Demokrasi Dan Hak Asasi Manusia Indonesia
WELCOME BLOGGER FROG GOZILLA
Terima kasih pada anda para pembaca yang sudah mau melungkan waktu berharga anda hanya untuk membaca tulisan saya
Pendahuluan
Avril fans fender repoter junakis redaksi kantor berita kanada Banjarmasin
Tulisan ini saya bisa pertangung jawabkan kebenaran nya, dan tulisan ini saya tulis bersama dengan Avril fans Fender Repoter, Redaksi, Jurnalis kantor berita Kanada Banjarmasin, tulisan ini juga dari hasil di kusi antar golongan rakyat Indonesia, baik suku dan Agama, yang di selengarakan oleh Kesultanan Banjarmasin Aceh, pada tanggal 6 Agustus 2016 lalu, dan Avril fans fender selaku pembawa Acara diskusi tersebut.
Tulisan ini membahas masalah Demokrasi dan hak asasi manusia, Indonesia, dan juga membahas demokrasi pemerintah Indonesia, yang inggin memaksakan Pruralisme persaman yang menghilangkan budaya dan tradisi, jawa di melayukan dan semabalik nya, yang mana demoktrasi yang sebenarnya adalah demokrasi yang tidak di pasakan, dan diterima dengan lapang dada oleh rakyat, dan tidak minghilangkan budaya dan tradisi, dayak tetap dayak, banjar tetap banjar, dan tidak bisa di katakan demokrasi nama nya kalau menghilangkan budaya dan tradisi, karena budaya dan tradisi adalah Hak Asasi Manusia, dan kerterkaitan atara Demokrasi dan konflik.
Mohon maaf terlebih dahulu, ada sebagian tokoh-tokoh yang kami Rahasiak nama nya dalam penulisan ini, karena sudah perjanjian dalam penulisan ini, dan juga ada nama tokoh-tokoh yang tidak kami rahasikan dalam penulisan nya, karena tidak di minta nya,
Tulisan ini tercampur bahasa nya, atara bahasa Indonesia dan Melayu, namun banyak melayu banjar nya, dan mohon maag atas kekeliruan nya, dan tulisan ini memakai kalimantan yang kasar dalam tulisan ini, karena bengutulah bahasa melayu banjar.
Demokrasi Dan Hak Asasi Manusia Antrar Golongan Indonesia
Gambar dikusi 6 Agustus 2016 di kantor berita Kanada Banjarmasin
Diskusi 6 Agustus 2016 di adakan, untuk mebuat Demokrasi yang baru dan adil, bukan seperti sekarang ini yang di jalankan pemerintah Indonesia, yang pada ujung adalah konflik masyarakat luas, karena demokrasi yang di tarapkan pemerintah Indonesia contekan bukan dari pemikiran dan peneilitian dalam mempelajari sejarah dan sosial masyarakat Indonesia sendiri. yang bisa kita rasakan Demokrasi buatan pemerintah Indonesia, di barakan atau di timorkan, bahkan di Amerikakan, sedakan ini Indonesia, bukan Arab, Inggris dan Amerika Serikat, tapi Indonesia, dan pertanyan adalah, jika demokrasi Indonesia di tarapkan untuk Arab, Inggris dan Amerika Serikat apakah mereka terima? jawaban nya pasti sudah tidak, karena mereka bukan Indonesia tapi Arab, Ingris dan Amerika Serikat.
Yang terus mengudang perdebatan pajang hingga pertikain nya dalam masyarakat Indonesia adalah, yang mana pemerintah mengambil kiblat demokrasi Amerika Serikat, yang sudah jelas tidak demokrasi dan tidak adil dalam Hak asasi manusia nya, dan itu dapat kita lihat bukti nya di media saja, kita bisa pertimbakan Amerika dengan Ingris saja, lebih demokrasi Inggris dari Amerika Serikat, Contoh ada wali kota Inggris orang Islam, nah ini bisa di katakan demokrasi dan Hak Asasi manusia, sedangkan Amerika Serikat yang di katakan DPR demokrasi itu lihat di media masa, Donnal Trum yang belum jadi Presiden nya saja sudah rasisi dan golongan, Islam di larang, dan membedakan atau di cibirinya pemerintah Amerika Serikat terhadap warga negara yang Islam, itu bukan demokrasi nama nya tapi rasis dan golongan, tapi juga Inggis atau mana pun jangan di bawa ke Indonesia, cuma ini hanya memberikan contoh gambaran saja, agar orang sadar yang mana demokrasi itu dan jangan berkiblat pada yang mana pun, lebih demokrasi Indonesia ini di banding Amerika Serikat, banyak nya agama dan suku hingga bermacam warna kulit di Indonesia, jadi Aneh rasa jika DPR Indonesia berkiblat pada Amerika Serikat atau yang lain, negara penjahat dan penjajah perang di Ambil teladan nya, berati sudah gila, yang buruk dan banga membunuh rakyat sipil di ambil contoh dan kampanye akan Islam teroris dan sebagai nya, dan jika terjadi bom meledak di Indonesia pasti Islam di salahkan,
atau agama dan suku yang di salahkan bukan orang nya, dan pembunuhan tidak bertangung jawab nya densus88 itu.
Gambar densus88 membunuh target nya
Dalam diskusi ini Jendral GAM Aceh Ali Pasha angkat bicara, dia mengatakan, dulu mungkin GAM Aceh, memaksakan hukum Islam, dan atas janji Soekarno atas pendinrian negara Islam Indonesia, tapi kami GAM Aceh sekarang sudah mengerti dan Paham tentang demokrasi dan hak asasi manusia, maka nya kami berhenti sudah berkonflik dengan siapa pun, dan pembentukan Demokrasi dan hak asasi manusia dalam sebuah negara itu, sama saja dengan mengelola rahmah tangga, yang mana suami Istri mengursu anak dan kehidupan nya sendiri, tanpa campur tanggan orang lain, dan suatu keluarga dalam masyarakat itu tidak boleh mencapuri rumah tangga orang lain keculali di minta, ini hak asasi manusia yang di bicarakan itu, dan begitu juga sebuah negara tidak boleh mengurus Pemerintah Negara lain, apa pun yang terjadi kecuali di mintai tolong oleh negara tersebut, dan itu pun ada batasan nya, hanya sebagai penengah saja, bukan membantu 1 pihak di antara yang berkonflik, karena akan membesar nanti nya, dan kita tidak boleh berkata, misal nya, lihat Brunai Darusalam menghukum mati rakyat nya yang bersalah, apa pun yang di ambil langkah pemerintah Brunai Darusalam itu adalah hak nya sebagai pemerintah, kenapa pemerintah negara lain yang ribut, yang sedangkan warga nya Brunai sendiri tidak meributkan nya, dan menjelekan Brunai, Jika pemerintah negara lain yang mengatai Brunai itu, di paksakan hukum Brunai tersebut kaya apa pasti menolak nya, begitu juga sebalik nya, dan yang mengatakan nya juga sudah coba campur tangan dalam sebuah rumah tangga orang lain, yang memaksakan kehedak nya pada Brunai dengan cara menjekan dan protes di media masa, dan kebanyakan di lakukan Amerika Serikat, yang mana merasa diri paling suci, dan tidak pernah merasa bersalah melakukan pembunuhan masal di Timor Tengah, dan mereka memaksakan hukum mereka supaya di ikuti, dan pertanya adalah? jika anda orang Amerika dan saya Arab, bagai mana rasa nya jua jika saya bertindak seperti kalian Amerika? jelas tidak setuju kan!! tapi kenapa memaksakan nya? jika itu di katakan Demokrasi dan menghormati sesama Manusia dan antar golongan, yang mana punya kuasa harus meredam konflik dan memberikan teladan yang baik pada yang lain nya, dan ini hanya sebagai contoh Demokrasi dan hak Asasi manusia tersebut kata Ali Pasha GAM Aceh. Ada satu hal dalam Islam yang saya Inggat, jangan terlalu membangakan diri, dan terlena dengan pujian, dan pada akhir nya jatuh dalam keterpurkan moral, akibat menang perang dunia ke 2, lalu seolah berhak mengurus yang lain nya, ya baik jika adil dan meredam konflik tersebut, tapi sebalik nya membuat kacau dan membawa nya ke Indonesia ini, apakah mereka Pemerintah Indonesia ini inggin, Indonesia ini sama seperti Timor Tengah yang banyak tangan mencapuri nya itu, dan pertanyan juga adalah apa arti kata kemerdekan 17 Agustus 1945 itu? saya rasa cokup contoh nya sudah kata Ali Pasha dalam diskusi tersebut.
Dan lanjut dalam diskusi, Jendral Kwalid Matisus OPM Papua gilaran angkat bicara, kata nya dia setuju dengan Ali Pasha, dengan masalah Campur tanggan konflik Demokrasi dan hak asasi manusia, dan kita tahu Indonesia lebih baik Demokrasi dari pada Amerika Serikat itu, namun penarapan tetang ke adilan akan demokrasi oleh pemerintah Indonesia ini saja lagi yang harus di benarkan nya pemerintah Indonesia sendiri yang mana tidak berkiblat pada Negara mana pun, apa lagi negara penjajah macam Amerika Serikat, dan membawa kamapanye serta konflik nya ke Indonesia ini, yang mana Indonesia ini tidak lah tahu antara kejadian demokrasi hak ke asasi manusia di Timor Tengah, dan yang juga tidak pantas mengurus nya dan kampanyer tersebut, pemerintah Indonesia harus mengurus Rakyat nya dulu, masalah Demokrasi Indonesia sendiri, yang mana kemerdekan dan kebebesan adalah hak dari semua rakyat Indonesia, tapi kenapa orang Papua dan Aceh di larang mendirikan partai sendiri, dan coba masuk di pemerintah, dan mengapa orang Papua dan lain nya tidak boleh jadi jendral TNI dan Presiden Indonesia ini, terus dari golongan jawa saja, pertanyan juga adalah siapa. sekarang yang rasisme? Apakah pemerintah Indonesia curiga dan kwatir jika orang Papua dan Aceh jadi Jendral TNI dan Presiden, akan melakukan penindasan terhadap golongan lain, dan merubah hukum yang sudah ada, lalu memindah ibu kota ke Papua atau Sumatera, dan Aceh dengan pemaksan Agama nya itu, ini bukan bagus untuk jadi alasan Pemerintah Indonesia, atau sebalik nya, penindasan antara golongan tersebut di lakukan oleh pemerintah Indonesia terhadap golongan lain dari yang duduk jadi jendral TNI dan Presiden Indonesia sendiri, jika mereka pemerintah mengatakan tidak, mengapa harus mengirim TNI ke Papua dan melarang Papua untuk membentuk Partai dan mencoba ikut dalam pemerintahan Indonesia, dan pada inti nya adalah penjajahan dan pendudukan kolonia golongan suku Indonesia sendiri, bagai mana lagi Pemerintah Indonesia sendiri coba tutupi dengan kejahatan ini, dengan melarang media untuk meliput kebenaran di Aceh dan Papua, yang akan jelas menyudutkan pemerintah Indonesia sendiri, dan media-media Indonesia yang cendrong berpihak pada dusta bukan kebenaran, dengan dalil penuduhan itu Demokrasi dan hak asasi manusia menui konflik baru di Aceh dan Papua, yang juga di sebutkan sembuah kelompok Exstrimis memasakan golongan nya dan ini pemberontakan, dan yang sebenar nya hanya inggin menagih janji akan demokrasi dan hak asasi manusia itu sendiri terhadap pemerintah Indonesia, yang kita tahu sudah tahu mereka beruding dan dengan permintaan kelompok yang di sebutkan Exstrimis di tolak pemerintah Indonesia, yang mana permintaan itu adalah Demokrasi hak asasi manusia dalam menentukan langkah nya, dan coba menawar lagi akan permintan itu supaya juga di kabulkan dengan cara berbagi kekuasa, dengan pihak yang di katakan Exstrimis itu pada pemerintah Indonesia, mereka akan membuat Partai dan ikut dalam pemilu dan ini menagih demokrasi hak asasi manusia itu kembalik dari pihak yang di katakan Exstrimis itu, dan jawaban yang sama di terima lagi, Pemerintah Indonesia menolak nya, konflik berdarah terjadi lagi, media di larang, pemerintah cuci tangan dalam pelangaran hak dan demokrasi itu sendiri, jika ini tidak di percaya kita tahu dalam diskusi ini, yang datang kesini semua nya punya bukti fisik yang sangup di bawa ke pangadilan.
Saya gembarkan lagi hal yang disebukan Ali, mengenai campur tangan akan konflik demokrasi dan hak asasi manusia di Timor Tengah yang di bawa Amerika serikat ke Indonesia lalu di terima pemerintah Indonesia, yang pada mana Pemerintah Indonesia yang sudah tidak sadar diri lupa tugas mengurus Rakyat nya, dan bekerja sama dengan media macam Kompas, TV ONE, Metro Tv, yang membawa ISIS, yang sudah tidak ada hubungan nya dengan Indonesia ini, dan mengapa harus mengurus ISIS, yang masalah dalam negeri saja banyak terbengkalai, gila nya lagi adalah Pemerintah Indonesia, mengelar pertemuan dengan tokoh agama, dan disiarkan nya hal tersebut, tokoh agama tersebut belum pernah bertemu dan duduk bicara dengan ISIS, hanya mendegarkan dari pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat, sudah berani memonis ISIS Sesat, demokrasi dan hak asasi manusia ISIS mau dia sesat atau apa, mengapa kita yang repot, jika ISIS Melakukan penindasan di Timor Tengah, kan ada pemerintah Timor Tengah yang menangani nya, tidak ada terdengar lagi pemerintah Timor Tengah meminta bantaun nya pada Indonesia untuk menghadapi ISIS, yang ada Pemerintah Timor Tengah boneka nya Amerika Serikat yaitu Iraq, Pemerintah Indonesia, masalah Demokrasi di negara ini perlu di urus jangan ikut campur orang lain, macam penjahat perang Amerika Serikat, dan kepada media TV Indonesia jangan berpihak, dan membatasi masalah tayangan perang Timor Tengah yang tidak penting bagi Indonesia, yang mana media Indonesia harus mendidik penoton nya dengan tayangan edukasi nya, dan mengutamakan berita penting dalam negeri bukan luar negeri, yang macam penindasan di Papua dan Aceh, di tayangkan , aneh penindasan luar negeri yang tidak ada hubungan nya dengan Indonesia ini, dan mengolongkan Agama dan Suku Arab itu jahat, teroris bom bunuh diri, Pahlawan adalah Amerika Serikat, ini tidak lain 2 macam alasan yang mendasari nya, 1 media TV Indonesia, coba mengalihkan perhatian publik yang mulai mencium pemerintah Indonesia tidak beris, kejahatan yang di lakukan media, mengecilkan data yang besar, dan membesarkan data yang kecil, seperti kata Amin Rais, masalah se gede tikus jadi kaya gajah, dan masalah segede gajah jadi sekecil tikus, ke 2 adalah propaganda Amerika Serikat untuk meminah lawan nya agar dunia berpihak pada nya. corong nya adalah media masa, itu saja, jadi media Tv dan Pemerintah Indonesia jangan urus orang lain, urus Indonesia ini dengan Benar, jangan hanya bisa menghibur rakyat dengan mengatakan Indonesia negara kaya sember daya Alam, minyak, batu bara dan Gas, jika kaya mana kekayan itu, masa negara kaya sumber daya alam, ini minyak di pom bensin antri dan di batasi, hingga langka dan mahal, di mana kekayan tersebut? membangun serkuit balap macam Sepang Malasyia tidak mampu, mengaku kaya sumberdaya alam, ya jika kaya juga Indonesia ini, harta nya di Rampok, contoh di Papua. maling PT Freepotrs. mungkin itu dulu yang saya sampai kan dalam diskusi ini kawan-kawan semua nya.
Gamabar Stasiun TV Indonesia, yang menjadi budak yang menghamba dengan negara penjajah Amerika Serikat, dan terus membandingkan orang Indonesia ini dengan Amerika Serikat.
Dan setelah OPM Papua menyerahkan mic nya ke saya lagi, maka saya minta Negara Federasi Sumatera dan Ormas Sumatera untuk mengutakan Demokrasi Indonesia yang menyimpang jauh ini, dan perwakilan nya adalah Sumantiri Nusation.
Sumantiri Nusation mengatakan dalam diskusi 6 Agustus 2016, melanjutkan OPM Papua dan GAM Aceh, berbicara sumber daya alam dengan Demokrasi dan hak atas sumberdaya alam tersebut. Saya katakan Indonesia tidak demokrasi dan sudah mengambil hak suatu daerah dalam pengelolan sumber daya alam, yang mana Pemerintah Indonesia ini merasa paling berhak atas Sumber daya alam, macam Minyak, gas, dan batu bara, yang mana sebenar nya adalah hak orang dan daerah di mana sumber daya alam itu di exspolistasi, jika di Papua, berati milik orang Papua, jika di Kalimantan milik orang kalimantan, yang mana uang pajak dari hasil Industri tambang itu untuk membangun daerah di mana mereka Industri tambang itu berada, dan memberikan pasilitas pada rakyat yang ada di area daerah di mana sumber daya alam tersebut, bukan uang pajak Industri itu di gunakan untuk membangun daerah lain, itu nama nya perampasan, boleh jika nya daerah yang penuh sumber daya alam itu, hak masyarakat nya sudah di peroleh, dan bisa uang pajak nya itu di gunakan untuk daerah lain, ini kaya bisa di katakan demokrasi dan adil, daerah di mana banyak sumber daya alam tersebut tuntutan masyarakat nya belum terpenuhi, pendidikan dan pasilitas umum nya.
Gambar Ormas Sumatera dan Negara Federasi Sumatera
Pemerintah Indonesia dengan hukum Pancasila itu sudah gila sekali, dan coba menjadi tuhan, yang mana mengkaim sumber daya alam Nusantara ini milik nya dengan catatan tertulis kita suci hukum Pancasila, yang berbunyi seluruh sumber daya alam nusantara, minyak, batu bara, emas, gas, dan lain nya itu milik negara, jika milik negara kapan negara ini membuat sumber daya alam ini, dan bukan milik negara sumber daya alam tersebut, tapi milik Tuhan yang maha esa, yang sudah menciptikan alam semesta ini, dan yang kedua berhak atas sumber daya alam itu adalah orang yang tinggal di mana daerah sumber daya alam itu, dan berjuang mempertahanakan nya dari penjajah hinga menumpahkan dara nya untuk tanah di mana dia lahir, dan hak anak cucu nya semua atas apa yang terkandung dalam tanah nya itu, dan yang harus di wadahi oleh pemerintah Indonesia dalam pengelolan nya sumber daya alam tersebut, dan hasil untuk semua pembangun di mana sumber daya alam tersebut, dan sisa nya baru di gunakan untuk membantu daerah lain macam jawa dan Jakarta, ini baru adil dan demokrasi dan mengghargai semua golongan suku, agama dan daerah, bukan merampas sebuah kekayan alam daerah tersebut dengan hukum pancasila dan semua ke kuatan kekuasan politik dengan hasrat gila macam Amerika Serikat yang ingin menguasi dunia dan merasa pelaling berhak.
Gambar Presiden Jokowi dan DPR membahas Demokrasi dan Hak Asasi Manusia yang otupia mimpi belaka yang tak pernah terjadi di Indonesia, omong kosong.
Janjut dalam membahas demokrasi dan hak Asasi manusia, jika bicara hak Asasi manusia, penjahat sekali pun juga punya hak HAM tersebut, contoh nya maling ayam yang di tangkap warga juga punyak HAM tersebut, jangan hanya maling uang negara korupsi macam gayus, anas, najarudin, dan para kompolotan partai paling korup di Indonesia Demokrat nya SBY Itu, dan penjara untuk untuk semua bandit di Indonesia sama tidak di bedakan, mau yang kaya dan miskin semua ruang tahan nya sama, jangan hanya berani menghukum mati bandar narkoba saja, tapi membiyarkan pembangkan korupsi yang merugikan negara ini, jangan hanya berani memukul maling ayam, pukul gayus dan anah gantung di monas seperti kata nya, jangan hanya berani menangkap dan mengaramkan kapal nelayan asing, beranikah menangkap kapal pencuri harta Indonesia, macam tongkang batu bara, minyak dan sebagai nya, tidak lebih semua hanya pengecut yang coba menjadi pahlawan di hadapa publik, seperti wakil presiden yusup kala itu tidak lebih dari pengecut yang tidak tahu malu, menghina Jokowi, jika Jokowi jadi Presiden Indonesia ini bisa hancur Indonesia, tapi nyata nya jadi wakil nya, sungguh orang yang tidak punya pendiri dan jiwa kesatria, orang macam ini di jadikan pemipin, mending macan asia yang ompong dan koroni nya Prabowo Subianto, yang tidak menjilat liur sendiri, Yusup kala yang bicara Asal di hadapan media, tidak jauh beda orang yang mengaku Propesor dan bisa membuat pesawat Bj Habiebie, mana pesawat bikinan nya kalau bisa buat pesawat, kenapa bekarja untuk Jerman bukan Indonesia, apakah dia orang Jerman? dan Bj Habiebie yang tidak menghargai perjuangan Aitarak Timor Lesti, yang hanya inggin simpati dunia dan dapat penghargan, dia berhianat dengan Bangsa sendiri, yang mana Ereco Guteris menangung dosa itu sendiri, sejahat apa pun milis Aitarak, tetap berjuang untuk mempertahakan NKRI, dan itu harus di hargai oleh orang Indonesia ini, bicara pahlawan dan NKRI ini tidak enak rasa nya bicara tetang demokrasi dan hak gelar pahlawan pada mereka yang sudah berjuang mempertahakan Indonesia ini, sejahat apa pun Tan Malaka di mata Seokarno, tetap saja Tan Malaka berjuang untuk kemerdekan Indonesia, bukan macam BJ Habiebie berjuang untuk Jerman, atau Soharto jadi boneka Amerika Serikat, apa pun yang di lakukan Tan Malaka seperti menentang Sokarno, lalu semua jasa nya untuk Indonesia ini di hilangkan, dan rezim komunis nya terus yang di ungkapkan, Sokarno pun juga punya kejahatan, dan juga kayapa apa pun suku Papua, berjuang, buat lah juga mereka dalam buku tex sejarah pahlawan Indonesia karena mereka juga berjasa di medan perang, jangan hanya tokoh jawa, dengan Jendral Sodirman nya adalah jendral terbesar di Indonesia, Jendral Sudirman sendiri pun tidak bisa sendiri menghadapi Belanda tanpa bantuan yang lain nya, mungkin Jendral Sudiman yang di jadikan nabi itu hanya berjuang untuk Jawa, tidak sangup juga untuk Kalimantan dan Sumatera, jadi penulisan dan pemberian gelar Pahlawan juga harus di lakukan dengan adil dan tidak memihak, hanya Surabaya Kota Pahlawan, seolah kota yang lain adalah kota nya para pengecut, yang mana Belanda datang tidak bisa berbuat apa, lalu sengkoyong-koyong datang Nabi Jendral Sudirman dari kota suci kota nya Pahlawan Surabaya untuk menyelamtkan orang Sumatera dan Aceh, atau seperti Nabi yang terdahulu Gajah Mada, yang model Majapahit di gambarkan seperti Kingdom Of Haiven kerajan Surga, Vs Samudra Pasai nya Aceh, seolah perang salib dan Perang Budaya Tradisi jawa melayu, penulisan macam itu seharus nya tidak di muat, karena hanya akan membangkitkan dendam warisan sejarah, dan membuat yang lain nya non jawa, merasa di sisikan dari negara ini, dan di angap tidak berharga sama sekali, maka dari itu hargai juga mereka, nenek moyang mereka yang mati di medar perang itu juga perlu di beri gelar Pahlawan.
Dan mungkin itu saja yang saya bisa sampaikan dalam diskusi ini, mic saya kebalikan pada Rahmah selaku pembawa Acara di dalam diskusi ini.
Dan kawan-kawan semua terlibat diskusi ini setuju akan kesepakatan bersama yang di buat atas wali dan panitia nya adalah kesultanan Aceh dan Banjarmasin, yang mana kesepakatan ini setuju dengan demokrasi yang sebenar nya, demokrasi dan hak asasi manusia tanpa paksan, tanpa menghilangkan budaya dan tradisi, dan Puralesmi penyamaan, jawa di melayukan oleh Pemerintah Indonesia, Demokrasi yang sebanar nya adalah demokrasi yang di terima dengan lapang dada, dan tidak menrugikan golongan lain nya, serta jika ada pemilihan presiden semua nya boleh ikut, Aceh, Papua, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa, jangan hanya golongan, ini yang di sebukan dengan Demokrasi yang sebenar nya kata semua angota yang hadir saat itu.
Kesimpulan Terahir Tulisan Ini
Gamabar Rahmahwati Repoter Jurnalis Redaksi Kantor Berita Kanada membuat kesimpulan Tulisan Ini
Jadi hasil dari kesipulan tulisan ini, yang kami sepakati bersama Avril fans Fender adalah, di mana sibagian dari rakyat Indonesia ini merasa pemerintah Indonesia ini tidak adil, yang sangat mencolok dalam pernyatan tetang bagai mana saat kami tanya masalah Demokrasi dan hak asasi manusia buatan pemerintah Indonesia adalah, Aceh, Papua, Sumatera dan Kalimantan, yang juga ada tahu dalam tulisan di atas, mereka menolak nya, apa lagi Demokrasi dan HAM yang berkiblat dengan siapa pun, yang di angap juga tidak bisa di tarakan dan juga tidak bisa di terima, Demokrasi dan HAM yang di buat harus berdasarkan rakyat Indonesia ini sendiri bukan contekan, yang jelas budaya dan tradisi yang berbeda sudah, serta penolakan terhadap Kampanye Amerika Serikat Islam teroris, serta mencoba membentingi pemerintah Indonesia dari campur tangan pihak asing, dan kusus nya Amerika Serikat yang terlihat sangat mencolok Ikut campur nya di dalam kubu DPR Indonesia, Oleh Fadli Zon dan Setiya Novanto, yang akan di angak jua akan Menjadikan Indonesia Timor Tengah, dan dari keterangan tersebut di dapakan hasil secara tidak langsung, konflik Islam dan pemerintah Indonesia saat ini, atau dari Tragedi 11 desember itu buatan Amerika Serikat, densus88 yang di angkap Anjing Amerika Serikat, yang mulai mengacau Indonesia dengan budaya dan tradisi Islam nya, dan juga sudah di angap nya adu domba antar golongan, hindu, kristen dan Islam, yang bertitik pada Demokrasi dan HAM, kebesan beragama, yang selalu di lontorkan Amerika Serikat, yang nyata itu adalah dusta, di media kita sudah lihat Donall Trum baru-baru ini yang coba untuk jadi presiden Amerika Serikat, Islam di larang, dan warga Amerika Serikat yang Islam di cibiri nya, apakah itu Demokrasi dan HAM, lebih baik Inggris, kata nya, tapi Indonesia tidak bisa menuruti nya juga, dan pada inti nya Pertemuan DPR dan Dubes Amerika Serikat yang membicarakan Demokrasi dan Pertemuan Barak Obama dengan Presiden Jokowi, itu di angak omong kosong, Amerika Serikat Penjajah, dan coba ikut campur, dan penolakan penabiyan Media Tv terhadap Amerika Serikat jua.
Jadi selama ini sebagian rayat Indonesia ini, atau orang yang tinggal di luar pulau jawa dan Jakarta, sudah merasakan ke tidak demokrasi dan keadilan pembangunan, HAM, yang mana sudah jelas di angak, Pemerintah Indonesia kepentingan golongan, bukan kepentingan seluruh Rakyat Indonesia, yang mana seolah jawa yang terus di singgung mereka, yang di angap terus menjadi Presiden danj juga Jendral TNI, yang mana juga pihak pemerintah tidak di ikutkan nya dalam pemilihan presiden Indonesia, antar golongan suku dan agama Indonesia, dan masalah pembentukan partai dan organisasi, juga akan persekongkolan media TV yang merekayasa berita, yang memujukan kaum opisi macam GAM dan OPM Papua, dan hak atas sumber daya alam Indonesia, Demokrasi dan Hak keadilam pemeratan pembangunan daerah, moderenisasi pendidikan dan pasilatas umum.
Terlihat jelas, dalam penututan akan HAM Para narapida, dan hukum mati yang mana, Korupsi di bebaskan, Rezim jokowi yang di angap nya hanya berani dengan bandar Narkoba serta meledakan kapal nelayan Asing itu, dan HAM bagi maling ayam, yang juga harus di samakan nya dengan tersangka korupsi, dan seluruh ruang tahanan sama non pasilitas, yang seharus nya Anas di gantung di monas.
Jika di telah dengan detail dan Benar, mereka benar pemerintah Indonesia, tidak demokrasi, tidak adil, dan kriminalisasi HAM, yang mana tidak Demokrasi dengan pemilu presiden, tidak Demokrasi pembagunan daerah, tidak demokrasi sumber daya alam, tidak demokrasi HAM, dan mencoba menyamakan dengan Amerika Serikat dan lain nya, dan juga ikut campur perang lain, dan urusan yang tidak perlu di urus nya, karena masalah di Indonesia dalam demokrasi dan HAM Saja sudah carut maut, bagai mana mengurus masalah kebesan beragama dan demokrasi negara Islam di Timor Tengah, yang mana OPM Papua dan GAM Aceh masih menutut Demokrasi tersebut, dan mendustakan apa yang di sampaikan DPR Indonesia, yang mngkaim mengajari orang Papua membuat Partai, yang juga di angap mendustai publik, dan Pemerintah Indonesia yang merahasikan kemerdekan Aceh, pada tahun 2005 yang terjadi setelah Sumatera dan Aceh terkena Tsunami, dan rezim SBY Membuka Aceh terhadap publik, dan Aceh merdekan dalam bingkai NKRI itu, hal tersebut membendung daerah lain agar tidak ikut menuntut hak yang sama terhadap pemerintah Indonesia, hak Demokrasi daerah dan semua orang Indonesia, siapa pun berhak jadi persiden, dan hak membuat partai politik dan ikut berkecimpung dalam pemerintah Indonesia.
Dan saran saya pada Pemerintah Indonesia, sadar diri sudah, kapan lagi negara ini bersatu untuk maju, dan menjadi negara kuat dengan terjaga NKRI, yang harus di lakukan memberikan Demokrasi itu, dan semua orang Indoensia berhak jadi Presiden dan Jendral TNI, tanpa milihat agama, dan suku nya, dan hanya cerita lucu kemarin ada sebuah lembaga pemerintah LSM, Hak Asasi Manusia, pada kaum GAI DAN HOMO, yang sudah gila jika di bawa ke Pemerintah, dan mau membuat perkawinan sesama jenis, homo akan dapat surat nikah, dari pengadilan agama, ini bukan demokrasi atau hak asasi manusia, tapi memperlakukan pemerintah dan negara, bukan menghalagi kaum homo untuk melangsungkan kehidupan berubah tangga nya, tapi tidak perlu kali jua menikah di pengadilan agama dan terus mendapat surat nikah, jangan sama kan Indonesia dengan negara penjajah dan tak mau malu membunuh rakyat sipil banga itu Amerika Serikat, semua manusia punya jalan nya sendiri, semua negara punya hukum dan jalan nya sendiri, setiap manusia punya keyakinan nya seindiri, dan ada lagu bang Rhoma Irama, lain lobuk lain Ikan nya, lain orang juga lain sifat nya, jawa tetap jawa, melayu tetap melayu, dan kita Indonesia akan buktikan kita berbeda.
Tambahan, saya juga teringat akan setiap bertemu koalisi dagang Asean, yang acap kali membecirakan akan pemerintah Indonesia yang tidak demokrasi dalam dunia Industri perdagangan dunia, Koalisi dagang Asean adala kumpulan dari pengusaha Indonesia, Malasyia, Singapura, Thailand, Vetnam, Phlipina, Timor Lesti dan Papua Nugini. tapi di pimpin Indonesia dan Malasyia, dan ketua nya dari Ormas Sumatera, Sumantiri Nusation, DPR dan Presiden Pro Industri Amerika Serikat, dan tidak mau akan memenangkan Industri dalam Negeri, ujung nya, Pemerintah meberikan hiburan pada pengusaha Sumatera, yang mengatakan Pertamina menang kontrak kerja di Libya, seperti yang di katakan Amin Rais, dan Muhammadiah bersama Sumantiri Nusation, apakah pemerintah sudah mengangap pengusaha Sumatera bodoh tidak tahu akan hal ini, sejak kapan Libiya bersama Pertamina, wong Pertamina dalam negeri saja tidak beres, tumpang tindih nya Industri Amerika Serikat dengan Nama Indonesia, dan masuk menyusup BUMN, mungkin orang awam tidak tahu akan penyusupan BUMN oleh Industri Asing, dan atas nama Indonesia dan sebagai nya, dan juga nanti akan di buat boneka nya orang Indonesia seolah menjadi pemilik nya, kami bukan orang bodoh kata Amin Rais dan Sumantiri Nusation, siminar Industri Ekonomi Indonesia di Minangkabau 16 febuari 2008 lalu, bahkan baru-baru ini ada kebijakan rejem Jokowi sensus Ekonomi dan pengapunan pajak Industri, seolah pengusaha bersalah, pengusahan Indonesia juga punya hak nya, anggap gembaran nya seperti HAM, Industri milik putra bangsa di daerah yang pajak nya di tarik pemerintah pusat uang tidak jelas entah kemana, jalanan rusak di daerah pun tidak di perbaiki, Industri di daerah di tuntut Maysarakat untuk memperbaiki nya, maka Industri tersebut sudah bayar pajak, di tagih dengan pemerintah Daerah, malah balik juga menyalahkan pemerintah Pusat, yang sama saling tuduh nya, jadi kaya apa, mendiding ambil keputusan tak usah bayar pajak, dan uang nya langsung di bangun untuk daerah, tidak kita di labarak masyarakat, Hak Asasi Industri tidak ada, pemerintah seolah seperti preman yang datang tiap bulan uang pajak tersebut dengan ancaman nya atas nama hukum pancasila beserta rakyat, dan sedangkan Industri macama PT Freeporst di biyarkan, Industri milik asli Indonesia di bajak bagai seorang pedangan lewat di hutan yang sepi, tidak ada yang nama demokrasi dan keterbukan Ekonomi Indonesia ini, dan hak pengusahan Indonesia ini, yang kadang di injak-injak pemerintah, bagai sebuah kertas yang di lembar ke jalanan yang becek lalu di injak-injak kaki masa seperti babi itu, sama saja dengan hak asasi manusia nya, yang mana maling ayam akan di pukuli hingga hampir mati, bagai mencuri yang miliyaran rupiah, sedangkan koruptor melengang bahagia di Indonesia, ini rezim jokowi pun tak mamu mengurus ini, hanya berani pada bandar narkoba dan nelayan Asing, tidak bisa mengusrsu pebnjarahan uang Negara, dan menurus Demokrasi dan hak nya sesuai hukum yang berlaku, kitap suci pancasila.
Tambahan dari Rahamahwati, Saya sudah sering mendengar ini baik di pasar dan warung, masalah tindakan densus88 yang di nila masyarakat melangar hak asasi manusia ini, yang selalu melakukan penangkapan berlibihak, yang model seolah operasi menangkap Osama Bin Laden dan semacam nya, terhadap kaum ulama dan orang Islam, yang juga seolah model teroris kelas Internasional, penjahat kaya apa pun tetap punya HAM, dan tidak perlu beringas macam srigala kelaparan untuk menangkap nya, seorang lagi sholat di tembak mati, apakah densus88 buatan Amerika ini tidak bisa menunggu nya selesai sholat baru di tangkap hidup-hidup, mengapa melakukan ini? hal yang tidak masuk akan terhadap seorang kake-kake yang tidak berpontensi melawan densus88, main masuk rumah orang, main tembak dan bunuh sembarangan, teroris lagi dan lagi, polisi di tembak di jalanan, di kaitak aksi teroris lagi, Islam lagi yang di tuduh, Pesantren di angap Kamp latihan dan sebagai nya, jika memang inggin memeriksa, tidak perlu berbuat kasar yang melangar HAM, atau buat ribut di media, apakah kalian semua bukan orang Islam, dan tidak pernah belajar PPKN dulu waktu sekolah, ini keterlaluan, densus88, macam penjahan zaman nabi dulu, yang datang pada waktu Sholat, dan Omar Bin Khatap pun di bunuh dengan di tusuk pisua dari belakang, aksi para pengecut berani dari belakang, jika kesatria datang dan bicaralah pada Omar Bin Khatap apa masalah nya, dan jika tidak bisa di rundingkan sudah duel macam Khalid bin Walit saat perang Yarmuk, jangan melaku hal macam densus88 orang Sholat di tembak, kake-kake lagi, yang sudah mesjid nya di kepung yang juga tidak bisa lari kemana-mana kake-kake tersebut, jadi aneh kalau di tembak? orang gila membenarkan tindakan ini, dan ini bukan pembelaan, tapi cara nya dalam menangkap saja yang macam gerombolan penjahat yang membunuh Omar Bin Khatap waktu Sholat.
FPI bukan FPI hanya karena mereka mengunakan paikan Islam, datang ke tempat Hiburang FPI akan di tuduh, terjadi pembacukan di suatu tempat, moto nya tidak hilang, barang di saku nya tidak hilang, kasus pembunuhan ini akan di katakan begal, padahal pembunuhan bukan begal, perampokan juga akan desibut begal, aneh betul, yang Aksi para Polisi bagai gerbolan singga yang lapar di waktu penang kapan, melawan atau tidak akan tetap di katakan melawan, dor senjata berbunyi, kalau bukan kaki yang di tembak, berati nyawa melayang, ini juga bukan membela penjahat, coma Hak Asasi manusia, cara penangkap macam operasi pembunuahn dan penuhuhan yang belum tentu bisa dia tersangka nya, reakayasa bisa di buat, gampang itu, karea mereka punya kuasa, yang pada inti mereka bertugas hanya untuk membawa tersangka dan membawa nya ke kantor dan di sidik, dan pengadilan yang memputuskan nya bukan mereka yang di kirim untuk menangkap di lapangan, Aneh nya polisi ini hanya berani berlaku hal macam itu pada penjahat kelas teris saja, yang kadang, tidak sesuai dengan kejahatan nya dengan perlakukan kekerasan yang di lakukan, dangan penjahat kelas kakap polisi dan aparat hukum lain tuduk diam dan patuh, tidak berani berbuat apa-apa, polisi macam densus88 juga hanya berani pada ulama-ulama saja, tidak berani juga membungkan pernyeludupan senjata dan sengala nya, paling bulan-bulan nya kelompok santoso yang kelas teri itu, bahkan pengepungan nya macam penjahat Internasional, yang pada mana warga negara Indonesia di sandara di Philipina, diam membisu, mana TNI, mana Polisi, dan Mana pembunuh gaya baru Densus88 itu yang di gambarkan kesatria, itu tidak lebih dari pengecut saja, demokrasi dan hak asasi manusia macam ini harus di perbaiki, jangan lagi kedepan demikian terjadi sudah, pemerintah yang terhormat jangan berlaku bagai bandit dan penjahat, densus88 yang di katakan pahlawan jangan bertindak macam teroris, saya tegaskan ini bukan pembelan, cuma cara operasi yang main tuduh dan pelangaran hak asasi manusia nya ini, yang teroris densus88 bukan yang di tangkap nya, itu, karena main bunuh dan sudah banyak menghawatirkan umat Islam, di mana umat Islam berkumpul dan berdiskusi selalu di Angap menyusun rencana penyerangan dan pengeboman, jadi pertanyan di demokrasi dan HAM itu? selesai.
Ucapan Terima Kasih Untuk Semua Yang Terlibat Dalam Tulisan Ini
Terima Kasih yang sebesar-besar untung semua yang hadir dalam diskusi ini, dan mencari jalan keluar untuk demokrasi dan HAM Indonesia yang lebih baik pada:
Kesultanan Banjarmasin
Kesultanan Aceh
Kesultanan Cerebon
Kesultanan Palembang
Kesultanan Kutai Kartanegara
Avril fans Fender Banjarmasin Aceh
Negara Federasi Sumatera
Ormas Sumatera
Mantan milisi Aitarak
Pasukan GAM Aceh
Pasukan GAM Kalimantan Malasyia
OPM Papua
Pemerintah Daerah Banjarmasin dan Aceh
DPRD Banjarmasin dan Sumatera
PT Adaro Indonesia
PT SIS
PT Avril fans Fender Banjarmasin Musik Industri
Sumatiri Nusation
Pemuda Pancasila Medan
Ormas Kristen Batak
Ormas Katolik dayak Kalteng
Fron Islam Asean
Laskar Islam Malaka
Yamaha Motor Clup
Barito Putra Fans
Semen Padang Fans
Koalis dangan Asean
Dan mungkin sekian dulu imformasi yang saya bisa berikan pada anda para pembaca. Dan kita bertemu lagi di lain epesodi tulisa saya yang baru nanti.
Terima kasih telah membaca nya semoga berguna untuk anda.
Mohon maaf bila ada kekeliruan dalam tulisan saya di atas.
FROG GOZILLA
Ketua Organisasi Alternativ Rock Numetal Comnty Tato88 Tanjung Tabalong yang bergerak memajukan pendidikan di Banjarmasin Aceh dan Indonesia.
Organisasi ini juga sangat aktiv di industri musik Rock Endergrond,
Dan berjuang untuk membangun perintahan ustmaniyah yang baru,
simbol organisasi
Avril Lavigne







