Translate

Sabtu, 30 Juli 2016

Muhammad Ali Menolak Penjajahan AS Di Vetnam 1957 - 1975



Muhammad Ali Menolak Penjajahan AS Di Vetnam 1957 - 1975

WELCOME BLOGGER FROG GOZILLA
Terima kasih pada anda para pembaca yang sudah mau melungkan waktu berharga anda hanya untuk membaca tulisan saya 

Pendahuluan

Avril fans Fender Redaksi Repoter Junarlis Kantor Berita Kanada Banjarmasin 

Tulisan ini saya bisa pertangung jawabkan ke benaranya, dan tulisan ini di tulis di bantu oleh kawan-kawan Avril Fans Fender Repoter redaksi kantor berita Kanada Banjarmasin, Aceh, Sumatera, Malasyia, Philipina, dan Vetnam, dan tulisan ini juga di ambil dari hasil wawancara Koran Banjarmasin Pos pada tahun 20 Oktober 1973, Ali "menyiksa" lawannya, Rudie Lubbers, selama 12 ronde dalam pertandingan kelas berat tanpa gelar di Istora Senayan, Jakarta. 
Tulisan ini membahas secara singkat mengenai penjajahan Amerika Serikat di vetnam, pada tahun 1957 sampai 1975, memang banyak yang terlibat perang ini, seperti Philina, Inggris, New Zedlan, Australia, Rusia, Cina, Korea Selatan, Korea Utara, Jepang, dan Perancis, namun tokoh sentral dalam penjajahan ini adalah Amerika Serikat, dan Rusia, tapi tetap saja yang paling sadis adalah Amerika Serikat, yang anti dengan kominis Rusia dan Cina, yang di angap berbahaya, tapi apa pun juga kita sekarang punya bukti nyata tetang kekejaman Amerika Serikat di Ivnasi Iran, Afganistan, Suriyah, Palestina, Pakistan, Yaman, Afrika, Amerika Latin, jika nazi memang jahan, kami tidak bisa mengatakan nya baik, namun Amerika Serikat yang mengatakan Nazi kejam dan pemubunuhan masal Yahudi, mereka Amerika Serikat lebih banyak lagi menbunuh orang tak berdosa dari nazi yang terus di burukan nya itu, dan bom Nagasaki,sudah sebanding, dengan korban nazi, meskipun Japang yang memulai nya, namun Jepang membom tempat militer bukan perkampungan sipil.
Tulisan ini membahas tokoh-tokoh yang berani menentang penjajahan Vetnam dan Timor Tengah, seperti Muhammad Ali, Ahmadentejan Iran, Rage Agains The Machine Band Rock yang juga dari Amerika Serikat, namun yang paling fokus kan dalam penulisan ini adalah Muhammad Ali, yang begitu keras dalam penetangan nya terhada Amerika Serikat, padahal dia adalah Orang Amerika Serikat, dan juga kami memapaparkan riwayat hidup nya, dan pantas jika orang Vetnam mengatakan Muhammad Ali dan Zack Delarocha Rage Anginst The Machine di angap pahlawan, walau pun mereka berdua tidak turun medan perang langsung, namun teriakan nya membuka mata dunia akan penjajahan Amerika Serikat yang suka ikut campur tangan dalam perang orang lain, penjualan senjata pada pihak yang di adu domba nya, maka perang saudara seperti vetnam dan timor tengah pun terjadi.
Dan tulisan ini sengaja merahasikan nama-nama tokoh yang kami wawancarai, karena sudah perjanjian dalam kesepakatan penulisan, dan mohon maaf pada anda pembaca, tulisan ini di tulis dengan bahasa melayu banjar, dan tercampur dengan bahasa Indonesia, dan saya kurang pesat dan fasip dalam berbahasa Indonesia, dan kepada orang Amerika Serikat saya tidak bermaksut demikian membuka luka lama ini, tapi semua orang harus tahu akan kejahatan pemerintah kalian yang haus akan penguasan dunia, yang menggap diri paling pintar dan hebat, demokrasi macam apa yang di bicarakan pemerintah kalian, dan perdamain macam apa juga yang di ceritakan pemerintah kalian dengan PBB kedok penguasa dunia itu, selama militer kalian menang dalam perang dunia ke 2 kalian semua besar kepala dan Arongan sombong luar biasa, saran saya sadar dari kejahatan perang kalian 


Muhammad Ali Menolak Penjajahan AS Di Vetnam 1957 - 1975
Ban 1 Awal Dari Penulisan Ini Terjadi

  Gambar Invansi Amerika Serikat Di Vetnam

Bermula semua kegaduhan di Banjarmasin, pada tahun 2003 yang lalu, saya masih duduk di sekolah SPM waktu itu, masalah yang di ribukan adalah sebuah fitnah yang di tebarkan Amerika Serikat, di Indonesia, fitnah itu adalah Islam teroris, dan hal itu tidak dapat di terima oleh Masyarakat Banjarmasin yang beragama Islam, tuduhan itu hanya karena ada sekelompok orang yang beragama Islam yang di duga melakukan serangan 11 september gedung WTC dan Petangon di tabrak oleh pesawat penumpang, tapi aneh nya agama yang di tuduh teroris bukan para pelaku nya, dan setiap ada bom terjadi di belahan dunia ini, selalu Islam tertuduh, hingga hanya ada ruduhan lelecuan yang di lontakan seorang Presiden Bhus Amerika Serikat, Irak Punya senjata pembunuh masal, Ivansi ke Irak dan Pakistan terjadi, namun gila nya, sampai sekarang belum juga lagi sampai sekarang, dan jika saja waktu dulu Amerika Serikat, sesudah menangkap Osama Bin Laden dan Sadama Husin yang di tiduh itu, pulang dan menghukum mati Sadam, maka tidak lah Amerika Serika di gelari penjahat perang dan membuat kekacawan perang di beberapa negara, namun Ivansi berlanjut sapai sekarang, dan musuh sekarang adalah ISIS dan Iran, dan di Asia, Korea Utara di tuduh memhayakan dengan Nuklir nya, Cina berbahaya ekonomi nya, Jepang berbahaya pasar teknologi nya, dan Pakistan, di Eropa Ukraina, Timor Tengah Iran, Palestina, Mesir, Irak, Afganistan, dan Turky, dan Afrika, Libya, Somalia, Sudan dan belahan negara Afrika lain nya, di Amerika Latin, Maxsico di tuduh gembung narkoba, Venezualia berbahaya dengan Chaves Hugu nya, Kuba Fidel Castrol dan Guevara dengan  Revolusi nya, Boliviar, dan lain nya, dengan Canada juga masalah patok perbatasan nya, dan Rusia adalah musuh bebuyutan nya, dan ini tergambar di setiap flim buatan nya, singkat jika tidak mengikuti Amerika Serikat, semua negara merdeka dan berdaulat akan di angap penjahat, meski negara tersebut bukan penjahat.
Tragedi 2003 yang lalu di Banjarmasin itu, membuat saya berpikir apakah Islam yang saya anut ini memang sajahat itu kah, namun tahun 2003 itu juga walau sadah begitu saya, belum ada lagi tumbuh sebuah usaha untuk mencari tahu mengapa Amerika Serikat melakukan nya, tapi saat saya setelah terlibat 2 kahsus pembunuhan di Banjarmasin, dan masuk penjara, dan dalam penjara banyak saya habiskan waktu untuk membaca buku-buku di perpustakan Penjara Taluk dalam Banjarmasin.
Hidup bukan takdir tapi pilihan, tuhan tidak pernah menakdirkan hidup saya ini, Islam tidak pernah mengajari saya berbuat jahat dan memusuhi agama lain, atau memonis Kristen dan Yahudi adalah Kafir, dan orang tua saya juga tidak mengajari saya untuk berbuat jahat, tapi saya sendiri lah yang inggin berbuat jahat, saya keluar rumah waktu masih duduk di sekolah SMP, dan di Banjarmasin, saya masuk dunia hitam, dan sengkat nya, saya dengan seorang laki-laki berumur lebih tua dari saya bernama Ali Bima yang saya angap adalah ayah angkat saya, melakukan sebuah operasi pemubudahan di Jalan Hasan Basri Kayu Tangi Banjarmasin, di sebuah warmakan sari laut pada pukul 23:43 saya sebagai Supir dan Ali turun dengan sambil memasang peredam suara senjata AK 47 buatan Cina, dan mengukang nya, masuk dalam Sari laut itu, berbunyi dor-dor 2 kali dan 2 orang langsung tergelatak berdara, dan 1 hidup dan satu lagi meningal, dan yang hidup bukan target namun orang yang coba menghintikan pembunuhan itu dengan berebut senjata AK 47, Ali terpaksa menembak kaki nya dengan senjata laras pendidik yang berada di pingang nya, orang itu tertembak di kaki kananya, dan saya menedekatkan mobil, untuk menjemput Ali, eh ternyata Ali menyelematkan orang yang di tembak tadi, di masukan dalam mobil dengan semua barang dan tas nya, dan sebelum berangkat, melepar uang Rp 10 juta, kepada pemilik warung tersebut, dan berkata, itu ganti rugi dari kerugian warung tersebut, dan orang di selamatkan mala itu bernama Letkol Tuanku Cut Cak Muhammad Yasin, Pasukan GAM Aceh, dan berkas semua kejatan Amerika Serikat ada di dalam tas nya, dan itu membuat saya belum masuk penjara, tapi yang membuat saya masuk penjara adalah, setelah saya turun dari Panggung Festival musik Rock Djarum Banjarmasin, didepan kantor berita TVRI Banjarmasin, dan sebuh kelompok geng motor Bandung menarik tangan kawan saya dan mengarahkan sebuah pisau, lalu berniat menusuk kawan saya, dan saya merebut pisau nya, dan menikam balik orang itu, dan kawan nya 3 orang yang coba membantu nya juga saya tikam pisau hingga 4 orang mati saya bunuh sekaligus malam itu, masuk lah saya dalam penjara, dan setelah keluar penjara pada tahun 2008 yang lalu, hanya berserang 4 bulan saja, Ali datang dari Plestina, dan membawa seorang tentara Nato, bernama Marshaal Simet Lahir di Kentaky 16 Maret 1987 berpangkan Mayor, dia melarikan diri dari perang timor tengah ke Banjarmasin, denga membawa Banyak berkas kejahatan Amerika Serikat, dan ayah nya dulu berkawan dengan Muhammad Ali di kentky Amerika Serikat, namun itu belum membuat saya untuk melakukan penelitian lebih lanjut, dan setelah pulang Ali di beri racun oleh orang bernama Faujan di Sumatera Mesuji lampung, dan saya membalas pembunuhan itu, dan di mesuji saya dan Aban menghabisi Faujan dan 2 anak buah nya, namum saya lolos dari kejaran polisi, dan setelah nya, berhenti melakukan aksi pembunuhan, dan berniat membayar semua kesalahan itu, dan menderikan sebuah orgasasi sosial bernama Alternativ Rock Numetal Tato88 Comnty Tanjung Tablong, dan betermu saya dengan seorang wanita gitaris yang bernama Rahmahwati, dan saya mererut nya jadi Vokalis Band saya, dan kami berhasil merilis Album di Malasyia, Rahmahwati dan saya Mendirikan Kantor Berita Canada Banjarmasin, dan dari sini lah berawal penyelidikan kejahatan Amerika Serikat di mulai, dan banyak tokoh yang kami wawancarai di Kantor Berita Canada Banjarmasi, namun satu hal yang belum tercapai dalam hidup saya adalah, saya inggin menikahi Rahmahwati, saya terus di tolak nya sampai sekarang, mungkin ada lebih dari 100 kali saya mengajak nya menikah sudah, sampai sekarang saya masih di tolak nya dengan alasan belum ada niat untuk menikah pembaca.

Bab 2 

Inti semua tujuan Penulisan
Gambar Mohammad Ali
Gambar Marshaal Simet mantan pasukan Nato Ivansi Irak, dan dia pembawa berkas Perang Vetnam dan berkas Muhammad Ali ke Kami 


Setelah saya kembali dari pelarian dari kejaran Polisi atas pembunuhan Faujan dan anak buah di Mesuji, say dengan Rahmahwati mendirikan Industri media Berita cetak dan Eletronik Kantor Berita Canada Banjarmasin, Marshaal Simet bekerja dengan kami hingga sekarang, dan dia juga lah bersama rahmahwati pembaca Berita Tv Banjarmasin, dan editing jurnalis.
Marshaal Simet Lahir di Kentaky Amerika Serikat 16 Maret 1987, dan orang yang sama keras nya menetang wajib militer atau Ivansi Amerika Serikat dengan Muhammad Ali, dia di Paksa ikut Ivansi Irak oleh Nato dan Presiden Buhs, dan apa bila menolak nya bernasip sama dengan Muhammad Ali, di penjarakan 5 tahun dan di angap pemberontak, untuk menghidari hal sama dengan Muhamad Ali, maka dia ikut ke Irak, dan bertemu Ali Bima dan Yasin lalu ikut pulang ke Indonesia ini, dan Marshaal Simet sekarang dia berpindah Warga Negara, dari Amerika Serikat menjadi Indonesia, dan Marshaal Simet juga mengajak seluruh keluarga nya, ayah ibu nya dan 3 orang Adik nya tinggal di Indonesia Sumatera Selatan Palembang, atau di Rumah nya Yasin mantan GAM Aceh, dia resmi sekeluarga memeluk Agama Islam pada tanggal 5 November 2010, dan menikahi seorang wanita bernama Bayah Nusation orang Minangkabau pada 2011 dan dia sakarang punya 2 anak laki-laki, Marshaal Simet ikut bekerja dengan kami di Kantor Berita Canada Banjarmasin mulai dari tahun 2013 lalu, dan Marshaal Simet dan keluarga nya sekarang Tinggal di Banjarmasin, tepat nya di dekat Bandara Samsudinor Banjarbaru Kalsel hingga sekarang ini.
Saat Marshaal sudah dekat berkawan dengan saya, maka saya mulai menanyai nya, Kanapa Amerika Serikat melakukan semua nya? dan kenapa anda melarikan diri, dan menyuruh anak buah anda mengatakan anda mati tertembak di Irak di hadapam pemerintah anda sendiri? dan jelaskan dari mana anda mendapakat berkas-berkas itu semua nya?
Dia menjawab nya, asal anda tahu,!!! saja saya tidak bernah berencana hidup seperi ini, dan dalam rencana hidup saya adalah menjadi pemuda bekerja dan menikah wanita di Kentaky, dan tidak mau terlibat perang, saya hanya inggin menimati hidup kaya kebanyakan orang saja, dan tidak ada alasan bagi saya menembaki orang yang sedikit pun yang tidak pernah merugikan dan menggangu saya, dan itu seperti yang di lakukan oleh seorang petinju kelas berat dunia Muhammad Ali, atau Zack Delarocha yang juga menloka Ivansi negara nya sendiri, dan beberapa berkas yang saya bawa ini adalah asli dari Muhammad Ali, karena juga ayah saya sangat dekat sekali berkawan dengan Muhammad Ali, meski waktu itu juga terjadi konflik antar golongan Ras berwarna hitam dan putih, meski saya orang kulit putih yang di kecam para negro itu, dan ayah saya adalah orang yang juga ikut dalam perang Vetnam, dan berkas yang saya bawa ini adalah berkas asli tugas dari pemerintah Amerika Serikat yang untuk ayah saya, dan beruntung ayah saya pulang dari Vetnam selamat hidup dari Vetnam, dan berusaha untuk membayar seluruh kesalahan nya di Vetnam Lalu, dan Marshaal menceritakan ini panjang lebar pada kami semua nya, tentang apa yang terjadi di timor tengah dan Vetnam, meski Vetnam di Jajah perancis juga, namun paling sadis adalah Amerika Serikat, namu saat itu saya yang sudah tahu cerita itu, belum ada niat untuk menulis nya seperti ini, dan juga mengurus nya, tapi ada seorang mantan TNI dari kodam Diponogoro Jawa, yang saat ini sudah pengsiun dan tinggal di Banjarmasin, yang pernah ikut dalam pembentukan milisi Aitarak di timor lesti bersama dengan Erico Guteris, Pangdam Kiki Sukarni, Besi Merah Putih dan Halilitar Kamp Kopasus Dili Timor Lesti yang begitu marah dengan Amerika Serikat yang sudah mendorong Indonesia untuk terlibat konflik dengan Falinteli Taur Mantan Ruak, Amerika Serikat tidak bertangung Jawab atas apa yang di buat dalam perang melawan Paham Komunis, dan menbiyarkan Indonesia dalam keburukan mata dunia, hal palingila lagi kata nya, mereka Amerika sudah bermuka 2, mereka mendukung Interfet Australia yang ikut Campur, di Bantu Kofi Anan PBB, Mantan TNI ini terus mendesak kami untuk menulis buku ini, dan mengadakan wawancara bersama Marshaal simet, dan dari saat itu saya dan Rahmahwati pun begerak mendukung Marshaal Simet untuk mempulikasikan semua berkas, baik milik nya dan juga milik yasin mantan GAM Aceh, dan berkas milik Yasin berbahasa Melayu Malasyia, berkas mantan TNI itu berasal dari seorang Jurnalis wartawan Wanita dari media berita Koran Kompas Jakarta bernama Rien Kunarti di Dili Timor Lesti tahun 1998 lalu, dan di Tambah berkas dari repoter TVRI Banjarmasin dan koran Banjarmasin Pos, Angeryani yang memwawancarai Muhammad Ali di Senayan Jakarta Tahun 1973 yang lalu, Ali Muhammad bicara panjang lebar masalah Ivansi Vetnam dan Irak nya pembaca.

Bab 2
A. Diskusi Pemerjemahan Berkas Marshaal Simet dan Angriani

Gambar Bupati Kairul Saleh Banjarmasin, yang ikut mendanai penulisan ini.

Gambar Diskusi penerjemahan Berkas pertama di Kantor Berita Canada Serawak Malasyia.

Pada tanggal 19 April 2016 lalu di mulai lah penulisan buku ini, dan wawancara pertama di Malasyia, dan berkas pertama yang kami terjemahkan adalah berkas Muhammad Ali, dan riwatay hidup nya, dan saya tulis dan Edit bersama Rahmahwati, isi berkas di bawah ini.
Marshaal menceritakan dalam diskusi di Malasyia, saya tidak meniru Muhammad Ali untuk lari dan menolak Ivasin Amerika Serikat, walau saya dulu betertanga dengan Muhamaad Ali itu di Kentaky Amerika Serikta, tapi apa yang saya lakukan adalah atas dasar kemauan diri saya sendiri, yang juga tidak mau terlibat perang Irak, dan Muhammad Ali adalah menjadi gambaran saya saja, untuk mengabarkan perasan saya terhadap pemerintah Amerika Serikat, dan saya juga jujur saja, saya sangat kagum dengan keberanian akan ke jujuran seorang Petiju besar Dunia, yang membuktikan pada dunia bahwa dia adalah orang berbeda dari semua orang Afrika Amerika Serikat kulit hitam, yang dari mereka semua pengecut tidak berani menatang para penjajah mereka sendiri, yaitu Amerika Serikat, dan saya juga dalam diskusi ini kata Marshaal memijam banyak memijam kata dari Muhammad Ali untuk mengbarkan maksut saya.
Saya tidak heran kalau kawan-kawan dari Vetnam mengagap Muhammad Ali Pahlawan mereka, yang bersuara sangat keras sekali, hungga membuka mata dunia ini tetang sebuah kejahatan perang luar biasa ini, Ali lebih memilih masuk penjara dan gelar nya di cabut, beserta karir nya hancur untuk tidak melakukan penjajahan baru.
Gambar Muhammad Ali.

Marshaal mengatakan, Muhammad Ali lahir (nama lahir Cassius Marcellus Clay, Jr.; lahir 17 Januari 1942 – meninggal 3 Juni 2016 pada umur 74 tahun) adalah mantan petinju professional asal Amerika Serikat yang dikenal secara luas sebagai salah satu tokoh olahraga yang paling signifikan dan terkenal dari abad ke-20. Dari awal kariernya, Ali dikenal sebagai sosok inspiratif, kontroversial dan berpengaruh baik di dalam maupun di luar ring.
dan mulai berlatih tinju pada usia 12 tahun. Di usia 22, ia telah meraih juara pada Heavyweight World Championship dari Sonny Liston dalam pertarungan di tahun 1964. Tidak lama setelah itu, Clay memeluk agama Islam dan mengubah nama "budak"nya menjadi Muhammad Ali dan memberikan pesan kebanggaan ras untuk Afrika Amerika serta perlawanan terhadap dominasi putih selama Gerakan Hak-Hak Sipil Afrika-Amerika tahun 1960-an.
Selama perang Vetnam berlangsung, aktivitas kampanye dan doktrinasi di AS tak kalah hebatnya. Pemerintah Negeri Paman Sam itu menggelar wajib militer demi mempertahankan posisi di Vietnam, di mana siapapun bisa ditunjuk, salah satunya Muhammad Ali.
Ali, secara kontroversial menolak penunjukan Pemerintah AS tersebut. Ia menolak perang Vietnam dan diikutsertakan ke dalam pasukan AS dengan alasan membunuh adalah hal yang dilarang dalam agamanya. Namun, salah satu ucapan kontroversialnya adalah tentang Vietcong (pasukan komunis Vietnam) yang dinilai Ali tidak memiliki masalah dengannya dan AS.
“Saya tidak punya masalah dengan Vietcong. Tak ada Vietcong yang pernah memanggil saya negro,” ujarnya.
“Mengapa mereka harus meminta saya untuk mengenakan seragam dan pergi 10.000 mil dari rumah untuk menjatuhkan bom dan menembakkan peluru ke orang-orang di Vietnam, sementara orang-orang yang disebut negro di Louisville diperlakukan seperti anjing?” 
“Tidak, saya tidak akan pergi 10.000 mil dari rumah untuk membantu pembunuhan dan membakar negara miskin lain hanya untuk melanjutkan dominasi tuan kulit putih yang memperbudak orang yang berkulit lebih gelap di seluruh dunia.” 
“Ini adalah hari ketika kejahatan tersebut harus berakhir. Saya telah diperingatkan bahwa untuk tetap berpegang teguh seperti ini akan memakan biaya jutaan dolar AS. Tapi saya telah mengatakan sikap saya itu sekali dan saya akan mengatakannya lagi. Musuh nyata orang-orang saya berada di sini. Saya tidak akan mempermalukan agama saya, orang saya atau diri sendiri dengan menjadi alat untuk memperbudak orang-orang yang berjuang untuk keadilan mereka sendiri, kebebasan dan kesetaraan.”

“Jika saya berpikir perang akan membawa kebebasan dan kesetaraan untuk 22 juta orang saya, mereka tidak perlu memanggil saya, saya akan bergabung besok. Saya tidak akan rugi dengan berdiri teguh untuk keyakinan saya. Saya akan masuk penjara, memang kenapa? Kami sudah di penjara selama 400 tahun."
“Akal sehat saya tidak akan membiarkan saya pergi menembak saudara saya, atau beberapa orang dengan kulit lebih gelap, atau beberapa orang yang lapar dan miskin di lumpur untuk Amerika yang kuat besar. Dan menembak mereka untuk apa?" 
"Mereka tidak pernah memanggil saya negro, mereka tidak pernah menggantung saya, mereka tidak mengejar saya dengan anjing, mereka tidak merampok kebangsaan saya, tidak memerkosa ibu dan membunuh ayah saya. Lalu menembak mereka untuk apa? Bagaimana saya bisa menembak mereka orang-orang malang itu. Silakan bawa saya ke penjara!"
Sikap Ali tersebut berujung penahanan dan denda sebesar US$10 ribu. Tak hanya itu, Pemerintah AS juga mencabut gelar juara milik Ali, dan melarangnya bertanding tinju sejak tahun 1967 hingga tahun 1970.
Selama tidak aktif bertinju, Ali memperoleh dukungan seiring tumbuhnya berbagai penolakan terhadap invasi AS ke Vietnam. Ali kemudian sering diundang menjadi pembicara di berbagai wilayah AS untuk mengkritik invasi tersebut. Tak hanya itu, Ali juga aktif melakukan advokasi untuk kesetaraan hak orang kulit hitam di AS demi keadilan ras. 
Matahari kembali bersinar untuk karir tinju Ali. Pada 12 Agustus 1970, meski kasusnya masih dalam banding, Ali memperoleh izin untuk bertanding oleh Komisi Atletik Kota Atlanta atas bantuan Senator Leroy R. Johnson. 
Pertarungan perdana pasca hukuman tersebut terjadi pada 26 Oktober 1970. Dalam pertarungan tersebut, ia melawan Jerry Quarry, yang berakhir dengan kemenangan Ali usai pertandingan dihentikan setelah tiga putaran.
Dan Ali di wawancari oleh Angeriani di Senaya Jakarta pada tahun 1973, dan di tambah buku tulisan Reien Kunarti Kopas Koran Jakarta besama mantan milisi Aitarak dan TNI pada tahun 2001 lalu di Jakarta dengan judul buku Bintang Tinju Besar Muhamaad Ali si mulut besar dan Sombong, dan dunia menyukai nya.
Kemenangan itu menempatkan Ali sebagai pesaing utama melawan juara kelas berat Joe Frazier. Dalam perjalanannya, pertarungan Ali melawan Frazier di Filipina pada 1 Oktober 1975 itu kemudian dikenal sebagai “Thrilla Manila”, dan disebut sebagai pertandingan tinju terhebat sepanjang masa.
Buku Tambahan nya;
Muhammad Ali, Bintang Besar yang Tak Hanya Bermulut Besar
Jalan Panjang Muhammad Ali ke Puncak Tinju Dunia
Jejak Laga Terbaik Muhammad Ali, dari Manila ke Zaire
Ali tetap satu-satunya juara dunia kelas berat sebanyak tiga kali; ia memenangkan gelar tersebut pada tahun 1964, 1974 dan 1978. Di antara tanggal 25 Februari hingga 19 September 1964, Ali dinobatkan sebagai Juara Dunia Tinju Kelas Berat. Ia dijuluki sebagai "The Greatest". Pada tahun 1999, Ali dianugerahi "Sportsman of the Century" oleh Sports Illustrated.
Penyebab meninggal nya Muhammad Ali
Ali meninggal di usia 74 tahun. Menderita parkinson tiga tahun setelah pensiun pada 
Pada 2 Juni 2016,
Dan saat setelah Marshaal berhenti bicara dalam diskusi itu, suntak kawan-kawan diskusi kawan berkata.
Kami belum secara jelas mendengar haal itu, namun apa pun yang terjadi Muhammad Ali pantas di berika gelar Pahlawan Vetnam berserta dengan Pahlawan orang kulit hitam Afrika Amerika Serikat, kita duduk disini bukan membela Komunis Rusia Cina dan Konflotan nya itu, namun Amerika Serikat pantas di katakan Penjajah dunia nomor 1, pengadu domba dan penjual senjata, jasa militer bayaran para penguasa negara Islam penjahat itu, Perancis memang menjajah Vetnam, namun berhenti melakukan penjajahan, konflik perang Vetnam adalah perpanjangan dari Penjajahan Perancis oleh Amerika Serikat, dan Vetnam kobar dari perang dingin Rusia Cina yang di angap sumber komunis, namun dalam diskusi ini bukan siapa pun, tapi yang di bahas adalah masalah korban tewas yang jatuh karena Konflik dalam semua Ivansi Amerika Serikat, dan perang terus berlanjut hingga sekaran ini, sekarang di Arab Suadi, raja Arab membayar dan membeli senjata Amerika Serikat, untuk menyerang Yaman, serta mulai mengadu domba Iran dengan para tetanga, begitu juga ISIS yang kurang jelas itu, namun terlihat jelas ISIS fokus pada Amerika Serikat.
Kawan-Kawan dalam diskusi ini, kita akan berikan penghormatan untuk Muhammad Ali yang telah meninggal dunia, dengan cara mendoakan nya, semoga tuhan mengapuni seluruh dosa nya, dan memberikan ganjaran surga untuk nya, dan mudah-mudahan kedepan nanti ada orang macam Muhammad Ali lagi lahir yang memetang semua kejahatan Amerika Serikat dengan para komplotan PBB nya itu, jujur saya sekarang masih belum percaya bahwa Ali sudah meninggal dunia, namun saya ucapkan Ali tertidur dalam damai.
Dan saya pun waktu itu langsung bicara diskusi di tutup, kita sudah 4 jam lebih bicara disini, dan duiskusi di sambung 24 April 2016 di Philipina, dan untuk hari ini sudah dulu, dan sampai jumpa di diskusi selanjut nya.

Bab 2
B. Wawancara yang kedua di Philipina 24 April 2016
Gambar Diskusi di Kantor Berita Canada General Santos Phlipina

Wawancara 24 April di Philipina, pembawa acara Yohanes Satos ketua Avril fans Fender Pilipina, berkas yang di terjemahkan milik Zack Delarocha dan Tom Morillo Rage Against The Machine, di tulis oleh Cornales Werstain Inggris saat mengudan konser Rage Against The Machine di London Inggris di tahun 2005 yang lalu, di bawa oleh Cornales Werstain sindiri atas permintaan Rahmahwati, ketua AvriL fans fender Banjarmasin, isi terjemahan adalah berikut ini.
Cornales mengatakan, saya menanyai Zack Delarocha dan Tom Morilo, kalian orang Amerika Serikat, jadi bangai mana menurut anda tetang kecaman dunia terhadap ikut campur nya Amerika Serikat dalam perang orang lain, dan bertingkah macam pahlawan?
Zack menjawab nya, terutama dulu saya ucapakan terima kasih untuk pemeritah kerajaan Ingris yang sudah mengudang kami kesini, dan terima kasih untuk kawan-kawan dari pemusik Inggris dan Perancis yang juga datang kesini, berbicara masalah ini saya tidak bisa lepaskan lagi dari Konflik perang Vetnam, dan juga Ivansi Irak, namun disini saya bicara bukan membela siapa pun, tapi hanya inggin berkata jujur saja, tidak menutupi keburukan apa yang pemeritah kami lakukan, yang juga membuat orang Amerika Serikat banyak di musuhi orang, terutama dari golongan muslim yang jelas tidak terima akan kempanye Buhs Islam teroris, tapi saya juga tidak bisa meninggal kan kisah nya Muhammad Ali orang kulit hitam pemberani, yang memilih masuk penjara dari pada ikut pergi membunuh orang yang tidak bersalah, dan berkata, untuk siapa perang Vetnam terjadi, dan apa kepetinggan saya terhadap sebuah negara miskin yang tidak ada sangkut paut dengan Amerika Serikat ini, dan saya katan tuhan mengutuk Ivansi Vetnam maka nya Amerika Serikat kalah total, dan banyak nyawa pemuda Amerika Serikat yang berangkat ke Vetnam yang tidak tahu di kirim perang kesana untuk siapa, apa ke untungan mereka jika ikut, dan kata Muhammad Ali, itu sampai sekarang kata Zack masih tertulis di otak nya, dan takan terlupakan, maka nya kata Zack ada sebuah judul lagu kami berjudul Wake Up, untuk menyeggung pemerintah Amerika Serikat, dan sampul gambar Album kami juga bergambar seorang Vetnam yang bunuh diri dengan membakar diri sendiri, atau bisa kami beri judul lagu kami juga dengan Kiling The Nemes.
Gambar Sampul Album Rage Angainst The Machine kariya Tom Morillo

Zack mengatakan, hal yang paling saya kecamkan pada pemeritah Amerika Serikat adalah, mereka sudah merusak dengan jelas nama baik warga negara Amerika Serikat, yang entah kepetinggan siapa Perang Vetnam itu, dan ini bukan tidak lagi Perpanjangan penjajahan Perancis di Vetnam itu, dan juga kita tahu Philipina si pengecut anti komunis sama dengan pengecut anti komunis korea selatan, yang tidak mampu mengahadapi musuh nya senderi, lalu kampaye Amerika Serikat di galakan, kita tidak bisa lagi menutupi korban yang jatuh, hanya karena perang ideologi Komunis vs Leberal Emperialismi Kapitalisme Barat dan Amerika Serikat yang sangat takut akan pasar Industri hancur terhadap para komunis Rusia dan cina tersebut, dan pantas Muhammad Ali menolak nya, Amerika Serikat bukan nya malu, tapi malah memenjarakan Muhammad, dan disini saya akan bicara tetang Demokrasi hak Asasi manusia.
Saya sebagai warga negara Amerika Serikat juga menanyakan pemeritah kami sendiri, demokrasi dan hak asasi manusia macam apa yang mereka bicarakan hingga sekarang ini, hanya nagara gila yang terpenguruh Amerika serikat yang mengatakan Amerika Serikat negara Demokrasi kebesanan, bukti konflik ras agama dan kulit jelas terjadi di negara kami Amerika Serikat, suata kebebesan dan hak asasi manusia jika ada orang Seperti Muhammad Ali menolak wajib militer, yang juga kata Ali, dia berperang untuk apa ke Vetnam, dan negara miskin Vetnam yang jelas juga tidak akan bisa menyerang Amerika Serikat, dan jika Vetnam menyerang Amerika Serikat kata Muhammad Ali, dia adalah orang pertama gugur berjuang untuk Amerika Serikat, perang Vetnam perpanjangan penjajahan Perancis setelah perang dunia ke 2, dan jika Amerika Serikat Anti komunis dan bermusuhan dengan nya, bukan Vetnam yang diserang, tapi bapak dan Ibu nya Komunis yang di serang, dan itu adalah Rusia dan Cina, mengapa Vetnam yang menjadi pelampiasan nya, negara sekutu para komunis tidak berdaya, jika ibu dan Ayah, Rusia dan Cina di lumpuhkan, dan ini menunjukan Amerika Serikat besar kepala dan takut dengan Rusia Cina, bapak Ibu nya komunis, dan Hak nya Ali menolak itu, dan Ali mengatakan perang demi penguasan dunia lah yang di lakukan Amerika Serikat, hingga lobi para Yahudi yang takut dengan Iran dan Irak.
Saya juga inggat saat CNN Tv memangil Muhammad Ali dalam subuah diskusi pada tahun 1996 yang lalu, Ali dengan lantang berbicara, tetang pembelan nya terhadap pembelan Kulit Hitam nya dulu, dengan berkata, Angsa putih, mobil putih, pasta gigi putih dan gedung putih, yang menyisak memperbudak kami kulit hitam selama 400 tahun lama nya, aneh ini dikatakan Demokrasi hak Asasi Manusia, kita bisa lihat pembataan suku Indian, kita tahu perang teluk yang melibatkan Inggris, Israel dan Amerika Serikat, VS Iran, Iran, Arab Sauadi, Suriyah dan Mesir, dan pada akhir nya Ingris dan Amerika Serikat berkonflik dengan masalah Amerika Serikat Pro Israel dan Inggris Pro Palestina, dan lanjut perang 8 tahun perang Irak Iran, yang juga buatan Amerika Serikat, yang mengagap berbaya Iran dan Irak jika tidak di adu atas kepentingan Israel berbahaya, hingga lahir musuh baru Amerika Serikat, saya tidak berpikir kenapa pemeritah kami melakukan ikut campur perang orang lain dengan kedok PBB.
Tom Morilo menambahkan, kami juga tidak paham Amerika Serikat berseturu dengan Kanada, hanya karena patuk perbatasab, juga dengan Mexsico, dan negara-negara Amerika Latin lain, yang juga biasa di kaitkan dengan hal Komunis Rusia, yang bisa di angap nya berbahaya, menurut saya yang berbahaya bukan untuk dunia, namun bagi kepetinggal Boneka nya Amerika Serikat dalam leberal Kapitalisme dan Imperialismi nya di bekas jajahan kolinia Spanyol, sampai sekarang itu juga terus berlangsung, saya tahu Buhs dengan Pak Amerika Serikat nya atas jendaral perang nya pro Israel menjajah Palestina, bukan untuk keprtingan warga negara Amerika Serikat yang beragama Kristen, tapi para mereka keptinggan yang di buat Israel untuk tanah yang di janjikan tuhan yang di klaim mereka, dan kampye Bush perang Salib baru di timot tengah, yang tidak ada habis nya sampai sekarang, di jelas untuk perang dan Ivansi Irak dan Afganistan di lakukan nya.
Yohanes menambahkan, dia kata nya juga mencatat wawancara Muhammad Ali di Philipina, yang menanyai orang Philipina, untuk apa Perang Vetnam kalian lakukan? mulut besar Ali membuat semua terdiam, Ali juga mengatakan, bahwa dia sedih melihat para Orang tua yang anak nya kena Wajib militer perang Vetnam, semua orang tua kata Ali, menungu anak nya pulang dari Vetnam dengan gelisa, begitu juga para wanita yang suami nya kena wajib militer perang Vetnam, mereka sedih atas kematian suami nya di Vetnam, dan para anak nya jadi yatim piatu, jadi untuk apa ini di lakukan, untuk apa ini di lakukan kata Ali dengan keras, dan para orang di Philipina saat langsung menepuk tangan setelah Muhammad Ali bicara dengan mulut besar, pantas orang Irak dan Vetnam mengangap Muhammad Ali Pahlawan, begitu juga dengan Chaves Hugu, yang memuji keberanian Muhammad Ali, dan Kanada yang juga memuji keberanian Ali, saya kata Yohanes percaya, Ali sudah meninggal namun nama nya akan terus di kenang sampai kiamat nanti, hanya orang Irak dan Vetnam saya tidak tahu terima kasih saya yang melupakan Muhammad Ali, Muhammad Ali memang petinju, tapi asal kalian semua tahu saja, penetangan nya terhadap Wajib Militer Perang Vetnam lebih melabungkan nama nya, dari gelar tinju kelas berat nya, dan kita tahu nama Muhammad Ali masuk dalam buku Texs sejarah di sekolah sekolah di Asia Tengara ini.
Cornalis menambahkan, kata nya dulu dia juga pernah melihat Tv waktu masih duduk di sekolah di Ingris, Muhammad Ali datang ke London untuk melakukan pertangan tinju, dan kata Cornalis dia terkejut Tv menyiarkan seorang Kulit hitam datang dengan mengunakan mahkota di kepala nya, dan bicara sombrono dan suka mengejek orang lain, hal paling gila adalah, saat wartawan bertanya pada nya, dengan pertanyaan, hey Ali mengapa datang bertanding dengan Mahkota di kepala,? Ali menjawab, saya datang dengan Mahkota karena saya tahu, bahwa Inggris tidak punya raja, inggris hanya punya ratu, saya datang dengan mahkota ini untuk jadi raja kalian, buksit kata Cornalis kulit hitam gila bicara seenak nya, walau begitu orang tepuk tangan gila sudah, Ali mengatakan di akan menang di Rode ke 5, dan ternyata bernar, Muhammad Ali tidak lebih dari seorang Kulit hitam sombong dan mulut besar namun bicara masuk akal, dan selalu membuat orang ingin tertawa mendengar dia mengejek orang lain, Ali selalu mengejek siapa saja, tidak peduli sama sekali walau yang di ejek seorang jendral, apa lagi dia bicara Sony Liston huu menhina terus kana Cornalis.
Tom Morilo dan Zack menambahkan, mereka mangatakan, Muhammad Ali adalah kulit hitam biacar sembarangan, dan mereka kanya menyukai bicara Ali saat melawan Sony Liston, Ali biacar di tengah kerubunan orang mengejek Liston, kata nya Liston adalah Gengter, atau mafia juga, dan kata Ali dia akan membunuh orang itu di atas ring, dan tenyata Ali menang bertang dengan Liston, dan biacara lagi, kalian wartawan semua nya, telah membuat Liston sulit, dan jangan pernah menulis tetang diri nya begitu lagi, dan dia marah kata nya, tidak ada jauara tinju kelas berat mana pun yang bisa mengalahkan nya untuk selama nya, walau begitu bicara sembarangan begitu, Hati Ali kata Zack, lebih berperasan dan menghargai hidup orang lain, dan dia lebih baik dari seorang penjabat politik Amerika Serikat, yang memerintahkan Perang Vetnam, dan penyesaat golongan muslim Amerika Serikat, mengangap orang kulit hitam itu binatang, dan begitu saja kata Tom Morilo, dan terima kasih banyak, kita sudah bicara lama, dan mungkin ini saja kata Zack dan Tom Morilo yang bisa di berikan nya terhadap kawan-kawan wartawan Inggrism kusus nya Cornalis.
Dan Yohanes dan Cornalis bicara, bahawa ketika, Muhammad Ali meninggal dia hadir bersama mengatar Muhammad Ali ke tempat Istrahat terahir nya, dan mereka berdua juga mengatakan, bahwa pejabat pemerintah Amerika Serikat, Vetnam dan Philipina dan menghadari pemakaman nya, mereka juga ikut mendoakan Muhammad Ali, agar tuhan mengapuni semua dosa nya.
Dan saya dan Rahmawati pun bicara, kami menutup dikusi kedua ini, karena sudah 6 jam bicara panjang lebara. dan diskusi terahir akan kami lakukan tanggal 30 April 2016 di Vetnam langsung.

Bab 2
C, Wawancara Dan Diskusi Terahir Untuk Penulisan Ini tanggal 30 April 2O16 Di Vetnam

Gambar Diskusi di Vetnam 30 April 2016

Diskusi terahir ini saya pimpin langsung dengan Rahmahwati, diskusi ini juga dihadiri pejabat Vetnam, dan mantan veteran Perang Vetnam, dan tokoh-tokoh Vetnam tersebut meminta kami tidak memuat nama asli dalam tulisan ini, nanti kami akan istilahkan nama mereka dalam penulisan, dan jika pembaca butuh bicara dengan orang Vetnam ini, tulis saja di email kami ini, kami akan telpon anda untuk pembuktian dokumen berkas asli penulisan ini!!!!!.
Marsahaal menceritakan sejarang singkat pelarian dari Irak ke Indonesia, saya kata kan pada kawan-kawan diskusi semua, di atas tadi saya sudah katakan, saya tidak pernah berencana hidup seperti ini, dan juga tidak pernah berniat ikut campur perang orang lain, dan membunuh para muslim Irak dan Palestina, dan ada hal yang membuat saya nekat melarikan diri ikut Ali Bima Pulang ke Banjarmasin dari bantuan pemerintah Iran dan Mesir.
Ketika sudah 2 bulan saya di Kamp militer di Irak, saya dapat cuti 5 hari, dan Helikopter datang menyebut kami untuk berangkat ke kapal induk kami di teluk persia, untuk persa kesehatan kami, dan menambahkan keperlusan kami lagi, serta mengabuil berkas tugas yang baru, saat saya tidur di kapal induk, tiba-tiba sesorang membangunkan saya, dan memberika 1 buah surat, dan saya baca pengerimi nya ternyata Ayah dan Ibu saya mengirim surat itu, dan isi surat itu adalah;
Hai Marshaal anak ayah tercinta, semoga anak ayah ini sehat selalu saja, Marshaal ibu bertanya kapan pulang ? dan balas surat ini, Marshaal belakang ini ibu sering masuk Rumah Sakit, karena jarang tidur dan makan akibat menghawatirkan keselamatan mu di Irak, Adik mu juga bertanya pada Ayah, kapan kakak tercinta nya pulang ke rumah, adik mu rindu bermain game bersama mu, dan dia juga kesepian kara kamu tidak berbuat jahil pada nya, dan ayah juga sering terlambat buka toko kita, karena harus mengatar adik mu ke sekolah jika pagi, dan seorang wanita bernama Linda yang hampir setiap hari ke Rumah betanya pada ayah kapan kamu pulang dari Irak, dan linda juga sering menelpon rumah kita, bahkan bisa 4 kali sehari, kadang ayah tidak tega melihan Linda yang duduk menangis bersama ibu, karena memcemas kan mu di Irak, Linda mengaku teman waktu kalian sama duduk di bangku sekolah, Linda juga betkata pada Ayah, dia mencintai mu, dan jika kamu pulang dari Irak, dia berharap kamu menikah dengan nya, dan jujur ayah dan ibu mendukung nya, dan ini terserah pada mu, dan ayah sangat yankin sekali Linda sangat mencintai mu, dan ayah berharap pada mu Marshaal jangan lukai hati gadis benama Linda ini, dia bernjanji di hadapan ayah, bahwa dia akan menunggu mu, dan berjanji tidak akan menikah dengan laki-laki mana pun, dan jika kamu tidak pulang ke rumah ini Linda percaya dia akan bertemu kamu lagi tapi bukan disini, Linda juga mengancam ayah, jika kamu tewas di Irak dia akan bunuh diri di hadapan pemeritah Amerika Serikat yang mengerim mu ke Irak, dan ayah ibu selalu mendoakan mu, dan ayah percaya tuhan akan selalu melindungi mu, ayah minta juga, apa pun yang terjadi, jangan membunuh siapa pun di Irak, cukup ayah yang melakukan ke salahan Di Vetnam dulu Marshaal, dan wasalam dari ayah adik dan ibu, balas surat ini, agar kegelisahan ibu dan ayah ini terobati Marshaal anak ayah tercinta. Dan bengitu lah
isi surat tersebut saya terima kata Marshaal.

Marshaal pun meneteskan air mata setelah membaca surat tersebut, dan dari malam itu kata nya, semakit nekat niat untuk melarikan diri nya itu, dan kawan 1 kamar yang membaca surat tersebut juga tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu Marshaal, dan malam itu juga Marshaal kata nya menuliskan suarat balasan untuk ayah dan ibu nya serta Linda yang mencintai nya, isi surat tersebut adalah;
Ayah dan Ibu tercinta serta adi tersayang, saya tidak pulang lagi ke Amerika Serikat, karena pemerintah kita sudah banyak musuh di dunia ini, saya nanti akan mengerim orang untuk menjemput Ibu dan Ayah di Amerika Serikat, dan ayah tercinta katan pada Linda, bahwa saya tidak akan pulang lagi ke Amerika Serikat, dan cari lah laki-laki lain, dan menikah lah dengan nya, dan jika Linda memang mencintai saya maka buat lah saya bahagia, dengan menikahi laki-laki lain dan hidup bahagia, bukan saya tega, cuma keada yang tidak bisa membuat bersama, dan saya mincintai juga, dan alasan tersebut lah saya tidak ingin dia ikut saya, karena dia tidak akan terbiasa nanti hidup di luar Amerika Serikat, apa lagi di Asia ini, kalau ayah kan sudah terbiasa dengan bekas perang Vetnam di Asean, dan Ayah tahu kan semenjak Ivansi Amerika Serikat di Vetnam ini dan Asia Tengara, mereka Asia membenci kita orang Amerika Serikat dan Inggris, atau secara singkat nya kaum kulit putih, karena sejak perang dunia 1 dan 2 Eropa menjajah Asia, seperti Inggris Belanda, Perancis, Spanyol, dan Purtugal, dan semua nya kaum kulit putih, jadi ayah tahu, dalam pikiran orang Asean kusus nya bisa melampiaskan dendam nya ke orang kulit putih kusus nya, jadi sangat berbahaya Linda ikut kita, dan untuk adik, kata pada nya Ayah, bahwa saya dan dia akan main game lagi seperti dulu lagi, tapi tidak di Amerika Serikat, nanti di tempat lain, dan Ayah dan Ibu jangan kwatir dengan saya, karena saya baik-baik saja, dan sehat saja, dan saya berusaha secepat nya untuk mengirim orang untuk menjemput ayah, ibu dan adik tercinta, untuk kita hidup bersama lagi, dan damai jauh dari perang dan konflik, kita hanya inggin hidup damai saja untuk menjalani hidup ini mengertilah ayah.
Dan ayah soal pembunuhan yang ayah katakan dalam surat tersebut, selama saya ikut Ivansi Irak ini, belum ada lagi masih membunuh orang di Irak, bahkan jika ada konvoi militer Irak yang buat gaduh, dan ayah perlu tahu, kanapa saya harus kontak senjata dengan mereka muslim Irak yang tidak pernah bermasalah dengan saya, dan rombongan konvoi militer Irak jika milihat kami tidak menembak, mereka juga tidak menembak, mereka menunggu kami yang mendahulu nya, jadi ayah paham itu, dan tunggu lah ayah saya akan kirim orang untuk menjemput ayah.

Dan itu lah pembaca isi surat yang di tulis Marshaal Simet untuk Ayah nya ketika Marshaal Simet cuti dan kembali ke kapal induk di Teluk Persia, yang juga mengambil tugas baru dan mengisi perlengkapan baru lagi untuk turun ke Munsol Irak, dan surat di kirim pada tanggal 12 Maret 2007 yang lalu, dan surat asli masih disimpan Marshaaal Simet untuk kenangan riwayat hidup nya.
Tambahan Pembaca Texs penulisan untuk anda pembaca. Membaca dan melihat surat tersebut kawan-kawan diskusi, ada komentar di kisah Linda nya, dan dalam diskusi kami di Vetnam 30 April 2016 yang lalu, ada yang mengatakan Linda adalah gadis malang nya Marshaal Simet, dan mereka juga merasakan rasa yang pedih di dada mereka kata nya, dan jujur juga pembaca saya paham ini yang di maksut oleh kawan-kawan angota diskusi 30 April 2016 di Vetnam, bahkan beberapa Angota pemeritah sipil dan militer Vetnam hadir di diskusi ini hadir terkesima dengan kisah cinta Linda Marshaal, mereka menilai Marshaal Simet, sudah terlalu tega pada seorang wanita bernama Linda yang mencintai nya, tapi Marshaal tak peduli kegaduhan angota diskusi tersebut, dan yang saya harus tegaskan pada anda pembaca ini tulisan bukan main, atau mengarang, ini kenyataan yang terjadi dalam lingkup sejarah dunia ini, dan kami punya bukti fisik nya untuk di bawa ke pengadilan untuk membuktikan pristiwa ini terjadi, Ayah Marshaal Simet memang sahabat nya Muhammad Ali, dan Mereka bertetanga di Kentaky Amerika Serikat, dan pangilan Wajib militer pemerintah Amerika Serikat untuk Muhammad Ali, di sertakan juga Ayah Marshaal Simet untuk pergi ke Vetnam, Muhammad Ali yang menolak ikut, dan ayah Marshaal Simet yang tidak mau di Penjara 5 tahun terpaksa ikut ke Vetnam, karena jelas sudah Muhammad Ali punya kekuatan untuk menolak wajib militer tersebut, dan sendangkan Ayah Marshaaal Simet tidak punya kekuatan untuk menolak wajib militer tersebut terpaksa ikut ke Vetnam, dan walau begitu juga Ayah Marshaaal Simet kan Kaum kulit Putih, dan di masa sejarah rasisme  Amerika Serikat dulu, membuat hubungan tetangan rengang, tapi bukan berarti berkonflik, karena zaman itu kan sarat akan propokasi adu domba rasisime hitam putih, hanya masalah sepeli kaum putih atau kaum hitam bisa berkonflik, dan pada dasar nya konflik buatan orang tidak bertangung jawab, yang hanya ingin mengeruk ke untungan materi dan ke kayan diri sendiri dan lupa atau gila dengan apa yang terjadi yang jelas di hadapan mata nya sendiri.

Kembali kejalur penulisan, Marshaal Simet mengatakan selagi dia di Irak dia hanya memangang senjata saja, tapi tidak menembakan nya, untuk apa juga di tembakan karena tidak ada ganguang.
Marshaal Simet Mengatakan momen paling di Inggat nya saat Ivansi Irak, dia di tugaskan di Monsul Irak, mereka dengan rombongan konvoi darat untuk menyusuri pesisir jalanan Irak, Marshaal banyak menemukan orang tewas di parit-parit, baik sipil, militer, dan polisi, dan itu pun juga banya orang luar terlibat nya dalam kontak senjata di Monsul Irak, 2006-2007, Marshaal mengatakan mereka yang mati ini untuk siapa, gelar apa yang diberikan jadi mau ikut perang kesini, Sebagai seorang prajurit militer kita sadar telah membunuh orang yang tidak kita kenal, dan itu di lakukan untuk seorang raja yang juga kita tidak kenal orang nya, bahkan menjabat tangan nya saja kita tidak  pernah, jadi kenapa kita harus melakukan perang ini, apa untung nya untuk kita, kalau kita menang tidak juga kaya raya meski banyak harta rampasan di dapat, paling mereka yang duduk memerintah saja yang dapat, dan apa kah mereka yang mati di tanggan militer Amerika Serikat itu Islam Teroris, atau yang mati di tangan militer muslim Irak Penjahat perang yang berdangan senjata pembunuh masall secara terang-terangan di dunia ini, di tambah dengan tawaran lobi jasa militer bayaran, yang semua nya udara, laut dan darat nya, kalau perlu lagi dan didukung ekonomi kuat Matahari akan di Ivansi dan setelah nya di persembahkan pada raja yang membayar nya.
Pada hari ke empat nya di tugas nya konvoi darat yang patroli wilayah totorial Amerika Serikat di Irak, saya di minta bawa 2 anak baru masuk di kamp kami, mereka berasal dari Kansas Amerika Serikat, dan mereka lebih muda dari saya, dan kami pun patroli, aman-aman saja semua wilayah totorial Amerika Serikat di Irak, tapi pada hari ke, 16 2 anak baru itu terjadi kontak senjata di konvoi darat pesisir jalanan Irak,  1 tewas terkena granat nya militer Irak, dan jumlah semua korban ada 4 orang militer Amerika Serikat yang mati, dan saya pun terduduk lagi berpikir, kanapa Pemirintah kami melakukan nya, dan kenapa kami harus kesini bertempur, dan mereka tidak seharus nya tewas, tapi pergi belajar dan mengejar masa depan untuk hidup damai, seanday nya kemarin Pemerintah Amerika Serikat tidak mengerim nya kesini maka mereka masih hidup semua nya sekarang, dan bercanda tawa berduduk sesama kawan, dan bangai mana orang tua mereka yang menerima jasat anak mereka yang hancur terkena granat ini? demi tuhan hintikan perang ini, kata Marshaaal Simet, dan dari malam itu saya langsung mencari cara untuk keluar medan perang, saya masih muda, saya ingin menikah, saya inggin punya anak, saya inggin punya rumah bagus, saya ingin punya mobil ferari, saya harus keluar dari medan perang Irak ini, saya tidak akan membunuh orang demi Presiden Bush gila yang mengerim kami ke sini, dan sudah menghacurkan semua masa depan kami, Irak yang tertinggal jauh dari Amerika Serikat ini, tidak akan mampu melawan nya, dan Ivansi ini tidak harus ada, karena misi nya dulu hanya menangkap Sadam Husin saja sudah, tapi kenapa harus di duduki.
Singkat cerita Marshaaal, sudah bertugas 1 bulan, dan kontak senjata terjadi lagi, di antara perbatasan Irak-Iran, dan kata Marshaal entah mengapa hari itu terpikir menyerah saja pada militer Irak, dan minta saya akan meminta mereka untuk keluarkan dari Irak ini, tapi apakah semudah itu, mukin saya akan tanggan dan melempar senjata di tembak mereka, memang sudah ini kalang kabut, karena kontak senjata ini berlangsung lama, saya juga sudah mulai kehabisan keperluan diri, namun Amunisi masih banyak, karena saya tidak membunuh orang, sekali pun dia menembaki saya, tapi saya sudah berniat untuk lari dari ini maka harus di lakukan, dan sekarang saya hanya punya dua pilihan, tetap ikut konvoi ini, atau keluar dari barisan untuk lari dari segala ke gilaan ini, tapi apa pun yang terjadi saya ambil keputusan keluar dari barisan, meski pun saya tidak punya kawan di Irak ini, dan saya pun memangill Sahabat setia saya di konvoi itu, dan minta nya untuk menyapaikan pada semua orang saya tertangkap dan di bunuh oleh militer Irak, agar saya bebas dari Pemeritah Amerika Serikat, dan Sahabat saya pun mau melakukan nya, meski kami tidak akan pernah lagi bertemu nanti nya.
Dan dari sekarang saya sadar bahwa saya sudah sendirian di Irak ini, dan saya akan terus berjalan ke mana arah untuk menuju perbatasan Irak yang aman untuk mencari celah kelua dan lari, hemat kata selama saya 4 hari keluyuran di Irak sendirian dengan cara sembunyi, terperangkap kontak senajata lagi, saya bingung harus ke mana, tapi pada akhir nya saya bersembunyi saja di balik bangunan, karena tidak tahu siapa yang kontak senjata, Amerika Serikat bukan, karena banyak milisi di sini, banyak kelompok luar masuk Irak, tapi kalau di dengar dari suara tembakan kontak senjata itu sudah bisa saya tebak hanya kurang yakin saja, adalah Amerika Vs Irak, karena Bunyi M16 Pasti Amerika, AK 47 pasti Irak atau milisi lain nya, dan saya terperangkap selama lebih dari 5 jam di balik bangunan, tidak bisa keluar, karena jika nekat keluar pasti di tembaki, tapi pembaca kata Marshaal dalam 5 jam lebih di balik bangunan itu dia merenung sambil mendengarkan suara tembakan sampai dia bosan, dan memutuskan keluar sambil mengakat senjata ke atas tanda menyerah dan minta jangan di tembaki, memang ragu, tapi rindu ayah dan ibu saya terus mendorong nya, dan hari itu merubah hidup saya 100% menjadi sekarang ini, karena dalam kontak senjata itu Amerika vs militer Irak, namun di bangian militer Irak ada orang bernama Ali Bima dan Yasin, saya mengangkat senjata, terdengar di sebelah kiri saya terdengar suara memangil dengan bahasa Inggris, dan orang itu ternyata adalah Ali Bima orang Banjarmasin, yang ikut militer Irak dari Iran dan Palestina, memang saya pertama ragu dengan nya, karena saya juga takut di bunuh nya, yang membuat saya bisa berjalan ke arah nya di Balik bangun itu, karena saya lihat tubuh nya kecil, dia pasti bukan orang barat dan Arab, pasti Asia, dia memangil dengan bahasa Inggris, melarang saya untuk terus berjalan ke Arah depan, karena di depan di balik bangunan itu adalah Konvoi militer Irak, dan jika saya ke sana bisa di tembak mati, tapi saat saya sudah sangat dekat sekali dengan Ali, dan dari belakang muncul tiba-tiba Yasin yang mengkukang senjatam dan langsung meletakan ujung nya ke leher saya, Yasin tidak bisa bahasa Inggris hanya Ali, tapi saat saya di todong, mereka berdua bicara bahasa Indonesia, memang dulu saya tidak bisa bahasa Indonesia, tapi sekarang sudah bahasa Indonesia, dan ternyata yang di bicarakan mereka itu adalah, Yasin Inggin membunuh saya, kata nya ini Amerika kurang ajar pembunuh muslim saya harus mengorok leher nya, tapi Ali Bima melarang nya, Jangan di bunuh, kita jadikan tawan saja, untuk menukar teman kita yang di tangkap oleh Amerika, tapi waktu itu saya belum mengerti pembicara mereka.
Singkat cerita saya mau diminta Ali membebaskan orang Malasyia kawan mereka, yang di tangkap Amerika, saya katakan pada Ali tidak bisa, kan sudah saya ceritakan malam kemarin saat pertama bertemu, bahwa saya juga melarikan diri, tapi walau begitu saya coba membantu nya, saya tahu Ali itu juga seperti saya, inggin keluar dari Irak ini, tapi Yasin saja yang keras untuk terus perang sampai mati, Ali itu hanya inggin membebasakan kawan orang Malasyia itu saja jadi ikut militer Irak, kan mereka dulu ikut kapal Turky ke Palestina membawa bantuan makanan, Israel menawan kapal nya, dan mereka lari sampai ke Irak, dan ikut militer balas dendam, hemat kata, Ali dan Yasin tidak bisa terus melindungi saya dari militer Irak, dan puncak nya pada hari Itu saat Ali dan Yasin coba menerobus Palestina dan gagal, di halangi Israel dan Amerika, dan yasin tertembak, tapi dia menyuruh Ali lari, dan dia menarik pemicu ledak granat di tangan nya dan berlari ke Arah tentara Israel dan Amerika dan meledak, dan saya dan Ali sambil lari ke arah mesir, dan disana kami bertemu kawan Ali, orang Banjarmasin yang sekolah di mesir, dan dia membawa ke teman nya lagi untuk mengerim kami ke Iran, dan dari Iran lah kami pulang ke Banjarmasin. hingga saat ini kawan-kawan angota diskusi, dan saya tidak menyangka akan begeni, dan memeluk Islam punya Istri orang Sumatera Barat, maksut saya yang tidak menyangka nya adalah masuk Islam nya seleuruh keluarga saya, memang saya sudah berencana melarikan diri dan menjemput keluarga saya. tapi tidak ada pikiran untuk memeluk Islam, apa lagi sekeluarga langsung, Ayah, Ibu, 3 adik saya, tapi walau begitu ini Indah, dan kawan-kawan angota diskusi semua nya, Linda memberi saya hadia sebuah cendera mata kapal dalam sebuah botol bekas minuman berakohol, yang di dalam nya bertuliskan Aku terima surat mu ringkas tulisan nya, dan dia setia undur diri dan memaafkan saya, kata nya angap ini suatu mimpi yang datang tu menguji, saya mengerti maksut nya, dan ternyata Linda memang mincintai saya, dan dia melakukan apa yang saya tulis dalam surat sewaktu saya masih di Irak, dan saya bahagia sudah, dan semua mimpi saya sudah tercapai, hidup damai tanpa masalah di Banjarmasin, dan kami sudah menjadi penduduk Banjarmasin, semua orang di Banjarmasin adalah keluarga kami semua nya, dan saya sudah menganti warga negara atas bantuan kawan-kawan saya di Sumatera, dan saya ucakan terima kasih untuk Ali Bima dan Yasin yang sudah meninggal dunia, semoga tuhan mengapuni seluruh dosa nya, begitu juga dengan Muhammad Ali bekas tetangan saya.
Jika di lihat dari cerita tulisan ini seolah kami orang yang tingga di Kentaky Amerika Serikat di takdirkan begini, dari Ayah saya masuk wajib militer untuk mengivansi Vetnam bersama Muhammad Ali, dan saya di kirim presiden Bush untuk Ivansi Irak, tapi ini bukan lah Takdir tapi pilihan, saya yang memilih nya, dan nasip sama dengan Ali juga bukan kebetulan terjadi pada saya dan keluarga saya, karena saya dan keluarga saya bisa saja memilih jalan lain, tapi saya inggin memilih jalan ini, karena sudah saya katan pada kawan-kawan semua, apa pun tetang saya, kalian bisa lihat Ali, saya inggin hidup damai, kenapa melakukan perang dan menyerang orang yang tidak bersalah pada kami sekelurga kan aneh, dan supaya pemerintah vetnam yang hadir dalam diskusi ini tahu saja, tidak semua orang Amerika Serikat itu jahat yang suka ikut campur perang orang lain, ada juga sebagian yang baik nya, singkat dan jelas nya, di pemerintah negara Amerika Serikat kami dulu, di susupi penjahat yang membawa mala petaka, ambisus haus kekuasan hingga kira nya mengivansi Vetnam, dan dengan tulus saya mewakili ayah saya mantan prajurit yang dulu pernah terpaksa ikut perang Vetnam meminta maaf ke pada Pemerintah Vetnam, bukan maksut Ayah saya untuk melakukan nya, karena ayah saya tidak punya kekuatan sepeerti teman nya Muhammad Ali yang punya kekuatan untuk menolak wajib militer tersebut, dan malah menyerang balik Pemeritah Amerika Serikat yang menyuruh nya. jadi pembaca waktu diskusi itu Pemerintah Vetnam sambil tertawa menengar perkatan Marshaaal yang mewakili ayah nya itu minta maaf akibat ayah nya dulu pernah terlibat perang Vetnam, dan Pemerintah Vetnam sendiri juga bicara saat itu, ah kamu kata nya pakai bahasa Inggris, Marshaal, kejadian yang lama sudah itu, jelas sudah di maaf kan, dan ini pelajaran buat kita semua nya.
 
Dan saya dan Rahmahwati, miminta Marshaal untuk lanjutkan dalam tahap penutupan diskusi ini, saya minta Marshaal singkat saja, karena dia sudah bicara 3 jam lama nya.
Marshaal, saya katakan ini adalah sebuah rencana bagus untuk menirbitkan buku ini, dan yang saya harap Amerika Serikat sadar diri sudah untuk melakukan semua kekacaun dunia ini sudah, dulu saya orang Amerika Serikat, dan sekarang sudah menjadi warga negera Indonesia, walau pun itu bukan maksut saya untuk melakukan ini, tapi saya melakukan ini untuk menyelamatkan warga negara Amerika Serikat lain yang tidak punya dosa atau konflik dengan orang lain di paksa untuk melakukan serangan militer terhadap orang yang tidak mengangu nya, dan apa lagi dengan alasan yang kurang jelas seperti senjata pembunuh masala Irak, Nuklir Iran, Nuklir Korea Utara, lah, Pakistan, Afganistan, Sumalia, Sudan, Libiya, Palestina, Timor Lesti, dengan memperalan Indonesia dengan pembetukan milisi Aitarak, besi merah putih, dan Halintar nya, dengan tuduhan Timor-Timor bekas jajahan Portugal itu komunis, hampir mirip dengan tuduhan Islam Teroris, yang teroris bukan Islam nya, tapi orang pelaku nya itu, yang komunis bukan negara nya dan rakyat tapi orang yang memimpin nya, dan kenapa rakyat sipil nya yang jadi sasaran, Amerika Serikat yang bermasalah dengan Rusia paham komunis nya, kenapa Vetnam yang di Ivansi bukan rusia dan cina yang ayah dan ibu nya Komunis, jangan katakan Muhammad Ali mulut besar, kalian Amerika Serikat yang mulut besar, yang sudah jelas takut dengan Rusia dan Cina, Vetnam sasaran nya, di buat lagi boneka, alias wayang kata orang Jawa Indonesia, di adu lagi kacau lagi jualan senajata lagi, Rusia memang jahat, tapi jarang ikut campur perang orang lain, hampir semua konflik di belahan dunia ini Amerika Serikat yang ikut campur, bukan PBB, yang seharus nya itu urusan PBB bukan Amerika Serikat, PBB bubar saja sudah kalau tidak bertindak untuk melakukan perdamaian dunia, dan baru-baru ini di Indonesia Amerika Serikat, buat pasukan pemicu konflik lagi yaitu densos88 yang melakukan kampanye Islam teroris, dan apa lagi yang akan di buat nya nanti.
Dan maka nya saya mengbawa keluarga saya keluar dari Amerika Serikat agar terhidar dari mala petaka yang mereka buat sendiri, pada inti menjadi banyak musuh, mungkin di TV anda pembaca melihat presiden Amerika Serikat berkujung ke Negara lain orang negera tersebut tersenyum, tersenyum bukan kagum tapi untuk menghargai tamu saja, mereka pasti tahu nanti warga nya akan kacau akibat pemerintah nya di campuri Amerika Serikat, jadi saran saya untuk pemerintah Amerika serikat, perbaiki kerusakan ini, bukan menambah parah nya kesana kemari dagang senjata dan jasa militer bayaran para raja, dan jangan kirim lagi mereka pemuda-pemuda Amerika Serikat yang punya masa depan gemilang ke medan perang, yang perang kurang jelas untuk siapa, dan apa untung nya, hanya memabuat koban tewas dan penjajaghan baru saja, pada inti nya, Muhammat Ali benar, buat apa pergi perang ke Vetnam membunuh orang yang tidak bersalah, dan tidak di kenal, dan perang untuk siapa,? Aneh betul namun terus di lanjutkan, saya sangat berduka cita sekali dengan banyak nya pemuda-pemuda Amerika Serikat yang tidak berdosa di kirim ke medan perang, dan tewas, ayah ibu nya sedih dan terluka, dan jika tidak di kirim kemedan perang mungkin saja dia sekarang hidup bahagia, jadi itu saja kata Marshaal Simet untuk penutup diskusi 30 April 2016 di Vetnam ini, dan saya serahkan kepada pembawa acara diskusi lagi untuk lanjutkan ke tahap berikut nya.
Kembali kepada saya dan Rahmahwati, sebagai pantia pelaksana diskusi penulisan buku ini, dan ini sudah masuk tahap terahir, dan saya minta untuk terahir kali nya sebagai penutupan diskusi ini, untuk pemerintah Vetnam yang bicara untuk penutup nya, jadi selahkan di lakukan bapak selaku perwakilan nya.
Pemerintah Vetnam. Jadi disini saya selaku perwakilan pemerintah Vetnam dalam diskusi ini, menyapaikan terima kasih untuk Kantor Berita Canada Banjarmasin dan Aceh, selaku panitia pelaksana, dan terima kasih sudah peduli dengan Vetnam, dan kusus nya terima kasih untuk Sultan Khairul Saleh selaku bupati Banjarmasin yang mendukung terselengara nya ini, dan untuk seluruh Angota Avril fans Fender Canada juga.
Dan saya wakil pemerintah Vetnam, tidak bisa mengabarkan rasa terima kasih kami semua terhadap almarhum Muhammad Ali yang sudah peduli dengan negara kami Vetnam ini, Muhammad Ali walau tidak turun ke medan Perang untuk membela Vetnam, hanya dengan suara nya saja, tapi jauh lebih apuh dari pada pakai senjata api untuk melawan penjajahan, dan juga sudah membuka mata dunia ini untuk kira nya menghintikan semua kegilan perang ini, dan sudah sepatu nya kami orang Vetnam mendaulat Muhammad Ali sebagai Pahlawan Vetnam, layak nya orang kulit hitam yang mendaulau Muhammad Ali Pahlawan mereka, dan kami nanti akan berkujung ke Makam Muhammad Ali sebagai tanda terima kasih kami yang juga tidak bisa di bayar ini, dan tegas nya jasa Muhammad Ali tidak bisa di bayar kami orang Vetnam, dan kami hanya bisa mendoakan nya saja, semoga tuhan mengapuni seluruh dosa nya.
Kira nya itu saja yang saya bisa sampaikan untuk penutupan diskusi ini, tidak baik juga terlalu mengurik luka lama ini, jadi terima kasih, dan saya serahkan pada pantian penyelangara diskusi ini.
Dan kembali kepada saya dan Rahmahwati. Jadi mungkin sudah dulu, dan diskusi ini di tutup sampai di sini, dan untuk semua angota yang hadir terima kasih banyak, kita jumpa di lain waktu nanti, Terima Kasih.

Tambahan Dari Kami Panitia Penyelengara Diskusi Ini Untuk Pembaca

Dengan kesepakan bersama kawan-kawan angota diskusi, jika anda pembaca yang inggin bukti asli nya silahakan hungungi kami lewat Imail, atau tulis di kolom kometar blogger ini, dan ini sudah di terbitkan oleh kantor berita Kanada Banjamasin, dan semua isi tulisan ini ada bukti fisik nya, dan kepada Amerika Serikat yang merasa di pujukan dalam penulisan ini inggin marah silahkan marah dan ingin memangil kami ke pengadilan juga silahkan, karena ini adalah semua kenyata yang tidak bisa lagi di pungkiri, dan kami sudah mencoba cara penulisan yang kalimanta nya sudah halus betul, rasa nya ini sudah begitu teli kami bahkan sampai keperintah Vetnam sendiri kami suruh membaca nya, dan percuma jika kami menyuruh meniliti tulisan ini kepada pemerintah Amerika Serikat yang pasti mengelak dengan koreng luka buruk ini, jadi saran kami sadar penjahat perang Amerika Serikat akan penjajahan nya, dan untuk pembaca kami harap tulisan ini jangan di jadikan sumber konflik baru lagi bagi para pembaca, jadikan ini texs pelajaran sejarah saja lagi, dan jangan di tiru Amerika Serikat dan semua negara penjajah seperti Rusia Israel dan lain lagi, mereka biayang perang jadi jangan di tiru, dan kita semua harus berdamai melupakan semua dendam sejarah, dan membuka awal yang baru lagi sekian dan terima kasih.

Dan mungkin sekian dulu imformasi yang saya bisa berikan pada anda para pembaca. Dan kita bertemu lagi di lain epesodi tulisa saya yang baru nanti.
Terima kasih telah membaca nya semoga berguna untuk anda.
Mohon maaf bila ada kekeliruan dalam tulisan saya di atas.

FROG GOZILLA
Ketua Organisasi Alternativ Rock Numetal Comnty Tato88 Tanjung Tabalong yang bergerak memajukan pendidikan di Banjarmasin Aceh dan Indonesia.
Organisasi ini juga sangat aktiv di industri musik Rock Endergrond,
Dan berjuang untuk membangun perintahan ustmaniyah yang baru,  

simbol organisasi
Avril Lavigne