Arsip Rahasia GAM 5
Pendahuluan
Ini adalah tulisan saya lanjutan Edisi yang terdahulu kemarin, saya juga butuh waktu dalam menerjemakan semua arsip ini, karena di tulis dengan Code etik GAM, code etik itu hanya mereka yang tahu apa yang tertulis itu, saya juga adalah bagian dari GAM juga, Tulisan ini juga sudah mendapat restu dari GAM Aceh dan Kesultanan Banjarmasin, dan di tulisan Bawah ini tentak sengketa Timor-Timor keluar dari kesatuan Indonesia, kenapa GAM ikut campur masalah ini ? GAM tidak Ambil bagian dari Konflik Timor-timor terlalu dalam, Tapi Ayah Ali alias ayah angkat saya adalah sahabat Baik Mayor Alperdo Redando, Bahkan Ayah Ali mencari orang yang menembak nya, tapi dia tak pernah menemukan nya sampai dia meningal.
Arsip Rahasia GAM 5
sengketa Timor-Timor
Bugis B,J, Habibie pengecut
Pemberontakan Timor-Timor pada Majapahit
Jujur saya tak pernah menyaka Bahwa Ayah Ali sahabat Mayor Alperdo Renaldo, dan sering bertemu Letkol Muhammad Yasin GAM.
Setelah runtuh nya Orde Baru Soharto 1998 menjadi Awal-Awal pemerontkan hampir di seluruh Indonesia, Pemberontakan pun juga macam-macam Alasannya dan tujuan nya, baik kekuasan, ekonomi, politik, kekecewan dari masyarak pada pemberintah Majapahit ini, pemerintahan Majapait di padang rakyat nusantara pilih kasih dalam pembangunan dan mengebankan kemajuan, karena fokos mereka hanya pada pulau jawa dan jakarta saja, tapi ada organisasi bawah tanah yang mengabil untuk dari masalah ini, organisasi bawah tanah ini adalah pihak luar Indonesia, mereka menjual senjata pada pihak bertikai ini, Portugal, Australial Eropa, dan paling nyata keterlibatanya adalah Amerika Serika.
Gerekan bawah tanah ini benar-benar menghasut dan memanfaatkan kekecewan Rakyat Timor-Timor untuk melakukan pemberontakan terhadap Majapahit, tintah Ayah Ali dengan tegas mengatakan, pemberontakan Timor-Timor takan pernah terjadi dan takan menang melawan TNI, POLRI, kare mereka hanya kelompok kecil dan tak terlati sejara nya militer, Ayah Ali juga pernah menyadap telpon B.J. Habibie dangan PBB Kofi Anan.
Ayah Ali juga sering di ajak para pemberontak Timor-Timor bergabung melawan Majapahit, Tapi Ayah Ali menolak dengan alasan, saya belum bisa membantu saudara dalam memerangi Majapahit, karena saya banyak urusan lain di Banjaramsin, Ayah Ali menolak nya dengan biasa tanpa kasar karena dia kawan baik Mayor Alferdo Renado saja, ayah Ali mengetahiui semua gerkan bawah tanah musuh Majapahit, Karena Ayah Ali juga adalah orang sangat marah pada Majapahit, yang paling gila nya lagi ada yang menyebarkan opini isu dan fitnah dengan cara mengatas nama kan HAM/hak asasi manusia yang bigtu hebat nya lagi, mengabing hitamkan Soharto teantah HAM tersebu,
Padahal kalau bicara HAM maka tidak masuk akal, karena Soharto sudah turun dalam memerintah di gantikan oleh seorang bugis gila bernama B,J, Habibie, Majapahit juga sudah menawarkan perdamain pada pihak pemberontak, Majapahit juga sudah tawar pemekaran daerah dan pedidikan tapi di tolak oleh pemberontak, padahal seluruh tawaran Majapahit ini sudah menjawab tentang HAM tersebut, dan hanya orang bodoh saja yang tak sadar percaya isu akan penghianan janji majapahit seperti janji dulu.
Ayah Ali juga pernah diminta membujuk Malasyia agar mendukung pemberontakan dan saling tolong menelong melawan Majapahit tapi di tolak, Ayah Ali bertintah, saya lebih mau dan senang melihat Timor-Timor ini tidak keluar dari Indonesia ini, Tintah Ayah Ali pada Mayor Alperdo Renadol, lebaik Majapahi dari luar negeri, setidak nya mereka adalah saudara kita sendiri, saya lebih baik di jajah bangsa sendiri dari pada Asing, dan kalian bersekutu dengan Eropa dan Amerika Serikat pengecut itu.
Sebelum puncak pemberontakan terjadi, Pasukan Timor-Timor melakukan jejak pendapat pada semua musuh Majapahit dalam pertemuan Rahasia Di Amerika Serikat kala itu.
Dalam jejak pendapat dengan musuh Majapahit mereka hampir terjadi contak senjata, karena dari beberapa Musuh Majapahit terbesar menolak persekutuan terhadap barat dan Amerika Serikat, Walau Majapahit musuh tapi lebih baik Majapait, Musuh Majapahit palik tidak setuju pada pemberontakan adalah Pasukan Kuripan Divisi atau pasukan pembela Banjarmasin.
Setelah pertemuan jejak pendapat dengan musuh Majapahit maka terbentuk lah saling bersekongkol tapi juga saling berebut dalam kekuasan nya.
Banyak musuh Majapahit menyerang pasukan Timor-Timor, alasan bersekutu dengan Amerika Serkat Musuh dunia, dan peling gila nya lagi, boronan TNI malah menyerahkan diri dan meletakan senjata dan bergabung dengan TNI untuk melawan musuh bersama, Musuh Majapahit juga sempat melakukan Jejak pendapat Rahasia bersama TNI dan membuat janji, seagai berikut, kita tidak berdamai, tapi untuk sekarang ini, kita tunda dulu perang kita, dan kita harus bersatu dulu melawan penjajah Asing Amerika serikat, dan setelah nya kita lanjut fokos untuk selesaikan permusuhan kita, kami meletakan senjata bukan berarti menyerah tapi hanya saja kami ingin bertemu dan menyampaikan ini pada TNI.
Banyak masalah di Timor-Timor dan sangat membingukan Contak senjata Antara Pro barat dan anti Amerika Serikat, dan TNI pun jadi Bingung, yang mana musuh sebenar nya, yang paling parah lagi adalah saling tuduh dalam kelompok-kelompok pemberontak, Hal palik gila laskar malaka dan kuripan divisi ikut menyerang Pemberontak dan tujuan sebenar nya adalah Barat dan Amerika serikat adalah penghasut dan menjual senjata untuk pemberontak bersama Portugal, Amerika Serikat dan Portugal juga berani bayar pereman nusantra untuk buat kacau dan konflik lebih besar dan pada akhir nya Amerika Serikat menawarkan batuan kedok perdamain yang tak gratis mahal harga nya tapi semua nya mimpi karena itu yang di inggin kan oelh Amerika Serikat Agar kaya raya dan di akuai oleh dunia ini, dan tujuan sangat nyata, hanya orang bodoh saja yang tak tahu masalah ini.
Ketika Presiden Bugis B.J. Habibie yang gila ini melakukan Referindum di Timor-Timor TNI adalah pasukan pertama yang menetang nya, Bahkan ada dari mereka yang bersatu dengan pasukan kurivan divisi berniat membunuh Presiden B.J. Habibie tapi belum terlaksana, hinga saat ini pun masih ada yang bernian membunuh Habibie ini karena di angap mencoring nama Indonesia dan TNI, dan kenyatan itu tidak bisa di bantah lagi, ada seorang prajurit TNI bernama Arifpinshah, dia mengatakan Habibie harus di bunuh untuk mencengah jatuh nya Timor-Timor akibat kebofohan seorang Insinyur yang konon bisa buat kapal terbang ini, Habibie juga lebih berpihak pada asing ketimbang Bangsa, contoh nya dia, lebih baik mengharumkan nama Jerman dari Indonesia, padahal kalau dia pahlawan dan orang indonesia walau pun di gajih rendah, lebih baik memilih bangsa sendiri dari pada Asing, dia mengakatan Habibie adalah dari kebanyakan bugis yang sok pintar dan hebat, sombong dan besar kepala, dan kawan sekampung Yusup Kala artis politik
Ayah Ali Habibie adalah pemimpin pengecut yang melepaskan wilayah toturial Indonesia, Mungkin apa yang melatar blakangi sengketa ini.
Ayah Ali atau saya sependapat, dia katakan kita akan bentu TNI dan Majapahit Walau kita tak sejalan dengan mereka, tapi setidak nya Majapati Saudara sedarah Asia tengara.
Ayah Ali entah siapa kah yang mengangkat orang macam Habibie jadi presiden Indonesia, saya yakin mereka semua adalah orang tolo dan Dungu sekali,
Ayah Ali, Tegaskan Habibie ini tidak menghargai orang atau pahlawan yang memperjuakan kesatuan NKRI, mereka rela mati di medan perang hanya untuk orang lain dan keturunan nya, apakah begitu pemikiran Seorang Insinyur dan macam-macam di agungkan seperti para Nabi, saya tambahkan tintah nya, karena beberapa kata-kata ini tidak tercantat pada surat aslinya, ada sekelompok penulis dungu menerbikat sebuah Buku berjudul Pahlawan dan Insinyur peswat terbang, pertanyan nya berapa di bayar Habibie untuk semua tulisan pencitran seorang Bandit di citrakan sebagai nabi? Bahkan sekarang ada sebuah Industri Flim yang membuat Flim berjudul Ainun Habibie ini konyol sekali.
Ayah Ali juga membayar beberapa ahli telekomonikasi untuk menyadap pembicara Habibie dengan PPB Kofy Anan, ayah Ali mencurigai Habibie sekongkol dengan Barat atau Australian, dan ternyata benar, karena Ayah Ali mengetahui pendaratan Pasukan Australia di Lapangan terbang Comoro, pasukan tersebut di perintahkan PPB, untuk Ambil alih tugas TNI yang di Angap tidak mampu dalam membuat perdamaian dan ke amanan di timor-timor, dan sekali lagi ini pukulan keras terhadap TNI dan sama menghina pemerintah Indonesia karena tidak mampu dalam menyelesaikan masalah ke amana di timor-timor, secara kasar nya TNI pengecut tak berani menghancurkan pemberontakan yang di dalangi Amerika Serikat, Australia, Portugal ini, Pasukan yang mengatas nama perdamain ini mendarat langsung membuat formasi siap contak senjata, pendaratan itu juga di ketahu oleh pasukan pemberontakan lain nya, mereka juga menahan diri agar tak terlepas peluru senjata, Ayah Ali juga bersama kawan-kawan pada waktu pendaratan itu bisa saja menembakan Roket kecil atau Bassoka untuk ledakan pesawat Hercoles itu, tapi tak dilakukan karena masih bisa menahan diri mereka,.
Setelah mengetahui masalah ini, Ayah Ali bertemu prajurit TNI untuk mengajak mengempur pasukan PBB ini, debat hampir bunuh-bunuhan TNI dan Ayah Ali pada Saat itu, karena TNI ada sepakat dengan Ayah Ali, dan ada juga yang menelok, tapi pada Akhir nya di putuskan oleh TNI mereka tak akan ikut Ayah Ali dalam menyerang Timor-timor saat itu, dan sasaran ayah Ali untuk di bunuh adalah Jendral Peter Cosgrove, dan beberapa orang dari angota mereka saat itu, Ayah Ali melekukan kontak senjata hanya di temani 18 orang, ada yang mantan TNI, GAM, LASKAR ISLAM Banjarmasin-Aceh, dan Malaka prajurit Asean, dan dari 18 orang ini 11 tewas dalam kontak senjatam, tapi Ayah Ali berhasil menangkap pasukan pemberontak Timor-Timor sebanyak 4 orang, Ayah Ali bersama kawan mengentrogasi dengan sangat kejam dan penuh darah dan tak tangung-tangung Ayah Ali mengorok leher dari 1 pemberontak dan memperlihakan nya pada 3 pemerontak bahwa dia tidak main-main dalam mengetrogasi mereka ini, dan atas kekejaman yang dilahat maka mereka bicara jujur, mereka mengaku bahwa mereka pun bingun atas kondisi itu, bahkan mereka mengatakan mereka adalah sipil yang di wajibkan perang melawan Majapahit oleh pihak Asing, mereka juga membocorkan serangan kontak senjata pada Masyarakat Pro Majapahit, setelah mereka jujur Ayah Ali menebaki mereka bertiga sampai mati dan pergi meningalkan maya nya, Ayah Ali dengan kawan-kawan atas imformasi dari tawan mereka tentang kontak senjata akan terjadi wilyah-wilayah perbatasan Majapahit, mereka pergi untuk menelong dan evekuasi Masyarakat sipil agar tidak jadi korban, dengan cara menyenyuarakan pada mereka untuk berlindung pada TNI dan Polda Polres, agar dapat perlindungan dari Majapahit, dan pada Akhir nya terjadi lah konta senjata dari berbagai kelompok yang bertikai di timor-timor, Catatan Ayah Ali ada 6 kelompok bereda paham dalam kontak sejata ini, dan kontak ini berlangsung 3 hari kurang, Ayah Ali mencatat baru ini saya mengalami kontak senjata dari 6 kelompok bereda paham dan misi, dan 6 kelompok ini juga saling bunuh satu sama lain nya, punyak nya mayor Alferdo Renaldo meningal dunia karena tertembak, ayah Ali coba ingin selamatkan mayat nya, tapi terlalu bahaya sekali karena tembakan bisa menghujan nya, setelah itu pasukan PBB datang dan membabi buta menembaki secara tak terarah, tapi itu berhasil membubarkan 6 kelompok kontak senjata, semua nya melarikan diri masing-masing, dan saat itu juga lah mulai meredam contak senjata, dan mulai melakukan genjatan senjata antara kelompok-kelompok pemberontakan ini,
Genjatan Senjata pertama bersama Majapahit dengan pihak pemberontak, Majapahit melobikan perjanjian Timor-Timor dengan semua pasukan Pemberontak akan di Angkan menjandi TNI dan pengawai Negri sipi agar terlibat lasngsung dalam pemerintah Majapahit ini, Majapahit ini juga janji akan pembangunan timor-timor, Tapi di tolak pihak pemberontak, genjatan senjata nya jalan buntu bagi Majapahit, genjatan senjata itu juga sekali memukul TNI dengan kemaluan luar biasa, Akibat Habibie melarang melakukan Ivansi, dan Habibie juga bersama PBB mengatakan Pangdam Jendral Wiranto melakukan kekerasan pelangaran HAM berat, fitna luar biasa yang secara tidak langsung mengerogoti TNI, media juga ikut keroyak TNI dengan pemberitan-pemberitan miring terhadap TNI, dan puncak nya ada sekelompok menyerang media pemberitan akibat marah pada media itu telalu melebihkan masalah pelangaran HAM oleh TNI, kambing hitam nya adalah Wiranto Pandam Jendral TNI Indonesia.
Sebenar nya Ayah Ali dan Kawan GAM tidak berpihak pada Majapahit dan TNI, tapi Ayah Ali memerangi Amerika Serikat, Australia, dan barat, Ayah Ali tahu dalang pemberontkan Timor-Timor dan dia terus mempersimpit gerakan oraganisasi bawah tanah pimpinan Amerika Serikat, mereka juga jual senjatan dan menjadi Tentra bayaran Dari para bandit pasar saja, Ayah Ali juga tidak peduli pihak pemberontak Majapahit, Ayah Ali bersifat Netral, dan yang di perangi Adalah Amerika Serikat, dan Portugal, PBB karena itu inti sebenar nya biyang perang konflik, mereka juga Menghasut Masyarakat Timor-timor
Genjatan senjata juga di lakukan di luar Negeri seperti Amerika Serikat, Autralia, dan Portugal, dan semua nya jalan buntu, karena PBB dan Barat berihak pada Pemberontak, mereka juga menjadikan TNI kambing hitam Maslah HAM, padahal sangat tidak ada sangkut paut nya, Wirato mengakaui Tindakan kekerasan di lakukan TNI, tapi bukan pada sipil, melaikan pemerontak yang melawan dan TNI terpaksa contak senjata, Tapi PBB membenarkan prosudur setandar Militer bahwa bole contak senjata apabila musuh melawan dan menembaki dulun, tapi kenapa TNI yang membela diri di Angap kekerasan HAM. Ayah Ali setuju TNI di sembut melakukan kekerasan HAM, jikan TNI menemaki sipil, tapi kalau militer itu bukan kekerasan HAM karena kalau TNI tak balas tembakan pemberontak mereka mati karena di hujani peluru, puncak nya adalah pada Akhir nya setuju melakukan genjatan Senjata, dan disini di temukan titik terang untuk perdamain Timor-Timor walau genjatan senjata ini pada awal banyak yang menolak nya, tapi genjatan pertama ini dilakukan Pemerontak menjadi sembuah senjata yang menghacurkan Majapahit dan TNI,
lalu pada Akhir nya di putuskan melakukan pemilu persi Timor-timor, pemilu ini adalah survei apakah Mastarakat Timor-timor masih ingin bersatu dengan Majapahit, atau merdeka.
Tapi rugi bangi Majapahit dan TNI karena Hasil nya di menangkan Pihak pemberontak, Rapat MPR pun juga di permalukan oleh Habibie dan pemberontak, masalah selesai dan timor-timor resmi menjadi negara Timor Lesti, dan semua nya adalah Habibie harus bertangung jawab, pada pihak pahlwan Indonesia Yang mati untuk menyatukan nusantra ini hinga titi darah penghaisan, dan masalah selesai.
Dan itulah apa yang terjantung dalam Arsip nya, dan nanti saya akan coba publikasikan lagi yang baru, dan saya masih menungu pihak yang berani melindungi keluarga saya dari serangan berbagai pihak, karena saya telalu tahuh banya rahasi, dan saya sudah sering mengalami di kejar-kejar orang yang inggin membunuh saya,
Dan mungkin sekian dulu imformasi yang saya bisa berikan pada anda para pembaca. Dan kita bertemu lagi di lain epesodi tulisa saya yang baru nanti.
Terima kasih telah membaca nya semoga berguna untuk anda.
Mohon maaf bila ada kekeliruan dalam tulisan saya di atas.
FROG GOZILLA
Ketua Organisasi Alternativ Rock Numetal Comnty Tato88 Tanjung Tabalong yang bergerak memajukan pendidikan di Banjarmasin Aceh dan Indonesia.
Organisasi ini juga sangat aktiv di industri musik Rock Endergrond,
Dan berjuang untuk membangun perintahan ustmaniyah yang baru,
Simbol organisasi
Avril Lavigne



