Rencanan
Pemindahan Ibu Kota Indonesia Ke Kalimantan
WELCOME BLOGGER FROG GOZILLA
Terima kasih pada anda para pembaca yang sudah
mau melungkan waktu berharga anda hanya untuk membaca tulisan saya
Pendahuluan
Gambar
Avril fans fender Reporter Redaksi Jurnalis Kantor berita Kanada Banjarmasin
Tulisan ini saya bisa pertangung jawabkan
ke benaran nya, dan tulisan ini di tulis juga di bantu oleh kawan-kawan Avril
fans fender Banjarmasin, dan beberapa tokoh narasumber baik dari tokoh
masyarakat, kelompok Ormas serta pemerintah daerah, di tambah dari hasil
penelusuran langsung di lapangan.
Tulisan ini membahas masalah lama yang
terjadi di Indonesia, ya itu masalah memindah Ibu kota Indonesia dari Jakarta
ke Kalimantan yang penuh dengan pro dan kontrak secara mendalam singkat padat
dan berisi. Dan tulisan ini juga sengaja merahasiakan beberapa nama tokoh dan
ormas yang terlibat diskusi ini, karena sudah perjanjian dalam hal ini setelah
seksama memabaca tulisan ini sebelum di terbitkan baik menjadi buku atau
artikel di Internet. Dan tulisan ini juga tidak merahasikan nama tokoh dan
ormas yang tidak meminta kami untuk merahasikan nama mereka.
Tulisan ini sudah di terbitkan menjadi
buku, dan di dalam blogger adalah inti sari nya saja yang di tuliskan, dan di
larang keras mengcopy dan mencatak ulang tulisan ini tanpa izin tertulis dari
Avril fans fender Banjarmasin, dan pelangaran pengcopyan maka bisa di jerat
hukuman pinan sesua hukum yang berlaku oleh pemerintah Republik Indonesia.
Dan tulisan ini di tulis mengunakan bahasa
melayu banjar yang tercampur bahasa Indonesia murni, karena saya kurang pasif
berbicara bahasa Indonesia murni, tapi saya pasif berbahasa melayu banjar. Dan
tulisan ini memakai kata kalimat kasar dalam penulisan nya, karena begitulah
tutur dialek bahasa melayu banjar, jadi mohon kebjiakan anda pembaca jika ada
kekiliruan dalam tulisan ini.
Rencanan
Pemindahan Ibu Kota Indonesia Ke Kalimantan
Gambar Diskusi Avril fans Fender bersama
para tokoh narasumber di Kantor berita Kanada Banjarmasin.
Rencana pemindahan Ibu Kota Indonesia dari
Jakarta ke Kalimantan bukan lah suatau rencanan baru pemerintah yang dari dulu
sudah tidak pernah terwujud, yang hanya menimbulkan pro dan kontrak kelompok
saja, Rencanan pemindah ibu kota ini sudah di mulai dari zaman Orde Lama rezim
Sokarno Presiden pertama Indonesia, dan selalu di turuskan warisan masalah ini
dari rezim ke rezim hingga rezim Jokowi ini. Namun hanya ada beberapa rezim
pemerintah saja yang loyal membahas masalah ini, ya itu Rezim Sokarno, Rezim
Pak Harto, Rezmi Megawati, dan yang terakhir adalah rezim Jokowi ini, sedangkan
yang lain tidak terlalu loyal terhadap masalah ini. Dan perlu di ketahui juga,
Kalimantan bukan lah salah satu daerah tujuan yang akan di jadikan Ibu kota
Indonesia ini, Cuma hanya saja tujuan pindah ke Kalimantan adalah yang paling
minor terjadi denga beberapa alasan yang mendukung nya. Namun juga dari zaman
sejarah ingin memindahkan ibu kota ini alasan nya juga selalu berevolusi hingga
zaman moderen ini dan lebih jelas maka kita akan kembali membuka sejarah, agar
tahu benang merah nya berawal dari mana.
Sudah di ketahui luas Indonesia adalah
suatu Negara yang didirikan dari banyak kelompok suku dan budaya dan tradisi
yang meliputi nya, dan Indonesia adalah Negara muda juga, karena didirikan 17
agustus 1945 yang lalu, dan itu pun daerah nya tidak seutuh sekarang ini,
terjadi persatuan untuk mendirikan nya Indonesia ini dari banyak kelompok ini
berlaskan dasar musuh yang sama di hadapi, ya itu penjajah eropa yang meliputi
Nusantara ini seperti Belanda, Inggris dan Portugis, dan dasar nya lagi adalah
agama Islam, dan ini lah komposisi pembentuk dasar Republik Indonesia, dan setelah
merdeka nya Indonesia pada 17 Agustus tahun 1945 ini, tidak di duga sebelum nya
akan terjadi perpecahan persatuan tersebut, yang di akibatkan dari rasa ketidak
adilan oleh sesama mereka pejuang pendiri Negara republic Indonesia itu
sendiri, dan di campuri tangan Asing juga akibat masih ada nya sisa feodalisme.
Seperti buku yang di tulis oleh penulis
banjar yang bernama Sarif Maulanan tahun 1964 yang di cetak di Martapura, dia
menulis bahwa saya tidak menyangka apa yang terjadi di Indonesia, Negara Indonesia
mengalami apa yang di alami Islam dalam masa sejarah lalu, yang mana setelah di
tinggal nya oleh Bagida Rasululanh Muhammad, maka Islam yang kuat pecah bahkan
beraliran, namun walau begitu mereka masih bisa mempertahankan nya, dan itu lah
yang terjadi sekarang ini, yang di awali oleh DI dan TII. Yang mana kelompok
ini merasa paling berhak atas ligitimasih tersebut, yang mendorong DI dan TII
angkat senjata, serta menuduhkan Kafir, ingkar janji dan segala nya, dan asal
anda tahu saja pembanca, Konflik yang di mulai DI dan TII ini sampai sekarang
belum lah selesai, melainkan hanya mendingin dan memanas, dan Kelompok DI dan
TII ini juga awal dari awal nya daerah-daerah untuk keluar dari Negara kesatuan
Indonesia, meski daerah tersebu bukan pengikut kelompok DI dan TII tersebut,
namun DI dan TII adalah awal semua perpecahan, bukan Kelompok PKI Pemicu nya,
seperti banyak para pengamat mengatakan dalam perjalanan sejarah Indonesia ini,
dan kisru DI dan TII ini lah yang mendasari ada pembentukan rencana pemerintah
Indonesia untuk memindah ibu kota Indonesia ini, itu di lakukan untuk meredam
pemberontkan DI dan TII yang menuntut hak nya pada pemerintah Indonesia, yang
mana konflik ini memakan banyak sekali korban jiwa, kontak senjata yang di
pimpin Ibu Hajar meletus di Banjarmasin, setelah meletus nya kontak senjata di
Aceh dan Sumatera saat itu. Memang saat itu perlu di akui juga pemicu pecah nya
konflik tersebut adalah di edintikan kisru agama, yang mana baik Ibnu Hajar,
Kahar Muzakar, Tuanku Daut, dan Kartosowiryo, yang menagihi janji apa bila
Indonesia merdeka, maka Negara akan menjadi Negara Islam, seperti negera yang
banyak terbentuk di asia tengara kala itu, contoh Brunai darusalam, dan memang
sudah janji awal memang begitu, tapi perubahan rencana yang di katakana adalah
sebuah penghianatan pada agama Islam itu terjadi, akiba Pemerintah Orde Lama
saat itu memikirkan bahwa tidak semua kelompok yang tinggal di daerah tutorial
Indonesia adalah muslim, jadi mereka tidak jadi membetuk Negara berlandaskan
Islam, namum perlu di Ketahui, walau tidak jadi membentuk Negara Islam itu
sendiri, tapi hampir 80% Hukum undang-undang dan peraturan pemerintah Indonesia
tersebut berdasakan pandangan Islam itu sendiri, karena tidak dapat di pungkiri
mereka adalah orang Islam, tapi setela semua pemberontkan dapat di padamkan di
daerah Indonesia ini, tidak lama kemudian muncul lagi pemberontakan baru, yang
mana kelompok ini mereka yang juga mantan TII dan DI tersebut, yang mana dengan
tegas dalam buku yang di tulis oleh Yahya Surkati, yang berjudul Pemberontokan
seri 2 Indonesia terbit tahun 1992 di Palembang menyatakan, Pemberontakan kedua
ini yang merubah rencana nya, ya itu menghilang kan asas agama, dan menunjolkan
Otonomi daerah, yang mana ini di mulai dari Aceh, dan ini juga di tegas oleh
Yahya Surkati yang melahirkan rencana pemindahan ibu Kota tersebut, yang mana
banyak orang terpicu oleh pidato Hasan Saleh pejuang Aceh yang asal nya membela
Indonesia, justru setelah padam nya DI dan TII iya adalah orang kedua yang
melakukan perlawan terhadap pemerintah Indonesia, akibat peleburan provinsi
Aceh menjadi kabupaten ikut dengan Sumatera Utara kala itu, yang mana iya
menutut dan mengatakan bahwa pemerintah Indonesia harus memberikan otonomi
daerah untuk Aceh yang Istimewa dari yang lain nya, karena Aceh adalah daerah
modal perjuangan, pemerintah Menolak nya, namun masalah berlanjut, yang mana
Hasan Saleh mengatakan Pemerintah memberikan hak Istimewa ke pada Yogyakarta,
meski kita tahu peranan Yogyakarta dalam perjuangan Indonesia, dan ini adalah
suatu bentuk ketidak adilan pemerintah sendiri, Aceh juga berhak atas itu, dan
bukan hanya kelompok Jawa saja yang melakukan perjuangan yang memerdekan
Indonesia tapi melayu juga, dan yang lain nya, dan penting di ketahui, ini adalah
awal mula nya konflik Jawa VS Melayu yang di kodekan dengan perang Majapahit
dengan Samudara Pasai, kata tersebut memebalak mata dan menyungingkan teliga
yang mendegar nya, yang mana kelompok yang berada di luar pulau jawa dan
Jakarta mulai berangapan bahwa pemerintah Indonesia adalah kepentingan Jawa dan
Jakarta, dan hal ini masih belangsung hingga sekarang ini pembaca. Dan masalah
itu maka terjadi kembali perang antar kelompok, meski saat itu Aceh di berikan
hak Otonomi daerah tersebut, dan itu juga yang harus semeski yang terjadi untuk
menghargai perjuangan yang lain nya, agar menjaga persatuan dan kesatuan pada
daerah-daerah luar Pulau Jawa, dan Hasal Saleh adalah yang memulai era
penuntutan otonomi daerah-daerah secara besar, yang berujung Timor-Timor
melakukan persekutuan dengan Portugis kembali, dan terbentuk nya OPM Papua, dan
banyak kelompok lain nya, Kedamaian di serambi mekah tidak berlangsung lama,
karena Pemberontkan kembali terjadi, dan di lakukan kelompok yang sama, ya itu
mantan DI dan TII kembali, yang mana ini awal GAM Aceh lahir kedunia ini, dan
ini juga didasari oleh rasa ketidak adilan yang juga rasisme, perang pasai dan
majapahit berlanjut, pindah ibu kota kembali di bicarakan, yang mana pihak
majapahi atau pasai sendiri sama mengklaim diri paling berhak, yang pada akhir
melibatkan kisru Industri, yang berujung pembantain kaum jawa di bumi melayu,
melaus sampai ke Kalimantan, yang mana kelompok membantai suku Jawa, yang
kembali di ulang oleh GAM Aceh, meski Otonomi daerah itu di berikan, dan memang
perlu di akui alasan semua nya terjadi bukan lah di picu oleh kisru masalah
pindah Ibu Kota, Cuma ini hanya menampakan benang merah nya saja, Karena
setelah pembantain tersebut Orde Baru kembali melobi masalah pindah Ibu kota ke
Palangkaraya Kalimantan, yang menjadikan opini baru di masyarakat daerah, yang
juga sama merasa berhak atas hal tersebut, seperti yang di catat oleh Angriani
wartawan Banjarmasin, alasan Orde Baru rencanan pemindahan Ibu Kota itu di
lakukan agar terjalin persatuan yang sangat kuat, dan kelompok-kelompok akan
marasa adil, namun juga nyata pemerintah Orde Baru tidak pernah benar-benar
serius dalam hal tersebut, yang justru bukan nya membaik, tapi malah sebalik
menjadi buruk pro dan kontrak, dan opini-opini yang tidak beralasan juga
kembali memicu masyarakat, yang mengagap itu hanya lah sebuah kebohongan
kelompok jawa, mereka takan mungkin melakukan nya, mereka hanya peduli pada
diri mereka sendiri saja. Tapi juga perlu saya kata pada anda, kita sekarang
bukan membahas masalah konflik tersebut, dan saya segaja mentidak adakan banyak
hal sejarah, ya itu masalah konflik pembantain rahasia di Kalimantan dan
Sumatera, dan puncak nya tahun 2000 lalu, yang berkaitan masalah ini, karena
membicarakan masalah pembantain itu hanya akan jadi provokasi saja, dan sejarah
ini hanya untuk mengambarkan pada anda benang merah nya saja, agar jelas saja
di pahami.
Pada antara tahun 1999-2000 di bagian timor
dan barat Indonesia sedang terjadi darurat militer, OPM Papua membabi buta
kontak senjata untuk memerdekan diri nya, melihat timor-timor berhasil, meski
begitu pemerintah bertidak keras dalam operasi militer di Aceh dan di Papua
tersebut, dan sedangkan di daerah Kalimantan setelah pembantai tersebut,
kelompok-kelompok yang saya tidak perlu sebutkan nama nya ini, yang mana
kelompok ini juga adalah yang berkaitan erat dengan tubuh pemerintah sendiri,
yang gencar nya membicarakan pemindahan Ibu Kota tersebut, banyak diskusi di
lakukan untuk mengetahui apa yang akan terjadi apa bila ibu kota di pindahkan,
yang mana mereka sudah tahu pihak Jawa tidak akan mau ibu kota pindah ke
Kalimantan, kelompok Sumatera juga pasti iku terjun, pihak Sulawesi juga pasti
iku, karena semua nya merasa berhak dalam klaim hal ini, maka dari itu
Pemerintah Jakarta rezim Megawati kembali membukan masalah warisan itu, untuk
menekan pro dan kontrak yang terjadi, karena angapan di Kalimantan sendiri,
mereka merasa di perlakukan kaya anak kecil yang lagi menangis di kasih permen
berhenti menangis nya, mereka merasa di dustai pemerintah, pemerintah hanya
memancing-mancing Kalimantan saja, namun tidak pernah serius mengurus nya,
meski pada akhir nya rezim Megawati mengatakan, bahwa menurut Kajian Kalimantan
belum siap untuk ini, dan belum juga melengkapi sarat untuk menjadi Ibu Kota,
karena untuk meredam Banjarmasin yang juga merasa berhak menjadi Ibu Kota
Indonesia tersebut, sedangkan di lain pihak di Surabaya menetang pemerintah
untuk memindahkan ibu kota ke Kalimantan, Surabaya juga berhak ata itu,
perdebatan panjang masalah ini seolah tidak pernah habis nya, namun saya setuju
dengan apa yang di katakana Seniman Banjar, HJ Anang Suriyansyah, pemerintah
Jakarta ingin memindah ibu kota hanya bohong dan tambah masalah saja, sedangkan
mereka menangani masalah otonomi daerah saja tidak mampu, bagai mana mereka
memindah ibu kota, bahkan ini bukan uang yang sedikit untuk melakukan nya,
sedangkan Indonesia di landan krisi ekonomi panjang.
Ada hal penting juga yang terjadi di
Kalimantan, yang mana Banjarmasin mulai mendingin dari line konflik yang
mengklaim banjar lebih berhak dari Palangka, karena para sesepuh nya Kalimantan
melakukan diskusi bersama untuk menjalin persatuan dan dukungan pihak
masyarakat luas, mereka ini mengangap sereuis pemerintah Jakarta dalam rencana
pemindahan ibu kota tersebut, yang mana kelompok sepakat di mana saja daerah
yang di kehendaki pemerintah Jakarta untuk jadi ibu kota akan di dukung
bersama, karena lebih baik hal tersebut dari pada pemerintah selalu berpusat di
Jakarta saja, yang memarzinalkan Kalimantan dan yang lain nya, dengan berpindah
nya ibu kota Ke Kalimantan daerah mana saja, otomatis semua nya dengan sendiri
nya akan berkembang. Dan belakangan kelompok UDB dan Industri juga ikut dengan
Kelompok ini, yang mana Kelompok UDB dan Industri dari dulu sudah ingin
menjadikan Banjarmasin GO Internasional, dan banyak alasan lain, dan dari sini
lah kelompok mulai melakukan usaha untuk mencukupi apa yang kurang di pandang
oleh pemerintah Jakarta, dan memerangi batu sandungan yang menghalangi
Pemerintah Jakarta untuk memindahkan ibu kota ke Kalimantan tersebut.
Dan juga dalam waktu tidak lama Kelompok
sesepuh Sumatera, atau persatuan tanah melayu tersebut setuju juga dengan
kelompok banjar dan dayak, meski dulu ada sedikit hal yang tidak menyenagkan
mengenai hal ini, namu seperti yang di katakana Kelompok Sumatera ini lebih
baik, karena sudah umum di Katahui bahwa orang Sumatera punya kekerabatan
dengan Kalimantan, yang jelas budaya dan tradisi yang tidak jauh berbeda, asas
melayu dan Islam adalah utama, berbeda dengan kaum jawa, dan Sumatera lebih
medukung pindah ke Kalimantan, meski waktu itu ada 2 Kelompok di Sumatera yang
belum bersuara setuju, ya itu kelompok Aceh dan Medan, dan belum ada nya
pembicara juga antara kelompok Kalimantan dengan Sulawesi dan Papua, apa
pendapat mereka, namun jangan bertanya pada pihak Jawa, jelas sudah menolak
nya, tapi menurut kelompok Kalimantan, Kelompok Sulawesi dan Papua pasti
berpandangan bahwa ini lebi baik dari berpusat di Jakarta saja, dan jarak
Sulawesi dengan Kalimantan juga tidak terlalu Jauh, mereka cepat ke Kalimantan
melalui Kaltim dan Banjarmasin dari pada ke Pulau Jawa, tapi kadang juga yang
menjadi sebuah bola panas mengenai hal ini, tidak ada nya keseriusan pemerintah
sendiri dalam masalah ini, yang selalu memancing emosi kelompok ini, bahkan
pada rezim SBY, masalah ini bisa di katakana tengelam, maka dari itu kelompok
UDB bergabung dengan kelompok ini, yang mana UDB ingin menjadikan Banjarmasin
dan daerah lain nya menjadi GO Internasional, yang mana masalah ini juga di
picu banyak nya Industri tumbuh yang sangat menyulitkan mereka dalam berurusan
dengan pemerintah yang harus bolak-balik Jakarta Kalimantan saat itu, bahkan PT
Palindo 3 di Banjarmasin sempat ke semprot mereka ini dalam perdagang
Internasional. Secara garis besar masyarakat daerah memandang SBY tidak lebih
dari Perampok semata, yang suka safari laur negeri yang menghaburkan uang
Negara, sedankan rakyat mendirita ekonomi nya, dan daerah minim pembangunan,
dan perlu di ketahui, angapan pemerintah Jakarta perampok yang melakukan
kepentingan pulau jawa tersebut sudah ada dari dulu semenjak pidato nya hasan
saleh tersebut.
Sejak rezim SBY yang memerintah Indonesia,
Kalimantan mengalami pergolakan parah yang banyak di rahasikan pemerintah dari
sorotan media untuk mencegah konflik masyarakat, yang mana zaman rezim ini
sangat minim pembangunan di Kalimantan, yang berujung perlawanan masa, yang
sebenar di awali dari rusak nya jalanan di Kalimantan, yang meluas masalah nya
menjadi sebuah penuntutan otonomi membabi buta, kericuhan yang di mulai di rantau
terjadi memakan korban jiwa, nah perhatian kelompok sesepuh Kalimantan terfokus
masalah ini, yang mengurangi focus nya di masalah pemindahan ibu kota tersebut,
meski kadang di adakan nya pertemuan kelompok untuk mendiskusi nya, dan
Kelompok OPM Papua dan Sulawesi juga sudah mereka ajak berdiskusi hanya saja
tidak ada jawaban pasti mereka setuju jika pemerintah Jakarta memindahkan ibu
kota tersebut ke Kalimantan, tapi yang menguras pikiran adalah koflik di
Kalimantan, kian hari kian besar, yang pada puncak nya terjadi pada tahun 2011,
yang di mulai dari Tabalong dan meluas ke daerah Kalimantan yang lain, yang
mana kelompok benar-benar menghabisi rezim SBY dan komplotan nya untuk selama
nya, menghajar mengulingkan bupati Tabalong dari kursi nya, dan penuntutan pada
PT Adaro dan Pertamina tentang pembangunan, walau begitu perjuangan kelompok
sesepuh Kalimantan tidak berhenti untuk memperjuangkan ke inginan mereka
tersebut untuk memindah ibu kota Indonesia ke Kalimantan, dan masalah mulai
meningin ini tiba-tiba saja kembali di hidupkan rezim Jokowi ini, yang mulai
beredar pada April 2017 ini, yang mana di beritakan di banyak media bahwa
Jokowi serius dalam memindah ibu kota ke Kalimantan, dan seolah ini adalah hal
mudah yang tidak akan menjadi pro dan kontrak antar kelompok saja.
Dan saya sebagai salah seorang penduduk
Kalimantan sebenar sangatlah senang dengan hal ini, dan terima kasih saya
ucapkan pada presiden Jokowi, namun saja saya tahu ini, ini bukanlah hal yang
serius oleh Jokowi, ini semacam isu saja, atau pengalihan perhatian pemerintah
saja untuk masyarakat, mungkin ini menjadi semangat baru bagi kelompok sesepuh
Kalimantan tersebut, tapi ini juga adalah sebuah duri dalam daging yang begitu
menyakitkan apa bila presiden jokowi salah dalam melangkah, karena jelas sudah
kelompok sesepuh Kalimantan sangat berharap hal ini, yang bisa berakibat kekecewa
mendalam pada mereka semua nya, karena kelompok sesepuh Kalimantan itu terus
berusaha melengkapi sarat yang di canangkan dan publikasikan pemerintah, memang
alasan yang sangat mendukung sakali dari Jokowi untuk memindahkan ibu kota
tersebut, yang mana untuk menghidari pro dan kontrak kelompok yang juga merasa
berhak dalam klaim ini, yang mana alasan nya sebagai berikut ini; alasan
pemerintah memilih Kalimantan atau Palangkaraya adalah, wilayah ini adalah
wilayah aman, aman dari bencana alam, gempa bumi, banjir dan longsor, dan palangka juga tidak memiliki gunung api yang
membahayakan, palangka juga tidak padat penduduk nya seperti kebanyakan kota
Kalimantan lain contoh seperti Banjar atau Balikpapan, dan palangka juga jauh
dengan konflik seperti kota lain di Kalimantan, seperti banjar yang sangar
rawan konflik, dan alasan pemerintah juga dalam mimindah ibu kota ini, Jakarta
di rasa sudah sangat padat sekali penduduk nya, pembangunan yang tidak
terencanakan dengan baik, tidak sesuai dengan kemajuan yang terjadi, dan
Kalimantan juga pas berada di tengah-tengah Negara Indonesia itu sendiri, dan
perlu di akui tidak ada nya alasan Jokowi dalam rencanan ini mengenai klaim
berhak daerah seperti dahulu nya memicu pro dan kontrak terjadi, tapi jokowi
tidak melakukan sebuah diskusi pembicara dengan kelompok Papua, Sumatera dan
Sulawesi untuk mempertanykan apakah pedapat mereka, karena sudah jelas ini
bukan hal yang serius, hanya sebuah hal main-main saja, kita sudah belajar dari
semua rencana Jokowi tersebut, yang jelas di OKI dan KTT Negara Islam untuk
membantu Palestina, sampai sekarang juga tidak membantu Palestina tersebut.
Dalam semua forum diskusi oleh beberapa
ormas di Banjarmasin baru-baru ini yang serius membahas hal ini, yang mana
mereka menekankan pada kelompok sesepuh Kalimantan agar tidak terjebak dengan
rencanan pemindahan ibu kota oleh rezim jokowi yang berakibat mengecewakan
tersebut, agap saja rencana jokowi tersebut adalah sebuah omong kosong belaka
saja, atau katakana saja mencari sensasi, perlu saya akui forum tersebut sangat
baik sekali, karena mereka mencegah akan konflik yang akan datang yang begitu
mungkin di lakukan oleh kelompok sesepuh tersebut akibat kecewa. Dan mereka
mengatakan dalam diskusi tersebut, Jokowi presiden yang kebanyakan rencana yang
pada akhir nya terbengkalai, bukan kita tidak menghargai nya, namun kita
melihat sendiri hal ini, masalah Jalanan lintas provinsi yang rusak yang
berujung konflik di Kalimantan Jokowi tidak bisa mengurus nya, hingga masalah
Industri dan yang lain nya, masalah rusak nya pasilitas olahraga juga tidak
bisa diselesaikan, ini bukan selalu melempar masalah pada pemerintah Jakarta,
dan memang ini adalah sebuah tugas mereka sebagai pusat dari pemerintah itu
sendiri, karena pemerintah daerah hanya menirima perintah dari mereka dan
memberikan laporan keadan public daerah pada pemerintah Jakarta agar pemerintah
Jakarta dapat mengambil langkah nya dalam bertidak, dan memberikan kebijakan
pas apa untuk daerah tersebut, hal ini nyata terlihat di tabalong, masalah
konflik PT Conth dengan masyarakat yang sampai saat ini belum juga menemukan
titik damai sedikit pun, bukan karena pemerintah daerah tidak bertidak, namun
semua kekuasan ada pada pemerintah Jakarta. Dan rencanan pembangunan kareta api
Kalimantan, yang juga sampai saat ini belum ada kejelasan kapan akan di
lakukan, masalah pembangunan badara Samsudinoor Banjarmasin, juga sama tidak
jelas nya, dan bukan masalah pembangunan di Kalimantan saja, di Sumatera,
Sulawesi dan Papua yang semua juga tidak jelas, tidak ada tanda-tanda itu akan
di lakukan, hanya obral janji saja, yang jelas mereka hanya membangunan Jakarta
dan pulau jawa, dan perlu di katahui, dalam forum seorang ketua ormas
menegaskan pada semua nya yang ada dalam forum tersebut, saya menjamin pada
akhir nya masalah memindah ibu kota presiden Jokowi ini akan sama dengan
pedahulu nya, yang akan mengatakan Palangkaraya belum siap untuk menirima nya,
ini omong kosong belaka, mending tidak usaha merencanakan hal otopia ini, yang
berujung hilang nya kepercaya public ke pada presiden sendiri, dan diskusi pun
di hentikan mereka saat itu, namun saya setuju dengan mereka semua nya.
Dan 2 hari setelah diskusi forum kemarin,
maka di banjar kembali lagi di lakukan dan melibatkan kelompok pemerintah
daerah, yang mana diskusi ini di lakukan untuk menghidari hal buruk terjadi di
kemudian hari yang menyangkut rencana jokowi untuk memindahkan ibu kota ke
Kalimantan tersebut. Dalam diskusi di tekankan pada pihak media masa, supaya
jangan terlalu berlebihan memberitakan hal ini, kalau perlu di akhiri nya sudah
memberitakan hal ini, karena ini omong kosong yang berdampak panjang nanti nya,
ini adalah sebuah kecerobohan presiden Jokowi, dan yang mana pihak pemerintah
daerah yang mendengar ini langsung pada diskusi bersama tersebut langsung
angkat bicara dan menegaskan, bahwa pemerintah daerah setuju hal tersebut, dan
kami secara langsung meminta media berhenti meberitakan ini yang bukan suatu
yang akan terwujut dalam masa depan nanti, kita menghidari opini public yang
akan terbentuk selanjut nya, yang sudah dapat di duga akan terjadi sebuah
pengharapan masyarakat tentang hal ini, jadi ada baik ini di berhentikan sudah,
dan buatlah berita yang tidak merujuk pada panampakan akan sebuah kebodohan
yang menejol tersebut, jadi kami tegaskas sekali lagi pada media dari sekarang
jangan lagi membom public dengan hal yang tidak mungkin terjadi itu, atau
jangan membodohi public lagi, sudah cukup kebodohan yang di buat tersebut. Dan
tidak lama kemudian diskusi tersebut di akhiri, karena di angap omong kosong
belaka dan buang-buang waktu saja, karena hal tersebut ada hal yang sangat jauh
dari kenyatan, masih banyak masalah penting dan medesak untuk di selesaikan
secapat mungkin, dan mungkin media ada baik nya menyoreut hal lain, yang jelas
dan pasti bukan nirwana.
Kesimpulan terakhir diskusi yang di lakukan
pihak avril fans fender dengan kelompok-kelompok tokoh masyarakat dan ormas
juga sepakat, tidak membicara hal bodoh ini terlalu jauh, masih banyak hal lain
yang lebih penting untuk di kedepankan agar masyarakat tahu, karena juga avril
fans fender juga setuju, dengan semua nya, Cuma dalam diskusi di sesalkan
sekali oleh mereka Presiden Jokowi berbuat hal ini, mengapa suka sekali
memancing-mancing public saja yang mempermalukan diri sendiri saja, ada baik
nya hal ini tidak di lakukan, sebenar nya kelompok sesepuh sebelum berita bodoh
ini di layangkan sudah dingin dan berpikir, bukan masalah ibu kota mau di
daerah mana saja tidak masalah, tapi yang penting keadilan pembangunan dan
pemberian otonomi daerah lah yang penting, karena sia-sia juga kalua ibo kota
di pindah ke Kalimantan tapi sifat menjajah pemerintah Jakarta tidak juga
berubah, yang sarat kepentingan kelompok golongan saja, mau di Surabaya pun juga bukan masalah ibu kota
tersebut, jadi dengan kebodohan tadi maka kelompok yang sudah dingin menjadi panas
kembali, tapi kami mendoakan supaya jangan terjadi hal buruk, dan sadar lah
mereka dari kebodohan presiden Jokowi ini, dan saya katakana pada mereka, semua
rencana pemindahan tersebut jangan di harap, karena tidak akan terjadi, karena
ini bukan hal mudah untuk di lakukan, meski persetujuan keluar juga, bukan
biaya yang murah untuk melakukan nya, semua perlu waktu panjang, dan tidak bisa
tewujud dalam jangka waktu jabatan Jokowi ini, kecuali jabatan nya di
perpanjang, banyak sarana yang perlu di bangun di palangkaraya agar bisa
menjadi ibu kota Indonesia ini. Dan saya katakana saya tidak mengatakan Rencana
Jokowi ini salah, dan bagus Jokowi, dan karena juga nanti di masa depan Ibu
Kota di prediksi pindah, karena sekarang saja sudah kelihat Jakarta berbahaya
bisa tengelam, namun masalah utama nya, Rencana pemindahan Ibu kota ini di
publikasikan di waktu yang tidak tepat, dan melihat ke adaan perpolitikan serta
ekonomi Indonesia sedang carut marut juga, dan jokowi jelas tidak punya
kemampuan 100% melakukan nya, jadi jangan memancing opini public yang berujung
pengharapan dan akhir nya kecewa mendalam dan ini bisa menjadi biayang keladi
konflik, dan hidup nya gerakan separatis daerah saja, dan juga menghidari ke
salah pahaman public luas terhadap rencana ini, dan kami berharap pada
pemerintah Jakarta public kasikan rencana pembangunan yang pasti bisa di
pertanggu jawabkan bukan otopia dan nirwana semata, mungkin dulu rencana
pemindah ibo kota oleh rezim orde lama beralasan agar tidak di angap pro
golongan dan daerah tertentu, dan lain nya. Dan ada baik nya pemerintah
sekarang ini kusus nya DPR dan Jokowi, jangan menampakan pada public luas yang
menujukan ke berpihakan mereka pada pulau Jawa, dan menganak emas kan nya,
seperti selama ini, karena ini unsur pemecah belah bangsa saja. Dan buktikan
rencana yang sudah di buat itu agar masyarakat percaya dan tidak merasa di
bohongi pemerintah.
Dan mungkin sekian dulu imformasi yang saya bisa
berikan pada anda para pembaca. Dan kita bertemu lagi di lain epesodi tulisa
saya yang baru nanti.
Terima kasih telah membaca nya semoga berguna untuk
anda.
Mohon maaf bila ada kekeliruan dalam tulisan saya di
atas.
FROG GOZILLA
Ketua Organisasi Alternativ Rock Numetal Comnty Tato88
Tanjung Tabalong yang bergerak memajukan pendidikan di Banjarmasin Aceh dan
Indonesia.
Organisasi ini juga sangat aktiv di industri musik
Rock Endergrond,
Dan berjuang untuk membangun perintahan ustmaniyah
yang baru,
Simbol Organisasi
Avril Lavigne



