Translate

Kamis, 06 April 2017

Perdagangan Internasional Banjarmasin



Perdagangan Internasional Banjarmasin 

WELCOME BLOGGER FROG GOZILLA 
Terima kasih pada anda para pembaca yang sudah mau melungkan waktu berharga anda hanya untuk membaca tulisan saya

Pendahuluan 
Gambar Repoter redaksi jurnalis Kantor berita Kanada Banjarmasin Aceh

Tulisan ini saya bisa pertangun jawabkan kebenaran nya, dan tulisan ini di tulisa di bantu oleh kawan-kawan Avril fans fender Banjarmasi. Dan tulisan ini adalah hasil dari penelusuran langsung di lapangan, dan wawancara dengan tokoh terkait, dan juga dengan organisasi yang terkait dengan hal ini.
Tulisan ini membahas dan memapaparkan mengenai Perdagangan Internasional Sumatera Banjarmasin,beserta alur sejarah terbentuk nya, serta tokoh di balik terbentuk nya perdagangan Internasional Banjarmasin Sumatera secara singkat, namun dalam tulisan ini hanya fokus membahas tentang perdagangan Internasional Banjarmasin saja, Sumatera dan yang lain hanya sebagai pelengkap dari arul sejarah terbentuk nya saja.
Tulisan ini sudah sudah terbit menjadi buku, dan yang mencetak nya adalah Kantor berita Kanada Banjarmasin, Industri media berita dan musik rock metal Banjarmasin Aceh, dan di larang keras mengcopy Tulisan ini tanpa izin terkait oleh Avril fans Fender Banjarmasin repoter redaksi jurnalis kantor berita Kanada Banjarmasin, dan pemerintah Daerah Banjarmasin, dan pelangaran hak cipta bisa di jerat hukuman yang berlaku oleh pemerintah Indonesia.
Dan tulisan ini sengaja menlidungi dan merahasikan nama tokoh-tokoh masyarakat dan ormas nya yang terkait dalam diskusi dan wawancara di kantor berita Kanada Banjarmasin atau di lapangan langsung, karena sudah perjanjian dengan para tokoh dan ormas tersebut setelah memabaca ulang tulisan ini sebelum di terbitkan menjadi buku dan artikel di Internet. Dan tulisan ini juga tidak merahasikan nama tokoh-tokoh masyarakat dan ormas nya yang tidak meminta kami untuk merahasikan nama dan ormas mereka.
Dan tulisan ini di tulisa dengan bahasa melayu banjar tercampur bahasa Indonesia murni, karena saya kurang pasif berbicara bahasa Indonesia murni, tapi saya pasif berbahasa banjar karena saya orang banjar. Dan tulisan ini ditulis dengan kalimat Kata kasar, karena bengitulah bahasa melayu banjar, jadi mohon kebijakan anda jika ada kekeliruan dalam tulisan ini.

Perdagangan Internasional Banjarmasin 
A.  Sejarah Terbentuk Nya Perdagangan Internasional Banjarmasin
Gambar diskusi Avril fans fender Banjarmasin Aceh bersama tokoh-tokoh masyarakat dan ormas nya
Perdagangan Internasional Banjarmasin adalah sebuah perdagangan yang bersekala perdagangan luar negeri langsung yang di lakukan di suatu daerah oleh kelompok para pedagang yang ada di Banjarmasin, yang mulai berlaku pesat pada akhir tahun 2014 dan awal 2015, yang mana perdagangan ini punya sejarah panjang dalam terbentuk nya, bahkan terjadi pristiwa berdarah dalam pendirian nya, yang mana konflik panjang antara pemerintah Daerah, dan pemerintah Jakarta dengan para pelaku perdagangan Internasional. Bahkan hinga sekarang ini, perdagangan ini hampir selalu di hantui oleh konflik panjang, yang seolah bagai bom waktu yang kapan saja bisa meledak dan merembet kemana-mana konflik nya, dan bukan hal baru ini adalah sebuah biang keladi pemberontakan daerah terhadap pemerintah Jakarta.
Perdagangan Internasional Banjarmasin pemicu terbentuk sangat banyak hal mendasari nya, bukan hanya dari pengaruh yang di timbulkan oleh Globalisasi, atau perdagangan bebas yang berapa kali sudah di bahas dalam rapat APEC di Sumatera dan Jakarta, yang mana rapat tersebut adalah sebuah kekawatiran pemerintah dalam merajalela nya pedagangan bebas di kawasan Asia Tengara ini, dan dalam rapat tersebut di bicarakan panjang lebar mengenai ke untungan nya dan juga resiko yang akan di tanggung, dan mencari cara untuk menghadapi hal tersebut, namun semua yang di dapatkan adalah jalan buntu, karena perdagangan bebas ini takan bisa di hentikan akibat dari kemajuan teknologi Tranportasi, Pendidikan, politik, militer, industri, komonikasi dan budaya, seperti yang di katakan oleh Mathir Mohammad perdana mentri Malasyia, apa yang di lakukan pemerintah tidak akan bisa menahan arus perdagangan bebas tersebut, karena ini sudah hukum alam yang lambat laun akan terjadi akibat dari kemjauan peradapan manusia ini, dan tinggi nya angka saing Industri dalam pasar, dan ternyata itu benar terjadi.
 Sebenar nya perdagangan Internasional di daerah Indonesia dan Malasyia ini bukan lah hal baru, melainkan sudah terjadi letanatur sejarah panjang dua bangsa ini, yang mana Perdagangan Internasional ini sudah terjadi pada zaman kerajan nusantara yang berhubungan dengan kerajaan luar nusantara tersebut, dan dari situ juga sudah konflik meliputi nya, dan Indonesia dan Malasyia bukan suatu negara dengan budaya tradisi dan suku yang satu menghuni nya, dan juga daerah nya di pisahkan dengan lautan, maka dari ke pengurusan hal sangat rumit sekali, dan hal ini lah yang salah satu hal mendasari perang antara kerajan yang berkuasa, dan di ikuti oleh para bangsawan pada zaman dulu dalam memperjuangkan usaha nya dalam perdagangan dengan pihak asing. Di Banjarmasin saja sudah punya sejara panjang tentang perdagangan yang bersekala Internasional, yang mana hal tersebut sudah terjadi sebelum berdiri nya Kesultanan Banjarmasin, tapi hanya perkembangan perdagangan tersebut tidak semaju setelah Kesultanan Banjarmasin berdiri, akibat dari tumpang tindih nya ke pengurusan di Kalimantan, yang mana sering terjadi perang saudara dalam sebuah kerajan di Kalimantan. Dan setelah Bandarmasih didirikan oleh Kesultanan Banjarmasin, oleh Patih Masih dari Sumatera yang menobatkan Pangeran Samudra menjadi raja banjar, dan menaklukan Negara Daha yang di bantu Demak, Dan pengeran Samudra memeluk agama Islam, dan menjadi raja banjar Islam pertama yang berkuasa di Kalimantan Selatan, maka di mulai lah era baru di Kuin yang kelat akan menjadi Banjarmasin yang sekarang, yang mana pada Era ini Bandarmasih adalah sebuah sentral perdagangan besar di Kalimantan pada era nya, hal ini terjadi karena Kesultanan Banjarmasin mengelola nya dengan benar dan teratur, mereka membentuk pasukan untuk menangkap para perompak yang ada di pesisir sungai barito, dan menciptakan aman bagi banyak para pedagang luar Kalimantan, dan mereka juga membangun sebuah sesytem pemerintah yang benar mengenai hukum dagang tersebut, tidak seperti para pedahulu nya Negara Daha dan Negara Diva. Dan bahkan pada Era nya daerah-daerah Kalimantan yang terlebih dalulu maju menjadi bisa di ambil alih ke pengurusan oleh kesultanan Banjarmasin ini akibat kepercayan para bangsawan dan pedagang asing terhadap ligitimasih kesultanan Banjarmasin di totorial nya, yang mampu menghadapi banyak ancama yang datang untuk menyerang nya.
Pada abad 15 M menuju ke Abad 16 Kesultanan Banjarmasin menguasai hampir seperempat wilayah Kalimantan, dan mengurusi perdagangan hasil alam Kalimantan dengan banyak pihak, yang antara salah satu nya adalah Cina dan India adalah para dipolmat setia kesultanan Banjarmasin dalam bisnis dagang tersebut, dan konfrontasi pun mulai terjadi, monopoli akhir nya tak terhelakan lagi, hingga menimbulkan hubungungan panas dengan Kutai Kartanegara, dan pada akhir nya perang terjadi akibat di picu masalah ini, hingga perang di menangkan oleh pihak banjar yang di dukung banyak Kesultanan dan para bangsawan Asing pada masa nya, dan hari demi hari di lewkatkan, kabar perdagangan Intenasional Banjarmasin pun tersiar kemana-mana hingga ke Eropa, yang pada akhir nya mengundang pihak eropa yang datang dari Utara Kalimantan ke Banjarmasin, dan disinilah gesekan-geskan perang terjadi lagi, akibat perebutan pasar di Banjarmasin, bahkan menjelang abad 17 Kesultanan Banjarmasin sendiri sudah hampir tidak bisa lagi mengontorol perdagangan tersebut, penyeludupan dan pelangaran hukum pun kerat terjadi. Dan menjelang abad ke 17 M ini juga kemajuan Industri lokal Kalimantan mulai terjadi, yang mana kerajinan-kerajinan barang Banjarmasin mulai juga di kirim ke luar negari, seperti kerajinan parang mandau, pembuatan kendi, dapur, tempat kurungan ikan, dan ukiran-ukiran kayu has banjar, di Negara dan Amuntai, dan yang mana dulu di Banjarmasin para penduduk kebanyakan hanya menjual barang metah pada pihak luar hinga asing, jarang sekali menjual atau menukar barang jadi mereka dengan berbagai barang yang di bawa pihak asing, dan pada era tersebut komoniti pokok yang pesat di Cari di Kalimantan adalah tanaman saja, seperti beras atau lada misal nya, bukan seperti Abad ke 17 M yang sudah merabah ke pertambangan baik tambang besi dan batu bara dan yang lain nya, meski begitu juga kekuasan Kesultanan Banjarmasin masih aman saat itu hanya saja banyak kecolangan dalam perdagangan Internasional nya, dan sanking pesat perdagangan di banjar maka, kota tersebut di berikan julukan pihak asing dengan Banjar kota dagang, karena di sanalah sentral pintu perdagangan di daerah Selatan Kalimantan yang utama.
 Dan pada abad 17 M ini juga banyak kelompok pedagang di Banjar yang sudah mulai melakukan perlawanan terhadap Kesultanan Banjarmasin dan sekutu nya itu, yang di picu banyak hal dan alasan nya, dan salah satu alasan tersebut mengenai umpeti pajak cukai yang di berlakukan oleh Kesultanan Banjarmasin tersebut, meski begitu juga tetap saja kekuasa nya tidak bisa di gulikan juga oleh kelompok pemberotak yang bergabung dengan pihak bangsawan. Dan hingga menjalang pertengah Abad 16-17 M, Belanda dan Inggris mulai merambah banjar, dan dari situ juga maka kekacuan mulai terjadi, Karena pihak Belanda dan Ingiris adalah pihak yang rakus dan inggin menguasai segala nya dalam sekala perdagangan tersebut, yang di picu oleh revolusi Industri yang terjadi di Eropa tersebut, perminta barang mentah pun meningkat pesat di Eropa akibat dari bersaing nya Industri di eropa tersebut dalam lobi pasar mereka.
Memang pada awal nya pihak Belanda tidak terlihat ingin merebut kekuasan tersebut, dan memilih jalan dipolmat dalam ke pengurusan perdagangan nya, namun pihak Belanda ini juga tak bisa tinggal diam dengan para pesaing nya dalam merebut pasar, seperti Pourtugis dan Ingris, yang mana tiga bangsa eropa ini juga mengadakan perang mereka, yang juga melibatkan pihak lokal tersebut dengan janji manis yang menipu penduduk di Kalimantan saat itu. Hingga menjelang akhir abad 17 M maka Belanda benar-benar sunguh untuk melakukan perebutan pasar di banjar tersebut, dan mempengaruhi para raja dan kaum bangsawan Banjar tersebut untuk melakukan perdagangan dengan mereka saja, memang awal Belanda jinak dengan para Banjar ini dalam Istanana tersebut, Tapi pada era Sultan Adam yang memerintah Banjar terlihatlah belang Belanda tersebut untuk mengusai Banjar sepenuh nya, karena apabila menguasai banjar, berati akan banyak menguasai ligitimasih daerah totorial Kalimantan, dan percuma jika Belandan menguasai daerah Lain Kalimantan, karena tetap saja semua legitimasih tersebut berada pada Kesultanan Banjarmasin. Dan Belanda juga sadar musuh mereka di Kalimantan, yang mana serangan dari pihak musuh ini tidak bisa di remehkan, terlebih para sekutu nya seperti Kesultanan Aceh yang kerap membantu nya dalam menghadapi perang terbuka darat atau laut, dan semangat Islami yang tumpuh subur di keraton Banjar tersebut. Mondar-mandir nya Belanda dalam Istana banjar ini mengudang ke resahan, gelisahan dan kebencian oleh pihak para abdi dalam Istana tersebut, hingga ke luar Istana, yang mana para bangsawan juga mulai membenci pihak Belanda tersebut akibat komfrontasi yang di lakukan dengan para pemerintah, banyak cara untuk mengusir Belanda di lakukan namun nihil di dapatkan, hingga hal ini memnyeret pihak kaum ulama dalam konflik tersebut, bahkan ada satu Ulama besar Kalimantan yang memilih angkat kaki dari Istana akibat tidak suka dengan tindakan Belanda tersebut yang mana dalam Istalah moderen pihak Belanda tersebut melakukan leberalisasi dan Kapatilasme yang berujung Imperialime saja.
Awal sejarah pecah nya perang Kesultanan Banjar dengan Belanda adalah dengan di rampas nya 2 jung lada bahan pokok komoniti dagang banjar di Banten, yang mana hal ini memicu bersatu nya para elet banjar bangsawan dan para pedagang yang mendorong Kesultanan Banjarmasin mengambil tindakan tegas nya, ya itu perang, dan perang ini berhasil di menangkan pihak banjar, namun Belanda membalas nya dengan serangan penuh, ya itu dengan di Tembakan nya meriam Belanda ke Istana Kesultanan Banjarmasin yang ada di Banjar lama saat itu, dan atas hal ini maka pusat pemerintah di banjar di pindahkan ke Martapura, yang mana ini adalah awal dari kejatuhan Kesultanan Banjarmasin sendiri, bahkan daerah taklukan nya pun mulai memberikan perlawanan terhadap nya, bahkan Kutai bersekutu dengan Belanda menghacurkan banjar, di era ini Sultan Adam sudah mulai tua, dan Belanda sudah memulai ikut campur penuh dalam Istana banjar tersebut, keresahan akan ligitimasih Sultan Adam pun menjadi subuah kekawatirar panjang di atara penduduk banjar sendiri, dan semakin hari menyusut daerah totorial banjar yang di ambil alih Belanda, dan hampir lebih dari separu nya urusan perdagangan Internasioan sudah di kuasai Belanda, secara kasar nya bisa di katakan Sultan Banjar hanya menjadi tukang setempel saja lagi.
Pada pase ini Konflik mulai tumbuh di dalam Istana, ini adalah awal nya perang suadara raja banjar antara suadara nya sendiri, ya itu Pangeran Tamjidilah VS Hidayatulah, yang mana Tamjidilah di dukung oleh Belanda dan bangsawan Banjar tersebut, dan Hidayatulah yang didukung penduduk, kaum ulama Islam dan para pedagang muslim banjar tersebut, dan hal ini juga tidak disiakan Belanda, mereka mengadu Hidayatulah dengan Tamjidilah, hingga menjelang Sultan Adam meninggal dunia, dan berwasiat ligitimasih tersebut di berikan pada Hidayatulah sebagai penerus nya, Belanda geram dengan sipihak mengangakat Tamjidilah menjadi raja banjar, meski penduduk tidak mengakui Tamjidilah itu adalah raja, dan para kaum pedagang pun memberikan dukungan penuh pada Hidayatulah, karena Belanda memonopoli konfrontasi perdagangan saat itu, akibat hal ini Perang sauadar pecah, Hidayatulah angkat kaki dari Istana, dan di lindungi bangsawan dagang dan para haji-haji di Amuntai, Perlawanan merebut kembali ligitimasih tersebut makin besar dan melibakan banyak pihak, serangan terhadap kapal-kapal dagang Belanda di pesisir sungai Barito pun menjadi membesar, Hingga Hidayatulah di tangkap Belanda, dan disinilah seorang Pahlawan besar lahir, iya di Kenal dengan Nama Pangeran Antasari yang punya semboyan Haram manyarah waja sampai kaputing, Pangeran Antarasari adalah orang menerusakan perjuangan Hidayatulah, dan di angap penerus penambahan Kesultanan Banjarmasin, Pangeran Antasari sendiri di dukung dan di danai oleh banyak kaum bangsawan pedagang banjar hingga haji-haji Amuntai. Hingga Pangeran Antasari menyerang tambang batu bara Belanda di Pengaron Rantau, bersama pengeran Kuning Tambai Mekah Aleng, serangan ini benar-benar patal, Pangeran Antarsari membakar ludes Tambang batu bara tersebut, dan membunuh banyak serdadu Belanda dan elet dagang banjar yang bersekongkol dengan Belanda, Dan menjalang acaman Belandan terhadap Antasari, yang membuang Pangeran Hidayatulah keluar Kalimantan, tepat nya ke cianjur, Perang makin panas, Pangeran Antasari dengan Temengung Surapati berhasil mengaramkam Kapal Uap dagang Belanda di sungai barito saat itu, dan atas hal ini Belanda mengepung Antasari dengan kekuatan militer penuh ke persebunyian nya, dan pengepungan ini nihil karena Antasari sudah berhasil melarikan diri besama Surapati ke Pedalaman Kalimantan yang juga di bantu kaum dagang dan haji-haji tanah hulu sungai tersebut, hingga menjelang Antasari mangkat 1862 M akibat terserang penyakit, dan ligitimasih tersebut pun di berikan nya pada temengung Surapati untuk melanjukan perjuangan nya, dan mangkat nya Antasari ini Belanda di Banjarmasin menyatakan Kesultanan Banjarmasin di hapuskan. Dan secara resmi semua wilayah kekuasan Kesultanan Banjarmasin di ambil alih oleh Belanda, yang di sebutkan dengan Afdiling Borneo. Meski begitu sebenar nya Kesultanan Banjarmasin tidak benar-banar mati Total, dan dukungan penduduk dan kaum bangsawan yang begitu besar membuat nya terus hidup, terlebih lagi, sumbangan uang yang di berikan kaum dagang muslim saat itu untuk mengongkosi Kesultanan Banjarmasin yang kehilangan Istana tersebut, dan dari fase ini secara total pemerintah di banjar berubah, Yang inti nya Kesultanan berubah menjadi sebuah pengustian di pedalaman Kalimantan. Pada fase ini terjadi perubahan perdagangan di banjar dan sekitar nya, yang mana perubahan tersebut perdagangan Internasional dengan resmi di kuasai oleh Belanda, meski saat itu Pengustian memberikan perlawanan nya terhadap Belanda. Memang pada awal nya tidak terlihat akan terjadi konflik antara bangsawan pengusaha industri lokas banjar yang bersekongkol dengan Belanda, tapi hal itu tidak berjalan lama, karena para pengusaha bangsawan banjar tersebut menyesali perbuatan nya yang telah bersekongkol dengan Belanda, akibat monopoli perdagangan oleh Belanda, yang mana mereka semua harus mengekuti aturan Belanada dalam menjalakan binis nya, dan mereka terbatasi pemaksaan Belanda tersebut, dan akibat nya dari hal ini mereka yang asal nya bersekutu dengan Belanda ini melakukan sebuah rencana untuk perlawanan. Dalam hal ini para elet banjar banyak terpangaruh Aceh, yang mana mereka pengusaha Aceh menukar barang yang mereka hasikan dengan senjata untuk melawan Belanda, dan memang pada awal nya Belanda tidak curiga, tapi pada akhir nya Belanda di tantang mereka melakukan perang di banjar, dan hingga terbentuk persekutuan Melayu di Semenajung Melayu, yang mana kelompok ini pada akhir nya berkawan Inggris dalam melawan Belanda tersebut. Dan pada fase ini di banjar penyeludupan perdagang oleh bangsawan banjar meningkat total, bahkan melebih angka yang terjadi dahulu nya era kesultanan Banjarmasin tersebut.
Menangapi hal ini pihak Belanda melakukan Ivansi ke pesisir sungai Barito untuk menghacurkan kolompok ini, yang sekaligus mengepung Gusti Muhammad Saman anak Pangeran Antasari. Pada era ini juga, atau pada akhir abad ke 19 M dan memasuki abad 20 M di Banjar ada peningkatan Industri lokal, meski juga Industri tersebut di tekan Belanda, dan sebagian di kuasai oleh Belanda, tapi pengusaha Industri banjar tetap tegar menghadapi nya, dan melakukan perdagangan Internasional nya secara rahasia, karena pulau Kalimantan adalah pulau besar yang memiliki hutan lebat dan ratusan anak sungai, yang karena itu Belanda tidak bisa mengawasi semua secara sekaligu, dan Belanda juga pada saat itu di hadapkan dengan awal memasuki Perang dunia pertama yang akan terjadi, tapi meski begitu Kalimantan masih bisa di control nya ligitimasih tersebut hingga meninggal Gusti Muhammad Saman di dalam peperangan di hulu sungai Barito, yang mana beliua tertembak di dada oleh serdadu Belanda, pada tahun 1905. Dan gugur nya Gusti Muhammad Saman yang mana di angap Belanda akhir dari pengustian tersebut, tapi kenyatan nya berlainan, dengan gugur nya Muhammad Saman tersebut malah menyalakan semangat juang orang Kalimantan, yang mana mereka mulai bersatu untuk menghadapi Belanda, dan para bangsawan tampil sebagai donatur perang tersebut, dan pada fase ini juga banyak terbentuk nya Organisasi dagang di Kalimantan dengan banyak rupa, dan saling bersaing dengan satu dan yang lain nya, yang menyebakan perdagang saat itu mulai kacau untuk di kendalikan oleh Belanda, yang mana juga pada saat itu sudah mulai banyak jalan darat yang terbuka untuk melakukan Perdagangan tersebut, tidak lagi bertitik tumpu terhadap aliran sungai untuk sarana tranportasi nya, Hingga datang era Jepang di Kalimantan sebelum meletus nya Perang Dunia Pertama.
Kedatangan Jepang ini juga sekali lagi merubah alur perdagangan di Kalimantan, yang mana Jepang menjadi pihak pilahan alternativ oleh kaum banjar dalam berbisnis meski Jepang tersebut kejam sekali, bahkan pada era ini yang mulai terbentuk sebuah kelompok perdagangan Opium di Kalimantan, yang mana pasar gelap ini wadah menukar nya senjata api dari pihak Banjar kepada jepang, dan Cina saat itu, bahkan kadang Jepang memberikan Cuma-Cuma senjata kepada pihak kaum banjar untuk melawan Belanda.
Di Sumatera pada fase ini Jepang mulai membentuk Industri nya dengan kaum Industri pribumi, hingga pada akhir nya di masa depan nya, ada suadagar Aceh yang mejadi orang pertama di Indonesia yang bekerja sama dengan Toyota Japang dalam menjual mobil Jeep Hardtop, iya  bernama Tengku Markam. Dan di Banjarmasin sendiri pihak Jepang bersama kaum dagang banjar sudah mulai juga bekerja sama dengan Industri Teknologi transpotasi Jepang, dan pada era ini di Banjarmasin di sebut dengan Revolusi Industri Banjarmasin, karena meski di tekan Belanda pun, pedagang Internasional Industri lokal banjar tetap berjalan, bahkan sembunyi-sebumnyi hingga pecah perang darat menyelang kemerdekan Indonesia, dan pada era ini budaya perdagang Internasional banjar yang bertahan hingga zaman sekarang. Walau begitu juga hubungan perdagang antara Jepang dan kaum banjar, tapi juga jalan terjal di hadapi nya, karena hubungan tersebut tidak punya status pasti baik di kelompok Jepang sendiri atau banjar, karena alasannya hanya untuk menghadapi musuh bersama saja ya itu Belanda, dan perang Jepang dengan pihak eropa yang begitu besar, yang mana niat Jepang untuk membebaskan seluruh tanah Asia dari tangan pihak Eropa, dan mendirikan sebuah Emperium Kekakaisaran Asia Timur Pasifik Raya atas Nipon Japang.
Penting di katahui sebelum kemerdekan Indonesia 17 Agustus 1945 lalu, Banjarmasin adalah sebuah negara tersendiri, dan alasan yang banyak di ketahui nya oleh banyak orang mengapa banjar bergabung dengan Indonesia adalah, dengan jatuh nya Kesultanan Banjarmasin yang di angap berakhir tahun 1905 tersebut, jadi menjelang Perang dunia pertama di Banjarmasin banyak ke bingungan oleh kaum elet banjar jalan mana yang harus di Ambil, dan melihat pembentukan Republik Indoensia Serikat terlihat berjalan berhasil, maka mereka mulai melirik nya, dan punya niat bergabung, meski saat itu ada pertentangan dalam kelompok ini yang akhir nya pecah jadi 2 kubu, yang setelah Indonesia merdeka, kubu 1 menyatakan diri  bergabung Indonesia, dan kelompok ke 2 mengambil jalan tegas ya itu tetap setiap pada Kesultanan Banjarmasin, dan memilih mengangkat senjata dan memberontak, yang mana Kelompok ini di Pimpin oleh Ibnu Hajar, dan bergabung dengan Aceh dalam Tentara Islam Indonesia, dan di balik layar 2 kelompok ini juga di danai oleh para banyak pedagang banjar yang berdagang secara Internasional.
Dan setelah pemerintah Jakarta berhasil memadamkan pemberontakan di Banjarmasin, mereka mulai melakukan pembeharuan kembali dalam sesytem pemerintah Indonesia. Memang semua nya kelihatan lancar dan tidak ada masalah terjadi dalam banyak kelompok masyarakat Kalimantan, tapi di sini awal Konflik perlawaanan para kaum dagang Internasional Banjarmasin terhadap pemerintah Jakarta, memang mereka para elet dagang banjar tersebut mengakui dan bersedia tunduk dengan Undang-Udang Republik Indonesia dalam membatasi daerah berhubungan dengan pihak asing langsung, tapi pada nyata justu ini bomerang yang di manfaaat pihak yang tidak bertangung jawab dengan banyak dalil atas nama negara dan kesatuan NKRI, yang mana pihak yang memakai topeng negara tersebut melakukan kecurangan dalam menangani urusan hubungan dagang daerah dengan pihak asing, yang mana pihak yang bertopeng negara ini juga di pandang oleh pihak asing adalah perampok Jakarta dengan Cukai dan ke pengurusan yang begitu rumit nya, hinga menyebabkan konfrontasi terjadi di Banjarmasin setelah 10 tahun pemberontakan Ibnu Hajar di padamkan pemerintah Jakarta, dan ini mulai membaur nya perdagangan gelap di banjar, dan hingga daerah lain di Kalimantan, dan pada fase itu juga Pemerintah Daerah dan Jakarta yang berkuasa di Kalimantan tidak bisa benar-benar mengawasi Kalimantan yang laus ini, persis di era Belanda kemarin, bahkan lebih parah lagi, penyeludupan kayu ulin dan emas adalah yang utama terjadi di Kalimantan, pada masa itu tidak terlihat ketengan terjadi antara pemerintah yang coba menangulangi masalah ini, mungkin akibat juga Timor-Timor dan Aceh memberontak, yang mana pemberontakan tersebut juga salah satu nya di picu akibat hal tersebut, dan banyak kaum dagang Internasional Sumatera yang menjadi donator para kelompok separatris tersebut, untuk juga menjaga bisnis mereka tidak di gangu pemerintah Jakarta tersebut dengan dalil negara dengan Undang-Udang yang di pandang menjajah dan merampok kaum pengusaha saaat itu.
Dan para Kapitalis Cina minilai hal demikian di Kalimantan ini, maka mereka melakukan Konfrontasi dengan elet dagang banjar, yang mana para Kapitalis Cina ini membuat sebuah Industri boneka nya, atau Cina mendirikan Industri atas nama lokal, bahkan yang lebih gila nya lagi Kapitalis Cina ini memberikan modal para Mafia banjar, untuk membuka Tambang emas, modal bisa berupa uang langsung atau pun mesin. Pemerintah Orde baru yang berkuasa coba menangani ini, terlebih di Sumatera sudah mengila perdagangan Intenasional yang gelap tersebut, dan ini adalah awal konflik berdarah, yang mana para pedagang Internasional di Banjarmasin yang mulai di kejar pemerintah Daerah atas restu orde baru tersebut mulai mencari Perlindungan, dan disini terjadi lagi persekongkolan antara kaum dagang yang di kejar tersebut dengan pihak pengejar tersebut meski kadang desing senjata berbunyi bising, tapi dengan uang semua nya lancar berurusan dengan pihak pengejar dengan pihak yang di kerjar tersebut, dan boleh di katakan pengejeran dan pembasmian pasar Gelap Internasional di banjarmasin oleh Orde baru tersebut berhasil 70%, karena dari mereka Kelompok dagang Internasional yang telah nekat tersebut juga kembali ke pangkuan ibu pertiwi dan bekerja sama kembali dengan Pemerintah Orde baru tersebut, Cuma sayang nya juga tidak berlangsung lama, banyak alasan mendasari nya pecah nya kembali perdagangan Internasional Banjarmasin tersebut, hingga pada pembentukan Koalisi Dagang Asean di Semenanjung Melayu, pada tahun 1980 tersebut, secara resmi nya Koalisi dagang Asean tersebut terbentuk. Hari rabu 18 juni 1986. Koalisi Dagang Asean di bentuk oleh beberapa elet politik negara Asia, yang kecewa dengan WTO tersebut yang selalu memenangkan Industri dari Amerika Serikat tersebut, penguasan pasar Industri Asia tengara oleh Amerika Serikat tersebut akan di bendung oleh Koalisi dagang Asean tersebut secara Rahasia, dengan cara penyeludupan konfrontasi dan persekongkolan, yang jelas nya sama saja dengan pihak Amerika Serikat WTO dan Organisasi dagang dunia lain yang mengunakan cara leberalisme, alias penghalalan sengala cara asal Industri dagang menang tidak peduli meski mengadakan perang sekalipun.
Kembali ke Banjarmasin, para elet dagang dan Industri Internasional yang terjajah oleh Orde Baru ini melihat pembentukan Koalisi Dagang Asean, atau  KDA ini berhasil dan melihat para elet Sumatera bersatu di sana dengan bebas, maka mereka juga mulai memberikan sinyal nya untuk bergabung dengan KDA, meski jika ketahuan pihak pemerintah maka patal hukuman nya, dan pada fase ini juga di Banjarmasin pemerintah daeranh kecewa dengan pemerintah Orde baru tersebut akibat Otonomi daerah yang juga tidak kunjung di berikan, maka lambat laun persekongkolan elet pemerintah daerah dengan kaum bangsawan banjar pun terjadi, bahkan bergerak ke arah yang separatisme, dan secara ringkas nya pemerintah daerah membiayarkan Industri lokal berhubungan dagang dengan pihak Asing di banjar, kuhsus nya dengan Jepang dan Cina, dengan banyak topeng dagang, alasan nya juga pemerintah daerah dapat untung juga dari hal ini, dan memajukan daerah karena peningkatan produksi menyerap tenaga kerja, mengurangi penganguran, dan sekaligus memrugikan pemerintah Jakarta tersebut. Dan pada kamis 8 oktober 1987 organisasi dagang, Usaha dagang banjar, UDB mengadakan rapat di Banjar tengah, rapat tersebut membahas rencanan bergabung dengan KDA, koalisi dagang Asean, dan akan melakukan perdagang bebas secara langsung di banjar. Dan  2 minggu setelah nya atau Kamis 22 Oktober 1987 rapat ke 2 di lakukan di Palembang Sumatera oleh Usaha Dagang Banjar, dan sepakat bergabung dengan Koalisi dagang Asean secara resmi, dan komando Sumatera pada awal nya sebelum didirikan kantor KDA Rahasia di Banjarmasin, meski pun hal ini pemerintah daerah tahu, namun mereka diam saja.
Perlu di akui suadagar dagang banjar ini meski melakukan hal salah, tapi semangat nasionalisme nya sangat besar sekali, karena hampir semua alasan perlawaanan nya menyangkut otonomi daerah, hinga menyebabkan Industri yang tidak terlibat perdagang gelap di banjar juga ikut menyerumuskan diri nya dalam perdagang gelap tersebut, dan hasil nya banyak Industri bermuka 2, Pro dengan pemrintah Jakarta, dan juga pro kelompok anti pemerintah Jakarta, untuk mempertahankan Industri dagang nya, dan merebak nya perdagang Internasional gelap Banjar akibat bergabung KDA ini, menimbulkan sebuah masalah bagi pemerintah lagi, ya itu deras penuntutan pembangunan, terutama akses jalan dan Tranportasi, bisa di katakan pada tahun 1988, akses jalan dan tranportasi bisa di katakan sangat buruk, tidak sesuai dengan perdagang yang terjadi, meski jalan darat sudah di bangun orde baru, tapi sungai adalah kedala utama yang memutuskan jalan tersebut, Tranpotasi Fery masih di gunakan untuk menyeberangkan truk angkutan barang Industri Kalimantan, dan maka dari hal tersebut pada senin 10 Mei 1988 banyak para Industri dagang serta Ormas-Ormas Kalimantan rapat di Banjar dengan angenda pembangunan jalan lintas Provinsi dan jembatan, dan menurut koran Banjarmasin Pos rapat tersebutlah faktor pendorong pemerintah daerah Kalimantan Selatan dan Tengah menuntut pemerintah Orde Baru untuk membangun Jembatan Barito dan 2 jembatan lain nya, dan penuntutan ini sangat panas sekali, bahkan mengacam pemerintah orde baru yang di taktor tersebut dengan pembentukan negara Kalimantan, dan di balik layar Organisasi yang paling loyal menuntut pembangunan Jembantan ini adalah Usaha Dagang Banjar, UDB, dan yang bergabung mereka, kelompok ini juga mendanai banyak serangat penuntutan pembangunan jalan lintas provinsi, jelas nya kelompok ini adalah yang terus mendorong masyarakat Kalimantan bersuara agar Jalan lintas provinsi dan Jembatan di atas sungai Barito tersebut di bangun segera mungkin.
Di Jakarta tidak kalah hebat nya, Industri kontroksi asing dan para Kapitalis Amerika Serikat alias IMF tersebut juga ikut mendukung daerah Banjar, ini di lakukan agar mereka juga dapat untung, ya itu Industri kontroksi pembangunan nya juga dapat job dari Orde baru dalam membangun 3 jembatan sekaligus di Kalimantan, fase tersebut benar-benar banyak terjadi konfrontasi persekongkolan dari banyak golongan, dan melibatkan golongan Internasional dalam lobi tersebut, dan pada fase ini juga di Banjar banyak di bentuk nya Industri dagang Matrial bangunan, pasir dan batu dari pihak Kapatalis asing atas nama lokal, dan kebanyakan dari Cina dan Amerika Serikat, karena matrial yang di gunakan untuk membangun Jembatan Barito tidak sedikit, begitu juga dengan Industri Tranportasi angkut matrial nya, baik darat atau laut yang bersekela Internasional.Jelas di ketahui juga pada tahun 1989 ini terlihat secara jelas Perang Industri dagang Dealer Alat berat Jepang, Eropa dan Amerika serikat, mereka yang asal nya hanya punya Kantor 1 saja di Banjar, mendadak memperbanyak kantor dan gudang mereka, akibat di butuhkan nya Alat berat di banjar, baik untuk pembangunan jembatan barito, dan juga di buka nya Tambang Batu Bara, dan kuhsus nya PT Adaro di Tabalong, dan hal tersebut mendorong Cina kembali Perang Industri dagang dengan Amerika Serikat dan pihak Eropa, Cina pada tahun 1990 langsung mendukung Jepang dan Korea di Banjar, bergabung dengan KDA melalui Sumatera dan Malasyia, membawa Produksi alat berat Hyundai, Hitachi Zaxsis, Hino dan lain nya lagi dengan sukses, memukul Caterpilar dan Marchedes Benz bahkan Volvo Industri dagang alat berat Internasional, Cina perlu di aku nya dalam lobi pasar Banjar nya, melalu KDA, alias jalan yang tidak resmi dulu, lalu sudah dapat mengandeng elet Kesultanan Banjarmasin, baru membuka Industri resmi nya dan berijin di Banjarmasin pada tahun 1991.
Kamis 21 Nopember 1991, Industri dagang Mitsubithsi Motor Japang bersama Industri Cina rapat di Sumatera Riau, membahas peningkatan pembangunan jalan dan Jembatan di banjar, dan coba melobi penjualan Mintsubitshi L 300 Colt dan Colt Deseal untuk tranpotasi, karena Industri Jepang ini sudah berhasil di awal nya dalam menjual L 300, dan L 300 Menjadi sarana Tranpotasi mobil pilihan masyarakat di Banjar dan Kalimantan, dan begitu juga Industri mesin Cina seperti Domping, Ziandong, Myanmar, Sanghai, Kabuta dan lain sebagai nya, berhasil memukul Industri mesin Erop dan Amerika Serikat, meski Yamaha dan Honda Jepang sedikit kecewa dengan Cina, tapi mending Cina yang memenangkan pasar Banjar tersebut, dari pada Amerika Serikat dan Eropa, karena Cina mau berbabgi dengan Jepang atau Korea, bahkan Rusia dan Iran Persia saaat itu.
 Sabtu 13 Mater 1993 kabar mengejutkan banjar dan Sumatera terjadi, dengan resmi Usaha Dagang Banjar, UDB kembali ke pangkuan ibu pertiwi, dengan atas di berikan nya Otonomi daerah yang semesti nya untuk Banjarmasin dan Kalimantan, pembangunan daerah yang di lakukan Orde Baru tersebut juga sudah memberbesar perdagang Banjarmasin secara penuh, dan atas hal itu juga merumitkan UDB juga dalam memperbesar Industri, jelas sudah di kepung Orde Baru tersebut di Banjar, dan atas hal itu sektor Pertanian pun juga maju saat itu, PT Astra menanbah membuka kebun Sawit nya di Banjarmasin, Dan pada fase ini pemerintah Orde Baru tersebut membuat Irigasi untuk pertanian di kawasan Ajir, dan basarang di tambah Jembatan penghubung, dan sekali lagi ini menentramkan kelompok seperatis daerah yang melawaan nya, dan kedamaian terbilang lama terjadi, meski sedikit kadang terjadi nya gesekan di Banjar, tapi Otonomi yang di berikan itu benar-benar mendamaikan Banjarmasin dan Kalimantan.
Pemerintah Orde baru pada fase ini memberlakukan penumpasan perdagang gelap di banjar dan sekitar nya, di sungai barito di adakan razia ketat, dan untuk menjaga juga dari serangan pencurian bahan kontroksi pembangunan Jembatan barito, yang membuat ramai lagi konflik di Banjar yang terpengaruh GAM Aceh, akibat kebijakn Orde Baru yang alasan untuk meningkatkan dagang pertanian Indonesia, membuka lahan tidur dengan nama Tranmigrasi 1000 Hektar, yang mana orang jawa di kirim ke Kalimantan dan Sumatera untuk di bantai akibat berebut lahan pertania dengan penduduk setempat akibat GAM mendahului nya di Sumatera, di Minangkabau pecah konflik besar rasime tersebut, di Kalimantan Dayak dan Banjar melayu bergabung menyerang Tranmigrasi merebut kembali tanah mereka yang di Klaim Orde Baru.
Pada tahun 1994 Banjarmasin kembali memenangkan wilayah sentral perdagangan sentral Internasional Kalimantan, dan banyak Industri media membuka Kantor cabang mereka di Kalimantan, dengan di dahalui TVRI Banjarmasin, dan Radio hingga media koran juga ikut serta, job Iklan yang mengiyurkan di Banjarmasin ini tidak juga bisa menahan media asing Internasional untuk membuka Kantor cabang nya di Banjarmasin dan memperluas ke wilayah lain nya, Pembukan TV Kabel hingga bioskop baru pun di mulai, Jepang pada fase ini sacara besar membuka dealer penjualan eletronik terbesar mereka di banjar, penjualan TV Hitam putih merek SHAHP, SONY, dan lain nya, di ikuti oleh Inustri Korea Selatan, penjualan radio Nasional dan Batrai Abc pun meningkat, hingga terjadi perang Industri batrai di banjar, ya itu Industri Batrai ABC dan Efredy yang sangat ketat memasang iklan yang saling menjelekan satu dengan yang lain nya, layak nya Industri Amerika yang perang dagang dengan Cina dan Rusia di banjar.
Dan Tahun 1994 ini juga Orde baru menang dalam sengketa perampasan Industri Tengku Markam yang Bersekutu dengan Toyota Jepang, dan dalil, rampasan perang tersebut, namun pemerintah Orde baru juga sadar posisi nya berbahaya oleh KDA yang di komando oleh Sumantri Nusation tersebut, yang mana orang ini di lindungi banyak elet politik Asia, terutama Cina dan Jepang, Rusia, Canada, Iran, Korea dan Arab Suadi, karena orang ini sangat lihai dalam berdagang gelap di semenajung melayu, dan selat Malaka, meski Orde Baru terkenal dengan berkawan USA, tapi iya di pastikan akan di gulikan oleh bangsawan yang bermusuhan dagang tersebut, dan atas hal tersebut pemerintah Orde Baru terpaksa juga berkawan KDA, dan atas dasar ini USA marah, dan mulai lah rencana Konfrontasi lagi secara Rahasia, meski Orde Baru tahu hal tersebut, namun uang yang di berikan KDA pada Orde Baru mampu menjinakan ketakutan tersebut. Dan atas muka dua nya Orde Baru ini, maka KDA membuka Industri kuliner di Banjarmasin pada tahun 1995, ya itu industri rumah makan Padang, dan atas di buka nya Industri kuliner ini maka terjadi peningkatan permintan pasar pekakas rumah tangga oleh Industri ini, yang mana Industri ini juga membuka kentring untuk para pekerja bangunan Jembatan Barito, maka Industri Cina pun masuk ke Banjar untuk menjawab pasar tersebut, dan sukses, dan atas pembukan Industri kuliner ini juga maka pasar dari sektor sayur dan ikan pun meningkat tajam di Banjar, yang asal nya pasar lokal mampu menangani permintan pasar tersebut, sekarang juga menyjerit tidak sangup, Industri perikanan jawa timor datang untuk membantu atas lobi Orde Baru, namun juga tidak sangup bentul menghadapi permintaan pasar, karena di Jawa Timor juga di landa kemarau dan kebutuhan pasar Jakarta yang harus mereka isi tersebut, maka atas hal itu pemerintah Orde Baru membuka Industri perikanan di banjar untuk menjawab kebutuhan ini, dan atas pembukan lahan untuk kolam ini, maka penjualan mesin pompa air pun kembali meledak, Yamaha dan Honda Jepang di susul Cina unggul menguasai pasar Internasinal Banjar tersebut.
Menjalang tahun akhir tahun 1995, Industri teknologi Jepang kembali memboom pasar banjar, dengan TV Berwarnan mereka, yang mana penjualan sangat menajukan sekali, di ikuti oleh Korea Selatan. Dan di awal tahun 1996 KDA yang berkonfrotasi dengan saudagar bangsawan banjar tersebut, yang di dorong kapitalis Cina tersebut ingin merebut pasar Fashion di Banjarmasin dari tanggan Amerika Serikat yang berkedok Industri Fashion Bandung tersebut, yang mana Industri ini juga berkonfrontasi dengan Adidas, Fila, Fafo, 505, Lives dan Fedros, namun tiba-tiba rapat Di Sumatera itu Jepang malah ikut campur dan mendukung Cina tersebut, alhasil di bukalah sebuah sewalayan bernama Mitra yang elet, yang mana Mintra ini bukan bersaing untuk merebut pasar Fashion, melainkan malah berubah menjadi pasar untuk Permainan GAME dan GAME BOX, yang mana Konami Netendo nya Jepang jadi tren permainan anak-anak di Banjarmasin kala itu, hingga di susul oleh GAME SEGA, Kapitalis Cina juga membuka Rental GAME tersebut, hingga berujung perjudian berkodok GAME Rental Cina tersebut, dan sementara pasar Fashion tetap Amerika Serikat yang memengan nya melalui pedagang Banjar lokal di Sudimampir Banjarmasin.
Koran Banjarmasin tahun 1996 memberitakan Industri perkapalan Banjar panik omset nya menurun akibat Jembantan Barito akan segera selesai, dan keributan memuncak setelah Industri tranpotasi darat Banjar yang berkawan Jepang juga ikut dalam debat Siaran TVRI Banjarmasin sore tersebut, yang mana pihak Orde Baru yang di wakili pemerintah daerah dengan bangga ikut juga bicara dalam debat tersebut bahwa Banjarmasin sentral Kalimantan akan menjadi raksasa besar jika saja pengerjaan Jembatan Barito tersebut selesai di Bangun, dan tranportasi darat akan meningkat, sementara di lain pihak yaitu Industri tranportasi air dan udara menyjerit mendengar itu, karena kapal Frey akan hilang meski beberapa Industri frey tersebut termasuk BUMN Pemerintah juga, begitu juga Industri udara, akan berkurang Omset nya, orang dari Palangkaraya yang asal nya ingin cepat pergi ke banjar naik pesawat, memilih naik mobil Sedan Toyota saja lagi murah ongkos nya. Berbicara Industri BUMN sekarang akibat dari Industri Teknologi Jepang yang murah di Banjarmasin, maka masyarakat Kalimantan serentak menuntut Industri BUMN Pemerintah yaitu PLN, mereka meminta biaya pemasangan intalasi listrik tersebut jangan mahal, dan listrik bukan milik bangsawan saja, masyarakat juga mengeluhkan gardu listrik Ir Pangeran HJ Muhammad Noor sudah tidak sangup lagi mencukupi listrik Kalsel dan Kalteng tersebut, dan pemerintah perlu membangun intalasi gardu listrik yang baru, dan memasuk listrik jauh sampai kepedalamam Kalimantan, jangan hanya di kota dan di sepanjang jalan lintas Provinsi saja tiang listrik ada, dan pemerintah Jakarta jangan hanya bisa merampok Kalimantan saja, dan kejadian ini Pemerintah daerah dan Jakarta pusing lagi, belum lagi kelar masalah pembangunan Jembantan Barito dan yang lain, belum lagi terminal induk Provinsi dan Kabupaten minta rombak, eh masalah Listrik lagi di masalahkan masyarakat. Tapi perlu di akui dulu listrik adalah tenaga yang mahal di Kalimantan dan hanya milik kaum elet, begitu juga dengan pekakas Eletronik, tapi dengan boombardir pasar Industri Jepang dan Cina, menghapus Impiarialisme pasar Teknologi Amerika Serikat dan Eropa di banjar selama 10 tahun berhasil menurukan harga Teknologi tersebut, tv dari kalangan kelas menengah dan bawah dapat di beli orang bengitu juga dengan pekakas eletronik lain nya, ini lah penyebab peningkatan akan daya pemakain listrik. Tidak hanya itu Jepang dengan suadagar banjar hari senin 10 Desember Tahun 1996 mengadakan rapat di Sumatera yang di pimpin oleh Sumantri Nusation, rapat tersebut di ikuti banyak Industri motor Jepang, Honda, Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki, dan Industri Mobil Toyota, Mitsubithsi, Hino, Nisan dan Datsun, yang mana rapat tersebut untuk menurunkan harga jual motor yang mahal di Asia Tengara termasuk di Banjarmasin, Yang mana rapat ini juga rencana pemberian keridit pembelian mobil dan motor terhadap para pegawai pemerintah dan juga masyarakat yang di percayai pihak perbankan saat itu, memang rencana ini juga di pertentangkan beberapa kalangan, seperti Industri tranpotasi yang akan kekurangan omset nya, namun Industri BUMN pemerintah seperti Pertamina menudukung rencana tersebut, karena otomatis peningkatan pasar bahan bakar di Banjar, namun pihak kaum pencinta lingkungan yang tergabung dari mahasiwa universitas lambung mangkurat banjarmasin menentang juga hal ini, akibat polosi akan mingkat tajam, namun apa pun yang terjadi kata pemerintah Orde Baru itu hanya rencana belum lagi di teken, semua legitimasih di tangan mereka mejawab media Banjarmasin edisi desember 1996 lalu.
Sementara itu di awal tahun 1997 Martapura Banjarmasin Industri Perdagangan Intan dan Emas memenangkan perdangan Internasional yang paling menajukan, dengan dapat Rekor Intan Martapura Terbaik di Indonesia oleh Perdagang Asean sayap kanan, dan Emas Martapura juga mendapatkan kadar Emas termurni di Kalimantan, tidak hanya itu, PT Adaro Tabalong juga dapat Predikat Produksi batu bara terbaik Kalimantan dengan kadar paling murni. Dan dari bula Maret Industri pasar pertambangan Banjarmasin menjadi rebutan pihak Internasional, terlebih Amerika Serikat dan Kanada yang bengitu berambisi merebut kesuluruhan nya, meski mereka sudah memiliki beberapa saham melalui pemerintah Orde Baru tersebut, belum lagi Pertamina yang terus ingin menambah sumur minyak di daerah Tabalong tersebut, bahkan pada akhir nya sengketa lahan dengan masyarakat pun tidak terelakan lagi dengan pihak Industri ini. Tepat pada tanggal 23 April hari Rabu 1997 Presiden Soharto merismikan pembukan Jembantan Barito, dan menyatakan pembangunan Jembantan Barito telah selesai sempurna seperti yang sudah di rencanakan pemerintah, Dan Jembantan Barito serta jalan lintas Provinsi sudah bisa di lalui kenderan bermotor, maka secara garis besar dari hari itu maka era baru di mulai lagi di Kalimantan, selesai Jembantan Barito ini membawa dampak yang besar bagi Banjarmasin dan Kalimantan, dan peningkatan Pasar Internasional yang tidak pernah di duga sebelum nya, dan ucapa Terima Kasih kepada Presiden Soharto, bapak pembangunan Indonesia, meski iya seorang ditaktor besar sepanjang sejarah Indonesia.
 Di mulai rabu 1 Oktober 1997 Tiba-tiba Banjar dan Kalimantan di gemparkan, tanpa Iklan dan pemberitahuan tiba-tiba harga motor Jepang turun harga, dan memamerkan produksi baru Honda, ya itu produksi 4 Tak, dan ini sudah mulai lahir era nya motor 4 Tak di banjarmasin, yang semula di pengang motor 2 Tak Yamaha. Pemerintah Orde baru saat itu di tanya jawaban nya tidak tahu, paling hanya harga promosi, tidak hanya motor yang turun harga, Mobil juga, 2 Industri mobil besar Jepang Mitsubitshi dan Toyota juga banting harga, jadi jawaban nya rapat yang dulu di sumatera itu ternyata nya jadi kenyatan setelah pembangunan Jembantan Barito selesai. Tidak hanya itu Industri motor Jepang juga membangun Dealer hingga tingkat kecamatan di Kalimantan, dan dealer mobil nya hinga tingkat Kabupaten, dan pada tahun 1997 hingga awal 1998 maka terjadi ledakan pembelian motor Jepang oleh Ekonomi tingkat menengah ke bawah di Kalimanta, dan Industri rumahan di Banjar juga membeli mobil untuk melancarkan perdagangan nya, bahkan mobil bisa di kridit oleh Industri rumahan kelas menangah banjar, hasil nya ledakan pasar Industri Internasional Jepang terjadi, dan sengketa dengan pemerintah Orde Baru dengan masyarakat tidak terhelakan, yaitu sengketa penuntutan penurunan tarip pajak kenderaan bermotor kala itu, dan pada saat itu juga berlaku perdagangan motor gelap di banjar, yang di kenal dengan motor barang kapal, ini di seledupkan ke pedalaman Kalimantan oleh pihak yang tidak bertangung jawab. Melihat apa yang terjadi Amerika Serikat dengan Industri dagang yang kebabalasan tersebut, dari tahun 1998 tersebut di Jakarta mulai menyerang pemerintah Orde Baru tersebut, dan ini adalah awal dari keruntuhan Kekaisaran Soharto tersebut, banyak opini yang di tebarkan, yang utama bersangkutan dengan konflik Timor-Timor dan Aceh, tidak hanya itu Amerika Serikat dengan IMF mulai menyeret Indonesia kedalam hutang luar negeri yang begitu mengerikan, Krisis monenter sudah mulai di rasakan, Inflasi sudah bisa dilihat dipasar Industri dan Saham Jakarta dan berjalan ke daerah kusus nya ke Banjarmasin, ke panikan pun mulai lagi terjadi di banjar dan Sumatera.
15 April 1998 Persatuan dagang Asean yang di ketuai Amerika Serikat mengadakan rapat di Malasyia, dalam angeda membahas kekawatiran pasar bebas akan merebak Cina akan mengambil ke untungan dari itu, dan penyeludupan akan meningkat tajam, jika krisi ini akan terjadi, banyak Industri dagang asia tengara akan menjerit. Namun meski apa pun yang terjadi di Kanca Internasional dan keributan Jakarta, Banjarmasin masih maju dengan Era baru nya setelah selesai nya pembangunan Jembantan Barito, Amerika Serikat sendiri tahun 1998 mulai membangun Industri Teknologi Telekomonikasi nya di Banjarmasin melalui Industri BUMN Indonesia Telkom dan Pos Indonesia, dan era ini mengawali era yang di masa depan jadi era Internet dan Phonsel pintar. Tidak hanya itu Industri TV Swasta Jakarta pun pada tahun 1998 membangun Industri nya di Banjarmasin, dan mereka juga bersama Industri BUMN pemerintah yang tergabung dengan Amerika Serikat ini membangun menara-menara pemancar agar stasiun chanel mereka bisa di tangkap di Kalimantan, dan Era ini mengawali kehancuran TV Kabel berbayar, dan prabola mulai mendomenasi pasar, tapi di perkota ANETA UHF/VHF sudah bisa jadi alternativ, bisa menangkap siara RCTI, SCTV dan TVRI nasional, Keberanan radio sudah benar-benar hampir di geser oleh televisi yang murah oleh Jepang Industri. Motorola dan Semen mulai membuka kantor cabang nya di Banjarmasin, dan sudah memasarkan Telpon rumah pada ere ini di Banjarmasin.
Peningkatan yang bengitu pesat ini juga pada akhir nya membawa penuntutan masyarakat pada pemerintah dengan pembangunan sarana pendidikan tingkat sarjana di Banjarmasin di perbanyak, karena serjana sekarang tidak hanya di butuhkan oleh intasi pemerintah sendiri, tapi sudah masuk skala Industri, Dan Imigrasi yang besar dari Jawa pun terjadi pada pase ini, karena di Banjarmasin banyak di butuhkan tenaga kerja langsung kerja non terening, terlebih PT Adaro di Tabalong yang membuntuhkan operator alat berat dan Supir, maka dari itu Industri pendidikan Swasta Jakarta melalui BUMN pemerintah menancapkan sekolah banyak swasta di Banjarmasin dan daerah Kalimantan, Perpustakan swasta pun di buka juga, di ikuti oleh rumah sakit swasta di berlakukan.
Sekali lagi walau pun Indonesia menghadapi krisi pada Era ini di Banjarmasin sudah mulai terasa ini, Cuma aneh nya pasar Internasional selalu mengalami peningkatan, Amerika juga memperbesar penjualan komputer nya, meski relatip rendah, tapi mereka tetap saja, begitu juga pesawat telegram nya. Sedangkan Industri tenknologi Jepang bersama Cina, di Banjarmasin di akhir tahun 1998 ini mereka mulai menjual VCD murah, untuk mengantikan laser disk dan yang lain, teknologi cakram optik Jepang ini pertama di tentang Amerika Serikat di Banjarmasin, namun nass bagi Amerika Serikat ini kalah dengan Jepang yang di dukung KDA Sumatera dalam penjualan VCD Murah ini, bahkan Jepang dengan Konami nya mulai menghacurkan SEGA, dan memulai era baru teknologi GAME baru dengan kaset CAKRAM OPTIK pertama, yang akhir nya di lanjutkan oleh PS 1 oleh Sony di tahun 1999.
Dan setelah jatuh Orde Baru 1998, yang juga sekerang ini pemerintah masih di penggang nya memalalu wakil nya Habiebi ini, di Banjarmasin sudah tahun 1999 ini sudah terlihat sedikit perpecahan Perdagangan nya, yang mana pada di awali dengan di kumpulkan nya Ormas Dagang dari sekala lokal sampai Internasional oleh UDB yang di ketuai oleh Sumantri Nusation dari KDA Sumatera, yang coba membendung krisi moneter di Daerah Indonesia, bahkan kala itu bensin sudah naik dengan harga Rp 2000 ribu, dan sudah 4 kali mengalami kenaikan dari harga Rp 600 ratus, namun rapat itu belum menyatakan akan melawan pemerintah dari kubu UDB tersebut, namun perlawanan kecil sudah di pelihatkan nya pada pemerintah Indonesia yang menjelang era Repormasi tersebut.
Kirubutan di Jakarta menjelang Repormasi ini masih tidak berdampak besar di Banjarmasin dalam skala Ekonomi nya, dan Amerika Serikat pada tahun 1999 ini yang melirik pasar musik Banjarmasin, peningkatan pasar musik Industri banjarmasin ini sebenar nya di dobrak akibat dari diberlakukan oleh Jepang penjualan VCD murah, yang mengesir kaset Tevep biasa, orang jualan VCD ramai di pasar kaki lima, dan juga Industri dapur rekaman Banjarmasin pada tahun 1999 ini mencapai puncak nya, ya itu mampu merambah tingkat Internasional, mengalahi Industri musik Rock Jakarta, yang mana ini jasa dari sebuah grop Band yang bernama Pawer Metal, yang mana Band ini sebenar nya sudahg mengawali karet nya dari tahun 1990 yang memulai debut nya di Festival Rock Drjarum Super tersebut, dan mendapat rekaman pertama di Banjarmasin, dan di teruskan ke Jakarta, hingga go Internasional, menyaingi SLANK, Bomerang dan Jambrut dari Jakarta. Dan pada era ini juga sereng di adakan nya konser musik Rock besar di Banjarmasin, maka dari itu panggung besar di butuhkan, dan pada saat itu jika ada konser besar, maka panggung di datangan dari jakarta ini repot, dan atas dasar itu Billboar musik Industri Amerika Serikat bersama Industri musik lokal berbagung membangun Industri nya, dan membuka penjualan Gitar Gipson Lees Paul dan Fender standar Amerika Serikat, serta lengkap dengan penyewan panggung nya, tidak hanya itu Industri Amerika Serikat ini juga mulai merambah Industri dunia hiburan Banjarmasin, dan mulai membuka Diskotik, dan kesultanan Banjarmasin yang berbasis Islam menentang ini. Industri musik Amerika Serikat ini juga bersekongkol dengan Industri rokok dari Jawa dalam lobi Iklan nya, yang mampu meningkatkan penjualan rokok di Kalimantan dalam sekala yang belum pernah terjadi sebelum nya.
Pada era ini juga banyak kalangan menilai dan mengatakan ini adalah di mulainya Kapitalis media Industri pasar Amerika Serikat berbasis budaya yang merusak asas moral Banjarmasin, tapi perebutan pasar musik lokal go Intenasional tersebut, namun hanya musik Dagdut yang berbudaya Jawa saja yang kurang pasar musik nya, kecuali Rhoma Irama yang tetap eksis, dan pasar musik Malasyia yang mulai menurun omset nya di pukul Billboar nya Amerika tersebut, namun di Banjar musik dangut khas banjar malah bersatu padu dengan Billboart tersebut, dan merekam banyak musik dangdut hingga tembus menjual ke semenanjung Melayu, dan konfrotasi Cina besama Industri Jepang untuk melawan Billboart yang justru bukan perang dengan Billboart, malah perang dengan Holltywood, dan Bioskop, Cina dan Jepang menjual VCD flim bajakan di Banjarmasin, ini benar-benar sudah gila, Industri Hiburan Amerika Serikat yang rugi terpaksa menganding pemerintah Jakarta yang runtuh untuk melakukan penumpasan pembajakan tersebut, razia pun di gelar, namun apa daya semua nya nihil total.
Dan pada tahun 1999 ini juga Kanada juga mulai melirik pasar musik Internasional banjar, mereka teropsisi oleh kesuksesan Billboart Amerika Serikat tersebut, dan Kamis 29 Agustus 1999 Industri musik Kanada Arista recodr datang bertemu UDB di banjar, pertemuan dalam agenda kerja sama pasar musik dan Fashion tersebut, yang pada akhir nya menyeret Jepang Industri dalam pembangunan Industri musik ini, Arista record menganding Yamaha gitar dan Ebanet nya Jepang, dan mereka melakukan penjualan Gitar Yamaha dan Ebanet yang sukses di Banjar, bahkan mengalahkan Amerika Serikat dengan Billboart nya, dan tahun 1999 ini di mulai nya era Ibanez Jepang Kanada di Banjarmasin, Arista Record juga banyak mengadakan fistival musik lokal untuk mendobrak penjualan yang sukses, hinga mendirikan Industri baru mereka di masa depan nya, Ya itu media kantor berita Kanada Banjarmasin.
Hari rabu 1 September 1999 beberapa kelompok pro Amerika Serikat mengadakan pertemuan di Sumatera, pertemuan ini adalah rencanan menghancurkan KDA, yang mana Amerika Serikat telah gagal menyeret KDA kedalam krisi di Asia tengara, karena KDA punya banyak cadangan emas di Kalimantan kusus nya di Martapura Banjarmasin, bahkan KDA sendiri sudah lebih dari 10 sudah melakukan perdagang Internasional di banjar dan Indonesia, tidak mau di bayar dengan mata uang dolar, atau mata uang mana pun, dan menolak di bayar melalui Bank tranfer, mereka KDA menerima bayar hanya dengan emas, atau barang jadi saja, ini rahasia utama nya mereka tidak bisa iflansi dan di jajah, pihak WTO dan Organisasi dagang dunia tidak bisa memboekoat atau menghukum mereka dengan cara pembekuan akset, karena mereka tidak punya aset, tapi mereka punya emas, Intan, berlian dan barang dagang saja, dan rencanan utama tersebut untuk mendorong pemerintah Jakarta yang runtuh untuk menumpas pertambangan emas di Kalimantan, mereka menduga banyak tambang emas elegal itu adalah milik KDA dan para sekutu nya, jadi jika di tutup pemerintah Jakarta maka mereka merasakan dampak dari krisis buatan Amerika tersebut, untuk menangapi hal tersebut Sumatri Nusation ketuai KDA Sumatera sudah siapa, bahkan mereka mengejek WTO dan lain nya. Pada akhir tahun 1999 awal tahun 2000 ini, Amerika Serikat kembali ingin menerusi rencanan nya membuka bisnis hiburan di Banjar, karena pasar hiburan di banjar ini sangat menyakinkan mereka akan kesusesan datang, dan ini adalah awal kekacauan, yang mana para Mafia banjar yang bersekongkol ini sacara tanpa ijin membuka diskotik SSS/ SIANG SAMPAI SUBUH di Anjir, di pingiran kota banjar tersebut, yang mana Industri hiburan ini menghidupkan kembali perdagangan opiom banjar dan Narkoba, memasuka minuman keras tanpa bantas, seperti Jack Daniel, Black Label dan yang lain nya, ini sukses maka para mafia lain mulai ikut juga membangun diksotik nya di antara jembantan Barito, yang berujung meningkat nya pelacuran rumah border dan lain nya, hinga ke penjualan senjata api gelap, dan lain nya, membuat geram ormas Islam, yang mana ormas ini menyerang tanpa pemberitahuan dulu, dan menyalahkan pemerintah dalam memberikan Injin Industri hiburan ini, dan telah memasuk budaya jahaliah ke Banjarmasin, menurunkan moral pemuda banjar, dan atas dasar ini Pemerintah daerah berpihak pada Ormas Islam, dan menutup Industri Hiburan Amerika tersebut. Tidak hanya itu kekacaun pasar Internasional yang terjadi, dan sekarang sudah merambah ke Perdagan Internasional kayu ulin Kalimantan yang berpusat di Banjarmasin itu, yang mana beberapa kelompok di Banjar meminta pemerintah untuk segera menghentikan perdagangan kayu ulin tersebut, dengan alasan perusakan alam, dan kayu ulin sudah mulai langka, memang pertama pemerintah menolak nya, dengan dalil jika di hentikan penganguran akan merebak, karena Industri salah satu penompang ekonomi daerah, dan juga memberikan pajak yang sangat besar, dan pemerintah akan menekan Industri tersebut untuk melakukan penanaman ulang kayu ulin, namun kelompok tesebut memaksa pemerintah untuk menekan nya segera mungkin tanpa banyak alasan, karena jika dibiarkan maka alam akan hancur, dan atas dasar itu pemerintah malah menuduhkan bahwa kelompok tersebut adalah konfrontasi untuk menjatuhkan perdangan banjar, yang berujung konflik antar kubu tersebut, dan yang ada Industri menaikan harga kayu ulin tersebut dengan alasan bahwa di hutan Kalimantan sekarang banyak kelompok bersenjata anti pemerintah, yang kerap mengadakan kontak senjata atau membubakan kegiatan penebangan pohon tersebut, dan ini adalah sesuatu masalah yang tidak jelas ujung pangkal nya, yang pasti kami sepakat dengan pemerintah ini adalah konfrontasi meski pemerintah itu terlibat dalam konfrontasi tersebut.
Di kota banjar pada akhir tahun 1999 ini Industri teknologi kembali perang dagang, yang mana di awali dari 16 desember 1999 yang mana Industri lokal banjar yang bekerja sama dengan Korea Selatan mengeluarkan Antena TV model baru, yang mana Antena ini adalah antena yang punya kemampuan besar daya tangkap sinyal nya, dan harga nya murah sekali dapat terjangkau, dan Antena ini adalah benar-benar mengakahiri era nya Prabola di Banjar dan sekitar nya, buat apa beli parabola jika pakai antena saja sudah mampu menangkap siaran TV dengan banyak Chanel, Industri parabola menuduh ini pembajakan dan harus segara di hentikan, namun nihil apa daya masyarakat menginginkan antena mau apa lagi sudah, Industri TV Kabel gulung tikar di ahkir tahun 1999 ini, dan merubah peta para media Industri, dulu Penonton yang mencari media Industri TV untuk melihat siaran nya, dan sekarang Industri media TV yang mencari Penontonnya dengan banyak cara, karena Industri media bukan lagi tempat mencari Imformasi, melainkan Kapitalis Iklan, TV mana yang punya banyak penonton maka Job Iklan akan datang, dan bayaran akan mahal, karena Iklan sukses memasyarakat, media koran juga sama, radio juga sama, jadi perlu di garis bawahi, Tahun 1999 ahkir adala akhir dari TV Kabel dan parabola, dan berubah nya alur Industri media dalam pasar nya secara menyeluruh, ini juga akibat dari memebesar kota Banjarmasin, persaingan Industri dalam pasar, baik skala lokal maupun Internasional.
Dan menjalang pertengahan tahun 2000 Industri dan pasar lokal banjar, yang kusus nya memasuk bahan pangan atau bahan pokok kebutuhan sehari-hari, kuhsus nya beras dan hewan ternak banjar, benar-benar lumpuh tak berdaya lagi dalam menangani lobi pasar banjar yang besar, dan krisis pangan yang terjadi ini sebenar nya sudah terjadi ketika KDA Sumatera mendirikan Industri kuliner di banjar, namun hanya saja pada pertengahan tahun 2000 ini saja puncak nya terjadi, hampir berminggu-minggu pasar lokal banja yang memasuk beras dan hewan ternak kosong total, tepat nya di mulai Kamis 9 November 2000. Dan atas dasar pristiwa ini terjadi maka Banjar ke hilangan gelar nya di dunia Internasional, yang mana dulu pasar lokal banjar mampu mengexsports Beras dan Hewan ternak ke dunia Internasional. Atas kejadian ini juga pemerintah daerah dan pusat mengadakan pertemuan nya di Jakarta 25 Nopember 2000 untuk membahas krisis tersebut, yang mana krisi panggan tersebut terjadi bukan karena faktor alam, melainkan pertumbuhan dan perkembangan kota banjar tersebut, dan banyak Imingran luar negeri dan dalam negeri yang ada di banjar, serta menjamur nya Industri Kuliner banjar yang mana meningkat nya Industri kuniler banjar ini juga di sebabkan dari peningkatan Industri wisata banjar, serta Industri skala besar banjar butuh ketring untuk pegawai nya. Dan sebab utama nya krisi pangan di banjar pada pertengahan tahun 2000 ini adalah Orang Banjar pribumi sudah lupa dengan diri nya sendiri, yang mana pada era Kesultanan Banjarmasin mereka adalah petani dan pertenak ulung, yang mana akibat dari hebat nya penduduk banjar ini bertani mampu mendangkan bangsa Eropa ke Banjar, dan profesi petani era kesultanan banjar bukan profesi memalukan, dan sedangkan pada tahun 2000 ini penduduk Banjar yang super moderen ini malu bertani, jadi juga bukan karena kurang nya lahan akibat membesar nya kota banjar yang merapat gedung, karena bumi Kalimantan sangat luas, dari tahun 2000 ini penduduk Kalimantan profesisi pengusaha dan dinas pemerintah baik skala kecil atau pun besar, profesis petani di padang memalukan, apa lagi oleh pemuda Banjar, dan membesar nya perdangan Internasional juga faktor pendorong penduduk banjar lebih suka membeli dari pada bertani beras sendiri. Maka juga keputusan pemerintah Jakarta keluar untuk banjar, tidak ada jalan lain lagi untuk menangani krisis pangan ini, kecuali melobi pasar Internasional dalam Imfor beras dan yang lain nya untuk banjar, dan oleh sebab itu maka Industri dagang Internasional di banjar ribut lagi berebut pasar untuk memasuk beras dan hewan ternak, dan Vetnam dan Thailand hingga Malasyia melakukan perang dagang di atara mereka, yang pada akhir nya di menangkan Vetnam, dan Vetnam pun akhir nya memasuk beras ke banjar dengan kerja sama Industri BUMN Pemerintah ya itu Bolog. Dan dari tahun 2000 ini juga di garis bawahi, tergantung nya pasar beras ini terhadap Imfor Vetnam, dan oleh sebab itu juga Vetnam mendirikan Kantor cabang nya di Banjar, dan coba merakul kaum pribumi untuk membukan lahan pertanian baru di Kalimantan, karena juga menurut Vetnam, lahan yang ada di Vetnam kurang memadai dengan kebutuhan diri sendiri hingga orang lain, dan juga faktor ongkos kirim, Industri pertanian boneka Vetnam pun terlahir di banjar pada tahun 2001 awal, dan juga Industri Boneka Vetnam atas nama lokal ini berkonflik akibat masalah sengketa lahan dengan penduduk Kalimantan hingga sekarang ini, tapi apa pun yang terjadi, Vetnam sudah menolong krisis panggan banjar, dan menghidari kelaparan masal, dan Industri boneka ini juga bisa di andalkan memasuk beras ke daerah lain luar Kalimantan, dan meningkatkan moderenisasi Industri pertanian Banjar. Meskipun Industri pertanian lokal Banjar runtuh, tapi Pasar Internasional dalam pasar teknologi di banjar selalu ada lobi konsumen nya, dan tepat hari minggu 11 febuari 2001 Industri Teknologi Amerika Serikat yang bekerja sama dengan Industri BUMN Telkom Indonesia cabang banjar ini memberitahukan pembangunan menara pemancar baru mereka sudah selesai, dan mereka mengebom pasar International teknologi banjar dengan Produk Ponsel baru mereka yaitu Motorola, yang mana penjualan sukses terjadi, dan kejadian ini memacing banyak Industri teknologi dunia berdatangan ke Banjarmasin untuk melihat bagai mana pasar teknologi tersebut, hingga terjadi pertemuan pasar Internasional Eropa dan Asia pada senin 10 juni 2001 di Banjar, yang membawa perang dagang tersebut, dan melibatkan kembali Industri BUMN Pemerintah Indonesia, Indonsat, yang mana Industri operator Asia tengara juga ikut campur dalam lobi pasar tersebut, yang di buat 2 kubu, kubu 1 Telkom dengan Industri Amerika, Kubu 2 Indosat di ganding oleh Industri Eropa dan Asia, pertemuan itu juga pada akhir tidak mendapatkan keputusan apa-apa kecuali perang dan perang. Di Asean juga pada dekade tahun 2001 ini di kejutkan dengan kempanye peduli lingkungan, yang mana kampanye ini mengakhiri era motor 2 TAK Japang, yang mana kampanye ini mengedepankan motor 4 Tak, yang di angap ramah lingkungan, dan di Banjar, kampanye ini di mulai Jum’at 15 Agustus 2001, kampanye ini telak memukul Perdagangan Internasional Industri motor Yamaha dan Suzuki Jepang, yang mana Yamaha dan Suzuki pada dekadi tersebut unggul dengan Produk F1 Full Clut 2 Tak Yamaha, dan Satria 125 cc 2 Tak Suzuki, baru belakangan nya Kawasaki juga kena akibat motor produksi nya juga 2 tak, dan perdangan di menangkan Honda dengan produk 4 tak nya, dan dari akhir tahun 2001 ke awal 2002, harga motor Yamaha dan Suzuki nurun terjun bebas dan terhempas ke tanah begitu keras, namun kejadian tersebut Yamaha, Suzuki hanya mengelus dada dan bersabar untuk memulai perang dagang baru. Pada tahun 2002 ini Industri teknologi Amerika Serikat di Banjar, akan di kroyok Industri asia dan eropa dalam lobi pasar Phonsel gengam. Dan pada tahun 2002 ini lah juga pasar lokal dan International Banjarmasin mulai merasakan krisi moneter yang berlarut runtuh nya pemerintah Orde Baru, di mana juga Indonesia mengalami Imflansi, yang menurunkan daya beli Industri terhadap bahan mentah pasar lokal banjar, Imflansi ini di akibatkan oleh pemerintah jakarta tidak bertangun jawab mencetak uang Rupiah tersebut, yang mana mereka tidak menunaikan emas nya, sebagai bukti bahwa aset uang tersebut benar-benar nya ada, banyak uang baru tersebut juga di masyarakat yang pada akhir nya menurukan nila nya, contoh saja, ada sekelompok orang di pasar, yang sama memenga uang baru tersebut, yang mana salah seorang meminta jasa seseorang dengan cara di bayar, dan seseorang yang di minta menolak nya, akibat yang meminta hanya memberikan uang jasa Rp1000, buat apa uang segitu, saya juga punya kalau Rp1000 kata yang di minta, itulah ilustrasi gambaran nya pembaca dari dampak Pemerintah Jakarta yang mencetak uang tanpa menunaikan emas nya, dan memompa dengan deras ke masyarakat laus. Dan dampak lain dari Imflansi tersebut juga di Banjar, para organisasi dagang UDB memborong emas, dan era ini benar-benar ramai di banjar orang berburu emas, dan hasil nya harga emas di Martapura meningkat 20% 2 bulan setelah Imflansi terjadi, bahkan pihak perbankan juga melakukan transaksi jual beli emas, dan bahkan ada kelompok dagang lokal banjar menarapkan sesytem KDA, dan pasar International banjar melihat perburuan emas tersebut, lalu mengadakan pertemuan, yang pertemuan tersebut terjadi senin 12 Maret 2002 dalam agenda nya untuk mempertahankan harga emas dan anjuluk nya pasar mereka di banjar akibat menurun nya daya tukar masyarakat pada produk mereka, maka mereka melakukan kesepakatan untuk menangulangi kelangkan emas tersebut nanti nya, maka tambang emas di Kalimantan harus di bangun, ini juga di lakukan agar masyarakat yang kehilangan pekerjan nya akibat krisis bisa beralih profosi, dan juga dalam rencanan pemasaran Teknologi baru telekomonikasi, dan pada akhir nya semua sepakat, dan di bukalah Tambang emas yang banyak di Kalteng dan Kalsel, dan atas dasar itu pemerintah yang melihat juga lantas mendapat dorongan lain untuk terjun dalam masalah ini, yang berujung razia tambang emas dengan dalil Tambang emas elegal, yang mana pada akhir nya membawa konflik baru, dengan tuduhan terhadap pemerintah telah melakukan konfrontasi dengan penjahat untuk menaikan harga emas tersebut, karena dengan di bubarkan nya tambang emas tersebut otomatis emas akan langka, dan tidak hanya itu, kontak senjata antara preman tambang emas dengan polisi pun juga tidak terelakan, dan korban jatuh melemahkan pemerintah dalam razia tersebut, dan melakukan pending untuk menenangkan ke adaan yang jika di teruskan bisa terjadi pemberontakan. Dan di pertengahan tahun 2002 ini juga di mulai nya era Industri Asia dan Eropa dalam pasar banjar, mereka berhasil menyingkirkan Amerika Serikat, dengan dukungan masyarakat lewat media isu tragedi 11 september 2001, Pernyatan Amerika Serikat yang menuduh Islam teroris mengakibatkan Industri mereka di musuhi di banjar, karena masyarakat Banjar yang 100% beragama Islam tersebut tidak terima tuduhan tersebut, ini yang di maanfatkan Industri Teknologi Eropa dan Asia, yang mana Industri Phonsel Nokia Firlandia yang bekerjasama Jepang berhasil sukses menjual Nokia tersebut, bahkan pada fase tersebut Semen Mobli juga gulung tikar terhadap pasar nya di banjar yang di ribut nokia, namun setelah 3 bulan penjualan nya di Banjar, Nokia tersebut merasa perlu merombak penjualan tersebut, yang mana mereka dengan jepang sepakat untuk menurukan harga Pulsa yang mahal tersebut, yang di angap mereka yang mengahalangi ke suksesan mereka, dan atas dasar tersebut maka di adakan sebuah pertemuan Industri ini yang di pimpin oleh Jepang di Sumatera pada Sabtu 1 Juni 2002 di Sumatera, yang pertemuan ini juga mengajak kerjasama pihak operator selular dalam pasar, dan dalam pertemuan tersebut tenyata menemukan keberhasilan kesepakatan bersama, Operator selural mau bekerja sama untuk menurukan harga pulsa, yang mana dulu Vocher Pulsa hanya ada harga Rp 100 ribu, dan setelah pertemuan tersebut, maka operator selular juga menambah produk baru Vocher pulsa Rp 50 ribu, dan atas dasar itu Nokia kembali berhasil mempertahankan konsomen mereka di banjar, dan Operator selular juga menuai untuk akibat daya beli meningkat.
Tidak hanya Industri Asia dan Eropa yang menghajar Industri Amerika di Banjar, tetapi tetangga mereka sendiri Kanada dan Mexsico juga ikut membantu Jepang dan Iran menghajar Industri Amerika di Banjar, karena pada akhir tahun 2002 ini Pasar musik dan fashion banjar di rebut Kanada dan Iran, yang Industri musik Rock Kanada Arista Recordt bekerja sama dengan Yamaha Gitar Jepang, Ibanez, Musik Rock Iran, Fender Telecaster Maxsico, membom pasar musik Internasional banjar dengan Album Let Go Avril Lavigne, yang mana juga Avril Lavigne di ganding Amerika Serikat melakukan Tour Asia, namun pihak Kanada dan Iran berhasil merebut Avril Lavigne dari Amerika Serikat tersebut. Kanada dan Iran Persia mengading, Gabungan Musik Aceh Industri, dan pada minggu 8 Desember 2002 di Markas besar Aceh Musik di Banjar, Kanada dan Iran membukan penjualan Album Let Go tersebut dengan sarana promosi Konser Musik Rock Endergrons Metal Alternativ Rock, dan pada hari itu Kanada dan Iran berhasil menjual 500 keping CD Album Let Go, dan hari itu adalah hari bersejarah dalam kanca musik rock banjar, karena Konser musik tersebut benar-benar merubah arah pasar, yang dengan alasan ini lah Ibanez bergabung dengan Kanada, Karena Era gitar Ebanez berahir di rebut oleh Fender Telecaster Maxsico, yang kelat di masa depan di kenal dengan Nama Fender Telecaster Avril Lavigne, karena konser musik tersebut sudah menunjukan pada gitaris di banjar, Bahwa Fender Single Coil juga bisa di bawa dengan aliran metal, fender bukan gitar yang hanya di gunbakan untuk aliran musik Blues.
Dan setelah 2 minggu penjualan pihak Kanada dan Iran kebajiran omset, karena permintan pasar begitu besar, dan hasil nya terjadilah era Avril Lavigne di Banjarmasin dan Sumatera, yang mana radio dan TV juga di Banjar memuntar video clip tersebut, yang mendorong Kanada dan Iran mendirikan kantor nya, yang mana kantor tersebut di kenal dengan Kantor Berita Kanada Banjarmasin Industri Media berita dan Musik Rock, namun jelas, Era Avril Lavigne ini yang resmi terjadi adalah tahun 2003.
Dan awal tahun 2003, Pasar Internasional banjar masin mengadakan pertemuan, yang membicarakan dampak dari deman Avril Lavigne, yang di hadari oleh Industri Fashion ternama, seperti Adidas, Fila, Black Label, All Star Converse, Abey, dan Perancis Fashion, yang mana juga mereka sepakat membangun Industri nya di banjar, dan produksi Fashion Avril Lavigne, dan hasil nya, 70% wanita di banjar memakai Fashion Avril Lavigne, dan era ini bisa di pertahankan sampai tahun 2005.
Pada tahun 2003 ini pemerintah Indonesia sudah 100% berubah sesytem nya, dari Orde Baru ke pemerintah Repormasi, dan pemerintah baru ini mulai menarakan sesytem nya pada daerah-daerah yang sudah di angap nya bisa di Kontrol penuh, karena pada tahun 2003, 30% daerah Indonesia masih terjadi pemberontakan besar, yang kadang mengancam kedaulatan Indonesia itu sendiri, dan hampir semua pemberontakan di daerah Indonesia pada tahun 2003 ini terpengaruh GAM Aceh, yang mana juga Kalimantan juga masih memberontak pada tahun 2003, jadi pemerintah baru ini harus hati-hati kelompok Seperatis akan menyerang Jakarta jika di mungkinkan. Dan Rabu 3 Januari 2003 Pemerintah Jakarta melakukan lawatan nya ke Banjarmasin, dalam rangka pembangunan daerah dan kerjasama Industri, yang mana juga sebenar nya pertemuan tersebut adalah pembentukan Tim penyelidikan di banjar, Karena pemerintah Jakarta sudah tahu bahwa di Banjar terjadi perdangan bebas skala besar, yang mana pada sesytem, pemerintah Orde Baru tidak memperdulikan perdagan bebas banjar, asalkan pelakuk nya membayar pada Orde baru saja, gampang. Dan pertemuan Pemerintah Jakarta ini yang memulai banyak kelompok dagang baik lokal dan Internasional di banjar, yang resmi atau yang tidak resmi sudah mulai melakukan ke waspadan, bisa di katakan mereka sudah menyalakan lampu kuning nya, tapi apa pun yang terjadi, ke damain masih berlaku di banjar.
Pada awal tahun 2003 ini juga Yamaha Jepang Industri motor mulai lagi bangkit dari keterpurukan mereka, yang mana mereka banyak mengalami kerugian besar dalam dagang motor, Jepang sudah mulai mempromosikan motor produksi baru mereka, namun di banjar belum di jual, motor tersebut adalah Jupiter, dan ini mengawali ke suksesan jepang kembali di Banjar, dan sedangkan Kamis 23 Januari 2003 minyak kembali naik di banjar, dan ini sudah kenaikan harga yang ke 5 kali dari pasca krisis moneter, dan hal juga memukul kembali pasar Internasional di banjar, dan sedangkan pasar lokal pada waktu itu dengan sipihak menaikan harga jual mereka, dan akibat ini juga harga Karet dan Rotan di naikan Industri lokal banjar dengan alasan biaya kirim naik, dan sedangkan Industri lokal tidak menaikan harga beli mereka pada petani karet atau penjual rotan tersebut, dan bahkan konfrontasi terjadi, yang mana pihak lokal menimun karet mereka, jika di tanya alasan menungu banya baru dikirim, karena ongkos kirim mahal, yang ada karet langka, Industri pembuatan Ban Asing yang ada di banjar akhir nya menjer tidak bisa memasuk karet ke negara mereka, dan hasil nya Industri asing tersebut menuduh pemerintah dalam konfrontasi tersebut. Bahkan Malasyia juga pada saat itu ikut menaikan harga karet, yang pada akhir nya menui pro dan kontrak.
Senin 4 Maret 2003, Pemerintah Jakarta memulai memperbahurui pemerintah daerah banjar, dan mempromosikan undang-undang baru buatan mereka, dan Pemerintah Jakarta juga inggin memperbaiki hubungan pemerintah daerah dan pusat yang regang dari masa transisi pemerintah, hingga pemerintah Jakarta mulai lagi dari untuk melakukan pengelulan daerah, menghidupkan kembali apa yang sudah di bangun seperti Koperasi, kadin kamar dagang, dan lain, untuk menujang kemajuan, hinga pemerintah Jakarta juga mulai melakukan lobi-lobi pada pasar Internasional, yang alasan untuk menarik Investor asing masuk Indonesia, dan pembicara-pembicaran pembangunan Industri Tambang baru pun di adakan, hingga menambah produksi batu bara banjar Tabalong, penambahan sumur minyak Tabalong, serta perbaikan sarana umum.
Dan pada selasa 8 April 2003, Pemerintah Jakarta mengadakan pertemuan dengan seluruh kelompok dagang banjar, yang mana pertemuan ini di adakan untuk menjalin hubungan baik, dan bekerja sama dalam membangun daerah, Pemerintah Jakarta juga menghimbau pada Industri, untuk tepat bayar pajak mereka, dan promosi undang-undang dagang juga di dendangkan dalam pertemuan tersebut, Pemerintah juga meminta semua Industri untuk segera mengumpulkan arsip dokumen pajak dan ijin mereka, dan memberikan ampunan bagi Industri yang terlambat bayar pajak, memang perlu di akui pemerintah Jakarta saat itu tidaklah galak, dan para kelompok pun mau menuruti nya, namun di sisi lain kekawatiran sudah mulai di rasakan di banjar.
Minggu 1 Juni 2003 Mescape penerbangan Kanada memlalui Kantor Berita Kanada Banjarmasin, melakukan pembicaran dengan Iran dan Arab Sauadi, yang mana Kanada juga memaatkan ke untungan, mereka coba melobi kouta haji, dan mengambil alih Industri perjalan haji banjar, karena Amerika sudah kurang baik berhubungan dengan dunia Islam pasca tragedi 11 september 2001 tersebut, dan sedangkan banjar adalah orang terbanyak yang berangkat haji sesudah Aceh, dan Arab Suadi mau, namun sekarang Kanada harus melobi pemerintah Jakarta dan juga kementrian Agama RI, dan lobi berhasil di dapatkan, maka sekali Kanada membangun Industri nya lagi banjar. Pertemuan APEC di Banjar pada 25 Juli 2003 adalah sesuatu sia-sia, mereka yang coba ikut dalam pergulatan di banjar di tolak, yang sebenar nya alasan adalah APEC memenangkan Amerika Serikat. Dan pada tahun 2003 ini juga Pemerintah Jakarta dengan Pertamina di Banjar, memualai ingin mengantikan kompor minyak tanah, dengan kompor gas LPG atau alternativ yang lain nya, mereka juga coba melobi Industri pembuatan kompor untuk mencari Alternativ kompor baru, dan atas dasar ini pemerintah daerah melalui maklumat pemerintah Jakarta membentuk Tim untuk melakukan penelitian pengembangan kompor alternativ energi, yang di oleh Ormas Sumatera di universitas Lambung Mangkurat, dan yang ini pada akhir nya menjadi sebuah konflik pajang yang akan terjadsi di masa depan. Dan pada pertengahan tahun 2003 KDA Sumatera mengadakan pertemuan dengan seluruh kelompok dagang banjar, pertemuan tersebut sangat rahasia sekali, yang mana kabar berhembus mereka akan melakukan perlawan terhadap pemerintah Jakarta yang sudah di angap bahaya, dan pertemuan tersebut selalu menjadi Pro dan Kontrak, ada kabar burung juga yang mengabarkan bahwa pertemuan tersebut, pengumpulan dana KDA untuk GAM Aceh membeli persanjatan, tapi siapa yang tahu apa yang mereka bahas saat itu, namun pada kenyatan nya terlihat secara nyata hubungan mereka dengan pemerintah Jakarta baik-baik saja.
Nokia dengan Jepang pada Nopember 2003 kembali membom pasar Teknologi banjar, dan bersama operator selular juga mengeluarkan Produk baru mereka Vocher pulsa Rp 25 ribu, Nokia dengan Phonsel seri 666 dan MG jadi tren di Banjar, harga nya pun bisa di katakan mahal, namun penjualan tetap sukses terjadi. Dan pada Desember 2003 Pasar Internasional banjar melakukan rencana menambah produksi batu bara, dan pertemuan pemerintah daerah dengan Industri, yang mana rencanan ini ingin membuka kembali Tambang Batu bara bekas Belanda yang di bakar ludes oleh Pangeran Antasari di Pangaron Rantau, namun pemerintah daerah belum memberikan sinyal untuk menberikan ijin nya pada Industri, kalau pemerintah Jakarta oke, alasan pemerintah daerah ini takut terjadi konflik, karena tambang belanda tersebut masih pro dan kontrak Kesultanan Banjarmasin.
Pada senin 13 Januari 2004 Persatuan Dayak banjar, bersama-sama Mahasiwa Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, mulai menuai masalah, konvoi mereka tiba-tiba ada dan bertolak ke Markas Besar Ormas Sumatera banjar tengah, dan meminta dukungan Ormas Sumatera dalam memerangi Industri Perdagangan kayu ulin dan satwa langka Internasional Banjarmasin, dan Ormas Sumatera mau, dan dari Markas besar Ormas Sumatera konvoi bertolak menuju pusat pemerintah banjar, dan berorasi, Pemerintah daerah dan Jakarta harus dengan segera menuntup Industri perdagangan Internasional tersebut, namu nihil pemerintah tidak merespon, maka mereka pun menuju pusat kantor Industri perdagangan kayu ulin tersebut dan berusaha menuntup nya, namun sial polisi datang coba membubarkan nya, dan mereka pun bertolak ke Kantor Berita Kanada Banjarmasin Aceh, untuk bertemu Avril Fans Fender Banjarmasin alias, GMA GABUNGAN MUSIK ACEH ROCK ALTERNATIV SEMENAJUNG MELAYU, untuk meminta dukungan, karena kelompok ini kelompok berpengaruh di dunia musik, dan mereka mampu mengarahkan pemuda banjar dengan control nya, dan terbukti perdagangan Kanada berhasil di banjar akibat kontrol kelompok ini, pertemuan terjadi Avril fans Fender merespon dan bersidia mendukung hal tersebut, dan atas dasar itu Kantor Berita Kanada Banjarmasin mengadakan kampanye besar masalah kerusakan alam, dan tidak tanggung Avril fans Fender mengelar konser musik Rock di depan kantor TVRI Banjarmasin untuk mengumpulkan pemuda banjar, dan mengarahkan kontrol nya pada pemuda agar menghacurkan Industri perdagang tersebut, hasil pro dan kontrak terjadi, pemerintah pusat dan daerah terdesak oleh mereka ini, namun uang dari perdagangan kayu ulin tersebut masih bisa membuat pemerintah tidak bertindak, hasil nya Avril fans Fender mengambil ke putusan si pihak, avril fans fender memerintahkan Ormas Sumatera yang di pimpin mantan Pasukan GAM Aceh menyerang Industri kayu ulin baik lokal dan go Internasional di pesisir sungai barito dan kapuas, Ormas Sumatera di bantu pasukan dayak menangkap penjarahan kayu dan membawanya ke Banjarmasin untuk di adili,dan atas dasar ini agar tidak terjadi korban jiwa, Pemerintah daerah dan Jakarta akhir nya menutup untuk selama nya Industri perdagagan kayu ulin internasional tersebut untuk, dan hanya memberikan ijin pada industri lokal untuk melakukan perdagang lokal saja, atau untuk kebutuhan kayu di Kalimantan saja, namun itu pun harus di lakukan secara bertangung jawab, dengan cara menanam ulang kayu ulin tersebut, dan atas dasar ini pun maka Kantor Berita Kanada Banjarmasin membentuk Tim bersama Industri dagang Internasionlan untuk melakukan penelitian dan mencari alternativ matrial bangun penganti kayu ulin, dan kelompok ini di masa depan yang di ganding Cina memproduksi Taso rangka baja penganti kayu ulin.
Pada tahun 2004 ini sunguh terlihat nyata sekali, pemerintah Daerah dan Jakarta sudah mulai kompak kembali bekerja sama, dan begitu dengan dengan berbagai kelompok masyarakat multi enis Banjarmasin tersebut, dan Perdagangan Internasional di banjar ini tahun 2004 selalu saja melibakan Pemerintah Jakarta, para Industri di banjar juga patuh dengan Undang-undang dan membayar pajak dengan semeski nya sesua ketentuan yang sudah di buat bersama dalam musyawara DPR Jakarta. Pemerintah Jakarta juga sudah mulai 80% kekuasan nya di Banjar sudah kembali lagi, dan pemerintah Jakarta juga menangani Industri lokal yang di upayakan nya untuk di gabungkan Industri Jakarta tersebut, dan mulai menitik pusatkan perdagangan Internasional ke bursaham Gabungan Jakarta.
Dan pada tahun 2004 ini juga masyarakat Banjarmasin ini sudah jadi masyarakat go Internasional, akibat tergabung dengan pendatang imigran Internasional di banjar sejak zaman Kesultanan Banjarmasin, dan atas dasar itu juga maka pasar hiburan dan entertaimen juga harus berskala Internasional, dan mengingat ke suksesan Amerika kemarin, maka Industri hiburan lokal banjar yang berkawaan Asing melobi nya dan mendirikan sebuah Diskotik berskala Internasional, yang mana diskotik ini benama Grean Banjarmasin, yang berjaya di era nya tahun 2004 ini, yang mana diskotik Grean ini menjadi diskotik termegah yang pernah ada di banjar, dan diskotik ini juga meningkatkan pendatang wisata malam ke Banjar, yang mana wisata ini benar-benar go Internasional, meski Banjra pusat Islam Kalimantan, dan kesuksesan Grean ini di masa depan akan direbut oleh HBI, Hotel Banjarmasin Internasional. Satu hal lagi yang membuat bangga pada tahun 2004 ini, yang mana Industri Teh Banjar Gunung Satria berhasil melobi Pasar Internasional Banjarmasin, yang mana Teh Gunung Satria di Exsports ke berbagai negara Asia dan Eropa, begitu juga di ikuti oleh meningkat nya pasar ternak banjar yang pernah Jatuh kemarin, yang mana Industri pertenakan bebek Alabio Amuntai Hulu Sungai Selatan Banjarmasin juga berhasil melobi pasar Internasional, yang mana bebek dan telor yang bermutu tinggi ini di Exspotr ke Eropa, dan Asia kecil dan semenajung Amerika Latin. Keberhasilan ini juga menjadi semangat baru untuk memompa pasar pertanian banjar yang anjuluk tersebut, meski juga masih tidak bisa bangkit dari keterpurukan, tapi paling tidak bisa lah sudah berdaya mengisi pasar pertanian lokal banjar sendiri, yang semakin hari, kebutuhan pasar bahan pokok banjar ini selalu meningkat tajam dari akibat bertambah nya orang yang melancong ke bajar ini.
Rabu 20 Oktober 2004, Pasar Internasional Banjarmasin yang bergerak di pasar tambang kembali di lobi, yang mana pihak Industri Asing ini meminta Banjar untuk menambah produksi batu bara nya lagi, bahkan Cina sangat mendesak agar pasar Internasional banjar ini bisa mengexports batu bara nya ke Cina untuk kebutuhan PLTU Cina, namun lobi pasar ini masih di pertimbangkan bersama, baik masyarakat, pemerintah daerah, pemerintah Jakarta dan Ormas-Ormas, karena akibat hal tersebut konflik bisa terjadi, jadi dalam pernyatan nya pemerintah daerah Banjarmasin dalam koran Banjarmasin Pos mengatakan Industri batu bara baik lokal atau asing harus bersabar dalam lobi Pasar Internasional yang begitu nmengiyurkan tersebut. Dan pada akhir tahun 2004, 24 Desember ini perdangan Internasional Banjarmasin tergangun dan hampir jatuh, karena akibat dari Aceh dan Sumatera di hantam gempa sunami dahsyat sekali, bahkan saking dahsyat nya hampir satu bulan penuh perdangan Internasionl ASEAN di selat malaka juga tergangu, banyak kapal yang tidak berani belayar jalan darat juga rusak parah di sumatera, padahal selat malaka ini pintu gerbang perdagaan Internasional Asean. Dan akibat dari gempa Sunami tersebut KDA Sumatera jatuh total, bahkan hampir saja gulung tikar dalam Perdagang Internasional, karena banyak nya kerugian matrial yang di tanggung KDA serta pemerintah daerah di Sumatera dan Aceh, dan KDA Sumatera sendiri setelah terjadi Sunami tersebut benar-benar vakum berdagang baik secara Internasional atau pun lokal, dan karena banyak nya kantor-kantor dagang kelompok mereka hancur, bahkan pengawai mereka pun hilang entah kemana, arsip-arsip dukumen mereka hancur dan hilang, dan beruntung mereka tidak kehilangan emas yang mereka miliki di brangkas nya, jika saja menaru uang di Bank, mungkin data uang tersebut juga ikut hanyut dan hilang oleh sunami tersebu. Vakum nya KDA ini sangat berdampak pada perdangan Internasional Banjarmasin, karena banyak bangsawan usahawan dagang Internasional banjar ini bergabung dengang KDA, dan pasar Internasional pun di Asean menjerit kurang nya pasukan bahan mentah, baik itu Karet dan yang lain nya, karena hanya beberapa daerah saja lagi di semenajung melayu yang bisa memasuk pasar Internasional tersebut. Dan atas dasar kejadian tersebut juga bisa membuat pemerintah Jakarta legah, karena GAM Aceh lumpuh akibat kena sunami ini, dan kontrol daerah 100% bisa di dapatkan nya, meski dalam dunia sebanar nya tidak lah 100% pasti kontrol tersebut, akibat juga banyak dari para suadagar sumatera yang kaya kembali ke pangkuan ibu pertiwi untuk saling bantu sesama saudara, dan pemerintah Indonesia juga membukan Aceh sepenuh nya untuk dunia Internasional, karena sebelum Sunami terjadi Aceh adalah daerah Operasi Militer, konflik GAM Aceh, dan GAM juga lah yang selalu memperkuat perdangan Aceh secara Internasional tanpa lobi pemerintah Jakarta, bahkan KDA Sumatera sendiri juga di lindungi GAM, dan maka dari itu KDA ini kurang baik berhubungan dengan Pemerintah Jakarta tersebut, dan daerah Banjarmasin yang ada basis KDA juga akan di tuduh sarang nya GAM Aceh, Bahkan banyak bantuan banjar ke Aceh saat Sunami juga di curigai pemerintah Jakarta mendanai GAM, alias pembelian senjata baru lagi pasca Sunami. Setelah 2 hari di buka nya Aceh oleh pemerintah Indonesia, dunia Internasional pun berdatangan untuk membantu, dan relawan berbagai kelompok Internasional pun berdatangan silih berganti mengevakuasi mayat yang berhamburan di tengah kerusakan tersebut, India, Cina, Amerika Serikat, Rusia, Kanada, Jepang, Malasyia, Australia, Thailand, Malasyia, Brunai, Timor Lesti Singapura, Pakistan, Arab Suadi, Turky Usmani, Iran Persia, Mesir dan Ingris, dan banyak lagi yang lain datang membantu Aceh Sumatera dalam bencana, dan kami ucapakan terima kasih untuk suadara yang sudah peduli dan menolong Aceh Sumatera saat bencana, dan tuhan akan membalas semua kebaikan suadara-suadara yang sudah membatu Aceh dan Sumatera.
Dan atas dorong dunia Internasional ini jugalah pada akhir pemerintah Indonesia dan GAM Aceh melakukan genjatan senjata untuk memulikan diri nya, dunia Internasional mendukung besar perdamain akan tercapai, dan tidak panjang lebar, Pemerintah Indonesia dan GAM Sepakat berdamai, dengan yang di kenal perjanjian Helisky di Swies Eropa, pada 05 Agustus tahun 2005, Aceh merdeka dalam bingkai NKRI, yang mana pada inti nya Pemerintah Indonesia benar-benar memberikan hak Otonomi daerah yang di tuntut rakyat Aceh dari mulai nya kemerdekan republik Indonesia sendiri, yang mana sudah jelas bagai mana seorang letkol Batalion Seluah Jantan Aceh Hasan Saleh dan Ayah Gani menulis buku nya, benang merah konflik Aceh, yang akan terus berkobar sebelum otonomi daerah tersebut di berikan, memang Aceh tidak jadi membangun negara sendiri, tapi paling tidak Aceh mendapat stetatus daerah Istemewa, layak nya Yogyakata, dan begitu lah Hasan Saleh saat bicara dengan Jendral besar Indonesia Hasan Nusation, dan atas kejadian itu, maka sesytem perdangan Internasional di Sumatera Aceh beralih baru lagi, dengan kerja sama pemerintah Jakarta 100%, dan juga begitu juga perdagangan di banjar, yang mana kelompok yang anti pemerintah kini kembali, karena induk nya kembali, kekuasan 100% Jakarta yang melarang daerah berhubungan dunia Internasional secara langsung pulih kembali, dan mengawali hal baru kembali. 

Perdagangan Internasional Banjarmasin 
A.   Perdagangan Internasional Banjarmasin Setelah Sunami Aceh

Gambar bungkar muat barang di Pelabuhan Tri Sakti Banjarmasin

Memang jika orang yang tidak tahu perdagang Internasional Banjarmasin pasca sunami Aceh Sumatera menilai nya tidak ada hubungan nya sama sekali, paling jika ada dampak nya kecil juga, hanya masalah pengiriman barang yang tergangu di selat malaka, dampak nya yang sebanar nya perdagangan Internasional Banjarmasin adalah kehilangan kawan nya, dan juga banyak nya kaitan nya dengan banyak Industri di semenajung melayu, Malasyia Sumatera Singapura, banyak juga suadagar Sumatera Aceh menanam saham nya di banjar, bahkan atas dasar KDA Sumatera sendiri lah banyak Industri lokal bertahan, akibat kompak nya sesytem dagang mereka yang sudah dari dulu tidak mau menerima uang, transfer dan lain nya, mereka hanya menerima bayaran emas, barang jadi, teknologi, dan jasa saja dalam lobi pasar mereka. Dan sekarang para elet dagang banjar sendirian di pasar Internasional, paling ada kawan dari pasar saham bursa efek Internasional Jakarta, yang mana kelompok ini sunguh berbeda padangan nya, dengan kebanyakan elet dagang banjar, di kantor bursa saham Jakarta kebanykan proyek jual beli di tangani pemerintah Jakarta, yang mana elet politik yang menjadi kan lobi-lobi lalu akan memenangkan pihak yang kuat yang memberikan mereka uang, sebut saja Amerika Serikat. Memang sebelum sunami Aceh, hubungan atara elet dagang Internasional banjar dengan pemerintah Jakarta, dan pemerintah Jakarta mendorong nya kerjasama tersebut, dan setelah terjadi sunami kontrol pemerintah jakarta tersebut menguat nya kembali, baik di Sumatera dan Banjar sendiri, yang mana larangan hubungan daerah dengan dunia luar itu harus melalui pemerintah Jakarta, dan apa kepentingan Internasional tersebut harus ke Jakarta, dan ini lah sebenar nya biang konflik antara pemerintah Jakarta dengan elet dagang dan Industri di daerah, bukan hanya di pihak daerah yang memandang mering pemerintah Jakarta tersebut, tapi pihak asing juga, yang merasa di repotkan urusan mereka di daerah Indonesia harus bulak balik Jakarta dengan penuh kerumitan itu.
Dan pada pertengahan tahun 2005 ini, yang mana sebenar nya Indonesia dalam krisi moneter, Sunami Aceh juga memparah nya, yang mana Banjarmasin pasar lokal nya saja sudah tidak bisa lagi dalam memasuk beras terbut, di tambah derita seluruh sawah-sawah di Aceh Sumatera ludes, maka pasukan beras pun dikirim ke sana, memang di Jawa ada sawah, tapi Jawa dan Jakarta juga banyak penmduduk nya bagai mana mengirim ke Banjarmasin, Sumatera, sedangkan Di Indonesia timor berbeda makanan pokok nya, baik dari kepuluan sulawesi, dan seterus nya mereka memakan bahan poko jenis sagu dan jagu saja, atas dasar ini Vetnam di pasar Internasional di banjarmasin urusan masalah beras ini pun juga ke babasan, yang mana juga tidak bisa mencukupi permintan pemerintah Indonesia, dan atas dasar ini pada Sabtu 1 Oktober 2005 harga beras naik 10 % di pasar banjar, bukan hanya beras yang naik, BMM juga naik harga, yang mana ini adalah konfrotasi pemerintah dengan pertamina yang pada akhir nya membawa petaka saja di Kalimantan ini.
Dan pada tahun 2005 ini juga, Kelompok pencinta lingkungan Banjar, yang di gawangi Ormas Sumatera, yang dulu juga pernah meminta pemerintah daerah untuk menghentikan UDB dan KDA, dalam perdagang Internasional ikan gabus, papuyu dan lain nya, secara Internasional, Cuma itu dulu sudah, sekarang Ikan gabus dan kawaan nya tersebut sudah susah di cari, dan atas dasar itu maka pemerintah daerah pada tanggal 27 Kamis 2005 mengabulkan tuntutan kelompok pecinta alam tersebut, yang mana melakukan pelarangan penangkapan Ikan gabus tersebut di banjar, yang membuat krisi pasar lokal bertambah, atas bantuan pasukan Ikan gabus dari luar saja kurang, apa lagi di banjar di larang menangkap nya, maka konflit lah sudah pendiritan, maka juga pasar Internasional dalam dunia kuliner di banjar akibat masalah pangan ini benar-benar mendierita sekali. Di akhir tahun 2005 ini juga di pasar Internasional Banjarmasin, Industri musik lokal yang bekerja sama dengan Kanada musik kembali berhasil, dan keberhasilan ini lah yang sedikit membantu KDA yang vakum dalam pasar banjar, karena pada awal desember tahun 2005 Promosi yang di lakukan Industri musik Aceh di Banjar berhasil menjual lebih dari 1000 CD Album Under My Skin Avril Lavigne dalam dengan waktu 2 minggu saja, di susul Industri Fashion banjar, yang membom pasar Fashion Internasional dengan tema promosi Fashion terbaru Rock Metal Avril Lavigne 2006, yang mana juga Industri mengirim produksi nya sampai ke Korea, Cina, Japang dan bagian Amerika Latin, dan atas keberhasilan ini maka di bangunlah Industri pembuatan Gitar fender telecaster Avril Lavigne di Banjarmasin, atas kerja sama Maxsiko, Kanada, Jepang dan Indonesia, yang mampu menjual gitar hingga keluar Indonesia pada tahun 2006.
Kamis 1 Febuari 2006, Pasar Internasional banjarmasin kembali melobi batu bara dengan pemerintah Jakarta yang sudah dengan baik berhubungan dengan pemerintah daerah dan elet Industri banjar, yang mana dalam pasar beberapa Industri tersebut berkeinginan membuka Tambang batu bara di Rantau, yang sudah dari dulu tambang tersebut yang akan membawa konflik saja, pertama pemerintah daerah menolak, dan menjadi pertetangan kubu tanpa merusak hubungan yang sudah terjalin, yang mana pada hari tersebut, belum ada sepakat dalam hal tersebut. Dan pada tahun 2006 ini juga pasar Internasional banjar di lobi Inustri Semen Cina, yang mana mereka ingin membuka proyek tersebut di Tabalong, dan sudah menjamur pabrik semen di banjar tersebut, tapi tetap yang terkuat adalah semen Tiga Roda, dan saingan semen asal jawa semen gresik 2 kubu ini begitu kontrovisional, karena menominasi lobi krontoksi Inudtsri banjar. Dan labi dua Industri tambang di pasar Internasional banjar ini, memancing Komatsu Japang dan yang lain, yang mana Komatsu mengading UDB dalam mendirikan pasar alat berat di banjar, dan ini mulai nya perang atara Industridagang alat berat, yang mana ini akan merubah sesytem lama menjadi sestem baru, karena saking di butuhkan nya alat berat di banjar, dan kurang dana dari industri lokal dalam lobi pasar tersebut, hingga Komatsu di dukung UDB mengadakan sesytem rental alat berat kepada industri, meski pada saat itu tambang batu bara belum di buka di rantau, atau hanya di Tabalong dan batu licin belum, tapi PT Adaro di Tabalong mendukung sesytem rental ini, yang mana sestem ini memukul semua Industri alat berat lain nya, seperti Catarpilar, Volvo, United Traktor, dan yang lain, dan komatsu secara tidak langsung memaksa inudtri dagang alat berat di banjar menuruti cara nya, bahkan lobi Komatsu sendiri, Amerika yang kalah saja bergabung komatsu saat itu. Tidak hanya itu Industri Jepang dalam merebut pasar Internasional di Banjar, pada pertengahan tahun 2006 ini Yamaha Jepang yang mengadakan promosi berhasil menjual motor Jupiter z nya, yang mana motor Jupiter jadi tren anak muda di banjar, harga jual yang mahal meningkatkan gengsi, pokok nya 2 jempol untuk jepang yang selalu berhasil dalam lobi nya di banjar, dan terus memaksa yang lain menuruti cara nya, meski WTO sendiri memperingatkan Jepang, akibat dari Amerika yang kalah bersaing itu, namun Jepang tak peduli, Industri nya terus jadi raja di kepulaun pasifik ini.
Selasa 3 oktober 2006 pasar industri hiburan banjar, di lobi Industri hiburan lokal banjar sendiri, dan coba melobi pemerintah untuk mendapakan izin membuka diskotik Internasional nya, yang mana industri ini akan merebut gelar diskotik Internasional dari Grean diskotik tersebut, namun pemerintah masih mempertimbangkan nya, karena melihat dampak nya tersebut yang begitu jelek, kemajuan yang laju di Banjar ini, juga sudah membawa mafia moderen, yang mana dulu orang saling bunuh di pingir jalan mengunakan golok atau pisau, sekarang sudah main tembak-menembak, perampokan meraja lela, bukan hal baru sebuah bank di siang bolong di rampok di banjar, dan bukan hal baru sudah di pasar banjar ada mayat tergelatak dengan darah di mana.
Kemoderenan Banjarmasin ini juga sebenar nya tidak sesuai dengan pasilitas umum yang ada di kota banjar, yang mana ini selalu jadi biang keladi pemberontakan kelompok, ya bisa saja kelompok tersebut tidak memberontak kalau pemerintah jakarta tersebut karena tidak sesuai pembangunan daerah, asal jangan ikut campur urusan dan merepotkan mereka, dan ini adalah awal hubungan padan pemerintah Jakarta dengan penduduk banjar multi eknis ini. Dan awal tahun 2007  yang mana Industri luar negeri sudah menjamur di banjar, maka di butuhkan lah juga pasilitas go Internasional, yang mana dari awal tahun 2007 ini ada beberapa kelompok baik dari kelompok dagang go Internasional, atau penduduk banjar sendiri, yang memulai berkompul dan berdiskusi yang berbau separatis, oponi ini cepat sekali menyebar nya, karena sudah di barangi oleh media telekomunikasi berteknologi, yang mana opini memperjuangkan otonomi daerah Provinsi banjar kembali, tuntutan nya mereka ingin pasilitas go Internasional, seperti bandara, pelabuhan, dan lain nya, karena baik pendatang asing yang mau datang ke banjar, ingin langsung mendarat di bandara banjar, tidak lagi ke Jakarta, atau jika orang banjar ingin ke luar negeri, cukup dari bandara banjar saja, tidak lagi harus ke Jakarta, begitu juga dengan kapal nya, tidak usah lagi ke jawa dan Jakarta, tapi langsung Pelabuhan Tri Sakti banjar, karena juga masalah ongkos dan waktu, dan juga cape, bukan hanya itu yang menuai api konflik di banjar pada tahun 2007, minim nya pembangunan oleh pemerintah sedankan pajak di tarik terus, dan terutama masalah jalan darat, baik lintas provinsi atau juga jalan kota saja, karena jalan adalah sebuah ke butuhan penting bagi banyak orang, apa lagi para pedagang yang membawa dagangan nya ke mana, pasti akan jengkel dengan jalanan rusak ini.
Memanas nya penuntutan Otonomi daerah dalam skala pembangunan di banjar ini, di pasar Internasional banjar Industri Krontoksi saling tuduh memulai provokasi mendorong orang menuntut pembangunan, akibat pasar pembangunan kontroksi sepi lobi Dinas Pekerjan Umum, namun juga bukan saja yang lokal tapi go Internasional, Masalah ini juga menimbulkan konfrontasi Industri dan pemerintah, karena campur tangan politik di perdagangan tersebut, dan jelas nya ada kelompok yang terkait UDB, pada selasa 2 september 2007 menyatakan keluar dan memberontak pada pemerintah Jakarta, dan menolak bayar pajak, bahkan 2 kelompok ini menuduh pemerintah Jakarta, Jakarta dan pulau jawa di bangun adalah hasil jarahan pemerintah Jakarta di Kalimantan dan daerah lain, 2 kemompok dagang Internasional ini lah yang pada akhir nya memimpin serangan nya, dan mengajak industri lain di banjar supaya jangan bayar pajak dengan pemerintah Jakarta, dan melihat hal demikian pemerintah Jakarta menekan 2 Industri ini dengan cara bantuan WTO, sial 2 kelompok ini ternyata tidak punya aset nya di bank mana pun, dan Industri mereka juga di butuhkan, yang membuat mereka tidak bisa diboatkout hukum dagang internasional terhadap sebuah negara atau Industri dagang yang berkenaan dengan masalah ini.
Juma’t 14 desember 2007 pemerintah Jakarta melakukan lawan, dalam angenda memberikan ijin pada pasar Internasional banjar dalam lobi pendirian Industri tambang batu bara di rantau, batau licin, dan beberapa tambang besi, yang mana pemberian ijin adalah alasan untuk membanguna daerah dan pasilitas umum nya, namun tetap tidak memberikan ijin yang di minta sebenar ijin ke pengurusan go Internasional, bukan saja masalah pembangunan tersebut, dan kejadian ini juga kembali meningkat nya pasar Internasional banjarmasin dalam alat berat dan angkutan tranpotasi besar darat, dan memulau kerusuhan baru di sepanjang jalan lintas provinsi menuju Kalimantan Timor, dan sekarang banjar adalah bola panas yang mengelding kemana.
Sekarang tahun 2008, dan awal dari apa yang saya sudah katakan di atas tadi, pemerintah Jakarta menginginkan perpindahan orang yang memakai kompor minyak tanah ke gas Lpg, Yang bom bardir naik nya harga berbagai minyak di banyak, yang di bahas dan di berikan Pertamina di lobi pasar Internasional banjar, dengan para sekutu konfrontasi dagang mereka ala luar negeri tersebut, ini terjadi memicu ledakan konflik yang sudah saya katakan tado bagai bom waktu yang akan meledak kemana, yang mana juga Industri dagang kompor minyak tanah di banjar tidak terima, jelas di pasar Industri dagang kompor gas tersebut berpihak pada pemerintah jakarta, bukan tidak mungkin ada umpeti di berikan, bahkan penjual kayu bakar yang tidak tahu apa-apa juga ikut-ikutan dalam hal ini.  Senin 11 febuari 2008 pertamina di pasar Internasional banjar memberi tahu kan penjual minyak bersubsidi di alihkan rezim SBY, dan BMM Industri yang harus di pakai, ini adalah sebuah rencana konfrontasi Industri BUMN dengan pemerintah yang begitu licik, uang subsidi tersebut di gunakan untuk membeli suara rakyat dengan harga Rp 300 ribu per tiga bulan, benar-benar aneh apa yang di lakukan pemerintah bukan nya menolong malah menjajah.
Tidak hanya itu lagi Konfrontasi Industri dagang Internasional atau lokal bersama pemerintah Jakarta, sekarang sudah melibakan aparat kepolisi yang seharus nya melindungi masyarakat eh malah ikut terjud dengan isarat nya pemerintah Jakarta. Secara resmi di umumkan di banjar,  6 Maret 2008 orang-orang yang berkendaran bermotor di wajibkan memakai helm robot yang mahal nya minta ampun tersebut, dulu sebelum ada nya helm GM di pasaran, hanya ada Helm Arai yang harga per 1 kepala bisa mencapai Rp 500 ribu, mungkin jika di wajibkan memakai helm alasan kesalamatan masuk akal, namun konfrontasi yang memaksa ini yang keterlaluan dalam Industri Helm Internasional tersebut bersama pemerintah Jakarta, untuk beberapa tahun ke depan nya dalam pasar Industri di buat helm standar yang terjangkau harga nya oleh masyarakat.
Dalam pasar Internasional Banjar, banyak para pelaku nya sudah mulai bosan dengan dominasi pemerintah Jakarta tersebut dalam lobi nya, yang dirasakan sangat mengangu perdagangan mereka, dan juga persekongkolan antara pihak mekelar pemerintah Jakarta di daerah, contoh dalam pasar karet Internasional yang di banjar, yang mana harga tidak jelas di pasar petani, namun sebenar nya di pasar dunia harga tidak turun naik, maka dari sebenar nya 2 langsung di rugikan, baik pihak pembeli dan penjual, yang untung ya pihak mengkelar tersebut. Dan pada  sabtu 2 agustus 2008, Industri Amerika Serikat di pasar Internasional banjar kembali berjaya, yang mana mereka mulai terpengaruh Jepang dalam pasar tersebut, mereka menawarkan produk windosdw murah, dan sudah di mulai nya era Internet besar-besar di banjar, karena harga komputer yang bisa di jangaku masyarakat kalau itu, Amerika juga terus mengebangkan proyek pembangunan menara-menara pemancar bersama Industri BUMN pemerintah Jakarta Telkom, yang mana Industri BUMN Indonesia Indosat tidak jelas nasip ke tanggan Siunggpura tersebut. Dan pada akahir 2008 ini KDA Sumatera mulai bisa bangkit lagi di pasar Internasional banjar, namun sekarang bergandeng dengan Frons Islam Asean, yang mana mereka mulai dari awal lagi membentuk sesytem baru yang di rahasikan tersebut, untuk menghindari hancur nya perdangan mereka, namun sekarang juga KDA baik berhubungan dengan pemerintah jakarta pasca sunami, dan  sekarang dalam kubu UDB di banjar lah yang melakukan perlawanan sengit nya terhadap pemerintah Jakarta yang dirasakan mengangu tersebut, dan dalam lobi KDA dalam pasar Internasional banjar berhasil langsung 2 lobi, di akhir tahun 2008, yang kerja sama dengan United Traktor bersama komatsu dalam merentalkan Truk Tronton dalam pembangunan tambang batu bara baru di Rantau, yang mana sangat sering terjadi konflik, mending masih tambang batu bara elagal yang ada beroperasi yang tidak terjadi konflik hingga bunuh dan bunuh dengan banyak alasan, baik sengekta lahan perebutan tanah, dan juga masalah jalan rusak akibat jalan di lintasi truk berat tersebut, bahkan kericuhan yang di ikuti banyak Industri Transpotasi darat di pasar Internasional banjar tersebut. Industri perdaganga Korea di pasar banjar dalam berdagang Aspal juga ikut Perang tersebut, yang mana kolompok ini si pihak menaikan harga Aslpal tersebut mengingat aspal di butuhkan betul saat, baik oleh pemerintah dan sektor swasta.
Dalam rapat KDA 2 yang di pimpin oleh ahli ekonomi Palembang 5 Januari 2009, yang mana mereka sudah mengetahu hal yang baru saja lahir, ya itu di banjar di kenal dengan nama pelangsiran minyak, alias para pedagangan minyak pingir jalan yang di larang pemerintah tersebut berjembun di SPBU, yang mana kerap ada perkelahian antara mereka lantaran berebut minyak tersebut, itu hanya bensin dan solar, belum lagi minyak tanah yang di perebutkan, dan disini konfrontasi Industri motor Jepang yang tidak perlu di sebutkan nama nya tersebut mengila, yang mana motor ini tangki nya besar, maka para pelangsir memakai motor, bahkan ada dealer motor di banjar mengadakan sesytem rental untuk pelangsiran minyak ini, dan di tambah dari Sumatera penyeludupan minyak besar-besar di lakukan, yang mengaikat Migas Indonesia di Singipura, yang sudah dari dulu di cela oleh Pak Amin Rais Partai Pan tersebut, yang mana Pak Amin Rais berjuang untuk mempertahankan ekonomi Indonesia, bahkan dengan Industri Tambang Kanada di Kalimantan dalam pasar Internasional di banjar pak Amin menyatakan perang dan tidak terima bagai mana Industri Kanada tersebut menghancurkan Kalimantan.
Juma’t 16 Januari 2009 Industri dagang Pasir banjar, yang berada di pesisi sungai Barito, dengan tegas menyatakan perang dengan Pemerintah Jakarta yang di angap menjajah, dan pada kelompok ini ikut juga mogok bayar pajak, dan dalam catatan yang ada di Banjarmasin Pos, sudah ada 28 Industri dagang yang mogok banyar pajak terhadap pemerintah Jakarta, sekarang kekacuan bertambah parah, perlawanan demi perlawanan terhadap pemerintah Jakarta sedang gencar nya di Banjar, bahkan belakangan setalah Industri dagang pasir tersebut menyatakan perang, maka industri dagang kompor minyak tanah juga ikut menyatakan perang terhadap pemerintah Jakarta.
Pasar teknologi Internasional Banjarmasin juga pada tahun 2009 ini di lobi oleh Industri Teknologi dari Amerika Serikat BlackBery, yang di dukung Facebok, yang mana ini juga di banjar mulai promosi besar FB ini bersama dengan Blackbery, namun saya Industri dagang yang dari Amerika Serikat pasti akan mahal harga nya, maka nya pasti di hajar Cina nanti nya Blackbery.
Para pedagang go Internasional di banjar pada Rabu 1 April 2009 juga ribut mengeluhkan pada pemerintah mengenai jalur dagang yang menuju kota Baru Provinsi banjar tersebut, mereka mengingkan ada nya sarana jembatan yang di bangun di ata laut tersebut, dan atas penututan ini juga di isukan kembali Pasar Internasional lobi krontoksi di balakang yang mendorong penuntutan tersebut, namun menurut banyak media koran di banjar, penuntutam pedagang go Internasional itu adalah masalah lama, yang juga di ajukan masyarakat Kabupaten Kota baru tersebut, dengan sering kemajuan dan moderenisasi sosial masyarakat.
Kawan-kawan yang tergabung lsm pemerintah banjar, yang di atas saya sudah katakan mengadakan penelitian untuk mencari Alternativ kompor minyak tanah, pada tahun 2009 ini coba melobi pasar Internasional, tempat nya pada Juma’t 30 April 2009 yang mana lawan-kawan menawarkan pada Industri Internasional banjar kompor bahan bakar batu bara mereka, untuk di produksi di banjar secara masal, yang mana dalam pasar tersebut sudah di katakan bahwa batu bara di daerah banjar ini melimpah, dan harga nya juga dapat terjangkau, bahkan bagi mereka masyarakat banjar bisa mencari sendiri batu bara tersebut di lokasi-lokasi di mana mereka tinggal yang mengandung batu bara tersebut, dan beberapa Industri Internasional pun menangapi ini dengan serius, bahkan Industri BUMN pemerintah Pertamina mendukung hal tersebut, dan kawan-kawan juga di berikan dukungan oleh PT Adaro di Tabalong dalam memasarkan kompor tersebut, namun juga di kolompok lain mengagap ini konfrontasi pasar, atas pemaksan Pemerintah dengan pertamina dalam mencoba mengalihkan pengunan minyak tanah tersebut di masyarakat, yang di angap mencari untung, yang mana minyak tanah tersebut akan dikirim ke luar negeri saja, atas dalil harga nya mahal, dan pasar pada saat itu di menangkan oleh Industri dari jawa untuk memproduksi kompor bahan bakar batu bara tersebut, dan sepakat bulan depan akan di pasarkan, dan mereka sangat percaya ini berhasil, sedangkan Industri pembuatan kompor minyak tanah melawan sendirian hal ini.
Dan pada 2009 ini juga pemerintah daerah dan Jakarta memberikan ijin Industri lokal banjar yang go Internasional, yang mana mereka ini memperbesar pasar hiburan diskotik mereka, dan secara telak mengambil semua nya dari Grean diskotik go Internasional yang terdahulu, pemberian ijin ini sebenar nya di tentang karena dampak yang kurang bagus di masyarakat, namun pasar hiburan yang mendatangkan uang besar ini tidak bisa menanhan pemerintah dalam memberikan ijin nya, yang mana Industri hiburan ini bernama Hotel Internasional Banjarmasin alias HBI, yang mana juga Industri dalam pasar Internasional nya banyak terkait dengan Industri minuman keras asing, yang mana juga sebenar pembukan diskotik ini di pandang sebagai pembukan pasar penjualan legal minuman berakhol kelas tinggi, yang di minati para pemabuk kaya di bajar, tapi juga di pasar Internasional para industri tranpotasi mendukung ini, yang mana akan banyak orang luar banjar datang ke HBI tersebut.
Selasa 1 Desember 2009 UDB dan KDA mengadakan pertemuan nya, dan mengkumpulkan seluruh pedagang yang ada di banjar dan lain nya, yang mana juga dalam pertemuan ini KDA menyatakan diri sudah benar-benar bangkit kembali dari pasca sunami Aceh, dan mempromosikan kawan kelompok baru di banjar namun lebih tua dari KDA Sumatera lahir nya di Asean, yang mana kelompok ini di musuhi IMF dan WTO tersebut, nama Kelompok ini Frons Islam Asean, yang mana kelompok ini adalah Kapitalis yang berasas Islam dalam permodalan nya, dan yang sudah di kataui orang di Asean KDA Sumatera dan UDB adalah para kelompok pedagang Asean go Internasional yang di isi muslim, meski juga kadang Industri yang mereka bangun itu bertentangan dengan Islam, dan yang membuat kuat nya persaudara KDA Sumatera dan UDB pun juga mereka adalah Islam, Banjar adalah Sentral Islam Kalimantan, yang mana di ketahui secara budaya Kesultanan Banjarmasin, adalah sebuah kerajan penyebar agama Islam terbesar di Selatan Kalimantan,  dan oleh sebab itu promosi berhasil, dan Frons Islam Asean pun di dukung penuh para pedagang baik yang go Internasional dan juga yang lokal dalam industri permodalan dagang nya, dan 3 Kelompok Go Internasional di banjar ini juga lah pada tahun Akhir 2009, yang kembali membuat sesytem penting dalam bisnis Industri dagang banjar yang di berlakukan mereka pada tahun 2010, yang KDA Sumatera, Frons Islam Asean, dan Usaha Dagang Banjar, akan memaksa secara tidak langsung perdagang di luar kelompok mereka menuruti mereka ini, dan sekaligus menambah tugas pemerintah Jakarta yang baru, dan memberikan ruang untuk pengusaha kecil untuk ikut terjun dalam perdagangan go Internasional, memecah izin Industri atau PT menjadi dua, memberbaharui UD, dalam aministratip Pemerintah daerah dan Jakarta, dan yang mana mereka melakukan ini adalah sebenar jawaban dari kapitalis Frons Islam Asean, karena mereka mendorong perkembangan Industri kecil menjadi besar.
Dan pada awal tahuh 2010 ini masih juga seputar kenaikan harga minyak yang melahirkan Pelangsiran itu, dan membawa panas perdagangan di banjar, yang saling untung dan rugi, yang membawa perang dagang, hingga pada awal tahun ini LSM Pemerintah melalu perdagangan Internasional banjar langsung memamerkan produk mereka yang kita bahas di atas, yaitu kompor bahan bakar batu bara, dan promosi besar di galakan, baik di radio, TV Daerah bahkan berskala nasional, bahkan juga kawan-kawan pemasaran langsung melakukan sosialisasi di masyarakat dan memperaktikan pengunan nya, namun nihil terjadi ternyata pasar banjar menolak kompor bahan bakar batu bara ini sacara tegas, mereka masyarakat tetap saja masih mengunakan kompor minyak tanah, miski harga minyak tanah itu mahal, dan langka, bahkan kadang berebut hingga terjadi perkelahian,  biaya produksi yang mahal untuk kompor bahan bakar batu bara tersebut tetap saja tidak berguna, dan keras nya pemerintah coba memindahkan budaya kompor minyak tanah di banjar ini, secara kasar nya dalam pasar Internasional di Banjar, tetap saja Industri dagang Kompor HOCK yang menang perang dalam semua perang ini, karena apa pun yang terjadi, Kompor minyak Tanah HOCK tetap saja laku di pasar dengan harga yang cukup pantastis, ini jawaban nya bukan masalah harga dalam pandanga dagang KDA Sumatera, tapi ini adalah budaya, sulit rasa nya menganti budaya tersebut, meski juga pemerintah dengan dagangan LSM nya ini juga kemarin memberikan kompor batu bara gratis pada masyarakat, yang ada juga kompor nya tidak jadi  manfaat apa-apa, di gunakan juga tidak, dan PR penelitian lagi untuk mencari alternativ kompor tersebut yang akan sukses di masa depan nya. Dan pada awal tahun 2010 ini juga kelompok yang perang dengan pemerintah kembali menuntut Ottonomi daerah tersebut, yang mana dari kebanykan Industri yang ikut adalah Industri Transpotasi dan wisata tersebut, yang juga tidak pernah berhenti meminta hak banjar agar go Internasional, akibat mereka terlalu banyak di rugikan dengan peraturan pemerintah Jakarta tersebut, jadi penuntutan ini bukan saja sekedar masalah dulu atau masyarakat luas di banjar tapi berkisar juga dalam dunia perdagangan dan bisnis, yang jika kasar pihak penuntut akan di pandang seorang pendukung perdagangan bebas tersebut yang megerugiti kekuasan pemerintah Jakarta di daerah, karena hal ini juga berlaku setelah bendiri nya Republik Indonesia.  Masalah kerugian mereka tersebut adalah ongkos bulak balik ke Jakarta, misal nya saja Industri pesawat terbang, mereka yang berskala Internasional akan di pajaki sangat mahal, dan sedangkan perjalanan misal nya dari Serawak Malasyia ke  Banjar, harus ke Jakarta turun nya baru di teruskan lagi ke Banjar, sendangkan jarak antara Serawak Malasyia dengan Jakarta jauh, dan jarak banjar dengan Serawak Malasyia dekat, jadi biaya bahan bakar 2 kali, kerugian waktu dan lain nya lagi, begitu juga sebalik nya, dan ini hanya sekitar Industri Tranportasi Udara, belum lagi darat dan laut yang juga ikut menuntut hal yang sama, bahkan masalah naik haji ke mekah pun juga ikut di persoalkan, yang kembanyakan masalah haji dari Sumatera Aceh, yang mana orang tolak haji dari Sumatera harur memutar arah dulu ke Jakarta, baru ke Mekah, padahal jarak Arab Suadi dari Aceh Sumatera lebih dekat ketimbang dari Jakarta, bahkan masalah ini berkembang menjadi bahwa Aceh harus menyesuaikan nama nya kembali Serambi Mekah, yang di ambil Jakarta, kasar dalam padangan politik ini masalah ke kuasan totorial, namun apa pun yang di lakukan para Industri GO internasional ini belum bisa membuat pemerintah Jakarta memberikan izin, dan bahkan ke tentuan lain nya agar memudahkan masalah ini, yang kadang membawa ke arah separatis, dan pedanaan kelompok bersenjata daerah oleh para pengusaha kaya go Internasional yang bermusuhan dengan pemerintah. Dan pada tahun 2010 ini juga tindakan-tindakan radikal sudah mulai berlangsung di beberapa kelompok yang saling bermusuhan, ini terlihat seperti yang di lakukan Industri militer dagang go Internasional Amerika Serikat di Timor Tengah, yang mana siasat adu domba atau Lamp Of Good.
Pada senin 1 Febuari 2010 KDA dan UDB bekerja sama Industri Mobil Jepang mengawali pemberlakuan sesytem baru dalam dagang Industri nya di banjar, yang mana mereka ini perang dengan Industri mobil Frods Amerika Serikat yang kalah telak dalam lobi nya di banjar, UDB langsung melesat ke Tabalong Industri batu bara, yang mana UDB berdahulu membuka yang di namakan CV di Tabalong, ini cara jitu pemasaran mobil produk Jepang yang di gawangi UDB dan KDA, yang mana Industri Induk di Tabalong tidak perlu lagi mengadakan banyak modal dalam mendirikan sebuah Industri, yang mana PT di pecah-pecah nya menjadi CV, melibatkan banyak orang dalam bisnis ini, dan bermula dari PT Pama yang di lobi nya, maka Mitsubithsi L2OO yang berkembang jadi Strada langsung laku di pasar banjar, 2 Jempol untuk kelompok ini, dan tidak hanya itu yang di lakukan mereka ini, KDA frons Islam Asean melalui UDB pun juga melesakan pelucuran baru dalam Dagang Kuliner di banjar, kusus nya di Tabalong, Yang tepat nya mereka medirikan nya CV ini pada 16 Febuari 2010, yang juga sekses, dan kesuksesan nya dagang kuliner ini juga pada akhir nya membawa dampak lagi, yang mana pangan sudah krisis, di tambah dengan hal ini maka makin menyerit lah pasar dalam memasuk beras, ikan dan lain, dan atas dasar ini Frons Islam Asean datang untuk masyarakat kecil membantu memberikan uang modal untuk mengebangkan pertanian moderen, atau juga perkerabaan ikan moderen jauh sebelum nya, dan apa yang sudah di lakukan mereka ini ternyata merebak dengan cepat sekali, dan saya sudah katakan di atas tadi, mereka memasakan orang secara tidak langsung ikut mereka, bahkan bukan orang lagi, Industri besar yang GO Internasionaol saja di paksa secara tidak langsung ikut meraka, pada Era ini banyak Industri asing di banjar yang berasas kapitalis Amerika Serikat rugi akibat di berlakukan sesytem ini oleh UDB, yang membuat pecah Industri, menjadi CV, dan menjamur CV di Kalimantan dan pada akhir nya keluar Kalimantan dan merebak ke mana, daerah nusantara ini, dan sedangkan pemerintah daerah bigung dengan sesytem ini, bagai mana tarif pajak nya, dan lain, dan atas dasar ini maka pemerintah daerah menyerahkan nya ke pemerintah Jakarta, yang mana juga DPR bingun untuk membuat rumusan peraturan baru untuk sesytem ini, karena keteribatan orang banyak dalam pemengan saham nya, dan pada selasa 11 Mei 2010 Apec dan kelompok dagang dunia lain nya mengadakan pertemuan di Singapura untuk membahas penyebaran sesytem ini, yang berdampak merugikan mereka, dan yang paling kawatir adalah IMF, karena akibat sesytem dolar bisa tidak di pakai dalam nila tukar perdagangan, orang akan menukar dalam perdagangan dengan emas lansung, dan atas dasar itu dolar akan turun dan berpotensi gulung tikar sudah dominasi USA dengan macam-macam kedok nya tersebut, mereka dalam pertemuan itu juga coba mendorong pemerintah Indonesia dan Malasyia untuk membatasi gerakan ini, namun apada daya sudah, paling dominasi pemerintah Jakarta hanya seputaran pulau Jawa dan Jakarta saja, di luar kebanyakan pemerintah Jakarta itu tidak di dengarkan masyarakat daerah, meski pemerintah itu berkata iya dan iya pada pemerintah Jakarta, nyata nya mereka juga ikut telibat dalam kelompok oposisi daerah yang biasa nya sangat dekat dengan separitime.
Dan pada Kamis 26 Agutus 2010, pasar Internasional banjar kembali di lobi Industri teknologi USA, yang mana sekarang USA ini coba bangkit dalam kertepurakan nya di daerah Indonesia, paling hanya pemerintah Jakarta yang mendengakan Amerika ini, itu dulu tapi sekarang Amerika sudah sadar dengan apa yang mereka itu bisa merugikan mereka terus, dan selalu menguntungkan Jepang, Nokia, Komat’su dan sebagai, yang mana Amerika pedagang Imprealisme harga yang mahal sekali, dan sangat culas, Amerika sudah belajar dengan Jepang, yang bertindak sama dengan yang lain nya dalam pasar Internasional, yang mana sama-sama tidak berpihak pada pemerintah Jakarta, dan mendorong kemajuan di mana mereka medirikan Industri, damai dengan masyarakat nya, menghirmati budaya dan tradisi, tidak semena-mena berkakuan di tetua tokoh masyarakat yang hormati, dan yang pasti tak sok pintar sendiri, dan sekarang Amerika melobi Frons Islam Asean untuk membangkitkan perdagangan nya itu, yang mana Juga frons Islam Asean menirima nya saja, yang mana mereka ini sepakat dengan pasar teknologi banjar, Amerika mempasarkan produk baru Windosw mereka menyaingi yang lain, dan sekarang Windosw di tangan frons Islam Asean sudah menseuaikan dengan kanto saku orang banjar, agar berbagai lapisan masyarakat bisa membeli nya, Google dalam hal ini juga tidak tinggal diam, iya juga datang bekaraja sama dengan Frons Islam Asean untuk merambah pasar teknologi banjar yang sekarang di pengan Cina dan Jepang, dan situs Google biasa di sensor oleh Cina agar sulit di aset orang, dan memajukan produk mereka atas dasar dukungan dari kalangan KDA dan kelompok lain di banjar ini, Industri Amerika yang memproduksi Phonsel berbasis Internet pun juga pada hari itu ikut mengempur pasar Internasiona banjar, yang mana mereka mempromosikan Backlbery, yang punya fitu ungulan adalah FB, dan menawrkan akses Internet ringkas tidak berbelit-belit, namun Backbery tidak samput hanga pasar, mereka masih tidak bisa merebut pasar dari era Nokia Expresi Musik nya, dan Sony Erexson Exspresi musik dengan bintang Promosi nya Quuen Ledy Rocker Alternativ Metal Fashion dunia Avril Lavigne yang di ganding Jepang juga dengan Maxsiko dalam penjualan Gitar Fender Telecaster Maxsico yang melibatkan Bank Mandiri Indonesia dalam pembayaran dan dealer risme nya dalam pembelian gitar tersebut di Asean. Dan kerjasama benar-benar Sukses, karena di banjar setelah di turunkan nya harga Komputer tersebut, maka penjualan Windosw langsung meningkat, dan dengan bantuan Frons Islam Asean, Google yang di cap pembawa budaya Jahilayah di banjar mendadak menjadi popolere dan pada akhir nya lahir lah era warnet di daerah Kalimantan, yang mana kepanjangan Warnet adalah Warung Internet, dan FB alisa Facebook juga sukses, hingga merambah ke Youtube, Yahoo, dan Bing, di warnet ramai sekali, ompset menjajikan pendapat bulan yang menjanjikan, dan jelas dalam satu bulan mereka mampu menjual 800 unit Windosw, yang harga berkisar Rp 2,5 juta atau Rp 3 juta biasa nya untuk unit standar nya.
Dan melihat keberhasilan itu Rabu 1 September 2010 Industri Amerika Serikat di Kanada, melobi Avril Lavigne untuk mengadakan Tour Keliling dunia, yang mana Kanada sebenar nya kurang menyukai hal ini, yang tergambar Industri Amerika akan merebut pasar musik mereka, dan atas daras itu Kanada musik Industri di Asia, Korea dan Jepang di minta Kanada untuk merebut Avril Lavigne dari lobi Amerika Serikat, dan perang dagang tak terhindarkan, yang sebenar di picu oleh keberhasilan Album Let GO, Under My Skin, dan belakangan The Best Damn Thing, penjualan album Under My Skin pada tahun 2006 mampu membangkitkan KDA Sumatera dari pasca Sunami 24 Desember 2004. Namun dalam lobi Industri Jepang dan Kanada juga melobi ulang Avril Lavigne di Amerika Latin Brazil yang juga ikut, dan mereka membuka pasar Internasional lobi promosi mencari seponsor untuk tor konser Avril Lavigne, dan lobi tersebut barhasil, yang mana Amerika Serikat juga di terima bergabung dengan Industri Blackstar yang menjadi seponsor Tour musik tersebut, dan kesepakan itu di tandatangani di Tronton Kanada.
Dan di akhir tahun 2010 ini kecambah-kecabah konflik perlawanan pada pemerintah Jakarta sudah mulai subur, terbukti dari bulan Agustus 2010 kemarin batalion 1008 sudah bergabung, dan masalah ini mungkin tidak perlu di bicarakan, karean ini adalah sebuah rahasia di Kalimantan  kusus nya Banjarmasin, dan saya hanya berikan gambar agar anda paham saja, Bergabung batalion 1008 itu akibat dari pemerintah Jakarta tidak menghargai pahlawan kemerdekan daerah salah satu nya Pangeran Antasari, Aling Tambai Makah gugur melawan Belanda untuk Indonesia, Demang Lheman, Temngung Surapati dayak Musli yang gagah berani besama Antarasi mengaramkan kapal degang belanda di Sungai Barito, dan terlantar nya para Veteran, tidak terurus nya makam pahlawan.
Dan pertemuan pada 18 Desember 2010, yang mana UDB, KDA Sumatera bersama para tokoh tetua banjar dari yang paling bawah hingga paling tinggi dengan sepihak mendukung Kesultanan Banjarmasin, dan menobatkan Bupati Khairul Saleh sebagai Sultan baru di Istana banjar, yang hal ini diklaim mereka bukan negara dalam negara, melaikan melestarikan budaya dan tradisi banjar melayu tersebut, namun menurut para pakal politik banjar dalam debat sore TV lokal banjar menyatakan, ini adalah awal baru gerakan separatis berkedok Kesultanan Banjarmasin, yang kedok ini untuk mengurangi kekuasan pemerintah Jakarta, bahkan dengan pernyata mereka langyangkan tersebut Gubernur Banjarmasin hanya tukang setempel saja lagi di provinsi ini, akibat rakyat pasti akan berpihak pada Kesultanan Banjarmasin, mungkin orang luar Kalimantan memandang Sultan Khairul Saleh hanyalah bupati kabupaten saja, namun di kalangan banjar Kalimantan Sultan ini mendominasi kekuasan besar, dan tidak main-main karena para ormas Islam dan jajaran pasti akan berpihak pada Sultan, dan jika masalahah ini tidak di tangani dengan benar, maka pemberontakan Ibnu Hajar akan kembali terulang, pembentukan negara Islam Kalimantan Kesultanan Banjarmasin jili 4 akan berkobar lagi di seluruh penjuru Kalimantan, Brunai, Serawak, dan Sabah Federasi Malasyia psati akan berpihak pada Saudara mereka setanah Kalimantan ya itu banjar tersebut.
Dan pada tahun 2011 ini adalah awal dari merebak nya konflik dari berbagai leni di banjar Kalsel, yang dulu nya hanya paling sebatas unjuk rasa dan sebagai nya, sekarang sudah mulai blokade Jalan, Industri saling salah menyalahkan satu dengan yang lain demi mempertahan kan usaha di banjar agar tidak kena semprot masyarakat Banjar, di mulai dari Tanggal 19 april 2011 di mana pasar Internasional banjar di kejutkan oleh cokong mengekalar Industri Karet Jakarta, yang menyatakan harga jual karet dunia sedang turun harga, maka dari itu mulai tertulis di banjar sentral dagang kami akan menurunkan juga harga beli nya pada kalangan petani atau pengumpul di daeah Kalimantan, atas hal ini di Tabalong mendatak protes kaum Tani Karet tersebut, namun mereka masih belum puncak nya, dan gila nya lagi mekelar Jakarta tersebut megiri orang di banjar tidak tahu pasar Internasional jadi berani berbohong begitu, karena pada tanggal 23 April 2011 Avril fans Fender Banjarmasin redaksi melaporkan pada media berita di banjar dan Tabalong, harga karet dunia tidak turun, ini akal-akalan Industri dagang Jawa Jakarta tersebut pada Kalimantan, yang mana siara nya langsung live, Avril fand fender mewawanbcarai dan Industri pembeli karet dunia di pasar Induk Singapura Selat Malaka, dan atas daras itu lah Kemarah yang memumcak, dan kemana yang tidak jelas unjung pangkal nya, Kebencian terhadap pemerintah Jakarta tidak bisa lagi sudah di tahan, orasi pun sudah di mulai orang di Jalan menuntut para mekelar tersebut di tangkat dan hukum agar tidak begitu lagi kedepan nya.
Pada 1 Mei 2011 elet politik daerah Sumatera Palembang dan Riau, dan Sultan mereka mentakan bergabung dengan Kesultanan Banjarmasin, dan belakangan tokoh ulama Aceh juga mendukung nya dan berkunjung ke banjar tersebut, dan sekarang ke adan Kalsel sudah seperti Timor Tenggah, yang mana layak nya Rusia dan Amerika serikat melakukan dagang senjata dan tentara bayar, bagi para raja minyak tersebut, konflik akan terus di buat para kelompok boneka Amerika di timor tengah. Pada fase ini partai politi daerah juga sudah masuk line konflik yang mana mereka secara terang-terangan melakukan pertemuan di bargai tempat terbuka, dan selalu di iring wartawan, yang mereka ini juga melobi mencari dana untuk ikut pencalonan berikut dengan bekerjasama dengan bangsawan dagang tersebut, bahkan ada yang lebih parah kata selain Grendra dan Golkar, yang mana orang asing juga di lobi dalam dukung nya, yang sebenar di larang dalam hukum indonesia, yang hal tersebut bisa membawa perpecahan NKRI.
Sedangkan di Tabalong yangv mengawali pecah konflik akibat dari antrian minyak di SPBU Mabu’un, yang saat itu Ormas Sumatera yang di perintahkan Avril Fans Fender melakukan orasi atas kenaikan BMM tersebut, melintasi jalan Mabu’un tersebut, dan milihat para supir yang melakukan antri berkelahi berebut solar, hingga main dengan senjata tumpul tungkan kunci roda truk tersebut, konvoi Ormas Sumatera berhenti dan melerai perkelahian tersebut, dan lantas berorasi di sana, yang mana orasi ini adalah pemicu utama nya pelengseran terhadap pemerintah boneka Jakaita macam bupati Rahman Ramshi, dan mengawali serangan masyarakat Tabalong terhadap Pertamina dan PT Adaro, yang mana Orasi itu tidak perlu di tuliskan panjang dalam tulisan ini, untuk lengkap nya anda bisa cari buku di pasar dengan judul Penuntutan Otonomi daerah Tabalong Konflik masyarakat VS pemerintah Jakarta. Singkat nya Orasi tersebut begini, Rezim SBY adalah anjing Amerika Serikat, yang mana Amerika Serikat menuduh Islam Teroris, SBY budak Bush teroris Amerika menjajah Palestina, mengivasi Irak dan mengepur dengan penuh Sauadara kita Mesir yang berjuang sendirian mempertahan kan Palestina, SBY telah dan Partai Demokrat telah melakukan pembelian suarah rakyat melalu katu Bmm yang di cairkan 3 bulan sekali tersebut, ini konfrotasi SBY dan Pertamina, yang mana Tabalong ladang minyak, tapi kenapa Tabalong kekurangan minyak dan harga mahal, ini tidak masuk akan, sedangkan harga minyak dunia di Banjar mengatakan tidak ada kenaikan harga, Sultan banjar bertanya pada Pertamina, di katakan bahwa subsidi yang di berikan pemerintah tidak tepat sasaran, karena yang memakai minyak bersupsidi itu adalah golongan Bangsawan denganb mobil mewah nya, dan Ormas Sumatera membalas nya, menaikan BMM bukan solusi hal tersebut, dan ini malah menjajah masyarakat miskin yang mengunakan kompor minyak tanah, sudah di langkakan harga nya mahal, sedangkan LPG yang rata dui pakai orang berduit harga nya tidak naikan, dan kalian juga sudah memasakan para supir dan Industri kelas menengah memakai solar Industri yang mahal nya kada katulangan tersebut, memicu hancur nya pasarm sedangkan SBY yang gila itu terus sapari keliling dunia pakai uang rakyat, kalian merampas harta Kalimantan, Jakarta dan Pulau jawa di bangun dari harta Jarahan di Kalimantan, Sumatera dan Papua. Maaf kan saya pembaca, yang sudah terlalu kewatanan menulis orasi tersebut, munkin ini cukup dulu untuk memberikan gambaran nya, saya menulisa nya sudah dengan cara sopan, dari Tex Asli, yang jika siapa saja mendengar nya akan menabu generang perang tersebut, dan atas kejadian ini yang mana Industri dagang lokal go Internasional di tuduh terlibat pedadan Ormas Sumatera melalu redaksi Avril fans Fender kelompok Musik Alternatit Rock tanah melayu paling berpengaruh di dunia musik Rock, yang bisa melakukan control pada fans nya untuk melakukan serangan tersebut, terbukti Industri batu bara Rantau dan Sumatera minta ampun pada merka akibat kelompo ini bergabung militer memblokade kantor dan jalan Industri batu bara tersebut. Dan bukan hanya di Tabalong pemerintah Jakata jadi gunjingan, tapi di para elet dagang Asing yang berada di Banjar, yang mereka mencela pemerintah Jakarta yang kurup tersebut, yang juga di katakan mereka perampok kalangan mereka dangan alasan pajak dan sebagai nya, dan urusan pasfor yang begitu repot bolak balik Jakarta tersebut, memakan dana yang tidak sedikit,  aneh betul pemerintah di Indonesia ini. Dan sedangkan Blackbrey di pasar Internasional banjar kembali merilis Produk nya yang baru untuk mengalahkan Jepang dan nokia tersebut, dan ini awal kejatuhan nukia di Banjar, Blackbery bergabung Kesultanan Banjarmasin, dan meminta Sulta agar UDB di Kanada untuk memberikan lobi, dan membayar Avril Lavigne jadi bintang Iklan nya, Kanada mau, atas desakan Sultan, dan Nokia di banjar sedang gelisah bahwa Backbery benar-benar akan merebut mahkota nya tersebut. 10 Juni 2011 Google dan Frons Islam Asean di banjar melakukan pertemuan dengan Operator selular untuk membicarakan masalah kerja sama, dan pulsa untuk Internet, yang mana mereka sudah sepakat di Amerika Serikat sana. Bahwa mereka akan memproduksi Ponshel Pintar Internet namun sama sesytem Japang harga dan produksi, dan pertemuan ini yang akan menjadi era baru di Pasar Teknologi, yang mana Industri Teknologi Amerika Serikat setelah mengadakan pertemuan di Banjar itu, lalu berangkan ke Jakarta untuk memastikan kesepakatan bahwa sesytem kouta akan di berlakukan nanti 1 atau 2 tahun di Banjar.
Di Tabalong masyarakat Tabalong bersama Batalion 1008 menyerang PT Adaro, yang mana serangan ini di lakukan untuk menutut PT Adaro tersebut secepat nya menyelesaikan pembangunan Islam Senter dan Masjid baru di KM 63 Simpang Wara, yang mana Batalion benar-benar pahlawan masyarakat, iya dengan lantang bersuara terhadap Adaro, hingga membuat Adaro ketakutan, karena 1 kompi ini bisa masalah baru di Kalimantan, PT Adaro ini terpaksa mempercepat pembangunan tersebut, namun belakangan ada isu tersebar, bahwa Industri Transpotasi di Banjar yang membuat serangan terhadap Adaro itu dalam rangka Islam Senter Tabalong adalah pusat keberangkat haji-haji Tabalong dengan Idustri Tranpotasi tersebut, yang mana mereka ini kecawa terhadap pemerintah, dan Adaro lah jadi sasaran nya, karena Adaro sudah cacat di mata Masyarakat Banjar tersebut, dan bukan hanya itu yang terjadi penuntutan berlanjut ke Pertamina dan pemerintah daerah, agar secepat mengurus pembangunan Bandara Warukin Tabalong Tersebut.
Dan pada akir tahun 2011 ini para Industri Asing yang ada di banjar, sepakat dalam pertemuan mereka, termasuk Rusia juga ikut bergabung, mereka mulai medirikan toko-toko dagang mereka di Tabalong, karena omset pasar yang menjajikan, karena di Tabalong banyak saudagar kaya melayu tersebut, dari akhir 2011 dari Obor Tabalong lanjut Jalan HJ Ir Pangeran Mohammad Noor, gedung baru yang tinggi dan mengarah ke Malasyia tersebut berhasil di bangun dengan perjuangan dari Bupati Noor Aidi, yang mana Bupati Noor Aidi lah arsitik perancang pasar bebas globalisasi di Tabalong dengan sandi segita emas Kalimanta, Kaltim, Kalteng, dan Kalsel sendiri, namun sayangkan adalah sekarang ini Pemerintah Jakarta memberikan Izin Industri Cina semen membangun Industri di Tabalong tersebut, yang sekarang sudah membuka konflik baru dengan Masyarakat Tabalong, yang di bantu Batalion 1008.
Pada awal tahun 2012 Avril fans Fender Banjarmasin Musik Industri mengadakan konser Rock Endergrons di Tabalong gedung serabakawa dalam lawatan  Promosi Album terbaru Revolusi Monderen Banjarmasin, dan ucapan terima kasih pada para pejuang Kalimantan yang sudah melakukan kawajiban untuk membela tanah air dari penjajahan Pemerintah Jakarta, dan dalan konser ini juga di nyatakan Bahwa Rezim SBY safari luar negeri budak Amerika Serikat itu, kali ini tidak boleh lagi mencalon kan diri, Partrai Demokrat akan di basmi, partai ini luar biasa korup nya dan tidak ada dua nya, Rahman Ramshi Bupati Tabalong di hajar Avri Fans Fender bersama Batalion hingga benar jatuh dan di kudeta masyarakat, yang mana mereka akan terus mempermasalakan pembanguna rumah sakit di Tabalong tersebut. Dan sedangkan di banjar pada 2012 ini Yamaha motor Clup masuk line konflik bersama Kawasaki Ninja Clup, ini mereka mengiring Industri penyelengara pasar olahraga Internasion lobi pasar Internasion banjar yang mana Industri ini Industri swasta untuk juga masuk line konflik agar Industri Olahraga paling tidak memberikan dukungan agar Pemerintah Jakarta  yang korup tersebut memberbaiki pasilatas Olahraga, Yamaha dan Suzuki kecewa akibat Serkuit Banjar hancur tidak di perbaiki, ketikan Yamaha dan Suzuki sepakat untuk melakukan penyelangaran balap motor, tujuan mempromusikan produk dan menjaring para pemuda pembalap berbakat banjar untuk di ikut sertakan even balap motor malasyia Asean di sepang Malasyia, rencana di dukung banyak sekali Industri motor, termasuk Tosa dan KTM cina saja ikut gabung walau di ejek nya para eropa kurang ajar tersebur.
16 Juni 2012 Industri dagang Amerika windows bersama Google sepakat dengan Telkom dan XL untuk melakukan promosi mengunakan media Avril fans Fender di Banjarmasin, untuk memperluas jangkuan pasar dan penjualan yunit nya, serta pembangunan menara baru tersbut, dengan dana promosi Rp, 1 milyar, Avril fans Fender membagikan Komputer windows 7 Lengkap dengan jaringan pengakap Internet nya kepada Suku dayak di pedalaman Kalimantan, dan mereka terus ke Upau dan pengunungan meratus Kalimantan, yang mana kawan-kawan Avril fans Fender membangun sekolah darurat di kawasan pedalaman Kalimantan, membangun gardu listrik kecil yang permanen, dan mengajari para dayak membaca tulis, mengajari orang dayak membaca Al-Qur’an, Shalat, dan lain nya, dan misi ini bukan saja di danai oleh Industri Asing medirikan Industri di Banjar, tapi juga di bantu oleh Pemerintah Daerah Kalteng, Kaltim, Sabah Federasi Malasyia, Linkin Park Fans Petronas Malasyia musik Industr, Pabrik semen Tiga Roda Batu Licin, Semen Padang Sumatera, PT Adaro Indonesia. PT Argo Asrtra Lestari Tabalong, dan yang Terahir Kantor Berita Kanada Banjarmasin Industri media berita dan Musik Rock. Dan kami sebagai putra Kalimantan mengucapkan terima kasih pada kawan-kawan Industri yang sudah memberikan bantuan nya untuk sudara kita di Kalimantan ini yang dalam kertebatasan nya, semuga Allah SWT memberikan balasan setimpa kepada kawan-kawan yang sudah membantu Kalimantan ini, tidak lupa Selawat dan Salam kepada bagina Rasullulh Muhmmmad, dan para sahabat nya, serta keluarga, dan semuga Allah memberikan ganjaran balasan kepada sauadara-suadara kawan-kawan yang sudah gugur di jalan Allah untuk membela ajaran benar ini amin ya ra alamin.
Dan di Jakarta penekanan terhadap pemerintah Jakarta di lakukan lewat Markas Avril Fans Fender Jakarta pusat musik Industri, yang mana perang terhadap Partai Demokrat sangat tinggi, nanti Belangkangan relawan Jokowi juga akan bergabung di markas besar Avril fans Fender Jakarta pusat Musik Industri. Dan dalam kontrol pasar lokal di banjar pada akhir tahun 2012 ini harga-harga kebutuhan pokok sudah mulai tidak terkontrol nya lagi, pasukan bahan-bahak pokok dari Jawa juga kurang, karena juga mereka memasuk untuk Jakarta kota, harga-harga yang tidak terkendali itu dampak dari kebijakan pemerintah dalam kenaikan harga bmm tersebut, yang mana Industri traspotrasi menaikan harga, dan di tambah dampak dari rusak nya jalan Lintas Provinsi yang membuat Industri Tranpotasi menambah dana perjalanan nya akibat yang asala perjalana bisa di tempuh 9 Jam bisa lebih, dan juga dana penderekan untuk truk yang terperangkap jalan rusak.
Pada awal tahun 2013 Google Amerika dan Windosw merasakan apa yang mereka buat, yaitu membagikan komputer bersama Avril Fans Fender, yang mana meningkatkan pengunan komputer itu sendiri, dan mengembang nya akses Imformasi cepat, FB pun banyak pengunan nya, bahkan di banjar dalam pasar go Internasional banyak nya lobi pasar yang meminta google dalam melayani akses Imformasi cepat, dan sudah merabah dalam pasar digital yang di rancanakan Noor Aidi di Tabalong. Dan di nyatakan dalam pasar Internasional banjar, Industri dagang BlackBery sudah mengalami peningkatan penjualan nya, mereka sudah hampir mengeser Nokia dan Sony Erexson Expresi Musik, Yang mana orang sudah juga mulai mengunakan Akses Internet Ponshel, dan sekarang Industri warnet masuk line Konflik di banjar yang bergabung Nokia, untuk meredam dampak pasar Blackbery. Dan pada awal tahun 2013 ini juga Para Industri dan warga negara asing yang bergabung dalam forum penuntutan otonomi banjar kembali menuntut pemerintah Jakarta melalu pemerintah Daerah, yang meminta banjar Go Internasional, yang mana mereka mungkin sudah merasa di rugikan pemerintah dan repotkan ini akhir nya juga memasukan misi Mantan Bupati Tabalong Noor Aidi, Globalisasi Segita Emas Kalimantan, namun pemerintah Jakarta tidak memberika jawaban nya, dan tahun 2013 ini sudah benar-benar kacau, karena peningkatan konflik yang begitu luar biasa, yang mana konflik ini juga faktor feodalisme, globalisasi, kemajuan teknologi, pasar Industri dan peradapan manusia yang sudah mungkin tidak bisa di bendung lagi oleh pemerintah, dan mereka pada tahun 2013 benar-benar berani melawan pemerintah Jakarta yang tuli dan buta itu, yang hanya bisa Safari luar negeri tersebut. Pada hari minggu 20 Januari 2013, 4 kapal dagang KDA Sumatera yang menuju Samudra Pasifik dari Selat Malaka di bajak, dan ini masalah baru lagi, yang mana KDA mengalami kerugian lagi, sedangkan kapal-kapal dagang mereka yang karam akibat Sunami saja sudah banyak, dan akibat hal ini KDA Sumatera mengadakan pertemuan nya di Banjar dalam rencana pendah jalur dagang baru, yang mana rencana ini akan berkembang ke mana-mana yang mana banyak kelompok dagang juga sepakat untuk pindah jalur dagang tersebut, dengan banyak alasan yang utama keamanan, dan memangkas ongkos perjalanan kapal-kapal dagang mereka, namum masalah yang di hadapi mereka adalah pemerintah Jakarta, yang jelas sudah tidak mungkin mengoolkan lobi izin mereka itu, yang pasti akan meminta pelabuhan Tri Sakti banja GO Internasional.
Pada tanggal  23 Januari 2013, Industri minytak CBML di pasar Internasional banjar, melobi dan mempromosikan pembangunan Hotel baru mereka, yang mana Hotel ini di beri nama Hotel Aston go Internasional yang beroperasi di Tabalong tersebut, dan yang mana pada tahun 2013 tersebut akan selesai pembangunan nya. Dan dalam pasar go Internasional banjar juga pada 25 Januari 2013 mereka juga melirik daerah batu licin yang mana Batu Licin juga berkemabang begitu cepat, mengikuti Tabalong dan Kota Baru, dan mereka sepakat juga untuk menjadikan Batu licin Kota Industri seperti Tabalong.
28 Febuari 2013 kiributan konflik di jalan lintas provinsi banjar yang menuju Tabalong, Kaltim tersebut benar-benar sudah pecah, kelompok-kelompok sudah saling bunuh, akibat tidak terima, yang mana juga Ormas Sumatera yang di komando Avril fans Fender memecahkan kaca-kaca Truk-Truk muatan batu bara yang membuat macet jalanan tersebut, dan ini biangkeladi nya pecah nya konflik, yang mana pemerintah Jakarta sudah di peringatkan sebelum memberikan izin Industri tersebut dalam beroperasi, belum lagi masyarakat yang merasa tergangu di sana akibat truk-truk tersebut, dan di Banjar Industri Transpotasi yang merasa di rugikan akibat kemacetan tersebut juga menuntut pemerintah, hingga di ikuti supir-supir Terminal Induk PAL 6 Banjar, yang juga tidak bisa beroperasi akibat macet, Karena juga tidak ada jalan anlternativ lain menuju Tabalong dan Kaltim selain melintasi Benua Enam tersebut, dan akibat hal tersebut juga pasar lokal menaikan harga nya karena pengiriman barang terlambat, bahkan beberapa pasar ada yang kosong barang, akibat truk barang mereka tidak bisa melitas. Sedangkan di Tabalong juga waktu itu Masyarakat yang pusing akibat harga karet kembali turun, Memblogkade PT Adaro dan yang lain nya, yang mana juga ini akibat meledak nya pemakain listrik di Tabalong, akibat pertumbuhan pembangunan Industri yang menengkat akibat kapitalis Frons Islam Asean yang memberikan modal nya, maka PT Adaro didesak juga untuk menyelesaikan cepat PLTU nya, dan perbaikan jalan juga harus di lakukan, sedangkan di lain pihak kelompok, menenkankan PT Adaro, bahwa mereka harus mengurangi Produksi batu bara, meski di banjar pasar Internasional tersbut perminta pasar melunjak, dengan alasan kerusakan lingkungan, sekarang PT Adaro sedang terpujuk, belum lagi CV-CY yang ada di Tabalong yang bergantung pada PT Adaro tersebut.
Pada Senin 1 Juli 2013 Pasar Industri dagang Banjar juga di lobi Industri Tranpotasi penerbangan, yang mana Industri ini melihat pasar yang menjanjikan di Tabalong karena pertumbuhan Industri begitu cepat, yang mana butuh akses cepat menunu banjar sentral, Industri ini melobi pemerintah agar memberikan ini pada mereka, untuk membuka mescape penerbangang mereka di Bandara Warukin, namun masalah nya Bandara nya yang kurang layak untuk di darati oleh pesawat mereka, yang mana Pesawat Industri Tranpotasi ini juga tergolong besar, sedangkan Industri BUMN Pemerintah Tabalong bersama PT Adaro dan Pertamina yang memiliki pesawat saja susah untuk mendarat di sana, nah ini kembali membaawa masalah, yang mana masyarakat yang mengetahui hal ini juga menutut pemerintah untuk secepat nya untuk membangun bandara Warukin, dan pada akhir nya Konflik di Tabalong meningkat lagi.
Juma’t 2 Agustus 2013 Frons Islam Asean di dalam pasar Internasional berhasil mengirim buah langsat Tanjung ke Amerika Latin dan kawasan eropa Timor lain nya, Kapitalis Frons Islam Asean yang di bantu UDB mengebangkan lahan nya di Tabalong, dan juga UDB yang di modali Frons Islam Asean, mengembangkan pertanian kebun Teh di Banjar dan Jawa, yang mana kelompok ini memulai kembali membentuk Tim penjualan nya, yang kembali sukses, mereka juga melalu mahasiwa Teknik banjar mengembangkan mesin untuk memproduksi teh cepat, yang mana yang kenal the Puci, mereka yang memodali masyarakat ini benar-benar sukses karena ledakan pasar yang mereka juga tidak menduga nya, atas mesin baru mereka dan kerja sama Tim yang kompak sekali, anda bisa lihat Industri yang di modali yang menyambur di Tabalong dan banjar kota.
Minggu 30 Agustus 2013 Avril fans Fender Banjar, memulai Konser musik nya yang kontroversi, yang di mulai di Tabalong gedung Sarabakawa, Konser ini mempromusikan Pasar Go Internasional, yang mana di Tabalong mereka memamakar dengan Jelas kepada pemuda-pemuda yang hadir, Rencana segita emas yang dirancang Nor Aidi untuk menjadikan Tabalong moderenisasi dan maju, yang mana akses perdangan bebas di kembang mereka ini, dan konser terus berlanjut ke daerah lain, yang mana Amuntai, Barabai, dan pada akhir seluruh Kalimantan, dan Konser ini lah yang mengawali pecah nya Pasar bebas di Kalimantan dan Sumatera, yang di barangi dengan Teknologi akses Interntet, dan peningkatan pengeriman barang dan Jasa, mereka tidak peduli meski Pemerintah Jakarta mengecam nya kelompok ini, Kesultanan Banjarmasin, Aceh juga melindungi kelompok ini, yang mana Batalion berperang penting melindungi kelompok ini supaya jangan di utak-atik pemerintah Jakarta, dan sedankan pemerintah daerah berdiam saja, karena mereka malas berutusan dengan masyarakat yang sudah moderen ini, dan pemerintah daerah juga di untuk dengan kemajuan ini, mereka akan banyak menarik pajak nya, hanya pemerintah Jakarta yang keras mempertahankan ligitamasi totorial tersebut, yang semua nya harus Jakarta.
Amertika dengan IMF yang mengecam pertumbuhan ini, setelah bergabung dengan mereka, sekarang merasakan ke untungan nya, dan mereka ini berdiam saja lagi, tapi hanya di Jakarta IMF ini terus bersuara pada Pemerintah Jakarta, itu akibat ketakutan Amerika Serikat Dolar nya anjluk, karena orang-orang di Kalimantan terpengaruh KDA Sumatera itu meniru KDA itu, mereka mengunakan Emas, agar mereka tidak di rugikan oleh banyak pihak, dan pada tanggal 2 Oktober Bank Mandiri Syariah bergabung dalam penjualan emas dan simpan pinjam emas tersebut, alasan Bank Mandiri menonjolkan Syariah nya ini juga agar nasabah mereka berkembang, yang mana mereka tahu Banjar ini perlu berbasis Islam, mengingat Kota ini sentral Islam Kalimantan.
Dan rapat KDA dan UDB Rabu 9 Oktober 2013, yang mana menyurukan pada angota nya, kepada mereka yang menyimpan uang di Bank Indonesia, berapa pun jumlah nya, dari sekarang harus di tarik dengan pelan-pelan untuk menghidari kecuriungan, dan uang kalian jadikan emas atau atau pindah ke Bank luar negeri, namun KDA tidak memberikan alasan mengapa mereka melakukan nya pada angota nya, padahal terhitung sedikit angota nya yang punya uang di Bank Indonesia, tidak hanya itu, KDA juga membuat sestem baru mereka, yang menyurukan untuk angota nya menarik aset nya dan memindahkan nya secara total, dan atas daras itu pengemat politik yang menila nya di Banjar dan Sumatera, bahwa ini mengawali sdan bertanda mereka siap sudah perang dengan pemerintah Jakarta, KDA Sumatera benar-benar sudah sehat dari pasca Sunami kemari, dan saya nyatakan juga, ini adalah akar dari terlibat nya bangsawan melayu pada kasus Panama Paper belangkanga, karena mereka memindahkan aset mereka ke Panama, dan daerah lain di Amerika Latin, yang mana mereka ini di Indonesia berpura-pura hidup seada nya, namun di luar negeri mereka milioner kaya, itu supaya usaha nya jangan di gangu pemerintah Jakarta tersebut.
Dan dalam pertemuan di banjar pada 16 Desember 2013, kelompok dagang Internasional di banjar dan lain nya setuju pindah jalur dagang tersebut, dan mereka juga sudah membuat peta digital untuk kapal-kapal mereka, yang pada pelayaran ini tetap akan melalu Selat Malaka, tapi juga akan melalu Indonesia Timor, untuk Ases ke Amerika Latin, yang melalu Samudara Pasifik, mereka juga melalu Ternanti, Tedore, yang dalam rencana kelompok Internasional Ini mereka juga mengebangkan pasar Indonesia Timot Tersebut, yang mana wilayah tersebut yang belum terjamah banyak orang, karena juga di Indonesia Pemerintah hanya berfokus pada Jakarta dan Pulau Jawa, dan kurang nya kemajuan di daerah ini akibat dari di anak tirikan nya, dan kelompok ini juga medesak pemerintah melalu kelompok masyarakat untuk membangun Kareta api Kalimantan, untuk ases tranpotrasi barang, yang mana jalur harus milintasi benua Enam, yang berakhir di Malasyia.
Pada awal tahun 2014 Kelompok dagang Asean ternyata benar-benar pindah jalur dagang mereka, bahkan Philipina sekarang Industri pengiriman nya ada di Banjar. Dan pada tahun 2014 ini pemerintah daerah di Tabalong runtuh akibat desakan kemarin, yang mana sekarang rezim baru, sedangkan Rahman Ramshi sekarang Terburuk, dan kelompok-kelompok ini juga berhasil menyingkarkan SBY nama baik nya, meski kebijakan nya masih berjalan sekarang, dan pada tahun 2014 inilah pemerintah Jakarta di banjar untuk meredam konflik kenaikan minyak tersebut, mempromosikan kompor GAS LPG baru, ini adalah awal dari pemaksan ke pada masyarakat untuk memakai LPG, yang mana ini konfronrtasi LSM Pemerintah, Pertamina dan Industri pembuatan kompor tersebut, yang mana mereka sudah menemukan alternativ nya, ya itu memperkecil tabung gas LPG yang besar 15 kg menjadi 3 kg, untuk meringankan harga nya, dan juga untuk mengulang dengan cepat pembelian masyarakat, yang mana orang akan mengulang dengan cepat untuk mengisi gas tersebut, dan kompor gas ini juga di bagikan gratis besama tabung untuk pertama kali nya promosi ini. Dan pemerintah Jakarta juga mempermudah dalam urusan pasfor luar negeri, di tambah meningkatkan kouta haji untuk Kalimantan. Dan di Jakarta relawan Jokowi bergabung Avril Fans Fender berhasil mengahajar musuh politik nya. Di Tabalong para pengumpul karet sudah berani langsung berhubungan dengan pihak industri Asing, karena ini untuk menghidari kerugian akibat makelar Jakarta tersebut, yang penjualan karet dari tangan ke tangan itu, dan sedangkan menjual pada Industri asing langsung dengan harga nya langsung dan menguntungkan, dan pada inti nya tahun 2014 ini adalah berkembang nya pasar bebas di Kalimantan secara besar-besaran.
Pada Senin 10 Febuari 2014 Pasar dagang Internasional banjar, di menangkan oleh Backbery dalam penjualan ponsel berbasis Internet tersebut, dan secara resmi mengalahkan Nokia, dan sedangkan operator selular tetap di pengagang oleh Telkomsel, dan pada saat itu juga pasar Internasional banjar menyatakan Industri motor jepang mengalami peningkatan dalam penjualan motor metik, karena orang dulu di banjar masih suka memakai motor manual atau bebek pakai tranmisi, memang sudah lama motor metik di edarkan di Kalimantan oleh Jepang, tapi baru tahun 2014 lah mengalami peninkatan penjualan nya, sedangkan di penjualan mobil belum ada pingkatan secara total, paling Honda Jazz yang ungul dan Mitsubitshi. Dan dari 2014 juga lah yang sudah banyak beredar motor jepang yang tidak memakai tombol on/oof lampu nya, menuruti peraturan pemerintah Indonesia yang entah mengapa kurang jelas. Pada tanggal 2 mei 2014 pemerintah Jakarta mulai berkampanye anti pasar bebas di banjar, hinga juga menulis buku nya, dan minyatakan hukum dan lain nya, namun itu semua tidak di hiraukan orang mereka tetap saja melakukan nya, dan mereka malah banyak yang mogok bayar pajak pada pemerintah Jakarta, akibat tuntutan juga tidak di penuhi nya, banjar go Internasional. Sedangkan Industri bahan kimia dalam pasar Internasional banjar mengalami peningkatan penjualan, di ikukti industri Farmasi, dan ini awal terbongkar nya pabrik industri pembuatan obat Distrol, Zenit dan THD elegal yeng merebak pasca berdiri nya industri go Internasional HBI Diskotik banjar tersebut. Kantor berita Kanada Banjarmasin musik Industri juga berhasil menjual banyak unit gitar Fender Telecaster, dan di rencanakan juga Tour Musik di Jakarta dan negara Asean lain.
Industri Warnet juga masih bertahan pada tahun 2014 ini, dan akses internet makin meroket di Kalimantan, Warten selalu penuh, dan ini awal meledak nya pasar game oline di Kalimantan yang di loncurkan google di pasar go Internasinal, dan perjudian online yang mana marak di Internetet, yang mana para penjudi biasa nya menjadikan warnet menjadi sarang nya, penjualan togel secara oline dan bermacam lain nya. Pada 1 Agutus 2014 Google bersama Frons Islam Asean dipasar go Internasional banjar mempromosikan perdagangan oline, yang model semacam situs Toko Bagus dan lain nya, bahkan di Tabalong di luncurkan jual beli Tabalong Digital, yang mana ini memicu pertumbuhan pasar Internasional begitu besar, yang mana ini mulai nya Industri pengeriman Internasional membuka kantor cabang nya di Banjar, dan memperluas nya sampai tingkat kecamatan, menghacar industri BUMN Pemerintah Kantor Poss, karena Industriu pengiriman ini bekerja sama dengan UDB, yang berjualan secara Online, orang memesan barang di Internet yang berlabel Industri pengeriman resmi yang ada di kota mereka yang menengaskan bahwa ini bukan penipuan, jika anda mentranfer uang nya, karena anda bisa menuntut Industri pengiriman yang tertera jika barang tidak di kirim, yang mana sekali ini berdampak pada Tranpotasi, dengan banyak Industri pengiriman Exspedisi yang tidak di barangi dengan akses jalan darat dan lain akan menambah konflik pada penututan jalan pada pemerintah lagi, dan sekali lagi juga Industri pengiriman juga meningkatkan pertumbuhan pasar Internasional yang begitu pesat lagi, bahkan sekarang pemerintah tidak bisa lagi mengontrol secara benar masuk, keluar nya barang di Kalimantan, yang juga di akibtkan banya Industri pengiriman yang ada, juga perpindahan jalur dagang mereka, yang mana mereka juga kadang memberanikan diri melintasi pengunungan tinggi yang membatasi Kalimantan dan Malasyia, bukan karena mereka membawa barang elegal yang tidak punya jalan untuk lewat pintu perbatasan, tapi akibat jalan lintas Provinsi yang menghubungkan nya rusak parah bahkan putus, maka dari itu mereka terpaksa memcari jalan alternativ untuk mengirim barang itu sampai tujuan nya, dan sedangkan lewat akses penerbangan terbatas jangkuan nya.
Dan pada tahun 2014 ini juga pemerintah Indonesia sedangang transisi rezim pemerintah nya beganti nya presiden di Jakarta, yang mana banyak orang mengharapkan presiden baru ini membawa perubahan pada Indonesia, yang mana Indonesia ini sudah moderen, ini bukan seperti dulu lagi, mungkin dulu daeran yang di jajah diam saja, sekarang ini mereka melakukan perlawanan pada pemerintah Jakarta, dan perlawanan tersebut sebenar bukan saja di picu oleh Aceh dan Timor-timor, melainkan sudah hukum alam sementa ini. PT Adaro pada tahun 2014 ini menyatakan dalam pasar Internasional banjar bahwa mereka akan mengurangi Produksi nya, yang di nyatakan akibat serangan demotrasi Ormas Sumatera yang di pelopori oleh Protokol Kyoto Jepang di Banjar, namun belangkangan pernyatan itu di bantah beberapa kelompok, yang mengatakan itu Politik PT Adaro, yang tidak jujur, yang mana sebenar nya mereka masa dalam pembangunan proyek baru yang akan menambah produksi batu bara, yang mana batu bara akan juga di pakai pada daerah Kalimantan juga sekaligus di kirim ke luar negeri, yang pada inti nya di Tabalong ada koflik rasime yang di pimpin Ormas Sumatera yang di polopori Kesultanan Banjar, untuk meminta PT Adaro mendahulukan putra daerah yang mengisi kursi pekerja saat ini, pasaca bentrokan memakan korban Banjar vs Jawa, yang mana banjar Bersama dayak menolangi tragedi tahun 2000 lalu, akibat kolonia lesmi jawa di Kalimantan, untuk alasan itu maka orang Jawa yang ada di Adaro di alihakan dan di berhentikan nya, di ganti oleh pihak yang menutut tersebut. Dan pada akhir tahun 2014 ini kembali Kapal Industri dagang banjar di bajak, dan sekarang Kapal milik Industri pengeriman batu bara UDB Sumatera, yang mana terpaksa membayar kurigan ini, bahkan Industri batu bara Kalimantan juga di rugikan akibat pihak Cina di pasar Internasional mengeluhkan ini, belum lagi awak kapal yang terbunuh dan tertawan akibat ini, sedangkan pemerintah melarang membayar tebusan, karena kuat dugan emas yang di minta akan di tukar untuk senjata di Philpina sana. Di Banjar Kantor dagang Pilipina sedang mengalami serangan akibiat reaksi pemerintah nya, Keluarga korban yang di tawan ingin bantuan pemerintah Philipina segera membiyarkan UDB Sumatera membayar emas itu pada pembajak nya, dan pemerintah Indonesia diam saja, dan atas dasar kejadian ini karean kejadian di antara perbatasan Sabah Federasi, maka militer Sabah dan Brunai melakukan pengepungan nya, namun gagal, menyelamat korban nya, bahkan perompak mengarakan kapal nya semua nya, nahkoda di nyatakan militer Brunai tewas semua nya, bahkan angota mereka ada 4 orang yang mengalami luka tembak akibat ini, dan atas dasar ini, perdagang Internasional kembali tergangu, akibat kapal-kapal dagang yang ada di Samudra pasifik baik yang dari Jepang dan Korea terlambat menuju selat Malaka, dan militer Cina yang mengawal nya memindahkan rute alur untuk menghidari kotak senjat yang di lakukan.
Pada awal tahun 2015 pemerintah Jakarta yang baru mulai melihatkan aksi nya di Daerah, yang mana pemerintah ini mulai mencoba menjalin kerja sama dengan daerah secara benar-benar, dan pemerintah Jakarta yang baru ini coba untuk menyelesaikan sengkata semua nya di Kalimantan, dan iya tahu bahwa sekarang perdagangan Bebas yang sedang melanda Kalimantan, namun iya tidak mengambil tidakan sepontan atas hal, karena iya di mungkinkan baru, dan kawatir aksi kudeta yang akan terjadi, jadi iya memilih melakukan pendekatan, walau di banjar iya di ejek, Cuma saja cara jitu nya, iya sekarang mengunjungi kesultanan Banjarmasin, yang mana iya tahu bahwa ini berbahaya, jadi lebih berkawan dalam mebangun daerah banjar.
Tahun 2015 ini Industri Swasta Olahraga di banjar sepakat dengan Yamaha Motor Clup dan juga Barito Putra Fans untuk melakukan penututan pada pemerintah untuk memperbaiki sarana olehraga yang terbengkalai, yang mana mereka mulai dari mogok bayar pajak dan sebagai nya, namun pemerintah Jakarta ini belum ada jawaban apa, sedangkan dalam rencana dalam Pasar Internasional bahwa Yamaha Motor Jepang, dan yang lain sudah sepakat akan menseponsori balapan motor tersebut, yang akan di lakukan pada akhir tahun 2015, Konvoi pun melakukan kampanye penututan tersebut kemana-mana, bahkan di media juga di lakukan kampanye penututan perbaikan saran olahraga daerah.
Maret 2015 Pertamina di nyatakan di pasar internasional banjar, melakukan peningkatan penyjualan minyak nya, dan tim nya juga sedang merencanakan pengeluaran BMM baru untuk Alternativ Bensin, sedangkan pada maret 2015 ini pasar Internasional banjar menyatakan Blackbery kalah dalam penjualan, yang mana ini di mulai nya era Samsung, yang bergabung UDB di banjar, Blackbery jatuh, namun coba bangun dengan menawarkan Sesytem baru, namun Samsung bersama Jepang dan Cina balas juga, mereka menjual produk murah, yang berdampak pada Industri teknologi Amerika Serikat baik di banjar atau Asean. Dan untuk meredam konflik di Tabalong maka pemerintah daerah yang memlalui BUMN bersama pertamina membuka Industri penerbangan di Tabalong untuk ases cepat masyarakat Tabalong, melayani Rute Banjarmasin, Balikpapan, Batu Licin, Kota Baru, Samarinda, Pontianak, Palangkaraya, dan Bontok, untuk ke Jakarta harus transit dulu di banjar. Kapatilaisme Industri Cina di Banjar juga mulai merebak, mereka mulai meniru Frons Islam Asean, dalam bisnis syariah nya, yang mana ini sekali lagi menghancurkan Kapatilasime Amerika Serikat di banjar. Selasa 1 September 2015 Industri teknologi lokal banjar bersama Jepang dan Cina kembali melobi basar Internasional banjar, yang mana mereka ini mempromosikan berbagai alat teknologi yang akan membatu pekerjaan, dan yang pertama di Promosikan mereka adalah bahan Alternativ penganti kayu ulin yang langka dan dilindungi pemerintah daerah, untuk bahan bangunan, yang mana penjualan sukses, produk itu dikenal dengan Taso, yang mana sebenar bukan lah tasu nama Industri nya, yang mana juga sukses nya penjualan ini meningkatkan penjualan besi di Kalimantan, karena Industri pembuatan Taso tersebut kebanjiran omset, dan produksi bertambah, maka pembelian bahan baku pun juga bertambah, dan berakibat kurang nya pengeriman pasar besi banjar ke Asing akibat di beli Industri lokal ini, namun pemerintah mendukung nya, karena mereka juga mengurangi penganguran, dan produk mereka yang lain juga adalah mesin pompa air jenis baru yang sukses, yang mana mesin pompa air mengunakan batrai untuk tenaga nya, mesin ini begitu sukses, bukan saja di gunakan oleh Industri kontroksi yang jauh dari pusat listrik, tapi di kota juga, mereka memang pintar dalam preoduksi, Produk yang lain juga adalah pompa untuk tambang pasir, mesin untuk pertanian dan lain banyak lagi, Industri ini sukses dalam penjualan nya, dan itu semua berkat kerja sama Tim yang kompak, dan Industri ini juga kembali memukul Industri pembuatan kompor gas yang sukses berkat kerjasama pemerintah dalam pemaksa terhadap masyarakat, yang mana Industri ini menjual Kompor bertenaga listrik yang mengunakan batrai, huh penjualan yang sukses, bukan saja kompor tapi berkisar bermacam alat rumah tangga lain nya, seperti pemanas air bertenaga batrai, yang bisa di bawa kemana-mana, memasak nasi mengunakan batrai, dan lain, Industri benar-benar merubah alur pasar Industri Internasional sekarang ini.
Pada awal tahun 2016 ini juga pasar lokal banjar yang masuk bahan poko yang harga nya sudah tidak lagi stabil ini, kembali menjert akibat ya bertambah nya perminta konsomen, yang mana banjar orang semakin hari semakin banyak, pemerintah terpaksa menambah pasukan Imfor lagi dariu luar, Pasar Industri banjar pada tahun 2016 ini mengalami peningkatan penjualan rotan dan karet, itu karena tidak ada lagi makelar Jakarta yang bikin repot tersebut, atas hal ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, dan Rumah makan Banjar dan Sumatera padang pun pada Febuari melobi pasar Internasional banjar, mereka sepakat membuka 30 cabang mereka di 30 negara, yang mana bekerja sama dengan Kapitalis Frons Islam Asean, Cina dan Amerika Serikat tersebut yang di rencanan akan buka pada awal tahun 2017 nanti. Dan maret 2016 pemerintah Jakarta yang baru ini di banjar menyatakan akan memperbaiki jalan lintas provinsi yang rusak tersebut, dan ini sudah menekan konflik yang mingkat tersebut, dan pasar kontroksi di banjar kembali di lobi pemerintah untuk mengejerkan nya, di samping itu pemerintah juga memperbaiki saranan olahraga, dan mestabilkan harga minyak di banjar, dan atas semua nya itu semua menjadi tenang maka pemerintah melakukan pendekatan pada pasar bebas ini untuk mencari cara menangulangi nya.
Pemerintah Jakarta pun membentuk Tim nya di daerah untuk menyelidik yang mana saja tidak bayar pajak, dan berhasil, yang mana pada akhir pemerintah jakarta alias Jokowi ini mengeluarkan kebijakan pengampunan pajak, yang mana kebijakan ini menadakan bahwa pemerintah Jakarta ingin bekerja sama dengan Industri, dalam pengampunan pajak ini pemerintah Jakarta yang berpacah tersebut dengan DPR tidak melakukan pemaksan, mereka membiarkan saja, yang mana juga ini sudah terungkap nya Panama paper, yang menyudutkan UDB dan KDA, namun pemerintah tidak ikut campur dalam hal itu, yang mereka katakan di Banjar, kepada Industri yang bermusuhan terhadap pemerintah Jakarta kembalilah ke pangkuan ibu pertiwi, dan kami memaklumi apa yang kalian lakukan tersebut, dan kami akan berusaha memenuhi tuntutan kalian, dan kami tidak sama dengan pemerintah Jakarta yang dahulu, dan atas pernyatan nya tersebut pun maka mulai lah meredam nya konflik permusuhan yang begitu panas, yang banyak memprediksikan akan terjadi pemberontakan pada tahun 2017 nanti.
Dan pada November tahun 2016 pemerintah Jakarta juga memperbaiki jalan lintas Provinsi yang putus menuju Malasyia tersebut, dan mengolkan permintan pembangunan jalan lintas kerata api, bukan hanya itu pemerintah Jakarta juga menambahkan kuota haji untuk Kalimantan dan Sumatera, di tambah pelabuhan batam di selat malaka yang di ributkan juga di jadikan GO Internasional oleh Presiden Jokowi, perbaikan badara Riua di Sumatera, dan bekerjasama dengan Kesultanan Aceh, dan pengampunan GAM oleh Presiden Jokowi, yang mana juga Bandara Banjar dan Tabalong di Perbaiki, Saranan Olahraga di perbaiki presiden Jokowi, yang pada akhir nya membuat kelompok pedagangan Internasional yang berkualisi kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi di Banjar dan Aceh, yang mana mulai bekerjasama kembali bersama pemerintah Jakarta, dan membayar pajak nya kembali.
Pada akhir tahun 2016 ini atau 2 desember 2016, pasar Internasional banjar kembali di lobi oleh Industri, yang menawarkan produk lampu rumah terbaru, yang mana produk ini kembali merubah pasar Industri dengan besar akibat produk nya sukses, lampu ini adalah lampu yang jika pada listrik akan tetap menyala karena menyipan listrik, produk ini bom pasar banjar, sedangkan Industri fashion lokal banjar yang go Internasional kembali sukses mendobrak penjualan nya, dan pada tahun 2017 mereka akan mingirim lebih dari 1 juta baju dan celana ke luar negeri. Dan di SBPU banjar Pertamina dengan resmi pada akhir tahun 2016 mempromosikan bahan bakar baru yaitu petralit alternativ bensin, yang mana harga nya tidak terlalu mencekek leher pembeli nya. Dan pemerintah Jakarta di banjar menyatakan mengambil sikap tidak bermusuhan terhadap pasar bebas banjar dan yang lain nya, asalkan para pelaku nya mendaftarkan diri kepada pihak pemerintah, baik pemerintah daerah atau langsung Jakarta, dan semua nya harus bayar pajak, dan dari siapa pun pelaku perdagan bebas yang tidak membayar pajak dan menyalahi atauran pemerintah maka kami akan memerosis nya sesuai hukum republik Indonesia yang sudah di sepakati, dan mentyakut pembangunan Indonesia timor kami akan lakukan bersama dan di harkan kerjasama, dan mengenai banjar gi Internasional, kami masih rundingkan besama dalam rapat bersama DPRD, DPR dan Kementrian Indonesia.
Dan pada awal tahun 2017 juga pemerintah daerah bersama PT Adaro meresmikan taman Exspo Tabalong yang mana ini sudah menjawa apa yang di minta masyarakat, pengerjan mesjid di simpang wara juga selesai, dan sekarang pemerintah daerah Tabalong menuntut PT CONTH semen Cina untuk mengabulkan perminta masyarakat agar mempercepat pembangunan mesjid tersebut. Dan pada awal tahun 2017 ini juga pasar Internasional banjar menyatakan peningkatan penjualan Samsung Industri yang mana benar-benar menghacurkan Blackber di banjar, dan perkembangan pasar bebas begitu besar setalah di berlakukan nya peraturan yang baru oleh pemerintah Jakarta. Pada tanggal 10 Januari 2017 Pasar Internasional banjar, mempromosikan jalur dagang baru nya, yang dari selat malaka, Laut Jawa, Laut Sulawesi, Laut Cina Selatan yang menuju Samudara Pasifik, dan juga di umukan bahwa pemerintah Indonesia dan Pemerintah Malasyia sepakat menawarkan pada Industri kapal dagang jasa militer untuk mengawal kapal mereka yang memberikan jaminan ke amanan oleh perompak berskala Internasional yang sudah di ajukan kepada pihak PBB yang di setujui sesua ketutuan yang berlaku. Dan semuan nya kembali mereda di banjar, dan kami belum tahu lagi perkembangan selanjut nya, karena hanya data ini yang kami bisa beritahukan pada anda, untuk data selanjut nya kami masih menyusu kelajutan nya.

Kesimpulan Terakhir

Tidak bermaksut memihak kubu mana pun, namu apa yang di lakukan pemerintah, sudah seperti yang di katakan perdana mentri Malasyia Mathir Mohammad perdagangan bebas ini takan bisa diredam pemerintah, karena ini terjadi sudah hukum alam, kemajuan teknologi, peradapan manusia, militer dan Industri dalam pasar untuk memenuhi kebutuhan manusia, dan juga perlu di ketahui bahwa hubungan daerah Indonesia dengan pihak asing tersebut atau perdagang bebas tersebut bukan lah hal baru, melainkan sudah terjadi dalam sejarah yang berjalan peradapan manusia ini, jadi bukan paktor dari globalisai yang selalu di kemukaan oleh pengamat saja, dan pasar bebas ini bahaya nya adalah persaingan Industri negara-negara yang bisa mendatakan perang akibat permusuhan mereka, contoh Amerika Serikat dan Cina yang rakus kekuasan tersebut mereka selalu saja ingin perang, dan Industri militer Amerika yang menjual senjata sangat berbahaya, timor tengah adalah korban nya, jadi ini perlu di waspadai. Sikap pemerintah Indonesia ini atau rezim Jokowi ini sudah benar, karena tidak mengambil sikap bermusuhan melainkan teman, karena juga ini mendukung kemajuan Indonesia, yang mana ini sudah menjawab semua konflik daerah terjadi, dan selama mereka bayar pajak dan mengikuti peraturan pemerintah buat apa di larang, kecuali melangar peraturan dan merugikan pemerintah baru di tindak, namum pemerintah Jakarta sekarang jangan senang dulu dengan apa yang terjadi, karena masih banyak lagi yang perlu di kerjakan di masa depan, yang mana penuntutan banjar go Internasional masih belum selesai, dan sengketa lain yang masih menjadi tuntutan juga masih belum lagi, jadi pada inti nya rezim Jokowi lebih baik dari sebelum nya, dan semoga saja rezim ini bisa mengajak kembali beberapa Industri yang masih memberontak ke pangkuan ibu pertiwi di kedapan hari nya, dan semoga rezim ini juga bisa memajukan Indonesia dan menjaga kesatuan NKRI.

Dan mungkin sekian dulu imformasi yang saya bisa berikan pada anda para pembaca. Dan kita bertemu lagi di lain epesodi tulisa saya yang baru nanti.
Terima kasih telah membaca nya semoga berguna untuk anda.
Mohon maaf bila ada kekeliruan dalam tulisan saya di atas.

FROG GOZILLA
Ketua Organisasi Alternativ Rock Numetal Comnty Tato88 Tanjung Tabalong yang bergerak memajukan pendidikan di Banjarmasin Aceh dan Indonesia.
Organisasi ini juga sangat aktiv di industri musik Rock Endergrond,
Dan berjuang untuk membangun perintahan ustmaniyah yang baru, 

Simbol Organisasi

Avril Lavigne

Tidak ada komentar: