Translate

Minggu, 24 April 2016

Sejarah Perang Banjarmasin 1859-1906


Sejarah Perang Banjarmasin 1859-1906

WELCOME BLOGGER FROG GOZILLA
Terima kasih pada anda para pembaca yang sudah mau melungkan waktu berharga anda hanya untuk membaca tulisan saya 


Pendahuluan

Redaksi Kantor Berita Canada Avril Fans Fender

Tulisan ini saya tulis bersama kawan-kawan dari Avril fans fender Banjarmasin, dan di bantu juga oleh para tokoh-tokoh tetua dari keturunan Kesultanan Banjarmasin, dan juga mendapat batuan dari ahli sejarah univesitas Lambung Makurat, juga data-data dari banyak naskah buku Belanda, catatan dari keturunan orang Belanda yang menetap di Banjarmasin, dan telah menjadi benar-benar orang Banjarmasin.
Tulisan ini saya bisa pertangung jawabkan kebenaran nya, dan saya harap anda pembaca tolong bijaksana dalam membaca nya, karena saya mengunaka kata kasar dalam tulisan di bawah ini, watak kasar dalam tulisan ini tidak di buat juga oleh saya namun dari semua catatan yang di hasilkan, baik berbentuk naskah kono atau penuturan langsung dari orang yang kami tanyai, karena sudah jadi hal umum di Kalimantan bahwa orang banjar cendrung bicara kasar, tapi kasar bukan marah, tapi memang sudah watak nya dari dulu, contoh seperti orang bantak, bicara kaya orang marah, tapi sebenar nya tidak lah marah namun sudah logat dan waktak nya.
Tulisan singkat ini di tulis dalam waktu 2 bulan pembelajaran dan penelusuran, yang paling sulit bagi kami mencari keterangan di tengah orang dayak, tepat nya di tanah dusun hulu sungai barito, kahayan dan Kuala Kapuas, masalah bahasa dan trasportasi adalah utama nya, dan yang terhari merepotkan adalah mencari data dari orang belanda yang ada di belanda sana, kami semua tidak pernah ke belanda, tapi kami dapatkan arsip surat nya dari orang keturunan penjajah belanda yang menjadi orang Banjarmasin, tapi masih punya keluarga yang tinggal di belanda sana, mereka meminta keluarga nya yang ada di belanda mencari dukumen lalu memfoto copy nya dan dikirim dari belanda ke pihak kami di banyar masin, jika ada yang keliru dalam penulisan ini tolong bantu betulkan.
Tulisan ini fokos membahas pada pra Islam masuk Kalimantan saja, atau berdiri nya kesutanan Banjarmasin, dan di sebelum Islam masuk kalimantan sejarah sulit di pastikan karena kurang nya bukti nya.

Sejarah Perang Banjarmasin 1859-1906

kesultanan Banjarmasin. 

Bicara Banjarmasin, berarti bicara Kalimantan semua nya, karena Banjarmasin punya peran sangat penting bagi penduduk Kalimantan ini, Banjarmasin memegang kendali perdagang Kalimantan Jawa, dan tidak heran jika banyak yang memperebutkan nya.
Ada beberapa kota besar juga di Kalimantan ini, Samarinda, Balikpapan, Sampit, dan Palangkaraya, tapi hanya Banjarmasin saja paling sering berkonflik sosial, dari antara suku, agama dan kekuasaan.
Kalimantan ini tidak banyak orang yang tahu akar sejara Kalimantan, dari berasal nya suku dayak juga menjadi tanda tanya besar, benar banyak buku juga yang membahas dari mana suku dayak berasal tapi tidak ada yang benar memastikan nya, tak hayal simpang siur sejarah saja, itu karena kurang bukti nya, semacam bukti fisik seperti candi, atau prasasti dan peningalan lain nya lagi, sejarah kalimantan banyak hanya di gali berdasarkan kisah-kisah saja dari berbagai elemin tetua tokoh Kalimantan sendiri.
Tokoh sajarah Kalimantan yang paling banyak memberikan sumbangan terhadap tulisan ini adalah, Haji Anang Suriyansah, dia adalah seorang penyanyi lagu has daerah Kalimantan Selatan, Haji Khairul Saleh yang sekarang menjadi Bupati Banjarmasin, dan keturunan dari dinasti kesultanan Banjarmasin dan juga ada sedikit dibantu dari Helius Sjamsudin tokoh sejarah Indonesia ini, beberapa orang Dayak dan Belanda.
Tokoh sejarah di atas tadi sepakat dalam menulikas senjara Kalimantan, Kerjaan tertua di kalimantan adalah kerajan kutai Kartanegegar yang berpusat di Kalimantan timur, kusus nya di daerah Tengarong dan Kartanegara sendiri, dengan raja bernama Munawarman, dan setelah kerajan Kutai Kartenegara ini tidak ada yang di pastikan kerajaan tua di Kalimantan, tokoh sejarah juga sepakat tidak menolak jika ada kerajaan yang lebih tua ada di kalimantan ini sebelum kerajaan kutai itu, hanya saja tidak punya bukti kuat, hanya semacam kisah-kisah saja dan dongeng Rakyat Kalimantan, saja juga sependapat dengan tokoh sejarah di atas tadi, cerita dongeng kerajaan Kalimantan banyak di hembuskan oleh para suku dayak saja.
Tidak bisa di pungkiri kerajaan kutai itu, karena punya bukti fisik dan prasasti yang di dapat kan dari daerah tersebut, masalah adalah, tidak bisa di perkirakan dengan akurat kapan di mulai nya kerajan kutai ini memerintah Kalimantan, banyak juga kami temui dari sejarah peningal jawa di baik di Kalimantan sendiri yang menyebutkan dan ketertarikat nya pada kerejaan kutai itu.
Dan setelah kerajan kutai runtuh entah tahun berepa juga masih mestiri besar, dan yang paling ramai di bicarakan dan perdepatkan tokoh sejarah Kalimantan adalah masalah ras, Melayu atau Jawa kerajaan kutai itu, karena jika di bilang melayu ada unsur jawa, dan jika di katakan jawa juga banyak melayu nya, mungkin dugan sementara kerajan kutai itu campuran budaya dan tradisi Kalimantan, karena hanya pada berdiri nya kerajan kesultanan Banjarmasin, di ketahui bahwa kerajaan kutai itu tidak bisa di katakan dayak melain kan bugis sulawesi, tapi pendapat banyak di tentang, maka nya di atas sudah saya kata kan, kita hanya bisa mengali sejarah kalimantan dari masuk nya Islam dan berdiri nya kesultanan Banjarmasin, dan sebelum nya masih mesteri besar.
Perdebatan heboh sudah sereng terjadi dari kawan-kawan Avril fans fender, dengan tokoh terkemukan sejarah, tak hayal dalam debat itu saling bentak, mereka memperdebatkan siapa kah yang pemilik resmi tanah Kalimantan ini, apa kah benar mereka suku dayak itu, tapi dalam pengajian sejarah para ahli sejarah menetapkan sementara pemilik tanah kalimantan adalah suku dayak, karena jika di pastikan mungkin hari depan nanti dalam kajian sejarah ada yang menghuni Kalimantan sebelum suku dayak, dan juga dengan pasti semua penduduk kalimantan ini sekarang yang berhak atas Kalimantan adalah suku dayak, yang lain adalah pendatang dari Jawa, Sumatera dan Aceh.
Dalam naskah kono Jawa Majapahit yang kami terjemahkan, dulu suku dayak ada mendirikan kerajan yang bernama nansarunai, dan naskah jawa ini di buat dari Tentara Majapahi yang mampir di Kalimantan, tapi tidak pasti juga sejarah, hanya berbentuk kisah dan naskah saja, ada pendapat paling kontroversial dalam ahli sejarah, membatah suku dayak pernah mendirikan kerajaan, karena suku dayak hinga era kesultanan Banjarmsin, masih banyak yang hidup Nonmade berpindah-pindah ikut musim, dan sekarang ini anda bisa temui di Kalimantan Tengah.
Orang daya tidak banyak yang bisa bertani dan berternak, mereka hidup di alam liar, dan orang Jawa dan Melayu lah di Klaim yang membawa cara bertanam padi hingga berternak, jadi bagai mana bisa kata nya dayak membangun sebuah pemerintah yang di katakan nansarunai itiu?
Tapi kata nya, jika memang dayak di Kalimantan itu pernah membangun kerjaan dan pemeritah, pasti tidak pernah membangun sebuah bagunan Istana, hanya membangun pemeritah suku-suku saja dan berpindah-pindah, dan suku yang di takuti dan besar saja lah yang di nilai penguasa Kalimantan.
Ada sebuah catatan dari tahun 1995 bertangal 14 April yang masih kami simpan, catatan itu di tulis orang bernama Sumantri yang ketua sebuah Organisasi Mahasiwa Aceh kusus mengaji sejarah Kalimantan.
Maaf jika anda suku dayak karena bukan maksut saya demikian, tapi saya hanya mengikuti catatan dari Sumantri, dalam tulisan sumantri  jelas sekali suku dayak anti pendidikan dan Agama, sumateri mencatat dalam perjalanan menyusuri Kalimantan, suku dayak sangat Exstrim sekali, bisa mengadakan upacara pengorbanan manusia, dan juga sebuah tradisi yang di sebut sumateri kekejian luar biasa Gaiyau, atau mayau, sebuah tradisi berburu kepala manusia oleh suku dayak, dan tradisi mayau ini kata nya tidak memandang ras suku, dayak atau bukan suku dayak akan memburu nya, bisa di katakan bersaing mendapat kekuasan antara suku.
Yang perlu di garis bawah juga, Sumantri dengan tegas mencatat dia tidak kawan-kawan tidak percaya bahwa suku dayak bisa buat pemerintah macam kerajaan maju seperti banyak kerajaan nusatara lain nya, alasan Dayak hidup nonmade anti pendidikan dan Agama, jika dayak membangun pemeritah juga tulis Sumantri pastri seperti kita lihat sekarang, pecah dan banyak kelompok berbeda bahasa kepercaya dan pandangan nya, jadi kerejaan dayak hanya berbasis Kepala suku dan adat saja, tidak pemeritah sebuah kerejaan, peningal mereka juga tidak ada, mungkin mereka tak bisa baca tulis alasan nya dan kurang konsestin saja kata sumatri, nah pembaca tersereh anda jika ingin membatah nya, tapi kami punya bukti nya.
Terlepas dari itu semua nya, kita masuk membahas datang nya suku melayu di Kalimantan, dan kerejaan yang di bangun suku malayu yang punya bukti adalah Kerajan Negara Daha, kami tidah tahu persis kapan negara daha di dirikan, banyak simpang siuar dalam penulisan sejarah nya, tapi Negara daha punya peningalan Istana yang hingga saat ini berdiri di kota Amuntai Kalimantan Selatan.
Saya dan Avril fans fender 2 minggu berdebat di Amuntai dengan para tokoh sejarah nya, tapi keterangan nya berbeda-beda dan Banyak versi, kami bingung siapa raja yang berdahulu memerintah nya, ada yang mengkatakan Surianata, ada yang mengatakan Paman tamngung, dan ada juga yang mengatakan Paman tamangung itu adalah Suriyanata yang berkubur di Amuntai itu, tapi dalam hasil kami sepakat Raja nya adalah Paman Tamangung dalam bahasa nya, tapi bahasa banjar amang tamangung atau paman nya raja banjar bernama Pangeran suariansyah.
Sejarah kerejaan Negara daha atau negera diva, ini kurang jelas sekali, dan di ceritakan sangat kerep sekali konflik Internal dalam Istana terjadi, Negara daha juga pusat pemeritahan nya berpindah beberapa kali, pindah ke danau pangang masih masuk Amuntai juga, hinga ke sungai negera, juga masih di hitung amuntai juga, alasan berpindah juga kurang jelas mengapa berpindah, tidak ada cerita bahwa negera daha punya banyak musuh, tapi hanya berkonflik internal saja sesama para keluarga kereja tersebut, hingga pada akhir nya pencah lah negera daha, dengan lari nya Pangeran Samudra ke babanengan kuin Banjarmasin ke pada patih Masih dan patih rumah, lari nya Samudara di dasari konflik paman tamangung yang ingin Samudara mati, dan ini adalah walal berdiri nya Kesultanan Banjarmasin.
Konflik yang tak terpadamkan lagi menjadi sebuah akhir yang hebat sekali, karena Pangeran Samudara di pelarian nya di kampung kuain di Angkat menjadi Raja Banjar Pertamana oleh Patih Masih, dan ini awal Islam masuk Kalimantan, Pangeran Samudara yang terus berkonflik dengan Paman nya sendiri terpaksa butuh bantuan kerejaan Jawa dalam konflik nya ini, nah masalah ini juga masih di perdebatkan para ahli sejarah, kerajan Mataram atau Demak yang ikut campur dalam konflik kerejaan Negara Daha, tapi banyak pendapat adalah kerajaan Demak.
Pangeran Samudara membuat sebuah perjanjian dengan kerejaan Islam Jawa, Demak atau Mataram kami kurang tahu, tapi kami putuskan adalah Demak, karena pendapat terbanyak adalah demak.
Kerajaan Demak meminta sarat jika mereka membantu Pangeran Samudara, lalu menang maka Samudara harus masuk Islam, dan Samudara sepakat.
Setelah Samudara menang dia masuk Islam sepenuh nya dan di  beri gelar baru oleh kesultanan Demak, Sultanan Suryiansyah Raja Islam pernama dan pendiri dinasti Kesultanan Banjarmasin, namun sayang kami tidak tahu pasti tanggal dan tahun nya, tapi kami di gambarkan tokoh tetua Banjarmasin antara Abad 15-16 lah kesultanan Banjarmasin itu, tapi Haji Anang Suriansyah menegaskan nya pada tahun 1526 lah berdiri kesultanan Banjarmasin sampai 1860 runtuh dan rampas oleh Penjajah Belanda.
Tidak di ketahui persis bangai kesultanan Banjarmasin ini menyebarkan Islam di Kalimantan ini, karena Banjarmasin banyak kehilngan Tex dan bukti sejarah berharga akibat dari serengan belanda yang membumi hanguskan kampung keraton atau istana kesultanan Banjarmasin yang berada di kuin itu, dan sejarah yang tersisa hanya sejarah yang menciritkan pemeritahan sultan Adam saja hingga sampai merdeka Indonesia ini.
Kesultanan Banjarmasin adalah kerajaan yang paling sering melakukan perang di Kalimantan, bahkan dalam Tex sejarah yang kami temukan kesultanan Banjarmasin pernah melakukan Islamisasu Masyarakat dayak Kalimantan, dan Islamisasi di lakukan di sebelum pemerintah Sultan Adam dan sesudah pemeritah Pangeran Suriansyah.
Bahkan kerap sekali kami menerima keterangan dari tokoh-tokoh tetua Banjarmasin, perang Banjarmasin bercorak Agama, dan sangat sama dengan dengan Perang Aceh, Perang suci pisabililah, terbukti mereka Banjar mengejek dayak dan Belanda adalah Kaum kafir kata nya.
Kesultanan Banjarmasin tidak berbeda dengan kesultanan Aceh, kerana punya agama yang sama niat yang sama, menyebarkan Islam sejauh mungkin dan sebanyak mungkin, dan kesultanan Banjarmasin juga layak Aceh, berusaha menggislamkan Dayak, dan kesultanan Banjarmasin berhasil mengislamkan dayak, yaitu suku Bakumpai Marabahan dan suku dayak Ngaju Kapuas Kalimantan Tengah.
Saya dan kawan-kawan tidak mengarang cerita, bahwa Kesultanan Banjarmasin adalah musuh Belanda paling kuat dan tidak mau tunduk hingga titik darah penghabisan, dan Kesultanan Banjarmasin sangat anti Eropa dan Agama Krestin layak nya Aceh, membunuh Belanda telah membunuh musuh tuhan Allah, dan berpahala kerana Belanda Kafir Kristen, tidak bisa di bantahkan perang kesultanan Banjarmasin di daerah Kapuas Kalteng itu adalah perang suci, karena di Kapuas ada masuk kelompok Eropa yang menyebarkan kristen yang disebut RMG, kelompok ini benar-benar di habisi oleh tentara kesultanan Banjarmasin, hanya sedikit saja yang hidup dan selamat, dan itu hanya wanita dan anak-anak saja, dan atas kejadian ini maka lahir permusuhan baru lagi dari dinasti Banjar Vs Dayak, dan seorang kepala suku dayak yang menjadi musuh bubuyuatan Banjarmasin ada 2 orang bernama suta ono dan Temengung Yohanes, mereka bertarung hingga titik darah penghabisan.
Kesultanan Banjarmasin, adalah kerajaan yang satu-satu di Kalimantan yang anti persekutuan antara mereka dan Eropa, faktor Agama, dan kekuasa, walau nanti ada keturunan kesultanan Banjarmasin yang bersuku Belanda dia bernama Tamjidilah yang bermusuhan dengan sultan Hidayatulah sauadar nya sendiri.
Memang kesultanan Banjarmasin pernah bersekutu dengan kesultanan kutai Kaltim, tapi tidak lama dan balik bermusuhan di antara kedua nya, Kerajaa Kutai bersuku dengan Belanda dan membantu belanda.
Saat masuk nya Belanda di Kalimantan dan dari saat itu juga peta perang Banjarmasin berubah, Belanda yang sangat menginginkan Banjarmasin menjadi tanah jajahan, kerena Banjarmasin sentrak Kalimantan Hingga saat ini, semua orang di Kalimantan ini membeli semua keperluan mereka ke Banjarmasin, mau sekolah juga ke Banjarmasin, kota Banjarmasin walau kecil dari yang lain nya, tapi kota Banjarmasin sudah menjadi tempat perdanga dari Abad 14 yang lalu, menghubungkan Jawa Kalimantan.
Konflik yang akhir nya pecah juga dan membuat ke muduran kesultanan Banjarmasin pada zaman Sultan Adam, Karena Belanda mulai campur Tangan di pemerintah Sultan Adam, tapi walau begitu Sultan Adam mampu mempertahankan kesultanan Banjarmasin hingga dia meningal dunia, dan setelah Sultan Adam meningal di gantikan anak nya Sultan Tamjidilah, dan seharus nya yang naik tahta dalam wasiat Sultan Adam adalah Pangeran Hidayatulah, Tamjidilah naik tahta atas dukungan Belanda dan menjadi boneka nya Belanda.
Belanda sengaja membuat konflik permusuhan antara Hidayatulah dan Tamjidilah sesama pewaris tahta yang sah atas kesultanan Banjarmasin, hingga perang pecah Kesultanan Banjarmasin resmi di hapuskan Belanda pada Tahun 1860, Sultan Tamjidilah menjadi musuh Rakyat nya sendiri, dan juga pada Ahkir nya Tamjidilah yang sekutu Belanda menjadi musuh Belanda sendiri hingga di asikan ke Jawa Barat, sedangkan Sultanan Hidayatulah melarikan diri ke Hulu Banjarmasin, dan Hidayatulah juga mendapat dukungan Rakyat Banjarmasin sendiri naik tahta, bahkan walau Istana kesultanan Banjarmasin di Martapura itu di duduki Belanda Hidayatulah di akan jadi Sultan sah atas tahta Banjarmasin di Amuntai, dan ini adalah awal dari perang panjang dari dinasti Banjarmasin, dan perang ini resmi berhenti hingga Indonesia Merdeka tahun 1945 17 agustus, semangat yang tak putus dari Rakyat Banjarmasin meski mereka tak pernah menang perang belanda itu.
Sekarang Istana Kesultanan Banjarmasin di duduki Belanda, maka di pada zaman ini muncul tokoh yang terkenal yang tak terlupakan oleh sejarah dia bernama Pangeran Anatasari, saudara dari Hidayatulah dan keturunan dari dinasti Kesultanan Banjarmasin yang sah atas Tahta setelah kemimpinan nan Hidayatulah nanti.
Pengeran Antasari adalah Raja Banjar paling berbeda dari pendahulu nya, dia perang melawan Belanda sampai mati bersama Temngung Surapati ketua adat dayak Bakumpai Marabahan yang masuk Islam, Surapati dulu adalah sekutu Belanda tapi entah mengapa dia menjadi musuh Belanda nomor wahit di Kalimantan ini.
Banyak buku mengatakan awal perang Banjarmasin adalah Belanda merampas 2 lanjung rempah-rempah pedangan Banjarmasin di Banten Jakarta, tapi ini hanya isu saja, pada inti nya perang Banjarmasin, untuk mengabalikan kekuasaan Kesultanan Banjarmasin, dan bercorak Politik Agama.
Dalam tulisan seorang Belanda yang saya dapat beratas nama Andresen yang pernah bertugas di Banjarmasin pada masa itu menulis kan, ada sebuah kejadian unik yang hanya terjadi di Banjarmasin, kejadian itu adalah ada seorang bernama Aling.
Aling adalah mantan pejabat nya kesultanan Banjarmasin yang bertugas pada zaman sultan Adam memerintah Banjarmasin, dan Aling ini di gelari Belanda adalah orang gila di daerah Rantu Pengaron, dia Aling memulai dari ritual mistik corak Islam yang membetuk gerakan perlawanan pertama Antasari dengan Belanda itu, Aling juga memberika gelar pada anak nya dengan sebutan Sultan Kuning alias Surianata, walau begitu agak gila dia kedatangan para pengikut nya setiap hari dan malam, Belanda semakit takut.
Dalam surat Andersen juga menyebutkan bahwa Aling menama sebuah daerah dengan nama Tambai Mekah, dan banyak pejarah muslim berangkat kesana, Aling juga menjual jimat dan Ayat suci itu, namun saya Adresen tidak mencatat rinci nya da tanggal nya di mulai gerekan Aling ini.
Dia Aling itu berhasil sukses dalam membetuk ulang Perang Banjarmasin dengan di motori Agama ini, banyak Haji-haji Amuntai terlibat memberi dukung sejumbah uang dan harta benda nya, Aling menegaskan Bahwa Pangeran Antasari adalah Raja Banjarmasin yang akan merebut kembali kesultanan Banjarmasi itu, dan Aling tidak henti nya mencari pengikut hingga Hidayatulah pun juga ikut pergi mencari Aling, Belanda juga mencari Aling Besama Tamjidilah namu hasil nya nol besar.
Tidak banyak cerita Adrensen, dia langsung menuliskan Penyerangan Tambang Batu Bara di Pengaron saat itu, dengan batuan orang-orang Muning, bahkan buruh dan pekerja paksa Kam batu bara belanda ini bantau Antasari dalam menyerang Belanda itu, pada tahun 1859 kalau saya tidak salah menuliskan nya.
Setelah serangan itu pamor dari gerakan Antasari dan Aling bertamabah tinggi mereka sudah menyalakan api semangat perang Rakyat Banjar yang hampir padam saat itu.
Dalam gerkat Aling dan para pengikut nya di sertai Pangeran Antasari itu resmi menjadi perang Besar banjar hingga Indonesia Merdeka, yang terlibat dalam gerakan perlawanan ini andrensen menuliskan, Pangeran Antasari dan Pegeran Kuning anak Aling adalah Tokoh utama, pembelaan nya terhadap Sultan Hidayatulah itu hanya kuda Troya alias Alasan saja, tapi tujuan gerakan Aling ini sebenar tidak mementikan Sultan Hidayatulah, tapi nyata ingin kembali merebut Kesultanan Banjarmasin yang di rampas Belanda itu, inti nya Sultan Hidayatulah hanya alasan, jika gerakan Aling ini benar-benar menggap Hidayatulah itu sultan tidak mungikin mereka melawan Hidayatulah itu, gerakan Aling ini tidak di perintahkan Hidayatulah dalam aksi nya.
Pesjuang termasur dalam gerakan Aling ini juga ada, Dheman Lehman, Temenggung Jalil Amuntai, dan beberapa orang berpenguruh lain di hulu Banjarmasin, tapi sayang dari semua angota Aling tidak banyak yang bertahan, ada yang tertangkap, tewas dan Menyerah pada Belanda, bahkan Pangeran Anatasari sendiri tersudut lari dari kejaran serdadu Belanda, dan disini dalam pelarian Antasari ini lah terjadi hal penting yang tercatat dalam buku sejarah bertintah emas, Prestiwa itu bertemu nya Pangeran Antasari dengan Surapati kepela adat dayak Bakumpai Marabahan yang masuk Islam, jasa Surapati sangat besar pada Banjarmasin dan Kalimantan, Surapati adalah aktor nomor wahit dalam perang Banjarmasin.
Dalam hal ini saya kurang rinci mendapat imformasi nya, kapan Pangeran Antasari bertemu Surapati, dan kapan tanggal dan tahun tejadi pristiwa penting yang adalah, Surapati dan Pangeran Antasari, mengikat sumpah nya, yang berbunyi Saya Antasari keturunan di nasti Banjar, dan saudara saya Dayak Surapati bersumpah setia melawan Belanda Sampai mati, dan 7 turun kami akan memusuhi belanda dan tegas nya lagi semua keturunan kami kelak akan terus perang sampai Belanda angkat kaki dari Bumi Kalimantan dan mengembalikan kesultanan Banjarmasin, dan terkutuk semua di antara kami yang bersubah jika melangar nya, dan jika anak-anak kami kelat menyerah demi tuhan mereka bukan anak kami, dia hanya lahir lewat rahim istri kami saja, perbuatan apa saja yang kami lakukan atau anak kami yang berpihak belanda haram.
dan haram manyarah wajib sapampai kaputing, dan itu adalah surat yang bertuliskan hurup Arab gundul naskah sumpah Antasari dan Surapati yang akan berjuang hingga titik darah penghabisan, dan terbukti juga baik dari Antsari dan keturunan nya dan Surapati dan keturunan nya tidak pernah melangar sunpah itu apa saja resiko nya, mereka lebih memilih mati dari pada melangar nya.  
Setelah peristiwa Tambang batu bara itu, Antasari adalah boronan no 1, dan itu lah alasan nya ke tanah dusun dayak, Antasari juga mengikat saudara dengan para keluarga Surapati dengan menikahi anak nya.
Saya tidak bisa melukiskan bagai orang Bernama Surapati ini berani nya, Karena Surapati adalah orang di balik layar semua serangan ke Belanda di Kalimantan.
Saya tegaskan pada anda dalam penelusuran saya, hanya ada 2 suku dayak saja yang bergabung dengan Kesultanan Banjarmasin hingga memeluk Agama Islam, mereka adalah suku Bankumpai dinasti Surapati, dan suku Dayak Ot Danum Kapuas, dan 2 suku dayak ini juga lah yang berjung membebaskan Kalimantan dari Jajahan Belanda dan koroni nya, dalam penelusuran saya di Kalteng dari Kuala Kapuas hingga tanah dusun dan terus ke Kaltim setelah melawati Tabalong, menayakan kenapa Dayak Manyan dan Dayak Biayaju Anisme berpihak Belanda apakah karena Agama, jawaban adalah, benar kerena Agama, tapi tidak semua bersandar pada Agama, kami lebih sendapat dengan Belanda dari Pada Banjar itu, saya terus tanyakan apa kah dendam pada Banjar, mereka tidak menjawab nya, tapi dalam kesimpulan nya adalah, dendam kerena kesultanan Banjarmasin menindas dan memaksa dayak masuk Islam, kerana Dayak tak punya Agama, bahkan yang ktisten bukan lah kristen tapi hanya pelarian mereka saja dari Dinasti Banjar, Dayak berlindung Belanda dari pemaksaan Islam Banjar, di Kalitim juga bersuku belanda mereka semua, jadi di Kalimantan hanya Banjarmasin yang bermusuhan dengan Belanda, dan acap sekali Banjarmasin di keroyok Mereka, Antasari dan Surapati adalah orang yang sudah biasa di keroyok saudara sekali sekalimantan ini, walau begitu tidak pernah membuat Surapati dan Antasari menyerang malah sebalik nya api perang menyala dasyat di dada nya.
Peta perang Banjarmasin berubah total, dari benua 5 sekarag ke pesisir sungai barito, dan ada perang besar terjadi di anak-anak sungai barito oleh pihak banjar dan Belanda, ada beberapa kapal api belanda yang di tengelam kan Antasari dan Surapati, namun saya kurang tahu tangan dan tahun kapan terjadi penengelaman kapal oleh Surapati dan anak-anak nya itu, hal yang di sayangkan juga pengeran Antasari tidak panjang seperti Surapati, Antasari di tuliskan Andrensen Pangeran Antasari tidak mati terbunuh dalam perang tapi meninggal karena sakit cacar, tapi banyak kekeliruan tahun kematian nya saja, dan yang jelas tulis Andresen anrata tahun 1862 hanya perkiran saja, tapi harus di garis bawahi adalah, selama Anatasari hidup, dia membuat 4 pristiwa penting dalam sejarah, 1 penyerangan tambang Batu bara Pengaron pada tahun 1859, 2 pristiwan penyerangan kapal Api Onrust 1859 Belanda di hulu sungai barito tanah dusun, 3 penyrangan di benua 5. 4 pertempuran terahir nya adalah di beteng gunung Tongka 1861 yang lalu.
Pangeran  Antasari, tapi semangat perang banjar tidak panah padam, dan setelah Pangeran Antasari meningal dunia, perjuangan di pimpin oleh anak nya dan temengung Surapati dan seluruh anak nya, Anak dari pangeran Antasari adalah, Muhammad Seman dan Muhammad Said yang sama gigih dalam perang melawan belanda, walau Muhammad Said berumur panjang tapi dia mendapat prestasi juga dalam penyerangan terhadap belanda, meningal nya Muhammad Said lalu Muhammad Seman naik tahta, dan Muhammad Seman Adalah keturunan Pangeran Antasari yang hidup lama melawan Belanda hingga tahun 1906.
Harus di akui juga Banjarmasin hanya menang beberapa kali saja dalam perang melawan Belanda, dan di setiap perang juga prajurit Banjar banyak tewas dari pada pihak Belanda, dalam penulisan Andresen tidak konsisten dalam menuliskan jumblah koraban tewas itu, tapi bisa di percaya kerban nya tertulis tidak pernah mencapai 100 orang, baik yang tewas dari pihak Belanda dan Banjar, namun selalu lebih banyak pihak Banjar yang tewas, biasa korban tewas pihak banjar, selalu di atas lima orang, dan paling banyak 30 orang dalam setiap aksi penyerangan, kalau di pihak Belanda biasa paling kicil 1 orang dan beberapa orang luka saja, dan jika banyak juga paling 15 orang saja, tidak seperti cerita buku yang banyak berpihak ke favoret tokoh penulis nya.
Setelah meningal nya Surapati, lama juga vakom dari perang besar, paling pasukan banjar hanya perang grilya saja, tembak lari untuk memberikan tanda pada semua penduduk Kalimantan dan Belanda bahwa mereka masih ada dan belum menyerah, dan mereka masih mempersiapkan diri untuk perang besar.
Tidak ada paling di sayangkan dan memukul pasukan Banjar dari pada meninggal nya Surapati, karena surapati adalah ujung Tombak dari semua perang Banjar.
Tidak ada orang yang di takuti oleh Belanda selain dari Surapati dan Antasari, dalam kurun tahun 1880 hal Pasukan Banjar selalu mengabarkan kabar angin dan membuat panik Belanda saja, pasukan banjar juga hanya mengodeta kapal dagang kecil di sungai barito, banyak nya penghianatan dari kelompok banjar jadi Masalah.
Muhammad seman dan pengikut nya tinggal di beras kuning tanah dusun atau muara tewah hingga penyerangan besar nya, Muhammad seman dan anak dari Surapati banyak membangun benteng berang di pingiran sungai Barito, dan juga di mulut-mulut sungai anak Baroto, mereka juga membuat senjata api di kampung Negara pada saat itu.
Ada beberapa perwira yang patut mendapat gelar Pahlawan dalam perang Banjar ini, dia adalah Ali, Atau palinglima Ali, yang berasal dari Aceh, Ali di buang Belanda ke Muara Teweh dan di jadikan pekerja paksa, namun beruntung bagi nya karena saat pasukan Banjar menyerang teweh dan Ali dapat lolos dan ikut pasukan Banjar hinnga mati dalam benteng Muara Teweh yang didirkan Muhammad Seman, orang lain juga yang patut di berikan gelar sajarah adalah Wangkang, dia adalah korban dari kekejian Belanda, kekejian itu adalah belanda mengatung mati Ayah Wangkang dulu, dan Wangkang bersumpah akan membalas dendam, dan Wangkang dalam aksi balas dendam nya bergabung Pasukan Banjar tidak pernah menyerah dan tunduk hingga iya tewas dalam perang di kuin dan Banjarmasin.
Wangkang juga memakai takti kuda troya, dia berpura-pura menyerah dari Belanda, dan itu berhasil, Alasan menyerah nya Wangkang adalah agar dapat masuk Marabahan dengan Aman dan mesiapkan serengan nya, dan di balik layar aksi Wangkang ini adalah Keluarga Antasari dan Surapati, dia segaja juga mengalihkan perhatian Belanda, agar Belanda lengah terhadap Muhammad seman, dan yang piling berani aksi di Marabahan adalah, dia di temani Haji Syarif Hasim ke benteng Belanda Marabahan, dan menanyakan pengampunan nya, lalu dia tidak dapat jawaban memusakan dari Resenden Belanda pada Saat itu, dalam perjalanan nya di kawal serdadu Belanda keluar benteng, dan pas di atas jembatan Wangkang beraksi dengan melompat ke perahu para pengikut nya, dia langsung menghunuskan pedang menetang Belanda, namun Belanda tidak menangapi nya, atas kejadian itu pamor Wangkang membubung tinggi di Marabahan, semangat perang berkobar lagi.
Hal menarik dalam akasi Muhammad Seman ini adalah Kampanye nya yang luarbiasa hebat nya, Kampanye ini desebut di Banjarmasin kabar agin saja, dan juga memang tujuam kampanye ini untuk membuat Belanda meremehkan pasukan Banjar, dan Belanda yang sering dapat kabar Angin itu lama-kelaman tidak lagi percaya kabar angin itu karena kerap di dustai sudah, Belanda ah duasta lagi kata nya kabar itu, dari dulu tidak ada juga serangan pihak dari Pasukan Banjar, dan pada waktu yang sudah di tentukan mulai lagi kabar angin itu, kabar angin itu mengatakan, bahwa pasukan Banjar berlayar menuju Banjarmasin dari Marabahan, Muhammad Seman ada di situ, Belanda tidak percaya kabar itu, dan ternyata kabar itu benar, Perang pecah di Banjarmasin, dari kuin Alalak, penyerang nya Wangkang dan anak dari Surapati dan Antasari, dan Wakang di sini bertempur Sampai mati di sungan daerah kuin Alalak.
Walau serangan Wangkang gagal. tapi tidak membuat perang berahir, srtige baru di susun ulang Muhammad Seman, dia mulai mencari pengikut nya dari para suku dayak lagi, namun hasil nya nool, Dayak menolak dan bersekongkol dengan Belanda, Muhammad Seman kembali lagi ke tanah dusun beras kuning, dia mulai mencari dukungan di daerah tanah laut, tapi juga tidak berhasil, dan kembali lagi ke tanah dusun, hingga Muhammad Seman mengagakat Purnasari putra nya untuk misil selanjut nya mencari dukungan di Benua 5, dan ini berhasil karena banyak dapat dukungan banyak dari haj-haji Amuntai, dan ini Purbasari melakukan serngan mendadat ke pos Belanda di Amuntai. Tabalong, kelua, Barabai, Kanadangan, dan juga misi ini gagal, tapi setidak nya rakyat tahu bahwa mereka masih ada dan belum menyerah, hingga Muhammad Seman minta nya ke Kaltim minta dukungan raja Kaltim namun Malang nasip Purbasari itu, Raja kaltim bersekonggkol dengan Belanda, raja kaltim melaporkan Purbasari ke Belanda Banjarmasin, lalu Pubarsari di Tangkap dan di buang ke sulawesi, dan ini juga bukan akhir dari perang Banjar,
Serangan demi serangan terus di lakukan nya Muhammad Seman hingga dia meningal dunia di Rumah Ladang nya tahun 1905, dan perjuangan di teruskan oleh anak nya bernama Muhammad Arsat lagi.
Muhammad Arsat juga melakukan hal yang sama dengan dengan pendahulu, agama adalah senjata ampuh nya di mendan perang, Muhammad Arsat juga adalah keturunan Antasari yang bermusuhan dengan Dayak Pasir pengikut Belanda, beberapa serengan di Barabai dan Kanadangan oleh belanda dan pasukan pasir itu, beruntung selalu lolos, di barabai juga ada kejadian anak muda mengamuk dan perempuan juga ikut, dan pengamukan ini menewaskan serdadu Belanda 2 orang.
Setelah meningal nya Muhammad Seman, perjuangan prajurit Banjarmasin kurang lagi jelas akibat terpecah-pecah, dan yang dapat di kenali dari dinasti Kesultanan Banjarmasin hanya sampai Muhammad Arsat anak Muhammad Seman, namu tidak juga lagi jelas, bahkan banyak keliru nya, yang jadi pertanyaan juga, apakah, Muhammad Arsat tertangkap dan di hukum mati juga, kurang jelas, jika dia hidup di mana dia? pada Inti nya perang dari kesultanan Banjarmasin yang bersih dinasti nya hanya sampai tahun 1906 dan pemimpin terahir nya adalah Muhammad Arsat, namun walau begitu perang tidak pernah berhenti hingga Indonesia meredeka,.
Perang setelah tahun 1908-1910 tidak bisa di katakan lagi pemimpin nya dari Kesultanan Banjarmasin, terusan dari Pangeran Antasari dan Keluarga Surapati, memang banyak yang Mengklaim bahwa mereka turunan dinasti Banjarmasin, Kalau Haji Anang menegaskan, mereka para pejuang perang dari tahun 1908-19010 hanya mengunakan nama dinasti Banjarmasin saja untuk mencari pengikut nya.
Perang jenis dari tahun 1908 ini adalah perang skala kecil, di lakukan kelompok kecil saja, serangan tembak lari, dan penjarahan kapal dagang belanda saja, dan juga dengan berharin nya Muhamad Arsat maka belanda dapat duduk tenang beberapa waktu dari perlawan Pribumi, hingga kedatangan jepang di Kalimantan dan perang Autarila di Tarakan sana.
Masuk nya berbagai pasukan dari nusantara di bumi Kalimantan saat akhir perang dunia ke 2, yang terbanyak adalah Pasukan Aceh dan Jawa yang kebeluan lewat juga di Kalimantan, yang dapat di tandai nama orang telibat perang banjar pasca meninggal nya Muhammad Arsat, Hasan Basri dari Kandangan, Ibnu Hajar Kadangan, Tri Sukma Barabai, Perjo Jawa, Kusuma, para pehngulu dan pembakal yang tidak di ketahu nama nya, kalteng Cilik Riwut saja yang bisa di tandai nama nya, perang ini juga banyak milibatkan warga kampung, dan merubah peta perang kedatangan Jepang di Kalimantan saja lagi.
Kesimpulan nya semua dari tulisan ini adalah, saya berpandangan perang Banjar ini di penuhi unsur Agama dengan kuat sekali, dan pemain perang nya puna hapir semua ulama Islam yang fanatik sekali dengan ajaran Islam, Agama Islam juga di jadikan senjata apuh untuk mencari dukungan, terbukti dengan mereka mengatakan Belanda dan dayak Kafir dan berteyak Allahuakbar matilah kafir.
Sultan Tamjidilah juga, di gulingkan rakyat faktor agama, Tamjidilah suka bermakukan dan keluyuran itu, bahkan 2 adik perempuan nya hidup dengan orang Eropa di Banjarmasin yang selalu jadii gunjingan Rakyat nya sendiri, Tamjidilah yang berharap jadi sultan dari Ayah nya sultan Adam mimpi karena wasiat Sultan Adam memilih Hidayatulah, Tamjidilah naik hanya di naikan Belanda saja, jika Hidayatulah yang naik jadi Sulatan Belanda susah, Hidayatulah fanatik beragama dan Anti Belanda itu.
Semua kecamuk perang dan Konflik sarat dengan agama, dalam pernyata Belanda, di daerah Indonesia yang banyak haji-haji hanya di Banjarmasin kusus nya di Amuntai, Banjarmasin pusat Islam kalimantan.
Dan Pembaca ini lah dulu yang saya bisa berikan, mungkin kedepan nya akan di sempurnakan lagi, kami kesultitan mencari bukti fisik nya, kalau kisa sejarah kalimantan yang dongen nya banyak sekali beredar dari buku dan atrkil hingga blogger, namu tak punya bukti fisik nya, jika menulis sejarah dengan semua catatan belanda unsur berpihak nya sangat jadi, catatan sejarah Belanda yang menambah Pamor nya itu, bahkan melibihkan korban dak aksi serdadu belanda saja, penyalahan pihak Indonensia, kami juga tidak percaya dengan keterangan para pembangkan mantan Ajing belanda di kalimantam Banyak dongen nya. dan tulisan ini perang Banjarmasin dari tahun 1859>>>>>>1806---- tidak jelas lagi keteranga nya, kita sambung nanti


Dan mungkin sekian dulu imformasi yang saya bisa berikan pada anda para pembaca. Dan kita bertemu lagi di lain epesodi tulisa saya yang baru nanti.
Terima kasih telah membaca nya semoga berguna untuk anda.
Mohon maaf bila ada kekeliruan dalam tulisan saya di atas.

FROG GOZILLA
Ketua Organisasi Alternativ Rock Numetal Comnty Tato88 Tanjung Tabalong yang bergerak memajukan pendidikan di Banjarmasin Aceh dan Indonesia.
Organisasi ini juga sangat aktiv di industri musik Rock Endergrond,
Dan berjuang untuk membangun perintahan ustmaniyah yang baru,  

Simbol organisasi



Avril Lavigne