Terima
kasih pada anda yang sudah mau meluang kan waktu berharga anda untuk membaca
tulisan saya
Pendahuluan
Tulisan ini saya buat dengan waktu yang panjang karena tulisan di ambil dari arsip sejarah Tabalong yang terdapat di perpustakan resmi milik pemerintah kabupaten tabalong dan saya juga turun langsung ke daerah yang di maksut dan bertanya pada pakar sejarah dan para tetua kampung. Hanya untuk menulis ini. saya melakukan nya hanya seamata-mata demi melengkapi sejarah banjarmasin. dan alasan utama supaya orang tahu bagai mana sejarah banjarmasin sebenar nya. Karena sangat sedikit buku dan situs yang menulis sejarah Kalimantan. Makanya sejarah kalimantan masih mesteri.
Selamat datang di kota seribu sungai banjarmasin
Rumah bubungan tinggi
Tulisan ini saya buat dengan waktu yang panjang karena tulisan di ambil dari arsip sejarah Tabalong yang terdapat di perpustakan resmi milik pemerintah kabupaten tabalong dan saya juga turun langsung ke daerah yang di maksut dan bertanya pada pakar sejarah dan para tetua kampung. Hanya untuk menulis ini. saya melakukan nya hanya seamata-mata demi melengkapi sejarah banjarmasin. dan alasan utama supaya orang tahu bagai mana sejarah banjarmasin sebenar nya. Karena sangat sedikit buku dan situs yang menulis sejarah Kalimantan. Makanya sejarah kalimantan masih mesteri.
Selamat datang di kota seribu sungai banjarmasin
Rumah bubungan tinggi
Rumah
bubungan tinggi bukan saja Rumah Adat has kalimantan selatan tetapi di jadikan
juga sebagai lambang dan simbol kota nya
SEJARAH
SINGKAT BAHASA DAN KERAJAN BANJAR KALSEL.
Dalam tahun
1967 di Amuntai, Waktu diadakan panggalian kepurbakalaan. Ditemukan orang dasar
candi dan benda-benda kepurbakalaan.Tempat yang digali itu disebut penduduk
bukit candi dan candi yang dasarnya itu disebutkan candi angung.
Menurut ceritera rakyat yang hidup disana candi angung dibangun oleh Mpu jatmika. Dalam kitab Tutur candi disebutkan bahwa Mpu Jatmika berasal dari negeri keling
Umumnya orang di daerah hulu sungai berpendapat negeri keling yang disebutkan dalam cerita rakyat dan tutur candi adalah di India. Oleh karena dalam cerita rakyat dan Tutur candi disebutkat bahwa Mpu Jatmika beragama hindu. Sedangkan India adalah asal agama hindu saya berpendapat bahwa keling yang disebutkan dalam tutur candi adalah Keling di jawa Timur. Yauitu terdapat di kabupaten kediri sekarang. Pada waktu itu keling yang terletak di kabupaten kediri merupakan bagian majapahit.
Dalam Negarakertagama disebutkan beberapa daerah di kalimantan yang tunduk kepada kerajaan Majapahit. Daerah-daerah itu antara lain Pasir, Barito, Tabalong, dan Kutai. Saya berpendapat apa yang disebut tabalong dalam Negarakertagama ialah Negaradwipa, temapat didirikanya candi angung terletak di daerah pingiran sungai tabalong. Sekarang tanjung kabupaten tabalong, wilayah bagian utara kalimatan seletan berbatasan dengan kalimatan timur dan juga masuk daerah Amuntai sekarang ini. Mungkin pada waktu prapanca menulis Negarakertagama, tabalong lebih dikenal oleh prapanca daripada Negaradwipa.
Buku Tutur candi menceritakan bahwa sebelum Mpu Jatmika mendirikan Negaradwipa dan candi angung. di Amuntai sudah ada kerajaan kahuripan. Mpu jatmika minta izin kepada raja khuripan melihat bahwa Mpu jatmika itu orang baik dan ia mengatulkan permintaannya. Tempat bermukim Mpu Jatmika berkembang dengan baik. Oleh karena raja khuripan sudah tua dan ia menaruh kepercayan dan sayang kepada Mpu Jatmika. Lalu Jatmika diangkat menjadi anaknya dan pewarisnya. Ketika raja Khuripan meninggal Mpu Jatmika menjadi pewaris raja itu dan seluruh negara dinamakan Negara dwipa menurut nama tempat bermukim yang dibangun oleh Mpu Jatmika.
Negaradwipa kemudian menaklukkan daerah-daerah sekitarnya seperti batang balangan. batang pitap, batang alai, batang amandit dan labuhan amas. Daerah-daerah yang ditaklukkan itu semua terletak di daerah Hulu sungai.
Menurut cerita rakyat yang hidup di antara orang Dayak manyan di hulu sungai Utara kurang lebih 3 KM dari amuntai di daerah tepi anak sungai Tabalong terletak kompleks bangunan kerajan Nan Sarunai. Kerajaan ini kemudian di hancurkan oleh kerajan Majapahit.
Wilayah Kerajan Nan Sarunai cukup luas. yaitu Barito, Tabalong dan pasir. Daerah-daerah itu menurut Negarakertagama termasuk daerah yang takluk kepada majapahit.
Bahasa apakah yang di jadikan bahasa resmi kerajan dan bahasa komunikasi umum di antara penduduk yang bahasa ibunya berlainan Dilihat dari kenyatan sekarang. di daerah bekas kerajan Nan Sarunai selain terdapat bahasa-bahasa yang pemakaiannya tidak banyak kaitannya luas. Yaitu bahasa melayu yang kemudian disebut bahasa Banjar, Bahasa manyan, dan bahasa pasir.
Mengigat bahwa bahasa Banjar pemakaiannya tersebar di daerah bekas kerajan Nan Sarunai seperti di pasir dan barito timur. Bahasa itu terutama dipakai sebagai bahasa komunikasi antara orang-orang Banjar yang ada di daerah itu dan antara orang-orang Banjar dengan orang-orang setempat. saya berpendapat bahasa resmi kerajan dan bahasa komunikasi umum di kerajaan Nan Sarunai
Nan Sarunai ditinjau dari sudut bahasa adalah nama Melayu, Nan berarti. ‘yang’ dalam bahasa banjar sekarang menjadi nang. Sarunai atau seruni mempunyai dua arti. Yauitu nama bunyi-bunyian yang di tiup dan nama sejenis tumbuh-tumbuhan yang terdapat baik di darat maupun di pantai. Serunai darat daun mudanya di pergunakan untuk merempahi makanan. Bunga dan buahnya jadi permainan anak-anak, serunai laut akarnya direbus untuk obat penyakit keputihan . Dari keteranagan di atas saya berpendapat bahwa nama kerajaan itu didasarkan kepada nama tumbuh-tumbuhan atau bunyi-bunyan yang terdapat di daerah itu.
Dalam disertasinya. Ras mengemukakan bahwa di daerah kalimantan selatan pada zaman prasejarah, lembah Barito itu adalah teluk yang dalam, Tetapi karena telah terjadi sedimentasi pada seribu tahun, daerah kerajaan Nan Sarunai yang dulunya terletak di tepi pantai sekarang ternyata terletak di tepi sungai.
Nan Sarunai yang ditaklukkan Majapahit pada abad ke 14 sudah terletak di tepi anak sungai tabalong. Hal ini saya ketahui dari arsip yang tersimpan di perpustakan resmi pemirintah tabalong dan Negarakertagama yang saya coba terjemehkan yang menyebut nama-nama daerah di Kalimantan yang tunduk kepada Majapahit. dengan menyebut nama-nama sungai, seperti Barito, Kapuas, Katingan dan Tabalong Kalau yang di terangkan oleh ras itu benar maka Nan Sarunai yang pertama sudah ada pada tahun 1400-1000=4000 atau atau abad -4 akan tetapi. Kalau diperhitungan dari penaklukan Nan Sarunai oleh Majapahit yang di perkirakan tahun 1350 dan penulisan di sertai Ras 1968. Maka saya meperkirakan Nan Sarunai yang pertama sudah ada pada tahun 618(1968-1350=618). Jika perkiran ini benar, maka pemakaian bahasa melayu di daerah Hulu sungai sudah dimulai pada abad ke-4 atau permulan abad ke-7 . Perkiraan ini tidak akan jauh meleset karena terdapatnya kerajaan Kutai di Kalimatan yang di perkirakan sudah ada abad ke-4 dan rakyatnya berbahasa Melayu. Selain itu bahasa melayu merupakan salah salah satu bahasa yang dipakai di kalimantan. Bahasa ini tidak hanya dipakai di daerah pantai, tetapi juga di pakai sampai ke pedalaman dan ke buki-bukit. Dari bahasa-bahasa di kalimantan yang termasuk bahasa Melayu. Saya hanya menyebutkan beberapa saja seperti bahasa Dayak Tidung di pulau Tarakan dan Malinau, Bahasa Berau di kalimantan Berau, bahasa kutai dipakai di Tenggarong, dan beberapa kecamatan di wilayah kabupaten kutai, Bahasa Banjar selain dipakai di Propinsi Kalimantan Selatan di pakai juga di Samarinda, Sanga-sanga, dan di beberapa tempat sepanjang sungai mahakam di kalimantan timur.
Kerajaan Negaradwipa yang merupakan kerajaan bawahan Majapahit melanjutkan memakai bahasa melayu sebagai bahasa komunikasi umum di wilayahnya. Di kalangan istana di pakai tata-cara seperti di kerajaan Majapahit, demikian juga rombongan pengiring Mpu Jatmika dan migrasi sebelumnya mengikuti tata cara bahasa orang wilayah kerajaan Majahit. Akan tetapi, lama-kelamaan semuanya berintegrasi dengan kebudayaan Melayu setempat. Hal ini dapat di perkirakan dari adanya sejumlah kosa kata dan kesinian yang terdapat pada kebudayan penduduk yang berbahasa Melayu yang menyerupai atau hampir sama dengan kosa kata dan kesinian Jawa.
Dari peninggalan yang berupa dasar candi beberapa benda purba lainya Negaradwipa yang istana kerajaanya berlokasi di Amuntai adalah kerajaan hindu. Dari denah candi dan batu batanya yang besar dapat diperkirakan bahwa candi si Amuntai itu bercorak jawa timur
Pusat kerajaan dan nama kerajaan tidak selamanya tetap, pusat kerajaan Negaradwipa pernah pindah ke Danau Panggang, masih di wilayah Hulu sungai Utara. Lalu pindah lagi ke Negara dan nama kerajaanya Negara Daha dan pelabuhannya bernama Marabahan. Negara sekarang masuk Hulu sungai selatan dan Marabahan sekarang menjadi ibu kota Barito kuala. Bahasa yang di pakai di kabupaten Barito Kuala ialah bahasa Bakumpai. salah satu dialek bahasa Ngaju.
Bahasa kerajaan dan bahasa komunikasi umum di Nagara daha adalah bahasa Melayu, sedangkan rakya di kerejaan itu yang bahasa ibunya sama. menggunakan bahasa sebagai bahasa komunikasi idan kalau berlainan bahasa ibu, akan menggunakan bahasa melayu.
Ada beberapa bahasa di kalimatan, yang masih termasuk satu keluarga dapat diasumsikan bahwa bahasa-bahsa itu beresal dari satu induk bahasa. Bahasa induk induk itu ialah bahasa melayu polinesia pendudukung bahasa induk ini datang dari daratan Asia Tenggara, peristiwa itu terjadi mungkin sekitar tahun 1500-1000 sebelum masehi Migrasi dari daratan Asia tenggara ada dua arah. Pertama dari daratan asia tenggara ke kalimantan utara, kalimantan timur, dan kalimantan tenggara; kedua dari daratan Asia tenggara ke semenanjung Malaysia terus ke Sumatera, jawa, dan kalimantan selatan
Saya menekankan daratan Asia tenggara karena di daratan Asia tenggara karena di daratan Asia tenggara terdapat bahasa yang tergolong Malayu Polinesia, Yaitu bahasa cham dan beberapa bukit seperti khade dan Jarai
Ketiga bahasa itu terdapat di Vietnam bagian selatan. Selain itu orang -orang di daerah itu mempunyai persamaan kebudayaan pula dengan orang-orang Hulu sungai di Kalimantan Tenggara (Propinsinya disebut Propinsi Kalimantan selatan). peramaan yang saya maksudkan ialah cara menanam padi ladang dengan sistem tungal dan penggunaan bambu untuk berbagai keperluan. Seperti rumah gelas, alat masak, dan alat keperluan lainya. Burling(1965:29) dalam buku nya mengemukakan bahwa orang luar menggolongkannya sebagai orang yang berkebudayaan bambu.
Kerajan Daha, yang terletak sekitar kecamatan Negara sekarang tidak selamanya aman dan tentram. Pada suatu waktu timbul kegoncangan karena raja dibunuh oleh saudaranya sendiri dengan menyuruh pelayan istana. Pelayan istana yang membunuh raja lalu dibunuh lagi oleh yang menyuruhnya. Kemudian ian mengangkat dirinya sendiri menjadi raja di negara daha. Anak raja yang mrngembara itu bernama Pangeran Samudera. Setelah dirawat dan dipelihara baik-baik lalu patih muhur dari sarapan, dan patih dari Balitung. Kemudian diadakan perundingan tentang pengangkatan pangeran samudera sebagai raja. Pengangkatan pangeran samudera sebagai raja disetujui oleh patih Rumah patih masih dijadikan istana dan nama keraannya Bandarmasih dan nama rakyatnya orang bandarmasih. (di ambil dalam buku tulisan Bondan 1953).
Bandar berarti pelabuhan. Pelabuhan di sini adalah pelabuhan sungai dan masih di ambil nama patih Masih. Bagaimana terjadinya Bandarmasih ini kemudian menjadi Banjarmasin ?
Saya meperkirakan perubahan dari Bandarmasih menjadi Banjarmasin adalah sebagai berikut; Daerah kuwin tempat Patih Masih tinggal rumahnya berbajar-banjar atau berleret-leret sepanjang tepi sungai dan kalau terjadi kemarau panjang air sepanjang tepi sungai itu menjadi masin atau asin, dari kata banjar dan masin itu terjadilah Banjarmasin
Kapan terjadi kata Bandarmasih menjadi Banjarmasin, saya belum menemukan tahun asal atau peristiwanya. Nama Banjarmasin yang saya ketahui selain lisan dan nama resmi sekarang, saya ketahui dari buku tulisan Van Ras Berjudul De Bandjermasinscne Krijg. Yang di sadur oleh Gusti Mayor dengan judul perang banjar.
Menurut ceritera rakyat yang hidup disana candi angung dibangun oleh Mpu jatmika. Dalam kitab Tutur candi disebutkan bahwa Mpu Jatmika berasal dari negeri keling
Umumnya orang di daerah hulu sungai berpendapat negeri keling yang disebutkan dalam cerita rakyat dan tutur candi adalah di India. Oleh karena dalam cerita rakyat dan Tutur candi disebutkat bahwa Mpu Jatmika beragama hindu. Sedangkan India adalah asal agama hindu saya berpendapat bahwa keling yang disebutkan dalam tutur candi adalah Keling di jawa Timur. Yauitu terdapat di kabupaten kediri sekarang. Pada waktu itu keling yang terletak di kabupaten kediri merupakan bagian majapahit.
Dalam Negarakertagama disebutkan beberapa daerah di kalimantan yang tunduk kepada kerajaan Majapahit. Daerah-daerah itu antara lain Pasir, Barito, Tabalong, dan Kutai. Saya berpendapat apa yang disebut tabalong dalam Negarakertagama ialah Negaradwipa, temapat didirikanya candi angung terletak di daerah pingiran sungai tabalong. Sekarang tanjung kabupaten tabalong, wilayah bagian utara kalimatan seletan berbatasan dengan kalimatan timur dan juga masuk daerah Amuntai sekarang ini. Mungkin pada waktu prapanca menulis Negarakertagama, tabalong lebih dikenal oleh prapanca daripada Negaradwipa.
Buku Tutur candi menceritakan bahwa sebelum Mpu Jatmika mendirikan Negaradwipa dan candi angung. di Amuntai sudah ada kerajaan kahuripan. Mpu jatmika minta izin kepada raja khuripan melihat bahwa Mpu jatmika itu orang baik dan ia mengatulkan permintaannya. Tempat bermukim Mpu Jatmika berkembang dengan baik. Oleh karena raja khuripan sudah tua dan ia menaruh kepercayan dan sayang kepada Mpu Jatmika. Lalu Jatmika diangkat menjadi anaknya dan pewarisnya. Ketika raja Khuripan meninggal Mpu Jatmika menjadi pewaris raja itu dan seluruh negara dinamakan Negara dwipa menurut nama tempat bermukim yang dibangun oleh Mpu Jatmika.
Negaradwipa kemudian menaklukkan daerah-daerah sekitarnya seperti batang balangan. batang pitap, batang alai, batang amandit dan labuhan amas. Daerah-daerah yang ditaklukkan itu semua terletak di daerah Hulu sungai.
Menurut cerita rakyat yang hidup di antara orang Dayak manyan di hulu sungai Utara kurang lebih 3 KM dari amuntai di daerah tepi anak sungai Tabalong terletak kompleks bangunan kerajan Nan Sarunai. Kerajaan ini kemudian di hancurkan oleh kerajan Majapahit.
Wilayah Kerajan Nan Sarunai cukup luas. yaitu Barito, Tabalong dan pasir. Daerah-daerah itu menurut Negarakertagama termasuk daerah yang takluk kepada majapahit.
Bahasa apakah yang di jadikan bahasa resmi kerajan dan bahasa komunikasi umum di antara penduduk yang bahasa ibunya berlainan Dilihat dari kenyatan sekarang. di daerah bekas kerajan Nan Sarunai selain terdapat bahasa-bahasa yang pemakaiannya tidak banyak kaitannya luas. Yaitu bahasa melayu yang kemudian disebut bahasa Banjar, Bahasa manyan, dan bahasa pasir.
Mengigat bahwa bahasa Banjar pemakaiannya tersebar di daerah bekas kerajan Nan Sarunai seperti di pasir dan barito timur. Bahasa itu terutama dipakai sebagai bahasa komunikasi antara orang-orang Banjar yang ada di daerah itu dan antara orang-orang Banjar dengan orang-orang setempat. saya berpendapat bahasa resmi kerajan dan bahasa komunikasi umum di kerajaan Nan Sarunai
Nan Sarunai ditinjau dari sudut bahasa adalah nama Melayu, Nan berarti. ‘yang’ dalam bahasa banjar sekarang menjadi nang. Sarunai atau seruni mempunyai dua arti. Yauitu nama bunyi-bunyian yang di tiup dan nama sejenis tumbuh-tumbuhan yang terdapat baik di darat maupun di pantai. Serunai darat daun mudanya di pergunakan untuk merempahi makanan. Bunga dan buahnya jadi permainan anak-anak, serunai laut akarnya direbus untuk obat penyakit keputihan . Dari keteranagan di atas saya berpendapat bahwa nama kerajaan itu didasarkan kepada nama tumbuh-tumbuhan atau bunyi-bunyan yang terdapat di daerah itu.
Dalam disertasinya. Ras mengemukakan bahwa di daerah kalimantan selatan pada zaman prasejarah, lembah Barito itu adalah teluk yang dalam, Tetapi karena telah terjadi sedimentasi pada seribu tahun, daerah kerajaan Nan Sarunai yang dulunya terletak di tepi pantai sekarang ternyata terletak di tepi sungai.
Nan Sarunai yang ditaklukkan Majapahit pada abad ke 14 sudah terletak di tepi anak sungai tabalong. Hal ini saya ketahui dari arsip yang tersimpan di perpustakan resmi pemirintah tabalong dan Negarakertagama yang saya coba terjemehkan yang menyebut nama-nama daerah di Kalimantan yang tunduk kepada Majapahit. dengan menyebut nama-nama sungai, seperti Barito, Kapuas, Katingan dan Tabalong Kalau yang di terangkan oleh ras itu benar maka Nan Sarunai yang pertama sudah ada pada tahun 1400-1000=4000 atau atau abad -4 akan tetapi. Kalau diperhitungan dari penaklukan Nan Sarunai oleh Majapahit yang di perkirakan tahun 1350 dan penulisan di sertai Ras 1968. Maka saya meperkirakan Nan Sarunai yang pertama sudah ada pada tahun 618(1968-1350=618). Jika perkiran ini benar, maka pemakaian bahasa melayu di daerah Hulu sungai sudah dimulai pada abad ke-4 atau permulan abad ke-7 . Perkiraan ini tidak akan jauh meleset karena terdapatnya kerajaan Kutai di Kalimatan yang di perkirakan sudah ada abad ke-4 dan rakyatnya berbahasa Melayu. Selain itu bahasa melayu merupakan salah salah satu bahasa yang dipakai di kalimantan. Bahasa ini tidak hanya dipakai di daerah pantai, tetapi juga di pakai sampai ke pedalaman dan ke buki-bukit. Dari bahasa-bahasa di kalimantan yang termasuk bahasa Melayu. Saya hanya menyebutkan beberapa saja seperti bahasa Dayak Tidung di pulau Tarakan dan Malinau, Bahasa Berau di kalimantan Berau, bahasa kutai dipakai di Tenggarong, dan beberapa kecamatan di wilayah kabupaten kutai, Bahasa Banjar selain dipakai di Propinsi Kalimantan Selatan di pakai juga di Samarinda, Sanga-sanga, dan di beberapa tempat sepanjang sungai mahakam di kalimantan timur.
Kerajaan Negaradwipa yang merupakan kerajaan bawahan Majapahit melanjutkan memakai bahasa melayu sebagai bahasa komunikasi umum di wilayahnya. Di kalangan istana di pakai tata-cara seperti di kerajaan Majapahit, demikian juga rombongan pengiring Mpu Jatmika dan migrasi sebelumnya mengikuti tata cara bahasa orang wilayah kerajaan Majahit. Akan tetapi, lama-kelamaan semuanya berintegrasi dengan kebudayaan Melayu setempat. Hal ini dapat di perkirakan dari adanya sejumlah kosa kata dan kesinian yang terdapat pada kebudayan penduduk yang berbahasa Melayu yang menyerupai atau hampir sama dengan kosa kata dan kesinian Jawa.
Dari peninggalan yang berupa dasar candi beberapa benda purba lainya Negaradwipa yang istana kerajaanya berlokasi di Amuntai adalah kerajaan hindu. Dari denah candi dan batu batanya yang besar dapat diperkirakan bahwa candi si Amuntai itu bercorak jawa timur
Pusat kerajaan dan nama kerajaan tidak selamanya tetap, pusat kerajaan Negaradwipa pernah pindah ke Danau Panggang, masih di wilayah Hulu sungai Utara. Lalu pindah lagi ke Negara dan nama kerajaanya Negara Daha dan pelabuhannya bernama Marabahan. Negara sekarang masuk Hulu sungai selatan dan Marabahan sekarang menjadi ibu kota Barito kuala. Bahasa yang di pakai di kabupaten Barito Kuala ialah bahasa Bakumpai. salah satu dialek bahasa Ngaju.
Bahasa kerajaan dan bahasa komunikasi umum di Nagara daha adalah bahasa Melayu, sedangkan rakya di kerejaan itu yang bahasa ibunya sama. menggunakan bahasa sebagai bahasa komunikasi idan kalau berlainan bahasa ibu, akan menggunakan bahasa melayu.
Ada beberapa bahasa di kalimatan, yang masih termasuk satu keluarga dapat diasumsikan bahwa bahasa-bahsa itu beresal dari satu induk bahasa. Bahasa induk induk itu ialah bahasa melayu polinesia pendudukung bahasa induk ini datang dari daratan Asia Tenggara, peristiwa itu terjadi mungkin sekitar tahun 1500-1000 sebelum masehi Migrasi dari daratan Asia tenggara ada dua arah. Pertama dari daratan asia tenggara ke kalimantan utara, kalimantan timur, dan kalimantan tenggara; kedua dari daratan Asia tenggara ke semenanjung Malaysia terus ke Sumatera, jawa, dan kalimantan selatan
Saya menekankan daratan Asia tenggara karena di daratan Asia tenggara karena di daratan Asia tenggara terdapat bahasa yang tergolong Malayu Polinesia, Yaitu bahasa cham dan beberapa bukit seperti khade dan Jarai
Ketiga bahasa itu terdapat di Vietnam bagian selatan. Selain itu orang -orang di daerah itu mempunyai persamaan kebudayaan pula dengan orang-orang Hulu sungai di Kalimantan Tenggara (Propinsinya disebut Propinsi Kalimantan selatan). peramaan yang saya maksudkan ialah cara menanam padi ladang dengan sistem tungal dan penggunaan bambu untuk berbagai keperluan. Seperti rumah gelas, alat masak, dan alat keperluan lainya. Burling(1965:29) dalam buku nya mengemukakan bahwa orang luar menggolongkannya sebagai orang yang berkebudayaan bambu.
Kerajan Daha, yang terletak sekitar kecamatan Negara sekarang tidak selamanya aman dan tentram. Pada suatu waktu timbul kegoncangan karena raja dibunuh oleh saudaranya sendiri dengan menyuruh pelayan istana. Pelayan istana yang membunuh raja lalu dibunuh lagi oleh yang menyuruhnya. Kemudian ian mengangkat dirinya sendiri menjadi raja di negara daha. Anak raja yang mrngembara itu bernama Pangeran Samudera. Setelah dirawat dan dipelihara baik-baik lalu patih muhur dari sarapan, dan patih dari Balitung. Kemudian diadakan perundingan tentang pengangkatan pangeran samudera sebagai raja. Pengangkatan pangeran samudera sebagai raja disetujui oleh patih Rumah patih masih dijadikan istana dan nama keraannya Bandarmasih dan nama rakyatnya orang bandarmasih. (di ambil dalam buku tulisan Bondan 1953).
Bandar berarti pelabuhan. Pelabuhan di sini adalah pelabuhan sungai dan masih di ambil nama patih Masih. Bagaimana terjadinya Bandarmasih ini kemudian menjadi Banjarmasin ?
Saya meperkirakan perubahan dari Bandarmasih menjadi Banjarmasin adalah sebagai berikut; Daerah kuwin tempat Patih Masih tinggal rumahnya berbajar-banjar atau berleret-leret sepanjang tepi sungai dan kalau terjadi kemarau panjang air sepanjang tepi sungai itu menjadi masin atau asin, dari kata banjar dan masin itu terjadilah Banjarmasin
Kapan terjadi kata Bandarmasih menjadi Banjarmasin, saya belum menemukan tahun asal atau peristiwanya. Nama Banjarmasin yang saya ketahui selain lisan dan nama resmi sekarang, saya ketahui dari buku tulisan Van Ras Berjudul De Bandjermasinscne Krijg. Yang di sadur oleh Gusti Mayor dengan judul perang banjar.