Translate

Selasa, 27 Juni 2023

Kamus Bahasa Banjarmasin Melayu Ke Indonesia



Kamus Bahasa Banjarmasin Melayu Ke Indonesia 

WELCOME BLOGGER FROG GOZILLA
Terima kasih pada anda para pembaca yang sudah mau melungkan waktu berharga anda hanya untuk membaca tulisan saya

Pendahuluan
Gambar Avril fans fender Banjarmasin, Redaksi, Repoter, Jurnalis Kantor berita Kanada Banjarmasin

Tulisan ini saya bisa pertangun jawabkan kebenaran nya, dan tulisan ini di tulisa juga di bantu oleh kawan-kawan Avril fans fender Banjarmasin, kawan-kawan dari Perpustakan Arsip Dokumen pemerintah Tabalong Banjarmasin, Kawan-Kawan dari redaksi Jurnali teka-teki Dandaman dan Bungas Banjarmasin. Dan juga tulisan ini di tulis berasal dari beberapa penelitian langsung di lapangan untuk melihat bahasa banjar tersebut di pahuluan, dan bantuan tokoh-tokoh masyarakat banjar dalam diskusi di kantor berita Kanada Banjarmasin.
Tulisan ini di tulis juga dimasukan untuk melastarikan bahasa melayu banjar, serta untuk jadi bahan pelajaran bersama dalam memahami bahasa melayu banjar bersama perkemabangan nya yang terjadi.
Dan tulisan ini sudah di cetak menjadi buku oleh media kantor berita Kanada Banjarmasin Industri music Rock, dan dilarang mencopy dan mencetak ulang tulisan ini tanpa izin tertulis dari Avril fans Fender Banjarmasin dan pemerintah daerah Tabalong, dan jika nekat melakukan nya bisa di ancam hukuman yang berlaku menurut pemerintah Republik Indonesia.

Bahasa Melayu Banjarmasin
Pasar Terapung Banjarmasin Akon Kota Seribu Sungai Kalimantan Selatan

Bahasa Banjar (BB) berwujud dalam 3 Komunitas besar yaitu Bahasa Banjar Kuala, Bahasa Banjar Pahuluan dan Bahasa Melayu yang terangkum dalam berbagai dialek. Tanjung, Kelua, Amuntai, Barabai, Kandangan, Banjarmasin, Baarito Kuala. Sebahagian besar perkataan dalam Bahasa Banjar adalah sama dengan Bahasa Melayu, begitu juga dengan awalan seperti di, ber, ter, men, meng, dan akhiran seperti kan, an dan sebagainya. Perbedaan yang nyata hanyalah dari segi sebutan. Bahasa Banjar menggunakan a bagi menggantikan e (pepet) seperti kalihatan(kelihatan), handak(hendak) dsb. Jika hujung ayat, bunyi a dan u menjadi a’ dan u’ iaitu dengan bunyi k yang lembut. Bahasa Banjar juga menggunakan awalan ‘ber’ , ‘ter’ , ‘me, men, meng’ yang ditukar menjadi ‘ba’, ‘ta’, ‘ma’ seperti ‘bersedih’ disebut ‘basadih’, ‘memberi’ disebut ‘mambari’ , sementara akhiran ‘kan’ kadangkala disebut ‘akan’ contohnya ‘mendengarkan’ jadi ‘mandangarakan’.
Kalau kita perhatikan pembicara-pembicara BB,maka dengan mudah kita mengedintifikasi adanya variasi-variasi dalam pengucapan ataupun perbedaan-perbedaan kosa kata satu kelompok dengan kelompok suku banjar lainnya,dan perbedaan itu disebut sebagai dialek dari BB yang bisa dibedakan antara dua dialek besar yaitu : (1) dialek Bahasa Banjar Kuala(disingkat BK);(2)dialek Bahasa Banjar Hulu sungai (disingkat BH).Dialek BK umumnya dipakai oleh penduduk “asli” sekitar kota banjarmasin,Martapura,dan Pelaihari,sedangkan dialek BH adalah BB yang dipakai oleh penduduk di daerah Hulu sungai umumnya yaitu daerah-daerah kabupatn Tapin,Hulu Sungai Tengah dan Hulu Sungai Utara serta Tabalong.Pemakai BH ini jauh lebih luas dan masih menunjukan beberapa variasi subdialek lagi yang oleh Den Hamer disebut dengan istilah dialek lokal yaitu seperti Amuntai,Alabio,Kalua,Kandangan,Tanjung,,bahkan Den Hamer cenderung berpendapat bahwa bahasa yang dipakai oleh “orang bukit” yaitu penduduk pedalaman pegunungan Meratus merupakan salah satu subdialek nya bisa dipetakan secara cermat dan tepat.
sekarang kita dapat melihat kasus di Kalimantan Selatan, apa yang disebut Melayu adalah orang-orang Banjar. Bahasa Banjar sendiri dibagi menjadi dua varian, yakni Banjar Hulu dan Banjar Kuala.. Contoh Bahasa Banjar antara lain :

arai (Banjar Hulu), himung (Banjar Kuala); artinya gembira
hagan (Banjar Hulu), gasan (Banjar Kuala); artinya untuk
tiring (Banjar Hulu), lihat (Banjar Kuala); artinya melihat
bungas (Banjar Hulu), langkar (Banjar Kuala); artinya cantik
tingau (Banjar Hulu), lihat (Banjar Kuala); artinya toleh, lihat
balalah (Banjar Hulu), bakunjang (Banjar Kuala); artinya bepergian
lingir (Banjar Hulu), tuang (Banjar Kuala); artinya tuang
tuti (Banjar Hulu), tadi (Banjar Kuala); artinya tadi
ba-ugah (Banjar Hulu), ba-jauh (Banjar Kuala); artinya menjauh
macal (Banjar Hulu), nakal (Banjar Kuala); artinya nakal
balai (Banjar Hulu), langgar (Banjar Kuala); artinya surau
tutui (Banjar Hulu), catuk (Banjar Kuala); artinya memukul dengan palu
tukui (Banjar Hulu), periksa (Banjar Kuala); artinya memeriksa
padu (Banjar Hulu), dapur (Banjar Kuala); artinya ruang dapur
kau’u (Banjar Hulu), nyawa (Banjar Kuala); artinya kamu
diaku (Banjar Hulu), unda (Banjar Kuala); artinya aku
disia (Banjar Hulu), disini (Banjar Kuala); artinya disini
bat-ku (Banjar Hulu), ampun-ku (Banjar Kuala); artinya punya-ku
bibit (Banjar Hulu), ambil (Banjar Kuala); artinya ambil
ba-cakut (Banjar Hulu), ba-kalahi (Banjar Kuala); artinya berkelahi
diang (Banjar Hulu), galuh (Banjar Kuala); artinya panggilan anak perempuan
nini laki (Banjar Hulu), kayi (Banjar Kuala); artinya kakek
utuh (Banjar Hulu), nanang (Banjar Kuala); artinya panggilan anak lelaki
uma (Banjar Hulu), mama (Banjar Kuala); artinya ibu
hingkat (Banjar Hulu), kawa (Banjar Kuala); artinya dapat, bisa
puga (Banjar Hulu), hanyar (Banjar Kuala); artinya baru
salukut (Banjar Hulu), bakar (Banjar Kuala); artinya bakar
kasalukutan, kamandahan (Banjar Hulu), kagusangan (Banjar Kuala); artinya kebakaran
tajua (Banjar Hulu), ampih (Banjar Kuala); artinya berhenti
bapandir (Banjar Hulu), bepéndér (Banjar Kuala); artinya berbicara
acil laki (Banjar Hulu), amang, paman (Banjar Kuala); artinya paman


Kamus Bahasa Melayu Banjar Ke Bahasa Indonesia Murni

abut – membuat kerja tidak tenang
acan – belacan
ading – adik
alun – lemah lembut
ambin – teras rumah
ambung – lambung
ampah – arah/ hala
ampal – masakan ayam/ daging dipotong besar
ampar – hampar
ampih – berhenti, sembuh
ampik – tepuk tangan
ampun – empunya
amun/ mun – jika
ancak – tempat barang dibelakang basikal
ancaman – akan dilakukan
ancap – cepat
andak – letak
andah – tumpangan, tempat sementara
andika – awak, panggilan hormat
andin – rambut kanak-kanak yang dibotakkan dan ditinggal sedikit didepan atau belakang
anggal – kerja yang tidak diselesaikan ( baanggalan)
anggap – ambil hati
anggung (tanggung) – angkat, bawa
angkal – tidak dalam, tidak serius
angkung – tebas
angoi – binatang berubah warna
angsul – kembalian uang belanja
anjung – julang
antal – rasa tak puas
antui-antui – bergantungan
anu – (di-anu)di buat (si-anu) – sidia
anum – muda
apik – cermat
arai – senang
arang – tanah yang tidak diusahakan/ terbiar
aruh – kenduri
arum – harum
asaan – malu-malu
asap – sampai hati
asuh – riba
atang – tempat memasak (dapur kayu)
atar – hantar
atawa -atau
atoi – tok mudim
auhi – panggil, jerit
aur – sibuk bekerja, ganggu
awak – badan
awan/ lawan/ wan – dan, dengan
awau – gema
awit – tahan lama
ayan – besen kecil dibuat dari logam (aluminium)
ayuha – marilah

baaadu – selalu melaporkan, melaporkan

Bapadah- bilang
baaci/ baasi – memulai kerja dengan bersungguh-sungguh
baadu – berlawan, beradu
baaga – anak kecil sedang belajar berbicara
baal – lembap
baampik – bertepuk tangan
baandah – singgah/berpindah kesuatu ditempat (sementara)
banggalan – kerja yang tak disiapkan
baasa – memulai lagi/mengulang
baasaan – was-was, rasa malu
baastilah – memulai dengan rencana
baantui – berpegangan dengan tali
baayun – bergayut
babacaan – majelis ta’lim sedang berkumandang
babahup – berkongsi
babak – buka ikatan/jahitan
babat – ikat
babau – berbau
babaya – hampir
bacaca – sebutan belum berapa betul.
bacalumut – comot
bacara – sifat semula jadi
bacuring – kotor, tanda bergaris-garis
bacurit – bertanda sedikit seperti garisan
badadas – pergi dengan cepat, tergesa-gesa
badangkak – sedang jongkok
badapatan – bertemu
badarau – gotong-royong, dengan serentak
bagadang – bergadang
bagamat – perlahan
bagana – diam/ tempat tinggal
bagarigis – permukaan tak licin dan berbulu
bagarit – memburu
bawakar – dikawal ( kada bawakar – tidak dikawal)
bagaya – bergurau
bagibik – putaran yang bergetar
bagirap – bercahaya
bagulir – bergelinding
bagurai – berguris kerana luka atau dicakar
bahalolong – melolong
bahaman – gigi geraham
bahambur – bertabur, buat sampah
bahandung – bersandar
bahanu – kadang-kadang
baharaan – mudah-mudahan
bahari – zaman dulu
bahaul – kenduri arwah
bahimat – bersungguh-sungguh
bahinak – bernafas
bahinip – menyembunyikan diri
bahintabol – menari-nari kesukaan
bahira – buang air besar
bahiri – iri hati
bahual – bersusah payah, bertengkar
bahujung – untung
bahum – ikut suka hati
bahupan – berkongsi
baigal – menari-nari
baimbai/ baumbai – bersama-sama
baindah – menolak tawaran, memberi alasan
bair – seret
baisi – mempunyai
baistilah – melakukan sesuatu dengan rencana
baisukan – pagi-pagi esok
baisur – memohon diri untuk pulang
bajalikat – melekit-lekit
bajarijihan – melilih, menitik-nitik
bajaruhutan – banyak benda bergantungan
bajarut – terikat kuat
bajimusan – keadaan yang basah kuyup (kena hujan)
bajuju – membaca (kurang lancar)
bajungkuk – membungkuk
bajurut – berderet
bakajal – bersempit-sempit
bakajut – serta merta
bakakat – merangkak
bakalubun – tutup dengan kain
bakamih – kencing
bakarat – berkelahi
bakarik – habis licin
bakarimut – komat-kamit
bakawak – berkeladak
bakicap – bunyi mengunyah
bakikipik – merenjis-renjiskan tangan
bakikis – majlis becukur rambut dan menamakan anak yang baru lahir
bakipuh – rasa kepanasan
bakirik – rasa seram, takut
bakuciak/ bakuriak – menjerit
bakulim – berdalih, merahasiakan
bakumpul – bersama suami isteri
bakunyung – berenang
bakuridak – kotor, berkeladak
bakurinah – dengan sengaja
bakuya – mengadu, memberitahu
balalah – berjalan-jalan/ bersia-siar
balampas – tidur tanpa tilam, kelambu dll.
balanak/bulanak – tanah lembik kerana hujan/berair
balancat – celah jari luka karena air
balapak – duduk dilantai /diatas tanah
balar – calar
balarai – tanda/kesan gurisan
balarangan – bertunang
balimbai – dengan tangan kosong, berlenggang
baliwa – mengalah
balungan hayam – sejenis kue
bamamai – marah-marah
bamamang – bercakap seorang diri
bamandak – berhenti
banam – bakar
bancir – waria
bangas – bau masam kerana terlalu lama terendam
bangat – sangat
bangkang – merekah
bangkat – reban ayam
bangking – tak menjadi (kue), terencat
bangsul – timbul
banih – padi
banjur – taut, alat mengail ikan
bantas – makan dengan lahap/ kemaruk
bantat – muka sembam
bantir – bekas akibat kena pukul
banturan – tempat turun air pada atap
banyai(an) – suka melambatkan (menangguhkan) kerja.
banyu – air
bapadaan – kita sesama kita
bapadah – memberitahu
bapala – 1. puas hati, 2. melampau
bapalihan – tidak menyeluruh, berpilih-pilih
bapangsar – merasa terlalu sakit
bapara – datang meminang
bapiit – menyembunyikan/ memencilkan diri
bapiluk – membelok
bapira – cantik diluar busuk didalam
barabah – berbaring
barakat – buah tangan dibawa pulang
barambangan – perpisah suami-isteri tapi belum bercerai.
barandak – banyak (orang)
baranga – lalat
barang-barang – 1. sembarangan 2. memerang
barantuk – bersusun
barataan – semuanya (orang)
barau – api marak
baribisan – kotor berjijihan (air sentiasa menitik)
baribisan (hujan) – hujan tak berhenti-henti tapi tak lebat.
barikit – bergetah, melekat, menempel
barintit – berderet
barinting – bersambung-sambung, bertangkai (bunga)
baririt – beratur panjang
barubusan – bocor yang banyak (atap/ dinding)
barubutan – berebut-rebut/ kelam kabut
barubus-barubus – berlari dalam semak samun
barujihan/ bajarijihan – berbuih
barukat – 1. terbungkar akar 2. berkelahi, bercakaran
barumahan – bawah rumah
barungkau – bercakaran
basanga – goreng
basapih – mengibas-ngibas, mengelak
basaruan – menjemput
basasadi – sedang bersedia
basilih – tukar pakaian
basiping – berselaput (berkeping-keping kecil)
basiraput – berserabut
basurah – bercakap
basusurung – sedang menghidangkan makanan
bat – kepunyaan, hak
batabul – berpulau-pulau, tidak rata
batagar – berkarat
batah(an) – belajar susah nak dapat, dungu
batahar – bersepah
batahuan – mengenal antara satu sama lain
batakun – bertanya
batalimpuh – duduk bersimpuh
batamuas – membasuh muka
batandik – menari
batanisan – menjejih, berair (sedikit) spt luka
batangkuok – berkokok
batata – menyusun
batatapas – sedang mencuci kain
batatukar – membeli belah
batawiran – kain (besar) bergantungan
batianan – mengandung
batil – sejenis kue, (bingka) pisang
bating – kue tak menjadi
batingas – berkelahi (kucing batingas!)
batubal – tanda bercapuk/bertompok pada kain dsb.
batuha – semakin tua
batumang – ubi yang ada bekas berulat
batumin – memasang kuda-kuda untuk memulakan kerja.
batunga – menengadah keatas
batur – batu nesan
bararamang – meng ada-ada
batuyuk – melambak
bauku – budak kecil baru pandai ketawa
baulih – dapat sesuatu
bauling – berpaling, menggelengkan kepala
baungal – bergerak
baunggal – longgar
baupang – berpegang
bawarangan – berbesan
bayaan – sebaya
bayir – heret
bayut – orang yang lembab/ lambat buat kerja
beluru – pedal ayam
bibis – sakit perut, gastrik
bibit – ambil
bida – beza
badawang – labi-labi
biding – bersegi (bahagian luar), bingkai
bigi – biji
bikut – dipulaukan, boycot
bilang – melampau (bilang haja ah..)
bilar – bekas kena pukul (calar-balar)
bilung – keadaan senget dan bergulung
bilungka/balungka – timun karayi
bincul – benjol
bingkawan – tulang kayu membuat atap
bingking – bergaya, bersolek
bingsul – keluar
bini – isteri
bisa – boleh, pandai
biskar – basikal
bitau – bodoh
bitir – buah catur (castle)
biyal – tanda karena digigit nyamuk atau binatang
biyuku – penyu
buat – masukkan
bubuhan – kaum keluarga, kalangan
bubungan – bumbung
bubus – bocor atau koyak yang besar, biasanya disebelah bawah
budas – tak berhasil, hilang begitu sahaja
buhir – dengki, iiri hati, niat jahat
buhul – simpul pada tali,
bujur – betul, benar
bukah – berlari
bulanak/baalaanak – lumpur
bulang – surban
bular – mata cacat
bulik – balik, pulang
bumbunan – ubun-ubun
bungas – cantik, anggun
bungkam – terpaku/ terdiam
bungkas – terbuka ikatan kerana terlalu padat/ penuh
bungul – bodoh
buntalan – bungkusan ( kain)
buntus – koyak kecil/ berlubang.
buntut – bahagian hujung tanah/ kebun
burinik – tanda-tanda, buih kecil
buris – buncit
bursiah – kalau-kalau terjadi perkara tak baik
buting – bilangan barang
buyut – cicit

C

cabur – terjun dalam air
cacak – pacak / cecak
cacap – cecah
cagar – agar, supaya
cagat – tegak
cakah – sombong
cakang – cabang
calap – rendam
caluk – seluk
calung – pucat
cancut – celana dalam
cangkal – gigih, giat
cangkir – cawan
cangul / cungal/ cungul – menampakkan muka
cantung – gaya rambut
caplok (mancaplok) – jatuh kedalam air
caram – banjir (sedikit), ditenggelami air
carubu – mencarut, jorok
catuk – ketuk
cibuk – ceduk air
cileng – tenung dengan mata terbeliak kerana marah
cingkoi – tak berdaya

cinit (cinik) – berputar laju
cirat – ceret, teko
culup – celup
cungul/ cungal/ ca2ngul – menampakkan muka
cungkal – korek tanah dengan kayu/ parang untuk mengambil sesuatu (ubi)
cuntan – curi
cuntang – koleh
curik – telinga bernanah
cuur – bertanya asal usul salasilah keluarga

D

dadai – jemur
dadaian – ampaian, jemuran
dadang – dipanaskan berdekatan dengan api
daham – jangan
damaran – lampu panjut yang dipasang pada malam likur
damia – begini
damintu – begitu
damit – kecil
dangkak – duduk jongkok
dangkung – bahagian depan betis (tulang kering)
dasau-dasau – menyimbah air dengan banyak
dauh – beduk, gendang besar
diang – nama umum bagi budak perempuan
dimapa – bagaimana
dimpit – impit
dingsanak – adik beradik, saudara
dingur-dingur – keadaan serangga (spt. lalat) yang banyak berterbangan
dipalar – mengirit, menghemat
diparung – dipanggang
disap-disap – rasa seram sejuk (tak sehat)
disasala – dicelah-celah
diulah – dibuat
dudi – kemudian
dudu-aruh – hari sebelum hari kenduri kawin
dugal – nakal
dumul – tumpul

E

edah –idah- tidak
egal – tari
eher – akhir
ehlas -ikhlas
ehnar – pimpinan
ehram – ikhram
ekat – ikat
ekong – orang,ekor
elah – pisah
elang – kunjung
embang – imbang
ember – ember
encer – encer,cair
endek – rendah,pendek
enggang – gerakan pantat kekiri kekanan disertai lenggang tangan
engkar – ingkar
engken – pelit
engkol – kunci pas
engsel – ingsil-alat untuk pintu
enteng – ringan,mudah,spele
entos – beres,becus
epok – dompet
erak – (kerja)paksa
erkan – kalung rangkap
ermawar – mawar
es -es
eskan – teko
estel – stel,pasang
estenewa – istemewa

F

Untuk bahasa melayu banjar yang awalan F kami belum mendapatkan kata dari awalan F tersebut, dan tidak ada data dalam sejarah hikayat banjar yang kami teliti ada kata awalan F mungkin kami akan cari lagi dan akan segera menyuting blogger ini jika ada

gabang – kain untuk pembuatan karung
gibik – bergetar
gabin – biskuit
gaduk – besar
gadur – tempayan kecil bermulut besar
gagahap – terbuka luas
gagatas – sejenis kue
galau – mencari sesuatu yang tak nampak (tersembunyi) misalnya dalam air.
gagai – mencari sesuatu boleh dilihat (tak tersembunyi) seperti dalam laci.
galak – makan banyak
gagai (jahai) – dibuka/dikeluarkan satu persatu
gahak – kuat makan, selera besar
gair – kwatir, takut, ngeri
galagah – sejenis serangga seperti kerengga tapi tidak menyengat.
galah – halau
galapung – tepung
gayat – potong
galianan – geli
galir – longgar
galiyur-galiyur (gagaliur)- mundar-mandir
galuh – nama umum bagi budak perempuan
gamat – perlahan
gamis – baju panjang dari arab
gamit – colek
gampir – berpasangan
gampiran – pasangan, pengikut
ganal – besar
gancang – kuat2
gandah – ketuk dengan kuat (gandah lawang)
gandanglawa – sarang laba-laba
gangan – kuah
gani’i – tolong, bantu
gantal – potong melintang dengan parang
ganyir – bau amis
ganyur – keldek/ubi tak mau empuk
gapit – apit, kepit
garancaian – bunyi benda-benda kecil (spt manik) bergantungan
garantangan – bunyi benda-benda logam (seperti tin) berlaga.
garih – siang ikan, dll
garing – sakit
garingitan – geram
garingsing – kawah
garitik – berdetik
garuhungan – terbuka luas
garutuk – bunyi perlahan
gasan – untuk
gatuk – senggol
gawi – kerja
gawil – colek
gawir – tak kuat buat kerja
gayat – potong melintang (biasanya benda besar)
gayumut-gayumut – bergerak dengan perlahan
gayur – lemah/ lembik (orang)
gelitiran – menggigil
geol-geol – keadan yang bergoyang / longgar
gerinting – ikan kering
gicing – membetulkan kedudukan
gigir – bising, kecoh
gigitak/bibitak – labah-labah
gimit – perlahan
gin – juga
gintas – tenyeh dengan geram
gipih – pipih
girek – tayar
gisang – tenyeh
gisik – gosok dengan kuat
gisit/ manggisit/ mandisit – hampir-hampir, nyaris
giwang – anting
gubih – besar dan longgar (pakaian)
gugut – gigit sambil ditarik (spt mangugut bigi hampalam)
guha – gua
guliat/nguliat – mengeliat
guliatan – ulat/cacing banyak bergerak
gulu – leher
gumbang – tempayan
gunggum – angkup
gunjah (kunjah) – digoyang-goyang dalam air / diudara supaya kotoran hilang.
guri – tempayan
guring – tidur
gusari – ditegur, dileter
gutak – digoyang dengan kuat

H

habang – merah
habuk – kelabu / Abu-abu
hadang – tunggu
hagan – untuk seseorang
hagian – bahagian
hahar – raba dengan kasar
hahayagap – keadaan berjalan yang susah karena gelap
hahayagau – Berbicara tidak tentu / bicara ngawur
haja – itu saja
hajan – teran
hakun – setuju
halam – dahulu
halapat – dicelah-celah, diantara
halar – kepak, sayap
halat – selang, dipisahkan oleh sesuatu
haliling – sejenis binatang
halilipan – lipan
halimanyar – binatang macam lipan, kecil dan bercahaya
halimatar-ulat gonggok
halin – tidak banyak, susah diperolehi
halui – kecil
hambal – tilam/tikar tempat tidur
hambalingan – tidur bergelimpangan
hambat – pukul dengan tali/ rotan
hambayutan – terkena kesannya
hambin – dukung / naik diatas punggung
hampalingan – berserakan
hampapai – jeruk kulit cempedak
hancat – terencat (perbuatan) / pucat pasi
handap – pendek
handayang – pelepah kelapa
hangkoi – bunyi yang kuat
hangkup – hantuk / sundul
hanta/ hantal – rasa tak puas / tanggung
hantalu/ hintalu – telur
hantang – makanan/benda tidak tertutup
hantas – jalan pintas
hantimun – timun
hantup – 1. berlaga 2. makan dengan lahap (kata kasar)
hanyar – baru
hapak – 1. bau busuk 2. memburukkan/memperkecilkan orang lain
hapat – bagian dari
hapuk – empuk/ terjatuh diolok2
haragu – pelihara
harakan – menghawatirkan / khawatir
haram – eram (telor)
haran – banyak memakai sesuatu / boros
harat – hebat
haring (bau) – bau busuk
haru – kacau / aduk
haruk – busuk
harung – peduli
hatap – atap
hawai – rasa keseorangan, sunyi
hawar – 1. sejenis penyakit ayam 2. perbuatan menghayun sesuatu benda (galah)
hawas – penglihatan baik / tajam
hawat – lambat
hayaan – rasa bimbang, risau
hayagau-hayagau – berjalan tak tentu tujuan
hayam – ayam
hayau – menjalani / berjalan
hayabang-hayabang – lari sampai jatuh bangun / terseok-seok
hayongkok – membongkok
hayumu – hama, kuman
hayut – senggol
hibak – penuh
hidin/ sidin – dia, panggilan hormat
higa – tepi
hilai – menganginkan padi dengan nyiru untuk mengasingkan hampa / menjemur padi.
himpil – potongan kecil/ bahagian kecil
himui – malu
himung – senang
hinak – nafas
hindau – suluh
hindik – tekan dengan menghentakan kaki/ badan
hinggan – batasan
hingkat – bisa, boleh, berupaya
hingkul – kawasan kerja yang terlalu sempit.
hinip – senyap
hinya – biarkan
hirang – hitam
hirani – peduli
hiring – berdiri miring
hiyau – panggil
hiyut – hisap
huluakan – mengarahkan / menunjuk arah
hulun – menjadi hamba
humap – karena panas / gerah
humbal-tombong kelapa
humbang – baling
humpil – umpil, cungkil
hundang – udang
hungkar – bongkar, dikeluarkan
hungku/hangku – agaknya / kayaknya

I

idabul – idea, pendapat
igut – gigit, sengat
i-ilah – seperti / mengiyakan
ikam – kamu
ikung – ekor
ikup – peluk
ilah – seperti
ilai – ayunan tangan
ilan – terjaga dari tidur
ilang – bertamu
ilat – lidah
ilun – bunyi
imat / imit – irit
imbah/ limbah – selepas itu, setelah selesai
impu – mengasuh/memelihara bayi
incaan – main-main/tiruan
inci – ukuran
incit – secara sedikit-sedikit
indap – hendap, intai
indung – ibu
ingar – terganggu
inggang – keadaan yang tak tegap
inggih – ya (bahasa halus)
inggur – bergoyang, tak tegap
ingkang – langkah kaki
ingu/ ingun – pelihara
inguh – ada rasa
injing – tarik / jinjing
intang – dekat
intel – kedudukan hendak jatuh
intoh – tahan disimpan
inya – ia, dia
itih – lihat dengan teliti
iwak – ikan, lauk

J

jabik – jambang
jabis – berbulu dibahagian muka (binatang spt harimau)
jablai – jarang dibelai 
gadis warung
jabuk/japuk – keropos
jagau – jantan, jago
jahai – tanggalkan satu persatu
jajak – pijak
jajarujut – rasa bergerak-gerak, kedutan exp. jajarujut kelopak mata
jaka – jika
jalanggaran – tak tersusun,
jamba – tangkap dengan cepat
jamus – rambut tak bersisir
janak – tidur nyenyak
janar – kunyit
japai – pegang, sentuh
jara – jera
jarang – didih, jerang
jaring – jengkol
jatu -memungut
jawih – capai dengan tangan
jelukap – daun untuk obat
jihing – senyum
jikin – alas periuk/kuali.
jimus – basah kuyup
jingkar – hampir mati/ tak sadar diri
jinting – jinjit / tenteng
jiun – meninggal dunia
jubung – penuh
jugut – rambut panjang tak terurus
julang – membuat penyokong spt kayu untuk menahan dahan/pokok dari tumbang.
julung – serahkan
juhang – ditolak keatas menggunakan tongkat /font>
juhut – tarik (benda panjang, spt tali, benang)
jujuran – hantaran kawin
jujut – jahit (benang)
jukung – sampan / perahu
julak – saudara bapak / ibu (kakak)
julung – beri
jumput – diambil dengan tangan
junggat – cungkel, jungkat – jungkit
juong – dorong dengan keras, tolak
jurai – menyirat jala / pukat
jurak – jolok, kait
juruh – air yang manis / air pohon aren
juuk-juuk – jalan mundar mandir

K

kabisaan – kepandaian, kemahiran
kabungkalanan – tercekik makanan-cekukaan
kacak – remas
kacar – ingin, teringin, mau
kacawaian – melambai-lambai
kada – tidak
kada tapi – tak berapa / tidak terlalu
kadada – tidak ada
kadan – daki
kadap – gelap
kadapan – longgaokan jerami padi
kaganangan – teringat / kangen
kaina – nanti dulu
kair – kais mengunakan kayu dsb.
kajah – ditunjukkan dengan bersungguh-sungguh (macam penjual menawarkan barang jualannya)
kajal – sumbat, berdesak-desakan, bersempit-sempit
kakadut – bungkusan kain yang diikat
kakamban – selendang
kakarunyut – rasa bergerak-gerak, pegal.
kakas – selongkar
kakuar (kukuar) – galah / tongkat panjang
kalacingan – anak ikan gabus
kalapakan – melompat-lompat
kalau (mangalau) – kaedah memancing ikan haruan
kalibir – kulit
kalimbuai – sejenis binatang (keong emas)
kalimpanan – mata termasuk sesuatu benda
kalimut – lubang dubur
kalipit – dilipat
kalipitan – terdesak
kaliwancuhan – kelam kabut
kaloh – putik yang tak jadi
kalu – kalau, jika
kaludut – berkedut, menggumpal
kalum – terompah
kalumpanan – terlupa
kalunuran – keadaan yang berair (kudis, luka)
kaluyuran – keadaan orang yang sibuk / lalu lalang
kambang – bunga, kembang
kambuh – campur
kamir – adunan yang sudah naik
kampil – tas jinjing
kanas – nenas
kanca – pasangan, teman
kancahungan – berteriak-teriak
kancang – kencang, penuh, padat
kancing – tutup (pintu, jendela)
kancur – sejenis tumbuhan seperti kunyit
kancur jerangau – saudara bau-bau bacang
kandal – tebal
kapijanan – teramat sangat
kapiting – 1. kepiting 2.kunci rumah / gembok
kapadaraan/kapidaraan – badan rasa demam/panas dipercayai sebab gangguan mahluk halus
kapung – kejar
karaing – orang yang suka bergaduh / pemarah
karamian – heboh / rasa senang
karamput – berdusta / menipu
karau – garang (orang), nasi keras
karawila – Tumbuhan yang bisa di buat untuk sayur
karidipan – bergerak-gerak
karik – habis/ mengambil sehingga kelapisan terakhir
karindangan – teringat-ingat, kerinduan, kangen
karium – menahan ketawa
kariup – mengkerut, dijerut, dicerut
kariwitan – benda kecil panjang (spt cacing) yang sentiasa bergerak-gerak
karubut-karubut (kakarubut)- bergerak-gerak secara tersembunyi
karucut – mengecut
karudut – berkedut
karukut – garu dengan kasar, cakar
karumut – ruam panas
karungkung – kulit keras / cangkang
karut – ikat
kasadakan – tersedak
kasai – sapu dengan obat
kasangkalanan – tercekik makanan
kasau – jenis kayu
kasulitan – benda terjepit dicelah gigi
kasumba – pewarna kain/makanan
kataraan – tempat ayam mengeram
katidaan – mengada-gada
katik – di ketik
katiwa (tatiwa) – satu daripada bahagian rumah
kato – pucuk manis
katuhukan – sering, selalu sangat
katuju – suka, setuju
katulahan – balasan karena durhaka kpd orang lebih tua
katup – tutup
katur – lenguh
kaur – penglihatan kabur, rabun
kaus – katil, kasut?
kawa – boleh, bisa
kawai – panggil dengan melambai
kawak – kotoran dalam air
kawat – mata kail
kawitan/ kuwitan – ibu-bapa / orang tua kita
kaya – orang yang banyak uang
kayakih – ketombe
kaya apa – Bagai mana
kayi – kakek
kelambuwai – keong mas
kelayangan – layang-layang
kenjot – goyangan pantat
kerasaan – terasa, perasaan
ketulahan – mendapat balasan karena durhaka
ketulangan – tulang tersengkang ditenggorokan
kibah / kibas – kipas dengan tangan/ kain
kicap-kicap – mengunyah dengan berbunyi
kijim – tutup mata
kijip – kedip mata
kikih – kais
kilar – kerling mata
kilau – 1. cahaya (emas /berlian) bercahaya 2.makan tanpa nasi (khusus lauknya saja)
kileng – lambat besar
kilir – asah
kilum – tak ada gigi
kima – kancing
kiming – dipegang-pegang
kimpus – semakin kecil
kimul-kimul – sentiasa mengunyah (tak ada gigi)
kipai – terpelanting / terlempar
kipit – sempit
kipung – makan ikan
kirip – mengecilkan kelopak mata / cahaya lampu tidak terang
kisut (bakisut) – 1. ngesut 2. kempis, berkerut (kulit).
kitar – beralih sedikit, bergerak sedikit
kitihan – makanan ringan
kiting-kiting – dijinjit
kiwa -kiri
kiwang – dipotong sebahagian kecil
kuantan – periuk
kubas – luntur warna
kubui – mandi
kudup – lampu tak terang
kuhup – terkurung dalam keadaan panas
kukuar (kakuar) – galah
kukulai – burung hantu
kukut – diambil dengan kasar dan banyak menggunakan tangan
kulaan – saudara dekat
kulacak – diremas, dijamak, dicakar
kulahai – bongkar
kulanda – sirsak / nangka belanda
kulang kisar – gelisah
kular – kuyu (mata), sendu
kulayak – di buka
kulimbit (kalimbit) – kulit
kulir – malas
kuloh – pelit, rakus makanan
kumai – se isi rumah
kumbah – mengibas kain untuk membuang sampah
kumpa – pompa
kumpai – rumput
kumpang – sarung parang, pisau, keris atau pedang
kumpai – rumput
kunat – tanda pada kulit berkas luka
kuncang – goncang
kungkuak – kokok ayam
kunyuk-kunyuk – mundar mandir
kurihing – senyum
kurinah – sengaja, khusus.
kuring – koreng, kudis
kuringis – merintih (kesakitan), teresak-esak
kuriping – bersisik
kuritis – dikorek menggunakan kuku jari
kurup – redup
kustila – pepaya
kutal – guntingan rambut tak rata
kutang – Beha
kutil – makan atau ambil sedikit-sedikit
kutung – tudung kepala

L

laai – habis
lacit – meresap keluar, bocor
ladar – ledar (rasa), suam (air), demam(awak)
lading – pisau
laih – cape, penat
laip – hilang, pingsan
lajak – selalu dipakai
lajang – masih sendiri (bujangan/gadis)
lakasi – cepatlah
lalapan – sayur-sayuran
lali – lupa / pikun
lamak – gemuk
lamari – almari
lanah – cair
lancat – sakit celah kaki (kutu air)
landap – tajam
landas – air deras
landau – tidur kesiangan (bangun kesiangan)
langgar – surau/madrasah
langis – habis tak ada yang tertinggal
langkut – gigi bagian bawah kedepan
lanjar – panjang akal
lanji – genit, gatal melihat perempuan
lanjing – keadaan yang mengelebeh (seperti getah) / duwer
lanjung – bakul besar biasanya yang boleh diletakkan dibelakang (tas ransel)
lantih – orang yang berbicara terus, biasanya perempuan
lanting – rakit
lapai – menyapu tubuh dengan air
larang – mahal
lareng – garing
latang – rasa air macam hangus
latat – warna hitam
laung – pakaian adat pahlawan banjar (topi berbentuk kerucut)
laus – sejenis tumbuhan macam lengkuas
lawan /awan/ wan – dan
lawang – pintu
lawas – lama
lawatan – pergi memenuhi undangan.
layat – liat , melempem
layau – 1. melimpah, 2.merayau, menyimpang ketempat lain
layip – pitam, marah sekali
layur – dilalukan diatas api supaya layu
libak – kawasan berlopak / atau berlubang sedikit
libas – sudah habis musim
libur – api yang besar
lihum – rasa kesukaan, senyum yang ditahan
lijau – basah dan berair
likah – kata tambahan / penegas bermaksud seperti begitulah!
likit – menyalakan api
lilik – memandang, mengincar (ingin)
lilip – memasukkan lipatan hujung/tepi kain kebawah kain atau tilam dsb.
limbah – terjatuh dari pautan asalnya
limbak – tumpah, melimpah karena penuh
limbui – basah kuyup oleh peluh
limir – lembek macam berair
limot – berlumur dengan minyak yang banyak
limpak – sumpek / lecet
limpap – penyok ( besi / plat yang terbentur sesuatu )
limpas – terlampau penuh
limpat – melebihi hari
limpih – penyek / gepeng
limpua – berlebih
linak – becek
lincai – di injak-injak
lincip – runcing / tajam
linek – lumat
lingai – kawasan semak yang telah dibersihkan
lingir – tuang air ke cangkir
lingis – habis tak tinggal sisa
lingkah – hilang kesan warna/kotoran
lingkang – langkah
lingkuk – bengkok
lingkup – dikemaskan (kelambu / kain) /
lingo – jemu, bosan
lingsak/ lungsak – luka, kulit tergesek, lecet.
lintip – mengecil
lintuhut – lutut
lipih – lipat dan masukkan kedalam
lipung – melepasi, melebihi
lipus/ lupus – melebihi
liput – ditudung rapat
lirip – iris
liso – layu (buah yang terlalu tua)
liung – ditinggal, tidak dikira
liup/liut – pingsan
liut – menjadi lemah
luai – sejenis penyakit tanaman
luak – muntahkan
luang – lubang
lucung – terlepas
ludus – jalan dalam semak yang sudah terang karena sering dilalui
luhau – orang yang banyak cakap (biasanya lelaki)
lukop – tindih dengan badan
luloi – tercecer
lulok – kawasan tanah yang berlumpur
lulon – menggulung benda panjang dan besar (spt tikar)
lalungkang – jendela
luman – belum
lumbah – lebar (kain)
lumbus – bocor bahagian bawah
lumor – . lumur, sapu
lumus – habis bulan
lunau – becek
luncup – runcing, lancip
lungkas – suara yang jelas dan tegas
lungkup – ditutup / ditindih dengan badan
lungsak/ lingsak – luka, kulit tergesek
lungur – botak, gondol
lunok batis – bahagian belakang betis
lunta – jala
luntang-lanting – tidak tentu arah
lunuk (batis) – bahagian belakang betis yang berdaging
lupus/ lipus – melebihi
luput – tidak kena sasaran
lusukan – ikan gabus yang beranjak besar
luyut – melepuh

M

maanjal – mengganjal
maanyat – lembut dan boleh menganjal (cth: tilam maanyat)
maarit – merasa sakit/ susah
macal – degil, nakal
macan – harimau
madam – pergi merantau
madat – candu
madayi – patutlah
magan – boleh
magun – masih
mahalabiu – berkata mengada-ada
mahampinak – memelihara
mahapak – mengolok-olok, mempeleceh
mahayaakan – rasa bimbang, takut
maheng – liat, keras (kayu)
mahingak – susah bernafas
mahingal – nafas tersengal-sengal
mahingut – mencium bau yang kuat
mahirip – serupa, sama, seakan-akan
mahong – bau maung
mahulut – mengejek
mahuruni – menemani, menjaga
maigau – mengigau
maigut/mainyut – rasa sakit/seperti ditusuk
mailangi – silaturahmi
maingkang – jalan mengengkang
maingking – berjalan biasa dengan cepat
mainyut/ maigut – rasa sakit/seperti ditusuk
maka am – oleh itu, itulah
makacil – bibi
malacung – melompat
malah – haus hendak minum
malala – membuat minyak dari santan kelapa
malalap – memotong halus-halus (sayur-sayuran)
malalar – merebak, melebar
malalur – tidur hingga siang, lambat bangun.
malapuk – lepak
malarak – mengembang, kembang
malaran – lumayan / sekurang-kurangnya adalah juga
malatik – baru tumbuh, bercambah
malatop – melecet / pecah
malibur – api besar dan naik keatas
malikap – melekat / menempel
malilik – mengorat, teringin
maling – pencuri
malingor – berbau
malining – mengkilat
mamadar – 1. nasi sudah masak tapi dibiarkan supaya kering,
mamadar – 2. berbaring-baring setelah terjaga dari tidur.
mamak – empuk
mamarina – saudara dari bapak/ibu
mamandir – berbicara
mambangsing – mengganas
mambarangat – rasa panas
mamicak – kuat tidur
mampilak – putih sekali
mampunut – keadaan membesar dan timbul membengkak spt bisul. manabun – menyembunyikan
manahakan – membayangkan
manambirau – menggertak
manangkul – menyangkal
manau – 1. ikan timbul kerana mabuk( musim banjir). 2. sejenis rotan (kecil)
mancabur – jatuh /tercebur dalam air (benda besar) mancacau – lari dengan cepat / laju
mancaplok – jatuh kedalam air (benda kecil) mancaricit – suara yang timbul akibat gesekan.
mancarucus – berbicara cepat
manciar – meleleh air liur
mancicing – pecut lari / lari ketakutan
mancigu – cekukan / tersedak
manciling – membeliakkan mata, terbelalak, seperti mata yang mau keluar
mancirat – bersinar
mancirop – masuk dengan cepat (dalam air)
mancok – rujak, makan buah-buah asam/pelam/jambu mentah/muda.
mancurat – memancur, muncrat
mandah – terbakar
mandam – terpaku
mandangani – menemani
mangalihum – berbohong
mangalunyur – meluncur
mangaradau – berbicara tak tentu arah
mangaramput – berbohong
mangaruh – berdengkur
mangarumbungi – mengelilingi sesuatu
mangayumuh – berbicara tak jelas seperti sengaja hendak menyembunyikan sesuatu
manggah – penyakit asma
manggalugur – api besar
manggalur – bunyi menderu
mangganang – merasa rindu, kangen
manggani’i – menolong
manggarunum – bersungut
manggiring – mengikut
manggisit/mandisit/gisit – nyaris / hampir saja.
manggurak – mendidih
mangincang – berjalan cepat
mangkir – mengelak
maniwas – menuduh (menyalahkan orang lain)
manjelujuk – rasa hendak muntah
manjul – memantul
manjuur (manyuur) – berlalu pergi
manoh – pendiam
mantuk – balik, cukup
mantuk mara – pergi balik (pulang pergi)
manuala – sangat tua/ lama
manuha’i – menjadi ketua
manumat – usaha memulakan kerja.
manungkali – Betampung tawar ( ritual sebelum memulai suatu acara )
manyalingit – rasa terlalu panas/ pedas
manyapung – mendekut burung
manyinggai – membuka / menyahut
maragat – ikut jalan pintas
maraha – tak apalah! biarlah!
maram – mendung
marancis – terpercik
marangut – masam muka
maras – kasihan
marau – rambut tak berminyak
marawa – menyapa
mariga – kekenyangan makan keluar bunyi
marina – saudara Ibu/ Bapak
marinaan – anak saudara
maririp – menghiiris/memotong halus-halus (sayur-sayuran)
marista – sedih
maritam – pulasan, jenis buah seperti rambutan
mariwa – melihat jerat, perangkap, jaring dsb.
maruwai/miruwai – hubungan antara menantu dengan menantu
maruut – sangat berat
masigit – masjid
matan – dari / asal mula
matuha – bibi tertua
mati/pati – tak berapa
mauk – mabuk
maulah – membuat
maumat – boleh ditarik-tarik (flexible)
maunjun – mancing
maunyut – lentur (seperti per pegas yang ditekan ) / menganjal
mawah – risau, bimbang, susah hati
mawaluhi – menipu
mayu – cukup
mimak – jinak
minek – pening / pusing
mingar – hidung besar
mingsang – sengau
minjangan – rusa
mintuha – mertua
miris – bocor
mitak – hidung penyek
muak – muntah
muar – marah
mucai – tak terurus
mucil – cerewet, tak ikut kata
muha – muka / wajah
muhara – muara / awal / depann
mulong – jelaga / hitam pekat
mulud – maulud
mumui – berdarah dengan banyak
mumut – reput, mudah koyak (kain)
mun/ amun – jika
mungau – tak senonoh
mungkana – kain untuk sholat khusus wanita
mungkung – bentuk cekung
muntung – mulut
muriat – rasa tak enak badan, seperti mau demam
muring – kotor
muru’ – cuaca mendung
muyak – jemu / bosan

N

nahap – teguh, tahan
namuni – menemui
nanar – senantiasa sama, tidak berubah
nandu/pinandu – kenal
nang – yang
nangguh – tebak / agak
napa – kenapa
napa-am – itulah!
naran – betul, benar
nauhan – orang yang serasi bercocok tanam atau berternak, serba jadi
naung – teduh
naya – itu
ngalih – susah
ngaracat – mengecut
ngaran – nama
ngayatap – tak berhenti buat kerja (kerja kecil-kecil)
nginang – makan sirih
nginging – bunyi berdengung ditelinga
ngingir – rasa linu di gigi
nginum – minum
nguliat – mengeliat
ngulintar – curi tulang
ngulintir – terkeseng-keseng
nimbai/timbai – membuang
ninip – amat berhati-hati, teliti
nuheng – membelah dengan kapak
numbi – naik taraf, membesarkan (rumah)
nungkali – menepung tawar ( ritual selamatan )
nyaman – sedap, enak, senang
nyanyat – berulang-ulang, mau lagi
nyarak – api yang besar
nyinggahi – singgah, mampir
nyingga’i – menyahut panggilan

O

obah – ubah
obat – obat
obeng – obeng
obor- obor
odor – uzur,tua,lemah
ogor – taruhan
ojor – odor
oko – baoko
olah – olah,buat
oleh-koleh
omeh – cerewet
oncom – oncom
onde,onde-onde -(kue)onde-onde
ongkoh – engkoh,tauke
ongkos – ongkos
onta – onta
opor – masakan,pindahkan
otang – hutang
oto – baju oto,tutup dada

P

paasian – patuh, menurut ( kata orang tua )
pacang – untuk, agar, bakalan
pacul – tanggal
padah – kata, memberitahu, bilang
padak – hidung rasa tersumbat
padar – panaskan
padu – dapur
pagat – putus
paharatnya – dalam keadaan, pas, paling sibuk
pahin = ??
pais – pepes ikan
painjinan – tempat memesin getah keping
pair – seret karena terlalu panjang
pais – ikan/kue dikukus dalam daun pisang
paja – pekasam, di awetkan
pajah – padamkan api
pajal – ditimbun, ditumpuk (kasar)
pakulihan – pendapatan
palak – asap
palingau-palingau – tengok kiri kanan, melihat kebelakang
palilak – buah teratai
palipitan – sisi kain yang dijahit
pamalar – pelit
pamali – berdosa, sesuatu yang dilarang agama
pambarangan – sembrono, menaruh bendaa sesuka hati
pambuong – bahagian tulang atap rumah
pamburisit – penakut
pampah – dilanggar
pampan – lubang yang tertutup
pamuga/ puga – permulaan
pancau – tinggi
panci – periuk
pandal – alas
pandir – berbual
pandit – surut
pandudian – paling terakhir
pang – lah!
pangkih – potongan kayu
panjar – bayar di depan
pantar – sebaya
pantau – lempar
panting – sengat
papaci – kaca
papadaan – sesama kita
papai – dileraikan dari tangkai, dicipratkan
papajangan – tirai penghadang
papajar – pengeras (pengobatan tradisional)
papak – 1. penuh 2. tepuk(tapak)
papari – sayuran
paparujuk – berjalan mundar-mandir tak dapat benda yang dicari
papatin – hari istimewa, andalan
papikang – kelengkang
papikat (pipikat) – ajimat, benda yang dipercaya membawa keberuntungan
parada – bahan berkelip-kelip dibaju/ kertas
paragahan – pura-pura, menunjuk-nunjuk
parak – dekat
parani i – pergi menyusul
parawaan – suka menegur
parayaan/ paraya – tak payah, tak perlu
pariannya – misalnya
paring – buluh
pariyannya – misalnya
parudan – alat untuk memarut kelapa
paruna – cantik, kacak
parung – salai/ bakar
patak – sembunyi
pates – tapis
pati/mati – tak berapa
patis – petis
patuh – kenal
patuhan – kenalan
paung – benih
payat – suara parau
payu – laku
pian – anda
picak – buta
picik – pencet, tekan
piit – bersembunyi
pilai – miring / bengkok / tidak pas posisinya.
pina – seolah-olah
pinandu – kenal
pingkalung – lempar dengan kayu / benda panjang
pingkur – tidak lurus / bengkok
pingkut – pegang
pingsar – menahan rasa yang teramat sakit
pinjung – penjuru, terpencil
pintang/pintangan/ tapintang – mentang-mentang/ kebetulan
pipikangan – pangkal paha sebelah dalam.
pipikat (papikat) – ajimat, benda yang dipercaya membawa keberuntungan
piragah – pura-pura, menunjuk-nunjuk
pirik – di ulek-ulek
piruhut – pegangan kuat supaya tidak terlepas
pirut – miring, tidak pas kedudukannya
pisit – kencang (ikatan), ketat
puang – kosong
pucirin – llimbah dari dari dapur.
puga – baru, yang permulaan
pukah – patah
pukung – bayi dibuaian dalam keadaan duduk
pulang – lagi
pulir – sapu bersih
pumput – pikiran yang mentok.
punah – selesai
pundung – bedung
pundut – bungkus
puntal – digulung(kain)/ ikatan tali
puntalan – gulungan
pupu – daging paha (ayam)
pupudak – nama sejenis kue
pupuh – pukul dengan kayu dll
pupul – patah bahagian atas/ hujung
pupur – bedak
puput – alat untuk meniup api kayu (dapur)
puraca – ular air, perca kain
purici – jorok
puritik – bintik
puritikan – berbintik-bintik
puruk – pakai
purun – tak malu
purut – lurut, lepas.
pusang – keluh kesah, mau marah
pusut – gosok dengan perlahan dan penuh kasih sayang
putik – petik
puyau – sejenis ikan sungai seperti ikan mas.

Q

Untuk bahasa melayu banjar yang awalan Q kami belum mendapatkan kata dari awalan Q tersebut, dan tidak ada data dalam sejarah hikayat banjar yang kami teliti ada kata awalan Q mungkin kami akan cari lagi dan akan segera menyuting blogger ini jika ada

R

raat – suara serak
raba – sentuh
racap – kerap, selalu, sering
ragap – peluk, dekap
rahai – tanggalkan satu persatu, hancur satu persatu
rahat – ketika, sedang
rajak – tikam dengan benda panjang dan tajam
rakai – rusak
rakat – akrab, akur
rakungan – tenggorokan, jakun
ramba – berdaun lebat, rimbun
rampit – rapat
ranai – senyap, diam tak bergerak
rangat – retak
ranggam – ketam kayu
ranggaman – ketam padi / ani-ani (alat untuk memanen padi)
ranggi – nekad
rangka – lahap macam kelaparan sangat / rakus
ranjah – tabrak
rantang – mangkuk sususn / tingkat
rantas – 1. tetas 2. rentas / robek
rapai – tertanggal dari tangkai
rapas – rapuh, mudah hancur
rapok – rangup
rarawaian – tidur-tidur ayam
rasuk – sesuai
ratik – sampah
raub – himpun dengan tangan
raum – pitam
rawa – sapa
rawis – mengayun benda tajam
ricih – potong kecil-kecil
rigat/ igat – kotor
rigi – rela
rikai – patah dahan
rimbas – menebas dengan parang bengkok
rimbat – rembat, rentap
rimpe – pisang salai
rimpung – tangkap dengan kuat
ringkut – penat karena kerja berat
ripah – patah / cape
ripai – sekah
ripu – terlalu masak / ketuaan (buah)
riwang – koyak/ robek sedikit
ruak – dituang ( bukan benda cair) dari bekas seperti bakul/ dulang
rubui – 1. berlubang karena rapuh 2. ditaburi
rudah – ludah
ruga – lubang besar dalam tanah
ruha – keadaan yang besar, susah hendak diangkat.
ruhui – selesai, berhasil, bisa
rukat – cakar, berkelahi
rumbih – tanah runtuh / longsor
rumpis – keadaan yang koyak dan bocor (spt bakul)
rumpung – ompong
runggut – tarik dengan paksa.
rungkang – berlubang, robek
rungkau – ambil dengan tangan
rungkoi – tangkai (buah-buahan spt anggur)
rungkup – diterkam
rungung – tak berhidung
rupoi – rapuh
ruruk – tumpah / mengeluarkan barang dari suatu wadah.
rurungku(an) – bangsal

S

sabak – 1. pandangan kabur, 2. tidak teratur / berserakan
sahan – pikul
sahang – lada
sahibar – sekadar
saing – rajin
saki – mengawan
salajur – terlanjur, kebetulan
salawas – selama
salayaan – kerja tak berfaedah
salimput – selimut
salok – kepung
salukut – bakar
salumur -kulit ular
sambadaan – tambahan pula
sambat – sebut, dibicarakan, mengatai orang
samir – mewarnai rambut
sampak – sampai batas (rapat)
sampiluk – daun yang dilipat untuk disikan adonan kue dsb.
sampiyan – anda, kamu (halus)
samparaka – tidak bersyukur, tidak sadar
sampuk – tersambung lagi, bertemu kembali / sua
sampurut – memeluk tubuh karena sejuk
samunyaan – semua
sandal – sendal
sandat – terhenti, tidak bergerak karena suatu keadaan
sandu – buat hal sendiri
sanga – goreng
sangu – bekal
santuk – kena bagian atas karena terlalu tinggi
sapalih – sebagian kecil
sapambarian – artinya “terserah mau dikasih berapa”
saput – selimut
sarak – bercerai suami isteri
sarianan – sehari penuh
sarik – marah
saru – panggil
saruan – undangan, menjemput
sarubung – tenda / tarup, tempat menyediakan masakan bila ada undangan
sasah – kejar
sasain – semakin
sasar – semakin
sasarudup/sasarusup – berlari-lari dalam semak
sasingut/ sisingut – kumis
sasirangan – kain batik banjar ( kain Adar khas suku Banjar )
satayuhnya – dibiarkan bergitu saja tidak dirawat
satumat – sebentar
satumbang – 1. semenjak, 2. sekali saja
saumuran – seumur hidup
saung – laga
sawalas – sebelas
sawat – sempat
sayat – siat, potong
selipang – tarmos, tempat simpan air
selului – yang selalu
sembako – keperluan utama
sigar – segar
sihai – cuaca terang/baik
silang silu – bersilang-silang
silih – ganti pakaian
silip – simpan dengan baik
simbah – tepis
simbur – siram, simbah
simpun – kemas, susun rapi
simpurut – peluk tubuh karena kedinginan
sindu – badan yang tegap
singgang – duduk yang miring / tidak pas kedudukannya
singkai – muka
singkal – otot terasa sakit / pegal / letih
singkum – mengemas benda panjang seperti rambut atau rumput yang menjalar
singlang – juling
sintak – tarik dengan cepat dan paksa
sintar – senter, lampu sorot
sipung – tongkeng ayam
sirau – memadamkan api
sisil – menguliti kulit binatang
sisipuan – tersipu-sipu / malu-malu
sisiur – capung (dragonfly)
suah – pernah
suang – anting-anting, giwang, pearcing
suar – lampu sorot
suduk – tikam / tusuk
sugih – kaya
sulah – dahi luas / bagian kepala yang rambutnya rontok
sulait – terbelit
sulum – masukkan dalam mulut
sulungan – kolong
sumap – kukus
sumpal – tutup lubang (spt botol)
sunduk – kunci (pintu, tingkap)
sungeng – bunyi yang menyakitkan telinga
sungkal – gali
sungkup – menyembunyikan muka / badan
supan – malu
surangan – sendiri
suroi – sisir rambut
susuban – tertusuk benda tajam
sutil – mudah

T

taarunuh – mengerang menahan kesakitan
tabah – sebesar tapak tangan
tabala – peti mati, keranda mayat
tabarubui – berciciran
tabarukat – terbungkar akar
tabarung – bertembung masa
tabarurut/ tabalurut – terlurut
tabarusuk – terperosok
tabat – empang
tabuk – membuat lobang
tabulaning – terbeliak
tabuncalak – terbeliak
taburahai – terburai
tacabur – terjatuh dalam air
tadas – lut ( tajam)
tadung – ular
tagah – semak, belukar
tagai – dibiarkan tak bertutup/ sengaja ditunjukkan
tagak – nampak seolah-olah
tagaknya – nampaknya, seolah-oleh
tagal – tetapi
tagalimpas – tergelincir
tagipak – tergesel
taguh – kuat, teguh
taguk – telan
tahaba/ tahaga – terjumpa
tahangkang – terkangkang
tahanjat – tersentak
tahur – melunaskan hutang, bayar
tajalak – kelihatan isi dalam
tajalipuk – terjatuh (sedikit kehadapan)
tajarungkup – jatuh tertiarap
tajihing (takujihing) – tterkoyak menampakkan isi
tajuhing – terjujul keluar
tajun – terjun
tajungkalak – terjatuh kebelakang
tajungkang – terbalik/ tertelentang
takai – sentiasa tersedia
takadilup – termasuk kedalam
takalulung – mengecut dan bergulung
takambit – bercantum
takarium – tersenyum
takariup – semakin mengecil
takipik – tersentak ketika tidur (biasanya bayi)
takisir – mengending,
takujajang – lari lintang pukang
takujihing – terkoyak menampakkan isi
takulayak – tercabut kulit
takulibi – mencebekkan muka
takulidas – kulit terluka
takun – tanya
takurihing – tersenyum
takuringis – hendak menangis menahan sakit
takuringsing – berkerut muka kerana menahan sakit
takurisit – perasaan teramat takut
takurusum – berkerut muka kerana menahan sakit
takusasai – terkoyak kulit
takutan – takut
talah – selesai
talam – dulang
talasan – kain basahan
taleh – tembolok
talimpuh – bersimpuh
talu – tiga
talukup – tertiarap
taluwalas – tigabelas
tamam – teguh
tambal – tampal
tambarungan – tempat mengisi ikan tangkapan
tambirau/ timbirau – sergah
tampaian – kelihatan
tampirai – alat menangkap ikan, macam lukah
tampiyaan – bengkak pada bahagian pangkal paha.
tampuluan – kebetulan
tampur – ditiup (angin)
tamur – pecah berkecai
tanai – tadah
tandar – alihkan dengan menolak
tandik – menari
(ta)tandak – berkumpul dibawah (air)
tandu – usung
tangat – tegah, larang
tanggalung – tenggiling
tanggar – letak diatas tungku
tangguh – teka
tanggui – tutup kepala/ topi
tangking – tangkai
tangkoi – topi
tangkur – ketuk
tantadu – belalang mentadu
tantan – berulang-ulang
tantaran – Pancing
tapai – tape
tapak – tepuk
tapakalah – dikalahkan
tapal – ditutupi
tapaling – terbalik, atas jadi bawah, depan jadi belakang
tapalurut, tabalurut, tabarurut
taparangguh – keliru
taparaung – Bersamaan
taparunuk – bahagian badan yang agak gemuk
tapas – cuci kain
tapasan – kain cucian
taperancing – terpercik
tapih – kain sarung
tapintang – kebetulan/ mentang-mentang
tapuracik – terpercik
tarai – coba
tarait – berkait
taruhan – judi
taruhi – membayar
tarukoi/taparukoi – pendapat sama
tasalait – terbelit
tasalihu – keseleo
tasarungku – terjatuh ketika berlari
tasmak – cermin mata
tataguk – burung hantu
tatai- disusun sebelah menyebelah
tatakang – tidak bisa bergerak
tatamba -obat
tatangkun – para-para
tatangkut – angkut-angkut (sejenis serangga rupa macam tebuan)
tatawa – ketawa
tating – diacungkan
taukung – terkurung karena sesuatu keadaan
tawak – lempar
tawas – obat air
tawing – dinding
tawir – kain penghadang, langsir
tayur – pancurkan
tihang – tiang
tiharap – tiarap
tihir – habiskan sampai kering
tiis – air yang semakin susut
tikap – lekat pada dinding
tikil – benda kecil yang menyebabkan permukaan tak rata.
tikin – tekan
timbai – campak
timbuk – timbus
timpang – alat menangkap ikan, lukah
timpas – tatak dengan parang panjang
timpel – benda di sangkut kan
tingka – timpang
tingkau – tinggi
tingkaung – merangkak
tingkung – tangan tak lurus
tinjak – tendang dengan kaki
titik – membuat/membaiki parang /pisau
titir – berulang-ulang
tiwadak – cempedak
tiwas – tuduh
tuangan – bekas cetak
tubal – warna kain bertompok-tompok
tugal – membuat lubang untuk menanam benih
tugul – tekun
tuha – tua
tuhing – memotong kayu (benda keras) dengan kapak/ parang
tuhuk – banyak sekali
tukar – beli
tukul – palu
tukup – tutup
tulak – pergi
tulau – warna yang tidak rata
tumang – berlubang
tumatan – sejak itu
tumbar – heboh
tumbi – tambah,
tumbung – bagian
tumbung nyior – bahagian dalam kelapa ……
tumbur – banyak orang yang tahu
tumbus – tembus
tumpang – bertindih
tungap – makan dengan mulut
tungkal – tepung tawar
tungkaran – halaman rumah
tungkih/ tuhing – dikapak
tungkup – ditutup dengan tudung
tunjul – tolak
tunti – turut, susul
tuntom – teguk, gogok
tuntung – selesai
tunu – mencucuh
tureng – berjalur
tutoi – ketuk
tutok – tumbuk (macam tumbuk sambal)
tutuh – memotong dahan pokok
tuup/ tuhup – tutup-pepes-di panaskan
tuyuk – longgok-tumpuk

U

udak – mengolah makanan di aduk
udal – punggah.
udap – percikan ikan pada permukaan
udar – keroyok
ugah – alih
ugai – mencari sesuatu sampai ketemu
uhu – tidak ada kualitas
uji – manja
ukang – gigit
ulai – pusing
ulihan – pendapatan
ulun – saya
uma – mama
umai – amboi
umbas – buas
umpah – boros
umpat – ikut
una – luak
unda – saya
undam – besen/ dulang kecil
unduh – mengambil buah dengan dipanjat, digoyang sampai jatuh.
ungah – menunjuk-nunjuk kesukaan
ungal – bergerak
ungap – buka mulut
unggal – tidak teguh, bergoyang
ungkai – 1. membetulkan kekusutan, 2. menunjukkan benda yang tersembunyi
ungkap – buka
ungkoi – keadaan badan yang sudah tua
ungkong-ungkong – duduk termangu-mangu
ungkosi – menanggung perbelanjaan
ungut – ter menung
unjuk – beri
unjun – pancing
unjut – jauh dipedalaman
unjut-unjut – terhenjut-henjut
untal – makan dengan cara terus telan
unyai – mengacak-acak rambut
upal – sudah banyak di nasehati
upang – bersandar/ berpegang
upong – sundang kelapa
urah – ejek
urak – buka
urang – orang
urangan – patung untuk menakutkan burung disawah
urik – rintik.
uroi – menjemur padi di matahari
utau – bahasa isyarat
utoh – nama gelaran bagi lelaki
uyah- garam
uyuh – lela-cape

V

Untuk bahasa melayu banjar yang awalan V kami belum mendapatkan kata dari awalan V tersebut, dan tidak ada data dalam sejarah hikayat banjar yang kami teliti ada kata awalan V mungkin kami akan cari lagi dan akan segera menyuting blogger ini jika ada

W

wadah- tempat orang- tempat untuk barang-barang
wadai – kue yang dibuat dari tepung
wajan- tempat untuk memasak
wajik- makanan yang dibuat dari ketan
wala – nakal, bandel
wani – berani
warik- binatang kera / munyit
wasi – besi
wadak – kasay
wagas – sembuh
wagil – sering
waham – salah sangka,keliru
wahana – alamat,pertanda
wahin – bersin
waja – baja
wakar – penjaga,satpam
wakas – akhi
walang – batal
walar – lumayan,mending
walatih – ulatih
walatung – rotan besar
walih – pasti
walik – ayam berbulu keriting
waluh – labu
walut – belut
wancuh – sendok nasi
wangsul – keluar,muncul
wani – berani
wanyi – lebah (madu)
wapak -ajimat
warah – olok- olok
warang – besan
waras – sembuh
wayah – zaman
widay – kere,tirai
wihang – rahang
wilanja – belanja
wisa – bisa

X

Untuk bahasa melayu banjar yang awalan X kami belum mendapatkan kata dari awalan X tersebut, dan tidak ada data dalam sejarah hikayat banjar yang kami teliti ada kata awalan X mungkin kami akan cari lagi dan akan segera menyuting blogger ini jika ada

Y

yahudi – yahudi
yaitu – begitu
yakin – yakin
yaksa – raksasa
yakut – (permata)yakut
yamin – lagi
yasin – (surah)yasin
yat – lihat
yato – ya begitu,yaitu
yota – juta

Z

Untuk bahasa melayu banjar yang awalan Z kami belum mendapatkan kata dari awalan Z tersebut, dan tidak ada data dalam sejarah hikayat banjar yang kami teliti ada kata awalan Z mungkin kami akan cari lagi dan akan segera menyuting blogger ini jika ada

 Dan mungkin sekian dulu imformasi yang saya bisa berikan pada anda para pembaca. Dan kita bertemu lagi di lain epesodi tulisa saya yang baru nanti.

Terima kasih telah membaca nya semoga berguna untuk anda.
Mohon maaf bila ada kekeliruan dalam tulisan saya di atas.

FROG GOZILLA
Ketua Organisasi Alternativ Rock Numetal Comnty Tato88 Tanjung Tabalong yang bergerak memajukan pendidikan di Banjarmasin Aceh dan Indonesia.
Organisasi ini juga sangat aktiv di industri musik Rock Endergrond,
Dan berjuang untuk membangun perintahan ustmaniyah yang baru,  

 Simbol Organisasi


 
Avril Lavigne

Sejarah Dan Profil Didirikan Nya Kabupaten Amuntai HSU Kalsel Banjarmasin



Sejarah Dan Profil Didirikan Nya Kabupaten Amuntai HSU Kalsel Banjarmasin

WELCOME BLOGGER FROG GOZILLA
Terima kasih pada anda para pembaca yang sudah mau melungkan waktu berharga anda hanya untuk membaca tulisan saya 

Pendahuluan


Tulisan ini saya dapat pertangung jawabkan kebenaran nya, dan penulisan ini juga penulisan di bantu oleh kawan-kawan Avril fans fender redaksi repoter junalis kantor berita Kanada Banjarmasin.
Penulisan Profil kota Amuntai ini juga dengan di adakan nya penelilitian langsung oleh kami, untuk memastikan tulisan ini benar data nya, dan penelitian ini penulisan ini di lakukan selama 1 bulan, di bantu untuk oleh kawan-kawan dari Universitas Lamung Makurat Banjarmasin, dan Pemrintah daerah Amuntai, tokoh-tokoh budaya dan Masyarakat dan ulama Islam.
Penulisan ini juga bertujuan untuk mempromosikan Amuntai yang juga memiliki banyak potensi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan daerah, dan menyunbankan tambahan pajak bagi pemerintah sendiri, alasan dari kawan-kawan juga karena belum di kenal luas nya secara detail kota Amuntai serta potensi, dan untuk mengenang jasa para Pahlawan yang sengedap jatuh tewas dalam berjuang bersama untuk mempertahankan Kesultanan Banjarmasin, dan menyeberkan Islam seluas mungkin di Kalimantan.
Dan mohon maaf dulu, kata-kata kalimat dalam tulisan ini kata kasar, dan bahasa nya juga tercampur antara bahasa banjar melayu, dan Indonesia murni, karena saya kurang lancar dalam bahasa Indonesia.

Senjarah Kronologi Singkat Amutai Hulu Sungai Utara


Gambar Kerajaan Negera Diva Yang Sekarang

Sebelum kita masuk dalam profil kota Amuntai, ada baik nya tau sejarah nya sedikit agar tidak bingung dan paham dengan kota Amuntai ini.
Sejarah kronologi singkat Amuntai ini yang kami tulis ini adalah sebuah rintisan sejarah, yang kami teliti bersama dengan pengawasan pemerintah Banjarmasin dan daerah Amuntai, karena sejarah kota Amuntai dalam lingkup perjuangan bersama kesultanan Banjarmasin sangan minim data nya, dan banyak bersumber dari Belanda, Inggris dan Jepang, dan sedangkan Tex dari kerajan negara  Diva dan daha banyak yang hancur dan kuran jelas, serta banyak memakai simbol-simbol tulisan yang kami tidak mengertu arti nya, dan juga gambar-gambar di bantu yang sudah terkikis akibat erosi alam, dan hancur akibat perang, dan tex sejarah paling kuat yang kami ambil dari Kesultanan Kutai kaltim dan kesultanan Banjarmasin saja, dan itu pun putus-putus akibat sudah rusak dan di musium kuran terawat mungkin.
Amuntai, itu nama daerah ini dikenal dari zama prasejarah, dan tercatat dalam Tex Sejarah kesultanan Kutai Kartanegara Kaltim, dan juga tercatat dalam Tex sejarah kerajan Majahapahit, kesultanan Demak, Mataram, dan Samudara Pasai Aceh, serta tercatat juga dalam banyak peningalan suku dayak Kalimantan, Tapi sayang nya belum jelas kapan nama Amuntai ini di beri nama, dan siapa yang memberi nya nama, kendati nama Amuntai resmi di kenal dan resmi kan pada tahun tanggal 1 Mei 1952 oleh pemerintah, tapi dalam sejarah daerah bekas kerajan Negara Diva ini sudah di sebut dengan nama Amuntai, bahkan dalam Tex kesultanan Banjarmasin menjebutkan, dalam tulisan Sulatan Adam yang berbahasa Arab, saat Kerajaan Negara Diva dan Negara Daha memerintah, sudah di nama nya oleh masyarakat daerah ini dengan nama Amuntai, meski belum ada ketetapan tahun dan siapa pemberi nama tersebut, dan kalau kita mengambil cerita-cerita yang berkembang di kalangan masyarakat dan masyakat dayak sangat banyak versi dengan sejarah kota Amuntai ini, dan sangat tidak bisa di ambil sama sekali untuk penulisan sejarah nya, karena cenderung ke arah mitos-mitos yang minim bukti nya pembaca.
Sejarah Amuntai yang sudah mulai jelas yaitu sudah datang nya ajaran Islam, dan dari kesultanan demak dan Mataram sudah bisa mulai di telaah, sedangkan dari pra sebelum Islam belum terlalu jelas, paling dari masa Majapahit saja, dan dari Aceh dan Sumatera, karena masyarakat banjar terbentuk dari kolonia Sumatera dan Aceh, bisa anda lihat denga persama budaya dan tradisi serta paham dan idilogi nya, sama Melayu nya, sama Fantik nya terhadap Islam.
Seperti yang tertulis di Tex Majapahit yang menjebutkan, sebelum ada nya negara diva, sudah ada perkampunga orang melayu dan dayak bakumpai di daerah Amuntai ini, yang di sebutkan meliputi sungai negara, Tabalong, yang anak nya sungai barito, belum jelas siapa yang menepati daerah tersebut bedahulu, dayak bakumpai atau melayu, tapi yang jelas perkampungan tersebut, termasuk perkapungan tua juga yang ada di Kalimantan ini, karena orang jawa dulu hanya menempati daerah Tapin Candi laras saja, dalam tex sejarah Majahapit, meski berhubungan sudah dengan masyarakat Amuntai zaman sejarah.
Wilayah Amuntai juga di nyatakan tempat daerah pertama berdiri nya kerajan Negara Diva, yang terusan dari Candi laras Tapin, dan di nyatakan juga dalam Tex Majapahit, bahwa, yang dulu mendirikan nya Negara Diva adalah kaum yang melawan dan menetang Majapahit, baik dari golongan jawa sendiri, mereka sengaja mendirikan nya dan menyusun kekuatan untuk melawan Majapahit meskipun akhir nya kalah, dan dicerikan juga dalam tex sejarah kesultanan Kutai Kartanegara yang bangai mana mereka mementang Majapahit, 3 golonga bersatu, Dayak, Melayu dan Jawa sendiri, namun sayang nya tex tersebut putus-putus, dan kami coba menyatukan nya.
Walau menetang Majapahit, pada akhir nya jatuh juga pada Majapahit, namun sayang juga dalam Tex sejarah kutai, tidak jelas siapa yang awal mendirikan Negar Diva Tersebut, hanya di nyatakan tokoh penting nya, Putri Jujung Buih, Suriyanata atau bisa di kenal dalam tex Majapahit adalah Nata, yang juga bersangkutan dengan Kutai, cuma simpang siur dan kurang akurat nya nama tokoh tersebut, karena banyak nya Tokoh juga bernama Nata, dan Suriyanata, bahkan dari zaman Belanda, yang juga menyatakan Nata Suriyanta, adalah Pangeran Kuning, yang anak nya Aling, di Tambai Mahkah daerah Rantau, dan tokoh penetang Belanda, yang terkait dengan Sultan Hidyatulah dalam Pelarian, serta Penyerengan Tambang Batu Bara Belanda di Munding besama Antasari dan Anak buah nya, jadi ini sangat kurang jelas, di tambah juga dalam tex kesultanan Banjarmasin, yang atas penyerangan nya terhadap Kutai, atara Nata keluarga Antasari yang juga berseteru dengan para Bugis di Pasir, atas wilayah pasir sendiri, dan ini mengaburkan sekali yang mana tokoh sosok Suriyantan, dan Nata itu, dan kayapa sebenar nya, ya sudah di katakan jika kita mengambil di masyakarakat sejarah Amuntai ini maka akan jadi perdebatan pajang sekali.
Ambil singkat nya, Negera Diva adalah kerajan nya nenek moyang nya Kesultanan Banjarmasin, Karena dari Negara Diva maka lahirlah Kesultanan Banjarmasin. memang banyak sejarah yang menyatakan Negara Diva ini adalah kerajan Hindu, namun setelah kami teliti di lapangan di bangunan nya, tenyata bukan Hindu, pengaruh hindu ada setelah Negera Diva itu kalah dengan Majapahit, karena melayu dan dayak bukan Hindu, tapi Aninesmi, meski jawa sudah ada, dan corak Jawa, itu juga ada karena Negara Diva sudah kami katakan adalah penetang Majapahit meski Jawa sendiri terlibat dalam pendirian nya, yang dalam cerita Jawa berdahulu mengajak Melayu dan Dayak supaya melawan Majapahit, dan jangan bayar umpeti itu, yang berbentuk bater, di sungai-sungai lintas mereka, serta saat sudah Majapahit mengalahkan nya, yang sudah di ketahui dayak dan melayu itu sangat kuat dalam keyakinan nya, lebih memilih mati dari pada ikut keyakinan orang lain, dan Hindu kebanyakan di anut adalah kaum Jawa, yang datang untusan nya Majapahit, dan corak Jawa tersebut banyak terdapat di Negera Diva, dan system hukum sendiri tidak menganut Jawa, tapi adat campuran Melayu dan Dayak, Negera Diva hanya membayar umpeti nya saja, tapi Majapahit tidak ikut dalam pemerintah daerah, maka nya Negera Diva Tidak berlangsung lama, pecah nya konflik, campur tangan nya banyak pihak yang merasa berhak untuk berkuasa, 3 golongan berebut, Jawa, dayak dan Melayu, hingga puncak nya dengan runtuh nya Negara Diva, dan Kerajan di Pindahkan lagi ke daerah Danau Pangang dan Negara, namun masih sepeputaran Kalsel, antara, Kadangan, Barabai, dan Amuntai sendiri, kerajan itu Bernama Negara 
Daha, namun juga masih belum dapat di gali siapa yang memerintah nya, dan golongan mana, hanya ada 2 saja kemunkinan, Dayak atau Melayu, Karena yang membantu hancur negara daha adalah Islam, dan dari Jawa adalah Demak dan Mataram, hancur nya juga akibat yang membantu mempertahankan nya nya Majapahit di Jawa Hancur, oleh Islam dan Demak juga, serta serangan dari Sumatera sangat lah sengit sekali, yang pada saat itu di daerah Sumatera, yang runtuh nya Majapahit awal perang berebut kekuasan yang baru sebelum kedatangan musuh dari Eropa, begitu juga di Kalimantan, yang masing-masing melakukan perang saudara, di Sumatera, Samudara Pasai Aceh, sampai juga pecah, mingangkabau, Palembang, hinggan Nias, yang sama perang saudara, Kalimantan, Kutai, dan Negera Daha perang dan berkonflik hingg Belanda dan Ingris datang, Ponitanak, Sampit, Pakalanbun, Samarinda juga sama berebut untuk berkuasa, Majapahit runtuh, Islam mulai berkuasa, dan itu tak dapat di hindari lagi sudah, bahkan dalam Tex kutai Kartanegara, orang melayu yang sudah menganut Ajaran Islam di Malasyia Brunai dan Sabah, ada inti dari masalah banyak konflik yang menetang Majapahit di Kalimantan, mereka bersekutu dengan banyak pedangan Aceh Sumatera yang sudah menganut Islam, yang rela mengorbankan harta dan nyawa nya untuk menyebarkan Islam, belum lagi Majapahit terdeksak dengan Walisogo di Jawa, dan pada hal Walisogo di ceritakan tanpa kekerasan dalam menghacurkan Majapahit.

Negera Daha kacau balau, dan putra Mahkota bernama Samudra melarikan diri ke perkapungan orang melayu di pesisir sungai barito bernama Kuin, kuin di pipimpin seorang kepala kampung dari Sumatera bernama Patih Masih, Patih Rumah, Samudara di asuh Patih Masih hingga menjadi pemuda, dan pada akhir nya di akan jadi raja di kuin, dan mendirikan kerajan Banjar pertama, menetang Kerajan Daha, dan menangih hak nya selaku putra mahkota kerajan Daha, pertepuran terjadi sengit, atara paman Tamangung, dan Samudara, sungai kuin di pagar carukan, dan di beri nama kampung carutcuk, untuk membendung Negara Daha, dan Samudra, tidak bisa lagi menahan dahsyat Negara Daha, yang pada akhir nya meminta bantuan pada Demak dan Islam, untuk mengalahkan Negara Daha, dan ada perjanjian jika Banjar menang maka Sumadra harus masuk Islam, dan Banjar menang, Samudara masuk Islam, berganti nama Sultan Suriyansyah, Kesulatanan Banjarmasin Berdiri, dan Negera Daha Hancur, di gantinkan Kesultanan Banjarmasin.
Gambar Orang Di Amuntai Zaman Dulu Bersama Kesultanan Banjarmasin

Walau pemerintahan di gantikan Kesultanan Banjarmasin, tapi Amuntai tetap punya peranan penting, dan banyak dari kesatria dan bangsawan di kesultanan Banjarmasin adalah orang Amuntai, perdagang nya juga sangat penting, sama penting dengan wilayah lain nya yang ada di kesultanan Banjarmasin, Amuntai juga beteng petahanan nya Banjarmasin, dan daerah paling kuat yang hampir tidak mau takluk dengan Belanda dan Jepang, lebih memilih mati dari pada tunduk.
Memang pertama mereka menolak Islam, dan Kesultanan Banjarmasin memaksakan nya, dan tidak di sangka Amuntai lebih fanatik Islam nya dari pada Banjarmasin sendiri, yang berdahulu Islam nya, bahkan 2 kali lebih fanatik nya, hingga sekarang dalam penelitian kami, Amuntai tercatat wilayah Islam Fanatik nomor 2 setelah Martapura, sentral Islam Kalsel, yang di mana Martapura adalah benteng nomor 2 petahanan dalam melawan Belanda setelah, Istana Kesultanan Banjarmasin, di Banjarmasin hancur, di tembaki meriyam Belanda, dan nomor 3 beteng petahanan nya adalah Amuntai, setelah Hidayatulah di nyatakan Belanda musuh dan Berbahaya, dan pedanaan paling kuat dalam melawan Belanda juga Amuntai, bahakan haji-haji Amuntai terbanyak di wilayah Kalsel, dan data Belanda dari Gebernur Batavia Anderson sendiri yang menadata haji-haji tersebut, haji bukan saja bermakna sepertual bagi orang banjar dulu, tapi sebuah tetil Bangsawan dan orang 

berpengaruh, karena sudah jelas hanya Bangsawan dan orang berpengaruh saja bisa tulak haji, kita tahu sekarang saja pergi haji itu mahal, apalagi zaman dulu, pesawat tidak ada, kapal bermesin seperti sekarang pun juga tidak ada, paling pada tahun 1800-1900 hanya ada kapal api, itu pun milik Belanda Ingris, dan Jepang, ada dari Aceh yang bisa datang ke Banjarmasin untuk menjeput orang di Kalimantan untuk pergi berlayar ke Arab saudi pada saat itu, dan kapal-kapal pedangan Arab, yang bersandar di Bandar Masih yang biasa nya mau membawa orang Amuntai pergi ke Mekah, tapi anda sudah tahu, bukan biaya sedikit sudah.

Jadi anda harus tahu Amuntai punya peranan penting sekali, namum tidak di kenal dalam sejarah, bahkan pemerintah Indonesia sendiri, banyak sekali tokoh-tokoh dari Amuntai ini berjuang untuk Indonesia yang berkorban harta anak keluarga dan nyawa nya dalam menetang Belanda, Inggris dan Jepang, tapi perlu di catat juga, Jepang lebih baik dari Inggris dan Belanda, bahkan Jepang membantu melawan Belanda, walau kadang Jepang berbuat kejam, dan banyak dari tentara Jepang tidak bisa pulang, karena kalah perang, dan menetap di Amuntai. dalam catatan kami ada hampir ada 42 orang Pahlawan rakayat yang tidak masuk buku sejarah, dan yang harus nya juga dapat pengakuan pemerintah Indonesia, dan bukti nya ada bisa lihat mereka yang jatuh di medan perang itu di makam Pahlawan Amuntai, dan juga di maka daera kalua dan Tabalong, dan hitung berapa jumblah nya berjuang untuk Indonesia, bukan untuk Kalimantan saja tapi Indonesia, karena mereka yang mati juga berjuang melawan pemberotakan Ibnu Hajar, yang memberotak inggin keluar dari NKRI. tapi Aneh nya tidak ada pengakun dari pemerintah Indonesia, hanya dari pemerintah Pusat, dan seperti yang dapat kita bisa ambil contoh Aceh, karena di sana juga banyak Pahlawan yang mati terkepar, tapi aneh nya juga tidak dapat pengakuan pemerintah pusat, hanya Surabaya yang punya julukan kota Pahlawan, seolah yang lain di Indonesia ini hanya berdiam, dan oleh sebab demikian juga lah 
Ibnu dulu memberontak. tapi hal demikian sudah kita lupakan cuma hanya menceritakan sejarah Amuntai saja lagi, yang juga harus kita hargai mereka yang terbaring di makam Pahlawan itu, dan juga sengenap rakyat Amuntai yang ikut berparti sipasi dalam perjuangan untuk kemedekan Indonesia pembaca, yang di bayar darah dan harta yang sangat banyak sekali.

Tokoh Pahlawan yang harus di Inggat adalah;
Hj, Abdulah Buyasin
Penghulu Rasid
Temenggung Jalilil
Jailani Al Qudus
Muhammad Nafis
Para Haji-Haji yang melendungi Sultan Hidayatulah hingga Akhir hayat, mereka bermakam di Alabio, Babibirik, Balanga, Kalua, Pamarangan, Barikin, Kandangan, dan Pemangkih, yang mereka semua mati demi melawan Belanda, dan jika di sebukan nama nya para haji ini akan lebih dari 60 orang, dan mereka juga melindungi Pangeran Antasari sampai mati, menlindungi Temengung Surapati, Temengung Jalilil, hingga cucu nya Sultan Muhammad Seman, cucu Pangeran Antasari, dan ligetimasih dinasti Kesultanan Banjarmasin yang terahir sebelum tewas di sungai baras kuning dan dinding manawing Muara Teweh Puruk Cahu, pada tahun 1906 yang lalu, Sultan Muhammad Seman gugur sebagai suawada bangsa, dan perang dengan gagah beranani seperti pendahulu nya, Sulatan Suriyansyah, Pangeran Antasari, Sultan Hidyatulah, Temngugung Surapati dan Temengung Jalili, yang semua dalam sumpah nya, 7 turununan akan di kutuk tuhan Allah jika menyerah, dan harus mepertahankan Ligitimassih Dinasty dari Kesulatanan Banjarmasin, atau singkat nya sama dengan semboyan Antasari, haram manyarah waja sampai kaputing, Muhammad Seman tertembak di dada 2 kali oleh serdadu Belanda, setelah nya jatuh tersungkur ke tanah, semua serdadu Belanda pun menghentikan semua tembakan nya, dan menghormati jenajah nya, dan bergotong royong untuk memakam nyam Muhammad Semad, dapat pengakuan Belanda sepetri kakekek nya Antasari dan Surapati, Macan nya kesultanan Banjarmasin, dan kita semua berdoa untuk nya, semuga tuhan memberikan apunan utuk mereka yang telah jatuh, di medan perang, dan setiap tahun juga rakyat Amuntai mengadakan haul selamatan untuk mendoa mereka semua, terutama Muhammad Seman, dan selamatanj itu bernama haul Muhammad Seman, dan bertujuan untuk mengenang perjuangan semua nya.
Gambar Sultan Muhammad Seman


Gambar Hj Abdulah Buyasin

Jadi begitulah kisah Amuntai zaman sejarah, sebelum kemedekan Indonesia ini, dan mungkin itu dari tahun 1230-1951 yang lalu, sudah, karena dari di mulai nya Negera Diva, yang di prediksikan berdiri pada 1230 Masihe, dan itu kami ambil dari kakawit-kakawit jawa, seperti Negarakertagama Copy salin yang di tulis ulang para sejahwan, dan Kutai Kartanegara, 1300 Masihe, Kesultanan Banjarmasin, 1578 Masihe, Catatan Sulatan Adam, 1789 masihe, Sultan Hidayatulah 1856 masehi, Pangeran Antasari 1862 masihe mungkin waktu kerusahan, Suarapati 1887 masihe, dan para haji tex Arab 1800-1923 masihe, jadi dari para pedangan Aceh, tahun 1826 masihe, dari pedangan Jawa 1932 masihe, Pendangan Sumatera 1867 masihe, dan Gubernur bartavia Anderson 1884 masihe, dan para surata yang tertingan di Banjarmasin oleh guberbnur Belanda, dari rakuman semua itu menghasikab tulisan di atas, dan kita lanjut pada koronlogi sejarah Amuntai pada zaman kemerdekan Indonesia dari berdiri nya Kabupaten Amuntai, atau HSU, Hulu Sungai Utara, atau wilayah Kalimantan Selatan yang hampir Utara, yang berbatasan dengan Kalteng, Hulu sunguai Utara sebenar sudah lama nya nama tersebut di pakai, cuma berbeda pengertian di zaman sekarang dengan zaman pra sebelum Kemerdekan Indonesia, yang mana pada zaman kemedekan, Hulu Sungai Utara adalah Amuntai, dan Amuntai adalah Hulu Sungai Utara. berbeda di zaman sebelum kemederkan di kalangan Masyarakat Amuntai, yang Amuntai arti nya, wilaya Amuntai Kota, dan Hulu Sungai meliputi sungai nya saja atau pesisir nya saja, jadi wilayah yang jauh pada sungai tersebut bukan hulu sungai tapi ada nama nya, Alabio, babirik dan yang lain nya, yan di bulatkan jadi satu kesatuan Amuntai kata orang Banjar dulu, berpeda pengertian nya dengan Dayak, dan Belanda, terhadap Amuntai, belanda menyamakan Amuntai dengan Wilayah paling utara Kalsel, yang juga di masukan nya Tabalong, dan menurut dayak Tabalong, Tabalong, Amuntai Amuntai, begitu kalua, dan pemerintah Jakarta juga beda, Amuntai di angap nya nama kota, dan Hulu Sungai Utara adalah Kabupaten tapi ingin jelas nya menurutut penelitian Avril fans Fender Banjarmasin, di bawah ini.


Sejarah Pembetukan Kabupaten Amuntai, Dari Di Hapuskan Nya Kesultanan Banjarmasin.
Gambar lambang kota Amuntai

Status Kesultanan Banjar setelah dihapuskan masuk ke dalam Karesidenan Afdeeling Selatan dan Timur Borneo. Wilayah dibagi dalam 4 afdeeling, salah satunya adalah afdeeling Amoentai yang terbagi dalam beberapa Distrik, yaitu Distrik Amoentai, Batang Allai, Laboean-Amas, Balangan, Amandit, Negara dan Kloewa. Dalam perkembangannya Afdeeling Amoentai kemudian dimekarkan menjadi Afdeeling Amuntai dan Afdeeling Kandangan. Afdeeling Amoentai dengan ibukota Amoentai, terdiri atas:
Onderafdeeling Amoentai, terdiri atas:
Distrik Amuntai
Distrik Tabalong
Distrik Kelua
Onderafdeeling Alabioe en Balangan, terdiri atas:
Distrik Alabio
Distrik Balangan
Dan Setelah Indonesia Mederka Belanda Ankatkaki dari Kalimantan Maka Amuntai juga seperti daerah Kalsel lain nya, ikut dalam NKRI, namun belum bebentuk Kabupaten utuh sepetri sekarang ini, dan.
Proses pengembangan wilayah dan sistem pemerintahan yang berorientasi kepada peraturan perundang- undangan, tidak berhenti sampai para tokoh masyarakat baik yang sudah duduk dalam DPRD Kabupaten Hulu Sungai (sebelum pengembangannya menjadi 2 kabupaten), maupun yang berada di luarnya, telah menyadari bahwa dalam keadaan demikian, sangat penting memiliki otonomi daerah sendiri.
Inilah awal pemikiran yang mengilhami para tokoh Hulu Sungai Utara untuk melangkah kepada tuntutan berdirinya otonomi daerah, lepas dari Kabupaten Hulu Sungai yang beribukota di Kandangan. Maka lahirlah di Amuntai PETIR (Penyatuan Tindakan Rakyat), yaitu suatu wadah perjuangan untuk mewujudkan cita- cita dan aspirasi masyarakat tersebut.
Presidium "PETIR" terbentuk dengan pimpinan yang terdiri dari Haji Morhan, Abdulhamidhan, H. Saberan Effendi, H. Abdul Muthalib M. dan Gusti Anwar (semuanya kini telah almarhum). Sedang pimpinan hariannya, selain H. Morhan, adalah Tarzan Noor dan M. Juhrani Sidik. "PETIR" menganggap bahwa daerah ini mempunyai potensi politik, sosial ekonomi, budaya, territorial/pertahanan, baik dari segi letak geografi / geologisnya, maupun keluasan wilayah dan pertumbuhan penduduknya, benar- benar potensial dan wajar untuk melangkah kakinya kedepan.
Tak heran, seluruh lapisan masyarakat Hulu Sungai Utara, baik Ulama, Pemuda, partai politik, maupun organisasi kemasyarakatan lainnya, di dalam dan di luar daerah menyatakan dukungan yang hangat sekali. Tak terkecuali pula media cettak harian “Kalimantan Berjuang” Banjarmasin senantiasa memberikan opini yang sensitif terhadap aspirasi tersebut. Karenanya, tercatat bahwa Hulu Sungai Utara yang lebih awal memperjuangkan status kabupaten yang memiliki otonomi sendiri, dibanding dengan daerah-daerah setingkat lainnya se-Banua Lima.
Puncak kegiatan "PETIR" saat itu adalah diselenggarakannya rapat umum terbuka dihalaman pasar Amuntai yang dipadati oleh ribuan orang. Rapat Akbar tersebut melahirkan sebuah Mosi atau tuntutan rakyat yang menghendaki agar belahan utara dari wilayah Hulu Sungai ini menjadi kabupaten daerah otonom yang berdiri sendiri.
Beberapa hari kemudian "PETIR" mengadakan rapat plenonya di ruangan Sekolah Rakyat IV Amuntai (sekarang berdirinya Kantor Bupati Hulu Sungai Utara) untuk membahas mosi tersebut dan langkah- langkah selanjutnya.
Sidang DPRDS Kabupaten Hulu Sungai di Kandangan yang membahas mosi/tuntutan "PETIR" tersebut, cukup berjalan mulus, karena 16 anggotanya (dari 20 anggota) berasal dari Hulu Sungai Utara yang mendukung dan menyetujui tuntutan tersebut.
Dengan persetujuan DPRDS di atas, makin meluangkan jalan bagi "PETIR", tak saja ke Pemerintahan Daerah Tingkat I Kalimantan tetapi juga ke Pemerintah Pusat di Jakarta. Sementara itu, untuk menghadap Gubernur Kalimantan (Dr. Murjani) dipercayakan kepada deputasi Gusti Anwar dan Ahmad Syahman.
Perutusan "PETIR" yang berangkat ke Jakarta adalah Haji Morhan dan H. Saberan Effendi. Di ibu kota dia- dia ini bergabung dengan Idham Khalid (tokoh Kalimantan Selatan) yang berdomisili disana dan mereka bersama-sama menghadap Menteri Dalam Negeri, Mr. Iskak Cokrohadisuryo.
Sambutan dari para pejabat tersebut, baik yang di Banjarmasin maupun yang di Jakarta cukup baik dan memberikan angin segar bagi deputasi "PETIR". Dan kesegaran tersebut semakin terasa ketika beberapa waktu kemudian, tibanya surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor Pem. 20-7-47 tertanggal 16 November 1951 yang isinya menetapkan:
Daerah Kabupaten Amuntai dengan ibu kota Amuntai sebagai Bupati Kepala Daerahnya, bapak H. Muhammad Said.
Daerah Kabupaten Kandangan dengan ibukotanya Kandangan sebagai Bupati Kepala Daerahnya, bapak Syarkawi.
Tindak lanjut keputusan tersebut oleh Gubernur Kepala Daerah Kalimantan yang mengeluarkan surat keputusannya Nomor Des. 310-2-3 tanggal 9 April 1952, atas dasar Surat Keputusan Mendagri No. Des. 1/1/14 Rahasia yang sementara waktu menetapkan jumlah:
Anggota DPRDS untuk Kabupaten Kandangan 20 orang dan DPDS 5 orang
Anggota DPRDS untuk Kabupaten Amuntai 16 orang dan DPDS 4 orang
Atas hasil pemilihan, maka pimpinan DPRDS Kabupaten Amuntai pada awal berdirinya, adalah Haji Anang Busyra sebagai Ketua dan Ahmad Samidie sebagai wakil ketua.
Dari sinilah sekaligus diadakan persiapan perletakan karangka pembenahan pengaturan personal aparat, fisik, material kewilayahan dan lain- lainnya, sebagai upaya untuk menata rumah tangga pemerintah daerah Kabupaten ini yang telah diberi hak otonominya.
Hari yang dinanti-nantikan itu akhirnya tibalah ketika pada hari Kamis, pukul 10.00, tanggal 1 Mei 1952, ketika Residen Koordinator Kalimantan Selatan, Zainal Abidin gelar Sutan Komala Pontas yang mewakili Gubernur Kepala Daerah Kalimantan, mengucapkan kata pelantikan terhadap para anggota DPRDS Kabupaten Amuntai yang berjumlah 16 orang. Hal ini menandai berdirinya kabupaten Amuntai secara resmi, pada tanggal 1 Mei 1952.
Sejalan dengan perkembangan wilayah dan sistem pemerintahan yang berawal dari Undang-undang No. 22 Tahun 1948, maka pada tanggal 14 Januari 1953, nama Kabupaten Amuntai diubah menjadi “Kabupaten Hulu Sungai Utara” hingga sekarang. Meskipun pada kurun waktu 12 tahun kemudian, wilayah kewedanaan Tabalong memisahkan diri menjadi Kabupaten Tabalong pada 1 Desember 1965, nama Kabupaten Hulu Sungai Utara tetap berlaku hingga sekarang pembaca, jadi mungkin sudah jelas tetang bangai mana Amuntai ini dari zaman prasejarah nya, hingga didirikan nya menjadi Kabupaten nya, dan jelas bagai mana maksut Arti dengan HSU, Hulu Sungai Utara, dan Amuntai, yang mana Amuntai sekarang di kenal orang banyak sebagai kota, dan HSU hulu sungai Utara adalah nama Kabupaten nya, karena itu adalah yang sudah di tetapkan pemerintah Indonesia, dan berbeda dengan penduduk loka yang di sana, yang mana Hulu Sungai Utara, adalah yang di maksukan pada bagian utara nya dari bagian anak sungai barito, dan Amuntai di pakai penduduk untuk menyubukan nama seluruh wilayah HSU hulu sungai Utara, karena juga bagi orang-orang banjar  dalam bahasa melayu hulu adalah utara, dan hilir adalah selatan, dan terjemah pajang nya lagi dalam paham bahasa Indonesia, hulu adalah Utara, bisa juga maskut bagi penduduk pedalaman atas, atau wilayah dataran tingi, dan hilir adalah selatan, bisa berati bawah, atau daerah rendah, sepeti menuju arah kemuara sungai atau kelaut, meski arah nya tidak keslatanan, darat dan laut hili dan hulu kadang di samakan nya, meski anda naik akutan darat sepeti bus, juka mengarah ke kaltim dan kalteng, maka supir nya mengatakan naik, dan jika ke arah Banjarmasin, maka di katakn nya turun, labuh jar orang banjar, jadi begitu lah, bahasa banjar banyak versi nya, campuran banyak bahasa, beda dialek nya meski satu tanah pembaca, tapi sudah jelas kan sekarang, dan data yang tertulis ini data yang sudah di akui pemerintah daerah dan pusat. dari kami sebagai tim perintis sejarah nya. dan kita lanjutkan lagi dalam Profil kota Amutai, dan cerita sejarah sudah selesai dulu inggin panjang dan lengkap nya anda bisa kunjungi WEB kami;
http://www.hulusungaiutarakab.go.id
web; blogfrog99.blogspot.com
@frog_gozilla
frog.tato88@gmail.com
Vrog Gozilla
Perpustakan Arsi pemerintah Banjarmasin, By Avril fans Fender Banjarmasin.
dan di bawah ini akan saya tuliskan secara singkat nya mengenai bagai mana Amuntai sekarang ini. beserta potensi ekonomi nya, budaya dan tradisi moderen nya, ideologi pemekiran nya sekarang, bahasa sekarang nya, dan tempat wisata nya yang menawakan anda untuk liburan berkunjung ke Amuntai ini.

Profil Kota Amuntai


Peta lokasi Kabupaten Hulu Sungai Utara

Kabupaten Hulu Sungai Utara merupakan salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Selatan. Ibukota kabupaten ini terletak di Amuntai. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 915,05 km² atau 2,38% dari luas provinsi Kalimantan Selatan dan berpenduduk sebanyak 211.699 jiwa (Data BPS Hulu Sungai Utara 2011). Secara umum kabupaten Hulu Sungai Utara terletak pada koordinat 2' sampai 3' Lintang Selatan dan 115' sampai 116' Bujur Timur.
Lengkap nya di bawah ini;
Kabupaten Hulu Sungai Utara atau Amuntai
Lambang Kabupaten Hulu Sungai Utara
Moto: Agung
Koordinat: 2' LS-3'LS dan 115'BT-116'BT
Provinsi Kalimantan Selatan
Dasar hukum -
Tanggal Peresmian 1 Mei 1952
Ibu kota Amuntai
Pemerintahan
 - Bupati Drs. H. Abdul Wahid
 - DAU Rp. 415.479.351.000.-(2013)
Luas 915,5 km2
Populasi
 - Total 211.699[2] (2011)
 - Kepadatan 220
Demografi
 - Kode area telepon 0527
Pembagian administratif
 - Kecamatan 10
 - Kelurahan 219
Letak Geografis, Iklim dan Curah Hujan
Ditinjau secara geografis, Kabupaten Hulu Sungai Utara terletak pada koordinat antara 2º sampai 3º lintang selatan dan 115º sampai 116º bujur timur. Wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara terletak di daerah dataran rendah dengan ketinggian berkisar antara 0 m sampai dengan 7 m di atas permukaan air laut dan dengan kemiringan berkisar antara 0 persen sampai dengan 2 persen.
Curah hujan di suatu tempat antara lain dipengaruhi oleh keadaan iklim, keadaan geografi dan perputaran/pertemuan arus udara. Jumlah curah hujan terbanyak pada tahun 2005 terjadi pada bulan Februari yang mencapai 359 mm dan pada bulan April yang mencapai 351 mm dengan jumlah hari hujan masing-masing 14 dan 19.
Data penggunaan tanah dari tahun 2005 di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara, hingga sekarang ini;
Kampung seluas 4.283 ha
Sawah seluas 23.853 ha
Kebun campuran 1.859 ha
Hutan rawa 29.711 ha
Rumput rawa 22.768 ha
Danau seluas 1.800 ha
Penggunaan lainnya seluas 1.224 ha
Luas Wilayah Kesulurahan
Luas wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara adalah ± 892,7 km² atau hanya ± 2,38 persen dibandingkan dengan luas wilayah Provinsi Kalimantan Selatan.

Dengan luas wilayah sebesar 892,7 km² ini, sebagian besar terdiri atas dataran rendah yang digenangi oleh lahan rawa baik yang tergenang secara monoton maupun yang tergenang secara periodik. Kurang lebih 570 km² adalah merupakan lahan rawa dan sebagian besar belum termanfaatkan secara optimal.
Batas wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara adalah sebagai berikut:
Utara Provinsi Kalimantan Tengah dan Kabupaten Tabalong
Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Barat Provinsi Kalimantan Tengah
Timur Kabupaten Balangan
Administrasi Wilayah
Kabupaten Hulu Sungai Utara terdiri dari 10 (sepuluh) kecamatan setelah terbentuknya Kabupaten Balangan dengan jumlah desa/kelurahan yang tersebar sebanyak 219 desa/kelurahan. Selain itu, desa/kelurahan di Kabupaten Hulu Sungai Utara dapat diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) kategori, antara lain Desa Swadaya sebanyak 3 (di Kecamatan Banjang), Desa Swakarya ada 1 (di Kecamatan Banjang) dan Desa Swasembada sebanyak 215 desa.
Adapun daftar 10 kecamatan tersbut adalah:
Amuntai Selatan
Amuntai Tengah
Amuntai Utara
Babirik
Banjang
Danau Panggang
Haur Gading
Paminggir
Sungai Pandan
Sungai Tabukan
Kependudukan
Jumlah penduduk Kabupaten Hulu Sungai Utara berdasarkan hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010 adalah 209.037 jiwa tersebar di 219 kelurahan/desa. Kabupaten dengan luas wilayah 892,7 km² ini memiliki kepadatan penduduk (population density) 220 jiwa per km² dan rata-rata setiap keluarga terdiri dari 4 orang. Laju pertumbuhan penduduk Hulu Sungai Utara antara tahun 2000–2010 sebesar 0,61% dan merupakan urutan terendah untuk kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.
Hewan yang terkenal di Amuntai
Di kabupaten ini terkenal dengan fauna khasnya, yaitu Itik Mamar atau itik Alabio dan kerbau rawa (Latin: Bubalus bubalis) di kecamatan Danau Panggang dan kecamatan Paminggir.
Jadi mungkin itu adalah profil detail saya dan avril fans fender kumpulkan di lapangan, dan ini data yang paling baru pembaca.

Marayarakat Amuntai Moderen Saat Ini
Gambar Orang Amuntai

Masyarakat Moderen Amuntai sekarang ini adalah, campuran antara Melayu dan Dayak sepeti pendahulu nya, dan lebih banyak melayu dari pada dayak nya, karena dayak termasuk dari perbatasan Amuntai Kalteng, dan umum nya adalah dayak Bakumpai dan Ngaju, dan sedikit dayak yang datang dari atas pulau tatas, dan dayak di Amuntai adalah dayak Muslim, jarang non muslim, dan anda juga sukar sudah membendakan nya dayak dan melayu, karena sudah berevolusi menjadi satu dengan Islam yang kuat sekali, dan pendatang laur kalimantan adalah Jawa, yang biasa berprofesi tukang bangunan, buruh tani, buruh ternak, buruh angkut, dan pedangan serta pengawai pemerintahan saja, karena ekonomi Amuntai terletak pada perdangan nya.
Masyarakat Amuntai umum nya sama dengan Aceh, berwatak keras, walau tidak marah biasa nya bicara kasar dan suka bercanda dan jail sekali terhadap kawan-kawan nya, namun bicara lebih lembut dari Kandangan, faktor penyatu masyarakat nya berpondasi pada Agama Islam, dan Islam adalah pembendung konflik sosial nya, jadi agama punya peranan penting bagi Masyarakat nya, dan setahu kami dalam penelitian, tidak ada orang Melayu Amuntai beragama selain Islam, dan non Islam adalah pendatang luar saja, paling jika loka adalah Dayak, tapi juga jarang paling di perbatasan saja, dan jika anda bukan non muslim yang datang ke Amuntai, maka anda akan susah mencari Gereja, kuil dan lain nya di kota ini pembaca, dan anda harus terbiasa dengan budaya dan tradisi mereka, karena jika anda tidak terbiasa dengan budaya dan tradisi Islam maka anda akan saya pastikan bisa berkonflik dengan mereka, karena Amuntai sama dengan Aceh dan Martapura, yang Islam nya 2 kali lebih fanatik dari yang lain nya.
Amuntai juga tidak memiliki Tambang untuk di espolitasi alam nya, jadi disini butuh persaingan dalam mempertahankan hidup, dan jika anda anda datang ke Amuntai untuk mengandu nasip, anda harus punya kebisaan pendidikan dan pengalaman yang terampil, jika tidak punya maka kedatangan anda berati salah tempat, karena banyak orang yang maju di Amuntai yang tinggal walau wilayah tidak seperti Banjarmasin.
Orang Amuntai juga banyak yang jadi perantaun dan mencari penghidupan di luar Amuntai, karena di Amuntai sudah sulit mencari kerkerja, terlalu banyak saingan nya, orang Amuntai di Kalimantan persis seperti orang jawa, yang melalang buana sampai keluar negeri, bekerja menjadi TKI, membuka usaha, di Timor Tengah, Eropa dan Afrika hingga Amerika Serikat, dan itu pun sudah mulai dulu, tapi paling banyak di luar negeri mereka di Arab Suadi, dan Negara Islam, sesuai dengan fanatik Islam nya, biasa usaha nya berdangan makanan kaya Rumah makan padang nya orang sumatera, karena masakan orang Amuntai terkenal di Timor Tengah sana, dan sebagian jadi pembantu rumah tangga, dan buruh kerja yang lain nya, dan orang Amuntai juga banyak menikah dengan orang Arab, dan biasa akan pulang kampung jika lebaran tiba, jika bulan Ramadhan di Amuntai sangat ramai sekali, di mana mereka orang Amuntai semua pulang dari peratauan nya.
Perlu di katahui, juga banyak juga dari orang Amuntai adalah Mafia, baik Narkoba dan kriminal lain nya, dan orang Amuntai ini penguasa nya Diskotik Banjarmasin, yang bernama HBI, panjang nya Hotel Banjarmasin Internasional, mereka jadi para bos mafia, walau begitu Islam nya tetap fanatik, dan gelar Hj itu adalah biasa bagi orang Amuntai, baik yang mamfia nya, dan bukan Mafia nya, karena sudah di jelas kan dari dalam sejarah di atas tadi Amuntai Haji terbanyak di Kalsel ini.
Walau Pemerintah nya Islam nya sangat taat, bukan berati membuat Ijin untuk membuka tempat hiburan di Amuntai ini susah, jika sarat dan prosudur nya lengkap mudah saja, bagai membalik telapak tangan saja, dan anda bisa lihat Biliyar di kota Amuntai itu.
Amuntai yang orang walau Islam fanatik tapi kemajuan Amuntai perlu di acungi Jempol, pemberintah nya berani menetang pemerintah Provinsi dan Pusat Jakarta, tak heran sereng terjadi perdepatan pajang sesama Pemerintah nya, yang mana skuler dan non skuler beradu, yang masuk nya bukan Islam vs Leberal, tapi Islam moderen yang di tarapkan nya, lihat lah sekolah nya, pesantren nya, yang lebih maju dari yang lain nya, Pendidikan Islam dan moderenisasi perkomputeran, itu akibat susah nya mencari lapangan, pemuda nya sangat kerativ dalam membuat hal baru, dan Amuntai selalu berdahulu dari kota lain dalam kemjuan pemuda nya, bisa di samakan dengan Banjarmasin kota, tapi di Banjarmasin dan Balikpapan juga di dominasi orang Amuntai, di Kalteng juga di dominasi orang Amuntai hingga sampai Malasyia nya.
Sekali lagi saya tegas kan agar jelas, pemuda Amuntai banyak terlibat peredaran narkoba Kalimantan, seperti Aceh juga dengan Ganja, walau Islam Fanatik nya.

Idelogi Pemekiran Penduduk Amuntai
Gambar Orang Amuntai Moderen

Bicara cara pikir nya orang Amuntai, sama persis dengan Aceh, yang budaya dan tradisi Islam nya sangat kuat, dan pemikiran selalu tidak jauh dari Agama, baik dalam kanca politik, bergaul dan Bekerja, mereka akan terus bicara Agama, meski mereka pemabuk, jangan heran dengan para Preman yang mambuk di sudut pasar Amuntai bicara Agama dengan lantak, atau bisa menyeramahi semsama nya seolah sadar dengan apa yang mereka lakukan itu, di masa zaman penjajahan Eropa, mereka Belanda Ingris dan Jepang, di pangil Kafir orang Amuntai, begitu juga dayak non muslim, mereka akan di pangil kafir oleh orang Amuntai, sunguh fanatik sekali dengan Islam, dan bisa anda ambil contoh pembaca orang Latin spanyol dan Amerika Latin yang fanatik dengan Katolik nya, dan jangan harap bisa membangun gereja di Amuntai, dan jika anda orang Amerika Serikat, saya sarankan mendiding jangan ke Amuntai, karena mereka membeci nya, akibat Amerika Serikat membantu Israel di Palestina, dan seorang mafia Amuntai sunguh ringan hati untuk mendirikan Mesjid, dan berbagi pada anak yatim, dan apa pun yang berhunbungan dengan Agama, tua muda orang Amuntai sama cara pikir nya, Islam utama, dan mau bekerja apa saja, yang penting jadi uang, dan tidak salah mereka banyak jadi Bangsawan dari zaman sejarah dan sekarang, apa pun yang bisa menjadi uang, mereka akan lakukan, dan mereka juga berkoloni kaya orang Sumatera dan Jawa jika di rantau orang, dan pasti akan membuat tempat Ibada Islam, paling kecil dan biasa di lakukan pasti membangun, moshola atau langgar, di mana pun mereka berada, meski di lingkungan Kristen sekalian pun, cotoh nya di Kalteng, mereka banyak membangun basis-basis Islam, mereka dalam pikiran nya tidak akan takut pada golongan lain, dan akan melawan nya, meski mereka Mafia, tidak ada orang Kalimantan sangup ikut GAM Aceh ke Palestina, bertempur melawan Israel dan Amerika Serikat, selain mereka Amuntai, mereka akan besama mengumpulkan harta nya untuk di kirim ke menjadi bantua nya untuk muslim Palestina, mereka akan lakukan apa pun untuk Islam, tidak perduli meski mereka Mafia, tidak ada orang Kalimantan mambuk di sebuah kampung dayak, dan ceramah Agama, kecuali orang Amuntai dan Martapura, tidak ada orang Kalimantan yang bisa membangu Majilis Talim di perkapungan dayak non muslim selain mereka Amuntai, Marpura dan Banjar, dan bersama FPI akan membukan para konplotan mafia, meski mereka adalah mafia sendiri, dan mereka tidak takut menghabiskan uang nya, untuk acara tradisi budaya Islam, mereka Mafia juga, dan ini sudah jadi ciri has nya, tidak salah juga di juluki Amuntai Kota Islam, kota beriman kalau semua orang sangat Fanatik, tapi perlu di ketahui, walau juga fanatik agama, tapi mereka membatah mitos gaib, dan lebih berpegang dengan skuler dari gaip, contoh saja, perampok lebih memilik membeli senjata api AK 47 untuk merapok, dari pada ilmu debus dan semacam nya, dan disini anda pembaca bisa membedakan yang mana melayu Amutai Muslim, dan Yang mana Dayak Amuntai Muslim, dayak Muslim biasa nya masih terpengaruh mitos, dan bisa menjadikan Islam dan memdang Islam dalam ke kagaipan nya, dan memakai ayat suci Al-Qur'an untuk Ilmu debus dan yang semacam peraktikan perdukungan, dan bisa 2 aliran ini bisa berkonflik, dan bisa bunuh-membunuh sesama nya, dan aliran paling banyak di Anut adalah Islam Asli Wal Jamah, atau kaya Aceh Iran dan Turky, yang moderen, dan sangat tidak jauh beda dengan Mohammadiah. jadi begitulah cara pikir nya orang Amuntai ini, Islam adalah Segala nya bagi Mereka.
Budaya dan Tradisi Orang Amuntai
Gambar para ulama Islam yang mengadakan Acara budaya dan Tradisi
Budaya orang Amuntai lebih ketat Melayu nya dari pada yang lain nya, bahkan ke banyakan orang melayu Kalsel yang berbudaya adalah orang Amuntai, mereka selalu menjaga warisan kesultanan Banjarmasin, bahkan orang yang lahir di Banjarmasin, dan terkait ligitimasi kesultanan Banjarmasin, kalah dengan orang Amuntai dalam menjaga Budaya dan Tradisi nya, meski mereka pergi kemana pun di muka bumi ini.
Gamabar Budaya Tardisi Amuntai Banjarmasin, dalam upaca pernikahan
Gambar Budaya dan Tradisi Kesenian Musik Banjarmasin Amuntai Moderen
Tidak bemaksut mengulang pembicaran, saya sudah katakan di atas tadi, bahawa orang dayak dan Melayu sangat kuat dalam berkeyakinan dan budaya dari zaman nenek moyang nya, lebih memilih mati dari pada meningakan budaya dan tradisi warisan nenek moyang nya, meski negara diva dan daha bercorak jawa, namun budaya dan tradisi nya tetap kuat, dan anda harus tahu, Melayu Amuntai adalah nenek moyang nya budaya dan tradisi orang yang tinggal di Kalimantan Selatan, meski berbeda dealik bahasa nya, dan pangan melayu nya dari daerah tetangan nya seperti barabai kandangan, ratau hingga banjarmasin, dan Budaya Kalsel tidak lepas dari Amuntai ini, jika anda bukan orang banjar, maka jika anda inggin menikah dengan perempuan nya orang Amuntai atau Orang Banjar, maka anda harus siapakan uang sebesar Rp 50 juta, untuk Maskawin nya, dan maskawin di kalangan banjar bukan untuk di sebebukan dalam repsi pernikahan, tapi untuk pesta nya, karena maskawin dalam repsi pernikahan banjar, di sebutkan hanya Al-Qur'an seperangkap alat Sholat, dan cincin emas dan, nominal uang juga jika sebebutkan paling Rp 100 ribu saja, karena bagi kalangan banjar haram maskawin dengan uang banyak nya itu, jadi hanya sedikit saja yang di ucapakan dalam respsi pernikahan, bahkan kadang uang nya tidak desibukan dalam respsi pernikahan, atau kata banjar sekedar nya saja, untuk mencukupi sarat hukum Islam saja, dan uang maskawin atau jujuran nya, yang biasa mencapai Rp 100 juta itu untuk pesta nya saja, bukan untuk respsi pernikahan, paling juga memberi pengulu untuk akan nikah nya biasa, beras 1 balik, atau sama dengan 20 kg beras, dan piduduk semacam kembang dan tapih saja, jarang menerima uang tunai, dan punya angka dominan nya, paling biasa bisa di paksa kan untuk memberi uang untuk jasa seorang pengulu untuk akan nikah banjar, dan Rp 100 ribu biasa nya, karena sudah warisan nenek moyang banjar seorang pengugu itu tidak meminta uang untuk akat nikah, kecuali di beri oleh pihak yang menikah, dan jika di tanya dia tidak akan menjawab nya, pada inti sepemahaman si mempelai yang menikah saja pembaca.
Gambar suasanan Pernikahan Banjar, semua gotong royong tanpa di bayar seperpun untuk membantu memasakak makanan, dan medirikan Pangung hiburan

Maskawin atau mahar, dalam bahasa banjar adalah jujuran, tapi dalam pangan banjar, jujuran mahar ini untuk pesta nya bukan untuk resipsi pernihakan nya, pesta biasa bisa 2 minggu, 1 minggu, dan paling sebentar 3 hari saja, dari calon mempelai madin kembang besama, mandi kembanyak bukan usun bertujuan agama, tapi bertujuan untuk mempercantik kedua mempelai nya, dan membuat tubuh kedua mempelai ini wangi kembang, batimung jar kalangan banjar, menhias kuku nya, rajah bandan nya, membuat pakai nya, pelamanina nya, kasur nya, dan pekakas rumah tangga semua nya, yang supaya setelah menikah, hidup mandiri tanpa begantung orang tua nya, bahkan biasa jika orang nya kaya, bisa langsung membuat rumah tinggal langsung untuk kedua calon mempelai nya, maka nya butuh dana banyak sekali, dan itu harus di lakukan, tidak bisa tidak, meski ekonomi orang menengah kebawah, karena keluarga dan tetangan nya bisa patungan untuk membiayai nya pembaca, dan kedua belah pihak dari orang tua mempelai untuk kalangan banjar, tidak boleh mencampuri rumah tangga anak nya, kecuali anak yang meminta, dan jika orang banjar fanatik, di minta anak nya pun biasa tidak mau ikut campur, dan menyuruh menyelesaikan rumah tangan nya sendiri, kecuali juga sudah parah bisa orang tuanya ikut campur, dan itu masih di larang juga menurut budaya dan tradisi banjar Amuntai, karena anak yang sudah menikah itu bukan lagi tanggung jawab orang tua nya, baik yang lelaki atau yang perempuan, orang tuan nya benar-benar lepas tangan sama sekali, nah hal ini juga biasa membuat cepat maju nya banjar dari dayak, karena kaya apa cara istri jangan kelaparan, bahkan biasa, seorang anak yang menikah, meminta beras pada orang tua nya, tidak di kasih walau pun orang tua nya ada dan kaya, pada harus berusaha sendiri, maka kata orang tua banjar, jangan menikah jika tidak mampun, karena tanggun jawab bagi mereka perempuan atau laki-laki sama besar dalam menjalani hidup, harus bekerja sama supaya bisa bertahan, dan anak yang menikah, bisa pulang biasa ke rumah orang tua nya kecuali bercerai sudah, dan jika belum tidak akan pulang ke rumah sama sekali.
Gambar Makanan adat kawin banjar

Dan itu lah mengapa mahar nya besar. Mahar, maskawin atau jujur tadi bertujuan juga untuk modal kedua mempelai tadi, bukan saja untuk pesta saja, dan harap hukum dalam Islam juga, untuk orang tua mempelai itu memakan uang jujuran tadi, karena itu hanya untuk calon mempelai dan pesrta nya saja, maka nya banyak orang luar kalimantan yang inggin menikah dengan orang melayu banjar, kaget dan terkejut dengan maskawin seperti itu banyak nya, karena mereka tidak tahu tujuan nya untuk apa itu jujuran tadi, yaitu untuk nya sendiri, bukan untuk orang lain, dan jangan harap bisa menikahi kalangan banjar dan Amuntai kalau tidak bisa menjujur kata orang banjar, walau mereka orang bukan kaya, dan jika anda datang melamar perempuan banjar, orang tua nya pasti bertanya apa pekerjan anda ini, dan apakah mampu hidup mandiri tanpa bantuan siapa pun, dan jika belum bekarja menetap jangan harap anda dapat menikah, lambaran bukan di tolak, tapi hanya di tunda orang tua calon mempelai itu, anda akan di suruh nya cari kerja dulu, dan uang untuk jujuran itu, baru boleh menikahi anak nya, dan dia dan anak nya akan menunggu anda meski 1 atau 2 tahun lama nya, dan fasi menungu itu di namakan ujar banjar adalah balarangan, yang arti kedua belah pihak mempelai itu sudah sepakat anak nya akan menikah, dan sama mencarikan jalan untuk anak nya tadi, dari bermuswawarah mencarikan dia kerja, dan petunjunk lain, untuk hidup bersama, calon pasangan anda tidak akan kemana pun lari dalam fasi balarangan, dan jika dia tidak bisa menunggu orang tua nya akan memutuskan balarangan tadi, dan menikahkan nya dengan yang lain nya pembaca,  dan itu berlaku untuk wanita dan laki-laki di budaya dan tradisi banjar malayu.
Dan jika orang yang tergolong miskin yang akan menikah di kalangan banjar ini, maka semua kerabat, sudara nya, keluarga nya, kawan-kawan nya, dan tetangan akan membantu uang dengan berpatungan seiklas nya, ada yang menyumbang Rp 1 juta, bahkan seribu perak sekalian pun ada maka nya di setiap pernikahan banjar itu ada kotak amal nya, yang di mana bahu-membahu membantu nya, tak peduli tua muda dan kenal tidak nya di linggan dia tinggal, siapa saja akan membantu nya, bantuan juga bukan hanya uang, tapi bisa berbentuk macam-macam, beras, bawang, ikan, pakian, dan tenanga gotong royong untuk membantu nya, dan itu berlaku sudah dari zaman sejarah, kawan-kawan akan membantu mencari kan pekerjaan, dan ayah perempuan nya pun kadang membantu calon pengantin laki-laki nya yang tergolong ekonomi lemah, dengan memberikan uang pinjaman untuk melaksanakan nya, dan nanti akan di bayar, setelah menikah nanti, bahkan jika orang tua nya perempuan nya tidak menangih nya, kedua mempelai tadi wajib mengbalikan uang orang tua nya tadi, dengan cara bekerja sama sesama suami istri tadi, dan yang harus anda pahami adalah pembaca, itu adalah untuk memastikan kedua mempelain ini sungguh-sunguh untuk hidup besama bukan main-main, semua harus di pertangung jawabkan bersama pasangan yang akan menikah tadi, pada inti nya jika anda bukan banjar anda akan kurang paham dengan budaya ini, dan akan bepikiran mereka mataduitan, bukan itu, tapi untuk memsatikan nya saja anda bertangung jawab, laki-laki atau perempuan nya pembaca.
Jika anda pembaca bukan orang kalimantan kalangan banjar, laki-laki atau perempuan, maka anda harus menuruti pihak mereka banjar dalam budaya trdisi nya dalam pernikahan, minsal nya ada seorang perempuan jawa, inggin menikah dengan orang banjar,  maka anda haru menuruti budaya tradisi pernikahan nya, dan misal juga anda seorang pria jawa yang inggin menikahi perempuan orang kalangan banjar, maka anda juga harus menuruti nya, dan jika anda tidak mau menuruti budaya dan tradisi nya banjar, demi tuhan anda tidak akan pernah menikahi bersama banjar, dan ini berlaku walau pun mereka banjar yang berada di luar Kalimantan, dan jika mereka yang banjar Amuntai ini tinggal di luar kalimantan selatan, di lingkungan tingal bukan pemukiman banjar, maka mereka akan pulang ke tempat nya untuk mengadakan menikah, meski jauh, yang di mereka banjar di Arab saudi sana menikah dengan orang Arab akan pulang ke banjar untuk menikahi dan berpesta nya, di seluruh dari keluarga calon mempelai baik wanita atau laki-laki Arab akan di semua nya pulang ke Banjar dan menikah di banjar, tapi bisa juga sebalik nya, pihak keluarga nya orang banjar beserta tetanga dan kawan-kawan nya akan datang ke Arab sana, mereka berombongan, mereka akan cater kapal, pesawat dan bus untuk mendatangi pernikahan tersebut, sakali dana nya patungakan, semua pihak yang terlibat untuk menikah itu, dan jika anda inggin menikah dengan orang banjar, anda bukan muslim, jangan harap anda bisa menikah, kecuali anda memeluk Islam dulu, baru bisa, walau anda dan sepasang kekasih yang saling mencintai, kecuali anda membawa lari nya, dari keluarga nya, priya atau wanita, tapi resko nya jika tertangkap, hukum adat akan di berlakukan kelauga nya, dalam musawarah nya dalam lingkungan dan keluarga nya, polisi di banjar tidak akan membantu anda, karena mereka sudah tahu hal ini, dan bukan tidak memakai hukum pancasila, tapi ini sudah kebiasan di banja, apa lagi Amuntai, dan kami semua pemuda banjar Amuntai, sudah paham budaya tradisi, ini dan orang tua kami biasa nya sudah mempersiapkan tabungan uang dari kami kecil untuk nanti kami menikah nanti, miskin atau kaya, ini selalu di usahakan sudah turun temurun.
Ada hal unik yang hanya di miliki orang melayu banjar Amuntai ini, tidak ada orang lain yang mempunyai budaya dan tradisi unik dalam penikahan ini, ke unikan itu iyalah, jika ada seorang laki-laki atau perempuan dari kalangan banjar yang akan menikah, dan semua penjanjian sudah di buat ke 2 pihak pasangan ini untuk menikah, tapi yang di atara kedua pasangan ini dalam fasi menggu hari untuk menikah itu, berlaku kriminal misal nya tertangkap memakai Narkoba oleh polisi, maka mereka keluarga dan tetanga nya, akan menjemput nya di penjara, untuk menuruskan pernikahan tersebut, bahkan jika polisi dan pemerintah tidak memberikan ijin untuk keluar dari penjara tersebut, maka mereka akan menikah di dalam penjara, dan pesta nya di lapam penjara, semua tahanan akan makam enak selama 3 hari itu pasti, tapi jarang pang kalau menikah di dalam penjara, karena bisa membuat penjara gaduh dan susuh saja nanti nya, tapi selama saya hidup ini pemerintah selalu berikan ijin untuk keluar terhadap tesangka untuk melakukan pernikahan tesebut, dan sarat ada jaminan nya selama dia keluar dari penjara tersebut, misal nya ayah nya, adil atau kakak laki-laki nya tetangan nya mau pun keluarga untuk mengatikan di dalam penjara selama tersangka tersebut untuk melakukan akat nikah, dan jika tersangka kabur, maka yang menjamin tadi yang akan mengatikan nya selama dalam pengerjaran polisi, dan jika tidak di temukan, maka si penjamin tadi akan mengantikan nya tersangka tersebut untuk hukum yang di jatukan berapa tahun, dan biasa polisi juga meminta okos tambahan untuk melakukan pengawal tersaka tersebut pada keluarga nya itu, okos tersebut untuk membayar gajih dan semua ke perluan polisi yang mengawal nya tadi, biasa sampai 10 orang polisi melakukan pengawalan, malam dan siang selama 1 minggu, polisi akan ikut dia kemana saja, jika malam akan di bargol nya di dalam kamar, dan di tunggu polisi sambil bergantian, tapi gajih polisi dan makan hingga uang bensin mobil polisi tadi semua harus di tanggung keluar tersangaka tadi, negera tidak akan membayar gajih polisi tesebut, dan polisi tersebut akan di angap cuti, dan tungan nya di gantikan polisi lain, dan gajih nya selama 1 minggu tugas polisi itu akan di berikan untuk polisi yang mengatikan posisi nya, dan polisi yang mengatikan tugas tersebut dapat sebagai lembuaran nya. Dan jika calon mempelai tadi sakit masuk rumah sakit seklian pun juga penikahan itu akan di lanjukan meski di rumah sakit, rawat jalan di rumah, kecuali calon tersebut meninggal dunia saja lagi penikahan itu akan di hentikan sama sekali.
Perlu di ketahui orang banjar, biasa melakukan akan nikah nya di rumah orang tua nya atau keluarga nya, jarang ada yang nikah di kator KUA pengadilan Agama pemerintah, pihak lembangan pemerintah hanya mengelurkan surat nikah nya saja, tapi menikah nya bukan di hadapan pemerintah dan pengadilan Agama sepeti banyak orang Indonesia ini, penguhul dan 2 saksi saja cukup di rumah, saksi tidak bayara, suka rela saja, biasa nya pak RT yang jadi saksi nya.
Dan makanan dalam pestra pernikahan banjar ini, pasti tidak bisa di tinggal kan yang nama nya Soto Banjar, Masak Habang Ikan Haruan, dan Nasi Kuning, dan hal itu wajib sudah, kalau yang menikah kaya, biasa banyak jenis makan yang disediakan beserta kui tradisonal nya, seperti aparan tatak, bingka, apam barabai, dodol kandangan, masak kicap itik, wadai untuk, papat dan lain nya lagi, tidak peduli kenal atau tidak nya, semua makan gratis selama 3 hari, semua anak yatim akan di jemput dari penti asuhan, dan semua orang miskin di suruh datang untuk makan besama, tinggi rendah sama semua nya, miskin kaya juga sama semua, bakan kristen pun juga ikuta maka besama, para dayak biasa mambukan tapi yang bukan non muslim, mereka sengaja datang untuk membantu, cuci piring dan memasak, saipa pun akan datang, bupati dan pejabat pemerintah juga datang, dalam acara budaya dan tradisi pernikahan banjat ini, semua perbedan hilang semua sama, makan nasi yang sama, makan air yang sama, mengisap rokok yang sama, jadi senguh unik sekali, yang ada hanya di banjar kalsel saja pembaca, tidak ada di dari suku lain menikah manacam ini, dengan biaya sangat besar sekali ini, namun patungan.
3 Hari juga musik dan kesenian melayu banjar akan di dendangan, musik jenis dangdut ini akan tampil 3 full dari pukul 8:00 malam, hnigga pukul 01: malam, dan jika siang di panggung nya akan hadir musik agama, dan ceramah Islam, yang biasa dari jam 13;00, setelah Sholat Asar besama, lalu setelah ceramah agama dari pukul 16;00 sampai 17:30 lalu pulang, dan ini selama 3 hari pembaca, kristen dayak juga ikut biasa nya walau acara muslim, mereka Kriten dayak ikut biasa membantu cuci piring, dan memasak, dan membagi kan makan, dan sedangkan pihak Islam, semua bediam mendengarkan musik agama dan ceramah, semua yang gotong royong memasak dan membagi makanan, adalah dayak kristen yang dari kalteng, biasa kawan-kawan dari orang banjar, yang datang tidak di minta, tapi sebalik juga biasa, pihak Islam melayu juga bila ada acara Kristen dayak, melakukan hal yang sama, karena menurut budaya dan tradisi dayak dan melayu banjar, pamali jika bekerja jika ada acara agama berlangsung, harus hadir dan mendekarkan nya besma, jika juga tidak mendengkan nya, maka paling tidak berdiam tidak berkegitan untuk menghormati nya, meski mafia sekali pun, begitu juga Kristen dayak, maka nya saling bantu pembaca, pada dayak datang dari jauh biasa dari perbatasan, dan biasa mereka beroganisasi, sepetri yang biasa hadir, Organisasi Kristen dayak Kalteng, yang angota nya semua Kristen pembaca, lebih banyak suku dayak kristen yang membatu ketimbang banjar nya, jadi begitu lah budaya tradisi acara pernikahan banjar Amuntai.
Musik kesinian Dangdut melayu sangat pesat sekarang ini berkembang nya, banyak nya penyanyi dari Amuntai yang sudah kemana di bagian  kalimantan ini melantunkan lagu dangdut melayu Kalimantan, dan hampir dari 80 % penulis dan penyanyi dalam organ adalah orang Amuntai, dan musik dangdut melayu bikinan Amuntai berbeda dari yang lain nya, coa saja anda dengarkan sendiri.

Gambar Cacan dan Haidir Ali Yang Nama Nya Melintang di Kalimantan

Tapi juga kesenisan musik ini kadang-kadang lebih banyak ke arah agama Islam nya, karena penduduk Amuntai sangat kental sekali dengan Islam meski mafia sekalipun mereka.
Jadi mungkin begitu lah budaya dan tradisi orang Banjar Amuntai, baik yang berada di Amuntai nya, maupun di luar Amuntai.

Perekonomian Masyarakat Amuntai 

Perekomian rakyat Amuntai besandar pada perdangan, pertanian dan perternakan, karena Amuntai tidak punya alam untuk di tambang kekayan Alam nya, jika di kota Amuntai perdangan adalah hal utama Masyarakat nya, dan industri rumahan pembuatan kue, masakan dan ketring, dan nomor 2 nya adalah pegawai pemerintah, dan yang lain nya lagi hanya buruh kerja saja lagi.
Dan bagi penduduk Amuntai yang berada di pesisir kota yang sudah hampir desa, perekonomian nya bresandar pada Pertanian sawah, perternakan, kerbau, perikanan air tawar dan bebek, dan pontesi perternakan bebek dan kerbau nya ini menawakan anda investasi pembaca, ke untungan sangat menjanjikan.

Gambar Ternak bebek di Amuntai Alabio

Gambar Iwak Wadi Nya Amuntai
Perternakan bebek Amuntai yang ada di daerah Alabio, sangup memasuk semua kebutuhan bebek potong Kalimantan Selatan, dan di pasuk juga sampai keluar daerah kalsel seperti Balikpapan, Samarinda, Kalteng Hingga Malasyia, bebek potong Amuntai berkualitas nomor 1 di Kalimantan ini, Perternakan bebek Amuntai juga menjual telor-telor bebek kualitas nomor 1 di kalimantan, dan Amuntai adalah pemasuk utama telor-telor bebek untuk pasar Kalimantan ini, kaulitas bebek dan telor nya ini sudah dapat pengakuan Pemerintah Jakartam dan bisa cek di dinas Perternakan Amuntai pembaca.
Sektor perternakan Kerbau dan perikanan nya terletak di daerah danau panggang, danau pangang adalah daerah rawa-rawa, hampir tidak ada tanah di sini, semua air dan gagang, dan disini lah hidup Kerbau sehat Amuntai, dan ikan Air Tawar seger, Amuntai juga pemasuk utama nya kerbau untuk Kalsel dan Kalimantan, karena di danau pangga ini sangat banyak kerbau sehat untuk siapa saja membeli nya, dan ikan air tawar juga banyak di pasuk daerah danau pangan ini untuk wilayah kalsel dan kalimantan, dan sektor perikanan lain nya ada di sawah-sawah nya Amuntai, ikan terkenal yang selalu di cari dan di beli di Pasar, Haruan, Papuyu, dan Sapat.
Sektor pertanian Amuntai, daerah nya terpecah-pecah, tapi pertaninan nya hanya fokus terhadap sawah saja, dan beras Amuntai juga berkualitas bagus, siam unus jar orang banjar, dan setiap orang Amuntai sudah terbiasa dengan bersawah ini, tidak peduli mereka tinggal di kota, dan keterampilan mereka menanam padi di ajakar secara turun temurun sudah, jadi orang Amuntai itu sanggat terbiasa dengan yang nama nya sawah, pegawai pemerintah di Amuntai pun kadang juga punya sawa di desa, bahkan mereka biasa bisa menanam nya sendiri tanpa membayar orang.
Tempat Wisata Di Amuntai
Candi Agung, peningalan negara diva
wisata kuliner di pasar Amuntai
Wisata susuri sungai Amuntai
Wisata Susuri Danau Panggang
Wisata berkunjung ke Perternakan bebek
Wisata Kuliner Di danau Panggang
Wisata Kuliner di perternakan Bebek

Dan mungkin sekian dulu imformasi yang saya bisa berikan pada anda para pembaca. Dan kita bertemu lagi di lain epesodi tulisa saya yang baru nanti.
Terima kasih telah membaca nya semoga berguna untuk anda.
Mohon maaf bila ada kekeliruan dalam tulisan saya di atas.

FROG GOZILLA
Ketua Organisasi Alternativ Rock Numetal Comnty Tato88 Tanjung Tabalong yang bergerak memajukan pendidikan di Banjarmasin Aceh dan Indonesia.
Organisasi ini juga sangat aktiv di industri musik Rock Endergrond,
Dan berjuang untuk membangun perintahan ustmaniyah yang baru,  

Simbol Organisasi

Avril Lavigne