Translate

Kamis, 12 Mei 2016

Operasi TNI Gagal Tangkap Kelompok Santoso 2016


Operasi TNI Gagal Tangkap Kelompok Santoso 2016


WELCOME BLOGGER FROG GOZILLA
Terima kasih pada anda para pembaca yang sudah mau melungkan waktu berharga anda hanya untuk membaca tulisan saya 

Pendahuluan

Avril fans fender Banjarmasin, redaksi repoter penulis junalis kantor berita Canada

Tulisan ini di tulis oleh saya dan kawan-kawan, redaksi Canada Tv Banjarmasin, dan dengan pihak yang berkepintingan dalam masalah ini, Tulisan ini saya sangan bisa di petanggung jawabkan kebenaran nya.
Saya juga miminta anda pembaca harus bijaksana dalam membaca tulisan ini, karena tulisan di bawah di tulis dengan kata-kata dan kalimat kasar, alasan adalah saya tidak inggin mengubah semua pernyatan oleh pihak yang berkepntingan, nama dalan tulisan dibawah ini sengaja saya rahasiakan kerena sesuai dengan perjanjian wawancara dengan pihak tersebutm tapi ada juga dalam tulisan di bawah ini adalah nama pihak yang asli, tulisan ini sudah menjadi buku, tapi di dalam blogger ini saya menuliskan nya secara singkat saja untuk hemat waktu saya.

Operasi TNI Gagal Tangkap Kelompok Santoso 2016


Mungkin tidak semua orang tahu masalah ini, dan disini saya papakar pakta kebenaran nya, Jangan anda sangka Indonesia ini tidak punya militer tidak resmi, dan banyak nya kelompok penentang pemerintah yang berkeleyaran di mana-mana.
Mungkin anda hanya tahu kelompok bersenjata paling terkenal di Indonesia, adalah GAM Aceh, Kelompok Santoso, Opm Papua, dan Aitarak, dan mereka ini adalah semua kelompok terkenal, tapi ada juga kelompok yang kurang di kenal nama nya malah lebih hebat dari kelompok yang anda kenal di atas tersebut, mereka adalah Angkatan Udara Tan Malaka Sumatara Barat, Laskar Islam Malaka dari Kalimantan Barat, Kuripan Divisi dari Banjarmasin, Ormas Sumatara dari Palembang, Angkatan darat Singamagaraja Sumatara Utara, Negera Federasi Sumatara dan Pembebasan Sulawesi angkatan Bone.
Kelompok-kelompok di atas ada yang di bentuk oleh pemerintah Indonesia sendiri sebanga militer tidak resmi, mereka adalah Aitarak Milis, Laskar Islam malaka kalimantan barat, dan Kuripan Divisi, mereka di tugaskan untuk membela Indonesia dalam perang geriliya, dan paling hebat nya mereka di latih lebih Berat dari TNI sendiri, mereka di latih tidak tergatung pemerintah dan kawan-kawan nya, mereka bisa bertahan sendiri, mencari uang sendiri walau sudah di gajih, mereka tak punya senjata bisa merampas, atau ada sebuah sandiwara di buat pemerintah Indonesia, seolah-olah kelompok ini telah merampas senjata TNI atau Polri, tapi sebenar tidak, ini adalah cuci tangan agar orang tidak tahu, atau tidak mengangap pemerintah dalang di balik ini semua.
Kelompok ini juga bisa saling bunuh di antara nya, bisa saling memerangi satu sama yang lain nya karena berbeda pendapat dan misi, ada di dasari oleh Agama, kekuasan politik lain nya, contok kontak senjata pencah di Kalimantan, GAM Aceh vs Laskar Islam Malaka, dan di situ juga ikut campur kelompok santoso, bahkan Malasyia yang tidak bersalah juga di giring kedalam kontak senjata ini, akbiat dari kelompok Islam malaka kalah dengan GAM, lalu mundur hingga di kejar terus hingga tersudut di perbatasan hingga menerobos masuk Malasyia, lalu di sambut tembakan oleh militer Malasyia sendiri saat itu, tapi ini bukan perkara penting di bicarakan, dan saya juga di sini menfokoskan pada masalah TNI vs Kelompok Santoso saja, kerana di cukup 100 halaman membuat semua kontak senjata mereka ini.
Kelompok Santoso ini bukan kelompok baru dalam dunia milisi dan perang grilya, bahkan mereka lebih mahir dalam perang dari TNI sendiri, karena mereka ada sebagian dari militer TNI atau luar Indonesia yang di minta melatih mereka dari pihak yang berkepetingan.
Anda jangan angap mereka ini enting, mereka bokan sebuah gerobolan sipil bersenjata api saja, tapi mereka adalah orang terlatih dan ada pihak yang mendanai nya baik dari pihak swasta atau Pemerintah Resmi, tidak ada orang yang bisa bertahan di dalam hutan berbulan-bulan hingga betahun-tahun di dalam hutan apa lagi di kejar-kejar TNI.
Anda perlu tahu juga, GAM Aceh, mereka itu tidak hanya ada di Aceh saja, dan semua nya adalah orang Aceh, memang di bentuk di Aceh, dan perang untuk membebaskan Aceh, dan GAM Aceh adalah kelompok Indonesia paling lama bertahan dan paling kuat dalam melawan Pemerintah Indonesia dari kelompok lain, dan jangan juga mereka anda angap bubar dan telah menyerahkan diri ke pemerintah Indonesia.
Sekarang setelah sunami di Aceh, GAM Aceh berpecah tambah parah akibat berbeda nya pendapat, dan 2016 ini GAM Aceh terpecah menjadi 4 kelompok berbeda, ada yang pro pemerintah Indonesia, ini untuk yang mereka menyerah kan diri, dan ada yang masih memengang teguh misi awal nya untuk membebaskan Aceh, dan tidak mau menyerah, dan ada juga yang menjadi kelompok penjahat berbahaya, dan yang terahirir mereka GAM Aceh yang di angkat pemerintah Indonesia menjadi TNI Resmi.
GAM Aceh yang tidak mau menyerahkan diri nya pada Pemerintah Indonesia adalah GAM Aceh yang ada di Kalimantan dan Malasyia, mereka memengang teguh misi mereka, bahkan jika di tanya menyerah atau mati, mereka pasti berjawaban kami lebih baik mati terhormat, meski begitu tujuan awal masih di pengang teguh mereka, tapi mereka tidak lagi fokos untuk menjadikan Aceh negara Islam Indonesia, tapi niat nya sama untuk membela Sumatera Aceh kalimantan dan Malasyia, bisa di sebut pembebasan tanah melayu kata ralyat Malasyia mengelari GAM ini, dan GAM ini jendaral nya pertama nya adalah Tuanku Cut Cak Muhammad Yasin, pecahan dari kelompok Dinminim, karena berbeda tujuan nya.
Dinminimin telah memilih menyerah denggan pemerintah Indonesia, dan sedangkan Muhammad Yasin tidak mau menyerahkan diri, sebenar nya anda harus tahu juga, pemerintah Indonesia ini sudah lama mengajak GAM Aceh menyerah tapi terus melawan kerap kali melakukan perlawanan, dan Dinminimin bukan hanya dari rezim jokowi saja inggin menyerahkan diri tapi sudah lama dari tahun 2005 yang lalu akibat dari sunami di Aceh, Dinminiim selalu dihalangi Muhammad yasin jika dia inggin menyerah, bahkan kerap mereka berdua berkelahi main jontos, dan pada akhir nya zaman Rezim Jokowi Dinminim menyerahkan diri, akibat Muhammad Yasin meningal dunia di Palestina saat membela Palestina dari Israel, walau dia di gantikan oleh Ali Pasha sekarang ini.
GAM Aceh ini sudah lama juga berkawan dengan Kelompok Santoso meski berbeda misi nya, begitu juga Aitarak dan OPM Papua, kelompok Santoso ini kerap sekali tidak konsestin dalam menjalakan misi nya, terkadang bisa bermotiv Agama, kadang bermotiv politik kekuasan, tapi semua juga tidak jelas sama sekali, tidak seperti kelompok yang lain sangat konsesten dalam misi nya.
Kelompok Santoso ini juga beberapa kali Kontak Senjata dengan GAM Aceh, karena akibat dari Santoso jua, yang di Angap GAM telah minghina Islam, kerana mengatas nama Islam dalam perang nya, atau menambah angota nya, tercata ada 15 kali kontak senjata antara kedua nya ini.
Berawal dari kontak senjata Negera Federasi Sumatera gebungan denga GAM, Angkatan Udara Tan Malaka, Ormas Sumatera dan Pasukan Kuripan divisi Banjarmasin, di Philipina kemarin dari tahun tanggal 30 maret 2016.
Kontak Senjata Sumatera 30 maret 2016 lalu terjadi adalah masalah lama, dan menerusi perang yang sudah terjadi, Konflik awal adalah Negera Federasi Sumatera VS Singgapura akibat Militer Singgapura latihan militer di laut Sumatera dan Malasyia, di tambah penjarahan pasir oleh pihak Singapura, Malasyia juga saat itu memutuskan hubungan dengan Singapura, bahkan memutus aliran Air hingga singgapura menyerah.
Kontak Senjata 30 maret 2016 lalu adalah merubah peta perang GAM Aceh dan kelompok santoso, kerena kelompok santoso membatu GAM Aceh masuk ke Philipina saat itu.
Bermula dari Konser Musik Tour Asean Amerika Latin dari Avril fans fender Banjarmasin, setelah konser musik di Philipina, Kapal Avril fans Fender, di Tangkap oleh kelompok Peberontak Philipina oleh kelompok Kemerdekan Islam Moro, di Tambah lagi oleh kelompok Abu Sayap yang menawan 10 orang Sumatera saat inim hingga pecah nya kontak senjata, GAM Aceh menenang dan menekan Pemberotak moro, dan kemenangan GAM Aceh, ini tidak luput dari Bantuan Kelompok Santoso.
Namun sayang nya dalam kontak senjata ini, GAM Aceh, gagal membebaskan 10 orang Sumatera yang di Tawan oleh Abu Sayap, GAM Aceh hanya membebaskan Kru musik Avril fans fender saja yang di tawan oleh moro yang memintan GAM Aceh menyerah dan berserta membantu memberotak di Philipina, dalam kontak senjata ini, lebih dari 50 orang tewas di antara 2 kelompok bertikai.
Anda pembaca sudah di bohong Pemerintah Indonesia dan TNI dengan Operasi nya mengerjar Kelompok Santoso di sulawesi, saya tidak segan mangatakan, TNI gagal total dalam mengerjar Santoso, dari dulu sudah, dan semua yang di beritakan di media masa adalah menutupi malu TNI dan Pemerintah yang gagal itu.
Semua operasi TNI 2016 ini sudah gagal bisa di katakan mereka hanya mencarai sensasi saja supaya rakyat Indonesia tidak ragu dengan TNI ini, di balik dalang dalam pembesan Santoso adalah Negera Federasi Sumateram yang memberikan perintah pada angkatan udara Tan Malaka untuk menjemput angota Santoso untuk di selamakan dari TNI di Sulawesi, atas surat yang sudah di kirim kan oleh kelompok Santoso itu, surat tersebut menyarakan Santoso akan membantu GAM Aceh untuk masuk Philipina secara rahasia, dan jika kelompok Santoso berhasil maka Negara Federasi Sumatera harus melindungi mereka dari kejaran TNI, dan Negera federasi Sumaterta setuju perjanjian itu.
Kelompok Santoso yang bergabung dengan negara federasi Sumatera ada 80 orang banyak, namun ada sebuah konflik baru yang lahir saat itu juga, konflik baru adalah Santoso membatalkan perjanjian akibat GAM Aceh menolang perang baru di lancarkan atas nama Agama oleh kelompok Santoso, dan di hutan Sulawesi itu hanya ada beberapa 0rang saja lagi dalam pengerjaran TNI. bahkan Santoso saja lari dengan uang yang di berika Avril fans Federa Rp 100 juta tanda terima kasih atas bantun telah membebaskan mereka, sekarang entah di mana Santoso berada tidak ada yang tahu, bahkan anak buah setia nya saja memilih bergabung sengan Sumatera hingga saat ini, dan saya tegaskan Media Tv Indonesia berdusta sudah dengan TNI, dan saya memengang bukti tersebut, karena saya juga terlibat melukan pembebasn di Philipina saat itu, saya juga tertembak saat itu, bukti nya adalah TNI tidak pernah menemukan Santoso di dalam hutan Sulaewsi itu kerana memang sudah Santoso tidak ada lagi sudah, coba anda tanyakan pada TNI yang terlibat pengepungan itu, adakah menemukan jejak Santoso, maka jawaban jika TNI itu jujur maka tidak ada Santoso di hutan Sulawesi itu, operasi ini juga adalah malu yang harus di tanggung TNI akibat media tv yang berdusta, bahkan TNI di ketawai orang, akibat dari gagal nya, coba banyangkan media Tv memberitakan nya sitiap hari, bahwa Operasi 2016 ini di lakukan secara besr-besar untuk mengahiri Santoso, bahkan Panglima TNI Moeldoko turun langsung dalam pengepungan ini, masa mengepung kelompok santoso ini melaukan Operasi besar, bahkan di gambarkan oleh media tv bahwa prajurit TNI ribuan jumblah nya, jika memang benar ribuan orang nya, maka kenapa gagal, Sulawesi itu pulau kecil dan berbatasal laut dengan Kalimantan, jika TNI melakukan gempuran darat laut dan udara maka kelompok santoso akan di tangkap, mau kemana lagi sudah lari nya, darat udara laut di gempur, ini adalah kesalah media yang mempermalukan TNI saat itu, itu semua adalah dusta saja dari media tv.
Operasi 2016 ini adalah operasi resmi dari TNI, tapi tidak seperti yang di gambarkan media Tv yang sangat berlibah dalam membuat berita, nah opersi yang gagal ini melahirkan Sandiwara TNI dan Pemerintah Indonesia, sandawara itu dengan melanjutkan nya pengepungan, padahal mereka sadar dan tahu, bahwa di dalam hutan itu sudah tidak ada lagi Santoso nya dan kelompok nya, hanya ada beberapa orang saja lagi yang ada, bahkan mungkin hari ini sudah tidak ada lagi kelompok Santoso di dalam hutan itu, operasi ini di lanjutkan untuk menutupi malu dan penuh sadiwara.
Sekarang ini Angota Santoso sudah pulang kerumah masing-masing dan kembali ke anak istri nya atas bantuan Negera Federasi Sumatera, mantan angota Santoso ini juga sudah hidup normal lagi dan punya pekerjaan yang di berika oleh Negera Federasi Sumatera, di semua Industri nya, seperti insudtri kontroksi pembagunan jalan Indonesia, dan ada juga ikut Avril Fans Fender.
Mereka sekarang mantan ikut bekerja di kantor berita canada, bahkan mereka juga jadi repoter tv dan redaksi pembuat berita Timor Tengah, bahkan mereka jadi bicara wawancara dengan ISIS kemarin, mereka sudah ikut tour musik Aceh juga dan di lain pekerjan Industri Negara Ferderasi Sumatera, jadi pada inti nya, apa yang di lakukan TNI di sulawesi itu hanya sandiwara saja untuk menutupi malu mereka, dan semua berita di media Tv Indonesia itu dusta, baik dari Opersi TNI Awal yang resmi dan Operasi lanjutan terhadap sandiwara ini, saya tidak membela kelompok Santoso cuma inggi menyampaikan kebenaran nya, saya juga siap di pangil pemerintah Indonesia untuk mempertangung jawabkan kebenaran nya itu, dan saya juga siap jika pembaca ingin bukti nya, saya akan langsung bawa anda pada pada Negera Federasi Sumatera, dan cari saja lagi di hutan itu kalau ada Santaso itu, dan anda cukup tulis email saja pada saya kalau ingin bukti nya, saya akan jemput anda dengan Helikopter angkatan udara Tan Malaka, gagasan saya TNI sudah saja lagi operasi sandiwara ini, karena hanya buang-buang dana saja. dan media juga jangan berlebihan dalam pemberitan, kalian harus sadar bahwa kalian sudah tidak sengaja mempermalukan TNI kita yang di cintai ini, kalian yang ingin dunia tahu bahwan TNI kita hebat malah sebalik nya, dan jika TNI masih melanjutkan operasi nya kami akan mendukung nya juga, tapi media Tv tidak perlu tahu dan membuat berita, tapi nanti saja buat berita kalua sudah TNI memang sudah berhasil dalam menangkap Santoso saja lagi, kalian media TV juga harus sadar berita yang kalian buat secara tidak langsung membocorkan operasi, kelompok Santoso tahu maka kabur lah mereka, Operasi ini harus di rahasikan bukan di pasarkan di lobi di buat berita berlibahan.
Kesimpulan terhari saya, Pemerintah Indonesia jangan lagi mendusatai rakyat dengan model sandiwara ini, kalian kusus nya TNI dan Polri sudah terlalu jauh menduga dan membuat ketakutan rakyat akan Santoso, di tambah mengaitkan Santoso dengan ISIS, saya sudah bicara pajang lebar dengan mantan kelompok Santoso, semua nya di berikan adalah dusta tidak ada yang benar, jika ada yang percaya juga lagi berarti bodoh sekali, sekarang setelah Santoso dapat uang Rp 100 dari Avril fans fender, tidak tahu lagi di mana Santoso itu, unag Rp 100 juta adalah tanda terima kasih Avril fans Fender, hanya kelompok Santoso yang sangat mengenal sekali Wilyah Philipina itu, dan mereka juga lah yang memberika jalan rahasia mereka untuk pergi ke General Santos untuk membeli senjata dan Amunisi di sana, dan Santoso sudah berjasa juga, walau tidak membayar semua dosa nya tapi paling tidak ada juga nurani nya, dan jelas nya anda bisa baca di tulisan awal saya yang berjudul Kontak Senjata Negera federasi Sumatera.

Dan mungkin sekian dulu imformasi yang saya bisa berikan pada anda para pembaca. Dan kita bertemu lagi di lain epesodi tulisa saya yang baru nanti.
Terima kasih telah membaca nya semoga berguna untuk anda.
Mohon maaf bila ada kekeliruan dalam tulisan saya di atas.

FROG GOZILLA
Ketua Organisasi Alternativ Rock Numetal Comnty Tato88 Tanjung Tabalong yang bergerak memajukan pendidikan di Banjarmasin Aceh dan Indonesia.
Organisasi ini juga sangat aktiv di industri musik Rock Endergrond,
Dan berjuang untuk membangun perintahan ustmaniyah yang baru,  

Simbol Organisasi


 
Avril Lavigne