Translate

Kamis, 19 Mei 2016

Pemerintah Indonesia Pertamina, VS Masyarakat



Pemerintah Indonesia Pertamina, VS Masyarakat


WELCOME BLOGGER FROG GOZILLA
Terima kasih pada anda para pembaca yang sudah mau melungkan waktu berharga anda hanya untuk membaca tulisan saya 


Pendahuluan 

Avril fans fender Banjarmasin Aceh, redaksi reporter junalis kantor berita Canada

Tulisan ini saya bisa pertangung jawabkan kebenaran nya, dan saya bisa di panggil untuk bersaksi, tulisan ini juga adalah hasil diskusi di Kantor Berita Canada Banjarmasin, bersama Avril fans fender Banjarmasin Aceh, Ormas Sumatera, Milisi Aitarak, GAM, dan OPM Papua,
Tulisan ini membahas dan memberi bukti atas kejahatan Pemerintah Indonesia dengan BUMN nya Pertamina yang menguras harta Indonesai demi memperkaya diri sindiri, pertamina menambang minyak tanpa membangun daerah yang di ambil minyak.
Mohon juga saya kebijakan anda pembaca, karena tulisan ini saya tulis dengan kalimat kasar, sesuai dengan hasil diskusi nya.


Pemerintah Indonesia Pertamina, VS Masyarakat



Masalah ini sebenar nya sudah lama terjadi di Indonesia ini, tapi belum ada penyelesa secara benar dan tuntas, seringkali masalah sengketa ini melahirkan pemberotakan baru di daerah-daerah Nusantara, yang jauh dengan Pemerintah pusat.
Kami memaklumi semua lahir nya kaum Pemberontak di Indonesia ini, lahir nya pun juga tidak lepas dari perbuatan dosa oleh pemerintah Indonesia sendiri, dalam perjalanan kami menelusuri daerah nusantara ini, kami dapat bukti nya dan melihat langsung dengan mata kepala sendiri apa yang sedang terjadi dan apa penyebab nya, saya beritahu anda, apa yang ada di berita di media-media Tv Indonesia adalah dusta belaka untuk membela pemerintah pusat atas kejahatan di daerah-daerah nuantara, mungkin anda tahu GAM Aceh, jika di media pasti sudah di cap jelek penjahat pembangkang dan penghianat, jika media Tv Jakarta jujur, maka Pemerintah Indonesia teracam bubar dan membetuk ulang negara ini menjadi lebih baik dari yang sakarang ini.
Sengketa ini sudah ada pada zaman orde lama nya Soekarno, yang membuat perjanjian dengan tokoh-tokoh penjuang Islam Indonesia, yang utama nya adalah Aceh, Presiden Soekarno menjanjikan pada ulama Islam, jika nanti menang mengusir penjajah di Indonesia, maka kita akan bentuk Negara Islam Indonesia, dan nyata nya tidak pernah di tepati, dan ini lah awal sengketa tak terselesaikan itu, dan Aceh adalah aktor utama dalam menangih janji itu, hingga lahir GAM Aceh, tapi yang perlu anda tahu juga bukan masalah Agama saja juga aktor yang mendorong banyak lahir pemberotakan di daerah, faktor inti kami dapat di lapangan menunjukan ada ke tidak adilan pemerintah pusat pada Daerah-daerah Nusantara ini, Timor Lesti dan Aceh adalah Daerah yang sukses salam berjuang menutut ke adilan ini, Timor Lesrti mendirikan negara sendiri, dan Aceh meredeka di dalam bingkai NKRI, Aceh masih Indonesia tapi dapat hak Istimewa dari Pemerintah pusat untuk menjalakan hukum Islam di daerah nya serta mengelola sendiri daerah nya tanpa campur tangan pemerintah, dan yang penting juga di ketahu adalah, GAM Aceh itu tidak lah semua memberotak karena agama, tapi Inti nya adalah Ottonomi Daerah seprti yang terjadi di Papua itu.
Dulu masa rezim orde lama dan baru, GAM Aceh dan kelompok pemberotak Indonesia, memang menuntun janji Sokarno atas janji membuat Negara Islam Indonesia, tapi setelah pada akhir dari rezim orde baru nya Pak harto, peta pemberontakan ini berubah menjadi inggin keluar NKRI, dan menuntutu akan pembangunan daerah.
Memang kita tidak ingin bicara kaum pemberontak, tapi anda kurang jelas masalah nya jika tidak mengetahu akar nya, kenapa menjadi Pemerintah Indonesia Pertamina VS Masyarakat, itu sudah saya katakan peta pemberontkan Indonesia sudah berubah 80%, dulu ingin mendirikan negara Islam Indonesia, sekarang menuntut otonomi daerah, dan Pertamina adalah aktor untama yang kerapkali di salahkan dan menjadi korban nya.
Kenapa di sini hanya menekankan GAM Aceh, juga jadi aktor utama dalam teladan kaum Pemberontak Indonesia bukan yang lain, seperti Aitarak atau yang berhasil lain nya macam Malasyia, nah jawaban adalah, Pemberontakan di daerah nusantara itu bukan berniat untuk keluar dari NKRI tapi menuntut hak daerah nya, dan itu maka nya GAM Aceh jadi Acuan kaum pemberontak Indonesia, karena GAM Aceh melakukan Pemberontakan itu bukan untuk keluar dari Indonesia tapi minta hak nya dan janji pemerintah Orde Lama, tapi juga di dasari adalah hak rakyat banyak, jika GAM Aceh itu hanya berasas Agama maka dukungan akan kurang, mungkin yang berjuang berani melawan TNI hanya ulama dan kaum fanatik Agama saja, tapi juga minta keadilan sosial hingga yang lain dan bukan kaum fanatik agama juga ikut berjuang di dalam kanca nya, saya sudah panjang lebar memahami masalah ini, dan saya juga bicara langsung pada mereka, GAM Aceh yang moderen sudah mengambil hikmah ke gagalan Tuanku Muhammad Daut Beureue yang gagal, karena Daut hanya berasas Agama, dan pendukung nya sedikit mudah di tumpas, di tangan Hasan Tiro rakyat Aceh Berhasil, dan keberhasilan nya ini juga membuat semangat juang daerah lain di Indonesia, Khusus nya Sumatera, Kalimantan dan Papua, Timor Lesti yang berhasil keluar NKRI tidak jadi Acuan kaum pemberontak.
Saya jelaskan sejelas mungkin, Papua bukan daerah Muslim Indonesiam tapi OPM Papua kaum Pemberontak nya ikut jalan GAM Aceh dalam berjuang nya, dan kelompok lain nya, yang baru kelompok-kelompok pemberontak Indonesia lahir adalah, Negera Federasi Sumatera, Ormas Sumatera, Kuripan Divisi Kalimantan, Tan Malaka Minangkabau, dan Palembang SMB, dan kelompok baru ini lahir sebenar bukan dari kaum militer terlatih Macam Gam atau Aitarak, tapi mereka adalah masyarakat sipil yang sudah cape berdemontrasi yang juga tidak di pedulikan pemerintah pusat, dan lama-lama kelamaan berubah menjadi kelompok bersenjata dan pemberontak.
Dan jika anda orang Jakarta dan Pulau jawa, anda tidak akan mengerti mengapa mereka melakukan pemberontakan, dan kenapa Jakarta terus jadi sasaran nya, saya akan jelaskan sejelas mungkin.
Jika anda butuh bukti kirim email pada saya, dan saya akan tunjukan bukti nya, Masyarakat luar pulau Jawa dan Jakarta merasa terjajah oleh pemerintah pusat jakarta, yang di angap hanya kepingtingan Jakarta jawa saja, hal rasisi juga terasa dalam kelompok ini, karena ada 3 pulau besar yang menyumbang pajak besar pada pemerintah Indonesia tapi di anak tirikan nya, pulau itu adalah Kalimantan, Sumatera dan Papua, jika ada media-media masa Jakarta kusus nya media tv ini punya jangkauan luas dalam pemberitan serta jujur dalam memberitakan semua kejadian yang ada di Nusantara ini, maka anda akan banyak menemukan kejadian-kejadian yang begitu mengerikan terjadi tidak mengenal waktu, kejadian itu tidak lain adalah kontak senjata, dalam kontak senjata ini bisa dari TNI POLRI vs Pemberontak, tapi bisa juga Pemberontak vs Pemberontak saling tembak, itu karena tidak punya senjata maka mereka merampas senjata kelompok pemberontak lain, yang di hitung nya sudah bisa di hadapi dalam arti kata 90% pasti berhasil dalam merampas senjata nya, tapi biasa sebelum kontak senjata terjadi mereka mengadakan pertemuan, lalu berbicara kerjasama, jika sepakan bagus, tapi jika tidak kontak senjata dan perampasan bisa terjadi, dan anda juga harus tahu pembaca, jika ada orang tewas tertebak di berita tv, itu bisa jadi dia adalah kaum pemberontak, atau mengetahui rahasia pemberontak jika tidak di bunuh bisa berbahaya bagi kaum pemberontak tersebut.
Pemeberetok bukan teroris, seperti ada di timor tengah dan melakukan Aksi meledakan diri nya, atau melakukan pengeboman, hanya untuk menakuti atau meneror saja, Pemberontak bertujuan mengubah pemerintah yang sudah ada ini menjadi pemerintah baru yang di inginkan kaum peberontak tersebut, jadi tidak sama dengan Teroris, dan jangan angap ini enting.
Daerah yang saat ini di landa konflik pajang adalah, Papua, Sumatera, dan Kalimantan, mungkin di berita TV tidak di muat, mungkin media Tv jakarta tidak luas jangkuan atau sengaja merahasiakan nya, di Papua hampir setiap hari ada TNI yang terbunuh, baik di tusuk atau di tembak, jika anda tanyakan juga dengan pemerintah mereka akan menjawan aman-aman saja, padahal suasana memanas.
Terilibat nya Pertamina Indonesia dalam konflik masyarakat sama dengan Freepotrs maling emas Papua itu, karena pertamina di mata rakyat adalah perampok pengurus harta mereka, dan ini di mulai dari tahun 1995 lalu, atau lahir nya Ormas Sumatera, akibat dari tidak di pedulikan Ormas Sumatera Nekat merampas Truk Tangki Pertamina, lalu bensin di dalam nya di ambil mereka untuk di jual dan uang nya untuk membangun sekola-sekolah yang ada di Sumatera, dan kejadian ini terjadi pada tahun 2007 lalu, dan ini juga membuat tumbuh kelompok pemuda baru yang nekat menyerang Industri-Industri di Sumatera, seperti Misuji lampung, pemerintah daerah yang di salahkan melempar ke pemerintah pusat kesalahan ini, pemerintah melempar lagi ke Industri, dan Industri balik lempar kesalahan itu dengan bukti dia bayar pajak, jika masyarakat minta bengunan pasiltas umum ke pemerintah bukan pada Industri mereka, karena mereka sudah bayar pajak, jika mereka tidak bayar pajak dengan pemerintah maka mereka Industri akan bersedia memenuhi tuntutan masyarakat banyak, dan Industri yang selalu berkata sepetri itu adalah Pertamina dan Freeporst, yang melepar balik lagi masalah ke pemerintah pusat, ujung nya kota Jakarta sararan nya, kenapa begitu jawaban, nya adalah jakrata terus di bangun, dan di pikiran masyarakat luar Jakarta, itu uang pajak dari daerah kita di rapas mereka lalu di bangun untuk Jakarta dan memperkaya diri mereka sendiri.
Dan tidak salah rupanya Tan Malaka yang meramalkan keadan Indonesia setelah merdeka di dalam buku tulisan Aksi Masa, Tan Malaka punya pekiran berlawanan dengan Presiden Sokarno, atas kemerdeka Indonesia, Tan Malaka Ingin kemerdekan 100% tanpa ada campur tangan asing, sedangkan Sokarno dengan cara bertahap mengabil semua aset belanda di Indonesia, setelah berbeda padangan ini, dia berkata pada Sokarno, jika saya mati, maka suara saya akan lebih keras dari dalam kubur, dan banyak pejuang yang menuruskan apa yang saya maksut dengan kemerdekan 100% itu, dan setelah merdeka nanti di bawah pemimpin Sokarno akan terjadi perpecahan disebakan nya, Presiden Sokarno lambat dalam masih beruding, tidak asa 100% merdeka, dan ternyata benar sekali, pada inti pemerintah Indonesia yang selalu melakukan pemebiyaran terhadap Industri Asing jadi biang kaladi nya perpecahan Indonesia, dan itu nyata lihatlah sekarang ini, Tan Malaka Benar.
Saya dan Kawan-kawan Avril fans fender Banjarmasin, dalam mencari bukti di Kalimantan, kami menemukan ada lebih dari 56 kasus penyerangan oleh kaum pemberontak yang tidak di tulis dan di beritakan di media masa, alasan bisa memperluas dukung terhadap kaum pemberontak, di Kalimantan hanya ada 2 kelompok yang paling gigih berjuang untuk Kalimantan, mereka adalah orang Banjarmasin dan Dayak bakumpai yang berdiam di pesisir sungai Barito, 2 kelompok maysarakat ini adalah yang paling untama dalam melawan pemerintah Indonesia, bahkan mereka ini pernah berniat untuk ikut Malasyia, dan saran saya bagi Pemerintah Indonesia cepat selesaikan sengketa ini, jika di biarkan berlarut-larut perpecahan terjadi lagi, mereka Banjar Melayu 1 pikiran dengan Malasyia, jika suatu saat mau mendukung nya apa lagi memberi senjata, maka katakan lah Selamat berpisah Kalimantan, kita akan saling merindukan satu sama yang lain nya bagai Timor Lesti, Konflik ini saat ini sedang melebar luas di Kalimantan, dan jika ada TNI yang mati di hutan Kalimantan, saya berani nyatakan 70% mereka yang melakukan nya, banyak kilang minyak Pertamina di hutan kalimantan di duduki meraka bahkan pembunuhan terhadap kaum sekongkol pertamina kerap terjadi, dan ini hanya tidak di beritakan saja di TV jadi anda tidak tahu, pembakaran mobil PT adaro di Tabalong, juga kelompok yang sama pelaku nya Dayak bakumpai dan suku Melayu Banjarmasin, bahkan mereka juga ikut menembaki TNI di perbatasan Malasyia Kaliamantan, mereka juga memantau hutan setiap hari nya dengan berpura-pura menjadi petani karet, padahal mereka menjaga Tambang Minyak nya, dari pengetahuan pemerintah Indonesia, jika ada mengetahu Tambang minyak milik dayak Bakumpai dan Banjar, mereka bisa membunuh sepihak tanpa alasan jelas, mereka bagai hantu di dalam hutan Kalimantan, karena mereka lebih cepat dalam memindah mesin bor Minyak nya dari pada Pertamina, padahal mereka tidak punya Alat berat mengamgkut nya, dan pencurian minyak pertamina di Kaliamantan juga mereka pelaku nya, dan ini sebenar nya Pemerintah Banjarmasin dan Kalteng tahu ini, cuma berdiam saja membiyarkan nya, jika di tangani bisa banyak korban yang jantuh, dengan juga Pemerintah Daerah Kalimantan tidak 1 pemikiran dengan pemerintah pusat Jakarta, seperti tuturkata Gubernur Terasnarang Kalteng yang jelas sekali menentang pemerintah pusat, kata nya, saya hanya senyum saja di depan mereka, dan berjabat tangan hanyalah hiasan belaka, tapi di sisil lain saya akan perangi mereka semua nya, saya sebagai Guberbur merasa sangat di batasi Pemerintah Jakarta untuk membangun kalteng, kita juga semua tahu bahwa Pajak di pengang pemerintah pusat Jakarta, dan mereka hanya memrikan sedikit saja pada Kalteng, dan saya tidak mengukit Banjar dan Bankumpai yang menambang minyak sendiri di Kalimantan, dan apa yang mereka lakukan adalah hal benar, dari uang minyak mereka lah jalanan dan sekolah di desa-desa atau tanah-tanah di bangun, sedangkan pertamina yang punya banyak sumur minyak itu tidak bisa berbuat apa yang di buat, kelompok banjar dan bakumpai itu, jadi jelas sudah anda tahu juga, pemerintah daerah juga mendukung Banjar, dan dayak Bakumpai itu, dan itulah yang membuat mereka aman hinga sekarang ini, di Sumatera juga begitu terjadi nya, yang di tangkap polisi menambang minyak liar itu hanya sebagian saja, tapi masih banyak lagi di dalam, dan ini akan terus berlangsung jika pemerintah Indonesia belum berdamai dengan kelompok Pemberontak bagi pemerintah yang memandang nya jahat tapi kelompok pahlawan bagi rakyat Kaliamantan dan Sumatera mereka itu, dari hasil penjualan minyak nya lah, banyak dari anak-anak pendalaman suku dayak bisa bersekolah di kota bahkan kuliah ke Malasyia, jika mengharap pemerintah Indonesia yang di salahkan Pertamina itu sudah tidak mungkin terjadi.
Yang membuat lahir nya kembali semangat perlawanan terhadap pemerintah Jakarta, tidak lain pelaku nya adalah GAM Aceh, dan Negera Federasi Sumatera, dari Negera Fedrasi Sumatera dan GAM Aceh, lahir Ormas Sumatera, dan setelah nya, Kuripan divisi Laskar Islam yang pernah di pimpin Ibnu Hajar Melawan Sokarno hidup kebambali dan OPM Papua yang sempat pakum juga menjadi segar kambali.
Kejadian pembunuhan oleh polisi di Sumatera atas kasus mesuji dan tidak selesai ini menimbukal kecewa dan dendam di pihak keluar korban juga, lalu tidak di gubril juga oleh pemerintah, maka mereka ikut GAM Aceh, dan asal anda tahu GAM Aceh bisa beli senjata banyak melawan Pemerintah, tidak lain dari kecerdasan oleh Hasan Tiro, yang mengajari pemuda-pemuda Aceh menjadi Tentara mandiri hidup tanpa tergatung pusat, Mereka GAM Aceh, bisa membor minyak di hutan lalu di tukar menjadi senjata, mereka juga bisa menambang emas di hutan untuk di jual dan di tukar sebagai barang logestik, mereka juga di ajari bahasa Ingris oleh Hasan Tiro, dan begitu lah menggapa mereka mudah membeli senjata di luar negari, karena mereka bisa bicara Ingris dan latin, Ormas Sumatera meniru itu, dan yang membawa nya ke Kalimantan adalah Tuanku Muhammad Yasin, yang dulu kabur dari Sumatera, lari ke Kalimantan, dan Muhammad Yasin ini lah yang menghidupkan kebambali Banjar dan Dayak Bakumpai di pesisir sungai bariro.
Saya cukup segan juga dengan orang Aceh, Kerana setiap saya bertemu orang Aceh di mana saja, semangat nya yang berkobar yang tidak mau di jajah itu terus ada, dulu juga orang Aceh menghidupkan kembali Perlawanan terhadap belanda, sebernar dalam sejarah Banjamasin, orang Aceh itu bernama Ali, yang asal adalah pejuang Aceh melawan belanda pada tahun 1850 yang lalu, dan tertangkap di buang dan jadi budak belanda di Tambang Batu bara Belanda di muning sekarang kota Rantau benua lima Kalsel, Ali ini mengajak budak perang melawan belanda, hingga muncul nya tokoh Pahlawan Banjarmasin, bernama Pangeran Antasari dan Temengung Surapati, atas dasar Aling, dan Pageran kuning Suriyanata, di Tampai makah, dan ini desebut juga penembahan Kesultanan Banjarmasin, dari ali orang Aceh ini lah prestiwa moning terjadi, lalu lari nya Pangeran Antasari dari belanda serdadu, ke Tanah-tanah dayak di pesisir sungai Barito, hingga bertemu Surapati seorang Muslim dari bangsawan dayak bakumpai, dan mereka ini musuh belandan no 1 di seluruh penjuru Kaliamantan, Prestiwa yang terkenal pengaraman kapal belanda di sungai barito, Tapi setelah Antarsari meningak pada tahun 1862 lalu, perjuangan melawan belanda tidak sehebat dulu lagi, dan akhir nya anak Antasari bernama Muhammad Seman melarikan diri ke Kalteng, bertemu lagi dengan orang-ornag Aceh, dan perang melawan Belanda terjadi lagi, bahkan mereka menang dan membatasi Belanda di Kalimantan, hingga Muhamaad Seman juga tewas di dalam perang, Banjarmsin jatuh kentangan belanda, lalu ada lagi gerakan laskar Islam, yang menenatng Belanda, hingga di pimpin orang yang bernama Ibnu Hajar lahir di benua 5 Kandangan Kalsel, bertemu laskar Islam Aceh, perang merebut Barabai dari belanda terjadi lagi, hingga pada akhirnya Ibnu hajar balik melawan Sorkarno, dan kelompok nya ini lah yang lari ke hutang Kaliamatan, lalu betemu lagi dengan yasin, hiduplah perjuang kambali.
Muhammad Yasin orang pertama mengajari menambang minyak sendiri dan menjual nya, begitu juga di Papua, Ali Pasha lah yang mengajari OPM Papua menambang minyak sendiri seperti terdapat di Sumatera dan Kalimantan, walau Muhammad Yasin sudah lama tewas di Palestina melawan Isreal, tapi semangat masih hidup di hati Banjar dan Bakumpai Untuk memajukan Kalimantan, orang Banar-benar berpengaruh dalam perlawanan terhadap penjajah, baik dari kalangan bangsa sendiri hingga Belanda dan Ingris, bahkan Yasin Membela Palestina Sampai di mati Tertembak.
Jika anda pergi ke Malasyia Serawak, anda tahu bahawa Banjar dan Dayak Bankumpai bukan orang Asing di Malasyia begitu di Brunai darusalam hingga Sabah dan Philipina, banjar dan dayak tidak bisa di bedakan lagi sudah semua sama, karena dari 1 keturunan yang sama yaitu melayu, maka jika kelompok ini melarikan diri di perbatasan Malasyia, maka militer Malasyia membuka pintu perbatasan untuk mereka, bahkan Militer Malasyia bisa menebaki TNI dari dalam Wilayah Malasyia dan Sabah, jika ada yang mengatakan Indonesia ada negera dalam negara juga benar ada 2 pemerintah yang di Indonesia, 1 Pemerintahan Resmi Indonesia, dan 2 adalah pemerintahan bawah tanah yang sangat Rahasia, yang berpusat antara Sumatera dan Kaliamantan, di Kaliamantan dan Papua pemerintah Resmi tidak di hiraukan oleh mereka, mereka lebih menghiraukan pemerintah yang tidak resmi, alasan nya adalah Pemerintah tidak resmi lebih peduli pada mereka yang jauh dari Jakarta, sedangkan pemerintah resmi Jakarta di nila penjajah bagi mereka, pada zaman Rezim Jokowi ini, saya sangat tercengan di buat Jokowi, kerana jokowi seakan tahu bahwan Indonesia Sekarang ada 2 negara, resmi dan tidak resmi, tapi kenapa Jokowi berdiam sepeterti Gubernor daerah saja, mungkin alasan nya mengihidari korban jiwa, dan bisa meruntuhkan Republik Indonesia ini, karena juga bisa pecah konflik hebat juga, mungkin juga Jokowi tahu apa yang di lakukan kelompok ini semata-mata menut hak nya saja, dan biarkan saja mereka berbuat apa saja di daerah nya asal jangan merugikan orang lain, dan bisa jadi jua Jokowi tidak Ingin mengulagi semua keburukan rezim terdahulu nya, yang saya berdoa mudah-mudah konfflik perang saudara tidak terjadi lagi, dan setelah tahun 2006 yang lalu, atau setelah pendatangan Helski Aceh dan Indonesia, gejolak perang saudara itu rasa nya sudah mulai menjadi mengecil miski tidak padam, dan atas hal itu juga jarang ada kelompok pemberotang melakukan pembunuhan berantai dalam setiap hari, kusus nya di Papua dan Kalimantan.
Dan ini inti permasalahan sekarang yang lama menunggu penyelesaian nya sudah, pada tahun 2012 lalu terjadi pertemuan antar kelompok pemberontak Indonesia di Palembang sungan musi, di rumah makan padang, yang bertemu adalah, GAM Aceh, mantan milisi Aitarak, Besi Merah Putih, OPM Papua, Ormas Sumatera, Negera federasi Sumaterea, Kuripan divisi dayak dan Banjar, dan tokoh-tokoh politik daerah sebut saja para bupati dan pengusaha Indonesia yang juga ikut dalam pertemuan itu, walau pertemuan ini pertama ini belum ada kata sepakat dari semua pihak bertemu ini, pertemuan tahun 2012 itu juga di karena kan mereka yang bertemu membenci Presiden SBY, dan jika dalam pemilu nanti SBY naik lagi, maka mereka merencanakan pemberotakan, belum ada kata sepakat saat ini, pertemuan itu juga di dorong akibat Presiden Bhus penjahat dari Amerika Serikat itu bertemu SBY, dan mereka mengagap SBY itu boneka Amerika Serikat, OPM Papua dan Mantan Milis Aitarak yang dalam pertemuan itu sangat emosi dan membabi buta berteriak ingin perang dengan Rezim SBY, jika kala itu sepakat maka perang terjadi, lalu pertemuan yang ke dua lagi, pada tahun 2012 jua terjadi di Palangkaraya Kalteng, juga belum sepakat, hingga terjadi lagi pertemua di Sumatara barat minangkabau pada tahun 2013 juga masih belum sepakat, dan pertemuan tahun2014 terahir di Perbatasan Malasyia ini lah yang sepakat dari semua kaum pemberontak untuk bersatu, dan saya juga ikut meliput nya, mereka mengucapkan sumpah setia besama hidup mati tidak menyerah, pada pemerintah Indonesia, tapi mereka mau berdamai dan menyerahakan semua senjata nya pada Pemerintah Indonesia, jika mau membangun daerah bersama, dan membatasi hak pemerintah Jakata dalam pajak Daerah Nusantara, dalam diskusi kami juga di kantor berita Canada Banjarmasin, membahas kenapa ini di lakukan lagi, kami pertama menanyakan mantan milisi Aiatarak dan Besi Merah Putih, kata nya mereka keceawa berat terhadap pemerintah Jakarta yang tidak menghargai Ereco Goteres selaku Panglima tertingi milis Pahlawan yang mempertahankan NKRI atau berjuang agar Timor Lesti tidak lepas dari Indonesia, bahkan dalam pengadilan Pemerintah Indonesia juga menyalahkan sipihak Ereco Goteris bersama Anak buah nya Aitarak dan Besi Merah putih, padahal Ereco Guteri kan adalah TNI dari laman kopasus, militer resmi Indonesia, bahkan kami yang dulu di janjikan menjadi prujurit TNI juga tidak di angkat kata nya mereka, Tambah kami hidup jadi boronan Interfet dan Motain nya Ausrtralis, itu, beruntung bertemu OPM Papua dalam pelarian kami, apa yang kami lakukan di Timor Lesti di bawah Komando Ereco Guteris adalah Perintah dari Jakarta, perintah itu Pembumi hangusan jika kelompok Pro kemerdekan yang menang pada tahun 1999 yang lalu kata, lanjut kami tanyakan pada OPM Papua, kanapa ikut pertemuan dan juga bergabung di sini, mereka menjawab, semenjak Iran Barat jatuh ke Tangan Indonesia kami terjajah di rumah sendiri, kami tidak pernah di hargai, bahkan pahlawan dari nenek moyang kami yang berjuang bersama Abri dan Jendral Nusation waktu mengempur Belanda juga tidak di hargai, bahkan tidak ada 1 pun buku sejarah di sekolah Papua buatan Indonesia yang mencatat prestasi pahlawan kami dan semua tupah darah rakyat papua dalam mengusiri belanda, hanya jawa terus yang ada di dalam buku kata nya, lanjut nya, saat Soekano yang memimpin kata nya OPM Papua, Indonesia mengadaikan Papua, ke pada Amerika Serikat, padahal kata nya Jendral Nusation saat itu berangkat ke Mosko Rusia untuk membeli senjata, tapi entah kenapa Amerika Serika juga ikut Campur, dalam pembicara nya Amerika Serikat akan berhianat dengan belanda, dan akan membantu Indonesia, tapi apa imbalanya, nah itu tidak lain Freeporst yang lahir di papua ini, selama dalam ikut Indonesia, Papua di anak tirikan, tidak di angap penting, juga tidak berikan hak sepunuh nya dalam pemerintahan di Papua, paling yang di angkat jadi Bupati dan Gubernur Papua itu adalah Anjing penjilat dari papua yang patuh terhadap lobi Freepotrs bersama Indonesia itu, dan sekarang kami akan bersumpah setia di sini berjuang sampai mati kata nya.
Lanjut kami pada negara federasi Sumatera dan Ormas Sumatera, seperti yang sudah di ketahui tujuan adalah sama, berjuang untuk Sumatera, dan memajukan sumatera, tapi walau begitu kami semua tidak beniat keluar dari Indonesia, tapi kami memberontak ingin mengantikan pemerintah Indonesia yang gagal dengan yang baru, yang berani dan kuat, punya dasar landasan hukum kuat tidak ada tawar-menawan seperti hukum di Aceh, kami tidak juga ingin hukum Islam di tegakan, tapi kami menutut hak kami sepetri yang sudah di ketahui oleh anda-anda semua kata nya, begitu saja jawaban yang di berikan nya, dan pada hari itu jua mereka mengamgkat dan bergabung dengan Negera ke 2 Indonesia, dan memperkuat nya, beserta mendorong untuk jadi negara resmi Indonesia, yang akan mengantikan pemerintah yang sudah ada yang di angap gagal, dan sekali lagi disini peta perang berubah arah untuk kesekian kali nya, karena saat itu ada GAM Aceh, dalam sumpah setia itu, yang meminta tidak mendahukui perang dengan Pemerinta Indonesia, kelompok ini akan membalas tembakan TNI jika TNI yang mendahuli menembaki mereka, jika mereka yang mendahului perang, maka akan di hukum mati oleh GAM Aceh, selaku pengawas dan pemberi komando nya, Gerakan ini resmi di jalankan Pada tahun 2015 yang lalu, hingga sekarang, dan gerkan ini bernama atau bernaung dengan nama kesatuan Ormas Sumatera, karena yang membuat lahir nya gerakan ini adalah Ormas Sumatera dan Negara Federasi Sumatera yang mengudang dan mengajak mengucapkan sumpah setia sampai mati ini, dan disini juga banyak bergabung pengusaha-pengusaha kaya Indonesia, yang mendanai gerakan ini, dan pada 2015 lalu juga Koalisi dagang Asean, atau serekat perdangan Industri Indonesia bermakas di Pontianak Kalbar ikut dalam mendanai nya, mereka juga tergabung dengan pemuda Kaliamantan Aceh, dan Canada, dalam kubu Avril fans fender musik Industri Asean, dan gerakan ini sudah mulai banyak pendukung nya, terlebih Avril fans fender Aceh, yang sangan berpengruh dalam kanja dunia musik Rock Endergron Malasyia Asean, semua berjalan lancar meski kadang terjadi kontak senjata di Papua dan Sumatera, tapi tak mengapa itu terjadi.
Gerakan ini juga ada di mana, dengan bermacam nama, untuk mengalang dana-dana pembangunan sendiri-sendiri untuk daerah nya, dan komando nya adalah Avril fans fender, penangung jawap misi perjuangan daerah non senjata api, dan tidak tergabung gerakan militel lain nya, dan sekarang gerakan ini juga sudah banyak membangun sekolah dari yang sudah saya sebutkan di atas tadi, ya itu mereka menanbang minyak sendiri dan hasil untuk penbangunan daerah.
Usul yang bisa di benarkan dan didukung dari GAM Aceh, yang berpidato adalah Ali Pasha, dengan lantang dan keras, jika kalian ingin merasakan kekayan alam kalian sendiri maka kalian harus berani menambang minyak dan batu bara sendiri, sebelum kalian mati, dan semua habis di kuras kekayan alam kalian oleh FREEPORTS PERTAMINA pemerintah Indonesia itu, kalau bukan sekarang kapan lagi, anak cucu kalian adalah sasaran dari acaman alam yang berontak karena rusak akibat Freeporst dan Pertamina penjajah pemerintah Indonesia itu, kalian dan anak cucu kalian tidak merasakan hasil Alam tersebut, tapi terkena musibah alam nya, jangan takut pada siapa pun ayo lakukan saya akan bantu dorong dari belakang, dan kalian semua juga tidak mungkin hanya berharap pada pengusaha kaya dalam pendana perjuang ini, kalian juga harus duduki semua tanah yang mengadung minyak dan emas di mana pur berada, kita ajak semua penduduk yang tanah nya terkena pemebesan lahan Industri dari pemerintah atau asing, jangan biyarkan mereka menjaul nya, kita akan menanmbang nya dan berbagi hasil sama rata nya, teror mereka di hutan agar mereka takut masuk hutan untuk menjarah harta kita ini, dan larang pengusaha untuk bayar pajak pada pemerintah, ambil uang pajak pengusaha itu untuk membangun daerah provinsi dan lindungi mereka dari pemerintah, ajak semua para pelaku penambang minyak liar bergabung untuk bekerja sama, jangan takut kita melakukan hal benar, lihat lah pemerintah pusat yang berdusta tidak mampu membangun tempat penyulingan minyak sendiri, jelas kita rakyat saja bisa menyuling minyak sendiri, dusta jika pemerintah tidak bisa, lihat lah juga sumur minyak pertamina banyak tapi isi minyak di pom bensin tetap antri dan di batasi, jadi kemana minyak yang banyak itu, sudah pasti di jual keluar negeri, mereka penjajah jadi kaya raya, kita akan miskin karena terus di jarah harta, seharus nya Pertamina mendahulukan kebutuhan minyak bangsa bukan Asing, dan kita bukan orang bodoh lagi percaya pemerintah Indonesia yang kurop itu, jika mereka mengatakan kita pembunuh, maka mereka juga pembunuh macam densus88 yang selalu menuduh korbanya teroris, siapa tahu bukan teroris, atau bisa jadi densus88 itu pembunuhan bayar eltik ala pemerintah Indonesia itu, dan cari lah dukungan sebanyak mungkin dari rakyat, di mana pun kalian berada, kita akan jadi pahlawan besar di catat dalam buku sejarah Indonesia ini sebangai Pahalawan banggsa, jika bukan sekarang kapan lagi, jadi akan lah senjata kelian untuk melawan penjajahan ini, jangan membunuh orang yang tidak berdosa, atau yang tak terlibat dalam masalah ini, dan usahakan dalam berjuang jangan sampai ada jatuh korban tewas dari pihak mana pun, jika pemerintah Indonesia mengajak berunding, ikutlah beruding itu, siapa tahu ini akan berahir dari berunding itu, dan damai terjadi, tapi sebelum kita berhasil jangan ada kata damai pada mereka semua, jika semua dari kita yang ada di sini tewas, maka anak cucu kita harus melanjutkan pernjauang ini hingga berhasil, kita tidak pernah ingin semua ini terjadi, dan yang ingin ini terjadi adalah pemerintah Indonesia, kita tahu undang-undang 1945 yang di buat Sokarno, yang berbunyi kemerdekan adalah hak setipa bangsa dan golongan dan itu termasuk bangsa kita yang besar ini, dan mereka pemerintah Indonesia sudah menodai undang 1945 itu, dengan menjaha saudara sindiri, kawan-kawan jangan menembak yang tidak penting iritlah amunisi karena harga nya mahal, dan juga jangan lakukan pengeboman di tempat umum yang banyak orang tidak berdosa, karena kita bukan penjahat tapi pahlawan, kita berjuang bukan untuk diri kita sendiri tapi kepentingan orang banyak, dan kita membunuh bukan kehendak kita juga bukan kehendak tuhan, tapi kehendang mereka, sudah tahu kita tidak mau di jajah, tapi mereka terus menjajah kita itu yang inggin kita membunuh, jangan libatkan anak kicil dalam perjuangan kita, dan jangan rampas harta benda mereka, karena kita bukan perampok atau Robin Hoot nya Indonesia tapi kita pahlawan yang di janjikan itu, tuhan pasti memenangkan kita, karena kita benar dan mereka yang salah, dan kawan-kawan sabar lah dalam berjuang, janggan ambil langkah gegebah dan angap enting, kita semua harus pikirkan sebelum bertindak, kesabaran adalah hal utama untuk menjaga perjuangan ini terus ada, membuat sejarah tidak di peruntukan bagi para pengecut.
Dan setelah mendengar pidato itu huu semagat semua orang yang mendegarkan nya, jika anda pembaca saat itu ada di lokasi maka anda juga akan ikut membara di buat  nya, sunguh orang Aceh itu pintar bicara dan motivasi perjuangan yang handal sekali, bahkan ada yang menangis saat itu.
Kesimpulan adalah, setelah pertemuan sumpah setia itulah terbentuk nya kerja sama antar pemberontak, saya sudah kemukakan di atas, pemberontak sudah lama ada, penambangan minyak sendiri juga sudah lama di ajakarkan GAM Aceh, dan juga kaum pemberontak itu sudah saling kenal, tapi tidak ada terjalin kerja sama akurat seperti sesudah sumpah setia itu, dulu sebelum sumpah setia di ucapakan mereka berjuang sendiri dan berpecah, tapi sekarang sudah jadi satu, sumpah setia itu layak nya bagi mereka sama dengan sumpah pemuda pada zaman penjajah Belanda, yang menyatukan pemuda-pemuda Indonesia di bawah satu berjuangan yang hebat dan sangat gigih pantang menyerah pada musuh.
Selama belum ada kata sepakat di antara mereka dan pemerintah Indonesia, Pertamina dan Freepotsr serta BUMN yang di angap merugikan akan terus di teror di Kalimantan Sumatera dan Papua, dan juga mereka akan terus menduduki kilang minyak Pertamina, bukan saja pertamina saja sasaran nya, tapi saran nya adalah pemerintah pusat, TNI yang ada di daerah juga bukan sasaran nya, karena TNI daerah juga tahu masalah ini, kerap juga menjual senjata api pada mereka itu,  bahkan ada banyak TNI dan Polisi juga ikut mereka Ini, dalam operasi TNI juga bisa berbuat sadiwara pada banyak orang, mereka seolah bermusuahan tapi sebenar nya berkawam, begitu juga pemerintah daerah nya, bupati dan Gubernur juga bukan target nya, pada Inti nya yang jadi Target utama nya, karena disitulah perintah keluar, karena pemerintah pusat lah biyang keladi kejahatan penjajahan itu, media-media Tv Jakarta juga jadi sasaran nya, karena di angap memfitnah mereka ini.
Saran saya pemerintah Jakarta, cepat sudah selesaikan sengketa ini, jangan berlarut-larut lagi, nanti bisa menjadi perang saudara Indonesia ini, kita semua tidak ingin menjadi korban atau siapa yang jadi korban, mungkin di lihat dari sisi rakyat Jakarta dan pulau jawa ini tidak terlalu berbahaya, tapi di luar jawa dan Jakarta ini jadi banyak pokok pembicara rakyat Nusantara, pada pemerintah Jakarta, cukup sudah Timor Lesti jadi pelajaran, jika dulu pemerintah peduli dengan Timor Lesti, maka Timor Lesti tidak lepas dari NKRI, pemerintah sudah terlambat menawarkan OTONOMI daerah, sudah rakyat Timor Lesti meraju baru tawaran ottonomi daerah itu keluar, mereka bukan anak kecil di kasih permen berhenti menagis, mereka orang dewasa sudah, bigitu juga pemerintah Indonesia yang dewasa sejak lahir pada tahun 1945 lalu.
Sekarang mereka sudah terang-terangan memerangi pemerintah pusat, hanya saja kekerasan belum terjadi, mengingat sudah di katakan, mereka menungu pemerintah yang memulai nya lebih dulu, Presiden jokowi, cukup cerdas dalam menangani ini, dia tahu GAM Aceh DINMINIM bisa di ajak berunding, dan jokowi menyelesaikan sengketa nya dengan membuat perjanjian dengan DIMINIMIN, Jokowi juga banyak membebaskan tahanan politik dari kalangan OPM Papua, dan mungkin juga adalasan ini mereka tidak terlalu memukoskan Jokowi dalam target nya, Target yang sudah terkuci itu adalah DPR dan Pertamina dengan sekutu nya, DPR kerap meloloskan kontrak karya Tamabang dan Industri Asing yang merugikan bagi pengusaha Indonesia, dan ini juga alasan nya mengapa pengusaha ikut mendana nya pemerontakan ini.
Masalah yang membuat kaam pemerontak marah dengan Jokowi tidak lepas dari pertemuan Jokowi dengan Penjahat perang dan pembunuh masal rakyat Arab, Obama Amerika Serikat itu, dan juga termuat nya nama Jokowi di dalam kontrak Karya Tambang Freeports itu saja, masalah lain juga budaya tradisi, DPR yang berusaha mengamerikan Indonesia ini, dalam tahun 2015-2016 juga menambah peta konflik Indonesia, kenapa begitu alasan adalah, mereka pemberintah Indonesia selalu ingin menerapkan Domorasi Amerika Serikat di Indonesia ini, pada hal jelas sekali dalam sejarah, mereka Amerika Serikat itu rasis, penjajah kulit hitam, dan anti agama, tapi malah ini di jadikan acuan, bagi rakyat Indonesia, kita tidak perlu mengikuti siapa pun baik barat atau Timor, kita bisa bedidiri sendiri, Prulesmi apa di terapkan akan menghilangkan budaya dan tradisi Indonesia, jadi DPR hentikan sudah perbuatan itu sebelum terlambat, hal penting lain juga, Pemerintah pusat harus awasi media Tv Jakata yang kerap kali memicu konflik baru bagi Rakyat, berita Amerika Serikat itu harus di kurangi, supaya jangan membuat mereka membenci Pemerintah pusat, media Jakata juga, jangan memberitakan Jakarta terus, daeraj juga perlu, dan ini juga lah yang melahirkan seolah jakarta terus yang di urus pemerintah pusat, dan media Tv yang selalu bersandara dan menjadikan Amerika Serikat acuan harus di hentikan.
Saya tegaskan lagi, tolong Pemerintah pusat cepat selesaikan sengketa ini, biyar semua lapang dada, damai tercipta, Terima kasih sekian

Dan mungkin sekian dulu imformasi yang saya bisa berikan pada anda para pembaca. Dan kita bertemu lagi di lain epesodi tulisa saya yang baru nanti.
Terima kasih telah membaca nya semoga berguna untuk anda.
Mohon maaf bila ada kekeliruan dalam tulisan saya di atas.

FROG GOZILLA
Ketua Organisasi Alternativ Rock Numetal Comnty Tato88 Tanjung Tabalong yang bergerak memajukan pendidikan di Banjarmasin Aceh dan Indonesia.
Organisasi ini juga sangat aktiv di industri musik Rock Endergrond,
Dan berjuang untuk membangun perintahan ustmaniyah yang baru,  

simbol organisasi



Avril Lavigne