Translate

Kamis, 22 September 2016

Memperjelas Sejarah Islam Indonesia Dan Masalah Nya



Memperjelas Sejarah Islam Indonesia Dan Masalah Nya 

WELCOME BLOGGER FROG GOZILLA
Terima kasih pada anda para pembaca yang sudah mau melungkan waktu berharga anda hanya untuk membaca tulisan saya 

Pendahuluan


Gambar Avril fans fender Repoter, Redakasi dan Jurnalis Kantor Berita Kanada Banjarmasin Aceh.


Tulisan ini saya bisa pertanggung jawabkan kebenaran nya, dan saya siap di pangil oleh siapa saja dan kapan saja untuk mempertanggung jawabkan tulisan ini.
Tulisan ini saya tulis di bantu oleh kawan-kawan Avril fans fender, dan sengenap ahli sejarah terkemuka dari Indonesia, Asean, Asia, Eropa dan Timor Tengah, yang semua data dari penilitian selama 8 bulan nonstop, baik langsung di lapangan, maupun dengan cara berdiskusi bersama di kantor berita Kanada Banjarmasin.
Tulisan membahas tetang bagai mana Islam masuk Indonesia ini, kapan dan siapa orang nya yang berdahulu menyebarkan Islam di Indonesia ini, dan menghentikan semua perdebatan panjang oleh ahli sejarah Islam Indonesia ini.
Dan dalam tulisan ini juga, ada sengenap nama tokoh dan organisasi nya, yang kami rahasiakan nama nya, dan hanya kami ganti istilah nama sebutan tokoh dan organisasi yang meminta nama mereka kami rahasiakan, dan itu adalah hal perjanjian dalam penulisan ini. Namun ada juga tokoh dan organisasi nya yang tidak kami rahasiakan nama karena tidak di minta nya tokoh dan organisasi tersebut.
Dan mohon maaf terlebih dahulu pada anda pembaca, karena tulisan saya bahasa nya tercampur antara bahasa Indonsea murni dan melayu banjar sumatera dan kalimantan, dan saya lebih pasif berbahasa melayu banjar dari pada berbahasa Indonesia murni, dan penulisan tulisan ini, saya tulis kalimat nya dengan kalimat kata-kata kasar, karena memang sudah begitu dari awal penulisan ini, dan semua tex dan naskah tulisan nya asli, tanpa di rubah satu huruf pun kalimat nya, jadi mohon di pahami jika ada kekeliruan dalam penulisan ini.

Memperjelas Sejarah Masuk Nya Islam Di Indonesia Dan Menghetikan Nya Perdepatan Panjang Sejawan Islam. 

A. Seluruh Nama Tokoh, Organisasi, Buku, Tex Penigalan Sejarah dan Negara Yang Teribat Penulisan Ini
Kesultanan Banjarmasin
Kesultanan Aceh
Kesultanan Palembang
Kesultanan Pagar Ruyung Sumatera Barat
Kesultana Yokyakarta
Kesultanan Cerebon
Kesultanan Banten
Kesultanan Mataram
Kesultanan Ternate
Kesultanan Gowa Makasar
Kesultanan Kutai Kartanegara
Kesultanan Brunai Darusalam
Kesultanan Sulu Sabah
Kesultanan Pontianak
Kesultanan Malasyia
Kesultana Turky Usmani
Kerajan Arab Saudi
Kerajan Perisa Iran
Kerajan Yourdania
Ingiris
Italia
Perancis
Vatikan
Belgia
Libyia
Sudan
Irak
Palestina
Rusia
Cina
Jepang
Korea Utara
Vetnam
Thailand
Singapura
Kamboja
India
Pakistan Afganistan
Yaman
Presiden Islam Fondasion Zakir Naik India
Sultan Khairul Saleh Banjarmasin
Sultan Landak Pontianak
Pasukan GAM Aceh
Gereja Kristen Batak Sumatera
Dayak Muslim Kalteng
Kristen Melayu Jakarta
Pemeritah Daerah, Banjarmasin dan Aceh
Dinas Pendidikan dan Kebudaya Indonesia
Kementerian Agama Indonesia
Fron Islam Asean
Frons Islam Persia Iran
Avril Fans Fender Indonesia
Avril Fans Fender Kanada
Avril Fans Fender Iran
Negarakertagama
Sabalilal Muhtadin Banjarmasin
AL-Qur'an
Hadis Nabi Muhammad
Injil lama dan baru
Taurat Yahudi dan Babel
Texs Hikayat Banjarmasin
Tex Hikayat Samudara Pasai dan Perlak
History Arab Perang Salib
Buku Penaklukan Kontantinovel Ottoman 1453 Fetih
Mesir Sokolah Agama
Universitas Gajah Mada
Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin
Universitas Islam Banjarmasin
Universitas Islam Indonesia  

Memperjelas Sejarah Islam Indonesia
BAB 1
A. Tujuan Penulisan

Gambar Diskusi Pemebelajaran Islam di Kantor Berita Kanada Banjarmasin

Pembaca saya bukanlah orang yang pintar dengan Ilmu Agama, memang saya seorang muslim, tapi saya bukan orang yang taat juga terhadap ajaran Islam ini, dan tubuh saya banyak tato, saya juga pencadu Alkohol, namun saya adalah orang yang suka mempelajari sejarah, dan hampir 10 tahun sudah saya mempelajari bermacam sejarah-sejarah, dan yang membuat saya dan kawan-kawan juga mengadakan penilitian sejarah Islam ini adalah, karena saya dan kawan-kawan ini banyak nya konflik di kubu Islam ini, dan hampir tidak ada jalan penyelesaan debat dan pertikain ini, dan hampir semua sejarahwan Islam ini punya pendapat dan teori sendiri terhadap Islam ini, dan membuat nya lebih dasyat lagi adalah paham golongan, suni mau pun Syiah, yang sampai sekarang juga belum  tak terselesaikan secara tuntas, dan ini harus di akhir, agar menghindari dari perpecahan kubu Islam.
Tujuan penulisan ini juga untuk menghindari akan kesesatan agama dan skuler yang hanya akan konflik memakan korban, yang dari dulu sudah terjadi, dan sudah berapa nyawa yang hilang akibat perang saudara Islam ini, semenjak ditinggalkan nya Nabi Muhammad SWT.
Tujuan inti nya juga adalah, menyatukan umat Islam yang sedang terpecah belah ini, menjadi 1 kembali seperti dulu, namun juga bersatu bukan untuk menghunuskan pedang dan mengangat perisai untuk menyerang golongan lain, tapi bersatu menjadikan Islam rahmatil Alamin, Islam pembawa perdamain untuk seluruh alam semesta ini, dan melupkan dendam sejarah yang sudah sekian ribuan tahun yang masih membara di sebagain hati dan pikiran umat muslim ini.
Penulisan ini jua bertujuan untuk menghalau doktrin-doktrin orang dan guru yang tidak bertanggung jawab, dan menghilangkan akan ke favoritan tokoh-tokoh pahlawan Islam, menjadikan nya sesat saja, karena terlalu terimpirasi atas semangat yang membara itu.
Rintasan sejarah Islam ini juga di tulis untuk menghentikan pertikaan 3 kelompok berbeda, jawa, melayu dan banjar, yang di ribukan nya adalah, masalah kapan Islam masuk Indonesia ini, dan 3 teori nya, 1 teori gunjarat India, 2 Demak dan Walisonggo, dan 3 pedangan muslim persia Iran dan Cina penyebar Islam pertama di Indonesia ini, dampak yang di timbolkan hal ini sangatlah besar sekali.
Dan jangan salah paham juga dengan Tulisan ini, karena di tulisan ini, hanya membuat masalah yang penting yang bersangkutan dengan sejarah perjalan Islam di Indonesia ini, dan jangan mengangap yang mana kesultanan dan tokoh nya yang tidak tercantung di sini tidak di pedulikan atau di angap tidak punya jasa, tapi melainkan disini yang di tulis hanya kesultanan dan tokoh yang kuat dan punya bukti pisik yang bisa di pertangung jawabkan kebenaran atas jasa mereka yang telah menyebarkan Islam di Indonesia ini, dan kesultanan yang kami fokus untuk menjadi acuan rintisan sajarah ini adalah, Kesultanan Aceh Samudara Pasai, Kesultanan Perlak, Kesultanan Banjarmasin, Kesultanan Ternante, Kesultanan Mataram, Kesultanan Demak, dan Kesultanan Malaka, yang mana semua dari kesultanan ini adalah penyebar agama Islam yang kuat sekali di nusantara ini, dan kami semua tidak berpihak pada kubu mana pun, namun kami inggin meluruskan masalah yang sudah bengkok ini, menjadi sedia kala.
Seperti tulisan kami yang terdahulu, yang mana sudah hampir sedikit berhasil dalam memluruskan masalah Islam ini, tulisan kami itu berjudul Revolusi Islam banjarmasin, dan Aceh, moderenisasi Islam teknologi berbasis digital Indonesia yang kedua, karena revolusi Islam satu sudah gagal menjawap persolan polimik Islam Indonesia ini, yang mana belum mampu memberikan pengarahan terhada kaum ulama dan guru agama yang punya pengetahuan alakadar nya itu untuk mendidik genarasi Islam harus punya pendidikan skuler juga bukan fokus terhadap agama saja, yang hanya menjadikan Islam terbelakang, dan ini hanya dari sekian dari masalah yang juga harus cepat di selesaikan, sebelum runtuh nya Islam akibat berpecah dan kurang pendidikan akan untuk memajukan nya dalam bersaing dari golongan lain, dan menamkan demokrasi antar golongan, tapi nanti kita bahas di bab 2 apa saja masalah Islam dengan sejarah di Indonesia ini, dan bagai mana padangan dunia terhadap Islam di Indonesia, sembari dalam mirintis paham ideologi nya.
Dan tulisan ini juga bisa di bilang lanjutan dari Revolusi Isalam Banjarmasin Aceh, tahun 2013 lalu itu, dan di bawah juga akan saya paparkan dengan apa yang di maksut akan Revolusi Islam 2 itu, dan bagai mana penarapan nya dalam masyarakat.
Dan sekali lagi saya tegaskan pada anda, tulisan ini ada dan dibuat oleh lembaga Islam masyarakat Kalimantan dan Aceh, untuk meluruskan persoalan yang bengkok, dan memberi jalan tengah untuk memadamkan konflik Ideologi dan kubu-kubu Islam, hingga konflik fisik nya, dan perlu di ketahui jua, mengapa Kesultanan Aceh dan Banjarmasin, banyak melibakan Pihak luar Indonesia dalam membahas Islam Indonesia, jawaban nya adalah, Pihak luar di minta ikut untuk di mintai keterengan nya, dan memastikan beda bersejarah yang kami temukan di penilitian dalam pengalian nya adala benar, misal kapal Iran persia yang karam di dekat Aceh, yang membawa Bukti Aceh sudah berhungunagn dengan Iran Persia dalam Zaman Sejarah, dan juga membandikan budaya dan tradisi Islan Indonesia ini, memang mengikuti ajaran Islam murni atau bukan, dan jika bukan bagai mana ajaran Islam murni tersebut.
Dan saya tegaskan lagi, tulisan ini hanya membahas Islam dalam sejarah Indonesia, bukan yang lain, dan peringatan untuk anda pembaca, jika anda tidak membaca tulisan ini sampai habis, hanya setengah-setegah saja, maka anda pembaca tidak akan tahu apa arti tulisan ini, dan jangan terkejutkan dengan berbagai masalah kontroversinal,  dan membuat emosi akibat berbeda pendapat atara kubu-kubu Islam, dan semua angapan apa pun yang muncul di kepala anda selagi membaca tulisan jangan di kelurkan dulu, atau di benarkan, sebelum ada membaca nya sampai habis, dan jika anda membaca tulisan ini sampai habis, baru keluarkan pendapat anda pembaca, alasan saya berkata ini, karena tulisan ini akan membuat masalah Majahapit dan Samudra Pasai. apakah Samudra Pasai yang menaklukan Majapahit, atau Sebalik nya Majapahit yang telah menaklukan Samudara Pasai, dan juga panjang lebar masalah Kerajan Islam Campa, yang di klem ada di Vetnam pembaca, dan semua itu akan terjawab dalam tulisan ini, dengan bukti yang akurat yang kami miliki.

Memper Jelas Sejarah Islam Indonesia Sengan maslah Nya
BAB 1
B. Masalah-Masalah Islamk Yang Di Indonesia Yang Harus Diselesaikan


Gambar rapat kesultanan Aceh dan Banjarmasin dalam Mempelajari Masalah Islam Indonesia.

Kalau di cari secara teli masalah Islam Indonesia ini, maka anda akan menemukan lebih dari 100 masalah yang melanda, dari zaman prasejarah, tapi tidak mungkin membahas semua di sini, dan dalam ratusan masalah itu, kami mengambil masalah yang paling penting saja untuk diselesaikan, seperti yang sudah saya tulis juga buku yang berjudul Islam dan Kristen Indonesia itu berbeda dari ajaran yang sebenar nya, dan sangat melenceng jauh sekali.
Masalah utama yang harus di selesaikan adalah masalah sejarah Islam masuk Indonesia, dengan 3 Teori nya, yang saya suduh sebutkan di atas tadi, agar 3 kelompok ini berahir betikai, dan di bawah nanti akan terjawab mengenai hasil perdebatan ini, dan jawaban itu tidak bisa di bantah lagi, karena punya bukti akurat nya, baik fisik atau yang tertulis nya, dan jawaban itu juga akan mengakhiri penabian tokoh pahlawan Islam, beserta dengan pengagungan kesultanan, yang kerap kali saling ejek, baik demak dangan pasai, yang sama mngklaim pendapata masing-masing.
Masalah kedua adalah paham aliran dan doktrin nya, yang mana di Indonesia sangat banyak paham aliran warna-warni dengan masalah kelompok nya sendiri.
Masalah 3 adalah, masalah budaya dan tradisi, yang juga acap kali jadi sengketa saja, dan berujung korban, yang mana mengklaim budaya dan tradisi yang paling benar sudah.
Masalah ke 4 adalah, masalah kelompok Islam dengan Pemerintah Indonesia, dan densus88 dengan Islam teroris nya.
Masalah ke 5 adalah, Sejarah siapa yang membangun dan mengebangkan nya berdahulu pendidikan Islam Indonesia, dan siapa orang nya yang telah penyesatkan nya pendidikan Islam Indonesia itu.
 Masalah ke 6 adalah, menghentikan nya Islam yang di jadikan kendaran politik kukasan, alias inggin jadi pememimpin mengunakan agama sebagai media, dan segala bentuk penyimpangan masyarakat dan pemerintah terhadap agama itu sendiri.
Masalah ke 7 adalah, menghentikan konflik atara ulama Islam dengan para dukun-dukun sesat, dan penjualan ayat-ayat suci Al-Qur'an, dan pemalsuan hadis nabi.
Masalah yang ke 8 adalah; mengajak pulang kembali para milisi Islam yang berkonflik, dengan siapa pun, dan mendamaikan mereka semua, milisi seperti GAM Aceh, Laskar Islam Malaka, Kesultanan Ternante dengan konflik Ambon dan Poso nya.
Maslah ke 9 adalah masalah hukum syariat Islam dan pancasila yang sudah lama menjadi sengketa, yang mana sebagian inggin hukum syariat Islam, dan dari kubu satu lagi inggin hukum pancasila.
Masalah ke 10 adalah, menghetikan penilan dunia terhadap Islam sendiri, karena cenderong Islam selalu di Idelogikan Agama perang dispilin keras, atau pengabaran semangat Ivansi itu.
Masalah ke 11 adalah, untuk memberitahukan pada dunia, bahwan Islam tidak mengambil kebesan wanita, seperti yang di gambarkan banyak orang barat.
Dan dari 11 masalah itu semua penting dan harus di selesaikan, dan juga masalah ini tidak bisa di selesaikan satu-satu tapi serentak semua nya, karena masalah 11 itu semua nya berkaitan dengan sangat erat sekali, sudah tidak bisa lagi di pisahkan nya lagi.
Mengenai nomor urutan masalah itu, di tulisan ini bukan mengedepankan salah satu nya, tapi semua, jadi urutan nomor itu hanya jarak pemisah masalah nya, bukan untuk di gambarkan jika masalah di nomor urut 1 itu lebih penting dari yang lain nya.

Memperjelas Sejarah Islam Indonesia
BAB 1
C. Menjelaskan Sejarah Islam Masuk Indonesia Pertama Dan Menghetikan 3 Konflik Kubu Dan 3 Teori Nya

Gambar penelitian lapangan di lokasi Makam Para Sultan Samudara Pasai Aceh

Saat saya masih sekolah dulu, saya berjalan ke Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, maksut saya kesana untuk melihat sebuah acara musik yang di adakan mahasiwa di belakang Universitas Lambung Mangkurat itu, saat saya berjalan di lorong gedung tersebut, terdengan suara keras dan teriakan, saking kencang nya teriakan tersebut membuat saya berjalan ke arah yang ramai teriakan tersebut, dan setelah sampai saya terkejut juga melihat orang mau bertengkar, dengan masalah sejarah, kontroversi Majapahit dan Samudra Pasai, yang mana kelompok tersebut, menudikan bahwa penulisan sejarah telah keliru sekali, yang mana masalah tersebut bukan saja masalah akan Islam, atau pasai saja, malaikan sejarah Indonesia, yang mana dalam mata pelajaran sekolah-sekolah hanya selalu membuat Majahapit dan Gajah Mada, dan kisru masalah Kerajan Campa Melayu, hingga akhir nya berbuntut pada masalah Sejarah Islam masuk Indonesia ini, tapi masalah ini biasa di kodekan atau di singkat mereka pihak bersengketa adalah masalah Majapahit dan Pasai saja, dan masalah ini juga memuat 3 teori Islam masuk Indonesia itu, dan teori tersebut berbunyi seperti di bawah ini:
1. Teori Gujarat
Teori ini dipelopori oleh ahli sejarah Snouck Hurgronje, menurutnya agama Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh para pedagang Gujarat pada abad ke-13 masehi.

2. Teori Persia
P.A Husein Hidayat mempelopori teori ini, menyatakan bahwa agama Islam dibawa oleh pedagang Persia (Iran), hal ini berdasarkan kesamaan antara kebudayaan islam di Indonesia dengan Persia.

3. Teori Mekkah
Teori ini menyatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia langsung dibawa para pedagah Mekkah, teori ini berlandaskan sebuah berita dari China yang menyatakan jika pada abad ke-7 sudah terdapat perkampungan muslim di pantai barat Sumatera.
Jadi pembaca begitu lah 3 teori nya, dan tabahan Majapahit yang menjadi Demak adalah Klem Walisonggo.
Dan masalah ini sudah lama sekali, mungkin sudah 12 tahun, karena pristiwa itu terjadi, saya masih duduk di bangku SMP, dan perkara itu sampai sekarang tidak terselesaikan dengan tuntas, yang mana masalah ini hanya terrus menui konflik, namun waktu dulu juga saya kurang peduli terhadap masalah ini, tapi setelah saya duduk di bangku SMA dan di kelas 2 berhenti sekolah, maka saya mulai tertarik sejarah, namun bukan sejarah agama, tapi sejarah skuler, tapi belakangan 5 tahun saja saya masuk lingkaran yang mempelajari sejarah Islam Indonesia ini, akibat saya sudah sereng melihat orang berkonflik masalah ini, dan saya bukan orang taat beragama, tapi entah mengapa saya banyak ikut debat sejarah Islam di Banjarmasin. Dan saya juga tidak menyangka, ternyata Islam waktu itu sudah sekali berevolusi, atau di kenal orang banjar dan Aceh, Revolusi Islam Teknologi 1, untuk simbol penyebutan moderen nya, yang terjadi pada zaman penjajah Belanda, Revolusi Islam 1 itu bertujuan untuk mengebalikan Islam murni nya Kesultanan Banjarmasin, yang mana Islam murni tersebut, yang kami lihat dari peninggal Hikayat Banjarmasin, Islam berbasis Kordoba dan Granada Spanyol, atau singkat nya Islam Skuler, tapi sayang Revolusi Islam 1 itu gagal dalam misi nya.
Penyebab utama nya lahir nya Revolusi Islam 1 adalah, di mana ketika Belanda menembak hancur Istana Kesultanan Banjarmasin, dan membuat pembesar dan rakyat banjar melarikan diri ke pedalaman hutan, nah lama nya mereka di pedalaman hutan ini, dan berkawan suku dayak, maka Islam terpengaruh, yang asal nya menolak tegas pratik perdukunan ala suku dayak, menjadi menerima nya, dan hal ini membuat para ahli ulama saat rentang watuk Islam semakin menyusut itu melahirkan Revolusi Islam 1, yang bermaksut untuk menjaukan orang Islam terhadap pratik perdukunan, dan kembali ke ajaran semula, jika sakit pergi ke dokter, dan jika Inggin kaya makan berjuang dengan bekerja keras, bukan dengan komat-kamit dibawah pohon tua, dahsyat nya Belanda, maka Revolusi Islam 1 gagal.
Singkat cerita, setelah saya bergabung dengan Tim penelitian sejarah Banjarmasin, pada tahun 2013 lalu, tercetuslah Revolusi Islam Aceh dan Banjarmasin 2, yang mana misi nya sama saja dengan yang pertama, tapi juga ada tambahan misi baru nya, yaitu menjadikan Islam skuler yang tidak kalah bersaing, dan membuat damai konflik, tapi dalam rentang waktu, kadang Revolusi Islam 2 ini, di Indentikan orang sama dengan Iran, padahal bukan Iran sekali. 
Seperti yang saya katakan tadi, Revolusi Islam 2 pun masih kurang juga, maka terjadi lah penulisan ini, yang di barangi dengan Exspedisi nya tim peneliti sejarah keliling Asean untuk mengali setus yang di duga peningalan sejarah Islam, dan tim juga mengumpulkan banyak data, baik dari bawah tanah, dan bawah laut, di bantu keterangan oleh para tokoh-tokoh tua, di mana tim kami melakukan penelitian, dan lama penelitian 8 bulan, di mulai dari tanggal 2 November 2015 dan berahir pada tanggal 2 juni 2016, dengan menelan dana Rp 5 milyar, yang di dapat dari banyak pihak, dan pemerintah pun juga ikut membantu dana nya juga.
Ke jalur topik pembicaran kita, tetang penyelesain masalah ini, maka penelitian 8 bulan dapat menjawab nya pertanyan yang sudah lama di pertanyakan itu, Siapa penyebar Islam pertama di Indonesia ini? setelah data di pelajari semua orang terlibat penulisan ini sepakat, tidak ada orang yang tahu, kapan Islam masuk Indonesia ini, dan hanya tuhan saja yang tahu kapan Islam masuk Indonesia ini, dan siapa orang nya, dari kerajan atau negara mana juga hanya tuhan yang tahu, nalar manusia tidak cukup untuk menelaah siapa penyebar Islam pertama Indonesia ini, dan orang hanya bisa memperkirakan dengan bukti fisik seperti peningalan artifak sejarah saja, dan tidak menutup kemukinan Islam masuk Indonesia dari zaman Rasullah masih hidup, tapi Alahualam tidak ada yang tahu.
Saya tegaskan lagi agar jelas, hanya sejarahwan gila saja sudah, yang mengaku tahu siapa dan kerajan mana yang pertama membawa Islam masuk Indonesia lalu menyebarkan nya, tapi kita bisa mengaji sejarah kerajan dan daerah nusantara mana yang kuat dalam penyeberan Islam di Indonesia dari yang paling tua tahun yang tercantung di artivak sejarah, seperti makam atau bekas kerajan, dan sungguh tidak bisa di jawab siapa yang berdahulu membawa islam lalu menyebarkan Islam di Indonesia ini, dan dengan tegas juga semua orang yang terlibat penulisan ini membantah 3 teori terdahulu oleh sejarahwan Islam, dan kami maklumi memang mungkin mereka dulu kekurangan bahan untuk merujug ritisan sejarah Islam masuk Indonesia ini, Klem Majapahit dengan catatan tex sejarah juga terbantkan dengan bukti akurat kami, klaem Demak atau Mataram juga terbantahkan, dan klaem Sumadudra pasai dan yang lain terbantakan semua nya, karena tidak ada yang tahu siapa dan orang mana dan kapan membawa Islam masuk Indonesia lalu menyebarkan nya, hanya tuhan saja tahu, contoh begini saja, beberapa klem Majapahit, Islam sudah ada di nusantara dan mereka melihat nya waktu mengevansi Sumatera, nah yang di lihat nya hanya 1 daerah saja/1 lokasi saja, sedang kan wilayah nusantara ini luas sekali, memang benar mereka melihat orang muslim di perkampungan Sumatera, tapi juga bisa jadi ada di daerah lain hal serupa perkampungan muslim di daerah lain seperti di Kalimantan, yang tidak terlihat prajurit Majapahit sudah ada, jadi tidak bisa di ambil rujukan hal macam itu.
Contoh lagi, dari 3 teori di atas tadi, misal nya para pedagang dan daerah mana yang berdahulu menyebarkan Islam ini di Indonesia, contoh Klem Pedangan Gunjarat India atau Persia, yang dahulu menadarat dan melabuhkan jangkar nya di Samudara Pasai, lalu berdakwa, dan menikah di Aceh, dan membuat kerajan Islam dan menyebarkan luas nya, memang benar kejadian dalam teori tersebut, tapi tidak menjawab siapa yang pertama menyebarkan Islam di Indonesia ini, mungkin saja hal yang sama, yang terjadi di Aceh, terjadi di daerah lain, tapi masih dalam lingkar NKRI, contoh misal di jawa, hal serupa dan hari yang sama bisa terjadi hal dimikian itu, dan perlu di akui, kerajan kuat dalam penyebaran Islam di Indonesia ini bertahun paling tua adalah, Kesultanan Perlak dan Samudara pasai dengan tahun seperti berikut ini:
Kesultanan Perlak dari tahun 840-864 M. Kesultana Perlak sama saja dengan Samudara Pasai, karena telah bergabung menjadi 1, Perlak yang pertama, Samudra Pasai yang kedua untuk melanjutkan nya perjuangan, Kesultanan Perlak berdiri pada tahun 840 dan bukan berakhir pada tahun 1292. Tapi mengecil pada tahun 1292, dan bergabung jadi Samudra Pasai, jadi jangan keliru dengan menjebut nya berahir

Nama Sultan Tahunya Merintah

1. Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Azis Shah (840-864) 
2. Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Rahim Shah (864-888) 
3. Sultan Alaiddin Syed Maulana Abbas Shah (888-913) 
4. Sultan Alaiddin Syed Maulana Ali Mughat Shah (915-918) 
5. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Kadir Shah Johan Berdaulat (928-932) 
6. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin Shah Johan Berdaulat (932-956) 
7. Sultan Makhdum Alaiddin Abdul Malik Shah Johan Berdaulat (956-983) 
8. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Shah Johan Berdaulat (986-1023) 
9. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Mahmud Shah Johan Berdaulat (1023-1059) 
10. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Mansur Shah Johan Berdaulat (1059-1078) 
11. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdullah Shah Johan Berdaulat (1078-1109) 
12. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ahmad Shah Johan Berdaulat (1109-1135) 
13. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Mahmud Shah Johan Berdaulat (1135-1160) 
14. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Usman Shah Johan Berdaulat (1160-1173) 
15. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Shah Johan Berdaulat (1173-1200) 
16. Sultan Makhdum Alaiddin Abdul Jalil Shah Johan Berdaulat (1200-1230) 
17. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin Shah II Johan Berdaulat (1230-1267 
18. 18. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Aziz Johan Berdaulat (1267-1292) 
Catatan: Sultan-sultan di atas dibagi menurut dua dinasti, yaitu dinasti Syed Maulana Abdul 
Azis Shah dan dinasti Johan Berdaulat, yang merupakan keturunan dari Meurah Perlak asli 
(Syahir Nuwi). 
Keterangan nama sultan dan tahun nya di atas ini, punya bukti fisik nya, dan bukti itu ada di Ach sekarang, kami menulis nama mereka dan tahunya itu dari batu nisan nya, dan keterangan ini sudah di sahkan oleh Pemerintah Indonesia.

 Samudara Pasai 1267M, Raja Merueh Silu Aceh. dan mulai berkuasa dan memperkuat Islam pada tahun 1297-1326, BukanTahun sekitar tahun 1360 M. tapi mengecil dan hilang kekuasan nya Pada sampai tahun 1524 M,

Nama Sultan Tahunya Merintah

1. Sultan Malik al-Saleh (1267-1297 M) 
2. Sultan Muhammad Malikul Zahir (1297-1326 M) 
3. Sultan Ahmad Laidkudzahi 
4. Sultan Zainal Abidin Malik al-Zahir (1383-1405 M) 
5. Sultan Shalahuddin (1405-1412 M) 
Keterangan nama sultan dan tahun nya di atas ini, punya bukti fisik nya, dan bukti itu ada di Ach sekarang, kami menulis nama mereka dan tahunya itu dari batu nisan nya, dan keterangan ini sudah di sahkan oleh Pemerintah Indonesia.

Gambar Tim Avril Fans Fender Kami Sedang Mencatat Dan Meneliti Situs Makam Para Sultan Aceh

tahun yang di atas, dan nama kerajan di atas ini kami dapat langsung di lokasi, yaitu di Aceh, dalam penelitian 8 bulan kami, Kesultanan Perlak dan Samudara Pasai Aceh adalah Kesultanan Penyebar Islam kuat tertua tahun nya dari yang lain nya yang kami dapatkan dalam penelitian 8 bulan kami, tapi tidak menutup kemungkinan hal serupa terjadi di wilayah lain di lingkar NKRI ini, tapi kita belum menemukan bukti nya saja lagi, dan tegas nya adalah, tidak menutup kemungkinan ada yang kesultanan yang lebih tua tahun yang juga kuat menyebarkan Islam dari sebelum Kesultanan Perlak dan Kesultanan Samudara Pasai Aceh, yang berada di wilayah lingkar NKRI yang menyebarkan Islam kuat juga, barang kali tempat dan bekas nya hancur di makan zaman, bisa jadi dapat serangan ivansi, atau barang kali kita belum menemukan nya saat ini, tegas nya, tidak menutup kemungkinan ahli sejarah Islam Indonesia masa depan nanti menemukan lokasi atau tempat bekas pusat penyebaran Islam kuat yang tahun nya lebih tua dari yang kami dapatkan di Aceh, ya itu Samudara Pasai dan perlak, jadi untuk saat ini status wilayah dan Kerajan paling tua tahun nya, yang kuat menyebarkan Islam di Indonesia ini, di pengang Kesultanan Perlak dan Samudara Pasai Aceh, Gelar kerajan tertua tahun kerajan yang kuat menyebarkan Islam di Indonesia oleh Kesultanan Perlak dan Samudara pasai Aceh itu, akan berubah atau di ambil pihak lain di masa depan nanti jika ada tim peneli menemukan situs sajarah Islam Indonesia tetua tahun nya.
Apakah ini masih kurang lagi untuk menghetikan pertikaan kubu-kubu sejarawan Islam? dan apakah juga masih ada yang mengeras dengan 3 teori Islam masuk Indonesia di atas tadi? kalau hanya pedangan muslim saja jadi rujukan jua, salah total, karena pedangan muslim itu banyak tidak satu, pelabuhan dan perkampungan di wilayah nusantara ini banyak pembaca, jadi itu tidak dapat di jadikan rujukan nya, dan pendapat sejarahwan Islam Indonesia yang lain nya yang masih benang merah nya terkait 3 teori tersebut yang berbunyi Islam masuk pada abad 12 dan 13 ini jelas salah besar, sudah di katakan Islam masuk Indonesia bisa di mungkinkan pada zaman Nabi Muhammad masih hidup, karena sebelum pra Islam di mulai saja di timor tenggah, bumi nusantara ini sudah berhubungan dengan Timor Tengah, jadi hanya tuhan yang tahu, banyak bukti peniggak sejarah yang masih di lihat tetang hubungan nusantara dengan timor tengah sebelum pra Islam, baik kapal karam dan lain nya, atau klem para kubu Islam Jawa Timor, dengan penabian, Walisonggo nya, yang tetap ngotot Walisonggo penyebaran Islam pertama? apakah kubu Islam Jawa Timor juga masih mengeras, Demak Kesultanan Islam yang terkuat dalam menyebarkan Islam di Indonesia, tanpa menghargai pihak lain juga yang berjasa? atau para kubu-kubu Islam atau kelompok mana saja yang masih mengeras dalam hal ini? atau di samakan ribut nya para ahli sejarahwan Skuler Indonesia, dengan penekanan penulisan seajarah hanya bertitik tumpu pada Majahpahit nya, bisa jadi zaman dulu itu, ada kerajan di nusantara ini, kerajan kuat macam Majapahit dengan patih gajah mada nya itu, namun hanya saja tidak di temukan saja lagi, bisa jadi penulisan sejarah terjadi doktrin-doktrin macam kitap injil, atau menghilakan juga tokoh sejarah yang juga berjasa tapi dengan sengaja nama tidak di jantukan, siapa yang tahu, tidak ada, kecuali tuhan, dan banyak orang membatah kekuasan Majapahit, bisa jadi cerita itu di buat sejarawan yang curang? bahwa sebenar nya Majapahit tidak lah berkuasa mutlak di Nusantara ini, atau barang kali juga, mereka sejarawan skuler itu benci atau tidak terima dengan penulisan Majapahit, yang berkuasa, hingga memalukan nenek moyang nya, jadi dari sekarang sunguh hati-hati dalam menulis tokoh sejara, ini bukan bermaksut untuk membuat konflik dengan pihak kubu jawa, tapi ini adalah sebuah realita yang terjadi di Masyarakat ini, bukan kami membela orang Melayu, tapi jika anda pembaca dulu pernah bersokolah, anda akan tahun masalah Pasai dengan Majapahit itu, atau juga gelar Panglima besar Sudirman, yang mengakibatkan yang lain menjadi mengeluarkan pernyatan, apakah kami tidak di hargai, tapi tak mengapa, saran kami semua hentikan perdebatan sejarah ini, baik sejarah Agama, atau sejarah Skuler nya, mari bersama membangun bangsa yang kuat saudara-saudara ku sekalian.
Untuk menegaskan nya lagi masalah ini, pembaca bisa tinjau Tex keterangan sejarah yang di tulis Avril fans Fender Aceh Banjarmasin, yang mana Tex ini penulisan awal nya sangat panjang, tapi setelah di kaji ulang oleh para Angota sejarawan Islam Indonesia dan Pemerintah Indonesia, lembaga Kementerian agama Indonesia, maka tulisan Avril Fans Fender tersebut di pangkas oleh Tim pemerintah, dan disingkat dan di cocokan ulang lagi oleh pemerintah Indonesia dengan cara Pemerintah sendiri meninjau lokasi makam sultan Aceh, dan mencucukan keterangan Avril Fans Fender,  dan texs keterangan ini di sahkan oleh pemerintah, dan punya kekuatan otoritas hukum mutlak dari pemerintah Indonesia, jika ada yang membatah nya atau membetak nya, dan tulisan keterangan tersebut di bawah ini. yang di rangkum dalam BAB 1 dan dalam topik yang sama dengan tulisan di atas ini.

Memper Jelas Sejarah Islam Indonesia
BAB 1
B. Masalah-Masalah Islam Yang Di Indonesia Yang Harus Diselesaikan
1. Rakuman Keterangan Sejarah Samudara Pasai dan Kesultanan Perlak yang di sahkan dan di lindungi hukum oleh Pemerintah Indonesia.

Maaf dulu kami ucapakan, kami bukan tidak menghargai yang Kesultanan yang lain juga, dalam berjasa menyebarkan Islam, atau juga mengucilkan pihak kubu jawa dengan rakuman ini, tapi keterangan ini memberitahukan anda Kesultanan Penyebar Islam Kuat yang bertahun yang lebih tua dari yang lain, sebenar nya ada tiga dari keterangan avril fans fender ini, tetang kesultanan tertua dalam penyebaran Islam Indonesia, dan yang garis tahun nya tidak terlalu jauh selesih nya, Yaitu Kesultanan Ternante di Malaku, namun Kesultanan Ternante Penyebaran Islam nya hanya di daerah Maluku saja, Kalau Samudara Pasai Sampai Ke luar daerah nya, dan punya bukti fisik akurat nya di daera luar yang tertingal, bahkan di Tertate sendiri, juga ada bukti surat, yang mana kesultanan ternate mengajak Samudara Pasai perang melawan penjajah Portugis, dan surat itu membuktikan, bahwa pernyata di dapat Avril fans Fender tetang garis waktu tidak jauh berbeda nya Kesultanan Ternante dalam penyebaran Islam di daerah nya, dan ada pun kesultanan lain juga dari ternate, yang nanti kami rangkum keterangan di bawah nanti, yang juga punya otoritas hukum dari pemerintah Indonesia, dan untuk sekaran ini, membahas dan memberitahukan Kesultanan Perlak dan Pasai tertua tahun nya, dan di lengkapi dengan tradisi Budaya yang di sahkan dan di jamin pemerintah Indonesia.

KESULTANAN PERLAK

A. Debat Kubu Islam Yang Coba Mencocokan 3 Teori Di Atas Tadi, Dan Menambah

 Beberapa Lagi Dengan PemerintahAnalisis dan pemikiran tentang bagaimana sejarah masuknya Islam di Indonesia dipahami melalui sejumlah teori. Aji Setiawan, misalnya melihat bahwa Kesultanan Perlak datangnya Islam ke nusantara bisa ditelisik melalui tiga teori, yaitu teori Gujarat, teori Arab, dan teori Persia. Teori Gujarat memandang bahwa asal muasal datangnya Islam di Indonesia adalah melalui jalur perdagangan Gujarat India pada abad 13-14. Teori ini biasanya banyak digunakan oleh ahli-ahli dari Belanda. Salah seorang penganutnya, W.F. Stuterheim menyatakan bahwa Islam mulai masuk ke nusantara pada abad ke-13 yang didasarkan pada bukti batu nisan sultan pertama dari Kerajaan Samudera Pasai, yakni Malik Al-Saleh pada tahun 1297. Menurut teori ini, masuknya Islam ke nusantara melalui jalur perdagangan Indonesia-Cambay (India)-Timur Tengah–Eropa.
Teori Persia lebih menitikberatkan pada realitas kesamaan kebudayaan antara masyarakat Indonesia pada saat itu dengan budaya Persia. Sebagai contoh misalnya kesamaan konsep wahdatul wujud-nya Hamzah Fanshuri dengan al-Hallaj. Sedangkan teori Arab berpandangan sebaliknya. T.W. Arnold, salahseorang penganutnya
berargumen bahwa para pedagang Arab 
yang mendominasi perdagangan Barat-Timur sejak abad ke-7 atau 8 juga sekaligusmelakukan penyebaran Islam di nusantara pada saat itu.Penganut teori ini lainnya Naqub al-attas melihat bahwa bukti kedatangan Islam ke nusantara ditandai dengan karaktekIslam yang khas, atau disebut dengan “teori umum tentang Islamisasi nusantara” yang didasarkan pada literatur nusantara dan pandangan dunia Melayu. Di samping tiga teori umum di atas, ada teori lain yang memandang bahwa datangnya Islam ke nusantara berasal dari Cina, atau yang disebut dengan teori Cina. Berdasarkan paparan teori-teori di atas, dapat diperkirakan bahwa Islam telah masuk ke Indonesia sejak abad 7 atau 8 M. Pada abad ke-13, Islam sudah berkembang pesat. Menurut catatan A. Hasymi, Kesultanan Perlak merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia yang berdiri pada tanggal 1 Muharam 225 H atau 804 M. Kesultanan ini terletak di wilayah Perlak, Aceh Timur, Nangroe Aceh Darussalam, Indonesia. Nama Kesultanan Perlaksebagai sejarah permulaan masuknya Islam di Indonesia kurang begitu dikenal dibandingkan dengan Kesultanan Samudera Pasai. Namun demikian, nama Kesultanan Perlak justru terkenal di Eropa karena kunjungan Marco Polo pada tahun 1293.

A. Sejarah Masuknya Islam Ke Indonesia

Kesultanan Perlak berdiri pada tahun 840 dan berakhir pada tahun 1292. Proses berdirinya tidak terlepas dari pengaruh Islam di wilayah Sumatera. Sebelum Kesultanan Perlak berdiri, di wilayah Perlak sebenarnya sudah berdiri Negeri Perlak yang raja dan rakyatnya merupakan keturunan dari Maharaja Pho He La (Meurah Perlak Syahir Nuwi) serta keturunan dari pasukan-pasukan pengikutnya. Pada tahun 840 ini, rombongan berjumlah 100 orang dari Timur Tengah menuju pantai Sumatera yang dipimpin oleh Nakhoda Khilafah. Rombongan ini bertujuan untuk berdagang sekaligus membawa sejumlah da‘i yang bertugas untuk membawa dan menyebarkan Islam ke Perlak. Dalam waktu kurang dari setengah abad, raja dan rakyat Perlak meninggalkan agama lama mereka mereka bukan Hindu dan Buddha,  meski mereka mengaku Hindu atau Bhuda, karena dewa atau tuhan yang di sebah nya bukan tuhan Hindu Bhuda, cuma hanya memakai atribut budaya dan tradisi Hindu Bhuda saja, yang kemudian secara sukarela berbondong-bondong memeluk Islam. Perkembangan selanjutnya menunjukkan bahwa salah seorang anak buah dari Nakhoda Khalifah, Ali bin Muhammad bin Ja‘far Shadiq dikawinkan dengan Makhdum Tansyuri, yang merupakan adik dari Syahir Nuwi, Raja Negeri Perlak yang berketurunan Parsi. Dari buahperkawinan mereka lahirlah Sultan Alaiddin Sayyid Maulana Abdul Aziz Shah, yang menjadi sultan pertama di Kesultanan Perlak sejak tahun 840. Ibu kotanya Perlak yang semula bernama Bandar Perlak kemudian diubah menjadi Bandar Khalifah sebagai bentuk perhargaan terhadap jasa Nakhoda Khalifah.
Tapi kami inggatkan lagi, ini bukan menyatakan tetang siapa dan negara mana yang berdahulu membawa islam lalu menyebarkan nya di Indonesia, dan ini hanya menyatakan Kesultanan dan daerah tertua yang dapat di buyktikan yang paling kuat menyebarkan Islam di Indonesia, dengan jaminan otoritas hukum pemerintah Indonesia, karena juga tidak menutup kemukinan nanti di masa depan, sejarawan Islam menemukan sebuah situs sejarah Islam tertua dari tim kami, dan barang kali kita juga belum menemukan nya, hanya tuhan yang tahu.
Dan tim kami juga menyertakan data sejarah tetang kisru konflik di kesultanan perlak, konflik perang golongan suni dan syiah, dengan data di bawah ini.

B. Masa Permusuhan Sunni-Syiah 

Sejarah keislaman di Kesultanan Perlak tidak luput dari persaingan antara kelompok Sunni dan Syiah. Perebutan kekuasaan antara dua kelompok Muslim ini menyebabkan terjadinya perang saudara dan pertumpahan darah. Silih berganti kelompok yang menang mengambil alih kekuasaan dari tangan pesaingnya. Aliran Syi‘ah datang ke Indonesia melalui para pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia. Mereka masuk pertama kali melalui Kesultanan Perlak dengan dukungan penuh dari dinasti Fatimiah di Mesir. Ketika dinasti ini runtuh pada tahun 1268, hubungan antara kelompok Syi‘ah di pantai Sumatera dengan kelompok Syi‘ah di Mesir mulai terputus. Kondisi ini menyebabkan konstelasi politik Mesir berubah haluan. Dinasti Mamaluk memerintahkan pasukan yang dipimpin oleh Syaikh Ismail untuk pergi ke pantai timur Sumatra dengan tujuan utamanya adalah melenyapkan pengikut Syi‘ah di Kesultanan Perlak dan Kerajaan Samudera Pasai. Sebagai informasi tambahan bahwa raja pertama Kerajaan Samudera Pasai, Marah Silu dengan gelar Malikul Saleh berpindah agama, yang awalnya beragama Hindu kemudian memeluk Islam aliran Syiah. Oleh karena dapat dibujuk oleh Syaikh Ismail, Marah Silu kemudian menganut paham Syafii. Dua pengikut Marah Silu, Seri Kaya dan Bawa Kaya juga menganut paham Syafii, sehingga nama mereka berubah menjadi Sidi Ali Chiatuddin dan Sidi Ali Hasanuddin. Ketika berkuasa Marah Silu dikenal sebagai raja yang sangat anti terhadap pemikiran dan pengikut Syi‘ah.
Aliran Sunni mulai masuk ke Kesultanan Perlak, yaitu pada masa pemerintahan sultan ke-3, Sultan Alaiddin Syed Maulana Abbas Shah. Setelah ia meninggal pada tahun 363 H (913 M), terjadi perang saudara antara kaum Syiah dan Sunni, yang menyebabkan kesultanan dalam kondisi tanpa pemimpin. Pada tahun 302 H (915 M), kelompok Syiah memenangkan perang. Sultan Alaiddin Syed Maulana Ali Mughat Shah dari aliran Syiah kemudian memegang kekuasaan kesultanan sebagai sultan ke-4 (915-918). Ketika pemerintahannya berakhir, qterjadi pergolakan antara kaum Syiah dan Sunni, hanya saja untuk kali ini justru dimenangkan oleh kelompok Sunni. Kurun waktu antara tahun 918 hingga tahun 956 relatif tidak terjadi gejolak yang berarti. Hanya saja, pada tahun 362 H (956 M), setelah sultan ke-7, Sultan Makhdum Alaiddin Abdul Malik Shah Johan Berdaulat meninggal, terjadi lagi pergolakan antara kelompok Syiah dan Sunni selama kurang lebih empat tahun. Bedanya, pergolakan kali ini diakhiri dengan adanya itikad perdamaian dari keduanya. Kesultanan kemudian dibagi menjadi dua bagian. Pertama, Perlak Pesisir (Syiah) dipimpin oleh Sultan Alaiddin Syed Maulana Shah (986 – 988). Kedua, Perlak Pedalaman (Sunni) dipimpin oleh Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Shah Johan Berdaulat (986 – 1023). Kedua kepemimpinan tersebut bersatu kembali ketika salah satu dari pemimpin kedua wilayah tersebut, yaitu Sultan Alaiddin Syed Maulana Shah meninggal. Ia meninggal ketika Perlak berhasil dikalahkan oleh Kerajaan Sriwijaya. Kondisi perang inilah yang membangkitkan semangat bersatunya kembali kepemimpinan dalam Kesultanan Perlak. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Shah Johan Berdaulat, yang awalnya hanya menguasai Perlak Pedalaman kemudian ditetapkan sebagai Sultan ke-8 pada Kesultanan Perlak. Ia melanjutkan perjuangan melawan Sriwijaya hingga tahun 1006. Sultan ke-8 sebenarnya berpaham aliran Sunni, namun sayangnya belum ditemukan data yang menyebutkan apakah terjadi lagi pergolakan antar kedua aliran tersebut.
Dan begitu data konflik yang di dapat oleh Avril fans Fender, dan Avril fans Fender juga mencatat dan mendatakan priode pemerintahan nya, dan tersebut seperti di bawah ini.

3. Periode Pemerintahan 

Sultan Perlak ke-17, Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin Shah II Johan Berdaulat, melakukan politik persahabatan dengan negeri-negeri tetangga. Ia menikahkan dua orang puterinya, yaitu: Putri Ratna Kamala dinikahkan dengan Raja Kerajaan Malaka, Sultan Muhammad Shah (Parameswara) dan Putri Ganggang dinikahkan dengan Raja 
Kerajaan Samudera Pasai, al-Malik al-Saleh. Kesultanan Perlak berakhir setelah Sultan yang ke-18, Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Aziz Johan Berdaulat meninggal pada tahun 1292. Kesultanan Perlak kemudian menyatu dengan Kerajaan Samudera Pasai di bawah kekuasaan sultan Samudera Pasai yang memerintah pada saat itu, Sultan Muhammad Malik Al Zahir yang juga merupakan putera dari al-Malik al-Saleh.   

4. Kehidupan Sosial-Budaya 
Perlak dikenal dengan kekayaan hasil alamnya yang didukung dengan letaknya yang sangat strategis. Apalagi, Perlak sangat dikenal sebagai penghasil kayu perlak, yaitu jenis kayu yang sangat bagus untuk membuat kapal. Kondisi semacam inilah yang membuat para pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia tertarik untuk datang ke daerah ini. Masuknya para pedagang tersebut juga sekaligus menyebarkan ajaran Islam di kawasan ini. Kedatangan mereka berpengaruh terhadap kehidupan sosio-budaya masyarakat Perlak pada saat itu. Sebab, ketika itu masyarakat Perlak mulai diperkenalkan tentang bagaimana caranya berdagang. Pada awal abad ke-8, Perlak dikenal sebagai pelabuhan niaga yang sangat maju. Model pernikahan percampuran mulai terjadi di daerah ini sebagai konsekuensi dari membaurnya antara masyarakat pribumi dengan masyarakat pendatang. Kelompok pendatang bermaksud menyebarluaskan misi Islamisasi dengan cara menikahi wanita-wanita setempat. Sebenarnya tidak hanya itu saja, pernikahan campuran juga dimaksudkan untuk mengembangkan sayap perdagangan dari pihak pendatang di daerah ini.
Dan mengenai daerah totorial nya, kami dapat meneliti kepastian meliputi daerah Aceh saat ini, belum ada buktik kuat yang menjamin yang di temukan nya saat ini Kesultanan Perlak, punya kekuasan tototial di luar wilayah Aceh, kecuali Samudra Pasai, dengan banyak bukti yang sudah di temukan, yang mana daerah totorial mereka ada di luar Sumatera dan Aceh, dengan cara penyebaran Islam yang desebutkan dalam bahasa melayu, mungkim muslim, atau perkapungan orang muslim yang sebari menyebarkan Islam, atau dalam bahasa Indonesia moderen kata mungkim muslim bearti, kolonia nya orang Islam Aceh, di luar daerah nya, seperti di Kalimantan atau Malasyia.
Dan jangan keliru, kesultanan Perlak tidak runtuh, miski banyak mengatakan runtuh, tapi bertanpormasi menjadi Samudra Pasai.
Dan itu dulu yang Avril fans Fender bisa paparkan mengenai Kesultanan Perlak, dan kita lanjut dalam sejarah Samudra Pasai Aceh, dengan rakuman berbeda. Jadi di bedakan dengan perlak, kan Perlak kesuluruhan bertanspotasi, cara nya memerintah juga berubah, budaya juga berubah, dan lengakap nya keterangan di bawah ini.

KERAJAAN SAMUDERA PASAI 
1. Sejarah 

Kerajaan Samudera Pasai terletak di Aceh, dan merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia. yang pernah di temukan sejarawan Islam Indonesia sebelum kami melakukan penelitian. Kerajaan ini didirikan oleh Meurah Silupada tahun 1267 M. Bukti-bukti arkeologis keberadaan kerajaan ini adalah ditemukannya makam raja-raja Pasai di kampung Geudong, Aceh Utara. Makam ini terletak di dekat reruntuhan bangunan pusat kerajaan Samudera di desa Beuringin, kecamatan Samudera, sekitar 17 km sebelah timur Lhokseumawe. Di antara makam raja-raja tersebut, terdapat nama Sultan Malik al-Saleh, Raja Pasai pertama. Malik Al-Saleh adalah nama baru Meurah Silu setelah ia masuk Islam,dan merupakan sultan Islam pertama diIndonesia. Berkuasa lebih kurang 29 tahun (1297-1326 M). Kerajaan Samudera Pasai merupakan gabungan dari Kerajaan Pase dan Peurlak, dengan raja pertama Sultan Malik Al-Saleh, dan Samudra Pasai adalah Keraja Gabungan Perlak seperti sudah di tuliskan di atas tadi.
Seorang pengembara Muslim dari Maghribi, Ibnu Bathutah sempat mengunjungi Pasai tahun 1346 M. ia juga menceritakan bahwa, ketika ia di Cina, ia melihat adanya kapal Sultan Pasai di negeri Cina. Memang, sumber-sumber Cina ada menyebutkan bahwa utusan Pasai secara rutin datang ke Cina untuk menyerahkan upeti. Informasi lain juga menyebutkan bahwa, Sultan Pasai mengirimkan utusan ke Quilon, India Barat pada tahun 1282 M. Ini membuktikan bahwa Pasai memiliki relasi yang cukup luas dengan kerajaan luarPada masa jayanya, Samudera Pasai merupakan pusat perniagaan penting di kawasan itu, dikunjungi oleh para saudagar dari berbagai negeri, seperti Cina, India, Siam, Arab dan Persia. Komoditas utama adalah lada. Sebagai bandar perdagangan yang besar, Samudera Pasai mengeluarkan mata uang emas yang disebut dirham. Uang ini digunakan secara resmi di kerajaan tersebut. Di samping sebagai pusat perdagangan, Samudera Pasai juga merupakan pusat perkembangan agama Islam. Seiring perkembangan zaman, Samudera mengalami kemunduran, hingga hilang kekuasan daerah totorial di luar Aceh yang rampas oleh Majahpahit hingga tahun 1360 M, Perang dengan Majapahit di Sumatera, dan Samudara Pasai mengecil lagi daerah kekuasan nya, dan Perang terus mendominasi Sumatera, dan Majapahit berhasil menebus Tapaktuli, dan membuat pembesar Pasai melararikan diri dari Aceh, dan sementara raja Pasai melarikan diri, Majapahit mengabil wilayah nya, raja pasai di pelarian merencanakan serengan dengan bantuan Dinasty Ottoman Turky, dengan bukti surat yang dikirikan melalu pedangan Muslil Aceh, dan membawa persebehan uang emas samudara Pasai, yang sampai sekarang di simpan di musium Turky Utsmaniyah, yang mana perjanjian itu adalah, Kerajan Pasai berniat membumihaguskan seluruh kerajan Hindu Bhuda di tanah Nusantrara, dan rencana itu di sambut baik oleh Dinasty Ottoman, dan dinasty ottoman memtakan rencana dengan cara politik kawin yang di perutukan nya untuk sultan pasai, dan serengan totorial sedimikan rupa, hingga baru berhasil pada tahun setelah tahun 1524, Majapahit di Ubah nya dan bertanformasi menjadi Kesultanan Demak, dan menghentikan perang Jawa Melayu untuk selama nya, yang ikat dalam kestuan agama Islam, dan lihatlah bukti nya, Kesultanan Demak pun juga memakai bendara Dinasty Ottoman, dan hampir seluruh kesultanan Indonesia, yang berhubungan dengan Kesultanan Samudra Pasai terpengaruh Dinaty Ottoman, itu akibat perjanjian tersebut, walau lama hampir tidak terdeksi nya raja pasai dalam masa pelarian nya hingga 2 abat, walau begitu Pasai tidak runtuh, tapi melarikan diri dan minta bantuan sang Khalifah Ottoman. jadi keliru itu pembaca, Tex Avril fans Fender ini di Jamin pemerintah Indonesia dan Turky, dan poltik kawin juga akan melibatkan kerajan Campa, tapi panjang lebar nya Serangan nya ke Majapahit akan di ulas di bawah nanti, ini kita berfokus untuk merakum sejarah keterangan Pasai saja.

Kehidupan Sosial-Budaya 

Telah disebutkan di muka bahwa, Pasai merupakan kerajaan besar, pusat perdagangan dan perkembangan agama Islam. Sebagai kerajaan besar, di kerajaan ini juga berkembang suatu kehidupan yang menghasilkan karya tulis yang baik. Sekelompok minoritas kreatif berhasil memanfaatkan huruf Arab yang dibawa oleh agama Islam, untuk menulis karya mereka dalam bahasa Melayu. Inilah yang kemudian disebut sebagai bahasa Jawi, dan hurufnya disebut Arab Jawi. Di antara karya tulis tersebut adalah Hikayat Raja Pasai (HRP). Bagian awal teks ini diperkirakan ditulis sekitar tahun 1360 M. HRP menandai dimulainya perkembangan sastra Melayu klasik di bumi nusantara. Bahasa Melayu tersebut kemudian juga digunakan oleh Syaikh Abdurrauf al-Singkili untuk menuliskan buku-bukunya. Sejalan dengan itu, juga berkembang ilmu tasawuf. Di antara buku tasawuf yang diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu adalah Durru al-Manzum, karya Maulana Abu Ishak. Kitab ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu oleh Makhdum Patakan, atas permintaan dari Sultan Malaka. Informasi di atas menceritakan sekelumit peran yang telah dimainkan oleh Samudera Pasai dalam posisinya sebagai pusat tamadun Islam di Asia Tenggara pada masa itu. 

Budaya Dan Tradisi Mungkim Muslim Pasai 

Telah disebutkan di muka bahwa, Pasai merupakan kerajaan besar, pusat perdagangan dan perkembangan agama Islam. Sebagai kerajaan besar, di kerajaan ini juga berkembang suatu kehidupan yang menghasilkan karya tulis yang baik. Sekelompok minoritas kreatif berhasil memanfaatkan huruf Arab yang dibawa oleh agama Islam, untuk menulis karya mereka dalam bahasa Melayu. Inilah yang kemudian disebut sebagai bahasa Jawi, dan hurufnya disebut Arab Jawi. Di antara karya tulis tersebut adalah Hikayat Raja Pasai (HRP). Bagian awal teks ini diperkirakan ditulis sekitar tahun 1360 M. HRP menandai dimulainya perkembangan sastra Melayu klasik di bumi nusantara. Bahasa Melayu tersebut kemudian juga digunakan oleh Syaikh Abdurrauf al-Singkili untuk menuliskan buku-bukunya. Sejalan dengan itu, juga berkembang ilmu tasawuf. Di antara buku tasawuf yang diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu adalah Durru al-Manzum, karya Maulana Abu Ishak. Kitab ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu oleh Makhdum Patakan, atas permintaan dari Sultan Malaka. Informasi di atas menceritakan sekelumit peran yang telah dimainkan oleh Samudera Pasai dalam posisinya sebagai pusat tamadun Islam di Asia Tenggara pada masa itu. 

Budaya Dan Tradisi Mungkim Muslim Pasai 

Kami sengaja memisahkan texs ini dari atas yang kami rangkum Kehidupan soial Budaya, karena budaya mungkim ini sudah hampir punah di rayak Aceh sendiri, bahkan dari mereka orang melayu yang empu nya budaya mungkim ini pun jika di tanya nya juga kurang tahu.
Budaya Mukngkim adalah budaya nya orang melayu Sumatera dan Malasyia, dan budaya ini ada, sebelum ada nya Islam di Nusantara, Mungkim adalah bahasa melayu Sumatera dan Kaliamanta, yang arti nya ke bahasa Indonesia adalah konflik perumahan atau perkampungan, atau juga kolonia, seperti hal orang jawa juga dalam moderen kolonia mereka di namakan transmigrasi.
Tidak di sebut mungkim nama nya jika itu berada dalam daerah totorial mereka, yang desebut dengan mungkim, di mana perkamungan itu berada di luar daerah totorial nya, dan mungkim orang melalu Sumatera ini banyak mendominasi pulau Kalimantan, mengalahkan Jawa, banyak kota di Kalimantan adalah berasal dari mungkim orang melayu Sumatera, dan bukti yang mudah di temukan adalah Banjarmasin.
Banjarmasin adalah dulu nya mungkim orang melayu Sumatera sebelum pra Islam, dalam orang dayak Kalimantan kampung melayu ini desebut mereka Olo Masih, atau perkampungan orang melayu, Olo Masih adalah sebuak mungkim yang ada di pesisir sungai barito, yang semua juga berada pada sungai kuin dan martapura, Olo Masih adalah sebuah kampung pelebuhan perdagang, yang pada akhir berubah menjadi Banjarmasin setelah pra Islam masuku Kaliamntan.
Budaya mungkim ini setelah Islam masuk di tabahkan oleh Pasai dengan ke harusan, setiap mungkim punya Mesjid, sebagai lembaga permusawarah penduduk nya, dan tujuan utama nya adalah menyebarkan Islam, dan ini sangat berhasil, berbeda dengan cara penyebaran Islam jawa dari Walisonggo yang juga bermedia Budaya dan Tradisi, yang pada akhir Islam terpengaruh Hindu Bhuda, karena budaya dan Tradisi yang di gunakan sebagai media nya adalah milik Hindu Bhuda.
Dalam zaman Eropa masuk Kalimantan mungkim ini adalah tempat benteng bertahan nya orang melayu di Kalimantan, dan Belanda mengelari nya, sarang pembangkan kompeni yang di motori Samudara Pasai dan sengala pengekut nya.
Mungkim ini akan mempengaruhi semua orang yang ada di sekitar itu mungkim itu, contoh suku dayak, yang akhir nya masuk Islam, hilang budaya mereka, di ganti dengan budaya melayu Pasai yang Islam, Mungkim ini tidak peduli orang di sikitar, contoh saja lagi di Kalimantan, di mana Kampung Pahandut dan Muara Teweh adalah dayak yang non Muslim, setelah orang Melayu Pasai datang kesana dengan cara berdagang, mereka sejara keras mendirikan Mesjid, mereka tidak akan lari kalau hanya ada sebuah gerombolan yang membawa pedang dan perisai, modal mereka hanya LAILAHAILALAH MUHAMMADARUSULALAH atau kalimat syahadat, dan perang sabil fisabilah, perang suci mati sahit, adalah kekuatan nya, belanda saja di buat repot nya dengan perang sabil ini pembaca, hampir semua kampung melayu di Kaliamtan, yang mendirikan nya orang Sumatera, setelah pra Islam, Samudara Pasai mengabil alih mungkim tersebut, sara Islamisasi nya.
Dan kami tegaskan lagi, Tex ini asli, dan resmi punya lindungan otoritas hukum pemerintah Indonesia, yang semua tunjuan adalah untuk meluruskan kekeliruan sajarah di Indonesia ini, yang mana selalu berkonflik, daerah Kalimantan dan Sumatera yang sangat banyak mempersolakan masalah yang disebut mereka sendiri Majapahit dan Pasai, dan tulisan ini juga bukan bertujuan untuk mengucilakan kubu Jawa, tapi untuk meluruskan nya, maka nya di dukung oleh pemerintah, yang mana dalam tulisan ini juga menyertakan jasa mereka, yang supaya juga mereka merasa adil di libatkan dalam semua perjuangan di Indonesia, mungkin anda yang tingal di pulau Jawa dan Jakarta, tidak terlalu melihat pertikayan kubu-kubu ini, tapi jika anda datang ke Kalimantan dan Sumatera, anda akan tahu masalah yang di sebutkan Majapahit dan Pasai itu, kalau melihat dari segi konflik juga seluruh angota yang terlibat dalam penulisan ini sepakat berpendapat bahwa konflik ini tidak lain menurusi dendam warisan sejarah, perang melayu VS Jawa, anda lihat saja sejarah nya GAM Aceh, yang mana meraka banyak menyerang pusat transmigrasi orang Jawa di Aceh dan Sumatera, begitu juga dengan tragedi Sampit dan Sambas Kalimantan Tenggah dan Kalimantan Barat, tragedi di mana banjar berkawan dengan Dayak yang bertujuan untuk mengusir orang madura di Kalteng dan Kalbar, jadi ini harus di luruskan, belum lagi sengekta yang melibatkan pihak Partai PAN, panjangan Partai Amanat Nasional yang di pelopri Amin Rais, yang mana banyak kalangan Kalimantan dan Sumatera mendukung Amin Rais yang ribut dengan Frans Seda dari universitas Gajah Mana, yang menyebutkan Kristen demokrasi di ambil Islam, dan Islam sudah mengotakan golongan, dan GAM Juga terlibat akan pembumi hagusan Timor-timor di bawah panji perang Jendral Wiranto dan milisi Aitarak, yang memaksa Wirato menusli buku nya, yang mana meberikan keterangan Islam dan GAM Aceh tidak terlibat, semua tuduhan Frans Seda, dan juga tuduhan Uskub Belo, yang mengatakan banyak santri pesantren yang terlibat dalam Aitarak, dan Amin Raisa latang bersuara, karena Amin Rais tidak inggin konflik menyebar luas, yang ada nanti kata Amin Rais berujung konflik kristen Islam saja, akibat tuduhan Frnas Seda dan Uskup Belo itu, dan pernyatan ini di tulis langsung oleh seorang wartawan Kompas Rein Kunarty saat itu, jadi ini harus di pahami, tulisan ini untuk meluruskan semua masalah dari kubu-kubu Islam yang terus berkonflik yang belum tuntas di urus nya, dari zaman pra sejarah Indonesia sendiri, maka nya jangan heran jika banyak buku Tex Sejarah di Kaliamtan dan Sumatera di tarik Pemerintah Daerah, itu di lakukan agar tidak ada konflik lagi, yang mana buku tersebut selalu bertitik tumpu memuja Majapahit, yang akan melahirkan rasa tidak di harga nya kaum melayu tetang jasa pahlawan mereka itu, jadi salah tanggap.
Kita harus belajar dari sejarah, dan membetukal yang bengkok, dan juga kita jangan rasisme terhadap sesama kita orang Indonesia, dan kejahatan akan korupsi sejarah atau penghilangan nama orang berjasa di hilangkan itu harus di perangi, agar konflik tidak ada, korupsi sejarah adalah biyang keladi masalah Majapahit dan Pasai, alias doktrin-doktri sejarah para penulis dan sejarawan Indonesia yang tidak bertangung jawab terhadap perbuatan mereka, yang seenak nya menulis sejarah dengan tokoh ke favoritan mereka, yang membawa petaka bagi generasi masa depan putra dan putri Indonesia.
Dan tulisan terhadap Sejarah Islam Indonesia tidak habis sampai disini, tapi kami akan paparkan juga lagi masalah yang bersakutan ini, di bawah otoritas perlidungan pemerintah Indonesia dan Vetnam yang mengenai kerajan Campa, dan mungkim melayu di Vetnam dan asal usul Raden Patah Demak, agar jelas dan berhenti di perdebatkan, tapi untuk saat ini dalam BAB 1 ini belum kita bicarakan masalah Kerajan Campa ini, dan akan di bahas tuntas di BAB 2 nanti pembaca.
Dan kita lanjut dalam fokus pebahasan ini, jadi dengan resmi juga masalah Asal Usul Islam yang di ributkan ini sudah di selesaikan dalam tulisan ini, dengan cara memberi jalan tengah nya, yang mana membatah semua teori yang ada dahulu yang belum sempurna itu, dengan jawaban tidak ada yang tahu siapa yang membawa Islam dan menyebarkan nya di Indonesia ini, karena sudah tidak mungkin manusia yang tahu dengan pasti kecuali tuhan saja, kita juga tidak tahu di mana-mana saja dulu ada perkampungan muslim yang ada di daerah nusantara ini, yang barang kali sudah hancur di makan zaman, atau tidak ada nya bekas situs sejarah macam candi dan makam, kekaburan itu juga di sebabkan orang zaman dulu hanya sedikit saja bisa baca tulis, dan semua cerita sejarah hanya di turunkan ke generasi dengan menghafalkan nya saja, dan pada akhir terjadi doktrin tokoh kesukaan, dan kita juga tidak bisa mengabil cerita-cerita Masyarakat tetang sejarah, karena banyak persi nya, yang kadang kala bernuasa rasime dan favorit tokoh, jika mengabil cerita rakyat juga hanya akan terjadi konflik saja, seperti yang ada ini, jadi exspedisi 8 bulan ini memberikan keterangan dan menjawab ke kaburan sejarah itu sudah, namun juga mohon rujukan pembaca jika ada kekeliruan nya.
Dan yang banyak para sejarawan tidak tahu juga besar nya peran Kesultanan Ternante dalam penyebaran Islam nya di bumi nusantara ini, dan Kesultanan Ternante juga menyebarkan Islam sampai Philipina, di meladao, dan Moro, yang di bantu Sabah dan Malasia, bukti besar nya jasa kesultanan Ternante itu masih di simpat di Aceh, Malasyia, Banjarmasim, Kutai Kartanegara, Kesultanan Sulu, Kesultanan Makasar, silahkan saja anda pembaca datang ke musium, di daerrah yang kamik sebutkan itu, dan di Aceh bukti nya adalah Kesultanan Ternante mengiri surat, yang isi nya mengajak Pasai untuk ikut perang Melawan Pourtugis, dan kami tegaskan juga, mungkin ahli sejarah Indonesia yang jujur di masa depan nanti menemukan bukti fisik tabahan yang menyatakan peran besar kesultanan Ternante dalam penyebaran Islam nya, untuk saat ini baru bukti ini yang kami bisa dapatkan, dan lindungi pemerintah Indonesia Arsip nya.
Kesultanan Ternante ini jadi kabur dalam sejarah Indonesia ini di sebabkan juga, Kesultanan Ternanti dulu terlalu sibuk perang, jadi tidak sempat lagi menulikan sejarah untuk genarisi berikut nya, dan faktor lain, kuranya minat para sejarawan untuk mempelajari sejarah Kesultanan Ternante ini, mereka lebih fokus dalam pempelajari sejarah Islam yang ada di Jawa saja, dan foktor nya lagi kesalahan pemerintah Indonesia sendiri, yang membiyarkan doktrin sejarah, dan tidak peduli untuk dengan golongal luar Jawa dan Jakarta, jika Pemerintah dulu peduli, paling tidak mengabil langkah seperti sekarang ini, yang membetuk Tim untuk mempelajari sejarah seluruh daerah nusantara ini, dan menyertakan nya di dalam tex buku sejarah pendidikan sekolah Indonesia, tapi juga kami bersukur, Rezim Jokowi ini lebih baik dari yang terdahulu, karena presiden jokowi menerima kritik dan saran Kesultanan Banjarmasin Aceh, yang mengajak memperbaiki kekeliruan sajarah, alhasil lahir exspedisi 8 bulan ini, dan dinas pendidikan daerah juga sudah bagus saat ini, yang mereka menekan akan pada para penulis kurikulum pedidikan sekolah Indonesia, untuk tidak lagi bertitik tumpu pada Majapahit, yang membuat yang lain tidak di hargai sama sekali, dan sukur juga di rezim Jokowi ini, kami berhasil membungkar kasus kejahatan korupsi sejarah yang beralngsung ber abad ini, dan bawah juga saya akan paparkan, dokumen palsu sejarah yang di tolak pemerintah lebmbaga pemerintah Indonesia ini, dan baling banyak di tolak dari kubu Jawa, bahkan ada sebuah pernyata yang melencing yang memakan korban yang terjadi, yang mana pernyatan itu mengkliem Hayam Uruk dan Gajah Mada adalah Nabi, dan menyatakan Arab Saudi merampok budaya Jawa, budaya jawa itu adalah Islam, yang mana di kliem sebagai agama resmi kerohanian negara jawa, puncak nya, GAM Aceh menebakan senjata nya, 8 orang mati terkapar di Jawa Timor tanggal 11 oktober tahun 2004 lalu.
Tambahan untuk pembaca agar tidak keliru lagi, anda bisa lihat semua dokumen sejarah Asli yang sahkan oleh Pemerintah Indonesia, dan Pemerintah luar Indoensian, yang mana dulu kelopok mereka terlibatkan asal penyebaran Islam nusatara, dan juga pihak negara kelopom yang Eropa yang perndah datang ke Nusantara dan perang dengan kerajan Islam Indonesia ini, bisa di lihat di kantor Berita Kanada Banjarmasi, Kantor Berita Kanada Aceh, Kantor Berita Kanada Papua, Kantor Berita Kanada Jawa Barat Bandung dan kesultanan Banten dan Cerebon, di Kesultanan Yokyakarta, Kantor Berita Kanada Palembang, namun hanya copy nya saja, yang asli di musium kan pemerintah, dan jika anda inggin mengaji sejarah Ternante lebih dalam lagi, adan bisa ke musium sejarah di kota Portogal, yang mana perang dahsyat Ternante dengan Portogal, dan kantor berita Kanada Banjarmasin Alamat nya di Jalan Lintas Provisi Kalimantan Selatan ke Kalimantan Timur, di Tatatakan Rantau binuang, atau anda bisa bertanya di Toko-toko musik milik Avril fans Fender di daerah anda, yang mana toko musik yang menjual gitar fender telecaster milik Avril Lavigne, dan alamat Email frog.tato88@gmail.com Vrog Gozilla FB, @frog_goziila, nomor telpon; 6289686711583 dan 082255736470, agar jelas sekali sudah semua nya, dan konflik akan damai.
Tidak pernah bosan kami dalam tulisan ini untuk mengingatkan anda agar tidak keliru dan salah paham tetang sejarah Islam Indoensia ini, tidak ada yang pernah tahu kecuali tuhan saja, tetang siapa yang berdahulu membawa Islam dan menyebarkan di Indonesia ini, kita hanya bisa menelah nya dalam pernyatan Kerajaan dan daerah mana yang tertua tahun nya dalam penyebaran Islam kuat di Indonesia ini, dan memberikan status sementara saja, contoh nya tulisan di atas tadi, ya itu Kesultanan Samudara Pasai dan Perlak yang memilki tahun tertua dalam mempelori Sejarah masuk Islam di Indonseia ini, sementara belum di temukan nya situs lokasi sejarah tua di nusatara ini oleh Sejarawan Islam Indonesia dari Kesultanan Perlak dan Samudara Pasai.
Lanjut ke Topik selanjut nya yang masih dalam Bab 1 pembahasa Memper Jelas 

Lanjut ke Topik selanjut nya yang masih dalam Bab 1 pembahasa Memper Jelas Sejarah Islam Indonesia
BAB 1
B. Masalah-Masalah Islam Yang Di Indonesia Yang Harus Diselesaikan
namun dalam rakuman berbeda namun tetap bertujuaan sama, meluruskan masalah yang bengkok, rakuman hanya memberikan batasan nya saja, yang memilihah dengan satu-satu topik nya, agar jelas dan tidak keliru lagi, karena penulisan tanpa rangkuman seperti penulisan sejarah jaman dulu berpotensi akan salah paham pembaca saja, hingga keliru.

MEMPERJELAS SEJARAH ISLAM INDONESIA
BAB 1
B. Masalah-masalah Islam Yang Di Indonesia Yang Harus Di Selesaikan
2. Masalah Sejarah Asal Usul Golongan Suni Syiah Masuk Indonesia

Gambar debat angota penulisan dan juga di lihat dan di catat Avril fans Fender bersama pemerintah Indonesia di Kantor Berita Kanada Banjarmasin setelah Exspedisi 8 bulan, dalam perumusan untuk di sahkan Pemerintah Indonesia.

Tidak pernah bosan kami menggikan anda, agar tidak keliru dalam pemahaman tulisan ini, bahwa dari 11 masalah Islam Indonesia ini tidak bisa di selesaikan satu-persatu, kecuali serentak, karena semua nya terkait benang merah nya, dan rakuman dan urutan nomor di tulisan ini tidak memberikan penjelasan bahwa masalah yang di tulisakan dengan urutan nomor 1 di atas itu lebih penting, tapi hanya memberikan jarak sepasi nya saja, dan membulakan nya jadi satu topik pembahasan agar jelas sekali, dan kita saat ini masuk masalah Suni dan Syiah, yang mana sudah tertulis juga di data Sejarah Perlak dan Pasah konflik Syiah dan suni ini.
Jika bicara masalah Suni dan Syiah atau paham golongan ini, selalu di enditikan dengan Iran Persia, yang mana dari kelompok paham Suni selalu menuduh Iran Persia biangkeladi Syiah, dan untuk membahas hal kapan suni dan syiah masuk Nusantara ini, kami libatkan tokoh Iran Persia, Turky, Irak, Yorndania, dan Arab Suadi untuk di minta keterangan lagsung, dan hadir di debat pembicaran di kantor berita Kanada Banjarmasin, hadir nya mereka juga untuk memperjelas masalah suni-syiah Timor Tengah dan seluruh dinasty nya, karena tidak mungkin sudah berbicara aliran hanya meminta keterangan oleh ahli sejarah Indonesia dan Asean saja, kalau bukan emah nya timor tengah.
Dan angota yang teribat dalam penulisan ini, yang mewakili seluruh kaum Suni dan Syiah di Indoensia adalah, Idiris Kamil ahli sejarah Islam dari Madura Jawa Timor yang mewakili golongan Syiah Indonesia, dan ketua Avril fans Fender Banjarmasin Rahmahwati mewakili kubu Suni Indonesia, dan Ahmetd Khafi mewakili Syiah Iran dan Timor Tengah, Reza Adam mewakili kubu Suni Iran, Muhaamad Ibnu Khalit mewakili suni Timur Tengah, Phalivi Nasir mewakili Syiah Timor Tengah.
Langsung saja, kami menanyakan pada angota debat tetang bagai mana sejarah asal usul nya aliran Syiah dan Suni di Timor Tengah? apakah cocok dengan keterangan data yang di dapat tim Exspedisi 8 bulan Avril fans Fender ini, apakah sama dengan Suni dan Syiah di Indonesia ini? dan karena juga kurang jelas rasa jika hanya membahas suni dan syiah Indonesia saja, tanpa mengetahui alur lahir nya paham Suni Syiah tersebut pembaca, dan yang memberi keterangan berdahulu dari kubu Reza Adam dan Ahmetd Khafi kubu Iran.
Menurut Reza dan Ahmetd tidak teralu jelas tahun nya dan siapa yang sebernar menciptakan paham Syiah dan Suni ini di Timor Tengah, karena paham Suni Syiah itu tidak ada di zaman Nabi Muhammad, secara kasar nya saya mengatakan terima atau tidak kawan-kawan angota disini, keterangan Avril fans fender dengan Exspedisi nya itu benar, yang menyebutkan juga akan perkembangan Suni-Syiah itu adalah doktrin-doktrin pemecah belah kubu Islam di timor tengah dan Indonesia sendiri, dan dengan tegas juga menyatakan paham Suni dan Syiah itu bernuasa tujuan politik kekuasan golongan rasisme penduduk Arab kuno, yang sudah kita ketahui juga saat ini warisan budaya dan tradisi suku-suku Arab rasime, bukti jelas nya adalah penulisan nama orang Arab dengan marga nya atau bin secara luas, yang mana mereka bersaing untuk menjadi Kalifah setelah Islam di tinggalkan oleh bagida rasullulah Nabi Muhammad SWT, seperti yang pernah saya dapati dari buku sejarah waktu saya masih bersokalah, buku itu berjudul History Arab dalam terbitan Ingris nya, yang di dalam mengutip kata yang mengklem hadis rasullulah, yang berbunyi seperti ini, Saya tidak bersedih jika tuhan memangil saya ke pangkuan nya, namun saya sedih meninggalkan umat saya yang akan saya tinggal akan berpecah belah dan dokrin-dokrin agama, dan itu benar, cuma saja saya belum menemukan Hadis tersebut tertulis di kitap hadis nabi Muhammad, tidak menggapa, cuma hanya itu memberikan sedikit penjelesan bahwan Nabi Muhmmad sudah tahu akan perpecahan itu, maaf kan saya dulu, tidak bermasuk menjelekan pihak Arab, karena sudah jelas mereka rasisme golongan, dan titik terang juga paham Suni-Syiah lahir pada masa setelah 4 sahabat Nabi Muhammad meninggal dunia, mereka adalah, Abu Bakar Sidik, Umar Bin Khatap, Usman Bin Afan, dan Ali Bin Abithalib, yang semua nya berebut menjadi khalifah penganti nya, tapi jelas sudah Syiah dan Suni Lahir setelah 4 sahabat Nabi Muhammad meniggal dunia, namun kita tidak bisa memastikan kapan tahun dan tanggal nya, siapa orang nya, yang sudah melakukan ini, karena di dalam Al-Qur'an tidak membuat ajaran beraliran dan mahzat macam itu, karena Islam yang murni tanpa doktrin-doktrin adalah Islam yang berpenggang teguh pada Al-Qur'an dan Hadis, contoh Teladan nya adalah Nabi Muhammad, bukan yang lain, macam Sahabat nya atau pun juga Kahlifah nya, dan juga Islam bukan Kristen Khatolik yang paus mengklem diri penerus Yesus wakil tuhan di dunia, Khalifah adalah pemerintah Islam, bukan menerusi penabian, atau yang di rujuk acuan teladan, karena dari zaman Nabi Muhammad Hidup saja sudah di tegaskan, Nabi Muhammad penutup para nabi, dan setelah nya tidak ada lagi hingga akhir zaman nanti, begitu juga sudah sepeninggal Nabi Muhammad, yang umat Islam 4 orang sahabat nya, dan 4 orang sahabat nya juga menegaskan jangan contoh yang lain, tapi contoh teladan nya Nabi Muhammad, dan pedoman nya Al-Qur'an, bukan yang lain, saya tegaskan pada kawan-kawan angota kami berdua ini bukan beraliran suni atau Syiah, tapi kami berdua dari Iran disini hanya mewakili kubu Suni dan Syiah nya Iran saja, jadi jika kasar nya, saya katan jika anda muslim maka anda hanya berpedoma Al-Qur'an dan hadis, teladan nya nabi Muhammad, dan tidak ada golongan, karena Islam tidak mengenal tahta, jabatan, kaya dan miskin, cacat atau sehat, dan bangsa apa pun, sama di mata tuhan.
Saya juga melakukan kajian penelitian bersama, selepas perang 8 tahun Irak-Iran, yang mana kami inggin mencari tahu juga, asal usul Suni dan Syiah lahir, dan data itu kami dapatkan dalam bertahun-tahun lama nya, Suni dan Syiah lahir akibat rasisme suku Arab, yang di turusi oleh orang yang bukan Arab lagi, yang menyebarkan nya kemana-mana ke penjuru dunia ini, seperti konflik di tubuh agama Hindu dan Bhuda di Asia, yang macam-macam warna aliran Hindu Bhuda tersebut, saya juga membenarkan keterangan Avril fans Fender, Konflik Suni-Syiah itu jika di pahami secara orang Indonesia, sama dengan konflik perebutan kekuasan di seluruh kerajan nusantara, baik muslim atau bukan kerajan tersebut.
Dan jelas nya, kami berdua dari ahli Sejarah Islam Iran, kami tidak tahu kapan lahir nya Suni dan Syiah itu, hanya tuhan saja yang tahu, seperti yang di katakan Avril fans Fender dalam data nya di atas tadi, yang jelas yang mulai berkebang nya saja yang mungkin bisa di kaji oleh para ahli sejarawan Islam dunia, saya tegaskan tidak orang yang tahu tetang kapan dan siapa orang yang melahirkan nya, Suni dan Syiah sepengetahuan saya mulai berkebang di antara Abad 10-11 itu saja, dan saya belum mendapati yang lain, meski banyak buku sejarah Islam yang merumuskan nya, bahkan berani memastikan nya, jujur saya tidak berani memastikan asal usul nya itu, karena minim bukti nya, di tambah koruspi sejarah, simpang siuar nya data sejarah yang beredar, dari kabar angin dan burung, isu, opini dan argumen yang begitu banyak terbetuk di dalam sejarah aliran Islam Suni dan Syiah ini, saya berikan gambaran nya saja, ada salah satu buku sejarah yang menuliskan tetang sesorang penyebar paham suni dan syiah ini mengatasnama dinasty-dinasty Islam agar kuat di dukung orang paham ini, seberti dinasty Umayah, Abasiyah, dan Utsmaniyah, padahal jika di lihat dari sejarah, sunguh mereka ini bukan suni atau syiah, tapi sudahlah tak mengapa, yang perlu kita lakukan adalah mencegah konflik terjadi dan perpecahan, dan itu saja keterangan yang saya bisa berikan, kepada angota silahkan lanjutkan keterangan ini, dan jika ada kata yang salah, maaf kami berdua, Reza dan saya Ahmetd ini. Begitu lah keterangan yang di berikan mereka berdua, dan keterangan itu sudah sedikit memberikan titik terang dalam alur sejarah suni dan Syiah ini lahir, miski data yang di berikan mereka berdua kurang jelas, tapi tetap saja sangat berharga sekali bagi kita ini.
Data Avril fans fender mengenai Kesultanan Perlak di atas tadi sudah menyebutkan konflik syiah dan suni, dan kita sudah tahu Kesultanan Perlak dan Samudara Pasai itu adalah Kesultanan Tertua tahun nya dalam mengesisi sejarah Islam Indoensia, dan tahun nya dari abad 11-12, jadi keterangan Reza dan Ahmedt tadi dapat di terima dan di cocokan dengan data, yang mereka berdua menyebutkan perkebangan Suni dan Syiah itu pada Abad 10-11, tapi kita akan lanjut lagi menanyai yang lain, agar data akurat nya kata pemerintah Indonesia yang terlibat penulisan ini, yang juga agar kami bisa dapat berikan kesahan sejarah Suni dan Syiah Indonesia ini pembaca kata pemeritah dalam perudingan itu.
Lanjut saya meminta keterangan Kubu Suni Syiah Timur Tengah dan Iran, Khalid dan Nasir, dan mereka memerikan keterangan nya seperti di bawah ini;
Baiklah saya Khalid yang berbicara dulu, dan untuk menyingkat waktu pembahasan ini saya juga mewakili Nasir, karena sebenar nya kami berdua ini, juga bukan Suni atau Syiah, tapi sejerawan Timor Tengah yang di minta pemerintah kami mewakili mereka disini untuk mengawasi nya penulisan ini, agar jelas dan tidak merugikan siapa pun, dan menghetikan semua perang saudara ini, saya jujur hampir sependapat pada saudara kita Reza dan Ahmetd, yang mengatakan jujur kami tidak berani memastikan tanggal dan tahun kapan siapa yang melahirkan Suni dan Syiah ini, karena minim nya data sejarah yang menjamin dan bertangung jawab atas pernyatan nya, alih-alih akan menjadi fitnah saja, apa lagi merujuk nama dinasty nya, itu bukan menyelesaikan masalah, tapi memperumit nya, dan saya juga menambahkan juga debat sejarah yang ada di timor tengah terjadi, meski angota disini tidak meminta saya memaparkan nya, dan kita tahu topik nya yaitu sejarah Islam Indonesia, tapi untuk jelas saya agar di pahami juga, tidak bisa kalau tidak menyertakan debat sejarah Timor Tengah ini, karena Indonesia hanya mengadopsi Islam saja bukan tempat kelahiran Islam itu sendiri.
Debat sejarah di Timor Tengah adalah yang bersangkutan paham suni dan syiah, yang mana sudah di katakan secara singkat oleh Ahmetd dan Reza tadi tentang rasisme itu, padahal jika baik nya tadi Reza mengatakan ini, tapi saya pahami mengapa mereka berdua tidak mengatakan ini, takut akan konflik membesar, tapi saya yakin konflik tidak akan membesar jika kita jujur, dan harus bagai mana lagi kita berkata dan mmenulis nya kejujuran ini, kalau bukan begini, jadi kawan-kawan semua harus paham ini, debat Sejarah Timor Tengah itu adalah, yang mana mereka mengklem dari berbagai kubu nya, mereka yang menyebarkan Islam ke penjuru dunia ini, alhasil konflik pecah, perlu di ketahui saja, banyak buku sejarah yang keliru menulis nya, yang menitik tumpukan Islam ini terhadap Arab Saudi saja, tidak lagi menyertakan yang lain nya, ini sama saja dengan konflik Majapahit Pasai, yang bisa di katakan terjadi korupsi sejarah, kita tahu Mekah Arab Saudi adalah tempat kelahiran Islam di dunia ini, dan pada zaman Nabi Muhammad orang Arab sudah mulai melakukan Ivansi nya, bahkan saat pada saat setelah Nabi Muhammad meninggal dunia, Khalifah Abu Bakar Sidik dalam menjalakan pemerintah nya sudah banyak mendapakan daerah nya. di tambah lagi dengan Khalifah Umar Bin Khatap, yang membesar daerah nya, dan hal tersebut juga tidak terlepas dari peran nya Khalid Bin Walid pedang tuhan yang terhunus, dan mulai mengalami kemuduran di era Usman Bin Afan, dan hinnga mengecil di era Ali Bin Abi Thalif, memang kejatuhan ini tidak terlalu lama terjadi, tapi dampak yang di timbolkan nya sangat besar, yaitu lahir nya dinasty-dinasty Islam di dunia ini, saya sudah menulis kan buku nya mengenai perkara ini kawan-kawan, buku tersebut saya beri judul, Tranformasi Islam pertama terjadi, anda bisa cari buku nya di perpustakan.
Dalam buku saya menulis, saya membagi 2 era sejarah Islam ini, yaitu memisakan sejarah yang dari Nabi Muhammad dan 4 sahabat, dari Dinatys Islam penerus nya, karena itu penting sekali, hal tersbut juga yang akan nanti melahirkan suni dan syiah, Pereode 1 saya tulis tetang Islam murni nya, dan berahir setelah Ali Bin Abithalif meninggal dunia, dan rezim setelah Ali ini yang saya maksut tranpormasi Islam, karena sudah berbeda jauh, meski Al-Qur'an itu sebutir pun huruf nya tidak di rubah umat Islam, tapi doktrin-doktrin terjadi di luar Al-Qur'an dan Hadis, ini akibat lemah nya pemipin Islam saat itu, yang kurang tegas menarakan peraturan nya, dan era ini juga memindah penyebaran Islam ke tanggan yang bukan orang Arab Saudi, dan jika ada yang mengatakan Arab Saudi tempat kelahiran Islam, namun yang punya peranan besar menyebarkan Islam bukan Arab Saudi melainkan yang lain, seperti Turky, Persia Iran, Irak, Palestina, Yordania, dan berbagai Negara Muslim Timor Tenggah, dan membawa nya ke Asia, bahkan kita negara Indonesia penduduk nya terbayak dunia yang menganut agama Islam, mengalahi nya Arab yang melahirkan Islam itu sendiri, jika ada yang membatah ini saya punya bukti nya yang dapat di pertangung jawabkan kebenaran.
Saya beritahukan anda, Iran, Irak, Mesir, Palistina, Lebanon, Turky, dan yang lain, yang negara nya gurun pasir itu, jangan di Arab kan semua nya, meski mereka satu bahasa yang sama, seperti Indonesia ini dengan berbagai suku bangsa, Budaya dan Tradisi nya juga berbeda-beda dari tempat daerah Timor Tengah itu, jadi dengan tegas saya katakan, penyebaran Islam berpindah dari orang Arab kepada orang yang non Arab, era Arab berahir sudah setelah Meninggal nya Ali Bin Abithalif, tapi jujur saya belum berani memastikanb tahun nya perpindah penyebaran Islam itu dari orang Non Arab, tapi yang Jelas banyak dinasty Islam yang Raja non Arab, dan hampir semua peninggalan yang ada dunia ini dalam penyebaran Islam yang di temukan non Arab, hanya memakai Atribut Arab Saja, jadi mereka juga perlu di harga jasa nya, bukan bertujuan mengucilkan Arab Saudi, tapi ini jelas sudah semua nya, di Asia peninggal Islam banyak di dominasi Iran Persia dan Turky Utsmaniyah, contoh saja di orang Melayu Indonesia, yang hampir seluruh Atribut nya bernuasa Turky Ustmaniyah dan Persia, tapi lebih menunjul atribut Turky nya, lihat bendera dan simbol Aceh, semua nuasa Turky, dan belahan bumi Afrika, di dominasi mesir, Palistina, Irak dan yang lain dalam penyebaran Islam, dan hal yang selalu di Arab kan orang adalah semua atribut Islam itu bernusa Arab, meski budaya dan tradisi bertranspornasi ke Arab, tapi tetap bisa di telah bukan Arab, rujukan lain nya adalah, orang yang non Arab, melihat Dinasty Islam yang di temui mereka mengarapkan nya, dan paling banyak terjadi di Asia, akibat juga hampir sama nya fisik mereka dengan Arab, yang pasti dulu adalah jengot dan hidung nya, contoh nya adalah Ottoman yang sama sekali bukan Arab, tapi di padang orang Arab, Salahudin Al-ayubi, juga bukan Arab, tapi Syriah hanya saja memakai bahasa Arab, dan raut wajah sama dengan Arab, tapi samasekali bukan Arab, yang disebut orang Arab yang di mana mereka yang lahir di mekah Arab Saudi, yang suku nya Quraisin, Hasyim nenek moyang Nabi Muhmmad, sedangkan yang di luar itu bukan Arab sama sekali, jadi itu perlu di ketahui pembaca, jadi jangan mengarapkan semua negara Islam yang berada di daerah pada pasir itu, dan juga kadang kala saya mendengar orang yang mengatakan orang Indonesia itu Indocina, atau India, sama sekali bukan Cina atau India, meski di Asia juga.
Nah benang merah nya disini, akibat berpendah-pindah nya penyebaran Islam dari tanggan ke tanggan yang lain nya ini lah yang pada Ahkir melahikan paham suni dan syiah, rasisme golongan yang mengklem tokoh-tokoh Khalifah nya sendiri, ada yang Pro Ali, pro Umar. Pro Usman, Pro Abu Bakar Sidik, di tambah Budaya dan Tradisi hak ligitimasi monarky pemerintah kerajan atau system pemerintah pemimpinya berasa keturunan ini yang melahirkan Suni Syiah, anda bisa ambil contoh nya kejadian peletakan batu Ajarswat di kabah, yang mana golongan Arab berebut sama merasa paling berhak untuk meletakan batu tersebut, hingga nabi Muhammad turun tanggan, dengan cara membentangkan kain, dan batu di letakan di atas kain itu, lalu semua mereka yang berebut itu memengan masing-masing ujung kain tersebut dan mengangkat nya bersama, masalah selesai, itu adala contoh, data Avril fans Fender benar sekali data nya, Suni dan Syiah hasil rasisme dan saya tambahkan keterangan dengan berpindah tangan penyebaran Islam itu juga termasuk melahirkan Suni dan Syiah, dan tranpomasi Budaya dan Tradisi nya, dan lemah nya pemimpin, cuma saja saya dan kawan-kawan tidak bisa memastikan nya kapan dan siapa yang doktrin suni dan syiah itu, tapi sudah jelas masalah kelahir nya Suni dan Syiah itu.
Dan kepada kawan-kawan angota ini saya membawa dokumen nya untuk anda dilihat bersama, dan dokumen ini hanya copy nya saja, yang Asli ada di Irak, di tempat saya mengajarkan Islam, keterangan itu di tulis oleh Abu Yahya, pada tahun 1792 yang menyatakan Pro Khalifah Ali dan lain nya berkonflik setelah terbunuh nya Khalifah Ali, dan para pembesar kalang kabut mencari pengati nya, dan sebagian mendukung ligitimasih, dan sebagian nya lagi tidak pro ligitimasi keturanan itu, karena yang ada disutu semua bukan saja bangsa Arab, tapi yang lain, dan Abu Yahya menyatakan ini Proses pindah tangan penyebaran Islam itu, cuma saya kurang begitu berani menyatakan peryatan Abu Yahya itu, karena minim nya data, numun itu sudah memberikan Gambara, dan juga saya berikan tahu, bukan saja Abu Yahya yang menulis itu, banyak buku dan lain nya yang menuliskan nya begitu, cuma menurut saya, yang pas itu adalah Abu Yahya, jika di baca benar-benar maka akan bisa diserap akal sehat ini semua kata-kata nya.
Data itu mengatakan yang menjadi Syiah itu adalah yang pro ligitimasi nya Ali, karena Ali, di padang terkait kekeluargan dengan yang Nabi Muhammad, tapi keterangan ini jangan langsung di talan bulat mungkin saja bukan, dan keterangan lain juga, yang mengatakan yang menjadi Syiah itu yang kubu bukan pro Ali, dan pendapat sebagian lain lagi, ada yang kubu bukan pro Ali dan yang lain nya, namun Pro Anak nabi Muhammad, apa pun ulasan, semua nya sudah jelas sekali, dari hal tersebut lah lahir nya mahzat dan paham suni syiah, yang pada akhir membawa perpecahan pada umat Islam ini sampai sekarang ini.
 Dan saya minta maaf dulu pasa semua pada para angota penulisan dan orang-orang yang akan membaca tulisan ini, jika anda tersingung silahkan tersingu, cuma saja konflik jangan di perluas lagi, karena saya akan berikan gambaran pada anda semua nya, tetang kelompok dan tokoh nya yang berpatisipasi dengan baik dalam melahirkam Mahzat Suni syiah, namun saya tidak menyebutkan nama dan dinasty, namun anda sekalian tahun sendiri dengan keterangan saya ini, Seperti yang sudah di katakan, berkembang nya Suni dan Syiah itu baru terasa betul di dunia ini pada abat 10-11 yang lalu, tapi itu belum pasti, karena jelas dan tegas nya Setelah Ali meninggal dunia, Suni dan Syiah adalah doktrin-doktrin sejarah yang tidak bertangung jawab sama sekali yang memecah belah Islam, karena tegas nya Islam yang benar berpedoman Alp-Qur'an dan hadis, teladan nya nabi Muhammad bukan yang lain nya, seperti Imam Al-Gazali atau Imam Safii pendiri mahzat tersebut, Perang suni syiah meributkan Mahzat ini, padahal mereka tahu itu melangar ajaran Islam sendiri, karena seperti Imam Syafi dan yang lain secara tidak langsung sudah di nabikan mereka, Suni dan Syiah adalah secara tidak langsung penabian golongan, bukan bertumpu pada Al-Qur'an dan Hadis dasar nya, meski kadang kubu suni mengatakan mereka berpengan pada Al-Qur'an dan Hadis, karena jika mereka konsiten mengikuti Al-Qur'an dan Hadis, maka paham golongan suni dan syiah itu sudah jelas tidak ada, dan Islam tidak pecah, dan menjadi satu saja, seperti tuhan nya yang satu bukan golongan, sekali saya tegaskan terima atau tidak saya tidak peduli, Suni dan Syiah secara tidak langsung penabian tokoh baru, doktrin-doktrin di luar Al-Qur'an dan Hadis yang di buat sangat halus sekali yang mampu menipu banyak orang Islam, karena di Zaman nabi tidak ada golongan, Imam Safi dan lain sudah secara tidak langsung di nabikan mereka, sadar atau tidak, jika mereka semua mengangap Nabi Muhammad yang terahir, mengapa ikut mahzat golongan, nabi Muhammad sama sekali tidak mengajarkan golongan, Suni dan Syiah sudah menyekutukan nabi Muhammad dengan mahzat nya terima atau tidak anda.
Dan sebap nya lahir nya Suni dan Syiah, berpindah nya penyebaran Islam, dari non Arab, yang bukan Arab, tapi yang perlu anda ketahui jua, bukan berati golongan Arab baik, jika memimpin Islam, namun berpindah nya dari tanggan ke tanggan itu menyebabkan pergabungan budaya dan tradisi Islam itu sendiri tanpa di sadari nya orang Islam, karena karateristik Dinasty Islam itu berbeda-beda, ada yang keras dalam memimpin, ada yang lemah, ada yang peduli pendidikan skuler macam umayah dan granda kordoba spanyol, jadi tranpormasi budaya nya sangat halus sekali, dan singkat menghalakan yang haram secara tidak lagsung sudah, dan terahir saya inggat kan lagi, tidak ada yang tahu kapan dan siapa yang melahirkan syiah dan suni itu, hanya tuhan saja, tapi kita hanya bisa menelah perkebangan nya saja, dan dinasty mana yang kuat mempertahakan paham pemecah belah Islam Itu selesai dan terima kasih kata Khalid, dengan bicara tanpa putus selama 56 menit lama nya, bukan main panjang lebar sudah si jelaskan pembaca pada kita ini.
Semua angota saat itu bertepuk tanggan setelah Khalid selesai menjeleskan keterangan yang sudah sangat jelas sekali itu, dan kini kita masuk dalam tahap memafarkan asal-usul suni dan syiah di Indonesia ini, dan kami akan paparkan dulu data yang di dapat Avril fans fender dalam esxpedisi 8 bulan nya.

Gambar tim Avril fans Fender di Jawa Timor meniliti sejarah asal-usul suni dan syiah masuk Indonesia ini.

Exspedisi 8 bulan tim kami di mulai dari Madura Jawa Timor, karena disini lah terbanyak kaum syiah berada, dan di Jawa Timor daerah Indonesia paling banyak punya Aliran Islam tersebut dari pada daerah lain, dan setelah nya ada Jawa Barat, yang juga banyak warna-warni nya alirar mahzat itu, kalau di Sumatera dan Kalimantan, hanya mengiring saja terhada mahzat Aliran itu, paling juga di Kalimantan dan Sumatera, ada Muhammmadiyah dan asliwaljamah, dan di daerah Jawa, ada suni, syiah, Muhammadiyah, Ildi, Amadiyah, Islam Jawa, Jamah Islam dan lain nya lagi, maka nya jika anda inggin mengejar pendidikan agama bersekolah di jawa hati-hati terhadap rasime paham golongan ini, kita sudah sereng melihat mereka berkonflik di TV.
Menuru kawan-kawan di Madura yang kami temui, mereka tidak dapat menjawab pertanyan kami, kapan suni dan Syiah itu masuk madura, dan mereka mengatakan, dari beberapat tahun belakangan ini, walau di Madura banyak kaum Syiah, yang acap berseturu ini, bukan daerah yang bisa memastikan syiah dan suni masuk Indoensia ini, dan kami terpaksa lagi kembali ke Aceh. Aceh sebagai daerah Islam tertua di Indonesia, dan sudah jelas pemabaca, era masuk nya suni dan syiah di Indonesia ini sudah sejak lama, yaitu waktu ada nya Samudara Pasai dan Perlak, namun setelah itu tidak bisa lagi di telah, tapi tidak menutup kemungkinan Syiah dan Suni ini ada di Indonesia sebelum ada Kerajan Pasai dan Perlak, cuma belum di temukan saja lagi oleh kita, barang kali nanti di masa depan ahli sejawan bisa menemukan nya, dan jika di cocokan dengan keterangan ahli sejarah timor tengah di atas tadi sudah sangat cocok yang mengatakan perkebangan suni dan Syiah itu pada Abat 10-11, karena ini era Pasai dan Perlak, dan kami juga sepakat tidak ada yang tahu siapa bedahulu yang membawa paham suni dan syiah ini, walau banyak tuduhan klem terjadi di Masyarakat kita ini, kita hanya bisa menelaah nya tahun tertua nya saja, dan sekali lagi Pasai dan Perlak punya peranan penting terhadap paham aliran pemecah belah islam ini, dan hanya Pasai dan Perlak saja yang bisa di ambil data nya dalam rujukan rintisan asal-usul syiah dan suni di Indonesia ini. karena tim kami juga sudah keliling Indonesia mencari sumber data suni dan syiah, kami tidak menemukan nya, yang ada kami menemukan paham golongan lain yang bukan suni atau syiah entah apa nama nya juga kurang begitu jelas samasekali, yang kurang berdampak besar, dan tidak akan membawa konflik karena hanya dalam skala kecil saja di daerah nusntara ini.
Dengan tegas di nyatakan, setelah Abad 15 masalah parang saudara Suni Syiah tengelam tidak terlacak lagi, karena di sibukan dengan perang yang baru yaitu perang dengan bangsa Eropa, dan catatan Sejarah Kesultanan Malaka, yang kami dapat, menyatakan akan tengelam nya konflik Syiah dan Suni itu di Indonesia, jadi bisa di katakan konflik suni dan syiah di zaman pra sejarah belum terlalu berdapak besar di wilayah Nusantara ini, karena kami tidak banyak dapat data nya.
Konflik syiah suni ramai kembali di perdepatan hanya belakangan ini, seperti yang sudah di jelaskan kawan-kawan di madura, yang jelas bisa di telah mulai tahun 2000 ke atas saja konflik suni syiah itu mulai ramai di Indonesia, atau paling tidak sejak perang 8 tahun Irak dan Iran, dan Revolusi Islam Iran, oleh Ayat Homaini, yang di katakan pakar sejarah Indonesia, Arifin yang menuduhkan Suni syiah bangun dari tidur akibat dari kelompok perang Irak Iran, yang masing-masing mecari dukungan umat Islam dunia supaya di menangkan oleh dunia, dan pengaruh suni yang kuwat di pelopori oleh Iran dan Arab Saudi, yang saking gila Arab Saudi menulis buku yang di sebarkan nya di Indonesia ini, yang semua isi menjelekan Iran, tuduhan Iran asdalah koroni nya Israel lah, Iran biyang keladi kesesaatan dan macam rupa nya lagi, itu penyebab yang di katakan Arifin suni dan syiah di Indonesia bangkit lagi.
Keterangan Arifin pun bisa di benarkan, kami melihat di Indonesia dari yang membombardir bangkit nya suni dan syiah Indonesia adalah media cetak dan Eletronik, entah apa tujuan mereka kami kurang tahu, karena jika tidak di bombardir media, mungkin suni dan syiah tidak di ributkan lagi, paling yang ada di ributkan Muhammadiyah dan Asli waljamah saja, dan di tiklik dari asas sejarah, budaya dan tradisi Islam Indonesia ini terpengaruh Hindu Bhuda, jadi tidak murni akan Islam timor tengah, Indonesia hanya ikut alur arus saja dalam paham Islam nya ini.
Yang perlu di benahi di warisan dendam sajarah Indonesia ini adalah, doktrin-doktrin penuduhan kaum suni terhadap syiah, dan Iran juga, kami bukan membela kubu Syiah dan Iran, tapi untuk mencegah konflik yang serius kapan saja bisa terjadi, Syiah dan Suni sama saja, tidak berlain, kedua nya salah tidak ada yang benar, secara tegas Islam hanya 1 saja, yang berpedoman Al-Qur'an dan hadis contoh teladan nabi Muhammad, jadi Syiah suni adalah pemecah belah saja oleh pihak yang tidak bertangung jawab, dan Iran bukan satu-satu nya negara yang banyak menganut Syiah di muka bumi ini, dan kenapa juga harus mempersoal kan ini, ada sebagian yang keterangan nya kami dapat juga di Jakarta, yang menyebutkan konflik Syiah suni ini di bagunkan kembali di Indonesia di dalangi Amerika Serikat dan Arab Suadi, yang supaya umat Islam di Indonesia memusuh Iran, yang sudah di Agap bahaya dengan perkebangan Teknologi nya itu, kurang-kurang Arab Suadi bisa hilang kuasa nya nanti, apa lagi Amerika Serikat, Israel paling kawatir terhadap Iran, karena penjajahan di bumi Palestina bisa berahir akibat di usir nya Iran, jadi banyak debat konflik di Indonesia belakangan Ini, suni syiah di samakan dengan Perang ideologi Arab Suadi dan Iran dalam minta dukungan umat Muslim, jadi  buat apa kita ikut masalah itu, dan yang perlu di jaga supaya janga membangun konflik itu adalah media berita Indonesia, yang bisa membombardir suni dan syiah ini, dan Revolusi Islam 2 Aceh dan Banjarmasin juga menerapkan cara menghalau konflik Suni Syiah ini, namun di kalimantan dan Sumatera tidak juga terlalu kuat pengaruh nya, dan suni syiah kuat hanya di pulau jawa saja.
Dan pemerintah sudah punya hasil untuk memberikan keputusan, jadi Pemerintah Indonesia sepakat mesahkan Tex yang tertulis ini dengan lindungan otoritas hukum mutlak nya, yang mana tulisan ini sudah di kaji berulangkali oleh pemerintah Indoensia, Kusus nya depertemin agama.
Kesimpulan terahir nya adalah, tidak ada yang tahun siapa yang pertama membawa paham suni dan syiah ke Indonesia berdahulu, tidak bisa di pastikan Iran Persia yang membawa nya, karena golongan Syiah bukan saja di anut oleh orang Iran Persia, atau tudduhan terhadap India, yang jelas yang dapat di pastikan Syiah dan Suni sudah ada pada Abad 12,13,dan14 dengan bukti kuat adalah perang di Perlak dan Pasai Aceh, tidak adalagi sumber imformasi yang bisa di gali tetang tahun nya paling tua masuk nya suni dan syiah di Indonesia ini, harus di pahami setatus Perak dan Pasai sumber rintisan sejarah asal-usul Suni dan Syiah ini hanya sementara saja, karena nanti mungkin di masa depan sejarawan menemukan sumber lain yang tahun nya lebih tua.
Dan kami inggat lagi Texs ini sudah di sahkan pemerintah Indonesia ini, dengan lidungan hukum nya, dan tujuan tulisan ini bukan memperkaran masalah sejarah lagi, cuma untuk mengakhiri semua konflik di kubu-kubu Islam di Indonesia ini, dan semua sudah terjawab di tulisan ini, dan oleh sebab itu lah Pemerintah mendukung nya dengan kuat sekali, dan masalah selesai, kita lanjut ke topik berikut nya pembaca, masih di BAB 1 kita dalam pembasan nya dalam rangkuman berbeda.

MEMPERJELAS SEJARAH ISLAM INDONESIA
BAB 1
B. Masalah-masalah Islam Yang Di Indonesia Yang Harus Di Selesaikan

3. Masala Sejarah Yang Berdahulu Membangun dan Mengebangkan Nya Pendidikan Islam Indonesia, dan Siapa Yang Menyesatkan Nya
Gambar Avril fans Fender Yang beruding minta sahkan Texs ini pada Pemerintah Indonesia

Masalah pendidikan Islam juga di pertikaikan oleh 3 kubu yang terdahulu, dan di tambah masuk 1 kubu baru lagi, jadi yang bertikai masalah pendidikan Islam ini ada 4 Kubu, yaitu Sumatera Aceh, Banjarmasin, Jawa, dan yang baru Ternate dan Tidore, cuma saat kami menyasikan konflik mereka bertikai itu, 3 Kubu kompak melawan 1 kubu, yang terilah kompak adalah Ternate Tedore, Aceh Sumatera dan Banjarmasin, Jawa sendiri, jadi disini masalah Walisogo yang diributkan dengan sangat panjang itu, bahkan ada yang memberi kan keterangan dengan kami bahwa 2 tahun dulu, Aceh dan jawa saling bunuh karena hal ini, yang mana jawa mengeras Walisongo, dan Aceh mengeras mereka dan para pendidik dari Granada dan Kordoba Spanyol, dan pihak Ternate dan banjar kami lihat berpihak pada Aceh.
Kami sudah 62 kali mengghadari perudingan ini selama 4 tahun, namun semua jalan buntu, tetap masih mengeras juga, dan Exspedisi 8 bulan sudah dengan benar menjawab nya, tetang bagamana sejarah pendidikan Islam di Indonesia ini, dan kami juga menyertakan pihak dari sejarawan Spanyol untuk memberikan keterangan agar jelas dan dapat di pertanggung jawabkan semua tulisan ini.
Peringgatan keras pada anda pembaca, karena tulisan ini bukan bermasut mengucilkan pihak kubu Jawa, dan kami berpihak pada Aceh, namun bagai mana lagi sudah kalau semua nya kenyatan, dan pereintah Indonesia juga menduduk nya, memang pesantren di jawa berpengaruh kuat juga dalam pendidiakan Islam Indonesia, namun bukan itu yang di masukan dalam tulisan ini, karena tulisan ini menjawab pertanya Siapa dan di mana pendidikan Islam yang ada berkembang berdahulu di dalam Prasejarah Islam Indonesia, bukan bicara masalah jasa, dan pesantren mana yang besar pengaruh nya.
Dan dalam 11 masalah yang ada ini semua sama penting nya, dan benang merah ada dan terus terhubung dari 11 masalah tersebut, dan disini juga akan di sertakan masalah suni dan syiah itu sedikit untuk memberikan benang merah nya agar terlihat jelas tidak terputus, dan juga pendidikan media yang pasti terlibat dalam penyebarah paham suni syiah itu, dan juga masalah ulama-ulama Islam Indonesia yang punya pendidikan alakadar nya, yang sudah jelas tidak bisa mendidik baik generasi muda yang baru, disini juga kami akan jelas proses penyesatan Islam Indonesia itu dengan sejelas mungkin.
Sebelum kita menelah data yang di dapatkan Avril fans Fender dalam Exspedisi nya, ada baik kita harus tahu alur sejarah pendidikan Islam di Timor Tengah agar jelas dan mudah anda pahami masalah nya, dan yang akan menjelaskan nya adalah sejarawan Islam dari Granada Spanyol dan Sejarawan Islam Asal Lebanon, dan mereka berdua meminta kami tidak menyatukan nama nya dalam penulisan ini pembaca, maka supaya mudah anda berikan saja gelar untuk dua orang sejarahwan ini, dengan gelar Karim.
Jadi karim memberikan keterangan nya pada kami tetang sejarah pendidiakan Islam di timor tenggah itu adalah, bawa belum dapat di pastikan kapan tahun nya tulisan Arab itu di temukan dan digunakan sebagai media tulis, karena huruf yang paling tua yang kami ketahui yang sudah punah namun ada bukti nya adalah Mesir, dan Nabi Muhammad tidak bisa membaca dan menulis, jadi jika ada yang mengatakan Al-Qur'an itu adalah tulisan karangan Nabi Muhammad sudah salah total karena kami punya bukti nya, baik yang ada di Mesir dan juga Iran Persia, yang sangat banyak mendokomintasikan perkebangan Pendidikan Islam di Timor Tenggah, hal yang ramai di ributkan jua di timor tengah ini adalah masalah, kapan Al-Qur'an itu di tulis nya, dari zaman Nabi Muhammad atau setelah nya, ada 2 pendapat yang terkenal beredar, yaitu pertama mengatakan Al-Qur'an di tulis pada zaman setelah meninggal Nabi Muhammad, dan yang satu nya lagi mengatakan bahwa Al-Qur'an itu di tulis selangi Nabi Muhammad itu hidup, namun dari 2 pendapat ini kami berani memastikan bahwa Al-Qur'an di tulis setelah meninggal nya Nabi Muhammad itu, walau pun pada zaman nya Hidup Nabi Muhammad ada dari sebagian Sahabat nya yang sudah baca Tulis, tapi tetap saja Al-Qur'an itu di tulis setelah Nabi Muhammad, hal paling sulit adalah memastikan tahun nya itu, tidak bisa kalau hanya mendengarkan penduduk Timor Tengah saja, seperti klem Al-Qur'an tertua ada di sini , dan bagian dari daerah lain juga mengklem yang sama, Al-Qur'an yang tertua, alhasil hanya memperkeruh sejarah nya saja.
Nabi Muhammad hanya menyuruh semua pengekut nya menghapalkan Al-Qur'an saja pada para pengkut nya, dan setelah sepeningalan Nabi Muhammad, para sahabat nya resah dan gelisa, akan doktrin terhadap Al-Qur'an itu, karena Nabi Muhammad yang untuk di tanya tetang Al-Qur'an itu sudah tiada, maka jalan satu-satu nya harus di tulis, agar tidak Hilang di makan zaman, Pendidikan Islam ini juga sudah berjasa besar sekali dalam menyebarkan budaya dan tradisi orang Arab kesuluruh Penjuru dunia, seperti hal Inggris.
Di zaman moderen ini hanya ada 2 kebudayan dan tradisi yang terkenal dan banyak di tiru orang dari zaman runtuh nya Romawi, Mesir dan Yunani, yaitu Budaya Arab dan Inggris, hampir di seluruh daerah Pasti ada yang bisa bahasa Arab dan Inggris, Budaya Ingris dan Arab sudah banyak menghapus dan merovulisikan budaya yang lain nya, kita tahu sudah dalam sejarah bahwa Iran dan Mesir adalah salah satu dari negara di dunia ini banyak berjasa dalam pergkembangan sain sebelum Pra Islam ini ada, dan semua nya hilang oleh Budaya Arab, Mesir dan Iran berivulisi jadi Arab, begitu juga dengan budaya Inggris, yang mana di dalam zaman pra sejarah dulu Yunani dan Romawi yang berjasa besar dalam pendidikan, bahkan menjadi acun pendidikan skuler, dan penabian Aristotalis itu, tapi semua hampir hilang di sapu Inggris, tersebar nya Budaya Arab akibat Islam, tersebar nya budaya Ingris akibat Ivansi dan penjajah yang mereka lakukan, banyak orang yang bukan Inggris menjadi inggris di dunia ini.
Harus di ketahui bahwa Arab tempat kelahiran Islam di dunia ini, namun Arab Saudi tidak punya banyak peranan di bidang pendidiakn sain skuler, dan tulisan Arab juga yang banyak menyebarkan yang bukan orang Arab.
Jelas nya pendidikan Islam banyak di kembangkan orang yang non Arab, dan daerah paling berjasa menyebarkan budaya Arab berbasis agama ini adalah Kordoba, Granada dan Andalusia Spanyol dengan nama dinasty Umayyaah 711-1492 M. Yang berjasa disini adalah orang-orang Afrika Utara dalam membangun dinasty Umayah.
Dulu ada seorang yang bernama Julian, yang mengerim surat pada penguasa muslim Afrika Utara yang bernama Musa Bin Nusair, surat itu berisi permohonan tolong, yang mana permita tolong itu untuk membebaskan Spanyol, dan Musa pun menerima perminta itu dengan restu Amirinmukmini, yang pada akhir memerintahkan Tagrik Ibn Ziyat untuk menaklokan raja Ghodthik Visgot Roderek Khatolik Spanyo, alhasil Tagring berhasil melakukan nya, danj berdiri dinasty Umayyah, dan runtuh akibat April Mop, pembatain umat Islam oleh Khatolik Spanyol ratu Isebela.
Banyak orang di dunia ini tidak tahu, bahwa Afrika Utara adalah salah satu wilayah maju juga zaman sejarah, dan jangan memandang orang Afrika seperti Amerika Serikat, yang memandang orang kulit hitam itu adalah binatang yang berjalan di atas 2 kaki.
Dari sebagian dinasty Islam yang di ketahui dan dapat di pertanggung jawab kebenaran nya yang bukan non Arab adalah Umayyah ini. Dinasty umayyah ini hanya beratribut Arab saja, tapi ediologi nya sama sekali bukan Arab, karena orang Arab kurang peduli terhadap pendidikan, dan lihatlah sekarang Arab Saudi, yang juga masih semi kono dan primiti, tidak seperti negara Islam yang lain nya, dan yang pasti negara Islam non Arab, contoh Turky, Iran, Afrika Utara, Yordania, Lebanon, Pakistan, Malasyia, Brunai Darusal dan Indonesia, jadi jangan di Arabkan mereka ini.
Dan juga kalau avril fans fender menanya saya tetang suni syiah bagai mana pengaruh nya di zaman Umayyah ini, jawaban nya, tidak terlihat jelas ada nya berkembang paham suni dan syiah di sana, jika ada pun pasti ada sedikit konflik akan terjadi, dan jujur saya tidak tahu pasti masalah suni syiah di Umayyah ini, barangkali mungkin kedepan saya bisa memberikan keterangan menyangkut suni syiah di Umayyah.
Jika di lihat dari mendeteil Umayyah menganut Islam murni, karena jarang sekali Umayyah di gambarkan secara gaip atau legenda dongen, dan ini bukan untuk mengucilkan Arab Suadi, cuma kenyatan Pendidiakan Islam berkembang di Umayyah, dan juga Umayyah sudah merevolusi budaya dan tradisi Arab dengan Budaya mereka sendiri, al hasil mencetak banyak tokoh berjasa dalam dunia kedokteran, fisika dan biologi, dan hingga menjadi acuan negara Eropa saat ini, dan ini saya tegaskan lagi, Umayyah sangat bukan Arab Suadi sama sekali, karena juga Arab banyak percaya akan mitos, jadi mereka kurang tertarik pada dunia pendidikan skuler, walau Umayyah sudah lama runtuh, namun dunia tidak lupakan akan sejarah mereka yang sudah banyak berjasa baik dari pembebasan penjajahan, memberi sumbangan pada dunia pendidikan skuler, dan Agama, hingga pusat perpustakan tersebesar dalam garis waktu nya, dan saya tegaskan lagi, apa yang di buat dinasty Umayyah, tidak bisa lagi di buat oleh dinasty setelah nya atau penerus nya, yang di maksut yang tidak bisa di buat itu adalah, Membangun pusat pendidikan dunia, dan banyak juga dinasty setelah Umayyah ini bernuasa militer, tapi juga pembaca kelebihan dinaty-dinasty islam itu punya kelebihannya sendiri, foktor itu karena sudah berulang kali saya katakan mereka Dinasty setelah sepeninggalan Ali adalah Dinasty non Arab, mereka dinaty Islam itu hanya memakai atribut Arab saja, tapi mereka bukan Arab, karena Islam edetik dengan Arab, tapi kita bisa lihat mereka bukan Arab dari karater nya, dan ediole paham nya, memang sekilas Arab di lihat orang yang kurang pendidikan, dan bukan Arab jika orang berpendidiakan melihat nya, dan dalam sejarah Arab Saudi, hanya Raja Faisal saja yang di berikan banyak negara pengakuan dalam memerintah dan juga memoderenisasi Arab Saudi, dan raja Faisal juga orang yang pertama mendirikan stasiun Tv Arab Suadi, Raja Fasial juga mengaspal jalan agar bisa di lalua oleh mobil, dan kepudilan terhadap Palistena, membuat mati terbunuh oleh keluarga sendiri, Raja Faisal adalah raja Arab yang perhitungakan barat dan koroni nya, Raja Faisal juga orang paling di takuti Israel yang mengusir mereka di Palistena, dan itu terbukti, dulu terkadi perang Islam dan Isreal yang di pelopori oleh Raja Faisal, dan banyang negara Islam yang mendukung nya, seperti Mesir, Irak, Iran, Yordania, Lebanon, dan Libyia, yang mana mereka bersama mengepung Isreal di Palestina.
Jika saja Raja Faisal tidak terbunuh maka sejarah akan lain, mungkin saja Isreal sekarang akat kaki dari Palestina, dan Amerika Serikat tak akan berdagang senjata Api di Timor Tengah, Ivansi Amerika Serikat ke Irak dengan tuduhan senjata pembunuh masal itu takan pernah ada, hal yang paling di sayangkan adalah, tidak ada nya lagi raja Arab yang seperti Raja Faisal yang benar-benar bertangung jawab dalam merintah rakyat nya.
Kesimpulan terahir nya adalah, setahu saya selama ini kalau berbicara pendidiakan Islam yang memengan gelar pusat Pendidikan itu hanya Umayyah dan Irak, karena Irak juga pernah jadi pusat pendidikan dunia sebelum di Ivansi monggol, dan setelah nya tidak ada lagi, kalau bicara pendidikan militer itu sudah jelas Iran dan Turky pusat nya, karena Persia Iran dan Turky ini sudah dari zaman belum Islam sudah terkenal dengan banyak Ivansi nya, dan di tabah Syriah, namun saya nya Syriah perang saudara sampai saat ini, terahir saya inggat kan lagi, Pusat pendidikan yang terkenal dan tertua tahun itu adalah Umayyah dan Irak selesai sudah dan terima kasih, dan pada kawan-kawan angota silahkan di lanjutkan keterangan.
 Langsung saja kita kembali lagi ke Indonesia dari timor tengah, dan peringkatan keras pada anda pembaca jangan salah paham, tulisan tidak bermaksut mengucilkan pihak mana pun, terutama kubu jawa, karena tulisan ini bertujuan untuk meluruskan sejarah yang bengkok ini, dan menghilakan doktrin dan korupsi sejarah, dan menghetikan pertikain ini untuk selama nya, maka nya pemerintah mendukung nya, dan kita disini juga berbicara sejarah Islam, bukan jaman moderen nya, jadi jangan salah paham dulu.
Semua kesimpulan yang di berikan pihak Spanyol tadi sudah jelas, dan sangat sama sekali dengan yang di data Avril fans Fender dalam Exspedisi 8 bulan nya kemarin itu, dan anda bisa lihat di bawah keterangan sejarah yang di kumpolkan oleh Avril fans Fender.
Sekali lagi, Pendidikan Islam yang tahun tertua di Indonesia ini di sadang Aceh lagi, karena ini sudah tidak bisa lagi di bantah, sebab jelas sudah karena Pasai tertua tahun nya dalam lingkar kesultanan Islam di Indonesia ini untuk saat ini selagi belum di temukan nya oleh ahli sajarah situs sejarah Islam yang lebih tuah tahun dari Kesultanan Aceh dan Perlak, sudah tidak mungkin yang muda mendahulu yang yang tua, dan wajar yang tua berdahulu dari yang muda, semua bukti fisik dan tertulis nya ada pada kami ini, bahwa Pasai adalah tempat pendidikan Islam tertua, dan bukti tertulis nya ada di Kesultanan Banjarmasin, Palembang Pagaruyung, Mataram, Demak, Sulu Sabah, Kutai Ternate, Malasyia, Turky, Iran, Mesir, Inggris, Belanda, Pertugis, Makasar, Malaka, Pontinak, Banten, Cerebon dan Yogyakarta, dengan jelas 
sekali sudah.
Sebenar nya sebelum pra Islam di Indonesia ini, dari sebagian orang Indonesia ini sudah ada yang bisa baca Tulis, seperti Majapahit, Sriwijaya, Singgosari, dan huru yang di pakai zaman dulu adalah huruf palawa jawa kono, dan tulisan ini, namun setelah Islam masuk, maka semua budaya dan tradisi berubah total, karena huruf tulisan nya di gantikan dengan hurup Arab, karena tulisan Arab dulu sebelum penjajah eropa datang adalah hurup resmi pemerintah kesultanan di Indonesia ini.
Di atas tadi dalam penulisan sejarah Pasai yang di jamin pemerintah, sudah menyatakan tetang pengembangan pendidikan dan sastra di Pasai, dan perekebangan seni melayu bercampur Islam pun juga di kembangkan, penulisan buku juga, hingga melahirkan huru Jawi melayu, dan jelas saya ambilkan kutipan dokomen pasai di atas yang di jamin pemerintah Indonesia.
Telah disebutkan di muka bahwa, Pasai merupakan kerajaan besar, pusat perdagangan dan perkembangan agama Islam. Sebagai kerajaan besar, di kerajaan ini juga berkembang suatu kehidupan yang menghasilkan karya tulis yang baik. Sekelompok minoritas kreatif berhasil memanfaatkan huruf Arab yang dibawa oleh agama Islam, untuk menulis karya mereka dalam bahasa Melayu. Inilah yang kemudian disebut sebagai bahasa Jawi, dan hurufnya disebut Arab Jawi. Di antara karya tulis tersebut adalah Hikayat Raja Pasai (HRP). Bagian awal teks ini diperkirakan ditulis sekitar tahun 1360 M. HRP menandai dimulainya perkembangan sastra Melayu klasik di bumi nusantara. Bahasa Melayu tersebut kemudian juga digunakan oleh Syaikh Abdurrauf al-Singkili untuk menuliskan buku-bukunya. Sejalan dengan itu, juga berkembang ilmu tasawuf. Di antara buku tasawuf yang diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu adalah Durru al-Manzum, karya Maulana Abu Ishak. Kitab ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu oleh Makhdum Patakan, atas permintaan dari Sultan Malaka. Informasi di atas menceritakan sekelumit peran yang telah dimainkan oleh Samudera Pasai dalam posisinya sebagai pusat tamadun Islam di Asia Tenggara pada masa itu. 
Nah mau kaya apa lagi sudah? apakah masih membatah? dengan bukti seakurat mungkin ini, dan seperti yang di keluarkan nya pernyata dari Kesultanan Ternate Maluku, yang juga mereka pernah belajar di Jawa tetang Islam, kusus nya grisik, tapi kita jangan hanya bertumpu di sana saja, dan jua jika pihak kubu yang terus membatah nya dengan pendapat keras walisonggo sudah salah besar, topik yang di bahasa dalam pertemuan juga bukan di maksut kubu jawa, yang mana yang di perdebatkan itu adalah sejarah, dengan topik nya, Daerah mana dan orang mana yang berdahulu membawa dan mengebangkan pendidikan Islam dan membuat lambaga nya, bukan masalah topik siapa yang berjasa dan berpengaruh terhadap pendidikan Islam sejarah Indonesia dulu, jadi ini harus di pahami, kubu jawa sudah keluar dari topik pembicara yang di ributkan, dengan cara mengerasi pendapat nya, bahkan pemerintah Indonesia sendiri sudah di bantah nya, dan juga sudah di nyatakan tidak ada yang tahu asal mula nya Islam masuk Indonesia dan siapa yang membawa nya, itu hanya tuhan yang tahu, tapi kita dapat menelah, yang mana keraja Islam tertua tahun yang ada di Indonesia yang punya bukti yang bisa di pertangung jawabkan kebenara nya, dan yang memiliki tahun tertua itu adalah Kesultanan Pasai dan Perlak, tapi tidak menutup kemukinan ada yang lain dan terdahulu lagi dari pasai itu, cuma kita saja belum menemukan nya, masalah nya di topik yang pertikan itu kan mempertanykan nya juga masalah, di kiblat nya dan acuan pendidikan Islam di zaman pra sejarah, sedikit tidak bicara masalah jasa dan berpihak pada yang lain nya, jadi pihak jawa terima sudah ini, mengapa juga menegeras, nanti pada ahkir nya konflik pasai dan majapahit legi terulang, kita disini duduk bukan untuk berkelahi, tapi mencari jalan keluar untuk mendamaikan konflik sejarah.
Seperti yang sudah di tulis di atas tadi, Ibnu Bhtuta pernah berkunjung ke Pasai, dan mereka juga memberikan beberapa pendidiakan Islam, begitu juga nahkoda Khalifah, dan peran para pedangan yang membawa bukan dari luar Indonesia juga sangat besar, dan kiblat nya pendidiakan Islam Indonesia dalam Prasejarah adalah berkiblat pada Umayyah Granada Kordoma Andalusia Spanyol, dan setelah runtuh nya Umayyah baru ke Turky, dan juga sudah di tegaskan sudah di atas tadi oleh sejarawan Islam Spanyol yang menegaskan bawah Umayyah adalah pusat pendidikan paling besar di Era nya, wong orang barat saja menjadikan, apa lagi orang muslil pasti juga akan melakukan yang sama dengan barat, hadi jelas sudah masalah dan terjawab sudah pertanyan, dan saran kami 3 kubu dan tambahan Ternate harus berdamai jagan terus berkonflik lagi yang hanya memcahbelah saja.
Masalah Walisonggo juga banyak doktrin yang harus di hilangkan, mereka sudah menabikan walisonggo, yang tidak lagi peduli dengan yang lain, bahkan mereka juga sudah menyalah gunakan nama Walisonggo, seperti Kalijaga yang di gambarkan mereka macam Robinhot jawa, karena kata nya dulu sebelum jadi wali kalijaga adalah perampok, dan hasil nya di bagikan pada orang miskin, dan lebih gila lagi bahkan ada yang berpendapat, bahwa sesudah jadi wali pun kalijaga masih menjadi perampok orang yang kaya, yang sangat kikir sekali pada yang miskin, ini sudah menghina Kalijaga, masa wili digambarkan jadi perampok, harus di ceritakan dengan Indan bukan kejahatan nya, belum lagi masalah Siti Jenar itu, bigitu panjang konflik ini, seolah tidak pernah habis seperti cerita umat hindu India yang punya mitos ribuat dan bahkan tak pernah habis mitos di bauat mereka.
Kami juga mencatat bahwa di sumatra juga ada terjadi macam kasus Walisonggo ini, namun kuranh Dahsyat saja, tapi kasus di Sumatera dan Kalimantan berbuntut dukun Vs Ulama Islam yang bertika, bahkan main bunuh-membunuh, namun nanti kita akan jelaskan di bawah nanti konflik ulama dengan dukun di Sumatera dan Kalimantan itu, disini kita fokus dulu kasus Walisonggo, dan pendidikan Sejarah Islam, lalua siapa yang menyesakat Islam dalam sejarah nya, bukan yang moderen yang di bicarakan jadi jangan salah paham.
Kasus di jawa juga lebih para masalah dukun ini, dan semua dukun yang terkenal adalah dukun nya Jawa, mengalahi pratik perdukunan suku dayak kalimantan, bahkan sampai di Flim, yang mana bintak Flim nya adalah Susana, judul flim juga sendal bolong, dan para komedian nya adalah boker dan Dorman, ini sangat popoler dulu, namun jadul zaman sekarang.
Masalah utama juga di jawa, sungguh sangat terpengaruh Hindu Bhuda sekali, jadi Islam nya bertranspormasin menjadi Islam jawa, yang menghalakan sejajian dan penjualan ayat suci, di Tv kita sudah sereng melihat, yang mana setan ulama datang membaca Ayat kursi, ini menghina sudah, dan jelas di sana banyak Doktrin terjadi.
Masalah lain juga, di demak dulu ada pembunuh yang mengklem diri nya wali, dan ini sedikit Tex kutipan yang saya ambil dari data universita Islam Indonesia, dan pemerintah Indonesia, yang mengabarkan kasus wali membunuh demi kekuasan itu.
Suksesi Raja Demak 3 tidak berlangsung mulus, terjadi Persaingan panas antara P. Surowiyoto (Pangeran Sekar) dan Trenggana yang berlanjut dengan di bunuhnya P. Surowiyoto oleh Sunan Prawoto (anak Trenggono), peristiwa ini terjadi di tepi sungai saat Surowiyoto pulang dari Masjid sehabis sholat Jum'at. Sejak peristiwa itu Surowiyoto (Sekar) dikenal dengan sebutan Sekar Sedo Lepen yang artinya Sekar gugur di Sungai. Pada tahun 1546 Trenggono wafat dan tampuk kekuasaan dipegang oleh Sunan Prawoto, anak Trenggono, sebagai Raja Demak ke 4, akan tetapi pada tahun 1549 Sunan Prawoto dan isterinya dibunuh oleh pengikut P. Arya Penangsang, putera Pangeran Surowiyoto (Sekar). P. Arya Penangsang kemudian menjadi penguasa tahta Demak sebagai Raja Demak ke 5. Pengikut Arya Penangsang juga membunuh Pangeran Hadiri, Adipati Jepara, hal ini menyebabkan adipati-adipati di bawah Demak memusuhi P. Arya Penangsang, salah satunya adalah Adipati Pajang Joko Tingkir (Hadiwijoyo).
Nah texs ini di jamin oleh pemeritah Indonesia kebenaran nya. Yang di permasalahkan adalah, sunan atau wali, bukan masalah pemeberotakan nya, karena pemberotakan sudah sering terjadi di kerajan Indonesia zaman dulu, cuma saja bukan sunan dan wali pembunuh nya, ini sudah membuat tokoh walisonggo jelek, dan di kerajan banjar sebelum Islam pun juga terjadi pemeberotakan di mana mereka semua satu keluarga, namun tidak bernuasa agama, jadi yang di pertikain itu adalah sunan membunuh padahal sealiran dan saudara Islam nya, jika saja seperti di Aceh terjadi perebutan antara golongan Islam juga suni Syiah, tapi ini dapat di terima, karena mereka beda golonganm, yang sama salah nya semua nya, suni dan syiah adalah pemecah agama Islam, dan gambaran sunan membunuh ini bisa mempegaruhi generasi nya, dan bisa menghalakan pemuduhan wali nanti.
Penaklukan Majapahit juga tidak terlebas dari kedua pihak baik pasai dan Walisonggo, dan ini kutipan nya, yang kami ambil dari asrip pemerintah Indoensia, 
pemuda asal Pasai (Sumatera), yang juga menjadi menantu raja Trenggana membantu Sunan Kudus merupakan imam di Masjid Demak juga pemimpin utama dalam penaklukan Majapahit sebelum pindah ke Kudus.
Jadi yang melibatkan nama pasai itu bukan pihak melayu namun jawa sendiri, dan konflik ini harus segara di akhiri, jadi anda sudah paham dengan masalah ini kan pembaca, dari mana alurnya dan doktrin hingga mewariskan Islam bukanm murni lagi, dan kita akan lanjut pada topik selajut masih di bab 1 kita bicara, dan seluruh Tex ini di jamin sudah otoritas hukum nya dari pemerintah Indonesia, dan saran kami semua berhentilah berkonflik dan pecah belah.
MEMPERJELAS SEJARAH ISLAM INDONESIA
BAB 1
B. Masalah-masalah Islam Yang Di Indonesia Yang Harus Di Selesaikan
Sejarah Asal-usul konflik Ulama Dan Para Dukun Yang Di Perdebakan Tiada Akhir Akan Menibukan Korban Saja

Masalah konflik ulama dan dukun di muat juga di tulisan karena juga siring di pertikaikan oleh 3 kubu, dan masalah ini juga masalah baru, tapi masalah yang sudah ada berabad-abad yang di terusi hingga kini, masalah utama nya adalah semua mempertanyakan siapa yang berdahulu di dalam sejarah yang melakukan perang atara dukun ulama ini, dan kapan terjadi, karena Islam di tuduh pertama mendahului nya, dan orang Islam tidak terima makan konflik lagi, dan siapa juga mendahuli mendoktrin paham Islam yang menghalalkan penjualan ayat suci Al-Qur'an, Jawa menuduh Sumatera Aceh, dan sebalik, dayak menuduh kesultanan Banjarmasin, yang mana Islam dan non Islam saling menyalakan tiada akhir nya ini.
Dalam Exspedisi 8 bulan itu akan terjawab,  dan ini data nya dari penelusuran Avril Fans Fender, sekali lagi bermula di Aceh, dan pada akhir nya ke Jawa, karena terus terang kami tidak bisa mendustakan nya, pihak Islam berdahulu yang menyerang para dukun atau resi, karena dulu di Aceh juga pas era Sumudra Pasai dan Perlak, mereka menjalakan hukum Syariat Islam, dan sudah jelas Islam mengharamkan pratik perdukunan itu, tapi lain tambahan nya lagi di era Pasai, yang mana konflik dukun dengan Ulama ini di ambil pihak yang tidak bertangung jawab, dengan membabi buta menuduh orang dukun, dan melaporkan nya pada sultan Pasai, padahal itu permusahan Pribadi nya, masalah ini juga sudah membuat Ulama menjadi di maanfatkan nya, yang memperluas nya lagi adalah ada doktrin yang mengahalak penjualan ayat suci, alhasil saling bunuh terjadi, yang sama semua itu bertujuan mencari uang, mereka semua mulai mengebangkan paham baru, yang jelas Islam bercapur Hindu Bhuda, para resi di Bali dan Jawa yang kerap perang ini, mereka semua saling mencurigai dan menebar mitos macam untuk menakuti orang, dan entah siapa juga yang mendahului Ulama bisa menyebuhkan orang sakit dan memberikan kekebalan, dan siapa juga yang mencapur Islam dengan Bela diri yang meradikan itu tersebut, yang ada di pesatren bukan belajar agama tapi latihan militer, hasil adalah pesanteri yang satu menaklukan pesatren yang lain nya, ini seperti Bhuda dengan biksu nya yang melatih kumfu, dan punya paham sendiri, Bhuda akan menaklukan Bhuda yang lain nya, alasan mereka selalu saja untuk bela diri, tapi jelas nya sudah di salah gunakan.
Kejadian di Sumatera Barat Minangkabau sangat Exstrim, di sana ada yang 
menyatukan ajaran Islam dengan silat minangkabau, hasil perang saudara terjadi, begitu juga di Kalimantan, kusuh Kesultanan Banjarmasin Vs Dayak yang tiada berkesudah terjadi nya, Ini sudah gila sekali, Dayak Masuk Islam, di kawinkan nya ajaran Islam itu dengan tradisi perdukunan dayak, dan pengagungan pada kuburan terjadi, dan pihak Islam murni tidak menerima Islam yang di kotori itu, hasil main bunuh terjadi, ini terjadi sampai sekarang belum terselesaikan.
Kami menegaskan agar masalah nya selesai adalah, kami tidak tahu pasti orang mana dan kapan yang mengawinkan Islam dengan pratik perdukunan, yang terus di pertanyakan oleh tiga kubu, namun kami bisa memberikan telah gambaran nya saja, atau generasi setelah, karena siapa berdahulu hanya tuhan yang tahu, dan pertanyan 1 satu nya sudah terjawab, pihak Islam Aceh mengakui nya, mereka berdahulu yang menyerang para dukun, cuma pihak Aceh menolak di salakan mendotrin Islam denga pratik perdukunan, yang mana Pihak Aceh menduduh balik pihak jawa, dengan mengatakan Siti Jendar adalah orang yang mengawinkan Islam tersebut, dan beberapa walisonggo juga terlibat, di balas lagi oleh kubu jawa, Pihak Aceh, yang menjadikan Pesantren kamp militer, di balas lagi, oleh Aceh, beberapa sunan Walisonggo teribat doktrin penjualan ayat suci itu, balas membalas tidak ada habis nya.
Kita ke kubu banjar lagi, banjar menuduh dayak doktrin Islam, di balas kami dayak bukan non Islam, pratik perdukunan halam buat kami, di balas lagi oleh banjar, kami di pihak yang benar, tuhan bersama kami untuk menumpas kalian kafir, balas mebalas terus, hingga dayak yang muslim juga bertikia, hasil yang ada juga, bukan Islam vs non Islam, tapi Islam Vs Islam, banjar menuduh Kesultanan Kutai doktrin Islam, Brunai mendukung Banjar, saling serang terjadi, benar-benar tidak ada habis nya, dan paling parah, jawa datang ke kalimantan lalu melakukan sejajian padahal mereka juga muslim, banjar melihat nya, maka akan di tumpas. 
Hal paling gila lagi adalah, ada sebuah kelompok Islam di jawa, yang menduduh Arab Saudi maling budaya jawa, karena Islam adalah Agama resmi kerohanian negara Jawa, Nabi nya Hayam Uruk dan Gajah Mada, Khalifah nya adalah demak, ini bukan main-main sampai sekarang masih ada, dan kelopok ini pernah di serang GAM Aceh akibat menyebarkan paham ini di Medan Sumatera Utara dulu, Dinminim terlibat penyarangan itu, belum lagi di jawa barat pembaca banyak nya konflik penuduhan dukun dan sesat yang harus di tumpas oleh Islam.
Pihak pemerintah juga sudah berusaha menghentikan ini, namun salah duga bukan nya menghetikan tapi memperparah nya, saking gila masalah ini, maka pada tahun 2013 maka tercetuslah yang nama Revolusi Islam Aceh Banjarmasin 2, yang mana di atas tadi sudah saya katakan tujuan nya, untuk menghadarkan orang muslim dari pratik perdukunan yang membawa petaka, ada menghetikan juga pesatren jadi kamp militer, masalah ini sebenar adalah masalah pendidikan Ulama Islam yang alakadar nya, yang belum cukup tahu Islmu agama, sudah berani berpendapat sendiri, karena juga konkflik atara ulama dengan para dukun non muslim itu sudah berheti sudah, yang sisa di persolakan ini atara sesama kubu Islam saja lagi, yang bertikai masih 3 kelompok, kadang kala kami melihan konflik adalah menuris pasai dan Majapahit saja, karena sudah jelas pasai Islam, dan Majapahit hindu, dan sudah juga tadi atas saya sebutan rencana pasai membumi hagusan Hindu di Tanah jawa dengan bantuan Ottoman, jadi masalah ini sebenar tidak perlu panjang lebar, dan pihak bersekita harus nya juga berbenah diri, dan jangan memprokasi pihak lain yang ada korban lagi terjadi.
Doktrin nabi Muhammad lah yang kata nya mengajarai bela diri dan lain nya, habis itu Nabi Muhammad lah juga yang di tuduhkan menjagari mengobati sakit dan memberikan ke kebalan, dan Nabi Muhammad lah juga kata nya yang mengajari menjadikan Pesatren jadi Kham militer untuk basi perlindungan, Nabi Muhammad tidak pernah mengajari itu semua, apa lagi peratik mengadakan uang, masalah ini sebenar nya hanya masalah pendidikan, dan konflik sejarah ulama Vs dukun itu hanya bumbu poprokasi saja, maka nya di Revolisi Islam 2 ini untuk mewadahi ulama yang punya pengetahun alakadar nya itu, dan mereka juga harus di berikan pendidikan skuler agar paham demokrasi, dan banyak juga ulama yang anti pendidikan skuler dengan bermacam alasan yang dibuat nya, dan pesantren juga harus di lengkapi pendidiakn Skuler agar maju dan cerdas tidak mudah terpopokasi akibat isu sara dan penuduhan macam, penuduhan Israel zionis lah, ini semua akibat kurang pendidikan, baik agama maupun skuler, dan jika baik hal jangan hanya menerapkan AL-Qur'an terjemahan nya agar mereka mengerti masut Al-Qur'an itu, supaya jangan lagi salah paham dan segala nya, dan juga jalan penyelesai nya hintikan tuduh menuduh pihak jawa, Aceh, Sumatera, dan Banjarmasi, dan media Tv juga jangan terlalu menayakan mitos yang hanya membuat sara itu, nanti tuduh menduduh lagi, dan hati-hati juga jika membuat flim dang karakter tokoh, nanti salah paha, dan ada baik atribut Islam itu di gunakan pada tempat nya, jangan duduk di pangalan ojek bermainb judi memaikai kopiah, nanti ada yang melihat di kira nanti menghida lagi, jadi ini harus pahami.
Dan kami sepakat dengan pemerintah Indonesia, mereka bertiga itu salah semua nya, tidak ada yang benar nya sama sekali, dan juga lembanga pemerintah macam MUI atau NU itu jangan sebarang lagi menyamakan FPI, karean kami melihat nya, lembambaga agama MUI dan NU itu terlalu menuduh FPI, yang terlihat berpihak pada golongan lain, nanti mereka berpikir macam lagi, di kata nya nanti MUI kafir, dan juga tidak semua angota FPI itu salah semua, dan media juga mengaitkan kolompok militan garis keras, dalam lini penuduhan yang ada konflik lagi, kelompok ini anu lah apa dan sebangai nya.
Dan kesimpulan terahir nya dari kami, konmflik ini tidak akan berahir kalau semua nya masih mengeras, bua apa lagi megurik sajarah buruk itu, apa lagi membawa nama Walisionggo, di gambarkan macam, yang pada akhir nya konflik, dan yang penting pendidikan ulama alakadar nya itu harus di perbaiki, biar paham agar tidak salah langkah lagi di kemudian hari nya, mereka hanya membaca Al-Qur'an bahasa Arab nya saja, dan tidak terjemah nya, yang akhir tidak paham.
Dan semua tulisin ini sudah di jamin pemerintah Indonesia kebenaran nya, dan tolong juga jangan salah paham, karena tulisan ada untuk melurus kan yang bengkok.
Dan kita lanjut dalam topik berikut nya, masih di Bab 1 dalam pembahasan nya.

MEMPERJELAS SEJARAH ISLAM INDONESIA
BAB 1
B. Masalah-masalah Islam Yang Di Indonesia Yang Harus Di Selesaikan
Masalah Ulama Islam Konflik Dengan Pemerintah dan Mengajak Pulang Milisi Islam Dan Masalah hukum Pancasila.

Gambar para milisi Gam Aceh Perang Dengan TNI 

Tulisan ini membahas terakhir masalah penyelesain Konflik bab 1 ini, dan disini di rakumkan beberapa masalah yang tidak bisa di pisakan dari 11 perkara di atas tadi, dan masalah ini juga bermuara pada Sejarah, yang mana sebuan konflik yang ada tidak lebih menerusi perang pasai majapahit, yang juga mengunakan agama sebagai kenderan politik nya, yang berdampak besar sekali pada masyarak yang tak berdosa dan tidak tahu menahu akan akar konflik ini.
Data Avril fans fender menjawab semua masalah ini, dimana 6 kubu bersengekata, Jawa, Papua, Kalimantan, Sumatera, Aceh, Sulawesi dan Ternate semua nya meributkan semua nya. 5 kubu bergabung melawan Pihak pemerintah Indonesia dan Pihak Jawa, yang mana mereka semua terus menudukan Majapahit penjajah, kata Majapahit adalah kode sebutan mereka, yang menggap pemerintah Indonesia bernuasa majapahit dan pro jawa, data yang kami dapat awal mulau nya konflik adalah Sebelum Era Islam masuk Indonesia ini, yang mana mereka semua sudah berkonflik dengan macam cara nya, dan Islam masuk Indonesia, maka jadi kendaranya untuk mendapakan kekuasan nya dalil perang sabil dan segala nya.
Perlu di ketahui, di Indonesia ini ada 2 kelompok yang terbesar palaing banyak orang, mereka adalah Jawa dan Melayu, tapi jika dilahat benar-benar Melayu lebih banyak dari pada Jawa, tapi jika berkonflik mereka ini kadang kala seimbang, dan yang memulai perang di atara kubu ini kami kurang mengatahi siapa yang mendahuli nya, yang jalas, kami hanya akan memaparkan san pra Islam dan seluruh kelompok Islam nya, karena topik dan judul nya tulisan memperjelas sejarah Islam Indonesia, data Avril fans fender di bawah ini memafarkan semua.
Sekali lagi bermulai dari Aceh lagi, karena Aceh derah Islam tertua untuk saat ini, bermula dari perang Majapahit dan Samudara Pasai lalu mengering banyak pihak kedalam, dan konflik ini belum berahir, dan masih banyak milisi di hutan Indonesia, yang kapan saja bisa melaku serangan nya ke Jakarta adalah Pr pemerintah, masalah ini sebenar masalah sepeli, yaitu masalah menuntut hak nya saja, namun dampak korban yang di timbolkan sangat besar sekali, sudah berapa prajurit yang mati sudah tidak lagi bisa di hitung lagi.
Sebelum 17 Agustus 1945 negara Indonesia belum ada, dan lahir nya negara Indonesia ini pada 17 Agustus 1945 yang lalu, tapi itu pun tidak tanpak seperti sekarang ini, di kalimantan saja, kutai bergabung Indonesia pata tahun 1963 saja, waktu Itu banjarmasin masih bigung menutukan nasif nya, dan Sumatera negara fedarasi Belanda, Papua juga masih epu nya Belanda, Sulawesi dan Ternate juga belum secara pasti mengakui bergabung dengan Indonesia.
Namun hal itu semua terjawab bergabung serentak, saat di mana rapat rahasia yang di buat oleh seorang penjuang Islam dari Aceh dan Sumatera barat untuk menetang persekutuan tanah Melayu waktu itu, dengan janji pasti Presiden Sokarno, Janji tersebut Negara Islam di Indonesia, di Aceh Daut menyerukan orang-orang untuk mengumpulkan uang dan harta untuk membeli 2 pesawat, dan itu berhasil, namun setelah janji itu tak terpenuhi, penjuang yang mebuat tersebut malah menyerah balik mungkin merasa tidak di penuhi janji tersebut, nah maka lahir kembali dendam sejarah itu Majahapahit Vs Pasai, yang arti nya Melayu Vs Jawa, dan Islam menjadi kenderan nya, seperti bagai mana sudah terjadi dulu Pasai berniat meruntuhkan Majapahit, namun hanya saja zaman dulu dinasty Ottoman tidak mengejinkan perang terjadi, hanya di suruh menaklukan dengan cara tidak kekerasan, melalu Politik kawin, dan itu di lakukan pasai, Majahapahit mengawini orang Pasai, hingga saat di nanti nanti lahir nya Demak, dan yang membinandi lahir nya demak ini Dinasti Ottoman, dan intik dari Belanda yang kami Ambil, 1401 M - Sultan Muhammad I mengirim satu regu utusan dakwah ke pulau Jawa yang dugaan  dikenal dengan Wali Songo, Surat Perintah Khalifah tersebut saat ini masih tersimpan di Museum Leiden Belanda, dan Akhir nya Majapahit runtuh dan bertranpormasi menjadi Demak dan Raden Fatah nya, simbol saja Pasai adalah GAM Waktu dari Tahun 1966-1966 cuma Nama nya saja belum di kenal luas, tapi kisru itu berahir sudah tahun 2005, Aceh merdeka dalam bingkai NKRI, namun belakang ini gejolak mulai lagi, Ulama Vs Pemerintah, dan mulai membangkit yang tidur itu, semua sama menerusi masalah Pasai dan Majapahit dahulu, cara nya saja berubah, Agama adalah alat nya.
Menurut data Exspedisi Avril fans fender selama 8 bulan itu, Ulama vs Pemerintah itu bukan hal yang baru ada di dunia ini, tapi sudah ada seiring larhir pemerintah Repbulik, karena zaman dulu pemerintah di dunia ini di jalakan bendasakan agama, bukan politik, itu di sebabkan zaman dulu itu sarat akan pertarungan, jika sesorang memerintah mengelurkan sebuah hukum atas perkatan nya sendiri, maka yang di perintah kurang menaati nya, bahkan bisa melawan nya, jadi timbol sesytem membawa kekuatan otoritas hukum berkukatan nama tuhan dan kutukan nya, jadi itu harus dapat di pahami, jadi bisa di katakan Agama adalah Pemerintah yang pertama, dan pemerinthan yang kedua nya alias anak nya pemerinthan Republik, namun agama maupun yang lain hampir sama saja kekuasan saja, yang mana sesorang inggin jadi raja menempuh berbagai cara, seperti yang di dapat Avril fans fender dalam 8 exspedisi nya, dan ini di dapat langsung di jawa barat, dulu Agama berkuasa, hampir semua rakyat beriedologi paham Agama, dan jika ingin jadi raja maka harus taat dan tahu agama, seperti di Sumatera Barat, tapi ada sesorang yang inggin berkuasa namun tak tahu agama, namun dia melihat banyak minoritas pemuda yang membenci agama maka di maatkan nya, dan dia maju membawa pemberonyakan mengatas nama demokrasi alias kebebasaan, dan juga ke adilan, yang penduduk raja itu yang tidak se agama nya lantas juga mendukung nya, dan lahir lah Republik, dan kasar Ulama hilang kekuasan di ambil orang, ini bibit yang terus ada hingga sekarang ini, perlu perawatan Alias pemperitah sekarang bisa-bisa mengimbagi nya agar jangan berkonflik, tapi tidak di Indonesia, mereka mulai menyebarkan Islam teroris, maka lembaran baru kirus Ulama vs pemerintah di Indonesia lahir lagi, di tambah bom bombardir media tv berita yang tidak mempertimbakan dulu apa yang di buat berita nya, kata nya macam apa supaya jangan mimicu konflik, dan juga mereka harus melihat luka dendam sajarah Indonesia yang sudah hampir sebuh ini, akibat itu luka yang hampir sembuh itu sama saja di kuyak dan di berikan garam, yang mana juga tahu di Indonesia ini banyak milisi bukan saja di hutan di kota juga ada, cuma mereka saja tidak menampakan diri, milisi ini macam rupa nya, yang jelas milisi itu adalah orang yang loyal nasinalisme, alias kepahlawan nya akan daerah nya, jadi milisi ini tidak semua berbasis agama macam timor tengah, tapi ada juga, nah maka ulama bisa bergabung dengan mereka ini untuk menguyah siapa yang berkuasa.
Hal lain yang kembali membagunkan ulama VS pemerintah adalah Densus88, dan dapat saya katakan Densus88 ini musuh nya para milisi pertama,baik mereka yang bersenjata atau bukan, kadang juga baru-baru ini TNI terlibat di dalam nya, masalah utama densus88 ini selalu saja jika menemui sebuah kasus itu menduduh Islam, ini yang menui kontroversi, tuduhan macam itu bukan saja berdapak pada Indonesia, tapi di luar Indonesia yang mana mereka loyal dalam beragam Islam, seharus bukan agama nya yang di salahkan, tapi orang nya, dan juga jangan menyangkutkan orang yang ditangkap terkait kelompok-kelompok dalam pernyatan, walau pun sebenar terkait dengan kelompok, biyar densus88 saja yang tahu, nanti kalau di berikan banyak yang melihat, baik kawan nya bisa berniat membantu nya, atau melarikan diri, milihat kawanya tertangkap, dan juga belum di pastikan keterangan tersangka itu benar mengaitkan kelompok, pas tidak terkait, yang mana nama kelompok yang nama disebut juga ikut memerangi pemerintah, ini tidak lain dari kebodohan semata, dan Presiden Jokowi, sudah bertidak benar dengan mengajak Milsi pulang ke rumah, dari beberapa GAM Aceh versi diniminin, karena GAM itu tidak satu kelompok saja, OPM Papua, dan ini sudah menjaukan Indonesia dari konflik yang tak berkesudahan, dari Pasai dan Majapahit.
Data Avril fans fender menyebutkan dalam sejarah Islam dengan milisi di Indonesi, sebelum berbicang jauh, di beritahu dulu apa milisi itu, milisi adalah sebuah kelompok griliya, yang ada di kota atau di hutan dan jelas semua tempat, milisi ini bisa bersenjata atau pun tidak, milisi adalah sebuah kelompok nasinalisme atau kebangsan dan kesukuan hingga agama, milisi kalau sekarang ini di gambarkan selalu Islam, maka di atas tadi sudah di tulisakan, yang mana Islam di pandang akan semangat Ivansi nya dan berani mati dengan jihad nya, padahal semua tidak lah berasa agama, agama kendaran politik nya, banyak juga yang mengaitkan milisi itu indetik komunisme, mungkin Amerika Serikat yang berpadangan macam itu, karena mereka benci akan Rusia.
Milisi ini sudah ada dari zaman dulu mungkin ribuan tahun lalu, milisi selalu memoderenisasi gerakan nya, dan milisi macam-macam warna nya juga tujuan nya, tapi kebanykan milisi ada, milisi Pro pemerintah, dan pembinci pemerintah, milisi bisa bermusuhan dengan milisi lain, yang mana tidak sependapat dengan nya, kadang kala milisi bisa beranak, dan anak akan jadi musuh nya, tidak lebih perebutan kekuasan pemimpin milisi tersebut, inggat milisi ini ada di mana saja, cuma garis keras atau tidak nya saja lagi, secara kasar nya, contoh saja ada sebuah komunitas, karena bila garis keras bisa perang dengan yang di angap nya salah, ini hanya masalah ideologi dan pendidikan saja, jadi jangan salah nilai.
Di Indonesia dulu ada banyak kerajan yang besar pengaruh dari lintas waktu, cuma yang hampir tidak berkesudahan terusn menuai konflik Majapahit dan Pasai, hampir tidak ada yang lain nya, ini pertanyan 3 konflik, jawa, banjar dan Aceh, kenapa Majapahit dan Pasai terus berkonflik, dan banyak milisi lahiri dari sini? jawaban nya dulu 2 kerajan ini berpengaruh besar, terutama dengan Agama, Majapahit Hindu, Pasai Islam, gerakan ini dengan milisi sampai di Kaliamantan Sulawesi, Papua dan Malasyia, zaman dulu Majapahit kerajan Hindu, agama Hindu. Agama hindu di pimpin oleh ulama yang disebut Resi, dan Samudra Pasai Islam, Agama Islam itu di pimpin ulama, dah dalam versi Agama dalam sejarah, Ulama dan para resi inilah di zaman Majapahit dan Samudara Pasai yang membentuk gerakan milisi ini, atau secara moderen Fudamentalis, yang mana mereka ini bisa membuat kekacaun di kerajan nya sendiri akibat tidak sependapat, cuma jika di Kaliamantan dan Papua, milisi dalam sejarah tertua nya berasal dari suku-suku, karena di Kalimantan dan Papua, multi Eknis, banyak suku namun satu ikatan, jika di kalimantan Dayak, di Papua adalah suku Irian, dalam Istilah nya suku dayak itu adalah Pronton Melayu, atau Melayu tua, kalau orang barat mengatakan Indocina, kenapa Indoncina, karena mereka seperti Cina, namun Hindu, sedakan Hindu adalah Agama India, maka di katakan intilah Indocina, yang panjang India Cina, karena juga meraka berdiam pas di jalur darat perdagang India dan Cina, cuma dayak itu bukan Cina juga bukan India, tapi Melayu Tua, Seperti di Nias, Sumatera, Batak, Mentawai, semua nya sama kebudayan nya cuma beda nama nya, maka yang moderen nya lahir dari mereka adalah Melayu, yang mana melayu ini juga dikatakan orang barat Indocina, karena melayu Islam campur kebudayan Dayak agak kecinaan di Kalimantan  sperti payung nya dan warna pamkain nya yang sangat minor, seperti merah dan Kuning, nak kuning Bhuda atau Hindu biasa, sedangkan merah itu Cina, maka di katakan merekan Indocina, dan sedakan  Papua suku sama dengan Australia dengan Aburingin nya, jadi kelompok suku lah menjadi milisi, sama saja di Timor Tengah, yang jadi milisi juga suku, pada Zaman dinasty Abasyia saja kita lihat banyak nya mililis tersebut adalah suku, nama nya macam, Qurais, Hasyiam, Tamimin, Hasansyin, Israel, Syriah, Dan Palestina, sama saja di Indonesia ini, tapi hanya dengan gaya moderen saja, milisi ini sekarang, mereka bisa bertujuan untuk memberotak, atau membela, dan bisa merevolusi atau mereformasi sebuah pemerintahan.
Pendidik dalam sejarah milisi Islam bertahun lahir nya paling tua, iya banyak lahir dari Samudra Pasai, dan di zaman kedatangan Eropa atau perang penjajahan Samudara Pasai dengan banyak gerakan milisi Islam nya, di Jawa yang mana mereka bekas Majapahit, dan jelas di Jawa Timor, tapi Aceh lebih banyak, hampir semua milisi bercorak Aceh, kalau anda masih ragu, lihat sejarah di musium Belanda, yang mana Belanda mencatat Milisi di Aceh ini banyak sekali bermacam nama, namun tetap sama yaitu milisi Islam, Fisabilalah perang suci, Belanda, Inggris dan Portogis itu Kafir, jika gugur di medan perang masuk Syurga, yang pada inti nya milisi di Aceh Sama dengan nama berbeda, Belanda mengatakan Hanya ada satu tujuan kebenaran kelompok Islam, tetapi  menyebut-Nya dengan banyak nama, atau banyak nya aliran milisi Islam di Aceh, sama dengan banyak Sungai di Banjarmasin yang semua nya mengalir ke laut, yang arti adalah dulu mereka sebelum Belanda datang perang di atara mereka sendiri tidak sependapat, dan Melawan Hindu dengan Resi, pas atau suku menaklukan suku, kerajan kecil perang dengan kerajan kecil sendiri di Bawah Majapahit dan Pasai, pas Belanda datang maka sama semua tujuan mengusir Belanda dari bumi Nusatara, Yang mana banyak gerakan Islam berpusat di Aceh menetang belanda.
Bahkan Belanda mengatakan milisi di Aceh, perang lebih dahsyat dari pada perlawan Prajurit resmi kerajan sendiri, cuma dalam data yang kami temukan di Amestedam Belanda, yang mana kami mencari siapa dan kelompok mana yang membawa nama perang suci Islam itu tertua tahun nya di Indonesia, kami tidak menemukan tahun nya, cuma catatan belanda kejadian tertua terjadi di Aceh, yaitu di mana ada kapal pedangan Muslim yang bermasalah dengan Belanda, yang mana orang nya meneriaki Belanda Kafir, dan setelah nya orang-orang di sekitar nya juga ikut, dan di tambah kejadian di Mesjid kuta Raja Aceh yang mana Belanda di sana orang lagi Sholat Jum'at maka dari kejadian itulah mula nya menjadi menyebar pada milisi untuk mencari banyak dukungan nya untuk melawan musu nya, yang pada akhir nya dari Aceh menyebar luas sampai ke Ternante dan Kalimantan selatan, yang menyebar sampai Malasyia dan Brunai, di tabah lagi kerjadian pristiwa Murning di Kalimantan, di pimpin Antasari, hingga puncak nya mengaramkan kapal Belanda, yang semua terimpirasi dari Perang Aceh, sampai lagi umat Islam di Kalimantan Kusus nya di Banjarmasin, Setelah Aceh meneng dari Belanda, memicu kejadian baru lagi di Tambang batu baru Rantau milik Belanda, yang mana Pedagan Muslim mengabar Aceh Menang, maka Shalawat dan Salam pun pada Nabi Muhammad mereka teriakan, dan Allahuakbar, kita di pihak yang benar tuhan bersama kita, Belanda Kristen dan koroni nya kafir, kita mati syahit fisabilalah, Bendera Kesultanan Banjarmasin di kibarkan oleh para pendambang batu bara kerja Paksa Belanda, mereka semua membakan apa pun milik Belanda, hingga Belanda golong tikar di Banjarmasin dan Kembali ke Batavia, atau sama dengan perang Menteng, di kenal Perang Palembang yang di pimpin Jendral Mentengbhe, melawan milisi Islam Palembang berasa perang Suci, hingga Portogis golung tikar di Ternate akibat milisi juga yang bermuara pada Aceh, dan di mulai dari surat kesultanan Ternate dan Tedore ke Aceh, yang isi mengajak perang Melawan Portogis, di Brunai, di Jawa, semua milisi Islam sama corak nya yaitu Aceh, bahkan milisi di Indonesia yang bukan gerakan orang muslim, atau tidak terkait agama juga miniru banyak milisi Islam Aceh, di Thailand juga para biksu dan resi melawan Jepang juga meniru milisi Islam Aceh, di Makasar, Sulawesi Kahar Muzakir juga meninu milisi Aceh, Negara Islam jawa barat, juga bermuara pada gerakan milisi Aceh, seperti kejadian tua di Kalimantan, bertahun 1887, yana mana seorang pimpinan milisi bernama Wangkang dan Dheman Lheman, di sungai barito mendapat kabar dari kapal pulang dari Aceh, membawa jeemah Haji dari Bandar Masih Amuntai, yang menggabar Para muslim Aceh menang perang, dan kapal-kapal muslim berbendera Pasai akan segera tiba di Sunggai Barito untuk memabantu muslim Kalimantan, dan Wangkang terimpirasi lalu berpidato pada prajurit nya, Muslim Aceh di menangkan Allah setelah serangan setelah Shloat Isa bersama di Aceh mengakhiri Kafir Belanda, dan kita di pihak yang benar, tuhan Allah berpihak pada kita, dan takdir tuhan allah menghendaki kita mati di tangkan musu nya, siapa kah kalian jika allah memangil kalian seperti muslim Aceh, untuk menengakan undang-undang hukum ini, dan sedangkan hukum undang-undang ini ada sudah ribuan tahun lalu, undang-undang itu adalah Al-Qur'an dan hadis, lindungi lah Islam dengan darah kalian dan bangkai kalian dari Belanda kafir, sepbentar lagi kapal perang Pasai datang membantu kita, maka perang berkobar, padahal kabar itu cuma dusta dan tidak pernah ada, cuma Wangkang dan prajurit nya menang, dan berhasil merebut benteng tatas, dan mengebarkan Bendera Kesultanan Banjarmasin, yang hampir runtuh, sekali lagi Belanda kebambali ke Batvia lagi, baru serangan balik Belanda lagi menembak hancur Istanan Kesultanan Banjarmasin. jadi sungguh sakti sekali ideologi milisi Aceh ini, padahal jika kita lihat sekarang, milisi GAM Aceh tak seberapa perlawan nya pada pemerintah, namun OPM Papua dari kesukuan yang mengadopsi ideologi GAM Aceh, mampu mengempur TNI di hutan Papua.
Dan juga data langsung dari yang terlibat perang Timor Lesti yang di dapat Avril fans Fender, data ini di dapat dari seorang terkenal dalam gerakan milisi Kaliamantan, dia kawan dari Dinminimin, dan Ereco Gueteres Aitarak, yang bernama Ali Bima The Best Mafia Internasional Banjarmasin, ikut perang dengan Hamas bersama Tuanku Cut Cak Muhammad Yasin, dan Nasir Mohammad, dan Karim Bangko, di mana dulu Karim saat pecah konflik GAM, membobol gunang senjata di Thailan untuk GAM, dan setelah nya membobol gudang senjata di general Santos di Filiphina, yang senjata di bawa ke Timor-Timor bersama Ali Bima, untuk Falintel, namun sial nas mereka kontak senjata dengan laskar Katolik nya Timor Lesti, yang inggin merpas senjata yang di bawa dari Philipina itu, yang mana senjata itu di jual ke Falintel oleh karim bangko, yang sudah panjang lebar bicara dengan Santana, Sahe, hingga Taur Mantan Ruak sendiri, akibat kontak senjata itu patal, dan membuat Ali dan karik berpihak pada Indonesia, pada jelas niat mereka untuk mengeroyok pemerintah Indonesia, serengan di Timor Lesti harus di tingkatkan, agar GAM Aceh menang di Aceh dan Sumatera saat itu, Ali dan Karim membagi senjata api rampasan itu ke milisi Aitarak, Ali dan Karim melatih mereka di bawah pengawasan Eroco Gueteres, maka pengaruh milisi Aceh menjangkit pada Aitarak, dan besi merah putih, dan maka mulau membakan gereja, dokrin nya Ali dendam dengan laskar Khatolik itu, maka milisi Aceh pas Edilogi yang di tarakan di yang latihan nya, ujung gereja di bakar mereka semua nya, hingga Uskup bicara yang mulai kontrivosinal di CCN dan KIKI TV Jepang, unjung laskar Islam Deponogo Jawa Timor ikut Ali, dan mereka ini lah yang di katakan Wartawan Jepang anak pesantren jawa membakar gereja, miski mereka bukan Pesantren tapi milisi Deponogo, yang diberi Ali senjata, lalu di isi Ali lagi dengan Ediologi milisi Aceh. maka dahsat nya luar biasa mereka mengempur, lebih dahsat dari TNI, bahkan Ali dan Karim. tidak lagi memberi GAM Aceh Bom dan Senjata, tapi mereka bawa ke Timor Lesti untuk balas dendam, petaka luar biasa terjadi, Ali yang di Latih Banjarmasin, dan Karim di Aceh, bisa menerbangkan Pesawat dan membawa mobil Tank, ujung TNI yang marah terhadap Falintel, membiyarkan Al memakai Helikopter, TNI juga tidak menyaka. ternyata Ali membawa Bom rakitan, dan senjata rampasan, yang mana di beri ke pada Aitarak yang terkepung, dan pucak nya Ali menjatuhkan BOM di atas Gereja dan perkapungan Khatolik, PBB menuduh TNI, ya jelas TNI tidak mengakui nya, karena bukan TNI cuma minjam Helikopter nya, pelaku nya Ali, Ukup Belo bicara macam-macam, Amin Rais melawan, hingga debat dengan Universita Gajah Mada dan Franseda, sekali lagi membuat Ali menculik Uskup belo, dan rencana itu hampir di lakukan nya, jika bukan Kuripan divisi milisi nya memangil nya Pulang ke Banjarmasin, pada tahun 1991, namun peninggalan milisi Aceh terus di kebang untuk pengeraik Aitarak dan yang lain nya, konflik di Philipina juga meniru milisi Aceh, milisi Santoso juga miniru milisi Aceh, bahkan gerakan Bom Bali tidak ,lain menuruti Ali Bima yang mengempur Timor Lesti dari bom rakitan nya itu, bahkan hampir semua bom rakitan mirip sekali dengan yang di ajarkan Ali di Timor Lesti pada Aitarak dulu, gerakan yang bukan milisi macam pedangan senjata api di Mesuji Lampung juga meniru milisi Aceh, hingga ribut dengan persusahan sengketa tanah itu akibat TNI menembak 2 orang, juga dokrin Poprokkator dengan kaya dakwah Wangka dengan kabar Aceh nya, luar bisa Aceh dengan milisi nya, tidak salah Belanda mengatakan nya, Banyak nama, satu tujuan nya, banyak sungai di Banjarmasin namun samai akhir nya kellaut, yang arti menurut kami, banyak milisi di Indoensia meniru milisi GAM Aceh, dan semua milisi bersejarah Islam Aceh, tidak dapat di pungkiri lagi sudah, Berbasis Agama atau tidak milisi Sekarang guru adalah GAM Aceh, meski GAM seindiri tidak mengajari nya, cuma saja kejadian yang terjadi di Timor Lesti oleh Laskar Khatolik yang menebaki Ali dan Karim yang menjual senjata untuk Falitel Poutugis itu, adalah penyebaran ajaran GAM Aceh dan Suadara nya Kurivan Divisi bekas gerakan Ibnu Hajar Negara Kalimantan itu kemana-mana, bukan saja di Timor Lesti, dan Opm Papua, yang banyak berpura-pura menjadi Aitarak itu, secara langsung dapat latihan dari Ali dan Karim, pas membawa nya ke Papua, Pasti sudah ediologi srtage GAM Aceh itu akan terus di warisi generasi milisi berikut nya, upaya apa pun yang di lakukan oleh pemerimtah tak akan membendung idelogi itu bisa di hajar habis dan mati, tapi sekali Presiden Jokowi bisa menghadapi nya, dengan mengajak mereka pulang kerumah, dan mengebalikan jabatan di dunia militer, seperti GAM Aceh dan Opm Papua.
 Data Avril fans Fender mencatat, GAM panjang jangan nya adalah Gerakan Aceh Merdeka, nama ini bukan nama baru selepas zaman Indonesia merdeka, atau yang mendirikan gerakan milisi ini Hasan Tiro, seperti yang banyak buku menulis seperti itu, dan itu jelas keliru, nama GAM itu sudah adala lama, yang tercata dalam sebuah surat yang kami dapat di Palembang, bertahun 1883, Surat itu surat belanda, yang menemai perjuangan Aceh Gerakan Aceh Merdeka, sama saja dengan sebutan Negara Federasi Sumatera, yang menyebut gerakan Yajid Muhammad di Aceh, GAM meski bukan GAM Aceh sendiri, dan Hasan Tiro tidak pernah menamakan gerakan separatis GAM Aceh, namun atas kejadian pristiwa penyerangan mobil tangki oil itu, orang Aceh sendiri yang mengelari nya GAM, yang mana menerus perjuangan Tuanku Daut Beuereh, yang mana di diding tembok di Aceh bertulis GAM, maka nama itu pepulir, secara tidak langsung memberika nama pada gerakan separitis Hasan Tiro, dan bahkan pada Ahkir nya Hasan Tiro sindiri menerima nama itu, karena sudah tidak bisa di tolak lagi, yang mana POLRI dan TNI juga memangil nya GAM, yang sama dengan nama Organisasi Avril Fans Fender, yang mana nama Alternavir Rock, tapi entah mengapa di panggill Avril fans Fender oleh orang Kalimantan, sumber nama gam itu Belanda yang berdahulu mengelari nya milisi Aceh. dan semua orang nya mantan penjuang kemerdekan Indonesia.
Saya tegaskan juga, GAM itu tidak satu namun banyak, terpecah perkelompok akibat terpisah saat kontak senjata dengan TNI, dan bahkan Gam juga bisa tidak sependapat dengan kelompok nya, dan bisa saling serang dan menaklukan, ada kadang Pro pemerintah, dan yang mentang nya, dan juga yang bukan GAM Aceh, hanya simpil bersenajat api di Aceh juga di angap GAM, bisa jadi perampok juga berinama GAM Aceh, bahkan mereka penjahat, saat kontak senjata TNI dan GAM Aceh di salah gunakan nya, untuk menjarah dan memperkosa prempuan, jadi hampir bayak yang keliru media tv berita mengabarkan nya,  ini bukan tujuan untuk memberbisahkan GAM Aceh, mereka memang kelompok sepeparatis bersenjata dan melakukan kudute, tapi jangan di tambahi dan di bersarkan lagi, jika perlu tidak usah lagi di bicarakan, dan GAM juga banyak rupa nya, dan orang bukan saja Aceh, Jawa dan Kalimantan terlibat, yang berjanji jika menang berbagi kekuasan.
Jadi sudah saya sudah masalah, membawa pulang milisi ke Rumah, dan juga mengajak lagi Ulama untuk bergabung di kubu Pemerintah, namun tujuan bukan untuk membela Negara Islam Indonesia, tapi bekerja sama untuk menjadikan bangsa ini maju dan di kagumi dunia, hal utama masalah pemerintah dengan ulama adalah, berebut kekuasa pada kasar nya, dan Densusu88 harus di berikan pendidiakan moral dan ahlak agar tidak lagi melangan HAM berat, dengan memusuhi Islam, dengan macam tuduhan ini bukan menyelesaikan masalah tapi menambah Rumit saja, yang pada akhir konflik panjang Pasai dan Majapahit, tindakan Presiden Jokowin 2016, sudah benar mengajak milisi pulang ke rumah, dan mengembalikan jabatan nya di sertai dengan mengabilakan nya lagi pada masyarakan di mana dia tinggal, dan masih banyak milisi yang perlu di ajak pulang, agar tidak lagi bermasalah Pasai dan Majapahit.
Dan masalah Wanita, yang di jelaskan oleh Dr. Zakir Naik ulama India dengan sejelas mungkin, dari zaman sejarah lahir Islam ini, belum ada lagi Islam mengajarkan menjajah wanita atau hanya mengagap nya pembantu rumah Tangga, dan membatasi nya dalam pendidiakan, jika ada juga orang muslim yang menjajah wanita, bukan agama, Al-Qur'an dan nabi Muhammad di salahkan tapi orang itu, cari saja ayat mana di Al-Qur'an, tidak terdapat hal tersebut, bakan di zaman nabi Muhammad wanita juga ikut di menadar perang untuk menegakan Islam, seperti Sumayah, yang rela mati demi Islam, dan semuga tuhan memberikan anugerah pada nya, dan di Aceh ada Cut Nyak Dien juga pejuang wanita, berbasis Islam, Ratu Jaleha di Banjarmasin, jadi Tidak pernah Islam membatasi nya, yang membatasi manusia bukan Islam nya, Islam adalah agama yang membawa misi perdamain bukan untuk melakukan penjahan, Nabi Muhammad, di lempar orang batu dia tidak membalas nya, malah tersejum, bakan di lepar kotoran sekali pun masih tidak membalas nya, dan Umar bin Khatap yang inggin membunuh beliu juga di Maaf kan nya, jadi contoh teladan nya, Nabi Muhammad tidak menyuarakan Perang, tapi mereka yang mendahulinya, macam bani Qurais, jika mereka tidak memusuhi nabi, konflik tdak terjadi.
Dan salam jelbab pada wanita itu juga bukan menjajah nya, tapi sebalik nya malah membela dan melindungi nya, agar terhinadar dari perbuatan kejahatan lelaki pada nya, dan perempuan itu bukan di Larang oleh Islam untuk keluar rumah nya, tapi seruan nya untuk menjaga dari fitnah, hingga juga jika sumai nya melarang nya keluar rumah tanpa nya, atau di suami pergi istri nya jangan kemana, itu adalah sumai yang cinta pada Istri nya, karena jika keluar tanpa nya itu takut akan terjadi hal buruk yang menimpa Istri nya itu, jadi ini harus di pahami, dan juga tergantung pihak yang keluarga suami istri, apa memang sifat nya keras atau lemah, jangan katakan Islam menjajah Perempuan, yang menjajah laki-laki bukan agama nya.
Habis itu juga, jangan di pandang Islam ini punya semangat Ivansi nya, bukan Islam yang Ivansi tapi orang nya, atau Islam teroris, Islam bukan teroris, yang teroris itu orang yang menganut Islam tersebut, dan jangan juga menyalahkan muslim lain nya, Islam teroris adalah Kampanyi nya Amerika Serikat, dan itu tidak perlu di dengarkan, semua nya penuduhan dan fitah saja, yang ada adu domba saja nanti, mereka memang sengaja melakukan agar Islam pencah belah, Konflik pemerintah Indonesia ini dengan Ulama dan kelompok lain adalah Akibat nya pemerintah Indonesia dengan Amerika Serikat kampanye Islam teroris, memang dulu tahaun 2005 lalu, masalah ini sudah vakum dan tidur, tapi belakangan ini mulai bangun lagi, ini perlu di jaga agar tidak menjadikan Indonesia pecah belah saja, selama densus88 masih ada konflik ini akan terus terjadi, ini bukan tetang siapa yang salah, atau siapa yang kafir, tapi masalah moral cara penangkapan nya yang exstrim itu, masuk dalam mesjid, langsun menembak orang Sholat, itu lah pemicu nya sebenar nya.
Dan demikan semua data Avril fans fender selama exspedisi 8 bulan nya, dan tex ini sudah sepakati oleh pihak pemerintah Indonesia, dan punya kekuatan hukum pasti melindungi, jangan ini juga sudah sepakati semua pihak yang terlibat nama nya di atas tadi.
Peringatan keras lagi pada anda, ini bukan propokasi, tapi meluruskan yang bengko itu agar semua nya damai berhenti di Konflik lagi, dan semua jarah ini hanya masalah kelam kita dulu saja, kita yang sekarang tahu nenek moyang kita berbuat salah jangan kita meniru nya, tapi kita memperbaiki nya.

MEMPERJELAS SEJARAH ISLAM INDONESIA DENGAN MASALAH ANTAR KELOMPOK
BAB 2
A. Memperjelas Masalah Sengketa Antar Banyak Kubu Kesultanan Indonesia Yang Belum Selesai.

Gambar Exspedisi Avril Fans Fender Di Vetnam Memperlajari Kerajan Campa

Kami sengaja memisakan hal dari Bab 1 karena kami inggin pembaca agar jales paham yang di bicarakan, tidak simpang siar lagi yang menuai konflik baru lagi, dan hal ini juga masih dalam lingkaran 11 masalah di Atas tadi untuk segera di selesaikan, dan semua Texs di bawan ini punya lindungan hukum resmi pemerintah Indonesia, Vetnam, Malasyia, Brunai, Kamboja, Laus, Sabah dan Philipina.
Memang terlihat di dalam data texs di bawah ini membicarakan masalah Campak, akan berpihak pada Aceh, dan mengucilkan Majapahi, namu mau di kata apa lagi sudah, dan bagai mana lagi cara menjelaskan nya kalau bukan dengan begini, dan kalimat ini sudah kami coba halus kan dari keterangan Exspedisi 8 Avril fans Fender, dan hal lain juga jangan salah paham, yang membawa nama pemerintah Indonesia, baik penjuang kemerdekan dan orde lama dan Baru, dalam menbadingkan Majapahit dan Pasai, karena ini bukan untuk mengucilkan dan menghina, tapi kebenaran, kami bisa bertangung jawab terhadap ini, tulisan ini juga di tulis di saksikan oleh kubu jawa juga kemarin di Banjarmasin, jadi jangan salam paham.
Masalah ada 2 pendapat berbada mengenai Kerajan Campa, yang anak perempuan Islam dari kerjan campa menikah dengan Pangeran nya Majapahit, hinga membuat pangeran Majapahit ini masuk Islam, maka runtuh lah Majapahit, berubah jadi Demak, dan yang menjadi raja yaitu anak pangeran Majapahit Raden Fatah.
Nah wilayah Campah ada 2 di Asean ini, di Aceh dan di Vetnam, masalah nya ada yang berpendapat Campa yang di maksut oleh Majapahit itu adalah di Vetnam, dan satu nya lagi di Aceh, sediki sekali bukti akurat nya untuk memastikan nya, cuma keliru juga adalah tahun nya, yang mana Majapahit era abad 14-15-16 perkiran yang keruntuhan di ganti demak, sedangkan pernyatan yang di banyak buku sajarah di Vetnam tahun nya pristiwa itu terjadi pada tahun, ini kutipan dari universitas Gajah Mada asli diambil pada tahun 1870-1900, jelas Aneh tak masuk akal, karena zaman itu juga sudah zaman penjajah Belanda, jadi simpang siur yang menyesakan sama sekali, jadi masalah banyak di perdebakan banyak Sejarahwan Asean sampai sekarang, dan ini adalah hanya sebagiana penyernyatan keliru saja, tapi nanti di bawah ini akan saya sertakan banyak pernyatan dari sejarah Kerajan Campa yang di ributkan itu, dan saya yakin bisa menganalisi nya sindiri dari banyak data Avril fans Fender yang di temukan, namun pambaca juga harus tahu dari bebera pernyatan itu nanti di bawah ini ada yang di jamin pihak pemerintah Indonesia dan Vetnam, kebenaran nya dan sedakan pernyatan yang lain hanya rujukan anda agar paham betul apa yang diributkan ini.
Dari semua exspedisi 8 Avril fans Fender di Asean, yang paling lama di urus data nya, ya itu masalah Campa ini, mungkin sekitar 2 bulan lebih, itu pun baru ini saja, sedangkan penelitian kerajan yang lain paling lama Avril fans Fender melakukan nya di lokasi hanya 3-2 sebegitu saja, itu akibat mini bukti nya dan simpak siuar peryantan sejarawan.

Gambar Umat muslim di Campa sekarang ini

Kami tidak membatah dan melihat sendiri bahkan memoto nya, bahwa ada orang melayu muslim di Campa pada saat ini, tapi bukti itu tidak bisa di ambil patukan sama sekali, iku akibat bisa saja baru-baru ini saja atau 2 abad kebelakang ini saja mereka bermiggrasi di campa itu, dan kami meniliti renruntuhan Kerajan Campa itu di Vetnam, namun jauh sekali dengan yang sejarah di buku umum, kami bisa percaya Campa itu ada di Vetnam, namun bukan kerajan Islam, apa lagi zaman Majapahit, kalau di lihat dari artipak yang ada disana sunguh bukan Islam sekali corak nya, semua nya Hindu Bhuda, jadi di mana Islam, bahkan Vetnam itu bukan negara Asean mayoritas Agama Islam, bahkan Islam sendiri dulu pernah di usir nya mereka, jadi sangat meragukan sekali.
Nah yang satu Campa ini ada di Aceh, dan ini masuk akal dari tahun nya, preode nya, habis sesua niat Pasai inggin menaklukan Majapait itu dengan memintan Ottoman, hal itu di terima, namun dinasty Ottoman melarang perang, dan disuruh cara Dipomat saja, ya itu politik kawin, dan banyak juga peryatan Demak yang merujuk ke Pasai, dan juga Majapahit juga sama merujuk ke Pasai, ini bisa di katakan titik terak kisru Campa ini.
Dibawah ini pembaca adalah salah satu peryatan yang di dapat dari Avril Fans Fender di Jawa dan Vetnam langsung, namun ini peryatan yang belum resmi lagi dari pemerintah Indonesia, cuma sebagai rintisan jarah paham andan saja ini saya muat, berikut ini isi nya;
Kerajaan Champa (bahasa Vietnam: Chiêm Thành) adalah kerajaan yang pernah menguasai daerah yang sekarang termasuk Vietnam tengah dan selatan, diperkirakan antara abad ke-7 sampai dengan 1832. Sebelum Champa, terdapat kerajaan yang dinamakan Lin-yi (Lam Ap), yang didirikan sejak 192, namun hubungan antara Lin-yi dan Campa masih belum jelas. Komunitas masyarakat Champa, saat ini masih terdapat di Vietnam, Kamboja, Thailand, Malaysia dan Pulau Hainan (Tiongkok). Bahasa Champa termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia.
Sebelum terbentuknya Kerajaan Champa, di daerah tersebut terdapat Kerajaan Lin-yi (Lam Ap), akan tetapi saat ini belum diketahui dengan jelas hubungan antara Lin-yi dan Champa. Lin-yi diperkirakan didirikan oleh seorang pejabat lokal bernama Ku-lien yang memberontak terhadap Kekaisaran Han pada tahun 192 masehi, yaitu di daerah kota Huế sekarang. Penguasa Champa pertama yang namanya diketahui secara pasti dan tertulis dalam prasasti adalah Bhadravarman I, yang memerintah antara tahun 380-413 M. Ini keterangan yang masih belum Islam, yang kita bahas dalam tulisan ini panjang lebar adalah masalah Islam.
Daerah Champa meliputi area pegunungan di sebelah barat daerah pantai Indochina, yang dari waktu ke waktu meluas meliputi wilayah Laos sekarang. Akan tetapi, bangsa Champa lebih berfokus pada laut dan memiliki beberapa kota berbagai ukuran di sepanjang pantai.

Setelah abad ke-7, Champa melingkupi wilayah provinsi-provinsi modern Quảng Nam, Quảng Ngãi, Bình Định, Phú Yên, Khánh Hòa, Ninh Thuận, dan Bình Thuận di Vietnam.
Pada awalnya Champa memiliki hubungan budaya dan agama yang erat dengan Tiongkok, namun peperangan dan penaklukan terhadap wilayah tetangganya yaitu Kerajaan Funan pada abad ke-4, telah menyebabkan masuknya budaya India. Setelah abad ke-10 dan seterusnya, perdagangan laut dari Arab ke wilayah ini akhirnya membawa pula pengaruh budaya dan agama Islam ke dalam masyarakat Champa.
Sebelum penaklukan Champa oleh by Lê Thánh Tông, agama dominan di Champa adalah Syiwaisme dan budaya Champa sangat dipengaruhi India. Islam mulai memasuki Champa setelah abad ke-10, namun hanya setelah invasi 1471 pengaruh agama ini menjadi semakin cepat. Pada abad ke-17 keluarga bangsawan para tuanku Champa juga mulai memeluk agama Islam, dan ini pada akhirnya memicu orientasi keagamaan orang-orang Cham. Pada saat aneksasi mereka oleh Vietnam mayoritas orang Cham telah memeluk agama Islam.
Kebanyakan orang Cham saat ini beragama Islam, namun seperti orang Jawa di Indonesia, mereka mendapat pengaruh besar Hindu. Catatan-catatan di Indonesia menunjukkan pengaruh Putri Darawati, seorang putri Champa yang beragama Islam, terhadap suaminya, Kertawijaya, raja Majapahit ketujuh sehingga keluarga kerajaan Majapahit akhirnya memeluk agama Islam. Makam Putri Campa dapat ditemukan di Trowulan, situs ibukota Kerajaan Majapahit.
Champa merupakan jalur penghubung penting dalam Jalur Rempah-rempah (Spice Road) yang dimulai dari Teluk Persia sampai dengan selatan Tiongkok; dan kemudian ia juga termasuk dalam jalur perdagangan bangsa Arab ke Indochina, yang merupakan pemasok aloe.
Champa memiliki hubungan perdagangan dan budaya yang erat dengan kerajaan maritim Sriwijaya, serta kemudian dengan Majapahit di kepulauan Melayu. Dalam Babad Tanah Jawi, dikatakan bahwa raja Brawijaya V memiliki istri bernama Anarawati (atau Dwarawati), seorang putri dari Kerajaan Champa.

Demikian pula, terdapat hubungan yang erat antara Kerajaan Champa dan Kerajaan Kamboja. Meskipun sering terjadi peperangan, kedua kerajaan juga mengadakan pertukaran kebudayaan dan perdagangan; dimana sering terjadi pernikahan keluarga kerajaan di antara keduanya.
Indrapura - Kota Indrapura saat ini disebut Dong Duong, tidak jauh dari Da Nang dan Huế sekarang. Da Nang dahulu dikenal sebagai kota Singhapura, dan terletak dekat lembah My Son dimana terdapat banyak reruntuhan candi dan menara. Wilayah yang dikuasai oleh kepangeranan ini termasuk provinsi-provinsi Quảng Bình, Quảng Trị, dan Thừa Thiên–Huế sekarang ini di Vietnam.
Amaravati - Kota Amaravati menguasai daerah yang merupakan provinsi Quảng Nam sekarang ini di Vietnam.
Vijaya - Kota Vijaya saat ini disebut Cha Ban, yang terdapat beberapa mil di sebelah utara kota Qui Nhon di provinsi Bình Định di Vietnam. Selama beberapa waktu, kepangeranan Vijaya pernah menguasai sebagian besar wilayah provinsi-provinsi Quang-Nam, Quang-Ngai, Binh Dinh, dan Phu Yen.
Kauthara - Kota Kauthara saat ini disebut Nha Trang, yang terdapat di provinsi Khánh Hòa sekarang ini di Vietnam.
Panduranga - Kota Panduranga saat ini disebut Phan Rang, yang terdapat di provinsi Ninh Thuận sekarang ini di Vietnam. Panduranga adalah daerah Champa terakhir yang ditaklukkan oleh bangsa Vietnam.
Di antara kepangeranan-kepangeranan tersebut terdapat dua kelompok atau suku: yaitu Dua dan Cau. Suku Dua terdapat di Amaravati dan Vijaya, sementara suku Cau terdapat di Kauthara dan Panduranga. Kedua suku tersebut memiliki perbedaan tata-cara, kebiasaan, dan kepentingan, yang sering menyebabkan perselisihan dan perang. Akan tetapi biasanya mereka berhasil menyelesaikan perselisihan yang ada melalui perkawinan antar suku.

Penaklukan Vietnam
Tahun 1451 Kerajaan Islam Champa diserang kerajaan Buddha dari pedalaman. Para penguasa Champa di Panduranga (Nagar Champa) yang terbentuk pada pertengahan abad ke-15, melakukan perlawanan terhadap Vietnam dan pada tahun 1695 melalui perundingan memperoleh status kepangeranan otonom (Tran Thuan Thanh) di bawah Dinasti Nguyen dari Cochinchina. Kerajaan Champa kemudian menjadi negara bawahan yang setia dari Kaisar Gia Long dari dinasti Nguyen, namun pada akhirnya kedaulatannya dibubarkan pada tahun 1832 oleh anak Kaisar Gia Long, yaitu Kaisar Minh Mạng. Pada masa peperangan dengan Vietnam, banyak penduduk Champa termasuk para aristokratnya yang mencari perlindungan di Kamboja, dan mendapatkan kedudukan yang tinggi.
Legenda MinangkabauDi dalam legenda atau tambo dari Minangkabau (Sumatera Barat), terdapat seorang tokoh pendekar yang bergelar Harimau Campo atau "Harimau Champa", selain nama-nama lainnya. Harimau Campo ini bersama dengan Datuak Suri Dirajo, Kambiang Hutan dan Anjiang Mualim merumuskan konsep dari bela diri Minangkabau yang dinamakan silek atau (silat). Kambiang Hutan dan Anjiang Mualim sama statusnya dengan Harimau Campo, mereka adalah pendatang dari negeri asing ke daerah Minangkabau pada masa dahulunya. Sampai saat sekarang, nama Harimau Campo tetap disebut-sebut dalam sasaran silek (padepokan silat) di Minangkabau sebagai salah satu basis dari gerakan silat mereka.
Dari sumber Kutipan juga di ambil, dan liat sumber kutipan tersebut di bawah ini
(Indonesia) Cimbuak - Forum Silaturahmi dan Komunikasi Masyarakat Minangkabau
Vietnam, Trials and Tribulations of a Nation D. R. SarDesai, ppg 33-34, 1988. ISBN 0-941910-04-0
Pernyatan yang sangat bias sekali di atas itu, makin di tambah lengeda Minangkabau nya, maka lebih menyolok Campa di maksut dari Sumatera Aceh, ini bukan masalah saling klem sebagai daerah bekas campa di Indonsia, cuma bukti masalah yang begitu rumit itu, sedikit sekali sumber yang di dapat kan, dan di bawah ini adalah Pernyatan Ke 2 yang di kompolkan Avril fans Fender .
Ke 2 yang di kompolkan Avril fans Fender .
Saya berharap anda pembaca jangan salah paham membaca data ini, karena sarat akan kalimat kasar tulisan nya ini, kami tidak mau merubah dari keterangan Asli nya kami dari Sumatera Barat dan Aceh.
Para ahli sejarah mungkin akan menolak pernyataan ini, karena dalam sejarah tidak pernah terjadi sebuah Kerajaan Islam di Acheh menaklukkan Kerajaan Jawa-Hindu Majapahit yang terkenal kemegahan dan kebesarannya itu. Bahkan dalam sejarah, sebagaimana disebutkan ”Kronika Pasai”, bahwa Kerajaan Majapahitlah, dibawah Mahapatih Gadjah Mada yang telah menyerang  Kerajaan Pasai. Namun jika kita lebih teliti dan jeli, maka akan terungkap sebuah sejarah yang selama ini ditutupi dengan rapi oleh para penjajah dan antek-anteknya untuk korupsi Sejarah peran Kerajaan-Kerajaan Islam di Acheh dalam proses Islamisasi di Nusantara.
Fakta yang akan mengungkap bahwa Kerajaan Islam Pasai-Acheh telah berhasil menaklukkan Kerajaan Jawa-Hindu Majapahit adalah dengan meneliti dan mengungkap dari mana asal sebenarnya ”Puteri Champa” yang menjadi istri Raden Prabu Barawijaya V, Raja terakhir Kerajaan Hindu Majapahit, yang telah melahirkan Raden Fatah, Sultan pertama Kerajaan Islam Demak, Kerajaan Islam pertama yang mengakhiri riwayat Kerajaan-Kerajaan Hindu di Jawa. 
Banyak ahli sejarah Islam Nusantara yang masih konfius dengan keberadaan Kerajaan ”Champa”, negeri asal ”Puteri Penakluk Kerajaan Jawa-Hindu” yang dianggap memiliki peran penting dan sentral dalam proses Islamisasi Nusantara pada tahap awal, terutama antara kurun abad 13 sampai 15 Masehi. Sehubungan dengan keberadaan ”Champa”, ada dua teori yang beredar. Pertama teori yang didukung oleh para peneliti Belanda, seperti Snouck dan lain-lainnya yang beranggapan bahwa Champa berada di sekitar wilayah Kambodia-Vietnam sekarang. Dengan teorinya ini kemudian mereka menyatakan bahwa Wali Songo yang berperan dalam proses Islamisasi Jawa, menjadikan daerah ini sebagai basis perjuangan Islamisasi Nusantara dengan mengenyampingkan sama sekali peranan Perlak, Pasai dan beberapa Kerajaan di sekitar Acheh dalam Islamisasi Nusantara.
Tentu karena mereka beranggapan bahwa Champa Kambodia-Vietnam adalah wilayah Muslim dan pusat Islam yang jauh lebih maju dan berperadaban dibandingkan dengan beberapa wilayah di Acheh tersebut. Dan anehnya, teori inilah yang sangat populer dan menjadi rujukan para cendekiawan Muslim tanpa mengkritisinya lebih jauh. Namun ada teori lain tentang Champa ini.
Teori yang akan dikemukakan ini, utamanya berdasarkan teori dari Gubernur Jendral Hindia Belanda dari Kerajaan Inggris yang juga seorang peneliti sosial, Sir TS. Raffles dalam bukunya The History of Java. Teori Raffles menyebutkan bahwa Champa yang terkenal di Nusantara, bukan terletak di Kambodia sekarang sebagaimana dinyatakan oleh para peneliti Belanda. Tapi Champa adalah nama daerah di sebuah wilayah di Acheh, yang terkenal dengan nama ”Jeumpa”. Champa adalah ucapan atau logat Jeumpa dengan dialek ”Jawa”, karena penyebutannya inilah banyak ahli yang keliru dan mengasosiasikannya dengan Kerajaan Champa di wilayah Kambodia dan Vietnam sekarang. Jeumpa yang dinyatakan Raffles sekarang berada di sekitar daerah Kabupaten Bireuen Acheh. 
”Putri Champa” biasanya dihubungkan dengan istri Prabu Brawijaya V yang dalam Babad Tanah Jawi, disebutkan bernama Anarawati (Dwarawati) yang beragama Islam. Puteri inilah yang melahirkan Raden Fatah, yang kemudian menyerahkan pendididikan putranya kepada seorang keponakannya yang dikenal dengan Sunan Ampel (Raden Rahmat) di Ampeldenta Surabaya. Sejarah mencatat, Raden Fatah menjadi Sultan pertama dari Kerajaan Islam Demak, Kerajaan Islam pertama di tanah Jawa yang mengakhiri sejarah kegemilangan Kerajaan Jawa-Hindu Majapahit

”Sang Putri Penakluk” ini adalah wanita luar biasa. Dia adalah seorang ibu yang tabah, besar hati, penyayang namun mewarisi semangat perjuangan yang tidak kalah dengan Laksamana Malahayati, Tjut Nya’ Dhien, Tjut Mutia dan para wanita pejuang agung Acheh lainnya. Bagaimana tidak, dia harus berpisah jauh dari lingkungannya ke tanah Jawa yang asing baginya, tiada handai tolan, hidup dilingkungan masyarakat Jawa-Hindu yang berbeda budaya dan tradisi dengan negeri asalnya, bahkan ada yang menyatakan suaminyapun masih beragama Hindu dalam tradisi Kerajaan Majapahit yang feodalis. Namun karena para Ulama-Pejuang sekelas Maulana Malik Ibrahim atas dukungan para Sultan Muslim menugaskannya berdakwah dengan caranya, wanita agung inipun ikhlas melakoni peran perjuangannya.
Dengan takdir Allah, beliau melahirkan seorang anak laki-laki yang kelak dikenal dengan Raden Fatah. Demi kelanjutan agamanya, dia rela meninggalkan kegemerlapan istana Majapahit sebagai permaisuri agung untuk memastikan putranya dapat pendidikan terbaik agar menjadi seorang pemimpin Islam di Jawa. Raden Fatah kecil mendapat kasih sayang serta bimbingan ibundanya bersama para Wali yang dipimpin sepupunya Raden Rahmat (Sunan Ampel) yang juga dilahirkan di Kerajaan asal ibunya........
Dari negeri manakah gerangan ”Sang Puteri Penakluk” yang telah sukses gemilang menjalankan tugas agamanya, sebagai seorang ibu pendidik agung (madrasat al-kubra), pejuang suci (mujahidah fi sabilillah), pendakwah Islam (da’i) sekaligus sebagai penyebab (asbab) keruntuhan sebuah dinasti Hindu terbesar yang menjadi lambang keagungan dan kebesaran bangsa Jawa, dengan Mahapatih sadis Gadjah Mada itu.
Tradisi dan peradaban masyarakat model apakah yang telah menjadikannya sebagai seorang wanita pejuang yang rela mengorbankan diri, perasaan dan kemerdekaannya demi kejayaan Islam agamanya. Pendidikan apakah yang diterimanya sehingga berani menerjang medan laga menghadapi benteng super power Majapahit. Dari sisi manapun kita nilai, wanita ini adalah wanita besar, namun terhijab peran agungnya oleh wanita selir Jawa sekelas RA. Kartini, seorang selir Bupati Rembang yang dijadikan tokoh wanita hanya karena bisa bahasa penjajah Belanda dan dekat dengan penjajah kaphe. Siapa Kartini jika disandingkan dengan Ratu Tajul Alam Syafiatuddin, Sultanah Acheh yang memimpin masyarakat kosmopilit Acheh masa itu dan memiliki kekuasaan seluruh Sumatra dan Semenjang Melayu?
Untuk memastikan dimanakah negeri Champa yang telah ditinggali Maulana Malik Ibrahim dan asal saudara iparnya ”Putri Champa Penakluk Majapahit”, maka perlu diselidiki bagaimanakah keadaan Champa waktu itu, baik yang berada di Acheh maupun Kambodia.
Para ahli sejarah memperkirakan Maulana Malik Ibrahim berada Champa sekitar 13 tahun, antara tahun 1379 sampai dengan 1392. Champa di Kambodia masa itu sedang di perintah oleh Chế Bồng Nga antara tahun 1360-1390 Masehi, dikenal dengan The Red King (Raja Merah) seorang Raja terkuat dan terakhir Champa. Tidak diketahui apakah Raja ini Muslim, atau memang Budha sebagaimana mayoritas penduduk Kambodia sampai sekarang dengan banyak peninggalan kuil-kuilnya namun tidak ada masjid. Beliau berhasil menyatukan dan mengkordinasikan seluruh kekuatan Champa pada kekuasaannya, dan pada tahun 1372 menyerang Vietnam melalui jalur laut. Champa berhasil memasuki kota besar Hanoi pada 1372 dan 1377.
Pada penyerangan terakhir tahun 1388, dia dikalahkan oleh Jenderal Vietnam Ho Quy Ly, pendiri Dinasti Ho. Che Bong Nga meninggal dua tahun kemudian pada 1390. Tidak banyak catatan hubungan Penguasa Champa ini dengan Islam, apalagi tidak didapat bekas-bekas kegemilangan Islam, sebagaimana yang ditinggalkan para pendakwah di Perlak, Pasai ataupun Malaka.
Sementara catatan sejarah menyatakan lain, yang terkenal dengan Sultan Cam atau Champa adalah Wan Abdullah atau Sultan Umdatuddin atau Wan Abu atau Wan Bo Teri Teri atau Wan Bo saja, memerintah pada tahun 1471 M - 1478 M.
Menurut silsilah Kerajaan Kelantan Malaysia, silsilah beliau adalah : Sultan Abu Abdullah (Wan Bo) ibni Ali Alam (Ali Nurul Alam) ibni Jamaluddin Al-Husain (Sayyid Hussein Jamadil Kubra) ibni Ahmad Syah Jalal ibni Abdullah ibni Abdul Malik ibni Alawi Amal Al-Faqih ibni Muhammas Syahib Mirbath ibni ‘Ali Khali’ Qasam ibni Alawi ibni Muhammad ibni Alawi ibni Al-Syeikh Ubaidillah ibni Ahmad Muhajirullah ibni ‘Isa Al-Rumi ibni Muhammad Naqib ibni ‘Ali Al-Uraidhi ibni Jaafar As-Sadiq ibni Muhammad Al-Baqir ibni ‘Ali Zainal Abidin ibni Al-Hussein ibni Sayyidatina Fatimah binti Rasulullah SAW.
Jadi Raja Cham ini adalah anak saudara dari Maulana Malik Ibrahim, yaitu anak dari adik beliau bernama Ali Nurul Alam, dari ibu keturunan Patani-Senggora di Thailand sekarang. Wan Bo atau Wan Abdullah ini juga adalah bapak kepada Syarief Hidayatullah, pengasas Sultan Banten sebagaimana silsilah yang dikeluarkan Kesultanan Banten Jawa Barat: Syarif Hidayatullah ibni Abdullah (Umdatuddin) ibni Ali Alam (Ali Nurul Alam) ibni Jamaluddin Al-Hussein (Sayyid Hussein Jamadil Kubra) ibni Ahmad Syah Jalal dan seterusnya seperti di atas.
Dimana sebenarnya Kerajaan Champa yang dipimpin oleh Raja Champa yang menjadi mertua Maulana Malik Ibrahim, yang menjadi ayah kandung ”Puteri Champa”. Padahal jika dikaitkan dengan fakta di atas, mustahil mertua Maulana Malik atau ayah ”Puteri Champa” itu adalah Wan Bo (Wan Abdullah) karena menurut silsilah dan tahun kelahirannya, beliau adalah pantaran anak saudara Maulana Malik yang keduanya terpaut usia 50 tahun lebih. Raden Rahmat (Sunan Ampel) sendiri lahir pada tahun 1401 di ”Champa” yang masih misterius itu. Boleh jadi yang dimaksud dengan Kerajaan Champa tersebut bukan Kerajaan Champa yang dikuasai Dinasti Ho Vietnam, tapi sebuah perkampungan kecil yang berdekatan dengan Kelantan?.
Inipun masih menimbulkan tanda tanya, dimanakah peninggalannya?. Bahkan ada pula yang mengatakan Champa berdekatan dengan daerah Fatani, Selatan Thailand berdekatan dengan Songkla, yang merujuk daerah Senggora zaman dahulu.

Martin Van Bruinessen telah memetik tulisan Saiyid ‘Al-wi Thahir al-Haddad, dalam bukunya Kitab Kuning, Pesantren ..“Putra Syah Ahmad, Jamaluddin dan saudara-saudaranya konon telah mengembara ke Asia Tenggara..... Jamaluddin sendiri pertamanya menjejakkan kakinya ke Kemboja dan Acheh, kemudian belayar ke Semarang dan menghabiskan waktu bertahun-tahun di Jawa, hingga akhirnya melanjutkan pengembaraannya ke Pulau Bugis, di mana dia meninggal.” (al-Haddad 1403 :8-11). Diriwayatkan pula beliau menyebarkan Islam ke Indonesia bersama rombongan kaum kerabatnya. Anaknya, Saiyid Ibrahim (Maulana Malik Ibrahim) ditinggalkan di Acheh untuk mendidik masyarakat dalam ilmu keislaman. Kemudian, Saiyid Jamaluddin ke Majapahit, selanjutnya ke negeri Bugis, lalu meninggal dunia di Wajok (Sulawesi Selatan). Tahun kedatangannya di Sulawesi adalah 1452M dan tahun wafatnya 1453M”.
Jadi tidak diragukan bahwa yang ke Kamboja itu adalah ayah Maulana Malik Ibrahim, Saiyid Jamaluddin yang menikah di sana dan menurunkan Ali Nurul Alam. Sedangkan mayoritas ahli sejarah menyatakan Maulana Malik Ibrahim lahir di Samarkand atau Persia, sehingga di gelar Syekh Maghribi. Beliau sendiri dibesarkan di Acheh dan tentu menikah dengan puteri Acheh yang dikenal sebagai ”Puteri Raja Champa”, yang melahirkan Raden Rahmat (Sunan Ampel).
Lagi pula keadaan Champa Kambodia sezaman Maulana Malik Ibrahim sedang huru hara dan terjadi pembantaian terhadap kaum Muslim yang dilakukan oleh Dinasti Ho yang membalas dendam atas kekalahannya pada pasukan Khulubay Khan, Raja Mongol yang Muslim sebagaimana disebutkan terdahulu. Keadaan ini sangat jauh berbeda dengan keadaan Jeumpa yang menjadi mitra Kerajaan Pasai pada waktu itu yang menjadi jalur laluan dan peristirahatan menuju kota besar seperti Barus, Fansur dan Lamuri dari Pasai ataupun Perlak. Kerajaan Pasai adalah pusat pengembangan dan dakwah Islam yang memiliki banyak ulama dan maulana dari seluruh penjuru dunia.
Sementara para sultan adalah diantara yang sangat gemar berbahas tentang masalah-masalah agama, di istananya berkumpul sejumlah ulama besar dari Persia, India, Arab dan lain-lain, sementara mereka mendapat penghormatan mulia dan tinggi.[66] Dan Sejarah Melayu menyebutkan bahwa ”segala orang Samudra (Pasai) pada zaman itu semuanya tahu bahasa Arab.
Populeritas Jeumpa (Acheh) di Nusantara, yang dihubungkan dengan puteri-puterinya yang cerdas dan cantik jelita, buah persilangan antara Arab-Parsi-India dan Melayu, yang di Acheh sendiri sampai saat ini terkenal dengan Buengong Jeumpa, gadis cantik putih kemerah-merahan, tidak lain menunjukkan keistimewaan Jeumpa di Acheh yang masih menyisakan kecantikan puteri-puterinya di sekitar Bireuen.
Pada masa kegemilangan Pasai, istilah puteri Jeumpa (lidah Jawa menyebut ”Champa”) sangat populer, mengingat sebelumnya ada beberapa Puteri Jeumpa yang sudah terkenal kecantikan dan kecerdasannya, seperti Puteri Manyang Seuludong, Permaisuri Raja Jeumpa Salman al-Parisi, Ibunda kepada Syahri Nuwi pendiri kota Perlak. Puteri Jeumpa lainnya, Puteri Makhdum Tansyuri (Puteri Pengeran Salman-Manyang Seuludong/Adik Syahri Nuwi) yang menikah dengan kepala rombongan Khalifah yang dibawa Nakhoda, Maulana Ali bin Muhammad din Ja’far Shadik, yang melahirkan Maulana Abdul Aziz Syah, Raja pertama Kerajaan Islam Perlak.

Mereka seterusnya menurunkan Raja dan bangsawan Perlak, Pasai sampai Acheh Darussalam. Demikian pula keturunan Syahri Nuwi dari Sultan Perlak bergelar Makhdum juga disebut sebagai Putri Jeumpa, karena beliau lahir di Jeumpa. Kecantikan dan kecerdasan puteri-puteri Jeumpa sudah menjadi legenda di antara pembesar-pembesar istana Perlak, Pasai, Malaka, bahkan sampai ke Jawa. Itulah sebabnya kenapa Maharaja Majapahit, Barawijaya V sangat mengidam-idamkan seorang permaisuri dari Jeumpa. Bahkan dalam Babat Tanah Jawi, disebutkan bagaimana mabok kepayangnya sang Prabu ketika bertemu dengan Puteri Jeumpa yang datang bersama dengan rombongan Maulana Malik Ibrahim dan para petinggi Pasai.
Secara umum, wajah orang Champa Kambodia lebih mirip dengan Cina, kecil-kecil dan memiliki kulit seperti orang Kelantan sekarang, sementara bahasanya susah dimengerti karena dialeknya berbeda dengan rumpun bahasa Melayu yang menjadi bahasa pertuturan dan pengantar Nusantara saat itu. Muka-muka Arab, seperti wajah Maulana Malik Ibrahim, Raden Rahmat ataupun gelar mereka, Sayyid, Maulana, dan lainnya jarang adanya dan tidak seperti rata-rata orang Perlak, Pasai, Jeumpa ataupun umumnya orang Acheh yang lebih mirip ke wajah Arab, India atau Parsia. Sebagaimana diketahui, Maulana Malik Ibrahim dan Raden Rahmat memberikan pelajaran agama kepada orang Jawa menggunakan bahasa Melayu Sumatera yang banyak digunakan di sekitar Perlak, Pasai, Lamuri, Barus, Malaka, Riau-Lingga dan sekitarnya, sebagaimana dalam manuskrip agama yang dikarang para Ulama terkemudian seperti terjemahan karya Abu Ishaq, kitab-kitab Hamzah Fansuri, Syamsuddin al-Sumatrani, Nuruddin al-Raniri, Raja Ali Haji dan lainnya.
Dari segi geografis dan taktik-strategi perjuangan, kelihatannya mustahil para pendakwah, khususnya gerakan Para Wali yang akan menaklukkan pulau Jawa bermarkas di sebuah perkampungan Muslim minoritas dekat Vietnam. Apalagi pada masa itu Champa sepeninggal Raja terakhirnya, Che Bong Nga (w.1390), sepenuhnya dikuasai Dinasti Ho yang Budha dan anti Islam berpusat di Hanoi. Maulana Malik Ibrahim adalah Grand Master para Wali Songo, jika sasaran dakwahnya adalah pulau Jawa, sebagai basis kerajaan Hindu-Budha yang tersisa, terlalu naif memilih Champa sebagai markas pusat pergerakan baik menyangkut dukungan logistik, politik maupun ketentaraan. Sebagaimana dicatat sejarah, pada masa itu para Sultan dan Ulama, baik yang ada di Arab, Persia, India termasuk Cina yang sudah dipegang penguasa Islam memfokuskan penaklukkan kerajaan besar Majapahit sebagai patron terbesar Hindu-Budha Nusantara.
Kaisar Cina yang sudah Muslimpun mengirim Panglima Besar dan tangan kanan dan kepercayaannya, Laksamana Cheng-Ho untuk membantu gerakan Islamisasi Jawa. Sementara hubungan dakwah via laut pada saat itu sudah terjalin jelas menunjukkan hubungan antara Jawa-Pasai-Gujarat-Persia-Muscat-Aden sampai Mesir, yang diistilahkan Azra sebagai Jaringan Ulama Nusantara. Yang artinya, wilayah Acheh Jeumpa lebih mungkin berada di sekitar pusat gerakan dan lintasan jaringan tersebut daripada Champa Kambodia. Adalah hal yang mustahil, seorang Wali sekelas Maulana Malik Ibrahim, bapak dan pemimpin para Wali di Jawa, yang telah berhasil membangun jaringan di Nusantara, setelah 13 tahun di Champa tidak dapat membangun sebuah kerajaan Islam atau meninggalkan jejak-jejak kegemilangan peradaban Islam, atau hanya sebuah prarasti seperti pesantren, maqam atau sejenisnya yang akan menjadi jejaknya. Bahkan Raffles menyebutnya sebagai orang besar, sementara sejarawan G.W.J.
Drewes menegaskan, Maulana Malik Ibrahim adalah tokoh yang pertama-tama dipandang sebagai wali di antara para wali. ''Ia seorang mubalig paling awal,'' tulis Drewes dalam bukunya, New Light on the Coming of Islam in Indonesia. Gelar Syekh dan Maulana, yang melekat di depan nama Malik Ibrahim, menurut sejarawan Hoessein Djajadiningrat, membuktikan bahwa ia ulama besar. Gelar tersebut hanya diperuntukkan bagi tokoh muslim yang punya derajat tinggi.
Maulana Malik Ibrahim memiliki seorang saudara yang terkenal sebagai ulama besar di Pasai, bernama Maulana Saiyid Ishaq, sekaligus ayah dari Raden Paku atau Sunan Giri. Menurut cacatan sejarah, beliau adalah salah seorang ulama yang dihormati di kalangan istana Pasai dan menjadi penasihat Sultan Pasai di zaman Sultan Zainal Abidin dan Sultan Salahuddin. Sebelum bertolak ke tanah Jawa, ayahanda beliau, Jamaluddin Akbar al-Husain (Maulana Akbar), yang juga datang dari Persia atau Samarqan, tinggal dan menetap juga di Pasai. Jadi menurut analisis, beliau bertiga datang dari Persia atau Samarqan ke Kerajaan Pasai sebagai pusat penyebaran dakwah Islam di Nusantara, pada sekitar abad ke 13 Masehi, bersamaan dengan kejayaan Kerajaan Pasai di bawah para Sultan keturunan Malik al-Salih, yang juga keturunan Ahlul Bayt. Sementara Sunan Ampel atau Raden Rahmat yang dikatakan lahir di Champa, kemudian hijrah pada tahun 1443 M ke Jawa dan mendirikan Pesantren di Ampeldenta Surabaya, adalah seorang ulama besar, yang tentunya mendapatkan pendidikan yang memadai dalam lingkungan Islami pula.
Adalah mustahil bagi Sang Raden untuk mendapatkan pendidikannya di Champa Kambodia pada tahun-tahun itu, karena sejak tahun 1390 M atau sepuluh tahun sebelum kelahiran beliau, sampai dengan abad ke 16, Kambodia dibawah kekuasaan Dinasti Ho yang Budha dan anti Islam sebagaimana dijelaskan terdahulu. Apalagi sampai saat ini belum di dapat jejak lembaga pendidikan para ulama di Champa. Namun keadaannya berbeda dengan Jeumpa Acheh, yang dikelilingi oleh Bandar-Bandar besar tempat pesinggahan para Ulam dunia pada zaman itu. Perlu digarisbawahi, kegemilangan Islam di sekitar Pasai, Malaka, Lamuri, Fatani dan sekitarnya adalah antara abad 13 sampai abad 14 M. Kawasan ini menjadi pusat pendidikan dan pengembangan pengetahuan Islam sebagaimana digambarkan terdahulu.
Dengan demikian, maka jelaslah bahwa ”Champa” yang dimaksud dalam sejarah pengembangan Islam Nusantara selama ini, yang menjadi tempat persinggahan dan perjuangan awal Maulana Malik Ibrahim, asal ”Puteri Champa” atau asal kelahiran Raden Rahmat (Sunan Ampel), bukanlah Champa yang ada di Kambodia-Vietnam saat ini. Tapi tidak diragukan, sebagaimana dinyatakan Raffles, ”Champa” berada di Jeumpa Acheh dengan kota perdagangan Bireuen, yang menjadi bandar pelabuhan persinggahan dan laluan kota-kota metropolis zaman itu seperti Fansur, Barus dan Lamuri di ujung barat pulau Sumatra dengan wilayah Samudra Pasai ataupun Perlak di daerah sebelah timur yang tumbuh makmur dan maju.
Jika Jeumpa Acheh menjadi asal dari Puteri yang menjadi Permaisuri Maha Prabu Brawijaya V, yang telah melahirkan Raden Fatah, Sultan pertama Kerajaan Islam Demak, kerajaan Islam pertama di tanah Jawa. Jika Jeumpa Acheh adalah tempat dilahirkan dan dibesarkannya Raden Rahmat (Sunan Ampel) yang telah mendidik para pejuang dan pendakwah Islam di Tanah Jawa yang berhasil meruntuhkan dominasi kerajaan-kerajaan Hindu. Jika Jeumpa Acheh adalah tempat persinggahan dan kediaman Maulana Malik Ibrahim, sang Grand Master gerakan Wali Songo yang berperan dalam pengembangan Islam dan melahirkan para Ulama di tanah Jawa. Jika Jeumpa Acheh adalah daerah yang menjadi bagian dari Kerajaan Pasai yang telah melahirkan banyak Ulama dan pendakwah di Nusantara. Maka tidak diragukan, secara tersirat bahwa Jeumpa dan tentunya Pasai memiliki peran besar proses penaklukan Kerajaan Jawa-Hindu Majapahit.
Dan Kerajaan Pasai, sebagai pusat Islamisasi Nusantara, sangat berkepentingan untuk menaklukkan Kerajaan Jawa-Hindu Majapahit, karena ia adalah satu-satunya penghalang utama untuk pengislaman tanah Jawa. Maka para Sultan dan para Ulama serta cerdik pandai Kerajaan Pasai telah menyusun strategi terus menerus dengan segala jaringannya untuk menaklukkan Kerajaan Jawa-Hindu ini. Bahkan Kekaisaran Cinapun yang telah dikuasai Muslim ikut andil dalam Islamisasi ini, terbukti dengan mengirimkan Penglima Besar dan kepercayaan Kaisar yang bernama Laksamana Cheng Ho. Jalan peperangan tidak mungkin ditempuh, mengingat jauhnya jarak antara Pasai dengan Jawa Timur sebagai pusat Kerajaan Majapahit.
Maka ditempuhlan jalan diplomasi dan dakwah para duta dari Kerajaan Pasai.
Rupanya para Grand Master terutama Maulana Malik Ibrahim sebagai utusan senior para pendakwah, menemukan sebuah cara yang dianggap bijak, yaitu melalui jalur perkawinan. Maka dikawinkanlah iparnya yang bernama Dwarawati atau Puteri Jeumpa yang cantik jelita dan cerdas tentunya, dengan Prabu Brawijaya V, yang konon masih memeluk Hindu. Kenapa Sang Bapak Para Wali Songo ini berani mengambil kebijakan itu. Tentu hanya Allah dan beliau yang tahu. Dan akhirnya sejarah kemudian mencatat, anak perkawinan Puteri Jeumpa Dwarawati dengan Prabu Brawijaya V, bernama Raden Fatah adalah Sultan Kerajaan Islam Demak pertama yang telah mengakhiri dominasi Kerajaan Jawa-Hindu Majapahit dan Kerajaan-Kerajaan Hindu lainnya.
Mungkin pertimbangan Maulana Malik Ibrahim menikahkan iparnya Puteri Jeumpa berdasarkan ijtihad beliau setelah mengadakan penelitian panjang terhadap tradisi dan budaya orang Jawa yang sangat menghormati dan patuh bongkokan kepada Raja atau Pangeran yang selama ini dianggap sebagai titisan para Dewata, sebagaimana cerita-cerita pewayangan di Jawa. Jika ada seorang Raja atau Pangeran yang masuk Islam, maka akan mudah bagi perkembangan Islam. Karena Jawa adalah salah satu daerah yang sangat sulit diislamkan sampai saat itu, mengingat kuatnya dominasi Kerajaan Hindu Majapahit. Itulah sebabnya, ketika Puteri Jeumpa telah hamil, dia ditarik dari istana Majapahit, dihijrahkan ke wilayah Islam lainnya, kabarnya ke Kerajaan Melayu Palembang.
Setelah lahir anaknya, Raden Fatah, Puteri Jeumpa kembali ke Jawa Timur, tapi bukan ke istana Majapahit, tapi ke Ampeldenta Surabaya, ke tempat anak saudaranya Raden Rahmat (Sunan Ampel) untuk mendidik Raden Fatah agar menjadi pemimpin Islam. Setelah dewasa, karena masih Raden Pangeran Majapahit, maka Raden Fatah berhak mendapat jabatan, dan beliau diangkat sebagai seorang Bupati di sekitar Demak. Saat itulah para Wali Songo yang sudah mapan mendeklarasikan sebuah Kerajaan Islam Demak, di Bintaro Demak, sebagai Kerajaan Islam pertama di Jawa. Karena Raden Fatah adalah titisan Raja Majapahit, maka orang-orang Jawapun dengan cepat mengikuti agamanya dan membela perjuangannya sebagaimana dicatat sejarah dalam buku Babat Tanah Jawi.
Jadi prestasi terbesar Kerajaan Pasai adalah keberhasilannya mengembangkan Kerajaannya sebagai pusat Islamisasi Nusantara, terutama keberhasilannya mengislamisasikan pulau Jawa yang telah coba dilakukan berabad-abad oleh para pendakwah dan pejuang Islam. Namun sayang fakta sejarah ini selalu ditutup-tutupi oleh para penjajah Belanda dan antek-anteknya di Jawa. Bahkan sebagian orang-orang Jawa tidak pernah menganggap bahwa para Wali Songo adalah alumni perguruan tinggi Islam yang sudah berkembang pesat di Acheh, baik di sekitar Pasai, Perlak, Jeumpa, Barus, Fansur dan lain-lainnya yang selanjutnya akan dibuktikan dengan tampilnya ulama-ulama besar dan berpengaruh di Nusantara asal Acheh seperti Hamzah Fansuri, Samsuddin al-Sumatrani, Maulana Syiah Kuala, Nuruddin al-Raniri dan lain-lainnya.
Kesimpulan nya yang kami ambil dari beberapa keterangan yang di dapat bersama Pemerintah Indonsiea, kami sepakat masih percaya 60% untuk Aceh itu, dan untuk versi vitnam hanya 20% saja, benar-benar jauh berbeda sama sekali, tidak ada sedikit pun yang di temukan bekas kegemilangan Islam di Vetnam, kalau masalah di Aceh hanya bukti lokasi saja lagi yang harus di cari nya, mungkin 40% lagi, maka bisa di sahkan pemerintah Indonesia, dan sekarang keterangan di atas masih di angap rujukan rintisan sajarah penulisan Campa saja dulu, sebelum di temukan bukti yang benar-benar bisa menyakinkan bahwa itu benar.
Dan kami percaya kerajan Campa yang ada di Vetnam, namun pasti non Muslim sudah, kami lebih menerima kisru Campa ini di katan lengeda cerita Rakyat saja, dari percaya Campa itu di Vetnam, sedikit pun tidak ada kutipan sejarah yang jelas mengulus nya, secara Campa hampir sama dengan sejarah Kalimantan yang begitu mesteris sekali, sangat sedikit sumber yang bisa di gali untuk rujukan penulisan rintisan sejara, paling dari Kesultanan Banjarmasin, Kutai, Malasyia, dan Sabah itu pun juga suram dan bias, lebih seperti legenda dari pada Sejarah.
Dan kami berharap kubu-kubu bertikai hentikan sudah, mending kita mencari kebenaran nya bersama dari pada terus menerusi konflik itu, bermacam bumbu doktrin-doktrin sudah banyak di masukan dalam sejarah Campa ini, sudah dongeng itu tidak bisa lagi di hutung banyak, macam Hindu yang punya mitor yang tak pernah berkesudahan habis nya, yang pada inti semua di jadikan nya mitos.
Hal parah bagi yang di lihat dari pertikaain ini adalah bisa mengaku Walisongo atau yang lain itu keterunan Nabi Muhammad, doktrin ini berbahaya bisa sesat nanti, bukan saja sesat agama nya namun juga skuler yang sudah di butakan akan kefavoritan tokoh Pahlawan, rasa nya jauh betul Waliggso dengan keturunan Nabi Muhammad, sedakan Islam di Indonesia sendiri berbeda, perbedan itu pecaya mitos berlebihan, apa pun yang terjadi, memungkinkan penulisan sejarah bisa di buat Rekayasan pihak yang tidak bertanggun jawan, model yang surat Islam di Belandan kata kubu Jawa, kami tidak pernah menemukan nya sama sekali berapa kali sudah Avril fans Fender kesana untuk mempelajari sejarah Indonsea, menurut arsip sejarah Belanda itu.
Di Zaman Nabi Muhammad tidak ada Suni Dan Syiah, suni syiah tidak lebih dari pemeceh belah Islam itu sendiri, segala macam mahzhat berujung sesat lagi, Walisonggo juga kadang di gambarkan gaib, yang sebenar tidak gaip sama sekali, di gambar rupa-rupa gaya, tapi tetap paling berbahaya itu, mengaitkan Walisonggo dengan Nabi Muhammad, ini juga sudah secara tidak langsung untuk menhidukan ligitimasi itu, wali songgo sendiri juga tidak pernah mengku diri nya keturunan Nabi Muhammad, keturunan Ali Bin Abithalib, kami mungkin bisa menerima Islam masuk Indonesia barang kali bisa waktu masih hidup nya Nabi Muhammad, dan kami tegas menolak Waliggo di nabikan dan daikat dengan Nabi Muhmmad, yang stu dan penutup para nabi, jika masih ada yang mengaku nabi juga tidak lebih kafir, menabahi budaya Islam yang tidak tercantung di Al-Qur'an dan Hadis Nabi Muhmmad itu juga kafir, karena sudah menambahi budaya dan tradisi Islam, nanti bisa buat susah, tidak menolak kami Sultan Khairul Saleh bicara, susah dayak didik, selalu penuh dengan mitos yang tidak berkesudahan itu, kita bukan tidak percaya, namun kita tidak berlebihan terhadapa nya, dan tetap tuhan nya yang berkuasa untuk semua alam semesta ini.
Tidak bermaksut mengulang dan terus mengulang kata-kata, tapi untuk menegaskan masalah ini, mengulang untuk mengingatkan pada anda maksut tulisan ini agar tidak salah paham dan memperbesar konflik, tulisan tidak bermaksut untuk mengucilkan pihak kubu lain, atau keberpihakan pada asa ke favoritan, dan tulisan ini juga bukan bermasuk membahas masalah jasa semua yang pernah berjasa, tapi untuk membetulkan dan meluruskan konflik 3 kubu berbeda, agar damai semua nya, dan 3 kubu ini di pecah manjadi 2 kubu, Majapahit sendiri, dan 2 adalah persatuan dari tanah melayu Indonesia, karena mereka selalu berdebat ini, kalau pendapat kawan-kawan Avril fans Fender, konflik Majapahit dan Pasai ini adalah akibat dari para ahli sejarawan Indonesia dulu telah korupsi sejarah, dan penulisan yang tidak bertangung jawab atas semua doktrin-doktrin yang selalu mengendintikan Majapahit saja, dan akibat nya adala, yang lain meresa tidak di hargai lagi, dan seolah Indonesia ini ada berkat Majapahit saja, dan juga di salah gunakan untuk menjadikan masalah baru lagi untuk Indonesia ini.
Dan texs di atas tadi jamin pemerintah Indonesia dengan ottoritas hukum nya, walau pun di tulisan keterangan atas tadi, banyak kalimat berunsur keras, tapi itu nya, dan juga niat kami bersama ini dengan Pemerintah adalah untuk mengembalikan bagian sejarah Indonesia yang telah di korupsi, yang berakibat pada konflik nya, karena masalah kata-kata keras bukan masalah pemicu nya, tapi korupsi sejarah penyebab utuma nya masalah ini, dan kami Avril fans Fender bersama Pemerintah Indonesia, dan pemerintah Asean yang termasuk dalam masalah sejarah Indonesia ini adalah sebagai penengah atara 3 kubu berbeda ini, dan kami semua menolak semua tulisan sejarah tanpa anda bukti jelas nya dengan tegas karena itu adalah doktrin berbuah konflik saja.
Dan kami bersama pemerintah hanya percaya 60% saja masih pada masalah kerajaan Campa itu ada di Sumatera, karena kami masih mencari bukti nya penigalan nya, yang misal Istana makam dan yang lain nya lagi, mungkin nanti di masa depan ada kami menemukan nya bahwa Campa itu ada di Aceh, baru bisa percaya 100%, dan kami minta juga pada pembaca untuk masalah Campa ini juga percaya 60% saja, tidak sepenuh nya percaya pada banyak pernyata yang belum ada bukti akurat nya itu.
Dan kami menegaskan bahwa kami menolak Kerajaan Campa Islam di Vetnam, pertama tidak ada bekas peningalan ke gemilangan Islam lagi, dan kami percaya dengan Kerajaan Campa Hindu di Vetnam itu, kami mengkaui bahwa di Vetnam itu ada perkampungan Melayu Islam kecil yang terlihat sekarang ini, dan mungkinkan sekali juga pada Abad 14-15 lalu ada sebuah perkampungan melayu Islam di Vetnam itu, dan jika memang ada putri Campa itu yang Islam yang kawin dengan Majapahit dulu ada di Vetnam, maka putri itu bukan dari Kerajaan Vetnam Campa, cuma mungkin putri yang kawin dengan Majapahit itu hanya bangsawan yang tinggal di Vetnam Kerajaan Campa itu, namun bukan dari golongan Kerajaan serta pemerintah saja, karena sudah jauh tidak di mungkinkan ada sembuah kerajaan Campa Islam di Vetnam itu, jika bicara kerajan Campa ini yang di perdepakan ini dengan Majapahit, adalah Kerajaan Campa di Aceh, mungkin cuma penyebutannya saja orang Keliru, jadi itu saja.
Saran kami adalah silahkan para 3 kubu berdepat, namun jangan sampai terjadi kekerasan dan konflik, doktrin dan memperlihatkan semangat ivansi militer nya itu, karena perdepatan ahli sejajarah yang sportip atau kesatria adalah akan menghasilakan kebenaran, karena semua mencari bukti nya masing-masing agar masalah selesai, dan masalah yang tidak terkait tetang Majapahit dan Pasai itu juga jangan di tambahi lagi dengan yang baru, dan kita lanjut untuk pembahasan terahir dalam kesimpulan nya di bawah ini.  

MEMPERJELAS SEJARAH ISLAM INDONESIA DENGAN MASALAH ANTAR KELOMPOK
BAB 2
B. Sejarah Kesultanan Islam Indonesia Yang Telah Di Korupsi 


Gambar Kesultanan Banjarmasin Aceh, Ternate, Kutai Dan Banten berdiskusi meluruskan sejarah Kesultanan Indonesia, di Kantor berita Canada Banjarmasin.

Jangan anda kira bahwa Kesultanan-Kesultanan Indonesia ini pada zaman sekarang ini sudah mati, punah dan hanya tinggal kenangan saja lagi, tapi ada beberpa kesultanan yang masih ada berdiri hingga sekarang ini beserta raja nya, dan keterangan yang di kompulkan Avril fans Fender di atas itu adalah Keterang dari keturunan raja-raja itu, dan sekarang juga ada sebagian yang masih memerintah Daerah nya namun raja nya biasa kalau tidak bupati pasti akan gumbernur, dan berpatsipasi dalam pemerintah sekarang, dan ada juga kesultnan Indonesia yang sekarang ini tidak terlibat pemerintah Indonesia, hanya menjadi sangar budaya saja lagi.
Kami peringatkan dulu pada anda pembaca. Tulisan ini hanya membahas masalah sejarah Islam di Indonesia, bukan yang non Islam, atau bicara masalah jasa nya Kesultanan Islam serta tokoh nya, tapi untuk memperjelas masalah sejarah Islam Indonesia, dan di bawah ini adalah keterangan Kesultanan Islam Indonesia yang sudah di korupsi sejarah, dan tidak tercatat dala buku sejarah kurikulum sekolah-sekolah di Indonesia, dan jika itu terus di biarkan maka lambat-laun sejarah kesultanan Islam Indonesia ini akan hilang tidak kenal lagi oleh generasi nya di masa depan, dan juka tunjuan nya agar mereka merasa di hargai oleh pemerintah Indonesia ini, dan meresa di libakan dalam pembetukan negara Indonesia ini, dan ini akan menghilangkan rasa di anak tirikan nya oleh Pemerintah Indonesia, yang mana mereka jauh dari pusat pemerintah Jakarta, dan itu juga adalah masalah biyang keladi dari konflik hingga dan pemeberotakan saja nanti nya.
Dan tex di bawah ini hanya memuat catatan Sejarah dari Kesultanan Ternante, Pagaruyong, Banjarmasin, Malaka, Pontinak, dan Mataram saja, karena mereka lah yang sejarah di Korupsi, dan kami juga tidak membicarakan lagi pada kesultanan Samudara Pasai dan Perlak, dan Majapahit, karena juga Kesultanan Samudara Pasai dan Perlak sudah di jelakan di atas tadi, dan untuk Demak jadi di cantukan di tex di bawah ini, karena Demak sudah banyak di ketahui orang saja, karena banyak buku sejarah mengulas masalah Demak, dan untuk Majapahit dan yang lain juga tidak muat karena mereka bukan kerajan Islam, karena disini hanya berbicara masalah Kerajaan Islam, dan begitu juga dengan Kerajan Islam Makasar, yang kami tidak cantukan karena sudah banyak buku yang menulis nya, dan kadang kala juga Kerajaan Makasar tidak fokus terhadap Islam nya, alasan tersebut kami tidak mencatukan nya, tidak ada konflik dari segi sejarawan Islam Makasar juga, jadi tolong jangan salah paham, ada pun juga Kesultanan Islam banyak di Tanah Jawa yang kami tidak cantukan Sejarah, seperti Cerebon, Banten, Yokyakarta, dan lain nya, karena sudah terkenal, jadi tidak perlu lagi sudah di tulis di tex di bawah ini, jadi jangan salam paham, dan kesultanan yang tercantun nama di atas dalam bab2 ini atau tex ini, kami akan menulikan singkat Sejarah dari sebelum pra Islam agar Jelas sekali, saya tegaskan lagi, mereka Kesultanan yang di tulis dalam Texs di bawah ini adalah Kesultanan yang di korupsi sejarah, atau kurang tenar nama nya, bukan masalah Jasa nya.

MEMPERJELAS SEJARAH ISLAM INDONESIA DENGAN MASALAH ANTAR KELOMPOK
BAB 2
C. Kesultanan Banjarmasin

Gambar Kesultanan Banjarmasin

Kesultanan Banjar atau Kesultanan Banjarmasin berdiri pada Tahun 1520, dihapuskan sepihak oleh Belanda pada 11 Juni 1860. Namun rakyat Banjar tetap mengakui ada pemerintahan darurat/pelarian yang baru berakhir pada 24 Januari 1905. Namun sejak 24 Juli 2010, Kesultanan Banjar hidup kembali dengan dilantiknya Sultan Khairul Saleh.
Kesultunan Banjarmasin adalah sebuah pemerintah Islam di Kalimantan yang punya peranan penting juga dalam mengislamisasikan Kalimantan, dan hal paling konrovisional nya adalah, di mana Kesultanan Banjarmasin melakukan Ivansi bumi Kalimantan untuk melakukan Pemaksan Islam terhadap Suku dayak Kalimantan, dan juga musuh bebuyutan nya Belanda, meski juga kalah pada akhir dengan Belanda, dan di bawah ini sejarah Kesultanan Banjarmasin
Penghuni pertama Kalimantan Selatan diperkirakan terkonsentrasi di desa-desa besar, di kawasan pantai kaki Pegunungan Meratus yang lambat laun berkembang menjadi kota-kota bandar yang memiliki hubungan perdagangan dengan India dan Cina. Dalam perkembangannya, konsentrasi penduduk juga terjadi di aliran Sungai Tabalong. Pada abad ke 5 M, diperkirakan telah berdiri Kerajaan Tanjungpuri yang berpusat di Tanjung, Tabalong. Jauh beberapa abad kemudian, orang-orang Melayu dari Sriwijaya banyak yang datang ke kawasan ini. Mereka memperkenalkan bahasa dan kebudayaan Melayu sambil berdagang. Selanjutnya, kemudian terjadi asimilasi dengan penduduk tempatan yang terdiri dari suku Maanyan, Lawangan dan Bukit. Maka, kemudian berkembang bahasa Melayu yang bercampur dengan bahasa suku-suku daerah tempatan, yang kemudian membentuk bahasa Banjar Klasik.
Untuk mengetahui sejarah Banjar lebih lanjut, historiografi tradisional masyarakat tempatan sangat banyak membantu. Di antara sumber yang paling populer adalah Hikayat Lambung Mangkurat, atau Hikayat Banjar. Berdasarkan sumber tersebut, di daerah Banjar telah berdiri Kerajaan Hindu, yaitu Negara Dipa yang berpusat di Amuntai. Kemudian berdiri Negara Daha yang berpusat di daerah sekitar Negara sekarang. Menurut Hikayat Banjar tersebut, Negara Dipa adalah kerajaan pertama di Kalimantan Selatan. 
Cikal bakal Raja Dipa bisa dirunut dari keturunan Aria Mangkubumi. Ia adalah seorang saudagar kaya, tapi bukan keturunan raja. Oleh sebab itu, berdasarkan sistem kasta dalam Hindu, ia tidak mungkin menjadi raja. Namun, dalam pratiknya, ia memiliki kekuasaan dan pengaruh yang dimiliki oleh seorang raja. Ketika ia meninggal, penggantinya adalah Ampu Jatmika, yang kemudian menjadi raja pertama Negara Dipa. Untuk menutupi kekurangannya yang tidak berasal dari keturunan raja, Jatmika kemudian banyak mendirikan bangunan, seperti candi, balairung, kraton dan arca berbentuk laki-laki dan perempuan yang ditempatkan di candi. Segenap warga Negara Dipa diwajibkan menyembah arca ini. 
Ketika Ampu Jatmika meninggal dunia, ia berwasiat agar kedua anaknya, Ampu Mandastana dan Lambung Mangkurat tidak menggantikannya, sebab mereka bukan keturunan raja. Tapi kemudian, Lambung Mangkurat berhasil mencari pengganti raja, dengan cara mengawinkan seorang putri Banjar, Putri Junjung Buih dengan Raden Putera, seorang pangeran dari Majapahit. Setelah menjadi raja, Raden Putera memakai gelar Pangeran Suryanata, sementara Lambung Mangkurat memangku jabatan sebagai Mangkubumi
Setelah Negara Dipa runtuh, muncul Negara Daha yang berpusat di Muara Bahan. Saat itu, yang memerintah di Daha adalah Maharaja Sukarama. Ketika Sukarama meninggal, ia berwasiat agar cucunya Raden Samudera yang menggantikan. Tapi, karena masih kecil, akhirnya Raden Samudera kalah bersaing dengan pamannya, Pangeran Tumenggung yang juga berambisi menjadi raja. Atas nasehat Mangkubumi Aria Tranggana dan agar terhindar dari pembunuhan, Raden Samudera kemudian melarikan diri dari Daha, dengan cara menghilir sungai melalui Muara Bahan ke Serapat, Balandian, dan memutuskan untuk bersembunyi di daerah Muara Barito. Di daerah aliran Sungai Barito ini,juga terdapat beberapa desa yang dikepalai oleh para kepala suku. Di antara desa-desa tersebut adalah Muhur, Tamban, Kuwin, Balitung dan Banjar. Kampung Banjar merupakan perkampungan Melayu yang dibentuk oleh lima buah sungai yakni Sungai Pandai, Sungai Sigaling, Sungai Karamat, Jagabaya dan Sungai Pangeran (Pageran). Semuanya anak Sungai Kuwin. Desa Banjar ini terletak di tengah-tengah pemukiman Oloh Ngaju di Barito Hilir.
Orang-orang Dayak Ngaju menyebut orang yang berbahasa Melayu dengan sebutan Masih. Oleh karena itu, desa Banjar tersebut kemudian disebut Banjarmasih, dan pemimpinnya disebut Patih Masih. Desa-desa di daerah Barito ini semuanya takluk di bawah Daha dengan kewajiban membayar pajak dan upeti. Hingga suatu ketika, Patih Masih mengadakan 
pertemuan dengan Patih Balit, Patih Muhur, Patih Balitung, Patih Kuwin untuk berunding, agar bisa keluar dari pengaruh Daha, dan menjadikan kawasan mereka merdeka dan besar.  
Keputusannya, mereka sepakat mencari Raden Samudera, cucu Maharaja Sukarama yang kabarnya sedang bersembunyi di daerah Balandean, Sarapat. Kemudian, mereka juga sepakat memindahkan bandar perdagangan ke Banjarmasih. Selanjutnya, di bawah pimpinan Raden Samudera, mereka memberontak melawan kerajaan Daha. Peristiwa ini terjadi pada abad ke-16 M. Pemberontakan ini amat penting, karena telah mengakhiri eksistensi Kerajaan Daha, yang berarti akhir dari era Hindu. Selanjutnya, masuk ke era Islam dan berdirilah Kerajaan Banjar.Dalam sejarah pemberontakan itu, Raden Samudera meminta bantuan Kerajaan Demak di Jawa. Dalam Hikayat Banjar disebutkan, Raden Samudera mengirim duta ke Demak untuk mengadakan hubungan kerja sama militer. Utusan tersebut adalah Patih Balit, seorang pembesar Kerajaan Banjar. Utusan menghadap Sultan Demak dengan seperangkat hadiah sebagai tanda persahabatan berupa sepikul rotan, seribu buah tudung saji, sepuluh pikul lilin, seribu bongkah damar dan sepuluh biji intan. Pengiring duta kerajaan ini sekitar 400 orang. Demak menyambut baik utusan ini, dan sebagai persyaratan, Demak meminta kepada utusan tersebut, agar Raja Banjar dan semua pembesar mau memeluk agama Islam. Atas bantuan Demak, Pangeran Samudera berhasil mengalahkan Pangeran Tumenggung, penguasa Daha, sekaligus menguasai seluruh daerah taklukan Daha.
Setelah berhasil meruntuhkan dan menguasai kerajaan Daha, maka Raden (Pangeran) Samudera segera menunaikan janji untuk memeluk Islam. Setelah masuk Islam, ia memakai gelar Sultan Suriansyah. Gelar lainnya adalah Panembahan atau Susuhunan Batu Habang. Dialah Raja Banjar pertama yang memeluk Islam, dan sejak itu, agama Islam berkembang pesat di Kalimantan Selatan. Pangeran Samudera (Sultan Suriansyah) diislamkan oleh wakil penghulu Demak, Khatib Dayan pada tanggal 24 September 1526 M, hari Rabu jam 10 pagi, bertepatan dengan 8 Zulhijjah 932 H. Khatib Dayan merupakan utusan Penghulu Demak Rahmatullah, dengan tugas melakukan proses pengislaman raja beserta pembesar kerajaan. Khatib Dayan bertugas di Kerajaan Banjar sampai ia meninggal dunia, dan dikuburkan di Kuwin Utara.
Sultan Suriansyah telah membuka era baru di Kerajaan Banjar dengan masuk dan berkembangnya agama Islam. Kerajaan Banjar yang dimaksud di sini adalah kerajaan pasca masuknya agama Islam. Sementara era Negara Dipa dan Daha merupakan era tersendiri yang melatarbelakangi kemunculan Kerajaan Banjar. Diperkirakan, Suriansyah meninggal dunia sekitar tahun 1550 M. Seiring masuknya kolonial kulit putih Eropa, Kerajaan Banjar kemudian dihapuskan oleh Belanda pada 11 Juni 1860.    

2. Silsilah 

Silsilah berikut dimulai dari era masuknya Islam di Kerajaan Banjar. Berikut silsilahnya: 
• Raja I adalah Sultan Suriansyah, putera dari pasangan Ratu Intan Sari atau Puteri 
Galuh dengan Raden Manteri Jaya. Suriansyah cucu Maharaja Sukarama Raja dari 
Kerajaan Negara Daha. Bergelar Panembahan atau Susuhunan Batu Habang. 
• Raja II adalah Sultan Rahmatullah, putera Sultan Suriansyah. Ia bergelar Susuhunan 
Batu Putih 
• Raja III adalah Sultan Hidayatullah, cucu Sultan Suriansyah. Ia bergelar Susuhunan 
Batu Irang. 
• Raja IV adalah Sultan Mustainbillah. 

3. Periode Pemerintahan 

Untuk mengetahui nama raja-raja Banjar yang pernah memerintah di Kerajaan Banjar serta 
periode pemerintahannya, dapat dilihat pada tabel berikut: 
 Raja Ke Nama Raja Masa Hidup Periode Pemerintahan 
 I Sultan Suriansyah wafat 1550 M 1526 - 1550 M 
 II Sultan Rahmatullah - 1550 - 1570 M 
 III Sultan Hidayatullah - 1570 - 1595 M 
 IV Sultan Mustainbillah - - 


6. Kehidupan Sosial Budaya 

Dalam kehidupan masyarakat Banjar terdapat susunan dan peranan sosial yang berbentuk limas (lapisan). Lapisan paling atas adalah golongan penguasa yang merupakan golongan minoritas. Mereka adalah kaum bangsawan atau “bubuhan raja-raja”. Penghargaan masyarakat terhadap golongan bangsawan ini sesuai dengan derajat kebangasawanannya. Mereka, secara turun-temurun, menjadi golongan terhormat dan berdarah bangsawan, serta mempunyai gelar-gelar seperti sultan, pangeran, ratu, gusti, andin, antung, dan nanang. Golongan ini mempunyai hak memungut cukai dari hasil bumi, hasil pertanian, perikanan dan lain-lain. Golongan kedua adalah pejabat kerajaan, ulama-ulama, mufti, dan penghulu. Golongan ini langsung berhubungan dengan penduduk. Segala macam barang yang diperdagangkan mereka beli dari masyarakat dan dibayar dengan uang. Mufti sebagai pejabat formal mengurus segala perkara hukum pada tingkat tinggi. Sementar ulama-ulama menyampaikan ajaran agama Islam. Golongan ketiga merupakan golongan terbesar, yaitu rakyat biasa. Mereka itu adalah \golongan yang hidup dari pertanian dan perdagangan kecil-kecilan, nelayan, kerajinan, industri, dan pertukangan. Golongan bawah adalah golongan pandeling. Golongan pandeling adalah mereka yang kehilangan setengah kemerdekaan akibat hutang-hutang yang tak dapat mereka bayar. Biasanya, merekalah yang menjalankan perdagangan dari golongan bangsawan atau pedagang-pedangan kaya. Golongan ini berakhir pada abad ke-19, seiring dengan dihapuskannya Kerajaan Banjar oleh Belanda. Berkaitan dengan kehidupan budaya, telah berkembang beberapa corak seni dan sastra. Saat itu, Banjar telah memiliki gamelan yang dipukul dengan lemah lembut, seni sastra

MEMPERJELAS SEJARAH ISLAM INDONESIA DENGAN MASALAH ANTAR KELOMPOK
BAB 2
D. Kesultanan Pontinak

Gambar Kesultanan Pontinaak

Kesultanan Kadriyah Pontianak adalah sebuah kesultanan Melayu yang didirikan pada tahun 1771 oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, keturunan Rasulullah dari Imam Ali ar-Ridha[1] di daerah muara Sungai Kapuas yang termasuk kawasan yang diserahkan Sultan Banten kepada VOC Belanda. Ia melakukan dua pernikahan politik di Kalimantan, pertama dengan putri dari Kerajaan Mempawah dan kedua dengan putri dari Kesultanan Banjar (Ratu Syarif Abdul Rahman, putri dari Sultan Tamjidillah I, sehingga ia dianugerahi gelar Pangeran). Setelah mereka mendapatkan tempat di Pontianak, kemudian mendirikan Istana Kadriyah dan mendapatkan pengesahan sebagai Sultan Pontianak dari Belanda pada tahun 1779.

Sejarah 

Kesultanan ini didirikan oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie, seorang putra ulama keturunan Arab Hadramaut dari Kerajaan Mempawah, pada hari Rabu, 23 Oktober 1771 (14 Rajab 1185 H) yang ditandai dengan membuka hutan di persimpangan Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Kapuas Besar untuk mendirikan balai dan rumah sebagai tempat tinggal. Pada tahun 1778 (1192 H), Syarif Abdurrahman dikukuhkan menjadi Sultan Pontianak. Letak pusat pemerintahan ditandai dengan berdirinya Masjid Jami Pontianak (kini bernama Masjid Sultan Syarif Abdurrahman) dan Istana Kadariyah yang sekarang terletak di Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak.

Masa Kolonia Eropa

Pada tahun 1778, kolonialis Belanda dari Batavia memasuki Pontianak dengan dipimpin oleh Willem Ardinpalm. Belanda saat itu menempati daerah di seberang istana kesultanan yang kini dikenal dengan daerah Tanah Seribu atau Verkendepaal. Palm kemudian digantikan oleh Wolter Markus Stuart yang bertindak sebagai Resident van Borneo’s Wester Afdeling I (1779-1784) dengan kedudukan di Pontianak. Semula, Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie menolak tawaran kerjasama dengan negeri asing dari Eropa itu. Namun setelah utusan itu datang untuk kedua kalinya, Syarif menerima Belanda sebagai rekan persemakmuran dengan tangan terbuka.
Pada tanggal 5 Juli 1779, Belanda membuat perjanjian dengan Sultan mengenai penduduk Tanah Seribu agar dapat dijadikan daerah kegiatan bangsa Belanda yang kemudian menjadi kedudukan pemerintahan Resident het Hoofd Westeraffieling van Borneo (Kepala Daerah Keresidenan Borneo Barat) dan Asistent Resident het Hoofd der Affleeling van Pontianak (Asisten Residen Kepala Daerah Kabupaten Pontianak). Area ini selanjutnya menjadi Controleur het Hoofd Onderafdeeling van Pontianak atau Hoofd Plaatselijk Bestuur van Pontianak.
Pada tahun 1808, Sultan Syarif Abdurrahman wafat. Dia dimakamkan di Batu Layang, Pontianak. Selanjutnya, Syarif Kasim Alkadrie (1808-1819) naik tahta menjadi Sultan Pontianak menggantikan ayahnya. Di bawah kekuasaan Sultan Syarif Kasim, Kesultanan Pontianak semakin mempererat kerjasama dengan Kerajaan Belanda dan kemudian Kerajaan Inggris sejak tahun 1811.
Setelah Sultan Syarif Kasim wafat pada 25 Februari 1819, Syarif Usman Alkadrie (1819-1855) naik tahta sebagai Sultan Pontianak. Pada masa kekuasaan Sultan Syarif Usman, banyak kebijakan bermanfaat yang dikeluarkan olehnya, termasuk dengan meneruskan proyek pembangunan Masjid Jami’ pada 1821 dan perluasan Istana Kadriyah pada tahun 1855. Pada April 1855, Sultan Syarif Usman meletakkan jabatannya sebagai sultan dan kemudian wafat pada 1860.
Anak tertua Sultan Syarif Usman, Syarif Hamid Alkadrie (1855-1872), kemudian dinobatkan sebagai Sultan Pontianak pada 12 April 1855. Dan ketika Sultan Syarif Hamid wafat pada 1872, putra tertuanya, Syarif Yusuf Alkadrie (1872-1895) naik tahta sebagai beberapa bulan setelah ayahanya wafat. Sultan Syarif Yusuf dikenal sebagai satu-satunya sultan yang paling sedikit mencampuri urusan pemerintahan. Dia lebih aktif dalam bidang keagamaan, sekaligus merangkap sebagai penyebar agama Islam.
Pemerintahan Sultan Syarif Yusuf berakhir pada 15 Maret 1895. Dia digantikan oleh putranya, Syarif Muhammad Alkadrie (1895-1944) yang dinobatkan sebagai Sultan Pontianak pada 6 Agustus 1895. Pada masa ini, hubungan kerjasama Kesultanan Pontianak dengan Belanda semakin erat dan kuat. Masa pemerintahan Sultan Syarif Muhammad merupakan masa pemerintahan terpanjang dalam sejarah Kesultanan Pontianak. Ia sangat berperan dalam mendorong terjadinya pembaruan dan moderenisasi di Pontianak. Dalam bidang sosial dan kebudayaan, dia adalah sultan Melayu di Kalimantan Barat yang pertama kali berpakaian kebesaran Eropa di samping pakaian Melayu, Teluk Belanga, sebagai pakaian resmi. Dia juga orang yang menyokong majunya bidang pendidikan serta kesehatan. Selain itu, ia juga mendorong masuknya modal swasta Eropa dan Cina, serta mendukung bangsa Melayu dan Cina mengembangkan perkebunan karet, kelapa, dan kopra serta industri minyak kelapa di Pontianak. Sementara dalam aspek politik, Sultan memfasilitasi berdiri dan berkembangnya organisasi-organisasi politik, baik yang dilakukan oleh kerabat kesultanan maupun tokoh-tokoh masyarakat.

Era Jepang 

Era kekuasaan Sultan Syarif Muhammad redup seketika seiring kedatangan bala tentara Kekaisaran Jepang ke Pontianak pada tahun 1942. Pada 24 Januari 1944, karena dianggap memberontak dan bersekutu dengan Belanda, Jepang menghancurkan Kesultanan Pontianak dan beberapa kesultanan-kesultanan Melayu di Kalimantan Barat.

Pihak Jepang sebenarnya sudah mencurigai bahwa di Kalimantan Barat terdapat komplotan-komplotan yang terdiri atas kaum cendekiawan, para bangsawan, raja, sultan, tokoh masyarakat, orang-orang Tionghoa, dan para pejabat. Sehingga mereka berinisiatif untuk menghancurkan mereka dengan penangkapan-penangkapan. Penangkapan-penangkapan tersebut terjadi antara September 1943 dan awal 1944. Tak hanya melakukan penangkapan-penangkapan, Jepang juga melakukan penyiksaan dan pembunuhan massal terhadap ribuan penduduk Pontianak dan sekitarnya. Pada 28 Juni 1944, Jepang menghabisi Sultan Syarif Muhammad beserta beberapa anggota keluarga dan kerabat kesultanan, pemuka adat, para cendekiawan, dan tokoh masyarakat Pontianak. Nasib sama juga menimpa para raja dan sultan lain serta masyarakat di Kalimantan Barat. Tragedi berdarah ini kemudian dikenal dengan sebutan Peristiwa Mandor. Pembunuhan Sultan Syarif Muhammad dan tindakan semena-mena Jepang inilah yang menjadi salah satu faktor utama terjadinya Perang Dayak Desa.
Jenazah Sultan Syarif Muhammad baru ditemukan pada 1946 oleh putranya yang bernama Syarif Hamid Alkadrie. Syarif Hamid bisa selamat dari genosida itu karena tidak sedang berada di Pontianak. Saat itu ia menjadi tawanan perang Jepang di Batavia sejak 1942 dan bebas pada 1945.

ZAMAN KEMERDEKAN INDONESIA

Setelah peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, atas prakarsa Sultan Hamid II inilah, Kesultanan Pontianak dan kesultanan-kesultanan Melayu di Kalimantan Barat bergabung dengan Republik Indonesia Serikat. Pada masa itu Sultan Hamid II menjabat sebagai Presiden Negara Kalimantan Barat (Kepala Daerah Istimewa Kalimantan Barat) pada 1947-1950. Sultan Hamid II adalah perancang Lambang Negara Indonesia. Selain sebagai Ketua Perhimpunan Musyawarah Federal (Bijeenkomst voor Federaal Overleg / BFO) pada tahun 1949, ia juga menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio di Kabinet Republik Indonesia Serikat.
Pada 28 Oktober 1946, Pemerintah Sipil Hindia Belanda sebagai Dewan Borneo Barat membentuk Daerah Istimewa Kalimantan Barat dan mendapat kedudukan sebagai Daerah Istimewa pada 12 Mei 1947. Daerah Istimewa Kalimantan Barat meliputi monarki-monarki (swapraja) di Kalimantan Barat, termasuk Kesultanan Pontianak. Saat itu Sultan Hamid II ditujuk sebagai Kepala Daerah Istimewa Kalimantan Barat. Sebelum 5 April 1950, Daerah Istimewa Kalimantan Barat bergabung dengan Negara Republik Indonesia (RIS). Daerahnya kemudian menjadi bagian dari Provinsi Administratif Kalimantan. Setelah pembubaran Republik Indonesia Serikat pada 17 Agustus 1950, wilayah Kesultanan Pontianak menjadi bagian Provinsi Kalimantan Barat.
Setelah Sultan Hamid II wafat pada 30 Maret 1978, terjadi kekosongan jabatan sultan di keluarga Kesultanan Paontianak. Kekosongan jabatan itu bahkan berlangsung selama 25 tahun. Namun pada 15 Januari 2004, pihak bangsawan Istana Kadriyah mengangkat Syarif Abubakar Alkadrie sebagai Sultan Pontianak. Jauh sebelumnya, tepatnya pada 29 Januari 2001 seorang bangsawan senior, Syarifah Khadijah Alkadrie, mengukuhkan Kerabat Muda Istana Kadriah Kesultanan Pontianak. Kerabat Muda ini bertujuan menjaga segala tradisi dan nilai budaya Melayu Pontianak, termasuk menghidupkan dan melestarikannya.

MEMPERJELAS SEJARAH ISLAM INDONESIA DENGAN MASALAH ANTAR KELOMPOK
BAB 2
E. Kesultanan Mataram

Gambar Kesultanan Mataram

Kesultanan Mataram adalah kerajaan Islam di Pulau Jawa yang pernah berdiri pada abad ke-17. Kerajaan ini dipimpin suatu dinasti keturunan Ki Ageng Sela dan Ki Ageng Pemanahan, yang mengklaim sebagai suatu cabang ningrat keturunan penguasa Majapahit. Asal-usulnya adalah suatu Kadipaten di bawah Kesultanan Pajang, berpusat di "Bumi Mentaok" yang diberikan kepada Ki Ageng Pemanahan sebagai hadiah atas jasanya. Raja berdaulat pertama adalah Sutawijaya (Panembahan Senapati), putra dari Ki Ageng Pemanahan.
Kerajaan Mataram pada masa keemasannya pernah menyatukan tanah Jawa dan sekitarnya, termasuk Madura. Negeri ini pernah memerangi VOC di Batavia untuk mencegah semakin berkuasanya firma dagang itu, namun ironisnya malah harus menerima bantuan VOC pada masa-masa akhir menjelang keruntuhannya.
Mataram merupakan kerajaan berbasis agraris/pertanian dan relatif lemah secara maritim. Ia meninggalkan beberapa jejak sejarah yang dapat dilihat hingga kini, seperti kampung Matraman di Batavia/Jakarta, sistem persawahan di Pantura Jawa Barat, penggunaan hanacaraka dalam literatur bahasa Sunda, politik feodal di Pasundan, serta beberapa batas administrasi wilayah yang masih berlaku hingga sekarang.

Mataram Masa Awal 

Sutawijaya naik tahta setelah ia merebut wilayah Pajang sepeninggal Hadiwijaya dengan gelar Panembahan Senopati. Pada saat itu wilayahnya hanya di sekitar Jawa Tengah saat ini, mewarisi wilayah Kerajaan Pajang. Pusat pemerintahan berada di Mentaok, wilayah yang terletak kira-kira di timur Kota Yogyakarta dan selatan Bandar Udara Adisucipto sekarang. Lokasi keraton (tempat kedudukan raja) pada masa awal terletak di Banguntapan, kemudian dipindah ke Kotagede. Sesudah ia meninggal (dimakamkan di Kotagede) kekuasaan diteruskan putranya Mas Jolang yang setelah naik tahta bergelar Prabu Hanyokrowati.
Pemerintahan Prabu Hanyokrowati tidak berlangsung lama karena dia wafat karena kecelakaan saat sedang berburu di hutan Krapyak. Karena itu ia juga disebut Susuhunan Seda Krapyak atau Panembahan Seda Krapyak yang artinya Raja (yang) wafat (di) Krapyak. Setelah itu tahta beralih sebentar ke tangan putra keempat Mas Jolang yang bergelar Adipati Martoputro. Ternyata Adipati Martoputro menderita penyakit syaraf sehingga tahta beralih ke putra sulung Mas Jolang yang bernama Mas Rangsangpada masa pemerintahan Mas Rangsang,Mataram mengalami masa keemasan.

Sultan Agung 

Sesudah naik tahta Mas Rangsang bergelar Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo atau lebih dikenal dengan sebutan Sultan Agung. Pada masanya Mataram berekspansi untuk mencari pengaruh di Jawa. Wilayah Mataram mencakup Pulau Jawa dan Madura (kira-kira gabungan Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur sekarang). Ia memindahkan lokasi kraton ke Karta (Jw. "kertå", maka muncul sebutan pula "Mataram Karta"). Akibat terjadi gesekan dalam penguasaan perdagangan antara Mataram dengan VOC yang berpusat di Batavia, Mataram lalu berkoalisi dengan Kesultanan Banten dan Kesultanan Cirebon dan terlibat dalam beberapa peperangan antara Mataram melawan VOC. Setelah wafat (dimakamkan di Imogiri), ia digantikan oleh putranya yang bergelar Amangkurat (Amangkurat I).

Terpecahnya Mataram  

Peta Mataram Baru yang telah dipecah menjadi empat kerajaan pada tahun 1830, setelah Perang Diponegoro. Pada peta ini terlihat bahwa Kasunanan Surakarta memiliki banyak enklave di wilayah Kasultanan Yogyakarta dan wilayah Belanda. Mangkunagaran juga memiliki sebuah enklave di Yogyakarta. Kelak enklave-enklave ini dihapus.
Amangkurat I memindahkan lokasi keraton ke Plered (1647), tidak jauh dari Karta. Selain itu, ia tidak lagi menggunakan gelar sultan, melainkan "sunan" (dari "Susuhunan" atau "Yang Dipertuan"). Pemerintahan Amangkurat I kurang stabil karena banyak ketidakpuasan dan pemberontakan. Pada masanya, terjadi pemberontakan besar yang dipimpin oleh Trunajaya dan memaksa Amangkurat bersekutu dengan VOC. Ia wafat di Tegalarum (1677) ketika mengungsi sehingga dijuluki Sunan Tegalarum. Penggantinya, Amangkurat II (Amangkurat Amral), sangat patuh pada VOC sehingga kalangan istana banyak yang tidak puas dan pemberontakan terus terjadi. Pada masanya, kraton dipindahkan lagi ke Kartasura (1680), sekitar 5 km sebelah barat Pajang karena kraton yang lama dianggap telah tercemar.
Pengganti Amangkurat II berturut-turut adalah Amangkurat III (1703-1708), Pakubuwana I (1704-1719), Amangkurat IV (1719-1726), Pakubuwana II (1726-1749). VOC tidak menyukai Amangkurat III karena menentang VOC sehingga VOC mengangkat Pakubuwana I (Puger) sebagai raja. Akibatnya Mataram memiliki dua raja dan ini menyebabkan perpecahan internal. Amangkurat III memberontak dan menjadi "king in exile" hingga tertangkap di Batavia lalu dibuang ke Ceylon.
Kekacauan politik baru dapat diselesaikan pada masa Pakubuwana III setelah pembagian wilayah Mataram menjadi dua yaitu Kesultanan Ngayogyakarta dan Kasunanan Surakarta tanggal 13 Februari 1755. Pembagian wilayah ini tertuang dalam Perjanjian Giyanti (nama diambil dari lokasi penandatanganan, di sebelah timur kota Karanganyar, Jawa Tengah). Berakhirlah era Mataram sebagai satu kesatuan politik dan wilayah. Walaupun demikian sebagian masyarakat Jawa beranggapan bahwa Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta adalah "ahli waris" dari Kesultanan Mataram.

MEMPERJELAS SEJARAH ISLAM INDONESIA DENGAN MASALAH ANTAR KELOMPOK
BAB 2
E. Kesultanan Malaka

Gambar Kesultanan Malaka

Sejarah Awal 
 
Kerajaan Malaka didirikan oleh Parameswara antara tahun 1380-1403 M. Parameswara berasal dari Sriwijaya, dan merupakan putra Raja Sam Agi. Saat itu, ia masih menganut agama Hindu. Ia melarikan diri ke Malaka karena kerajaannya di Sumatera runtuh akibat diserang Majapahit. Pada saat Malaka didirikan, di situ terdapat penduduk asli dari Suku Laut yang hidup sebagai nelayan. Mereka berjumlah lebih kurang tiga puluh keluarga. Raja dan pengikutnya adalah rombongan pendatang yang memiliki tingkat kebudayaan yang jauh lebih tinggi, karena itu, mereka berhasil mempengaruhi masyarakat asli. Kemudian, bersama penduduk asli tersebut, rombongan pendatang mengubah Malaka menjadi sebuah kota yang ramai. Selain menjadikan kota tersebut sebagai pusat perdagangan, rombongan pendatang juga mengajak penduduk asli menanam tanaman yang belum pernah mereka kenal sebelumnya, seperti tebu, pisang, dan rempah-rempah
Rombongan pendatang juga telah menemukan biji-biji timah di daratan. Dalam perkembangannya, kemudian terjalin hubungan perdagangan yang ramai dengan daratan Sumatera. Salah satu komoditas penting yang diimpor Malaka dari Sumatera saat itu adalah beras. Malaka amat bergantung pada Sumatera dalam memenuhi kebutuhan beras ini, karena persawahan dan perladangan tidak dapat dikembangkan di Malaka. Hal ini kemungkinan disebabkan teknik bersawah yang belum mereka pahami, atau mungkin karena perhatian mereka lebih tercurah pada sektor perdagangan, dengan posisi geografis strategis yang mereka miliki. Berkaitan dengan asal usul nama Malaka, bisa dirunut dari kisah berikut. Menurut Sejarah Melayu (Malay Annals) yang ditulis Tun Sri Lanang pada tahun 1565, Parameswara melarikan diri dari Tumasik, karena diserang oleh Siam. Dalam pelarian tersebut, ia sampai ke Muar, tetapi ia diganggu biawak yang tidak terkira banyaknya. Kemudian ia pindah ke Burok dan mencoba untuk bertahan disitu, tapi gagal. Kemudian Parameswara berpindah ke Sening Ujong hingga kemudian sampai di Sungai Bertam, sebuah tempat yang terletak di pesisir pantai. Orang-orang Seletar yang mendiami kawasan tersebut kemudian meminta Parameswara menjadi raja. Suatu ketika, ia pergi berburu. Tak disangka, dalam perburuan tersebut, ia melihat salah satu anjing buruannya ditendang oleh seekor pelanduk. Ia sangat terkesan dengan keberanian pelanduk tersebut. Saat itu, ia sedang berteduh di bawah pohon Malaka. Maka, kawasan tersebut kemudian ia namakan Malaka. Dalam versi lain, dikatakan bahwa sebenarnya nama Malaka berasal dari bahasa Arab Malqa, artinya tempat bertemu. Disebut demikian, karena di tempat inilah para pedagang dari berbagai negeri bertemu dan melakukan transaksi niaga. Demikianlah, entah versi mana yang benar, atau boleh jadi, ada versi lain yang berkembang di masyarakat.

GAYA POLITIK
  
Dalam menjalankan dan menyelenggarakan politik negara, ternyata para sultan menganut paham politik hidup berdampingan secara damai (co-existence policy) yang dijalankan secara efektif. Politik hidup berdampingan secara damai dilakukan melalui hubungan diplomatik dan ikatan perkawinan. Politik ini dilakukan untuk menjaga keamanan internal dan eksternal Malaka. Dua kerajaan besar pada waktu itu yang harus diwaspadai adalah Cina dan Majapahit. Maka, Malaka kemudian menjalin hubungan damai dengan kedua kerajaan besar ini. Sebagai tindak lanjut dari politik negara tersebut, Parameswara kemudian menikah dengan salah seorang putri Majapahit.  
Sultan-sultan yang memerintah setelah Prameswara (Muhammad Iskandar Syah)) tetap menjalankan politik bertetangga baik tersebut. Sebagai bukti, Sultan Mansyur Syah (1459—1477) yang memerintah pada masa awal puncak kejayaan Kerajaan Malaka juga menikahi seorang putri Majapahit sebagai permaisurinya. Di samping itu, hubungan baik dengan Cina tetap dijaga dengan saling mengirim utusan. Pada tahun 1405 seorang duta Cina Ceng Ho datang ke Malaka untuk mempertegas kembali persahabatan Cina dengan Malaka. Dengan demikian, kerajaan-kerajaan lain tidak berani menyerang Malaka. Pada tahun 1411, Raja Malaka balas berkunjung ke Cina beserta istri, putra, dan menterinya. Seluruh rombongan tersebut berjumlah 540 orang. Sesampainya di Cina, Raja Malaka beserta rombongannya disambut secara besar-besaran. Ini merupakan pertanda bahwa, hubungan antara kedua negeri tersebut terjalin dengan baik. Saat akan kembali ke Malaka, Raja Muhammad Iskandar Syah mendapat hadiah dari Kaisar Cina, antara lain ikat pinggang bertatahkan mutu manikam, kuda beserta sadel-sadelnya, seratus ons emas dan perak, 400.000 kwan uang kertas, 2600 untai uang tembaga, 300 helai kain khasa sutra, 1000 helai sutra tulen, dan 2 helai sutra berbunga emas. Dari hadiah-hadiah tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa, dalam pandangan Cina, Malaka adalah kerajaan besar dan diperhitungkan. Di masa Sultan Mansur Syah, juga terjadi perkawinan antara Hang Li Po, putri Maharaja Yung Lo dari dinasti Ming, dengan Sultan Mansur Shah. Dalam prosesi perkawinan ini, Sultan Mansur Shah mengirim Tun Perpateh Puteh dengan serombongan pengiring ke negeri China untuk menjemput dan membawa Hang Li Po ke Malaka. Rombonga ini tiba di Malaka pada tahun 1458 dengan 500 orang pengiring. Demikianlah, Malaka terus berusaha menjalankan politik damai dengan kerajaan-kerajaan besar. Dalam melaksanakan politik bertetangga yang baik ini, peran Laksamana Malaka Hang Tuah sangat besar. Laksamana yang kebesaran namanya dapat disamakan dengan Gajah Mada atau Adityawarman ini adalah tangan kanan Sultan Malaka, dan sering dikirim ke luar negeri mengemban tugas kerajaan. Ia menguasai bahasa Keling, Siam dan Cina.

TOKOH HANG TUAH
  
Hang Tuah lahir di Sungai Duyung Singkep. Ayahnya bernama Hang Machmud dan ibunya bernama Dang Merdu. Kedua orang tuanya adalah rakyat biasa yang hidup sebagai petani dan penangkap ikan. Keluarga Hang Tuah kemudian pindah ke Pulau Bintan. Di sinilah ia dibesarkan. Dia berguru di Bukit Lengkuas, Bintan Timur. Pada usia yang masih muda, Hang Tuah sudah menunjukkan kepahlawanannya di lautan. Bersama empat orang kawan seperguruannya, yaitu Hang Jebat, Hang Kesturi, Hang Lekir, dan Hang Lekiyu, mereka berhasil menghancurkan perahu-perahu bajak laut di sekitar perairan dan selat-selat di Kepulauan Riau, sekalipun musuh mereka jauh lebih kuat. Karena kepahlawanan Hang Tuah dan kawan-kawannya tersebut, maka Sultan Kerajaan Malaka mengangkat mereka sebagai prajurit kerajaan. Hang Tuah sendiri kemudian diangkat menjadi Laksamana Panglima Angkatan Laut Kerajaan Malaka. Sedangkan empat orang kawannya tersebut di atas, kelak menjadi prajurit Kerajaan Malaka yang tangguh. Dalam pengabdiannya demi kebesaran Malaka, Laksamana Hang Tuah dikenal memiliki semboyan berikut. 
1. Esa hilang dua terbilang 
2. Tak Melayu hilang di bumi. 
3. Tuah sakti hamba negeri. 
Hingga saat ini, orang Melayu masih mengagungkan Hang Tuah, dan keberadaanya hampir menjadi mitos. Namun demikian, Hang Tuah bukanlah seorang tokoh gaib. Dia meninggal di Malaka dan dimakamkan di tempat asalnya, Sungai Duyung di Singkep.

KESULTANAN MALAKA DENGAN PENYEBARAN ISLAM NYA
  
Sebelum muncul dan tersebarnya Islam di Semenanjung Arabia, para pedagang Arab telah lama mengadakan hubungan dagang di sepanjang jalan perdagangan antara Laut Merah dengan Negeri Cina. Berkembangnya agama Islam semakin memberikan dorongan pada perkembangan perniagaan Arab, sehingga jumlah kapal maupun kegiatan perdagangan mereka di kawasan timur semakin besar. Pada abad VIII, para pedagang Arab sudah banyak dijumpai di pelabuhan Negeri Cina. Diceritakan, pada tahun 758 M, Kanton merupakan salah satu tempat tinggal para pedagang Arab. Pada abad IX, di setiap pelabuhan yang terdapat di sepanjang rute perdagangan ke Cina, hampir dapat dipastikan ditemukan sekelompok kecil pedagang Islam. Pada abad XI, mereka juga telah tinggal di Campa dan menikah dengan penduduk asli, sehingga jumlah pemeluk Islam di tempat itu semakin banyak. Namun, rupanya mereka belum aktif berasimilasi dengan kaum pribumi sehingga penyiaran agama Islam tidak mengalami kemajuan. Sebagai salah satu bandar ramai di kawasan timur, Malaka juga ramai dikunjungi oleh para pedagang Islam. Lambat laun, agama ini mulai menyebar di Malaka. Dalam perkembangannya, raja pertama Malaka, yaitu Prameswara akhirnya masuk Islam pada tahun 1414 M. Dengan masuknya raja ke dalam agama Islam, maka Islam kemudian menjadi agama resmi di Kerajaan Malaka, sehingga banyak rakyatnya yang ikut masuk Islam. Selanjutnya, Malaka berkembang menjadi pusat perkembangan agama Islam di Asia Tenggara, hingga mencapai puncak kejayaan di masa pemeritahan Sultan Mansyur Syah (1459—1477). Kebesaran Malaka ini berjalan seiring dengan perkembangan agama Islam. Negeri-negeri yang berada di bawah taklukan Malaka banyak yang memeluk agama Islam. Untuk mempercepat proses penyebaran Islam, maka dilakukan perkawinan antarkeluarga. Malaka juga banyak memiliki tentara bayaran yang berasal dari Jawa. Selama tinggal di Malaka, para tentara ini akhirnya memeluk Islam. Ketika mereka kembali ke Jawa, secara tidak langsung, mereka telah membantu proses penyeberan Islam di tanah Jawa. Dari Malaka, Islam kemudian tersebar hingga Jawa, Kalimantan Barat, Brunei, Sulu dan Mindanau (Filipina Selatan). Malaka runtuh akibat serangan Portugis pada 24 Agustus 1511, yang dipimpin oleh Alfonso de Albuquerque. Sejak saat itu, para keluarga kerajaan menyingkir ke negeri lain. 

Sisilah Kesultanan Malaka
 
 1. Permaisura yang bergelar Muhammad Iskandar Syah (1380—1424) 
2. Sri Maharaja (1424—1444) 
3. Sri Prameswara Dewa Syah (1444—1445) 
4. Sultan Muzaffar Syah (1445—1459) 
5. Sultan Mansur Syah (1459—1477) 
6. Sultan Alauddin Riayat Syah (1477—1488) 
7. Sultan Mahmud Syah (1488—1551)

Periode Pemerintahan
   
Setelah Parameswara masuk Islam, ia mengubah namanya menjadi Muhammad Iskandar Syah pada tahun 1406, dan menjadi Sultan Malaka I. Kemudian, ia kawin dengan putri Sultan Zainal Abidin dari Pasai. Posisi Malaka yang sangat strategis menyebabkannya cepat berkembang dan menjadi pelabuhan yang ramai. Akhir kesultanan Malaka terjadi ketika wilayah ini direbut oleh Portugis yang dipimpin oleh Alfonso d’albuquerque pada tahun 1511. Saat itu, yang berkuasa di Malaka adalah Sultan Mahmud Syah. Usia Malaka ternyata cukup pendek, hanya satu setengah abad. Sebenarnya, pada tahun 1512, Sultan Mahmud Syah yang dibantu Dipati Unus menyerang Malaka, namun gagal merebut kembali wilayah ini dari Portugis. Sejarah Melayu tidak berhenti sampai di sini. Sultan Melayu segera memindahkan pemerintahannya ke Muara, kemudian ke Pahang, Bintan Riau, Kampar,kemudian kembali ke Johor dan terakhir kembali ke Bintan. Begitulah, dari dahulu bangsa Melayu ini tidak dapat dipisahkan. Kolonialisme Baratlah yang memecah belah persatuan dan kesatuan Melayu.

  MEMPERJELAS SEJARAH ISLAM INDONESIA DENGAN MASALAH ANTAR KELOMPOK
BAB 2
F. KERAJAAN PAGARROYUNG

Balai Kesultanan Pagaruyung

Kerajaan Pagaruyung adalah sebuah kerajaan yang pernah berdiri, meliputi provinsi Sumatra Barat sekarang dan daerah-daerah di sekitarnya. Nama kerajaan ini berasal dari ibukotanya, yang berada di nagari Pagaruyung. Kerajaan ini didirikan oleh seorang pangeran dari Majapahit bernama Adityawarman pada tahun 1347. Kerajaan Pagaruyung menjadi Kesultanan Islam sekitar tahun 1600-an. Walaupun Adityawarman merupakan pangeran dari Majapahit, ia sebenarnya memiliki darah Melayu. Dalam sejarahnya, pada tahun 1286, Raja Kertanegara menghadiahkan arca Amogapacha untuk Kerajaan Darmasraya di Minangkabau. Sebagai imbalan atas pemberian iTu, Raja Darmas Raya memperkenankan dua putrinya, Dara Petak dan Dara Jingga untuk dibawa dan dipersunting oleh bangsawan Singosari. Dari perkawinan Dara Jingga inilah kemudian lahir Aditywarman. Ketika Singosari runtuh, mucul Majapahit. Adityawarman merupakan seorang pejabat di Majapahit. Suatu ketika, ia dikirim ke Darmasraya sebagai penguasa daerah tersebut. Tapi kemudian, Adityawarman justru melepaskan diri dari Majapahit. Dalam sebuah prasasti bertahun 1347, disebutkan bahwa Aditywarman menobatkan diri sebagai raja atas daerah tersebut. Daerah kekuasaannya disebut Pagaruyung, karena ia memagari daerah tersebut dengan ruyung pohon kuamang, agar aman dari gangguan pihak luar. Karena itulah, negeri itu kemudian disebut dengan Pagaruyung. Kekuasaan raja Pagaruyung sudah sangat lemah pada saat menjelang perang Padri, meskipun raja masih tetap dihormati. Daerah-daerah di pesisir barat jatuh ke dalam pengaruh Aceh, sedangkan Inderapura di pesisir selatan praktis menjadi kerajaan merdeka meskipun resminya masih tunduk pada raja Pagaruyung. Kerajaan ini runtuh pada masa Perang Padri akibat konflik yang terjadi dan campur tangan kolonial Belanda pada pertengahan abad ke-19. Sebelum kerajaan ini berdiri, sebenarnya masyarakat di wilayah Minangkabau sudah memiliki sistem politik semacam konfederasi yang merupakan lembaga musyawarah dari berbagai nagari dan luhak. Dilihat dari kontinuitas sejarah, Kerajaan Pagaruyung merupakan semacam perubahan sistem administrasi semata bagi masyarakat setempat (Suku Minang).

BENTUK PEMERINTAHAN
 
Kerajaan Pagaruyung membawahi lebih dari 500 nagari yang merupakan satuan wilayah otonom. Nagari-nagari ini merupakan dasar kerajaan, dan mempunyai kewenangan yang luas dalam memerintah. Misalnya nagari punya kekayaan sendiri dan memiliki pengadilan adatsendiri. Beberapa buah nagari terkadang membentuk persekutuan. Misalnya Bandar X adalah persekutuan sepuluh nagari di selatan Padang. Kepala persekutuan ini diambil dari kaum penghulu, dan sering diberi gelar raja. Raja kecil ini bertindak sebagai wakil Raja Pagaruyung. Di daerah darek umumnya nagari-nagari ini diperintah oleh para penghulu, yang mengepalai masing-masing suku yang berdiam dalam nagari tersebut. Penghulu dipilih oleh anggota suku, dan warga nagari mengendalikan pemerintahan melalui para penghulu mereka. Keputusan pemerintahan diambil melalui kesepakatan para penghulu, setelah dimusyawarahkan terlebih dahulu.
Di daerah rantau seperti di pasmasan kekuasan penghulu yang mengepalai masing-masing suku yang berdiam dalam nagari tersebut. Penghulu dipilih oleh anggota suku, dan warga nagari mengendalikan pemerintahan melalui para penghulu mereka. Keputusan pemerintahan diambil melalui kesepakatan para penghulu, setelah dimusyawarahkan terlebih dahulu. Di daerah rantau seperti di Pasaman kekuasaan penghulu ini sering berpindah kepada raja-raja kecil, yang memerintah turun temurun. Di Inderapura raja mengambil gelar sultan. 
Raja Pagaruyung mengendalikan secara langsung daerah rantau. Ia boleh membuat peraturan dan memungut pajak di sana. Daerah-daerah rantau ini adalah Pasaman, 
Kampar, Rokan, Indragiri dan Batanghari. Di daerah inti Kerajaan Pagaruyung (di Luhak Nan Tigo) meskipun tetap dihormati ia hanya bertindak sebagai penengah. Untuk melaksanakan tugas-tugasnya Raja Pagaruyung dibantu oleh dua orang raja lain, Raja Adat yang berkedudukan di Buo, dan Raja Ibadat yang berkedudukan di Sumpur Kudus. Raja Adat memutuskan masalah-masalah adat sedangkan Raja Ibadat mengurus masalah-masalah agama. Bila ada masalah yang tidak selesai barulah dibawa ke Raja Pagaruyung yang disebut sebagai Raja Alam Selain kedua raja tadi Raja Alam dibantu pula oleh Basa Ampek Balai, artinya orang besar yang berempat. Mereka adalah: 
1. Bandaro (bendahara) atau Tuanku Titah yang berkedudukan di Sungai Tarab. 
Kedudukannya hampir sama seperti Perdana Menteri. Bendahara ini dapat 
dibandingkan dengan jabatan bernama sama di Kesultanan Melaka 
2. Makhudum yang berkedudukan di Sumanik. Bertugas memelihara hubungan dengan 
rantau dan kerajaan lain. 
3. Indomo yang berkedudukan di Saruaso. Bertugas memelihara adat-istiadat 
4. Tuan Kadi berkedudukan di Padang Ganting. Bertugas menjaga syariah agama 
Tuan Gadang di Batipuh tidak termasuk dalam Basa Ampek Balai, namun derajatnya sama. Tuan Gadang bertugas sebagai panglima angkatan perang. Sebagai aparat pemerintah masing-masing Basa Ampek alai punya daerah-daerah tertentu di mana mereka berhak menagih upeti sekedarnya. Daerah-daerah ini di sebut rantau masing-masing,Bandaro memiliki rantau di Bandar X, rantau Tuan Kadi adalah di VII Koto dekat Sijunjung, Indomo punya rantau di bagian utara Padang sedangkan Makhudum punya rantau di Semenanjung Melayu, di daerah pemukiman orang Minangkabau di sana.


   MEMPERJELAS SEJARAH ISLAM INDONESIA DENGAN MASALAH ANTAR KELOMPOK
BAB 2
G. Kesultanan Ternate
 
gambar kesultanan Ternate

Pulau Ternate merupakan sebuah pulau gunung api seluas 40 km persegi, terletak di Maluku Utara, Indonesia. Penduduknya berasal dari Halmahera yang datang ke Ternate dalam suatu migrasi. Pada awalnya, terdapat empat kampung di Ternate, masing-masing kampung dikepalai oleh seorang Kepala Marga, dalam bahasa Ternate disebut Momole. Lambat laun, empat kampung ini kemudian bergabung membentuk sebuah kerajaan yang mereka namakan Ternate. Selain Ternate, terdapat juga kerajaan lain di kawasan Maluku Utara, yaitu: Tidore, Jailolo, Bacan, Obi dan Loloda. Dalam sejarahnya, Ternate merupakan daerah terkenal penghasil rempah-rempah, karena itu, banyak pedagang asing dari India, Arab, Cina dan Melayu yang datang untuk berdagang. Sebagai wakil masyarakat, yang berhubungan dengan para pedagang tersebut adalah para kepala marga (momole). Bagaimana awal cerita pembentukan Kerajaan Ternate? Ceritanya, seiring semakin meningkatnya aktifitas perdagangan, dan adanya ancaman eksternal dari para lanun atau perompak laut, maka kemudian timbul keinginan untuk mempersatukan kampung-kampung yang ada di Ternate, agar posisi mereka lebih kuat. Atas prakarsa momole Guna, pemimpin Tobona, kemudian diadakan musyawarah untuk membentuk suatu organisasi yang lebih kuat dan mengangkat seorang pemimpin tunggal sebagai raja. Hasilnya, momole Ciko, pemimpin Sampalu, terpilih dan diangkat sebagai Kolano (raja) pertama pada tahun 1257 M dengan gelar Baab Mashur Malamo. Baab Manshur berkuasa hingga tahun 1272 M. Kerajaan Ternate memainkan peranan penting di kawasan ini, dari abad ke-13 hingga 17 M, terutama di sektor perdagangan. Dalam sejarah Indonesia, Kesultanan Ternate merupakan salah satu di antara kerajaan Islam tertua di nusantara, dikenal juga dengan nama Kerajaan Gapi. Tapi, nama Ternate jauh lebih populer dibanding Gapi. 

Persekutuan 

Sebagaimana disebutkan di atas, selain Ternate, di Maluku juga terdapat beberapa kerajaan lain yang juga memiliki pengaruh. Masing-masing kerajaan bersaing untuk menjadi kekuatan hegemonik. Dalam perkembangannya, Ternate tampaknya berhasil menjadi kekuatan hegemonik di wilayah tersebut, berkat kemajuan perdagangan dan kekuatan militer yang mereka miliki. Selanjutnya, Ternate mulai melakukan ekspansi wilayah, sehingga menimbulkan kebencian kerajaan lainnya. Dari kebencian, akhirnya berlanjut pada peperangan. Untuk menghentikan konflik yang berlarut-larut, kemudian Raja Ternate ke-7, yaitu Kolano Cili Aiya (1322-1331) mengundang raja-raja Maluku yang lain untuk berdamai. Setelah pertemuan,akhirnya mereka sepakat membentuk suatu persekutuan yang dikenal sebagai Persekutan Moti atau Motir Verbond. Hasil lain pertemuan adalah, kesepakatan untuk menyeragamkan bentuk lembaga kerajaan di Maluku. Pertemuan ini diikuti oleh 4 raja terkuat Maluku, oleh sebab itu, persekutuan tersebut disebut juga sebagai Persekutuan Moloku Kie Raha (Empat Gunung Maluku).

Islam Ternante 

Diperkirakan, Islam sudah lama masuk secara diam-diam ke Ternate melalui jalur perdagangan. Hal ini ditandai dengan banyaknya pedagang Arab yang datang ke wilayah tersebut untuk berdagang, bahkan ada yang bermukim. Selain melalui perdagangan, penyebaran Islam juga dilakukan lewat jalur dakwah. Muballigh yang terkenal dalam menyebarkan Islam di kawasan ini adalah Maulana Hussain dan Sunan Giri Ada dugaan, sebelum Kolano Marhum, sudah ada Raja Ternate yang memeluk Islam, namun, hal ini masih menjadi perdebatan. Secara resmi, Raja Ternate yang diketahui memeluk Islam adalah Kolano Marhum (1465-1486 M), Raja Ternate ke-18. Anaknya, Zainal Abidin (1486-1500) yang kemudian menggantikan ayahnya menjadi raja, pernah belajar di Pesantren  Sunan Giri di Gresik. Saat itu, ia dikenal dengan sebutan Sultan Bualawa (Sultan Cengkeh). Ketika menjadi Sultan, Zainal Abidin kemudian mengadopsi hukum Islam, sebagai undang-undang kerajan Ia juga mengganti gelar Kolano dengan sultan. Untuk memajukan sektor pendidikan, ia juga membangun sekolah (madrasah). Sejak saat itu, Islam berkembang pesat di Ternate dan menjadi agama resmi kerajaan.

Era Eropa Di Ternante 

Orang Eropa pertama yang datang ke Ternate adalah Loedwijk de Bartomo (Ludovico Varthema) pada tahun 1506 M. Enam tahun kemudian, pada 1512 M, rombongan orang Portugis tiba di Ternate di bawah pimpinan Fransisco Serrao. Ketika pertama kali datang, bangsa kulit putih ini masih belum menunjukkan watak imperialismenya. Saat itu, mereka masih menunjukkan itikad baik sebagai pedagang rempah-rempah. Oleh sebab itu, Sultan Bayanullah (1500-1521) yang berkuasa di Ternate saat itu memberi izin pada Portugis untuk mendirikan pos dagang. Sebenarnya, Portugis datang bukan hanya untuk berdagang, tapi juga menjajah dan 
menguras kekayaan Ternate untuk dibawa ke negerinya. Namun, niat jahat ini tidak diketahui oleh orang-orang Ternate. Ketika Sultan Bayanullah wafat, ia meninggalkan seorang permaisuri bernama Nukila, dan dua orang putera yang masih belia, Pangeran Hidayat dan Pangeran Abu Hayat. Selain itu, adik Sultan Bayanullah, Pangeran Taruwese juga masih hidup dan ternyata berambisi menjadi Sultan Ternate. Portugis segera memanfaatkan situasi dengan mengadu domba kedua belah pihak hingga pecah perang saudara. Dalam perang saudara tersebut, Portugis berpihak pada Pangeran Taruwese, sehingga Taruwese berhasil memenangkan peperangan. Tak disangka, setelah memenangkan peperangan, Pangeran Taruwese justru dikhianati dan dibunuh oleh Portugis. Kemudian, Portugis memaksa Dewan Kerajaan untuk mengangkat Pangeran Tabarij sebagai Sultan Ternate. Sejak saat itu, Pangeran Tabarij menjadi Sultan Ternate. Dalam perkembangannya, Tabarij juga tidak menyukai tindak-tanduk Portugis di Ternate. Akhirnya, ia difitnah Portugis dan dibuang ke Goa-India. Di sana, ia dipaksa menandatangani perjanjian untuk menjadikan Ternate sebagai kerajaan Kristen, namun, ia menolaknya. Sultan Khairun yang menggantikan Tabarij juga menolak mentah-mentah perjanjian ini. Tindak-tanduk Portugis yang sewenang-wenang terhadap rakyat dan keluarga sultan di 
Ternate membuat Sultan Khairun jadi geram. Ia segera mengobarkan semangat perlawanan terhadap Portugis. Untuk memperkuat posisi Ternate dan mencegah datangnya bantuan Portugis dari Malaka, Ternate kemudian membentuk persekutuan segitiga dengan Demak dan Aceh, sehingga Portugis kesulitan mengirimkan bantuan militer ke Ternate. Portugis hampir mengalami kekalahan. Untuk menghentikan peperangan, kemudian Gubernur Portugis di Ternate, Lopez de Mesquita mengundang Sultan Khairun untuk berunding. Berbekal kelicikan dan kejahatan yang memang telah biasa mereka lakukan, Portugis kemudian membunuh Sultan Khairun di meja perundingan. Sultan Babullah (1570-1583 M) kemudian naik menjadi Sultan Ternate menggantikan Sultan Khairun yang dibunuh Portugis. Ia segera memobilisasi kekuatan untuk menggempur kekuatan Portugis di seluruh Maluku dan wilayah timur Indonesia. Setelah berperang selama lima tahun, akhirnya Ternate berhasil mengusir Portugis untuk selamanya dari bumi Maluku pada tahun 1575 M. Dalam sejarah perlawanan rakyat Indonesia, ini merupakan kemenangan pertama bangsa Indonesia melawan penjajah kulit putih. 

Sisilah Raja Ternante 

Berikut ini beberapa kolano dan sultan yang pernah berkuasa di Ternate. Data berikut belum 
lengkap, karena masih banyak nama sultan yang belum tercantum. Urutan nama-nama sultan 
disesuaikan dengan urutannya menjadi sultan. 
1. Kolano Baab Mashur Malamo (1257-1272) 
7. Kolano Cili Aiya (1322-1331) 
17. Kolano Marhum (1465-1486) 
18. Sultan Zainal Abidin (1486-1500) 
19. Sultan Bayanullah (1500-1521) 
20. Pangeran Taruwese 
21. Pangeran Tabarij 
22. Sultan Khairun (1534-1570) 
23. Sultan Baabullah (1570-1583) 
-- Sultan Mandar Syah (1648-1650) 
-- Sultan Manila (1650-1655) 
-- Sultan Mandar Syah (1655-1675) 
-- Sultan Sibori (1675-1691) 
-- Sultan Muhammad Usman (1896-1927) 
48. Sultan Muhammad Jaber Syah 
49. Sultan Mudaffar Syah (1975-sekarang) 

Masa Pemerintahan 

Ternate mencapai masa jaya pada paruh kedua abad ke-16 M, di masa pemerintahan Sultan Baabullah (1570-1583), berkat ramainya perdagangan rempah-rempah. Saat itu, untuk menjaga lalu lintas perdagangan di kawasan tersebut, Ternate memiliki armada militer yang tangguh. Ketangguhan armada ini telah terbukti dengan keberhasilan mereka mengalahkan penjajah Portugis. Pada paruh kedua abad ke-17 M, sebenarnya kejayaan Kerajaan Ternate telah berakhir, seiring dengan mundurnya Sultan Mandar Syah dari singgasana kerajaan karena dipaksa oleh Gubernur VOC di Ambon, Arnold de Vlaming. Bahkan, ternyata Sultan bukan hanya dipaksa turun, tapi juga dipaksa untuk menandatangani perjanjian agar Ternate melepaskan seluruh klaim teritorinya di Maluku. Hingga saat ini, Kerajaan Ternate telah berdiri lebih dari 750 tahun. Dalam usianya yang sudah begitu tua, Kesultanan Ternate masih tetap berdiri, walaupun keberadaannya tak lebih dari simbol belaka. Jabatan sultan sekarang ini tak memiliki wewenang, tapi tetap berpengaruh di masyarakat. Sultan Ternate saat ini adalah Drs. Hi. Mudaffar Sjah, BcHk. (Mudaffar II) yang dinobatkan tahun 1975, dan merupakan sultan yang ke-49. 

Gaya Pemerintahan 

Sebagaimana diceritakan di atas, pada awal berdirinya, Kerajaan Ternate hanyalah kumpulan beberapa kampung. Saat itu, kepala kampungya disebut Momole. Ketika kampung-kampung ini bersatu membentuk sebuah kerajaan, pemimpinnya disebut Kolano (raja). Ketika Islam mulai menyebar ke seluruh penjuru nusantara dan Raja Ternate kemudian memeluk Islam, gelar Kolano diganti dengan sultan. Kolano pertama yang memakai gelar sultan adalah Zainal 
Abidin. Sejak saat itu, pemimpin tertinggi di Ternate adalah sultan. Selanjutnya, karena kerajaan menggunakan hukum Islam, maka, ulama juga memegang peranan penting. Untuk membantu Sultan menjalankan tugas-tugas kerajaan, kemudian dibentuk pula jabatan Jogugu (perdana menteri) dan Penasihat Raja yang disebut Fala Raha (empat rumah). Fala Raha merupakan representasi empat klan bangsawan yang menjadi tulang punggung Kesultanan Ternate. Bisa dikatakan bahwa, Fala Raha sebenarnya pengganti empat momole di masa sebelum datangnya Islam. Masing-masing raha dipimpin oleh seorang Kimalaha. Di antara Kimalaha tersebut adalah: Marasaoli, Tomagola, Tomaito dan Tamadi. Para pejabat tinggi istana berasal dari empat klan ini. Jika sultan tak meninggalkan pewaris, maka penerusnya dipilih dari salah satu klan yang empat ini. Jabatan lain yang dibentuk untuk membantu tugas sultan adalah Bobato Nyagimoi (Dewan 18), Sabua Raha, Kapita Lau, Salahakan dan Sangaji. 

Budaya Ternate 
   
Ternate merupakan daerah yang terkenal penghasil rempah-rempah. Penduduk yang bertani adalah mereka yang tinggal di kawasan perbukitan, mereka menanam cengkeh, pala, kayu manis dan kenari. Cengkeh dari Ternate sangat terkenal karena kualitasnya yang baik. Di daerah yang agak rendah, penduduknya menanam kelapa. Masyarakat yang bermukim di pinggir pantai banyak juga yang menjadi nelayan. Selain petani dan nelayan, orang-orang Ternate juga banyak yang menjadi pedagang. Makanan utama orang Ternate adalah beras, sagu atau ubi kayu (singkong) yang diolah khusus, dikenal dengan nama huda, bentuknya mirip dengan irisan roti. Dari singkong, orang Ternate juga membuat papeda. Beras yang dikonsumsi masyarakat Ternate berasal dari Pulau Halmahera, Makassar dan Manado.

Jika direnungkan, sebenarnya peninggalan Ternate tidak sebanding dengan kebesaran namanya. Tidak ada warisan intelektual, arsitektur ataupun seni berkualitas tinggi yang ditinggalkannya. Satunya-satunya warisan sastra yang ditinggalkan hanyalah Dolo bololo se dalil moro Sastra ini berbentuk puisi, peribahasa, ibarat, yang kebanyakannya berisi pendidikan moral tradisional. Padahal, sebagai bandar utama rempah-rempah di Maluku, Ternate sudah berhubungan dengan peradaban yang lebih maju seperti Jawa, Melayu, Cina, Arab dan Eropa. Namun, sepertinya hal itu tidak meninggalkan pengaruh.Berkaitan dengan absennya kebudayaan tulis, mungkin disebabkan Ternate selalu sibuk dengan urusan peperangan dan konflik. Sebelum Eropa datang, Ternate konflik dengan kerajaan sekitarnya karena memperebutkan hegemoni. Setelah bangsa Eropa datang, konflik terjadi dengan bangsa Eropa. Implikasinya, orang Ternate mencurahkan segenap energinya hanya untuk mempertahankan diri, sebab, konteksnya adalah: menyerang atau diserang.  karena alasan itu maka seni budaya yang muncul di Ternate, seperti tarian cakalele, memiliki watak militer.

Kesimpulan Ahkir Dari Tulisan 

Gambar Avril Fans Fender Exspedisi 8 Bulan

Tidak bermasuk mengulang kata-kata penulisan, dan tidak bosan mengigatkan anda pembaca, bahwa tulisan ini bukan bertujuan poprokasi dan lain nya, apa lagi mengucilkan kelompok lain nya, dan tulisan ini juga tidak berpihak pada siapa pun, dan tulisan ini bertujuan untuk meluruskan yang bengkok, dan juga mengabilikan sejarah Indonesia yang sudah di koropsi oleh pihak yang tidak bertangun jawab sama sekali, akibat nya terjadi konflik.
Dan mungkin ini dulu hasil Exspedisi Avril fans Fender, dan mohon maaf kepada pihak yang tidak tercantung dalam tulisan ini, nanti kami akan memuat kalian di tulisan yang akan datang, karena juga kami tidak bermaksut untuk membahas jasa tokoh dan kesultanan, namun kami memperbaiki nya, yang mana belum di tulis kami tulisa kan, ini tujuga perbaikan dari Pemerintah, yang mana sejarah yang belum termuat di buku sajarah maka di tuliskan nanti nya, dan semua tulisan ini sudah di jamin kebenaran oleh pihak pemerintah Indonesia, jadi jangan salah paham, dan di salah gunakan untuk propvokasi dan doktrin sejarah Indonesia.


Dan mungkin sekian dulu imformasi yang saya bisa berikan pada anda para pembaca. Dan kita bertemu lagi di lain epesodi tulisa saya yang baru nanti.
Terima kasih telah membaca nya semoga berguna untuk anda.
Mohon maaf bila ada kekeliruan dalam tulisan saya di atas.

FROG GOZILLA
Ketua Organisasi Alternativ Rock Numetal Comnty Tato88 Tanjung Tabalong yang bergerak memajukan pendidikan di Banjarmasin Aceh dan Indonesia.
Organisasi ini juga sangat aktiv di industri musik Rock Endergrond,
Dan berjuang untuk membangun perintahan ustmaniyah yang baru,  

Simbol Organisasi

Avril Lavigne