Bukti Pembunuhan TNI Di Papua
WELCOME BLOGGER FROG GOZILLA
Terima kasih pada anda para pembaca yang sudah mau melungkan waktu berharga anda hanya untuk membaca tulisan saya
Pendahuluan
Tulisan ini saya bisa pertangung jawabkan kebernaranya, dan saya sangup di pangil ke pengadilan oleh pemeritah Indonesia ini, tulisan ini adalah hasil diskusi Ali Pasha Jendral GAM Aceh, bersama OPM, dan para pelaku pembunuhan, dan korbannya, dan dari TNI juga ada, semua berkas asli ada di kantor berita Canada Aceh, diskusi di lakukan di kantor berita Canada Papua, Tangal 28 Maret 2016 lalu, diskusi ini penjang lebar membahas masalah penembakan mesterius terhadap prajurit TNI dan Rakyat sipil Papua, diskusi juga di lakukan dengan durasi waktu 8 jam penuh tampa ada Istriahan, mengingat waktu terbatasa.
Tokoh baik dari pelaku dan korban yang terlibat di dalam konflik ini, sengaja di rahasiakan, karena para pelaku yang di ajak diskusi minta nya, jika kami menolak merahasia kan nama mereka diskusi ini tak akan pernah terjadi, tapi jika anda pembaca ingin lebih lanjut tahu dengan diteal maka hubungi kami, atau tulis email ke kami, maka kami akan jemput anda, dan jika pemeritah juga ingin tahu dan siapa menyelesaikan masalah sipang siaur ini, kami siap di pangil ke Pengadilan pemeritah Indonesia, jika memang pemeritah mengusut masalah ini, ada Jendaral TNI, dan Oknom pemeritah Indonesia yang masuk penjara.
Bukti Pembunuhan TNI Di Papua
OPM Papua
Saya berika tahu anda pembaca, masalah ini bukan lah masalah baru, tapi masalah ini sudah lama terjadi, dari perebutan Irian Barat dari tangan Belanda oleh pemeritah Indonesia ini.
Saya dan Ali Pasha GAM Aceh, sudah banyak terlibat wawancara dengan para pelaku pembunuhan, pemberotak dan Teroris, saya dan Ali juga sudah biasa di kejar-kejar orang untuk di bunuh, bahkan adik saya jadi korban penculikan di Malasyia hanya karena saya banyak tahu, saya sudah sering di bayar oleh berbagai media masa cetak eletronik, dan kusus nya kantor berita canada, saya juga adalah orang yang meliput dan mengamera perang Irak-Amerika Serikat, saya sudah mewawancarai ISIS, HAMAS, dan berbagai kelompok pemeberotak lain nya.
Saya sudah tertembak 2 kali selama hidup ini, juga berapakali di Asingkan, masuk penjara, dan jadi tawan sudah saya rasakan, tapi aneh nya saya tidak pernah jera melakukan nya, alasan juga bayar yang mahal dan saya juga kecaduan sudah, dan apa yang saya kerjakan ini adalah bayara nya sangat mahal, bahkan ratusan juta satu kali kontrak saja, jadi anda jangan ragu lagi, dan jika anda pembaca ingin mengkontrak saya untuk melakukan ini, maka saya lakukan lagi, tapi anda tahu bayaran nya berapa, dan nama anda juga tidak akan pernah kami beri tahukan pada mereka pelaku pemeberotakan, saya punya aksi dan kawan-kawan yang bisa membawa saya kemana saja, tanpa pengetahuan Pemeritah negara dan sebagai nya, jika anda ingin temui ISIS maka kami bisa mengatarkan kalian ke markas besar, tapi ini kurang penting, jika ini di katakan Iklan saya, terserah lah, mungkin ini juga Iklan, dan ini di tulis juga agar anda tidak meragukan data yang tecantung dalam tulisan ini.
Masalah penembakan TNI di Papua ini, sudah banyak media-media memberitakan nya, bahkan pemeritah Indonesia sendiri pun juga ikut ambil bagian ke pengadilan dalam menyelesaikan perkara ini, tapi sayang nyam kasus ini kandas di tengah jalan, akibat banyak nya oknom peting terlibat di dalam nya, jika kasus ini sunguh-sunguh ada Jendral TNI dan para Aktor Politik Indonesia masuk penjara, di tambah ada beberapa Industri di Papua juga terlibat masalah ini, mengusut masalah ini pemerintah Indonesia hanya supaya jangan di katakan pembiyaran saja, atau tertuduh dalam kasus ini, mereka basa-basi saja agar menghindari kecaman dunia.
Anda pembaca tahu mungkin negera baru yang merdeka bernama Timor Lesti, mereka memilih membuat negara sendiri dari pada menirima Otonomi daerah lebih dari pemeritah Indonesia, Kasus Timor Lesti ini hampir sama dengan Kasus pembunuhan TNI di Papau ini, Timor Lesti adalah bekas jajahan Portogal, sedangkan Papua belanda Ingris dan lain termasuk juga Australia, bakan jerman, hingga perang dunia ke dua, jepang sepat bertempur melawan Amerika Serikat di Papua itu.;
Dalam wawancara kami pada pihak OPM, kepanjangan nya adalah, Organisasi Papua Merdeka, mereka adalah kaum pemberotak melawan pemeritah Indonesia, OPM ingin merdeka dari Indonesia, dan ini adalah alur kisah utama nya, mengapa TNI bisa terbunuh di Papua sana.
Papua adalah sautu wilyah paling mesterius setelah Kalimantan, OPM sebenar nya dulu adalah meraka yang mantan di janjikan belanda kemerdeka nya, dan belanda mempersenjata mereka untuk melawan pemeritah Indonesia, tapi OPM juga ada yang mantan TNI atau penjuang Indonesia yang lahir di papua, lalu kecewa terhadap pemeritah Indonesia maka bergabung lah juga mereka, buka hanya itu juga, tapi banyak juga aktor luar yang ikut campur di dalam nya, mereka para penjahat juga bergabung dengan OPM ini menhindari kejaran dari aparat ke amanan negara Indonesia, OPM juga ada dari Papua nugini, bahkan Australia juga ikut dalam mempersenjatai nya.
Saya bertanya apakah anda OPM menghitung berapa korban nyawa yang sudah jatuh dari dalam konfflik ini,? dia menjawab kurang lebih 500 orang, tapi ini belum pasti hanya sekedar Ingatan saya saja kata, tapi jika memang ada perhatikan anda menelok angka 500 orang itu, anda pasti berpikir lebih dari 500 orang, karena banyak bangkai di hutan Papua, bahkan kuburan yang tak diketauhi, beserta tulang-tolang siapa yang ada di hutan itu, bahkan di perkota Papua sendiri, tapi itu dulu kata nya OPM.
Kami sebernar nya sudah tidak lagi mau memberotak terhadap pemeritah Indonesia ini, walau pun kami masih di jajah kata nya, saya tanya pada OPM, di jajah macam apa kata saya? di jajah ekonomi politik kata nya, yang berbetuk Freeporst Tambang itu kata nya, saya tahu bangai mana Mas Ali Pasha GAM Aceh mengapi tuduhan GAM Aceh pemberotak, atau Islam teroris, maaff mas ali saya bukan orang muslim, tapi saya tahu raya bagamai mana seorang muslim menagapih Finah keji itu, jika ada suatau ledakan bom, maka dunia menuduh Islam Teroris kata, dan saya dan mas Ali tahu rasanya bagamana GAM Aceh di cap teroris dan pemberotak, sejati nya GAM Aceh membela tanah air yang di jajah pemeritah Indonesia, dan Mas Ali tahu, saat terjarjadi kontak senjata antara GAM Aceh, dan TNI, nah begitulah kami juga OPM ini, setiap ada kegaduhan pembunuhan TNI di Papua pasti kami di kaitkan bahkan di tuduh pelaku nya, saya akau saya pernah menebak mati TNI, tapi tidaklah semua saya atau OPM yang membunuh nya, begitu juga rakyat sipil yang terbunuh, bukan juga kami OPM atau dari pihak TNI pelaku semua nya, tapi aneh nya dunia menitik bulatkan nya pada kami, layak terjadi sebuah bom maka Islam yang tertuduh.
OPM sudah berjanji pada pemeritah Indonesia tidak memberotak lagi, TNI juga berjanji dengan kami OPM ini, tidak akan berlaku sewanang-wenag lagi, dan semua yang terjadi di lupakan, dan kami pun juga tidak di penjarakan, sarat hanya meletakan senjata api kami saja pada TNI, dan itu sudah kami lakukan, tapi jujur saya katan, TNI itu kami ini tidaklah menyerahkan semua senjata api kepada mereka, tapi TNI hanya berdiam saja, itu adalah tidakan menghidari konfflik susulan, pada Inti nya kami saling jaga dengan TNI itu, layakj nya GAM Aceh.
Kadang kami OPM yang terbunuh, kadang juga TNI yang terbunuh, dan juga masyakat sipil jadi sasaran pembunuhan itu, biasa nya pembunuhan di sini di lakukan kelompok bukan perorangan, jika pererangan itu biasa nya hanya motiv perkalian orang saja, tapi bisa juga perorangan pelaku nya, tapi yang paling sering pelaku pasti berkelompok, mereka kadang bisa berbaju TNI lengkap nama nya dan pangkat nya, tapi mereka kadang juga bisa berbaju ala OPM lengkap dengan Atribut nya, bedera lambang dan moto nya, tapi kami OPM juga bisa melakukan pembunuhan itu, TNI juga bisa melakukan pembunuhan itu, anda jangan heran jika TNI membunuh sesama Kawan TNI nya, OPM juga bisa bunuh angkota nya, tapi pada Inti nya kami tidak mau di tuduh semua kami melakukan nya, karena tidak semua kami yang melakukan nya, pembunuhan ini juga model mengiginkan kami perang dengan TNI lagi atau adu domba dan semacam nya.
Ada motiv pembersihan oleh pemeritah Indonesia juga ikut bercampur di sini, masalah lain juga adalah, orang Indonesia ini mudah di peralat oleh kaum golangan kepetingan, contoh nya Seokarno Presiden Indonesia Pertama, kami OPM terus terang mengagap Seokarno itu adalah boneka Japang dan Belanda, karena di lihat dari perjanjian lengkar jati, atau TAN MALAKA, seolah penjajah baru non kekerasan terjadi meliputi Indonesia ini, jika kami OPM di tanya, memilih TAN MALAKA atau Seokarno yang jadi Presiden Indonesia, saya tegaskan kami OPM setuju Tan Malaka, karena Tan Malaka kemerdekan 100% tak mau beruding dengan siapa pun kata OPM itu.
Kami OPM sangat kecewa sekali terhadap pemeritah Indonesia, layak nya kaum pemberotak lain nya, di kepala kami OPM ini sangat jelas sekali menyasikan pembunuhan Kiji TNI Indonesia pada rakyat sipil, mereka TNI itu menuduh rakyat sipil ikut menyebunyikan kami OPM ini, dan kami tidak tahan melihat nya maka kami keluar mengagat senjata lagi, kami hanya kasian pada rakyat sipil tak berdosa atas ulah kami mereka jadi korban, saya beritahukan pada anda-anda sekalian ini kejadian 18 oktober tahun 2008 lalu, pertama nya adalah kejadian, mahasiwa mendatangi Freeports, terus merek melakukan demokrasi damai non kekerasan, TNI pun juga tidak melakukan kekersan pisik, bahkan TNI saat itu bersama Polisi Papua sambil duduk-duduk saja mereko, karena Mahasiwa itu tidak berbuat anarkis, nah masalah nya adalah, setelah malam nya ada TNI yang terbunuh, lantas tuduhan nya ke kami OPM dan Mahasiwa berdemo siang itu, saya jendral OPM ini besumpah kami tidak membunuh TNI itu, kami tidak membela Mahasiwa itu, kami juga tidak menuduh Mahasiwa pelaku nya, pertama kami diam saja melihat nya, tapi TNI makin keras bertindak, mereka mendatangi semua perkampungan mencari pembunuhan beserta kami dan mahasiwa yang berdemo itu, entah di segaja atau tidak oleh TNI mereka melakukan kekerasan pada Rakyat sipil, saya waktu itu berpendapat, TNI itu memamang dasar melakukan kekerasan, supaya kami keluar menyerahkan diri, kami yang sudah tidak tahan lagi terpaksa turun Gunung lagi bertempur melawan TNI untuk sekian kali nya kata nya, kami yang mengaku juga tidak di garkan alih-alih kedatangan kami di sambut dengan Tembakan dari kiri dan kana, depan dan Belakang. 5 orang OPM mati segera saat itu, saya angkat tangan sudah terkepung kata nya, setelah itu di penjara 4 tahun tanpa ada nya pengadilan, kata nya OPM.
Entah siapa pelaku nya kami dan TNI tak pernah tahu hingga saat ini, dan TNI yang tahu bukan kami pelaku nya juga membebaskan saya, yang di penjara 4 tahun lama nya, padahal juga saya kemarin ingin di hukum mati oleh pemeritah Indonesia, Coba Mas Ali, tanyakan pada bapak TNI yang duduk di sebelah nya apa yang terjadi waktu itu? tanyakan apakah TNI tahu siapa pembunuhan, pasti jawaban nya tidak, jika mereka TNI tahu juga pembunuhan mungkin saya tak akan lama di penjara, pasti di bebaskan karena pelaku nya sudah di tangkap.
Kebanyakan dari kami OPM ini adalah mantan TNI yang tak sepemikiran dengan pemberotak Indonesia ini, bahkan tetua dari OPM adalah mantan TKR Indonesia, yang dulu beperang melawan Belanda pada waktu pembebasan Iran Barat, mereka di janjikan akan di akat menjadi tentara Resmi, tapi nyata mereka tak pernah di Angkat jadi tentara resmi Indonesia, mereka kecewa lalu adalah Pula lagi OPM ini.
Saya tambahkan mas Ali, konflik yang terjadi disini tidak seperti yang di berikan media tv jakarata, atau keterangan pemeritah Jakarta, pemeritah Jakarta, entah benar-benar bodoh atau pura bodoh saja, tapi saya yakin mereka tahu yang terjadi ini, mereka TNI yang Tewas ada beberapa alasan medasari nya, tidak mungkin pembunuhan tidak ada dasar masalah nya, keculai orang gila pembunuh itu, bisa juga pemabuk saling sengol di dangdutan,
Biasa TNI atau Polisi yang Mati itu, banyak tahu rahasia, meski pangkat nya rendah saja, bahkan hanya TAMAMA saja, tapi jelas mereka tahu rahasia, mereka yang terbunuh biasa juga tidak semdapat dari personeli TNI dan Polisis umum nya, atau kecawa balik melawan, begitu juga di kubu OPM ini.
Target OPM atau TNI dan Polisi yang akan di bunuh adalah mereka yang di angap berbaya, 1 menimbulkan konflik baru, 2 tahu banyak rahasia, 3 ada yang membayarar nya, 4 dendam pribadi golongan, 5 ikut campur nya Industri, seperti Freeports, 6 suruhan pemberitah atas musuh politik nya.
OPM, TNI dan Polisi, tidak harus di salahkan semua nya, karena bukan kami semua nya pembunuh di Papua ini, apakah jelas tuan-tuan sekalian?
Saya dan Ali Pashas mengeluarkan pendapat, yang terjadi di papua adalah hal yang sama terjadi di setiap pemberontakan di Indonesia ini, mereka OPM itu kecewa pada pemeritah Indonesia, tapi setelah berjalan nya pemberotakan dan masa damai ini, ada semacam kelompok rahasia yang selalu mengadu domba OPM papua dengan TNI dan Polisi Indonesia ini, entah mangapa di lakukan, banyak yang percaya pelaku sebenar nya adalah Pmerintah Indonesia, bahkan bukti nya pun nyata, maka saya sudah sebutkan di atas tadi, jika ini di usut tuntas maka ada Jendral dan tokoh politik Indonesia yang masuk penjara.
Sebenar nya TNI dan OPM sudah berdamai, dan mau menerima semua kesalahan nya, tapi mereka ini di jadikan alat tunggan politik oleh oknom yang tak bertangung jawab, dan ini menyakut Industri Freepors, dan lain nya lagi.
Ali Pasha lanjut menanykan pada angota TNI yang masih Aktip yang kami ajak ke kantor Berita Canada, untuk kami wawancarai, dia bercertita persisi OPM tadi, dan dia juga dengan sangat jujur sekali mengatakan kasusu ini, karena TNI ini sudah kami jamin ke amanan nya hingga keluarga nya, sebut saja nama TNI ini untuk istilah penulisan adalah Boby.
Boby menjelasakan bahwa dia pernah mendapat tawaran beberapa orang penting di Papua, untuk melakukan penyerangan terhadap OPM, dan juga dengan sengaja juga di suruh untuk berpura-pura menjadi OMP, dia Boby mau, boby sudah biasa melakukan ini, dan tak cangung lagi, boby mengatakan Ingin nya pemeritah Indonesia ini memberihkan OPM ini, karena OPM ini di angap berbahaya, boby mengatakan, yang mengagap OPM ini berbahaya adalah Freeports, yang takut perusahan nya di rusak dan serang OPM itu, OPM di mata Freepotrs adalah duri dalam danging, mereja OPM bisa sewaktu-waktu mennyerang Freeports, OPM adalah sipil bersenjata Pro kemerdekan Papua, mereka OPM juga sangat berjiwa sosial tinggi sesama suku Papua ini, saya harus akui OPM ini adalah pahlawan rakyat papua, layang GAM Aceh, hingga CTNR timor lesti Taur Mantan Ruak jendral tertingi Timor lesti, OPM adalah kelompok yang Ingin merdeka, pemerintah Indonesia juga tidak ada maskut demiakian dalam hal ini, cuma hanya ada beberapa oknom di sana, yang di bayar untuk melakukan, bukam nya Presiden juga tidak mau menambah lebar konflik, saya tegas mereka di bayar Freeports demi tuhan Freepots kata boby dengan lantang dan Emosi, kami TNI dan OPM adalah korban nya, saya menjadi pembunuh kerana freeports, OPM jadi target nya.
Saya TNI Boby, jika OPM yang kita ada di kantor ini tidak jujur saya akan tuntut, bahwa dulu OPM pernah menyerang Freeporst kata nya, mengaku tidak anda OPM, kalian membakar mobil di sana, OPM mengaku benar, tapi ada masalah nya, Boby terus berbicara bagai petir dan guntur, pada inti saya paham OPM melakukan nya itu kenapa, Freepotsr keterlaluan kata nya dalam menzarah, bahkan saking keterlaluan nya Nerwegia yang punya saham di Freepots itu berhenti kerjasama dengan mereka, karena saking parah nya rusak lingkungan Papua ini, jika saya Ali Bertanya, mendukung OPM atau Freeports, saya sebagai menusia normal jalas sudah mendukung OPM, tapi anda harus tahu masa bodoh OPM dan Freeports, saya ingin uang kata nya, jadi membunuh OPM dulu, tapi saya sudah berdamai, tanyakan OPM sahabat saya yang duduk di samping Mas Frog gozilla itu, maaf kata boby nanda bicara saya memang kasar begini dan nyaring.
Baby menegaskan, semua media tv koran Jakarta itu bohon sidiki pun tak tahu pangkal cerita nya, disini Papau adalah Texsas nya Indonesia, tidak semua rakyat papua ini sependapat dengan kami OPM, TNI dan Polisi, kada juga ada orang Papua punya jabatan di pemeritah juga berlaku salah, bahkan menindas sesama suku papua juga, jadi Papua ini sangat Texsas sekalil mereka korban pubunuhan adalah mereka yang besangkut antara Pemeritah Indonesia, OPM, TNI, Polisi, dab Freepots.
Bukan hanya masalah Freeports saja juga menjadi biangkeladi konflik, tapi korop adalah masah utama nya, mereka pemeritah Indonesia saya akui, menganak tirikan papua, bersekongkol penguasa Papua itu sendiri, semua kasus ini hanya akan kadan di tengah jalan, karena banyak terlibat orang penting. Petamina adalah aktor juga, Chevron juga akator persekongkolan, saya mengakui OPM tidak lah lagi ingin memberotak, tapi mereka menagih otonomi daerah pada pemeritah Indonesia.
Hal nya adalah OPM sereng minta perbaikan jalan desa, kepada Freeports, tapi Freeporst menyruh pada Pmereitah daerah, pemeritah daerah yang di datangi OPM juga balik tuduh, kami bekrja dengan baik, pemeritah Indonesia lah yang tidak menberi dana untuk membangun jalanan, di tanya pemeritah pusat, juga balik tuduh, kami serahkan semua tanggung jawab penbangunan pada Pemeritah Daerah, kalian OPM juga mintalah dan tagihlah pada Freeports, dan in pangkal nya, saling tuduh, akhir nya OPM bingung juga, konflik lagi, pemeritah juga kadang semberangan buat ijin, tanah adat di rampas dari suku-suku, nah konflik lagi, susah papua ini kata Boby.
Saya tahu Jendral mana yang harus bertangung jawab, rezim saipa juga yang harus bertangung jawab, tapi saya akan rahasia kan nya, jika ada yang ingin tahu, apa jaminan nya untuk saya, karena ini akan menghebuhkan dunia ini, tokoh politik Indonesia yang baik di mata dunia ini, nyata nya adalah penjahat no 1 wahit menjajah bangsa sendiri sekian kata Boby.
Saya dan Ali sepakat, penyebab nya adalah, salaingg tuding tuduh lari dari tangung jawab, TNI dan Polisi kadang di salah gunakana pihak berkepinggan, mereka menyuap pemeritah Indonesia ini, pemeritah akan terus bukam, lempar masalah apada pemeritah daerah, sebalik nya pemeritah daerah melamparkebali pada pemeritah Jakarta, ujung nya Freeports lagi kena jarah OPM, TNI dan Polisi di pangil bentrok lagi, dan terus bentrok tanpa ada penyelesain nya, saya menegaskan, Pemeritah Indonesia pembiyaran masalah ini.
Api emosi menyala dalam dada OPM itu, semangat akan keberdekan yang membuat sangat nekat dalam bertindak. TNI dan Polisi hanya alat kaum berkepitingan saja, jika di berita TV Indonesia, OPM adalah penjahat nya, TNI adalah korban nya, Ingin yang mati dari OPM atau TNI, mereka yang di angap tahu rahasia, atau membayakan Freeporst dan kawan perempok penjarah lain nya, Pemeritah Indonesia adalah pelayan emperialisme Industri, Penjajah Amerika serikat dengan VOLKEBON nya PBB IMF lintah dara ini.
Saya dan Ali, OPM, Boby, Papua harus buat negera sendiri, jika begini terus tak ada kata damai Papua, tapi buat negara sendiri bukan hal mudah bagi OPM, Pemeritah Indonesia tak akan semudah itu melepasakan harta nya ini, Papua adalah penyumbang pajak no 1 di Indonesia ini, jadi TNI dan Polisi akan terus di kerahkan untuk basmi OPM dan kawan-kawan lain satu aliran OPM ini.
Saya dan Ali lanjut menyanyai tokoh rakyat Papua yang kadang di pandang orang bijak nya papua, sebut saja nama nya adalah, GILANG.
Gilang menyatakan, hak kepilikan tanah di Papua ini juga masih kurang jelas, dinas pertanahan juga kurang jelas kerjajan nya, masalah tanah adat adalah hal no 1 biyang Konflik pembunuhan, di Papua, sama dengan Papua nugeni, ada semacam suku adat yang tidak menjual tanah nya pada pihak mana pun, bahkan jika di harga mahal seklian pun juga tidak di jual, karena menurut hukum adat mereka, menjual tanah moyang nya, bisa di kutuk dewa mereka itu, salah tanah ada ini isi ada minyak dan meneral lain nya, pihak pengusaha bersuha mendapatkan nya, jalan adalah pemeritah Jakarta, mereka TNI nanti di kirim untuk mengusur suku adat itu, atau TNI akan membawa nya pindah secara paksa, kadang mereka suku adat itu tau kedatangan TNI apa maksut nya, maka disamutlah TNI itu dengan busur panah, dan parang, mereka yang sudah mengagat perisai dan menghunus kan parangg nya ini, kaya orang Islam, jika mati mempertahankan tanah adat moyang nya jika mati masuk surga, nah ini buat mereka nekat senakat nya, tak peduli TNI dan Polisi yang datang itu dengan AK 47, banyak sudah korbanya, saya tidak menyalahakan TNI, kata Gilang, saya menyalahkan yang mengerim perjurit TNI yang tak berdusa ini untuk saling bunuh.
Mas Frog kata gilang, anda orang tahu sudah, bahwa di papua ini banyak suku-suku masih Primitip, mereka sangat keras dengan adat nya, Kesalahan pemeritah Indonesia yang hanya bisa mengabil pajak nya saja, di menbangun sekolah dan sarana pendidikan lain nya, yang bermanfaat bagi rakyat papua,
Membangun sekolah, dan mengajak suku papau sekolah itu adalah hal mulia luar biasa, asal jangan menyamaragamkan budaya tradisi, kaya Amerika Serikat, yang ingin mengamarikan semua penduduk bumi kata nya, kita memoderenisasikan rakyat papua tanpa membuang tradisi budaya mereka.
Pendidikan adalah Faktor konflik, kadang suku-suku Papua itu tak mengerti hukum pancasial, karena tak sekolah, buta hurup, ini tangung jawab besama, tapi Pemeritah Indonesia tidak mau bertangung jawab, banyak sekali pertengan hukum pancasila dan adat di sini, ahirnya Mas Frog mereka bunuh dan bunuh lagi, Polisi yang datang ingin menyerat penjahat ke penjara, di hadang suku dengan parang dan busur panah, bagaimana ini. jalan penyelesai nya hanya 1 pendidikan.
Jadi anda sudah jelas sudah, kenapa TNI dan Polisi bisa mati tertembak di papua itu, ini adalah permainan orang bekepitangan, OPM TNI dan Polisi adalah korban nya pemeritah Indonesia, Freeports dan kawan-kawan akan terus menekan pemeritah Jakarta untuk basmi OPM.
Anda pembaca harus tahu, dimana kaum pemberotak Papua macam OPM ini dapat senjata api, mereka sebagian beli dengan Papua Nugini, dan Australia, tapi Amerika serikat Aktor nya menjual senjata, Amerika Serikat menjaual senjata api, ada 3 cara dan jalan nya, satu menyeludukan nya ke papua, 2 lewat Papuanugini,3 lewat Australia, dan yang terahir, lewat Jendral TNI di jakarta sana, Amerika serekat akan membujung Presiden melakukan pemebelian senjata baru, Jendral TNI akan memintan perenjatan baru untuk mereka, yang bekas akan di jual, kemana-mana, nanti kirim ke papua secara diam atau jujur dengan berbagai alasan nya, jadi begitu lah caranya menjual senjata pata OPM, saya sependapat dengan gilang, Pmereitah Indonesia ini membiyarkan saja suku-suku Papau larut dalam kebodohan, agar mudah di jajah nya, ingat jika mereka suku-suku papua itu pintar mereka akan melawan penjajahan pemeritah Indonesia, dengan berbagai cara, hinga yang paling lembut hingga cara paling kasar, lihat Aceh, pemeritah Indonesia ingin menjajah nya, tapi mereka pintar melawan mereka dengan GAM Aceh nya, betul tidak mas Ali kata gilang.
Terahir saya tambahkan, pelaku pembunuhan di baik dari kubu, TNI, DAN Polisi tidak lah OPM semua nya pelaku nya, pembunuhan OPM juga bukan semua TNI dan Polisi pelaku nya, ada dalang kawan-kawan, pemeritah Indonesia adalah dalang dalam melayani pembunuhan itu, persekongkolan demi kekayan dan harta lah pembunuhan terjadi, TNI bunuh TNI, Polisi bunuh Polisi, OPM bunuh OPM, suku akan terbelakang tanpa pendidikan, jika suku-suku papau berpindikan penjajah pemeritah Indonesia akan selesai, jadi anda tahu pelaku nya, Ingini ditael nya hungungi kami, wasalam
Dan mungkin sekian dulu imformasi yang saya bisa berikan pada anda para pembaca. Dan kita bertemu lagi di lain epesodi tulisa saya yang baru nanti.
Terima kasih telah membaca nya semoga berguna untuk anda.
Mohon maaf bila ada kekeliruan dalam tulisan saya di atas.
FROG GOZILLA
Ketua Organisasi Alternativ Rock Numetal Comnty Tato88 Tanjung Tabalong yang bergerak memajukan pendidikan di Banjarmasin Aceh dan Indonesia.
Organisasi ini juga sangat aktiv di industri musik Rock Endergrond,
Dan berjuang untuk membangun perintahan ustmaniyah yang baru,
Simbol Organisasi
Avril Lavigne


