Berbagai konsep yang dikembangkan oleh teori sistem umum menimbulkan
beberapa pertanayan dan dimensi baru dalam penelitian terhadap
prosres-proses politik; beberapa di antaranya dapat digunakan secara
efektip oleh para ilmuwan politik dalam analisa mereka terhadap
fenomena-fenomena politik. Dengan mempelajari pertama kali
kategore-katagore yang bersipat deskriptif. kita dapat membedakan antara
sistem yang terbuka dan segera sejumlah pertanyan akan muncul di
hadapan kita untuk diselidiki seperti di mana kita dapat menarik sautu
garis batas yang memisahkan sistem yang tertutup. bagaimana suatu sistem
yang terbuka dan tertutup. apa yang mebedakan nya sistem terbuka
dengan sistem yang tertutup. bagaimana suatu sistem yang terbuka dan
tertutp bekerja ke arah stabilitas, ekuilibrium dan efektivitas. atau
sebaliknya ke arah instabilitas, kekacauan dan kemacetan dalam suatu
sistem politik, dan sebagainya. Sekali seorang ilmuwan politik mulai
memikirkan stabilitas dan ekuilibrium, maka pendekatan sistemik akan
membantu penelitian yang di lakukannya menjadi lebih tepat dan teliti.
stabilitas mungkin saja tergantung pada ekuilibrium. tetapi ekuilibrium
sendiri mungkin stabil atau tidak stabil. semetara itu stabilitas
mungkin medekati atau kurang lebih stabil di satu sisi, atau amat sangat
stabil (ultra stability) di sisi yang lain sehinga untuk mempelajari
variabel-variabel lainya yang mampu merkuat atau meperlemah stabilitas.
analisa sistem juga sangat bermanfaat untuk memahami
perubahan-perubahan sistem atau kemacetan-kemacetan sistem. meskipun
para ahli ilmu politik aliran behavioralisme hinga saat ini belum
meberikan perhatian yang besar pada kemacetan suatu sistem. kecuali
dalam penelitian yang terhadap masyrakat berkebang, suatu sistem politik
kadang-kadang menghadapi berbagai macam jenis krisis. mungkin
disebakan oleh beratnya beban yang harus dipikulnya. atau adanya
kelaparan, jadi selain suatu sistem bisa benar-benar mengalami
kemacetan, meskipun fenomena ini jarang dan paling-paling hanya kemaceta
sesaat . sistem tersebut bisa juga goyang akibat kekurangan-kekurangan
dalam tingkat mekanisme kerjanya, hal mana juga membutuhkan penelitian
yang teliti. kemampuan suatu sistem untuk mepertahankan kelangsungan
hidupnya. bisa tergantung pada kemapuanya untuk beradaptasi . dan
tuntunan akan adanya kemapuan ini mungkin di sebabkan oleh
perubahan-perubahan yang terjadi dari dalam memahami suatu sistem,kita
dapat memanfaatkan pegetahuan serta wawasan yang telah berahasil kita
kembangkan dalam penelitian yang kita lakukan terahadap sitem yang lain
konsep isomorphisme merupakan ladasan pokok analisa sistem, jadi
pemahaman kita atas suatu sistem, di bentuk tidak hanya dengan pemahaman
kita terahadap sistem-sistem yang lain., tapi juga sebaliknya, hal ini
juga memberikan kita suatu peluang emas untuk memandukan penelitaian
analisa yang bersifat mikro. dan makro. akhirnya di samping bermanfaat
bagi penelitian operasional. analisa sistem juga bisa kita akan
bermenfaat bagi tujuan-tujuan normatif atau deduktip. dalam pengertian
kita akan mampu menetukan langkah-langkah penyebuahan dengan segera yang
bisa menyelamatkan suatu sistem dari ke hancuran….
mohon maaf bila terjadi kekeliruan dalam tulisan di atas,..
FROG GOZILLA
