jepang, dan dalil, rampasan perang tersebut, namun
pemerintah Orde baru juga sadar posisi nya berbahaya oleh KDA yang di komando
oleh Sumantri Nusation tersebut, yang mana orang ini di lindungi banyak elet
politik Asia, terutama Cina dan Jepang, Rusia, Canada, Iran, Korea dan Arab
Suadi, karena orang ini sangat lihai dalam berdagang gelap di semenajung
melayu, dan selat Malaka, meski Orde Baru terkenal dengan berkawan USA, tapi
iya di pastikan akan di gulikan oleh bangsawan yang bermusuhan dagang tersebut,
dan atas hal tersebut pemerintah Orde Baru terpaksa juga berkawan KDA, dan atas
dasar ini USA marah, dan mulai lah rencana Konfrontasi lagi secara Rahasia,
meski Orde Baru tahu hal tersebut, namun uang yang di berikan KDA pada Orde
Baru mampu menjinakan ketakutan tersebut. Dan atas muka dua nya Orde Baru ini,
maka KDA membuka Industri kuliner di Banjarmasin pada tahun 1995, ya itu
industri rumah makan Padang, dan atas di buka nya Industri kuliner ini maka
terjadi peningkatan permintan pasar pekakas rumah tangga oleh Industri ini,
yang mana Industri ini juga membuka kentring untuk para pekerja bangunan
Jembatan Barito, maka Industri Cina pun masuk ke Banjar untuk menjawab pasar
tersebut, dan sukses, dan atas pembukan Industri kuliner ini juga maka pasar
dari sektor sayur dan ikan pun meningkat tajam di Banjar, yang asal nya pasar
lokal mampu menangani permintan pasar tersebut, sekarang juga menyjerit tidak
sangup, Industri perikanan jawa timor datang untuk membantu atas lobi Orde Baru,
namun juga tidak sangup bentul menghadapi permintaan pasar, karena di Jawa
Timor juga di landa kemarau dan kebutuhan pasar Jakarta yang harus mereka isi
tersebut, maka atas hal itu pemerintah Orde Baru membuka Industri perikanan di
banjar untuk menjawab kebutuhan ini, dan atas pembukan lahan untuk kolam ini,
maka penjualan mesin pompa air pun kembali meledak, Yamaha dan Honda Jepang di
susul Cina unggul menguasai pasar Internasinal Banjar tersebut.
Menjalang tahun akhir
tahun 1995, Industri teknologi Jepang kembali memboom pasar banjar, dengan TV
Berwarnan mereka, yang mana penjualan sangat menajukan sekali, di ikuti oleh
Korea Selatan. Dan di awal tahun 1996 KDA yang berkonfrotasi dengan saudagar
bangsawan banjar tersebut, yang di dorong kapitalis Cina tersebut ingin merebut
pasar Fashion di Banjarmasin dari tanggan Amerika Serikat yang berkedok
Industri Fashion Bandung tersebut, yang mana Industri ini juga berkonfrontasi
dengan Adidas, Fila, Fafo, 505, Lives dan Fedros, namun tiba-tiba rapat Di
Sumatera itu Jepang malah ikut campur dan mendukung Cina tersebut, alhasil di
bukalah sebuah sewalayan bernama Mitra yang elet, yang mana Mintra ini bukan
bersaing untuk merebut pasar Fashion, melainkan malah berubah menjadi pasar
untuk Permainan GAME dan GAME BOX, yang mana Konami Netendo nya Jepang jadi
tren permainan anak-anak di Banjarmasin kala itu, hingga di susul oleh GAME
SEGA, Kapitalis Cina juga membuka Rental GAME tersebut, hingga berujung
perjudian berkodok GAME Rental Cina tersebut, dan sementara pasar Fashion tetap
Amerika Serikat yang memengan nya melalui pedagang Banjar lokal di Sudimampir
Banjarmasin.
Koran Banjarmasin
tahun 1996 memberitakan Industri perkapalan Banjar panik omset nya menurun
akibat Jembantan Barito akan segera selesai, dan keributan memuncak setelah
Industri tranpotasi darat Banjar yang berkawan Jepang juga ikut dalam debat
Siaran TVRI Banjarmasin sore tersebut, yang mana pihak Orde Baru yang di wakili
pemerintah daerah dengan bangga ikut juga bicara dalam debat tersebut bahwa
Banjarmasin sentral Kalimantan akan menjadi raksasa besar jika saja pengerjaan
Jembatan Barito tersebut selesai di Bangun, dan tranportasi darat akan
meningkat, sementara di lain pihak yaitu Industri tranportasi air dan udara
menyjerit mendengar itu, karena kapal Frey akan hilang meski beberapa Industri
frey tersebut termasuk BUMN Pemerintah juga, begitu juga Industri udara, akan
berkurang Omset nya, orang dari Palangkaraya yang asal nya ingin cepat pergi ke
banjar naik pesawat, memilih naik mobil Sedan Toyota saja lagi murah ongkos
nya. Berbicara Industri BUMN sekarang akibat dari Industri Teknologi Jepang
yang murah di Banjarmasin, maka masyarakat Kalimantan serentak menuntut
Industri BUMN Pemerintah yaitu PLN, mereka meminta biaya pemasangan intalasi
listrik tersebut jangan mahal, dan listrik bukan milik bangsawan saja,
masyarakat juga mengeluhkan gardu listrik Ir Pangeran HJ Muhammad Noor sudah
tidak sangup lagi mencukupi listrik Kalsel dan Kalteng tersebut, dan pemerintah
perlu membangun intalasi gardu listrik yang baru, dan memasuk listrik jauh
sampai kepedalamam Kalimantan, jangan hanya di kota dan di sepanjang jalan
lintas Provinsi saja tiang listrik ada, dan pemerintah Jakarta jangan hanya
bisa merampok Kalimantan saja, dan kejadian ini Pemerintah daerah dan Jakarta
pusing lagi, belum lagi kelar masalah pembangunan Jembantan Barito dan yang
lain, belum lagi terminal induk Provinsi dan Kabupaten minta rombak, eh masalah
Listrik lagi di masalahkan masyarakat. Tapi perlu di akui dulu listrik adalah
tenaga yang mahal di Kalimantan dan hanya milik kaum elet, begitu juga dengan
pekakas Eletronik, tapi dengan boombardir pasar Industri Jepang dan Cina,
menghapus Impiarialisme pasar Teknologi Amerika Serikat dan Eropa di banjar
selama 10 tahun berhasil menurukan harga Teknologi tersebut, tv dari kalangan
kelas menengah dan bawah dapat di beli orang bengitu juga dengan pekakas
eletronik lain nya, ini lah penyebab peningkatan akan daya pemakain listrik.
Tidak hanya itu Jepang dengan suadagar banjar hari senin 10 Desember Tahun 1996
mengadakan rapat di Sumatera yang di pimpin oleh Sumantri Nusation, rapat
tersebut di ikuti banyak Industri motor Jepang, Honda, Yamaha, Suzuki, dan
Kawasaki, dan Industri Mobil Toyota, Mitsubithsi, Hino, Nisan dan Datsun, yang
mana rapat tersebut untuk menurunkan harga jual motor yang mahal di Asia
Tengara termasuk di Banjarmasin, Yang mana rapat ini juga rencana pemberian
keridit pembelian mobil dan motor terhadap para pegawai pemerintah dan juga
masyarakat yang di percayai pihak perbankan saat itu, memang rencana ini juga
di pertentangkan beberapa kalangan, seperti Industri tranpotasi yang akan
kekurangan omset nya, namun Industri BUMN pemerintah seperti Pertamina
menudukung rencana tersebut, karena otomatis peningkatan pasar bahan bakar di
Banjar, namun pihak kaum pencinta lingkungan yang tergabung dari mahasiwa
universitas lambung mangkurat banjarmasin menentang juga hal ini, akibat polosi
akan mingkat tajam, namun apa pun yang terjadi kata pemerintah Orde Baru itu
hanya rencana belum lagi di teken, semua legitimasih di tangan mereka mejawab
media Banjarmasin edisi desember 1996 lalu.
Sementara itu di awal
tahun 1997 Martapura Banjarmasin Industri Perdagangan Intan dan Emas
memenangkan perdangan Internasional yang paling menajukan, dengan dapat Rekor
Intan Martapura Terbaik di Indonesia oleh Perdagang Asean sayap kanan, dan Emas
Martapura juga mendapatkan kadar Emas termurni di Kalimantan, tidak hanya itu,
PT Adaro Tabalong juga dapat Predikat Produksi batu bara terbaik Kalimantan
dengan kadar paling murni. Dan dari bula Maret Industri pasar pertambangan
Banjarmasin menjadi rebutan pihak Internasional, terlebih Amerika Serikat dan
Kanada yang bengitu berambisi merebut kesuluruhan nya, meski mereka sudah
memiliki beberapa saham melalui pemerintah Orde Baru tersebut, belum lagi
Pertamina yang terus ingin menambah sumur minyak di daerah Tabalong tersebut,
bahkan pada akhir nya sengketa lahan dengan masyarakat pun tidak terelakan lagi
dengan pihak Industri ini. Tepat pada tanggal 23 April hari Rabu 1997 Presiden
Soharto merismikan pembukan Jembantan Barito, dan menyatakan pembangunan
Jembantan Barito telah selesai sempurna seperti yang sudah di rencanakan
pemerintah, Dan Jembantan Barito serta jalan lintas Provinsi sudah bisa di
lalui kenderan bermotor, maka secara garis besar dari hari itu maka era baru di
mulai lagi di Kalimantan, selesai Jembantan Barito ini membawa dampak yang
besar bagi Banjarmasin dan Kalimantan, dan peningkatan Pasar Internasional yang
tidak pernah di duga sebelum nya, dan ucapa Terima Kasih kepada Presiden
Soharto, bapak pembangunan Indonesia, meski iya seorang ditaktor besar
sepanjang sejarah Indonesia.
Di mulai rabu 1 Oktober 1997 Tiba-tiba Banjar
dan Kalimantan di gemparkan, tanpa Iklan dan pemberitahuan tiba-tiba harga
motor Jepang turun harga, dan memamerkan produksi baru Honda, ya itu produksi 4
Tak, dan ini sudah mulai lahir era nya motor 4 Tak di banjarmasin, yang semula
di pengang motor 2 Tak Yamaha. Pemerintah Orde baru saat itu di tanya jawaban
nya tidak tahu, paling hanya harga promosi, tidak hanya motor yang turun harga,
Mobil juga, 2 Industri mobil besar Jepang Mitsubitshi dan Toyota juga banting
harga, jadi jawaban nya rapat yang dulu di sumatera itu ternyata nya jadi
kenyatan setelah pembangunan Jembantan Barito selesai. Tidak hanya itu Industri
motor Jepang juga membangun Dealer hingga tingkat kecamatan di Kalimantan, dan
dealer mobil nya hinga tingkat Kabupaten, dan pada tahun 1997 hingga awal 1998
maka terjadi ledakan pembelian motor Jepang oleh Ekonomi tingkat menengah ke
bawah di Kalimanta, dan Industri rumahan di Banjar juga membeli mobil untuk
melancarkan perdagangan nya, bahkan mobil bisa di kridit oleh Industri rumahan
kelas menangah banjar, hasil nya ledakan pasar Industri Internasional Jepang
terjadi, dan sengketa dengan pemerintah Orde Baru dengan masyarakat tidak
terhelakan, yaitu sengketa penuntutan penurunan tarip pajak kenderaan bermotor
kala itu, dan pada saat itu juga berlaku perdagangan motor gelap di banjar,
yang di kenal dengan motor barang kapal, ini di seledupkan ke pedalaman
Kalimantan oleh pihak yang tidak bertangung jawab. Melihat apa yang terjadi
Amerika Serikat dengan Industri dagang yang kebabalasan tersebut, dari tahun
1998 tersebut di Jakarta mulai menyerang pemerintah Orde Baru tersebut, dan ini
adalah awal dari keruntuhan Kekaisaran Soharto tersebut, banyak opini yang di
tebarkan, yang utama bersangkutan dengan konflik Timor-Timor dan Aceh, tidak
hanya itu Amerika Serikat dengan IMF mulai menyeret Indonesia kedalam hutang
luar negeri yang begitu mengerikan, Krisis monenter sudah mulai di rasakan,
Inflasi sudah bisa dilihat dipasar Industri dan Saham Jakarta dan berjalan ke
daerah kusus nya ke Banjarmasin, ke panikan pun mulai lagi terjadi di banjar
dan Sumatera.
15 April 1998
Persatuan dagang Asean yang di ketuai Amerika Serikat mengadakan rapat di
Malasyia, dalam angeda membahas kekawatiran pasar bebas akan merebak Cina akan
mengambil ke untungan dari itu, dan penyeludupan akan meningkat tajam, jika
krisi ini akan terjadi, banyak Industri dagang asia tengara akan menjerit.
Namun meski apa pun yang terjadi di Kanca Internasional dan keributan Jakarta,
Banjarmasin masih maju dengan Era baru nya setelah selesai nya pembangunan
Jembantan Barito, Amerika Serikat sendiri tahun 1998 mulai membangun Industri
Teknologi Telekomonikasi nya di Banjarmasin melalui Industri BUMN Indonesia
Telkom dan Pos Indonesia, dan era ini mengawali era yang di masa depan jadi era
Internet dan Phonsel pintar. Tidak hanya itu Industri TV Swasta Jakarta pun
pada tahun 1998 membangun Industri nya di Banjarmasin, dan mereka juga bersama
Industri BUMN pemerintah yang tergabung dengan Amerika Serikat ini membangun
menara-menara pemancar agar stasiun chanel mereka bisa di tangkap di
Kalimantan, dan Era ini mengawali kehancuran TV Kabel berbayar, dan prabola
mulai mendomenasi pasar, tapi di perkota ANETA UHF/VHF sudah bisa jadi
alternativ, bisa menangkap siara RCTI, SCTV dan TVRI nasional, Keberanan radio
sudah benar-benar hampir di geser oleh televisi yang murah oleh Jepang Industri.
Motorola dan Semen mulai membuka kantor cabang nya di Banjarmasin, dan sudah
memasarkan Telpon rumah pada ere ini di Banjarmasin.
Peningkatan yang
bengitu pesat ini juga pada akhir nya membawa penuntutan masyarakat pada
pemerintah dengan pembangunan sarana pendidikan tingkat sarjana di Banjarmasin
di perbanyak, karena serjana sekarang tidak hanya di butuhkan oleh intasi
pemerintah sendiri, tapi sudah masuk skala Industri, Dan Imigrasi yang besar
dari Jawa pun terjadi pada pase ini, karena di Banjarmasin banyak di butuhkan
tenaga kerja langsung kerja non terening, terlebih PT Adaro di Tabalong yang
membuntuhkan operator alat berat dan Supir, maka dari itu Industri pendidikan
Swasta Jakarta melalui BUMN pemerintah menancapkan sekolah banyak swasta di Banjarmasin
dan daerah Kalimantan, Perpustakan swasta pun di buka juga, di ikuti oleh rumah
sakit swasta di berlakukan.
Sekali lagi walau pun
Indonesia menghadapi krisi pada Era ini di Banjarmasin sudah mulai terasa ini,
Cuma aneh nya pasar Internasional selalu mengalami peningkatan, Amerika juga
memperbesar penjualan komputer nya, meski relatip rendah, tapi mereka tetap
saja, begitu juga pesawat telegram nya. Sedangkan Industri tenknologi Jepang
bersama Cina, di Banjarmasin di akhir tahun 1998 ini mereka mulai menjual VCD
murah, untuk mengantikan laser disk dan yang lain, teknologi cakram optik
Jepang ini pertama di tentang Amerika Serikat di Banjarmasin, namun nass bagi Amerika
Serikat ini kalah dengan Jepang yang di dukung KDA Sumatera dalam penjualan VCD
Murah ini, bahkan Jepang dengan Konami nya mulai menghacurkan SEGA, dan memulai
era baru teknologi GAME baru dengan kaset CAKRAM OPTIK pertama, yang akhir nya
di lanjutkan oleh PS 1 oleh Sony di tahun 1999.
Dan setelah jatuh
Orde Baru 1998, yang juga sekerang ini pemerintah masih di penggang nya
memalalu wakil nya Habiebi ini, di Banjarmasin sudah tahun 1999 ini sudah
terlihat sedikit perpecahan Perdagangan nya, yang mana pada di awali dengan di
kumpulkan nya Ormas Dagang dari sekala lokal sampai Internasional oleh UDB yang
di ketuai oleh Sumantri Nusation dari KDA Sumatera, yang coba membendung krisi
moneter di Daerah Indonesia, bahkan kala itu bensin sudah naik dengan harga Rp
2000 ribu, dan sudah 4 kali mengalami kenaikan dari harga Rp 600 ratus, namun
rapat itu belum menyatakan akan melawan pemerintah dari kubu UDB tersebut,
namun perlawanan kecil sudah di pelihatkan nya pada pemerintah Indonesia yang
menjelang era Repormasi tersebut.
Kirubutan di Jakarta
menjelang Repormasi ini masih tidak berdampak besar di Banjarmasin dalam skala
Ekonomi nya, dan Amerika Serikat pada tahun 1999 ini yang melirik pasar musik
Banjarmasin, peningkatan pasar musik Industri banjarmasin ini sebenar nya di
dobrak akibat dari diberlakukan oleh Jepang penjualan VCD murah, yang mengesir
kaset Tevep biasa, orang jualan VCD ramai di pasar kaki lima, dan juga Industri
dapur rekaman Banjarmasin pada tahun 1999 ini mencapai puncak nya, ya itu mampu
merambah tingkat Internasional, mengalahi Industri musik Rock Jakarta, yang
mana ini jasa dari sebuah grop Band yang bernama Pawer Metal, yang mana Band
ini sebenar nya sudahg mengawali karet nya dari tahun 1990 yang memulai debut
nya di Festival Rock Drjarum Super tersebut, dan mendapat rekaman pertama di
Banjarmasin, dan di teruskan ke Jakarta, hingga go Internasional, menyaingi
SLANK, Bomerang dan Jambrut dari Jakarta. Dan pada era ini juga sereng di
adakan nya konser musik Rock besar di Banjarmasin, maka dari itu panggung besar
di butuhkan, dan pada saat itu jika ada konser besar, maka panggung di datangan
dari jakarta ini repot, dan atas dasar itu Billboar musik Industri Amerika
Serikat bersama Industri musik lokal berbagung membangun Industri nya, dan
membuka penjualan Gitar Gipson Lees Paul dan Fender standar Amerika Serikat,
serta lengkap dengan penyewan panggung nya, tidak hanya itu Industri Amerika
Serikat ini juga mulai merambah Industri dunia hiburan Banjarmasin, dan mulai
membuka Diskotik, dan kesultanan Banjarmasin yang berbasis Islam menentang ini.
Industri musik Amerika Serikat ini juga bersekongkol dengan Industri rokok dari
Jawa dalam lobi Iklan nya, yang mampu meningkatkan penjualan rokok di
Kalimantan dalam sekala yang belum pernah terjadi sebelum nya.
Pada era ini juga
banyak kalangan menilai dan mengatakan ini adalah di mulainya Kapitalis media
Industri pasar Amerika Serikat berbasis budaya yang merusak asas moral
Banjarmasin, tapi perebutan pasar musik lokal go Intenasional tersebut, namun
hanya musik Dagdut yang berbudaya Jawa saja yang kurang pasar musik nya,
kecuali Rhoma Irama yang tetap eksis, dan pasar musik Malasyia yang mulai
menurun omset nya di pukul Billboar nya Amerika tersebut, namun di Banjar musik
dangut khas banjar malah bersatu padu dengan Billboart tersebut, dan merekam banyak
musik dangdut hingga tembus menjual ke semenanjung Melayu, dan konfrotasi Cina
besama Industri Jepang untuk melawan Billboart yang justru bukan perang dengan
Billboart, malah perang dengan Holltywood, dan Bioskop, Cina dan Jepang menjual
VCD flim bajakan di Banjarmasin, ini benar-benar sudah gila, Industri Hiburan
Amerika Serikat yang rugi terpaksa menganding pemerintah Jakarta yang runtuh
untuk melakukan penumpasan pembajakan tersebut, razia pun di gelar, namun apa
daya semua nya nihil total.
Dan pada tahun 1999
ini juga Kanada juga mulai melirik pasar musik Internasional banjar, mereka
teropsisi oleh kesuksesan Billboart Amerika Serikat tersebut, dan Kamis 29
Agustus 1999 Industri musik Kanada Arista recodr datang bertemu UDB di banjar,
pertemuan dalam agenda kerja sama pasar musik dan Fashion tersebut, yang pada
akhir nya menyeret Jepang Industri dalam pembangunan Industri musik ini, Arista
record menganding Yamaha gitar dan Ebanet nya Jepang, dan mereka melakukan
penjualan Gitar Yamaha dan Ebanet yang sukses di Banjar, bahkan mengalahkan
Amerika Serikat dengan Billboart nya, dan tahun 1999 ini di mulai nya era
Ibanez Jepang Kanada di Banjarmasin, Arista Record juga banyak mengadakan
fistival musik lokal untuk mendobrak penjualan yang sukses, hinga mendirikan
Industri baru mereka di masa depan nya, Ya itu media kantor berita Kanada
Banjarmasin.
Hari rabu 1 September
1999 beberapa kelompok pro Amerika Serikat mengadakan pertemuan di Sumatera,
pertemuan ini adalah rencanan menghancurkan KDA, yang mana Amerika Serikat
telah gagal menyeret KDA kedalam krisi di Asia tengara, karena KDA punya banyak
cadangan emas di Kalimantan kusus nya di Martapura Banjarmasin, bahkan KDA
sendiri sudah lebih dari 10 sudah melakukan perdagang Internasional di banjar
dan Indonesia, tidak mau di bayar dengan mata uang dolar, atau mata uang mana
pun, dan menolak di bayar melalui Bank tranfer, mereka KDA menerima bayar hanya
dengan emas, atau barang jadi saja, ini rahasia utama nya mereka tidak bisa
iflansi dan di jajah, pihak WTO dan Organisasi dagang dunia tidak bisa
memboekoat atau menghukum mereka dengan cara pembekuan akset, karena mereka
tidak punya aset, tapi mereka punya emas, Intan, berlian dan barang dagang
saja, dan rencanan utama tersebut untuk mendorong pemerintah Jakarta yang
runtuh untuk menumpas pertambangan emas di Kalimantan, mereka menduga banyak
tambang emas elegal itu adalah milik KDA dan para sekutu nya, jadi jika di
tutup pemerintah Jakarta maka mereka merasakan dampak dari krisis buatan
Amerika tersebut, untuk menangapi hal tersebut Sumatri Nusation ketuai KDA
Sumatera sudah siapa, bahkan mereka mengejek WTO dan lain nya. Pada akhir tahun
1999 awal tahun 2000 ini, Amerika Serikat kembali ingin menerusi rencanan nya
membuka bisnis hiburan di Banjar, karena pasar hiburan di banjar ini sangat
menyakinkan mereka akan kesusesan datang, dan ini adalah awal kekacauan, yang
mana para Mafia banjar yang bersekongkol ini sacara tanpa ijin membuka diskotik
SSS/ SIANG SAMPAI SUBUH di Anjir, di pingiran kota banjar tersebut, yang mana
Industri hiburan ini menghidupkan kembali perdagangan opiom banjar dan Narkoba,
memasuka minuman keras tanpa bantas, seperti Jack Daniel, Black Label dan yang
lain nya, ini sukses maka para mafia lain mulai ikut juga membangun diksotik
nya di antara jembantan Barito, yang berujung meningkat nya pelacuran rumah
border dan lain nya, hinga ke penjualan senjata api gelap, dan lain nya,
membuat geram ormas Islam, yang mana ormas ini menyerang tanpa pemberitahuan
dulu, dan menyalahkan pemerintah dalam memberikan Injin Industri hiburan ini,
dan telah memasuk budaya jahaliah ke Banjarmasin, menurunkan moral pemuda
banjar, dan atas dasar ini Pemerintah daerah berpihak pada Ormas Islam, dan
menutup Industri Hiburan Amerika tersebut. Tidak hanya itu kekacaun pasar
Internasional yang terjadi, dan sekarang sudah merambah ke Perdagan
Internasional kayu ulin Kalimantan yang berpusat di Banjarmasin itu, yang mana
beberapa kelompok di Banjar meminta pemerintah untuk segera menghentikan
perdagangan kayu ulin tersebut, dengan alasan perusakan alam, dan kayu ulin
sudah mulai langka, memang pertama pemerintah menolak nya, dengan dalil jika di
hentikan penganguran akan merebak, karena Industri salah satu penompang ekonomi
daerah, dan juga memberikan pajak yang sangat besar, dan pemerintah akan
menekan Industri tersebut untuk melakukan penanaman ulang kayu ulin, namun
kelompok tesebut memaksa pemerintah untuk menekan nya segera mungkin tanpa
banyak alasan, karena jika dibiarkan maka alam akan hancur, dan atas dasar itu
pemerintah malah menuduhkan bahwa kelompok tersebut adalah konfrontasi untuk
menjatuhkan perdangan banjar, yang berujung konflik antar kubu tersebut, dan
yang ada Industri menaikan harga kayu ulin tersebut dengan alasan bahwa di
hutan Kalimantan sekarang banyak kelompok bersenjata anti pemerintah, yang
kerap mengadakan kontak senjata atau membubakan kegiatan penebangan pohon
tersebut, dan ini adalah sesuatu masalah yang tidak jelas ujung pangkal nya,
yang pasti kami sepakat dengan pemerintah ini adalah konfrontasi meski
pemerintah itu terlibat dalam konfrontasi tersebut.
Di kota banjar pada
akhir tahun 1999 ini Industri teknologi kembali perang dagang, yang mana di
awali dari 16 desember 1999 yang mana Industri lokal banjar yang bekerja sama
dengan Korea Selatan mengeluarkan Antena TV model baru, yang mana Antena ini
adalah antena yang punya kemampuan besar daya tangkap sinyal nya, dan harga nya
murah sekali dapat terjangkau, dan Antena ini adalah benar-benar mengakahiri
era nya Prabola di Banjar dan sekitar nya, buat apa beli parabola jika pakai
antena saja sudah mampu menangkap siaran TV dengan banyak Chanel, Industri
parabola menuduh ini pembajakan dan harus segara di hentikan, namun nihil apa
daya masyarakat menginginkan antena mau apa lagi sudah, Industri TV Kabel
gulung tikar di ahkir tahun 1999 ini, dan merubah peta para media Industri,
dulu Penonton yang mencari media Industri TV untuk melihat siaran nya, dan
sekarang Industri media TV yang mencari Penontonnya dengan banyak cara, karena
Industri media bukan lagi tempat mencari Imformasi, melainkan Kapitalis Iklan,
TV mana yang punya banyak penonton maka Job Iklan akan datang, dan bayaran akan
mahal, karena Iklan sukses memasyarakat, media koran juga sama, radio juga
sama, jadi perlu di garis bawahi, Tahun 1999 ahkir adala akhir dari TV Kabel
dan parabola, dan berubah nya alur Industri media dalam pasar nya secara
menyeluruh, ini juga akibat dari memebesar kota Banjarmasin, persaingan
Industri dalam pasar, baik skala lokal maupun Internasional.
Dan menjalang pertengahan
tahun 2000 Industri dan pasar lokal banjar, yang kusus nya memasuk bahan pangan
atau bahan pokok kebutuhan sehari-hari, kuhsus nya beras dan hewan ternak
banjar, benar-benar lumpuh tak berdaya lagi dalam menangani lobi pasar banjar
yang besar, dan krisis pangan yang terjadi ini sebenar nya sudah terjadi ketika
KDA Sumatera mendirikan Industri kuliner di banjar, namun hanya saja pada
pertengahan tahun 2000 ini saja puncak nya terjadi, hampir berminggu-minggu
pasar lokal banja yang memasuk beras dan hewan ternak kosong total, tepat nya
di mulai Kamis 9 November 2000. Dan atas dasar pristiwa ini terjadi maka Banjar
ke hilangan gelar nya di dunia Internasional, yang mana dulu pasar lokal banjar
mampu mengexsports Beras dan Hewan ternak ke dunia Internasional. Atas kejadian
ini juga pemerintah daerah dan pusat mengadakan pertemuan nya di Jakarta 25
Nopember 2000 untuk membahas krisis tersebut, yang mana krisi panggan tersebut
terjadi bukan karena faktor alam, melainkan pertumbuhan dan perkembangan kota banjar
tersebut, dan banyak Imingran luar negeri dan dalam negeri yang ada di banjar,
serta menjamur nya Industri Kuliner banjar yang mana meningkat nya Industri
kuniler banjar ini juga di sebabkan dari peningkatan Industri wisata banjar,
serta Industri skala besar banjar butuh ketring untuk pegawai nya. Dan sebab
utama nya krisi pangan di banjar pada pertengahan tahun 2000 ini adalah Orang
Banjar pribumi sudah lupa dengan diri nya sendiri, yang mana pada era
Kesultanan Banjarmasin mereka adalah petani dan pertenak ulung, yang mana
akibat dari hebat nya penduduk banjar ini bertani mampu mendangkan bangsa Eropa
ke Banjar, dan profesi petani era kesultanan banjar bukan profesi memalukan,
dan sedangkan pada tahun 2000 ini penduduk Banjar yang super moderen ini malu
bertani, jadi juga bukan karena kurang nya lahan akibat membesar nya kota
banjar yang merapat gedung, karena bumi Kalimantan sangat luas, dari tahun 2000
ini penduduk Kalimantan profesisi pengusaha dan dinas pemerintah baik skala
kecil atau pun besar, profesis petani di padang memalukan, apa lagi oleh pemuda
Banjar, dan membesar nya perdangan Internasional juga faktor pendorong penduduk
banjar lebih suka membeli dari pada bertani beras sendiri. Maka juga keputusan
pemerintah Jakarta keluar untuk banjar, tidak ada jalan lain lagi untuk
menangani krisis pangan ini, kecuali melobi pasar Internasional dalam Imfor
beras dan yang lain nya untuk banjar, dan oleh sebab itu maka Industri dagang
Internasional di banjar ribut lagi berebut pasar untuk memasuk beras dan hewan
ternak, dan Vetnam dan Thailand hingga Malasyia melakukan perang dagang di
atara mereka, yang pada akhir nya di menangkan Vetnam, dan Vetnam pun akhir nya
memasuk beras ke banjar dengan kerja sama Industri BUMN Pemerintah ya itu
Bolog. Dan dari tahun 2000 ini juga di garis bawahi, tergantung nya pasar beras
ini terhadap Imfor Vetnam, dan oleh sebab itu juga Vetnam mendirikan Kantor
cabang nya di Banjar, dan coba merakul kaum pribumi untuk membukan lahan
pertanian baru di Kalimantan, karena juga menurut Vetnam, lahan yang ada di
Vetnam kurang memadai dengan kebutuhan diri sendiri hingga orang lain, dan juga
faktor ongkos kirim, Industri pertanian boneka Vetnam pun terlahir di banjar
pada tahun 2001 awal, dan juga Industri Boneka Vetnam atas nama lokal ini
berkonflik akibat masalah sengketa lahan dengan penduduk Kalimantan hingga
sekarang ini, tapi apa pun yang terjadi, Vetnam sudah menolong krisis panggan
banjar, dan menghidari kelaparan masal, dan Industri boneka ini juga bisa di
andalkan memasuk beras ke daerah lain luar Kalimantan, dan meningkatkan
moderenisasi Industri pertanian Banjar. Meskipun Industri pertanian lokal
Banjar runtuh, tapi Pasar Internasional dalam pasar teknologi di banjar selalu
ada lobi konsumen nya, dan tepat hari minggu 11 febuari 2001 Industri Teknologi
Amerika Serikat yang bekerja sama dengan Industri BUMN Telkom Indonesia cabang
banjar ini memberitahukan pembangunan menara pemancar baru mereka sudah
selesai, dan mereka mengebom pasar International teknologi banjar dengan Produk
Ponsel baru mereka yaitu Motorola, yang mana penjualan sukses terjadi, dan
kejadian ini memacing banyak Industri teknologi dunia berdatangan ke
Banjarmasin untuk melihat bagai mana pasar teknologi tersebut, hingga terjadi
pertemuan pasar Internasional Eropa dan Asia pada senin 10 juni 2001 di Banjar,
yang membawa perang dagang tersebut, dan melibatkan kembali Industri BUMN
Pemerintah Indonesia, Indonsat, yang mana Industri operator Asia tengara juga
ikut campur dalam lobi pasar tersebut, yang di buat 2 kubu, kubu 1 Telkom
dengan Industri Amerika, Kubu 2 Indosat di ganding oleh Industri Eropa dan
Asia, pertemuan itu juga pada akhir tidak mendapatkan keputusan apa-apa kecuali
perang dan perang. Di Asean juga pada dekade tahun 2001 ini di kejutkan dengan
kempanye peduli lingkungan, yang mana kampanye ini mengakhiri era motor 2 TAK
Japang, yang mana kampanye ini mengedepankan motor 4 Tak, yang di angap ramah
lingkungan, dan di Banjar, kampanye ini di mulai Jum’at 15 Agustus 2001,
kampanye ini telak memukul Perdagangan Internasional Industri motor Yamaha dan
Suzuki Jepang, yang mana Yamaha dan Suzuki pada dekadi tersebut unggul dengan
Produk F1 Full Clut 2 Tak Yamaha, dan Satria 125 cc 2 Tak Suzuki, baru
belakangan nya Kawasaki juga kena akibat motor produksi nya juga 2 tak, dan
perdangan di menangkan Honda dengan produk 4 tak nya, dan dari akhir tahun 2001
ke awal 2002, harga motor Yamaha dan Suzuki nurun terjun bebas dan terhempas ke
tanah begitu keras, namun kejadian tersebut Yamaha, Suzuki hanya mengelus dada
dan bersabar untuk memulai perang dagang baru. Pada tahun 2002 ini Industri
teknologi Amerika Serikat di Banjar, akan di kroyok Industri asia dan eropa
dalam lobi pasar Phonsel gengam. Dan pada tahun 2002 ini lah juga pasar lokal
dan International Banjarmasin mulai merasakan krisi moneter yang berlarut
runtuh nya pemerintah Orde Baru, di mana juga Indonesia mengalami Imflansi,
yang menurunkan daya beli Industri terhadap bahan mentah pasar lokal banjar,
Imflansi ini di akibatkan oleh pemerintah jakarta tidak bertangun jawab
mencetak uang Rupiah tersebut, yang mana mereka tidak menunaikan emas nya,
sebagai bukti bahwa aset uang tersebut benar-benar nya ada, banyak uang baru
tersebut juga di masyarakat yang pada akhir nya menurukan nila nya, contoh
saja, ada sekelompok orang di pasar, yang sama memenga uang baru tersebut, yang
mana salah seorang meminta jasa seseorang dengan cara di bayar, dan seseorang
yang di minta menolak nya, akibat yang meminta hanya memberikan uang jasa
Rp1000, buat apa uang segitu, saya juga punya kalau Rp1000 kata yang di minta,
itulah ilustrasi gambaran nya pembaca dari dampak Pemerintah Jakarta yang
mencetak uang tanpa menunaikan emas nya, dan memompa dengan deras ke masyarakat
laus. Dan dampak lain dari Imflansi tersebut juga di Banjar, para organisasi
dagang UDB memborong emas, dan era ini benar-benar ramai di banjar orang
berburu emas, dan hasil nya harga emas di Martapura meningkat 20% 2 bulan
setelah Imflansi terjadi, bahkan pihak perbankan juga melakukan transaksi jual
beli emas, dan bahkan ada kelompok dagang lokal banjar menarapkan sesytem KDA,
dan pasar International banjar melihat perburuan emas tersebut, lalu mengadakan
pertemuan, yang pertemuan tersebut terjadi senin 12 Maret 2002 dalam agenda nya
untuk mempertahankan harga emas dan anjuluk nya pasar mereka di banjar akibat
menurun nya daya tukar masyarakat pada produk mereka, maka mereka melakukan
kesepakatan untuk menangulangi kelangkan emas tersebut nanti nya, maka tambang
emas di Kalimantan harus di bangun, ini juga di lakukan agar masyarakat yang
kehilangan pekerjan nya akibat krisis bisa beralih profosi, dan juga dalam
rencanan pemasaran Teknologi baru telekomonikasi, dan pada akhir nya semua
sepakat, dan di bukalah Tambang emas yang banyak di Kalteng dan Kalsel, dan atas
dasar itu pemerintah yang melihat juga lantas mendapat dorongan lain untuk
terjun dalam masalah ini, yang berujung razia tambang emas dengan dalil Tambang
emas elegal, yang mana pada akhir nya membawa konflik baru, dengan tuduhan
terhadap pemerintah telah melakukan konfrontasi dengan penjahat untuk menaikan
harga emas tersebut, karena dengan di bubarkan nya tambang emas tersebut
otomatis emas akan langka, dan tidak hanya itu, kontak senjata antara preman
tambang emas dengan polisi pun juga tidak terelakan, dan korban jatuh
melemahkan pemerintah dalam razia tersebut, dan melakukan pending untuk
menenangkan ke adaan yang jika di teruskan bisa terjadi pemberontakan. Dan di
pertengahan tahun 2002 ini juga di mulai nya era Industri Asia dan Eropa dalam
pasar banjar, mereka berhasil menyingkirkan Amerika Serikat, dengan dukungan
masyarakat lewat media isu tragedi 11 september 2001, Pernyatan Amerika Serikat
yang menuduh Islam teroris mengakibatkan Industri mereka di musuhi di banjar,
karena masyarakat Banjar yang 100% beragama Islam tersebut tidak terima tuduhan
tersebut, ini yang di maanfatkan Industri Teknologi Eropa dan Asia, yang mana
Industri Phonsel Nokia Firlandia yang bekerjasama Jepang berhasil sukses
menjual Nokia tersebut, bahkan pada fase tersebut Semen Mobli juga gulung tikar
terhadap pasar nya di banjar yang di ribut nokia, namun setelah 3 bulan
penjualan nya di Banjar, Nokia tersebut merasa perlu merombak penjualan
tersebut, yang mana mereka dengan jepang sepakat untuk menurukan harga Pulsa
yang mahal tersebut, yang di angap mereka yang mengahalangi ke suksesan mereka,
dan atas dasar tersebut maka di adakan sebuah pertemuan Industri ini yang di
pimpin oleh Jepang di Sumatera pada Sabtu 1 Juni 2002 di Sumatera, yang
pertemuan ini juga mengajak kerjasama pihak operator selular dalam pasar, dan
dalam pertemuan tersebut tenyata menemukan keberhasilan kesepakatan bersama,
Operator selural mau bekerja sama untuk menurukan harga pulsa, yang mana dulu
Vocher Pulsa hanya ada harga Rp 100 ribu, dan setelah pertemuan tersebut, maka
operator selular juga menambah produk baru Vocher pulsa Rp 50 ribu, dan atas
dasar itu Nokia kembali berhasil mempertahankan konsomen mereka di banjar, dan
Operator selular juga menuai untuk akibat daya beli meningkat.
Tidak hanya Industri
Asia dan Eropa yang menghajar Industri Amerika di Banjar, tetapi tetangga
mereka sendiri Kanada dan Mexsico juga ikut membantu Jepang dan Iran menghajar
Industri Amerika di Banjar, karena pada akhir tahun 2002 ini Pasar musik dan
fashion banjar di rebut Kanada dan Iran, yang Industri musik Rock Kanada Arista
Recordt bekerja sama dengan Yamaha Gitar Jepang, Ibanez, Musik Rock Iran,
Fender Telecaster Maxsico, membom pasar musik Internasional banjar dengan Album
Let Go Avril Lavigne, yang mana juga Avril Lavigne di ganding Amerika Serikat
melakukan Tour Asia, namun pihak Kanada dan Iran berhasil merebut Avril Lavigne
dari Amerika Serikat tersebut. Kanada dan Iran Persia mengading, Gabungan Musik
Aceh Industri, dan pada minggu 8 Desember 2002 di Markas besar Aceh Musik di
Banjar, Kanada dan Iran membukan penjualan Album Let Go tersebut dengan sarana
promosi Konser Musik Rock Endergrons Metal Alternativ Rock, dan pada hari itu
Kanada dan Iran berhasil menjual 500 keping CD Album Let Go, dan hari itu
adalah hari bersejarah dalam kanca musik rock banjar, karena Konser musik
tersebut benar-benar merubah arah pasar, yang dengan alasan ini lah Ibanez
bergabung dengan Kanada, Karena Era gitar Ebanez berahir di rebut oleh Fender
Telecaster Maxsico, yang kelat di masa depan di kenal dengan Nama Fender
Telecaster Avril Lavigne, karena konser musik tersebut sudah menunjukan pada
gitaris di banjar, Bahwa Fender Single Coil juga bisa di bawa dengan aliran
metal, fender bukan gitar yang hanya di gunbakan untuk aliran musik Blues.
Dan setelah 2 minggu
penjualan pihak Kanada dan Iran kebajiran omset, karena permintan pasar begitu
besar, dan hasil nya terjadilah era Avril Lavigne di Banjarmasin dan Sumatera,
yang mana radio dan TV juga di Banjar memuntar video clip tersebut, yang
mendorong Kanada dan Iran mendirikan kantor nya, yang mana kantor tersebut di
kenal dengan Kantor Berita Kanada Banjarmasin Industri Media berita dan Musik
Rock, namun jelas, Era Avril Lavigne ini yang resmi terjadi adalah tahun 2003.
Dan awal tahun 2003,
Pasar Internasional banjar masin mengadakan pertemuan, yang membicarakan dampak
dari deman Avril Lavigne, yang di hadari oleh Industri Fashion ternama, seperti
Adidas, Fila, Black Label, All Star Converse, Abey, dan Perancis Fashion, yang
mana juga mereka sepakat membangun Industri nya di banjar, dan produksi Fashion
Avril Lavigne, dan hasil nya, 70% wanita di banjar memakai Fashion Avril
Lavigne, dan era ini bisa di pertahankan sampai tahun 2005.
Pada tahun 2003 ini
pemerintah Indonesia sudah 100% berubah sesytem nya, dari Orde Baru ke
pemerintah Repormasi, dan pemerintah baru ini mulai menarakan sesytem nya pada
daerah-daerah yang sudah di angap nya bisa di Kontrol penuh, karena pada tahun
2003, 30% daerah Indonesia masih terjadi pemberontakan besar, yang kadang
mengancam kedaulatan Indonesia itu sendiri, dan hampir semua pemberontakan di
daerah Indonesia pada tahun 2003 ini terpengaruh GAM Aceh, yang mana juga
Kalimantan juga masih memberontak pada tahun 2003, jadi pemerintah baru ini
harus hati-hati kelompok Seperatis akan menyerang Jakarta jika di mungkinkan.
Dan Rabu 3 Januari 2003 Pemerintah Jakarta melakukan lawatan nya ke
Banjarmasin, dalam rangka pembangunan daerah dan kerjasama Industri, yang mana
juga sebenar nya pertemuan tersebut adalah pembentukan Tim penyelidikan di
banjar, Karena pemerintah Jakarta sudah tahu bahwa di Banjar terjadi perdangan
bebas skala besar, yang mana pada sesytem, pemerintah Orde Baru tidak
memperdulikan perdagan bebas banjar, asalkan pelakuk nya membayar pada Orde baru
saja, gampang. Dan pertemuan Pemerintah Jakarta ini yang memulai banyak
kelompok dagang baik lokal dan Internasional di banjar, yang resmi atau yang
tidak resmi sudah mulai melakukan ke waspadan, bisa di katakan mereka sudah
menyalakan lampu kuning nya, tapi apa pun yang terjadi, ke damain masih berlaku
di banjar.
Pada awal tahun 2003
ini juga Yamaha Jepang Industri motor mulai lagi bangkit dari keterpurukan
mereka, yang mana mereka banyak mengalami kerugian besar dalam dagang motor,
Jepang sudah mulai mempromosikan motor produksi baru mereka, namun di banjar
belum di jual, motor tersebut adalah Jupiter, dan ini mengawali ke suksesan
jepang kembali di Banjar, dan sedangkan Kamis 23 Januari 2003 minyak kembali
naik di banjar, dan ini sudah kenaikan harga yang ke 5 kali dari pasca krisis
moneter, dan hal juga memukul kembali pasar Internasional di banjar, dan
sedangkan pasar lokal pada waktu itu dengan sipihak menaikan harga jual mereka,
dan akibat ini juga harga Karet dan Rotan di naikan Industri lokal banjar dengan
alasan biaya kirim naik, dan sedangkan Industri lokal tidak menaikan harga beli
mereka pada petani karet atau penjual rotan tersebut, dan bahkan konfrontasi
terjadi, yang mana pihak lokal menimun karet mereka, jika di tanya alasan
menungu banya baru dikirim, karena ongkos kirim mahal, yang ada karet langka,
Industri pembuatan Ban Asing yang ada di banjar akhir nya menjer tidak bisa
memasuk karet ke negara mereka, dan hasil nya Industri asing tersebut menuduh
pemerintah dalam konfrontasi tersebut. Bahkan Malasyia juga pada saat itu ikut
menaikan harga karet, yang pada akhir nya menui pro dan kontrak.
Senin 4 Maret 2003,
Pemerintah Jakarta memulai memperbahurui pemerintah daerah banjar, dan
mempromosikan undang-undang baru buatan mereka, dan Pemerintah Jakarta juga
inggin memperbaiki hubungan pemerintah daerah dan pusat yang regang dari masa
transisi pemerintah, hingga pemerintah Jakarta mulai lagi dari untuk melakukan
pengelulan daerah, menghidupkan kembali apa yang sudah di bangun seperti
Koperasi, kadin kamar dagang, dan lain, untuk menujang kemajuan, hinga
pemerintah Jakarta juga mulai melakukan lobi-lobi pada pasar Internasional,
yang alasan untuk menarik Investor asing masuk Indonesia, dan
pembicara-pembicaran pembangunan Industri Tambang baru pun di adakan, hingga
menambah produksi batu bara banjar Tabalong, penambahan sumur minyak Tabalong,
serta perbaikan sarana umum.
Dan pada selasa 8
April 2003, Pemerintah Jakarta mengadakan pertemuan dengan seluruh kelompok
dagang banjar, yang mana pertemuan ini di adakan untuk menjalin hubungan baik,
dan bekerja sama dalam membangun daerah, Pemerintah Jakarta juga menghimbau
pada Industri, untuk tepat bayar pajak mereka, dan promosi undang-undang dagang
juga di dendangkan dalam pertemuan tersebut, Pemerintah juga meminta semua
Industri untuk segera mengumpulkan arsip dokumen pajak dan ijin mereka, dan
memberikan ampunan bagi Industri yang terlambat bayar pajak, memang perlu di
akui pemerintah Jakarta saat itu tidaklah galak, dan para kelompok pun mau
menuruti nya, namun di sisi lain kekawatiran sudah mulai di rasakan di banjar.
Minggu 1 Juni 2003
Mescape penerbangan Kanada memlalui Kantor Berita Kanada Banjarmasin, melakukan
pembicaran dengan Iran dan Arab Sauadi, yang mana Kanada juga memaatkan ke
untungan, mereka coba melobi kouta haji, dan mengambil alih Industri perjalan
haji banjar, karena Amerika sudah kurang baik berhubungan dengan dunia Islam
pasca tragedi 11 september 2001 tersebut, dan sedangkan banjar adalah orang
terbanyak yang berangkat haji sesudah Aceh, dan Arab Suadi mau, namun sekarang
Kanada harus melobi pemerintah Jakarta dan juga kementrian Agama RI, dan lobi
berhasil di dapatkan, maka sekali Kanada membangun Industri nya lagi banjar.
Pertemuan APEC di Banjar pada 25 Juli 2003 adalah sesuatu sia-sia, mereka yang
coba ikut dalam pergulatan di banjar di tolak, yang sebenar nya alasan adalah
APEC memenangkan Amerika Serikat. Dan pada tahun 2003 ini juga Pemerintah
Jakarta dengan Pertamina di Banjar, memualai ingin mengantikan kompor minyak
tanah, dengan kompor gas LPG atau alternativ yang lain nya, mereka juga coba
melobi Industri pembuatan kompor untuk mencari Alternativ kompor baru, dan atas
dasar ini pemerintah daerah melalui
maklumat pemerintah Jakarta membentuk Tim untuk melakukan penelitian pengembangan
kompor alternativ energi, yang di oleh Ormas Sumatera di universitas Lambung
Mangkurat, dan yang ini pada akhir nya menjadi sebuah konflik pajang yang akan
terjadsi di masa depan. Dan pada pertengahan tahun 2003 KDA Sumatera mengadakan
pertemuan dengan seluruh kelompok dagang banjar, pertemuan tersebut sangat
rahasia sekali, yang mana kabar berhembus mereka akan melakukan perlawan
terhadap pemerintah Jakarta yang sudah di angap bahaya, dan pertemuan tersebut
selalu menjadi Pro dan Kontrak, ada kabar burung juga yang mengabarkan bahwa
pertemuan tersebut, pengumpulan dana KDA untuk GAM Aceh membeli persanjatan,
tapi siapa yang tahu apa yang mereka bahas saat itu, namun pada kenyatan nya
terlihat secara nyata hubungan mereka dengan pemerintah Jakarta baik-baik saja.
Nokia dengan Jepang
pada Nopember 2003 kembali membom pasar Teknologi banjar, dan bersama operator
selular juga mengeluarkan Produk baru mereka Vocher pulsa Rp 25 ribu, Nokia
dengan Phonsel seri 666 dan MG jadi tren di Banjar, harga nya pun bisa di
katakan mahal, namun penjualan tetap sukses terjadi. Dan pada Desember 2003
Pasar Internasional banjar melakukan rencana menambah produksi batu bara, dan
pertemuan pemerintah daerah dengan Industri, yang mana rencanan ini ingin
membuka kembali Tambang Batu bara bekas Belanda yang di bakar ludes oleh
Pangeran Antasari di Pangaron Rantau, namun pemerintah daerah belum memberikan
sinyal untuk menberikan ijin nya pada Industri, kalau pemerintah Jakarta oke,
alasan pemerintah daerah ini takut terjadi konflik, karena tambang belanda
tersebut masih pro dan kontrak Kesultanan Banjarmasin.
Pada senin 13 Januari
2004 Persatuan Dayak banjar, bersama-sama Mahasiwa Universitas Lambung
Mangkurat Banjarmasin, mulai menuai masalah, konvoi mereka tiba-tiba ada dan bertolak
ke Markas Besar Ormas Sumatera banjar tengah, dan meminta dukungan Ormas
Sumatera dalam memerangi Industri Perdagangan kayu ulin dan satwa langka
Internasional Banjarmasin, dan Ormas Sumatera mau, dan dari Markas besar Ormas
Sumatera konvoi bertolak menuju pusat pemerintah banjar, dan berorasi,
Pemerintah daerah dan Jakarta harus dengan segera menuntup Industri perdagangan
Internasional tersebut, namu nihil pemerintah tidak merespon, maka mereka pun
menuju pusat kantor Industri perdagangan kayu ulin tersebut dan berusaha
menuntup nya, namun sial polisi datang coba membubarkan nya, dan mereka pun
bertolak ke Kantor Berita Kanada Banjarmasin Aceh, untuk bertemu Avril Fans
Fender Banjarmasin alias, GMA GABUNGAN MUSIK ACEH ROCK ALTERNATIV SEMENAJUNG
MELAYU, untuk meminta dukungan, karena kelompok ini kelompok berpengaruh di
dunia musik, dan mereka mampu mengarahkan pemuda banjar dengan control nya, dan
terbukti perdagangan Kanada berhasil di banjar akibat kontrol kelompok ini,
pertemuan terjadi Avril fans Fender merespon dan bersidia mendukung hal
tersebut, dan atas dasar itu Kantor Berita Kanada Banjarmasin mengadakan
kampanye besar masalah kerusakan alam, dan tidak tanggung Avril fans Fender
mengelar konser musik Rock di depan kantor TVRI Banjarmasin untuk mengumpulkan
pemuda banjar, dan mengarahkan kontrol nya pada pemuda agar menghacurkan
Industri perdagang tersebut, hasil pro dan kontrak terjadi, pemerintah pusat
dan daerah terdesak oleh mereka ini, namun uang dari perdagangan kayu ulin
tersebut masih bisa membuat pemerintah tidak bertindak, hasil nya Avril fans
Fender mengambil ke putusan si pihak, avril fans fender memerintahkan Ormas
Sumatera yang di pimpin mantan Pasukan
GAM Aceh menyerang Industri kayu ulin baik lokal dan go Internasional di pesisir
sungai barito dan kapuas, Ormas Sumatera di bantu pasukan dayak menangkap
penjarahan kayu dan membawanya ke Banjarmasin untuk di adili,dan atas dasar ini
agar tidak terjadi korban jiwa, Pemerintah daerah dan Jakarta akhir nya menutup
untuk selama nya Industri perdagagan kayu ulin internasional tersebut untuk,
dan hanya memberikan ijin pada industri lokal untuk melakukan perdagang lokal
saja, atau untuk kebutuhan kayu di Kalimantan saja, namun itu pun harus di
lakukan secara bertangung jawab, dengan cara menanam ulang kayu ulin tersebut,
dan atas dasar ini pun maka Kantor Berita Kanada Banjarmasin membentuk Tim
bersama Industri dagang Internasionlan untuk melakukan penelitian dan mencari
alternativ matrial bangun penganti kayu ulin, dan kelompok ini di masa depan
yang di ganding Cina memproduksi Taso rangka baja penganti kayu ulin.
Pada tahun 2004 ini
sunguh terlihat nyata sekali, pemerintah Daerah dan Jakarta sudah mulai kompak
kembali bekerja sama, dan begitu dengan dengan berbagai kelompok masyarakat
multi enis Banjarmasin tersebut, dan Perdagangan Internasional di banjar ini
tahun 2004 selalu saja melibakan Pemerintah Jakarta, para Industri di banjar
juga patuh dengan Undang-undang dan membayar pajak dengan semeski nya sesua
ketentuan yang sudah di buat bersama dalam musyawara DPR Jakarta. Pemerintah
Jakarta juga sudah mulai 80% kekuasan nya di Banjar sudah kembali lagi, dan
pemerintah Jakarta juga menangani Industri lokal yang di upayakan nya untuk di
gabungkan Industri Jakarta tersebut, dan mulai menitik pusatkan perdagangan
Internasional ke bursaham Gabungan Jakarta.
Dan pada tahun 2004
ini juga masyarakat Banjarmasin ini sudah jadi masyarakat go Internasional,
akibat tergabung dengan pendatang imigran Internasional di banjar sejak zaman
Kesultanan Banjarmasin, dan atas dasar itu juga maka pasar hiburan dan
entertaimen juga harus berskala Internasional, dan mengingat ke suksesan
Amerika kemarin, maka Industri hiburan lokal banjar yang berkawaan Asing melobi
nya dan mendirikan sebuah Diskotik berskala Internasional, yang mana diskotik
ini benama Grean Banjarmasin, yang berjaya di era nya tahun 2004 ini, yang mana
diskotik Grean ini menjadi diskotik termegah yang pernah ada di banjar, dan
diskotik ini juga meningkatkan pendatang wisata malam ke Banjar, yang mana
wisata ini benar-benar go Internasional, meski Banjra pusat Islam Kalimantan,
dan kesuksesan Grean ini di masa depan akan direbut oleh HBI, Hotel Banjarmasin
Internasional. Satu hal lagi yang membuat bangga pada tahun 2004 ini, yang mana
Industri Teh Banjar Gunung Satria berhasil melobi Pasar Internasional
Banjarmasin, yang mana Teh Gunung Satria di Exsports ke berbagai negara Asia
dan Eropa, begitu juga di ikuti oleh meningkat nya pasar ternak banjar yang
pernah Jatuh kemarin, yang mana Industri pertenakan bebek Alabio Amuntai Hulu
Sungai Selatan Banjarmasin juga berhasil melobi pasar Internasional, yang mana
bebek dan telor yang bermutu tinggi ini di Exspotr ke Eropa, dan Asia kecil dan
semenajung Amerika Latin. Keberhasilan ini juga menjadi semangat baru untuk
memompa pasar pertanian banjar yang anjuluk tersebut, meski juga masih tidak
bisa bangkit dari keterpurukan, tapi paling tidak bisa lah sudah berdaya
mengisi pasar pertanian lokal banjar sendiri, yang semakin hari, kebutuhan
pasar bahan pokok banjar ini selalu meningkat tajam dari akibat bertambah nya
orang yang melancong ke bajar ini.
Rabu 20 Oktober 2004,
Pasar Internasional Banjarmasin yang bergerak di pasar tambang kembali di lobi,
yang mana pihak Industri Asing ini meminta Banjar untuk menambah produksi batu
bara nya lagi, bahkan Cina sangat mendesak agar pasar Internasional banjar ini
bisa mengexports batu bara nya ke Cina untuk kebutuhan PLTU Cina, namun lobi
pasar ini masih di pertimbangkan bersama, baik masyarakat, pemerintah daerah,
pemerintah Jakarta dan Ormas-Ormas, karena akibat hal tersebut konflik bisa
terjadi, jadi dalam pernyatan nya
pemerintah daerah Banjarmasin dalam koran Banjarmasin Pos mengatakan Industri batu bara baik
lokal atau asing harus bersabar dalam lobi Pasar Internasional yang begitu
nmengiyurkan tersebut. Dan
pada akhir tahun 2004, 24 Desember
ini perdangan Internasional Banjarmasin
tergangun dan hampir jatuh, karena akibat dari Aceh dan Sumatera di hantam
gempa sunami dahsyat sekali, bahkan saking dahsyat nya hampir satu bulan penuh
perdangan Internasionl ASEAN di selat malaka juga tergangu, banyak kapal yang
tidak berani belayar jalan darat juga rusak parah di sumatera, padahal selat
malaka ini pintu gerbang perdagaan Internasional Asean. Dan akibat dari gempa
Sunami tersebut KDA Sumatera jatuh total, bahkan hampir saja gulung tikar dalam
Perdagang Internasional, karena banyak nya kerugian matrial yang di tanggung
KDA serta pemerintah daerah di Sumatera dan Aceh, dan KDA Sumatera sendiri
setelah terjadi Sunami tersebut benar-benar vakum berdagang baik secara
Internasional atau pun lokal, dan karena banyak nya kantor-kantor dagang
kelompok mereka hancur, bahkan pengawai mereka pun hilang entah kemana,
arsip-arsip dukumen mereka hancur dan hilang, dan beruntung mereka tidak
kehilangan emas yang mereka miliki di brangkas nya, jika saja menaru uang di
Bank, mungkin data uang tersebut juga ikut hanyut dan hilang oleh sunami
tersebu. Vakum nya KDA ini sangat berdampak pada perdangan Internasional
Banjarmasin, karena banyak bangsawan usahawan dagang Internasional banjar ini
bergabung dengang KDA, dan pasar Internasional pun di Asean menjerit kurang nya
pasukan bahan mentah, baik itu Karet dan yang lain nya, karena hanya beberapa
daerah saja lagi di semenajung melayu yang bisa memasuk pasar Internasional
tersebut. Dan atas dasar kejadian tersebut juga bisa membuat pemerintah Jakarta
legah, karena GAM Aceh lumpuh akibat kena sunami ini, dan kontrol daerah 100%
bisa di dapatkan nya, meski dalam dunia sebanar nya tidak lah 100% pasti
kontrol tersebut, akibat juga banyak dari para suadagar sumatera yang kaya
kembali ke pangkuan ibu pertiwi untuk saling bantu sesama saudara, dan
pemerintah Indonesia juga membukan Aceh sepenuh nya untuk dunia Internasional,
karena sebelum Sunami terjadi Aceh adalah daerah Operasi Militer, konflik GAM
Aceh, dan GAM juga lah yang selalu memperkuat perdangan Aceh secara
Internasional tanpa lobi pemerintah Jakarta, bahkan KDA Sumatera sendiri juga
di lindungi GAM, dan maka dari itu KDA ini kurang baik berhubungan dengan
Pemerintah Jakarta tersebut, dan daerah Banjarmasin yang ada basis KDA juga
akan di tuduh sarang nya GAM Aceh, Bahkan banyak bantuan banjar ke Aceh saat
Sunami juga di curigai pemerintah Jakarta mendanai GAM, alias pembelian senjata
baru lagi pasca Sunami. Setelah 2 hari di buka nya Aceh oleh pemerintah
Indonesia, dunia Internasional pun berdatangan untuk membantu, dan relawan
berbagai kelompok Internasional pun berdatangan silih berganti mengevakuasi
mayat yang berhamburan di tengah kerusakan tersebut, India, Cina, Amerika
Serikat, Rusia, Kanada, Jepang, Malasyia, Australia, Thailand, Malasyia,
Brunai, Timor Lesti Singapura, Pakistan, Arab Suadi, Turky Usmani, Iran Persia,
Mesir dan Ingris, dan banyak lagi yang lain datang membantu Aceh Sumatera dalam
bencana, dan kami ucapakan terima kasih untuk suadara yang sudah peduli dan
menolong Aceh Sumatera saat bencana, dan tuhan akan membalas semua kebaikan
suadara-suadara yang sudah membatu Aceh dan Sumatera.
Dan
atas dorong dunia Internasional ini jugalah pada akhir pemerintah Indonesia dan
GAM Aceh melakukan genjatan senjata untuk memulikan diri nya, dunia
Internasional mendukung besar perdamain akan tercapai, dan tidak panjang lebar,
Pemerintah Indonesia dan GAM Sepakat berdamai, dengan yang di kenal perjanjian
Helisky di Swies Eropa, pada 05 Agustus tahun 2005, Aceh merdeka dalam bingkai
NKRI, yang mana pada inti nya Pemerintah Indonesia benar-benar memberikan hak
Otonomi daerah yang di tuntut rakyat Aceh dari mulai nya kemerdekan republik
Indonesia sendiri, yang mana sudah jelas bagai mana seorang letkol Batalion
Seluah Jantan Aceh Hasan Saleh dan Ayah Gani menulis buku nya, benang merah
konflik Aceh, yang akan terus berkobar sebelum otonomi daerah tersebut di
berikan, memang Aceh tidak jadi membangun negara sendiri, tapi paling tidak
Aceh mendapat stetatus daerah Istemewa, layak nya Yogyakata, dan begitu lah
Hasan Saleh saat bicara dengan Jendral besar Indonesia Hasan Nusation, dan atas
kejadian itu, maka sesytem perdangan Internasional di Sumatera Aceh beralih
baru lagi, dengan kerja sama pemerintah Jakarta 100%, dan juga begitu juga
perdagangan di banjar, yang mana kelompok yang anti pemerintah kini kembali,
karena induk nya kembali, kekuasan 100% Jakarta yang melarang daerah
berhubungan dunia Internasional secara langsung pulih kembali, dan mengawali
hal baru kembali.
Perdagangan
Internasional Banjarmasin
A. Perdagangan
Internasional Banjarmasin Setelah Sunami Aceh
Gambar bungkar muat barang di Pelabuhan Tri Sakti Banjarmasin
Memang jika orang
yang tidak tahu perdagang Internasional Banjarmasin pasca sunami Aceh Sumatera
menilai nya tidak ada hubungan nya sama sekali, paling jika ada dampak nya
kecil juga, hanya masalah pengiriman barang yang tergangu di selat malaka,
dampak nya yang sebanar nya perdagangan Internasional Banjarmasin adalah
kehilangan kawan nya, dan juga banyak nya kaitan nya dengan banyak Industri di
semenajung melayu, Malasyia Sumatera Singapura, banyak juga suadagar Sumatera
Aceh menanam saham nya di banjar, bahkan atas dasar KDA Sumatera sendiri lah
banyak Industri lokal bertahan, akibat kompak nya sesytem dagang mereka yang
sudah dari dulu tidak mau menerima uang, transfer dan lain nya, mereka hanya
menerima bayaran emas, barang jadi, teknologi, dan jasa saja dalam lobi pasar
mereka. Dan sekarang para elet dagang banjar sendirian di pasar Internasional,
paling ada kawan dari pasar saham bursa efek Internasional Jakarta, yang mana
kelompok ini sunguh berbeda padangan nya, dengan kebanyakan elet dagang banjar,
di kantor bursa saham Jakarta kebanykan proyek jual beli di tangani pemerintah
Jakarta, yang mana elet politik yang menjadi kan lobi-lobi lalu akan
memenangkan pihak yang kuat yang memberikan mereka uang, sebut saja Amerika
Serikat. Memang sebelum sunami Aceh, hubungan atara elet dagang Internasional
banjar dengan pemerintah Jakarta, dan pemerintah Jakarta mendorong nya
kerjasama tersebut, dan setelah terjadi sunami kontrol pemerintah jakarta
tersebut menguat nya kembali, baik di Sumatera dan Banjar sendiri, yang mana
larangan hubungan daerah dengan dunia luar itu harus melalui pemerintah
Jakarta, dan apa kepentingan Internasional tersebut harus ke Jakarta, dan ini
lah sebenar nya biang konflik antara pemerintah Jakarta dengan elet dagang dan
Industri di daerah, bukan hanya di pihak daerah yang memandang mering
pemerintah Jakarta tersebut, tapi pihak asing juga, yang merasa di repotkan
urusan mereka di daerah Indonesia harus bulak balik Jakarta dengan penuh
kerumitan itu.
Dan pada pertengahan
tahun 2005 ini, yang mana sebenar nya Indonesia dalam krisi moneter, Sunami
Aceh juga memparah nya, yang mana Banjarmasin pasar lokal nya saja sudah tidak
bisa lagi dalam memasuk beras terbut, di tambah derita seluruh sawah-sawah di
Aceh Sumatera ludes, maka pasukan beras pun dikirim ke sana, memang di Jawa ada
sawah, tapi Jawa dan Jakarta juga banyak penmduduk nya bagai mana mengirim ke
Banjarmasin, Sumatera, sedangkan Di Indonesia timor berbeda makanan pokok nya,
baik dari kepuluan sulawesi, dan seterus nya mereka memakan bahan poko jenis
sagu dan jagu saja, atas dasar ini Vetnam di pasar Internasional di banjarmasin
urusan masalah beras ini pun juga ke babasan, yang mana juga tidak bisa
mencukupi permintan pemerintah Indonesia, dan atas dasar ini pada Sabtu 1
Oktober 2005 harga beras naik 10 % di pasar banjar, bukan hanya beras yang
naik, BMM juga naik harga, yang mana ini adalah konfrotasi pemerintah dengan
pertamina yang pada akhir nya membawa petaka saja di Kalimantan ini.
Dan pada tahun 2005
ini juga, Kelompok pencinta lingkungan Banjar, yang di gawangi Ormas Sumatera,
yang dulu juga pernah meminta pemerintah daerah untuk menghentikan UDB dan KDA,
dalam perdagang Internasional ikan gabus, papuyu dan lain nya, secara
Internasional, Cuma itu dulu sudah, sekarang Ikan gabus dan kawaan nya tersebut
sudah susah di cari, dan atas dasar itu maka pemerintah daerah pada tanggal 27
Kamis 2005 mengabulkan tuntutan kelompok pecinta alam tersebut, yang mana
melakukan pelarangan penangkapan Ikan gabus tersebut di banjar, yang membuat
krisi pasar lokal bertambah, atas bantuan pasukan Ikan gabus dari luar saja
kurang, apa lagi di banjar di larang menangkap nya, maka konflit lah sudah
pendiritan, maka juga pasar Internasional dalam dunia kuliner di banjar akibat
masalah pangan ini benar-benar mendierita sekali. Di akhir tahun 2005 ini juga
di pasar Internasional Banjarmasin, Industri musik lokal yang bekerja sama
dengan Kanada musik kembali berhasil, dan keberhasilan ini lah yang sedikit
membantu KDA yang vakum dalam pasar banjar, karena pada awal desember tahun
2005 Promosi yang di lakukan Industri musik Aceh di Banjar berhasil menjual
lebih dari 1000 CD Album Under My Skin Avril Lavigne dalam dengan waktu 2
minggu saja, di susul Industri Fashion banjar, yang membom pasar Fashion
Internasional dengan tema promosi Fashion terbaru Rock Metal Avril Lavigne
2006, yang mana juga Industri mengirim produksi nya sampai ke Korea, Cina,
Japang dan bagian Amerika Latin, dan atas keberhasilan ini maka di bangunlah
Industri pembuatan Gitar fender telecaster Avril Lavigne di Banjarmasin, atas
kerja sama Maxsiko, Kanada, Jepang dan Indonesia, yang mampu menjual gitar
hingga keluar Indonesia pada tahun 2006.
Kamis 1 Febuari
2006, Pasar Internasional banjarmasin kembali melobi batu bara dengan
pemerintah Jakarta yang sudah dengan baik berhubungan dengan pemerintah daerah
dan elet Industri banjar, yang mana dalam pasar beberapa Industri tersebut
berkeinginan membuka Tambang batu bara di Rantau, yang sudah dari dulu tambang
tersebut yang akan membawa konflik saja, pertama pemerintah daerah menolak, dan
menjadi pertetangan kubu tanpa merusak hubungan yang sudah terjalin, yang mana
pada hari tersebut, belum ada sepakat dalam hal tersebut. Dan pada tahun 2006
ini juga pasar Internasional banjar di lobi Inustri Semen Cina, yang mana
mereka ingin membuka proyek tersebut di Tabalong, dan sudah menjamur pabrik
semen di banjar tersebut, tapi tetap yang terkuat adalah semen Tiga Roda, dan
saingan semen asal jawa semen gresik 2 kubu ini begitu kontrovisional, karena
menominasi lobi krontoksi Inudtsri banjar. Dan labi dua Industri tambang di
pasar Internasional banjar ini, memancing Komatsu Japang dan yang lain, yang
mana Komatsu mengading UDB dalam mendirikan pasar alat berat di banjar, dan ini
mulai nya perang atara Industridagang alat berat, yang mana ini akan merubah
sesytem lama menjadi sestem baru, karena saking di butuhkan nya alat berat di
banjar, dan kurang dana dari industri lokal dalam lobi pasar tersebut, hingga
Komatsu di dukung UDB mengadakan sesytem rental alat berat kepada industri,
meski pada saat itu tambang batu bara belum di buka di rantau, atau hanya di
Tabalong dan batu licin belum, tapi PT Adaro di Tabalong mendukung sesytem
rental ini, yang mana sestem ini memukul semua Industri alat berat lain nya,
seperti Catarpilar, Volvo, United Traktor, dan yang lain, dan komatsu secara
tidak langsung memaksa inudtri dagang alat berat di banjar menuruti cara nya,
bahkan lobi Komatsu sendiri, Amerika yang kalah saja bergabung komatsu saat
itu. Tidak hanya itu Industri Jepang dalam merebut pasar Internasional di
Banjar, pada pertengahan tahun 2006 ini Yamaha Jepang yang mengadakan promosi
berhasil menjual motor Jupiter z nya, yang mana motor Jupiter jadi tren anak
muda di banjar, harga jual yang mahal meningkatkan gengsi, pokok nya 2 jempol
untuk jepang yang selalu berhasil dalam lobi nya di banjar, dan terus memaksa
yang lain menuruti cara nya, meski WTO sendiri memperingatkan Jepang, akibat
dari Amerika yang kalah bersaing itu, namun Jepang tak peduli, Industri nya
terus jadi raja di kepulaun pasifik ini.
Selasa 3 oktober
2006 pasar industri hiburan banjar, di lobi Industri hiburan lokal banjar
sendiri, dan coba melobi pemerintah untuk mendapakan izin membuka diskotik
Internasional nya, yang mana industri ini akan merebut gelar diskotik
Internasional dari Grean diskotik tersebut, namun pemerintah masih
mempertimbangkan nya, karena melihat dampak nya tersebut yang begitu jelek,
kemajuan yang laju di Banjar ini, juga sudah membawa mafia moderen, yang mana
dulu orang saling bunuh di pingir jalan mengunakan golok atau pisau, sekarang
sudah main tembak-menembak, perampokan meraja lela, bukan hal baru sebuah bank
di siang bolong di rampok di banjar, dan bukan hal baru sudah di pasar banjar
ada mayat tergelatak dengan darah di mana.
Kemoderenan
Banjarmasin ini juga sebenar nya tidak sesuai dengan pasilitas umum yang ada di
kota banjar, yang mana ini selalu jadi biang keladi pemberontakan kelompok, ya
bisa saja kelompok tersebut tidak memberontak kalau pemerintah jakarta tersebut
karena tidak sesuai pembangunan daerah, asal jangan ikut campur urusan dan
merepotkan mereka, dan ini adalah awal hubungan padan pemerintah Jakarta dengan
penduduk banjar multi eknis ini. Dan awal tahun 2007 yang mana Industri luar negeri sudah menjamur
di banjar, maka di butuhkan lah juga pasilitas go Internasional, yang mana dari
awal tahun 2007 ini ada beberapa kelompok baik dari kelompok dagang go
Internasional, atau penduduk banjar sendiri, yang memulai berkompul dan berdiskusi
yang berbau separatis, oponi ini cepat sekali menyebar nya, karena sudah di
barangi oleh media telekomunikasi berteknologi, yang mana opini memperjuangkan
otonomi daerah Provinsi banjar kembali, tuntutan nya mereka ingin pasilitas go
Internasional, seperti bandara, pelabuhan, dan lain nya, karena baik pendatang
asing yang mau datang ke banjar, ingin langsung mendarat di bandara banjar,
tidak lagi ke Jakarta, atau jika orang banjar ingin ke luar negeri, cukup dari
bandara banjar saja, tidak lagi harus ke Jakarta, begitu juga dengan kapal nya,
tidak usah lagi ke jawa dan Jakarta, tapi langsung Pelabuhan Tri Sakti banjar,
karena juga masalah ongkos dan waktu, dan juga cape, bukan hanya itu yang
menuai api konflik di banjar pada tahun 2007, minim nya pembangunan oleh
pemerintah sedankan pajak di tarik terus, dan terutama masalah jalan darat,
baik lintas provinsi atau juga jalan kota saja, karena jalan adalah sebuah ke
butuhan penting bagi banyak orang, apa lagi para pedagang yang membawa dagangan
nya ke mana, pasti akan jengkel dengan jalanan rusak ini.
Memanas nya
penuntutan Otonomi daerah dalam skala pembangunan di banjar ini, di pasar
Internasional banjar Industri Krontoksi saling tuduh memulai provokasi
mendorong orang menuntut pembangunan, akibat pasar pembangunan kontroksi sepi
lobi Dinas Pekerjan Umum, namun juga bukan saja yang lokal tapi go
Internasional, Masalah ini juga menimbulkan konfrontasi Industri dan
pemerintah, karena campur tangan politik di perdagangan tersebut, dan jelas nya
ada kelompok yang terkait UDB, pada selasa 2 september 2007 menyatakan keluar
dan memberontak pada pemerintah Jakarta, dan menolak bayar pajak, bahkan 2
kelompok ini menuduh pemerintah Jakarta, Jakarta dan pulau jawa di bangun
adalah hasil jarahan pemerintah Jakarta di Kalimantan dan daerah lain, 2
kemompok dagang Internasional ini lah yang pada akhir nya memimpin serangan
nya, dan mengajak industri lain di banjar supaya jangan bayar pajak dengan
pemerintah Jakarta, dan melihat hal demikian pemerintah Jakarta menekan 2
Industri ini dengan cara bantuan WTO, sial 2 kelompok ini ternyata tidak punya
aset nya di bank mana pun, dan Industri mereka juga di butuhkan, yang membuat
mereka tidak bisa diboatkout hukum dagang internasional terhadap sebuah negara
atau Industri dagang yang berkenaan dengan masalah ini.
Juma’t 14 desember
2007 pemerintah Jakarta melakukan lawan, dalam angenda memberikan ijin pada
pasar Internasional banjar dalam lobi pendirian Industri tambang batu bara di
rantau, batau licin, dan beberapa tambang besi, yang mana pemberian ijin adalah
alasan untuk membanguna daerah dan pasilitas umum nya, namun tetap tidak
memberikan ijin yang di minta sebenar ijin ke pengurusan go Internasional,
bukan saja masalah pembangunan tersebut, dan kejadian ini juga kembali meningkat
nya pasar Internasional banjarmasin dalam alat berat dan angkutan tranpotasi
besar darat, dan memulau kerusuhan baru di sepanjang jalan lintas provinsi
menuju Kalimantan Timor, dan sekarang banjar adalah bola panas yang mengelding
kemana.
Sekarang tahun
2008, dan awal dari apa yang saya sudah katakan di atas tadi, pemerintah
Jakarta menginginkan perpindahan orang yang memakai kompor minyak tanah ke gas
Lpg, Yang bom bardir naik nya harga berbagai minyak di banyak, yang di bahas
dan di berikan Pertamina di lobi pasar Internasional banjar, dengan para sekutu
konfrontasi dagang mereka ala luar negeri tersebut, ini terjadi memicu ledakan
konflik yang sudah saya katakan tado bagai bom waktu yang akan meledak kemana,
yang mana juga Industri dagang kompor minyak tanah di banjar tidak terima,
jelas di pasar Industri dagang kompor gas tersebut berpihak pada pemerintah
jakarta, bukan tidak mungkin ada umpeti di berikan, bahkan penjual kayu bakar
yang tidak tahu apa-apa juga ikut-ikutan dalam hal ini. Senin 11 febuari 2008 pertamina di pasar
Internasional banjar memberi tahu kan penjual minyak bersubsidi di alihkan
rezim SBY, dan BMM Industri yang harus di pakai, ini adalah sebuah rencana
konfrontasi Industri BUMN dengan pemerintah yang begitu licik, uang subsidi
tersebut di gunakan untuk membeli suara rakyat dengan harga Rp 300 ribu per
tiga bulan, benar-benar aneh apa yang di lakukan pemerintah bukan nya menolong
malah menjajah.
Tidak hanya itu
lagi Konfrontasi Industri dagang Internasional atau lokal bersama pemerintah
Jakarta, sekarang sudah melibakan aparat kepolisi yang seharus nya melindungi
masyarakat eh malah ikut terjud dengan isarat nya pemerintah Jakarta. Secara
resmi di umumkan di banjar, 6 Maret 2008
orang-orang yang berkendaran bermotor di wajibkan memakai helm robot yang mahal
nya minta ampun tersebut, dulu sebelum ada nya helm GM di pasaran, hanya ada
Helm Arai yang harga per 1 kepala bisa mencapai Rp 500 ribu, mungkin jika di
wajibkan memakai helm alasan kesalamatan masuk akal, namun konfrontasi yang
memaksa ini yang keterlaluan dalam Industri Helm Internasional tersebut bersama
pemerintah Jakarta, untuk beberapa tahun ke depan nya dalam pasar Industri di
buat helm standar yang terjangkau harga nya oleh masyarakat.
Dalam pasar
Internasional Banjar, banyak para pelaku nya sudah mulai bosan dengan dominasi
pemerintah Jakarta tersebut dalam lobi nya, yang dirasakan sangat mengangu
perdagangan mereka, dan juga persekongkolan antara pihak mekelar pemerintah
Jakarta di daerah, contoh dalam pasar karet Internasional yang di banjar, yang
mana harga tidak jelas di pasar petani, namun sebenar nya di pasar dunia harga
tidak turun naik, maka dari sebenar nya 2 langsung di rugikan, baik pihak
pembeli dan penjual, yang untung ya pihak mengkelar tersebut. Dan pada sabtu 2 agustus 2008, Industri Amerika Serikat
di pasar Internasional banjar kembali berjaya, yang mana mereka mulai
terpengaruh Jepang dalam pasar tersebut, mereka menawarkan produk windosdw
murah, dan sudah di mulai nya era Internet besar-besar di banjar, karena harga
komputer yang bisa di jangaku masyarakat kalau itu, Amerika juga terus
mengebangkan proyek pembangunan menara-menara pemancar bersama Industri BUMN
pemerintah Jakarta Telkom, yang mana Industri BUMN Indonesia Indosat tidak
jelas nasip ke tanggan Siunggpura tersebut. Dan pada akahir 2008 ini KDA
Sumatera mulai bisa bangkit lagi di pasar Internasional banjar, namun sekarang
bergandeng dengan Frons Islam Asean, yang mana mereka mulai dari awal lagi
membentuk sesytem baru yang di rahasikan tersebut, untuk menghindari hancur nya
perdangan mereka, namun sekarang juga KDA baik berhubungan dengan pemerintah
jakarta pasca sunami, dan sekarang dalam
kubu UDB di banjar lah yang melakukan perlawanan sengit nya terhadap pemerintah
Jakarta yang dirasakan mengangu tersebut, dan dalam lobi KDA dalam pasar
Internasional banjar berhasil langsung 2 lobi, di akhir tahun 2008, yang kerja
sama dengan United Traktor bersama komatsu dalam merentalkan Truk Tronton dalam
pembangunan tambang batu bara baru di Rantau, yang mana sangat sering terjadi
konflik, mending masih tambang batu bara elagal yang ada beroperasi yang tidak
terjadi konflik hingga bunuh dan bunuh dengan banyak alasan, baik sengekta
lahan perebutan tanah, dan juga masalah jalan rusak akibat jalan di lintasi
truk berat tersebut, bahkan kericuhan yang di ikuti banyak Industri Transpotasi
darat di pasar Internasional banjar tersebut. Industri perdaganga Korea di
pasar banjar dalam berdagang Aspal juga ikut Perang tersebut, yang mana
kolompok ini si pihak menaikan harga Aslpal tersebut mengingat aspal di
butuhkan betul saat, baik oleh pemerintah dan sektor swasta.
Dalam rapat KDA 2
yang di pimpin oleh ahli ekonomi Palembang 5 Januari 2009, yang mana mereka
sudah mengetahu hal yang baru saja lahir, ya itu di banjar di kenal dengan nama
pelangsiran minyak, alias para pedagangan minyak pingir jalan yang di larang
pemerintah tersebut berjembun di SPBU, yang mana kerap ada perkelahian antara
mereka lantaran berebut minyak tersebut, itu hanya bensin dan solar, belum lagi
minyak tanah yang di perebutkan, dan disini konfrontasi Industri motor Jepang
yang tidak perlu di sebutkan nama nya tersebut mengila, yang mana motor ini
tangki nya besar, maka para pelangsir memakai motor, bahkan ada dealer motor di
banjar mengadakan sesytem rental untuk pelangsiran minyak ini, dan di tambah
dari Sumatera penyeludupan minyak besar-besar di lakukan, yang mengaikat Migas
Indonesia di Singipura, yang sudah dari dulu di cela oleh Pak Amin Rais Partai
Pan tersebut, yang mana Pak Amin Rais berjuang untuk mempertahankan ekonomi
Indonesia, bahkan dengan Industri Tambang Kanada di Kalimantan dalam pasar
Internasional di banjar pak Amin menyatakan perang dan tidak terima bagai mana
Industri Kanada tersebut menghancurkan Kalimantan.
Juma’t 16 Januari
2009 Industri dagang Pasir banjar, yang berada di pesisi sungai Barito, dengan
tegas menyatakan perang dengan Pemerintah Jakarta yang di angap menjajah, dan
pada kelompok ini ikut juga mogok bayar pajak, dan dalam catatan yang ada di
Banjarmasin Pos, sudah ada 28 Industri dagang yang mogok banyar pajak terhadap
pemerintah Jakarta, sekarang kekacuan bertambah parah, perlawanan demi
perlawanan terhadap pemerintah Jakarta sedang gencar nya di Banjar, bahkan
belakangan setalah Industri dagang pasir tersebut menyatakan perang, maka
industri dagang kompor minyak tanah juga ikut menyatakan perang terhadap
pemerintah Jakarta.
Pasar teknologi
Internasional Banjarmasin juga pada tahun 2009 ini di lobi oleh Industri
Teknologi dari Amerika Serikat BlackBery, yang di dukung Facebok, yang mana ini
juga di banjar mulai promosi besar FB ini bersama dengan Blackbery, namun saya
Industri dagang yang dari Amerika Serikat pasti akan mahal harga nya, maka nya
pasti di hajar Cina nanti nya Blackbery.
Para pedagang go
Internasional di banjar pada Rabu 1 April 2009 juga ribut mengeluhkan pada
pemerintah mengenai jalur dagang yang menuju kota Baru Provinsi banjar
tersebut, mereka mengingkan ada nya sarana jembatan yang di bangun di ata laut
tersebut, dan atas penututan ini juga di isukan kembali Pasar Internasional
lobi krontoksi di balakang yang mendorong penuntutan tersebut, namun menurut
banyak media koran di banjar, penuntutam pedagang go Internasional itu adalah
masalah lama, yang juga di ajukan masyarakat Kabupaten Kota baru tersebut,
dengan sering kemajuan dan moderenisasi sosial masyarakat.
Kawan-kawan yang
tergabung lsm pemerintah banjar, yang di atas saya sudah katakan mengadakan
penelitian untuk mencari Alternativ kompor minyak tanah, pada tahun 2009 ini
coba melobi pasar Internasional, tempat nya pada Juma’t 30 April 2009 yang mana
lawan-kawan menawarkan pada Industri Internasional banjar kompor bahan bakar
batu bara mereka, untuk di produksi di banjar secara masal, yang mana dalam
pasar tersebut sudah di katakan bahwa batu bara di daerah banjar ini melimpah,
dan harga nya juga dapat terjangkau, bahkan bagi mereka masyarakat banjar bisa
mencari sendiri batu bara tersebut di lokasi-lokasi di mana mereka tinggal yang
mengandung batu bara tersebut, dan beberapa Industri Internasional pun
menangapi ini dengan serius, bahkan Industri BUMN pemerintah Pertamina
mendukung hal tersebut, dan kawan-kawan juga di berikan dukungan oleh PT Adaro
di Tabalong dalam memasarkan kompor tersebut, namun juga di kolompok lain
mengagap ini konfrontasi pasar, atas pemaksan Pemerintah dengan pertamina dalam
mencoba mengalihkan pengunan minyak tanah tersebut di masyarakat, yang di angap
mencari untung, yang mana minyak tanah tersebut akan dikirim ke luar negeri
saja, atas dalil harga nya mahal, dan pasar pada saat itu di menangkan oleh
Industri dari jawa untuk memproduksi kompor bahan bakar batu bara tersebut, dan
sepakat bulan depan akan di pasarkan, dan mereka sangat percaya ini berhasil,
sedangkan Industri pembuatan kompor minyak tanah melawan sendirian hal ini.
Dan pada 2009 ini
juga pemerintah daerah dan Jakarta memberikan ijin Industri lokal banjar yang
go Internasional, yang mana mereka ini memperbesar pasar hiburan diskotik
mereka, dan secara telak mengambil semua nya dari Grean diskotik go
Internasional yang terdahulu, pemberian ijin ini sebenar nya di tentang karena
dampak yang kurang bagus di masyarakat, namun pasar hiburan yang mendatangkan
uang besar ini tidak bisa menanhan pemerintah dalam memberikan ijin nya, yang
mana Industri hiburan ini bernama Hotel Internasional Banjarmasin alias HBI,
yang mana juga Industri dalam pasar Internasional nya banyak terkait dengan
Industri minuman keras asing, yang mana juga sebenar pembukan diskotik ini di
pandang sebagai pembukan pasar penjualan legal minuman berakhol kelas tinggi,
yang di minati para pemabuk kaya di bajar, tapi juga di pasar Internasional
para industri tranpotasi mendukung ini, yang mana akan banyak orang luar banjar
datang ke HBI tersebut.
Selasa 1 Desember
2009 UDB dan KDA mengadakan pertemuan nya, dan mengkumpulkan seluruh pedagang
yang ada di banjar dan lain nya, yang mana juga dalam pertemuan ini KDA
menyatakan diri sudah benar-benar bangkit kembali dari pasca sunami Aceh, dan
mempromosikan kawan kelompok baru di banjar namun lebih tua dari KDA Sumatera
lahir nya di Asean, yang mana kelompok ini di musuhi IMF dan WTO tersebut, nama
Kelompok ini Frons Islam Asean, yang mana kelompok ini adalah Kapitalis yang
berasas Islam dalam permodalan nya, dan yang sudah di kataui orang di Asean KDA
Sumatera dan UDB adalah para kelompok pedagang Asean go Internasional yang di
isi muslim, meski juga kadang Industri yang mereka bangun itu bertentangan
dengan Islam, dan yang membuat kuat nya persaudara KDA Sumatera dan UDB pun
juga mereka adalah Islam, Banjar adalah Sentral Islam Kalimantan, yang mana di
ketahui secara budaya Kesultanan Banjarmasin, adalah sebuah kerajan penyebar
agama Islam terbesar di Selatan Kalimantan,
dan oleh sebab itu promosi berhasil, dan Frons Islam Asean pun di dukung
penuh para pedagang baik yang go Internasional dan juga yang lokal dalam
industri permodalan dagang nya, dan 3 Kelompok Go Internasional di banjar ini
juga lah pada tahun Akhir 2009, yang kembali membuat sesytem penting dalam
bisnis Industri dagang banjar yang di berlakukan mereka pada tahun 2010, yang
KDA Sumatera, Frons Islam Asean, dan Usaha Dagang Banjar, akan memaksa secara
tidak langsung perdagang di luar kelompok mereka menuruti mereka ini, dan
sekaligus menambah tugas pemerintah Jakarta yang baru, dan memberikan ruang
untuk pengusaha kecil untuk ikut terjun dalam perdagangan go Internasional, memecah
izin Industri atau PT menjadi dua, memberbaharui UD, dalam aministratip
Pemerintah daerah dan Jakarta, dan yang mana mereka melakukan ini adalah
sebenar jawaban dari kapitalis Frons Islam Asean, karena mereka mendorong
perkembangan Industri kecil menjadi besar.
Dan pada awal tahuh
2010 ini masih juga seputar kenaikan harga minyak yang melahirkan Pelangsiran
itu, dan membawa panas perdagangan di banjar, yang saling untung dan rugi, yang
membawa perang dagang, hingga pada awal tahun ini LSM Pemerintah melalu
perdagangan Internasional banjar langsung memamerkan produk mereka yang kita
bahas di atas, yaitu kompor bahan bakar batu bara, dan promosi besar di galakan,
baik di radio, TV Daerah bahkan berskala nasional, bahkan juga kawan-kawan
pemasaran langsung melakukan sosialisasi di masyarakat dan memperaktikan
pengunan nya, namun nihil terjadi ternyata pasar banjar menolak kompor bahan
bakar batu bara ini sacara tegas, mereka masyarakat tetap saja masih mengunakan
kompor minyak tanah, miski harga minyak tanah itu mahal, dan langka, bahkan
kadang berebut hingga terjadi perkelahian,
biaya produksi yang mahal untuk kompor bahan bakar batu bara tersebut
tetap saja tidak berguna, dan keras nya pemerintah coba memindahkan budaya
kompor minyak tanah di banjar ini, secara kasar nya dalam pasar Internasional
di Banjar, tetap saja Industri dagang Kompor HOCK yang menang perang dalam
semua perang ini, karena apa pun yang terjadi, Kompor minyak Tanah HOCK tetap
saja laku di pasar dengan harga yang cukup pantastis, ini jawaban nya bukan
masalah harga dalam pandanga dagang KDA Sumatera, tapi ini adalah budaya, sulit
rasa nya menganti budaya tersebut, meski juga pemerintah dengan dagangan LSM
nya ini juga kemarin memberikan kompor batu bara gratis pada masyarakat, yang
ada juga kompor nya tidak jadi manfaat
apa-apa, di gunakan juga tidak, dan PR penelitian lagi untuk mencari alternativ
kompor tersebut yang akan sukses di masa depan nya. Dan pada awal tahun 2010
ini juga kelompok yang perang dengan pemerintah kembali menuntut Ottonomi
daerah tersebut, yang mana dari kebanykan Industri yang ikut adalah Industri
Transpotasi dan wisata tersebut, yang juga tidak pernah berhenti meminta hak
banjar agar go Internasional, akibat mereka terlalu banyak di rugikan dengan
peraturan pemerintah Jakarta tersebut, jadi penuntutan ini bukan saja sekedar
masalah dulu atau masyarakat luas di banjar tapi berkisar juga dalam dunia
perdagangan dan bisnis, yang jika kasar pihak penuntut akan di pandang seorang
pendukung perdagangan bebas tersebut yang megerugiti kekuasan pemerintah
Jakarta di daerah, karena hal ini juga berlaku setelah bendiri nya Republik
Indonesia. Masalah kerugian mereka
tersebut adalah ongkos bulak balik ke Jakarta, misal nya saja Industri pesawat
terbang, mereka yang berskala Internasional akan di pajaki sangat mahal, dan
sedangkan perjalanan misal nya dari Serawak Malasyia ke Banjar, harus ke Jakarta turun nya baru di
teruskan lagi ke Banjar, sendangkan jarak antara Serawak Malasyia dengan
Jakarta jauh, dan jarak banjar dengan Serawak Malasyia dekat, jadi biaya bahan
bakar 2 kali, kerugian waktu dan lain nya lagi, begitu juga sebalik nya, dan
ini hanya sekitar Industri Tranportasi Udara, belum lagi darat dan laut yang
juga ikut menuntut hal yang sama, bahkan masalah naik haji ke mekah pun juga
ikut di persoalkan, yang kembanyakan masalah haji dari Sumatera Aceh, yang mana
orang tolak haji dari Sumatera harur memutar arah dulu ke Jakarta, baru ke
Mekah, padahal jarak Arab Suadi dari Aceh Sumatera lebih dekat ketimbang dari
Jakarta, bahkan masalah ini berkembang menjadi bahwa Aceh harus menyesuaikan
nama nya kembali Serambi Mekah, yang di ambil Jakarta, kasar dalam padangan
politik ini masalah ke kuasan totorial, namun apa pun yang di lakukan para
Industri GO internasional ini belum bisa membuat pemerintah Jakarta memberikan
izin, dan bahkan ke tentuan lain nya agar memudahkan masalah ini, yang kadang
membawa ke arah separatis, dan pedanaan kelompok bersenjata daerah oleh para
pengusaha kaya go Internasional yang bermusuhan dengan pemerintah. Dan pada
tahun 2010 ini juga tindakan-tindakan radikal sudah mulai berlangsung di
beberapa kelompok yang saling bermusuhan, ini terlihat seperti yang di lakukan
Industri militer dagang go Internasional Amerika Serikat di Timor Tengah, yang
mana siasat adu domba atau Lamp Of Good.
Pada senin 1
Febuari 2010 KDA dan UDB bekerja sama Industri Mobil Jepang mengawali
pemberlakuan sesytem baru dalam dagang Industri nya di banjar, yang mana mereka
ini perang dengan Industri mobil Frods Amerika Serikat yang kalah telak dalam
lobi nya di banjar, UDB langsung melesat ke Tabalong Industri batu bara, yang
mana UDB berdahulu membuka yang di namakan CV di Tabalong, ini cara jitu
pemasaran mobil produk Jepang yang di gawangi UDB dan KDA, yang mana Industri
Induk di Tabalong tidak perlu lagi mengadakan banyak modal dalam mendirikan
sebuah Industri, yang mana PT di pecah-pecah nya menjadi CV, melibatkan banyak
orang dalam bisnis ini, dan bermula dari PT Pama yang di lobi nya, maka
Mitsubithsi L2OO yang berkembang jadi Strada langsung laku di pasar banjar, 2
Jempol untuk kelompok ini, dan tidak hanya itu yang di lakukan mereka ini, KDA
frons Islam Asean melalui UDB pun juga melesakan pelucuran baru dalam Dagang
Kuliner di banjar, kusus nya di Tabalong, Yang tepat nya mereka medirikan nya
CV ini pada 16 Febuari 2010, yang juga sekses, dan kesuksesan nya dagang
kuliner ini juga pada akhir nya membawa dampak lagi, yang mana pangan sudah
krisis, di tambah dengan hal ini maka makin menyerit lah pasar dalam memasuk
beras, ikan dan lain, dan atas dasar ini Frons Islam Asean datang untuk
masyarakat kecil membantu memberikan uang modal untuk mengebangkan pertanian
moderen, atau juga perkerabaan ikan moderen jauh sebelum nya, dan apa yang
sudah di lakukan mereka ini ternyata merebak dengan cepat sekali, dan saya
sudah katakan di atas tadi, mereka memasakan orang secara tidak langsung ikut
mereka, bahkan bukan orang lagi, Industri besar yang GO Internasionaol saja di
paksa secara tidak langsung ikut meraka, pada Era ini banyak Industri asing di
banjar yang berasas kapitalis Amerika Serikat rugi akibat di berlakukan sesytem
ini oleh UDB, yang membuat pecah Industri, menjadi CV, dan menjamur CV di
Kalimantan dan pada akhir nya keluar Kalimantan dan merebak ke mana, daerah
nusantara ini, dan sedangkan pemerintah daerah bigung dengan sesytem ini, bagai
mana tarif pajak nya, dan lain, dan atas dasar ini maka pemerintah daerah
menyerahkan nya ke pemerintah Jakarta, yang mana juga DPR bingun untuk membuat
rumusan peraturan baru untuk sesytem ini, karena keteribatan orang banyak dalam
pemengan saham nya, dan pada selasa 11 Mei 2010 Apec dan kelompok dagang dunia
lain nya mengadakan pertemuan di Singapura untuk membahas penyebaran sesytem
ini, yang berdampak merugikan mereka, dan yang paling kawatir adalah IMF,
karena akibat sesytem dolar bisa tidak di pakai dalam nila tukar perdagangan,
orang akan menukar dalam perdagangan dengan emas lansung, dan atas dasar itu
dolar akan turun dan berpotensi gulung tikar sudah dominasi USA dengan
macam-macam kedok nya tersebut, mereka dalam pertemuan itu juga coba mendorong
pemerintah Indonesia dan Malasyia untuk membatasi gerakan ini, namun apada daya
sudah, paling dominasi pemerintah Jakarta hanya seputaran pulau Jawa dan
Jakarta saja, di luar kebanyakan pemerintah Jakarta itu tidak di dengarkan
masyarakat daerah, meski pemerintah itu berkata iya dan iya pada pemerintah
Jakarta, nyata nya mereka juga ikut telibat dalam kelompok oposisi daerah yang
biasa nya sangat dekat dengan separitime.
Dan pada Kamis 26
Agutus 2010, pasar Internasional banjar kembali di lobi Industri teknologi USA,
yang mana sekarang USA ini coba bangkit dalam kertepurakan nya di daerah Indonesia,
paling hanya pemerintah Jakarta yang mendengakan Amerika ini, itu dulu tapi
sekarang Amerika sudah sadar dengan apa yang mereka itu bisa merugikan mereka
terus, dan selalu menguntungkan Jepang, Nokia, Komat’su dan sebagai, yang mana
Amerika pedagang Imprealisme harga yang mahal sekali, dan sangat culas, Amerika
sudah belajar dengan Jepang, yang bertindak sama dengan yang lain nya dalam
pasar Internasional, yang mana sama-sama tidak berpihak pada pemerintah
Jakarta, dan mendorong kemajuan di mana mereka medirikan Industri, damai dengan
masyarakat nya, menghirmati budaya dan tradisi, tidak semena-mena berkakuan di
tetua tokoh masyarakat yang hormati, dan yang pasti tak sok pintar sendiri, dan
sekarang Amerika melobi Frons Islam Asean untuk membangkitkan perdagangan nya
itu, yang mana Juga frons Islam Asean menirima nya saja, yang mana mereka ini
sepakat dengan pasar teknologi banjar, Amerika mempasarkan produk baru Windosw
mereka menyaingi yang lain, dan sekarang Windosw di tangan frons Islam Asean
sudah menseuaikan dengan kanto saku orang banjar, agar berbagai lapisan
masyarakat bisa membeli nya, Google dalam hal ini juga tidak tinggal diam, iya
juga datang bekaraja sama dengan Frons Islam Asean untuk merambah pasar
teknologi banjar yang sekarang di pengan Cina dan Jepang, dan situs Google
biasa di sensor oleh Cina agar sulit di aset orang, dan memajukan produk mereka
atas dasar dukungan dari kalangan KDA dan kelompok lain di banjar ini, Industri
Amerika yang memproduksi Phonsel berbasis Internet pun juga pada hari itu ikut
mengempur pasar Internasiona banjar, yang mana mereka mempromosikan Backlbery,
yang punya fitu ungulan adalah FB, dan menawrkan akses Internet ringkas tidak
berbelit-belit, namun Backbery tidak samput hanga pasar, mereka masih tidak bisa
merebut pasar dari era Nokia Expresi Musik nya, dan Sony Erexson Exspresi musik
dengan bintang Promosi nya Quuen Ledy Rocker Alternativ Metal Fashion dunia
Avril Lavigne yang di ganding Jepang juga dengan Maxsiko dalam penjualan Gitar
Fender Telecaster Maxsico yang melibatkan Bank Mandiri Indonesia dalam
pembayaran dan dealer risme nya dalam pembelian gitar tersebut di Asean. Dan
kerjasama benar-benar Sukses, karena di banjar setelah di turunkan nya harga
Komputer tersebut, maka penjualan Windosw langsung meningkat, dan dengan
bantuan Frons Islam Asean, Google yang di cap pembawa budaya Jahilayah di
banjar mendadak menjadi popolere dan pada akhir nya lahir lah era warnet di
daerah Kalimantan, yang mana kepanjangan Warnet adalah Warung Internet, dan FB
alisa Facebook juga sukses, hingga merambah ke Youtube, Yahoo, dan Bing, di
warnet ramai sekali, ompset menjajikan pendapat bulan yang menjanjikan, dan
jelas dalam satu bulan mereka mampu menjual 800 unit Windosw, yang harga
berkisar Rp 2,5 juta atau Rp 3 juta biasa nya untuk unit standar nya.
Dan melihat
keberhasilan itu Rabu 1 September 2010 Industri Amerika Serikat di Kanada,
melobi Avril Lavigne untuk mengadakan Tour Keliling dunia, yang mana Kanada
sebenar nya kurang menyukai hal ini, yang tergambar Industri Amerika akan
merebut pasar musik mereka, dan atas daras itu Kanada musik Industri di Asia,
Korea dan Jepang di minta Kanada untuk merebut Avril Lavigne dari lobi Amerika
Serikat, dan perang dagang tak terhindarkan, yang sebenar di picu oleh
keberhasilan Album Let GO, Under My Skin, dan belakangan The Best Damn Thing,
penjualan album Under My Skin pada tahun 2006 mampu membangkitkan KDA Sumatera
dari pasca Sunami 24 Desember 2004. Namun dalam lobi Industri Jepang dan Kanada
juga melobi ulang Avril Lavigne di Amerika Latin Brazil yang juga ikut, dan
mereka membuka pasar Internasional lobi promosi mencari seponsor untuk tor
konser Avril Lavigne, dan lobi tersebut barhasil, yang mana Amerika Serikat
juga di terima bergabung dengan Industri Blackstar yang menjadi seponsor Tour
musik tersebut, dan kesepakan itu di tandatangani di Tronton Kanada.
Dan di akhir tahun
2010 ini kecambah-kecabah konflik perlawanan pada pemerintah Jakarta sudah
mulai subur, terbukti dari bulan Agustus 2010 kemarin batalion 1008 sudah bergabung,
dan masalah ini mungkin tidak perlu di bicarakan, karean ini adalah sebuah
rahasia di Kalimantan kusus nya
Banjarmasin, dan saya hanya berikan gambar agar anda paham saja, Bergabung
batalion 1008 itu akibat dari pemerintah Jakarta tidak menghargai pahlawan
kemerdekan daerah salah satu nya Pangeran Antasari, Aling Tambai Makah gugur
melawan Belanda untuk Indonesia, Demang Lheman, Temngung Surapati dayak Musli
yang gagah berani besama Antarasi mengaramkan kapal degang belanda di Sungai
Barito, dan terlantar nya para Veteran, tidak terurus nya makam pahlawan.
Dan pertemuan pada
18 Desember 2010, yang mana UDB, KDA Sumatera bersama para tokoh tetua banjar
dari yang paling bawah hingga paling tinggi dengan sepihak mendukung Kesultanan
Banjarmasin, dan menobatkan Bupati Khairul Saleh sebagai Sultan baru di Istana
banjar, yang hal ini diklaim mereka bukan negara dalam negara, melaikan
melestarikan budaya dan tradisi banjar melayu tersebut, namun menurut para
pakal politik banjar dalam debat sore TV lokal banjar menyatakan, ini adalah
awal baru gerakan separatis berkedok Kesultanan Banjarmasin, yang kedok ini
untuk mengurangi kekuasan pemerintah Jakarta, bahkan dengan pernyata mereka
langyangkan tersebut Gubernur Banjarmasin hanya tukang setempel saja lagi di
provinsi ini, akibat rakyat pasti akan berpihak pada Kesultanan Banjarmasin,
mungkin orang luar Kalimantan memandang Sultan Khairul Saleh hanyalah bupati
kabupaten saja, namun di kalangan banjar Kalimantan Sultan ini mendominasi
kekuasan besar, dan tidak main-main karena para ormas Islam dan jajaran pasti
akan berpihak pada Sultan, dan jika masalahah ini tidak di tangani dengan
benar, maka pemberontakan Ibnu Hajar akan kembali terulang, pembentukan negara
Islam Kalimantan Kesultanan Banjarmasin jili 4 akan berkobar lagi di seluruh
penjuru Kalimantan, Brunai, Serawak, dan Sabah Federasi Malasyia psati akan
berpihak pada Saudara mereka setanah Kalimantan ya itu banjar tersebut.
Dan pada tahun 2011
ini adalah awal dari merebak nya konflik dari berbagai leni di banjar Kalsel,
yang dulu nya hanya paling sebatas unjuk rasa dan sebagai nya, sekarang sudah
mulai blokade Jalan, Industri saling salah menyalahkan satu dengan yang lain
demi mempertahan kan usaha di banjar agar tidak kena semprot masyarakat Banjar,
di mulai dari Tanggal 19 april 2011 di mana pasar Internasional banjar di
kejutkan oleh cokong mengekalar Industri Karet Jakarta, yang menyatakan harga
jual karet dunia sedang turun harga, maka dari itu mulai tertulis di banjar
sentral dagang kami akan menurunkan juga harga beli nya pada kalangan petani
atau pengumpul di daeah Kalimantan, atas hal ini di Tabalong mendatak protes
kaum Tani Karet tersebut, namun mereka masih belum puncak nya, dan gila nya
lagi mekelar Jakarta tersebut megiri orang di banjar tidak tahu pasar
Internasional jadi berani berbohong begitu, karena pada tanggal 23 April 2011
Avril fans Fender Banjarmasin redaksi melaporkan pada media berita di banjar
dan Tabalong, harga karet dunia tidak turun, ini akal-akalan Industri dagang
Jawa Jakarta tersebut pada Kalimantan, yang mana siara nya langsung live, Avril
fand fender mewawanbcarai dan Industri pembeli karet dunia di pasar Induk
Singapura Selat Malaka, dan atas daras itu lah Kemarah yang memumcak, dan
kemana yang tidak jelas unjung pangkal nya, Kebencian terhadap pemerintah
Jakarta tidak bisa lagi sudah di tahan, orasi pun sudah di mulai orang di Jalan
menuntut para mekelar tersebut di tangkat dan hukum agar tidak begitu lagi
kedepan nya.
Pada 1 Mei 2011
elet politik daerah Sumatera Palembang dan Riau, dan Sultan mereka mentakan
bergabung dengan Kesultanan Banjarmasin, dan belakangan tokoh ulama Aceh juga
mendukung nya dan berkunjung ke banjar tersebut, dan sekarang ke adan Kalsel
sudah seperti Timor Tenggah, yang mana layak nya Rusia dan Amerika serikat
melakukan dagang senjata dan tentara bayar, bagi para raja minyak tersebut,
konflik akan terus di buat para kelompok boneka Amerika di timor tengah. Pada
fase ini partai politi daerah juga sudah masuk line konflik yang mana mereka
secara terang-terangan melakukan pertemuan di bargai tempat terbuka, dan selalu
di iring wartawan, yang mereka ini juga melobi mencari dana untuk ikut
pencalonan berikut dengan bekerjasama dengan bangsawan dagang tersebut, bahkan
ada yang lebih parah kata selain Grendra dan Golkar, yang mana orang asing juga
di lobi dalam dukung nya, yang sebenar di larang dalam hukum indonesia, yang
hal tersebut bisa membawa perpecahan NKRI.
Sedangkan di
Tabalong yangv mengawali pecah konflik akibat dari antrian minyak di SPBU
Mabu’un, yang saat itu Ormas Sumatera yang di perintahkan Avril Fans Fender
melakukan orasi atas kenaikan BMM tersebut, melintasi jalan Mabu’un tersebut,
dan milihat para supir yang melakukan antri berkelahi berebut solar, hingga
main dengan senjata tumpul tungkan kunci roda truk tersebut, konvoi Ormas
Sumatera berhenti dan melerai perkelahian tersebut, dan lantas berorasi di
sana, yang mana orasi ini adalah pemicu utama nya pelengseran terhadap
pemerintah boneka Jakaita macam bupati Rahman Ramshi, dan mengawali serangan
masyarakat Tabalong terhadap Pertamina dan PT Adaro, yang mana Orasi itu tidak
perlu di tuliskan panjang dalam tulisan ini, untuk lengkap nya anda bisa cari
buku di pasar dengan judul Penuntutan Otonomi daerah Tabalong Konflik
masyarakat VS pemerintah Jakarta. Singkat nya Orasi tersebut begini, Rezim SBY
adalah anjing Amerika Serikat, yang mana Amerika Serikat menuduh Islam Teroris,
SBY budak Bush teroris Amerika menjajah Palestina, mengivasi Irak dan mengepur
dengan penuh Sauadara kita Mesir yang berjuang sendirian mempertahan kan
Palestina, SBY telah dan Partai Demokrat telah melakukan pembelian suarah
rakyat melalu katu Bmm yang di cairkan 3 bulan sekali tersebut, ini konfrotasi
SBY dan Pertamina, yang mana Tabalong ladang minyak, tapi kenapa Tabalong
kekurangan minyak dan harga mahal, ini tidak masuk akan, sedangkan harga minyak
dunia di Banjar mengatakan tidak ada kenaikan harga, Sultan banjar bertanya
pada Pertamina, di katakan bahwa subsidi yang di berikan pemerintah tidak tepat
sasaran, karena yang memakai minyak bersupsidi itu adalah golongan Bangsawan
denganb mobil mewah nya, dan Ormas Sumatera membalas nya, menaikan BMM bukan
solusi hal tersebut, dan ini malah menjajah masyarakat miskin yang mengunakan
kompor minyak tanah, sudah di langkakan harga nya mahal, sedangkan LPG yang
rata dui pakai orang berduit harga nya tidak naikan, dan kalian juga sudah
memasakan para supir dan Industri kelas menengah memakai solar Industri yang
mahal nya kada katulangan tersebut, memicu hancur nya pasarm sedangkan SBY yang
gila itu terus sapari keliling dunia pakai uang rakyat, kalian merampas harta
Kalimantan, Jakarta dan Pulau jawa di bangun dari harta Jarahan di Kalimantan,
Sumatera dan Papua. Maaf kan saya pembaca, yang sudah terlalu kewatanan menulis
orasi tersebut, munkin ini cukup dulu untuk memberikan gambaran nya, saya
menulisa nya sudah dengan cara sopan, dari Tex Asli, yang jika siapa saja
mendengar nya akan menabu generang perang tersebut, dan atas kejadian ini yang
mana Industri dagang lokal go Internasional di tuduh terlibat pedadan Ormas
Sumatera melalu redaksi Avril fans Fender kelompok Musik Alternatit Rock tanah
melayu paling berpengaruh di dunia musik Rock, yang bisa melakukan control pada
fans nya untuk melakukan serangan tersebut, terbukti Industri batu bara Rantau
dan Sumatera minta ampun pada merka akibat kelompo ini bergabung militer
memblokade kantor dan jalan Industri batu bara tersebut. Dan bukan hanya di
Tabalong pemerintah Jakata jadi gunjingan, tapi di para elet dagang Asing yang
berada di Banjar, yang mereka mencela pemerintah Jakarta yang kurup tersebut,
yang juga di katakan mereka perampok kalangan mereka dangan alasan pajak dan
sebagai nya, dan urusan pasfor yang begitu repot bolak balik Jakarta tersebut,
memakan dana yang tidak sedikit, aneh
betul pemerintah di Indonesia ini. Dan sedangkan Blackbrey di pasar
Internasional banjar kembali merilis Produk nya yang baru untuk mengalahkan
Jepang dan nokia tersebut, dan ini awal kejatuhan nukia di Banjar, Blackbery
bergabung Kesultanan Banjarmasin, dan meminta Sulta agar UDB di Kanada untuk
memberikan lobi, dan membayar Avril Lavigne jadi bintang Iklan nya, Kanada mau,
atas desakan Sultan, dan Nokia di banjar sedang gelisah bahwa Backbery
benar-benar akan merebut mahkota nya tersebut. 10 Juni 2011 Google dan Frons
Islam Asean di banjar melakukan pertemuan dengan Operator selular untuk
membicarakan masalah kerja sama, dan pulsa untuk Internet, yang mana mereka
sudah sepakat di Amerika Serikat sana. Bahwa mereka akan memproduksi Ponshel
Pintar Internet namun sama sesytem Japang harga dan produksi, dan pertemuan ini
yang akan menjadi era baru di Pasar Teknologi, yang mana Industri Teknologi
Amerika Serikat setelah mengadakan pertemuan di Banjar itu, lalu berangkan ke
Jakarta untuk memastikan kesepakatan bahwa sesytem kouta akan di berlakukan
nanti 1 atau 2 tahun di Banjar.
Di Tabalong
masyarakat Tabalong bersama Batalion 1008 menyerang PT Adaro, yang mana
serangan ini di lakukan untuk menutut PT Adaro tersebut secepat nya
menyelesaikan pembangunan Islam Senter dan Masjid baru di KM 63 Simpang Wara,
yang mana Batalion benar-benar pahlawan masyarakat, iya dengan lantang bersuara
terhadap Adaro, hingga membuat Adaro ketakutan, karena 1 kompi ini bisa masalah
baru di Kalimantan, PT Adaro ini terpaksa mempercepat pembangunan tersebut,
namun belakangan ada isu tersebar, bahwa Industri Transpotasi di Banjar yang
membuat serangan terhadap Adaro itu dalam rangka Islam Senter Tabalong adalah
pusat keberangkat haji-haji Tabalong dengan Idustri Tranpotasi tersebut, yang
mana mereka ini kecawa terhadap pemerintah, dan Adaro lah jadi sasaran nya,
karena Adaro sudah cacat di mata Masyarakat Banjar tersebut, dan bukan hanya
itu yang terjadi penuntutan berlanjut ke Pertamina dan pemerintah daerah, agar
secepat mengurus pembangunan Bandara Warukin Tabalong Tersebut.
Dan pada akir tahun
2011 ini para Industri Asing yang ada di banjar, sepakat dalam pertemuan
mereka, termasuk Rusia juga ikut bergabung, mereka mulai medirikan toko-toko
dagang mereka di Tabalong, karena omset pasar yang menjajikan, karena di
Tabalong banyak saudagar kaya melayu tersebut, dari akhir 2011 dari Obor
Tabalong lanjut Jalan HJ Ir Pangeran Mohammad Noor, gedung baru yang tinggi dan
mengarah ke Malasyia tersebut berhasil di bangun dengan perjuangan dari Bupati
Noor Aidi, yang mana Bupati Noor Aidi lah arsitik perancang pasar bebas
globalisasi di Tabalong dengan sandi segita emas Kalimanta, Kaltim, Kalteng,
dan Kalsel sendiri, namun sayangkan adalah sekarang ini Pemerintah Jakarta
memberikan Izin Industri Cina semen membangun Industri di Tabalong tersebut,
yang sekarang sudah membuka konflik baru dengan Masyarakat Tabalong, yang di bantu
Batalion 1008.
Pada awal tahun
2012 Avril fans Fender Banjarmasin Musik Industri mengadakan konser Rock Endergrons
di Tabalong gedung serabakawa dalam lawatan
Promosi Album terbaru Revolusi Monderen Banjarmasin, dan ucapan terima
kasih pada para pejuang Kalimantan yang sudah melakukan kawajiban untuk membela
tanah air dari penjajahan Pemerintah Jakarta, dan dalan konser ini juga di
nyatakan Bahwa Rezim SBY safari luar negeri budak Amerika Serikat itu, kali ini
tidak boleh lagi mencalon kan diri, Partrai Demokrat akan di basmi, partai ini
luar biasa korup nya dan tidak ada dua nya, Rahman Ramshi Bupati Tabalong di
hajar Avri Fans Fender bersama Batalion hingga benar jatuh dan di kudeta masyarakat,
yang mana mereka akan terus mempermasalakan pembanguna rumah sakit di Tabalong
tersebut. Dan sedangkan di banjar pada 2012 ini Yamaha motor Clup masuk line
konflik bersama Kawasaki Ninja Clup, ini mereka mengiring Industri penyelengara
pasar olahraga Internasion lobi pasar Internasion banjar yang mana Industri ini
Industri swasta untuk juga masuk line konflik agar Industri Olahraga paling
tidak memberikan dukungan agar Pemerintah Jakarta yang korup tersebut memberbaiki pasilatas
Olahraga, Yamaha dan Suzuki kecewa akibat Serkuit Banjar hancur tidak di
perbaiki, ketikan Yamaha dan Suzuki sepakat untuk melakukan penyelangaran balap
motor, tujuan mempromusikan produk dan menjaring para pemuda pembalap berbakat
banjar untuk di ikut sertakan even balap motor malasyia Asean di sepang
Malasyia, rencana di dukung banyak sekali Industri motor, termasuk Tosa dan KTM
cina saja ikut gabung walau di ejek nya para eropa kurang ajar tersebur.
16 Juni 2012
Industri dagang Amerika windows bersama Google sepakat dengan Telkom dan XL
untuk melakukan promosi mengunakan media Avril fans Fender di Banjarmasin,
untuk memperluas jangkuan pasar dan penjualan yunit nya, serta pembangunan
menara baru tersbut, dengan dana promosi Rp, 1 milyar, Avril fans Fender
membagikan Komputer windows 7 Lengkap dengan jaringan pengakap Internet nya
kepada Suku dayak di pedalaman Kalimantan, dan mereka terus ke Upau dan
pengunungan meratus Kalimantan, yang mana kawan-kawan Avril fans Fender
membangun sekolah darurat di kawasan pedalaman Kalimantan, membangun gardu
listrik kecil yang permanen, dan mengajari para dayak membaca tulis, mengajari
orang dayak membaca Al-Qur’an, Shalat, dan lain nya, dan misi ini bukan saja di
danai oleh Industri Asing medirikan Industri di Banjar, tapi juga di bantu oleh
Pemerintah Daerah Kalteng, Kaltim, Sabah Federasi Malasyia, Linkin Park Fans
Petronas Malasyia musik Industr, Pabrik semen Tiga Roda Batu Licin, Semen
Padang Sumatera, PT Adaro Indonesia. PT Argo Asrtra Lestari Tabalong, dan yang
Terahir Kantor Berita Kanada Banjarmasin Industri media berita dan Musik Rock.
Dan kami sebagai putra Kalimantan mengucapkan terima kasih pada kawan-kawan
Industri yang sudah memberikan bantuan nya untuk sudara kita di Kalimantan ini
yang dalam kertebatasan nya, semuga Allah SWT memberikan balasan setimpa kepada
kawan-kawan yang sudah membantu Kalimantan ini, tidak lupa Selawat dan Salam
kepada bagina Rasullulh Muhmmmad, dan para sahabat nya, serta keluarga, dan
semuga Allah memberikan ganjaran balasan kepada sauadara-suadara kawan-kawan
yang sudah gugur di jalan Allah untuk membela ajaran benar ini amin ya ra
alamin.
Dan di Jakarta
penekanan terhadap pemerintah Jakarta di lakukan lewat Markas Avril Fans Fender
Jakarta pusat musik Industri, yang mana perang terhadap Partai Demokrat sangat
tinggi, nanti Belangkangan relawan Jokowi juga akan bergabung di markas besar
Avril fans Fender Jakarta pusat Musik Industri. Dan dalam kontrol pasar lokal
di banjar pada akhir tahun 2012 ini harga-harga kebutuhan pokok sudah mulai
tidak terkontrol nya lagi, pasukan bahan-bahak pokok dari Jawa juga kurang,
karena juga mereka memasuk untuk Jakarta kota, harga-harga yang tidak
terkendali itu dampak dari kebijakan pemerintah dalam kenaikan harga bmm
tersebut, yang mana Industri traspotrasi menaikan harga, dan di tambah dampak
dari rusak nya jalan Lintas Provinsi yang membuat Industri Tranpotasi menambah
dana perjalanan nya akibat yang asala perjalana bisa di tempuh 9 Jam bisa
lebih, dan juga dana penderekan untuk truk yang terperangkap jalan rusak.
Pada awal tahun
2013 Google Amerika dan Windosw merasakan apa yang mereka buat, yaitu
membagikan komputer bersama Avril Fans Fender, yang mana meningkatkan pengunan
komputer itu sendiri, dan mengembang nya akses Imformasi cepat, FB pun banyak
pengunan nya, bahkan di banjar dalam pasar go Internasional banyak nya lobi
pasar yang meminta google dalam melayani akses Imformasi cepat, dan sudah
merabah dalam pasar digital yang di rancanakan Noor Aidi di Tabalong. Dan di
nyatakan dalam pasar Internasional banjar, Industri dagang BlackBery sudah
mengalami peningkatan penjualan nya, mereka sudah hampir mengeser Nokia dan
Sony Erexson Expresi Musik, Yang mana orang sudah juga mulai mengunakan Akses
Internet Ponshel, dan sekarang Industri warnet masuk line Konflik di banjar
yang bergabung Nokia, untuk meredam dampak pasar Blackbery. Dan pada awal tahun
2013 ini juga Para Industri dan warga negara asing yang bergabung dalam forum
penuntutan otonomi banjar kembali menuntut pemerintah Jakarta melalu pemerintah
Daerah, yang meminta banjar Go Internasional, yang mana mereka mungkin sudah
merasa di rugikan pemerintah dan repotkan ini akhir nya juga memasukan misi
Mantan Bupati Tabalong Noor Aidi, Globalisasi Segita Emas Kalimantan, namun
pemerintah Jakarta tidak memberika jawaban nya, dan tahun 2013 ini sudah
benar-benar kacau, karena peningkatan konflik yang begitu luar biasa, yang mana
konflik ini juga faktor feodalisme, globalisasi, kemajuan teknologi, pasar
Industri dan peradapan manusia yang sudah mungkin tidak bisa di bendung lagi
oleh pemerintah, dan mereka pada tahun 2013 benar-benar berani melawan
pemerintah Jakarta yang tuli dan buta itu, yang hanya bisa Safari luar negeri
tersebut. Pada hari minggu 20 Januari 2013, 4 kapal dagang KDA Sumatera yang
menuju Samudra Pasifik dari Selat Malaka di bajak, dan ini masalah baru lagi,
yang mana KDA mengalami kerugian lagi, sedangkan kapal-kapal dagang mereka yang
karam akibat Sunami saja sudah banyak, dan akibat hal ini KDA Sumatera
mengadakan pertemuan nya di Banjar dalam rencana pendah jalur dagang baru, yang
mana rencana ini akan berkembang ke mana-mana yang mana banyak kelompok dagang
juga sepakat untuk pindah jalur dagang tersebut, dengan banyak alasan yang
utama keamanan, dan memangkas ongkos perjalanan kapal-kapal dagang mereka,
namum masalah yang di hadapi mereka adalah pemerintah Jakarta, yang jelas sudah
tidak mungkin mengoolkan lobi izin mereka itu, yang pasti akan meminta
pelabuhan Tri Sakti banja GO Internasional.
Pada tanggal 23 Januari 2013, Industri minytak CBML di
pasar Internasional banjar, melobi dan mempromosikan pembangunan Hotel baru
mereka, yang mana Hotel ini di beri nama Hotel Aston go Internasional yang
beroperasi di Tabalong tersebut, dan yang mana pada tahun 2013 tersebut akan
selesai pembangunan nya. Dan dalam pasar go Internasional banjar juga pada 25
Januari 2013 mereka juga melirik daerah batu licin yang mana Batu Licin juga
berkemabang begitu cepat, mengikuti Tabalong dan Kota Baru, dan mereka sepakat
juga untuk menjadikan Batu licin Kota Industri seperti Tabalong.
28 Febuari 2013
kiributan konflik di jalan lintas provinsi banjar yang menuju Tabalong, Kaltim
tersebut benar-benar sudah pecah, kelompok-kelompok sudah saling bunuh, akibat
tidak terima, yang mana juga Ormas Sumatera yang di komando Avril fans Fender
memecahkan kaca-kaca Truk-Truk muatan batu bara yang membuat macet jalanan
tersebut, dan ini biangkeladi nya pecah nya konflik, yang mana pemerintah
Jakarta sudah di peringatkan sebelum memberikan izin Industri tersebut dalam
beroperasi, belum lagi masyarakat yang merasa tergangu di sana akibat truk-truk
tersebut, dan di Banjar Industri Transpotasi yang merasa di rugikan akibat
kemacetan tersebut juga menuntut pemerintah, hingga di ikuti supir-supir
Terminal Induk PAL 6 Banjar, yang juga tidak bisa beroperasi akibat macet,
Karena juga tidak ada jalan anlternativ lain menuju Tabalong dan Kaltim selain
melintasi Benua Enam tersebut, dan akibat hal tersebut juga pasar lokal
menaikan harga nya karena pengiriman barang terlambat, bahkan beberapa pasar
ada yang kosong barang, akibat truk barang mereka tidak bisa melitas. Sedangkan
di Tabalong juga waktu itu Masyarakat yang pusing akibat harga karet kembali
turun, Memblogkade PT Adaro dan yang lain nya, yang mana juga ini akibat
meledak nya pemakain listrik di Tabalong, akibat pertumbuhan pembangunan
Industri yang menengkat akibat kapitalis Frons Islam Asean yang memberikan
modal nya, maka PT Adaro didesak juga untuk menyelesaikan cepat PLTU nya, dan
perbaikan jalan juga harus di lakukan, sedangkan di lain pihak kelompok,
menenkankan PT Adaro, bahwa mereka harus mengurangi Produksi batu bara, meski
di banjar pasar Internasional tersbut perminta pasar melunjak, dengan alasan kerusakan
lingkungan, sekarang PT Adaro sedang terpujuk, belum lagi CV-CY yang ada di
Tabalong yang bergantung pada PT Adaro tersebut.
Pada Senin 1 Juli
2013 Pasar Industri dagang Banjar juga di lobi Industri Tranpotasi penerbangan,
yang mana Industri ini melihat pasar yang menjanjikan di Tabalong karena
pertumbuhan Industri begitu cepat, yang mana butuh akses cepat menunu banjar
sentral, Industri ini melobi pemerintah agar memberikan ini pada mereka, untuk
membuka mescape penerbangang mereka di Bandara Warukin, namun masalah nya
Bandara nya yang kurang layak untuk di darati oleh pesawat mereka, yang mana
Pesawat Industri Tranpotasi ini juga tergolong besar, sedangkan Industri BUMN
Pemerintah Tabalong bersama PT Adaro dan Pertamina yang memiliki pesawat saja
susah untuk mendarat di sana, nah ini kembali membaawa masalah, yang mana
masyarakat yang mengetahui hal ini juga menutut pemerintah untuk secepat nya
untuk membangun bandara Warukin, dan pada akhir nya Konflik di Tabalong
meningkat lagi.
Juma’t 2 Agustus
2013 Frons Islam Asean di dalam pasar Internasional berhasil mengirim buah
langsat Tanjung ke Amerika Latin dan kawasan eropa Timor lain nya, Kapitalis
Frons Islam Asean yang di bantu UDB mengebangkan lahan nya di Tabalong, dan
juga UDB yang di modali Frons Islam Asean, mengembangkan pertanian kebun Teh di
Banjar dan Jawa, yang mana kelompok ini memulai kembali membentuk Tim penjualan
nya, yang kembali sukses, mereka juga melalu mahasiwa Teknik banjar
mengembangkan mesin untuk memproduksi teh cepat, yang mana yang kenal the Puci,
mereka yang memodali masyarakat ini benar-benar sukses karena ledakan pasar
yang mereka juga tidak menduga nya, atas mesin baru mereka dan kerja sama Tim
yang kompak sekali, anda bisa lihat Industri yang di modali yang menyambur di
Tabalong dan banjar kota.
Minggu 30 Agustus
2013 Avril fans Fender Banjar, memulai Konser musik nya yang kontroversi, yang
di mulai di Tabalong gedung Sarabakawa, Konser ini mempromusikan Pasar Go
Internasional, yang mana di Tabalong mereka memamakar dengan Jelas kepada
pemuda-pemuda yang hadir, Rencana segita emas yang dirancang Nor Aidi untuk
menjadikan Tabalong moderenisasi dan maju, yang mana akses perdangan bebas di
kembang mereka ini, dan konser terus berlanjut ke daerah lain, yang mana
Amuntai, Barabai, dan pada akhir seluruh Kalimantan, dan Konser ini lah yang
mengawali pecah nya Pasar bebas di Kalimantan dan Sumatera, yang di barangi
dengan Teknologi akses Interntet, dan peningkatan pengeriman barang dan Jasa,
mereka tidak peduli meski Pemerintah Jakarta mengecam nya kelompok ini,
Kesultanan Banjarmasin, Aceh juga melindungi kelompok ini, yang mana Batalion
berperang penting melindungi kelompok ini supaya jangan di utak-atik pemerintah
Jakarta, dan sedankan pemerintah daerah berdiam saja, karena mereka malas
berutusan dengan masyarakat yang sudah moderen ini, dan pemerintah daerah juga
di untuk dengan kemajuan ini, mereka akan banyak menarik pajak nya, hanya
pemerintah Jakarta yang keras mempertahankan ligitamasi totorial tersebut, yang
semua nya harus Jakarta.
Amertika dengan IMF
yang mengecam pertumbuhan ini, setelah bergabung dengan mereka, sekarang
merasakan ke untungan nya, dan mereka ini berdiam saja lagi, tapi hanya di
Jakarta IMF ini terus bersuara pada Pemerintah Jakarta, itu akibat ketakutan
Amerika Serikat Dolar nya anjluk, karena orang-orang di Kalimantan terpengaruh
KDA Sumatera itu meniru KDA itu, mereka mengunakan Emas, agar mereka tidak di
rugikan oleh banyak pihak, dan pada tanggal 2 Oktober Bank Mandiri Syariah bergabung
dalam penjualan emas dan simpan pinjam emas tersebut, alasan Bank Mandiri
menonjolkan Syariah nya ini juga agar nasabah mereka berkembang, yang mana
mereka tahu Banjar ini perlu berbasis Islam, mengingat Kota ini sentral Islam
Kalimantan.
Dan rapat KDA dan
UDB Rabu 9 Oktober 2013, yang mana menyurukan pada angota nya, kepada mereka
yang menyimpan uang di Bank Indonesia, berapa pun jumlah nya, dari sekarang
harus di tarik dengan pelan-pelan untuk menghidari kecuriungan, dan uang kalian
jadikan emas atau atau pindah ke Bank luar negeri, namun KDA tidak memberikan
alasan mengapa mereka melakukan nya pada angota nya, padahal terhitung sedikit
angota nya yang punya uang di Bank Indonesia, tidak hanya itu, KDA juga membuat
sestem baru mereka, yang menyurukan untuk angota nya menarik aset nya dan
memindahkan nya secara total, dan atas daras itu pengemat politik yang menila
nya di Banjar dan Sumatera, bahwa ini mengawali sdan bertanda mereka siap sudah
perang dengan pemerintah Jakarta, KDA Sumatera benar-benar sudah sehat dari
pasca Sunami kemari, dan saya nyatakan juga, ini adalah akar dari terlibat nya
bangsawan melayu pada kasus Panama Paper belangkanga, karena mereka memindahkan
aset mereka ke Panama, dan daerah lain di Amerika Latin, yang mana mereka ini
di Indonesia berpura-pura hidup seada nya, namun di luar negeri mereka milioner
kaya, itu supaya usaha nya jangan di gangu pemerintah Jakarta tersebut.
Dan dalam pertemuan
di banjar pada 16 Desember 2013, kelompok dagang Internasional di banjar dan
lain nya setuju pindah jalur dagang tersebut, dan mereka juga sudah membuat
peta digital untuk kapal-kapal mereka, yang pada pelayaran ini tetap akan
melalu Selat Malaka, tapi juga akan melalu Indonesia Timor, untuk Ases ke
Amerika Latin, yang melalu Samudara Pasifik, mereka juga melalu Ternanti,
Tedore, yang dalam rencana kelompok Internasional Ini mereka juga mengebangkan
pasar Indonesia Timot Tersebut, yang mana wilayah tersebut yang belum terjamah
banyak orang, karena juga di Indonesia Pemerintah hanya berfokus pada Jakarta
dan Pulau Jawa, dan kurang nya kemajuan di daerah ini akibat dari di anak
tirikan nya, dan kelompok ini juga medesak pemerintah melalu kelompok
masyarakat untuk membangun Kareta api Kalimantan, untuk ases tranpotrasi
barang, yang mana jalur harus milintasi benua Enam, yang berakhir di Malasyia.
Pada awal tahun
2014 Kelompok dagang Asean ternyata benar-benar pindah jalur dagang mereka,
bahkan Philipina sekarang Industri pengiriman nya ada di Banjar. Dan pada tahun
2014 ini pemerintah daerah di Tabalong runtuh akibat desakan kemarin, yang mana
sekarang rezim baru, sedangkan Rahman Ramshi sekarang Terburuk, dan
kelompok-kelompok ini juga berhasil menyingkarkan SBY nama baik nya, meski
kebijakan nya masih berjalan sekarang, dan pada tahun 2014 inilah pemerintah
Jakarta di banjar untuk meredam konflik kenaikan minyak tersebut, mempromosikan
kompor GAS LPG baru, ini adalah awal dari pemaksan ke pada masyarakat untuk
memakai LPG, yang mana ini konfronrtasi LSM Pemerintah, Pertamina dan Industri
pembuatan kompor tersebut, yang mana mereka sudah menemukan alternativ nya, ya
itu memperkecil tabung gas LPG yang besar 15 kg menjadi 3 kg, untuk meringankan
harga nya, dan juga untuk mengulang dengan cepat pembelian masyarakat, yang
mana orang akan mengulang dengan cepat untuk mengisi gas tersebut, dan kompor
gas ini juga di bagikan gratis besama tabung untuk pertama kali nya promosi
ini. Dan pemerintah Jakarta juga mempermudah dalam urusan pasfor luar negeri,
di tambah meningkatkan kouta haji untuk Kalimantan. Dan di Jakarta relawan
Jokowi bergabung Avril Fans Fender berhasil mengahajar musuh politik nya. Di
Tabalong para pengumpul karet sudah berani langsung berhubungan dengan pihak
industri Asing, karena ini untuk menghidari kerugian akibat makelar Jakarta
tersebut, yang penjualan karet dari tangan ke tangan itu, dan sedangkan menjual
pada Industri asing langsung dengan harga nya langsung dan menguntungkan, dan
pada inti nya tahun 2014 ini adalah berkembang nya pasar bebas di Kalimantan
secara besar-besaran.
Pada Senin 10
Febuari 2014 Pasar dagang Internasional banjar, di menangkan oleh Backbery
dalam penjualan ponsel berbasis Internet tersebut, dan secara resmi mengalahkan
Nokia, dan sedangkan operator selular tetap di pengagang oleh Telkomsel, dan
pada saat itu juga pasar Internasional banjar menyatakan Industri motor jepang
mengalami peningkatan dalam penjualan motor metik, karena orang dulu di banjar
masih suka memakai motor manual atau bebek pakai tranmisi, memang sudah lama
motor metik di edarkan di Kalimantan oleh Jepang, tapi baru tahun 2014 lah
mengalami peninkatan penjualan nya, sedangkan di penjualan mobil belum ada
pingkatan secara total, paling Honda Jazz yang ungul dan Mitsubitshi. Dan dari
2014 juga lah yang sudah banyak beredar motor jepang yang tidak memakai tombol
on/oof lampu nya, menuruti peraturan pemerintah Indonesia yang entah mengapa
kurang jelas. Pada tanggal 2 mei 2014 pemerintah Jakarta mulai berkampanye anti
pasar bebas di banjar, hinga juga menulis buku nya, dan minyatakan hukum dan
lain nya, namun itu semua tidak di hiraukan orang mereka tetap saja melakukan
nya, dan mereka malah banyak yang mogok bayar pajak pada pemerintah Jakarta,
akibat tuntutan juga tidak di penuhi nya, banjar go Internasional. Sedangkan
Industri bahan kimia dalam pasar Internasional banjar mengalami peningkatan
penjualan, di ikukti industri Farmasi, dan ini awal terbongkar nya pabrik
industri pembuatan obat Distrol, Zenit dan THD elegal yeng merebak pasca
berdiri nya industri go Internasional HBI Diskotik banjar tersebut. Kantor
berita Kanada Banjarmasin musik Industri juga berhasil menjual banyak unit
gitar Fender Telecaster, dan di rencanakan juga Tour Musik di Jakarta dan
negara Asean lain.
Industri Warnet
juga masih bertahan pada tahun 2014 ini, dan akses internet makin meroket di
Kalimantan, Warten selalu penuh, dan ini awal meledak nya pasar game oline di
Kalimantan yang di loncurkan google di pasar go Internasinal, dan perjudian
online yang mana marak di Internetet, yang mana para penjudi biasa nya
menjadikan warnet menjadi sarang nya, penjualan togel secara oline dan bermacam
lain nya. Pada 1 Agutus 2014 Google bersama Frons Islam Asean dipasar go
Internasional banjar mempromosikan perdagangan oline, yang model semacam situs
Toko Bagus dan lain nya, bahkan di Tabalong di luncurkan jual beli Tabalong
Digital, yang mana ini memicu pertumbuhan pasar Internasional begitu besar,
yang mana ini mulai nya Industri pengeriman Internasional membuka kantor cabang
nya di Banjar, dan memperluas nya sampai tingkat kecamatan, menghacar industri
BUMN Pemerintah Kantor Poss, karena Industriu pengiriman ini bekerja sama
dengan UDB, yang berjualan secara Online, orang memesan barang di Internet yang
berlabel Industri pengeriman resmi yang ada di kota mereka yang menengaskan
bahwa ini bukan penipuan, jika anda mentranfer uang nya, karena anda bisa
menuntut Industri pengiriman yang tertera jika barang tidak di kirim, yang mana
sekali ini berdampak pada Tranpotasi, dengan banyak Industri pengiriman
Exspedisi yang tidak di barangi dengan akses jalan darat dan lain akan menambah
konflik pada penututan jalan pada pemerintah lagi, dan sekali lagi juga
Industri pengiriman juga meningkatkan pertumbuhan pasar Internasional yang
begitu pesat lagi, bahkan sekarang pemerintah tidak bisa lagi mengontrol secara
benar masuk, keluar nya barang di Kalimantan, yang juga di akibtkan banya
Industri pengiriman yang ada, juga perpindahan jalur dagang mereka, yang mana
mereka juga kadang memberanikan diri melintasi pengunungan tinggi yang
membatasi Kalimantan dan Malasyia, bukan karena mereka membawa barang elegal
yang tidak punya jalan untuk lewat pintu perbatasan, tapi akibat jalan lintas
Provinsi yang menghubungkan nya rusak parah bahkan putus, maka dari itu mereka
terpaksa memcari jalan alternativ untuk mengirim barang itu sampai tujuan nya,
dan sedangkan lewat akses penerbangan terbatas jangkuan nya.
Dan pada tahun 2014
ini juga pemerintah Indonesia sedangang transisi rezim pemerintah nya beganti
nya presiden di Jakarta, yang mana banyak orang mengharapkan presiden baru ini
membawa perubahan pada Indonesia, yang mana Indonesia ini sudah moderen, ini
bukan seperti dulu lagi, mungkin dulu daeran yang di jajah diam saja, sekarang
ini mereka melakukan perlawanan pada pemerintah Jakarta, dan perlawanan tersebut
sebenar bukan saja di picu oleh Aceh dan Timor-timor, melainkan sudah hukum
alam sementa ini. PT Adaro pada tahun 2014 ini menyatakan dalam pasar
Internasional banjar bahwa mereka akan mengurangi Produksi nya, yang di
nyatakan akibat serangan demotrasi Ormas Sumatera yang di pelopori oleh
Protokol Kyoto Jepang di Banjar, namun belangkangan pernyatan itu di bantah
beberapa kelompok, yang mengatakan itu Politik PT Adaro, yang tidak jujur, yang
mana sebenar nya mereka masa dalam pembangunan proyek baru yang akan menambah
produksi batu bara, yang mana batu bara akan juga di pakai pada daerah
Kalimantan juga sekaligus di kirim ke luar negeri, yang pada inti nya di
Tabalong ada koflik rasime yang di pimpin Ormas Sumatera yang di polopori
Kesultanan Banjar, untuk meminta PT Adaro mendahulukan putra daerah yang
mengisi kursi pekerja saat ini, pasaca bentrokan memakan korban Banjar vs Jawa,
yang mana banjar Bersama dayak menolangi tragedi tahun 2000 lalu, akibat
kolonia lesmi jawa di Kalimantan, untuk alasan itu maka orang Jawa yang ada di
Adaro di alihakan dan di berhentikan nya, di ganti oleh pihak yang menutut
tersebut. Dan pada akhir tahun 2014 ini kembali Kapal Industri dagang banjar di
bajak, dan sekarang Kapal milik Industri pengeriman batu bara UDB Sumatera, yang
mana terpaksa membayar kurigan ini, bahkan Industri batu bara Kalimantan juga
di rugikan akibat pihak Cina di pasar Internasional mengeluhkan ini, belum lagi
awak kapal yang terbunuh dan tertawan akibat ini, sedangkan pemerintah melarang
membayar tebusan, karena kuat dugan emas yang di minta akan di tukar untuk
senjata di Philpina sana. Di Banjar Kantor dagang Pilipina sedang mengalami
serangan akibiat reaksi pemerintah nya, Keluarga korban yang di tawan ingin
bantuan pemerintah Philipina segera membiyarkan UDB Sumatera membayar emas itu
pada pembajak nya, dan pemerintah Indonesia diam saja, dan atas dasar kejadian
ini karean kejadian di antara perbatasan Sabah Federasi, maka militer Sabah dan
Brunai melakukan pengepungan nya, namun gagal, menyelamat korban nya, bahkan
perompak mengarakan kapal nya semua nya, nahkoda di nyatakan militer Brunai
tewas semua nya, bahkan angota mereka ada 4 orang yang mengalami luka tembak
akibat ini, dan atas dasar ini, perdagang Internasional kembali tergangu,
akibat kapal-kapal dagang yang ada di Samudra pasifik baik yang dari Jepang dan
Korea terlambat menuju selat Malaka, dan militer Cina yang mengawal nya
memindahkan rute alur untuk menghidari kotak senjat yang di lakukan.
Pada awal tahun
2015 pemerintah Jakarta yang baru mulai melihatkan aksi nya di Daerah, yang
mana pemerintah ini mulai mencoba menjalin kerja sama dengan daerah secara
benar-benar, dan pemerintah Jakarta yang baru ini coba untuk menyelesaikan
sengkata semua nya di Kalimantan, dan iya tahu bahwa sekarang perdagangan Bebas
yang sedang melanda Kalimantan, namun iya tidak mengambil tidakan sepontan atas
hal, karena iya di mungkinkan baru, dan kawatir aksi kudeta yang akan terjadi,
jadi iya memilih melakukan pendekatan, walau di banjar iya di ejek, Cuma saja cara
jitu nya, iya sekarang mengunjungi kesultanan Banjarmasin, yang mana iya tahu
bahwa ini berbahaya, jadi lebih berkawan dalam mebangun daerah banjar.
Tahun 2015 ini
Industri Swasta Olahraga di banjar sepakat dengan Yamaha Motor Clup dan juga
Barito Putra Fans untuk melakukan penututan pada pemerintah untuk memperbaiki
sarana olehraga yang terbengkalai, yang mana mereka mulai dari mogok bayar
pajak dan sebagai nya, namun pemerintah Jakarta ini belum ada jawaban apa,
sedangkan dalam rencana dalam Pasar Internasional bahwa Yamaha Motor Jepang,
dan yang lain sudah sepakat akan menseponsori balapan motor tersebut, yang akan
di lakukan pada akhir tahun 2015, Konvoi pun melakukan kampanye penututan
tersebut kemana-mana, bahkan di media juga di lakukan kampanye penututan
perbaikan saran olahraga daerah.
Maret 2015
Pertamina di nyatakan di pasar internasional banjar, melakukan peningkatan
penyjualan minyak nya, dan tim nya juga sedang merencanakan pengeluaran BMM
baru untuk Alternativ Bensin, sedangkan pada maret 2015 ini pasar Internasional
banjar menyatakan Blackbery kalah dalam penjualan, yang mana ini di mulai nya
era Samsung, yang bergabung UDB di banjar, Blackbery jatuh, namun coba bangun
dengan menawarkan Sesytem baru, namun Samsung bersama Jepang dan Cina balas
juga, mereka menjual produk murah, yang berdampak pada Industri teknologi
Amerika Serikat baik di banjar atau Asean. Dan untuk meredam konflik di
Tabalong maka pemerintah daerah yang memlalui BUMN bersama pertamina membuka
Industri penerbangan di Tabalong untuk ases cepat masyarakat Tabalong, melayani
Rute Banjarmasin, Balikpapan, Batu Licin, Kota Baru, Samarinda, Pontianak,
Palangkaraya, dan Bontok, untuk ke Jakarta harus transit dulu di banjar.
Kapatilaisme Industri Cina di Banjar juga mulai merebak, mereka mulai meniru
Frons Islam Asean, dalam bisnis syariah nya, yang mana ini sekali lagi
menghancurkan Kapatilasime Amerika Serikat di banjar. Selasa 1 September 2015
Industri teknologi lokal banjar bersama Jepang dan Cina kembali melobi basar
Internasional banjar, yang mana mereka ini mempromosikan berbagai alat
teknologi yang akan membatu pekerjaan, dan yang pertama di Promosikan mereka
adalah bahan Alternativ penganti kayu ulin yang langka dan dilindungi
pemerintah daerah, untuk bahan bangunan, yang mana penjualan sukses, produk itu
dikenal dengan Taso, yang mana sebenar bukan lah tasu nama Industri nya, yang
mana juga sukses nya penjualan ini meningkatkan penjualan besi di Kalimantan,
karena Industri pembuatan Taso tersebut kebanjiran omset, dan produksi
bertambah, maka pembelian bahan baku pun juga bertambah, dan berakibat kurang
nya pengeriman pasar besi banjar ke Asing akibat di beli Industri lokal ini,
namun pemerintah mendukung nya, karena mereka juga mengurangi penganguran, dan
produk mereka yang lain juga adalah mesin pompa air jenis baru yang sukses,
yang mana mesin pompa air mengunakan batrai untuk tenaga nya, mesin ini begitu
sukses, bukan saja di gunakan oleh Industri kontroksi yang jauh dari pusat
listrik, tapi di kota juga, mereka memang pintar dalam preoduksi, Produk yang
lain juga adalah pompa untuk tambang pasir, mesin untuk pertanian dan lain
banyak lagi, Industri ini sukses dalam penjualan nya, dan itu semua berkat
kerja sama Tim yang kompak, dan Industri ini juga kembali memukul Industri
pembuatan kompor gas yang sukses berkat kerjasama pemerintah dalam pemaksa
terhadap masyarakat, yang mana Industri ini menjual Kompor bertenaga listrik
yang mengunakan batrai, huh penjualan yang sukses, bukan saja kompor tapi
berkisar bermacam alat rumah tangga lain nya, seperti pemanas air bertenaga
batrai, yang bisa di bawa kemana-mana, memasak nasi mengunakan batrai, dan
lain, Industri benar-benar merubah alur pasar Industri Internasional sekarang
ini.
Pada awal tahun
2016 ini juga pasar lokal banjar yang masuk bahan poko yang harga nya sudah
tidak lagi stabil ini, kembali menjert akibat ya bertambah nya perminta
konsomen, yang mana banjar orang semakin hari semakin banyak, pemerintah
terpaksa menambah pasukan Imfor lagi dariu luar, Pasar Industri banjar pada
tahun 2016 ini mengalami peningkatan penjualan rotan dan karet, itu karena
tidak ada lagi makelar Jakarta yang bikin repot tersebut, atas hal ini bisa
meningkatkan ekonomi masyarakat, dan Rumah makan Banjar dan Sumatera padang pun
pada Febuari melobi pasar Internasional banjar, mereka sepakat membuka 30
cabang mereka di 30 negara, yang mana bekerja sama dengan Kapitalis Frons Islam
Asean, Cina dan Amerika Serikat tersebut yang di rencanan akan buka pada awal
tahun 2017 nanti. Dan maret 2016 pemerintah Jakarta yang baru ini di banjar
menyatakan akan memperbaiki jalan lintas provinsi yang rusak tersebut, dan ini
sudah menekan konflik yang mingkat tersebut, dan pasar kontroksi di banjar
kembali di lobi pemerintah untuk mengejerkan nya, di samping itu pemerintah
juga memperbaiki saranan olahraga, dan mestabilkan harga minyak di banjar, dan
atas semua nya itu semua menjadi tenang maka pemerintah melakukan pendekatan
pada pasar bebas ini untuk mencari cara menangulangi nya.
Pemerintah Jakarta
pun membentuk Tim nya di daerah untuk menyelidik yang mana saja tidak bayar
pajak, dan berhasil, yang mana pada akhir pemerintah jakarta alias Jokowi ini
mengeluarkan kebijakan pengampunan pajak, yang mana kebijakan ini menadakan
bahwa pemerintah Jakarta ingin bekerja sama dengan Industri, dalam pengampunan
pajak ini pemerintah Jakarta yang berpacah tersebut dengan DPR tidak melakukan
pemaksan, mereka membiarkan saja, yang mana juga ini sudah terungkap nya Panama
paper, yang menyudutkan UDB dan KDA, namun pemerintah tidak ikut campur dalam
hal itu, yang mereka katakan di Banjar, kepada Industri yang bermusuhan
terhadap pemerintah Jakarta kembalilah ke pangkuan ibu pertiwi, dan kami
memaklumi apa yang kalian lakukan tersebut, dan kami akan berusaha memenuhi
tuntutan kalian, dan kami tidak sama dengan pemerintah Jakarta yang dahulu, dan
atas pernyatan nya tersebut pun maka mulai lah meredam nya konflik permusuhan
yang begitu panas, yang banyak memprediksikan akan terjadi pemberontakan pada
tahun 2017 nanti.
Dan pada November tahun
2016 pemerintah Jakarta juga memperbaiki jalan lintas Provinsi yang putus
menuju Malasyia tersebut, dan mengolkan permintan pembangunan jalan lintas
kerata api, bukan hanya itu pemerintah Jakarta juga menambahkan kuota haji
untuk Kalimantan dan Sumatera, di tambah pelabuhan batam di selat malaka yang
di ributkan juga di jadikan GO Internasional oleh Presiden Jokowi, perbaikan
badara Riua di Sumatera, dan bekerjasama dengan Kesultanan Aceh, dan
pengampunan GAM oleh Presiden Jokowi, yang mana juga Bandara Banjar dan
Tabalong di Perbaiki, Saranan Olahraga di perbaiki presiden Jokowi, yang pada
akhir nya membuat kelompok pedagangan Internasional yang berkualisi kembali ke
Pangkuan Ibu Pertiwi di Banjar dan Aceh, yang mana mulai bekerjasama kembali
bersama pemerintah Jakarta, dan membayar pajak nya kembali.
Pada akhir tahun
2016 ini atau 2 desember 2016, pasar Internasional banjar kembali di lobi oleh
Industri, yang menawarkan produk lampu rumah terbaru, yang mana produk ini
kembali merubah pasar Industri dengan besar akibat produk nya sukses, lampu ini
adalah lampu yang jika pada listrik akan tetap menyala karena menyipan listrik,
produk ini bom pasar banjar, sedangkan Industri fashion lokal banjar yang go
Internasional kembali sukses mendobrak penjualan nya, dan pada tahun 2017
mereka akan mingirim lebih dari 1 juta baju dan celana ke luar negeri. Dan di
SBPU banjar Pertamina dengan resmi pada akhir tahun 2016 mempromosikan bahan
bakar baru yaitu petralit alternativ bensin, yang mana harga nya tidak terlalu
mencekek leher pembeli nya. Dan pemerintah Jakarta di banjar menyatakan
mengambil sikap tidak bermusuhan terhadap pasar bebas banjar dan yang lain nya,
asalkan para pelaku nya mendaftarkan diri kepada pihak pemerintah, baik
pemerintah daerah atau langsung Jakarta, dan semua nya harus bayar pajak, dan
dari siapa pun pelaku perdagan bebas yang tidak membayar pajak dan menyalahi
atauran pemerintah maka kami akan memerosis nya sesuai hukum republik Indonesia
yang sudah di sepakati, dan mentyakut pembangunan Indonesia timor kami akan
lakukan bersama dan di harkan kerjasama, dan mengenai banjar gi Internasional,
kami masih rundingkan besama dalam rapat bersama DPRD, DPR dan Kementrian
Indonesia.
Dan pada awal tahun
2017 juga pemerintah daerah bersama PT Adaro meresmikan taman Exspo Tabalong
yang mana ini sudah menjawa apa yang di minta masyarakat, pengerjan mesjid di
simpang wara juga selesai, dan sekarang pemerintah daerah Tabalong menuntut PT
CONTH semen Cina untuk mengabulkan perminta masyarakat agar mempercepat pembangunan
mesjid tersebut. Dan pada awal tahun 2017 ini juga pasar Internasional banjar
menyatakan peningkatan penjualan Samsung Industri yang mana benar-benar
menghacurkan Blackber di banjar, dan perkembangan pasar bebas begitu besar
setalah di berlakukan nya peraturan yang baru oleh pemerintah Jakarta. Pada
tanggal 10 Januari 2017 Pasar Internasional banjar, mempromosikan jalur dagang
baru nya, yang dari selat malaka, Laut Jawa, Laut Sulawesi, Laut Cina Selatan
yang menuju Samudara Pasifik, dan juga di umukan bahwa pemerintah Indonesia dan
Pemerintah Malasyia sepakat menawarkan pada Industri kapal dagang jasa militer
untuk mengawal kapal mereka yang memberikan jaminan ke amanan oleh perompak
berskala Internasional yang sudah di ajukan kepada pihak PBB yang di setujui
sesua ketutuan yang berlaku. Dan semuan nya kembali mereda di banjar, dan kami
belum tahu lagi perkembangan selanjut nya, karena hanya data ini yang kami bisa
beritahukan pada anda, untuk data selanjut nya kami masih menyusu kelajutan
nya.
Kesimpulan Terakhir
Tidak bermaksut
memihak kubu mana pun, namu apa yang di lakukan pemerintah, sudah seperti yang
di katakan perdana mentri Malasyia Mathir Mohammad perdagangan bebas ini takan
bisa diredam pemerintah, karena ini terjadi sudah hukum alam, kemajuan
teknologi, peradapan manusia, militer dan Industri dalam pasar untuk memenuhi
kebutuhan manusia, dan juga perlu di ketahui bahwa hubungan daerah Indonesia
dengan pihak asing tersebut atau perdagang bebas tersebut bukan lah hal baru,
melainkan sudah terjadi dalam sejarah yang berjalan peradapan manusia ini, jadi
bukan paktor dari globalisai yang selalu di kemukaan oleh pengamat saja, dan
pasar bebas ini bahaya nya adalah persaingan Industri negara-negara yang bisa
mendatakan perang akibat permusuhan mereka, contoh Amerika Serikat dan Cina
yang rakus kekuasan tersebut mereka selalu saja ingin perang, dan Industri
militer Amerika yang menjual senjata sangat berbahaya, timor tengah adalah
korban nya, jadi ini perlu di waspadai. Sikap pemerintah Indonesia ini atau
rezim Jokowi ini sudah benar, karena tidak mengambil sikap bermusuhan melainkan
teman, karena juga ini mendukung kemajuan Indonesia, yang mana ini sudah
menjawab semua konflik daerah terjadi, dan selama mereka bayar pajak dan
mengikuti peraturan pemerintah buat apa di larang, kecuali melangar peraturan
dan merugikan pemerintah baru di tindak, namum pemerintah Jakarta sekarang
jangan senang dulu dengan apa yang terjadi, karena masih banyak lagi yang perlu
di kerjakan di masa depan, yang mana penuntutan banjar go Internasional masih
belum selesai, dan sengketa lain yang masih menjadi tuntutan juga masih belum
lagi, jadi pada inti nya rezim Jokowi lebih baik dari sebelum nya, dan semoga
saja rezim ini bisa mengajak kembali beberapa Industri yang masih memberontak
ke pangkuan ibu pertiwi di kedapan hari nya, dan semoga rezim ini juga bisa
memajukan Indonesia dan menjaga kesatuan NKRI.
Dan mungkin sekian dulu imformasi yang saya bisa
berikan pada anda para pembaca. Dan kita bertemu lagi di lain epesodi tulisa
saya yang baru nanti.
Terima kasih telah membaca nya semoga berguna untuk
anda.
Mohon maaf bila ada kekeliruan dalam tulisan saya di
atas.
FROG GOZILLA
Ketua Organisasi Alternativ Rock Numetal Comnty Tato88
Tanjung Tabalong yang bergerak memajukan pendidikan di Banjarmasin Aceh dan
Indonesia.
Organisasi ini juga sangat aktiv di industri musik
Rock Endergrond,
Dan berjuang untuk membangun perintahan ustmaniyah
yang baru,
Simbol Organisasi
Avril Lavigne





Tidak ada komentar:
Posting Komentar