Translate

Senin, 18 Juli 2016

Perjudian Atas Nama Aruh Adat Suku Dayak


Perjudian Atas Nama Aruh Adat Suku Dayak

WELCOME BLOGGER FROG GOZILLA
Terima kasih pada anda para pembaca yang sudah mau melungkan waktu berharga anda hanya untuk membaca tulisan saya 

Pendahuluan

Avril fans Fender Banjarmasin, Repoter redaksi junarlis kantor berita canada Banjarmasin

Tulisan saya ini. saya bisa pertangung jawabkan keberanan nya, dan walau tulisan ini singkat sekali, namun mencari keterangan dan data terhadapa budaya dan tradisi suku dayak ini 2 lama baru terkumpok menjadi sebuah buku tipis, karena berbahaya kelau menulis tulisan yang tidak punya bukti kuat, dan tulisan ini sudah di uji oleh ahli budaya dan tradisi suku dayak orang bernama, Engot Patrasisi, di rumah betang Kuala Kapuas Kalteng, atau tepat nya di depan perpustakan dokumen arsip pemerintah Kuala Kapuas.
Tulisan ini penulisan nya di bantu oleh kawan-kawan Avril fans Fender, repoter jurnalis Kantor berita Canada Banjarmasin, dan juga tulisan ini, di hasilkan diskusi oleh saya dan Avril fans Fender bersama pemangkuh suku adat dayak yang juga hadir dan turut membantu dalam penulisan ini.
Dalam kesepakan menulis ini, ada beberapa tokoh yang nama nya minta di lindungi dari publik, dan ada juga yang tidak minta lindungi dari publik. Tapi yang minta lindungi nama nya, kami akan istilahkan nama dalam penulisan ini.
Dan jika anda masih ragu jua lagi, bisa langsung datang saja ke kantor berita Canada Banjarmasin. di JL, Lintas Provinsi Kalsel-kaltim, binuang Rantau.
Dan saya mohon maaf terlebih dahulu pada anda, karena tulisan saya ini memakai kalimat kasar, dan mohon di maklumi, karena begitulah saya orang Kalimantan ini, dan juga anda perlu tahu juga, saya tidak terlalu pasif pakai bahasa Indonesia, dan saya pasif berbahasa banjar, dan melayu saja, jadi mohon di maklumi jika ada kekeliruan dalam tulisan ini pembaca, tulisan saya ini tercampur antara bahasa banjar dan Indonesia.
Dan tulisan lahir juga bermaksut untuk memberi tahukan kepada orang banyak terhadap kejahatan yang melapaui batas, yang sudah mengotori Nama baik suku dayak, dan juga supaya pemerintah bertindak untuk mengurus nya, sebelum menjadi besar dan besar lagi.

Perjunian Atas Nama Aruh Adat Suku Dayak
Ini foto yang saya ambil besama Aban saat di lokasi perjudian di Kalimantan

Jujur saja saya ini sebenar nya tidak peduli dengan perjudian atas nama aruh suku dayak ini, karena saya ini juga penjahat pembaca, ibarat kata seperti maling teriak maling, dan yang membuat saya peduli dengan hal ini adalah, saat di mana kawan-kawan saya suku daya berdiskusi di kantor berita Canada Banjarmasin, yang mengutarakan perasan nya sebagai suku dayak Kalteng yang amat di rugikan akibat dari perjudian atas nama Aruh adat suku dayak, kerugian itu adalah, buruk nya nama suku dayak di pandang orang lain, seperti sarat akan kegiatan kiriminal sekali, dan dia menanyakan pada saya saat itu, frog apa kah kamu pernah di tanya orang non suku dayak atau banjar, tetang perjudian itu, saya jawab ya, apa kah kamu tidak merasa malu atas pertanyan nya itu? yang mengagap suku daya akan sarat kriminal sekali, dan kamu sebagai suku daya banjar harus nya bertindak seperti saya, untuk memerangi perjudian atas nama aruh adat suku dayak itu, agar kita ini tidak di pandang sarat akan kiriminal.
Nah hal tersebut membuat saya peduli dalam hal ini, dan yang di maksut oleh kawan saya tadi, jenis perjudian yang mengatas nama kan suku dan agama itu harus di tumpas, dan jika perjudian yang tidak mengatas namakan agama suku dan simbol nya tidak perlu kita ributkan, karena hal itu tidak merugikan kita sesama suku dayak pembaca.

Nah Pembaca ini adalah Gambar Aruh Adat Suku Dayak yang benar-benar Budaya dan Tradisi warusan nenek moyak yang tidak berjudi dan pesta miras, dan ini harus di lestarikan keberadan nya.

Walau saya sudah peduli saat itu, namu belum ada tindakan saya terhadap kasus tersebut, tapi setelah beberapa bulan diskusi itu saya lalu, pada tanggal 11 November 2013 lalu, terjadi pertikian antar kelompok suku dayak dan banjar, di Kabupaten Balangan, kecamatan Paringin Kalsel, pertikian itu menghilingkan nyawa 8 orang, dan 20 orang lebih luka. Masalah yang di ributkan kelompok ini, kelompok suku dayak yang pertama minta hentikan perjudian atas nama aruh adat suku dayak, yang di angap suku dayak sendiri merugikan mereka, karena budaya dan tradisi mereka yang di angapa suci itu di kotori, dan kelompok suku dayak yang ke 2, menglaim bahwa berjudi atas nama aruh adat suku dayak itu adalah budaya dan tradisi warisan nenek moyak mereka, dan pertikian ini sampai sekarang belum berahir, masih bersengketa, kadang bisa saling serang dan bunuh, tapi dalam kasus ini di mana polisi, kenapa tidak hentikan pertikian kelompok ini, dan apakah pemerintah ini tuli dan buta hingga tidak mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku nya.

Gambar korban terbunuh dari pertikain antar suku daya, di Balangan tanggal 11 November 2013 lalu, dan petikian ini sampai sekarang belum berahir.
Gamabr 2 kelompok suku dayak bertikai akibat perjudian aruh adat, di Halong Bakangan, 11 November 2013 lalu

Saya ini sudah keliling kalimantan ini pembaca, dan perjudian di antara kelompok suku dayak itu sudah biasa, tapi tidak membawa simbol agama budaya dan tradisi, dan hal itu jarang menimbulkan ribut, paling terjadi perampokan dan penjarahan saja, akibat kalah judi besar nekat merampok, dan jika berizin pun juga biasa nya perjudian itu pasti di tempat tertutup, tidak terbukan di tempat keramain, dan hal itu juga, bisa mencegah pertikaian antar kelompok masyarakat dayak dan Banjar.
Yang membuat saya paling tertarik lagi, untuk mengali lebih dalam kasus ini adalah, apa pun yang terjadi, polisi tidak pernah peduli, dan menimbulkan curiga saya sangat besar, pemerintah pasti terlibat kasus ini, dan bukan tidak mungkin perjudian atas nama aruh ada suku dayak itu buatan pemerintah saja, untuk meloloskan ijin nya, dan mendapat suap besar dari para pelaku judi itu, dan hal lain juga menimbulkan saya penasaran, apakah memang perjudian atas nama aruh adat suku dayak itu adalah warisan nenek moyak suku dayak, dan saya sebagai suku dayak kalteng tidak pernah tahu, bahwa dulu nenek moyang saya mewariskan budaya itu, dan selama saya belajar sejarah dengan kawan-kawan universitas lambung mangkurat Banjarmasin, selama 7 tahun, tidak ada 1 buku sejarah kalimantan yang menyatakan bahwa ada tradisi budaya berjudi itu, dan hal ini juga mulai terungkap hanya dari tahun 2005 ke atas saja, sedangkan dari tahun 2005 ke bawah tidak pernah terdengar ada nya kasus perjudian atas nama aruh adat suku dayak ini, hal yang aneh pada polisi adalah, jika ada perjudian lain selain perjudian atas nama aruh adat suku dayak ini akan di kepong nya, di tumpas nya sampai habis, pada hal pelaku perjudian yang non atas nama budaya tradisi suku dayak yang di kepong polisi itu, pelaku nya mafia besar, kadang bisa lintas negara Asean, dan bersenjata api, dan sedangkan perjudian atas nama aruh adat suku dayak, pelaku nya hanya mafia lokal dan tidak bersenjata api, jadi aneh kalau alasan tidak bisa di tumpas sampai habis pembaca.

Gambar perjudian atas nama suku dayak, saya ambil dari lokasi bersama kawan-kawan suku dayak, di tanah dusun kalteng

Dan atas dasar hal tersebut, saya mengambil keputusan untuk mengudang, para tokoh sejarah suku dayak, dan ahli sejarah belanda, dan kesultanan Banjarmasin, untuk berdiskusi bersama di Kantor berita Canada Banjarmasin, membahas masalah perjudian atas nama aruh adat suku dayak ini, benar-benar ada kah, atau buata para penjahat saja, dan hal ini juga saya lakukan supaya jangan jadi fitah yang akan memakan korban dan merugikan orang lain dengan diri saya sendiri, dan suku meraka semua bersedia hadir semua nya, diskusi di lakukang pukul 08;00 waktu Banjarmasin, tanggal 3 Maret 2014 lalu, dan nama tokoh nya, yang nama tidak minta di lindungi. Hj Anang Suriyansyah, tokoh sejarah dari kesultanan Banjarmasin, Edwar Dong Atatawr dari peneliti sejarah Belanda di Banjarmasin, Pandris Suaaty dari tokoh ada suku dayak Kalteng.
Dalam pertemuan ini diskusi ini, mengupas habis kasus perjudian atas nama aruh adat suku dayak ini dengan jelas sekali, dan berani, oleh para tokoh-tokoh tua Kalimantan ini.
Pertama pak Pandiris dulu bicara, dia mengatakan bahwa dia juga merasa di rugikan dalam perkara ini, tapi apa daya untuk menumpas nya, pemerintah tidak mau bekerja sama, karena hal ini hanya membuat buruk nama suku dayak saja di dunia ini, dan dia membatah bahwa ada nya warisan dari nenek moyang suku dayak punya budaya kriminal sarat pembunuhan ini, dan sangab di pangil siapa saja untuk membuktikan nya, kejahatan ini kata nya sunguh merugikan suku dayak yang tidak terlibat di dalam hal ini, dan perjudian ini hanya akan melahirkan kejahatan perampokan dan penjarahan saja, tapi sekali lagi saya tengas kan, pemerimtah tidak mau membantu menertip kan nya, tuli dan buta sudah mereka semua, tidak lagi melihat korban tewas dan luka-luka karena hal ini. begitu pak Pandiris bicara pembaca.
Lalu saya kanjut kan minta pak HJ Anang. dan keterangan nya, Dari berdiri kesultanan Banjarmasin, 500 tahun yang dahulu, sudah memeluk Islam, dan kita semua disini tahu bahwa agama Islam adalah agama keras dalam hukum, tidak ada tawar-memawar dan displin tinggi, dan dalam Islam sendiri berjudi itu di larang keras, dan sekecil apa pun yang nama judi itu tetap haram dalam Islam, dan jadi aneh jika di kliaim ada budaya tradisi judi yang sarat kiriminal, bahkan dalam ajar Islam, menumpas kejahatan macam perjudian ini adalah Pahala, jadi sudah gila jika ada yang percaya, bahwa suku banjar Islam menghalakan judi, dan sebelum masuk nya ajaran Islam pun, juga tidak ada budaya berjudi, memang berjudi sudah ada juga saat itu, tapi tidak memakai simbol agama budaya tradisi, dan kelompol, berjudi seperti yang kita lihat sekarang ini saja, dan ini juga amat merugikan bagi saya seorang banjar, yang budaya dan tradisi kami di bawa ke jalan kejahan itu, namun sudah di katakan oleh pak Pak Pandiris tadi, kita punya usaha, tapi pemerintah tidak mau membantu nya, itu saja masalah nya, dan di sini saya duduk kata pak HJ Anang, pemerintah pasti terlibat di sini sudah.
Saya tanyakan juga pada Edwar dari peneliti sejarah Belanda di Banjarmasin. kenapa jadi Belanda di buat juga dalam hal ini? karena Belanda semasa menjajah Kalimantan ini adalah kawan akrap nya suku dayak, dan bermusuh dengan kesultanan Banjarmasin, jadi Edwar juga punya keterangan penting yang harus juga kita dengar kan, keterangan tersebut.
Selama Belanda ada di kalimantan, setiap dari serdadu nya di minta residen di Batavia, untuk menuliskan semua apa yang terjadi di mana serdadu itu berada, dan semua nya keterangan yang terkompol di Belanda dari tahun 1789 yang lalu juga belum ada minyatat suku dayak melakukan perjudian, maaf kata Edwar pada suku dayak dulu, saya tidak bermaksut menggap kalian bodoh, tapi kaya apa lagi saya mengatakan kebenaran ini, bahwa dulu suku dayak tidak bisa baca tulis, dan hidup mengumpulkan makan di hutan, tidak juga uang jaman itu, memang banyak catatan yang di simpan di Belanda sana, dari tulisan serdadu Belanda dulu, tetang budaya tradisi suku dayak Kalimantan, dan setahu saya, ada 26 jenis tradisi dan budaya suku dayak dulu yang rutin di buat acara, namun tidak ada perjudian macam itu, dan jarang bertikai dengan sema dayak, dan yang ada Banjar dan Jawa, berjudi di dalam hutan Kalimantan zaman sejarah dulu, dan tidak bisa di pungkiri kesultanan Banjarmasin, bermusuh dengan suku dayak, akibat agama, dan suku banjar yang panatik, tadi aneh jika Sultabn Suriyahsah di katan membuat budaya perjudian, dan jika ada yang percaya, sudah pasti orang yang tidak berpendidikan, pokok nya tidak ada dayak atau banjar pada saat di tuliskan melakukan budaya tradisi suci itu dengan berjudi, memang dulu sudah ada judi, tapi tidak pakain simbol suku, agama, dan budaya Tradisi.
Jadi dalam menangapi hal ini, sudah di pastikan Perjudian atas nama aruh adat suku adat suku dayak itu adalah buatan para mafia saja, untuk melakukan perjudian dan kegiatan kiriminal lain nya yang bersipat menguntukan, dan saya sudah berani bersuara, sudah atas semua keterangan tokoh-tokoh tua Kaliamntan, dan punya bukti kuat, sekali sudaj dan tak terbantahkan lagi.
Gambar Suasana Diskusi Di Kantor Berita Canada Banjarmasin
Maaf pak semua, ada tambahan pertanya saya, mumpung bapak semua ada di sini, dan saya menjadi tahu. Apakah memang benar budaya dan tradisi banjar dan dayak jika ada perkawinan itu mabukan dan pesta?
Dan apakah juga benar budaya tradisi suku dayak dan Banjar, yang beragama Kristen dan hindu itu, jika ada sanak saudara nya meninggal, maka berjudi dan mambukan juga,? tolong di jelaskan pak, biar tidak keliru lagi, ini bukan masalah agama, atau masalah hukum, cuma hanya sekedar inggin tahu saja, apakah itu benar atau dusta itu saja tidak lebih.
Jadi yang menyjawab nya Pak Pandiris, memang benar, jika di suatu kelompok suku dayak itu ada yang nikah, maka pesta akan segera di adakan, dan kadang akan memakan waktu bisa sampai 1 bulan penuh, jika yang menikah itu adalah tokoh dari kelompok suku dayak, namun biasa nya standar nya 1 minggu itu pasti, kalau di hitung secara zaman sekarang biaya upacara itu, bisa miliyaran rupiah, karena dari pihak keluarga yang menikah itu menydiakan makan masal, dan pengorban sapi dan babi, tapi kalau judi di pernikah suku dayak itu juga tidak ada, tapi juga kadang ada yang sambil mambuk berjudi jua di sana, tapi tidak masalah, karena pernikahan itu kan hal yang bahagia, jadi tidak papa bagi suku dayak mengexpresikan bahagai nya itu berbagai cara, mau mabuk dan berjudi juga terserah saja, tapi yang asli budaya nya dari zaman dulu adalah minum arak dan tuak yang memamakukan saja dalam pernikah suku dayak itu, karena sudah di sebutkan tadi oleh pak Edwar dari Belanda ini, suku dayak tidak bisa baca tulis, dan tidak mengenal uang dan perdagang, meski dengan cara perdangan tukar langsung atau bater pembaca. 
Saya jawab pertanya kedua nya. juga tidak ada budaya dan tradisi suku dayak, yang di antara sudara nya meninggal dunia dengan bermambukan suka ria, malah para suku dayak bersedih dan memanjakan doa, dan juga acara kematian nya pun biasa kan berbulab-bulan saking sayang nya mereka pada kerabat nya, walau dulu suku dayak tidak bisa baca tulis, tapi masih punya perasan dan bermoral kata Pak Pandiris, dan menghormati orang yang meninggal, bisa berpesta saat ada yang meninggal dunia di kelompok suku dayak, jika misal nya, ada dari mereka berbuat salah dalam kelompok suku dayak tadi, maka akan di hukum mati, dan setelah nya berpesta, karena di angap sudah berbuat baik pembaca.
Kata Pak Pandiris, kalau masalah agama kristen yang anda tanyakan saya tidak bisa menyjawab nya, karena saya bukan beragama kristen, tapi manyan, jadi mungkin ini jelas sudah. ya pak kata saya.
Dan saya minta jawaban pak Hj Anang. dan jawabanya. Kita semua sudah tahu, suku banjar Islam, jadi tidak ada yang nama pesta miras dan berjudi dalam adat nikah di kalangan suku banjar, dari zaman dulu sudah, dan jika ada anak muda yang bermambukan di sebuah acara pernikah suku banjar ini, itu hanya ulah para pemuda banjar saja, dan juga pasti di bubarkan jika ada yang berjudi dan minuman keras di sana, hemat kata sudah semua tahu, jadi pertanyan selanjut nya di Jawab pak Edwar saja.
Pak Edwar menjawab. tidak ada ajaran kristen yang jika ada yang dari sanak saudara nya meninggal bermabukan pesta dan berjudi, seolah bersukur atas kematian tersebut, Kristen hampir sama saja juga dalam Islam, jika ada dari kaum kristen meninggal yang pasti di doakan dan bersedih, aneh berpesta, mungkin sudah cupuk penjelasan nya. ya pak kata saya.
Hemat kata, diskusi sudah selesai, dan para tokoh-tokoh tua kalimantan tadi sudah pulang dari kantor berita Canada Banjarmasin, namun mereka berpesan pada saya, hubungi lagi jika ada perlu nanti, dan kami semua siap bantu beri kan bukti nya, jika kamu meneruskan mengurus kasus ini, dan kami berharap kamu meneruskan nya, karena kami juga sudah muak dengan kegiatan yang merugikan kita semua itu, dan seanday nya saya masih muda seperti anda, saya akan mengurus nya, dan jika butuh dana, inggin melakukan perjalanan mencari bukti nya, saya akan berikan kata pak Pandiris pada saya, yu pak, nanti saya hubungi lagi anda semua, dan terima kasih banyak dulu pak atas bantuan nya.
Sekarang sudah jelas semua, Perjudian atas nama Aruh Adat suku Dayak itu adalah hanya kedok kejahatan saja, dan saya sudah berani dan siap, dan sekarang tinggal menycari pelaku nya saja lagi yang sudah mengortori budaya dan tradisi suku dayak dan banjar ini, dan saya adalah penjahat, dan ini saat nya untuk berbuat baik, meski perbuatan ini masih belum bisa membayar atas pembunuhan yang saya lakukan dulu di Banjarmasin, dan pertualangan baru ini cuku asik juga, dan saya langsung mengajak sahabat dari kecil saya Aban, untuk berangkat mencari bukti kejahatan tersebut, dan Aban pun mau, singkat kata, saya langsung ke rumah pak Pandiris, menanykan soal uang bantuan kemarin, san sukur dia ada saat itu, karena jika dia tidak ada pun saat itu saya tetap berangkat dengan Aban, Pak Pandiris langsung menyuruh saya masuk, tidak pak di Luar saja, saya mau cepat berangkat untuk mengurus nya, dan saya kesini minta uang yang di janjikan kemarin itu, ohh saya sudah duga kata Pak Pandiris, kamu akan lakukan ini, dan saya sudah membuat rekening baru, dan di dalam nya ada uang Rp 10 juta, dan ATM, jadi kamu Ambil seperlu nya saja di ATM, berbahaya juga bawa uang tunai, dan rekening ini jadi milik kamu sudah, dan saya memuat memang untuk kamu, dan hanya bisa berikan itu Frog, dan berangkal lah sekarang tuhan bersama mu, dan doa bapak menyertai mu, bersihkan nama suku banjar dan dayak ini frog.
Singkat kata pembaca, saya sudah berada di lokasi perjudian atas nama aruh adat suku dayak itu, lokasi di daerah Kabupaten Balangan Kalsel, kecamatan Halong, jadi saya dengan Aban tidak mengira, bahwa semua nya sudah berubah total, dulu saya waktu di Kalteng pernah juga masuk Perjudian atas nama Aruh adat suku dayak ini, namu dulu masih belum peduli dengan ini, dan dulu juga pada tahun 2011 tidak seperti ini lokasi perjudian nya, yang sekarang sudah teratur sekali, dan tambahan baru nya sekarang ada Bank yang ikut menjadi pemodal perjudian itu, bisa dapat uang cepat hanya dengan mengadaikan Phonsel, Letop, Speda Motor, Mobil, dan Rumah, dan apa saja barang berharga bisa di gadai langsung di situ, tak perduli barang curian atau bukan, harga gadai sesuai dengan kodisi fisik barang yang akan di gadai itu, ini sudah terlampau batas sekali sudah, maka lokasi perjudian nya, di tengah desa yang ramai orang nya, prempuan, pria, bencong, anak atau dewasa ada semua ikut main, ini sudah tidak bermoral lagi, minuman dan narkoba juga ada, tinggal uang nya saja lagi ada atau tidak anda yang masuk pembaca, dan perkelahian sudah mendarah daging sini, dan sekali lagi saya binggung dan makin tambah curiga pemerintah terlibat, kenapa polisi tidak membubarkan perjudian macam ini, dan di dalam nya juga tidak ada suku dayak yang membaca mantra dan semacam nya tanda dari ini adalah ritual adat, yang ada musik dugem dan lagu dangdut terdengar kecang suara nya pembaca, hanya ada di depan nya saja bertulisan Pesta Aruh Adat Suku Dayak, dan masuk saja kedalam, tidak ada persta sedikit pun, selain dari perjudian.
Terserah pada anda pembaca mau mengagap saya sombong, tapi yang jelas saya dan Aban ini adalah penjahat dulu nya, yang terlibat banyak pembunuhan di Kalimantan hingga sumatera, di Mesuji lampung dan Palembang, belum pernah menemukan praktik perjudian seperti yang kami sekarang datangi ini, karena dulu tidak seperti ini, dan sekarang ini perjudian ini berlaku seperti pasar-pasar malam, yang setelah di lokasi sini bukan, dan tutup kelokasi berikut nya lagi yang di tuju nya, dan kebanyakan dari pihak pelaku nya bukan dayak, dan juga bukan banjar, tapi bermacam orang ada di sini, dan Cina juga banyak disini melakukan bisnis, cuma ini baru pertama saja, karena saya dan Aban mengikuti Perjudian ini selama 10 bulan lama nya, dan total dari jumblah waktu yang di habiskan untuk ini adalah 2 tahun lama, jadi jangan di sepelakan tulisan ini, biayar singkat butuh 2 tahun baru lahir tulisan ini ke dunia ini.
Saya dan Aban terus kemana-kemana mengikuti nya, banyak bertemu kawan-kawan lama juga pang, cuma kami tetap fokus menycari dalang siapa pihak penyelengara perjudian ini pembaca, dan sudah 7 bulan kami ikut perjudian ini pembaca, saya mendatakan ada 67 tindakan kejahatan parah, dari pihak yang kalah dari judi tersebut, 20 di antara nya kasusu pembunuhan, 34 kasus pencurian, 5 perampokan, 1 Bank BRI Cabang Balangan, dan 4 nya kapal-kapal, beras di sungai barito, dan juga pembajakan pada PT Adaro Tabalong, jadi perjudian ini sangat besar pendorong perlakuan kiriminal, perdangan narkoba, yang kami heran kan denngan Aban, jika ini Aruh Adat suku Daya, di mana suku dayak yang melakukan ritual tersebut, yang ada hanya atribut saja, tapi bisa sekekali ada suku dayak yang melakukan ritual nya, tapi di luar, dan hanya bila ada tamu saja, jika tidak, maka tidak di lakukan nya, parah nya lagi, ada orang yang menyamar menjadi suku dayak, jadi ketaun saya pembaca. Saya ini orang dayak dari keturunan ibu, dan ayah banjar, saya sangat pasif berbahasa dayak, namu karena saya tinggal di kota Banjarmasin, logat dan dialek saya ini hilang dayak nya, nah orang itu berbahasa dayak didepan saya, dan bahaya nya itu aneh kemana- dan logat nya lain, jadi sudah ini semua adalah kedok semata kejahatan saja.
Ketika perjudian ini buka di daerah Tabalong, kecamatan Kambitin desa Betot perbatasan kalsel kalteng, maka saya bertemu kawan saya, yang dulu 1 sel dengan saya di penjara taluk dalam Banjarmasin, dan dia rupa nya tinggal di sana, dan kadang dia juga jadi bandar, dan disini saya tahu semua megenai perjudian ini, atas keterangan kawan saya tadi, dengan suka rela memberikan semua pada kami, tapi kata nya tolong jangan bawa-bawa nama saya, ya kata saya, karena saya membantu ini, saya merasa juga dirugikan mereka, cuma saja tidak ada jalan untuk menghancurkan mereka, sebangai sorang dayak saya tidak terima nama kelompok kami di pakai mereka itu!!
Jadi keterangan nya adalah. Perjudian ini ternyata di campuri oleh pemerintah Daerah kabupaten saja, dan polres saja juga terlibat, Aruh adat suku dayak itu hanya kedok belaka, semua buatan mereka, juma banjar dan dayak yang juga ikut terlibat juga, mereka para bandar judi dari luar itu, memberikan uang pada tokoh-tokoh budaya dan tradisi suku dayak dan banjar, untuk melakukan ini, dan paling saya benci adalah, tamemng saudara saya sendiri suku dayak, yang seolah suku dayak ini paling berani di kalimantan ini, dan coba menakuti orang luar kalimantan ini dengan pamor dayak nya, yang pada akhir nya membawa bencana, kadang konflik antar kelompok terpicu lantar itu, dayak dan banjar bisa saling bunuh, akibat dayak bicara masalah debus, sedangkan banjar orang skuler, tidak pecaya mitos, pembunuhan pun terajdi.
Dan kamu ini belum saja sampai lagi nanti di daerah padang tambang emas, jika perjudian ini buka dekat tambang emas, maka penjarah pasti terjadi, perampokan perampasan setiap hari terjadi, dan polisi dan TNI itu hanya diam saja.
Sudah sering pemerintah pusat dari provinsi mengirim polisi dan TNI langsung dari pusat untuk membubarkan nya, namun selalu gagal terus, bukan karena tidak mampu menangkap penjahan nya, tapi mereka datang langsung kena suap uang, dan melakukan persekongkolan, jadi nanti sandiawara akan di buat, TNI dan Polisi tadi melaporkan pada pemerintah provinsi tugas sudah di laksana mereka bubar, nanti ada yang jadi tombal untuk di penjarakan, dan lamnat laun di selengarakan lagi perjudian ini, dan terus begitu sampai sekarang, nah pembaca duga saya benar, pemeritah ikut campur, sekarang berani sudah menuduhkan nya saya.
Terus kata kawan saya, banyak elet pemerintah terlibat di dalam nya, yang apa bila laporan ini ingin sampai ke Jakarta, di tegah jalan sudah ada yang menhadang nya, dulu pernah terjadi bentrok masala, pada tahun 2012 lalu, FPI datang untuk membukar kan nya atas dukungan rakyat, namun FPI yang jadi di salahkan, dan siapa saja di lokasi desa tempat perjudian itu di rasa mereka membahayakan, pembunuhan akan terjadi, maka nya mereka hanya diam, dan malas mengurus nya.
Suku dayak yang dari pedalaman yang tidak bisa baca tulis itu sengaja di bawa mereka, untuk sebangai hiasan nya saja, dan hal ini paling saya tidak terima, ya itu ada nya suku dayak yang pintar, lalu berbuat doktrin-doktrin budaya tradisi dengan jalan pendidikan di sekolah Kalteng, yang secara langsung menentakan dan menanakan budaya judi ini pada anak generasi agan ini tetap berlangsung, bahkan pemerintah Jakarta saja percaya ini adalah budaya dan tradisi suku dayak Kalteng, mereka punya uang banyak untuk menyuap pemerintah kita ini, dan sebelum ada pemimpin Kalteng, yang kesatria maka perjudian ini akan terus terjadi kata teman saya, dan dia mengatakan, mungkin ini saja yang bisa di berikan nya pada saya, dan saya pun berterima kasih pada nya, lalu kami pulang ke Banjarmasin malam itu jua dengan Aban karena semua nya sudah di dapakan.
Singkat kata, saya bertemu kembali dengan pak Pandiris, dan menyerahkan ini semua nya, namun malang nya kami, juga gagal mengurus nya, pemerintah tidak mau bertindak hingga sekarang ini akibat sudah kita tahu semua nya suap besar.
Dan samapai sekarang saya dan kawan terus berusaha mengurus hal ini pembaca, kami berharap kasusu ini selesai sudah.
Dan jika anda pembaca ini adalah aparat pemeritah, maka tolong selesaikan kasusu ini, biayar tidak ada lagi yang jadi korban nya, dan konflik budaya dan tradisi di kalimantan ini selesai sudah.

Dan mungkin sekian dulu imformasi yang saya bisa berikan pada anda para pembaca. Dan kita bertemu lagi di lain epesodi tulisa saya yang baru nanti.
Terima kasih telah membaca nya semoga berguna untuk anda.
Mohon maaf bila ada kekeliruan dalam tulisan saya di atas.

FROG GOZILLA
Ketua Organisasi Alternativ Rock Numetal Comnty Tato88 Tanjung Tabalong yang bergerak memajukan pendidikan di Banjarmasin Aceh dan Indonesia.
Organisasi ini juga sangat aktiv di industri musik Rock Endergrond,
Dan berjuang untuk membangun perintahan ustmaniyah yang baru,  

Simbol Organisasi

Avril Lavigne