Translate

Kamis, 04 Mei 2017

Masa Depan Pemerintah Daerah Rezim Anang Tabalong


Masa Depan Pemerintah Daerah Rezim Anang Tabalong

WELCOME BLOGGER FROG GOZILLA

Terima kasih pada anda para pembaca yang sudah mau melungkan waktu berharga anda hanya untuk membaca tulisan saya 

Pedahuluan   

Gambar Avril fans Fender Jurnalis, Reporter, Redaksi Kantor Berita Kanada Banjamasin.

Tulisan ini saya bisa pertanggung jawabkan kebenaran nya, dan tulisan ini di bantu juga penulisan oleh kawan-kawan Avril fans Fender. Dan tulisan ini juga di tulis dari hasil penelusuran lapangan langsung, wawancara dengan tokoh masyarakat yang terkait hal ini, dan juga hasil dari diskusi bersama, tokoh-tokoh pemerintah, Elet politik, Partai Politik, Industri, dan ormas-ormas masyarakat. Tulisan ini membahas secara singkat tentang masa depan pemerintah daerah Tabalong rezim Anang, untuk preodi selanjut nya, dan juga sepak terjang nya saat memerintah Tabalong, apa saja pandangan public masyarakat Tabalong, apakah pemerintah ini akan bertahan, atau akan berakhir di pemilihan kapala daerah preode tahun 2019, dengan singkat, padat dan berisi.
Tulisan ini juga sengaja merahasiakan nama-nama tokoh masyarakat, ormas masyarakat, pemerintah, elet politik, partai politik, elet kesultanan Banjarmasin, dan tokoh ulama, karena sudah perjanjian bersama setelah membaca ulang texs tulisan ini sebelum di terbitkan baik menjadi buku atau artikel di Internet, dan tulisan ini juga tidak merahasikan nama tokoh masyarakat, ormas masyarakat, pemerintah daerah, elet politik, partai politik, elet kesultanan Banjarmasin dan tokoh ulama Islam yang tidak meminta kami untuk merahasikan nama mereka, dan tulisan ini sudah di cetak menjadi buku oleh Kantor Berita Kanada Banjarmasin, dan dilarang keras mencopy tulisan atau mencetak ulang tanpa izin tertulis dari Avril fans fender, dan Perpustakan Arsip Dokumen Arsip Pemerintah Tabalong, dan pelangaran akan di tuntut dengan hukum yang berlaku oleh pemerintah Indonesia.
Dan tulisan ini di tulis dengan bahasa melayu Banjar tercampur bahasa Indonesia murni, karena saya kurang pasif berbicara bahasa Indonesia Murni, dan saya sangat pasif berbicara bahasa melayu banjar. Dan tulisan ini memakai kata kalimat kata kasar, karena begitulah tutur dialek bahasa banjar melayu, jadi mohon kebijakan anda pembaca jika ada kekeliruan dalam tulisan ini.

Masa Depan Pemerintah Daerah Rezim Anang Tabalong 

Gambar Pemerintah Daerah Rezim Anang Tabalong bersama Batalion dan Polres Tabalong Menyerang PT Conch

Tanjung atau yang di kenal orang luar Kalimantan dengan nama Tabalong adalah sebuah daerah paling utara di Provinsi Banjarmasin. Tanjung juga adalah sebuah daerah yang terbilang tua, karena sudah ada pada zaman kesultanan Banjarmasin, yang mana Kesultanan Banjarmasin didirikan 5 abad yang lalu oleh Sultan Suriansyah, Tanjung juga adalah sebuah wilayah yang punya peranan penting untuk Kesultanan Banjarmasin, namun Tanjung jatuh dan merosut ketika runtuh nya Kesultanan Banjarmasin pada tahun 1905 di tandai dengan tertembak nya Gusti Sultan Muhammad Saman anak pangeran Antasari di Kalteng oleh Belanda. Tanjung juga selalu menjadi rebutan kaum penjajah eropa akibat dari kekayan alam nya yang begitu melimpah, seperti minyak dan batu bara, dan Tanjung setelah Indonesia merdeka di ikut dan di masukan dalam pemerintah HSU, Amuntai. Namun tidak berlangsung lama, masyarakat Tanjung kembali bangkit dari kemerosutan nya, yang mana kala itu masyarakat Tabalong menuntut pemerintah agar memberikan otonomi daerah untuk Tanjung tersebut, lepas dari HSU Amuntai, dan para penjuang tersebut bernama; Baharudin Akmid, dan Pak Usman mantan PNS Barabai, dan orang ini juga sering di sebut kelompok Revolusi, karena 2 tokoh tersebut orang yang ikut begerak dalam revolusi Islam 1 Banjarmasin, yang bertujuan untuk memoderenisasikan kembali masyarakat Banjar pasca perang melawan Belanda, yang mana masyarakat banjar jatuh dan terpengaruh dengan budaya mistik nya suku dayak, yang mana pada hal masyarakat Banjar adalah masyarakat melayu Islam yang maju, anti mistik akibat agama Islam, dan itu juga sebab mengapa masyarakat banjar maju dan dapat membangun sebuah pemerintah yang berpengaruh dan berkuasa hampir 5 abad lama nya. Dan baru pada 1Desember 1965  Tanjung di berikan Ottonomi daerah oleh pemerintah Indonesia, yang mana secara resmi Tanjung lepas dari wilayah HSU Amuntai dan mandiri, dan pak Usman yang menjadi Bupati pertama nya, dan dari hari itu juga sebut Tabalong di resmikan menjadi Kabupaten Tabalong, dan Tabalong termasuk Kabupanten muda di Provinsi Banjarmasin.
Tanjung punya peranan penting bagi Provinsi Banjarmasin sejak era Kesultanan Banjarmasin, yang mana Tanjung Tabalong adalah sebuah daerah Kaya Raya di Provinsi Banjarmasin, yang memiliki kekayan alam seperti minyak dan Batu bara, namun malang nya Tanjung kembali merosot saat di tinggal oleh Pak Uslman, atau di kenal kelompok Revolusi Islam Banjar tersebut, masyarakat kembali terpuruk, dan kurang nya aksis pendidikan, dan pada pase tersebut maka di mulai lah era penjarahan suadra sendiri di Tanjung, yang mulai nya di operasikan PT Pertamina, dan PT Adaro, namun masyarakat Tabalong bisa kembali bangkit dari keterpurukan nya pada era rezim Noor Aidi, dan disini di letakan dasar dari pembangunan daerah Tabalong, yang mana rezim ini konsesten seperti kelompok Revolusi, Rezim Noor Aidi berusaha untuk mensetarakan penduduk Tanjung Tabalong dengan penduduk kota Banjarmasin yang go Internasional, atau singkat Masyarakat banjar saat itu sudah menjadi masyaralat Internasional, yang di mulai dari didirikan nya Kesultanan Banjarmasin 5 Abad yang lalu oleh Sultan Suriansyah, yang mana Perdagangan Internasional sudah berlangsung. Dan Rezim Noor Aidi merencanakan pembangunan Tabalong dengan Rencana menjadikan Tabalong segita emas, globalisasi perdagangan Internasional, moderen dan berbudaya, yang mana juga rencanan ini di dukung oleh pemerintah Kalteng dan Kaltim saat itu, yang setuju dengan menjadikan Tabalong ini pintu perdagangan Internasional yang paling utara di Provinsi Banjarmasin, namun sayang nya rezim Noor Aidi tidak bisa menjadikan kenyatan rencanan mereka tersebut kecuali hanya beberapa persen saja, akibat kurang nya dana, kurang nya dukungan pemerintah Jakarta dan Provinsi, kurang dukungan masyarakat yang kala itu sedang mengalami kemerosotan, akibat musuh politik nya, dan penghujatan agar dalam preode pemilihan selanjut iya tidak terpilih lagi untuk menjadi bupati Tanjung Tabalong, dan rencanan segita emas menjadi nirwana belaka.
Setelah jatuh nya rezim Noor Aidi, maka di sambut oleh rezim Rahman Ramshi, yang mana era ini Tanjung Tabalong benar-benar kacau, akibat dari banyak nya Konfrontasi rezim ini dengan Industri, dan membiarkan masyarakat tidak terarah lagi, dan sedangkan pemerintah Jakarta yang di pimpin SBY kala itu diam saja melihat kemerosotan itu, mereka membiarkanb rezim Rahman Ramshi tersebut,  munhgkin memang segaja membiarkan masyarakat tanpa terarah, agar mudah di bodohi mereka, PT Adaro dan Pertamina pun secara membabi buta melakukan penjarahan nya, mereka tanpa membangun Tanjung Tabalong, rezim ini tidak seperti rezim Noor Aidi yang mendahulukan Pendidikan Masyarakat agar tidak mudah di bodohi serta di Jajah, dan pada era ini baik Indonesia atau daerah nya terjadi korupsi besaran-besaran pemerintah, dan Partai Demokrat adalah Partai terkorup di Indonesia kala itu, dan pembangunan Tabalong tidak berkembang di takan tezim ini, dan hingga terjadi perdamain di Aceh Sumatera, pasca konflik, yang mana Kesultanan Aceh mulai kembali berbenah diri nya, yang menjalin hubungan dengan elet banjar tersebut, yang mana mendorong para tokoh ulama untuk memperjuangkan daerah nya, dan atas dasar itu maka pemuda banjar dari Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin mengirim tim nya untuk memeriksa tanjung Tabalong, dan mendapat hasil buruk, yang menghasilkan kesepakan besama untuk memerangi hal buruk tersebut, dengan di kirim nya Ormas Sumatera kala itu untuk memberikan arah pada masyarakat Tanjung tersebut, namun saya nya Kelompok ini tidak di hiraukan masyarakat yang sudah jatuh tersebut, bahkan kelompok ini di perangi di Tanjung, karena mungkin pemerintah tahu apa yang akan terjadi jika kelompok ini berhasil mengarahkan Masyarakat Tabalong, namun walau begitu kelompok ini tetap sabar dan terus berusaha dalam memperjuangkan masyarakat Tanjung.
Kelompok Ormas Sumatera pertama di pimpin oleh 2 pemuda berpengaruh di Tanjung, mereka bernama Erny Nusation dan Edo Vodo, dari kalangan pemusik Rock Banjarmasin tersebut, dan kelompok ini lah yang paling sering melakukan serangan terhadap PT Adaro, PT Pertamina dan Pemerintah daerah, tuntutan mereka untuk menodorong kemoderenisasi pendidikan untuk mengarahkan masyarakat, hingga 2 orang ini di tangkap polisi dan di penjarakan polisi selama 5 tahun, dan jelas nya Erny dan Edo di tangkap pada 19 November 2009 oleh Polres Tabalong, akibat berani mengudeta PT Adaro dan Peretaminan tersebut, bahkan rezim Rahman Ramshi pun tidak bisa tertawa selama 2 orang ini berkeluyuran di tengah Masyarakat tanjung kala itu. Dan tertangkap nya 2 orang ini hampir membuat bubar kelompok tersebut, hingga di adakan nya rapat kelompok di Banjarmasin pada 7 Desember 2009, yang mana pada akhir nya Kelompok music Rock berpengaruh di tanah melayu di tunjuk untuk melanjutkan Ormas Sumatera pasca Erny Tertangkap, Kelompok tersebut Adalah Avril fans Fender Banjarmasin Aceh, yang di pimpin Rahmahwati Angriani Nusation, yang mana perempuan ini anak mantan penjuang GAM Aceh Banjarmasin, dan pemusik paling berpengaruh di Tanah Melayu. Dan sejak dari tanggal 22 Febuari 2010 Komando resmi di Ambil alih avril fans Fender, yang mana kelompok ini mengunakan music Rock sebagai sarana mengumpulkan pemuda Tabalong kala itu, dan mulai memberikan pengarahan nya untuk kemajuan Tabalong, dan kelompok ini secara resmi di lindungi oleh Kesultanan Banjarmasin Aceh. Dan kelompok ini juga lah yang menumbangkan rezim Rahman Ramshi di Tabalong, dan rezim SBY di Jakarta.
Dan titik awal berhasil nya Kelompok ini mencari dukungan nya pada tahun 2011 lalu, yang mana TNI Batalion bergabung secara rahasia dengan gerakan kelompok ini, dan Kelompok seperatis Kalimantan juga bergabung kelompok ini, yang mana awal pemicu nya adalah sebuah orasi demontrasi di depan SPBU Mabu’un Tabalong, yang mana kala itu krisi minyak terjadi di Tabalong, orang berkelahi di pom bensin hanya untuk minyak, dan kelompok ini datang bagai malaikan penolong kala itu, yang mana Truk Kru music Panggung Konvoii Avril fans fender, Orasi yang begitu memotivasi kelompok dan masyarakat tersebut lah yang menjadi titik awal pecah nya konflik panjang di Tabalong, yang mana penyerangan  penyerangan di lakukan kelompok ini, dan tidak mungkin menangkap kelompok ini karena banyak elet yang melindungi, bahkan kelompok ini lebih radikal dari pada kelompok awal dalam misi nya, karena kelompok sebelum nya tidak melakukan pembakaran mobil PT Adaro dan Pertamina, sedangkan kelompok ini membakar bahkan menahan pengawai PT Adaro saat itu, dan di tengah kekacauan inilah datang nya orang bernama Ananh Syahfiani, yang mana orang ini adalah putra daerah Tabalong sendiri, yang tiba-tiba di peremosikan oleh Kesultanan Banjarmasin menjadi bupati Tabalong kala itu, dan elet Kesultanan Banjarmasin terus mendorong kelompok agar menghacurkan rezim Rahman, dan secara diam-diam mengarahkan Masyarakat ke pada Anang Sahfiani saat itu, memang pertama Avril fans Fender Banjarmasin menolak nya, namun dengan rayuan Kesultanan Aceh Banjarmasin membuat Kelompok mau mendukung Anang tersebut.
Dan dari pecah nya Konflik 2011 tersebut maysarakat Tabalong mulai sadar, dan Batalion, dan kelompok music berorasi kesana kemari, hingga kunjungan Kesultanan Banjarmasin ke Tabalong tahun 2012 lalu, yang mendorong kaum ulama juga ikut dalam mendukung Anang agar Tabalong maju, dan memarangi rezim Rahman tersebut, dan atas perminta tersebut tokoh ulama pun masuk line konflik bersama Kelompok, dan kala itu mereka berhasil memotivasi masyarakat dan mengarahkan nya 100%, dan Anang saat itu di mana masyarakat Tabalong adalah harapan mereka, yang mana banyak sekali orang berseturu bahkan saling serang yang di picu kelompok. Bahkan para elet politik luar Tanjung juga ikut dalam perebutan kursi bupati tersebut, namun Kelompok memerangi mereka hinga kalang kabut tidak karuan, yang membuat kuat sekali Kelompok memasukan para pemuda yang banyak untuk memerangi semua musuh nya. Dan pada menjelang akhir tahun 2012 lalu kelompok suku dayak juga masuk bergabung dengan kelompok, yang mana suku dayak juga sengat mendukung misi Kelompok tersebut, karena juga Rezim Rahman adalah musuh bebuyutan nya kelompok Dayak Tanjung, yang mana dayak tersebut merasakan akan ketidak adilan yang di lakukan oleh rezim Rahman tersebut, yang mana rezim Rahman pro golongan saat memerintah, yang pada akhir nya melahirkan konflik Kelompok Kalua dan dayak yang sangat panjang, atau inti nya selama rezim Rahman berkuasa di Tanjung, tidak hanya kelompok dayak yang bergabung, namun kelompok Industri Tanjung juga ikut bergabung kelompok, dan paling jelasa adalah Industri perhotelan Tanjung yang bernama Hotel ASTON yang begitu jengkel dengan Rezim SBY dan Rahman Tanjung saat itu, masuk nya Industri dalam line konflik akibat masalah jalanan di Tanjung rusak dan diarkan terbengkalai begitu saja, tanpa ada tangapan pihak pemerintah atau PT Adaro atau PT Pertamina tersebut.
Tanggal 16 November 2012 Kelompok mengadakan pertemuan dengan Industri di markas besar Studio music Rock Tanjung Avril fans Fender Banjarmasin JL Stadion Tabalong, yang mana Kelompok menuduh PT Adaro dan PT Pertamina telah melakukan persekongkolan dengan Rezim Rahman untuk menjarah Tabalong, dan tidak banyak kata dalam pertemuan Kelompok langsung mengacam PT Adaro dan PT Pertamina, agar menjaga jarak dengan rezim Rahman apabila tidak ingin perang dengan masyarakat Tanjung tersebut, dan PT Adaro dan Pertamina juga di tuntut untuk membangun sarana pendidikan baru di Tabalong, serta memberikan transportasi gratis untuk mengantarkan anak-anak sekolah setiap hari, dan memberikan bantuan Transportasi gratis untuk masyarakat pedalaman dalam perjalan mereka menuju kota Tanjung, untuk mencari kebutuhan hidup mereka, baik bekerja atau pun belanja ke Pasar Tanjung, dan tuntutan terakhir mereka pada PT Adaro dan Pertamina adalah, PT Adaro dan Pertaminan harus membangun mesjid di simpang wara jembatan laying Batu Bara Tabalong. PT Adaro dan Pertamina dalam pertemuan tersebut memang agak keberatan dengan hal tersebut, tapi apa boleh buat, kalau tidak mau maka masyarakat akan marah dengan mereka, dan sedangkan waktu itu saja belum ada kata damai dari kelompok dan masyarakat untuk PT Adaro dan Pertamina. Di lain tempat Batalion dan Kelompok juga memerangi dinas pendidikan dan kebudayan, yang mana pihak Batalion tidak terima atas perlakuan baik oleh pemerintah daerah atau pun pemerintah pusat kala itu, Batalion mengagap pemerintah tidak menghargai pahlawan daerah yang juga berjuang untuk Indonesia, dan yang mana buku sejarah pelajaran dalam sekolah selalu mengutamakan perjuangan kelompok Majapahit melawan Belanda, seolah yang berjuang untuk kemerdekan Indonesia hanya mereka saja.
Sedangkan pada bulan Desember 2012 lalu Kesultanan Banjarmasin, bersama sesepuh Tanjung, mempromosikan Anang calon bupati baru tersebut, Kesultanan Banjarmasin bersama konvoi nya memasuki semua polosok Tanjung hanya untuk mempromosikan Anang, dan akibat nya adalah, orang berangapan Anang adalah Boneka nya kelompok, namun walau begitu mereka tidak memperdulikan hal tersebut, Karena Kesultanan Banjarmasin di mata masyarakat banjar, adalah pemimpin mereka, dan yang terus melindungi mereka, dan paling penting lagi yang membuat masyarakat sangat mencintai Kesultanan Banjarmasin adalah, Kesulatanan Banjarmasin adalah benting paling kuat nya orang Islam di Kalimantan, muslim mana pun yang tertindas oleh siapa pun, dan mengadukan nya pada Kesultanan Banjarmasin, maka Kesultanan Banjarmasin akan bertindak untuk memberikan pelajaran dengan penindas itu, dengan sesuai acuan hukum Pemerintah Indonesia dan Islam, bahkan bagi kaum Fanatik di Kalimantan, mereka tidak mengagap ada nya Pemerintah Jakarta di Tanjuang atau daerah lain di Kalimantan, mereka hanya mengagap Kesultanan Banjarmasin sebagai pemimpin mereka, dan tak akan mendegarkan suara Pemerintah Jakarta tersebut apa resiko nya.
12 Januari 2013 Kelompok mencoba menyeret Rezim Rahman ke Banjarmasin, ke KPK Provinsi, yang mana Kelompok menuduhkan rezim Rahman telah melakukan korupsi dana pembangunan Rumah sakit Tanjung di area Maburai dan Tapian, dan Hotel Aston juga menuduhkan pada rezim Rahman telak melakukan korupsi masalah pembangunan jalanan lintas Provinsi, namun upaya tersebut gagal, karena belum kuat nya bukti tuduhan tersebut. Dan 1 Febuari 2013 Kelompok Buruh Tanjung masuk line Konflik, dan bergabung dengan Kelompok untuk memerangi pemerintah dan PT Adaro dan Pertamina tersebut, yang di angap selalu mempekerjakan kaum Majapahit, dan tidak mempedulikan lagi dengan buruh daeran Tanjung tersebut, dan Industri Cina yang mulai bercongkang di Saradang juga saat itu akan menimbulkan kekacuan di Tabalong, karena sudah Nampak sekali, yang mana sengketa lahan sudah berlangsun di sana. Perlu di akui pada zaman rezim Rahman, semakin hari, semakin memburuk pasca konflik tahun 2011 lalu, dan menjelang akhir pemerintahan nya ini, masalah benar-benar memuncak, dan semua masalah tersebut Kelompok lah yang membuat nya, karena tanpa Kelompok masyarakat Tanjung yang jatuh dan terjajah tersebut tidak ada upaya perlawanan mereka, bukan karena takut, tapi tidak terdidik secara skuler dan Agama, yang mana pemerintah besama lambaga membiarkan masyarakat di rasuki kebodohan, agar bisa di bodohi oleh mereka tersebut, dan minim nya teknologi media untuk melakukan pemberatuan dan mendidik dan majukan Masayarakat, dan sangat kecil kemungkinan masyarakat Tanjung melakukan hal tersebut tanpa dorongan Kelompok, apa lagi di kalangan suku dayak, yang jauh dari akses pendidikan di pedalaman, dan semenjak Kelompok di bentuk orang di Tanjung sangat merasakan hasil nya, dan media senjata kelompok yang paling kuat adalah Musik Rock endergrons, yang mana dari situlah para pemuda Tanjung bisa di kumpolkan dan di berikan arahan oleh mereka, dan pembangunan sekolah-sekolah terus di lakukan Kelompok dari dana sumbangan Industri dan lain nya. Dan kelompok ini juga yang membuat Pemilu preode 2013-2014 Kepala daerah ini menjadi berbeda sekali, dan sunguh berbeda dari pemilu sebelum nya, yang mana era baru ini masyarakat sangat antusias sekali dalam pemilu tersebut, dank e ikutan para pemuda-pemuda yang meramaikan pesta rakyat tersebut.
Namun menjelang pemilu terjadi di Tanjung, Kelompok tiba-tiba mengejutkan orang banyak, Karena sunguh Nampak Kelompok meragukan Anang bisa memerintah Tanjung tersebut, dan Anang sama dengan Pedahulu nya, hal ini hampir saja meruntuhkan semua nya apa yang mereka buat sendiri, hal yang utama memicu hal ini akibat dari tim sukses Anang sendiri, yang mana mereka membagikan Sarung dan Pakayan untuk petani Karet di Utara Tanjung tersebut, Kelompok menilai adalah upaya membeli suara masyarakat, sama yang di lakukan oleh Presiden SBY dengan Partai Demokrat nya tersebut, mereka membeli suara masyarakat dengan cara halus ya itu kartu BBM tersebut, bahkan ketua Kelompok saat itu hampir saja berkonflik dengan pihak Kesultanan Banjarmasin Aceh, tapi semua nya dapat diredam bersama-sama, dan kelompok yang sempat keluar kembali masuk lagi, dan menyatakan dengan resmi, bahwa mereka mendukung Anang, dan dari pernyatan yang keluar dari Studio music tersebut, sudah menyatakan Bahwa Anang akan memenangkan perebutan kursi Bupati Tersebut, dan pernyatan tersebut juga sudah mengucilkan seluruh lawan Anang, dan mengekecewakan calon lain nya, karena bukan mendahuli dari tuhan, tapi jika kelompok berpihak ke sana maka semua nya akan kesana, Karena kelompok dapat mengarakan masyarakat tersebut.
Dan waktu pemilu pun tiba di Tanjung, November 2013, dan tidak luput prediksi Anang memenangkan pemilu tersebut dengan suara terbanyak, yang di damping oleh Zone Alpianor sebagai wakil Bupati nya. Dan masa transisi adalah masa menegakan bagi semua yang terlibat dalam hal tersebut, dan Rezim Rahman sangat kwatir sekali, dengan apa yang akan terjadi setelah keruntuhan tersebut, rezim Rahman sadar masyarakat yang marah pada nya, dan kelompok bisa menyerat nya ke dalam Penjara Banjarmasin, dan disisi kelompok Anang, kwatir sekali kalau Kelompok balik arah, karena iya belum di lantik secara resmi menjadi bupati Tanjung kala itu, dan di masyarakat benar-benar mengharkan Anang menjadi pemimpin yang mereka kehendaki tersebut, memang pada masa transisi Konflik kelompok terus berlangsung namun pihak pemerintan Provinsi bisa meredam nya, dan membatasi Batalion yang bergabung kelompok melakukan penyerangan dan penuntutan bersama untuk memajukan Tanjung kala itu.
Dan dengan resmi pada 17 Maret 2014 Anang dan Zony secara resmi di lantik menjadi Bupati Tanjung, oleh Gubernor Provinsi Banjarmasin, Rudy Arifin, di depan Kantor DPRD Tanjung Mabu’un, dan dari hari itu era baru di mulai, dan secara sah Anang memerintah Tanjung, dan matilah Rezim Rahman, orang di jalan bernyanyi dan bersukur dengan tumbang nya rezim Rahman, dan orang juga berpesta di Banjarmasin, tumbang nya Rezim SBY yang korup tersebut, dig anti oleh Jokowi, dan paling penting pada hari itu, seluruh masalah masyarakat Tanjung yang begitu rumit tersebut secara sah di wariskan pada Rezim Anang ini, dan pada saat itu kelompok yang hadir dalam pelatikan tersebut, kelihatan akan ketidak percayan nya terhadap Anang dalam memerintah Tanjung Tersebut.
Di awal pemerintah nya Anang tampil layak nya pahlawan super di masyarakat Tanjung, dan iya bertidak untuk menujukan kepada Kelompok, agar kelompok hilang keraguan nya, dan kelompok dapat bekerjasama dengan dia, Anang bertindak untuk menghentikan pertikaan panjang PT Adaro dan Pertamina dengan Kelompok dan masyarakat Tanjung, namun langkah awal tersebut gagal, karena juga Anang masih ragu, apa bila salah jalan iya akan di kudeta Kelompok yang bergabung Batalion tersebut, dan Anang lebih memilih tidakan mendegarkan masyarakat dulu, dengan penijaun lokasi, seperti ke Pasar dan desa, dan iya benar-benar mimbiarkan Kelompok bertikai tanpa di campuri, meski PT Adaro merintih minta bantuan Anang, dan apa yang di perjuangkan Kelompok juga kepintingan bersama, bukan kepentingan golongan saja.

 Gambar Ormas Sumatera saat Konser Musik Rock di Tanjung

Perlu di akui, Rezim Anang benar-benar berbeda dari yang dulu pernah memerintah Tanjung, yang mana kadang kala orang ini sama dengan Presiden Jokowi bekerja di Lapangan bukan di dalam Kantor nya, Anang dengan Tim nya selalu melakukan kunjungan kemana-mana saat itu, meski belum ada tidak yang di ambil untuk menyelesaikan masalah tersebut, tapi paling tidak iya dapat mempelajari masyarakat yang di pintah nya, dan hal terpenting juga iya memberikan Pemuda-Pemuda Tanjung untuk masuk dalam arena perpolitikan Tanjung, dengan di dirikan nya oleh rezim Anang sebuah perkompolan Pemuda yang kesemuanya adalah pemusik Rock, dan kebanyak mereka angota Avril fans Fender, dengan nama lembaga Karasmin, dan karasmin ini juga di berikan tugas oleh Anang untuk memberikan arah kepada Pemuda Tanjung untuk menjahuhi alcohol dan Narkoba, iya menerapkan syetem Kelompok.
Dan pemerintah Rezim Anang sudah berjalan 3 bulan dari pelantikan nya kemarin, maka Tanjung dapat lihat tenang sedikit dari sebelum nya, karena tidak ada nya keributan yang di buat oleh Kelompok dan tim nya yang mondar mandir di tanah melayu tersebut. Karena semua orang tahu di Tanjung dan seluruh pulau Tanah Melayu Sumatera dan Kalimantan, jika ada keributan dengan pihak Industri dan Pemerintah itu pasti sudah Kelompok, karena jarang sekali ada yang lain, dan Kelompok ini juga banyak nama dan Tim untuk menyamarkan diri mereka dari sorutan public banyak, dan sudah saya katakana di atas tadi, Kelompok yang sekarang lebih radikal dan nekat dari pada kelompok terdahulu di bawak komando Edo Vodo dan Erny Nusation, dan ketua Kelompok yang sekarang sangat sulit untuk di seret ke meja hukum, dan kadang orang berpedapat, bahwa Kelompok itu adalah buatan Pemerintah, bukan kelompok yang di buat asalan, dan tidak terkait denganb pemerintah, karena kelompok kuat sekali, baik Ekonomi nya dan juga perpolitikan nya, tidak sesuai dengan kelompok swata yang punya Ekonomi sekuat Kelompok ini, karena juga Kelompok punya banyak cabang Industri milik mereka, yang jelas Industri music Rock terbesar di Tanah Melayu. Dan masa ini atau pemerintah rezim Anang, Masyarakat hampir 80% sudah menjadi masyarakat Go Internasional, yang mana seperti yang di cita-citakan rezim Noor Aidi kala itu, dan juga masyarakat Tanjung sudah bangun dari tidur nya, dan takan berdiam jika di jajah oleh siapa pun, bahkan pada ere ini masyarakat Tanjung memerangi pemerintah Jakarta, yang di angap menjajah tersebut.
Langkah Anang dalam pemerintah nya pada tahun 2014 ini, yang mana iya mengusahakan meningkan harga Karet di pasar Internasional Banjarmasin, yang mana harga Karet merosot di rezim Rahman, memang iya gagal menaikan harga tersebut, Cuma penting langkah dan tidak nya usahan nya itu, karena rezmi Rahman hanya berdiam pada saat Karet Turun Harga, Anang juga memperkuat hubungan nya Dengan Kesultanan Banjarmasin Aceh, dan pada tokoh ulama dan dayak Muslim, yang mana dari bagian masyarakat Tanjung kala itu menuduhkan Anang adalah bonekan Kesultanan Banjar, dan fanatic agama Islam tersebut, yang mana orang tahu Kesultanan Banjarmasin yang melakukan penumpasan terhadaf budaya yang menyalah seperi perjudian dan lain nya, dan Rezim Anang adalah rezim yang 3, yang Berani melakukan penumpasan hal tersebut, karena dalam akhir tahun 2014 lalu Anang dengan elet Dayak dan sesepuh Tanjung pertemuan yang membicarakan hal tersebut. Dan pada pemerintah Provinsi setuju melakukan nya, dan dengan resmi pada awal tahun 2015 Pemerintah Daerah menguluarkan perintah pada Polres Tabalong untuk melakukan penumpasan hal yang menyalah ini, Perjudian atas nama budaya dan tradisi suku dayak, adalah hal yang paling rumit untuk di urus, karena penumpasan bisa memicu Konflik, alasan utama nya bisa terjadi konflik adalah, kebanyak dari kelompok suku dayak adalah orang terbelakang pendidikan nya, dan mereka mengunakan hukum rimba dalam bertidak, mereka tidak mengenal hukum resmi Negara Indonesia, saya sebenar bukan bermaksut menghina pada kelompok dayak, atau mengucilkan nya lalu mempermalukan nya dengan tulisan ini, karena ini sudah lumrah di Kalimantan, Kelompok dayak akan datang membawa golok dan panah jika ada suatu yang datang pada mereka, meski yang datang belum menunjukan akan keradikal mereka dalam menyelesaikan masalah, dan kadang kelompok datang harus bersabar diri, karena mereka Polres bersenjata AK 47 lengkap, jika mereka mau, kelompok dayak bisa habis terbunuh akibat perlawanan nya, jadi hal sangat sulit sekali di lakukan, maka dari itu Rezim Anang selalu mengalang pertemuan dengan petingi suku dayak di Tanjung, dengan macam-maca acara nya, salah satu Festival Budaya dan eknik dayak, yang mana hal tersebut untuk memberitahukan budaya dan tradisi suku dayak sendiri, yang menyalah gunakan nama Budaya dan Tradisi mereka untuk melakukan hal criminal, perjudian dan miras di tepi kota Tanjung, yang kerap kali terjadi pembunuhan antar kelompok Banjar dan dayak akibat perjudian tersebut, Perampokan dan pencurian juga meningkat. Untuk lebih kuat lagi rezim Anang pada 2015, membentuk pembelajaran Budaya dan Tradisi suku dayak di lembaga perpustakan Tanjung, dan di kumpolkan nya semua para kepala adat Dayak, yang mana kelompok menajakan dengan jelas, bagai mana Budaya dan Tradisi suku dayak yang sebenar nya, apakah ada dalam hukum adat dayak tersebut menghalakan perjudian dan pembunuhan, dan jika tidak ada maka kelapa suku dayak harus member tahukan kelompok nya bahwa itu salah, jangan membiarkan kelompok larut dalam kesesetan tersebut, dan untuk tugas ini pun maka tugas di serahkan pada Batalion oleh rezim Anang, yang akan bekerjasama dengan kepala Suku Dayak melakukan penumpasan tersebut, dan penumpasan ini penumpasan resmi yang di ketahui sendiri oleh seluruh pemerintah Jakarta, DPR, MPR dan Presiden, dan juga pembangunan akses pendidikan di tanah dayak untuk memoderenisasikan mereka semua nya, dan ini hanya ada di 3 Rezim saja yang berani melakukan hal, karena ini penuh resiko, kita dapat belajar dari sejatah, bagai mana kelompok Revolusi 1 Banjar melakukan penumpasan yang berujung perang suadara, suku dayak dan kelompok banjar benar saling bunuh dalam kasus tersebut, namun kita tidak perlu mengukit hal yang suram itu, karena hanya bisa berakibat provokasi saja, tujuan saya menulis hal itu agar anda pembaca tahu dengan kenyatan sebarnya saja.
Dan sudah memasuki 3 bulan dari bulan 1 tahun 2015 ini, rezim Anang masih tidak terlalu ikut campur Kelompok melakukan penekanan terhadap PT Adaro dan Pertamina, bahkan PT Adaro menyjet minta tolong, akibat dari desakan kelompok, dan masalah pembangunan Islam Center dan mesjid, rezim Anang hanya melakukan pembangunan saja, seperti pembangunan Jembatan dan perbaikan serana belajar, perpustakan dan sebagai nya saja, dan tepat 26 Maret 2015, Erny dan Edoo telah keluar dari penjara Banjarmasin, dan kembali ke Tanjung, dan Erny kembali ke Kelompok, namun iya tetap saja menjadikan Rahmah ketua nya di Banjarmasin, iya berlaku menjadi panasehat Tim saja, namun kembali nya Erny juga memperkuat Kelompok, dan mencengkan pemerintah daerah 2 perempuan kuat bergabung menjadi satu. Dan tidak luput dari dugaan, Konflik baru yang di lahirkan Industri Cina di saradang benar-benar terjadi, karena tepat pada 10 April 2015, masyarakat Saradang Tanjung datang ke markas kelompok untuk mengadukan PT Conth tersebut, yang sudah melakukan pelangaran, baik dari sengketa lahan, buruh kerja dan budaya Cina, masyarakat Saradang menyurukan penyerangan, dan tepat tanggal 11 April 2015, Batalion bersama kelompok Apel di depan studio music, dan langsung melakukan penyerangan terhadap PT Conch, yang mana serangan ini serangan sepihak tanpa pemberitahuan terlebih dahulu pemerintah Daerah, dan ini adalah awal koflik panjang PT Conch dengan masyarakat, dan hingga sekarang Konflik ini tidak ada kata damai, pemerintah daerah tidak bisa berbuat apa, bahkan pemerintah daerah bergabung kelompok dalam menyerang PT Conch semen Cina tersebut, Batalion dan kelompok menangkap buruh kerja Cina, dan membawa nya ke Rezim Anang untuk di bawa ke Banjarmasin, karena tidak memiliki izi dan paspor.
Sedangkan di lain kelompok Rezim Anang benar-benar melakukan penumpasan wilayah tutorial criminal di Tanjung, seperti tempat pelacuran, dan penumpasan ini langsung di pimpin oleh Anang sendiri di lokasi, iya bersama Polres, Batalion, dan Pamongraja, membawa alat berat, tanpa pandang bulu semua konflik di hancurkan dalam hitungan waktu 5 Jam, dan berakhilah sudah tempat pelacuran tersebut, dan rencana akan di bangun jalan bagus di lokasi tersebut. Dan Anang memimpin sendiri dalam melakukan razia pekat malam hari, razia penyakit masyarakat. Dan pada tanggal 2 Juni 2015 Kelompok meminta Rezim Anang bergabung mereka untuk mendesak PT Adaro melakukan pembangunan Tanjung, dan perkara ini hampir saja membuat rezim Anang dan Kelompok melakukan perang dingin mereka, Kelompok menekan juga pembangunan jalanan Tanjung, dan salah satu nya daerah Mabu’un obor, dan masyarakat Kalua juga masuk dalam line konflik, yangv menyeret Kelompok untuk mengudeta rezim Anang. Sedang kan di Banjarmasin kelompok dan Pemerintah Provinsi bergabung melawan Pemerintah Jakarta rezim Jokowi, yang menuntut hak otonomi daerah Kalsel. Dan tepat pada tanggal 18 Juni 2015, Kelompok melakukan pertemuan di Gedung Juang JL PHM Noor Sulingan Tanjung, yang di hadiri tokoh-tokoh Tanjung baik muda maupuan tua, pertemuan ini mengunang percikan api yang akan membakar masa, masyarakat kalua mengatakan pada Erny, bahwa Rezim Anang kepentingan Kelompok, dan melakukan sesuatu yang tidak adil dalam pembangunan, Rezim Anang selalu melakukan pembangunan di daerah Utara Tanjung sebut saja seperti Haruai, Mahe, Uya dan lain lagi, dan Pro Dayak. Sementara Jalanan putus di Kalua tidak perbaiki nya, kami masyarakat kalua memahami mengapa Rezim Anang bertidak demikian tersebut, karena dalam pemilu kemari daerah yeng memenangkan rezim Anang adalah dari kebanyakan nya daerah Utara Tanjung itu, dan sedangkan di area Kalua Anang hanya mendapat suara sedikit, jadi mungkin itu alasan nya. Maka kelompok masyarakat Kalua berkonflik dengan masyarakat Utara Tanjung, dan hampir saling serang jika saja Partai Islam Tanjung tidak berhasil meredam nya, dengan penekanan terhadap Rezim Anang, untuk memperbaiki Jalanan di sana, meski jalanan di perbaiki konflik belum berakhir, sekarang konflik yang di seret oleh masyarakat Kalua itu memotivasi masyarakat kota Tanjung, yang berujung Rezim Anang di perangi mereka, perang tersebut Akibat Erny menarik Kelompok dari lini pemerintah daerah, dan membukan Frons Batalion yang bergabung masyarakat kota untuk memerangi rezim Anang tersebut, meski Polres mengatakan mereka di pihak yang Netral, namun nyata di lokasi Polisi juga ikut dalam mendukung Masyarakat memerangi rezim Anang.
Rezim Anang pun juga menuduhkan ada kelompok yang memprokasi kelompok untuk memerangi nya, pernyatan itu dibalas Erny, jika itu benar bisa kah anda menujukan pada kami kelompok mana yang di masukan melakukan provokasi tersebut, dan mari kita seret ke meja hukum, Rezim Anang tidak bisa menjawab nya, karena konflik tersebut sebenar bukan karena di provokasi, melaikan lahir dengan sendiri, akibat ketidak adilan yang terjadi, karena masyarakat sekarang bukan masyarakat dulu yang berdiam saja, mereka melihat dan meresakan bahwa Rezim Anang hanya fukos ke bagian utara Tanjung saja, dan bahkan kujungan pemerintah Jakarta juga di lawatkan rezim Anang ke bagian utara Tanjung, bantuan pemerintah Jakarta juga ke utara Tanjung, dan sangat pro dayak sekali, yang di mulai dari penumpasan penyalah gunaan budaya dan tradisi suku dayak tersebut, Acara yang di buat juga sangat dayak sekali, padahal rezim Anang berada di tengah masyarakat Melayu Islam tersebut, bahkan saking parah nya lagi, Karasmin juga berbalik memerangi rezim Anang akibat hal tersebut, dan sekarang rezim Anang tersudut sadah, dan tidak mampu berbuat apa lagi, sedangkan Kesultanan Banjarmasin, menonton nya, bahkan mempromosikan pemimpin baru di Tanjung. Sedangkan di Perbatasan antara Tanjung dan Balangan, perang dayak dan PT Conch membabi buta, kekerasan sering terjadi, namun Rezim Anang masih mengulur waktu untuk melakukan tidankan nya, iya malah melakukan operasi penuntupan bliyar-bliyar di Tanjung, di lain Kelompok juga, orang mempertanyaan bagai mana cerita pembangunan Rumah Sakit baru untuk Tanjung tersebut, di bagian buruh Tanjung yang di pelopori Kelompok melakukan penyerangan terhadap PLTU baru, ini perang Majapahit VS dayak dan Melayu, yang juga ujung nya PT Adaro lagi kena getah nangka Kelompok yang ribut tersebut.
Pertanyan juga, apakah rezim Anang tidak belajar dari pendahulu nya? Rezim Rahman, yang mana Kelompok melakukan blogkade Truk Tangki Pertamina yang membawa solar, Kelompok menurunkan semua Solar nya, lalu menjual nya, dan uang di belikan semen dan kayu untuk memperbaiki jalan, itu adalah akibat tindakan penjajahan pemerintah yang tidak melakukan pembangunan di Tanjung, dan hal lumrah sudah, jika ada kelompok yang merampas Pasir, Batu, Semen, Aspal dan bahan matrial lain sebagai nya yang semua nya milik PT Adaro dan Pertamina, semua Matrial di gunakan untuk membangunan jalanan dan saran pendidikan, dan maka dari itu, jika PT Adaro dan Pertamina melaporkan masalah tersebut ke Polres Tabalong, Polres tidak akan merespon laporan tersebut, itu karena mereka tahu masalah sesunguh nya, bahkan polres tidak akan datang ke lokasi penjarahan tersebut. Di tegah konflik rezim Anang membiarkan Pertamina menambah sumur minyak pada tahun 2015, yang berujung serangan kelompok kembali terjadi, yang mana Kelompok masuk bersama suku dayak di dalam hutan Tanjung untuk menduduki sumur minyak Pertamina, dan mereka juga menyuruh pulang semua pengawai Pertamina yang melaklukan pengeboran tersebut, bahkan jika ada yang melawan pengawai Pertamina di suruh pulang tidak mau, Kelompok tidak segan memukuli nya, omong kosong melaporkan masalah ini pada polres Tabalong, orang tahu Pertamina hanya bisa menjarah nya saja, tidak bisa memberikan sesuatu untuk Tanjung.
Kelompok juga menyuruh PT Adaro untuk mengurangi produksi Batu Bara nya, karena hanya merusak alam saja, sedangkan manfaat nya tidak ada untuk Tanjung, yang ada Industri dan pemerintah Jakarta menjadi kaya raya, mereka hanya membangun Jakarta dan Pulau jawa saja, dan dalam setiap line Konflik terjadi Kelompok selalu memakai semboyan milik Tan Malaka, Tuan Rumah tidak akan beruding dan berdamai kepada maling yang menjarah rumah nya, PT Adaro, adalah Industri boneka Amerika Serikat, yang berkedok daerah, dengan topeng pimilik nya Orang Indonesia, dan lain banyak Industri Topeng, dan sedangkan Rezim Anang belum mengambil langkah nya sama sekali, terus mengulur waktu saja. Sebenar nya kelompok sudah menyatakan untuk mengulingkan nya, namun mereka juga masih melakukan pembicaran dengan Kesultanan Banjarmasin untuk tindakan itu.
Dan adalah yang juga begitu bodoh terjadi, jalanan yang sudah rusak, PDAM malah mengali nya, yang pada akhir menuai masalah baru, andai saja PDAM tersebut setelah mengali jalan, maka jalanan tersebut di kembalikan dan di perbaiki tidak masalah, ini justru di biarkan memburuk. Dan pada tanggal 1 September 2015, Ormas Sumatera dan Avril fans Fender Pusat dari Sumatera berkunjung ke Kalimantan, dan kesuluruh Kabupaten, yang bertujuan untuk menekan pemerintah Jakarta, dan memerangi pendukung Jokowi di daerah, karena juga Jokowi di tuduh berdusta, masalah pembangunan Sumatera Kalimantan, dan mana Kareta api Kalimantan dan sebagai tersebut, yang berujung daerah membara menuntut pemerintah Jakarta, di Tanjung kelompok menghadapi 2 pemerintah sekaligus, Kelompok tidak henti melawan Jokowi dan seluruh anak buah nya itu. Pada kesempatan ini juga sekarang Yamaha Motor Clup masuk kembali di line Konflik menuntut rezim Anang, untuk memperbaiki serkuit dan lain nya. Industri dagang juga ikut memerangi rezim Anang, mereka secara terang-terangan melakukan globalisasi pasar bebas, mereka tidak menghiraukan siapa pun, dan kelompok mana pun. Baru pada desember 2015, rezim Anang melakukan tugas nya dengan benar, ya itu iya mulai membangun kawasan kalua dan perkotaan, dan hal tersebut kembali mendingkan masyarakat, dan iya juga mempubliksikan rencanan pembangunan kota, yang mana dari sini lah rencanan pembangunan taman Exspo Tanjung di Mabu’un di bangun, Perpustakan juga di perbaiki nya, dan jalanan yang berlubang di perkotan juga di Tambal, PDAM yang sudah gila juga di tegur nya oleh Rezim Anang tersebut, dan masyarakat sangat senang dengan hal ini.
3 Januari 2016, Kesultanan Banjarmasin Aceh, Persekutuan Tanah Melayu, Ormas Dayak, Ormas Minangkabau, mantan GAM Aceh, kelompok pemuda, dan Batalion, sepakat untuk kembali melakukan Revolusi Islam 2, untuk memoderenisasikan masyarakat, yang mana mengembalikan ajaran Islam yang sebenar nya, yang tidak terpengaruh mistik dan mitos, dan di Tanjung, Kelompok melakukan nya, kampanye anti mitos dan lain nya, dan mengedepankan pendidikan skuler dan agama, bahkan misi ini di seponsori Industri media telokmonikasi, baik yang BUMN dan yang swasta, kelompok berbagi computer, dan mengajari nya, Internet di kenal, FB dan Twitter dan sebagai, dan ini akan menjadikan masyarakat go Internasional. Awal tahun 2016 juga rezim Anang melakukan pertemuan kelompok untuk perundingan perdamain mereka, dan rezim Anang akan bergabung melawan PT Adaro, dan akan menekan nya untuk membangun Tanjung, dan jalanan di Mabu’un akan di aspalkan, Terminal Induk akan di rombak lagi, namun kenyatan nya kelompok menangapi nya dengan dingin sekali, dan tidak ada pembicaran mengenai tuntutan kelompok masyarakat Kalua, dan masih juga Pro dayak saja, bahkan kelompok mengatakan, Anang lupa dari mana iya berasal, iya orang melayu, tapi iya tidak memajukan budaya nya tersebut, kita bukan rasime, tapi kita akan majukan semua budaya, baik dayak mau pun banjar, tapi jangan melupakan di mana kita berasal, rezim Anang diam tidak menangapi nya, Cuma sudah ada titik terang untuk menuju jalan damai bersama kelompok.
Pada tahun 2016 ini kecauan konflik PT Conch benar-benar memuncak, semua masyarakat bersatu padu melawan nya, dan perlawanan ini sampai ke Banjarmasin, paktor utama pemicu nya adalah masalah jalanan yang di rusak truk PT Conch super berat tersebut, bobot nya 100 ton, dan konflik ini menelan 6 orang tewas saat kerusuhan terjadi jalanan lintas Provinsi Kalimantan. Masalah PT Conch adalah masalah rumit, karena tidak mau nya semua kalangan pemerintah bertindak, dan saling lempar masalah, padahal nya masalah ini bisa di tangani dengan benar, dan 2 lembaga pemerintah, TNI dan Polisi bahu-menbahu bersama masyarakat menangkap Truk PT Conch dan menahan nya, sesekali serangan langsung akan di lakukan mereka, bahkan DPRD Provinsi Banjarmasin besama konvoi masyarakat menyerang dan berusaha menutup PT Conch, dan masalah ini pelajaran bagi PT Adaro, apa mereka ingin bernasip sama dengan PT Conch tersebut, atau membangun Tanjung, namun pada 17 Agustus 2016, pemerintah daerah, menyampaikan pernyatan pemerintah Jakarta pada Batalion, bahwa mereka menghormati penjuang kemerdekan daerah, dan memberikan penghargan pada Pangeran Antasari, Hasan Basry dan sebagai, dan pada perayan 17 Agustus pun semua baleho dan sepanduk tidak lagi bergambar Jendral Sudirman, malainkan pahlawan daerah, dan hal tersebut secara resmi mengakhirin konflik pemerintah dengan Batalion, dan perdamain pun terjaga sampai sakarang ini, Batalion Kalimantan dan Sumatera jangan saman dengan Batalion luar Kalimantan dan Sumatera, karena Batalion Kalimantan dan Sumatera, Prajurit TNI sangat nasionalisme nya tinggi, dan menghormati semua penjuang daerah yang memperjuangkan Indonesia, mereka prajurit sejati, mereka meminjamkan mobil dan truk mereka untuk mengantar anak-anak yang tidak punya motor dan speda pergi ke sekolah, mereka TNI Kalimantan dan Sumatera, gotong royong membangun jembatan untuk masyarakat, mereka membawa semen dan pasir untuk membangun jalan yang menghubungkan desa dan kota, dan atas dasar semua yang mereka lakukan, kami segenap masyarakat mengucapkan terima kasih sebesar-besar nya pada Batalion Kalimantan dan Sumatera yang peduli, dan melindungi kami, dan selalu membela kami, bukti yang nyata adalah bagai mana Batalion 1008 Tanjung menyerang PT Conch dan Adaro, yang benar-benar membela masyarakat Tanjung, kami takan lupa semua jasa nya tersebut.
Dan pada bulan sepetember 2016, Batalion Kalimantan dan Batalion Sumatera, bersama rezim Anang berhasil menuntup daerah criminal Tanjung, dan membangun menjadi Taman Exspo, dan Rezim Anang yang bersama Kelompok berhasil menekan PT Adaro untuk mendanai semua pembangunan Taman tersebut, Jalanan di Mabu’un juga di aspal rezim Anang, dan Kelompok dan Rezim Anang juga berhasil melawan penjajahan pemerintah Jakarta, dan mereka berhasil memberikan pembangunan untuk masyarakat Kalua, jalan yang putus di sambung kembali, dan Rumah Sakit baru pembangunan nya di lanjutkan sedikit demi sedikit, mesjid pun selesai di Bangun PT Adaro, dan sekarang rezim Anang bersama Batalion dan Polres Tabalong, menuntut PT Conch agar membangun mesjid untuk Masyarakat Saradang, tapi walau begitu bukan berate semua masalah selesai, konflik hanya mendingin, dan beberapa kelompok dan daerah masih melakukan penyerangan dan ini belum mampu lagi untuk di selesaikan, karena banyak kelompok yang membenci Pemerintah Jakarta, yang kadang bisa bergabung dengan kelompok separatis Kalimantan.
Rezim Anang juga melarang PT Conch secara resmi untuk memakai jalanan perkotan Tanjung, dan semua jalanan di kota di berikan portal kusus yang menghalangi PT Conch tersebut, sesytem pendidikan yang di ajukan kelompok juga di pakai rezim Anang untuk mendidikan anak di sekolah Tanjung, pembangunan gedung DPRD Tanjung dengan teknolgi pun di lakukan rezim Anang ini, dan bulan November 2016, rezim Anang dengan resmi, mengurusi konflik kelompok butuh jawa dengan buruh banjar bergabung dayak, Dinas tenaga kerja daerah di tugas kan dan harus bertangung jawab atas hal ini, supaya jangan ada lagi perang kelompok buruh, dan jangan ada lagi jatuh korban jiwa. Dan sampai pada tahun baru 2017, Taman Exspo yang di bagun telah selesai, dan di resmikan pada tanggal 1 Januari 2017, dan seluruh pembangunan yang di lakukan PT Adaro di Mabu’um telah selesai total, dan pembangunan hutan kota saja lagi yang belum selesai di lakukan PT Adaro tersebut, di Jalan Angrek murung pudak. Dan pada awal tahun 2017 rezim Anang juga bersama Kelompok dengan resmi membangun dan memperbaiki saranan olahraga Tabalong, yang mana pembangunan ini di awasi oleh Kelompok Yamaha Motor Clup Sumatera Selatan Palembang, dan Kawasaki Ninja Clup Banjarmasin, dan pengaspalan serkuit juga di awasi oleh kelompok Barito Putra Fans, dan Semen Padang Sumatera Barat. Rezim Anang juga meningkatkan pertanian di daerah Kalua, dan juga memberikan mesin traktor dengan Petani, namun rezim Anang masih belum berdamai dengan Petani Karet. Akiat tidak bisa menaikan harga karet teresebut.
Dan tanggal 1 Febuari 2017, Kesultanan Aceh, Palembang, Minang Kabau, Riua, Zambi dan seluruh Kesultanan Tanah Melayu Asean, Malasyia, Brunai Darusalam, Sabah Federasi Malasyia, dan Persekutuan Tanah Melayu, Frons Islam Asean, melakukan kunjungan rutin tahunan mereka, ke kesuluruh penjuruh Asean, dan dalam angeda nya di Kalimantan, semua Kesultanan Tanah Melayu mengadakan pertemuan dengan petinggi suku dayak non muslim, untuk meminta mereka agar berdamai saja sudah dengan FPI Jakarta, dan terutama Teras Narang Gubernur Kalteng tersebut, dan pertemuan itu membuahkan hasil, karena perdamain terjalin, dan setelah dari Kalteng, maka para sultan Tanah Melayu juga mengujungi Tanjung, untuk melihat kemajuan di Tanjung, dalam pertemuan Frons Islam Asean akan memberikan batuan pada daerah Guru Danau Tanjung, dan membangun sekolah Islam Teknologi, yang di rencankan akan di serahkan pada rezim Anang, dan di awasi oleh Partai Islam Tanjung, dan sultan tanah melayu juga meminta semua partai Islam Politik Tanjung dan seluruh penjuru tanah melayu untuk bersatu padu, dan untuk pipinan wilayah Indonesia, Sultan mempercayakan nya pada sultan Aceh dan Jendral Ali Pasha Pedia Barat, untuk bagian daerah Kalimantan, Sultan Khairul Saleh dan Raja Landak Pontianak, menurut kesepakatan bersama, pembangunan sekolah tersebut akan di lakukan pada tanggal 6 November 2017, karena lokasi masih di sengektakan rezim Anang, dan lokasi tersebut sekarang masih dalam darurat pembebasan, dan semua tempat pelcaur di lokasi di hancur 1 persatu dengan waktu yang panjang, mecegah konflik panjang yang akan terjadi. Dan untuk Kali ini rezim Anang bertidak tegas pada PT Conch, karena tekanan sultan tanah melayu, rezim Anang memimpin penangkapan truk Conch bersama Polres dan Batalion, meski PT Conch melaporkan nya ke Jarkata, sekarang perang dengan PT Conch sudah sampai ke Jakarta, Kelompok persatuan Tanah Melayu dan Partai Islam menekan DPR Jakarta untuk menutup PT Conch tersebut, meski pemerintah Jakarta belum ada pernyatan sekarang ini.
Namun hal paling peting dalam tulisan ini, pada hari saptu 4 Maret 2017, masyarakat Tanjung kembali berdiskusi di Studia music Avril fans fender, yang kembali mengangkat masalah rezim Anang tersebut, yang mana masyarakat mendapakan sebuah opini di kanca perbicangan masyarakat Tanjung sendiri mengenai rezim Anang, untuk menentukan masa depan rezim Anang sendiri, mereka mengatakan bahwa di pemilu berikut nya Anang tidak akan terpilih, dan juga rezim Anang kurang memuaskan kata mereka, tidak bermaksut membela rezim Anang, saat Erny menanyai? Apa alasan kalian bisa berpikiran seperti, mereka di menjawab nya, dan hal ini mengunakan kecuringan kelompok, bahwa ini tercium bau provokasi, namun kelompok masih menyelidik nya, dan ini sangat menentukan masa depan rezim Anang sendiri, Cuma saat di adakan diskusi kelompok pada tanggal 10 Maret 2017, belum ada nya terdaptar nama calon kuat yang akan merebut kursi Bupati rezim Anang tersebut, jika masyarakat mengadukan pada kelompok bahwa HJ Sani, polisi tersebut, kelompok tidak akan merespon, bukan karena mendukung rezim Anang, tapi sudah di bicarakan di Banjarmasin, pendidikan HJ Sani belum cuku sarat untuk duduk di kursi Bupati Tanjung, iya seorang polisi, bukan dari kalangan pemerintah sipil yang paham pemerintah sipil, ekonomi, politik dan militer, sedangkan serperti calon yang lain di ajukan juga belum mencukupi sarat yang di berlakukan lembaga pemerintah KPU, yang mana kebanyakan calon adalah pengusaha, bukan orang yang paham pemerintah, namun ini tidak bisa di pastikan, karena calon yang sekarang tidak mungkin tersebut bisa menjadi mungkin, karena calon masih punya waktu untuk melengkapi sarat yang diminta oleh KPU Provinsi Banjarmasin, dan yang menjadi sorotan kelompok adalah pendukung HJ Sani dan pemuda pancasila, karena kelompok ini bisa memicu konflik, dan dari cara mereka bicara, yang sangat radikal sekali, dan sekali kelompok tidak berpihak pada rezim Anang, namun Kelompok harus mengetahui latar belangkan nya, dan alasan masyarakat tersebut, dan sedangkan kelompok juga memperhatikan rezim Anang tersebut, dan sekarang di ketahui bahwa masyarakat yang tingal di kota Tanjung, meminta rezim Anang untuk membangun jalan yang rusak tersebut, dan masalah ini juga menjadi duri dalam daging rezim Anang sendiri, meski iya sudah menunjukan nya pada masyarakat kota, atau juga akan berseberangan nya elet Kesultanan Banjarmasin dengan rezim Anang, yang di angap pro dayak, karena setiap festival budaya selalu dayak yang di tonjolkan nya, dan Tanjung bukan tanah dayak, tapi melayu, tanah dayak adalah Kalteng, ini selalu menjadi benturan terusmenurus, apa lagi di kalangan budayawan Tanjung sendiri, jika saja rezim Anang hanya berpengang pada suku dayak, di pemilu berikut iya akan kalah, karena kalah mayoritas masyarakat, jelas banyak masyarakat melayu di tanah nya sendiri dari pada masyarakat dayak, mereka yang hanya di perbatasan saja.
Hingga tanggal 2 April 2017, kelompok yang mengadakan diskusi di studio music, selalu mengangap rezim Anang gagal, Cuma aneh nya tanpa alasan yang kuat di katangan mereka, Erny menyatakan dalam pertemuan nya, bahwa kelompok tahu, yang membuat sandungan rezim Anang, masyarakat yang menuntut perbaikan jalanan, yang mulai jalan Phm Noor, Tanjung Selatan, di perumahan dan jalan pertamina, sedangkan pembangunan jembatan sudah di lakukan di padat karya, dan kelompok budaya saja juga berbenturan dengan nya, sedangkan Konflik PT Conch bukan masalah rezim Anang, karena rezim Anang sendiri mendukung masyarakat, paling hanya ada sengketa pertamina saja dengan masyarakat, masalah sumur minyak baru dan sebagai, jadi kata Erny, masih aneh rasa nya masyarakat mengangap rezim Anang dengan pendapat macam itu dengan alasan yang sangat Jelas, jika alasan Jelas maka kelompok akan mudah bertidak, jika alasan kurang jelas kelompok tidak bisa mengambil tindakan apa pun.
8 April 2017, Kelompok kembali melakukan penyerangan terhadap PT Conch, akibat jalan Ayani Mabu’un hancur total, Ramhah pemimpin tertinggi kelompok memerintahkan Kelompok untuk melakukan Blogkadee di semua jalan yang menuju Banjarmasin, dan tidak boleh 1 truk PT Conch pun yang boleh lewat ke Banjarmasin, bahkan pada tanggal 11 April 2017, Anang sendiri memimpin blogkade PT Conch sendiri, sedangkan di Mabu’un jalanan di Tanami masyarakat agar Truck PT Conch tidak bisa lewat. Selasa 18 April 2017, kelompok mengadakan pertemuan di Hotel Aston bersama rezim Anang, kelompok bersama partai Islam Tanjung menanyakan pada rezim Anang mengenai janji Presiden Jokowi, mengenai pembangunan jalan kereta api Kalimantan, pembangunan bandara warukin Tanjung, dan perombakan terminal Induk Tanjung. Jawaban Rezim Anang, pemerintah masih mencarikan dana nya, namun menurut Kelompok itu hanya alasan saja, dan macam apalagi, PT Adaro dan Pertamina yang menjarah Tanjung ini bisa memberikan bantuan dana nya pada pemerintah, banyak Industri di tanjung ini, dan Kelompok mengacam, rezim Anang, rezim Anang harus menuntut pemerintah Jakarta agar memberikan ke adilan pembangunan, jika rezim Anang tidak bisa melakukan nya, maka rezim Anang letakan saja kekuasan nya tersebut, dan jika tidak mau meletakan kekuasan nya dengan damai, maka kami akan memaksa kalian semua untuk meletekan kekuasan tersebut, dan kami akan memberikan kekuasan tersebut kepada orang yang pantas mengenakan kekuasaan tersebut.
Dan kesimpulan terakhir, tahun 2017 ini adalah penentu masa depan rezim Anang, yang mana jika iya tidak memulai nya dari sekarang kapan lagi, waktu yang dimiliki nya hanya sedikit, karena meski iya tidak memiliki saingan berat di Tanjung ini, Kelompok bisa meminta kebijakan pada pemeritah Provinsi mengenai calon yang pantas, karena tidak meski harus putra daerah yang menjabat bupati, orang luar juga bisa asalakan mereka adil, Kalua hanya HJ Sani saja bukan masalah, bagi rezim Anang, Cuma hanya masalah di kelompok-kelompok yang melakukan persekongkolan yang mengarahkan masyarakat tersebut, dalam sampai saat ini hanya itu saja yang kami berikan Imformasi nya, dan imformasi berikut nya masih dalam penulisan di Kantor Berita Kanada. Dan sekali lagi Tahun 2017 ini adalah tahun penentu bagi masa depan rezim Anang Tabalong tersebut.

Dan mungkin sekian dulu imformasi yang saya bisa berikan pada anda para pembaca. Dan kita bertemu lagi di lain epesodi tulisa saya yang baru nanti.
Terima kasih telah membaca nya semoga berguna untuk anda.
Mohon maaf bila ada kekeliruan dalam tulisan saya di atas.

FROG GOZILLA
Ketua Organisasi Alternativ Rock Numetal Comnty Tato88 Tanjung Tabalong yang bergerak memajukan pendidikan di Banjarmasin Aceh dan Indonesia.
Organisasi ini juga sangat aktiv di industri musik Rock Endergrond,
Dan berjuang untuk membangun perintahan ustmaniyah yang baru, 


Simbol Organisasi


Avril Lavigne