Masa
Depan Pemerintah Daerah Rezim Anang Tabalong
WELCOME BLOGGER FROG GOZILLA
Terima kasih pada anda para pembaca yang sudah mau
melungkan waktu berharga anda hanya untuk membaca tulisan saya
Pedahuluan
Gambar Avril fans Fender Jurnalis,
Reporter, Redaksi Kantor Berita Kanada Banjamasin.
Tulisan ini saya bisa pertanggung jawabkan
kebenaran nya, dan tulisan ini di bantu juga penulisan oleh kawan-kawan Avril
fans Fender. Dan tulisan ini juga di tulis dari hasil penelusuran lapangan
langsung, wawancara dengan tokoh masyarakat yang terkait hal ini, dan juga
hasil dari diskusi bersama, tokoh-tokoh pemerintah, Elet politik, Partai
Politik, Industri, dan ormas-ormas masyarakat. Tulisan ini membahas secara
singkat tentang masa depan pemerintah daerah Tabalong rezim Anang, untuk preodi
selanjut nya, dan juga sepak terjang nya saat memerintah Tabalong, apa saja
pandangan public masyarakat Tabalong, apakah pemerintah ini akan bertahan, atau
akan berakhir di pemilihan kapala daerah preode tahun 2019, dengan singkat,
padat dan berisi.
Tulisan ini juga sengaja merahasiakan
nama-nama tokoh masyarakat, ormas masyarakat, pemerintah, elet politik, partai
politik, elet kesultanan Banjarmasin, dan tokoh ulama, karena sudah perjanjian
bersama setelah membaca ulang texs tulisan ini sebelum di terbitkan baik
menjadi buku atau artikel di Internet, dan tulisan ini juga tidak merahasikan
nama tokoh masyarakat, ormas masyarakat, pemerintah daerah, elet politik,
partai politik, elet kesultanan Banjarmasin dan tokoh ulama Islam yang tidak
meminta kami untuk merahasikan nama mereka, dan tulisan ini sudah di cetak
menjadi buku oleh Kantor Berita Kanada Banjarmasin, dan dilarang keras mencopy
tulisan atau mencetak ulang tanpa izin tertulis dari Avril fans fender, dan
Perpustakan Arsip Dokumen Arsip Pemerintah Tabalong, dan pelangaran akan di
tuntut dengan hukum yang berlaku oleh pemerintah Indonesia.
Dan tulisan ini di tulis dengan bahasa
melayu Banjar tercampur bahasa Indonesia murni, karena saya kurang pasif
berbicara bahasa Indonesia Murni, dan saya sangat pasif berbicara bahasa melayu
banjar. Dan tulisan ini memakai kata kalimat kata kasar, karena begitulah tutur
dialek bahasa banjar melayu, jadi mohon kebijakan anda pembaca jika ada
kekeliruan dalam tulisan ini.
Masa
Depan Pemerintah Daerah Rezim Anang Tabalong
Gambar Pemerintah Daerah Rezim Anang
Tabalong bersama Batalion dan Polres Tabalong Menyerang PT Conch
Tanjung atau yang di kenal orang luar
Kalimantan dengan nama Tabalong adalah sebuah daerah paling utara di Provinsi
Banjarmasin. Tanjung juga adalah sebuah daerah yang terbilang tua, karena sudah
ada pada zaman kesultanan Banjarmasin, yang mana Kesultanan Banjarmasin
didirikan 5 abad yang lalu oleh Sultan Suriansyah, Tanjung juga adalah sebuah
wilayah yang punya peranan penting untuk Kesultanan Banjarmasin, namun Tanjung
jatuh dan merosut ketika runtuh nya Kesultanan Banjarmasin pada tahun 1905 di
tandai dengan tertembak nya Gusti Sultan Muhammad Saman anak pangeran Antasari
di Kalteng oleh Belanda. Tanjung juga selalu menjadi rebutan kaum penjajah
eropa akibat dari kekayan alam nya yang begitu melimpah, seperti minyak dan
batu bara, dan Tanjung setelah Indonesia merdeka di ikut dan di masukan dalam
pemerintah HSU, Amuntai. Namun tidak berlangsung lama, masyarakat Tanjung
kembali bangkit dari kemerosutan nya, yang mana kala itu masyarakat Tabalong
menuntut pemerintah agar memberikan otonomi daerah untuk Tanjung tersebut,
lepas dari HSU Amuntai, dan para penjuang tersebut bernama; Baharudin Akmid,
dan Pak Usman mantan PNS Barabai, dan orang ini juga sering di sebut kelompok
Revolusi, karena 2 tokoh tersebut orang yang ikut begerak dalam revolusi Islam
1 Banjarmasin, yang bertujuan untuk memoderenisasikan kembali masyarakat Banjar
pasca perang melawan Belanda, yang mana masyarakat banjar jatuh dan terpengaruh
dengan budaya mistik nya suku dayak, yang mana pada hal masyarakat Banjar
adalah masyarakat melayu Islam yang maju, anti mistik akibat agama Islam, dan
itu juga sebab mengapa masyarakat banjar maju dan dapat membangun sebuah
pemerintah yang berpengaruh dan berkuasa hampir 5 abad lama nya. Dan baru pada
1Desember 1965 Tanjung di berikan
Ottonomi daerah oleh pemerintah Indonesia, yang mana secara resmi Tanjung lepas
dari wilayah HSU Amuntai dan mandiri, dan pak Usman yang menjadi Bupati pertama
nya, dan dari hari itu juga sebut Tabalong di resmikan menjadi Kabupaten
Tabalong, dan Tabalong termasuk Kabupanten muda di Provinsi Banjarmasin.
Tanjung punya peranan penting bagi Provinsi
Banjarmasin sejak era Kesultanan Banjarmasin, yang mana Tanjung Tabalong adalah
sebuah daerah Kaya Raya di Provinsi Banjarmasin, yang memiliki kekayan alam
seperti minyak dan Batu bara, namun malang nya Tanjung kembali merosot saat di
tinggal oleh Pak Uslman, atau di kenal kelompok Revolusi Islam Banjar tersebut,
masyarakat kembali terpuruk, dan kurang nya aksis pendidikan, dan pada pase
tersebut maka di mulai lah era penjarahan suadra sendiri di Tanjung, yang mulai
nya di operasikan PT Pertamina, dan PT Adaro, namun masyarakat Tabalong bisa
kembali bangkit dari keterpurukan nya pada era rezim Noor Aidi, dan disini di
letakan dasar dari pembangunan daerah Tabalong, yang mana rezim ini konsesten
seperti kelompok Revolusi, Rezim Noor Aidi berusaha untuk mensetarakan penduduk
Tanjung Tabalong dengan penduduk kota Banjarmasin yang go Internasional, atau
singkat Masyarakat banjar saat itu sudah menjadi masyaralat Internasional, yang
di mulai dari didirikan nya Kesultanan Banjarmasin 5 Abad yang lalu oleh Sultan
Suriansyah, yang mana Perdagangan Internasional sudah berlangsung. Dan Rezim
Noor Aidi merencanakan pembangunan Tabalong dengan Rencana menjadikan Tabalong
segita emas, globalisasi perdagangan Internasional, moderen dan berbudaya, yang
mana juga rencanan ini di dukung oleh pemerintah Kalteng dan Kaltim saat itu,
yang setuju dengan menjadikan Tabalong ini pintu perdagangan Internasional yang
paling utara di Provinsi Banjarmasin, namun sayang nya rezim Noor Aidi tidak
bisa menjadikan kenyatan rencanan mereka tersebut kecuali hanya beberapa persen
saja, akibat kurang nya dana, kurang nya dukungan pemerintah Jakarta dan
Provinsi, kurang dukungan masyarakat yang kala itu sedang mengalami
kemerosotan, akibat musuh politik nya, dan penghujatan agar dalam preode pemilihan
selanjut iya tidak terpilih lagi untuk menjadi bupati Tanjung Tabalong, dan rencanan
segita emas menjadi nirwana belaka.
Setelah jatuh nya rezim Noor Aidi, maka di
sambut oleh rezim Rahman Ramshi, yang mana era ini Tanjung Tabalong benar-benar
kacau, akibat dari banyak nya Konfrontasi rezim ini dengan Industri, dan
membiarkan masyarakat tidak terarah lagi, dan sedangkan pemerintah Jakarta yang
di pimpin SBY kala itu diam saja melihat kemerosotan itu, mereka membiarkanb
rezim Rahman Ramshi tersebut, munhgkin
memang segaja membiarkan masyarakat tanpa terarah, agar mudah di bodohi mereka,
PT Adaro dan Pertamina pun secara membabi buta melakukan penjarahan nya, mereka
tanpa membangun Tanjung Tabalong, rezim ini tidak seperti rezim Noor Aidi yang
mendahulukan Pendidikan Masyarakat agar tidak mudah di bodohi serta di Jajah,
dan pada era ini baik Indonesia atau daerah nya terjadi korupsi besaran-besaran
pemerintah, dan Partai Demokrat adalah Partai terkorup di Indonesia kala itu,
dan pembangunan Tabalong tidak berkembang di takan tezim ini, dan hingga
terjadi perdamain di Aceh Sumatera, pasca konflik, yang mana Kesultanan Aceh
mulai kembali berbenah diri nya, yang menjalin hubungan dengan elet banjar
tersebut, yang mana mendorong para tokoh ulama untuk memperjuangkan daerah nya,
dan atas dasar itu maka pemuda banjar dari Universitas Lambung Mangkurat
Banjarmasin mengirim tim nya untuk memeriksa tanjung Tabalong, dan mendapat
hasil buruk, yang menghasilkan kesepakan besama untuk memerangi hal buruk
tersebut, dengan di kirim nya Ormas Sumatera kala itu untuk memberikan arah
pada masyarakat Tanjung tersebut, namun saya nya Kelompok ini tidak di hiraukan
masyarakat yang sudah jatuh tersebut, bahkan kelompok ini di perangi di
Tanjung, karena mungkin pemerintah tahu apa yang akan terjadi jika kelompok ini
berhasil mengarahkan Masyarakat Tabalong, namun walau begitu kelompok ini tetap
sabar dan terus berusaha dalam memperjuangkan masyarakat Tanjung.
Kelompok Ormas Sumatera pertama di pimpin
oleh 2 pemuda berpengaruh di Tanjung, mereka bernama Erny Nusation dan Edo
Vodo, dari kalangan pemusik Rock Banjarmasin tersebut, dan kelompok ini lah
yang paling sering melakukan serangan terhadap PT Adaro, PT Pertamina dan
Pemerintah daerah, tuntutan mereka untuk menodorong kemoderenisasi pendidikan
untuk mengarahkan masyarakat, hingga 2 orang ini di tangkap polisi dan di
penjarakan polisi selama 5 tahun, dan jelas nya Erny dan Edo di tangkap pada 19
November 2009 oleh Polres Tabalong, akibat berani mengudeta PT Adaro dan Peretaminan
tersebut, bahkan rezim Rahman Ramshi pun tidak bisa tertawa selama 2 orang ini
berkeluyuran di tengah Masyarakat tanjung kala itu. Dan tertangkap nya 2 orang
ini hampir membuat bubar kelompok tersebut, hingga di adakan nya rapat kelompok
di Banjarmasin pada 7 Desember 2009, yang mana pada akhir nya Kelompok music
Rock berpengaruh di tanah melayu di tunjuk untuk melanjutkan Ormas Sumatera
pasca Erny Tertangkap, Kelompok tersebut Adalah Avril fans Fender Banjarmasin
Aceh, yang di pimpin Rahmahwati Angriani Nusation, yang mana perempuan ini anak
mantan penjuang GAM Aceh Banjarmasin, dan pemusik paling berpengaruh di Tanah
Melayu. Dan sejak dari tanggal 22 Febuari 2010 Komando resmi di Ambil alih
avril fans Fender, yang mana kelompok ini mengunakan music Rock sebagai sarana
mengumpulkan pemuda Tabalong kala itu, dan mulai memberikan pengarahan nya
untuk kemajuan Tabalong, dan kelompok ini secara resmi di lindungi oleh
Kesultanan Banjarmasin Aceh. Dan kelompok ini juga lah yang menumbangkan rezim
Rahman Ramshi di Tabalong, dan rezim SBY di Jakarta.
Dan titik awal berhasil nya Kelompok ini
mencari dukungan nya pada tahun 2011 lalu, yang mana TNI Batalion bergabung
secara rahasia dengan gerakan kelompok ini, dan Kelompok seperatis Kalimantan
juga bergabung kelompok ini, yang mana awal pemicu nya adalah sebuah orasi demontrasi
di depan SPBU Mabu’un Tabalong, yang mana kala itu krisi minyak terjadi di
Tabalong, orang berkelahi di pom bensin hanya untuk minyak, dan kelompok ini
datang bagai malaikan penolong kala itu, yang mana Truk Kru music Panggung
Konvoii Avril fans fender, Orasi yang begitu memotivasi kelompok dan masyarakat
tersebut lah yang menjadi titik awal pecah nya konflik panjang di Tabalong,
yang mana penyerangan penyerangan di
lakukan kelompok ini, dan tidak mungkin menangkap kelompok ini karena banyak
elet yang melindungi, bahkan kelompok ini lebih radikal dari pada kelompok awal
dalam misi nya, karena kelompok sebelum nya tidak melakukan pembakaran mobil PT
Adaro dan Pertamina, sedangkan kelompok ini membakar bahkan menahan pengawai PT
Adaro saat itu, dan di tengah kekacauan inilah datang nya orang bernama Ananh
Syahfiani, yang mana orang ini adalah putra daerah Tabalong sendiri, yang
tiba-tiba di peremosikan oleh Kesultanan Banjarmasin menjadi bupati Tabalong
kala itu, dan elet Kesultanan Banjarmasin terus mendorong kelompok agar
menghacurkan rezim Rahman, dan secara diam-diam mengarahkan Masyarakat ke pada
Anang Sahfiani saat itu, memang pertama Avril fans Fender Banjarmasin menolak
nya, namun dengan rayuan Kesultanan Aceh Banjarmasin membuat Kelompok mau
mendukung Anang tersebut.
Dan dari pecah nya Konflik 2011 tersebut
maysarakat Tabalong mulai sadar, dan Batalion, dan kelompok music berorasi
kesana kemari, hingga kunjungan Kesultanan Banjarmasin ke Tabalong tahun 2012
lalu, yang mendorong kaum ulama juga ikut dalam mendukung Anang agar Tabalong
maju, dan memarangi rezim Rahman tersebut, dan atas perminta tersebut tokoh
ulama pun masuk line konflik bersama Kelompok, dan kala itu mereka berhasil
memotivasi masyarakat dan mengarahkan nya 100%, dan Anang saat itu di mana
masyarakat Tabalong adalah harapan mereka, yang mana banyak sekali orang
berseturu bahkan saling serang yang di picu kelompok. Bahkan para elet politik
luar Tanjung juga ikut dalam perebutan kursi bupati tersebut, namun Kelompok
memerangi mereka hinga kalang kabut tidak karuan, yang membuat kuat sekali
Kelompok memasukan para pemuda yang banyak untuk memerangi semua musuh nya. Dan
pada menjelang akhir tahun 2012 lalu kelompok suku dayak juga masuk bergabung
dengan kelompok, yang mana suku dayak juga sengat mendukung misi Kelompok
tersebut, karena juga Rezim Rahman adalah musuh bebuyutan nya kelompok Dayak
Tanjung, yang mana dayak tersebut merasakan akan ketidak adilan yang di lakukan
oleh rezim Rahman tersebut, yang mana rezim Rahman pro golongan saat
memerintah, yang pada akhir nya melahirkan konflik Kelompok Kalua dan dayak
yang sangat panjang, atau inti nya selama rezim Rahman berkuasa di Tanjung,
tidak hanya kelompok dayak yang bergabung, namun kelompok Industri Tanjung juga
ikut bergabung kelompok, dan paling jelasa adalah Industri perhotelan Tanjung
yang bernama Hotel ASTON yang begitu jengkel dengan Rezim SBY dan Rahman
Tanjung saat itu, masuk nya Industri dalam line konflik akibat masalah jalanan
di Tanjung rusak dan diarkan terbengkalai begitu saja, tanpa ada tangapan pihak
pemerintah atau PT Adaro atau PT Pertamina tersebut.
Tanggal 16 November 2012 Kelompok
mengadakan pertemuan dengan Industri di markas besar Studio music Rock Tanjung
Avril fans Fender Banjarmasin JL Stadion Tabalong, yang mana Kelompok menuduh
PT Adaro dan PT Pertamina telah melakukan persekongkolan dengan Rezim Rahman
untuk menjarah Tabalong, dan tidak banyak kata dalam pertemuan Kelompok
langsung mengacam PT Adaro dan PT Pertamina, agar menjaga jarak dengan rezim
Rahman apabila tidak ingin perang dengan masyarakat Tanjung tersebut, dan PT
Adaro dan Pertamina juga di tuntut untuk membangun sarana pendidikan baru di
Tabalong, serta memberikan transportasi gratis untuk mengantarkan anak-anak
sekolah setiap hari, dan memberikan bantuan Transportasi gratis untuk
masyarakat pedalaman dalam perjalan mereka menuju kota Tanjung, untuk mencari
kebutuhan hidup mereka, baik bekerja atau pun belanja ke Pasar Tanjung, dan
tuntutan terakhir mereka pada PT Adaro dan Pertamina adalah, PT Adaro dan
Pertaminan harus membangun mesjid di simpang wara jembatan laying Batu Bara
Tabalong. PT Adaro dan Pertamina dalam pertemuan tersebut memang agak keberatan
dengan hal tersebut, tapi apa boleh buat, kalau tidak mau maka masyarakat akan
marah dengan mereka, dan sedangkan waktu itu saja belum ada kata damai dari
kelompok dan masyarakat untuk PT Adaro dan Pertamina. Di lain tempat Batalion
dan Kelompok juga memerangi dinas pendidikan dan kebudayan, yang mana pihak
Batalion tidak terima atas perlakuan baik oleh pemerintah daerah atau pun
pemerintah pusat kala itu, Batalion mengagap pemerintah tidak menghargai
pahlawan daerah yang juga berjuang untuk Indonesia, dan yang mana buku sejarah
pelajaran dalam sekolah selalu mengutamakan perjuangan kelompok Majapahit
melawan Belanda, seolah yang berjuang untuk kemerdekan Indonesia hanya mereka
saja.
Sedangkan pada bulan Desember 2012 lalu
Kesultanan Banjarmasin, bersama sesepuh Tanjung, mempromosikan Anang calon
bupati baru tersebut, Kesultanan Banjarmasin bersama konvoi nya memasuki semua
polosok Tanjung hanya untuk mempromosikan Anang, dan akibat nya adalah, orang
berangapan Anang adalah Boneka nya kelompok, namun walau begitu mereka tidak
memperdulikan hal tersebut, Karena Kesultanan Banjarmasin di mata masyarakat
banjar, adalah pemimpin mereka, dan yang terus melindungi mereka, dan paling
penting lagi yang membuat masyarakat sangat mencintai Kesultanan Banjarmasin
adalah, Kesulatanan Banjarmasin adalah benting paling kuat nya orang Islam di
Kalimantan, muslim mana pun yang tertindas oleh siapa pun, dan mengadukan nya
pada Kesultanan Banjarmasin, maka Kesultanan Banjarmasin akan bertindak untuk
memberikan pelajaran dengan penindas itu, dengan sesuai acuan hukum Pemerintah
Indonesia dan Islam, bahkan bagi kaum Fanatik di Kalimantan, mereka tidak
mengagap ada nya Pemerintah Jakarta di Tanjuang atau daerah lain di Kalimantan,
mereka hanya mengagap Kesultanan Banjarmasin sebagai pemimpin mereka, dan tak
akan mendegarkan suara Pemerintah Jakarta tersebut apa resiko nya.
12 Januari 2013 Kelompok mencoba menyeret
Rezim Rahman ke Banjarmasin, ke KPK Provinsi, yang mana Kelompok menuduhkan
rezim Rahman telah melakukan korupsi dana pembangunan Rumah sakit Tanjung di area
Maburai dan Tapian, dan Hotel Aston juga menuduhkan pada rezim Rahman telak
melakukan korupsi masalah pembangunan jalanan lintas Provinsi, namun upaya
tersebut gagal, karena belum kuat nya bukti tuduhan tersebut. Dan 1 Febuari
2013 Kelompok Buruh Tanjung masuk line Konflik, dan bergabung dengan Kelompok
untuk memerangi pemerintah dan PT Adaro dan Pertamina tersebut, yang di angap
selalu mempekerjakan kaum Majapahit, dan tidak mempedulikan lagi dengan buruh
daeran Tanjung tersebut, dan Industri Cina yang mulai bercongkang di Saradang
juga saat itu akan menimbulkan kekacuan di Tabalong, karena sudah Nampak
sekali, yang mana sengketa lahan sudah berlangsun di sana. Perlu di akui pada
zaman rezim Rahman, semakin hari, semakin memburuk pasca konflik tahun 2011
lalu, dan menjelang akhir pemerintahan nya ini, masalah benar-benar memuncak,
dan semua masalah tersebut Kelompok lah yang membuat nya, karena tanpa Kelompok
masyarakat Tanjung yang jatuh dan terjajah tersebut tidak ada upaya perlawanan
mereka, bukan karena takut, tapi tidak terdidik secara skuler dan Agama, yang
mana pemerintah besama lambaga membiarkan masyarakat di rasuki kebodohan, agar
bisa di bodohi oleh mereka tersebut, dan minim nya teknologi media untuk
melakukan pemberatuan dan mendidik dan majukan Masayarakat, dan sangat kecil
kemungkinan masyarakat Tanjung melakukan hal tersebut tanpa dorongan Kelompok,
apa lagi di kalangan suku dayak, yang jauh dari akses pendidikan di pedalaman,
dan semenjak Kelompok di bentuk orang di Tanjung sangat merasakan hasil nya,
dan media senjata kelompok yang paling kuat adalah Musik Rock endergrons, yang
mana dari situlah para pemuda Tanjung bisa di kumpolkan dan di berikan arahan
oleh mereka, dan pembangunan sekolah-sekolah terus di lakukan Kelompok dari
dana sumbangan Industri dan lain nya. Dan kelompok ini juga yang membuat Pemilu
preode 2013-2014 Kepala daerah ini menjadi berbeda sekali, dan sunguh berbeda
dari pemilu sebelum nya, yang mana era baru ini masyarakat sangat antusias
sekali dalam pemilu tersebut, dank e ikutan para pemuda-pemuda yang meramaikan
pesta rakyat tersebut.
Namun menjelang pemilu terjadi di Tanjung,
Kelompok tiba-tiba mengejutkan orang banyak, Karena sunguh Nampak Kelompok
meragukan Anang bisa memerintah Tanjung tersebut, dan Anang sama dengan
Pedahulu nya, hal ini hampir saja meruntuhkan semua nya apa yang mereka buat
sendiri, hal yang utama memicu hal ini akibat dari tim sukses Anang sendiri,
yang mana mereka membagikan Sarung dan Pakayan untuk petani Karet di Utara
Tanjung tersebut, Kelompok menilai adalah upaya membeli suara masyarakat, sama
yang di lakukan oleh Presiden SBY dengan Partai Demokrat nya tersebut, mereka
membeli suara masyarakat dengan cara halus ya itu kartu BBM tersebut, bahkan
ketua Kelompok saat itu hampir saja berkonflik dengan pihak Kesultanan
Banjarmasin Aceh, tapi semua nya dapat diredam bersama-sama, dan kelompok yang
sempat keluar kembali masuk lagi, dan menyatakan dengan resmi, bahwa mereka
mendukung Anang, dan dari pernyatan yang keluar dari Studio music tersebut,
sudah menyatakan Bahwa Anang akan memenangkan perebutan kursi Bupati Tersebut,
dan pernyatan tersebut juga sudah mengucilkan seluruh lawan Anang, dan
mengekecewakan calon lain nya, karena bukan mendahuli dari tuhan, tapi jika
kelompok berpihak ke sana maka semua nya akan kesana, Karena kelompok dapat
mengarakan masyarakat tersebut.
Dan waktu pemilu pun tiba di Tanjung,
November 2013, dan tidak luput prediksi Anang memenangkan pemilu tersebut
dengan suara terbanyak, yang di damping oleh Zone Alpianor sebagai wakil Bupati
nya. Dan masa transisi adalah masa menegakan bagi semua yang terlibat dalam hal
tersebut, dan Rezim Rahman sangat kwatir sekali, dengan apa yang akan terjadi
setelah keruntuhan tersebut, rezim Rahman sadar masyarakat yang marah pada nya,
dan kelompok bisa menyerat nya ke dalam Penjara Banjarmasin, dan disisi
kelompok Anang, kwatir sekali kalau Kelompok balik arah, karena iya belum di
lantik secara resmi menjadi bupati Tanjung kala itu, dan di masyarakat
benar-benar mengharkan Anang menjadi pemimpin yang mereka kehendaki tersebut,
memang pada masa transisi Konflik kelompok terus berlangsung namun pihak
pemerintan Provinsi bisa meredam nya, dan membatasi Batalion yang bergabung
kelompok melakukan penyerangan dan penuntutan bersama untuk memajukan Tanjung
kala itu.
Dan dengan resmi pada 17 Maret 2014 Anang
dan Zony secara resmi di lantik menjadi Bupati Tanjung, oleh Gubernor Provinsi
Banjarmasin, Rudy Arifin, di depan Kantor DPRD Tanjung Mabu’un, dan dari hari
itu era baru di mulai, dan secara sah Anang memerintah Tanjung, dan matilah
Rezim Rahman, orang di jalan bernyanyi dan bersukur dengan tumbang nya rezim
Rahman, dan orang juga berpesta di Banjarmasin, tumbang nya Rezim SBY yang
korup tersebut, dig anti oleh Jokowi, dan paling penting pada hari itu, seluruh
masalah masyarakat Tanjung yang begitu rumit tersebut secara sah di wariskan
pada Rezim Anang ini, dan pada saat itu kelompok yang hadir dalam pelatikan
tersebut, kelihatan akan ketidak percayan nya terhadap Anang dalam memerintah
Tanjung Tersebut.
Di awal pemerintah nya Anang tampil layak
nya pahlawan super di masyarakat Tanjung, dan iya bertidak untuk menujukan
kepada Kelompok, agar kelompok hilang keraguan nya, dan kelompok dapat
bekerjasama dengan dia, Anang bertindak untuk menghentikan pertikaan panjang PT
Adaro dan Pertamina dengan Kelompok dan masyarakat Tanjung, namun langkah awal
tersebut gagal, karena juga Anang masih ragu, apa bila salah jalan iya akan di
kudeta Kelompok yang bergabung Batalion tersebut, dan Anang lebih memilih tidakan
mendegarkan masyarakat dulu, dengan penijaun lokasi, seperti ke Pasar dan desa,
dan iya benar-benar mimbiarkan Kelompok bertikai tanpa di campuri, meski PT
Adaro merintih minta bantuan Anang, dan apa yang di perjuangkan Kelompok juga
kepintingan bersama, bukan kepentingan golongan saja.
Perlu di akui, Rezim Anang benar-benar
berbeda dari yang dulu pernah memerintah Tanjung, yang mana kadang kala orang
ini sama dengan Presiden Jokowi bekerja di Lapangan bukan di dalam Kantor nya,
Anang dengan Tim nya selalu melakukan kunjungan kemana-mana saat itu, meski
belum ada tidak yang di ambil untuk menyelesaikan masalah tersebut, tapi paling
tidak iya dapat mempelajari masyarakat yang di pintah nya, dan hal terpenting
juga iya memberikan Pemuda-Pemuda Tanjung untuk masuk dalam arena perpolitikan
Tanjung, dengan di dirikan nya oleh rezim Anang sebuah perkompolan Pemuda yang
kesemuanya adalah pemusik Rock, dan kebanyak mereka angota Avril fans Fender,
dengan nama lembaga Karasmin, dan karasmin ini juga di berikan tugas oleh Anang
untuk memberikan arah kepada Pemuda Tanjung untuk menjahuhi alcohol dan
Narkoba, iya menerapkan syetem Kelompok.
Dan pemerintah Rezim Anang sudah berjalan 3
bulan dari pelantikan nya kemarin, maka Tanjung dapat lihat tenang sedikit dari
sebelum nya, karena tidak ada nya keributan yang di buat oleh Kelompok dan tim
nya yang mondar mandir di tanah melayu tersebut. Karena semua orang tahu di
Tanjung dan seluruh pulau Tanah Melayu Sumatera dan Kalimantan, jika ada
keributan dengan pihak Industri dan Pemerintah itu pasti sudah Kelompok, karena
jarang sekali ada yang lain, dan Kelompok ini juga banyak nama dan Tim untuk menyamarkan
diri mereka dari sorutan public banyak, dan sudah saya katakana di atas tadi,
Kelompok yang sekarang lebih radikal dan nekat dari pada kelompok terdahulu di
bawak komando Edo Vodo dan Erny Nusation, dan ketua Kelompok yang sekarang
sangat sulit untuk di seret ke meja hukum, dan kadang orang berpedapat, bahwa
Kelompok itu adalah buatan Pemerintah, bukan kelompok yang di buat asalan, dan
tidak terkait denganb pemerintah, karena kelompok kuat sekali, baik Ekonomi nya
dan juga perpolitikan nya, tidak sesuai dengan kelompok swata yang punya
Ekonomi sekuat Kelompok ini, karena juga Kelompok punya banyak cabang Industri
milik mereka, yang jelas Industri music Rock terbesar di Tanah Melayu. Dan masa
ini atau pemerintah rezim Anang, Masyarakat hampir 80% sudah menjadi masyarakat
Go Internasional, yang mana seperti yang di cita-citakan rezim Noor Aidi kala
itu, dan juga masyarakat Tanjung sudah bangun dari tidur nya, dan takan berdiam
jika di jajah oleh siapa pun, bahkan pada ere ini masyarakat Tanjung memerangi
pemerintah Jakarta, yang di angap menjajah tersebut.
Langkah Anang dalam pemerintah nya pada
tahun 2014 ini, yang mana iya mengusahakan meningkan harga Karet di pasar
Internasional Banjarmasin, yang mana harga Karet merosot di rezim Rahman,
memang iya gagal menaikan harga tersebut, Cuma penting langkah dan tidak nya
usahan nya itu, karena rezmi Rahman hanya berdiam pada saat Karet Turun Harga,
Anang juga memperkuat hubungan nya Dengan Kesultanan Banjarmasin Aceh, dan pada
tokoh ulama dan dayak Muslim, yang mana dari bagian masyarakat Tanjung kala itu
menuduhkan Anang adalah bonekan Kesultanan Banjar, dan fanatic agama Islam
tersebut, yang mana orang tahu Kesultanan Banjarmasin yang melakukan penumpasan
terhadaf budaya yang menyalah seperi perjudian dan lain nya, dan Rezim Anang
adalah rezim yang 3, yang Berani melakukan penumpasan hal tersebut, karena
dalam akhir tahun 2014 lalu Anang dengan elet Dayak dan sesepuh Tanjung
pertemuan yang membicarakan hal tersebut. Dan pada pemerintah Provinsi setuju
melakukan nya, dan dengan resmi pada awal tahun 2015 Pemerintah Daerah
menguluarkan perintah pada Polres Tabalong untuk melakukan penumpasan hal yang
menyalah ini, Perjudian atas nama budaya dan tradisi suku dayak, adalah hal
yang paling rumit untuk di urus, karena penumpasan bisa memicu Konflik, alasan
utama nya bisa terjadi konflik adalah, kebanyak dari kelompok suku dayak adalah
orang terbelakang pendidikan nya, dan mereka mengunakan hukum rimba dalam
bertidak, mereka tidak mengenal hukum resmi Negara Indonesia, saya sebenar
bukan bermaksut menghina pada kelompok dayak, atau mengucilkan nya lalu
mempermalukan nya dengan tulisan ini, karena ini sudah lumrah di Kalimantan,
Kelompok dayak akan datang membawa golok dan panah jika ada suatu yang datang
pada mereka, meski yang datang belum menunjukan akan keradikal mereka dalam
menyelesaikan masalah, dan kadang kelompok datang harus bersabar diri, karena
mereka Polres bersenjata AK 47 lengkap, jika mereka mau, kelompok dayak bisa
habis terbunuh akibat perlawanan nya, jadi hal sangat sulit sekali di lakukan,
maka dari itu Rezim Anang selalu mengalang pertemuan dengan petingi suku dayak
di Tanjung, dengan macam-maca acara nya, salah satu Festival Budaya dan eknik
dayak, yang mana hal tersebut untuk memberitahukan budaya dan tradisi suku
dayak sendiri, yang menyalah gunakan nama Budaya dan Tradisi mereka untuk
melakukan hal criminal, perjudian dan miras di tepi kota Tanjung, yang kerap
kali terjadi pembunuhan antar kelompok Banjar dan dayak akibat perjudian
tersebut, Perampokan dan pencurian juga meningkat. Untuk lebih kuat lagi rezim
Anang pada 2015, membentuk pembelajaran Budaya dan Tradisi suku dayak di
lembaga perpustakan Tanjung, dan di kumpolkan nya semua para kepala adat Dayak,
yang mana kelompok menajakan dengan jelas, bagai mana Budaya dan Tradisi suku
dayak yang sebenar nya, apakah ada dalam hukum adat dayak tersebut menghalakan
perjudian dan pembunuhan, dan jika tidak ada maka kelapa suku dayak harus
member tahukan kelompok nya bahwa itu salah, jangan membiarkan kelompok larut
dalam kesesetan tersebut, dan untuk tugas ini pun maka tugas di serahkan pada
Batalion oleh rezim Anang, yang akan bekerjasama dengan kepala Suku Dayak
melakukan penumpasan tersebut, dan penumpasan ini penumpasan resmi yang di
ketahui sendiri oleh seluruh pemerintah Jakarta, DPR, MPR dan Presiden, dan
juga pembangunan akses pendidikan di tanah dayak untuk memoderenisasikan mereka
semua nya, dan ini hanya ada di 3 Rezim saja yang berani melakukan hal, karena
ini penuh resiko, kita dapat belajar dari sejatah, bagai mana kelompok Revolusi
1 Banjar melakukan penumpasan yang berujung perang suadara, suku dayak dan
kelompok banjar benar saling bunuh dalam kasus tersebut, namun kita tidak perlu
mengukit hal yang suram itu, karena hanya bisa berakibat provokasi saja, tujuan
saya menulis hal itu agar anda pembaca tahu dengan kenyatan sebarnya saja.
Dan sudah memasuki 3 bulan dari bulan 1
tahun 2015 ini, rezim Anang masih tidak terlalu ikut campur Kelompok melakukan
penekanan terhadap PT Adaro dan Pertamina, bahkan PT Adaro menyjet minta
tolong, akibat dari desakan kelompok, dan masalah pembangunan Islam Center dan
mesjid, rezim Anang hanya melakukan pembangunan saja, seperti pembangunan
Jembatan dan perbaikan serana belajar, perpustakan dan sebagai nya saja, dan
tepat 26 Maret 2015, Erny dan Edoo telah keluar dari penjara Banjarmasin, dan
kembali ke Tanjung, dan Erny kembali ke Kelompok, namun iya tetap saja
menjadikan Rahmah ketua nya di Banjarmasin, iya berlaku menjadi panasehat Tim
saja, namun kembali nya Erny juga memperkuat Kelompok, dan mencengkan
pemerintah daerah 2 perempuan kuat bergabung menjadi satu. Dan tidak luput dari
dugaan, Konflik baru yang di lahirkan Industri Cina di saradang benar-benar
terjadi, karena tepat pada 10 April 2015, masyarakat Saradang Tanjung datang ke
markas kelompok untuk mengadukan PT Conth tersebut, yang sudah melakukan
pelangaran, baik dari sengketa lahan, buruh kerja dan budaya Cina, masyarakat
Saradang menyurukan penyerangan, dan tepat tanggal 11 April 2015, Batalion bersama
kelompok Apel di depan studio music, dan langsung melakukan penyerangan
terhadap PT Conch, yang mana serangan ini serangan sepihak tanpa pemberitahuan
terlebih dahulu pemerintah Daerah, dan ini adalah awal koflik panjang PT Conch
dengan masyarakat, dan hingga sekarang Konflik ini tidak ada kata damai,
pemerintah daerah tidak bisa berbuat apa, bahkan pemerintah daerah bergabung
kelompok dalam menyerang PT Conch semen Cina tersebut, Batalion dan kelompok
menangkap buruh kerja Cina, dan membawa nya ke Rezim Anang untuk di bawa ke
Banjarmasin, karena tidak memiliki izi dan paspor.
Sedangkan di lain kelompok Rezim Anang
benar-benar melakukan penumpasan wilayah tutorial criminal di Tanjung, seperti
tempat pelacuran, dan penumpasan ini langsung di pimpin oleh Anang sendiri di
lokasi, iya bersama Polres, Batalion, dan Pamongraja, membawa alat berat, tanpa
pandang bulu semua konflik di hancurkan dalam hitungan waktu 5 Jam, dan
berakhilah sudah tempat pelacuran tersebut, dan rencana akan di bangun jalan
bagus di lokasi tersebut. Dan Anang memimpin sendiri dalam melakukan razia
pekat malam hari, razia penyakit masyarakat. Dan pada tanggal 2 Juni 2015
Kelompok meminta Rezim Anang bergabung mereka untuk mendesak PT Adaro melakukan
pembangunan Tanjung, dan perkara ini hampir saja membuat rezim Anang dan
Kelompok melakukan perang dingin mereka, Kelompok menekan juga pembangunan
jalanan Tanjung, dan salah satu nya daerah Mabu’un obor, dan masyarakat Kalua
juga masuk dalam line konflik, yangv menyeret Kelompok untuk mengudeta rezim
Anang. Sedang kan di Banjarmasin kelompok dan Pemerintah Provinsi bergabung
melawan Pemerintah Jakarta rezim Jokowi, yang menuntut hak otonomi daerah
Kalsel. Dan tepat pada tanggal 18 Juni 2015, Kelompok melakukan pertemuan di
Gedung Juang JL PHM Noor Sulingan Tanjung, yang di hadiri tokoh-tokoh Tanjung
baik muda maupuan tua, pertemuan ini mengunang percikan api yang akan membakar
masa, masyarakat kalua mengatakan pada Erny, bahwa Rezim Anang kepentingan
Kelompok, dan melakukan sesuatu yang tidak adil dalam pembangunan, Rezim Anang
selalu melakukan pembangunan di daerah Utara Tanjung sebut saja seperti Haruai,
Mahe, Uya dan lain lagi, dan Pro Dayak. Sementara Jalanan putus di Kalua tidak
perbaiki nya, kami masyarakat kalua memahami mengapa Rezim Anang bertidak
demikian tersebut, karena dalam pemilu kemari daerah yeng memenangkan rezim
Anang adalah dari kebanyakan nya daerah Utara Tanjung itu, dan sedangkan di
area Kalua Anang hanya mendapat suara sedikit, jadi mungkin itu alasan nya.
Maka kelompok masyarakat Kalua berkonflik dengan masyarakat Utara Tanjung, dan
hampir saling serang jika saja Partai Islam Tanjung tidak berhasil meredam nya,
dengan penekanan terhadap Rezim Anang, untuk memperbaiki Jalanan di sana, meski
jalanan di perbaiki konflik belum berakhir, sekarang konflik yang di seret oleh
masyarakat Kalua itu memotivasi masyarakat kota Tanjung, yang berujung Rezim
Anang di perangi mereka, perang tersebut Akibat Erny menarik Kelompok dari lini
pemerintah daerah, dan membukan Frons Batalion yang bergabung masyarakat kota
untuk memerangi rezim Anang tersebut, meski Polres mengatakan mereka di pihak
yang Netral, namun nyata di lokasi Polisi juga ikut dalam mendukung Masyarakat
memerangi rezim Anang.
Rezim Anang pun juga menuduhkan ada
kelompok yang memprokasi kelompok untuk memerangi nya, pernyatan itu dibalas
Erny, jika itu benar bisa kah anda menujukan pada kami kelompok mana yang di
masukan melakukan provokasi tersebut, dan mari kita seret ke meja hukum, Rezim
Anang tidak bisa menjawab nya, karena konflik tersebut sebenar bukan karena di
provokasi, melaikan lahir dengan sendiri, akibat ketidak adilan yang terjadi,
karena masyarakat sekarang bukan masyarakat dulu yang berdiam saja, mereka
melihat dan meresakan bahwa Rezim Anang hanya fukos ke bagian utara Tanjung
saja, dan bahkan kujungan pemerintah Jakarta juga di lawatkan rezim Anang ke
bagian utara Tanjung, bantuan pemerintah Jakarta juga ke utara Tanjung, dan
sangat pro dayak sekali, yang di mulai dari penumpasan penyalah gunaan budaya
dan tradisi suku dayak tersebut, Acara yang di buat juga sangat dayak sekali,
padahal rezim Anang berada di tengah masyarakat Melayu Islam tersebut, bahkan
saking parah nya lagi, Karasmin juga berbalik memerangi rezim Anang akibat hal
tersebut, dan sekarang rezim Anang tersudut sadah, dan tidak mampu berbuat apa
lagi, sedangkan Kesultanan Banjarmasin, menonton nya, bahkan mempromosikan
pemimpin baru di Tanjung. Sedangkan di Perbatasan antara Tanjung dan Balangan,
perang dayak dan PT Conch membabi buta, kekerasan sering terjadi, namun Rezim
Anang masih mengulur waktu untuk melakukan tidankan nya, iya malah melakukan
operasi penuntupan bliyar-bliyar di Tanjung, di lain Kelompok juga, orang
mempertanyaan bagai mana cerita pembangunan Rumah Sakit baru untuk Tanjung tersebut,
di bagian buruh Tanjung yang di pelopori Kelompok melakukan penyerangan
terhadap PLTU baru, ini perang Majapahit VS dayak dan Melayu, yang juga ujung
nya PT Adaro lagi kena getah nangka Kelompok yang ribut tersebut.
Pertanyan juga, apakah rezim Anang tidak
belajar dari pendahulu nya? Rezim Rahman, yang mana Kelompok melakukan blogkade
Truk Tangki Pertamina yang membawa solar, Kelompok menurunkan semua Solar nya,
lalu menjual nya, dan uang di belikan semen dan kayu untuk memperbaiki jalan,
itu adalah akibat tindakan penjajahan pemerintah yang tidak melakukan
pembangunan di Tanjung, dan hal lumrah sudah, jika ada kelompok yang merampas
Pasir, Batu, Semen, Aspal dan bahan matrial lain sebagai nya yang semua nya
milik PT Adaro dan Pertamina, semua Matrial di gunakan untuk membangunan
jalanan dan saran pendidikan, dan maka dari itu, jika PT Adaro dan Pertamina
melaporkan masalah tersebut ke Polres Tabalong, Polres tidak akan merespon
laporan tersebut, itu karena mereka tahu masalah sesunguh nya, bahkan polres
tidak akan datang ke lokasi penjarahan tersebut. Di tegah konflik rezim Anang
membiarkan Pertamina menambah sumur minyak pada tahun 2015, yang berujung
serangan kelompok kembali terjadi, yang mana Kelompok masuk bersama suku dayak
di dalam hutan Tanjung untuk menduduki sumur minyak Pertamina, dan mereka juga
menyuruh pulang semua pengawai Pertamina yang melaklukan pengeboran tersebut,
bahkan jika ada yang melawan pengawai Pertamina di suruh pulang tidak mau,
Kelompok tidak segan memukuli nya, omong kosong melaporkan masalah ini pada
polres Tabalong, orang tahu Pertamina hanya bisa menjarah nya saja, tidak bisa
memberikan sesuatu untuk Tanjung.
Kelompok juga menyuruh PT Adaro untuk
mengurangi produksi Batu Bara nya, karena hanya merusak alam saja, sedangkan
manfaat nya tidak ada untuk Tanjung, yang ada Industri dan pemerintah Jakarta
menjadi kaya raya, mereka hanya membangun Jakarta dan Pulau jawa saja, dan
dalam setiap line Konflik terjadi Kelompok selalu memakai semboyan milik Tan
Malaka, Tuan Rumah tidak akan beruding dan berdamai kepada maling yang menjarah
rumah nya, PT Adaro, adalah Industri boneka Amerika Serikat, yang berkedok
daerah, dengan topeng pimilik nya Orang Indonesia, dan lain banyak Industri
Topeng, dan sedangkan Rezim Anang belum mengambil langkah nya sama sekali,
terus mengulur waktu saja. Sebenar nya kelompok sudah menyatakan untuk
mengulingkan nya, namun mereka juga masih melakukan pembicaran dengan
Kesultanan Banjarmasin untuk tindakan itu.
Dan adalah yang juga begitu bodoh terjadi,
jalanan yang sudah rusak, PDAM malah mengali nya, yang pada akhir menuai
masalah baru, andai saja PDAM tersebut setelah mengali jalan, maka jalanan
tersebut di kembalikan dan di perbaiki tidak masalah, ini justru di biarkan
memburuk. Dan pada tanggal 1 September 2015, Ormas Sumatera dan Avril fans
Fender Pusat dari Sumatera berkunjung ke Kalimantan, dan kesuluruh Kabupaten,
yang bertujuan untuk menekan pemerintah Jakarta, dan memerangi pendukung Jokowi
di daerah, karena juga Jokowi di tuduh berdusta, masalah pembangunan Sumatera
Kalimantan, dan mana Kareta api Kalimantan dan sebagai tersebut, yang berujung
daerah membara menuntut pemerintah Jakarta, di Tanjung kelompok menghadapi 2
pemerintah sekaligus, Kelompok tidak henti melawan Jokowi dan seluruh anak buah
nya itu. Pada kesempatan ini juga sekarang Yamaha Motor Clup masuk kembali di
line Konflik menuntut rezim Anang, untuk memperbaiki serkuit dan lain nya.
Industri dagang juga ikut memerangi rezim Anang, mereka secara terang-terangan
melakukan globalisasi pasar bebas, mereka tidak menghiraukan siapa pun, dan
kelompok mana pun. Baru pada desember 2015, rezim Anang melakukan tugas nya
dengan benar, ya itu iya mulai membangun kawasan kalua dan perkotaan, dan hal
tersebut kembali mendingkan masyarakat, dan iya juga mempubliksikan rencanan
pembangunan kota, yang mana dari sini lah rencanan pembangunan taman Exspo
Tanjung di Mabu’un di bangun, Perpustakan juga di perbaiki nya, dan jalanan
yang berlubang di perkotan juga di Tambal, PDAM yang sudah gila juga di tegur nya
oleh Rezim Anang tersebut, dan masyarakat sangat senang dengan hal ini.
3 Januari 2016, Kesultanan Banjarmasin
Aceh, Persekutuan Tanah Melayu, Ormas Dayak, Ormas Minangkabau, mantan GAM
Aceh, kelompok pemuda, dan Batalion, sepakat untuk kembali melakukan Revolusi
Islam 2, untuk memoderenisasikan masyarakat, yang mana mengembalikan ajaran
Islam yang sebenar nya, yang tidak terpengaruh mistik dan mitos, dan di
Tanjung, Kelompok melakukan nya, kampanye anti mitos dan lain nya, dan
mengedepankan pendidikan skuler dan agama, bahkan misi ini di seponsori
Industri media telokmonikasi, baik yang BUMN dan yang swasta, kelompok berbagi
computer, dan mengajari nya, Internet di kenal, FB dan Twitter dan sebagai, dan
ini akan menjadikan masyarakat go Internasional. Awal tahun 2016 juga rezim
Anang melakukan pertemuan kelompok untuk perundingan perdamain mereka, dan
rezim Anang akan bergabung melawan PT Adaro, dan akan menekan nya untuk
membangun Tanjung, dan jalanan di Mabu’un akan di aspalkan, Terminal Induk akan
di rombak lagi, namun kenyatan nya kelompok menangapi nya dengan dingin sekali,
dan tidak ada pembicaran mengenai tuntutan kelompok masyarakat Kalua, dan masih
juga Pro dayak saja, bahkan kelompok mengatakan, Anang lupa dari mana iya
berasal, iya orang melayu, tapi iya tidak memajukan budaya nya tersebut, kita
bukan rasime, tapi kita akan majukan semua budaya, baik dayak mau pun banjar,
tapi jangan melupakan di mana kita berasal, rezim Anang diam tidak menangapi
nya, Cuma sudah ada titik terang untuk menuju jalan damai bersama kelompok.
Pada tahun 2016 ini kecauan konflik PT
Conch benar-benar memuncak, semua masyarakat bersatu padu melawan nya, dan
perlawanan ini sampai ke Banjarmasin, paktor utama pemicu nya adalah masalah
jalanan yang di rusak truk PT Conch super berat tersebut, bobot nya 100 ton,
dan konflik ini menelan 6 orang tewas saat kerusuhan terjadi jalanan lintas
Provinsi Kalimantan. Masalah PT Conch adalah masalah rumit, karena tidak mau
nya semua kalangan pemerintah bertindak, dan saling lempar masalah, padahal nya
masalah ini bisa di tangani dengan benar, dan 2 lembaga pemerintah, TNI dan
Polisi bahu-menbahu bersama masyarakat menangkap Truk PT Conch dan menahan nya,
sesekali serangan langsung akan di lakukan mereka, bahkan DPRD Provinsi
Banjarmasin besama konvoi masyarakat menyerang dan berusaha menutup PT Conch,
dan masalah ini pelajaran bagi PT Adaro, apa mereka ingin bernasip sama dengan
PT Conch tersebut, atau membangun Tanjung, namun pada 17 Agustus 2016,
pemerintah daerah, menyampaikan pernyatan pemerintah Jakarta pada Batalion,
bahwa mereka menghormati penjuang kemerdekan daerah, dan memberikan penghargan
pada Pangeran Antasari, Hasan Basry dan sebagai, dan pada perayan 17 Agustus
pun semua baleho dan sepanduk tidak lagi bergambar Jendral Sudirman, malainkan
pahlawan daerah, dan hal tersebut secara resmi mengakhirin konflik pemerintah
dengan Batalion, dan perdamain pun terjaga sampai sakarang ini, Batalion
Kalimantan dan Sumatera jangan saman dengan Batalion luar Kalimantan dan
Sumatera, karena Batalion Kalimantan dan Sumatera, Prajurit TNI sangat
nasionalisme nya tinggi, dan menghormati semua penjuang daerah yang
memperjuangkan Indonesia, mereka prajurit sejati, mereka meminjamkan mobil dan
truk mereka untuk mengantar anak-anak yang tidak punya motor dan speda pergi ke
sekolah, mereka TNI Kalimantan dan Sumatera, gotong royong membangun jembatan
untuk masyarakat, mereka membawa semen dan pasir untuk membangun jalan yang
menghubungkan desa dan kota, dan atas dasar semua yang mereka lakukan, kami segenap
masyarakat mengucapkan terima kasih sebesar-besar nya pada Batalion Kalimantan
dan Sumatera yang peduli, dan melindungi kami, dan selalu membela kami, bukti
yang nyata adalah bagai mana Batalion 1008 Tanjung menyerang PT Conch dan
Adaro, yang benar-benar membela masyarakat Tanjung, kami takan lupa semua jasa
nya tersebut.
Dan pada bulan sepetember 2016, Batalion
Kalimantan dan Batalion Sumatera, bersama rezim Anang berhasil menuntup daerah
criminal Tanjung, dan membangun menjadi Taman Exspo, dan Rezim Anang yang
bersama Kelompok berhasil menekan PT Adaro untuk mendanai semua pembangunan
Taman tersebut, Jalanan di Mabu’un juga di aspal rezim Anang, dan Kelompok dan
Rezim Anang juga berhasil melawan penjajahan pemerintah Jakarta, dan mereka
berhasil memberikan pembangunan untuk masyarakat Kalua, jalan yang putus di
sambung kembali, dan Rumah Sakit baru pembangunan nya di lanjutkan sedikit demi
sedikit, mesjid pun selesai di Bangun PT Adaro, dan sekarang rezim Anang
bersama Batalion dan Polres Tabalong, menuntut PT Conch agar membangun mesjid
untuk Masyarakat Saradang, tapi walau begitu bukan berate semua masalah
selesai, konflik hanya mendingin, dan beberapa kelompok dan daerah masih
melakukan penyerangan dan ini belum mampu lagi untuk di selesaikan, karena
banyak kelompok yang membenci Pemerintah Jakarta, yang kadang bisa bergabung
dengan kelompok separatis Kalimantan.
Rezim Anang juga melarang PT Conch secara
resmi untuk memakai jalanan perkotan Tanjung, dan semua jalanan di kota di
berikan portal kusus yang menghalangi PT Conch tersebut, sesytem pendidikan
yang di ajukan kelompok juga di pakai rezim Anang untuk mendidikan anak di
sekolah Tanjung, pembangunan gedung DPRD Tanjung dengan teknolgi pun di lakukan
rezim Anang ini, dan bulan November 2016, rezim Anang dengan resmi, mengurusi
konflik kelompok butuh jawa dengan buruh banjar bergabung dayak, Dinas tenaga
kerja daerah di tugas kan dan harus bertangung jawab atas hal ini, supaya
jangan ada lagi perang kelompok buruh, dan jangan ada lagi jatuh korban jiwa.
Dan sampai pada tahun baru 2017, Taman Exspo yang di bagun telah selesai, dan
di resmikan pada tanggal 1 Januari 2017, dan seluruh pembangunan yang di
lakukan PT Adaro di Mabu’um telah selesai total, dan pembangunan hutan kota
saja lagi yang belum selesai di lakukan PT Adaro tersebut, di Jalan Angrek
murung pudak. Dan pada awal tahun 2017 rezim Anang juga bersama Kelompok dengan
resmi membangun dan memperbaiki saranan olahraga Tabalong, yang mana
pembangunan ini di awasi oleh Kelompok Yamaha Motor Clup Sumatera Selatan
Palembang, dan Kawasaki Ninja Clup Banjarmasin, dan pengaspalan serkuit juga di
awasi oleh kelompok Barito Putra Fans, dan Semen Padang Sumatera Barat. Rezim
Anang juga meningkatkan pertanian di daerah Kalua, dan juga memberikan mesin traktor
dengan Petani, namun rezim Anang masih belum berdamai dengan Petani Karet.
Akiat tidak bisa menaikan harga karet teresebut.
Dan tanggal 1 Febuari 2017, Kesultanan
Aceh, Palembang, Minang Kabau, Riua, Zambi dan seluruh Kesultanan Tanah Melayu
Asean, Malasyia, Brunai Darusalam, Sabah Federasi Malasyia, dan Persekutuan
Tanah Melayu, Frons Islam Asean, melakukan kunjungan rutin tahunan mereka, ke
kesuluruh penjuruh Asean, dan dalam angeda nya di Kalimantan, semua Kesultanan
Tanah Melayu mengadakan pertemuan dengan petinggi suku dayak non muslim, untuk
meminta mereka agar berdamai saja sudah dengan FPI Jakarta, dan terutama Teras
Narang Gubernur Kalteng tersebut, dan pertemuan itu membuahkan hasil, karena
perdamain terjalin, dan setelah dari Kalteng, maka para sultan Tanah Melayu
juga mengujungi Tanjung, untuk melihat kemajuan di Tanjung, dalam pertemuan
Frons Islam Asean akan memberikan batuan pada daerah Guru Danau Tanjung, dan
membangun sekolah Islam Teknologi, yang di rencankan akan di serahkan pada rezim
Anang, dan di awasi oleh Partai Islam Tanjung, dan sultan tanah melayu juga
meminta semua partai Islam Politik Tanjung dan seluruh penjuru tanah melayu
untuk bersatu padu, dan untuk pipinan wilayah Indonesia, Sultan mempercayakan
nya pada sultan Aceh dan Jendral Ali Pasha Pedia Barat, untuk bagian daerah
Kalimantan, Sultan Khairul Saleh dan Raja Landak Pontianak, menurut kesepakatan
bersama, pembangunan sekolah tersebut akan di lakukan pada tanggal 6 November
2017, karena lokasi masih di sengektakan rezim Anang, dan lokasi tersebut
sekarang masih dalam darurat pembebasan, dan semua tempat pelcaur di lokasi di
hancur 1 persatu dengan waktu yang panjang, mecegah konflik panjang yang akan
terjadi. Dan untuk Kali ini rezim Anang bertidak tegas pada PT Conch, karena
tekanan sultan tanah melayu, rezim Anang memimpin penangkapan truk Conch
bersama Polres dan Batalion, meski PT Conch melaporkan nya ke Jarkata, sekarang
perang dengan PT Conch sudah sampai ke Jakarta, Kelompok persatuan Tanah Melayu
dan Partai Islam menekan DPR Jakarta untuk menutup PT Conch tersebut, meski
pemerintah Jakarta belum ada pernyatan sekarang ini.
Namun hal paling peting dalam tulisan ini,
pada hari saptu 4 Maret 2017, masyarakat Tanjung kembali berdiskusi di Studia
music Avril fans fender, yang kembali mengangkat masalah rezim Anang tersebut,
yang mana masyarakat mendapakan sebuah opini di kanca perbicangan masyarakat
Tanjung sendiri mengenai rezim Anang, untuk menentukan masa depan rezim Anang
sendiri, mereka mengatakan bahwa di pemilu berikut nya Anang tidak akan
terpilih, dan juga rezim Anang kurang memuaskan kata mereka, tidak bermaksut
membela rezim Anang, saat Erny menanyai? Apa alasan kalian bisa berpikiran
seperti, mereka di menjawab nya, dan hal ini mengunakan kecuringan kelompok,
bahwa ini tercium bau provokasi, namun kelompok masih menyelidik nya, dan ini
sangat menentukan masa depan rezim Anang sendiri, Cuma saat di adakan diskusi
kelompok pada tanggal 10 Maret 2017, belum ada nya terdaptar nama calon kuat
yang akan merebut kursi Bupati rezim Anang tersebut, jika masyarakat mengadukan
pada kelompok bahwa HJ Sani, polisi tersebut, kelompok tidak akan merespon,
bukan karena mendukung rezim Anang, tapi sudah di bicarakan di Banjarmasin,
pendidikan HJ Sani belum cuku sarat untuk duduk di kursi Bupati Tanjung, iya
seorang polisi, bukan dari kalangan pemerintah sipil yang paham pemerintah
sipil, ekonomi, politik dan militer, sedangkan serperti calon yang lain di
ajukan juga belum mencukupi sarat yang di berlakukan lembaga pemerintah KPU,
yang mana kebanyakan calon adalah pengusaha, bukan orang yang paham pemerintah,
namun ini tidak bisa di pastikan, karena calon yang sekarang tidak mungkin
tersebut bisa menjadi mungkin, karena calon masih punya waktu untuk melengkapi
sarat yang diminta oleh KPU Provinsi Banjarmasin, dan yang menjadi sorotan
kelompok adalah pendukung HJ Sani dan pemuda pancasila, karena kelompok ini
bisa memicu konflik, dan dari cara mereka bicara, yang sangat radikal sekali,
dan sekali kelompok tidak berpihak pada rezim Anang, namun Kelompok harus
mengetahui latar belangkan nya, dan alasan masyarakat tersebut, dan sedangkan
kelompok juga memperhatikan rezim Anang tersebut, dan sekarang di ketahui bahwa
masyarakat yang tingal di kota Tanjung, meminta rezim Anang untuk membangun
jalan yang rusak tersebut, dan masalah ini juga menjadi duri dalam daging rezim
Anang sendiri, meski iya sudah menunjukan nya pada masyarakat kota, atau juga
akan berseberangan nya elet Kesultanan Banjarmasin dengan rezim Anang, yang di
angap pro dayak, karena setiap festival budaya selalu dayak yang di tonjolkan
nya, dan Tanjung bukan tanah dayak, tapi melayu, tanah dayak adalah Kalteng,
ini selalu menjadi benturan terusmenurus, apa lagi di kalangan budayawan
Tanjung sendiri, jika saja rezim Anang hanya berpengang pada suku dayak, di
pemilu berikut iya akan kalah, karena kalah mayoritas masyarakat, jelas banyak
masyarakat melayu di tanah nya sendiri dari pada masyarakat dayak, mereka yang
hanya di perbatasan saja.
Hingga tanggal 2 April 2017, kelompok yang
mengadakan diskusi di studio music, selalu mengangap rezim Anang gagal, Cuma
aneh nya tanpa alasan yang kuat di katangan mereka, Erny menyatakan dalam
pertemuan nya, bahwa kelompok tahu, yang membuat sandungan rezim Anang,
masyarakat yang menuntut perbaikan jalanan, yang mulai jalan Phm Noor, Tanjung
Selatan, di perumahan dan jalan pertamina, sedangkan pembangunan jembatan sudah
di lakukan di padat karya, dan kelompok budaya saja juga berbenturan dengan
nya, sedangkan Konflik PT Conch bukan masalah rezim Anang, karena rezim Anang
sendiri mendukung masyarakat, paling hanya ada sengketa pertamina saja dengan
masyarakat, masalah sumur minyak baru dan sebagai, jadi kata Erny, masih aneh
rasa nya masyarakat mengangap rezim Anang dengan pendapat macam itu dengan
alasan yang sangat Jelas, jika alasan Jelas maka kelompok akan mudah bertidak,
jika alasan kurang jelas kelompok tidak bisa mengambil tindakan apa pun.
8 April 2017, Kelompok kembali melakukan
penyerangan terhadap PT Conch, akibat jalan Ayani Mabu’un hancur total, Ramhah
pemimpin tertinggi kelompok memerintahkan Kelompok untuk melakukan Blogkadee di
semua jalan yang menuju Banjarmasin, dan tidak boleh 1 truk PT Conch pun yang
boleh lewat ke Banjarmasin, bahkan pada tanggal 11 April 2017, Anang sendiri memimpin
blogkade PT Conch sendiri, sedangkan di Mabu’un jalanan di Tanami masyarakat
agar Truck PT Conch tidak bisa lewat. Selasa 18 April 2017, kelompok mengadakan
pertemuan di Hotel Aston bersama rezim Anang, kelompok bersama partai Islam
Tanjung menanyakan pada rezim Anang mengenai janji Presiden Jokowi, mengenai
pembangunan jalan kereta api Kalimantan, pembangunan bandara warukin Tanjung,
dan perombakan terminal Induk Tanjung. Jawaban Rezim Anang, pemerintah masih
mencarikan dana nya, namun menurut Kelompok itu hanya alasan saja, dan macam
apalagi, PT Adaro dan Pertamina yang menjarah Tanjung ini bisa memberikan
bantuan dana nya pada pemerintah, banyak Industri di tanjung ini, dan Kelompok
mengacam, rezim Anang, rezim Anang harus menuntut pemerintah Jakarta agar
memberikan ke adilan pembangunan, jika rezim Anang tidak bisa melakukan nya,
maka rezim Anang letakan saja kekuasan nya tersebut, dan jika tidak mau
meletakan kekuasan nya dengan damai, maka kami akan memaksa kalian semua untuk
meletekan kekuasan tersebut, dan kami akan memberikan kekuasan tersebut kepada
orang yang pantas mengenakan kekuasaan tersebut.
Dan kesimpulan terakhir, tahun 2017 ini
adalah penentu masa depan rezim Anang, yang mana jika iya tidak memulai nya
dari sekarang kapan lagi, waktu yang dimiliki nya hanya sedikit, karena meski
iya tidak memiliki saingan berat di Tanjung ini, Kelompok bisa meminta
kebijakan pada pemeritah Provinsi mengenai calon yang pantas, karena tidak
meski harus putra daerah yang menjabat bupati, orang luar juga bisa asalakan
mereka adil, Kalua hanya HJ Sani saja bukan masalah, bagi rezim Anang, Cuma
hanya masalah di kelompok-kelompok yang melakukan persekongkolan yang
mengarahkan masyarakat tersebut, dalam sampai saat ini hanya itu saja yang kami
berikan Imformasi nya, dan imformasi berikut nya masih dalam penulisan di
Kantor Berita Kanada. Dan sekali lagi Tahun 2017 ini adalah tahun penentu bagi
masa depan rezim Anang Tabalong tersebut.
Dan mungkin sekian dulu imformasi yang saya bisa
berikan pada anda para pembaca. Dan kita bertemu lagi di lain epesodi tulisa
saya yang baru nanti.
Terima kasih telah membaca nya semoga berguna untuk
anda.
Mohon maaf bila ada kekeliruan dalam tulisan saya di
atas.
FROG GOZILLA
Ketua Organisasi Alternativ Rock Numetal Comnty Tato88
Tanjung Tabalong yang bergerak memajukan pendidikan di Banjarmasin Aceh dan
Indonesia.
Organisasi ini juga sangat aktiv di industri musik
Rock Endergrond,
Dan berjuang untuk membangun perintahan ustmaniyah
yang baru,
Simbol Organisasi
Avril Lavigne




