WELCOME BLOGGER FROG GOZILLA
Terima kasih pada anda para pembaca yang sudah mau meluangkan waktu berharga anda hanya untuk membaca tulisan saya.
Samudara Pasai
Jalur Perdangan Nusantara
Kedadatangan Orang barat dan masuknya agama Islam ke Indonesia membuka lembaran sejarah baru Indonesia. Proses perubahan sosial, ekonomi, dan politik secara mendasar pun terjadi sebagai dampak dari kejadian-kejadian itu. Berawal dari kegiatan perdangan rempah-rempah (emporium), lalu berlanjut dengan meluasnya sebuah imperium, yang membawa pengalaman baru bagi bangsa Indonesia bahkan di rasakan sampai sekarang ini.
Sejak zaman kuno pelayaran dan perdangan dari Barat dan negeri Cina memerlukan pelabuhan tempat singah, mengambil bekal, dan menumpuk barang. Selama beberapa abad ungsi emporium telah dijalankan oleh Sriwijaya. Dengan kemerosotannya pada akhir abad ke 13 fungsi itu sementara terpencar, antara lain ada yang berpusat di Pidie dan Samudara Pasai. Selama abad berikut nya muncullah pusat-pusat kekuasan baru sepanjang pantai Timur Sumatra di seberang Selat Malaka, kesemuanya bertahan dan masih berdiri pada awal abad 14, seperti kerajan Aceh, Lamuri, Arkat, Rupat, Siak, Kampar Tongkang, Indragiri, Klang, Bernas, dan Perak di pantai Barat Semenajung Malaya. Dalam kompetisi di antara kerajan-kerajan dan pelabuahan-pelabuhan itu akhirnya ffaktor ekonomi dan politik sangat menetukan nama yan muncul sebagai yang paling berpangaruh. Pada akhir abad ke 15 Malaka telah berkemang sebagai pusat perdangan yang terbesar d Asia.
Di situ bertemu pedangang-pedangang dari tanah Arab, Parsi, Gujarat, Benggala. Pegu, Siam, Negeri Cina pada satu pihak, dan perdangan dari Sumatara, Jawa, Maluku, dan kepulauan kecil lainya pada pihak lain.
Untuk menciptakan kondisi yang baik bagi perdangan itu Malaka perlu menjamin keamanan dan kesatabilan. Wajarlah apabila kemudian Malaka menjalankan ekspasi dan meluaskan pengaruhnay. Kalng, Selangor, Perak, Bernam, Manggong, Bruas dikuasainya. Kemudian juga menyusul Kedah, Pulau Bintang dan Kepulawan Riau yang dihuni Bangsa Selat dan orang laut. Sebaliknya beberapa kerajan di Seberang Malaka, ialah Aru, kampar, Siak, dan Indargiri melakukan perlawanan terus. Denan menaklukan Indargiri dan Siak, Malaka dapat menguasai perdangan lada dan emas dari Minangkabau. Sementara itu Kampar melakukan perlawanan terus, namun ahirnya ditaklukan, dan seorang warga dinasti Malaa ditahan di sana.
Hubungan Malaka dengan Siam sepanjang sebagian besar dari abad ke 15 tetap memungkinkan perdagangan dia antara kedua negara, namun sesunguhnya keduanya ada dalam keadan perang.
Dalam menghadapi Malaka, kerajan Samudra Pasai dapat mempertahankan peranan komersial nya sebagai pengespor lada terbesar.
Oleh karena perdangan di malaka sangantergantung pada aliran rempah-rempah, maka hubungan antara Malaka dan Jawa sangat strategis, tidak lain karena pada masa itu perdangan dari Maluku dikuasai ole pedangan-pedangang dari Jawa.
Dan cukup sekian dulu yang saya bisa sampai kan pada anda para pembaca. Kita bertemu lagi di lain epesot tulisan saya yang terbaru nanti.
Dan terima kasih telah membaca nya sa,pai habis.
Mohon Maaf bila ada kekeliruan dalam tulisan saya.
FROG GOZILLA
Ketua dari organisasi Alternativ Rock Numetal Comnty Tato88 Tanjung Tabalongg.
Yang bergerak untuk memajukan pendidikan di Bamjarmasin Aceh Dan Indonesia.
Aktiv dalam dunia musik Rock.
Dan berjuang untuk mendirikan pemerintah Ustmaniyah.
Simbol Organisasi


