Translate

Senin, 17 April 2017

Masyarakat Yang Di Jajah Budaya Dan Tradisi



Masyarakat Yang Di Jajah Budaya Dan Tradisi

WELCOME BLOGGER FROG GOZILLA
Terima kasih pada anda para pembaca yang sudah mau melungkan waktu berharga anda hanya untuk membaca tulisan saya 

Pendahuluan
Gambar Avril fans Fender Jurnalis, Repoter, Redaksi Kantor Berita Kanada Banjarmasin

Tulisan ini saya bisa pertangung jawabkan kebenaran nya, dan tulisan ini juga di bantu penulisan oleh Kawan-kawan Avril fans Fender Banjarmasin. Dan tulisan ini di tulis dari hasil penelusuran langsung di lapangan atau lokasi, serta memwawancarai masyarakat yang ada di lokasi daerah penelitian kami, dan tulisan ini juga di dapatkan dari banyak tokoh-tokoh narasumber nya, serta dari tokoh-tokoh masyarakat dengan Ormas nya yang terlibat dalam hal ini dalam diskusi bersama di kantor berita Kanada Banjarmasin.
Tulisan ini membahas masalah penjajahan secara budaya dan tradisi, atau penjajahan kelompok orang terhadap kelompok lain nya secara mengatas namakan budaya tradisi, singkat nya apa bila mereka berkata dalam masyarakat untuk sebuah hukum buatan mereka yang kurang jelas tersebut untuk memperkuat kepercayan orang banyak maka di bawalah nama budaya dan tradisi itu agar perintah dan sebagai nya itu didengarkan orang, dan ini hanyalah adalah satu contoh saja, dan banyak lagi bentuk penjajahan secara atas nama budaya dan tradisi ini, yang mana bersifat radikal dan feodalisme, yang kadang membatasi sosial moderenisasi yang berkembang di masyarakat luas. Dan tulisan ini akan membahas nya secara singkat padat dan berisi mengenai masalah ini.
Dan tulisan ini sengaja merahasikan nama tokoh masyarakat, tokoh pemerintah dan ormas-orams yang terlibat dalam penulisan ini, yang mana hal tersebut sudah kesepakatan bersama setelah membaca ulang texs tulisan ini sebelum, di terbitkan baik menjadi buku atau pun artikil di Internet, dan tulisan ini juga tidak merahasikan nama, baik nama tokoh masyarakat atau pemerintah dan ormas-ormas yang tidak meminta kami merahasikan nama mereka dalam tulisan ini.
Tulisan ini sudah di terbitkan menjadi sebuah buku, oleh media Industri berita dan music Rock Alternativ Kantor berita Kanada Banjarmasin. Dilarang keras mengcopy ulang tulisan ini tanpa ada izin dari avril fans fender Banjarmasin dan pemerintah daereh Banjarmasin, dan pelangaran akan hukum ini akan di sangsi hukum yang berlaku oleh pemerintah Indonesia yang sesua undang-undang hukum pancasila.
Dan tulisan ini di tulis dengan bahasa melayu banjar, atau seluruh artikil dalam blogger ini di tulis dengan bahasa melayu banjar yang tercampur bahasa Indonesia murni. Karena saya tidak pasif berbicara bahasa Indonesia murni, namun saya pasif betul berbicara dengan bahasa melayu banjar. Dan kata kalimat dalam penulisan ini memakai kata kalimat kasar, karena begitulah bahasa melayu banjar, jadi mohon kebijakan anda pembaca jika ada kekeliruan dalam tulisan ini, karena bukan maksut kami untuk begitu, karena orang luar Kalimantan pasti akan menilai kata bahasa banjar ini radikal, kerena bigitulah tutur orang Kalimantan kusus banjar berbicara dalam keseharian nya.

Masyarakat Yang Di Jajah Budaya Dan Tradisi

Gambar diskusi Kesultanan Banjarmasin, Frons Islam Asean dan seluruh kelompok ormas dayak Kalimantan dengan Avril fans fender Banjarmasin. 

Kota Banjarmasin adalah sebuah kota yang terletak paling selatan di pulau Kalimantan, dan kota Banjarmasin, atau dalam sejarah di kenal dengan nama Bandar masih ini adalah pintu gerbang masuk pulau Kalimantan di bagian selatan Kalimantan, Sebelum Kesultanan Banjarmasin di dirikan, di daerah tersebut adalah daerah kekuasan Majapahit di Kalimantan, yang di kenal di zaman prahindu bhuda dengan Negara daha, atau Negara Diva, yang seiring melemah nya Majapahit oleh sebuah kesultanan tanah Jawa sendiri yang di kenal dengan kesultanan Demak, yang mana demak terus mengeruti Majapahit itu, berseleng lepas nya Sumatera dari pengaruh Majapihit tersebut, dan hal tersebut juga memancing orang melayu yang tinggal di pesisir sungai barito Kalimantan, yang dikenal dengan kampong oloh masih oleh suku dayak yang kelak akan berubah menjadi Banjarmasin, yang mana orang melayu ini mulai merebut daerah tutorial Majapahit di Kalimantan, yang di pimpin seorang patih dari Sumater, yang bernama Patih Masih, dari larangan membayar umpeti dan sebagai nya, dan bertemu nya Patih masih dengan Pangeran Samudara, seorang pangeran dari dinasti Negara daha yang angkat kaki dari Istanan nya karena perebutan kekuasa tersebut, dan pertemuan Patih Masih dengan Pangeran Samudara ini yang tidak pernah di sangkan adalah pertemuan paling bersajarah, yang merubah secara keseluruh Kalimantan, yang mana Patih masih di Kuin Oloh Masih mengangat pengeran Samudara menjadi Raja, yang mana memancing perang terehadap Negara Daha, yang di pimpin paman Temengung, yang mana paman temengung adalah paman asli Pangeran Samudara sendiri, Kesultanan Demak yang melihat ini pun ada niat nya untuk membantu Pangeran Samudara, yang mana dalam perjanjian jika banjar menang, maka Pangeran Samudara harus masuk Islam, persaratan yang di mintan Demak pun di turuti pengeran samudara, maka banjar menang, dan masuk Islam lah Pangeran Samudara, dan raja banjar pertama yang beragama Islam, yang di berinama Islam dengan nama Sultan Suriansyah, dan mendirikan mesjid pertama di banjar, yang mana Sultan Suriyahsyah ini lah yang dengan anak cucu nya merubah Kalimantan, yang mana mereka sangat kuat menyebarkan Islam yang berujung konflik dengan suku dayak Kalimantan, dan dinasty inilah yang membuat daerah Banjar atau Kalimantan selatan menjadi daerah paling kontroversi, yang mana kota ini adalah sebuah kota pelabuhan yang menjadi pusat perdagang Kalimantan, dan wilayah yang punya tingkat moderenisasi paling tinggi di Kalimantan, dari awal berdiri nya sebuah pemerintah Islam di Kalimantan, Kesultanan Banjarmasin ini sejak berdiri nya sudah merubah banyak budaya dan tradisi orang Kalimantan hampir kesuluruhan, Islam adalah agama resmi Negara, dan bahasa melayu adalah bahasa resmi yang di pakai masyarakat Kalimantan hingga kini, dan apa pun yang terjadi di banjar ini maka akan mempengaruhi semua wilayah Kalimantan, baik yang daerah tunduk pada nya, atau daerah yang mengobarkan perang dengan nya, karena hubungan kesultanan banjar dengan banyak pendatang asing lah yang membuat dampak sosial tersebut, yang mana kemajuan moderenisasi sangat cepat sekali, penguasan militer secara garis besar, yang pada militer di titikan pada kekuatan persajatan ketimbang pengharapan terhadap perlidungan oleh dewa-dewa orang dayak zaman dulu, dan karena itu lah dia menjadi seubuah kekuatan di Kalimantan, karena kekuatan militer semacam itu ada akibat Islam, yang mana Islam mengutuk para dewa, dan tuhan hanya satu saja, dan apa bila percaya sebuah petuah yang tidak ada dalam Al-Qur’an dan Hadis maka itu akan di kutuk kafir, dan Al-Qur’an ini lebih memberikan pengarahan kepada sesuatu yang nyata jika ingin kaya itu harus berjuang dan berusaha, dan maka dari itu Kesultanan banjar berjuang dengan nyata, yang tidak pernah mau percaya lagi dengan sebuah petuah budaya dan tradisi yang di berlakukan nenek moyang nya sebelum Islam ada di Kalimantan, dan yang mana Kesultanan Banjarmasin berjuang untuk memoderekan masyarakat Kalimantan, namun sayang hal tersebut menuai perang yang panjang sekali terjadi, hingga era penjajah belanda, dan sampai sekarang ini.
Tulisan ini bukan untuk menuliskan sejarah, namun saya menuliskan sejarah ini untuk anda pembaca tahu dengan jelas dari mana apa yang di masuk dengan Judul Masyarakat yang di jajah budaya dan tradisi ini, dan hal moderenisasi yang di lakukan bukan lah hal baru di Kaliamantan, misi moderenisasi yang di picu oleh agama Islam itu sudah ada di 4 abad yang lalu sudah, yang menuia konflik panjang hingga Era moderen, karena kelompok banjar tidak pernah lelah dan berhenti melakukan moderenisasi nya tersebut, meski mereka perang dengan kelompok masyarakat Kalimatan lain nya, yang fanatik dengan mitos-mitos petuah budaya dan tradisi tersebut, dan korban jiwa atas konflik ini menurut sejarah yang tercatan di berbagai bekas kekuasan kerajan di Kalimantan tidak sedikit, dan ini juga sebab paling utama yang banjar di tuturkan oleh ahli sejarah Kalimantan, yang disebutkan nya adalah pemicu Ivansi orang melayu terhadap tanah-tanah dusun dayak, yang menetang akan mitos tersebut, terjadi lah perang, yang membuat suku dayak mundur ke padalaman hingga ke area pengunungan meratus tersebut, bagai mana suku dayak tidak mundur, yang semua orang tahu dalam sejarah Kalimantan bagai mana tentara militer moderen dengan senjata moderen yang di dukung banyak Negara Islam tersebut mengivansi Kutai Kartangera, yang mana gempuran tersebut membuat lumpuh nya dayak kutai Kalimantan Timur, dan di mulai lah juga era Islam di Kutai tersebut. Saya tidak bermaksut untuk mengangungkan atau mendewakan Banjar, atau bermaksut mengucilkan pihak yang lain dalam penulisan ini, namu yang juga perlu anda ketahui, dulu tulisan seperti tulisan saya ini di larang di banjar, karena di angap poprokasi konflik, yang mana ini akan menyingung secara kesulurahan suku dayak dan banjar tersebut, namun setelah di adakan nya sosialisasi antara pihak kelompok yang berkonflik baru-baru ini, maka tulisan seperti saya yang mengunkapkan hal ini tidak lagi di angap berbahaya dan poprokasi masa, yang mana pertemuan kelompok tersebut terejadi di Sumatera Barat minagkabau, dalam 2 kali pertemuan yang di lakukan pihak dayak setuju dengan kelompok banjar tersebut, tentang moderenisasi tersebut, dengan di jelaskan nya secara mendatail apa yang di masuk kelompok banjar dengan moderenisasi sosial tersebut, yang mana di anggap suku dayak adalah menghilangkan budaya dan tradisi, suku dayak juga mengangap kelompok banjar yang mengapanyekan moderenisasi tersebut yang di angap dayak adalah penjajah terhadap budaya tradisi suku dayak tersebut, yang mana kadang kala juga di angap penyebaran agama islam dengan bukus baru, yang mana di maksut kelompok banjar, yang mereka perangi dan ingin di ajarkan adalah masalah menghilangkan jajahan mitos budaya dan tradisi, bukan menghilangkan budaya dan tradisi, yang mana semboyan kelompok ini berbunyi Budaya dan tradisi bukan untuk di tuhankan, tapi untuk di lestarikan, agar generasi berikut nya tahu, dan dapat memahami nenek moyang nya, dan juga tahu baik buruk nya nenek moyang dan dapat belajar dari kesalahan nenek moyang agar kelak di masa depan tidak mengulagi lagi kesalahan yang di lakukan nenek moyang nya yang membuat bangsa terjerumus dalam lebah terhina tersebut.
Banjarmasin adalah kota kecil, jika di bandingkan dengan kota lain nya di Kalimantan, masih besar Balikpapan dari pada Banjarmasin, namun ada yang tidak di miliki kota lain tapi di miliki oleh Banjarmasin, ya itu cepat nya moderenisai kemajual social, dan kaut nya budaya dan tradisi melayu terpengaruh islam tersebut, yang membentuk budaya baru membetuk masyarakat banjar, dengan bukti nyata, lebih dari 60% seluruh wilayah Kalimantan berkomunikasi secara umum memakai bahasa melayu banjar, dan lebih dari 80% penduduk Kalimantan beraga Islam, yang mana melayu atau non melayu yang jika dia Bergama Islam dan berbicara bahasa melayu meski dia dayak maka orang luar Kalimantan salah satu nya jawa maka mengenal dan mengatakan orang tersebut adalah orang banjar meski iya bukan orang banjar, bahkan orang jawa muslim yang menetap di Kalimantan, maka lambat laun iya akan menjadi melayu banjar, itu tidak bisa di pungkiri lagi, karena sudah di buktikan secara nyata, dan atas dasar itu mengapa para pengamat menilai nya kota Kecil Banjarmasing yang memiliki apa yang tidak di miliki kota lain di Kalimantan yaitu kuat nya budaya dan tradidi Islam mereka tersebut, meski merek bukan lah seorang muslim yang fanatik terhadap Islam tersebut, dan kota banjar ini juga yang paling sereng mengobarkan perlawanan terhadap pemerintah Jakarta dari berawal di dirikan nya Negara Indonesia, yang mana banjar tercatat lebih 4 kali ingin keluar NKRI, dan maka dari itu pemerintah Jakarta tidak mengagap remeh mereka walau kota kecil, dan Kesultanan banjar yang mempertahankan ligitimasih nya hinga sekarang, meski kadang di nila Negara dalam Negara, dan keberadan Kesultanan Banjarmasin yang hingga sekarang ini lah, yang membuat misi yang dari dulu terjadi moderenisasi masyarakat yang terjajah budaya dan tradisi ini lah terus ada, dalam  bejalan nya waktu misi ini berganti-ganti nama, dan nama-nama yang besar saja kami akan tuliskan, yang mana di mulai nya dari era setelah angkat kaki nya belanda dari Kalimantan, yang mana misi ini dikanal dengan nama Revolusi Islam Banjar 1, namun juga dikenal dengan nama Revolusi Industri Islam Banjarmasin, dan jika anda ingin lengkap mengetahui hal tersebut anda bisa pergi ke toko buku atau perpustakan cari buku yang berjudul Revolusi Islam Industri Banjarmasin 1, yang umum di katahui orang yang terlibat Kelompok ini adalah Pangeran Haji Mohammad Nor, atau gubernur pertama Provinsi Banjarmasin, yang mana era nya iya berhasil membangun Pembangkit listrik paling besar, yang dikenal dengan pembangkit lestrik riam kanan, yang memasuk listrik untuk dua Provinsi sekaligus, yaitu Kalsel dan Kalteng, hingga era Orde Baru, yang orang banjar memberontak lagi setelah lepas nya pemberotakan Ibunu Hajar, kepada pemerintah Jakarta, untuk membangun Jembatan paling panjang di Kalamantan ya itu Jembatan Barito, dan secara garis besar Revolusi Islam Industri Banjarmasin itu di adakan juga yang awal kembali nya di rencanakan untuk membebaskan orang muslim melayu banjar, yang mana sudah mulai terpengaruh nya mereka terhadap mitos-mitos suku dayak yang di bantah Kesultanan Banjar tersebut, yang di angap juga sarat akan peraktik perdukunan tersebut, yang membawa masyarakat dalam kekafiran tingkat tinggi, yang di nyatakan kelompok pembela banjar hal tersebut terjadi dari akibat kelemahan Kesultanan Banjarmasin, sejak Istana mereka di tembak hancur Belanda di banjar lama, atau Bandar masih, yang pada ahkir nya Istana di pindahkan ke Martapura, hingga pada era sultan Adam yang mana istana banjar di kausai Belanda, kelompok banjar ini terpaksa masuk pedalaman Kalimantan, dan disini lah yang di nyatakan kesalahan tersebut, masuk nya kelompok banjar ke daerah tanah dusun dalam ke adaan kalah tersebut maka mau tidak mau mereka terpengaruh budaya nya, yang mana menghilangkan sipat moderenisasi soscial, yang di angap kembali ke masa babar-babar nya Kalimantan, yang di sebutkan dalam diskusi kelompok banjar di Kantor berita Kanada pada 15 Ramadhan tahun 2008 lalu. Perlu diketahui gerakan yang pertama secara resmi di mulainya, setelah beberapa tahun pasca pemberontakan Ibnu Hajar, yang mana Banjarmasin saat itu dingin sudah dari panas nya pemberontakan tersebut, dan kelompok revolusi tersebut aman melakukan misi nya, yang mana misi di mulai mereka dari daerah pahuluan banjar, atau benua enam tepat nya kelompok ini memulai misi pembebasan penjajah budaya dan tradisi di masyarakat ini di daerah Kadangan, yang di kodekan mereka dengan sebutan misi Revolusi malam sunyi, yang mana daerah kadangan ini adalaah daerah paling radikal dan feodalisme, yang mana daerah ini paling tinggi kasus pembunuhan yang berlatar penjajahan budaya tradisi. Sekali lagi saya jelas pada anda, yang di maksutkan kelompok banjar ini penjajahan budaya tradisi yang harus di perangi adalah penjajahan budaya tradisi yang kebanyakan berbentuk mitos atau petuah feodalisme, yang mana ada kelompok masyarakat terpengaruh budaya tradisi yang merusak dan memperlambat kemajuan moderenisasi pendidikan sukeler, yang missal nya contoh, kata orang bahari tidak boleh memotong kuku atau memangkas rambut hari selesa, dan ini adalah bentuk mitos budaya tradisi yang menjajah masyarakat, yang mana mitos budaya dan tradisi ini tidak bisa di pertangun jawabkan, karena di pertanyakan oleh kelompok revolusi, siapa yang membuat petuah mitos tersebut, masyarakat tidak bisa menjawab nya, jika anda islam maka anda tahu Islam tidak mengajarkan itu, dan jika anda mengatakan mitos tersebut berasal dari kesultanan Banjarmasin, Kesultanan Banjarmasin adalah kerajaan Islam yang membantah hal tersebut, jadi mengapa kalian harus takut memotong kuku dan rambut kalian hari selasa, dan tidak ada nya bukti bahwa apa yang kalian takut itu terjadi kan sekarang, masyarakat menjawab iya, nah kata kelompok revolusi jadi berhentilah sudah percaya hal yang tidak jelas, tidak bisa di pertangung jawabkan kebenaran nya, dan menjajah kalian, dan menghalagi kalian untuk maju. Nah jadi itulah yang di sebutkan atau yang di maksut mitos budaya dan tradisi yang menjajah masyarakat, yang mana kelompok revolusi memandang itu harus di basmi, karena sudah saya katakan, tidak ada ajaran dalam kebudayan Islam banjar percaya hal semacam itu, dan yang harus di pecayai jika saja sebuah dalil yang menjamin yang bisa di pertangun jawabkan ada, maka itu tidak di angap oleh kelompok revolusi sebuah petuah mitos budaya tradisi yang menjajah ke bebasan masyarakat untuk maju menjadi moderen seperti yang lain nya, namun maju dan moderen tersebut juga tidak boleh lupa dari mana iya berasala, dan budaya dan tradisi yang bisa di pertangun jawabkan itu harus di jaga dan lestarikan nya.
Setelah berminggu-minggu kelompok revolusi melakukan misi di kandangan, maka mereka sudah menuai konflik yang bengitu mengerikan, yang mana mereka ini harus menghadapi kelompok radikal dan feodalisme sekali, yang di pimpin oleh para sakte-sakte kelompok perdukunan kadangan, yang tidak terima misi pembebesan kelompok revolusi 1 tersebut, yang mana kelompok revolusi 1 itu menghimbau masyarakat Kandangan jangan percaya dengan hal yang tidak bisa di pertangunjawab kebenaran nya, seperti kekebalan, dan jenis Ilmu Kebal debus dan semacam nya, dan tidak tanggung kelompok yang dilindungi militer banjar ini menentang orang yang mengaku kebal senjata di Batalion Kadangan, yang mana mereka menyurukan jika ada masyarakat yang merasa diri kebal senjata datang ke Batalion kami ingin melihat nya dengan kebanaran yang sejarti, seorang pemberani datang ke Batalion, dan kelompok revolusi 1 meminta iya membutikan nya dengan dia sendiri yang menebaskan sebuah parang ke badan nya sendiri, dan pria itu melakukan nya, hasil nya iya terkapar dan mati tanpa sedikit pun pihak revolusi 1 menolong nya untuk mengantar ke rumah sakit, dan itu lah hal yang memicu konflik pihak revolusi dengan banyak satkte perguruan di Kandangan, yang mana permusuhan tersebut di menangkan oleh pihak revolusi yang di dukung oleh pemerintah daerah tersebut, dan bukan pemerintah daerah saja yang mendukung mereka tapi pihak kelompok ormas muslim juga, yang mana Revolusi 1 ini berhasil menumpas banyak sakte di Kadangan, dan mendirikan sekolah-sekolah SD di pedalaman Kadangan, mereka mengajari orang membaca, menulis berhitung, dan kemajuan lain, mereka juga memberikan modal kerja pada masyarakat Kadangan kala itu untuk bersama membangun Idustri rumahan, yang mana mereka berhasil membangun Industri kuliner Katupan kadangan dan dodol Kadangan.
Dan atas keberhasilan nya juga kelompok ini di berikan penghargan lembaga Budaya dan Tradisi pemerintah Republik Indonesia kala itu, dan kelompok ini juga benar-benar kuat sekali dalam perjuangan nya, yang mana hampir semua angota kelompok ini adalah anak didik Ibnu Hajar, yang di gambarkan oleh pemerintah Jakarta adalah pemberontak, namu di banjar iya adalah pahlawan masyarakat yang memperjuangkan otonomi daerah dari penjajahan pemerintah Jakarta kala itu, dan pada tahun 1958 tanggal 18 April kelompok ini membangun sangar budaya dan tradisi di Kandangan, yang di maksutkan untuk menjaga budaya dan tradisi orang Kandangan tidak hilang di makan zaman, dan member tahukan sejarah budaya dan tradisi orang kandangan yang asli yang sesua tertulis di hikayat kesultanan Banjarmasin, yang mana Orang Kandangan zaman Kesultanan Banjarmasin, bukan orang yang percaya mitos petuah semacam itu, karena mereka orang muslim yang mengutuk itu, dan yang mana orang Kadangan juga orang yang maju di era Kesultanan Banjarmasin dulu, yang mana orang Kandangan zaman dulu sudah pandai membuat senjata untuk prajurit kesultanan Banjarmasin, yang hanya karena Belanda menghancurkan keraton banjar saja, maka mereka terpengaruh suku dayak tersebut, yang sangat radikal dan bar-bar sekali. Dan kelompok ini juga sesudah selesai nya sangar Budaya Tradisi di Kandangan di Bangun mereka, maka mereka membuat misi baru lagi, yang mana misi tersebut menyeleksi para pemuda berprestasi di sekolah Kandangan, yang mana pemuda tadi akan di tarik mereka dan di kirim Ke Banjarmasin, lalu di sekolahkan sampai jadi serjana, dan nanti mereka pulang harus mampu mendidik dan memajukan Kandangan tersebut, dan yang penting mampu mengantikan mereka kelat jika kelompok revolusi 1 ini di pindah tugas oleh Kesultanan Banjarmasin dan Aceh. Namun sebelum tugas mereka berahir di Kandangan mereka memperluas wilayah mereka untuk melakukan misi, kelompok ini masuk Barabai, yang mana mereka juga perang sengit di Barabai ini, mereka melakukan hal yang mereka lakukan di Kandangan, dan memperlakukan nya juga di Barabai, yang mana setelah ribut itu gempar, maka Kesultanan Banjarmasin tahu, dan maka itu juga Kesultanan Banjarmasin tersebut memerintahkan pada kelompok ini, Moderenisasikan mereka saudara kita Barabai, kami akan mingirim tim tambahan dari Sumatera untuk membantu Kalian, atau Kalian tinggalkan saja Kandangan tersebut, dan ligitimasih nya serahkan pada Tim yang kami kirim dari Sumatera untuk membantu Kalian, karena Kesultanan Banjarmasin tidak percaya tim baru melakukan apa yang sudah kalian buktikan di Kandangan tersebut.
Dan secara garis besar Kelompok ini berpindah ke Barabai, dan hanya meninggalkan kawan-kawan tim 2 atau 3 orang saja lagi di Kandangan untuk memberikan arahan pada tim baru dari Sumatera untuk bertugas di Kandangan tersebut. Dan awal dari kelompok ini di Barabai hanya menyewa sebuah rumah saja di Barabai untuk di jadikan Kantor Mereka, dan setelah nya memulai tugas pembebasan penjajahan Budaya dan Tradisi yang tidak jelas tersebut, dan memerdekan masyarakat Barabai, mereka di Barabai dalam tugas nya, pertama mendatangi semua sekolah yang ada di Barabai untuk mengetahui apa saja yang di ajarkan mereka pada anak-anak di Barabai ini, dan setelah beberapa minggu penyelidikan di Barabai yang mereka Lakukan tersebut, maka mereka menemukan jawaban mengapa orang Barabai ini sangat lambat sekali moderenisasi nya, radikal dan bar-bar sekali, tarnyata para ulama Islam yang punya pengetahuan sealakadar nya itu lah penyebab nya hal tersebut, dan terpangaruh nya orang barabai dengan Dayak Birayang melayu yang ada di Birayang dulu, dan maka dari itu Kelompok Revolusi ini pada tanggal 16 Maret 1959 meminta semua guru sekolah dan ulama di Barabai untuk datang ke tempat mereka tentukan tersebut, ya itu di depan Batalion Barabai, karena untuk mencegah hal yang tidak di inginkan hal tersebut di lakukan di depan Batalion tersebut. Setelah berkumpul nya masa guru di depan Batalion, tidak terlalu lama menunggu juru bicara Kelompok Revolusi berdiri dan langsung ceramah yang membuat semua menjadi panas sekali, yang jika bisa di gambarkan, kelompok itu menabu genderang perang dengan para tokoh masyarakat dan ulama Islam, yang mana mereka menuduh dengan bukti nya Ulama Barabai dan Suku Dayak Birayang sudah melakukan doktrin Budaya dan Tradisi untuk kepentingan nya, dan menyesatkan banyak orang dalam lembah kesesatan sama sekali, yang mana para Ulama Barabai di angap nya jauh melencing dari Al-Qur’an dan budaya tradisi Islam Kesultanan Banjarmasin, para ulama menjual ayat-ayat suci Al-Qur’an yang berbentuk zimat, mereka juga mengatas nama kan Bagindan Rasululah Nabi Muhammad, dengan cara pembuatan Hadis baru tersebut yang mana Hadis tidak ada dalili nya dan berlawanan dengan paham Islam secara nyata. Dan setelah menuduh Ulama Kelompok ini menuduh suku dayak birayang melayu tersebut, yang mana kelompok ini mengatakan, bahwa Suku Dayak Birayang telah mengatas namakan budaya tradisi suku dayak sendiri demi beberapa kempentingan nya pada masyarakat luas Barabai, yang mana Dayak Melayu ini membuat-buat mitos petuah yang tidak bisa di pertangung jawabkan kebenaran nya, yang mana mitos tersebuat untuk menankuti masyarakat untuk mematuhi apa yang kelompok kalian ingginkan, yang model nya jika sakit berobat ke paraktik perdukunan kalian, bukan menuju rumah sakit atau pukesmas, dan jika bermusuhan juga minta perlindungan terhadap kalian, bukan minta perlidungan ke pada Polisi yang jelas bertangunjawab atas hal tersebut, kalian dayak juga sudah meradikal para pemuda dan menyuburkan tindakan criminal kelas berat, yang mana kalian mengkalaim diri kalian bisa memberikan banyak Ilmu gaip, seperti debus dan yang lain nya, yang mana juga pemuda datang pada kalian, yang akhir nya mereka berkelahi atas keyakinan yang kalian buat ya itu ilmu debus, maling perampok sebelum melakukan aksi nya harus bertemu kalian untuk minta Ilmu lalu merampok toko emas dan yang lain, dan kami peringkatkan pada kalian semua, di hitung dari besok, selama 10 hari kami berikan kalian waktu untuk merubah ke gilaan kalian ini, dan kelompok mana pun atau siapa pun dari kalian semua dalam 10 hari tidak berubah maka kami akan mengunakan cara kami agar kalian ini semua sadar dari lembah kesesatan ini. Dan saya tidak perlu menuliskan kejadian setelah ceramah yang di lakukan oleh kelompok Revolusi 1 ini, karena sunguh sangat tidak pantas sekali di beberkan kejadian tersebut di publikasikan, yang mana akan mempermalukan suku dayak, yang mana setelah ceramah itu adalah awal perang panjang antara kelompok dayak dengan kelompo Revolusi, yang berujung di menangkan kelompok Revolusi dengan bergabung Batalion Barabai untuk menyapu bersih mereka. Karena suku dayak jelas tidak terima dengan ceramah yang sangat mencerahkan dan memajukan mereka itu. Pristiwa tersebut menelan 6 korban tewas dari Kelompok dayak itu sendiri, dia berlaga kebal senjata api di hadapan Kelompok Revolusi 1 dan Batalion, yang mana dengan ringgan nya Batalion mengarahkan senjata pada arah yang mengejek minta tembak tersebut, kelompok Revolusi mengepong 4 hari suku dayak dari kota barabai dan berhenti di pengunungan meratus atas perintah kesultanan Banjarmasin Aceh, dan para ulama Islam yang melawan dan membangkang di tangkap dan di kirim ke Martapura, untuk di didik ulang oleh ulama Islam yang benar-benar paham akan Budaya dan Tradisi Islam tersebut, yang tidak bertentangan dengan moderenisasi dan pemerintah, serta melarang keras meradikal orang yang berujung pemberontakan kelompok pada kelompok lain atau pemerintah. Setelah 5 bulan bertugas di Barabai kelompok ini juga melakukan hal yang sama dengan apa yang mereka lakukan di Kandangan, yang mana mereka membangun sagar Budaya dan tradisi, yang di tujukan untuk melastarikan Budaya dan Tradisi, dan juga untuk supaya budaya dan tradisi tidak di jadikan alat untuk penjajahan orang dan demi kepentingan diri sendiri yang berujung penyesatan masal pada orang, dan untuk kelompok dayak birayang yang mereka tangkap dan di bawa ke Banjarmasin untuk di didik supaya pintar, belajar berhitung, membaca, dan juga menyetir mobil, mengenderai motor, dan membungkar mesin agar bisa membuka usaha bengkel di masa depan jika Kesultanan Banjarmasin membebaskan nya nanti, yang tujuan agar mereka ini nanti mendidik kawan-kawan nya di desa di mana suku dayak ini tinggal, dan atas kerja baik nya tim Revolusi dan Batalion kembali di berikan pengharkan dari 2 pemerintah sekaligus, ya itu pemerintah daerah dan pemerintah Jakarta, yang mana mereka dari awal di tugas kan selalu berhasil, dan hal yang selalu di inggat orang di Barabai adalah bagai mana Kelompok Revolusi dan Batalion Barabai itu dalam 4 hari mengepong suku dayak Barabai, dan pengepungan itu juga membuka mata hati Orang Barabai, bahwa mereka di jajah oleh Budaya dan tradisi yang sudah jelas tidak bisa di pertangung jawabkan kebenaran nya, yang petuah tersebut hanya buatan oleh pihak yang tidak bertangung jawab saja, dan masyarakat Barabai melihat sendiri dengan mata kepala nya, yang mana para suku dayak, yang mengaku kebal dengan senjata, bisa terbang dan yang lain nya, mati terkapar dalam pengepongan tersebut.
Dan dari peristiwa pengepungan dayak Birayang di Barabai, kabar yang cepat terbawa ke Kalteng pusat suku dayak, yang mana suku dayak sudah mulai menabu genderang perang nya, namun mereka tidak berani menyerang nya, karena masih masuk daerah Kalsel bukan Kalteng, yang mana mereka tahu, jika mereka dayak Kalteng menyerang nya, mereka dayak sadar bahwa mereka bunuh diri, yang jelas lascar Islam Antasari di batalion tak akan berdiam melihat nya, yang perang zaman sejarah akan terjadi, yang mana suku dayak banyak sekali kehilangan prajurit nya, akibat prajurit kesultanan Banjamasin bersenjata moderen sekali, yang suku dayak hanya bersenjata sumpit dan Mandau saja. Dan setelah berada lebih 1 tahun Kelompok Revolusi 1 di Barabai, Kesultanan Banjarmasin memindahkan nya ke Amuntai hulu sungai utara, yang mana di daerah Amuntai inilah terjadi Konflik, yang mana Kelompok Revolusi 1 melakukan kembali pemberontkan terhadap pemerintah Jakarta, untuk memerdekan Tabalong, yang mana daerah Tabalong adalah daerah paling kaya sumber alam nya di Provinsi Banjarmasin ini. Tahun 1960 bulan Sepetember Kelompok Revolusi dengan resmi melakukan tugas nya di Amuntai untuk membebaskan masyarakat Amuntai dari pengarung penyesatan penjajah secara budaya dan tradisi tersebut, dan yang mana mereka sudah menyelediki di mana salah jadi itu terjadi di Amuntai, ya itu para kaum ulama dan guru Islam lain nya yang punya pengatahuan agama yang ala kadar nya tersebut, dan di Amuntai kala itu ada 3 macam Islam, pertama Islam golongan suni, 2 Islam golongan Muhammadiyah, dan ke 3 Islam Syiah, yang mana kelompok ini juga bisa bertikai. Di mulai nya oleh Kelompok Revolusi dengan mengumpulkan semua golongan Islam, dan tokoh tetua masyarak nya di pusat kota Amuntai, yang mana secara lantang Kelompok Revolusi 1 menyerukan semua golongan Islam bersatu tanpa ada aliran tersebut, yang mana sudah di ketahaui Islam murni itu tidak punya aliran, Islam hanya 1, ya itu Islam yang berpedoman Al-Qur’an hadis saja, tidak ada yang lain, nabi Muhammad tidak mengajarkan Islam itu bergolongan, dan siapa saja dalam 1 minggu tidak menghentikan ini maka kata Kelompok Revolusi mereka akan bertindak dengan cara mereka sendiri, dan mereka yang menyembah kuburan Pangeran Suryanata yang mengaku Islam tersebut sudah bukan lagi Islam, mereka semua melakukan penyesatan terhadap orang banyak, yang mana menyebarkan mitos dan segala nya, tanpa ada dalil nya sama sekali, mereka juga menghambat moderenisasi, membuat malas para pemuda untuk sekolan di lembaga pemerintah, kami memberikan 10 hari waktu untuk kalian, jika kalian mendengar kabar bagai mana Barabai yang sudah kami gempur tersebut, namun tidak menunggu sampai 10 hari, tapi hari itu juga keributan langsung pecah, yang mana para ulama melawan nya, dan berujung ke menangan kelompok revolusi 1, mereka menangkap para ulama yang melawan, dan mingirim nya ke Martapura untuk di didik ulang, mereka juga mengambil alih pesantren di Amuntai, dan atas dasar tersebut Amuntai di bawa pengawasan mereka sangat maju dengan pesat sekali, dan lebih maju dari Kandangan dan Barabai, pendirian Industri pun di mulai nya di Amuntai, Industri pertenakan di Alabio Amuntai pun di dukung mereka agar cepat maju, kelompok Revolusi mendatangkan orang pintar mengenai pertenakan dari Jakarta di tugaskan mereka di Amuntai untuk memajukan Amuntai tersebut, dalam waktu 8 bulan Amuntai menjadi sebuah Kabupaten Industrial luar biasa sekali, yang paling penting adalah mencengakan orang banyak sekali, dan kemajuan pesat Amuntai ini lah berujung pemberontakan Kelompok Revolusi kala itu, dan di Amuntai ini lah yang awal di bubarkan nya Kelompok Revolusi oleh pemerintah Jakarta, dengan genjatan senjata nya. Berawal dari penelitian Kelompok Revolusi yang berada di Kalua Amuntai, yang mana mereka ini meneliti Kelompok dayak di Tabalong Tersebut, yang mana mereka mencium bau penjajahan pemerintah Jakarta di Tabalong, yang mana Pertamina menguras isi perut bumi sarabakawa itu tanpa melakukan pembangunan di Tabalong, sekolah-sekolah tidak ada, masyarakat miskin hanya berkebun saja, maka dalam konfrinsi rapat di Amuntai yang di buka kelompok revolusi dengan tokoh pembuka masyarakat yang telah di didik nya tersebut, yang mana mereka sepakat untuk menunjuk Pak Usman Dotrong menjadi kepala nya dalam pemberontakan tersebut, niat mereka adalah ingin menuntut Otonomi daerah untuk Tabalong tersebut, dan secara sepakat ingin melepaskan Tabalong dari wilayah Amuntai tersebut, Pak Usman adalah pejabat kewedanaan kota Barabai saat itu, dan yang mana kelompok ini menuju Banjarmasin, dan bicara pada pemerintah Provinsi untuk menjadikanb Tabalong untuk menjadi Kabupaten, namu pemerintah Provinsi melempar nya ke Jakarta, yang berujung konflik, dan pemerintah Jakarta di serang kelompok ini sacara bertubitubi, yang mengacam pemerintah, kami adalah anak didik dari Ibnu Hajar yang kalian katakana pemberontak, dan kali ini kami melakukan untuk yang ke 2 kali nya, jika pemerintah tidak memberikan otonomi itu maka demi tuhan kami mengangkan senjata, mendengar pernyatan tersebut pemerintah Jakarta memerintahkan untuk melakukan pembubaran kelompok ini, namu nihil, dan dalam genjatan senjata pemerintah Jakarta mengabulkan permintan mereka, namun 1 sarat, Kelompok Revolusi 1 di bubarkan, dan semua kelompok Revolusi akan di jadikan pegawai negeri sipil, dan di pindahkan dari Kalimantan ke Jawa, supaya tidak lagi melanjutkan misi Ibnu Hajar tersebut, dan Pak Usman Dotrong di angakat menjadi Bupati Tabalong yang pertama, yang mana orang ini membawa Kemajuan Tabalong jauh lebih maju dari Kabupaten lain di Provinsi Banjarmasin, dan penjajah budaya tradisi di Tabalong di tumpas habis oleh orang ini, dan suku dayak yang kerap mempengaruhi tersebut mundur ke pedalaman akibat takut dengan Pak Usman dan kelompok nya yang begitu mendorong kemajuan, di tangan Usman Tabalong menjadi suatu daerah yang di huni Industri, seperti Batu Bara dan Yang lain nya, lapangan pesawat bekas Belanda pun di aktivkan nya lagi oleh Usman, iya membangun sentaral Islam yang kelat di masa depan yang di kenal dengan nama Guru Danau, pusat Islam ini adalah sentral pendidikan Islam yang asli non penjajahan, karena orang di situ di didik, membaca Al-Qur’an harus dengan arti bahasa untuk menghindari salah paham, bahkan pak Usman mantan kelompok Revolusi ini meminta sekolah untuk mengajarkan Bahasa Inggris kala itu, hingga masa Noor Aidi moderenisasi adalah misi utama pemerintah, yang mana di tangan 2 orang ini Tabalong benar-benar menjadi raksas kaya, dan hal yang penting dari 2 tokoh ini adalah, uang pajak Industri mereka yang memengang nya, mereka secara terang-terangan tidak percaya lembangan kantor pajak pemerintah, yang di angap nya perampok, jadi semua uang pajak yang ingin di setorkan ke Jakarta tersebut harus melalui mereka dulu. Tapi perlu di gari bawahi adalah, kelompok revolusi 1 telah bubar, dan hanya 2 orang saja lagi dari mereka angota nya yang tinggal di Banjarmasin, sedangkan yang lain nya, di awasi pemerintah Jakarta, mengingat mereka bukan orang sembarangan, dan merekalah orang yang secara terang-terangan menghancurkan semua penjajahan yang berlatar belakang budaya dan tradisi, yang menghalangi mereka masyarakat untuk berkembang maju.
Dan wajar jika 2 tokoh ini di angap orang Tabalong dan Amuntai adalah pahalawan kemajuan daerah yang begitu di hormati, karena keberanian mereka orang maju dalam berbagai bidang, yang jelas pembesan masyarakat dari penjajahan budaya dan tradisi yang menghalangi kemajuan masyarakat, baik social, pendidikan, Industri perdangan, Teknologi, Budaya dan Tradisi yang asli di lestrakiran untuk anak cucu. Namun hal yang di sayangkan mereka Kelompok ini di bubarkan pemerintah Jakarta, yang di angap mereka ini adalah biayang keladi pemberontkan, Cuma menurut pandangan ahli sejarah di Kantor berita Kanada Banjarmasin dalam diskusi tahun 2008, alasan sebenar pemerintah Jakarta adalah, bukan takut menjadi biayang keladi konflik banyak dengan dayak mengenai budaya dan tradisi, tapi exsitensi kekuasan pemerintah Jakarta teracam di Kalimantan, karena Kelompok ini mendorong orang supaya terdidik dengan baik, dan menghentikan semua bentuk penjajahan oleh siapa pun ke pada orang lain, baik secara politilk, agama, militer, Industri, Ekonomi, budaya, dan tradisi, mungkin cukup saya singkat saja keterangan ini, jika masyarakat pintar, maka pemerintah terbatas prilaku buruk nya, yang mana masyarakat yang tahu tak akan tinggal diam terhadap penjajahan dalam bentuk apa pun, contoh saja di Tabalong, ketika mereka datang kesana, dan memberikan masyarakat Tabalong arahan, pemberontkan terjadi, dengan pemberitahuan nya masyarakat Tabalong sadar akan pontensi daerah nya, dan satu hal lagi, mereka masyarakat yang di batasi budaya dan tradisi yang tidak jelas dalil dan siapa yang membuat tersebut, dan hal ini lah yang lambat nya kemajuan terjadi di masyarakat, dan mereka juga menekankan pendidikan skuler dan Agama itu penting, pendidikan sekuler guna untuk membatu berusaha di alam dunia, dan melindungi diri kita dari pembodahan orang lain, dan terhindar nya dari penjajahan dari bentuk apa pun, yang jelas dengan mitos-mitos yang tidak jelas arah nya, seperti yang di jelaskan mereka, jika anda ingin jadi orang kaya, maka berjuanglah dengan usaha sunguh-sunguh, berdoa pada tuhan agar tuhan memberikan kemudahan, bukan dengan pergi ke gunung bertapa dan bertapa di bawah pohon besar, yang jelas tidak ada maanfaat nya, kita sudah belajar di Kalimantan dari nenek moyang kita dahulu, bagai mana perseteruan Kesultanan Banjarmasin dengan para dayak, yang mana yang menang, Kesultanan Banjarmasin dengan militer nya yang terdidik, dan persenjatan moderen, jadi itu adalah pelajaran penting bagi kita ini, yang kita tahu dari mana kegagalan nenek moyang kita dahulu, dan kita sekarang tidak akan lagi mengulangi ke gagalan tersebut dimasa depan nanti, dan sekarang ini kita tahu, bangsa eropa mampu menjajah orang lain itu dari ke cerdikan nya, mereka memiliki senjata berteknologi, dan sampai sekarang ini belum ada satu bukti pun suku dayak bisa terbang dan yang lain nya, masyarakat Yunani adalah masyarakat yang penuh percaya pada dewa begitu juga romawi dan Persia, dan lahir nya Islam mebawa petaka bagi mereka, yang mana Islam yang asli di ajarkan bukan bertitik tumpu dari pertolongan dewa dan sebagi nya, dan bukan dengan cara berkorban manusia ke pada dewa untuk memenangkan perang, kita tahu bagai mana Islam ini memerangi hal macam itu dengan serius, dan bukti nya adalah bagai mana peradapan Islam meluas di Andalusia, yang mana pada masa itu di Eropa masih zaman ke gelapan, hampir semua orang eropa ini percaya mitos yang tidak di ketaui ujung pangkal nya, namun setelah Islam datang di Andalusia, yang mana tokoh pembawa nya adalah Tagrik bin Ziyat, dan Musa bin Nusair, yang mana Islam begitu indah sekali, yang membuka mata orang eropa yang sadar akan kesalahannya dan berhasil keluar dari keterpurukan nya, setalah belajar dengan kesuksesan Islam tersebut, jadi mungkin begitulah pendapat ahli sejarah tersebut menjelaskan dengan sangat jelas betul, bagai mana dengan hal menyangkut ini, karena sudah di katahui Banjar adalah sentaral Islam, dan itu yang membuat nya maju tak terkalah zaman dulu.
Dan setelah beberapa tahun kelompok Revolusi 1 di bubarkan, maka kebuburukan kembali lagi, dan di Kandangan kembali pembunuhan meningkat lagi akibat kembali nya sakte-sakte yang penyesatan tersebut, yang mana umum di katahui sakte-sakte ini lah yang meradikal orang yang mengatas nama budaya dan tradisi, bahkan agama, untuk kepentingan mereka, yang mana mereka ini mengajarkan debus itu untuk menyuburkan criminal saja, dan mengotori budaya dan tradisi orang lain yang tidak tahu menahu saja, yang sudah di buktikan bahwa apa yang mereka lakukan hanya doktrin saja pada budaya dan tradisi supaya orang mendengakan mereka, maklum mereka bukan orang terpelajar, yang mana mereka ingin di dengan orang lain bicara dengan cara media atas nama budaya dan tradisi alternative nya, bukan dengan cara berusaha belajar dan berjuang, dengan berbagai cara, baik dengan media musika dan lain. Dan mungkin beberapa tahun 5 atau 6 tahun pasca di bubarkan nya kelompok revolusi tersebut, maka Budaya mayau suku dayak Hidup lagi dengan pesat, memang waktu tim Revolusi 1 di bentuk dan bertugas, budaya mayua itu sudah kurang berani menampakan diri nya, karena sudah dari 4 abad lalu, Budaya dan Tradisi mayau tersebut di tentang Kesultanan Banjarmasin, yang mana budaya ini sangat exstrim sekali, Mayau itu bahasa dayak, bahasa banjar bagarit kepala orang, bahasa Indonesia berburu kepala Manusia, yang mana budaya ini sangat kejam sekali, dan tidak salah kesultanan Banjarmasin mengatakan budaya bar-bar, mereka tidak pantas di katakana manusia, mereka pantas di katakana binatang atau setan, karena mereka melakukan pembunuhan keji, memengal kepala orang, lalu di arak kepala nya, dan dangin nya di makan bersama, jika ini agama, tuhan macam apa yang memerintah kan perbuatan keji tersebut, dan jika itu hukum adat, berati kepala adat yang membuat hukum ini jelas sudah bukan manusa tapi iblis berbentuk manusia, dan Kesultana Banjarmasin berhasil menumpas hal tersebut, dan kembali budaya tersebut ketika Belanda menembak Istana Kesultanan Banjarmasin, dan melemah nya kesultanan Banjarmasin kala itu, dan kembali masyarakat Kalimantan ke jaman jahilayah yang mengerikan sekali, yang jelas mereka hidup seperti teori evolusi Charles Darwin hukum rimba, yang kuat berkuasa, dan yang lemah di jajah sampai mati. Dan ketika Republik Indonesia didirikan, maka Presiden Sokarno kala itu sudah melarang Budaya mayau itu, namun sayang beliua tidak terlalu focus dalam menumpas nya, karena juga mungkin Presiden Sokarno terlalu sibuk dengan berbagai konflik melanda Indonesia kala itu, yang mana orang kelompok Banjar dulu melakukan penunpasan ini secara sepihak, mereka melakukan nya dari pesisir sungai barito untuk menghentikan mayau ini, dan juga dengan misi milindungi garis perbatasan antara Kalsel dan Kalteng, agar para suku dayak yang berburu Kepala tidak masuk Kalsel yang hanya akan memengaruhi masyarakat saja, dan bukan tidak mungkin kelompok banjar yang kurang terpelajar akan ikut penjajahan masyarakat dengan budaya dan tradisi tersebut, Cuma yang di sangkan adalah, pemerintah kembali membubarkan mereka, karena di angap terlalu radikal dalam pemoderenan, yang berujung konflik saja, dan Pada era Orde Baru Presiden Soharto melakukan hal yang sama dengan Presiden Sokarno, melarang budaya ini, dan kadang kala pemerintah Orde Baru menumpas nya dengan senjata, namun tidak membuat hal tersebut berhenti, karena kelompok ini bukan kelompok orang pada umum nya, itu akibat fakror ketidak maun bergaul secara luas mengenal dunia ini dan peradapan nya, dan rasisme kelompok.
Namun juga hal yang tidak sia-sia terjadi, ya itu pendidikan yang di Lakukan oleh kelompok revolusi 1, yang mana anak didik mereka juga mulai beraksi kembali, yang mana mereka ini sudah bosan melihat penjajah atas nama budaya tradisi tersebut, dan memperlabat kemajuan saja, yang mana kelompok ini mulai membetuk tim nya kembali di Banjarmasin, yang mana Tim ini yang di komando oleh seorang yang punya semangat juag nasional nya sangat besar sekali, dan kami tidak perlu menyebutkan nama nya, karena sudah perjanjian dalam penulisan ini, untuk menghindari fitah yang akan beredar nanti nya, orang ini memulai dari mengumpulkan para bangsawan banjar untuk minta sumbangan dana untuk melakukan nya, dan yang mana kelompok ini juga sangat kesal melihat mundur nya perdagangan Internasional Banjarmasin yang di batasi pemerintah Jakarta, dan banyak alasan lain lagi mendasari nya, Cuma 2 itu lah yang nyata jelas terlihat pada mereka ini, tidak panjang lebar para bangsawan banjar itu mau membantu dana nya, dan secara resmi kelompok ini berdiri pada Mei 1987 lalu di Banjarmasin, dengan nama Kelompok Revolusi Industri Banjarmasin 2, dan kelompok kedua ini terbalik cara memulai nya, yang mana kelompok ini bukan dari kota target nya, melainkan langsung ke padalam Kalimantan tersebut.
 Pada tanggal 15 Oktober 1987, Tim ini memangil semua ahli sajarah, baik budaya dan tradisi, tokoh agama berbagai aliran, dan orang tim terpelajaran yang mereka kumpulkan dari seluruh penjuru Kalimantan untuk di tugas kan hal ini, lembaga ini bukan di biayai oleh pemerintah, tapi di biayai oleh Bangsawan banjar, namun kala itu pemerintah daerah membantu mereka, dengan cara mengikutkan Polisi dan Tentara tim mereka untuk mencegah hal yang tidak di inginkan, dan pemerintah meminta pada mereka jangan berbuat memicu konflik pada kelompok maana pun dengan banyak alasan, jika perlu hubungi kami dulu sebelum bertindak. Pada 10 desember 1987, tim ini memulai misi nya, mereka memulai nya dari pesisir sungai Barito yang tembus sungai Kapuas, dan dalam tugas nya mereka melakukan perjalanan kaki bersama polisi dan tentara di hutan Kapuas, yang mana mereka ini mencari kelompok dayak yang berburu Kepala di sana, dan sebab utama mengapa mereka melakukan ini dari wilayah Kapuas tersebut, karena banyak keresahan orang-orang di Kuala Kapuas atas hal tesebut, di Kapuas kota dulu sering terjadi penculikan anak-anak, dan di pesisir kota di temukan jenazah tanpa kepala. 2 hari perjalanan dengan tim sebanyak 35 orang ini menemukan sasaran di daerah Mantangai Kalteng Kuala Kapuas, dan mereka mendirikan kamp di sana, mereka melakukan pendekatan dengan bersosial terlebih dahulu dengan penuh kesopanan, yang mana mereka ini menghindari kekerasan dengan media dari salah satu suku dayak yang paham bentul bahasa dan budaya tersebut, Kelompok ini pertama membagikan pakai terhadaf suku dayak, namun di tolak mereka, dan habis itu 1 minggu sudah di kamp, kelompok ini mulai memberanikan diri mengajari anak suku dayak membaca buku, dan mengajari nya berhitung, dan ini sudah memancing reaksi yang sensitip pada kelompok dayak, dan di sana juga mereka menguit imformasi tentang kelompok mayau tersebut, pertanyan sensitip tersebut di tangapi suku dayak dengan penuh kecurigan sekali, namun ketenangan masih berdana di sana, Tim yang ahli juga menerangkan Budaya dan Tradisi asli suku dayang yang tidak di doktrin oleh orang yang tidak bertangung jawab. Tidakan mengejutkan dari Tim terjadi setelah 3 minggu berada di sana, mereka sudah mulai menjukan misi mereka pada kelompok dayak, yang mana mereka dengan berani melangan petuah mitos dayak tersebut, yang mana mitos tersebut dalam masyarakat dayak tersebut, tidak boleh membakar iwak haruan bahasa melayu banjar, bahasa Indonesia adalah ikan gabus, pada malam hari, karena bisa mendatangkan setan, tim membakar itu dan berpesta sambil berbicara di depan api ungun tersebut, dan tidak lama suku dayak datang untuk menengur nya, mereka malah menganding suku dayak tersebut duduk bersama, dan berkata jangan takut takan terjadi apa pun, setan takan datang kesini kata nya, kata itu berhasil membuat suku dayak penasaran, dia juga ikut, dan datang lagi yang kedua juga sama untuk menegur nya, namun sama juga malah ikut, dan sedangkan kepala suku mereka waktu itu sedang berada di luar aria, hingga siang datang, maka 2 orang kelompok dayak itu sudah terpengaruh mereka, yang mana sudah tahu bahwa mereka telah di jajah budaya dan tradisi nya sendiri, yang mana membatasi mereka dalam kemajuan, yang mana tim sudah menjelaskan, bahwa maksut mereka bukan menghilangkan budaya dan tradisi tersebut, juga bukan tidak menghormati nya, tapi mereka mengatakan dan menujukan nya, bahwa setiap mitos petuah itu harus punya dalil yang kuat dalam alasan, apakah petuah itu berasal memang bari budaya dan tradisi suku dayak asli atau bukan, apakah petuah mitos itu dari agama, mungkin saja itu dari kepala adat saja untuk membuat penjajahan pada Kelompok nya. Dan 2 orang dayak tadi mulai berbicara pada kawan-kawan nya mengenai hal yang di ajarkan Tim tersebut, yang mana kawan-kawan juga mulai terpengaruh dengan Tim, maka terjadilah komonikasi secara besar, namun tetua adat mereka tidak menampakan diri nya, bahkan mereka tim tersebut mengajak suku dayak ke kota Banjarmasin untuk melihat gemerlam dunia di luar daerah tersebut, mereka juga memperlihatkan foto-foto yang ada di buku mereka, serta foto mereka mengenai kota Banjarmasin, yang semakin menarik mereka, maka terjadilah hal yang tidak di inginkan mereka, kepala adat dayak marah dengan apa yang mereka lakukan tersebut, dan menyuruh para pengikut nya menjahui tim, bahkan iya menghukum nya, dan mengusir Tim, namun dengan berani Tim melawan, mereka menangkap nya, lalu membawa nya, kelompok tidak bisa melakukan perlawanan lagi, akibat kelompok ini di lindungi TNI yang bersenjata lengkap kala itu, Tim di bagi 2, yang kelompok pertama mengantar kepala suku dayak ke kapal untuk di kirim ke Banjarmasin untuk di didik di sana, dan sedangkan Tim 2 mereka bertahan di lokasi untuk melanjutkan misi mereka tersebut, dan hal peling mengebirakan bagi mereka adalah keberhasilan nya, mereka mampu mengarahkan suku dayak ngaju tersebut, dan mereka menyuruh memakai baju yang di bawa mereka tersebut, dengan mengatakan maksut kami memberi ini bukan untuk menghilakan budaya kalian, tapi kami meminta kalian untuk memakai baju ini untuk melidungi kemalaun kalian, dan supaya kalian tidak kedinginan apa bila tiba malam, mereka dayak yang mengerti menerima nya, dan dalam hitukan 2 bulan mereka berhasil melakukan nya, dan daerah situ menjadi benteng pertahanan pertama, dan kawan-kawan suku dayak ngaju juga ikut bersama dalam mengarahkan mereka berjalan di hutan untuk mencari kelompok yang di maksut mereka tersebut.
Lebih dari 2 bulan mereka mondar-mandir di hutan mereka belum menemui nya, dan pada hari ini Tim terkejut, bahwa tim dari Banjar di kirim, dan membawa Kepala suku dayak tersebut, ini adalah kesuksesan, yang mana di Banjarmasin kepala suku tersebut berhasil di didik nya, dan atas kerja sama pemerintah Banjarmasin, dan pemerintah daerah Kalteng, yang sepakat mengajukan pada pemerintah Jakarta, untuk menjadikan wilayah yang mereka sambangi itu menjadi kelurahan, dan kepala adat tersebut menjadi ketua nya di sana, dan tampa banyak bicara maka permohonan di Kabulkan, sekarang Kepala adat tersebut menjadi Kepala desa yang mereka rintis, pemerintah baru sudah di mulai mereka. Dan Kelurahan tersebut sekarang di kenal dengan keluruhan Manusup yang ikut Kecamatan Selat hulu Kuala Kapuas. Setalah itu tim memutuskan berangkap memakai perahu ke daerah lebih hulu lagi, yang mana daerah di kenal dengan nama pujun sekarang, di sana mereka menemui apa yang mereka cari ya itu mayau tersebut, namun apa yang terjadi mereka berdiam saja dulu, dan membiarkan juru bicara dayak mereka yang mengajukan pembicaran tersebut, yang mana kelompok datang dengan maksut baik, dan ingin mengajak bekerja sama, dan atas hal itu suku dayak tersebut memberikan ijin tinggal di sana, namun ada sarat nya, mereka harus tunduk dengan apa yang di berikan arah oleh kepala suku, dan disini lah mereka melihar neraka dalam hidup mereka, yang mana para mayua berpesta ria dengan sambil memengang kepala korban nya, dan memakan mentah-mentah hati nya, bahkan beberapa orang tim menyerah tingal dan memutuskan pulang saja, akibat benar-benar tidak sangup lagi melihat neraka tersebut, yang bagai mana mausia tidak punya moral dan etika tersebut.
Sama dengan yang terdahulu tim coba mengurik Imformasi di sana, dan coba menangulangi nya sedapat mungkin, dan mereka sampai titik didih nya, ya itu dengan berani menangkap kepala adat mereka, yang berujung perang kecil, yang mana Tentara dan Polisi melindungi tim dari serangan sambil menarik keluar kepala suku dayak mereka, dan 2 tewas dari tim terkena sumpit dan di bacok, dan lebih dari 5 orang suku dayak mati tertembak, dari hari itu semua Tim memutuskan pulang semua nya, dan hanya meningalkan beberapa orang di lokasi yang sudah jadi kelurahan tersebut, dan penangkapan ini lah yang memicu perang kelompok banjar dengan dayak, yang mana kelompok tersebut ingin membaskan kepala suku tersebut, yang alih mereka mulai melakukan perjanjian dengan kolompok lain nya untuk memerangi nya, dan demi kesealamatan bersama pemerintah memutuskan untuk membebaskan kepala adat tersebut dan mengembalikan nya lagi, dan seluru tim tersebut di tarik mundur ke Banjarmasin. Dan untuk beberapa waktu berselang tim di liburkan dulu oleh Pemerintah Daerah untuk menghindari yang tidak di inginkan terjadi, bahkan demi kesalamat mereka, Tim di kirim ke Sumatera sana, dan mungkin setelah kejadian itu, tim di liburkan selama 4 tahun lama nya, dan pada tahun kelima juga di bubarkan kembali, karena bisa pecah keonflik jika di teruskan. Maka dari selama itu juga tidak ada yang menangani nya masalah ini. Banyak kemunduran di Kalimantan atas pembubaran tim tersebut, di masyarakat kembali pada sejarah lagi, mereka memandang sekolah tidak penting, dan tidak ada ke ingin untuk maju bersama membangun Kalimantan, bahkan di banjar kota penjajah budaya dan tradisi mulai meraja lela lagi, pada fase ini mulai kekacaun kelompok juga di Banjarmasin, dan penolakan terhadap pemerintah Jakarta juga semakin sengit oleh kelompok nasionalis Banjar tersebut. Hingga pada akhir nya, beberapa kelompok di banjar menjadi geram dengan hal ini, yang mana ke geraman ini di mulai dari Kelompok masyarakat Kandangan dan Barabai yang terpelajar, yang mana mereka malu sekali pada orang lain, akibat dari perbuatan saudara mereka sendiri, yang mana masyarakat kadangan dan barabai benar-benar radikal sekali, dan mereka mengotori budaya dan tradisi mereka sendiri, kelakuan yang fasisme, feodalisme suka berkelahi dan rasime, karena kelompok ini selagi berada di luar Kandangan orang bertanya pada mereka, mangapa mereka kelompok kadangan suka berkelahi dan sangat rasisme sakali, mereka kemana-mana mengatas namakan kandangan yang penuh budaya dan tradisi yang buruk sekali, budaya pembunuhan perampokan dan penjarahan yang menuruti Budaya dan Tradisi yang tidak jelas ada nya tersebut. Dan untuk itu pada akhir nya pada tahun 1992 di Banjarmasin kembali di bentuk tim oleh para pemuda yang peduli dengan hal ini, Tim juga di betuk bukan dari lembangan pemerintah, namun dari mahasiwa Universitas Banjarmasin, dan di dana oleh banyak bangsawan banjar kala itu, yang mana mereka ini juga menuai heboh sekali, mereka membuat misi yang sama dengan Revolusi 1 yang dahulu, dan menargetkan nya pada daerah kota dulu ke timbang ke pedalaman, dan secara resmi kelompok ini memulai Aksi pada bulan januari 1993 di Banjar, kelompok ini memulai dengan merazia toko-toko buku baik yang kecil atau besar, dan mereka juga merazia perepustakan di Banjarmasin baik yang swasta atau milik pemerintah daerah, mereka menyita buku-buku Perembon bahasa jawa nya, dan bahasa Indonesia adalah buku kompulan mitos-mitos yang tidak bisa di pertangun jawabkan kebenaran nya, buku prembon ini sarat akan penjajahan Budaya dan Tradisi terhadap masyarakat luas, buku itu menghalangi moderenisasi masyarakat, dan lambat nya kemajuan mereka. Pada saat itu buku prembon di banjar dan daerah lain sangatlah umum sekali di pakai, dan kebanykan adalah kaum wanita. Dalam catatan yang di buat tim dalam penilitian di lapangan, mereka menemukan hal fanatic sekali pada buku tersebut, apabila perempuan hait atau datang bulan, maka mereka akan membuka buku tersebut dan melihat ramalan sesat di dalam nya, yang samacam budaya dari Eropa yang meramalkan bintang-bintang seperti Taurus dan sebagai nya, di buku tersebut di catat ramalan tersebut dengan lengkap, jika  tanggal berapa wanita itu hamil, di sana tertara ramalan bodoh yang menjajah tersebut dan mereka percaya hal macam itu akan terjadi di hidup mereka kelak. Bukan hanya itu, praktik perdukunan yang membodohi masyarakat marak terjadi, radikal kerap terjadi di terminal di picu masalah penjajan budaya dan tradisi, dan bukan hal baru di banjar kelompok Islam berseteru di kalangan mereka sendiri akibat hal ini, yang mana penyalah gunaan Islam itu sendiri. Penumpasan yang di lakukan Tim, mereka membakar semua buku prembor tersebut, dan kembali menjadikan sasaran mereka adalah media telivisi yang membuat acara penyesatan public, dengan acara penuh penyebaran dongeng-dongeng ke gaiban tersebut, dan mereka juga mendatangi sakte-sakte para tempat dukun tersebut untuk memberi arahan pada mereka supaya berhenti, namun kadang ada yang menolak nya, maka kelompok berkelahi dengan target nya, mereka juga mendatangi ulama dan sebagai nya untuk memoderenkan mereka tersebut, dan yang sesampai nya mereka pada pengiran kota banjar, dan mereka mulai mendirikan Kamp mereka untuk mendidik orang supaya maju bersama, menjadikan mereka masyarakat go Internasional. Dan pada titik didih nya pada tahun 1995, maka terjadi konflik antara kelompok dan target nya, yang berujung korban jiwa, yang mana kaum Feodalisme kelompok dayak yang mulai menghalangi mereka tersebut, pemicu utama bentrok tersebut, ketika Tim menemukan perjudian di daerah hulu Banjar yang berbatasan Kalteng, yang mana pihak dari kaltim ikut bersama tim untuk menupas nya, perjudian atas nama budaya dan tradisi ala dayak, yang mengotori nama baik orang dayak, yang mana perjudian ini sebenar nya adalah konfrontasi dan komperasi kelompok dayak bersama mafia judi banjar, yang mana kelompok banjar berbagi ke untungan nya dengan para dayak tersebut, karena sudah jelas tidak ada dalam budaya dan tradisi suku dayak sendiri yang membuat petuah mitos itu, yang menghalakan perjudian, dan tidak masuk akal sekali suku dayak bisa berjudi, kalau bukan mafia banjar yang mengajari mereka, semua orang tahu dayak tidak bisa berhitung dan bembaca itu mengerti judi, uang saja mereka tidak tahu, namun tidak panjang lebar, Tim yang bargabung Kaltim membubarkan perjudian tersebut, yang membuat perkelahian, yang mana pihak tim dan kaltim pemenang nya, karena Polres kala itu mendukung mereka, namun belangkan nya, para kelompok yang sempat melarikan diri waktu itu, mengebobarkan konflik di kota banjar, yang berujung tauran masa tim dan mafia banjar, yang membuat tim kembali di bubarkan pemerintah untuk meredam konflik tersebut.
Dengan di bubarkan nya Tim maka masyarakat kembali pada kebuluran nya lagi, dan mereka kembali di jajah oleh budaya dan tradisi mereka sendiri yang sudah jauh tidak masuk akal sama sekali kalau kita pikirkan secara wajar. Dan singkat kata, pada tahun 1997 kembali masyarakat yang penuh mitos ini, entah dari mana dan siapa yang kembali menghidupkan kembali dongeng lama yang di larang oleh Kesultanan Banjarmasin, karena banyak menyesatkan orang saja, yang mana dongen ini juga dengan waktu tidak lama beredar sudah mengebalikan masyarakat menjadi kemarin lagi, yang mana cerita dongeng ini adalah cerita tetang Kesultanan Banjarmasin tempo dulu, yang di gambarkan bagai cerita metologi Yunani, mungkin angap saja Sultan Suriyansyah adalah dewa Zeus yang berkuasa, dan mengabarkan para mentri-mentri kesultanan Banjarmasin bagai Apalo, Posedon dan sebagai, yang mana dongeng mengistrusikan supaya orang percaya bahwa semua raja banjar itu tidak mati, dan mereka masih ada di Banjar, dan kadang datang melihat anak cucu nya, bahkan kadang datang di dalam minpi sesorang, singkat dongen ini seperti nirwana saja, dan akibat dongeng itu juga pada akhir nya orang suka berjarah pada makam raza, lalu berlalu sejazian dan sebagai, aneh nya lagi mereka mengaku diri Islam, sedangkan Islam sendiri mengutuk penyekutuan tuhan kelas berat ini, dan ada lagi variasi lain yang di hasilakan dongen tersebut, kadang-kadang para dukun berlaku kesurupan dan mengaku di rasuki oleh jiwa para raja Banjar tersebut, ini benar-benar sesat sekali, bukan saja sesat secara ajaran agama, namun semua nya sekuler juga, mereka tidak lagi mementikan hal lain, mereka sakit kesana berobat nya, dan minta pertolongan kesana, dan tahun 1997 ini juga di nyatakan dalam arsip sejarah perpustakan Tabalong milik pemerintah, yang mencatat bahwa kembali nya para dukun di kota Banjarmasin yang luar bisa moderen tersebut, penjualan ayat suci juga marak terjadi, penjualan buku prenbon yang sesat itu juga kembali lagi, di pasar para dukun duduk menungu pasen untuk memriksa apa saja yang dia derita sakit fisik atau rohani, yang membuat nya tersebar kemana-mana juga akibat media baik media Koran dan majalah hingga televise ikut membuat acara itu, yang berujung kesesatan tingkat tinggi sekali, dan hal yang terjadi juga tidak di sia-siakan suku dayak, mereka mulai kembali menacapkan pengaruh mereka, yang model bisa terbang, membunuh orang dari jarak jauh dan sebagai yang inti nya pada masalah hayalan semata saja, dan dalam waktu pemerintah daerah tidak ada upaya dan usaha untuk menangani nya. Dan pada fase ini juga terjadi banyak konflik masyatakat di Kalimantan, ini juga di akibatkan tekanan dari ingin runtuh nya pemerintah Orde Baru di Jakarta, bahkan pemerintah daerah saja kala itu bingung apa yang harus di buat nya, belum lagi aksi konflik di Tabalong, belum lagi konflik jalanan rusak, belum lagi konflik pembatai enik Jawa oleh Banjar dan dayak di Tranmigrasi 1000 hetar Orde baru tersebut, rasisme kembali hidup di masayarakat, dan bertahan sampai pada benar-benar jatuh nya pemerintah Orde Baru, dan berganti era reformasi, dan singkat nya lagi, terjadi puncak nya pada tahun 2000, yang mana ke mana kelalain pemerintah akibat masa transisi, membiarkan nya masyarakat kembali ke masa bar-bar tersebut, yang penuh tahayul tersebut, berakibat rasisme, dan pamer ilmu gaip, yang berujung pembantai besar enik Madura di Kalimantan, dan Kalimantan terlihat sepeti neraka saja, Dayak dan kelompok banjar membabi buta membunuh Madura, tidak peduli laki atau prempuan anak kecil bayi dan nenek hingga kake, sementara pemerintah tidak bisa berbuat apa melihat apa yang terjadi tersebut, para kelompok dayak kala itu di jalanan berbagi ilmu gaib, kebal dan bisa terbang dan segala nya, banyak orang yang teropsisi untuk melakukan perbuatan keji itu, dan yang lebih parah nya, ikut nya mafia banjar dalam kasus tersebut, yang mana kelompok mafia ini ikut membantai, Madura atau bukan tetap akan mereka katakana Madura, mereka akan membunuh nya dan marapas nya harta nya, hinga Pemerintah daerah dan Jakarta beberapa bulan baru bertindak, padahal TNI waktu bersenjata lengkap. Dan atas kasus ini banyak kawan-kawan yang kembali membetuk Tim nya untuk menangani masalah Budaya dan Tradisi yang menjajah masyarakat dan membatasi, budaya tradiis semacam itu selalu mendorong masyarakat dalam konflik, dan seperti apa yang di katakana pengamat budaya banjar dalam memandang hal tersebut, dan iya memones, tragedy biayadab itu adalah tradisi mayau nya suku dayak bersekala besar, yang memburu Kapala Manusia, karena dalam penyelidikan tidak ada yang jelas sekali pemicu tragedy itu terjadi, berbeda dengan pembatai enik Jawa pada tahun 1998, yang mana di picu perebutan Tanah antara kelompok Banjar dayak vs Pemerintah Orde Baru yang merampas tanah lalu membagi nya pada orang jawa, sedangkan ini benar-benar tidak jelas, maka dari itu saya katan bahwa ini budaya dan tradisi bar-bar mayua kata ahli budaya dan tradisi Banjar tersebut.
Dan baru pada tahun 2001 para pemuda terpelajar Banjarmasin mendirikan sebuah Organisasi baru, yang nama nya kita tidak perlu sebutkan dalam tulisan ini, culuk di beri nama kelompok A saja, dan yang mana kelompok ini adalah Kelompok yang di danai oleh bangsawan, bukan dari pemerintah, karena juga mungkin bangsawan banjar muak sudah dengan kebuluran itu, pemerintah hanya memberikan izin dan peringatan Kelompok A ini jangan terlalu radikal saja dalam melakukan Operasi nya ini. Dan bukan hal mudah yang di hadapi Kelompok A ini, mereka mencoba membebaskan Masyarakat dari jajahan budaya dan tradisi terhadap masyarakat. Mereka beroperasi memulai dari penyelidikan dan di harapkan penyelidikan itu mampu memberitahukan mereka bagai maca menghentikan nya kebuluran masyarakat ini. Pada tanggal 22 febuari 2001 kelompok A memulai Operasi yang pertama di Banjar, mereka mengelilingi kota banjar tersebut, meniliti masyarakat yang di jajah Budaya dan Tradisi, yang mana operasi yang mereka lakukan ini berlangsung selama 4 bulan lama, dan singkat nya mereka mendapat kan hasil, yang mana di kota banjar tersebut, hamper 60% orang di jajah oleh budaya dan tradisi mereka, yang mana mereka sangat terbatasi sekali dengan itu, Petuah-petuah mitos yang tidak bisa di pertangun jawabkan banyak beredar di masyarakat, dan banyak cerita dongeng lain nya juga, namun dongen yang terkenal dalam masyarakat adalah dongeng Kesultanan Banjarmasin, dan kadang juga ada model mahluk mitologi sepertin orang Yunani, model buaya putih lah dan sebagai, belum lagi di tambah cerita-cerita hantu-hantu yang tak pernah ada tersebut, dan itu di kota Banjar yang moderen pembaca, belum lagi apa yang terjadi Masyarakat desa nya, di hulu banjar, dan tanah-tanah dayak lain nya.
Angota kelompok setelah melakukan penelusuran tersebut meminta pemimpin mereka bertindak, namun pemimpin mereka dim au melakukan tindakan, dan hanya memberitahukan, kita meski bersama dulu untuk menjaga kelompok kita ini tetap ada, karena kita masih belum betul paham di lapangan kaya, dan apa yang hurus di lakukan untuk membebaskan masyarakat ini, dan sekarang ini kita akan melakukan penulusuran bersama untuk melakukan penelitian di hulu banjar sampai tembus ke Kalteng, dan mungkin ini akan memakan waktu lama mungkin saja bisa 1 tahun lebih, dengan biaya tidak sedikit, alasan saya melakukan adalah kita sudah tahu ke gagalan oleh kelompok penahulu kita, dan kita harus belajaran dengan mereka, jadi kita harus kompulkan sebanyak mungkin. Dan singkat Kelompok ini melakukan penelitian panjang nya lagi, dan mereka memulai dari Martapura, yang mana Martapura ini adalah basis Islam Kalimantan, dan penelitian di Martapura ini Kelompok A membawa tim dari Aceh, yang mana Tim adalah orang pandai dengan Agama Islam, dan benar-benar tidak di sangka dan tidak di duga sama sekali ternyata Martapura terjadi kebuluran, pantas saja beberapa Tahun ini tidak ada menunjukan kemajuan dari Martapura ini, yang mana pada dahulu Martapura selalu mencetak ulama-ulama yang berpengaruh dan sangat di hormati, dan banyak ulama kalangan Martapura ini juga yang mengarang kita, salah satu kitap Sabilah Muhthadin, pesantren di Martapura adalah pesantren terbesar, Islam di Martapura di susupi Idelogi suku dayak sudah, yang mana disana mulai mempercaya tahayul, dan bahkan ada kelompok yang menyebah ulama, dan mengangunkan nya, dan memulai membuat cerita Dongeng tentang nya sudah, mulai bisa berhilang terbang dan sebagai nya, entah siapa pelaku penyesatan yang nista ini. Kelompok A yang terus melakukan penelitian nya, masuk makin kedalam lagi di Martapura, yang mana mereka ini sudah 2 bulan di Martapura, mereka Kelompok A heran setalah masuk ke Palampaikyan, di sana ada makam ulama  besar iya bernama Muhammad Arsad Al Banjari, yang mana di sana di lakukan penyebahan kuburan ulama besar, dan banyak para pengemis di sana, yang jadi pertanyan apa pemerintah Martapura tidak peduli kah dengan hal ini, mengapa hal ini di biarkan berkemang pesat, di palampai budaya menjadi pengemis sudah jadi kebiasan, dan mereka bisa mengutuk jika tidak beri, mengerikan dari seorang pangamen jalanan, mereka mengatas nama agama Islam, mereka mempermalukan agama Islam, yang mana mereka sudah mengeditikan dan membudayakan Islam pengemis di Palampayan, yang paling gila nya di sana adalah Ulama melakukan penjajahan budaya dan tradisi Islam yang sudah di doktrin modifikasi sedimikian rupa nya. Dan penelitian terus berlanjut ke daerah Rantau, dan disini ternyata sama parah nya, Feodalisme, fasisme, fanatic, dan radikal sekali, budaya bunuh makin berkebang, penuhanan kuburan juga terjadi, kuburan datu sangut menjadi berhala nya di sana, belum lagi Sakte-Sakte Ilmu Kebal yang tidak pernah ada bukti nya itu, dan sakte ini lah biayang keladi peningkatan Kriminal di Rantau, persis sama di Kandangan, Cuma selama 4 bulan melakukan penelitian di Rantau ini, ternyata kelompok Rantau juga bisa perang antar desa dengan Kandangan, yang mana ini di picu oleh Sakte-Sakte radikal, dalam data polres Rantau, dalam 1 bulan bisa 4 orang bahkan lebih tewas saling bunuh disana mengerikan sekali, dan doktrin Islam di sana juga meraja lela sekali, penjualan beda kermat juga terjadi di sini, dan paling menyedihkan sekali Sekolah terlantar tidak terurus, di sini Ilmu skuler tidak penting, di sini kota nya para peta Banjar berada. Dan terus lagi penilitian menuju Kadangan. Dan penelitian di Kadangan ini berlangsung selama 1 bulan penuh saja, karena Kandangan tidak berubah sama sekali, sangat radikal sekali, angka pembunuhan paling tingi di Provinsi Banjarmasin, dan setelah tidangan oleh Kelompok Revolusi 1 Kandangan lebih para dari sebelum nya, saya tidak perlu terlalu menguak Kadangan ini karena anada sudah tahu, karena saya sudah berulang kali menulis nya di sini. Dan kita lanjut ke Negara, yang mana Negara in bekas Kerajan Banjar kono sebelum masa Islam datang, namun sayang sekali di Negara ini, yang mana Negara ini adalah sebuah kota Industri besi yang terkenal sampai luar Indonesia mendadak mati akibat kebuluran di masyarakat, semenjak di tinggal Kesultanan Banjarmasin, mereka yang anti tahayul ini menjadi percay, mereka disini menjual pusaka senjata dengan harga tinggin, ini adalah penipuan atas nama Budaya dan tradisi. Hingga berterus sampai Barabai, dan Barabai juga para, pembunuhan selalu terjadi akibat sakte-sakte dayak birayang, namun lebih parah Kandangan dari pada Barabai, penjajahan Budaya dan Tradisi makin mengila di Barabai semenjak di tengal Kelompok Revolusi, dan berkebetulan dalam penelitian di Barabai, Pemerintah Daerah Barabai membuat suatu rencanan Permodorenan petani, yang mana kebijakan pemerintah saat memberikan mesin traktor untuk petani Barabai, petani malah menolak nya dengan alasan, bahwa di larang mengunakan alat macam itu ketika panen, memakai parang saja kata bisa di kutuk beras tersebut, ini gila sudah, aneh sekali, begitu juga dengan yang lain sama saja, di daerah Barabai Ilung tepat nya Pemuda sudah biasa membawa senjata tajam kemana-mana dan menjadi budaya yang sadis alias mereka pembunuh radikal akibat sakte-sakte dayak, lurus ke Arah utara Tim sampai di Balangan, yang mana di Balangan ini juga di lakukan penelitian selam 4 bulan lama nya, disini banyak hal baru di temukan, banyak sekali manipulasi Budaya dan Tradisi dayak bukit yang kurang jelas imformasi, di hulu Tabalong adalah sarang nya para pelaku Kejahatan yang berlidung dengan suku dayak, mereka berguru di sakte dayak untuk turun dari pengunungan Meratus untuk melakukan perampokan di kota Balangan, perampokan di Balangan sudah biasa terjadi, Bank sudah tahu hal ini, pengemanan Ganda pun di lakukan, sapam di sini memiliki senjata macam polisi, kalau terjadi penembakan, berarti perampok di tembak kalau bukan Polisi berate sapam Bank di sana, Halong di area hulu Balangan adalah tempat berjudi atas nama Budaya dan Tradisi suku dayak, sebelum belanda ke Kalimantan dayak yang ada di pegunungan Meratus adalah tawanan Kesultanan Banjarmasin, dan mereka adalah pelarian yang di kejar Laskar Antasari zaman Sejara, sudah jadi budaya dan Tradisi pada suku dayak perang antar Kelompok mereka di Balangan sudah dari zaman dulu. Dan penelitian pun terus ke Amuntai, dan disana tidak jauh beda dengan Amuntai yang dulu semasa masih ada Tim Revolusi 1, Islam yang murni masih ada di Amuntai yang mampu membuat masyarakat Amuntai tidak terlalu bisa di jajah oleh budaya yang bertentangan dengan hadis dan Al-Qur’an, dan juga masih ada nya orang bekas anak didik Tim Revolusi 1 yang duduk memimpin jadi Bupati Amuntai. Dan begitu juga di Tabalong hanya sedikit saja ada kemorusatan nya, paling hanya di luar kota Tabalong sendiri, yang kusus nya suku dayak di hulu Tabalong, sedangkan di area kota masyarakat nya sudah tidak terlalu lagi di jajah budaya dan tradisi nya sendiri yang kebenaran nya yang tidak bisa di pertangung jawabkan, dan pengaruh lingkungan nya juga, karena Tabalong di bawah Kelompok Revolusi 1, sudah menjadi kota Industri, dan banyak orang pendatang, baik dari negeri mau pun luar negeri, bahkan pengaruh-pengaruh Industri milik asing yang bekerjasama dengan masyarakat Tabalong juga membawa dampak moderenisasi social, mereka sadar bahwa pendidikan skuler dan Agama itu penting, dan Budaya dan Tradisi bukun untuk di tuhankan, tapi di lestarika, agar anak generasi berikut nya tahu, baik salah atau buruk nenek moyang nya dulu, dan belajar dari kesalahan nenek moyang, dan di masa depan kelak tidak lagi mengulangi kesalahan tersebut. Penelitian Tim tetap berlanjut, dan sekarang mereka di Kalau yang masih di Kabupaten Amuntai, yang mana Kalua ini berbatasan dengan Kalteng, dan di Amuntai bagian Kelua ini lah daerah yang banyak terpengaruh oleh mitos petuah suku dayak, dan kebanyakan dari mereka di jajah oleh budaya dan tradisi nya sendiri, yang sudah jelas budaya dan tradisi nya Petuah mitos yang tidak bisa di pertanggung jawabkan kebenaran nya, dan sebenar nya Kalua ini adalah Kota tua juga, namun kemajuan dan moderenisasi nya sangat lambat sekali, bahkan Kelua ini kalah dengan daerah kota yang masih muda, ya itu tetangan nya sendiri, Murung Pududak arah utara yang sangat maju betul, akibat masyarakat nya tidak di jajah oleh Budaya dan Tradisi mitus petuah yang sudah jelas tidak bisa di pertangun jawab kan kebenaran nya.
 Dalam sejarah, selagi Tim Revolusi 1 di Kalua, mereka tim Revolusi 1 mencoba menunjukan pada masyarakat, bahwa apa yang mereka takuti itu tidak ada, yang mana dongeng Buaya putih dan kuning di sungai Kelua itu, yang mana Dongeng ini di hembuskan oleh suku dayak, dan dongeng ini sangat menjajah sekali, yang mana masyarak ingin berusaha mencari ikan di sungai di ancam hal ini, pada hala saat Tim Revolusi 1 menanjakan nya pada masyarakat Kalua, adakah di antara kalian ini benar-benar pernah melihat penampakan nya, jika iya tunjukan di mana kalian melihat nya, kami akan kirim tim kusus untuk membuktikan nya, masyarakat kalua menjawab tidak pernah melihat nya sama sekali, Cuma kata nya hanya ujar orang saja, atau bahasa Indonesia, kata orang juga, nah ini mitos Petuah suku dayak yang tidak bisa di pertangun jawabkan kebenaran nya, dan buat apa percaya yang hana menjajah diri sendiri nya. Dan tim peneliti sudah 3 minggu di Kalua dan memutuskan untuk lanjut misi nya, namun mereka bingung, mau lanjut terus masuk Kalteng, atau kea rah Timor Provinsi Banjarmasin, yang juga masih bagian Banjarmasin sendiri, seperti Batu, kota baru atau Paliari. Namun kata komando tim dari Banjarmasin, terus masuk Kalteng saja, Karena kota Batu Licin dan sekitar nya, tidak terlalu terpengaruh mitos-mitos tersebut, 1 di Batu Licin Islam sangat kuat mencegah nyam dan 2 Batu Licin kota Industri seperti Tabalong banyak pendatang, dan Kota kedua termaju setelah Tabalong yang di Komando tim Revolusi 1.
Dan penelitian Tim ini sudah berjalan selama satu tahun 8 bulan dari yang di mulai, mereka banyak sekali sudah mendapakan data dari penelitian nya, yang mana akan di kaji ulang di Banjarmasin untuk mencari alternativ untuk menangulangi masalah ini. Wilyah Kalteng yang mereka pertama masuk adalah Tamiyang laying Kalteng, dan disini lah Tim Kelompok A ini yang banyak sekali menemukan ke bodohan dalam penelitian nya, mungkin di India banyak orang bodoh minum air kencing sapid an sebagai akibat di jajah budaya dan tradisi yang tidak masuk akal, tuhan mana yang menyuruh manusia minum air kencing sapi kalau bukan Tuhan para India tersebut, kalau India membaca ini tersengung bodoh sekali, karena pertimbakan lah secara akal sehat, apa yang terjadi, dan Kalteng lebih bodoh lagi dari orang minum air kecing sapi di India itu. Tamiyang Layang adalah termasuk wilayah tua juga yang di huni di Kalteng, namun kemajuan nya sangat lambat sekali, bahkan kalah dengan Batu Kajang yang hanya sebuah kecamatan di Pasir Kalteng yang berbatasan dengan Banjarmasin Utara tersebut, dan itu salah satu penyebab nya tidak lain di jajah budaya dan tradisi mereka sendiri, yang sudah jelas tidak bisa di pertanggung jawabkan. Kota Tamiyang Layang di dominasi oleh kaum banjar melayu, yang mana Pertangan di pasar juga di kuasi oleh mereka Melayu, padah Tamiyang adalah tutorial suku dayak, dan Tamiyang adalah sarang para mafia Banjar, hampir sama dengan Balangan yang di hulu nya juga di huni oleh mafia banjar tersebut, sangat banyak sekali di Tamiyang ini penyimpangan budaya dan Tradisi, yang mana budaya tradisi suku dayak di kotori oleh mafia banjar tersebut, dari perjudian atas nama adat, dan banyak lagi budaya yang di kotori ini, perjudian atas nama adat ini hanya salah satu nya saja, di pengiran kota Tamiyang sangatlah radikal sekali, yang mana mafia banjar sering berkelahi antar kelompok berebut daerah Totorial, yang kerap kali mereka ini saling bunuh sesame mafia, dalam setiap kejadian saling bunuh ini sama sekali tidak tampak hidung Polisi Tamyiang, di Tamiyang perampokan sudah biasa terjadi, tidak bermaksut mengulang, Radikal nya mafia itu tidak lebih factor utama nya adalah Budaya dan Tradisi suku dayak, yang menjadi Sakte ajaran ilmu gaib, yang bisa di katangan kebal senjarta dan menghilang hingga terbang, radakal unjuk kebolehan ilmu gaip tersebut akibat doktrin-doktri Budaya Suku dayak oleh kelompok banjar yang mengabil ke untungan nya. Jauh kel hulu Tamiyang makin parah lagi kebuburkan ini, Pemerintah atau lembaga nya, hingga ormas pemuda nya tidak peduli dengan hal ini, sekolah saja di sana terlantar, dan jika beroperasi juga, murit nya bisa di hitung dengan jari kaki dan tanggan, orang di sana lebih memilih ke atas gunung bertapa dari pada pergi Kesekolah belajar agar pintar, pada hal sekolah itu tidak menghilangkan Budaya dan Tradisi, malah sebalik nya, namun aneh mereka menuduhkan sekolah akan menghilangkan Budaya dan Tradisi tersebut.
Tim Kelompok yang dari Taminyak tersebut melanjutkan misi ke arah utara Taminyak tersebut, ya itu Kota Ampah, yang mana kota Ampah ini adalah juga kota tua, namun sama saja dengan Tamiyang Layang, yang mana kemajuan modorenisasi sangat lambat Sekali, dan di Ambah juga sama, yang mendominasi adalah kelompok Banjar, dan disini juga banyak beredar dongeng-dongeng Budaya dan Tradisi yang ala suku dayak tersebut, sangat banyak mitos petuah yang kurang jelas menjajah masyarakat Ampah itu sendiri, dan hal paling membuat Kelompok A tertarik adalah Dongeng mengenai Hutan Terlarang di Area tersebut, yang mana Area antara Ampah dan Muara Teweh, dongeng hutan terlarang ini tidak umbah nya dengan dongeng mitologi Yunani kono, yang menceritakan Hutan Terlarang, dan hanya untuk para dewa saja berada. Dan Kelompok A di Ambah, mereka melakukan wawancara dengan masyarakat Ampah enik banjar tersebut, yang mana eknik banjar memberikan keterangan mengenai hutan terlarang tersebut, dan mengatakan Kelompok A bukan Kelompok pertama yang berniat masuk Hutan Tersebut, suku dayak sangat melarang nya, dan ketika saya masih muda dan baru-baru tinggal di sini, mungkin kira-kira tahun 1998 lalu, Pertamina dulu pernah ingin masuk hutan tersebut untuk mencari minyak, dan Pertaminan membawa Tim dari Banjar dan Sumatera yang di tugaskan untuk mencari minyak di sana, yang mana tim ini di halangi suku dayak untuk masuk, namun tim mengeras, tetap untuk masuk, yang berujung Konflik di antara mereka, yang membuat Pemerintah menarik Tim yang kwatir Konflik melaus, dan di cerita Dongeng di sana, di dalam hutan tersebut banyak makluk mitologi, yang macam Harimau putih, para dewa dan sebagai nya, dan jika ada yang nekat masuk kata nya orang itu takan pernah kembali lagi, jadi mungkin itu saja imformasi nya kata tokoh Masyarakat. Mendengar hal itu makin semangat Tim Kelompok A, mereka memutuskan masuk, dan meminta komando banjar memberikan izin nya, dan mengerim TNI dan Polisi untuk mengawal masuk hutan tersebut, Komandan banjar tidak banyak bacut, iya langsung memberikan izin dan menelpon Batalion Muara Teweh, dan  polres Muara Teweh tersebut, dalam wakut yang di tentukan Kelompok A yang berangotakan 20 orang, 10 TNI, dan 10 Polisi langsung menuju Lokasi. Sebenar nya alasan kelompok masuk hutan tersebut bukan bertujuan mencari target mereka, Cuma yang utama nya adalah untuk membebaskan masyarakat dari jajahan budaya dan tradisi yang tidak jelas, dan mereka juga tidak melok kalau di katakana mencari targer. Setelah sampai di sana, mereka di halangi banyak suku dayak, namun Batalion bisa meredam nya, dan terus masuk, Batalion yang mengomando Kelompok A ini mengatakan siapa saja yang menghalangi mereka masuk, maka kami tidak banyak alasan akan memukul kalian, dan jangan coba halangi mobil kami, karena kami akan menabrak nya, sumpah di tuhan kata TNI, mendengar itu maka suku dayak membiayarkan nya, dan dayak mengutuk mereka semua. TNI sengat sigab sekali dalam mengomando Tim, masuk ke dalam Hutan, yang mana Truk Batalion dan Polisi di tinggal kan di Rumah masyarak yang dekat hutan Tersebut, mereka semua jalan kaki saja lagi, dan dalam 4 hari berjalan kaki di dalam hutan terlarang tersebut Tim sama sekali tidak bertemu apa, apa lagi Harimau putih tersebut, yang ada hanya ada ular berwisa, monyet, babi dan anjing hutan saja, Kelompok Terus berjalan ke Arah utara, mencari tempat dewa yang di katakana tersebut, juga di pernah menemukan nya, sunguh tidak ada apa di dalam hutan tersebut, dalam 3 minngu perjalan, melihat bekal sudah hampir habis mereka pulang, dan mereka keluar dari hutan tersebut semua orang melihat nya bahwa mereka kembali, yang mana sudah di isukan oleh Kelompok dayak bahwa mereka takan pernah pulang, mereka benar-benar pulang, dan ini menampar muka suku dayak sangat keras sekali, dan pristiwa tersebut juga lah pada akhir membuat masyarakat sadar, dan beberapa dari mereka banjar yang tingal ke sana, melihat hal itu maka, mereka sepakat bersama untuk bekerja mencari kayu di dalam hutan tersebut, mereka membawa gergaji mesin untuk menebang pohon, dan hal ini lah juga yang membuat Pertamina Sentral Banjarmasin menelpon mereka, yang mana Pertamina mengajak kerja sama dengan Kelompok, namun kelompok A menolak nya, dan menyarakan pada Pertamina, kalian bekerja saja Batalion Muara Teweh untuk masalah itu, karena Batalion ini sangat hapal masih ke ada di sana, dan tidak banyak kata komandan Batalion mau, dan hal itu adalah menjadikan Industri Pertaminan membangun Industri nya tersebut, dan pada akhir nya mereka melakukan pengeboran di sana, hinga sekar, dan Kelompok A di angap pahlawan pemberani, tapi pembaca menurut diskusi di Kantor Berita Kanada Banjarmasin, Ahli sejarah Banjar tersebut mengatakan bahwa hutan tersebut zaman Tamhidulah naik jadi Sultan Banjar, iya memerintahkan Prajurit masuk ke sana, untuk membangun benteng, namun tidak sempat, karena fase tersebut, Mangkabumi Nata di Banjar menyatakan perang dengan Kutai Kartanegara, yang mana prajurit nya di tarik untuk mengepong Kaltim Kutai Kartanegar. Kamando banjar, mengarahkan Tim untuk keluar dari Muara Teweh dan Ambah, menuju ke Bontok, dan dalam beberapa hari tim sudah di Bontok, dan baru datang 3 hari mereka langsung melakukan operasi nya, mereka mulai dari Kota Bontok, yang mana mereka memulai dari bersosial di Perpustakan Bontok untuk mencari Imformasi, dan bersosial dengan Masyarakat, dan yang di temukan tidak jauh berbeda dengan Ampah atau muara teweh tersebut, masyarakat Bontok yang di dominasi enik banjar ini juga di jajah oleh budaya dan tradisi yang menghalangi mereka untuk maju, banyak sekali Petuah mitos yang beredar di Masyarakat, dan dongen-dengeng hantu dan semacam nya. Dan saya tidak perlu menceritakan mengenai penelitian tim di Kota, karena sama saja dengan yang lain nya, tapi saya akan langsung menceritakan Tim yang sudah masuk pedalam dan hutan bontok saja, dan di mana hutan bontok yang di dongekan dengan banyak setan, suku dayak pembunuh dan lain, banyak juga mitos mengenai hutan tersebut, dan setelah di dalam hutan mereka tidak pernah menemukan apa pun, selain ular monyen atau hewan yang pada umum nya di Hutan Kalimantan, lebih dari 3 minngu di sana tidak bertemu apa-apa jua, dan mereka memutuskan pulang, dan di perjalanan pulang ini mereka bertemu dengan Kelompok lain yang juga masuk hutan tersebut, dan tidak di sangkan Kelompok A ini pulang salah jalan, dari mana mereka masuk, dan bertemu nya mereka dengan kelompok orang ternyata mereka adalah orang yang di tugaskan oleh dinas Kehutanan Kalteng, yang mana mereka bertanya dari mana Kalian, Kelompok A menjawab dari Bontok, jauh nya, sampai kesini, kalian sekarang berada di pengirian Provinsi Kalteng Palangkaraya, sunguh tidak di duga sama sekali, dan tim dinas kehutan itu masuk ternyata mereka melakukan pengepungan pelaku penjarahan hutan, dan juga digiringi oleh ormas pemuda peduli hutan Palangkaraya, dan yang pada akhit nya Tim pemuda bergabung dengan mereka nanti di masa depan di Banjarmasin, Tim pun keluar sudah dari hutan Palangkarya, dan langsung meneju Bandara untuk terbang pulang ke Bontok lagi, dan setelah sampai di Bontok, dan menghubungi komando Banjar, maka komando banjar, meminta Tim pulang semua ke Banjar, dan misi sudah berahir dalam penelitian, dan sekarang sudah masuk masa operasi penumpasan, penarikan ini juga di akibatkan oleh salah satu nya adalah perseteruan Pemerintah Palangkarya dengan Komando banjar, yang mana mereka merasa terhina,  akibat seolah-olah Pemerintah Kalteng lalai dalam tugas nya mengurus Palangkarya, hingga Kamando Banjar yang bertindak, dan lagi penarikan Tim ini dadasari akibat terlalu lebar wilayah operasi, yang mana bisa saja kita tidak sangup dalam Operasi nya nanti, jadi sampai di setu dulu, dan kemungkinan akan di lanjutkan lagi setelah kita berhasil dalam penumpasan nya nanti.
Kelompok A pulang dari Bontok dengan Transpotasi mobil ke Banjarmasin dalam 2 hari perjalanan, dan sampai ke Marakas Banjarmasin tanggal 22 September tahun 2003, berate mereka melakukan penelitian lebih dari 1 tahun dan mencapi 2 tahun lama, sangat tidak terasa sekali, Dan setelah seminggu ke pulangan mereka, maka di adakan rapat kusus mereka, yang mana mereka membicarakan dari mana kah mereka harus memulai misi pembesan masyarakat dari jajahan Budaya dan Tradisi, pemempin mereka belum memberikan perintah mulai dari mana melakukan nya, hanya memerintahkan untuk mengkaji ulang data saja, di masksut kan agar Tim benar paham, dan dalam rapat juga mereka sepakat untuk mengundang para pemuda yang bergerak melastarikan Budaya di Banjarmasin, dan banyak lagi pemuda dan mahasiwa yang di undang, Universitas Lambung Mangkurat juga ambil bagian dalam hal ini, Industri juga di undang, batalion, musisi, tokoh agama, dan pemerintah Daerah. Dan rapat resmi bersama para undangan di lakukan pada tanggal 4 Desember tahun 2003. Dalam rapat mereka semua setuju, Operasi di mulai dari awal tahun 2004, dan lengkap nya tanggal 10 Januari tahun 2004. Dalam rapat juga pemerintah Daerah kusus nya DPRD memberikan izin penuh pada mereka, dengan sarat jangan radikal seperti pendahulu kalian, dan apa pun yang terjadi Kelompok A harus bertangung jawab dengan penuh, dalam rapat juga kesidian Polda dan Batalion turut ikut untuk menlindungi mereka, dan para Industri siap mendanai mereka untuk melakukan operasi ini, dan dinas pendidikan dalam hal ini ikut sepenuh nya, dan dalam rapat sedikit pun tidak ada tolakan dari kalangan mana saja, karena tujuan mereka baik.
Dan mulai dari 11 Januari 2004 Kelompok sudah memulai Operasi yang matang di rencanakan ini, dan mereka memulai nya dari Kota Banjarmasin, yang di mulai dari razia took-toko buku hingga perpustakan, yang mana mereka melakukan nya bersama Pamongpraja Banjarmasin. Tidak di sangka, dalam razia tersebut mereka banyak menyita buku penyesatan dan penjajahan budaya, dari Prembon, buku-buku mestri hantu yang di dalam menyesatkan juga di sita mereka semua, mereka juga membuka buku-buku agama, mencari doktrin menyesatkan, dan operasi ini berlangsung 2 hari lama nya, dan berhasil menyita buku lebih dari 200 buku, yang mana semua buku tersebut, mereka bakar habis. Dan mereka juga dalam misi nya ini, mendatangi Kesultanan Banjarmasin dan berunding dengan mereka, yang mana mereka meminta Kesultanan Banjarmasin angkat bicara kepada Masyarakat dan memberikan arahan pada mereka, dan menumpas semua dongeng Kesultanan Banjarmasin yang penuh penjajahan budaya dan tradisi yang memperlambat arus kemajuan daerah, Kesultanan Banjarmasin mau, bahkan Kesultanan Banjarmasin mengkampayekan Kelompok A pada masyarakat bahwa apa yang di lakukan Kelompok A ini bukan menghilangkan budaya dan tradisi, tapi sebalik nya, dan Kelompok tidak membuat orang bertuhan dan bertumpu pada Teknologi, Kelompok A juga tidak menentang Agama mana pun, malah mereka memperbaiki paham agama yang menyimpang, Kelompok juga bukan tidak menghormati Budaya tertentu, dan tidak memusuhi dewa mana pun, mereka hanya ingin masyarakat maju bersaing, dan menjadikan masyarakat Kalimantan go Internasional, yang di tumpas Kelompok adalah sebuah mitos petuah Budaya dan Tradisi yang tidak bisa di pertangung jawabkan kebenar nya, serta doktrin-doktrin yang menyesatkan, pengatas nama budaya dan Tradisi untuk kepentingan sediri bahkan criminal, dan kelompok percaya dengan mitos pertuah Budaya dan Tradisi apa bila ada dalil, seperti Hadis, Al-Qun’an, dan lain yang tidak membetuk penjajahan budaya dan tradisi yang menghalangi kebebasan sesorang dalam bernagara, melupa kan sejarah berati melupakan inditas diri, melupakan budaya dan tradisi  berati melupakan dari mana mansia berasal, jadi masyarakat harus paham ini, dan untuk itu Kami Kesultanan Banjarmasin akan turun tangan bersama Frons Islam Asean, untuk menumpas doktrin agama Islam dan lain nya, jadi begitulah peryatan Kesultanan Banjarmasi yang ikut tersjun jua dalam misi ini.
Kelompok A setelah melakukan Operasi razia buku mitos dan lain nya, sekarang mereka menumpas media TV yang melakukan penyesatan orang Banyak, yang jika media TV tersebut sangat loyal mengangat topic-topik yang tidak mistik, hantu dan lain nya, mereka memperingkan nya, jika nekat mereka akan meminta Pemerintah Banjarmasin untuk menutup media tersebut, Kelompok A juga menyatakan pada pemerintah untuk melacak TV luar Kalimantan yang mengakat hal gaip tersebut, yang membuat masyarakat terpengaruh dan menghambat perkembangan bangsa. Kelompok juga melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah di Banjar untuk menerangkan Hal ini besama Dinas pendidikan banjar, dan guru juga di harus mengarkan pada murit hal yang tidak mimpang, mengatakan Pendidikan Agama penting, dan pendidikan skuler juga pentingt, karena Pendidikan agama untuk menjamin kita di Akhirat, dan Ilmu Pengetauan Skuler untuk membantu kita beratipitas dalam dunia ini, dan kita harus ambil contoh dari perang Timor tengah, akibat dari terlalu mengedepankan Agama, dan memandang tidak penting yang lain, maka dari mereka saudara muslim kita terjajah oleh barat dan Amerika Serikat, jadi semua penting, dan kami dinas pendidikan akan luncurkan kurikkulum sesytem baru bulan depan untuk mempercepat kemajuan Banjarmasin.
18 Juni 2004 Kelompok di berikan izi pemerintah atas Lobi Kesultanan Banjarmasin dan Frons Islam Asean, untuk melakukan operasi penumpasan penjualan ayat suci Al-Qur’an, dan zimat di kota Banjarmasin, baik yang berdagang zimat dan ayat Suci Al-Qur’an di pasar-pasar atau di rumah-rumah, dan Kelompok juga di berikan mengambil tindakan untuk menjukan ke pada masyarakat bahwa apa yang takuti tentak sebuah petuah mitos budaya dan tradisi yang jelas penyimpangan tersebut, dan untuk Operasi ini Kelompok A bergabung dengan FPI Banjarmasin, yang melobi pengadilan agama Banjarmasin. Maka dari pukul 08;00 19 Juni 2004 operasi di lapangan di lakukan, yang mana konvoi mondar mandiri mencari targer nya di Kota Banjarmasin, dan Kelompok A bersama ormas lain, pada hari banyak menangkap para penjual ayat suci Al-Qur’an, yang mana mungkin sekitar 50 lebih di tangkap dan di bawa menghadap Kesultanan Banjarmasin dan Frons Islam Asean, pelakuk ini bukan untuk di hukum mereka, tapi di bina untuk mengulang kembali pendidikan Islam dari awal yang tugas tersebut di serahkan pada Frons Islam Asean, dan para penjual zimat ini juga lah peradikal pemuda Banjarmasin, akibat berguru pada nya melakukan aksi criminal tersebut, dan besok nya lagi Operasi bersama FPI kelompok A juga menangkap para ulama yang punya pengetahuan agama ala kadar, yang menyesatkan orang saja, dan dukun juga hari itu di kepong mereka semua, dan semua di bawa menghadap Kesulatan Banjarmasin untuk di bina kembali agar tidak berbuat lagi nanti. Hingga besok nya konvoi Kelompo A dan FPI melakuak operasi di daerah pingiran kota Banjarmasin, mereka memperhatikan situasi masyarakat sebelum melakukan operasi, dan Operasi ini di adakan untuk menunjukan pada masyarakat banjar apa yang di takuti mereka tidak pernah ada, dan bukan tujuan untuk berlaku menyimpang moral yang di menghargai, missal mereka melepaskan kain kuning mata kuburan tertentu atau leokasi yang dilai angker, Kelompo A juga tiding mengajari agar masyarakat berani menghancurkan kuburan-koburan yang di angap sklar itu, Contoh apa yang mereka dapatkan dalam penelitian kemari, yang masalah karamat masyarakat, yang mitos beredar, tidak boleh menebang Kayu Bulan itu karena berhantu, dan bisa kualat nanti, dan banyak kutukan lain nya, kutukan yang tidak bisa pertangun jawabkan tersebut, di Gambut Banjarmasin, ada sebuah pohon kayu bulan yang di angap keramat itu tumbuh besar, dan Kelompok A dengan FPI datang dengan membawa gergaji mesin, mereka menebang pohon tersebut, yang selama ini sudah menjaha masyarakat, orang mau keluar malam takut, kata nya kayu bulan berhantu sekali, tapi setelah di tebang nya oleh mereka itu tidak terjadi apa, dan masyarakat melihat nya, lalu mereka terjajah oleh sebuah ,mitos sesat tersebut yang membatasi kemajuan mereka sendiri. Pada tangan 25 juli 2014 Kelompok A dan FPI mengadakan rapat di kantor berita Kanada Banjarmasin, ini adalah awal dari ikut Ornganisasi Paling berpengaruh di Tanah Melayu, yang mana mereka ini di Kenal dengan Nama Avril Fans Fender Banjarmasin yang ikut mendukung, dan Kelompok A meminta wartawan ikut Operasi mereka dan menayangkan Live di TV Koran dan sebagai, dan permintaan itu di Kabulkan nya oleh Kantor berita Kanada Banjarmasin, dan radio-radio di Banjarmasin di minta mereka juga untuk mempublikasikan moderenisasi tersebut, dan Operasi berlanjut sekarang operasi nya di pingiran kota Banjarmasin, dan pesisir Sungai Bariti, tepat nya Ajirserapat dalam, yang mana ada sebuah tempat keramat di daerah pesisir sungai Barito, yang nama tempat keramat itu sudah memjajah masyarakat. Masyarakat takut beraktipitas malam hari, dan takut mendekati nanti kualau, tapi setelah di tanyakan asal usul nya oleh kelompok A, siapa yang membuat itu, dan dari mana datang itu, apakah itu dewan dan sebagai nya, apa manfaat nya kata kelompok A, nah masyarakat menjawab tidak tahu, yang mereka tahu dulu ada orang memasang kain kuning di situ, dan tidak ada kejelasan orang itu mengapa melakukan nya, tidak banyak Tanya, Kelompok A menghacurkan nya, dan semua orang melihat nya baik langsung atau di TV, dan atas dasar itu masyarakat sudah bebas dari jajahan budaya tradisi yang tidak bisa untuk di pertangun jawab  kebenaran nya. Kelompok A dan FPI juga melakukan Operasi pada hari do pesisi Sungai Barito atau anjir serapat dalam untuk menumpas Penjajahan budaya dan tradisi tidak jelas, karena mere daalam penelitian kamarin mencatat dongeng ini, ya itu dongen hantu basuluh bahasa melayu banjar, bahasa Indonesia setan, yang mana sangat meresahkan sekali pada masyarakat, Petani di ajir sangat di jajah oleh dongeng ini, dan tidak berani ke lading malam hari untuk mencari ikan, Kelompok A dan FPI langsung menumpas nya, dan ketemu dengan hantu nya, mereka juga menantang nya, bahkan mitos yang Anjir yang tidak boleh membawa telor asin malam hari di sana walau subutir pun, FPI dan Kelompok A tidak lagi sebutir membawa telur Asin, tapi satu keranjang, membuat kopi dan sebagai yang mereka lakukan, juga tidak kunjung datang juga setan nya, sudah geram nya FPI maka mereka bertanya pada masyarak dari mana dongen itu berasal juga tidak tahu, dan apakah di antara kalian semua di sini pernamah melihat nya, mereka juga mengatakan tidak pernah, dan tapi kata masyarakat ada yang mengaku pernah melihat nya, dia seorang dukun hebat kata di Kampung ini, panggil dukun nya kata FPI, masyarakat langsung naik mobil dengan FPI lalu menjemput nya, dan membawa nya kelokasi, Kelompok A miminta nya untuk memangil setan itu dengan si dukun, maka dukun beralasan terlalu banyak orang nya di sini, setan takan datang suasanan begini, maka kelompok A menyuruh bubar kelompok masyarakat dan hanya mereka bertiga saja lagi, dukun baca mantra juga tidak ada setan yang datang, yang ada Cuma kenyamukan saja, dan kelompok A sudah bosan, iya memangil masyarakat lagi untuk berkumpul untuk melihat apa yang akan mereka lakukan, yang mana FPI bersuara anda dukun dan punya ilmu debus, buktikan kata FPI, dukun diam saja lagi dan miminta ampun pada Kelompok A, dan mereka membawa ke hadapan Kesultanan Banjarmasin untuk di bina Frons Islam Asea. Kelompok A dan FPI bersama Pamongpraja Banjarmasin melakukan operasi razia pemuda pada malah hari, mereka mencari pemuda yang radikal yang terpengaruh ilmu gaip dayak dan sakte tersebut, dan dalam operasi mereka membawa pemuda dan preman yang terpengaruh itu langsung di bawa ke halaman kantor Pamongpraja untuk di beri arah, supaya jangan radikal dan percaya hal macam itu, bahkan FPI bersuara siapa yang paling sakti di kalian semua yang mengaku kebal bendiri biar saya tusuk kata, semua diam. Dan untuk pertama Kali nya Kesultanan Banjarmasin dan Frons Islam Asean geram dengan rakyat nya sendiri yang di angap mengotori budaya dan tradisi Islam tersebut, dan pada tanggal 2 September 2004 Kesultanan Banjarmasin, ceramah di depan kantor TVRI Banjarmasin, yang mana Sultan meminta semua rakyat nya datang, iya menanyakan siapa yang telah mendoktrin-doktrin budaya Islam tersebut, yang mana dalam Islam malam Jum’at atau hari Jum’at tersebut dalam budaya Islam adalah malam dan hari yang suci, tapi kenapa kalian semua malah mengambarkan dan mengagap bahwa malam Jum’at tersebut malam nya para setan, dan terbuka nya pintu ke gelapan tersebut, siap malam Jum’at masayarak takut akan datang nya setan, mengapa kata Sultan, siapa penyebar doktrin ini, orang malam Jum’at baik untuk beribadah bukan malam setan, dan mengapa kalian takut dengan kuburan, pada hal suatau saat nanti kalian juga berbaring di sana, seharus nya kalian melihat kuburan itu inggat dengan segala dosa dan kelalain membuang waktu beramal, yang mana mana batapa mendirita nya mati, dan tidakm ada orang mati pensaran untuk balas dendam, jika itu benar ada mangepa para orang yang mati terdahulu juga tidak balas dendam, contoh nyata, jika ada orang mati penasaran bisa begitu, tentara yang mati di medan perang akan membalas kematian merela kepada musuh mereka yang hidup, jadi ini aneh, kalian mengaku Islam, tapi kalian tidak tahu dengan Islam itu sendiri. Dan saya minta masyarakat tidak lagi berlaku semacam itu lagi dari hari ini. Dan setelah ceramah itu, maka semua media di banjar mengapanyekan hal tersebut pada masyarakat luas.
Tanggal 2 Desember 2004 di adakan nya rapat kelompok A, FPI, Kesultanan Banjarmasin dan ormas Masyarakat Banjar, yang mana rapat tersebut Kelompok A meminta pada Kesultanan Banjarmasin memberikan izi untuk melakukan penumpasan Sakte-Sakte radikan penyesastan tersebut, yang mana izi ini selalu berulang-ulang di ajukan terus di Tolak, nah pembaca ini adalah awal konflik besar yang berujung melibatkan pemerintah Jakarta, karena Kelompok A sudah 1 tahun bertugas, yang mana keberhasilan mereka dalam memodorenkan masyarakat yang bertampak pada maju Perdangan Internasional, itu akibat masyarakat tidak lagi di jajah budaya dan tradisi yang sesat, kelompok masyarakat banjar yang moderen memprotes masalah otonomi dsaerah, dan ingin menjadikan Pelabuhan Tri Sakti menjadi pelabuhan Internasion perdagang, dampak moderenisasi menjadi perkembangan Industri Kalimantan, dalam rapat itu juga Kesultanan Banjarmasin dan Frons Islam Asean, ingin melakukan operasi penumpasan ulama sesat di Martapura, yang saya sudah papakar di atas tadi, yang mana Islam pecah di buat mereka ini, dan membuat Islam terpengaruh Dayak penuh mistik tersebut, dan mereka ingin Islam di sana tidak lagi bergolongan, baik suni dan syah dan lain, Islam hanya 1 saja,  berpengang teguh dengan Al-Qur’an dan Hadis, bukan mahzat-mahzat, dan Operasi itu di setujui semua pihak, dan begitu juga penumpasan para sakte-sakte radikal di Banjar, yang sepakat di lakukan tahun 2005.
Pada tanggal 2 Januari tahun 2005 Kesultanan Banjarmasin mengajak pemerintah daerah ikut untuk melakukan operasi ke Martapura, namun tidak ada jawaban nya dari mereka, mungkin pemerintah tahu resiko yang akan di hadapi nanti nya, Kesultanan Banjarmasin menuda operasi itu, tapi pada tanggal 5 Januari 2005 kesultanan Banjarmasin memberikan komando untuk kelompok A untuk melakukan Operasi penumpasan Sakte-sakte di banjar, dan maka mereka melakukan nya, Kelompok A, FPI, dan Pamongpraja, lengsung bertindak, mereka semua mendatang para guru ajaran sesat ini, namun Sakte-Saket yang punya anak didik ini melawan nya, yang berujung konflik jatuh korban jiwa, yang mana FPI dengan kelompok A juga membabi buta, hingga datang nya Batalion dan Polda Banjarmasin untuk melakukan pengaman, dan seluruh para Sakte dan pengikut nya di tangkap dan di bawa ke Batalion Banjarmasin, untuk menemui Sultan, yang mana Sultan menyerahkan mereka ini pada Frons Islam untuk di bina, dan di ajari agama dan skuler supaya jangan lagi meradikal kan orang saja, dan mingkat criminal, bahkan Sultan menyurukan, jika kalian benar-benar suka berkelahi, mending jadi petiju saja sudah ada hasil nya, menang mengharum kan bangsa, dan jika kalian ini suka perang antar kelompok kalian, mending berjihat ke Timor Tengah sana untuk membela suadara muslim kita yang jajah, bukan berbuat maker seperti ini jahat dan criminal. Masalah tidak sampai di situ saja, karena banyak saket yang belum di kepong, yang berujung perang atar kelompok A dengan Sakte, begitu juga dengan FPI, yang pertikan FPI dengan suku dayak di sejarah yang lalu, dan Operasi ini mempicu dayak yang kebanyakan punya Sakte tersebut membela sakti tersebut. Dan yang paling memicu konflik ini di mana ketika penumpasan Sakte ini di daerah Anjir perbatasan, dan erah bagian Barito Kuala yang juga masih Provinsi Banjarmasin, Operasi tersebut benyak menangkap orang dayak, dan dari itu dayak moderen di Palangkaraya dengan ormas nya, kembali menysusn barisan nya, dan mengulangi konflik Madura dayak. Cuma ii belum puncak nya lagi. Dan yang paling mengemparkan adalah, tanggak 27 Januari 2005 Kesultanan Banjarmasin bersama Frons Islam melakukan Operasi nya ke sentaral Islam Kalimantan ya itu Martapura, yang mana saya paparkan di masalah nya tadi yang dengan jelas di data kelompok A, dan misi ini juga untuk menyatukan Islam, yang pecah akibat mahzat tersebut, yang kadang kala bisa terjadi konflik di antara mereka ini, Kesultanan Banjarmasin tidak bacut, mereka masuk langsung menangkap nya, membuat nya dalam mobil dan langsung di bawa ke Banjarmasin, mungkin ada lebih dari 20 ulama di bawa ke Banjarmasin, Para pemuda pesantren sudah menghunuskan pedang nya, mereka semua bertiak jihat sudah, zikir di komadangan oleh meraka, dan maju menuju pasukan Kesultanan Banjarmasin yang mereka angap berlaku salah, dan sempat sudah saling dorong dan pukul, namun ketika Sultan berdiri, semua terdiam, dan para ulama yang ada juga mendinginkan masalah dan memrintahkan santri masuk kembali, karena Ulama ini mengerti mengapa Sultan melakukan nya, dan tidak mungkin mereka masyarakat Banjar melawan Sultan mereka, mungkin jika pemerintah daerah atau Jakarta yang datang melakukan nya, pertumpah darah takan bisa di hindari lagi, Sultan yang sangat paham agama ini tidak munngkin melakukan nya tanpa ada sebab kata ulama di sana Coba mengambil control suasana yang panas, dan setelah reda baru Sulatan bicara lagi dengan sesepuh Martpura tersebut, dan 20 ulama di bawa kebanjar bukan untuk di tangkap, tapi di bina dan didik ulang Islam nya yang menyimpang jauh sekali, dan merusak provoksi golongan Islam itu sendiri, mereka saling ejek antar golongan yang berujung Konflik saja, akibat mahzat, tapi ada hal yang membuat banyak ulama yang di sana sadar waktu itu, ketika Sultan menjelaskan unjung pakal lebih dalam lagi, yang mana iya mengatakan, Provinsi Banjarasin yang kita huni adalah sentaral Islam Kalimantan, dan beteng itu ada di Martapura. Dan setelah runtuh nya Istana kita Oleh Belanda, maka Islam mulai merosot tajam sekali, Islam bertranpormasi atau Revolusi sudah, akiba masyarakat kita dulu lari ke pedalaman Kalimantan untuk menghidari kepongan Belanda, dan maka dari Masyarakat terpangaruh suku dayak dengan Ilmu Gaip yang penuh sekali praktik perdukungan tersebut, dan Islam serang bukan lagi Islam yang dulu, yang di anut nenek moyak kita, yang mana sekarang ini banyak penghalan hukum, dan membuat hadis palsu yang menajah masyarakat, dogmba masyarakat luas, dan dari sekarang kita harus bersatu kembali seperti jaya-jaya nya nenek moyang kita dulu, nenek moyak kita di Kalimantan di segenani sampai sekatang dalam masalah Islam, dan sekarang kita sudah mempermalukan nya, dan kita tidak menghargai perjuangan nenek moyang kita, Pesantren harus di moderenisasi, dan di masukan pendidikan skuler, agar generasi kita tidak bodoh dan di jajah, timor tengah adalah pelajaran bagi kita, akibat menolak moderenisasi mereka terjajah oleh barat, dan sedangkan dalam budaya Islam sendiri tidak melarang mengejar ilmu pengetahuan, jadi maka di sini anti Moderenisasi, jadi bersatu lah. Dan hari itu adalah hari bersejarah, yang mana Islam kembali berevolusi, dan setelah 1 bulan pasca konflik tersebut, Kesultanan Banjarmasin membelikan Kompute untuk pesantren tersebut agar maju dan bersaing, kurikulum di tambah kan nya juga, bahkan sultan meminta dinas Pendidikan memberikan Izasah Sandar agar kelat mereka lulus bisa bekerja, dan agar kelat mereka juga bisa menjawakan kembali Banjarmasin seperti dulu. Dan sisi lain Banjarmasin, Kelompok A sedang tempur dengan para Sakte-sakte tersebut, bahkan Kelompok melakukan penyerangan terhada sebuah media TV swasta Jakarta yang punya kantor Cabang di Banjarmasin, penyerangan itu di picu akibat media TV tersebut selalu mengakat hal yang tidak memajukan bangsa, yang sarat sekali dengan dunia gaip lain nya, penyebaran mitos petuah tradisi jawa, yang macam nenek pelit, grading atau kuntilanak yang mana membuat masyarakat percaya tahayul saja, mungkin bisa di samakan media yang mereka serang di Banjarmasin itu sama dengan Media TV trans 7 dengan dunia malam dan lain nya tersebut. Razia terus di lakukan kelompok A yang simakin hari area razia makin membesar sudah, hampir semua dukun di datangi dan siruh mereka berhenti, hingga ada pasar malam, yang mengadakan acara debus dan Rumah setan juga di tutup mereka,sekarang konflik makin membesar, karena pengusaha yang mengadal hal itu mencari uang di tekan mereka sedalam nya, pohon-pohon skaral di agap masyarakat di tebang mereka, tanpa ada yang melarang mereka, karena mereka di dukung banyak pihak untuk memajukan Banjarmasin. Dan yang ada perlu tahu pembaca, tempat skral yang di hancurkan mereka itu, bukan baralasan agama Islam yang mengutuk berhala, melainkan bertujuan untuk memerdekan masyarak yang terbatasi oleh itu. Dan tepat 16 Maret 2005 Kesultanan Banjarmasi mengelar operasi di Martapura di makam ayah sang sultan sendiri, serta makam mentri Kesultanan Banjarmasin yang sangat berjasa menyakan Islam, lokasi itu adalah pelampayan, yang mana Kesultanan Banjarmasin, menangkap semua para ulama sesat di sana, yang menyekutukan tuhan dengan kuburan ayah handa Sultan sendiri, para pengemis di sana di tangkap habis, di bawa ke Banjarmasin lalu di sekolahkan dan di jarikan kerja oleh kesultanan Banjarmasin, dan sultan juga melarang cerita dongen tetang moyang tersebut, iya menghacurkan semua mitos yang ada di sana, dan membuat peraturan tertulis, untuk membebaskan masyarak dari jajahan budaya tradisi yang membatasi mereka, dan memberitahukan pada para perzarah untuk tunduk dengan aturan di Palampayan, agar tidak menjadikan kuburan tuhan dan lain sebagai tempat mestik dan penkabul segala macam kinginan.
Tanggal 1 Agustu 2005 Konflik pecah dari pesisir Sungai Barito, mulai dari daerah Dayak Muslim Bakumapi, yang mana Perang Kelompok A dengan dayak, yang sudah mengagap Kelompok A ini menghilangkan Budaya dan Trasdisi mereka dayak, yang mana Budaya yang di sebutkan mereka itu tidak dalam sejarah dayak yang tertulis, yang sudah di nyatakan oleh alhi budaya dayak Pak Bue Cornalis, dan sudah di dari misi Kelompok A ini bukan menghilangkan Budaya dan Tradisi, tapi untuk memajukan mereka dan membebaskan mereka dari jajahan budaya dan tradisi yang kurang jelas, namun perang di pesisir Sungai Barito, yang mana Kelompok A di bantu Ormas Sumatera dan Kutai Kartanega, yang Perang di menangkan nya oleh Kelompok A, yang membuat para dayak melarikan diri masuk pedalam, namun mereka tidak mengejar nya, tapi Kelompok ini tak menerima komando dari Banjar untuk terus ke hulu Sungai Barito, atau mereka sipihak melakukan tanpa izi, yang mana mereka sampai Ke Bontok kala itu, dan disilah rahasia besar terbongkar yang berujung konflik pemerintah, yang mana Kelompak dengan Konvoi nya masuk hutan Bontok, hutan yang mereka sambai tersebut, saat memasuki sungai kecil Kelompok medengarkan teriakan orang bagai pidato, dan mereka tertaik dengan itu, mereka coba kesana, dan mereka melihat nya rasa tak percaya sama sekali, pemerintah Kalteng mengumando pasukan dayak, yang model pasukan rahasia mereka melakukan serangan, ini radikal sekali, dan untuk itu rupa nya dayak tidak dapat pendidikan yang layak dari pemerintah Kalteng, karena jika mereka pintar, maka mereka tidak akan bisa di komado oleh mereka, yang mana kepala adat di sana melakukan persekongkolan bersama pemerintah, dan ini adalah rahasi pemicu pembatain besar kemari, namun dalam tulisan kita tidak terlalu penting menguak pembatain tersebut mungkin hanya jadi provokasi saja, Prajurit dayak ini juga di komando untuk Industri didalam hutan, yang mana para Industri di sana memaaf jasa pemerintrah kalteng untuk menghacurkan lawan Industri di hutan Kalteng tersebut, suku dayak akan menyerang Industri missal nya Peretamina, dan mengusir nya dengan cara mereka, mungkin anda paham maksut saya ini kan, kita tidak terlalu masuk membahas itu. Dan Kelompok A ketahuai mengetip mereka, maka pengepungan terjadi di sana, hingga mundur Kelompok dari sungai kecil menuju sungai Barito, di mana angota di sana berada, sesampai nya mereka dengan Kelompok nya, maka Kelompok A dengan Ormas Sumatera melakukan perlawan yang berujung kembali jatuh korban, dan konflik berlanjut hingga ke kampong-kampung kecil di pesisir Sungai barito, Kelompok A juga menghungi Angkota yang di Banjarmasin, minta tambah pasukan nya, alhasil 5 Perahu cepat dari Banjarmasin langsung ikut bertempur dari atas sungai, Kelompok A memakai Senjata Api, karena mereka dengan Batalion Marabahan Provinsi Banjarmasin. Dan sampai pada puncak nya, untung Batalion mengevakusi nya, dan menarik mundur Kelompok A, dan membawa mereka pulang ke Banjarmasin, dan beberapa orang Kelompok di masukan di penjara, akibat membunuh dayak, dan beberapa TNI di pecat akibat membunuh dayak dengan menebaki mereka, jika saja Amunisi Batalion banyak kala itu mungkin Suku dayak yang mengejar di pancing mereka itu akan habis, yang hanya membawa 30 peluru saja begitu, ini pada akhir nya menjadi sengkta panjang antara Kelompok Banjar dan dayak, yang bagai mana perudingan damai tidak pernah tercapai bersama, untuk menghidari kekkacuan, maka Kelompok A di nyatakan di bubarkan Pemrintah di tuduh provokasi perang, namun Kesultana Banjarmasin Aceh membela Kelompok di pengadilan, dan banyak juga bangsawan Banjar membela Kelompok, dan mendesak pemerintah hanya menghukum pelaku pembunuhan nya saja, dan membiarkan mereka yang tidak terlibat, tapi pemerintah demi kebaikan maka seluruh orang Kelompok A akan di pendahkan ke Sumatera saja lagi, supaya jangan saling serang, dan Tim tatap di bubarkan pemerintah.
Tanggal 15 Oktober 2005 Sesepuh dayak dan Banjar kembali bertemu untuk menyelesaikan masalah Kelompok A kemarin, yang juga tidak jalan di temukan untuk berdamai, dan kegeraman nya pemerintah Kalteng, ya jelas mereka sangat geram, Kelompok A tahu sebuah rahasia buruk tersebut, mereka orang yang tidak berdosa para dayak tersebut diu manfatkan pemerintah sebagai prajurit pribadi nya, ini menyangkut Konflik tahun 2000 kemarin juga. Dan di banjar pada akhir tahun 2005 masyarakat merasakan semua kerja keras Kelompok A tersebut, yang mana Banjarmasin maju kembali serta berbudaya dan tradisi sangat kuat sekali, yang mana ke moderenan di Banjarmasin pada akhir nya para pengusaha melaku kan perdangan Babas di sana, dan mingurangi radikalisme di Banjar akibat para Sakte yang mengori budaya tersebut di tumpas habis oleh Kelompok A, bahkan pada akhir tahun 2005 preman perang antara mereka tidak lagi mengunakan pisau, tapi senjata api. Dan hampir sudah setahun Kelompok A yang di bangankan kelompok banjar itu hilang, ternyata mereka merindukan nya lagi, dan mencoba membangun ulang kembali kelompok A tersebut. Bahkan pada awal tahun 2006 di Banjarmasin, mahasiwa Universitas Lambung Makurat mencoba membentuk kembali Tim seperti Kelompok A tersebut, yang mana Mahasiwa ini tidak ingin banjar kembali menjadi ter jajahan budaya tradisi yang fasisme feodal dan radikal, meski belum terlihat kemunduranya, namun tidak salah nya mencegah nya terlebih dahulu, dan Mahasiwa Lambung Mankurat ini juga membudayakan perkembangang Teknologi di kampus mereka, dan mereka ini juga berkampanye di mana, yang mengajak orang maju dan Berjaya, dan pada tanggal 7 April 2006 Tim Lambung Makurat ini melakukan kembali penelitian ke hulu banjar untuk memerangi kemunduran dan pejajahan budaya dan tradisi yang sudah jelas menyimpang jauh dari logika, namun sayang nya mereka ini tidak punya donator untuk melakukan, maka dari itu sangat terbatas sekali, bahkan bisa di katakana tidak mampu. Namun ketika rapat di Kantor Berita Kanadan Banjarmasin pada 28 Agustus 2006, yang mana para Industri Teknologi asing seperti Windowds, Nokia, dan Telkom ingin melakukan promosi ke daerah, agar produksi mereka bisa terjual di Kalimantan, namun keterbatasan Tim maka itu tidak bisa di lakukan, karena exspedisi ke hulu Banjar itu harus mencari orang yang benar-benar paham sekali sudah dengan keada Kalimantan ini seperti apa di pedalaman nya, yang daerah tidak banyak terjamah dunia luar, dan komunikasi juga bagian penting untuk masuk Kalimantan, yang paling tidak harus membawa orang yang pasif berbahasa Melayu banjar, atau berbahasa dayak, Cuma missal tidak bisa berbahasa dayak paling tidak bahasa melayu banjar, karena orang dayak mengerti bahasa banjar melayu, karena zaman sejarah bahasa banjar melayu ini adalah bahasa resmi Negara Islam Kalimantan atau yang di kenal luas oleh dunia dengan Nama Kesultanan Banjarmasin, karena komnikasi adalah menjadi pemicu utama konflik, mungkin bisa salah tangap atau arti. Sedangkan di Kandangan dan Barabai para sakte-sakte radikal hidup lagi, karena musuh utama mereka sudah menghilang dari Kalimantan, budaya dan tradisi yang menjajah di ajarkan lagi, seperti kebiasa membawa senjata para pemuda jika kemana, dan menolak sekolah, menolak belajar, yang mau nya langsung jadi boos saja, mitos-mitos di adakan lagi, sebenar menurut padangan banyak pengamat mitos petuah itu bukan dari nenek moyang mereka juga, mitos-mitos di adakan oleh para sakte untuk menundukan orang lain, singkat mempengaruhi orang lain dengan cara kono, atau mereka menyebarkan semacam kabar yang menakuti agar orang berlidung dengan mereka, mitos itu juga di kuat kalau tidak atas namakan budaya dan tradisi agar orang percaya, Di Barabai para dayak birayang ini sakte nya untuk mendapak kekuasan nya maka mereka melakukan hal macam itu, perjudian yang jadi budaya mereka yang berujung perampokan. Beberapa lembanga pemerintah sebenar coba meredam radikal ini, namun sayang mereka tidak bisa melakukan nya seperti apa yang di lakukan oleh Kelompok A atau kelompok Revolusi dalam operasi di lapangan, dan kebanyakan mereka ini katakutan juga dengan para sakte tersebut.
Namun juga pada 3 November 2006 lalu, Kunjungan persaudaran Tanah Melayu di Banjarmasin, yang mana Organisasi ini adalah organisasi orang melayu, dan bergerak juga dalam bidang budaya, mereka ini lah kelompok yang melestarikan budaya dan tradisi melayu, bahkan ketika di nusantara pasca perang kemerdekan Indonesia banyak sekali kerjan melayu hancur dan runtuh, baik runtuh berperang melawan bangsa Eropa, perang suadara melayu di Kalimantan, perang melayu melawan pemerintah Indonesia, pada zaman TII, dan Kelompok ini lah yang menghidupkan kembali kerajaan melayu di Asean, yang mana pada waktu perjuangan Orde Lama dan Orde baru, dan beberapa kali kelompok ini mengajukan izin pada pemerintah Indonesia untuk menghidukan kembali Kesultanan, seperti kesultanan Palembang, Kesultanan Banjarmasin, Kesultanan Pontianak, dan Kesultanan Aceh, yang mana penghidupan nya di angap pemerintah Indonesia kembali untuk merebut daerah Totorial, meski alasan untuk melestarikan budaya dan tradisi, namun walau begitu Kelompok ini tetap sabar dalam berjuang, hingga tercapai nya cita-cita mereka, memang pro dan kontrak di zaman ini, karena kadang kala masyarakat yang kecawa pada pemerintah Indonesia, menjadikan Kesultanan Alternativ nya, dan ini menjadi sandungan. Dan kelompok ini juga yang secara besar-besaran menentang puralisme atau penyamaan golongan oleh pemerintah Indonesia, meski kadang di katakana radikal mereka ini, namun atas perjuangan nya lah Budaya melayu bertahan dan bertranpormasi menjadi melayu moderen kala ini. Dalam kunjungan Persuadaran melayu di Banjarmasin, mereka melihat bagai mana Tradisi dan budaya yang berkembang, yang mana di Banjarmasin juga ada perang budaya dan tradisi, antara budaya melayu vs jawa, yang mana pemerintah Indonesia memaksakan budaya jawa di banjar, namun kelompok yang di komado manatan prajuri kesultanan Banjarmasin dan seniman Melayu yang terkenal Hj Anang Suriyansah dapat melawan nya, dari mengudeta dinas pendidikan dan kebudayan, yang menyebarkan terlalu Budaya jawa, namun asal pembaca tahu saja, perang budaya melayu dengan jawa sebenar sudah lama terjadi, Cuma tidak kelihatan saja dengan mata yang kurang berpengetahuan luas. PSDM juga melihat bagai mana tranpormasi budaya melayu dengan asing di banjar, seperti budaya Ingris, yang bisa membetuk dunia Fashion di Banjarmasin, karena juga banyak nya orang Ingris yang tingal di Banjarmasin dari zaman penjajahan, kadang kala juga orang ingris menjadi banjar jika iya masuk agama Islam. PDSM waktu berkujung di banjar, mereka mengeritik bahwa lembaga budaya yang sekarang kurang di banjar, dan perlu kemajuan dan perluasan lagi agar maju dan dunia tahu, dan juga melihat penyalah gunan budaya oleh suku dayak, yang mana sebenar nya suku dayak itu tergolong bangsa melayu juga, kadang disebut orang belanda Dayak adalah proto melayu, karena yang membedakan dayak dengan banjar adalah agama dan idelogi nya, sedangkan banjar skuler, dan dayak mistik itu saja,. Tapi dilihat dari corak baju pakain mereka sama saja. PSDM juga mengeritik tentang konflik dayak dan melayu, yang menyurukan berdamai dan bersatu membangun Kalimantan, dan melawan bentuk penjajah apa pun yang di lakukan di tanah melayu, dan maka dari itu juga kunjungan PDSM ini selama 1 minggu di banjar, mereka memangil kepala suku dayak, dan menghadapakan nya pada tetua banjar, untuk menyudahi konflik akibat Kelompok A tersebut, namun pihak dayak membantah nya, yang mana mereka malah menuduhkan bahwa pihak banjar menghapus budaya dan tradisi, mereka mengepong sakte dan mengecam mitos metologi, dan kelompok dayak pergi, tanpa pamit di hadapan PSDM, namun juga PSDM sabar dalam hal itu, dan menyurukan lagi pada Kesultanan Banjarmasin membetuk Tim seperti Kelompok A lagi, namun jangan radikal lagi, Kesultanan Banjarmasin hanya iya saja, karena mungkin dana tidak mumungkinkan bagi nya untuk melakukan nya, kecuali ada sponsor yang mendanai nya, namun kata PSDM mengusulkan Kesultanan Banjarmasin merekrut Ormas Sumatera, atau Negara Federasi Sumatera menjadi tim untuk melakukan kemajuan tanah Melayu serta kebudayan nya, dan menetapkan hukum bagi masyarakat yang membuat dongeng-dongeng mitologi yang penuh mistik tersebut, semua tahu kerajan melayu adalah kerajan Islam, bagai mana bisa di dongekan yang berujung penyasatan umat banyak. 12 September 2006 maka Kesultanan Banjaramasin yang bersama Pemerintah Daerah mengadakan diskusi, yang mana membicarakan akan Konflik yang gila di Kalimantan, yang di komando Kelompok Avril Fans Fender Banjarmasin Aceh, yang melawan pemerintah Jakarta, Avril fans Fender luar biasa keras sekali melawan pemerintah Jakarta, bahkan melalui kantor cabang mereka di Jakarta, mereka menyerang DPR dan Istanan Presiden, yang menuntut Otonomi daerah Banjarmasin, masalah jalan rusak Industri hingga budaya, yang mana kelompok ini perang budaya dengan jawa. Dan dalam rapat juga di bicarakan kembali bahwa mereka perlu tim untuk menjaga budaya dan tradisi serta memajukan Banjarmasin, dan di dalam rapat tesebut sudah terlihat mereka ingin merekrut Avrila Fans Fender Banjarmsasin, yang mana mereka yakin kemlompok ini mampu melakukan, dan Kelompok Avril fans Fender juga pernah bekerja sama dengan Kelompo A dalam penumpasan Sakte di berbagai wilayah, dan kelompok Avril fans Fender kelompok mandiri tidak bergantung pada siapa pun dalam pendanan kelompok nya, dan mereka juga pintar mencari Sponsor, dan dengarkan banyak pemuda tanah melayu tersebut. Namun belum ada kata sepakat antara mereka untuk merekrut Avril Fans fender, karena Pemerintah daerah dan Kesultanan Banjarmasin juga lah yang memberikan perlidungan terhadap Avril fans Fender dari pemerintah Jakarta.
10 Desember 2006 Pemerintah Jakarta berkujung ke Banjarmasin, dalam lawatan 4 hari untuk mengurusi konflik di berbagai daerah Provinsi Banjarmasin, yang di pimpin oleh Avril Fans Fender Banjarmasin, konflik ini menelan korban Jiwa, karena Kelompok yang di bentuk Avril fans Fender Banjarmasin yang bernama Ormas Sumatera adalah sebuah kelompok golongan keras dalam operasi misi nya, dan Ormas Sumatera juga terlibat dalam 6 kasus penyerangan yang menelan korban Jiwa, namun pemerintah tidak bisa membubarkan nya, karena mereka banyak di lindungi masyarakat banjar dan dayak muslim, dan juga pemerintah Jakarta yang dalam kunjungan nya ini membicarakan konflik budaya dan tradisi, yang mana secara tegas Pemerintah Jakarta ingin menengkan Puralisme persama budaya dan tradisi untuk menghindari konflik, namun sembenar aliasi Pemerintah Banjarmasin tidak terlalu suka dengan kebijakan ini, dan puralisme di angap penghapusan budaya golangan lain, dan mendukung 1 budaya yang familiyar dengan Pemerintah Jakarta ya itu budaya jawa, namun Walau begitu Pemerintah daerah tidak menampakan ketidak inginan nya terhadap pemerintah Jakarta kala itu. Dan pada awal tahun 2007 Hj Anang Suriyansyah di Banjarmasin, iya mengadakan perundingan terhadap para budayan Kalimantan dan semenanjung melayu, iya mengatakan bahwa masyarakat Banjarmasin sekarang ini memang masih terjaga paham budaya dan tradisi, dan sudah tidak terlalu perduli lagi dengan budaya dan tradisi yang menjajah nya, namun satu hal yang harus kita tahu karena kita sudah belajar dari sejarah dulu, mereka masyarakat bisa kembali ke budaya penuh mitos lagi, karena tidak ada kelompok yang kuat untuk mempertahakan nya, dan juga kita tahu pemerintah Jakarta melakukan puralisme, dan itu harus di lawan, karena masalah ini lah kita semua berkumpol disini, di harapkan kawan-kawan ada sebuah ide untuk menyikapi hal ini. Budayan yang mengusulkan saat itu, kita harus berunding dengan Persatuan Tanah Melayu dan Frons Islam Asean untuk mengambil langkah, sebenar nya kami mendukung jika saja Kesultanan Banjarmasin menyerah kan komando pada Kelompok Avril fans Fender yang sekarang memimpin perlawanan terhadap pemerintah Jakarta. Dan atas perudingan itu maka Hj Anang pada tanggal 16 Febuari 2007 melakukan pertemuan dengan Persatuan Tanah melayu dan Frons Islam Asean untuk mengemukakan rencana kemarin, dan tanpa banyak omong Persatuan Tanah Melayu dan Frons Islam Asean mendukung hal tersebut, bahkan ketika UDB panjang nya Usaha dagang Banjarmasin go Internasional tahu hal tersebut, mendukung nya, karena moderenisasi akan mingkatkan pasar Industri di Kalimantan, dan hanya 2 kelompok saja lagi yang di tunggu untuk mendukung nya, pemerintrah daerah dan Kesultanan Banjarmasin, namun ketika Hj Anang mendatangi mereka, ternyata Kesultanan Banjarmasin dan Pemerintah daerah tanpa panjang lebar mendukung nya, meski Avril Fans Fender terlibat banyak kasus konflik di Kalimantan. Dan pada 3 Maret 2007 Kesultanan Banjarmasin dengan resmi memangil Rahmahwati Angeriani Nusation pimpinan tertingi Avril Fans Fender Indonesia Malasyia, dan menyerahkan tongkat komando pembebasan penjajahan Budaya dan Tradisi di Kalimantan, dan sang Sultan menengaskan kami sudah percayakan ini dengan kalian, lakukan sebaik mungkin, lakukan bagai mana kalian melakukan perlawanan terhadap pemerintah Jakarta, dan kami tidak ikut campur di lapangan operasi, kecuali ada hal peling penting yang terjadi. Maka dari itu resmi lah Avril fans Fender untuk mengambil seluruh tindakan untuk melakukan hal tersebut. 8 Maret 2007 Rahmah mendatangi kantor UDB banjar, dan meminta mereka Industri ikut memberikan sumbangan dana, Pemimpin UDB Didi Muhammad mengumpulkan Industri banjar, yang mana pembicara tersebut berhasil, Industri Teknologi Asing mau memberikan sumbangan, mereka adalah Windows, Google, Samsung Phonsel, Blackbery, Telkomsel, Indonsat, Nokia, Yamaha motor, dan LG. yang mana misi tersebut juga akan mendongrak penjualan mereka di Kalimantan, ini adalah sebab awal yang membawa perdangan bebas di Banjarmasin yang berujung konflik dengan pemerintah Jakarta. Dan pada 15 Maret Rahmah membentuk 10 tim di banjar, yang mana tim yang akan dikirim kesuluruh penjuru provinsi Banjarmasin, untuk menepati Lembanga Budaya dan Tradisi, perpustakan dan kerja sama dengan dinas pendidikan daerah, karena menurut Rahmah seniman music moderen harus di tempat kan di Kantor kebudaya dan Tradisi untuk mengait dan memancing pemuda daerah mau kesana untuk melihat promosi nya tersebut, dan setiap tim berangotakan 10 orang yang ahli sudah. Dan dalam hal ini TVRI Banjarmasin juga di libatkan Rahmah, yang mana iya meminta TVRI Banjar tersebut membuat program tayangan untuk mendidikan masyarakat, dan memebaskan mereka dari jajahan budaya dan tradisi yang membatasi mereka tersebut. Di kantor berita Kanada Banjarmasin 25 Maret 2007 Rahmah membentuk Tim untuk melakukan Tour Musik Rock Alternativ keliling semenanjung melayu, yang mana tujuan nya konser ini untuk kampanye moderenisasi, dan memberitahukan pemuda untuk tidak terjerumus kedalam budaya dan tradisi yang kurang jelas, dan mengarahkan nya juga pada pemuda untuk melakukan penumpasan terhadap sakte-sakte yang menyesatkan dan peradikal kelompok, dan tour konser rock ini juga bertujuan untuk mempromosikan Budaya Melayu pada dunia yang luas ini, dan tor konser ini di seponsori oleh Windows, Google, Samsung Phonsel, Blackbery, Telkomsel, Indonsat, Nokia, Yamaha motor, dan LG. Dan pada 16 April 2007 Avril fans Fender Banjarmasin, mengelar operasi razia bersama Pamongpraja Banjarmasin, operasi ini mengeledah semua took-toko buku, perpustakan, yang mana mereka melakukan penyitaan terhadap buku mistik tentang dayak, cerita dongen Keslutanan Banjarmasin, cerita dongeng dayak mengenai ilmu gaip, dan razia ini berhasil, mereka menyita buku lebih dari 1500 buku, dan di bawa kedepan markas besar Avril fans fender untuk di musnahkan. Dan tidak tangung razia ini juga menangkap para dukun yang menyesatkan, karena dukun ini membuat petuah mitos yang tidak bisa pertangung jawabkan mereka, di kawasan Anjir sangat banyak mitos budaya dan tradisi yang menjajah atas nama Kesultanan Banjarmasin, yang mana golongan Petani percaya bahwa mengunakan mesin dan traktor dalam berladang maka mengundang kemurkan beras, karena di perlalukan dengan kasar, banyak pemberian pemerintah daerah Traktor untuk mereka agar panen menikat, mereka dari dulu menolak nya. Dukun tersebut di bawa mereka ke hadapan Sultan untuk bertangun jawab dengan apa yang iya lakukan, mitos yang atas namakan Kesultanan Banjarmasin tersebut agar orang percaya. 27 April 2007 Rahmah mengadakan rapat di Kantor Berita Kanada Banjarmasin, yang di hadiri seluruh pihak, baik pemerintah daerah dan wakil pemerintah Jakarta, UDB, Frons Islam Asean, dan Industri. Yang mana rapat ini meminta pemerintah kusus nya DPR Jakarta, untuk menerbitkan undang-undang baru tentang pelarangan penyebaran buku sesat atas nama budaya dan tradisi, pelarangan perdukunan, dan pengotoran budaya dan tradisi melakukan perjudian dan pembunuhan, dan yang paling di tegas kan adalah hal tentang Budaya dan Tradisi suku dayak yang mengorbankan manusia sebaga tumbal dewa-dewa kepercayan mereka, yang mana ini di katakana oleh Rahmah budaya tersebut budaya biadap keji dan sebagai, akibat budaya dan tradisi ini penculikan di Kateng terjadi, mereka akan mengorbankan nya untuk dewa mereka. Dan atas dasar tersebut semua pihak mendukung nya, bahkan DPRD Daerah Banjarmasin akan menuntut DPR Jakarta untuk mengesahkan rancangan undang-undang tersebut, tapi dalam rapat tersebut wakil pemerintah Jakarta mengatakan, untuk melakukan pengesahan ini butuh waktu, pemerintah akan membicarakan dan berdiskusi tentang hal ini, dan mungkin butuh waktu 1 bulan untuk lobi ini paling sebentar, Rahmah mengatakan tidak papa, yang penting kita semua sepakat dalam hal ini. 16 Juni 2007 Tour Konser keliling tanah melayu, misi pemebesan jajahan budaya dan tradisi, dan promosi budaya melayu di lakukan, dan pertama di Banjarmasin, di selengarakan di depan kantor Berita TVRI, konser ini dipimpin langsung Rahmah, dan konser menjelaskan pada pemuda banjar agar tidak terpengaruh dengan budaya dan tradisi suku dayak yang menjajah kalian, menghalangi kemajuan kalian, kata paling controversial adalah Ilmu sihir yang sebenar masa ini adalah Teknologi, kalian tahu sendiri Saket-sakte itu tidak bisa membuktikan dengan apa yang mereka katakana tersebut, yang mana lebih baik memakai rompi anti peluru dari pada ilmu debus yang tidak jelas tersebut, dan kita harus maju bersama, adakah di antara mereka orang yang bisa berkomunikasi jarak jauh, kecuali dia memakai teknologi ya itu Phonsel atau telpon, dan senjata paling berbahaya adalah AK 47 bukan pisau kalian tersebut, apa bila sakit berobat ke dokter, apa bila kehilangan dan terancam lapor pada polisi, bukan dukun kata nya, dan secara garis besar konser ini berhasil, karena dalam 6 bulan setelah hasil di dampak, karena peningkatan pasar teknologi, siswa sekolah meningkat pada tahun berikut nya, dan di lain daerah misi Avril fans Fender sedang konflik dengan suku dayak di perbatasan Kalsel, Kalteng dan kaltim dengan sengit sekali.
10 September 2007 kepala ada suku dayak Manyan di perbatasan kalsel, Kalteng dan Kaltim, mingirim surat untuk Avril fans Fender Banjarmasin, yang isi berikut ini; Saya kepala adat suku dayak Manyan di bagian Tabalong Upau, menyerukan pada pimpin tertingi Avril Fans Fender Banjarmasin Rahmahwati Angriani Nusation untuk segera menarik seluruh Tim sebelum konflik lebih parah akan terjadi, dan kami tidak terima dengan apa yang kalian lakukan penumpasan dan moderenisasi di area kami, dan jika dalam 1 mingu tim tidak di tarik maka kami akan menyerang kalian semuan nya. Rahmah yang setelah membaca surat tersebut, bukan nya menarik pasukan nya di Upau, malah iya meminjam Helikopter milik Kantor Berita Kanada Banjarmasin untuk berangkat ke Upau bersama Batalion 1008 Tabalong, 12 September 2007, 2 Helikopter 1 milik Pertamina Tabalong dan Satu milik Kantor Berita Kanada Banjarmasin, mengudara bersama Batalion dan menuju Upau, tidak tanggung wanita ini setelah turun dari helicopter mencari Kepala adat suku dayak di Upau, dan mengatakan, menyerah tanpa perlaluann atau kami gempur dari udara, Kelapa Adat dayak memilih beruding dengan nya, dan Rahmah membawa Kepala adat dayak tersebut ke Banjarmasin dengan Hilikopter di Kawal Batalion Tabalong, dan Kepala suku adat di berikan pencerahan oleh mereka, dan Kesultanan Banjarmasin meminta kepala suku dayak untuk tinggal 2 bulan di Istanan Banjar, untuk di ajari membaca, menulis dan berhitung, dan tugas sebagai kepala adat di wakilkan pada saudara, nya, dan atas rekomindasi bersama, maka sepakat lah Pemerintah untuk mendirikan sebuah sekolah dasar di Upau melalu dinas pendidikan Tabalong, dan Polres Tabalong juga di tugaskan untuk mengamankan pembangunan Sekolah tersebut, dan Kepala adat dayak yang di bawa ke Banjar akan di angat pemerintah sebagai orang yang bertangun jawab mengelola sekolah itu, dan sekarang ini tahun 2017 Upau menjadi sebuah kecamatan bagian Kabupaten Tabalong, pemerintah juga membangun sekolah SMP di sana, dan lembangan pendidikan untuk masyarakat dayak di sana, hasil nya Upau menjadi daerah paling maju yang di huni suku dayak manyan, ucapa terima kasih kepala suku dayak pada rahmah tidak terkira, atas keberanian nya Sekolah SD dabat di bangun di sana.
20 September 2007 Tim Avril fans Fender menyerahkan laporan tugas nya di Banjarmasin, mereka berhasil menumpas Sakte-Sakte di bagian wilayah banjar, dan memberikan indstruksi pada masyarakat, dan promosi budaya juga berhasil, karena beberapa aliansi Media di banjar kusus nya TVRI Banjarmasin menyatakan berhasil program mereka, yang di tonton masyarakat, Proram bertujuan memberikan tahu budaya asli banjar, yang mana menolak mitos-mitos tidak jelas dan penjualan ayat suci Al-Qur’an. Sedangkan di Kandangan dan Barabai Tim menyatakan sulit menumpas Sakte-sakte dan radikalisme, yang mana Tim minta tabahan orang, dan juga perintah baru, Dan atas laporan tersebut Rahmah mendatangi Polda Banjarmasin, yang bertujuan untuk mengadakan razia sajam, yang mana sudah menjadi Budaya dan Tradisi di sana pemuda membawa senjata tajam, dan perkelahian akibat sakte-sakte yang bergolingan menyatakan sakte mereka yang paling hebat, atas dasar tersebut ada 21 Oktober 2007 mendapatkan Izin Polri Jakarta melakukan operasi besar, dan pada tanggal 25 Oktober 2007 Polda Banjarmasin memerintahkan Polres Kandangan untuk melakukan operasi razia dan penangkapan pada kelompok ini yang berujung perlawanan sengit, tembakan Polres Kandangan pun di keluarkan, dalam Operasi gabungan Batalion ini Polres Kandangan bersama Avril fans Fender menangkap 234 pemuda yang kedapatan membawa senjata tajam, dan menangkap 15 orang ketua sakte-sakte serta kepala preman Kandangan, dan kepada 15 orang ini di bawa ke Banjarmasin untuk di jatuhi hukuman, sedangkan 234 pemuda di berikan pengarahan agar sudah meningalkan budaya dan tradisi radikal tersebut, pemerintah Kandangan juga menyekolah kan mereka yang tertangkap dan menangu semua biaya nya, namun konflik di Kandangan belum selesai.
11 Desember 2007 Kesultanan Banjarmasin dan Frons Islam Asean bersama persatuan Tanah Melayu, mengadakan pertemuan bersama para Panglima Suku dayak di Kantor Berita Kanada Banjarmasin dalam agenda perdamain konflik Kelompok yang terjadi, yang mana Kesultanan Banjarmasin mengajak suku dayak untuk ikut serta dalam membebaskan masyarakat dalam jajahan budaya dan tradisi, bergabung melawan Puralisme pemerintah Jakarta menekanan budaya Jawa di Kalimantan, dan memoderekan masyarakat dengan membantu membuka sekolah di tanah dusun, dan yang membuat berubah suasanan adalah Kesultanan Banjarmasin meminta dengan tegas, untuk menghentikan budaya dan tradisi biayadap kejia dan kejam tidak berprikemanusia, melangar hak asasi manusia, dengan melakukan mayau berburu kepala Manusia, dan penghentian pemberian tumbal korban Manusia untuk dewa, bahkan bertanya apakah tumbal bisa dig anti dengan sapi kata nya, akibat pernyatan ini keributan terjadi yang hampir saling bunuh, untuk Polda dan Batalion ada mengawal peretemuan ini, jika tidak maka korban akan jatuh, dan dengan resmi Panglima Dayak menyatakan perang dengan Kesultanan Banjarmasin berserta jajaran pemerintah daerah, dan ini adalah pertemuan controversial, suku dayak juga mengajak pemerintah daerah Kalteng bergabung, namun di tolak dengan tegas, meski sebenar nya pemerintah daerah kalteng tersingung dengan pemerintah banjar yang di angap lancang tersebut, namun tidak bisa di hindari apa yang di perjuangkan adalah hal benar, jika saja pemerintah Kalteng bergabung dayak, berate mendukung budaya biayadap penuh pembunuhan tersebu, hanya orang tidak waras mendukung pembunuhan keji tersebut, dan hasil juga konflik di tanah dusun makin panas terjadi.
5 Januari 2008 Kesultanan Aceh memimpin rapat persatuan tanah melayu di Masjid Baitu Rahman banda Aceh, yang di hadari Kesultanan Kutai Kartanegara, Kerajan Landak atau Kesultanan Pontinak, Kesultanan Sulu Sabah Federasi Malasyia, Pemerintah Islam Malasyia atau Kesultanan Malasyia, Kesultanan Burunai, Kesultanan Palembang dan Panglima dayak Muslim Kalteng Kerajan Kota Waringin Sampin, pimpinan Ratu Labuhan Amas Kuripan, saudara kandung sultan banjar, dan Mangkabumi Hidayat Sampit Kota Waringin dan Panglima Dayak Islam Pandris Semantius, yang mana rapat ini untuk mendamaikan konflik dayak dan bajar yang du dukung Kutai Kartanegara bersama raja Landang Pontianak, dan di jelaskan dengan mendatail masalah yang dirubatkan tersebut serta tuduhan-tuduhan yang lain nya, Cuma dalam tulisan ini saya tidak bisa menjelaskan pasif apa yang rencanan kelompok ini, yang jelas ini rencanan 4 Kelompok kerajaan Kalimantan untuk melakukan pengepongan terhadap Kalteng, untuk misi pembenbesan penjajah budaya dan tradisi masyarakat dayak, namun Jelas nya pemeritah melarang nya, dengan banyak alasan, namun pemerintah Jakarta merepon apa masalah nya, dan akan mingirim tim penyelidikan ke Palangkaraya, untuk memastikan budaya dan tradisi pembunuhan mayau tersebut masih ada, setelah Presiden Soharto mengeluarkan larangan budaya ini, dan tidak di gubris, maka ABRI/ Angkatan Bersenjata Republik Indonesia mengadakan operasi nya, jadi semua harus sabar pemerintah harus memastikan hal tersebut.
17 Febuari 2007 Pasukan Kutai Kartanegara membantu pengepongan Polres Tabalong dan Batalion 1008 Tabalong dengan Avril Fans Fender di perbatasan Kalteng Kalsel dan Kaltim, yang mana suku dayak mengatas namakan budaya dan tradisi yang di sebut Aruh adat untuk perjudian tingkat tinggi, yang mana kelompok ini juga mengunakan budaya dan tradisi milik dayak kutai Kartanegara, dan oleh sebab itu semua tersangka dalam pengepungan di bawa ke Balikpapan oleh Prajurit Islam Kutai Kartanegara untuk menghadap Raja dayak Kutai Kartanegara dan Panglima tertingi dayak Kutai Palinglima Kumbang, dan Panglima kumbanglah yang menjatuhi sangsi adat, dan menyerahkan nya Polda Kaltim untuk menghukum mereka atas tuduhan pencemaran nama Baik dan perjudian, dan perlu anda, Panglima Kumbang adalah satu-satu Panglima dayak non Islam yang terpelajar, mengertiu hukum dan moderenisasi nya, iya di pilih oleh Pemerintah Islam Kutai Kartanegera setelah Sultan melihat perjuangan untuk memajukan dayak kutai, iya mengajak seluruh dayak kutai bersekolah hingga jadi serjana agar dapat memajukan Kalteng, dan iya juga yang menghalau doktrin budaya dayak kutai Kartanegara, dan Panglima paling di sengani di Kaltim atas perjungan lelah bersama sang sultan Kaltim. Nenek moyak nya adalah orang yang membantu Pangeran Antasari mengepung markas Belanda di Rantau dan Sungai Barito, nenek moyang jatuh dalam pertepuran melawan Belanda di Diding manawing Kalteng bersama Sultan Gusti Muhammad Saman anak Pangeran Antasari yang gugur di Kalteng dengan 2 tembakan serdadu Belanda tahun 1905 lalu.
22 Febuari 2008 UDB bersama Industri mengadakan pertemuan dengan Avril Fans Fender Banjarmasin, Windows, Nokia, dan Google ingin melakukan kerja sama dengan Avril Fans Fender Banjarmasin, yang mana Kerjasama ini 3 Industri sepakat memberikan 150 unit Komputer, Akses Interntet Gratis, dan Rp 500 juta, yang mana mereka agar Avril fans Fender mempromusikan produk mereka di pedalaman Kalimantan, yang mana seruan agar Avril fans Fender Banjarmasin di sangar budaya nya tersebut mengajari suku dayak mengunakan computer, akses Internet HP dan sebagai, yang mana sudah di ketahui suku dayak pedalam belum tahu Komputer, dan Avril fans Fender menjawab mereka mau, namun mereka akan bicara dengan Sultan, dan juga masih penyelesain konflik kelompok di Perbatasan. 16 Mei 2008 Kebijakan pemerintah tentang bantuan untuk para petani dan memajukan Industri pertaian Kalimantan, kembali memberikan 500 traktor dan mesin lain nya lagi, untuk di bagikan ke sulur daerah Kalimantan, namun pada 20 mei 2008 mesin yang di berikan pemerintah kembali di tolak petani bahkan jika di terima pasti akan di jual, penolakan ini sama dengan penolakan terdahulu alasan budayan dan tradisi, pamali kata nya mengunakan mesin atau tidak berperasan memanin padi dengan cara itu, bahkan ada yang percaya bahwa bisa di kutuk mengunakan mesin itu, atas dasar itu pemerintah daerah geleng kepala, dan dari itu juga mereka pemerintah mengatakan petani harus di bebaskan dari Tradisi dan Budaya yang menjajah tersebut, dan yang bisa melakukan nya adalah Avril fans Fender Banjarmasin. Tanggal 12 juni 2008 Pemerintah Kalteng dan Pemerintah Kalsel sepakat memangin Rahmahwati Angriani Nusation, dan memberikan tonkat Komando tersebut, dan pada Tanggal 20 Juni 2008 Rahmah minggirim Ormas Sumatera ke ladang di Kalsel dan Kalteng, dan mereka secara sepihak turun dari Truk Batalion dan Truk Polisi Polres Kuala Kapuan dan Marabahan, dengan traktor, dan terjun ke sawah tanpa satu orang pun berani menghakangi nya, Ormas Sumatera memanen padi dengan mesin berteknologi baru, yang mana padi akan langsung masuk karung, tidak lagi susah dan berat memanen nya, dan dalam 1 hari mesin ini mampu memanen lebih 4 hektar sawah, dan sore hari nya, semua karung padi di serehkan pada pemilik nya, dan di bantu Batalion dalam mengakut nya, apa yang mereka lakukan tersebut adalah agar masyarakat yang takut tidak lagi takut, mereka mengatakan apakah kami di kutuk mengunakan mesin itu, atau kah kami akan mati karena nya, dan untuk seluruh masyarakat tidak perlu takut dengan hal macam itu, itu hanya mitos saja, dan atas dasar itu maka petani mulai berani mengunakan mesin tersebut, dan ormas Sumatera juga menangkap orang-orang yang menyebarkan mitos itu, dari kebanyan dari mereka adalah buruh tani dari kelompok dayak kalteng, yang mana jika petani mengunakan mesin maka buruh tani tidak akan di gunakan, orang akan memilih mesin karena efesin dan cepat hasil bagus ongkos murah, dan sekarang petani sudah moderen semuan nya, peningkatan hasil penen juga sangat semipikan di Banjarmasin, misi berhasil, Avril fans Fender dan Batalion dapat penghargan dari pemerintah atas tugas nya. 24 Agustus 2008 Pertemuan kembali di adakan di Kantor Berita Kanada Banjarmasin, pertemuan ini adalah pertemuan 4 pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan, Kalteng, Kalsel, Kaltim dan Kalbar, yang mana masih membahas supaya bersatu bersama dalam rangka untuk membangun Kalimantan bersama, dan moderenisasi untuk memajukan Kalimantan, yang mana masing Pemerintah daerah setuju dengan misi pembebasan masyarakat dari jajahan budaya dan tradisi, dan dalam hal ini Pemerintah Kalteng juga setuju agar kalteng maju, dan melupakan perseturuan antara pemerintah banjar yang di angap lancang, karena Kalteng sangat tertingal dengan yang lain nya, meski wilayah tutorial nya luas tapi iya tu kemajua sangat kurang sekali di sana, dan usulan pemugaran kembali sekolah terlantar di Kalteng maka di ulang kembali, dan atas kerja sama ini nya Pemerintah Kalteng memberikan sebuah gedung untuk Avril fans fender untuk melakukan kegiatan nya di Palangkaraya, yang di harapkan pemerintah Avril fans Fender bisa mendorong pemuda Dayak untuk maju bersama, dan Pemerintah Kalteng juga berjanji untuk menangani kepala suku yang keras kepala untuk di bantu dan menjelaskan secara detail mengenai misi ini.
Rapat Avril fans Fender juga di banjar, mereka membetuk tim untuk melakukan Tour Musik yang bertakjuk Budaya dan Tradisi dan pemeritahuan akan budaya-budaya Kalimantan yang benar, dan menjelaskan dengan jelas agar tidak salah tanggap pada masyarakat, kusus nya pada masyarakat Dayak, Avril fans Fender juga banyak merekrut pemuda dayak dalam hal 4ini untuk melakukan social pendidikan. Dan pada tahun 2008 ini Avril fans fender juga menyatakan bahwa mereka akan mengurangi kegiatan nya di banjar untuk membebaskan masyarakat, karena masyarakat sudah paham dalam hal ini, kemajuan pesat sudah terjadi di Banjarmasin, yang harus di jaga lagi di Banjarmasin, masuk nya budaya dan tradisi yang bertentangan dengan Budaya banjar, seperti budaya asing Amerika Serikat yang terlalu jatuh moral dan lain, anti sipasi hilang nya budaya banjar yang di serahkan pada sangar budaya banjar untuk menjaga dan melastrikan nya, dan penekanan terhadap pemaksan puralisme pemerintah Jakarta pro budaya jawa tersebut, dan dengan resmi Avril fans fender Banjarmasin bersama Kantor berita Kanada Banjarmasin yang banyak di seponsori Industri pada tanggal 4 september 2008 membuat program pengenalan budaya bersama Internasional, yang mana melibatkan banyak Negara untuk saling belajar tentang budaya dan tradisi masing, dan menghilangkan konflik budaya dan tradisi, ini di lakukan agar orang memahami puralisme yang sebenar nya, yang mana puralisme sebenar bukan menghapus budaya, namun setiap kelompok harus saling menghormati antar budaya masing-masing agar tidak saling ejek yang berujung konflik, dan menipis tuduhan penyebaran Islam oleh Avril fans Fender Banjarmasin.
1 Desember 2008 Polres Tabalong dan Batalion, kembali melakukan pengepungan terhadap perjudian yang mengatas nama budaya dan tradisi suku dayak di daerah Ungung Tabalong, dan membawa mereka ke Banjarmasin untuk dip roses, dan tim Avril fans Fender juga di Balangan, Barabai dan Kandangan juga masih melakukan perang dengan sakte-sakte radikal yang mengajarkan budaya dan tradisi yang menyimpang dari alur sebenar nya, dan sedangkan Frons Islam Asean mengkampanye kan tentang Islam murni, yang mana sudah di jelas kan di atas Tadi setelah jatuh nya Kesultanan Banjarmasin, maka Islam di Kalimantan bertaranformasi jauh sekali, bahkan banyak aliran nya, belum lagi penyebaran kelompok Jawa tentang Islam di Kalimantan yang juga di tumpas Frons Islam Asean bersama seluruh Kesultanan Kalimantan komando Kesultanan Aceh, yang mana yang paling parah adalah masalah aliran LDII yang di bawa dari Jawa Barat tersebut, begitu juga konflik suni dan siah, Frons Islam Asean memberitahukan masyarakat bahwa budaya dan tradisi Islam hanya 1 saja tidak ada golongan nya atau mahzhat nya, dan jika beraliran berate doktrin di luar Islam itu sendiri, dalam penumpasan ini Frons Islam Asean banyak menangkap Ulama-ulama di Kalimantan dan mingirim nya ke Aceh untuk mendidik kembali tentang budaya dan tradisi Islam yang sebenar dapat di pertangung jawabkan kebenaran nya di bawa pengewasan kementrian agama Republik Indonesia dan Kesultanan Malasyia 2 negara mayoritas muslim tersebut.
4 Januari 2009, Pemerintah Jakarta di banjar yang di hadiri oleh seluruh jajaran Pemerintah daerah dan juga ormas-ormas, yang menyatakan bahwa DPR Jakarta mensahkan undang-undang untuk melindungi budaya tradisi agar tidak di kotori orang yang tidak bertangung jawab, Perjudian atas nama budaya dan tradisi suku dayak yang kerap di Lakukan di perbatasan Kalteng, Kalsel dan Kaltim di larang, dan jika melakukan nya akan di jerat pidana hukuman sesuah hukum Indonesia, dan akan di tuduh melakukan perjudian atan nama budaya, masuk dalam penyebaran nama baik, dan sebagai nya, dan kepada pihak pemerintah daerah jika mengeluarkan izin perjudian tersebut juga akan ditindak secara hukum, karena menurut laporan dari Polres Tabalong, Polres Pasir Kaltim, Polres Taminyang laying Kalteng dan Polres Balangan, perjudian tersebut sudah banyak menelan korban jiwa, yang pada dasar perang antar kelompok, yang sudah di ketaui Kutai tidak terima dengan hal ini, karena budaya mereka di jadikan alat penghalan perhudian tersebut. Pemerintah Jakarta kusus nya DPR juga sudah mengesahkan undang-undang untuk para sakte-sakte radikal baika di Kandangan, Barabai dan tanah dayak melayu lain nya, Karena sudah dengan bukti nyata dan Jelas mereka telah meningkatkan angka tindakan criminal, wilayah Kandangan dan Barabai adalah wilayah tertingi terjadi pembunuhan di antara wilayah seluruh Kalimantan, bahkan Kelompok ini yang keluar dari daerah juga sangat Radikal, mereka melakukan perebutan kekuasan tutorial wilayah seperti Terminal dan Pelabuhan untuk menjajah orang lain dan memungut pajak nya, Radikal nya kelompok ini karena mereka meyakini mereka kebal senjata, bisa menghilang dan banyak macam nya lagi sudah, dan mitos lain nya yang di kembangkan sakte-sakte itu, dari hampir semua perampok tertangkap baik di luar Banjarmasin, kebanykan Kelompok Kandangan dan Barabai, dan sudah di survey di seluruh penjara Kalimantan, orang yang paling banyak tertangkan kasus pembunuhan dan perampokan adalah kelompok Kandangan dan Barabai, dan atas dasar itu, semua Sakte-Sakte di larang keras, dan nekat akan di tangkap dan hukum sesuai hukum yang berlaku di pemerintah Indonesia, dan untuk Polres Tabalong, Polres Balanga, Polres Barabai dan Polres Kandangan bertangung jawab sepenuh nya untuk menupas budaya yang radikal dan minypang ini, jelas nya dari awal tahun 2009 lah penumpasan sakte-sakte secara besar-besar di Lakukan oleh Polres, Avril Fans Fender tidak boleh ikut dalam pengepongan untuk mencegah konflik antar kelompok nanti nya. Dan atas penyelidikan yang di lakukan badan Intelejen Republik Indonesia, yang melaporkan bahwa apa yang di tuduhkan Kesultanan Kutai dan Banjar, tentang budaya dan tradisi mayau dan penumbalan Manusia ternyata benar ada nya, dan untuk tugas ini Batalion Palangkaraya harus melakukan operasi penangkapan dan pengepungan di hutan Kalimantan, yang akan bersama masuk dengan orang banjar dan dayak untuk meminjadi petujuk Batalion dalam pengepungan nya, dan pengepungan tidak bolah ada tindakan kekerasan kecuali dalam ke adan terdesak saja, dan semua kelompok harus dibawa ke Palangkaraya untuk di bina dan didik, agar tidak melakukan nya, dan kami juga sepakat untuk menujuk Panglima Kumbang dan dayak lain untuk membantu Batalion yang bertugas. Maka dari hati semua berubah, sekarang kelompok penjahat sedang tersudut dan coba lari dari pemerintah, dan misi Moderenisasi di dukung penuh pemerintah Jakarta, Dinas penyiaran juga ikut serta dalam hal ini, yang mana tayangan budaya dantradisi merusak akan di lacak di Banjarmasin, Trans tv dan Trans 7 adalah media yang di lacak sekarang ini, yang menayangkan dunia lain dan kisah mistik lain nya, menjerumuskan orang banyak saja.
Di Palangkaraya Avril fans Fender Banjarmasin melakukan operasi nya melalui sosialisasi pada Ormas Dayak dan merekrut untuk bergabung bersama dalam memajukan Kalimantan, dan bebera orang dayak yang seniuo memaikan music dayak juga di kirim Avril fans Fender Banjarmasin ke banjar untuk di tempatan pada sangar budaya Internasional yang di banjar.
16 Maret 2009 dengan Resmi Avril fans Fender Banjarmasin mendatatangin Kerjasama dengan UDB, Windows, Nokia, LG, Telkomsel, dan Google, dalam promosi, yang mana proyek ini direncanakan selesai dalam 2 tahun atau setidak nya pada 2010 atau 2011 nanti, dan dar tanggal 20 Maret 2009 Avril fans Fender Banjarmasin membangun akses Internet Gratis di pedalaman Kalimantan, dan Tim ini juga bertugas bersama Tim Telkomsel dalam membangun menara-menara nya di daerah Kalimantan, untuk memperluas area mereka. Namun misi ini di lakukan di daerah Provinsi Banjarmasin dan Kaltim saja berdahulu, dan menunggu izi pemerintah Kalteng untuk melakukan misi ini di Kalteng, dan ini lah yang membuat pesat pasar teknologi Banjarmasin, akibat orang yang sudah maju di ajari computer dan mengunakan Phonsel oleh Avril fans Fende, dan tidak hanya itu, LG Industri di Banjarmasin memberikan 300 unit Televisi ke pada Avril fans Fender untuk di bagikan pada masyarakat pedalam untuk pengetahuan mereka, Avril fans Fender membangunpos ronda di sana dan tempat berkompul Masyarak pedalam saat itu, Avril fans Fender juga membawa motor trail kedalam hutan, dan mengajari suku dayak naik motor, dan Gotong Royong membangun jalan yang menghubukan desa-desa terdekat di hutan Kalimantan. 14 Mei 2009 Kelompok dayak di perbatasan Kaltim dan Kalsel, Kalteng menuduh Avril fans Fender bersama Batalion dan Kutai menghancurkan rumah dewa mereka, dan menebang pohon tempat dewa bersemayam, yang sebenar bukan rumah dewa atau pohon tepat dewa bersemayam, tapi lokasi tempat orang bertapa mencari ilmu gaip, seperti kesugihan, kebal, bisa menghilang dan lain nya, yang mana para sakte-sakte lah disana bertempat, tempat itu juga menjajah masyarakat dayak, yang mana mereka takut sekali, dan seruan sakte-sakte untuk melakukan pengorbanan sapi biasa nya, dengan memungut pajak pada masyarakat untuk banyak ritual yang sudah tidak jelas, dan dengan dukungan Panglima Kumbang kutai, Avril fans Fender dan Batalion memasang dinamit di Gua tersebut dan meledakan nya, serta pohon besar di dekat nya juga di tebang mereka semua nya, dan disana di bangun sangar pendidikan bersama, pengajaran baca tulis, computer, berhitung Internet dan Phonsel pintar untuk Masyarat, tuduhan yang di luntarkan berharap pemerintah Kalteng menangkap Avril fans fender tidak di gubris pemerintah, karena misi ini di dukung pemerintah Kalteng juga, meski kelompok mengacam akan perang, mereka menyiapkan panah namun Batalion memasang pagar betis untuk mereka semua agar tidak menerobus masuk, dan hingga 2 bulan lama nya konflik berhenti, mungkin mereka sudah lelah berhadap dengan Avril fan Fender dan Batalion tersebut, dengan dukungan warga sekitar juga, yang mana mereka juga ingin maju saat itu.
Tanggal 23 Agustus 2009 di Tabalong setelah Konflik Batalion dengan pemerintah, yang kusus nya dinas pendidikan dan Kebudayan, yang mana kembali rebut masalah tokoh Pahlawan yang tidak di hargai, yang di angap sarat Majapit tersebut, dan kelompok di gedung Sarabakawa Tabalong, juga mereka kelompok yang melajuti misi Kelompok Revolusi 1 dulu, moderenisasi Tabalong itu, yang mana sebenar kelompok ini berpihak pada Pemerintah, yang ingin melajutkan misi Kelompok Revolusi dalam globalisasi Tabalong misi sigi tiga emas tersebut, yang mana mereka ingin merehap Bandara Warukin, yang mana lokasi ini adalah tanah dayak, yang kata nya itu tanah Larangan, jadi Bandara tidak bisa di besarkan untuk penerbangan komersial tersebut, ini adalah politik atas nama budaya dan tradisi, yang di tuduh kelompok Tabalong pada dayak bajut tersebut, yang mana ingin menjual harga tanah dengan mahal tersebut, dan kelompok ini menyatakan diri akan terus masuk dalam tanah larangan tersebut, melihat hal ini pemerintah terpaksa menunda nya terlebih dahulu, yang pada akhir nya kelompok malah menyerang PT Adaro, untuk menyelesaikan pembangunan Mesjid serta Islam Center di Tabalong agar memajukan Tabalong, yang sudah kota moderen tersebut, agar juga mereka mampu untuk terus mampu membenaskan masyarakat di Tabalong, karena pada tahun 2009 ini, kelompok masyarakat yang tertingal hanya kelompok dayak saja lagi, sedangkan yang lain maju dengan pesat sudah, bahkan orang di Tabalong yang tiap hari nya bisa bertemu dengan orang asing, yang membuat mereka pada akhir nya sedikit-sedikit bisa bahasa Inggris, dan kelompok juga harus menjaga masyarakat Tabalong jangan terpengaruh Budaya luar melalu Islam Center tersebut sebagai sangar budaya Islam di Tabalong tersebut, bahkan belangkan mereka akibat budaya dan tradisi malah konflik dengan eknik Cina di Tabaling di angap tidak tahu bulan Rahmadan mereka makan dan minum di pingir jalan.
15 Oktober 2009 Kesultanan Banjarmasin dan Kutai kembali mengalang pertemuan dengan lawan mereka kepala Suku dayak Kalteng, yang mana ini adalah pertemuan yang kembali mengajak berdamai dan bersatu untuk memajukan Kalimantan bersama, ada 17 orang Kepala Suku yang datang kala itu, dan dayak ngaju dan bakumpai yang mendukung Banjar dan Kutai menjelsakan pada 17 Kepala suku dayak tersebut, bahwa apa yang di lakukan tersebut bukan lah menghapus budaya dan tradisi, dan lain nya, apa lagi tuduhan misi Islami, tujuan nya sebenar adalah, supaya kalian bekerjasama dalam mendidik saudara kita semua nya, tidak ada larangan yang sebenar jika kalian memang orang yang percaya mistik, dan mereka bukan orang yang bertuhan Teknologi, mereka juga tidak melarang kalian melakukan pesta persebahan asal masuk akal, dan mengklaim kebal, asal yang penting kalian juga ikut maju, sepeti belajat membaca dan berhitung suadara dayak, mereka juga tidak memaksa menuruti pakain mereka pakai tersebut, dan menganti baju adat kalian, ini masalah paham, jadi itu harus di pahami, jangan sampai kita semua tengelam dalam kebodohan, apakah kalian tidak sayang dengan anak-anak kalian, jika saja mereka sekolah mungkin berguna untuk kita semua bahkan Negara. Dan dari 17 orang kepala suku dayak 4 orang mereka menyatakan diri setu dan bergabung bersama, dan sisa nya masih menyatakan perang, Cuma perlu di sukuri ada yang berubah sudah, mungkin factor zaman juga mungkin.
20 Desember 2009 Avril fans Fender di banjar, meresmikan misi bareu mereka untuk daerah banjar, yang mana kelompok ini akan mengejak orang fasisme, Feodalisme, Fanatik budaya yang kurang jelas, percaya mitos dan kebal lain-lain lagi, mereka Avril fans Fender dalam Konser music nya di Banjar mengejek secara terang-terangan, ini di lakukan nya agar pemuda di banjar juga ikut mengejek dan memparmalukan, dan misi ini berhasil, setiap orang yang bercerita mitos dan alam gaip serta kebal senjata akan di ejek orang kampungan, deso, dan lain nya lagi, dan ejekan itu sampai sekarang Terjadi, sukung ide yang luar biasa Rahmah, semua orang di banjar kala ini akan mengejek orang percaya tahayul dan lain, bahkan bisa berkonflik tanpa di komando Avril fans Fender, mereka dengan sendiri melakukan Moderenisasi, tapi yang di janga supaya budaya banjar jangan hilang itu saja.
7 Januari 2010 Avril fans fenderBanjarmasin menyatakan Batu Licin dan Sungai Danau masyarakat sebagian berhasil di babaskan dari budaya dan tradisi yang menjajah mereka membatasi mereka, yang memang dalam penulisan Batu Licin dan Sungai danau tidak banyak di Tulis, karena di sana cepat kemajuan nya, akibat Industri juga banyak bercengkol di sana, bagian Provinsi banjar yang paling sulit di bebaskan adalah Kandangan, Barabai dan Balangan, 3 Kabupaten ini paling sulit, orang-orang nya sangat radikal sekali, dan pada tahun 2010 ini juga Kabupaten Kuala Kapuas juga di nyatakan bebas dari jajahan budaya dan tradisi, mereka sudah dalam tingkat memahami moderenisasi, dan Kapuas juga kota paling Cepat maju nya di wilayah Provinsi Palangkaraya Kalteng, dari itu pada 2 April 2010 pemerintah Kalteng memendah Avril fans Fender ke Kabupaten Palampisua untuk di bebaskan mereka, karena Palam Pisua banyak segakali Budaya yang menjajah dan menghalangi masyarakat maju. Sedangkan Kepala adat dayak Sampit juga pada 10 April 2010 menyatakan diri bergabung dengan pemerintah dan Kesultanan Banjarmasin, dan siap membantu pembebasan Samuda dan Parengian dari budaya yang menjajagh dan minyimpang, dan juga untuk memugar kembali sekolah yang rusak akibat tidak di gunakan, dan iya akan berusaha kata nya untuk memajukan wilayah nya, karena iya paham dengan misi ini, yang bertujuan baik, bukan seperti yang di tuduhkan mereka semua nya kata nya. Di Banjarmasin dari tanggal 9 September 2010 Kesultanan Banjarmasin dengan resmi miyarkan siapa saja orang muslim di Banjarmasin yang mengangap malam Jum’at itu malam para setan maka akan di berikan sangsi, karena dalam kebudaya Islam malam dan hari Jum’at adalah malam Suci aneh di enditikan dengan malam setan, mungkin budaya Jawa tersebar di banjar, yang mana mereka percaya malam Jum’at adalah malam setan’ kita sering melihat nya di TV, Biasa nya judul flim Horo Indonesia berjudul Malam Jum’at Kliwon, Kuntilanak dan sebaga nya. 26 Oktober 2010 Frons Islam Asean menyatakan kota Martapura telah berhasil di bebaskan dari ulama yang tidak bertangun jawab serta doktrin-doktrin nya sudah di hancurkan sama sekali, memang mungkin bisa masih ada yang sesat kata nya di pojok-pojok Martapura tersebut, tapi kami berani jamin 75% kami berhasil membensakan nya sudah, sekarang misi nya yang baru, Frons Islam Asean akan membebaskan orang muslim di Provinsi banjar yang menuhankan kuburan kata Frons Islam, saekarang di Nafis Amuntai ada kabar kuburan Nafis disebah kata nya, begitu juga di bagian Tabalong ada kuburan di daerah harung yang juga di jadikan sesambahan, entah budaya dan tradisi Islam macam apa yang mereka lakukan itu kata nya. 11 Desember 2010 Avril fans Fender membagikan computer dan akses internet di pedalam Palam pisau Kalteng, mereka mengajari suku dayak membaca dan menulis, mengoperasasikan Komputer dan Phonsel, dan juga mereka membagi televise untuk masyarakat yang di seponsori oleh LG Industri Teknologi, dan pada fase ini di Rantau pecah konflik besar akibat jalanan rusak, dan dari sebab itu pembebasan Kandangan dan Barabai terhalangi, pecah nya konflik tersebut juga terus menyebar kemanan, Sekarang Avril fans Fender menjadi delima, di suatu sisi mereka bekerja sama dengan Pemerintah, di sisi lain mereka memimpin pemberontkan terhadap pemerintah Jakata. Dan pada tahun 2011 Rahmah menarik semua Tim nya untuk mendorenisasi, karena di Tabalong pecah konflik yang memberontkak pemerintah, dan secara resmi pada tanggal 26 Febuari 2011 seluruh angota Avril fans Fender menyulut perlawanan terhadap pemerintah, untuk juga menuntut hak Ekonomi, sedangkan di Banjarmasin UDB menyatakan perang juga dengan pemerintah Jakarta, di Tabalong Avril Fans Fender Banjarmasin mengudeta Bupati Rahman Ramshi hingga jatuh dan terguling, mereka juga menyerang PT Adaro dan pertamina, belum lagi berkonflik dengan Partai Politik, dari setu juga tugas moderenisasi dan pembebasan masyarakat dari jajah budaya dan tradisi terhalangi sepenuh nya, karena hanya pemerintah saja lagi, dan konflik Avril fans Fender dengan pemerintah berakhir pada tahun 2015 akhir. Tapi walau begitu daerah Banjarmasin tidak kembali lagi seperti dulu setelah di tinggal, Banjarmasin dengan sendiri memoderenisasikan diri nya sendiri, dan yang paling bandal adalah Kandangan dan Barabai, saja lagi, pada Agustus 2012 pemerintah Kalteng membentuk Tim nya sendiri yang direkrut dari kalangan pemuda pemusik, sedangkan suku dayak yang ada di Perbatasan Tabalong bergabung dengan Avril fans Fender berkonflik dengan pemerintah Jakarta, Konflik di Kalimantan yang pecah nya dari 2011 adalah konflik perlawan bersatu padu pemuda Kalimantan, yang mana jarang sekali para pemuda Kalimantan melakukan hal macam ini, kebiasa pasti kaum dewasa, namun kita di sini bukan membicarakan masalah konflik tapi Budaya dan Tradisi, dan pada inti nya, semenjak Avril fans Fender dalam konflik nya, maka misi terbengkalai, tapi ada untuk nya, pada tangal 5 Juni 2013 Kesultanan Banjarmasin dan Kutai berdamai dengan 11 Kepala adat suku dayak, yang akibat dari kelompok A tersebut, dan tahun 2013 juga waktu itu pergantian rezim yang memimpin Kalimantan, dan dari tanggal 5 juni 2013 juga Kepala suku adat dayak kalteng mengadakan kegiatan mengajari orang kelompok mereka moderenisasi, bahkan dari beberapa orang kepala suku dayak yang berpontesi di sekolahkan pemerintah, bahkan menjadi serjana, dan mereka juga di angkat jadi PS, kepala desa ,mereka masing, dan saya tidak bisa lagi terlalu banyak memaparkan nya, karena kurangan Imformasi nya, namun jelas nya selama Vakum nya Avril fans Fender Banjarmasin, tidak ada kelompok mana pun mengatikan nya, karena memang sulit melakukan nya, hanya pemerintah daerah saja lagi, namun setelah berakhir nya konflik pada tahun 2015, maka Avril fans Fender Banjarmasin mulai kembali pada misi nya, di Tabalong Avril fans Fender Banjarmasin, yang membentuk Tim Karasmin Tabalong bersama Pemerintah baru, yang selalu menyelengarakan Tabalong Enik yang bertujuan untuk melestarikan Budaya dan tradisi, serta pemberian pengetahuan lain nya,  dan juga pada tahun 2015 juga Polres Tabalong makin sering mengepung perjudian atas nama budaya dan tradisi di Tabalong atau perintah pemerintah Provinsi Banjarmasin, sedangkan di Banjarmasin Avril fans Fender bersama lebaga Budaya dan Tradisi perang melawan Puralisme, begitu juga di Palangkaraya Kateng, dan setiap tahun nya juga mereka sepakat untuk mengadakan Tour Festival promosi Budaya dan Tradisi keliling Asean yang banyak Industri meseponsori nya, yang paling penting adalah perjuangan tidak sia-sia di lakukan Kelompok-kelompok. Dan di nyatakan dalam pernyatan Avril fans Fender Banjarmasin bersama Pemerintah di Banjarmasin pada 2 Febuari 2017, hanya Kadangan, Barabai dan Balangan saja daerah yang gagal di bebebaskan, namun sekarang mereka masih berusaha membebaskan 3 daerah tersebut, tapi mungkin nanti saya akan melanjutan tulisan ini, karena Imformasi nya masih di kumpulkan bersama.

Kesimpulan Terakhir 

Budaya dan Tradisi bukan untuk di tuhankan, melaikan untuk di lestarikan keberadan nya, dan sudah sewajar nya kita belajar dari sejarah nenek moyang kita dulu, yang mana kita harus tahu buruk atau salah nya nenek moyang kita dulu, dan kita sekarang tidak akan mengulangi kebodohan atau kesalahan nenek moyang kita dulu, sejarah tidak bisa di rubah, namun masa depan di tentukan sekarang ini, Masyarakat Kalimantan dulu banyak di jajah oleh budaya dan tradisi nya sendiri, yang mana menghalangi mereka untuk maju bersaing, namun orang yang banyak di jajah oleh budaya dan tradisi di Kalimantan adalah suku dayak, yang mana kelompok ini sangat terpengaruh Hindu dan Bhuda, banyak cerita dongeng yang di buat-buat saja, yang semua tidak bisa di buktikan, begitu juga dengan makluk mitologi nya, tidak pernah ada orang yang pernah melihat nya, jika saja anda pembaca menijau masayarakat dayak di Kalimantan, maka anda akan tahu begitu rumit nya mitos-mitos yang menjajah diri sendiri, dari tidak boleh potong kuku hari Selasa, tidak boleh membawa ketan dan telor malam hari, kecing dan buar besar juga harus permisi sama setan dan jin dan lainnya, begitu juga daerah Kandangan dan Barabai, tidak boleh menyapu malam hari membuang reziki, ular di angap jelman setan dan semacam nya, yang semua mitos-mitos ini tidak ada yang bisa di buktikan, bahkan mereka saja tidak tahu siapa yang membuat peraturan itu, atau mitos-mitos itu, seperti yang di nyatakan Avril fans fender di Banjarmasin, kami bukan tidak menghargai petuah mitos budaya dan Tradisi, tapi kami tidak mau percaya kalau tidak ada bukti dan dali yang kuat, alasan yang kuat dan tahu siapa orang nya yang membuat petuah semacam itu, kita ambil contoh dalam Islam, setiap petuah atau hukum dalam budaya dan tradisi Islam, selalu bisa di pertangung jawabkan, dan masuk akal sehat, orang yang merewayatkan di tulis, begitu juga Al-Qur’an semua nya jelas di terangkan dengan nomor ayat nya, judul dan halaman nya, dan sedangkan petuah mitos yang beredar tersebut tidak ada bisa sedikit pun memberikan titik terang kebenaran nya, Budaya dan Tradisi macam itu hanya menghalangi kemajuan, membuat diri bodoh dan terjajah. Bagitu juga dengan puralisme, yang pada inti nya malah menjadi boomerang tersendiri, Puralime adalah paham menghapus budaya golongan, dan menjadikan menjadi 1 golongan, jika kita bicara tentang hak dan Keadilan, Puralisme sama sekali bukan ke adilan, karena berpihak, puralisme yang sebenar nya adalah, tidak menghapus budaya dan tradisi, tapi semua kelompok harus saling menghormati budaya dan tradisi masing, tapi yang masuk akal dan bisa di pertangung jawabkan kebenenar nya, Petuah mitos Budaya dan Tradisi tidak ubah nya adalah sebuah peraturan yang di buat orang zaman dahulu, yang memakai otoritas kekuatan hukum agar di taat, apa bila tidak membawa nama tuhan, nabi dan dewa dan sebagai nya, jadi itu harus di pahami, bukan merendahkan dan menghina, tapi kita harus belajar dari nenek moyang kita dulu, sesuatu yang bodoh jangan ditiru dan di ikuti.

Dan mungkin sekian dulu imformasi yang saya bisa berikan pada anda para pembaca. Dan kita bertemu lagi di lain epesodi tulisa saya yang baru nanti.
Terima kasih telah membaca nya semoga berguna untuk anda.
Mohon maaf bila ada kekeliruan dalam tulisan saya di atas.

FROG GOZILLA
Ketua Organisasi Alternativ Rock Numetal Comnty Tato88 Tanjung Tabalong yang bergerak memajukan pendidikan di Banjarmasin Aceh dan Indonesia.
Organisasi ini juga sangat aktiv di industri musik Rock Endergrond,

simbol organisasi

Avril Lavigne

Tidak ada komentar: