Masyarakat Yang
Di Jajah Budaya Dan Tradisi
WELCOME BLOGGER FROG GOZILLA
Terima kasih pada anda para pembaca yang sudah mau
melungkan waktu berharga anda hanya untuk membaca tulisan saya
Pendahuluan
Gambar Avril fans Fender Jurnalis, Repoter,
Redaksi Kantor Berita Kanada Banjarmasin
Tulisan ini saya bisa pertangung jawabkan
kebenaran nya, dan tulisan ini juga di bantu penulisan oleh Kawan-kawan Avril
fans Fender Banjarmasin. Dan tulisan ini di tulis dari hasil penelusuran
langsung di lapangan atau lokasi, serta memwawancarai masyarakat yang ada di
lokasi daerah penelitian kami, dan tulisan ini juga di dapatkan dari banyak
tokoh-tokoh narasumber nya, serta dari tokoh-tokoh masyarakat dengan Ormas nya
yang terlibat dalam hal ini dalam diskusi bersama di kantor berita Kanada
Banjarmasin.
Tulisan ini membahas masalah penjajahan
secara budaya dan tradisi, atau penjajahan kelompok orang terhadap kelompok
lain nya secara mengatas namakan budaya tradisi, singkat nya apa bila mereka
berkata dalam masyarakat untuk sebuah hukum buatan mereka yang kurang jelas
tersebut untuk memperkuat kepercayan orang banyak maka di bawalah nama budaya
dan tradisi itu agar perintah dan sebagai nya itu didengarkan orang, dan ini
hanyalah adalah satu contoh saja, dan banyak lagi bentuk penjajahan secara atas
nama budaya dan tradisi ini, yang mana bersifat radikal dan feodalisme, yang
kadang membatasi sosial moderenisasi yang berkembang di masyarakat luas. Dan
tulisan ini akan membahas nya secara singkat padat dan berisi mengenai masalah
ini.
Dan tulisan ini sengaja merahasikan nama
tokoh masyarakat, tokoh pemerintah dan ormas-orams yang terlibat dalam penulisan
ini, yang mana hal tersebut sudah kesepakatan bersama setelah membaca ulang
texs tulisan ini sebelum, di terbitkan baik menjadi buku atau pun artikil di
Internet, dan tulisan ini juga tidak merahasikan nama, baik nama tokoh
masyarakat atau pemerintah dan ormas-ormas yang tidak meminta kami merahasikan
nama mereka dalam tulisan ini.
Tulisan ini sudah di terbitkan menjadi
sebuah buku, oleh media Industri berita dan music Rock Alternativ Kantor berita
Kanada Banjarmasin. Dilarang keras mengcopy ulang tulisan ini tanpa ada izin
dari avril fans fender Banjarmasin dan pemerintah daereh Banjarmasin, dan
pelangaran akan hukum ini akan di sangsi hukum yang berlaku oleh pemerintah
Indonesia yang sesua undang-undang hukum pancasila.
Dan tulisan ini di tulis dengan bahasa
melayu banjar, atau seluruh artikil dalam blogger ini di tulis dengan bahasa
melayu banjar yang tercampur bahasa Indonesia murni. Karena saya tidak pasif
berbicara bahasa Indonesia murni, namun saya pasif betul berbicara dengan
bahasa melayu banjar. Dan kata kalimat dalam penulisan ini memakai kata kalimat
kasar, karena begitulah bahasa melayu banjar, jadi mohon kebijakan anda pembaca
jika ada kekeliruan dalam tulisan ini, karena bukan maksut kami untuk begitu,
karena orang luar Kalimantan pasti akan menilai kata bahasa banjar ini radikal,
kerena bigitulah tutur orang Kalimantan kusus banjar berbicara dalam keseharian
nya.
Masyarakat Yang
Di Jajah Budaya Dan Tradisi
Gambar diskusi Kesultanan Banjarmasin,
Frons Islam Asean dan seluruh kelompok ormas dayak Kalimantan dengan Avril fans
fender Banjarmasin.
Kota
Banjarmasin adalah sebuah kota yang terletak paling selatan di pulau
Kalimantan, dan kota Banjarmasin, atau dalam sejarah di kenal dengan nama
Bandar masih ini adalah pintu gerbang masuk pulau Kalimantan di bagian selatan
Kalimantan, Sebelum Kesultanan Banjarmasin di dirikan, di daerah tersebut
adalah daerah kekuasan Majapahit di Kalimantan, yang di kenal di zaman prahindu
bhuda dengan Negara daha, atau Negara Diva, yang seiring melemah nya Majapahit
oleh sebuah kesultanan tanah Jawa sendiri yang di kenal dengan kesultanan
Demak, yang mana demak terus mengeruti Majapahit itu, berseleng lepas nya
Sumatera dari pengaruh Majapihit tersebut, dan hal tersebut juga memancing
orang melayu yang tinggal di pesisir sungai barito Kalimantan, yang dikenal
dengan kampong oloh masih oleh suku dayak yang kelak akan berubah menjadi
Banjarmasin, yang mana orang melayu ini mulai merebut daerah tutorial Majapahit
di Kalimantan, yang di pimpin seorang patih dari Sumater, yang bernama Patih
Masih, dari larangan membayar umpeti dan sebagai nya, dan bertemu nya Patih
masih dengan Pangeran Samudara, seorang pangeran dari dinasti Negara daha yang
angkat kaki dari Istanan nya karena perebutan kekuasa tersebut, dan pertemuan
Patih Masih dengan Pangeran Samudara ini yang tidak pernah di sangkan adalah
pertemuan paling bersajarah, yang merubah secara keseluruh Kalimantan, yang
mana Patih masih di Kuin Oloh Masih mengangat pengeran Samudara menjadi Raja,
yang mana memancing perang terehadap Negara Daha, yang di pimpin paman
Temengung, yang mana paman temengung adalah paman asli Pangeran Samudara
sendiri, Kesultanan Demak yang melihat ini pun ada niat nya untuk membantu
Pangeran Samudara, yang mana dalam perjanjian jika banjar menang, maka Pangeran
Samudara harus masuk Islam, persaratan yang di mintan Demak pun di turuti
pengeran samudara, maka banjar menang, dan masuk Islam lah Pangeran Samudara, dan raja
banjar pertama yang beragama Islam, yang di berinama Islam dengan nama Sultan
Suriansyah, dan mendirikan mesjid pertama di banjar, yang mana Sultan
Suriyahsyah ini lah yang dengan anak cucu nya merubah Kalimantan, yang mana
mereka sangat kuat menyebarkan Islam yang berujung konflik dengan suku dayak
Kalimantan, dan dinasty inilah yang membuat daerah Banjar atau Kalimantan
selatan menjadi daerah paling kontroversi, yang mana kota ini adalah sebuah
kota pelabuhan yang menjadi pusat perdagang Kalimantan, dan wilayah yang punya
tingkat moderenisasi paling tinggi di Kalimantan, dari awal berdiri nya sebuah
pemerintah Islam di Kalimantan, Kesultanan Banjarmasin ini sejak berdiri nya
sudah merubah banyak budaya dan tradisi orang Kalimantan hampir kesuluruhan,
Islam adalah agama resmi Negara, dan bahasa melayu adalah bahasa resmi yang di
pakai masyarakat Kalimantan hingga kini, dan apa pun yang terjadi di banjar ini
maka akan mempengaruhi semua wilayah Kalimantan, baik yang daerah tunduk pada
nya, atau daerah yang mengobarkan perang dengan nya, karena hubungan kesultanan
banjar dengan banyak pendatang asing lah yang membuat dampak sosial tersebut,
yang mana kemajuan moderenisasi sangat cepat sekali, penguasan militer secara
garis besar, yang pada militer di titikan pada kekuatan persajatan ketimbang
pengharapan terhadap perlidungan oleh dewa-dewa orang dayak zaman dulu, dan karena
itu lah dia menjadi seubuah kekuatan di Kalimantan, karena kekuatan militer
semacam itu ada akibat Islam, yang mana Islam mengutuk para dewa, dan tuhan
hanya satu saja, dan apa bila percaya sebuah petuah yang tidak ada dalam
Al-Qur’an dan Hadis maka itu akan di kutuk kafir, dan Al-Qur’an ini lebih
memberikan pengarahan kepada sesuatu yang nyata jika ingin kaya itu harus
berjuang dan berusaha, dan maka dari itu Kesultanan banjar berjuang dengan
nyata, yang tidak pernah mau percaya lagi dengan sebuah petuah budaya dan
tradisi yang di berlakukan nenek moyang nya sebelum Islam ada di Kalimantan, dan
yang mana Kesultanan Banjarmasin berjuang untuk memoderekan masyarakat
Kalimantan, namun sayang hal tersebut menuai perang yang panjang sekali terjadi,
hingga era penjajah belanda, dan sampai sekarang ini.
Tulisan ini bukan untuk menuliskan sejarah,
namun saya menuliskan sejarah ini untuk anda pembaca tahu dengan jelas dari
mana apa yang di masuk dengan Judul Masyarakat yang di jajah budaya dan tradisi
ini, dan hal moderenisasi yang di lakukan bukan lah hal baru di Kaliamantan,
misi moderenisasi yang di picu oleh agama Islam itu sudah ada di 4 abad yang
lalu sudah, yang menuia konflik panjang hingga Era moderen, karena kelompok
banjar tidak pernah lelah dan berhenti melakukan moderenisasi nya tersebut,
meski mereka perang dengan kelompok masyarakat Kalimatan lain nya, yang fanatik
dengan mitos-mitos petuah budaya dan tradisi tersebut, dan korban jiwa atas
konflik ini menurut sejarah yang tercatan di berbagai bekas kekuasan kerajan di
Kalimantan tidak sedikit, dan ini juga sebab paling utama yang banjar di tuturkan
oleh ahli sejarah Kalimantan, yang disebutkan nya adalah pemicu Ivansi orang
melayu terhadap tanah-tanah dusun dayak, yang menetang akan mitos tersebut,
terjadi lah perang, yang membuat suku dayak mundur ke padalaman hingga ke area
pengunungan meratus tersebut, bagai mana suku dayak tidak mundur, yang semua
orang tahu dalam sejarah Kalimantan bagai mana tentara militer moderen dengan
senjata moderen yang di dukung banyak Negara Islam tersebut mengivansi Kutai
Kartangera, yang mana gempuran tersebut membuat lumpuh nya dayak kutai
Kalimantan Timur, dan di mulai lah juga era Islam di Kutai tersebut. Saya tidak
bermaksut untuk mengangungkan atau mendewakan Banjar, atau bermaksut
mengucilkan pihak yang lain dalam penulisan ini, namu yang juga perlu anda ketahui,
dulu tulisan seperti tulisan saya ini di larang di banjar, karena di angap
poprokasi konflik, yang mana ini akan menyingung secara kesulurahan suku dayak
dan banjar tersebut, namun setelah di adakan nya sosialisasi antara pihak
kelompok yang berkonflik baru-baru ini, maka tulisan seperti saya yang
mengunkapkan hal ini tidak lagi di angap berbahaya dan poprokasi masa, yang
mana pertemuan kelompok tersebut terejadi di Sumatera Barat minagkabau, dalam 2
kali pertemuan yang di lakukan pihak dayak setuju dengan kelompok banjar
tersebut, tentang moderenisasi tersebut, dengan di jelaskan nya secara
mendatail apa yang di masuk kelompok banjar dengan moderenisasi sosial
tersebut, yang mana di anggap suku dayak adalah menghilangkan budaya dan
tradisi, suku dayak juga mengangap kelompok banjar yang mengapanyekan
moderenisasi tersebut yang di angap dayak adalah penjajah terhadap budaya
tradisi suku dayak tersebut, yang mana kadang kala juga di angap penyebaran agama
islam dengan bukus baru, yang mana di maksut kelompok banjar, yang mereka
perangi dan ingin di ajarkan adalah masalah menghilangkan jajahan mitos budaya
dan tradisi, bukan menghilangkan budaya dan tradisi, yang mana semboyan
kelompok ini berbunyi Budaya dan tradisi bukan untuk di tuhankan, tapi untuk di
lestarikan, agar generasi berikut nya tahu, dan dapat memahami nenek moyang
nya, dan juga tahu baik buruk nya nenek moyang dan dapat belajar dari kesalahan
nenek moyang agar kelak di masa depan tidak mengulagi lagi kesalahan yang di
lakukan nenek moyang nya yang membuat bangsa terjerumus dalam lebah terhina
tersebut.
Banjarmasin adalah kota kecil, jika di
bandingkan dengan kota lain nya di Kalimantan, masih besar Balikpapan dari pada
Banjarmasin, namun ada yang tidak di miliki kota lain tapi di miliki oleh
Banjarmasin, ya itu cepat nya moderenisai kemajual social, dan kaut nya budaya
dan tradisi melayu terpengaruh islam tersebut, yang membentuk budaya baru
membetuk masyarakat banjar, dengan bukti nyata, lebih dari 60% seluruh wilayah
Kalimantan berkomunikasi secara umum memakai bahasa melayu banjar, dan lebih
dari 80% penduduk Kalimantan beraga Islam, yang mana melayu atau non melayu
yang jika dia Bergama Islam dan berbicara bahasa melayu meski dia dayak maka
orang luar Kalimantan salah satu nya jawa maka mengenal dan mengatakan orang
tersebut adalah orang banjar meski iya bukan orang banjar, bahkan orang jawa
muslim yang menetap di Kalimantan, maka lambat laun iya akan menjadi melayu
banjar, itu tidak bisa di pungkiri lagi, karena sudah di buktikan secara nyata,
dan atas dasar itu mengapa para pengamat menilai nya kota Kecil Banjarmasing
yang memiliki apa yang tidak di miliki kota lain di Kalimantan yaitu kuat nya
budaya dan tradidi Islam mereka tersebut, meski merek bukan lah seorang muslim
yang fanatik terhadap Islam tersebut, dan kota banjar ini juga yang paling
sereng mengobarkan perlawanan terhadap pemerintah Jakarta dari berawal di
dirikan nya Negara Indonesia, yang mana banjar tercatat lebih 4 kali ingin
keluar NKRI, dan maka dari itu pemerintah Jakarta tidak mengagap remeh mereka
walau kota kecil, dan Kesultanan banjar yang mempertahankan ligitimasih nya
hinga sekarang, meski kadang di nila Negara dalam Negara, dan keberadan
Kesultanan Banjarmasin yang hingga sekarang ini lah, yang membuat misi yang
dari dulu terjadi moderenisasi masyarakat yang terjajah budaya dan tradisi ini
lah terus ada, dalam bejalan nya waktu
misi ini berganti-ganti nama, dan nama-nama yang besar saja kami akan tuliskan,
yang mana di mulai nya dari era setelah angkat kaki nya belanda dari Kalimantan,
yang mana misi ini dikanal dengan nama Revolusi Islam Banjar 1, namun juga
dikenal dengan nama Revolusi Industri Islam Banjarmasin, dan jika anda ingin
lengkap mengetahui hal tersebut anda bisa pergi ke toko buku atau perpustakan
cari buku yang berjudul Revolusi Islam Industri Banjarmasin 1, yang umum di
katahui orang yang terlibat Kelompok ini adalah Pangeran Haji Mohammad Nor,
atau gubernur pertama Provinsi Banjarmasin, yang mana era nya iya berhasil
membangun Pembangkit listrik paling besar, yang dikenal dengan pembangkit
lestrik riam kanan, yang memasuk listrik untuk dua Provinsi sekaligus, yaitu
Kalsel dan Kalteng, hingga era Orde Baru, yang orang banjar memberontak lagi
setelah lepas nya pemberotakan Ibunu Hajar, kepada pemerintah Jakarta, untuk
membangun Jembatan paling panjang di Kalamantan ya itu Jembatan Barito, dan
secara garis besar Revolusi Islam Industri Banjarmasin itu di adakan juga yang
awal kembali nya di rencanakan untuk membebaskan orang muslim melayu banjar,
yang mana sudah mulai terpengaruh nya mereka terhadap mitos-mitos suku dayak
yang di bantah Kesultanan Banjar tersebut, yang di angap juga sarat akan
peraktik perdukunan tersebut, yang membawa masyarakat dalam kekafiran tingkat
tinggi, yang di nyatakan kelompok pembela banjar hal tersebut terjadi dari akibat
kelemahan Kesultanan Banjarmasin, sejak Istana mereka di tembak hancur Belanda
di banjar lama, atau Bandar masih, yang pada ahkir nya Istana di pindahkan ke
Martapura, hingga pada era sultan Adam yang mana istana banjar di kausai
Belanda, kelompok banjar ini terpaksa masuk pedalaman Kalimantan, dan disini
lah yang di nyatakan kesalahan tersebut, masuk nya kelompok banjar ke daerah
tanah dusun dalam ke adaan kalah tersebut maka mau tidak mau mereka terpengaruh
budaya nya, yang mana menghilangkan sipat moderenisasi soscial, yang di angap
kembali ke masa babar-babar nya Kalimantan, yang di sebutkan dalam diskusi
kelompok banjar di Kantor berita Kanada pada 15 Ramadhan tahun 2008 lalu. Perlu
diketahui gerakan yang pertama secara resmi di mulainya, setelah beberapa tahun
pasca pemberontakan Ibnu Hajar, yang mana Banjarmasin saat itu dingin sudah dari
panas nya pemberontakan tersebut, dan kelompok revolusi tersebut aman melakukan
misi nya, yang mana misi di mulai mereka dari daerah pahuluan banjar, atau
benua enam tepat nya kelompok ini memulai misi pembebasan penjajah budaya dan
tradisi di masyarakat ini di daerah Kadangan, yang di kodekan mereka dengan
sebutan misi Revolusi malam sunyi, yang mana daerah kadangan ini adalaah daerah
paling radikal dan feodalisme, yang mana daerah ini paling tinggi kasus
pembunuhan yang berlatar penjajahan budaya tradisi. Sekali lagi saya jelas pada
anda, yang di maksutkan kelompok banjar ini penjajahan budaya tradisi yang
harus di perangi adalah penjajahan budaya tradisi yang kebanyakan berbentuk
mitos atau petuah feodalisme, yang mana ada kelompok masyarakat terpengaruh
budaya tradisi yang merusak dan memperlambat kemajuan moderenisasi pendidikan
sukeler, yang missal nya contoh, kata orang bahari tidak boleh memotong kuku
atau memangkas rambut hari selesa, dan ini adalah bentuk mitos budaya tradisi
yang menjajah masyarakat, yang mana mitos budaya dan tradisi ini tidak bisa di
pertangun jawabkan, karena di pertanyakan oleh kelompok revolusi, siapa yang
membuat petuah mitos tersebut, masyarakat tidak bisa menjawab nya, jika anda
islam maka anda tahu Islam tidak mengajarkan itu, dan jika anda mengatakan
mitos tersebut berasal dari kesultanan Banjarmasin, Kesultanan Banjarmasin
adalah kerajaan Islam yang membantah hal tersebut, jadi mengapa kalian harus
takut memotong kuku dan rambut kalian hari selasa, dan tidak ada nya bukti
bahwa apa yang kalian takut itu terjadi kan sekarang, masyarakat menjawab iya,
nah kata kelompok revolusi jadi berhentilah sudah percaya hal yang tidak jelas,
tidak bisa di pertangung jawabkan kebenaran nya, dan menjajah kalian, dan
menghalagi kalian untuk maju. Nah jadi itulah yang di sebutkan atau yang di
maksut mitos budaya dan tradisi yang menjajah masyarakat, yang mana kelompok
revolusi memandang itu harus di basmi, karena sudah saya katakan, tidak ada
ajaran dalam kebudayan Islam banjar percaya hal semacam itu, dan yang harus di
pecayai jika saja sebuah dalil yang menjamin yang bisa di pertangun jawabkan
ada, maka itu tidak di angap oleh kelompok revolusi sebuah petuah mitos budaya
tradisi yang menjajah ke bebasan masyarakat untuk maju menjadi moderen seperti
yang lain nya, namun maju dan moderen tersebut juga tidak boleh lupa dari mana
iya berasala, dan budaya dan tradisi yang bisa di pertangun jawabkan itu harus
di jaga dan lestarikan nya.
Setelah berminggu-minggu kelompok revolusi
melakukan misi di kandangan, maka mereka sudah menuai konflik yang bengitu
mengerikan, yang mana mereka ini harus menghadapi kelompok radikal dan
feodalisme sekali, yang di pimpin oleh para sakte-sakte kelompok perdukunan
kadangan, yang tidak terima misi pembebesan kelompok revolusi 1 tersebut, yang
mana kelompok revolusi 1 itu menghimbau masyarakat Kandangan jangan percaya
dengan hal yang tidak bisa di pertangunjawab kebenaran nya, seperti kekebalan,
dan jenis Ilmu Kebal debus dan semacam nya, dan tidak tanggung kelompok yang
dilindungi militer banjar ini menentang orang yang mengaku kebal senjata di
Batalion Kadangan, yang mana mereka menyurukan jika ada masyarakat yang merasa
diri kebal senjata datang ke Batalion kami ingin melihat nya dengan kebanaran
yang sejarti, seorang pemberani datang ke Batalion, dan kelompok revolusi 1
meminta iya membutikan nya dengan dia sendiri yang menebaskan sebuah parang ke
badan nya sendiri, dan pria itu melakukan nya, hasil nya iya terkapar dan mati
tanpa sedikit pun pihak revolusi 1 menolong nya untuk mengantar ke rumah sakit,
dan itu lah hal yang memicu konflik pihak revolusi dengan banyak satkte
perguruan di Kandangan, yang mana permusuhan tersebut di menangkan oleh pihak
revolusi yang di dukung oleh pemerintah daerah tersebut, dan bukan pemerintah
daerah saja yang mendukung mereka tapi pihak kelompok ormas muslim juga, yang
mana Revolusi 1 ini berhasil menumpas banyak sakte di Kadangan, dan mendirikan
sekolah-sekolah SD di pedalaman Kadangan, mereka mengajari orang membaca, menulis
berhitung, dan kemajuan lain, mereka juga memberikan modal kerja pada
masyarakat Kadangan kala itu untuk bersama membangun Idustri rumahan, yang mana
mereka berhasil membangun Industri kuliner Katupan kadangan dan dodol Kadangan.
Dan atas keberhasilan nya juga kelompok ini
di berikan penghargan lembaga Budaya dan Tradisi pemerintah Republik Indonesia
kala itu, dan kelompok ini juga benar-benar kuat sekali dalam perjuangan nya,
yang mana hampir semua angota kelompok ini adalah anak didik Ibnu Hajar, yang
di gambarkan oleh pemerintah Jakarta adalah pemberontak, namu di banjar iya
adalah pahlawan masyarakat yang memperjuangkan otonomi daerah dari penjajahan
pemerintah Jakarta kala itu, dan pada tahun 1958 tanggal 18 April kelompok ini
membangun sangar budaya dan tradisi di Kandangan, yang di maksutkan untuk
menjaga budaya dan tradisi orang Kandangan tidak hilang di makan zaman, dan
member tahukan sejarah budaya dan tradisi orang kandangan yang asli yang sesua
tertulis di hikayat kesultanan Banjarmasin, yang mana Orang Kandangan zaman
Kesultanan Banjarmasin, bukan orang yang percaya mitos petuah semacam itu,
karena mereka orang muslim yang mengutuk itu, dan yang mana orang Kadangan juga
orang yang maju di era Kesultanan Banjarmasin dulu, yang mana orang Kandangan
zaman dulu sudah pandai membuat senjata untuk prajurit kesultanan Banjarmasin,
yang hanya karena Belanda menghancurkan keraton banjar saja, maka mereka
terpengaruh suku dayak tersebut, yang sangat radikal dan bar-bar sekali. Dan
kelompok ini juga sesudah selesai nya sangar Budaya Tradisi di Kandangan di
Bangun mereka, maka mereka membuat misi baru lagi, yang mana misi tersebut
menyeleksi para pemuda berprestasi di sekolah Kandangan, yang mana pemuda tadi
akan di tarik mereka dan di kirim Ke Banjarmasin, lalu di sekolahkan sampai
jadi serjana, dan nanti mereka pulang harus mampu mendidik dan memajukan
Kandangan tersebut, dan yang penting mampu mengantikan mereka kelat jika
kelompok revolusi 1 ini di pindah tugas oleh Kesultanan Banjarmasin dan Aceh.
Namun sebelum tugas mereka berahir di Kandangan mereka memperluas wilayah
mereka untuk melakukan misi, kelompok ini masuk Barabai, yang mana mereka juga
perang sengit di Barabai ini, mereka melakukan hal yang mereka lakukan di
Kandangan, dan memperlakukan nya juga di Barabai, yang mana setelah ribut itu
gempar, maka Kesultanan Banjarmasin tahu, dan maka itu juga Kesultanan
Banjarmasin tersebut memerintahkan pada kelompok ini, Moderenisasikan mereka
saudara kita Barabai, kami akan mingirim tim tambahan dari Sumatera untuk
membantu Kalian, atau Kalian tinggalkan saja Kandangan tersebut, dan
ligitimasih nya serahkan pada Tim yang kami kirim dari Sumatera untuk membantu
Kalian, karena Kesultanan Banjarmasin tidak percaya tim baru melakukan apa yang
sudah kalian buktikan di Kandangan tersebut.
Dan secara garis besar Kelompok ini
berpindah ke Barabai, dan hanya meninggalkan kawan-kawan tim 2 atau 3 orang
saja lagi di Kandangan untuk memberikan arahan pada tim baru dari Sumatera
untuk bertugas di Kandangan tersebut. Dan awal dari kelompok ini di Barabai
hanya menyewa sebuah rumah saja di Barabai untuk di jadikan Kantor Mereka, dan
setelah nya memulai tugas pembebasan penjajahan Budaya dan Tradisi yang tidak
jelas tersebut, dan memerdekan masyarakat Barabai, mereka di Barabai dalam
tugas nya, pertama mendatangi semua sekolah yang ada di Barabai untuk
mengetahui apa saja yang di ajarkan mereka pada anak-anak di Barabai ini, dan
setelah beberapa minggu penyelidikan di Barabai yang mereka Lakukan tersebut,
maka mereka menemukan jawaban mengapa orang Barabai ini sangat lambat sekali
moderenisasi nya, radikal dan bar-bar sekali, tarnyata para ulama Islam yang
punya pengetahuan sealakadar nya itu lah penyebab nya hal tersebut, dan
terpangaruh nya orang barabai dengan Dayak Birayang melayu yang ada di Birayang
dulu, dan maka dari itu Kelompok Revolusi ini pada tanggal 16 Maret 1959
meminta semua guru sekolah dan ulama di Barabai untuk datang ke tempat mereka
tentukan tersebut, ya itu di depan Batalion Barabai, karena untuk mencegah hal
yang tidak di inginkan hal tersebut di lakukan di depan Batalion tersebut.
Setelah berkumpul nya masa guru di depan Batalion, tidak terlalu lama menunggu
juru bicara Kelompok Revolusi berdiri dan langsung ceramah yang membuat semua
menjadi panas sekali, yang jika bisa di gambarkan, kelompok itu menabu genderang
perang dengan para tokoh masyarakat dan ulama Islam, yang mana mereka menuduh
dengan bukti nya Ulama Barabai dan Suku Dayak Birayang sudah melakukan doktrin
Budaya dan Tradisi untuk kepentingan nya, dan menyesatkan banyak orang dalam
lembah kesesatan sama sekali, yang mana para Ulama Barabai di angap nya jauh
melencing dari Al-Qur’an dan budaya tradisi Islam Kesultanan Banjarmasin, para
ulama menjual ayat-ayat suci Al-Qur’an yang berbentuk zimat, mereka juga
mengatas nama kan Bagindan Rasululah Nabi Muhammad, dengan cara pembuatan Hadis
baru tersebut yang mana Hadis tidak ada dalili nya dan berlawanan dengan paham
Islam secara nyata. Dan setelah menuduh Ulama Kelompok ini menuduh suku dayak
birayang melayu tersebut, yang mana kelompok ini mengatakan, bahwa Suku Dayak
Birayang telah mengatas namakan budaya tradisi suku dayak sendiri demi beberapa
kempentingan nya pada masyarakat luas Barabai, yang mana Dayak Melayu ini
membuat-buat mitos petuah yang tidak bisa di pertangung jawabkan kebenaran nya,
yang mana mitos tersebuat untuk menankuti masyarakat untuk mematuhi apa yang
kelompok kalian ingginkan, yang model nya jika sakit berobat ke paraktik
perdukunan kalian, bukan menuju rumah sakit atau pukesmas, dan jika bermusuhan
juga minta perlindungan terhadap kalian, bukan minta perlidungan ke pada Polisi
yang jelas bertangunjawab atas hal tersebut, kalian dayak juga sudah meradikal
para pemuda dan menyuburkan tindakan criminal kelas berat, yang mana kalian
mengkalaim diri kalian bisa memberikan banyak Ilmu gaip, seperti debus dan yang
lain nya, yang mana juga pemuda datang pada kalian, yang akhir nya mereka
berkelahi atas keyakinan yang kalian buat ya itu ilmu debus, maling perampok
sebelum melakukan aksi nya harus bertemu kalian untuk minta Ilmu lalu merampok
toko emas dan yang lain, dan kami peringkatkan pada kalian semua, di hitung
dari besok, selama 10 hari kami berikan kalian waktu untuk merubah ke gilaan
kalian ini, dan kelompok mana pun atau siapa pun dari kalian semua dalam 10
hari tidak berubah maka kami akan mengunakan cara kami agar kalian ini semua
sadar dari lembah kesesatan ini. Dan saya tidak perlu menuliskan kejadian
setelah ceramah yang di lakukan oleh kelompok Revolusi 1 ini, karena sunguh
sangat tidak pantas sekali di beberkan kejadian tersebut di publikasikan, yang
mana akan mempermalukan suku dayak, yang mana setelah ceramah itu adalah awal
perang panjang antara kelompok dayak dengan kelompo Revolusi, yang berujung di
menangkan kelompok Revolusi dengan bergabung Batalion Barabai untuk menyapu
bersih mereka. Karena suku dayak jelas tidak terima dengan ceramah yang sangat
mencerahkan dan memajukan mereka itu. Pristiwa tersebut menelan 6 korban tewas
dari Kelompok dayak itu sendiri, dia berlaga kebal senjata api di hadapan
Kelompok Revolusi 1 dan Batalion, yang mana dengan ringgan nya Batalion
mengarahkan senjata pada arah yang mengejek minta tembak tersebut, kelompok
Revolusi mengepong 4 hari suku dayak dari kota barabai dan berhenti di
pengunungan meratus atas perintah kesultanan Banjarmasin Aceh, dan para ulama
Islam yang melawan dan membangkang di tangkap dan di kirim ke Martapura, untuk
di didik ulang oleh ulama Islam yang benar-benar paham akan Budaya dan Tradisi
Islam tersebut, yang tidak bertentangan dengan moderenisasi dan pemerintah,
serta melarang keras meradikal orang yang berujung pemberontakan kelompok pada
kelompok lain atau pemerintah. Setelah 5 bulan bertugas di Barabai kelompok ini
juga melakukan hal yang sama dengan apa yang mereka lakukan di Kandangan, yang
mana mereka membangun sagar Budaya dan tradisi, yang di tujukan untuk
melastarikan Budaya dan Tradisi, dan juga untuk supaya budaya dan tradisi tidak
di jadikan alat untuk penjajahan orang dan demi kepentingan diri sendiri yang
berujung penyesatan masal pada orang, dan untuk kelompok dayak birayang yang
mereka tangkap dan di bawa ke Banjarmasin untuk di didik supaya pintar, belajar
berhitung, membaca, dan juga menyetir mobil, mengenderai motor, dan membungkar
mesin agar bisa membuka usaha bengkel di masa depan jika Kesultanan Banjarmasin
membebaskan nya nanti, yang tujuan agar mereka ini nanti mendidik kawan-kawan
nya di desa di mana suku dayak ini tinggal, dan atas kerja baik nya tim
Revolusi dan Batalion kembali di berikan pengharkan dari 2 pemerintah
sekaligus, ya itu pemerintah daerah dan pemerintah Jakarta, yang mana mereka
dari awal di tugas kan selalu berhasil, dan hal yang selalu di inggat orang di
Barabai adalah bagai mana Kelompok Revolusi dan Batalion Barabai itu dalam 4
hari mengepong suku dayak Barabai, dan pengepungan itu juga membuka mata hati
Orang Barabai, bahwa mereka di jajah oleh Budaya dan tradisi yang sudah jelas
tidak bisa di pertangung jawabkan kebenaran nya, yang petuah tersebut hanya
buatan oleh pihak yang tidak bertangung jawab saja, dan masyarakat Barabai
melihat sendiri dengan mata kepala nya, yang mana para suku dayak, yang mengaku
kebal dengan senjata, bisa terbang dan yang lain nya, mati terkapar dalam
pengepongan tersebut.
Dan dari peristiwa pengepungan dayak
Birayang di Barabai, kabar yang cepat terbawa ke Kalteng pusat suku dayak, yang
mana suku dayak sudah mulai menabu genderang perang nya, namun mereka tidak
berani menyerang nya, karena masih masuk daerah Kalsel bukan Kalteng, yang mana
mereka tahu, jika mereka dayak Kalteng menyerang nya, mereka dayak sadar bahwa
mereka bunuh diri, yang jelas lascar Islam Antasari di batalion tak akan
berdiam melihat nya, yang perang zaman sejarah akan terjadi, yang mana suku
dayak banyak sekali kehilangan prajurit nya, akibat prajurit kesultanan
Banjamasin bersenjata moderen sekali, yang suku dayak hanya bersenjata sumpit
dan Mandau saja. Dan setelah berada lebih 1 tahun Kelompok Revolusi 1 di
Barabai, Kesultanan Banjarmasin memindahkan nya ke Amuntai hulu sungai utara,
yang mana di daerah Amuntai inilah terjadi Konflik, yang mana Kelompok Revolusi
1 melakukan kembali pemberontkan terhadap pemerintah Jakarta, untuk memerdekan
Tabalong, yang mana daerah Tabalong adalah daerah paling kaya sumber alam nya
di Provinsi Banjarmasin ini. Tahun 1960 bulan Sepetember Kelompok Revolusi
dengan resmi melakukan tugas nya di Amuntai untuk membebaskan masyarakat
Amuntai dari pengarung penyesatan penjajah secara budaya dan tradisi tersebut,
dan yang mana mereka sudah menyelediki di mana salah jadi itu terjadi di
Amuntai, ya itu para kaum ulama dan guru Islam lain nya yang punya pengatahuan
agama yang ala kadar nya tersebut, dan di Amuntai kala itu ada 3 macam Islam,
pertama Islam golongan suni, 2 Islam golongan Muhammadiyah, dan ke 3 Islam
Syiah, yang mana kelompok ini juga bisa bertikai. Di mulai nya oleh Kelompok
Revolusi dengan mengumpulkan semua golongan Islam, dan tokoh tetua masyarak nya
di pusat kota Amuntai, yang mana secara lantang Kelompok Revolusi 1 menyerukan
semua golongan Islam bersatu tanpa ada aliran tersebut, yang mana sudah di
ketahaui Islam murni itu tidak punya aliran, Islam hanya 1, ya itu Islam yang
berpedoman Al-Qur’an hadis saja, tidak ada yang lain, nabi Muhammad tidak
mengajarkan Islam itu bergolongan, dan siapa saja dalam 1 minggu tidak menghentikan
ini maka kata Kelompok Revolusi mereka akan bertindak dengan cara mereka
sendiri, dan mereka yang menyembah kuburan Pangeran Suryanata yang mengaku Islam
tersebut sudah bukan lagi Islam, mereka semua melakukan penyesatan terhadap
orang banyak, yang mana menyebarkan mitos dan segala nya, tanpa ada dalil nya
sama sekali, mereka juga menghambat moderenisasi, membuat malas para pemuda
untuk sekolan di lembaga pemerintah, kami memberikan 10 hari waktu untuk
kalian, jika kalian mendengar kabar bagai mana Barabai yang sudah kami gempur
tersebut, namun tidak menunggu sampai 10 hari, tapi hari itu juga keributan
langsung pecah, yang mana para ulama melawan nya, dan berujung ke menangan
kelompok revolusi 1, mereka menangkap para ulama yang melawan, dan mingirim nya
ke Martapura untuk di didik ulang, mereka juga mengambil alih pesantren di
Amuntai, dan atas dasar tersebut Amuntai di bawa pengawasan mereka sangat maju dengan
pesat sekali, dan lebih maju dari Kandangan dan Barabai, pendirian Industri pun
di mulai nya di Amuntai, Industri pertenakan di Alabio Amuntai pun di dukung
mereka agar cepat maju, kelompok Revolusi mendatangkan orang pintar mengenai
pertenakan dari Jakarta di tugaskan mereka di Amuntai untuk memajukan Amuntai
tersebut, dalam waktu 8 bulan Amuntai menjadi sebuah Kabupaten Industrial luar
biasa sekali, yang paling penting adalah mencengakan orang banyak sekali, dan
kemajuan pesat Amuntai ini lah berujung pemberontakan Kelompok Revolusi kala
itu, dan di Amuntai ini lah yang awal di bubarkan nya Kelompok Revolusi oleh
pemerintah Jakarta, dengan genjatan senjata nya. Berawal dari penelitian
Kelompok Revolusi yang berada di Kalua Amuntai, yang mana mereka ini meneliti
Kelompok dayak di Tabalong Tersebut, yang mana mereka mencium bau penjajahan
pemerintah Jakarta di Tabalong, yang mana Pertamina menguras isi perut bumi
sarabakawa itu tanpa melakukan pembangunan di Tabalong, sekolah-sekolah tidak
ada, masyarakat miskin hanya berkebun saja, maka dalam konfrinsi rapat di
Amuntai yang di buka kelompok revolusi dengan tokoh pembuka masyarakat yang
telah di didik nya tersebut, yang mana mereka sepakat untuk menunjuk Pak Usman
Dotrong menjadi kepala nya dalam pemberontakan tersebut, niat mereka adalah
ingin menuntut Otonomi daerah untuk Tabalong tersebut, dan secara sepakat ingin
melepaskan Tabalong dari wilayah Amuntai tersebut, Pak Usman adalah pejabat
kewedanaan kota Barabai saat itu, dan yang mana kelompok ini menuju
Banjarmasin, dan bicara pada pemerintah Provinsi untuk menjadikanb Tabalong
untuk menjadi Kabupaten, namu pemerintah Provinsi melempar nya ke Jakarta, yang
berujung konflik, dan pemerintah Jakarta di serang kelompok ini sacara
bertubitubi, yang mengacam pemerintah, kami adalah anak didik dari Ibnu Hajar
yang kalian katakana pemberontak, dan kali ini kami melakukan untuk yang ke 2
kali nya, jika pemerintah tidak memberikan otonomi itu maka demi tuhan kami
mengangkan senjata, mendengar pernyatan tersebut pemerintah Jakarta
memerintahkan untuk melakukan pembubaran kelompok ini, namu nihil, dan dalam
genjatan senjata pemerintah Jakarta mengabulkan permintan mereka, namun 1
sarat, Kelompok Revolusi 1 di bubarkan, dan semua kelompok Revolusi akan di
jadikan pegawai negeri sipil, dan di pindahkan dari Kalimantan ke Jawa, supaya
tidak lagi melanjutkan misi Ibnu Hajar tersebut, dan Pak Usman Dotrong di angakat
menjadi Bupati Tabalong yang pertama, yang mana orang ini membawa Kemajuan
Tabalong jauh lebih maju dari Kabupaten lain di Provinsi Banjarmasin, dan
penjajah budaya tradisi di Tabalong di tumpas habis oleh orang ini, dan suku
dayak yang kerap mempengaruhi tersebut mundur ke pedalaman akibat takut dengan
Pak Usman dan kelompok nya yang begitu mendorong kemajuan, di tangan Usman
Tabalong menjadi suatu daerah yang di huni Industri, seperti Batu Bara dan Yang
lain nya, lapangan pesawat bekas Belanda pun di aktivkan nya lagi oleh Usman,
iya membangun sentaral Islam yang kelat di masa depan yang di kenal dengan nama
Guru Danau, pusat Islam ini adalah sentral pendidikan Islam yang asli non penjajahan,
karena orang di situ di didik, membaca Al-Qur’an harus dengan arti bahasa untuk
menghindari salah paham, bahkan pak Usman mantan kelompok Revolusi ini meminta
sekolah untuk mengajarkan Bahasa Inggris kala itu, hingga masa Noor Aidi
moderenisasi adalah misi utama pemerintah, yang mana di tangan 2 orang ini
Tabalong benar-benar menjadi raksas kaya, dan hal yang penting dari 2 tokoh ini
adalah, uang pajak Industri mereka yang memengang nya, mereka secara
terang-terangan tidak percaya lembangan kantor pajak pemerintah, yang di angap
nya perampok, jadi semua uang pajak yang ingin di setorkan ke Jakarta tersebut
harus melalui mereka dulu. Tapi perlu di gari bawahi adalah, kelompok revolusi
1 telah bubar, dan hanya 2 orang saja lagi dari mereka angota nya yang tinggal
di Banjarmasin, sedangkan yang lain nya, di awasi pemerintah Jakarta, mengingat
mereka bukan orang sembarangan, dan merekalah orang yang secara terang-terangan
menghancurkan semua penjajahan yang berlatar belakang budaya dan tradisi, yang
menghalangi mereka masyarakat untuk berkembang maju.
Dan wajar jika 2 tokoh ini di angap orang
Tabalong dan Amuntai adalah pahalawan kemajuan daerah yang begitu di hormati,
karena keberanian mereka orang maju dalam berbagai bidang, yang jelas pembesan
masyarakat dari penjajahan budaya dan tradisi yang menghalangi kemajuan
masyarakat, baik social, pendidikan, Industri perdangan, Teknologi, Budaya dan
Tradisi yang asli di lestrakiran untuk anak cucu. Namun hal yang di sayangkan
mereka Kelompok ini di bubarkan pemerintah Jakarta, yang di angap mereka ini
adalah biayang keladi pemberontkan, Cuma menurut pandangan ahli sejarah di
Kantor berita Kanada Banjarmasin dalam diskusi tahun 2008, alasan sebenar
pemerintah Jakarta adalah, bukan takut menjadi biayang keladi konflik banyak
dengan dayak mengenai budaya dan tradisi, tapi exsitensi kekuasan pemerintah
Jakarta teracam di Kalimantan, karena Kelompok ini mendorong orang supaya
terdidik dengan baik, dan menghentikan semua bentuk penjajahan oleh siapa pun
ke pada orang lain, baik secara politilk, agama, militer, Industri, Ekonomi,
budaya, dan tradisi, mungkin cukup saya singkat saja keterangan ini, jika
masyarakat pintar, maka pemerintah terbatas prilaku buruk nya, yang mana
masyarakat yang tahu tak akan tinggal diam terhadap penjajahan dalam bentuk apa
pun, contoh saja di Tabalong, ketika mereka datang kesana, dan memberikan
masyarakat Tabalong arahan, pemberontkan terjadi, dengan pemberitahuan nya
masyarakat Tabalong sadar akan pontensi daerah nya, dan satu hal lagi, mereka
masyarakat yang di batasi budaya dan tradisi yang tidak jelas dalil dan siapa
yang membuat tersebut, dan hal ini lah yang lambat nya kemajuan terjadi di
masyarakat, dan mereka juga menekankan pendidikan skuler dan Agama itu penting,
pendidikan sekuler guna untuk membatu berusaha di alam dunia, dan melindungi
diri kita dari pembodahan orang lain, dan terhindar nya dari penjajahan dari
bentuk apa pun, yang jelas dengan mitos-mitos yang tidak jelas arah nya,
seperti yang di jelaskan mereka, jika anda ingin jadi orang kaya, maka
berjuanglah dengan usaha sunguh-sunguh, berdoa pada tuhan agar tuhan memberikan
kemudahan, bukan dengan pergi ke gunung bertapa dan bertapa di bawah pohon
besar, yang jelas tidak ada maanfaat nya, kita sudah belajar di Kalimantan dari
nenek moyang kita dahulu, bagai mana perseteruan Kesultanan Banjarmasin dengan
para dayak, yang mana yang menang, Kesultanan Banjarmasin dengan militer nya
yang terdidik, dan persenjatan moderen, jadi itu adalah pelajaran penting bagi
kita ini, yang kita tahu dari mana kegagalan nenek moyang kita dahulu, dan kita
sekarang tidak akan lagi mengulangi ke gagalan tersebut dimasa depan nanti, dan
sekarang ini kita tahu, bangsa eropa mampu menjajah orang lain itu dari ke
cerdikan nya, mereka memiliki senjata berteknologi, dan sampai sekarang ini
belum ada satu bukti pun suku dayak bisa terbang dan yang lain nya, masyarakat
Yunani adalah masyarakat yang penuh percaya pada dewa begitu juga romawi dan
Persia, dan lahir nya Islam mebawa petaka bagi mereka, yang mana Islam yang
asli di ajarkan bukan bertitik tumpu dari pertolongan dewa dan sebagi nya, dan
bukan dengan cara berkorban manusia ke pada dewa untuk memenangkan perang, kita
tahu bagai mana Islam ini memerangi hal macam itu dengan serius, dan bukti nya
adalah bagai mana peradapan Islam meluas di Andalusia, yang mana pada masa itu
di Eropa masih zaman ke gelapan, hampir semua orang eropa ini percaya mitos
yang tidak di ketaui ujung pangkal nya, namun setelah Islam datang di
Andalusia, yang mana tokoh pembawa nya adalah Tagrik bin Ziyat, dan Musa bin
Nusair, yang mana Islam begitu indah sekali, yang membuka mata orang eropa yang
sadar akan kesalahannya dan berhasil keluar dari keterpurukan nya, setalah
belajar dengan kesuksesan Islam tersebut, jadi mungkin begitulah pendapat ahli
sejarah tersebut menjelaskan dengan sangat jelas betul, bagai mana dengan hal
menyangkut ini, karena sudah di katahui Banjar adalah sentaral Islam, dan itu
yang membuat nya maju tak terkalah zaman dulu.
Dan setelah beberapa tahun kelompok
Revolusi 1 di bubarkan, maka kebuburukan kembali lagi, dan di Kandangan kembali
pembunuhan meningkat lagi akibat kembali nya sakte-sakte yang penyesatan
tersebut, yang mana umum di katahui sakte-sakte ini lah yang meradikal orang
yang mengatas nama budaya dan tradisi, bahkan agama, untuk kepentingan mereka,
yang mana mereka ini mengajarkan debus itu untuk menyuburkan criminal saja, dan
mengotori budaya dan tradisi orang lain yang tidak tahu menahu saja, yang sudah
di buktikan bahwa apa yang mereka lakukan hanya doktrin saja pada budaya dan
tradisi supaya orang mendengakan mereka, maklum mereka bukan orang terpelajar,
yang mana mereka ingin di dengan orang lain bicara dengan cara media atas nama
budaya dan tradisi alternative nya, bukan dengan cara berusaha belajar dan
berjuang, dengan berbagai cara, baik dengan media musika dan lain. Dan mungkin
beberapa tahun 5 atau 6 tahun pasca di bubarkan nya kelompok revolusi tersebut,
maka Budaya mayau suku dayak Hidup lagi dengan pesat, memang waktu tim Revolusi
1 di bentuk dan bertugas, budaya mayua itu sudah kurang berani menampakan diri
nya, karena sudah dari 4 abad lalu, Budaya dan Tradisi mayau tersebut di
tentang Kesultanan Banjarmasin, yang mana budaya ini sangat exstrim sekali,
Mayau itu bahasa dayak, bahasa banjar bagarit kepala orang, bahasa Indonesia berburu
kepala Manusia, yang mana budaya ini sangat kejam sekali, dan tidak salah
kesultanan Banjarmasin mengatakan budaya bar-bar, mereka tidak pantas di
katakana manusia, mereka pantas di katakana binatang atau setan, karena mereka
melakukan pembunuhan keji, memengal kepala orang, lalu di arak kepala nya, dan
dangin nya di makan bersama, jika ini agama, tuhan macam apa yang memerintah
kan perbuatan keji tersebut, dan jika itu hukum adat, berati kepala adat yang
membuat hukum ini jelas sudah bukan manusa tapi iblis berbentuk manusia, dan
Kesultana Banjarmasin berhasil menumpas hal tersebut, dan kembali budaya
tersebut ketika Belanda menembak Istana Kesultanan Banjarmasin, dan melemah nya
kesultanan Banjarmasin kala itu, dan kembali masyarakat Kalimantan ke jaman
jahilayah yang mengerikan sekali, yang jelas mereka hidup seperti teori evolusi
Charles Darwin hukum rimba, yang kuat berkuasa, dan yang lemah di jajah sampai
mati. Dan ketika Republik Indonesia didirikan, maka Presiden Sokarno kala itu
sudah melarang Budaya mayau itu, namun sayang beliua tidak terlalu focus dalam
menumpas nya, karena juga mungkin Presiden Sokarno terlalu sibuk dengan
berbagai konflik melanda Indonesia kala itu, yang mana orang kelompok Banjar
dulu melakukan penunpasan ini secara sepihak, mereka melakukan nya dari pesisir
sungai barito untuk menghentikan mayau ini, dan juga dengan misi milindungi
garis perbatasan antara Kalsel dan Kalteng, agar para suku dayak yang berburu
Kepala tidak masuk Kalsel yang hanya akan memengaruhi masyarakat saja, dan
bukan tidak mungkin kelompok banjar yang kurang terpelajar akan ikut penjajahan
masyarakat dengan budaya dan tradisi tersebut, Cuma yang di sangkan adalah,
pemerintah kembali membubarkan mereka, karena di angap terlalu radikal dalam
pemoderenan, yang berujung konflik saja, dan Pada era Orde Baru Presiden
Soharto melakukan hal yang sama dengan Presiden Sokarno, melarang budaya ini,
dan kadang kala pemerintah Orde Baru menumpas nya dengan senjata, namun tidak
membuat hal tersebut berhenti, karena kelompok ini bukan kelompok orang pada
umum nya, itu akibat fakror ketidak maun bergaul secara luas mengenal dunia ini
dan peradapan nya, dan rasisme kelompok.
Namun juga hal yang tidak sia-sia terjadi,
ya itu pendidikan yang di Lakukan oleh kelompok revolusi 1, yang mana anak
didik mereka juga mulai beraksi kembali, yang mana mereka ini sudah bosan
melihat penjajah atas nama budaya tradisi tersebut, dan memperlabat kemajuan
saja, yang mana kelompok ini mulai membetuk tim nya kembali di Banjarmasin,
yang mana Tim ini yang di komando oleh seorang yang punya semangat juag
nasional nya sangat besar sekali, dan kami tidak perlu menyebutkan nama nya,
karena sudah perjanjian dalam penulisan ini, untuk menghindari fitah yang akan
beredar nanti nya, orang ini memulai dari mengumpulkan para bangsawan banjar
untuk minta sumbangan dana untuk melakukan nya, dan yang mana kelompok ini juga
sangat kesal melihat mundur nya perdagangan Internasional Banjarmasin yang di
batasi pemerintah Jakarta, dan banyak alasan lain lagi mendasari nya, Cuma 2
itu lah yang nyata jelas terlihat pada mereka ini, tidak panjang lebar para
bangsawan banjar itu mau membantu dana nya, dan secara resmi kelompok ini
berdiri pada Mei 1987 lalu di Banjarmasin, dengan nama Kelompok Revolusi
Industri Banjarmasin 2, dan kelompok kedua ini terbalik cara memulai nya, yang
mana kelompok ini bukan dari kota target nya, melainkan langsung ke padalam
Kalimantan tersebut.
Pada
tanggal 15 Oktober 1987, Tim ini memangil semua ahli sajarah, baik budaya dan
tradisi, tokoh agama berbagai aliran, dan orang tim terpelajaran yang mereka
kumpulkan dari seluruh penjuru Kalimantan untuk di tugas kan hal ini, lembaga
ini bukan di biayai oleh pemerintah, tapi di biayai oleh Bangsawan banjar,
namun kala itu pemerintah daerah membantu mereka, dengan cara mengikutkan
Polisi dan Tentara tim mereka untuk mencegah hal yang tidak di inginkan, dan
pemerintah meminta pada mereka jangan berbuat memicu konflik pada kelompok
maana pun dengan banyak alasan, jika perlu hubungi kami dulu sebelum bertindak.
Pada 10 desember 1987, tim ini memulai misi nya, mereka memulai nya dari
pesisir sungai Barito yang tembus sungai Kapuas, dan dalam tugas nya mereka
melakukan perjalanan kaki bersama polisi dan tentara di hutan Kapuas, yang mana
mereka ini mencari kelompok dayak yang berburu Kepala di sana, dan sebab utama
mengapa mereka melakukan ini dari wilayah Kapuas tersebut, karena banyak
keresahan orang-orang di Kuala Kapuas atas hal tesebut, di Kapuas kota dulu
sering terjadi penculikan anak-anak, dan di pesisir kota di temukan jenazah
tanpa kepala. 2 hari perjalanan dengan tim sebanyak 35 orang ini menemukan
sasaran di daerah Mantangai Kalteng Kuala Kapuas, dan mereka mendirikan kamp di
sana, mereka melakukan pendekatan dengan bersosial terlebih dahulu dengan penuh
kesopanan, yang mana mereka ini menghindari kekerasan dengan media dari salah
satu suku dayak yang paham bentul bahasa dan budaya tersebut, Kelompok ini
pertama membagikan pakai terhadaf suku dayak, namun di tolak mereka, dan habis
itu 1 minggu sudah di kamp, kelompok ini mulai memberanikan diri mengajari anak
suku dayak membaca buku, dan mengajari nya berhitung, dan ini sudah memancing
reaksi yang sensitip pada kelompok dayak, dan di sana juga mereka menguit
imformasi tentang kelompok mayau tersebut, pertanyan sensitip tersebut di
tangapi suku dayak dengan penuh kecurigan sekali, namun ketenangan masih
berdana di sana, Tim yang ahli juga menerangkan Budaya dan Tradisi asli suku
dayang yang tidak di doktrin oleh orang yang tidak bertangung jawab. Tidakan
mengejutkan dari Tim terjadi setelah 3 minggu berada di sana, mereka sudah
mulai menjukan misi mereka pada kelompok dayak, yang mana mereka dengan berani
melangan petuah mitos dayak tersebut, yang mana mitos tersebut dalam masyarakat
dayak tersebut, tidak boleh membakar iwak haruan bahasa melayu banjar, bahasa
Indonesia adalah ikan gabus, pada malam hari, karena bisa mendatangkan setan,
tim membakar itu dan berpesta sambil berbicara di depan api ungun tersebut, dan
tidak lama suku dayak datang untuk menengur nya, mereka malah menganding suku
dayak tersebut duduk bersama, dan berkata jangan takut takan terjadi apa pun,
setan takan datang kesini kata nya, kata itu berhasil membuat suku dayak
penasaran, dia juga ikut, dan datang lagi yang kedua juga sama untuk menegur
nya, namun sama juga malah ikut, dan sedangkan kepala suku mereka waktu itu
sedang berada di luar aria, hingga siang datang, maka 2 orang kelompok dayak
itu sudah terpengaruh mereka, yang mana sudah tahu bahwa mereka telah di jajah
budaya dan tradisi nya sendiri, yang mana membatasi mereka dalam kemajuan, yang
mana tim sudah menjelaskan, bahwa maksut mereka bukan menghilangkan budaya dan
tradisi tersebut, juga bukan tidak menghormati nya, tapi mereka mengatakan dan
menujukan nya, bahwa setiap mitos petuah itu harus punya dalil yang kuat dalam
alasan, apakah petuah itu berasal memang bari budaya dan tradisi suku dayak
asli atau bukan, apakah petuah mitos itu dari agama, mungkin saja itu dari
kepala adat saja untuk membuat penjajahan pada Kelompok nya. Dan 2 orang dayak
tadi mulai berbicara pada kawan-kawan nya mengenai hal yang di ajarkan Tim
tersebut, yang mana kawan-kawan juga mulai terpengaruh dengan Tim, maka
terjadilah komonikasi secara besar, namun tetua adat mereka tidak menampakan diri
nya, bahkan mereka tim tersebut mengajak suku dayak ke kota Banjarmasin untuk
melihat gemerlam dunia di luar daerah tersebut, mereka juga memperlihatkan
foto-foto yang ada di buku mereka, serta foto mereka mengenai kota Banjarmasin,
yang semakin menarik mereka, maka terjadilah hal yang tidak di inginkan mereka,
kepala adat dayak marah dengan apa yang mereka lakukan tersebut, dan menyuruh
para pengikut nya menjahui tim, bahkan iya menghukum nya, dan mengusir Tim,
namun dengan berani Tim melawan, mereka menangkap nya, lalu membawa nya,
kelompok tidak bisa melakukan perlawanan lagi, akibat kelompok ini di lindungi
TNI yang bersenjata lengkap kala itu, Tim di bagi 2, yang kelompok pertama
mengantar kepala suku dayak ke kapal untuk di kirim ke Banjarmasin untuk di didik
di sana, dan sedangkan Tim 2 mereka bertahan di lokasi untuk melanjutkan misi
mereka tersebut, dan hal peling mengebirakan bagi mereka adalah keberhasilan
nya, mereka mampu mengarahkan suku dayak ngaju tersebut, dan mereka menyuruh
memakai baju yang di bawa mereka tersebut, dengan mengatakan maksut kami memberi
ini bukan untuk menghilakan budaya kalian, tapi kami meminta kalian untuk
memakai baju ini untuk melidungi kemalaun kalian, dan supaya kalian tidak
kedinginan apa bila tiba malam, mereka dayak yang mengerti menerima nya, dan
dalam hitukan 2 bulan mereka berhasil melakukan nya, dan daerah situ menjadi
benteng pertahanan pertama, dan kawan-kawan suku dayak ngaju juga ikut bersama
dalam mengarahkan mereka berjalan di hutan untuk mencari kelompok yang di
maksut mereka tersebut.
Lebih dari 2 bulan mereka mondar-mandir di
hutan mereka belum menemui nya, dan pada hari ini Tim terkejut, bahwa tim dari
Banjar di kirim, dan membawa Kepala suku dayak tersebut, ini adalah kesuksesan,
yang mana di Banjarmasin kepala suku tersebut berhasil di didik nya, dan atas
kerja sama pemerintah Banjarmasin, dan pemerintah daerah Kalteng, yang sepakat
mengajukan pada pemerintah Jakarta, untuk menjadikan wilayah yang mereka
sambangi itu menjadi kelurahan, dan kepala adat tersebut menjadi ketua nya di
sana, dan tampa banyak bicara maka permohonan di Kabulkan, sekarang Kepala adat
tersebut menjadi Kepala desa yang mereka rintis, pemerintah baru sudah di mulai
mereka. Dan Kelurahan tersebut sekarang di kenal dengan keluruhan Manusup yang
ikut Kecamatan Selat hulu Kuala Kapuas. Setalah itu tim memutuskan berangkap
memakai perahu ke daerah lebih hulu lagi, yang mana daerah di kenal dengan nama
pujun sekarang, di sana mereka menemui apa yang mereka cari ya itu mayau
tersebut, namun apa yang terjadi mereka berdiam saja dulu, dan membiarkan juru
bicara dayak mereka yang mengajukan pembicaran tersebut, yang mana kelompok
datang dengan maksut baik, dan ingin mengajak bekerja sama, dan atas hal itu
suku dayak tersebut memberikan ijin tinggal di sana, namun ada sarat nya,
mereka harus tunduk dengan apa yang di berikan arah oleh kepala suku, dan
disini lah mereka melihar neraka dalam hidup mereka, yang mana para mayua
berpesta ria dengan sambil memengang kepala korban nya, dan memakan mentah-mentah
hati nya, bahkan beberapa orang tim menyerah tingal dan memutuskan pulang saja,
akibat benar-benar tidak sangup lagi melihat neraka tersebut, yang bagai mana
mausia tidak punya moral dan etika tersebut.
Sama dengan yang terdahulu tim coba mengurik
Imformasi di sana, dan coba menangulangi nya sedapat mungkin, dan mereka sampai
titik didih nya, ya itu dengan berani menangkap kepala adat mereka, yang
berujung perang kecil, yang mana Tentara dan Polisi melindungi tim dari
serangan sambil menarik keluar kepala suku dayak mereka, dan 2 tewas dari tim
terkena sumpit dan di bacok, dan lebih dari 5 orang suku dayak mati tertembak,
dari hari itu semua Tim memutuskan pulang semua nya, dan hanya meningalkan
beberapa orang di lokasi yang sudah jadi kelurahan tersebut, dan penangkapan
ini lah yang memicu perang kelompok banjar dengan dayak, yang mana kelompok
tersebut ingin membaskan kepala suku tersebut, yang alih mereka mulai melakukan
perjanjian dengan kolompok lain nya untuk memerangi nya, dan demi kesealamatan
bersama pemerintah memutuskan untuk membebaskan kepala adat tersebut dan
mengembalikan nya lagi, dan seluru tim tersebut di tarik mundur ke Banjarmasin.
Dan untuk beberapa waktu berselang tim di liburkan dulu oleh Pemerintah Daerah
untuk menghindari yang tidak di inginkan terjadi, bahkan demi kesalamat mereka,
Tim di kirim ke Sumatera sana, dan mungkin setelah kejadian itu, tim di
liburkan selama 4 tahun lama nya, dan pada tahun kelima juga di bubarkan
kembali, karena bisa pecah keonflik jika di teruskan. Maka dari selama itu juga
tidak ada yang menangani nya masalah ini. Banyak kemunduran di Kalimantan atas
pembubaran tim tersebut, di masyarakat kembali pada sejarah lagi, mereka
memandang sekolah tidak penting, dan tidak ada ke ingin untuk maju bersama
membangun Kalimantan, bahkan di banjar kota penjajah budaya dan tradisi mulai
meraja lela lagi, pada fase ini mulai kekacaun kelompok juga di Banjarmasin,
dan penolakan terhadap pemerintah Jakarta juga semakin sengit oleh kelompok
nasionalis Banjar tersebut. Hingga pada akhir nya, beberapa kelompok di banjar
menjadi geram dengan hal ini, yang mana ke geraman ini di mulai dari Kelompok
masyarakat Kandangan dan Barabai yang terpelajar, yang mana mereka malu sekali
pada orang lain, akibat dari perbuatan saudara mereka sendiri, yang mana
masyarakat kadangan dan barabai benar-benar radikal sekali, dan mereka
mengotori budaya dan tradisi mereka sendiri, kelakuan yang fasisme, feodalisme
suka berkelahi dan rasime, karena kelompok ini selagi berada di luar Kandangan orang
bertanya pada mereka, mangapa mereka kelompok kadangan suka berkelahi dan
sangat rasisme sakali, mereka kemana-mana mengatas namakan kandangan yang penuh
budaya dan tradisi yang buruk sekali, budaya pembunuhan perampokan dan
penjarahan yang menuruti Budaya dan Tradisi yang tidak jelas ada nya tersebut.
Dan untuk itu pada akhir nya pada tahun 1992 di Banjarmasin kembali di bentuk
tim oleh para pemuda yang peduli dengan hal ini, Tim juga di betuk bukan dari
lembangan pemerintah, namun dari mahasiwa Universitas Banjarmasin, dan di dana
oleh banyak bangsawan banjar kala itu, yang mana mereka ini juga menuai heboh
sekali, mereka membuat misi yang sama dengan Revolusi 1 yang dahulu, dan
menargetkan nya pada daerah kota dulu ke timbang ke pedalaman, dan secara resmi
kelompok ini memulai Aksi pada bulan januari 1993 di Banjar, kelompok ini
memulai dengan merazia toko-toko buku baik yang kecil atau besar, dan mereka
juga merazia perepustakan di Banjarmasin baik yang swasta atau milik pemerintah
daerah, mereka menyita buku-buku Perembon bahasa jawa nya, dan bahasa Indonesia
adalah buku kompulan mitos-mitos yang tidak bisa di pertangun jawabkan
kebenaran nya, buku prembon ini sarat akan penjajahan Budaya dan Tradisi
terhadap masyarakat luas, buku itu menghalangi moderenisasi masyarakat, dan
lambat nya kemajuan mereka. Pada saat itu buku prembon di banjar dan daerah
lain sangatlah umum sekali di pakai, dan kebanykan adalah kaum wanita. Dalam
catatan yang di buat tim dalam penilitian di lapangan, mereka menemukan hal
fanatic sekali pada buku tersebut, apabila perempuan hait atau datang bulan,
maka mereka akan membuka buku tersebut dan melihat ramalan sesat di dalam nya,
yang samacam budaya dari Eropa yang meramalkan bintang-bintang seperti Taurus
dan sebagai nya, di buku tersebut di catat ramalan tersebut dengan lengkap,
jika tanggal berapa wanita itu hamil, di
sana tertara ramalan bodoh yang menjajah tersebut dan mereka percaya hal macam
itu akan terjadi di hidup mereka kelak. Bukan hanya itu, praktik perdukunan
yang membodohi masyarakat marak terjadi, radikal kerap terjadi di terminal di
picu masalah penjajan budaya dan tradisi, dan bukan hal baru di banjar kelompok
Islam berseteru di kalangan mereka sendiri akibat hal ini, yang mana penyalah
gunaan Islam itu sendiri. Penumpasan yang di lakukan Tim, mereka membakar semua
buku prembor tersebut, dan kembali menjadikan sasaran mereka adalah media
telivisi yang membuat acara penyesatan public, dengan acara penuh penyebaran
dongeng-dongeng ke gaiban tersebut, dan mereka juga mendatangi sakte-sakte para
tempat dukun tersebut untuk memberi arahan pada mereka supaya berhenti, namun
kadang ada yang menolak nya, maka kelompok berkelahi dengan target nya, mereka
juga mendatangi ulama dan sebagai nya untuk memoderenkan mereka tersebut, dan
yang sesampai nya mereka pada pengiran kota banjar, dan mereka mulai mendirikan
Kamp mereka untuk mendidik orang supaya maju bersama, menjadikan mereka
masyarakat go Internasional. Dan pada titik didih nya pada tahun 1995, maka
terjadi konflik antara kelompok dan target nya, yang berujung korban jiwa, yang
mana kaum Feodalisme kelompok dayak yang mulai menghalangi mereka tersebut,
pemicu utama bentrok tersebut, ketika Tim menemukan perjudian di daerah hulu
Banjar yang berbatasan Kalteng, yang mana pihak dari kaltim ikut bersama tim
untuk menupas nya, perjudian atas nama budaya dan tradisi ala dayak, yang
mengotori nama baik orang dayak, yang mana perjudian ini sebenar nya adalah
konfrontasi dan komperasi kelompok dayak bersama mafia judi banjar, yang mana
kelompok banjar berbagi ke untungan nya dengan para dayak tersebut, karena
sudah jelas tidak ada dalam budaya dan tradisi suku dayak sendiri yang membuat
petuah mitos itu, yang menghalakan perjudian, dan tidak masuk akal sekali suku
dayak bisa berjudi, kalau bukan mafia banjar yang mengajari mereka, semua orang
tahu dayak tidak bisa berhitung dan bembaca itu mengerti judi, uang saja mereka
tidak tahu, namun tidak panjang lebar, Tim yang bargabung Kaltim membubarkan
perjudian tersebut, yang membuat perkelahian, yang mana pihak tim dan kaltim
pemenang nya, karena Polres kala itu mendukung mereka, namun belangkan nya,
para kelompok yang sempat melarikan diri waktu itu, mengebobarkan konflik di
kota banjar, yang berujung tauran masa tim dan mafia banjar, yang membuat tim
kembali di bubarkan pemerintah untuk meredam konflik tersebut.
Dengan di bubarkan nya Tim maka masyarakat
kembali pada kebuluran nya lagi, dan mereka kembali di jajah oleh budaya dan
tradisi mereka sendiri yang sudah jauh tidak masuk akal sama sekali kalau kita
pikirkan secara wajar. Dan singkat kata, pada tahun 1997 kembali masyarakat
yang penuh mitos ini, entah dari mana dan siapa yang kembali menghidupkan
kembali dongeng lama yang di larang oleh Kesultanan Banjarmasin, karena banyak
menyesatkan orang saja, yang mana dongen ini juga dengan waktu tidak lama
beredar sudah mengebalikan masyarakat menjadi kemarin lagi, yang mana cerita
dongeng ini adalah cerita tetang Kesultanan Banjarmasin tempo dulu, yang di
gambarkan bagai cerita metologi Yunani, mungkin angap saja Sultan Suriyansyah
adalah dewa Zeus yang berkuasa, dan mengabarkan para mentri-mentri kesultanan
Banjarmasin bagai Apalo, Posedon dan sebagai, yang mana dongeng mengistrusikan
supaya orang percaya bahwa semua raja banjar itu tidak mati, dan mereka masih
ada di Banjar, dan kadang datang melihat anak cucu nya, bahkan kadang datang di
dalam minpi sesorang, singkat dongen ini seperti nirwana saja, dan akibat
dongeng itu juga pada akhir nya orang suka berjarah pada makam raza, lalu
berlalu sejazian dan sebagai, aneh nya lagi mereka mengaku diri Islam,
sedangkan Islam sendiri mengutuk penyekutuan tuhan kelas berat ini, dan ada
lagi variasi lain yang di hasilakan dongen tersebut, kadang-kadang para dukun
berlaku kesurupan dan mengaku di rasuki oleh jiwa para raja Banjar tersebut,
ini benar-benar sesat sekali, bukan saja sesat secara ajaran agama, namun semua
nya sekuler juga, mereka tidak lagi mementikan hal lain, mereka sakit kesana
berobat nya, dan minta pertolongan kesana, dan tahun 1997 ini juga di nyatakan
dalam arsip sejarah perpustakan Tabalong milik pemerintah, yang mencatat bahwa
kembali nya para dukun di kota Banjarmasin yang luar bisa moderen tersebut,
penjualan ayat suci juga marak terjadi, penjualan buku prenbon yang sesat itu
juga kembali lagi, di pasar para dukun duduk menungu pasen untuk memriksa apa
saja yang dia derita sakit fisik atau rohani, yang membuat nya tersebar
kemana-mana juga akibat media baik media Koran dan majalah hingga televise ikut
membuat acara itu, yang berujung kesesatan tingkat tinggi sekali, dan hal yang
terjadi juga tidak di sia-siakan suku dayak, mereka mulai kembali menacapkan
pengaruh mereka, yang model bisa terbang, membunuh orang dari jarak jauh dan
sebagai yang inti nya pada masalah hayalan semata saja, dan dalam waktu
pemerintah daerah tidak ada upaya dan usaha untuk menangani nya. Dan pada fase
ini juga terjadi banyak konflik masyatakat di Kalimantan, ini juga di akibatkan
tekanan dari ingin runtuh nya pemerintah Orde Baru di Jakarta, bahkan
pemerintah daerah saja kala itu bingung apa yang harus di buat nya, belum lagi
aksi konflik di Tabalong, belum lagi konflik jalanan rusak, belum lagi konflik
pembatai enik Jawa oleh Banjar dan dayak di Tranmigrasi 1000 hetar Orde baru
tersebut, rasisme kembali hidup di masayarakat, dan bertahan sampai pada
benar-benar jatuh nya pemerintah Orde Baru, dan berganti era reformasi, dan
singkat nya lagi, terjadi puncak nya pada tahun 2000, yang mana ke mana
kelalain pemerintah akibat masa transisi, membiarkan nya masyarakat kembali ke
masa bar-bar tersebut, yang penuh tahayul tersebut, berakibat rasisme, dan
pamer ilmu gaip, yang berujung pembantai besar enik Madura di Kalimantan, dan
Kalimantan terlihat sepeti neraka saja, Dayak dan kelompok banjar membabi buta
membunuh Madura, tidak peduli laki atau prempuan anak kecil bayi dan nenek
hingga kake, sementara pemerintah tidak bisa berbuat apa melihat apa yang
terjadi tersebut, para kelompok dayak kala itu di jalanan berbagi ilmu gaib,
kebal dan bisa terbang dan segala nya, banyak orang yang teropsisi untuk
melakukan perbuatan keji itu, dan yang lebih parah nya, ikut nya mafia banjar
dalam kasus tersebut, yang mana kelompok mafia ini ikut membantai, Madura atau
bukan tetap akan mereka katakana Madura, mereka akan membunuh nya dan marapas
nya harta nya, hinga Pemerintah daerah dan Jakarta beberapa bulan baru
bertindak, padahal TNI waktu bersenjata lengkap. Dan atas kasus ini banyak
kawan-kawan yang kembali membetuk Tim nya untuk menangani masalah Budaya dan
Tradisi yang menjajah masyarakat dan membatasi, budaya tradiis semacam itu
selalu mendorong masyarakat dalam konflik, dan seperti apa yang di katakana
pengamat budaya banjar dalam memandang hal tersebut, dan iya memones, tragedy
biayadab itu adalah tradisi mayau nya suku dayak bersekala besar, yang memburu
Kapala Manusia, karena dalam penyelidikan tidak ada yang jelas sekali pemicu
tragedy itu terjadi, berbeda dengan pembatai enik Jawa pada tahun 1998, yang
mana di picu perebutan Tanah antara kelompok Banjar dayak vs Pemerintah Orde
Baru yang merampas tanah lalu membagi nya pada orang jawa, sedangkan ini
benar-benar tidak jelas, maka dari itu saya katan bahwa ini budaya dan tradisi
bar-bar mayua kata ahli budaya dan tradisi Banjar tersebut.
Dan baru pada tahun 2001 para pemuda
terpelajar Banjarmasin mendirikan sebuah Organisasi baru, yang nama nya kita
tidak perlu sebutkan dalam tulisan ini, culuk di beri nama kelompok A saja, dan
yang mana kelompok ini adalah Kelompok yang di danai oleh bangsawan, bukan dari
pemerintah, karena juga mungkin bangsawan banjar muak sudah dengan kebuluran
itu, pemerintah hanya memberikan izin dan peringatan Kelompok A ini jangan
terlalu radikal saja dalam melakukan Operasi nya ini. Dan bukan hal mudah yang
di hadapi Kelompok A ini, mereka mencoba membebaskan Masyarakat dari jajahan
budaya dan tradisi terhadap masyarakat. Mereka beroperasi memulai dari
penyelidikan dan di harapkan penyelidikan itu mampu memberitahukan mereka bagai
maca menghentikan nya kebuluran masyarakat ini. Pada tanggal 22 febuari 2001
kelompok A memulai Operasi yang pertama di Banjar, mereka mengelilingi kota
banjar tersebut, meniliti masyarakat yang di jajah Budaya dan Tradisi, yang
mana operasi yang mereka lakukan ini berlangsung selama 4 bulan lama, dan
singkat nya mereka mendapat kan hasil, yang mana di kota banjar tersebut,
hamper 60% orang di jajah oleh budaya dan tradisi mereka, yang mana mereka
sangat terbatasi sekali dengan itu, Petuah-petuah mitos yang tidak bisa di
pertangun jawabkan banyak beredar di masyarakat, dan banyak cerita dongeng lain
nya juga, namun dongen yang terkenal dalam masyarakat adalah dongeng Kesultanan
Banjarmasin, dan kadang juga ada model mahluk mitologi sepertin orang Yunani,
model buaya putih lah dan sebagai, belum lagi di tambah cerita-cerita
hantu-hantu yang tak pernah ada tersebut, dan itu di kota Banjar yang moderen
pembaca, belum lagi apa yang terjadi Masyarakat desa nya, di hulu banjar, dan
tanah-tanah dayak lain nya.
Angota kelompok setelah melakukan penelusuran
tersebut meminta pemimpin mereka bertindak, namun pemimpin mereka dim au
melakukan tindakan, dan hanya memberitahukan, kita meski bersama dulu untuk
menjaga kelompok kita ini tetap ada, karena kita masih belum betul paham di
lapangan kaya, dan apa yang hurus di lakukan untuk membebaskan masyarakat ini,
dan sekarang ini kita akan melakukan penulusuran bersama untuk melakukan
penelitian di hulu banjar sampai tembus ke Kalteng, dan mungkin ini akan
memakan waktu lama mungkin saja bisa 1 tahun lebih, dengan biaya tidak sedikit,
alasan saya melakukan adalah kita sudah tahu ke gagalan oleh kelompok penahulu
kita, dan kita harus belajaran dengan mereka, jadi kita harus kompulkan
sebanyak mungkin. Dan singkat Kelompok ini melakukan penelitian panjang nya lagi,
dan mereka memulai dari Martapura, yang mana Martapura ini adalah basis Islam
Kalimantan, dan penelitian di Martapura ini Kelompok A membawa tim dari Aceh,
yang mana Tim adalah orang pandai dengan Agama Islam, dan benar-benar tidak di
sangka dan tidak di duga sama sekali ternyata Martapura terjadi kebuluran,
pantas saja beberapa Tahun ini tidak ada menunjukan kemajuan dari Martapura
ini, yang mana pada dahulu Martapura selalu mencetak ulama-ulama yang
berpengaruh dan sangat di hormati, dan banyak ulama kalangan Martapura ini juga
yang mengarang kita, salah satu kitap Sabilah Muhthadin, pesantren di Martapura
adalah pesantren terbesar, Islam di Martapura di susupi Idelogi suku dayak
sudah, yang mana disana mulai mempercaya tahayul, dan bahkan ada kelompok yang
menyebah ulama, dan mengangunkan nya, dan memulai membuat cerita Dongeng
tentang nya sudah, mulai bisa berhilang terbang dan sebagai nya, entah siapa
pelaku penyesatan yang nista ini. Kelompok A yang terus melakukan penelitian
nya, masuk makin kedalam lagi di Martapura, yang mana mereka ini sudah 2 bulan
di Martapura, mereka Kelompok A heran setalah masuk ke Palampaikyan, di sana
ada makam ulama besar iya bernama
Muhammad Arsad Al Banjari, yang mana di sana di lakukan penyebahan kuburan
ulama besar, dan banyak para pengemis di sana, yang jadi pertanyan apa
pemerintah Martapura tidak peduli kah dengan hal ini, mengapa hal ini di
biarkan berkemang pesat, di palampai budaya menjadi pengemis sudah jadi
kebiasan, dan mereka bisa mengutuk jika tidak beri, mengerikan dari seorang
pangamen jalanan, mereka mengatas nama agama Islam, mereka mempermalukan agama
Islam, yang mana mereka sudah mengeditikan dan membudayakan Islam pengemis di
Palampayan, yang paling gila nya di sana adalah Ulama melakukan penjajahan budaya
dan tradisi Islam yang sudah di doktrin modifikasi sedimikian rupa nya. Dan
penelitian terus berlanjut ke daerah Rantau, dan disini ternyata sama parah
nya, Feodalisme, fasisme, fanatic, dan radikal sekali, budaya bunuh makin
berkebang, penuhanan kuburan juga terjadi, kuburan datu sangut menjadi berhala
nya di sana, belum lagi Sakte-Sakte Ilmu Kebal yang tidak pernah ada bukti nya
itu, dan sakte ini lah biayang keladi peningkatan Kriminal di Rantau, persis
sama di Kandangan, Cuma selama 4 bulan melakukan penelitian di Rantau ini,
ternyata kelompok Rantau juga bisa perang antar desa dengan Kandangan, yang
mana ini di picu oleh Sakte-Sakte radikal, dalam data polres Rantau, dalam 1
bulan bisa 4 orang bahkan lebih tewas saling bunuh disana mengerikan sekali,
dan doktrin Islam di sana juga meraja lela sekali, penjualan beda kermat juga
terjadi di sini, dan paling menyedihkan sekali Sekolah terlantar tidak terurus,
di sini Ilmu skuler tidak penting, di sini kota nya para peta Banjar berada.
Dan terus lagi penilitian menuju Kadangan. Dan penelitian di Kadangan ini
berlangsung selama 1 bulan penuh saja, karena Kandangan tidak berubah sama
sekali, sangat radikal sekali, angka pembunuhan paling tingi di Provinsi
Banjarmasin, dan setelah tidangan oleh Kelompok Revolusi 1 Kandangan lebih para
dari sebelum nya, saya tidak perlu terlalu menguak Kadangan ini karena anada
sudah tahu, karena saya sudah berulang kali menulis nya di sini. Dan kita
lanjut ke Negara, yang mana Negara in bekas Kerajan Banjar kono sebelum masa Islam
datang, namun sayang sekali di Negara ini, yang mana Negara ini adalah sebuah
kota Industri besi yang terkenal sampai luar Indonesia mendadak mati akibat
kebuluran di masyarakat, semenjak di tinggal Kesultanan Banjarmasin, mereka
yang anti tahayul ini menjadi percay, mereka disini menjual pusaka senjata
dengan harga tinggin, ini adalah penipuan atas nama Budaya dan tradisi. Hingga
berterus sampai Barabai, dan Barabai juga para, pembunuhan selalu terjadi
akibat sakte-sakte dayak birayang, namun lebih parah Kandangan dari pada
Barabai, penjajahan Budaya dan Tradisi makin mengila di Barabai semenjak di
tengal Kelompok Revolusi, dan berkebetulan dalam penelitian di Barabai,
Pemerintah Daerah Barabai membuat suatu rencanan Permodorenan petani, yang mana
kebijakan pemerintah saat memberikan mesin traktor untuk petani Barabai, petani
malah menolak nya dengan alasan, bahwa di larang mengunakan alat macam itu
ketika panen, memakai parang saja kata bisa di kutuk beras tersebut, ini gila
sudah, aneh sekali, begitu juga dengan yang lain sama saja, di daerah Barabai
Ilung tepat nya Pemuda sudah biasa membawa senjata tajam kemana-mana dan
menjadi budaya yang sadis alias mereka pembunuh radikal akibat sakte-sakte
dayak, lurus ke Arah utara Tim sampai di Balangan, yang mana di Balangan ini
juga di lakukan penelitian selam 4 bulan lama nya, disini banyak hal baru di
temukan, banyak sekali manipulasi Budaya dan Tradisi dayak bukit yang kurang
jelas imformasi, di hulu Tabalong adalah sarang nya para pelaku Kejahatan yang
berlidung dengan suku dayak, mereka berguru di sakte dayak untuk turun dari
pengunungan Meratus untuk melakukan perampokan di kota Balangan, perampokan di
Balangan sudah biasa terjadi, Bank sudah tahu hal ini, pengemanan Ganda pun di
lakukan, sapam di sini memiliki senjata macam polisi, kalau terjadi penembakan,
berarti perampok di tembak kalau bukan Polisi berate sapam Bank di sana, Halong
di area hulu Balangan adalah tempat berjudi atas nama Budaya dan Tradisi suku
dayak, sebelum belanda ke Kalimantan dayak yang ada di pegunungan Meratus
adalah tawanan Kesultanan Banjarmasin, dan mereka adalah pelarian yang di kejar
Laskar Antasari zaman Sejara, sudah jadi budaya dan Tradisi pada suku dayak
perang antar Kelompok mereka di Balangan sudah dari zaman dulu. Dan penelitian
pun terus ke Amuntai, dan disana tidak jauh beda dengan Amuntai yang dulu
semasa masih ada Tim Revolusi 1, Islam yang murni masih ada di Amuntai yang
mampu membuat masyarakat Amuntai tidak terlalu bisa di jajah oleh budaya yang
bertentangan dengan hadis dan Al-Qur’an, dan juga masih ada nya orang bekas
anak didik Tim Revolusi 1 yang duduk memimpin jadi Bupati Amuntai. Dan begitu
juga di Tabalong hanya sedikit saja ada kemorusatan nya, paling hanya di luar
kota Tabalong sendiri, yang kusus nya suku dayak di hulu Tabalong, sedangkan di
area kota masyarakat nya sudah tidak terlalu lagi di jajah budaya dan tradisi
nya sendiri yang kebenaran nya yang tidak bisa di pertangung jawabkan, dan
pengaruh lingkungan nya juga, karena Tabalong di bawah Kelompok Revolusi 1,
sudah menjadi kota Industri, dan banyak orang pendatang, baik dari negeri mau
pun luar negeri, bahkan pengaruh-pengaruh Industri milik asing yang bekerjasama
dengan masyarakat Tabalong juga membawa dampak moderenisasi social, mereka
sadar bahwa pendidikan skuler dan Agama itu penting, dan Budaya dan Tradisi
bukun untuk di tuhankan, tapi di lestarika, agar anak generasi berikut nya
tahu, baik salah atau buruk nenek moyang nya dulu, dan belajar dari kesalahan
nenek moyang, dan di masa depan kelak tidak lagi mengulangi kesalahan tersebut.
Penelitian Tim tetap berlanjut, dan sekarang mereka di Kalau yang masih di
Kabupaten Amuntai, yang mana Kalua ini berbatasan dengan Kalteng, dan di
Amuntai bagian Kelua ini lah daerah yang banyak terpengaruh oleh mitos petuah
suku dayak, dan kebanyakan dari mereka di jajah oleh budaya dan tradisi nya
sendiri, yang sudah jelas budaya dan tradisi nya Petuah mitos yang tidak bisa
di pertanggung jawabkan kebenaran nya, dan sebenar nya Kalua ini adalah Kota
tua juga, namun kemajuan dan moderenisasi nya sangat lambat sekali, bahkan
Kelua ini kalah dengan daerah kota yang masih muda, ya itu tetangan nya
sendiri, Murung Pududak arah utara yang sangat maju betul, akibat masyarakat
nya tidak di jajah oleh Budaya dan Tradisi mitus petuah yang sudah jelas tidak
bisa di pertangun jawab kan kebenaran nya.
Dalam
sejarah, selagi Tim Revolusi 1 di Kalua, mereka tim Revolusi 1 mencoba
menunjukan pada masyarakat, bahwa apa yang mereka takuti itu tidak ada, yang
mana dongeng Buaya putih dan kuning di sungai Kelua itu, yang mana Dongeng ini
di hembuskan oleh suku dayak, dan dongeng ini sangat menjajah sekali, yang mana
masyarak ingin berusaha mencari ikan di sungai di ancam hal ini, pada hala saat
Tim Revolusi 1 menanjakan nya pada masyarakat Kalua, adakah di antara kalian
ini benar-benar pernah melihat penampakan nya, jika iya tunjukan di mana kalian
melihat nya, kami akan kirim tim kusus untuk membuktikan nya, masyarakat kalua
menjawab tidak pernah melihat nya sama sekali, Cuma kata nya hanya ujar orang
saja, atau bahasa Indonesia, kata orang juga, nah ini mitos Petuah suku dayak
yang tidak bisa di pertangun jawabkan kebenaran nya, dan buat apa percaya yang
hana menjajah diri sendiri nya. Dan tim peneliti sudah 3 minggu di Kalua dan
memutuskan untuk lanjut misi nya, namun mereka bingung, mau lanjut terus masuk
Kalteng, atau kea rah Timor Provinsi Banjarmasin, yang juga masih bagian
Banjarmasin sendiri, seperti Batu, kota baru atau Paliari. Namun kata komando
tim dari Banjarmasin, terus masuk Kalteng saja, Karena kota Batu Licin dan
sekitar nya, tidak terlalu terpengaruh mitos-mitos tersebut, 1 di Batu Licin
Islam sangat kuat mencegah nyam dan 2 Batu Licin kota Industri seperti Tabalong
banyak pendatang, dan Kota kedua termaju setelah Tabalong yang di Komando tim
Revolusi 1.
Dan penelitian Tim ini sudah berjalan
selama satu tahun 8 bulan dari yang di mulai, mereka banyak sekali sudah
mendapakan data dari penelitian nya, yang mana akan di kaji ulang di
Banjarmasin untuk mencari alternativ untuk menangulangi masalah ini. Wilyah
Kalteng yang mereka pertama masuk adalah Tamiyang laying Kalteng, dan disini
lah Tim Kelompok A ini yang banyak sekali menemukan ke bodohan dalam penelitian
nya, mungkin di India banyak orang bodoh minum air kencing sapid an sebagai
akibat di jajah budaya dan tradisi yang tidak masuk akal, tuhan mana yang
menyuruh manusia minum air kencing sapi kalau bukan Tuhan para India tersebut,
kalau India membaca ini tersengung bodoh sekali, karena pertimbakan lah secara
akal sehat, apa yang terjadi, dan Kalteng lebih bodoh lagi dari orang minum air
kecing sapi di India itu. Tamiyang Layang adalah termasuk wilayah tua juga yang
di huni di Kalteng, namun kemajuan nya sangat lambat sekali, bahkan kalah
dengan Batu Kajang yang hanya sebuah kecamatan di Pasir Kalteng yang berbatasan
dengan Banjarmasin Utara tersebut, dan itu salah satu penyebab nya tidak lain
di jajah budaya dan tradisi mereka sendiri, yang sudah jelas tidak bisa di
pertanggung jawabkan. Kota Tamiyang Layang di dominasi oleh kaum banjar melayu,
yang mana Pertangan di pasar juga di kuasi oleh mereka Melayu, padah Tamiyang
adalah tutorial suku dayak, dan Tamiyang adalah sarang para mafia Banjar,
hampir sama dengan Balangan yang di hulu nya juga di huni oleh mafia banjar
tersebut, sangat banyak sekali di Tamiyang ini penyimpangan budaya dan Tradisi,
yang mana budaya tradisi suku dayak di kotori oleh mafia banjar tersebut, dari
perjudian atas nama adat, dan banyak lagi budaya yang di kotori ini, perjudian
atas nama adat ini hanya salah satu nya saja, di pengiran kota Tamiyang
sangatlah radikal sekali, yang mana mafia banjar sering berkelahi antar
kelompok berebut daerah Totorial, yang kerap kali mereka ini saling bunuh
sesame mafia, dalam setiap kejadian saling bunuh ini sama sekali tidak tampak
hidung Polisi Tamyiang, di Tamiyang perampokan sudah biasa terjadi, tidak
bermaksut mengulang, Radikal nya mafia itu tidak lebih factor utama nya adalah
Budaya dan Tradisi suku dayak, yang menjadi Sakte ajaran ilmu gaib, yang bisa
di katangan kebal senjarta dan menghilang hingga terbang, radakal unjuk
kebolehan ilmu gaip tersebut akibat doktrin-doktri Budaya Suku dayak oleh
kelompok banjar yang mengabil ke untungan nya. Jauh kel hulu Tamiyang makin
parah lagi kebuburkan ini, Pemerintah atau lembaga nya, hingga ormas pemuda nya
tidak peduli dengan hal ini, sekolah saja di sana terlantar, dan jika
beroperasi juga, murit nya bisa di hitung dengan jari kaki dan tanggan, orang
di sana lebih memilih ke atas gunung bertapa dari pada pergi Kesekolah belajar
agar pintar, pada hal sekolah itu tidak menghilangkan Budaya dan Tradisi, malah
sebalik nya, namun aneh mereka menuduhkan sekolah akan menghilangkan Budaya dan
Tradisi tersebut.
Tim Kelompok yang dari Taminyak tersebut
melanjutkan misi ke arah utara Taminyak tersebut, ya itu Kota Ampah, yang mana
kota Ampah ini adalah juga kota tua, namun sama saja dengan Tamiyang Layang,
yang mana kemajuan modorenisasi sangat lambat Sekali, dan di Ambah juga sama,
yang mendominasi adalah kelompok Banjar, dan disini juga banyak beredar
dongeng-dongeng Budaya dan Tradisi yang ala suku dayak tersebut, sangat banyak
mitos petuah yang kurang jelas menjajah masyarakat Ampah itu sendiri, dan hal
paling membuat Kelompok A tertarik adalah Dongeng mengenai Hutan Terlarang di
Area tersebut, yang mana Area antara Ampah dan Muara Teweh, dongeng hutan
terlarang ini tidak umbah nya dengan dongeng mitologi Yunani kono, yang
menceritakan Hutan Terlarang, dan hanya untuk para dewa saja berada. Dan
Kelompok A di Ambah, mereka melakukan wawancara dengan masyarakat Ampah enik
banjar tersebut, yang mana eknik banjar memberikan keterangan mengenai hutan
terlarang tersebut, dan mengatakan Kelompok A bukan Kelompok pertama yang
berniat masuk Hutan Tersebut, suku dayak sangat melarang nya, dan ketika saya
masih muda dan baru-baru tinggal di sini, mungkin kira-kira tahun 1998 lalu,
Pertamina dulu pernah ingin masuk hutan tersebut untuk mencari minyak, dan
Pertaminan membawa Tim dari Banjar dan Sumatera yang di tugaskan untuk mencari
minyak di sana, yang mana tim ini di halangi suku dayak untuk masuk, namun tim
mengeras, tetap untuk masuk, yang berujung Konflik di antara mereka, yang
membuat Pemerintah menarik Tim yang kwatir Konflik melaus, dan di cerita
Dongeng di sana, di dalam hutan tersebut banyak makluk mitologi, yang macam
Harimau putih, para dewa dan sebagai nya, dan jika ada yang nekat masuk kata
nya orang itu takan pernah kembali lagi, jadi mungkin itu saja imformasi nya
kata tokoh Masyarakat. Mendengar hal itu makin semangat Tim Kelompok A, mereka
memutuskan masuk, dan meminta komando banjar memberikan izin nya, dan mengerim
TNI dan Polisi untuk mengawal masuk hutan tersebut, Komandan banjar tidak
banyak bacut, iya langsung memberikan izin dan menelpon Batalion Muara Teweh,
dan polres Muara Teweh tersebut, dalam
wakut yang di tentukan Kelompok A yang berangotakan 20 orang, 10 TNI, dan 10
Polisi langsung menuju Lokasi. Sebenar nya alasan kelompok masuk hutan tersebut
bukan bertujuan mencari target mereka, Cuma yang utama nya adalah untuk
membebaskan masyarakat dari jajahan budaya dan tradisi yang tidak jelas, dan
mereka juga tidak melok kalau di katakana mencari targer. Setelah sampai di
sana, mereka di halangi banyak suku dayak, namun Batalion bisa meredam nya, dan
terus masuk, Batalion yang mengomando Kelompok A ini mengatakan siapa saja yang
menghalangi mereka masuk, maka kami tidak banyak alasan akan memukul kalian,
dan jangan coba halangi mobil kami, karena kami akan menabrak nya, sumpah di
tuhan kata TNI, mendengar itu maka suku dayak membiayarkan nya, dan dayak
mengutuk mereka semua. TNI sengat sigab sekali dalam mengomando Tim, masuk ke
dalam Hutan, yang mana Truk Batalion dan Polisi di tinggal kan di Rumah
masyarak yang dekat hutan Tersebut, mereka semua jalan kaki saja lagi, dan
dalam 4 hari berjalan kaki di dalam hutan terlarang tersebut Tim sama sekali
tidak bertemu apa, apa lagi Harimau putih tersebut, yang ada hanya ada ular
berwisa, monyet, babi dan anjing hutan saja, Kelompok Terus berjalan ke Arah
utara, mencari tempat dewa yang di katakana tersebut, juga di pernah menemukan
nya, sunguh tidak ada apa di dalam hutan tersebut, dalam 3 minngu perjalan,
melihat bekal sudah hampir habis mereka pulang, dan mereka keluar dari hutan
tersebut semua orang melihat nya bahwa mereka kembali, yang mana sudah di
isukan oleh Kelompok dayak bahwa mereka takan pernah pulang, mereka benar-benar
pulang, dan ini menampar muka suku dayak sangat keras sekali, dan pristiwa
tersebut juga lah pada akhir membuat masyarakat sadar, dan beberapa dari mereka
banjar yang tingal ke sana, melihat hal itu maka, mereka sepakat bersama untuk
bekerja mencari kayu di dalam hutan tersebut, mereka membawa gergaji mesin
untuk menebang pohon, dan hal ini lah juga yang membuat Pertamina Sentral
Banjarmasin menelpon mereka, yang mana Pertamina mengajak kerja sama dengan
Kelompok, namun kelompok A menolak nya, dan menyarakan pada Pertamina, kalian
bekerja saja Batalion Muara Teweh untuk masalah itu, karena Batalion ini sangat
hapal masih ke ada di sana, dan tidak banyak kata komandan Batalion mau, dan
hal itu adalah menjadikan Industri Pertaminan membangun Industri nya tersebut,
dan pada akhir nya mereka melakukan pengeboran di sana, hinga sekar, dan Kelompok
A di angap pahlawan pemberani, tapi pembaca menurut diskusi di Kantor Berita
Kanada Banjarmasin, Ahli sejarah Banjar tersebut mengatakan bahwa hutan
tersebut zaman Tamhidulah naik jadi Sultan Banjar, iya memerintahkan Prajurit
masuk ke sana, untuk membangun benteng, namun tidak sempat, karena fase
tersebut, Mangkabumi Nata di Banjar menyatakan perang dengan Kutai Kartanegara,
yang mana prajurit nya di tarik untuk mengepong Kaltim Kutai Kartanegar. Kamando
banjar, mengarahkan Tim untuk keluar dari Muara Teweh dan Ambah, menuju ke
Bontok, dan dalam beberapa hari tim sudah di Bontok, dan baru datang 3 hari
mereka langsung melakukan operasi nya, mereka mulai dari Kota Bontok, yang mana
mereka memulai dari bersosial di Perpustakan Bontok untuk mencari Imformasi,
dan bersosial dengan Masyarakat, dan yang di temukan tidak jauh berbeda dengan
Ampah atau muara teweh tersebut, masyarakat Bontok yang di dominasi enik banjar
ini juga di jajah oleh budaya dan tradisi yang menghalangi mereka untuk maju,
banyak sekali Petuah mitos yang beredar di Masyarakat, dan dongen-dengeng hantu
dan semacam nya. Dan saya tidak perlu menceritakan mengenai penelitian tim di
Kota, karena sama saja dengan yang lain nya, tapi saya akan langsung
menceritakan Tim yang sudah masuk pedalam dan hutan bontok saja, dan di mana
hutan bontok yang di dongekan dengan banyak setan, suku dayak pembunuh dan
lain, banyak juga mitos mengenai hutan tersebut, dan setelah di dalam hutan
mereka tidak pernah menemukan apa pun, selain ular monyen atau hewan yang pada
umum nya di Hutan Kalimantan, lebih dari 3 minngu di sana tidak bertemu apa-apa
jua, dan mereka memutuskan pulang, dan di perjalanan pulang ini mereka bertemu
dengan Kelompok lain yang juga masuk hutan tersebut, dan tidak di sangkan
Kelompok A ini pulang salah jalan, dari mana mereka masuk, dan bertemu nya
mereka dengan kelompok orang ternyata mereka adalah orang yang di tugaskan oleh
dinas Kehutanan Kalteng, yang mana mereka bertanya dari mana Kalian, Kelompok A
menjawab dari Bontok, jauh nya, sampai kesini, kalian sekarang berada di
pengirian Provinsi Kalteng Palangkaraya, sunguh tidak di duga sama sekali, dan
tim dinas kehutan itu masuk ternyata mereka melakukan pengepungan pelaku
penjarahan hutan, dan juga digiringi oleh ormas pemuda peduli hutan Palangkaraya,
dan yang pada akhit nya Tim pemuda bergabung dengan mereka nanti di masa depan
di Banjarmasin, Tim pun keluar sudah dari hutan Palangkarya, dan langsung
meneju Bandara untuk terbang pulang ke Bontok lagi, dan setelah sampai di
Bontok, dan menghubungi komando Banjar, maka komando banjar, meminta Tim pulang
semua ke Banjar, dan misi sudah berahir dalam penelitian, dan sekarang sudah
masuk masa operasi penumpasan, penarikan ini juga di akibatkan oleh salah satu
nya adalah perseteruan Pemerintah Palangkarya dengan Komando banjar, yang mana
mereka merasa terhina, akibat
seolah-olah Pemerintah Kalteng lalai dalam tugas nya mengurus Palangkarya,
hingga Kamando Banjar yang bertindak, dan lagi penarikan Tim ini dadasari
akibat terlalu lebar wilayah operasi, yang mana bisa saja kita tidak sangup
dalam Operasi nya nanti, jadi sampai di setu dulu, dan kemungkinan akan di
lanjutkan lagi setelah kita berhasil dalam penumpasan nya nanti.
Kelompok A pulang dari Bontok dengan
Transpotasi mobil ke Banjarmasin dalam 2 hari perjalanan, dan sampai ke Marakas
Banjarmasin tanggal 22 September tahun 2003, berate mereka melakukan penelitian
lebih dari 1 tahun dan mencapi 2 tahun lama, sangat tidak terasa sekali, Dan
setelah seminggu ke pulangan mereka, maka di adakan rapat kusus mereka, yang
mana mereka membicarakan dari mana kah mereka harus memulai misi pembesan
masyarakat dari jajahan Budaya dan Tradisi, pemempin mereka belum memberikan
perintah mulai dari mana melakukan nya, hanya memerintahkan untuk mengkaji
ulang data saja, di masksut kan agar Tim benar paham, dan dalam rapat juga
mereka sepakat untuk mengundang para pemuda yang bergerak melastarikan Budaya
di Banjarmasin, dan banyak lagi pemuda dan mahasiwa yang di undang, Universitas
Lambung Mangkurat juga ambil bagian dalam hal ini, Industri juga di undang,
batalion, musisi, tokoh agama, dan pemerintah Daerah. Dan rapat resmi bersama
para undangan di lakukan pada tanggal 4 Desember tahun 2003. Dalam rapat mereka
semua setuju, Operasi di mulai dari awal tahun 2004, dan lengkap nya tanggal 10
Januari tahun 2004. Dalam rapat juga pemerintah Daerah kusus nya DPRD
memberikan izin penuh pada mereka, dengan sarat jangan radikal seperti
pendahulu kalian, dan apa pun yang terjadi Kelompok A harus bertangung jawab
dengan penuh, dalam rapat juga kesidian Polda dan Batalion turut ikut untuk
menlindungi mereka, dan para Industri siap mendanai mereka untuk melakukan
operasi ini, dan dinas pendidikan dalam hal ini ikut sepenuh nya, dan dalam
rapat sedikit pun tidak ada tolakan dari kalangan mana saja, karena tujuan
mereka baik.
Dan mulai dari 11 Januari 2004 Kelompok
sudah memulai Operasi yang matang di rencanakan ini, dan mereka memulai nya
dari Kota Banjarmasin, yang di mulai dari razia took-toko buku hingga
perpustakan, yang mana mereka melakukan nya bersama Pamongpraja Banjarmasin.
Tidak di sangka, dalam razia tersebut mereka banyak menyita buku penyesatan dan
penjajahan budaya, dari Prembon, buku-buku mestri hantu yang di dalam
menyesatkan juga di sita mereka semua, mereka juga membuka buku-buku agama,
mencari doktrin menyesatkan, dan operasi ini berlangsung 2 hari lama nya, dan
berhasil menyita buku lebih dari 200 buku, yang mana semua buku tersebut,
mereka bakar habis. Dan mereka juga dalam misi nya ini, mendatangi Kesultanan Banjarmasin
dan berunding dengan mereka, yang mana mereka meminta Kesultanan Banjarmasin
angkat bicara kepada Masyarakat dan memberikan arahan pada mereka, dan menumpas
semua dongeng Kesultanan Banjarmasin yang penuh penjajahan budaya dan tradisi
yang memperlambat arus kemajuan daerah, Kesultanan Banjarmasin mau, bahkan
Kesultanan Banjarmasin mengkampayekan Kelompok A pada masyarakat bahwa apa yang
di lakukan Kelompok A ini bukan menghilangkan budaya dan tradisi, tapi sebalik
nya, dan Kelompok tidak membuat orang bertuhan dan bertumpu pada Teknologi,
Kelompok A juga tidak menentang Agama mana pun, malah mereka memperbaiki paham
agama yang menyimpang, Kelompok juga bukan tidak menghormati Budaya tertentu,
dan tidak memusuhi dewa mana pun, mereka hanya ingin masyarakat maju bersaing,
dan menjadikan masyarakat Kalimantan go Internasional, yang di tumpas Kelompok
adalah sebuah mitos petuah Budaya dan Tradisi yang tidak bisa di pertangung
jawabkan kebenar nya, serta doktrin-doktrin yang menyesatkan, pengatas nama budaya
dan Tradisi untuk kepentingan sediri bahkan criminal, dan kelompok percaya
dengan mitos pertuah Budaya dan Tradisi apa bila ada dalil, seperti Hadis,
Al-Qun’an, dan lain yang tidak membetuk penjajahan budaya dan tradisi yang
menghalangi kebebasan sesorang dalam bernagara, melupa kan sejarah berati
melupakan inditas diri, melupakan budaya dan tradisi berati melupakan dari mana mansia berasal,
jadi masyarakat harus paham ini, dan untuk itu Kami Kesultanan Banjarmasin akan
turun tangan bersama Frons Islam Asean, untuk menumpas doktrin agama Islam dan
lain nya, jadi begitulah peryatan Kesultanan Banjarmasi yang ikut tersjun jua
dalam misi ini.
Kelompok A setelah melakukan Operasi razia
buku mitos dan lain nya, sekarang mereka menumpas media TV yang melakukan
penyesatan orang Banyak, yang jika media TV tersebut sangat loyal mengangat
topic-topik yang tidak mistik, hantu dan lain nya, mereka memperingkan nya,
jika nekat mereka akan meminta Pemerintah Banjarmasin untuk menutup media
tersebut, Kelompok A juga menyatakan pada pemerintah untuk melacak TV luar
Kalimantan yang mengakat hal gaip tersebut, yang membuat masyarakat terpengaruh
dan menghambat perkembangan bangsa. Kelompok juga melakukan sosialisasi ke
sekolah-sekolah di Banjar untuk menerangkan Hal ini besama Dinas pendidikan
banjar, dan guru juga di harus mengarkan pada murit hal yang tidak mimpang,
mengatakan Pendidikan Agama penting, dan pendidikan skuler juga pentingt,
karena Pendidikan agama untuk menjamin kita di Akhirat, dan Ilmu Pengetauan
Skuler untuk membantu kita beratipitas dalam dunia ini, dan kita harus ambil
contoh dari perang Timor tengah, akibat dari terlalu mengedepankan Agama, dan
memandang tidak penting yang lain, maka dari mereka saudara muslim kita
terjajah oleh barat dan Amerika Serikat, jadi semua penting, dan kami dinas
pendidikan akan luncurkan kurikkulum sesytem baru bulan depan untuk mempercepat
kemajuan Banjarmasin.
18 Juni 2004 Kelompok di berikan izi
pemerintah atas Lobi Kesultanan Banjarmasin dan Frons Islam Asean, untuk melakukan
operasi penumpasan penjualan ayat suci Al-Qur’an, dan zimat di kota
Banjarmasin, baik yang berdagang zimat dan ayat Suci Al-Qur’an di pasar-pasar
atau di rumah-rumah, dan Kelompok juga di berikan mengambil tindakan untuk
menjukan ke pada masyarakat bahwa apa yang takuti tentak sebuah petuah mitos
budaya dan tradisi yang jelas penyimpangan tersebut, dan untuk Operasi ini
Kelompok A bergabung dengan FPI Banjarmasin, yang melobi pengadilan agama
Banjarmasin. Maka dari pukul 08;00 19 Juni 2004 operasi di lapangan di lakukan,
yang mana konvoi mondar mandiri mencari targer nya di Kota Banjarmasin, dan
Kelompok A bersama ormas lain, pada hari banyak menangkap para penjual ayat
suci Al-Qur’an, yang mana mungkin sekitar 50 lebih di tangkap dan di bawa
menghadap Kesultanan Banjarmasin dan Frons Islam Asean, pelakuk ini bukan untuk
di hukum mereka, tapi di bina untuk mengulang kembali pendidikan Islam dari
awal yang tugas tersebut di serahkan pada Frons Islam Asean, dan para penjual
zimat ini juga lah peradikal pemuda Banjarmasin, akibat berguru pada nya
melakukan aksi criminal tersebut, dan besok nya lagi Operasi bersama FPI
kelompok A juga menangkap para ulama yang punya pengetahuan agama ala kadar,
yang menyesatkan orang saja, dan dukun juga hari itu di kepong mereka semua,
dan semua di bawa menghadap Kesulatan Banjarmasin untuk di bina kembali agar
tidak berbuat lagi nanti. Hingga besok nya konvoi Kelompo A dan FPI melakuak
operasi di daerah pingiran kota Banjarmasin, mereka memperhatikan situasi
masyarakat sebelum melakukan operasi, dan Operasi ini di adakan untuk
menunjukan pada masyarakat banjar apa yang di takuti mereka tidak pernah ada,
dan bukan tujuan untuk berlaku menyimpang moral yang di menghargai, missal
mereka melepaskan kain kuning mata kuburan tertentu atau leokasi yang dilai
angker, Kelompo A juga tiding mengajari agar masyarakat berani menghancurkan
kuburan-koburan yang di angap sklar itu, Contoh apa yang mereka dapatkan dalam
penelitian kemari, yang masalah karamat masyarakat, yang mitos beredar, tidak
boleh menebang Kayu Bulan itu karena berhantu, dan bisa kualat nanti, dan
banyak kutukan lain nya, kutukan yang tidak bisa pertangun jawabkan tersebut,
di Gambut Banjarmasin, ada sebuah pohon kayu bulan yang di angap keramat itu
tumbuh besar, dan Kelompok A dengan FPI datang dengan membawa gergaji mesin,
mereka menebang pohon tersebut, yang selama ini sudah menjaha masyarakat, orang
mau keluar malam takut, kata nya kayu bulan berhantu sekali, tapi setelah di
tebang nya oleh mereka itu tidak terjadi apa, dan masyarakat melihat nya, lalu
mereka terjajah oleh sebuah ,mitos sesat tersebut yang membatasi kemajuan
mereka sendiri. Pada tangan 25 juli 2014 Kelompok A dan FPI mengadakan rapat di
kantor berita Kanada Banjarmasin, ini adalah awal dari ikut Ornganisasi Paling
berpengaruh di Tanah Melayu, yang mana mereka ini di Kenal dengan Nama Avril
Fans Fender Banjarmasin yang ikut mendukung, dan Kelompok A meminta wartawan
ikut Operasi mereka dan menayangkan Live di TV Koran dan sebagai, dan
permintaan itu di Kabulkan nya oleh Kantor berita Kanada Banjarmasin, dan
radio-radio di Banjarmasin di minta mereka juga untuk mempublikasikan
moderenisasi tersebut, dan Operasi berlanjut sekarang operasi nya di pingiran
kota Banjarmasin, dan pesisir Sungai Bariti, tepat nya Ajirserapat dalam, yang
mana ada sebuah tempat keramat di daerah pesisir sungai Barito, yang nama
tempat keramat itu sudah memjajah masyarakat. Masyarakat takut beraktipitas
malam hari, dan takut mendekati nanti kualau, tapi setelah di tanyakan asal usul
nya oleh kelompok A, siapa yang membuat itu, dan dari mana datang itu, apakah
itu dewan dan sebagai nya, apa manfaat nya kata kelompok A, nah masyarakat
menjawab tidak tahu, yang mereka tahu dulu ada orang memasang kain kuning di
situ, dan tidak ada kejelasan orang itu mengapa melakukan nya, tidak banyak
Tanya, Kelompok A menghacurkan nya, dan semua orang melihat nya baik langsung
atau di TV, dan atas dasar itu masyarakat sudah bebas dari jajahan budaya
tradisi yang tidak bisa untuk di pertangun jawab kebenaran nya. Kelompok A dan FPI juga
melakukan Operasi pada hari do pesisi Sungai Barito atau anjir serapat dalam
untuk menumpas Penjajahan budaya dan tradisi tidak jelas, karena mere daalam
penelitian kamarin mencatat dongeng ini, ya itu dongen hantu basuluh bahasa
melayu banjar, bahasa Indonesia setan, yang mana sangat meresahkan sekali pada
masyarakat, Petani di ajir sangat di jajah oleh dongeng ini, dan tidak berani
ke lading malam hari untuk mencari ikan, Kelompok A dan FPI langsung menumpas
nya, dan ketemu dengan hantu nya, mereka juga menantang nya, bahkan mitos yang
Anjir yang tidak boleh membawa telor asin malam hari di sana walau subutir pun,
FPI dan Kelompok A tidak lagi sebutir membawa telur Asin, tapi satu keranjang,
membuat kopi dan sebagai yang mereka lakukan, juga tidak kunjung datang juga
setan nya, sudah geram nya FPI maka mereka bertanya pada masyarak dari mana
dongen itu berasal juga tidak tahu, dan apakah di antara kalian semua di sini
pernamah melihat nya, mereka juga mengatakan tidak pernah, dan tapi kata
masyarakat ada yang mengaku pernah melihat nya, dia seorang dukun hebat kata di
Kampung ini, panggil dukun nya kata FPI, masyarakat langsung naik mobil dengan
FPI lalu menjemput nya, dan membawa nya kelokasi, Kelompok A miminta nya untuk
memangil setan itu dengan si dukun, maka dukun beralasan terlalu banyak orang
nya di sini, setan takan datang suasanan begini, maka kelompok A menyuruh bubar
kelompok masyarakat dan hanya mereka bertiga saja lagi, dukun baca mantra juga
tidak ada setan yang datang, yang ada Cuma kenyamukan saja, dan kelompok A
sudah bosan, iya memangil masyarakat lagi untuk berkumpul untuk melihat apa
yang akan mereka lakukan, yang mana FPI bersuara anda dukun dan punya ilmu
debus, buktikan kata FPI, dukun diam saja lagi dan miminta ampun pada Kelompok
A, dan mereka membawa ke hadapan Kesultanan Banjarmasin untuk di bina Frons
Islam Asea. Kelompok A dan FPI bersama Pamongpraja Banjarmasin melakukan
operasi razia pemuda pada malah hari, mereka mencari pemuda yang radikal yang
terpengaruh ilmu gaip dayak dan sakte tersebut, dan dalam operasi mereka
membawa pemuda dan preman yang terpengaruh itu langsung di bawa ke halaman
kantor Pamongpraja untuk di beri arah, supaya jangan radikal dan percaya hal
macam itu, bahkan FPI bersuara siapa yang paling sakti di kalian semua yang
mengaku kebal bendiri biar saya tusuk kata, semua diam. Dan untuk pertama Kali
nya Kesultanan Banjarmasin dan Frons Islam Asean geram dengan rakyat nya
sendiri yang di angap mengotori budaya dan tradisi Islam tersebut, dan pada
tanggal 2 September 2004 Kesultanan Banjarmasin, ceramah di depan kantor TVRI
Banjarmasin, yang mana Sultan meminta semua rakyat nya datang, iya menanyakan
siapa yang telah mendoktrin-doktrin budaya Islam tersebut, yang mana dalam Islam
malam Jum’at atau hari Jum’at tersebut dalam budaya Islam adalah malam dan hari
yang suci, tapi kenapa kalian semua malah mengambarkan dan mengagap bahwa malam
Jum’at tersebut malam nya para setan, dan terbuka nya pintu ke gelapan
tersebut, siap malam Jum’at masayarak takut akan datang nya setan, mengapa kata
Sultan, siapa penyebar doktrin ini, orang malam Jum’at baik untuk beribadah
bukan malam setan, dan mengapa kalian takut dengan kuburan, pada hal suatau
saat nanti kalian juga berbaring di sana, seharus nya kalian melihat kuburan
itu inggat dengan segala dosa dan kelalain membuang waktu beramal, yang mana
mana batapa mendirita nya mati, dan tidakm ada orang mati pensaran untuk balas
dendam, jika itu benar ada mangepa para orang yang mati terdahulu juga tidak
balas dendam, contoh nyata, jika ada orang mati penasaran bisa begitu, tentara
yang mati di medan perang akan membalas kematian merela kepada musuh mereka
yang hidup, jadi ini aneh, kalian mengaku Islam, tapi kalian tidak tahu dengan
Islam itu sendiri. Dan saya minta masyarakat tidak lagi berlaku semacam itu
lagi dari hari ini. Dan setelah ceramah itu, maka semua media di banjar
mengapanyekan hal tersebut pada masyarakat luas.
Tanggal 2 Desember 2004 di adakan nya rapat
kelompok A, FPI, Kesultanan Banjarmasin dan ormas Masyarakat Banjar, yang mana
rapat tersebut Kelompok A meminta pada Kesultanan Banjarmasin memberikan izi
untuk melakukan penumpasan Sakte-Sakte radikan penyesastan tersebut, yang mana
izi ini selalu berulang-ulang di ajukan terus di Tolak, nah pembaca ini adalah
awal konflik besar yang berujung melibatkan pemerintah Jakarta, karena Kelompok
A sudah 1 tahun bertugas, yang mana keberhasilan mereka dalam memodorenkan
masyarakat yang bertampak pada maju Perdangan Internasional, itu akibat masyarakat
tidak lagi di jajah budaya dan tradisi yang sesat, kelompok masyarakat banjar
yang moderen memprotes masalah otonomi dsaerah, dan ingin menjadikan Pelabuhan
Tri Sakti menjadi pelabuhan Internasion perdagang, dampak moderenisasi menjadi
perkembangan Industri Kalimantan, dalam rapat itu juga Kesultanan Banjarmasin
dan Frons Islam Asean, ingin melakukan operasi penumpasan ulama sesat di
Martapura, yang saya sudah papakar di atas tadi, yang mana Islam pecah di buat
mereka ini, dan membuat Islam terpengaruh Dayak penuh mistik tersebut, dan
mereka ingin Islam di sana tidak lagi bergolongan, baik suni dan syah dan lain,
Islam hanya 1 saja, berpengang teguh
dengan Al-Qur’an dan Hadis, bukan mahzat-mahzat, dan Operasi itu di setujui
semua pihak, dan begitu juga penumpasan para sakte-sakte radikal di Banjar,
yang sepakat di lakukan tahun 2005.
Pada tanggal 2 Januari tahun 2005
Kesultanan Banjarmasin mengajak pemerintah daerah ikut untuk melakukan operasi
ke Martapura, namun tidak ada jawaban nya dari mereka, mungkin pemerintah tahu
resiko yang akan di hadapi nanti nya, Kesultanan Banjarmasin menuda operasi
itu, tapi pada tanggal 5 Januari 2005 kesultanan Banjarmasin memberikan komando
untuk kelompok A untuk melakukan Operasi penumpasan Sakte-sakte di banjar, dan
maka mereka melakukan nya, Kelompok A, FPI, dan Pamongpraja, lengsung
bertindak, mereka semua mendatang para guru ajaran sesat ini, namun Sakte-Saket
yang punya anak didik ini melawan nya, yang berujung konflik jatuh korban jiwa,
yang mana FPI dengan kelompok A juga membabi buta, hingga datang nya Batalion
dan Polda Banjarmasin untuk melakukan pengaman, dan seluruh para Sakte dan
pengikut nya di tangkap dan di bawa ke Batalion Banjarmasin, untuk menemui
Sultan, yang mana Sultan menyerahkan mereka ini pada Frons Islam untuk di bina,
dan di ajari agama dan skuler supaya jangan lagi meradikal kan orang saja, dan
mingkat criminal, bahkan Sultan menyurukan, jika kalian benar-benar suka
berkelahi, mending jadi petiju saja sudah ada hasil nya, menang mengharum kan
bangsa, dan jika kalian ini suka perang antar kelompok kalian, mending berjihat
ke Timor Tengah sana untuk membela suadara muslim kita yang jajah, bukan
berbuat maker seperti ini jahat dan criminal. Masalah tidak sampai di situ
saja, karena banyak saket yang belum di kepong, yang berujung perang atar
kelompok A dengan Sakte, begitu juga dengan FPI, yang pertikan FPI dengan suku
dayak di sejarah yang lalu, dan Operasi ini mempicu dayak yang kebanyakan punya
Sakte tersebut membela sakti tersebut. Dan yang paling memicu konflik ini di
mana ketika penumpasan Sakte ini di daerah Anjir perbatasan, dan erah bagian
Barito Kuala yang juga masih Provinsi Banjarmasin, Operasi tersebut benyak
menangkap orang dayak, dan dari itu dayak moderen di Palangkaraya dengan ormas
nya, kembali menysusn barisan nya, dan mengulangi konflik Madura dayak. Cuma ii
belum puncak nya lagi. Dan yang paling mengemparkan adalah, tanggak 27 Januari
2005 Kesultanan Banjarmasin bersama Frons Islam melakukan Operasi nya ke
sentaral Islam Kalimantan ya itu Martapura, yang mana saya paparkan di masalah
nya tadi yang dengan jelas di data kelompok A, dan misi ini juga untuk
menyatukan Islam, yang pecah akibat mahzat tersebut, yang kadang kala bisa
terjadi konflik di antara mereka ini, Kesultanan Banjarmasin tidak bacut,
mereka masuk langsung menangkap nya, membuat nya dalam mobil dan langsung di
bawa ke Banjarmasin, mungkin ada lebih dari 20 ulama di bawa ke Banjarmasin,
Para pemuda pesantren sudah menghunuskan pedang nya, mereka semua bertiak jihat
sudah, zikir di komadangan oleh meraka, dan maju menuju pasukan Kesultanan
Banjarmasin yang mereka angap berlaku salah, dan sempat sudah saling dorong dan
pukul, namun ketika Sultan berdiri, semua terdiam, dan para ulama yang ada juga
mendinginkan masalah dan memrintahkan santri masuk kembali, karena Ulama ini
mengerti mengapa Sultan melakukan nya, dan tidak mungkin mereka masyarakat
Banjar melawan Sultan mereka, mungkin jika pemerintah daerah atau Jakarta yang
datang melakukan nya, pertumpah darah takan bisa di hindari lagi, Sultan yang
sangat paham agama ini tidak munngkin melakukan nya tanpa ada sebab kata ulama
di sana Coba mengambil control suasana yang panas, dan setelah reda baru
Sulatan bicara lagi dengan sesepuh Martpura tersebut, dan 20 ulama di bawa
kebanjar bukan untuk di tangkap, tapi di bina dan didik ulang Islam nya yang
menyimpang jauh sekali, dan merusak provoksi golongan Islam itu sendiri, mereka
saling ejek antar golongan yang berujung Konflik saja, akibat mahzat, tapi ada
hal yang membuat banyak ulama yang di sana sadar waktu itu, ketika Sultan
menjelaskan unjung pakal lebih dalam lagi, yang mana iya mengatakan, Provinsi
Banjarasin yang kita huni adalah sentaral Islam Kalimantan, dan beteng itu ada
di Martapura. Dan setelah runtuh nya Istana kita Oleh Belanda, maka Islam mulai
merosot tajam sekali, Islam bertranpormasi atau Revolusi sudah, akiba masyarakat
kita dulu lari ke pedalaman Kalimantan untuk menghidari kepongan Belanda, dan
maka dari Masyarakat terpangaruh suku dayak dengan Ilmu Gaip yang penuh sekali
praktik perdukungan tersebut, dan Islam serang bukan lagi Islam yang dulu, yang
di anut nenek moyak kita, yang mana sekarang ini banyak penghalan hukum, dan
membuat hadis palsu yang menajah masyarakat, dogmba masyarakat luas, dan dari
sekarang kita harus bersatu kembali seperti jaya-jaya nya nenek moyang kita
dulu, nenek moyak kita di Kalimantan di segenani sampai sekatang dalam masalah
Islam, dan sekarang kita sudah mempermalukan nya, dan kita tidak menghargai
perjuangan nenek moyang kita, Pesantren harus di moderenisasi, dan di masukan
pendidikan skuler, agar generasi kita tidak bodoh dan di jajah, timor tengah
adalah pelajaran bagi kita, akibat menolak moderenisasi mereka terjajah oleh
barat, dan sedangkan dalam budaya Islam sendiri tidak melarang mengejar ilmu
pengetahuan, jadi maka di sini anti Moderenisasi, jadi bersatu lah. Dan hari
itu adalah hari bersejarah, yang mana Islam kembali berevolusi, dan setelah 1
bulan pasca konflik tersebut, Kesultanan Banjarmasin membelikan Kompute untuk
pesantren tersebut agar maju dan bersaing, kurikulum di tambah kan nya juga,
bahkan sultan meminta dinas Pendidikan memberikan Izasah Sandar agar kelat
mereka lulus bisa bekerja, dan agar kelat mereka juga bisa menjawakan kembali
Banjarmasin seperti dulu. Dan sisi lain Banjarmasin, Kelompok A sedang tempur
dengan para Sakte-sakte tersebut, bahkan Kelompok melakukan penyerangan terhada
sebuah media TV swasta Jakarta yang punya kantor Cabang di Banjarmasin,
penyerangan itu di picu akibat media TV tersebut selalu mengakat hal yang tidak
memajukan bangsa, yang sarat sekali dengan dunia gaip lain nya, penyebaran
mitos petuah tradisi jawa, yang macam nenek pelit, grading atau kuntilanak yang
mana membuat masyarakat percaya tahayul saja, mungkin bisa di samakan media
yang mereka serang di Banjarmasin itu sama dengan Media TV trans 7 dengan dunia
malam dan lain nya tersebut. Razia terus di lakukan kelompok A yang simakin
hari area razia makin membesar sudah, hampir semua dukun di datangi dan siruh
mereka berhenti, hingga ada pasar malam, yang mengadakan acara debus dan Rumah
setan juga di tutup mereka,sekarang konflik makin membesar, karena pengusaha
yang mengadal hal itu mencari uang di tekan mereka sedalam nya, pohon-pohon
skaral di agap masyarakat di tebang mereka, tanpa ada yang melarang mereka,
karena mereka di dukung banyak pihak untuk memajukan Banjarmasin. Dan yang ada
perlu tahu pembaca, tempat skral yang di hancurkan mereka itu, bukan baralasan
agama Islam yang mengutuk berhala, melainkan bertujuan untuk memerdekan
masyarak yang terbatasi oleh itu. Dan tepat 16 Maret 2005 Kesultanan Banjarmasi
mengelar operasi di Martapura di makam ayah sang sultan sendiri, serta makam
mentri Kesultanan Banjarmasin yang sangat berjasa menyakan Islam, lokasi itu
adalah pelampayan, yang mana Kesultanan Banjarmasin, menangkap semua para ulama
sesat di sana, yang menyekutukan tuhan dengan kuburan ayah handa Sultan
sendiri, para pengemis di sana di tangkap habis, di bawa ke Banjarmasin lalu di
sekolahkan dan di jarikan kerja oleh kesultanan Banjarmasin, dan sultan juga
melarang cerita dongen tetang moyang tersebut, iya menghacurkan semua mitos yang
ada di sana, dan membuat peraturan tertulis, untuk membebaskan masyarak dari
jajahan budaya tradisi yang membatasi mereka, dan memberitahukan pada para
perzarah untuk tunduk dengan aturan di Palampayan, agar tidak menjadikan
kuburan tuhan dan lain sebagai tempat mestik dan penkabul segala macam
kinginan.
Tanggal 1 Agustu 2005 Konflik pecah dari
pesisir Sungai Barito, mulai dari daerah Dayak Muslim Bakumapi, yang mana
Perang Kelompok A dengan dayak, yang sudah mengagap Kelompok A ini
menghilangkan Budaya dan Trasdisi mereka dayak, yang mana Budaya yang di
sebutkan mereka itu tidak dalam sejarah dayak yang tertulis, yang sudah di
nyatakan oleh alhi budaya dayak Pak Bue Cornalis, dan sudah di dari misi
Kelompok A ini bukan menghilangkan Budaya dan Tradisi, tapi untuk memajukan
mereka dan membebaskan mereka dari jajahan budaya dan tradisi yang kurang
jelas, namun perang di pesisir Sungai Barito, yang mana Kelompok A di bantu
Ormas Sumatera dan Kutai Kartanega, yang Perang di menangkan nya oleh Kelompok
A, yang membuat para dayak melarikan diri masuk pedalam, namun mereka tidak
mengejar nya, tapi Kelompok ini tak menerima komando dari Banjar untuk terus ke
hulu Sungai Barito, atau mereka sipihak melakukan tanpa izi, yang mana mereka
sampai Ke Bontok kala itu, dan disilah rahasia besar terbongkar yang berujung
konflik pemerintah, yang mana Kelompak dengan Konvoi nya masuk hutan Bontok,
hutan yang mereka sambai tersebut, saat memasuki sungai kecil Kelompok
medengarkan teriakan orang bagai pidato, dan mereka tertaik dengan itu, mereka
coba kesana, dan mereka melihat nya rasa tak percaya sama sekali, pemerintah
Kalteng mengumando pasukan dayak, yang model pasukan rahasia mereka melakukan
serangan, ini radikal sekali, dan untuk itu rupa nya dayak tidak dapat pendidikan
yang layak dari pemerintah Kalteng, karena jika mereka pintar, maka mereka
tidak akan bisa di komado oleh mereka, yang mana kepala adat di sana melakukan
persekongkolan bersama pemerintah, dan ini adalah rahasi pemicu pembatain besar
kemari, namun dalam tulisan kita tidak terlalu penting menguak pembatain
tersebut mungkin hanya jadi provokasi saja, Prajurit dayak ini juga di komando
untuk Industri didalam hutan, yang mana para Industri di sana memaaf jasa
pemerintrah kalteng untuk menghacurkan lawan Industri di hutan Kalteng
tersebut, suku dayak akan menyerang Industri missal nya Peretamina, dan
mengusir nya dengan cara mereka, mungkin anda paham maksut saya ini kan, kita
tidak terlalu masuk membahas itu. Dan Kelompok A ketahuai mengetip mereka, maka
pengepungan terjadi di sana, hingga mundur Kelompok dari sungai kecil menuju
sungai Barito, di mana angota di sana berada, sesampai nya mereka dengan
Kelompok nya, maka Kelompok A dengan Ormas Sumatera melakukan perlawan yang
berujung kembali jatuh korban, dan konflik berlanjut hingga ke kampong-kampung
kecil di pesisir Sungai barito, Kelompok A juga menghungi Angkota yang di
Banjarmasin, minta tambah pasukan nya, alhasil 5 Perahu cepat dari Banjarmasin
langsung ikut bertempur dari atas sungai, Kelompok A memakai Senjata Api,
karena mereka dengan Batalion Marabahan Provinsi Banjarmasin. Dan sampai pada
puncak nya, untung Batalion mengevakusi nya, dan menarik mundur Kelompok A, dan
membawa mereka pulang ke Banjarmasin, dan beberapa orang Kelompok di masukan di
penjara, akibat membunuh dayak, dan beberapa TNI di pecat akibat membunuh dayak
dengan menebaki mereka, jika saja Amunisi Batalion banyak kala itu mungkin Suku
dayak yang mengejar di pancing mereka itu akan habis, yang hanya membawa 30
peluru saja begitu, ini pada akhir nya menjadi sengkta panjang antara Kelompok
Banjar dan dayak, yang bagai mana perudingan damai tidak pernah tercapai
bersama, untuk menghidari kekkacuan, maka Kelompok A di nyatakan di bubarkan
Pemrintah di tuduh provokasi perang, namun Kesultana Banjarmasin Aceh membela
Kelompok di pengadilan, dan banyak juga bangsawan Banjar membela Kelompok, dan
mendesak pemerintah hanya menghukum pelaku pembunuhan nya saja, dan membiarkan
mereka yang tidak terlibat, tapi pemerintah demi kebaikan maka seluruh orang
Kelompok A akan di pendahkan ke Sumatera saja lagi, supaya jangan saling
serang, dan Tim tatap di bubarkan pemerintah.
Tanggal 15 Oktober 2005 Sesepuh dayak dan
Banjar kembali bertemu untuk menyelesaikan masalah Kelompok A kemarin, yang
juga tidak jalan di temukan untuk berdamai, dan kegeraman nya pemerintah
Kalteng, ya jelas mereka sangat geram, Kelompok A tahu sebuah rahasia buruk
tersebut, mereka orang yang tidak berdosa para dayak tersebut diu manfatkan
pemerintah sebagai prajurit pribadi nya, ini menyangkut Konflik tahun 2000
kemarin juga. Dan di banjar pada akhir tahun 2005 masyarakat merasakan semua
kerja keras Kelompok A tersebut, yang mana Banjarmasin maju kembali serta
berbudaya dan tradisi sangat kuat sekali, yang mana ke moderenan di Banjarmasin
pada akhir nya para pengusaha melaku kan perdangan Babas di sana, dan
mingurangi radikalisme di Banjar akibat para Sakte yang mengori budaya tersebut
di tumpas habis oleh Kelompok A, bahkan pada akhir tahun 2005 preman perang
antara mereka tidak lagi mengunakan pisau, tapi senjata api. Dan hampir sudah
setahun Kelompok A yang di bangankan kelompok banjar itu hilang, ternyata
mereka merindukan nya lagi, dan mencoba membangun ulang kembali kelompok A
tersebut. Bahkan pada awal tahun 2006 di Banjarmasin, mahasiwa Universitas
Lambung Makurat mencoba membentuk kembali Tim seperti Kelompok A tersebut, yang
mana Mahasiwa ini tidak ingin banjar kembali menjadi ter jajahan budaya tradisi
yang fasisme feodal dan radikal, meski belum terlihat kemunduranya, namun tidak
salah nya mencegah nya terlebih dahulu, dan Mahasiwa Lambung Mankurat ini juga
membudayakan perkembangang Teknologi di kampus mereka, dan mereka ini juga
berkampanye di mana, yang mengajak orang maju dan Berjaya, dan pada tanggal 7
April 2006 Tim Lambung Makurat ini melakukan kembali penelitian ke hulu banjar
untuk memerangi kemunduran dan pejajahan budaya dan tradisi yang sudah jelas
menyimpang jauh dari logika, namun sayang nya mereka ini tidak punya donator
untuk melakukan, maka dari itu sangat terbatas sekali, bahkan bisa di katakana
tidak mampu. Namun ketika rapat di Kantor Berita Kanadan Banjarmasin pada 28
Agustus 2006, yang mana para Industri Teknologi asing seperti Windowds, Nokia,
dan Telkom ingin melakukan promosi ke daerah, agar produksi mereka bisa terjual
di Kalimantan, namun keterbatasan Tim maka itu tidak bisa di lakukan, karena
exspedisi ke hulu Banjar itu harus mencari orang yang benar-benar paham sekali
sudah dengan keada Kalimantan ini seperti apa di pedalaman nya, yang daerah tidak
banyak terjamah dunia luar, dan komunikasi juga bagian penting untuk masuk
Kalimantan, yang paling tidak harus membawa orang yang pasif berbahasa Melayu
banjar, atau berbahasa dayak, Cuma missal tidak bisa berbahasa dayak paling
tidak bahasa melayu banjar, karena orang dayak mengerti bahasa banjar melayu,
karena zaman sejarah bahasa banjar melayu ini adalah bahasa resmi Negara Islam
Kalimantan atau yang di kenal luas oleh dunia dengan Nama Kesultanan
Banjarmasin, karena komnikasi adalah menjadi pemicu utama konflik, mungkin bisa
salah tangap atau arti. Sedangkan di Kandangan dan Barabai para sakte-sakte
radikal hidup lagi, karena musuh utama mereka sudah menghilang dari Kalimantan,
budaya dan tradisi yang menjajah di ajarkan lagi, seperti kebiasa membawa senjata
para pemuda jika kemana, dan menolak sekolah, menolak belajar, yang mau nya
langsung jadi boos saja, mitos-mitos di adakan lagi, sebenar menurut padangan
banyak pengamat mitos petuah itu bukan dari nenek moyang mereka juga,
mitos-mitos di adakan oleh para sakte untuk menundukan orang lain, singkat
mempengaruhi orang lain dengan cara kono, atau mereka menyebarkan semacam kabar
yang menakuti agar orang berlidung dengan mereka, mitos itu juga di kuat kalau
tidak atas namakan budaya dan tradisi agar orang percaya, Di Barabai para dayak
birayang ini sakte nya untuk mendapak kekuasan nya maka mereka melakukan hal
macam itu, perjudian yang jadi budaya mereka yang berujung perampokan. Beberapa
lembanga pemerintah sebenar coba meredam radikal ini, namun sayang mereka tidak
bisa melakukan nya seperti apa yang di lakukan oleh Kelompok A atau kelompok
Revolusi dalam operasi di lapangan, dan kebanyakan mereka ini katakutan juga
dengan para sakte tersebut.
Namun juga pada 3 November 2006 lalu,
Kunjungan persaudaran Tanah Melayu di Banjarmasin, yang mana Organisasi ini
adalah organisasi orang melayu, dan bergerak juga dalam bidang budaya, mereka
ini lah kelompok yang melestarikan budaya dan tradisi melayu, bahkan ketika di
nusantara pasca perang kemerdekan Indonesia banyak sekali kerjan melayu hancur
dan runtuh, baik runtuh berperang melawan bangsa Eropa, perang suadara melayu
di Kalimantan, perang melayu melawan pemerintah Indonesia, pada zaman TII, dan
Kelompok ini lah yang menghidupkan kembali kerajaan melayu di Asean, yang mana
pada waktu perjuangan Orde Lama dan Orde baru, dan beberapa kali kelompok ini
mengajukan izin pada pemerintah Indonesia untuk menghidukan kembali Kesultanan,
seperti kesultanan Palembang, Kesultanan Banjarmasin, Kesultanan Pontianak, dan
Kesultanan Aceh, yang mana penghidupan nya di angap pemerintah Indonesia
kembali untuk merebut daerah Totorial, meski alasan untuk melestarikan budaya
dan tradisi, namun walau begitu Kelompok ini tetap sabar dalam berjuang, hingga
tercapai nya cita-cita mereka, memang pro dan kontrak di zaman ini, karena
kadang kala masyarakat yang kecawa pada pemerintah Indonesia, menjadikan
Kesultanan Alternativ nya, dan ini menjadi sandungan. Dan kelompok ini juga
yang secara besar-besaran menentang puralisme atau penyamaan golongan oleh
pemerintah Indonesia, meski kadang di katakana radikal mereka ini, namun atas
perjuangan nya lah Budaya melayu bertahan dan bertranpormasi menjadi melayu
moderen kala ini. Dalam kunjungan Persuadaran melayu di Banjarmasin, mereka
melihat bagai mana Tradisi dan budaya yang berkembang, yang mana di Banjarmasin
juga ada perang budaya dan tradisi, antara budaya melayu vs jawa, yang mana
pemerintah Indonesia memaksakan budaya jawa di banjar, namun kelompok yang di
komado manatan prajuri kesultanan Banjarmasin dan seniman Melayu yang terkenal
Hj Anang Suriyansah dapat melawan nya, dari mengudeta dinas pendidikan dan
kebudayan, yang menyebarkan terlalu Budaya jawa, namun asal pembaca tahu saja,
perang budaya melayu dengan jawa sebenar sudah lama terjadi, Cuma tidak
kelihatan saja dengan mata yang kurang berpengetahuan luas. PSDM juga melihat
bagai mana tranpormasi budaya melayu dengan asing di banjar, seperti budaya
Ingris, yang bisa membetuk dunia Fashion di Banjarmasin, karena juga banyak nya
orang Ingris yang tingal di Banjarmasin dari zaman penjajahan, kadang kala juga
orang ingris menjadi banjar jika iya masuk agama Islam. PDSM waktu berkujung di
banjar, mereka mengeritik bahwa lembaga budaya yang sekarang kurang di banjar,
dan perlu kemajuan dan perluasan lagi agar maju dan dunia tahu, dan juga
melihat penyalah gunan budaya oleh suku dayak, yang mana sebenar nya suku dayak
itu tergolong bangsa melayu juga, kadang disebut orang belanda Dayak adalah proto
melayu, karena yang membedakan dayak dengan banjar adalah agama dan idelogi
nya, sedangkan banjar skuler, dan dayak mistik itu saja,. Tapi dilihat dari
corak baju pakain mereka sama saja. PSDM juga mengeritik tentang konflik dayak
dan melayu, yang menyurukan berdamai dan bersatu membangun Kalimantan, dan
melawan bentuk penjajah apa pun yang di lakukan di tanah melayu, dan maka dari
itu juga kunjungan PDSM ini selama 1 minggu di banjar, mereka memangil kepala
suku dayak, dan menghadapakan nya pada tetua banjar, untuk menyudahi konflik
akibat Kelompok A tersebut, namun pihak dayak membantah nya, yang mana mereka
malah menuduhkan bahwa pihak banjar menghapus budaya dan tradisi, mereka
mengepong sakte dan mengecam mitos metologi, dan kelompok dayak pergi, tanpa
pamit di hadapan PSDM, namun juga PSDM sabar dalam hal itu, dan menyurukan lagi
pada Kesultanan Banjarmasin membetuk Tim seperti Kelompok A lagi, namun jangan
radikal lagi, Kesultanan Banjarmasin hanya iya saja, karena mungkin dana tidak
mumungkinkan bagi nya untuk melakukan nya, kecuali ada sponsor yang mendanai
nya, namun kata PSDM mengusulkan Kesultanan Banjarmasin merekrut Ormas
Sumatera, atau Negara Federasi Sumatera menjadi tim untuk melakukan kemajuan
tanah Melayu serta kebudayan nya, dan menetapkan hukum bagi masyarakat yang
membuat dongeng-dongeng mitologi yang penuh mistik tersebut, semua tahu kerajan
melayu adalah kerajan Islam, bagai mana bisa di dongekan yang berujung penyasatan
umat banyak. 12 September 2006 maka Kesultanan Banjaramasin yang bersama
Pemerintah Daerah mengadakan diskusi, yang mana membicarakan akan Konflik yang
gila di Kalimantan, yang di komando Kelompok Avril Fans Fender Banjarmasin Aceh,
yang melawan pemerintah Jakarta, Avril fans Fender luar biasa keras sekali
melawan pemerintah Jakarta, bahkan melalui kantor cabang mereka di Jakarta,
mereka menyerang DPR dan Istanan Presiden, yang menuntut Otonomi daerah
Banjarmasin, masalah jalan rusak Industri hingga budaya, yang mana kelompok ini
perang budaya dengan jawa. Dan dalam rapat juga di bicarakan kembali bahwa
mereka perlu tim untuk menjaga budaya dan tradisi serta memajukan Banjarmasin,
dan di dalam rapat tesebut sudah terlihat mereka ingin merekrut Avrila Fans
Fender Banjarmsasin, yang mana mereka yakin kemlompok ini mampu melakukan, dan
Kelompok Avril fans Fender juga pernah bekerja sama dengan Kelompo A dalam
penumpasan Sakte di berbagai wilayah, dan kelompok Avril fans Fender kelompok
mandiri tidak bergantung pada siapa pun dalam pendanan kelompok nya, dan mereka
juga pintar mencari Sponsor, dan dengarkan banyak pemuda tanah melayu tersebut.
Namun belum ada kata sepakat antara mereka untuk merekrut Avril Fans fender,
karena Pemerintah daerah dan Kesultanan Banjarmasin juga lah yang memberikan
perlidungan terhadap Avril fans Fender dari pemerintah Jakarta.
10 Desember 2006 Pemerintah Jakarta
berkujung ke Banjarmasin, dalam lawatan 4 hari untuk mengurusi konflik di
berbagai daerah Provinsi Banjarmasin, yang di pimpin oleh Avril Fans Fender
Banjarmasin, konflik ini menelan korban Jiwa, karena Kelompok yang di bentuk
Avril fans Fender Banjarmasin yang bernama Ormas Sumatera adalah sebuah
kelompok golongan keras dalam operasi misi nya, dan Ormas Sumatera juga
terlibat dalam 6 kasus penyerangan yang menelan korban Jiwa, namun pemerintah
tidak bisa membubarkan nya, karena mereka banyak di lindungi masyarakat banjar
dan dayak muslim, dan juga pemerintah Jakarta yang dalam kunjungan nya ini membicarakan
konflik budaya dan tradisi, yang mana secara tegas Pemerintah Jakarta ingin
menengkan Puralisme persama budaya dan tradisi untuk menghindari konflik, namun
sembenar aliasi Pemerintah Banjarmasin tidak terlalu suka dengan kebijakan ini,
dan puralisme di angap penghapusan budaya golangan lain, dan mendukung 1 budaya
yang familiyar dengan Pemerintah Jakarta ya itu budaya jawa, namun Walau begitu
Pemerintah daerah tidak menampakan ketidak inginan nya terhadap pemerintah
Jakarta kala itu. Dan pada awal tahun 2007 Hj Anang Suriyansyah di Banjarmasin,
iya mengadakan perundingan terhadap para budayan Kalimantan dan semenanjung
melayu, iya mengatakan bahwa masyarakat Banjarmasin sekarang ini memang masih
terjaga paham budaya dan tradisi, dan sudah tidak terlalu perduli lagi dengan
budaya dan tradisi yang menjajah nya, namun satu hal yang harus kita tahu
karena kita sudah belajar dari sejarah dulu, mereka masyarakat bisa kembali ke
budaya penuh mitos lagi, karena tidak ada kelompok yang kuat untuk mempertahakan
nya, dan juga kita tahu pemerintah Jakarta melakukan puralisme, dan itu harus
di lawan, karena masalah ini lah kita semua berkumpol disini, di harapkan
kawan-kawan ada sebuah ide untuk menyikapi hal ini. Budayan yang mengusulkan
saat itu, kita harus berunding dengan Persatuan Tanah Melayu dan Frons Islam
Asean untuk mengambil langkah, sebenar nya kami mendukung jika saja Kesultanan
Banjarmasin menyerah kan komando pada Kelompok Avril fans Fender yang sekarang
memimpin perlawanan terhadap pemerintah Jakarta. Dan atas perudingan itu maka
Hj Anang pada tanggal 16 Febuari 2007 melakukan pertemuan dengan Persatuan
Tanah melayu dan Frons Islam Asean untuk mengemukakan rencana kemarin, dan
tanpa banyak omong Persatuan Tanah Melayu dan Frons Islam Asean mendukung hal
tersebut, bahkan ketika UDB panjang nya Usaha dagang Banjarmasin go
Internasional tahu hal tersebut, mendukung nya, karena moderenisasi akan
mingkatkan pasar Industri di Kalimantan, dan hanya 2 kelompok saja lagi yang di
tunggu untuk mendukung nya, pemerintrah daerah dan Kesultanan Banjarmasin,
namun ketika Hj Anang mendatangi mereka, ternyata Kesultanan Banjarmasin dan
Pemerintah daerah tanpa panjang lebar mendukung nya, meski Avril Fans Fender
terlibat banyak kasus konflik di Kalimantan. Dan pada 3 Maret 2007 Kesultanan
Banjarmasin dengan resmi memangil Rahmahwati Angeriani Nusation pimpinan
tertingi Avril Fans Fender Indonesia Malasyia, dan menyerahkan tongkat komando
pembebasan penjajahan Budaya dan Tradisi di Kalimantan, dan sang Sultan
menengaskan kami sudah percayakan ini dengan kalian, lakukan sebaik mungkin,
lakukan bagai mana kalian melakukan perlawanan terhadap pemerintah Jakarta, dan
kami tidak ikut campur di lapangan operasi, kecuali ada hal peling penting yang
terjadi. Maka dari itu resmi lah Avril fans Fender untuk mengambil seluruh
tindakan untuk melakukan hal tersebut. 8 Maret 2007 Rahmah mendatangi kantor
UDB banjar, dan meminta mereka Industri ikut memberikan sumbangan dana,
Pemimpin UDB Didi Muhammad mengumpulkan Industri banjar, yang mana pembicara
tersebut berhasil, Industri Teknologi Asing mau memberikan sumbangan, mereka
adalah Windows, Google, Samsung Phonsel, Blackbery, Telkomsel, Indonsat, Nokia,
Yamaha motor, dan LG. yang mana misi tersebut juga akan mendongrak penjualan
mereka di Kalimantan, ini adalah sebab awal yang membawa perdangan bebas di
Banjarmasin yang berujung konflik dengan pemerintah Jakarta. Dan pada 15 Maret
Rahmah membentuk 10 tim di banjar, yang mana tim yang akan dikirim kesuluruh
penjuru provinsi Banjarmasin, untuk menepati Lembanga Budaya dan Tradisi,
perpustakan dan kerja sama dengan dinas pendidikan daerah, karena menurut
Rahmah seniman music moderen harus di tempat kan di Kantor kebudaya dan Tradisi
untuk mengait dan memancing pemuda daerah mau kesana untuk melihat promosi nya
tersebut, dan setiap tim berangotakan 10 orang yang ahli sudah. Dan dalam hal
ini TVRI Banjarmasin juga di libatkan Rahmah, yang mana iya meminta TVRI Banjar
tersebut membuat program tayangan untuk mendidikan masyarakat, dan memebaskan mereka
dari jajahan budaya dan tradisi yang membatasi mereka tersebut. Di kantor
berita Kanada Banjarmasin 25 Maret 2007 Rahmah membentuk Tim untuk melakukan
Tour Musik Rock Alternativ keliling semenanjung melayu, yang mana tujuan nya
konser ini untuk kampanye moderenisasi, dan memberitahukan pemuda untuk tidak
terjerumus kedalam budaya dan tradisi yang kurang jelas, dan mengarahkan nya
juga pada pemuda untuk melakukan penumpasan terhadap sakte-sakte yang
menyesatkan dan peradikal kelompok, dan tour konser rock ini juga bertujuan
untuk mempromosikan Budaya Melayu pada dunia yang luas ini, dan tor konser ini
di seponsori oleh Windows, Google, Samsung Phonsel, Blackbery, Telkomsel,
Indonsat, Nokia, Yamaha motor, dan LG. Dan pada 16 April 2007 Avril fans Fender
Banjarmasin, mengelar operasi razia bersama Pamongpraja Banjarmasin, operasi
ini mengeledah semua took-toko buku, perpustakan, yang mana mereka melakukan
penyitaan terhadap buku mistik tentang dayak, cerita dongen Keslutanan
Banjarmasin, cerita dongeng dayak mengenai ilmu gaip, dan razia ini berhasil,
mereka menyita buku lebih dari 1500 buku, dan di bawa kedepan markas besar
Avril fans fender untuk di musnahkan. Dan tidak tangung razia ini juga
menangkap para dukun yang menyesatkan, karena dukun ini membuat petuah mitos
yang tidak bisa pertangung jawabkan mereka, di kawasan Anjir sangat banyak
mitos budaya dan tradisi yang menjajah atas nama Kesultanan Banjarmasin, yang
mana golongan Petani percaya bahwa mengunakan mesin dan traktor dalam berladang
maka mengundang kemurkan beras, karena di perlalukan dengan kasar, banyak
pemberian pemerintah daerah Traktor untuk mereka agar panen menikat, mereka
dari dulu menolak nya. Dukun tersebut di bawa mereka ke hadapan Sultan untuk
bertangun jawab dengan apa yang iya lakukan, mitos yang atas namakan Kesultanan
Banjarmasin tersebut agar orang percaya. 27 April 2007 Rahmah mengadakan rapat
di Kantor Berita Kanada Banjarmasin, yang di hadiri seluruh pihak, baik
pemerintah daerah dan wakil pemerintah Jakarta, UDB, Frons Islam Asean, dan
Industri. Yang mana rapat ini meminta pemerintah kusus nya DPR Jakarta, untuk
menerbitkan undang-undang baru tentang pelarangan penyebaran buku sesat atas
nama budaya dan tradisi, pelarangan perdukunan, dan pengotoran budaya dan
tradisi melakukan perjudian dan pembunuhan, dan yang paling di tegas kan adalah
hal tentang Budaya dan Tradisi suku dayak yang mengorbankan manusia sebaga
tumbal dewa-dewa kepercayan mereka, yang mana ini di katakana oleh Rahmah
budaya tersebut budaya biadap keji dan sebagai, akibat budaya dan tradisi ini
penculikan di Kateng terjadi, mereka akan mengorbankan nya untuk dewa mereka.
Dan atas dasar tersebut semua pihak mendukung nya, bahkan DPRD Daerah
Banjarmasin akan menuntut DPR Jakarta untuk mengesahkan rancangan undang-undang
tersebut, tapi dalam rapat tersebut wakil pemerintah Jakarta mengatakan, untuk
melakukan pengesahan ini butuh waktu, pemerintah akan membicarakan dan
berdiskusi tentang hal ini, dan mungkin butuh waktu 1 bulan untuk lobi ini
paling sebentar, Rahmah mengatakan tidak papa, yang penting kita semua sepakat
dalam hal ini. 16 Juni 2007 Tour Konser keliling tanah melayu, misi pemebesan
jajahan budaya dan tradisi, dan promosi budaya melayu di lakukan, dan pertama
di Banjarmasin, di selengarakan di depan kantor Berita TVRI, konser ini
dipimpin langsung Rahmah, dan konser menjelaskan pada pemuda banjar agar tidak
terpengaruh dengan budaya dan tradisi suku dayak yang menjajah kalian,
menghalangi kemajuan kalian, kata paling controversial adalah Ilmu sihir yang
sebenar masa ini adalah Teknologi, kalian tahu sendiri Saket-sakte itu tidak
bisa membuktikan dengan apa yang mereka katakana tersebut, yang mana lebih baik
memakai rompi anti peluru dari pada ilmu debus yang tidak jelas tersebut, dan
kita harus maju bersama, adakah di antara mereka orang yang bisa berkomunikasi
jarak jauh, kecuali dia memakai teknologi ya itu Phonsel atau telpon, dan
senjata paling berbahaya adalah AK 47 bukan pisau kalian tersebut, apa bila
sakit berobat ke dokter, apa bila kehilangan dan terancam lapor pada polisi,
bukan dukun kata nya, dan secara garis besar konser ini berhasil, karena dalam
6 bulan setelah hasil di dampak, karena peningkatan pasar teknologi, siswa
sekolah meningkat pada tahun berikut nya, dan di lain daerah misi Avril fans
Fender sedang konflik dengan suku dayak di perbatasan Kalsel, Kalteng dan
kaltim dengan sengit sekali.
10 September 2007 kepala ada suku dayak
Manyan di perbatasan kalsel, Kalteng dan Kaltim, mingirim surat untuk Avril
fans Fender Banjarmasin, yang isi berikut ini; Saya kepala adat suku dayak
Manyan di bagian Tabalong Upau, menyerukan pada pimpin tertingi Avril Fans
Fender Banjarmasin Rahmahwati Angriani Nusation untuk segera menarik seluruh
Tim sebelum konflik lebih parah akan terjadi, dan kami tidak terima dengan apa
yang kalian lakukan penumpasan dan moderenisasi di area kami, dan jika dalam 1
mingu tim tidak di tarik maka kami akan menyerang kalian semuan nya. Rahmah
yang setelah membaca surat tersebut, bukan nya menarik pasukan nya di Upau,
malah iya meminjam Helikopter milik Kantor Berita Kanada Banjarmasin untuk
berangkat ke Upau bersama Batalion 1008 Tabalong, 12 September 2007, 2
Helikopter 1 milik Pertamina Tabalong dan Satu milik Kantor Berita Kanada
Banjarmasin, mengudara bersama Batalion dan menuju Upau, tidak tanggung wanita
ini setelah turun dari helicopter mencari Kepala adat suku dayak di Upau, dan
mengatakan, menyerah tanpa perlaluann atau kami gempur dari udara, Kelapa Adat
dayak memilih beruding dengan nya, dan Rahmah membawa Kepala adat dayak
tersebut ke Banjarmasin dengan Hilikopter di Kawal Batalion Tabalong, dan
Kepala suku adat di berikan pencerahan oleh mereka, dan Kesultanan Banjarmasin
meminta kepala suku dayak untuk tinggal 2 bulan di Istanan Banjar, untuk di
ajari membaca, menulis dan berhitung, dan tugas sebagai kepala adat di wakilkan
pada saudara, nya, dan atas rekomindasi bersama, maka sepakat lah Pemerintah
untuk mendirikan sebuah sekolah dasar di Upau melalu dinas pendidikan Tabalong,
dan Polres Tabalong juga di tugaskan untuk mengamankan pembangunan Sekolah
tersebut, dan Kepala adat dayak yang di bawa ke Banjar akan di angat pemerintah
sebagai orang yang bertangun jawab mengelola sekolah itu, dan sekarang ini
tahun 2017 Upau menjadi sebuah kecamatan bagian Kabupaten Tabalong, pemerintah
juga membangun sekolah SMP di sana, dan lembangan pendidikan untuk masyarakat
dayak di sana, hasil nya Upau menjadi daerah paling maju yang di huni suku
dayak manyan, ucapa terima kasih kepala suku dayak pada rahmah tidak terkira,
atas keberanian nya Sekolah SD dabat di bangun di sana.
20 September 2007 Tim Avril fans Fender
menyerahkan laporan tugas nya di Banjarmasin, mereka berhasil menumpas
Sakte-Sakte di bagian wilayah banjar, dan memberikan indstruksi pada
masyarakat, dan promosi budaya juga berhasil, karena beberapa aliansi Media di
banjar kusus nya TVRI Banjarmasin menyatakan berhasil program mereka, yang di
tonton masyarakat, Proram bertujuan memberikan tahu budaya asli banjar, yang
mana menolak mitos-mitos tidak jelas dan penjualan ayat suci Al-Qur’an.
Sedangkan di Kandangan dan Barabai Tim menyatakan sulit menumpas Sakte-sakte
dan radikalisme, yang mana Tim minta tabahan orang, dan juga perintah baru, Dan
atas laporan tersebut Rahmah mendatangi Polda Banjarmasin, yang bertujuan untuk
mengadakan razia sajam, yang mana sudah menjadi Budaya dan Tradisi di sana
pemuda membawa senjata tajam, dan perkelahian akibat sakte-sakte yang
bergolingan menyatakan sakte mereka yang paling hebat, atas dasar tersebut ada
21 Oktober 2007 mendapatkan Izin Polri Jakarta melakukan operasi besar, dan
pada tanggal 25 Oktober 2007 Polda Banjarmasin memerintahkan Polres Kandangan
untuk melakukan operasi razia dan penangkapan pada kelompok ini yang berujung
perlawanan sengit, tembakan Polres Kandangan pun di keluarkan, dalam Operasi
gabungan Batalion ini Polres Kandangan bersama Avril fans Fender menangkap 234
pemuda yang kedapatan membawa senjata tajam, dan menangkap 15 orang ketua
sakte-sakte serta kepala preman Kandangan, dan kepada 15 orang ini di bawa ke Banjarmasin
untuk di jatuhi hukuman, sedangkan 234 pemuda di berikan pengarahan agar sudah
meningalkan budaya dan tradisi radikal tersebut, pemerintah Kandangan juga
menyekolah kan mereka yang tertangkap dan menangu semua biaya nya, namun
konflik di Kandangan belum selesai.
11 Desember 2007 Kesultanan Banjarmasin dan
Frons Islam Asean bersama persatuan Tanah Melayu, mengadakan pertemuan bersama
para Panglima Suku dayak di Kantor Berita Kanada Banjarmasin dalam agenda
perdamain konflik Kelompok yang terjadi, yang mana Kesultanan Banjarmasin
mengajak suku dayak untuk ikut serta dalam membebaskan masyarakat dalam jajahan
budaya dan tradisi, bergabung melawan Puralisme pemerintah Jakarta menekanan
budaya Jawa di Kalimantan, dan memoderekan masyarakat dengan membantu membuka
sekolah di tanah dusun, dan yang membuat berubah suasanan adalah Kesultanan
Banjarmasin meminta dengan tegas, untuk menghentikan budaya dan tradisi
biayadap kejia dan kejam tidak berprikemanusia, melangar hak asasi manusia,
dengan melakukan mayau berburu kepala Manusia, dan penghentian pemberian tumbal
korban Manusia untuk dewa, bahkan bertanya apakah tumbal bisa dig anti dengan
sapi kata nya, akibat pernyatan ini keributan terjadi yang hampir saling bunuh,
untuk Polda dan Batalion ada mengawal peretemuan ini, jika tidak maka korban
akan jatuh, dan dengan resmi Panglima Dayak menyatakan perang dengan Kesultanan
Banjarmasin berserta jajaran pemerintah daerah, dan ini adalah pertemuan
controversial, suku dayak juga mengajak pemerintah daerah Kalteng bergabung,
namun di tolak dengan tegas, meski sebenar nya pemerintah daerah kalteng
tersingung dengan pemerintah banjar yang di angap lancang tersebut, namun tidak
bisa di hindari apa yang di perjuangkan adalah hal benar, jika saja pemerintah
Kalteng bergabung dayak, berate mendukung budaya biayadap penuh pembunuhan
tersebu, hanya orang tidak waras mendukung pembunuhan keji tersebut, dan hasil
juga konflik di tanah dusun makin panas terjadi.
5 Januari 2008 Kesultanan Aceh memimpin
rapat persatuan tanah melayu di Masjid Baitu Rahman banda Aceh, yang di hadari
Kesultanan Kutai Kartanegara, Kerajan Landak atau Kesultanan Pontinak,
Kesultanan Sulu Sabah Federasi Malasyia, Pemerintah Islam Malasyia atau
Kesultanan Malasyia, Kesultanan Burunai, Kesultanan Palembang dan Panglima
dayak Muslim Kalteng Kerajan Kota Waringin Sampin, pimpinan Ratu Labuhan Amas
Kuripan, saudara kandung sultan banjar, dan Mangkabumi Hidayat Sampit Kota
Waringin dan Panglima Dayak Islam Pandris Semantius, yang mana rapat ini untuk
mendamaikan konflik dayak dan bajar yang du dukung Kutai Kartanegara bersama
raja Landang Pontianak, dan di jelaskan dengan mendatail masalah yang
dirubatkan tersebut serta tuduhan-tuduhan yang lain nya, Cuma dalam tulisan ini
saya tidak bisa menjelaskan pasif apa yang rencanan kelompok ini, yang jelas
ini rencanan 4 Kelompok kerajaan Kalimantan untuk melakukan pengepongan
terhadap Kalteng, untuk misi pembenbesan penjajah budaya dan tradisi masyarakat
dayak, namun Jelas nya pemeritah melarang nya, dengan banyak alasan, namun
pemerintah Jakarta merepon apa masalah nya, dan akan mingirim tim penyelidikan
ke Palangkaraya, untuk memastikan budaya dan tradisi pembunuhan mayau tersebut
masih ada, setelah Presiden Soharto mengeluarkan larangan budaya ini, dan tidak
di gubris, maka ABRI/ Angkatan Bersenjata Republik Indonesia mengadakan operasi
nya, jadi semua harus sabar pemerintah harus memastikan hal tersebut.
17 Febuari 2007 Pasukan Kutai Kartanegara
membantu pengepongan Polres Tabalong dan Batalion 1008 Tabalong dengan Avril
Fans Fender di perbatasan Kalteng Kalsel dan Kaltim, yang mana suku dayak
mengatas namakan budaya dan tradisi yang di sebut Aruh adat untuk perjudian
tingkat tinggi, yang mana kelompok ini juga mengunakan budaya dan tradisi milik
dayak kutai Kartanegara, dan oleh sebab itu semua tersangka dalam pengepungan
di bawa ke Balikpapan oleh Prajurit Islam Kutai Kartanegara untuk menghadap
Raja dayak Kutai Kartanegara dan Panglima tertingi dayak Kutai Palinglima
Kumbang, dan Panglima kumbanglah yang menjatuhi sangsi adat, dan menyerahkan
nya Polda Kaltim untuk menghukum mereka atas tuduhan pencemaran nama Baik dan
perjudian, dan perlu anda, Panglima Kumbang adalah satu-satu Panglima dayak non
Islam yang terpelajar, mengertiu hukum dan moderenisasi nya, iya di pilih oleh
Pemerintah Islam Kutai Kartanegera setelah Sultan melihat perjuangan untuk
memajukan dayak kutai, iya mengajak seluruh dayak kutai bersekolah hingga jadi
serjana agar dapat memajukan Kalteng, dan iya juga yang menghalau doktrin
budaya dayak kutai Kartanegara, dan Panglima paling di sengani di Kaltim atas
perjungan lelah bersama sang sultan Kaltim. Nenek moyak nya adalah orang yang
membantu Pangeran Antasari mengepung markas Belanda di Rantau dan Sungai
Barito, nenek moyang jatuh dalam pertepuran melawan Belanda di Diding manawing
Kalteng bersama Sultan Gusti Muhammad Saman anak Pangeran Antasari yang gugur
di Kalteng dengan 2 tembakan serdadu Belanda tahun 1905 lalu.
22 Febuari 2008 UDB bersama Industri
mengadakan pertemuan dengan Avril Fans Fender Banjarmasin, Windows, Nokia, dan
Google ingin melakukan kerja sama dengan Avril Fans Fender Banjarmasin, yang
mana Kerjasama ini 3 Industri sepakat memberikan 150 unit Komputer, Akses
Interntet Gratis, dan Rp 500 juta, yang mana mereka agar Avril fans Fender
mempromusikan produk mereka di pedalaman Kalimantan, yang mana seruan agar
Avril fans Fender Banjarmasin di sangar budaya nya tersebut mengajari suku
dayak mengunakan computer, akses Internet HP dan sebagai, yang mana sudah di
ketahui suku dayak pedalam belum tahu Komputer, dan Avril fans Fender menjawab
mereka mau, namun mereka akan bicara dengan Sultan, dan juga masih penyelesain
konflik kelompok di Perbatasan. 16 Mei 2008 Kebijakan pemerintah tentang
bantuan untuk para petani dan memajukan Industri pertaian Kalimantan, kembali
memberikan 500 traktor dan mesin lain nya lagi, untuk di bagikan ke sulur
daerah Kalimantan, namun pada 20 mei 2008 mesin yang di berikan pemerintah
kembali di tolak petani bahkan jika di terima pasti akan di jual, penolakan ini
sama dengan penolakan terdahulu alasan budayan dan tradisi, pamali kata nya
mengunakan mesin atau tidak berperasan memanin padi dengan cara itu, bahkan ada
yang percaya bahwa bisa di kutuk mengunakan mesin itu, atas dasar itu
pemerintah daerah geleng kepala, dan dari itu juga mereka pemerintah mengatakan
petani harus di bebaskan dari Tradisi dan Budaya yang menjajah tersebut, dan
yang bisa melakukan nya adalah Avril fans Fender Banjarmasin. Tanggal 12 juni
2008 Pemerintah Kalteng dan Pemerintah Kalsel sepakat memangin Rahmahwati
Angriani Nusation, dan memberikan tonkat Komando tersebut, dan pada Tanggal 20
Juni 2008 Rahmah minggirim Ormas Sumatera ke ladang di Kalsel dan Kalteng, dan
mereka secara sepihak turun dari Truk Batalion dan Truk Polisi Polres Kuala
Kapuan dan Marabahan, dengan traktor, dan terjun ke sawah tanpa satu orang pun
berani menghakangi nya, Ormas Sumatera memanen padi dengan mesin berteknologi
baru, yang mana padi akan langsung masuk karung, tidak lagi susah dan berat
memanen nya, dan dalam 1 hari mesin ini mampu memanen lebih 4 hektar sawah, dan
sore hari nya, semua karung padi di serehkan pada pemilik nya, dan di bantu
Batalion dalam mengakut nya, apa yang mereka lakukan tersebut adalah agar
masyarakat yang takut tidak lagi takut, mereka mengatakan apakah kami di kutuk
mengunakan mesin itu, atau kah kami akan mati karena nya, dan untuk seluruh
masyarakat tidak perlu takut dengan hal macam itu, itu hanya mitos saja, dan
atas dasar itu maka petani mulai berani mengunakan mesin tersebut, dan ormas
Sumatera juga menangkap orang-orang yang menyebarkan mitos itu, dari kebanyan
dari mereka adalah buruh tani dari kelompok dayak kalteng, yang mana jika
petani mengunakan mesin maka buruh tani tidak akan di gunakan, orang akan
memilih mesin karena efesin dan cepat hasil bagus ongkos murah, dan sekarang
petani sudah moderen semuan nya, peningkatan hasil penen juga sangat semipikan
di Banjarmasin, misi berhasil, Avril fans Fender dan Batalion dapat penghargan
dari pemerintah atas tugas nya. 24 Agustus 2008 Pertemuan kembali di adakan di
Kantor Berita Kanada Banjarmasin, pertemuan ini adalah pertemuan 4 pemerintah
Daerah Provinsi Kalimantan, Kalteng, Kalsel, Kaltim dan Kalbar, yang mana masih
membahas supaya bersatu bersama dalam rangka untuk membangun Kalimantan
bersama, dan moderenisasi untuk memajukan Kalimantan, yang mana masing
Pemerintah daerah setuju dengan misi pembebasan masyarakat dari jajahan budaya
dan tradisi, dan dalam hal ini Pemerintah Kalteng juga setuju agar kalteng
maju, dan melupakan perseturuan antara pemerintah banjar yang di angap lancang,
karena Kalteng sangat tertingal dengan yang lain nya, meski wilayah tutorial
nya luas tapi iya tu kemajua sangat kurang sekali di sana, dan usulan pemugaran
kembali sekolah terlantar di Kalteng maka di ulang kembali, dan atas kerja sama
ini nya Pemerintah Kalteng memberikan sebuah gedung untuk Avril fans fender
untuk melakukan kegiatan nya di Palangkaraya, yang di harapkan pemerintah Avril
fans Fender bisa mendorong pemuda Dayak untuk maju bersama, dan Pemerintah
Kalteng juga berjanji untuk menangani kepala suku yang keras kepala untuk di
bantu dan menjelaskan secara detail mengenai misi ini.
Rapat Avril fans Fender juga di banjar,
mereka membetuk tim untuk melakukan Tour Musik yang bertakjuk Budaya dan
Tradisi dan pemeritahuan akan budaya-budaya Kalimantan yang benar, dan
menjelaskan dengan jelas agar tidak salah tanggap pada masyarakat, kusus nya
pada masyarakat Dayak, Avril fans Fender juga banyak merekrut pemuda dayak
dalam hal 4ini untuk melakukan social pendidikan. Dan pada tahun 2008 ini Avril
fans fender juga menyatakan bahwa mereka akan mengurangi kegiatan nya di banjar
untuk membebaskan masyarakat, karena masyarakat sudah paham dalam hal ini,
kemajuan pesat sudah terjadi di Banjarmasin, yang harus di jaga lagi di
Banjarmasin, masuk nya budaya dan tradisi yang bertentangan dengan Budaya
banjar, seperti budaya asing Amerika Serikat yang terlalu jatuh moral dan lain,
anti sipasi hilang nya budaya banjar yang di serahkan pada sangar budaya banjar
untuk menjaga dan melastrikan nya, dan penekanan terhadap pemaksan puralisme
pemerintah Jakarta pro budaya jawa tersebut, dan dengan resmi Avril fans fender
Banjarmasin bersama Kantor berita Kanada Banjarmasin yang banyak di seponsori
Industri pada tanggal 4 september 2008 membuat program pengenalan budaya
bersama Internasional, yang mana melibatkan banyak Negara untuk saling belajar
tentang budaya dan tradisi masing, dan menghilangkan konflik budaya dan
tradisi, ini di lakukan agar orang memahami puralisme yang sebenar nya, yang
mana puralisme sebenar bukan menghapus budaya, namun setiap kelompok harus
saling menghormati antar budaya masing-masing agar tidak saling ejek yang
berujung konflik, dan menipis tuduhan penyebaran Islam oleh Avril fans Fender
Banjarmasin.
1 Desember 2008 Polres Tabalong dan
Batalion, kembali melakukan pengepungan terhadap perjudian yang mengatas nama
budaya dan tradisi suku dayak di daerah Ungung Tabalong, dan membawa mereka ke
Banjarmasin untuk dip roses, dan tim Avril fans Fender juga di Balangan,
Barabai dan Kandangan juga masih melakukan perang dengan sakte-sakte radikal
yang mengajarkan budaya dan tradisi yang menyimpang dari alur sebenar nya, dan
sedangkan Frons Islam Asean mengkampanye kan tentang Islam murni, yang mana
sudah di jelas kan di atas Tadi setelah jatuh nya Kesultanan Banjarmasin, maka
Islam di Kalimantan bertaranformasi jauh sekali, bahkan banyak aliran nya,
belum lagi penyebaran kelompok Jawa tentang Islam di Kalimantan yang juga di
tumpas Frons Islam Asean bersama seluruh Kesultanan Kalimantan komando
Kesultanan Aceh, yang mana yang paling parah adalah masalah aliran LDII yang di
bawa dari Jawa Barat tersebut, begitu juga konflik suni dan siah, Frons Islam
Asean memberitahukan masyarakat bahwa budaya dan tradisi Islam hanya 1 saja
tidak ada golongan nya atau mahzhat nya, dan jika beraliran berate doktrin di
luar Islam itu sendiri, dalam penumpasan ini Frons Islam Asean banyak menangkap
Ulama-ulama di Kalimantan dan mingirim nya ke Aceh untuk mendidik kembali
tentang budaya dan tradisi Islam yang sebenar dapat di pertangung jawabkan
kebenaran nya di bawa pengewasan kementrian agama Republik Indonesia dan Kesultanan
Malasyia 2 negara mayoritas muslim tersebut.
4 Januari 2009, Pemerintah Jakarta di
banjar yang di hadiri oleh seluruh jajaran Pemerintah daerah dan juga
ormas-ormas, yang menyatakan bahwa DPR Jakarta mensahkan undang-undang untuk
melindungi budaya tradisi agar tidak di kotori orang yang tidak bertangung
jawab, Perjudian atas nama budaya dan tradisi suku dayak yang kerap di Lakukan
di perbatasan Kalteng, Kalsel dan Kaltim di larang, dan jika melakukan nya akan
di jerat pidana hukuman sesuah hukum Indonesia, dan akan di tuduh melakukan
perjudian atan nama budaya, masuk dalam penyebaran nama baik, dan sebagai nya,
dan kepada pihak pemerintah daerah jika mengeluarkan izin perjudian tersebut
juga akan ditindak secara hukum, karena menurut laporan dari Polres Tabalong,
Polres Pasir Kaltim, Polres Taminyang laying Kalteng dan Polres Balangan,
perjudian tersebut sudah banyak menelan korban jiwa, yang pada dasar perang
antar kelompok, yang sudah di ketaui Kutai tidak terima dengan hal ini, karena
budaya mereka di jadikan alat penghalan perhudian tersebut. Pemerintah Jakarta
kusus nya DPR juga sudah mengesahkan undang-undang untuk para sakte-sakte
radikal baika di Kandangan, Barabai dan tanah dayak melayu lain nya, Karena
sudah dengan bukti nyata dan Jelas mereka telah meningkatkan angka tindakan
criminal, wilayah Kandangan dan Barabai adalah wilayah tertingi terjadi
pembunuhan di antara wilayah seluruh Kalimantan, bahkan Kelompok ini yang
keluar dari daerah juga sangat Radikal, mereka melakukan perebutan kekuasan
tutorial wilayah seperti Terminal dan Pelabuhan untuk menjajah orang lain dan
memungut pajak nya, Radikal nya kelompok ini karena mereka meyakini mereka
kebal senjata, bisa menghilang dan banyak macam nya lagi sudah, dan mitos lain
nya yang di kembangkan sakte-sakte itu, dari hampir semua perampok tertangkap
baik di luar Banjarmasin, kebanykan Kelompok Kandangan dan Barabai, dan sudah
di survey di seluruh penjara Kalimantan, orang yang paling banyak tertangkan
kasus pembunuhan dan perampokan adalah kelompok Kandangan dan Barabai, dan atas
dasar itu, semua Sakte-Sakte di larang keras, dan nekat akan di tangkap dan
hukum sesuai hukum yang berlaku di pemerintah Indonesia, dan untuk Polres
Tabalong, Polres Balanga, Polres Barabai dan Polres Kandangan bertangung jawab
sepenuh nya untuk menupas budaya yang radikal dan minypang ini, jelas nya dari
awal tahun 2009 lah penumpasan sakte-sakte secara besar-besar di Lakukan oleh
Polres, Avril Fans Fender tidak boleh ikut dalam pengepongan untuk mencegah
konflik antar kelompok nanti nya. Dan atas penyelidikan yang di lakukan badan
Intelejen Republik Indonesia, yang melaporkan bahwa apa yang di tuduhkan
Kesultanan Kutai dan Banjar, tentang budaya dan tradisi mayau dan penumbalan
Manusia ternyata benar ada nya, dan untuk tugas ini Batalion Palangkaraya harus
melakukan operasi penangkapan dan pengepungan di hutan Kalimantan, yang akan
bersama masuk dengan orang banjar dan dayak untuk meminjadi petujuk Batalion
dalam pengepungan nya, dan pengepungan tidak bolah ada tindakan kekerasan
kecuali dalam ke adan terdesak saja, dan semua kelompok harus dibawa ke
Palangkaraya untuk di bina dan didik, agar tidak melakukan nya, dan kami juga
sepakat untuk menujuk Panglima Kumbang dan dayak lain untuk membantu Batalion
yang bertugas. Maka dari hati semua berubah, sekarang kelompok penjahat sedang
tersudut dan coba lari dari pemerintah, dan misi Moderenisasi di dukung penuh
pemerintah Jakarta, Dinas penyiaran juga ikut serta dalam hal ini, yang mana
tayangan budaya dantradisi merusak akan di lacak di Banjarmasin, Trans tv dan
Trans 7 adalah media yang di lacak sekarang ini, yang menayangkan dunia lain
dan kisah mistik lain nya, menjerumuskan orang banyak saja.
Di Palangkaraya Avril fans Fender
Banjarmasin melakukan operasi nya melalui sosialisasi pada Ormas Dayak dan
merekrut untuk bergabung bersama dalam memajukan Kalimantan, dan bebera orang
dayak yang seniuo memaikan music dayak juga di kirim Avril fans Fender
Banjarmasin ke banjar untuk di tempatan pada sangar budaya Internasional yang
di banjar.
16 Maret 2009 dengan Resmi Avril fans
Fender Banjarmasin mendatatangin Kerjasama dengan UDB, Windows, Nokia, LG,
Telkomsel, dan Google, dalam promosi, yang mana proyek ini direncanakan selesai
dalam 2 tahun atau setidak nya pada 2010 atau 2011 nanti, dan dar tanggal 20
Maret 2009 Avril fans Fender Banjarmasin membangun akses Internet Gratis di
pedalaman Kalimantan, dan Tim ini juga bertugas bersama Tim Telkomsel dalam
membangun menara-menara nya di daerah Kalimantan, untuk memperluas area mereka.
Namun misi ini di lakukan di daerah Provinsi Banjarmasin dan Kaltim saja
berdahulu, dan menunggu izi pemerintah Kalteng untuk melakukan misi ini di
Kalteng, dan ini lah yang membuat pesat pasar teknologi Banjarmasin, akibat
orang yang sudah maju di ajari computer dan mengunakan Phonsel oleh Avril fans
Fende, dan tidak hanya itu, LG Industri di Banjarmasin memberikan 300 unit
Televisi ke pada Avril fans Fender untuk di bagikan pada masyarakat pedalam
untuk pengetahuan mereka, Avril fans Fender membangunpos ronda di sana dan
tempat berkompul Masyarak pedalam saat itu, Avril fans Fender juga membawa
motor trail kedalam hutan, dan mengajari suku dayak naik motor, dan Gotong
Royong membangun jalan yang menghubukan desa-desa terdekat di hutan Kalimantan.
14 Mei 2009 Kelompok dayak di perbatasan Kaltim dan Kalsel, Kalteng menuduh
Avril fans Fender bersama Batalion dan Kutai menghancurkan rumah dewa mereka,
dan menebang pohon tempat dewa bersemayam, yang sebenar bukan rumah dewa atau
pohon tepat dewa bersemayam, tapi lokasi tempat orang bertapa mencari ilmu
gaip, seperti kesugihan, kebal, bisa menghilang dan lain nya, yang mana para
sakte-sakte lah disana bertempat, tempat itu juga menjajah masyarakat dayak,
yang mana mereka takut sekali, dan seruan sakte-sakte untuk melakukan
pengorbanan sapi biasa nya, dengan memungut pajak pada masyarakat untuk banyak
ritual yang sudah tidak jelas, dan dengan dukungan Panglima Kumbang kutai,
Avril fans Fender dan Batalion memasang dinamit di Gua tersebut dan meledakan
nya, serta pohon besar di dekat nya juga di tebang mereka semua nya, dan disana
di bangun sangar pendidikan bersama, pengajaran baca tulis, computer, berhitung
Internet dan Phonsel pintar untuk Masyarat, tuduhan yang di luntarkan berharap
pemerintah Kalteng menangkap Avril fans fender tidak di gubris pemerintah,
karena misi ini di dukung pemerintah Kalteng juga, meski kelompok mengacam akan
perang, mereka menyiapkan panah namun Batalion memasang pagar betis untuk
mereka semua agar tidak menerobus masuk, dan hingga 2 bulan lama nya konflik
berhenti, mungkin mereka sudah lelah berhadap dengan Avril fan Fender dan
Batalion tersebut, dengan dukungan warga sekitar juga, yang mana mereka juga
ingin maju saat itu.
Tanggal 23 Agustus 2009 di Tabalong setelah
Konflik Batalion dengan pemerintah, yang kusus nya dinas pendidikan dan
Kebudayan, yang mana kembali rebut masalah tokoh Pahlawan yang tidak di hargai,
yang di angap sarat Majapit tersebut, dan kelompok di gedung Sarabakawa
Tabalong, juga mereka kelompok yang melajuti misi Kelompok Revolusi 1 dulu,
moderenisasi Tabalong itu, yang mana sebenar kelompok ini berpihak pada
Pemerintah, yang ingin melajutkan misi Kelompok Revolusi dalam globalisasi
Tabalong misi sigi tiga emas tersebut, yang mana mereka ingin merehap Bandara Warukin,
yang mana lokasi ini adalah tanah dayak, yang kata nya itu tanah Larangan, jadi
Bandara tidak bisa di besarkan untuk penerbangan komersial tersebut, ini adalah
politik atas nama budaya dan tradisi, yang di tuduh kelompok Tabalong pada
dayak bajut tersebut, yang mana ingin menjual harga tanah dengan mahal
tersebut, dan kelompok ini menyatakan diri akan terus masuk dalam tanah
larangan tersebut, melihat hal ini pemerintah terpaksa menunda nya terlebih
dahulu, yang pada akhir nya kelompok malah menyerang PT Adaro, untuk
menyelesaikan pembangunan Mesjid serta Islam Center di Tabalong agar memajukan
Tabalong, yang sudah kota moderen tersebut, agar juga mereka mampu untuk terus
mampu membenaskan masyarakat di Tabalong, karena pada tahun 2009 ini, kelompok masyarakat
yang tertingal hanya kelompok dayak saja lagi, sedangkan yang lain maju dengan
pesat sudah, bahkan orang di Tabalong yang tiap hari nya bisa bertemu dengan
orang asing, yang membuat mereka pada akhir nya sedikit-sedikit bisa bahasa
Inggris, dan kelompok juga harus menjaga masyarakat Tabalong jangan terpengaruh
Budaya luar melalu Islam Center tersebut sebagai sangar budaya Islam di
Tabalong tersebut, bahkan belangkan mereka akibat budaya dan tradisi malah
konflik dengan eknik Cina di Tabaling di angap tidak tahu bulan Rahmadan mereka
makan dan minum di pingir jalan.
15 Oktober 2009 Kesultanan Banjarmasin dan
Kutai kembali mengalang pertemuan dengan lawan mereka kepala Suku dayak
Kalteng, yang mana ini adalah pertemuan yang kembali mengajak berdamai dan
bersatu untuk memajukan Kalimantan bersama, ada 17 orang Kepala Suku yang
datang kala itu, dan dayak ngaju dan bakumpai yang mendukung Banjar dan Kutai
menjelsakan pada 17 Kepala suku dayak tersebut, bahwa apa yang di lakukan
tersebut bukan lah menghapus budaya dan tradisi, dan lain nya, apa lagi tuduhan
misi Islami, tujuan nya sebenar adalah, supaya kalian bekerjasama dalam
mendidik saudara kita semua nya, tidak ada larangan yang sebenar jika kalian
memang orang yang percaya mistik, dan mereka bukan orang yang bertuhan
Teknologi, mereka juga tidak melarang kalian melakukan pesta persebahan asal
masuk akal, dan mengklaim kebal, asal yang penting kalian juga ikut maju,
sepeti belajat membaca dan berhitung suadara dayak, mereka juga tidak memaksa
menuruti pakain mereka pakai tersebut, dan menganti baju adat kalian, ini
masalah paham, jadi itu harus di pahami, jangan sampai kita semua tengelam
dalam kebodohan, apakah kalian tidak sayang dengan anak-anak kalian, jika saja
mereka sekolah mungkin berguna untuk kita semua bahkan Negara. Dan dari 17
orang kepala suku dayak 4 orang mereka menyatakan diri setu dan bergabung
bersama, dan sisa nya masih menyatakan perang, Cuma perlu di sukuri ada yang
berubah sudah, mungkin factor zaman juga mungkin.
20 Desember 2009 Avril fans Fender di
banjar, meresmikan misi bareu mereka untuk daerah banjar, yang mana kelompok
ini akan mengejak orang fasisme, Feodalisme, Fanatik budaya yang kurang jelas,
percaya mitos dan kebal lain-lain lagi, mereka Avril fans Fender dalam Konser music
nya di Banjar mengejek secara terang-terangan, ini di lakukan nya agar pemuda
di banjar juga ikut mengejek dan memparmalukan, dan misi ini berhasil, setiap
orang yang bercerita mitos dan alam gaip serta kebal senjata akan di ejek orang
kampungan, deso, dan lain nya lagi, dan ejekan itu sampai sekarang Terjadi,
sukung ide yang luar biasa Rahmah, semua orang di banjar kala ini akan mengejek
orang percaya tahayul dan lain, bahkan bisa berkonflik tanpa di komando Avril
fans Fender, mereka dengan sendiri melakukan Moderenisasi, tapi yang di janga
supaya budaya banjar jangan hilang itu saja.
7 Januari 2010 Avril fans fenderBanjarmasin
menyatakan Batu Licin dan Sungai Danau masyarakat sebagian berhasil di babaskan
dari budaya dan tradisi yang menjajah mereka membatasi mereka, yang memang
dalam penulisan Batu Licin dan Sungai danau tidak banyak di Tulis, karena di
sana cepat kemajuan nya, akibat Industri juga banyak bercengkol di sana, bagian
Provinsi banjar yang paling sulit di bebaskan adalah Kandangan, Barabai dan
Balangan, 3 Kabupaten ini paling sulit, orang-orang nya sangat radikal sekali,
dan pada tahun 2010 ini juga Kabupaten Kuala Kapuas juga di nyatakan bebas dari
jajahan budaya dan tradisi, mereka sudah dalam tingkat memahami moderenisasi,
dan Kapuas juga kota paling Cepat maju nya di wilayah Provinsi Palangkaraya
Kalteng, dari itu pada 2 April 2010 pemerintah Kalteng memendah Avril fans
Fender ke Kabupaten Palampisua untuk di bebaskan mereka, karena Palam Pisua
banyak segakali Budaya yang menjajah dan menghalangi masyarakat maju. Sedangkan
Kepala adat dayak Sampit juga pada 10 April 2010 menyatakan diri bergabung
dengan pemerintah dan Kesultanan Banjarmasin, dan siap membantu pembebasan
Samuda dan Parengian dari budaya yang menjajagh dan minyimpang, dan juga untuk
memugar kembali sekolah yang rusak akibat tidak di gunakan, dan iya akan
berusaha kata nya untuk memajukan wilayah nya, karena iya paham dengan misi
ini, yang bertujuan baik, bukan seperti yang di tuduhkan mereka semua nya kata
nya. Di Banjarmasin dari tanggal 9 September 2010 Kesultanan Banjarmasin dengan
resmi miyarkan siapa saja orang muslim di Banjarmasin yang mengangap malam
Jum’at itu malam para setan maka akan di berikan sangsi, karena dalam kebudaya
Islam malam dan hari Jum’at adalah malam Suci aneh di enditikan dengan malam
setan, mungkin budaya Jawa tersebar di banjar, yang mana mereka percaya malam
Jum’at adalah malam setan’ kita sering melihat nya di TV, Biasa nya judul flim
Horo Indonesia berjudul Malam Jum’at Kliwon, Kuntilanak dan sebaga nya. 26
Oktober 2010 Frons Islam Asean menyatakan kota Martapura telah berhasil di
bebaskan dari ulama yang tidak bertangun jawab serta doktrin-doktrin nya sudah
di hancurkan sama sekali, memang mungkin bisa masih ada yang sesat kata nya di
pojok-pojok Martapura tersebut, tapi kami berani jamin 75% kami berhasil
membensakan nya sudah, sekarang misi nya yang baru, Frons Islam Asean akan
membebaskan orang muslim di Provinsi banjar yang menuhankan kuburan kata Frons
Islam, saekarang di Nafis Amuntai ada kabar kuburan Nafis disebah kata nya,
begitu juga di bagian Tabalong ada kuburan di daerah harung yang juga di
jadikan sesambahan, entah budaya dan tradisi Islam macam apa yang mereka
lakukan itu kata nya. 11 Desember 2010 Avril fans Fender membagikan computer
dan akses internet di pedalam Palam pisau Kalteng, mereka mengajari suku dayak
membaca dan menulis, mengoperasasikan Komputer dan Phonsel, dan juga mereka
membagi televise untuk masyarakat yang di seponsori oleh LG Industri Teknologi,
dan pada fase ini di Rantau pecah konflik besar akibat jalanan rusak, dan dari
sebab itu pembebasan Kandangan dan Barabai terhalangi, pecah nya konflik
tersebut juga terus menyebar kemanan, Sekarang Avril fans Fender menjadi
delima, di suatu sisi mereka bekerja sama dengan Pemerintah, di sisi lain
mereka memimpin pemberontkan terhadap pemerintah Jakata. Dan pada tahun 2011
Rahmah menarik semua Tim nya untuk mendorenisasi, karena di Tabalong pecah
konflik yang memberontkak pemerintah, dan secara resmi pada tanggal 26 Febuari
2011 seluruh angota Avril fans Fender menyulut perlawanan terhadap pemerintah,
untuk juga menuntut hak Ekonomi, sedangkan di Banjarmasin UDB menyatakan perang
juga dengan pemerintah Jakarta, di Tabalong Avril Fans Fender Banjarmasin
mengudeta Bupati Rahman Ramshi hingga jatuh dan terguling, mereka juga
menyerang PT Adaro dan pertamina, belum lagi berkonflik dengan Partai Politik,
dari setu juga tugas moderenisasi dan pembebasan masyarakat dari jajah budaya
dan tradisi terhalangi sepenuh nya, karena hanya pemerintah saja lagi, dan
konflik Avril fans Fender dengan pemerintah berakhir pada tahun 2015 akhir.
Tapi walau begitu daerah Banjarmasin tidak kembali lagi seperti dulu setelah di
tinggal, Banjarmasin dengan sendiri memoderenisasikan diri nya sendiri, dan
yang paling bandal adalah Kandangan dan Barabai, saja lagi, pada Agustus 2012
pemerintah Kalteng membentuk Tim nya sendiri yang direkrut dari kalangan pemuda
pemusik, sedangkan suku dayak yang ada di Perbatasan Tabalong bergabung dengan
Avril fans Fender berkonflik dengan pemerintah Jakarta, Konflik di Kalimantan
yang pecah nya dari 2011 adalah konflik perlawan bersatu padu pemuda
Kalimantan, yang mana jarang sekali para pemuda Kalimantan melakukan hal macam
ini, kebiasa pasti kaum dewasa, namun kita di sini bukan membicarakan masalah
konflik tapi Budaya dan Tradisi, dan pada inti nya, semenjak Avril fans Fender
dalam konflik nya, maka misi terbengkalai, tapi ada untuk nya, pada tangal 5
Juni 2013 Kesultanan Banjarmasin dan Kutai berdamai dengan 11 Kepala adat suku
dayak, yang akibat dari kelompok A tersebut, dan tahun 2013 juga waktu itu
pergantian rezim yang memimpin Kalimantan, dan dari tanggal 5 juni 2013 juga
Kepala suku adat dayak kalteng mengadakan kegiatan mengajari orang kelompok
mereka moderenisasi, bahkan dari beberapa orang kepala suku dayak yang
berpontesi di sekolahkan pemerintah, bahkan menjadi serjana, dan mereka juga di
angkat jadi PS, kepala desa ,mereka masing, dan saya tidak bisa lagi terlalu
banyak memaparkan nya, karena kurangan Imformasi nya, namun jelas nya selama
Vakum nya Avril fans Fender Banjarmasin, tidak ada kelompok mana pun mengatikan
nya, karena memang sulit melakukan nya, hanya pemerintah daerah saja lagi,
namun setelah berakhir nya konflik pada tahun 2015, maka Avril fans Fender
Banjarmasin mulai kembali pada misi nya, di Tabalong Avril fans Fender
Banjarmasin, yang membentuk Tim Karasmin Tabalong bersama Pemerintah baru, yang
selalu menyelengarakan Tabalong Enik yang bertujuan untuk melestarikan Budaya
dan tradisi, serta pemberian pengetahuan lain nya, dan juga pada tahun 2015 juga Polres Tabalong
makin sering mengepung perjudian atas nama budaya dan tradisi di Tabalong atau
perintah pemerintah Provinsi Banjarmasin, sedangkan di Banjarmasin Avril fans
Fender bersama lebaga Budaya dan Tradisi perang melawan Puralisme, begitu juga
di Palangkaraya Kateng, dan setiap tahun nya juga mereka sepakat untuk
mengadakan Tour Festival promosi Budaya dan Tradisi keliling Asean yang banyak
Industri meseponsori nya, yang paling penting adalah perjuangan tidak sia-sia
di lakukan Kelompok-kelompok. Dan di nyatakan dalam pernyatan Avril fans Fender
Banjarmasin bersama Pemerintah di Banjarmasin pada 2 Febuari 2017, hanya
Kadangan, Barabai dan Balangan saja daerah yang gagal di bebebaskan, namun sekarang
mereka masih berusaha membebaskan 3 daerah tersebut, tapi mungkin nanti saya
akan melanjutan tulisan ini, karena Imformasi nya masih di kumpulkan bersama.
Kesimpulan Terakhir
Budaya dan Tradisi bukan untuk di tuhankan,
melaikan untuk di lestarikan keberadan nya, dan sudah sewajar nya kita belajar
dari sejarah nenek moyang kita dulu, yang mana kita harus tahu buruk atau salah
nya nenek moyang kita dulu, dan kita sekarang tidak akan mengulangi kebodohan
atau kesalahan nenek moyang kita dulu, sejarah tidak bisa di rubah, namun masa
depan di tentukan sekarang ini, Masyarakat Kalimantan dulu banyak di jajah oleh
budaya dan tradisi nya sendiri, yang mana menghalangi mereka untuk maju bersaing,
namun orang yang banyak di jajah oleh budaya dan tradisi di Kalimantan adalah
suku dayak, yang mana kelompok ini sangat terpengaruh Hindu dan Bhuda, banyak
cerita dongeng yang di buat-buat saja, yang semua tidak bisa di buktikan,
begitu juga dengan makluk mitologi nya, tidak pernah ada orang yang pernah
melihat nya, jika saja anda pembaca menijau masayarakat dayak di Kalimantan,
maka anda akan tahu begitu rumit nya mitos-mitos yang menjajah diri sendiri,
dari tidak boleh potong kuku hari Selasa, tidak boleh membawa ketan dan telor
malam hari, kecing dan buar besar juga harus permisi sama setan dan jin dan
lainnya, begitu juga daerah Kandangan dan Barabai, tidak boleh menyapu malam
hari membuang reziki, ular di angap jelman setan dan semacam nya, yang semua
mitos-mitos ini tidak ada yang bisa di buktikan, bahkan mereka saja tidak tahu
siapa yang membuat peraturan itu, atau mitos-mitos itu, seperti yang di
nyatakan Avril fans fender di Banjarmasin, kami bukan tidak menghargai petuah
mitos budaya dan Tradisi, tapi kami tidak mau percaya kalau tidak ada bukti dan
dali yang kuat, alasan yang kuat dan tahu siapa orang nya yang membuat petuah
semacam itu, kita ambil contoh dalam Islam, setiap petuah atau hukum dalam
budaya dan tradisi Islam, selalu bisa di pertangung jawabkan, dan masuk akal
sehat, orang yang merewayatkan di tulis, begitu juga Al-Qur’an semua nya jelas
di terangkan dengan nomor ayat nya, judul dan halaman nya, dan sedangkan petuah
mitos yang beredar tersebut tidak ada bisa sedikit pun memberikan titik terang
kebenaran nya, Budaya dan Tradisi macam itu hanya menghalangi kemajuan, membuat
diri bodoh dan terjajah. Bagitu juga dengan puralisme, yang pada inti nya malah
menjadi boomerang tersendiri, Puralime adalah paham menghapus budaya golongan,
dan menjadikan menjadi 1 golongan, jika kita bicara tentang hak dan Keadilan,
Puralisme sama sekali bukan ke adilan, karena berpihak, puralisme yang sebenar
nya adalah, tidak menghapus budaya dan tradisi, tapi semua kelompok harus
saling menghormati budaya dan tradisi masing, tapi yang masuk akal dan bisa di
pertangung jawabkan kebenenar nya, Petuah mitos Budaya dan Tradisi tidak ubah
nya adalah sebuah peraturan yang di buat orang zaman dahulu, yang memakai
otoritas kekuatan hukum agar di taat, apa bila tidak membawa nama tuhan, nabi
dan dewa dan sebagai nya, jadi itu harus di pahami, bukan merendahkan dan
menghina, tapi kita harus belajar dari nenek moyang kita dulu, sesuatu yang
bodoh jangan ditiru dan di ikuti.
Dan mungkin sekian dulu imformasi yang saya bisa
berikan pada anda para pembaca. Dan kita bertemu lagi di lain epesodi tulisa
saya yang baru nanti.
Terima kasih telah membaca nya semoga berguna untuk
anda.
Mohon maaf bila ada kekeliruan dalam tulisan saya di
atas.
FROG GOZILLA
Ketua Organisasi Alternativ Rock Numetal Comnty Tato88
Tanjung Tabalong yang bergerak memajukan pendidikan di Banjarmasin Aceh dan
Indonesia.
Organisasi ini juga sangat aktiv di industri musik
Rock Endergrond,
simbol organisasi
Avril Lavigne



