Translate

Selasa, 27 Juni 2023

Sejarah Dan Profil Didirikan Nya Kabupaten Amuntai HSU Kalsel Banjarmasin



Sejarah Dan Profil Didirikan Nya Kabupaten Amuntai HSU Kalsel Banjarmasin

WELCOME BLOGGER FROG GOZILLA
Terima kasih pada anda para pembaca yang sudah mau melungkan waktu berharga anda hanya untuk membaca tulisan saya 

Pendahuluan


Tulisan ini saya dapat pertangung jawabkan kebenaran nya, dan penulisan ini juga penulisan di bantu oleh kawan-kawan Avril fans fender redaksi repoter junalis kantor berita Kanada Banjarmasin.
Penulisan Profil kota Amuntai ini juga dengan di adakan nya penelilitian langsung oleh kami, untuk memastikan tulisan ini benar data nya, dan penelitian ini penulisan ini di lakukan selama 1 bulan, di bantu untuk oleh kawan-kawan dari Universitas Lamung Makurat Banjarmasin, dan Pemrintah daerah Amuntai, tokoh-tokoh budaya dan Masyarakat dan ulama Islam.
Penulisan ini juga bertujuan untuk mempromosikan Amuntai yang juga memiliki banyak potensi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan daerah, dan menyunbankan tambahan pajak bagi pemerintah sendiri, alasan dari kawan-kawan juga karena belum di kenal luas nya secara detail kota Amuntai serta potensi, dan untuk mengenang jasa para Pahlawan yang sengedap jatuh tewas dalam berjuang bersama untuk mempertahankan Kesultanan Banjarmasin, dan menyeberkan Islam seluas mungkin di Kalimantan.
Dan mohon maaf dulu, kata-kata kalimat dalam tulisan ini kata kasar, dan bahasa nya juga tercampur antara bahasa banjar melayu, dan Indonesia murni, karena saya kurang lancar dalam bahasa Indonesia.

Senjarah Kronologi Singkat Amutai Hulu Sungai Utara


Gambar Kerajaan Negera Diva Yang Sekarang

Sebelum kita masuk dalam profil kota Amuntai, ada baik nya tau sejarah nya sedikit agar tidak bingung dan paham dengan kota Amuntai ini.
Sejarah kronologi singkat Amuntai ini yang kami tulis ini adalah sebuah rintisan sejarah, yang kami teliti bersama dengan pengawasan pemerintah Banjarmasin dan daerah Amuntai, karena sejarah kota Amuntai dalam lingkup perjuangan bersama kesultanan Banjarmasin sangan minim data nya, dan banyak bersumber dari Belanda, Inggris dan Jepang, dan sedangkan Tex dari kerajan negara  Diva dan daha banyak yang hancur dan kuran jelas, serta banyak memakai simbol-simbol tulisan yang kami tidak mengertu arti nya, dan juga gambar-gambar di bantu yang sudah terkikis akibat erosi alam, dan hancur akibat perang, dan tex sejarah paling kuat yang kami ambil dari Kesultanan Kutai kaltim dan kesultanan Banjarmasin saja, dan itu pun putus-putus akibat sudah rusak dan di musium kuran terawat mungkin.
Amuntai, itu nama daerah ini dikenal dari zama prasejarah, dan tercatat dalam Tex Sejarah kesultanan Kutai Kartanegara Kaltim, dan juga tercatat dalam Tex sejarah kerajan Majahapahit, kesultanan Demak, Mataram, dan Samudara Pasai Aceh, serta tercatat juga dalam banyak peningalan suku dayak Kalimantan, Tapi sayang nya belum jelas kapan nama Amuntai ini di beri nama, dan siapa yang memberi nya nama, kendati nama Amuntai resmi di kenal dan resmi kan pada tahun tanggal 1 Mei 1952 oleh pemerintah, tapi dalam sejarah daerah bekas kerajan Negara Diva ini sudah di sebut dengan nama Amuntai, bahkan dalam Tex kesultanan Banjarmasin menjebutkan, dalam tulisan Sulatan Adam yang berbahasa Arab, saat Kerajaan Negara Diva dan Negara Daha memerintah, sudah di nama nya oleh masyarakat daerah ini dengan nama Amuntai, meski belum ada ketetapan tahun dan siapa pemberi nama tersebut, dan kalau kita mengambil cerita-cerita yang berkembang di kalangan masyarakat dan masyakat dayak sangat banyak versi dengan sejarah kota Amuntai ini, dan sangat tidak bisa di ambil sama sekali untuk penulisan sejarah nya, karena cenderung ke arah mitos-mitos yang minim bukti nya pembaca.
Sejarah Amuntai yang sudah mulai jelas yaitu sudah datang nya ajaran Islam, dan dari kesultanan demak dan Mataram sudah bisa mulai di telaah, sedangkan dari pra sebelum Islam belum terlalu jelas, paling dari masa Majapahit saja, dan dari Aceh dan Sumatera, karena masyarakat banjar terbentuk dari kolonia Sumatera dan Aceh, bisa anda lihat denga persama budaya dan tradisi serta paham dan idilogi nya, sama Melayu nya, sama Fantik nya terhadap Islam.
Seperti yang tertulis di Tex Majapahit yang menjebutkan, sebelum ada nya negara diva, sudah ada perkampunga orang melayu dan dayak bakumpai di daerah Amuntai ini, yang di sebutkan meliputi sungai negara, Tabalong, yang anak nya sungai barito, belum jelas siapa yang menepati daerah tersebut bedahulu, dayak bakumpai atau melayu, tapi yang jelas perkampungan tersebut, termasuk perkapungan tua juga yang ada di Kalimantan ini, karena orang jawa dulu hanya menempati daerah Tapin Candi laras saja, dalam tex sejarah Majahapit, meski berhubungan sudah dengan masyarakat Amuntai zaman sejarah.
Wilayah Amuntai juga di nyatakan tempat daerah pertama berdiri nya kerajan Negara Diva, yang terusan dari Candi laras Tapin, dan di nyatakan juga dalam Tex Majapahit, bahwa, yang dulu mendirikan nya Negara Diva adalah kaum yang melawan dan menetang Majapahit, baik dari golongan jawa sendiri, mereka sengaja mendirikan nya dan menyusun kekuatan untuk melawan Majapahit meskipun akhir nya kalah, dan dicerikan juga dalam tex sejarah kesultanan Kutai Kartanegara yang bangai mana mereka mementang Majapahit, 3 golonga bersatu, Dayak, Melayu dan Jawa sendiri, namun sayang nya tex tersebut putus-putus, dan kami coba menyatukan nya.
Walau menetang Majapahit, pada akhir nya jatuh juga pada Majapahit, namun sayang juga dalam Tex sejarah kutai, tidak jelas siapa yang awal mendirikan Negar Diva Tersebut, hanya di nyatakan tokoh penting nya, Putri Jujung Buih, Suriyanata atau bisa di kenal dalam tex Majapahit adalah Nata, yang juga bersangkutan dengan Kutai, cuma simpang siur dan kurang akurat nya nama tokoh tersebut, karena banyak nya Tokoh juga bernama Nata, dan Suriyanata, bahkan dari zaman Belanda, yang juga menyatakan Nata Suriyanta, adalah Pangeran Kuning, yang anak nya Aling, di Tambai Mahkah daerah Rantau, dan tokoh penetang Belanda, yang terkait dengan Sultan Hidyatulah dalam Pelarian, serta Penyerengan Tambang Batu Bara Belanda di Munding besama Antasari dan Anak buah nya, jadi ini sangat kurang jelas, di tambah juga dalam tex kesultanan Banjarmasin, yang atas penyerangan nya terhadap Kutai, atara Nata keluarga Antasari yang juga berseteru dengan para Bugis di Pasir, atas wilayah pasir sendiri, dan ini mengaburkan sekali yang mana tokoh sosok Suriyantan, dan Nata itu, dan kayapa sebenar nya, ya sudah di katakan jika kita mengambil di masyakarakat sejarah Amuntai ini maka akan jadi perdebatan pajang sekali.
Ambil singkat nya, Negera Diva adalah kerajan nya nenek moyang nya Kesultanan Banjarmasin, Karena dari Negara Diva maka lahirlah Kesultanan Banjarmasin. memang banyak sejarah yang menyatakan Negara Diva ini adalah kerajan Hindu, namun setelah kami teliti di lapangan di bangunan nya, tenyata bukan Hindu, pengaruh hindu ada setelah Negera Diva itu kalah dengan Majapahit, karena melayu dan dayak bukan Hindu, tapi Aninesmi, meski jawa sudah ada, dan corak Jawa, itu juga ada karena Negara Diva sudah kami katakan adalah penetang Majapahit meski Jawa sendiri terlibat dalam pendirian nya, yang dalam cerita Jawa berdahulu mengajak Melayu dan Dayak supaya melawan Majapahit, dan jangan bayar umpeti itu, yang berbentuk bater, di sungai-sungai lintas mereka, serta saat sudah Majapahit mengalahkan nya, yang sudah di ketahui dayak dan melayu itu sangat kuat dalam keyakinan nya, lebih memilih mati dari pada ikut keyakinan orang lain, dan Hindu kebanyakan di anut adalah kaum Jawa, yang datang untusan nya Majapahit, dan corak Jawa tersebut banyak terdapat di Negera Diva, dan system hukum sendiri tidak menganut Jawa, tapi adat campuran Melayu dan Dayak, Negera Diva hanya membayar umpeti nya saja, tapi Majapahit tidak ikut dalam pemerintah daerah, maka nya Negera Diva Tidak berlangsung lama, pecah nya konflik, campur tangan nya banyak pihak yang merasa berhak untuk berkuasa, 3 golongan berebut, Jawa, dayak dan Melayu, hingga puncak nya dengan runtuh nya Negara Diva, dan Kerajan di Pindahkan lagi ke daerah Danau Pangang dan Negara, namun masih sepeputaran Kalsel, antara, Kadangan, Barabai, dan Amuntai sendiri, kerajan itu Bernama Negara 
Daha, namun juga masih belum dapat di gali siapa yang memerintah nya, dan golongan mana, hanya ada 2 saja kemunkinan, Dayak atau Melayu, Karena yang membantu hancur negara daha adalah Islam, dan dari Jawa adalah Demak dan Mataram, hancur nya juga akibat yang membantu mempertahankan nya nya Majapahit di Jawa Hancur, oleh Islam dan Demak juga, serta serangan dari Sumatera sangat lah sengit sekali, yang pada saat itu di daerah Sumatera, yang runtuh nya Majapahit awal perang berebut kekuasan yang baru sebelum kedatangan musuh dari Eropa, begitu juga di Kalimantan, yang masing-masing melakukan perang saudara, di Sumatera, Samudara Pasai Aceh, sampai juga pecah, mingangkabau, Palembang, hinggan Nias, yang sama perang saudara, Kalimantan, Kutai, dan Negera Daha perang dan berkonflik hingg Belanda dan Ingris datang, Ponitanak, Sampit, Pakalanbun, Samarinda juga sama berebut untuk berkuasa, Majapahit runtuh, Islam mulai berkuasa, dan itu tak dapat di hindari lagi sudah, bahkan dalam Tex kutai Kartanegara, orang melayu yang sudah menganut Ajaran Islam di Malasyia Brunai dan Sabah, ada inti dari masalah banyak konflik yang menetang Majapahit di Kalimantan, mereka bersekutu dengan banyak pedangan Aceh Sumatera yang sudah menganut Islam, yang rela mengorbankan harta dan nyawa nya untuk menyebarkan Islam, belum lagi Majapahit terdeksak dengan Walisogo di Jawa, dan pada hal Walisogo di ceritakan tanpa kekerasan dalam menghacurkan Majapahit.

Negera Daha kacau balau, dan putra Mahkota bernama Samudra melarikan diri ke perkapungan orang melayu di pesisir sungai barito bernama Kuin, kuin di pipimpin seorang kepala kampung dari Sumatera bernama Patih Masih, Patih Rumah, Samudara di asuh Patih Masih hingga menjadi pemuda, dan pada akhir nya di akan jadi raja di kuin, dan mendirikan kerajan Banjar pertama, menetang Kerajan Daha, dan menangih hak nya selaku putra mahkota kerajan Daha, pertepuran terjadi sengit, atara paman Tamangung, dan Samudara, sungai kuin di pagar carukan, dan di beri nama kampung carutcuk, untuk membendung Negara Daha, dan Samudra, tidak bisa lagi menahan dahsyat Negara Daha, yang pada akhir nya meminta bantuan pada Demak dan Islam, untuk mengalahkan Negara Daha, dan ada perjanjian jika Banjar menang maka Sumadra harus masuk Islam, dan Banjar menang, Samudara masuk Islam, berganti nama Sultan Suriyansyah, Kesulatanan Banjarmasin Berdiri, dan Negera Daha Hancur, di gantinkan Kesultanan Banjarmasin.
Gambar Orang Di Amuntai Zaman Dulu Bersama Kesultanan Banjarmasin

Walau pemerintahan di gantikan Kesultanan Banjarmasin, tapi Amuntai tetap punya peranan penting, dan banyak dari kesatria dan bangsawan di kesultanan Banjarmasin adalah orang Amuntai, perdagang nya juga sangat penting, sama penting dengan wilayah lain nya yang ada di kesultanan Banjarmasin, Amuntai juga beteng petahanan nya Banjarmasin, dan daerah paling kuat yang hampir tidak mau takluk dengan Belanda dan Jepang, lebih memilih mati dari pada tunduk.
Memang pertama mereka menolak Islam, dan Kesultanan Banjarmasin memaksakan nya, dan tidak di sangka Amuntai lebih fanatik Islam nya dari pada Banjarmasin sendiri, yang berdahulu Islam nya, bahkan 2 kali lebih fanatik nya, hingga sekarang dalam penelitian kami, Amuntai tercatat wilayah Islam Fanatik nomor 2 setelah Martapura, sentral Islam Kalsel, yang di mana Martapura adalah benteng nomor 2 petahanan dalam melawan Belanda setelah, Istana Kesultanan Banjarmasin, di Banjarmasin hancur, di tembaki meriyam Belanda, dan nomor 3 beteng petahanan nya adalah Amuntai, setelah Hidayatulah di nyatakan Belanda musuh dan Berbahaya, dan pedanaan paling kuat dalam melawan Belanda juga Amuntai, bahakan haji-haji Amuntai terbanyak di wilayah Kalsel, dan data Belanda dari Gebernur Batavia Anderson sendiri yang menadata haji-haji tersebut, haji bukan saja bermakna sepertual bagi orang banjar dulu, tapi sebuah tetil Bangsawan dan orang 

berpengaruh, karena sudah jelas hanya Bangsawan dan orang berpengaruh saja bisa tulak haji, kita tahu sekarang saja pergi haji itu mahal, apalagi zaman dulu, pesawat tidak ada, kapal bermesin seperti sekarang pun juga tidak ada, paling pada tahun 1800-1900 hanya ada kapal api, itu pun milik Belanda Ingris, dan Jepang, ada dari Aceh yang bisa datang ke Banjarmasin untuk menjeput orang di Kalimantan untuk pergi berlayar ke Arab saudi pada saat itu, dan kapal-kapal pedangan Arab, yang bersandar di Bandar Masih yang biasa nya mau membawa orang Amuntai pergi ke Mekah, tapi anda sudah tahu, bukan biaya sedikit sudah.

Jadi anda harus tahu Amuntai punya peranan penting sekali, namum tidak di kenal dalam sejarah, bahkan pemerintah Indonesia sendiri, banyak sekali tokoh-tokoh dari Amuntai ini berjuang untuk Indonesia yang berkorban harta anak keluarga dan nyawa nya dalam menetang Belanda, Inggris dan Jepang, tapi perlu di catat juga, Jepang lebih baik dari Inggris dan Belanda, bahkan Jepang membantu melawan Belanda, walau kadang Jepang berbuat kejam, dan banyak dari tentara Jepang tidak bisa pulang, karena kalah perang, dan menetap di Amuntai. dalam catatan kami ada hampir ada 42 orang Pahlawan rakayat yang tidak masuk buku sejarah, dan yang harus nya juga dapat pengakuan pemerintah Indonesia, dan bukti nya ada bisa lihat mereka yang jatuh di medan perang itu di makam Pahlawan Amuntai, dan juga di maka daera kalua dan Tabalong, dan hitung berapa jumblah nya berjuang untuk Indonesia, bukan untuk Kalimantan saja tapi Indonesia, karena mereka yang mati juga berjuang melawan pemberotakan Ibnu Hajar, yang memberotak inggin keluar dari NKRI. tapi Aneh nya tidak ada pengakun dari pemerintah Indonesia, hanya dari pemerintah Pusat, dan seperti yang dapat kita bisa ambil contoh Aceh, karena di sana juga banyak Pahlawan yang mati terkepar, tapi aneh nya juga tidak dapat pengakuan pemerintah pusat, hanya Surabaya yang punya julukan kota Pahlawan, seolah yang lain di Indonesia ini hanya berdiam, dan oleh sebab demikian juga lah 
Ibnu dulu memberontak. tapi hal demikian sudah kita lupakan cuma hanya menceritakan sejarah Amuntai saja lagi, yang juga harus kita hargai mereka yang terbaring di makam Pahlawan itu, dan juga sengenap rakyat Amuntai yang ikut berparti sipasi dalam perjuangan untuk kemedekan Indonesia pembaca, yang di bayar darah dan harta yang sangat banyak sekali.

Tokoh Pahlawan yang harus di Inggat adalah;
Hj, Abdulah Buyasin
Penghulu Rasid
Temenggung Jalilil
Jailani Al Qudus
Muhammad Nafis
Para Haji-Haji yang melendungi Sultan Hidayatulah hingga Akhir hayat, mereka bermakam di Alabio, Babibirik, Balanga, Kalua, Pamarangan, Barikin, Kandangan, dan Pemangkih, yang mereka semua mati demi melawan Belanda, dan jika di sebukan nama nya para haji ini akan lebih dari 60 orang, dan mereka juga melindungi Pangeran Antasari sampai mati, menlindungi Temengung Surapati, Temengung Jalilil, hingga cucu nya Sultan Muhammad Seman, cucu Pangeran Antasari, dan ligetimasih dinasti Kesultanan Banjarmasin yang terahir sebelum tewas di sungai baras kuning dan dinding manawing Muara Teweh Puruk Cahu, pada tahun 1906 yang lalu, Sultan Muhammad Seman gugur sebagai suawada bangsa, dan perang dengan gagah beranani seperti pendahulu nya, Sulatan Suriyansyah, Pangeran Antasari, Sultan Hidyatulah, Temngugung Surapati dan Temengung Jalili, yang semua dalam sumpah nya, 7 turununan akan di kutuk tuhan Allah jika menyerah, dan harus mepertahankan Ligitimassih Dinasty dari Kesulatanan Banjarmasin, atau singkat nya sama dengan semboyan Antasari, haram manyarah waja sampai kaputing, Muhammad Seman tertembak di dada 2 kali oleh serdadu Belanda, setelah nya jatuh tersungkur ke tanah, semua serdadu Belanda pun menghentikan semua tembakan nya, dan menghormati jenajah nya, dan bergotong royong untuk memakam nyam Muhammad Semad, dapat pengakuan Belanda sepetri kakekek nya Antasari dan Surapati, Macan nya kesultanan Banjarmasin, dan kita semua berdoa untuk nya, semuga tuhan memberikan apunan utuk mereka yang telah jatuh, di medan perang, dan setiap tahun juga rakyat Amuntai mengadakan haul selamatan untuk mendoa mereka semua, terutama Muhammad Seman, dan selamatanj itu bernama haul Muhammad Seman, dan bertujuan untuk mengenang perjuangan semua nya.
Gambar Sultan Muhammad Seman


Gambar Hj Abdulah Buyasin

Jadi begitulah kisah Amuntai zaman sejarah, sebelum kemedekan Indonesia ini, dan mungkin itu dari tahun 1230-1951 yang lalu, sudah, karena dari di mulai nya Negera Diva, yang di prediksikan berdiri pada 1230 Masihe, dan itu kami ambil dari kakawit-kakawit jawa, seperti Negarakertagama Copy salin yang di tulis ulang para sejahwan, dan Kutai Kartanegara, 1300 Masihe, Kesultanan Banjarmasin, 1578 Masihe, Catatan Sulatan Adam, 1789 masihe, Sultan Hidayatulah 1856 masehi, Pangeran Antasari 1862 masihe mungkin waktu kerusahan, Suarapati 1887 masihe, dan para haji tex Arab 1800-1923 masihe, jadi dari para pedangan Aceh, tahun 1826 masihe, dari pedangan Jawa 1932 masihe, Pendangan Sumatera 1867 masihe, dan Gubernur bartavia Anderson 1884 masihe, dan para surata yang tertingan di Banjarmasin oleh guberbnur Belanda, dari rakuman semua itu menghasikab tulisan di atas, dan kita lanjut pada koronlogi sejarah Amuntai pada zaman kemerdekan Indonesia dari berdiri nya Kabupaten Amuntai, atau HSU, Hulu Sungai Utara, atau wilayah Kalimantan Selatan yang hampir Utara, yang berbatasan dengan Kalteng, Hulu sunguai Utara sebenar sudah lama nya nama tersebut di pakai, cuma berbeda pengertian di zaman sekarang dengan zaman pra sebelum Kemerdekan Indonesia, yang mana pada zaman kemedekan, Hulu Sungai Utara adalah Amuntai, dan Amuntai adalah Hulu Sungai Utara. berbeda di zaman sebelum kemederkan di kalangan Masyarakat Amuntai, yang Amuntai arti nya, wilaya Amuntai Kota, dan Hulu Sungai meliputi sungai nya saja atau pesisir nya saja, jadi wilayah yang jauh pada sungai tersebut bukan hulu sungai tapi ada nama nya, Alabio, babirik dan yang lain nya, yan di bulatkan jadi satu kesatuan Amuntai kata orang Banjar dulu, berpeda pengertian nya dengan Dayak, dan Belanda, terhadap Amuntai, belanda menyamakan Amuntai dengan Wilayah paling utara Kalsel, yang juga di masukan nya Tabalong, dan menurut dayak Tabalong, Tabalong, Amuntai Amuntai, begitu kalua, dan pemerintah Jakarta juga beda, Amuntai di angap nya nama kota, dan Hulu Sungai Utara adalah Kabupaten tapi ingin jelas nya menurutut penelitian Avril fans Fender Banjarmasin, di bawah ini.


Sejarah Pembetukan Kabupaten Amuntai, Dari Di Hapuskan Nya Kesultanan Banjarmasin.
Gambar lambang kota Amuntai

Status Kesultanan Banjar setelah dihapuskan masuk ke dalam Karesidenan Afdeeling Selatan dan Timur Borneo. Wilayah dibagi dalam 4 afdeeling, salah satunya adalah afdeeling Amoentai yang terbagi dalam beberapa Distrik, yaitu Distrik Amoentai, Batang Allai, Laboean-Amas, Balangan, Amandit, Negara dan Kloewa. Dalam perkembangannya Afdeeling Amoentai kemudian dimekarkan menjadi Afdeeling Amuntai dan Afdeeling Kandangan. Afdeeling Amoentai dengan ibukota Amoentai, terdiri atas:
Onderafdeeling Amoentai, terdiri atas:
Distrik Amuntai
Distrik Tabalong
Distrik Kelua
Onderafdeeling Alabioe en Balangan, terdiri atas:
Distrik Alabio
Distrik Balangan
Dan Setelah Indonesia Mederka Belanda Ankatkaki dari Kalimantan Maka Amuntai juga seperti daerah Kalsel lain nya, ikut dalam NKRI, namun belum bebentuk Kabupaten utuh sepetri sekarang ini, dan.
Proses pengembangan wilayah dan sistem pemerintahan yang berorientasi kepada peraturan perundang- undangan, tidak berhenti sampai para tokoh masyarakat baik yang sudah duduk dalam DPRD Kabupaten Hulu Sungai (sebelum pengembangannya menjadi 2 kabupaten), maupun yang berada di luarnya, telah menyadari bahwa dalam keadaan demikian, sangat penting memiliki otonomi daerah sendiri.
Inilah awal pemikiran yang mengilhami para tokoh Hulu Sungai Utara untuk melangkah kepada tuntutan berdirinya otonomi daerah, lepas dari Kabupaten Hulu Sungai yang beribukota di Kandangan. Maka lahirlah di Amuntai PETIR (Penyatuan Tindakan Rakyat), yaitu suatu wadah perjuangan untuk mewujudkan cita- cita dan aspirasi masyarakat tersebut.
Presidium "PETIR" terbentuk dengan pimpinan yang terdiri dari Haji Morhan, Abdulhamidhan, H. Saberan Effendi, H. Abdul Muthalib M. dan Gusti Anwar (semuanya kini telah almarhum). Sedang pimpinan hariannya, selain H. Morhan, adalah Tarzan Noor dan M. Juhrani Sidik. "PETIR" menganggap bahwa daerah ini mempunyai potensi politik, sosial ekonomi, budaya, territorial/pertahanan, baik dari segi letak geografi / geologisnya, maupun keluasan wilayah dan pertumbuhan penduduknya, benar- benar potensial dan wajar untuk melangkah kakinya kedepan.
Tak heran, seluruh lapisan masyarakat Hulu Sungai Utara, baik Ulama, Pemuda, partai politik, maupun organisasi kemasyarakatan lainnya, di dalam dan di luar daerah menyatakan dukungan yang hangat sekali. Tak terkecuali pula media cettak harian “Kalimantan Berjuang” Banjarmasin senantiasa memberikan opini yang sensitif terhadap aspirasi tersebut. Karenanya, tercatat bahwa Hulu Sungai Utara yang lebih awal memperjuangkan status kabupaten yang memiliki otonomi sendiri, dibanding dengan daerah-daerah setingkat lainnya se-Banua Lima.
Puncak kegiatan "PETIR" saat itu adalah diselenggarakannya rapat umum terbuka dihalaman pasar Amuntai yang dipadati oleh ribuan orang. Rapat Akbar tersebut melahirkan sebuah Mosi atau tuntutan rakyat yang menghendaki agar belahan utara dari wilayah Hulu Sungai ini menjadi kabupaten daerah otonom yang berdiri sendiri.
Beberapa hari kemudian "PETIR" mengadakan rapat plenonya di ruangan Sekolah Rakyat IV Amuntai (sekarang berdirinya Kantor Bupati Hulu Sungai Utara) untuk membahas mosi tersebut dan langkah- langkah selanjutnya.
Sidang DPRDS Kabupaten Hulu Sungai di Kandangan yang membahas mosi/tuntutan "PETIR" tersebut, cukup berjalan mulus, karena 16 anggotanya (dari 20 anggota) berasal dari Hulu Sungai Utara yang mendukung dan menyetujui tuntutan tersebut.
Dengan persetujuan DPRDS di atas, makin meluangkan jalan bagi "PETIR", tak saja ke Pemerintahan Daerah Tingkat I Kalimantan tetapi juga ke Pemerintah Pusat di Jakarta. Sementara itu, untuk menghadap Gubernur Kalimantan (Dr. Murjani) dipercayakan kepada deputasi Gusti Anwar dan Ahmad Syahman.
Perutusan "PETIR" yang berangkat ke Jakarta adalah Haji Morhan dan H. Saberan Effendi. Di ibu kota dia- dia ini bergabung dengan Idham Khalid (tokoh Kalimantan Selatan) yang berdomisili disana dan mereka bersama-sama menghadap Menteri Dalam Negeri, Mr. Iskak Cokrohadisuryo.
Sambutan dari para pejabat tersebut, baik yang di Banjarmasin maupun yang di Jakarta cukup baik dan memberikan angin segar bagi deputasi "PETIR". Dan kesegaran tersebut semakin terasa ketika beberapa waktu kemudian, tibanya surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor Pem. 20-7-47 tertanggal 16 November 1951 yang isinya menetapkan:
Daerah Kabupaten Amuntai dengan ibu kota Amuntai sebagai Bupati Kepala Daerahnya, bapak H. Muhammad Said.
Daerah Kabupaten Kandangan dengan ibukotanya Kandangan sebagai Bupati Kepala Daerahnya, bapak Syarkawi.
Tindak lanjut keputusan tersebut oleh Gubernur Kepala Daerah Kalimantan yang mengeluarkan surat keputusannya Nomor Des. 310-2-3 tanggal 9 April 1952, atas dasar Surat Keputusan Mendagri No. Des. 1/1/14 Rahasia yang sementara waktu menetapkan jumlah:
Anggota DPRDS untuk Kabupaten Kandangan 20 orang dan DPDS 5 orang
Anggota DPRDS untuk Kabupaten Amuntai 16 orang dan DPDS 4 orang
Atas hasil pemilihan, maka pimpinan DPRDS Kabupaten Amuntai pada awal berdirinya, adalah Haji Anang Busyra sebagai Ketua dan Ahmad Samidie sebagai wakil ketua.
Dari sinilah sekaligus diadakan persiapan perletakan karangka pembenahan pengaturan personal aparat, fisik, material kewilayahan dan lain- lainnya, sebagai upaya untuk menata rumah tangga pemerintah daerah Kabupaten ini yang telah diberi hak otonominya.
Hari yang dinanti-nantikan itu akhirnya tibalah ketika pada hari Kamis, pukul 10.00, tanggal 1 Mei 1952, ketika Residen Koordinator Kalimantan Selatan, Zainal Abidin gelar Sutan Komala Pontas yang mewakili Gubernur Kepala Daerah Kalimantan, mengucapkan kata pelantikan terhadap para anggota DPRDS Kabupaten Amuntai yang berjumlah 16 orang. Hal ini menandai berdirinya kabupaten Amuntai secara resmi, pada tanggal 1 Mei 1952.
Sejalan dengan perkembangan wilayah dan sistem pemerintahan yang berawal dari Undang-undang No. 22 Tahun 1948, maka pada tanggal 14 Januari 1953, nama Kabupaten Amuntai diubah menjadi “Kabupaten Hulu Sungai Utara” hingga sekarang. Meskipun pada kurun waktu 12 tahun kemudian, wilayah kewedanaan Tabalong memisahkan diri menjadi Kabupaten Tabalong pada 1 Desember 1965, nama Kabupaten Hulu Sungai Utara tetap berlaku hingga sekarang pembaca, jadi mungkin sudah jelas tetang bangai mana Amuntai ini dari zaman prasejarah nya, hingga didirikan nya menjadi Kabupaten nya, dan jelas bagai mana maksut Arti dengan HSU, Hulu Sungai Utara, dan Amuntai, yang mana Amuntai sekarang di kenal orang banyak sebagai kota, dan HSU hulu sungai Utara adalah nama Kabupaten nya, karena itu adalah yang sudah di tetapkan pemerintah Indonesia, dan berbeda dengan penduduk loka yang di sana, yang mana Hulu Sungai Utara, adalah yang di maksukan pada bagian utara nya dari bagian anak sungai barito, dan Amuntai di pakai penduduk untuk menyubukan nama seluruh wilayah HSU hulu sungai Utara, karena juga bagi orang-orang banjar  dalam bahasa melayu hulu adalah utara, dan hilir adalah selatan, dan terjemah pajang nya lagi dalam paham bahasa Indonesia, hulu adalah Utara, bisa juga maskut bagi penduduk pedalaman atas, atau wilayah dataran tingi, dan hilir adalah selatan, bisa berati bawah, atau daerah rendah, sepeti menuju arah kemuara sungai atau kelaut, meski arah nya tidak keslatanan, darat dan laut hili dan hulu kadang di samakan nya, meski anda naik akutan darat sepeti bus, juka mengarah ke kaltim dan kalteng, maka supir nya mengatakan naik, dan jika ke arah Banjarmasin, maka di katakn nya turun, labuh jar orang banjar, jadi begitu lah, bahasa banjar banyak versi nya, campuran banyak bahasa, beda dialek nya meski satu tanah pembaca, tapi sudah jelas kan sekarang, dan data yang tertulis ini data yang sudah di akui pemerintah daerah dan pusat. dari kami sebagai tim perintis sejarah nya. dan kita lanjutkan lagi dalam Profil kota Amutai, dan cerita sejarah sudah selesai dulu inggin panjang dan lengkap nya anda bisa kunjungi WEB kami;
http://www.hulusungaiutarakab.go.id
web; blogfrog99.blogspot.com
@frog_gozilla
frog.tato88@gmail.com
Vrog Gozilla
Perpustakan Arsi pemerintah Banjarmasin, By Avril fans Fender Banjarmasin.
dan di bawah ini akan saya tuliskan secara singkat nya mengenai bagai mana Amuntai sekarang ini. beserta potensi ekonomi nya, budaya dan tradisi moderen nya, ideologi pemekiran nya sekarang, bahasa sekarang nya, dan tempat wisata nya yang menawakan anda untuk liburan berkunjung ke Amuntai ini.

Profil Kota Amuntai


Peta lokasi Kabupaten Hulu Sungai Utara

Kabupaten Hulu Sungai Utara merupakan salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Selatan. Ibukota kabupaten ini terletak di Amuntai. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 915,05 km² atau 2,38% dari luas provinsi Kalimantan Selatan dan berpenduduk sebanyak 211.699 jiwa (Data BPS Hulu Sungai Utara 2011). Secara umum kabupaten Hulu Sungai Utara terletak pada koordinat 2' sampai 3' Lintang Selatan dan 115' sampai 116' Bujur Timur.
Lengkap nya di bawah ini;
Kabupaten Hulu Sungai Utara atau Amuntai
Lambang Kabupaten Hulu Sungai Utara
Moto: Agung
Koordinat: 2' LS-3'LS dan 115'BT-116'BT
Provinsi Kalimantan Selatan
Dasar hukum -
Tanggal Peresmian 1 Mei 1952
Ibu kota Amuntai
Pemerintahan
 - Bupati Drs. H. Abdul Wahid
 - DAU Rp. 415.479.351.000.-(2013)
Luas 915,5 km2
Populasi
 - Total 211.699[2] (2011)
 - Kepadatan 220
Demografi
 - Kode area telepon 0527
Pembagian administratif
 - Kecamatan 10
 - Kelurahan 219
Letak Geografis, Iklim dan Curah Hujan
Ditinjau secara geografis, Kabupaten Hulu Sungai Utara terletak pada koordinat antara 2º sampai 3º lintang selatan dan 115º sampai 116º bujur timur. Wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara terletak di daerah dataran rendah dengan ketinggian berkisar antara 0 m sampai dengan 7 m di atas permukaan air laut dan dengan kemiringan berkisar antara 0 persen sampai dengan 2 persen.
Curah hujan di suatu tempat antara lain dipengaruhi oleh keadaan iklim, keadaan geografi dan perputaran/pertemuan arus udara. Jumlah curah hujan terbanyak pada tahun 2005 terjadi pada bulan Februari yang mencapai 359 mm dan pada bulan April yang mencapai 351 mm dengan jumlah hari hujan masing-masing 14 dan 19.
Data penggunaan tanah dari tahun 2005 di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara, hingga sekarang ini;
Kampung seluas 4.283 ha
Sawah seluas 23.853 ha
Kebun campuran 1.859 ha
Hutan rawa 29.711 ha
Rumput rawa 22.768 ha
Danau seluas 1.800 ha
Penggunaan lainnya seluas 1.224 ha
Luas Wilayah Kesulurahan
Luas wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara adalah ± 892,7 km² atau hanya ± 2,38 persen dibandingkan dengan luas wilayah Provinsi Kalimantan Selatan.

Dengan luas wilayah sebesar 892,7 km² ini, sebagian besar terdiri atas dataran rendah yang digenangi oleh lahan rawa baik yang tergenang secara monoton maupun yang tergenang secara periodik. Kurang lebih 570 km² adalah merupakan lahan rawa dan sebagian besar belum termanfaatkan secara optimal.
Batas wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara adalah sebagai berikut:
Utara Provinsi Kalimantan Tengah dan Kabupaten Tabalong
Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Barat Provinsi Kalimantan Tengah
Timur Kabupaten Balangan
Administrasi Wilayah
Kabupaten Hulu Sungai Utara terdiri dari 10 (sepuluh) kecamatan setelah terbentuknya Kabupaten Balangan dengan jumlah desa/kelurahan yang tersebar sebanyak 219 desa/kelurahan. Selain itu, desa/kelurahan di Kabupaten Hulu Sungai Utara dapat diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) kategori, antara lain Desa Swadaya sebanyak 3 (di Kecamatan Banjang), Desa Swakarya ada 1 (di Kecamatan Banjang) dan Desa Swasembada sebanyak 215 desa.
Adapun daftar 10 kecamatan tersbut adalah:
Amuntai Selatan
Amuntai Tengah
Amuntai Utara
Babirik
Banjang
Danau Panggang
Haur Gading
Paminggir
Sungai Pandan
Sungai Tabukan
Kependudukan
Jumlah penduduk Kabupaten Hulu Sungai Utara berdasarkan hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010 adalah 209.037 jiwa tersebar di 219 kelurahan/desa. Kabupaten dengan luas wilayah 892,7 km² ini memiliki kepadatan penduduk (population density) 220 jiwa per km² dan rata-rata setiap keluarga terdiri dari 4 orang. Laju pertumbuhan penduduk Hulu Sungai Utara antara tahun 2000–2010 sebesar 0,61% dan merupakan urutan terendah untuk kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.
Hewan yang terkenal di Amuntai
Di kabupaten ini terkenal dengan fauna khasnya, yaitu Itik Mamar atau itik Alabio dan kerbau rawa (Latin: Bubalus bubalis) di kecamatan Danau Panggang dan kecamatan Paminggir.
Jadi mungkin itu adalah profil detail saya dan avril fans fender kumpulkan di lapangan, dan ini data yang paling baru pembaca.

Marayarakat Amuntai Moderen Saat Ini
Gambar Orang Amuntai

Masyarakat Moderen Amuntai sekarang ini adalah, campuran antara Melayu dan Dayak sepeti pendahulu nya, dan lebih banyak melayu dari pada dayak nya, karena dayak termasuk dari perbatasan Amuntai Kalteng, dan umum nya adalah dayak Bakumpai dan Ngaju, dan sedikit dayak yang datang dari atas pulau tatas, dan dayak di Amuntai adalah dayak Muslim, jarang non muslim, dan anda juga sukar sudah membendakan nya dayak dan melayu, karena sudah berevolusi menjadi satu dengan Islam yang kuat sekali, dan pendatang laur kalimantan adalah Jawa, yang biasa berprofesi tukang bangunan, buruh tani, buruh ternak, buruh angkut, dan pedangan serta pengawai pemerintahan saja, karena ekonomi Amuntai terletak pada perdangan nya.
Masyarakat Amuntai umum nya sama dengan Aceh, berwatak keras, walau tidak marah biasa nya bicara kasar dan suka bercanda dan jail sekali terhadap kawan-kawan nya, namun bicara lebih lembut dari Kandangan, faktor penyatu masyarakat nya berpondasi pada Agama Islam, dan Islam adalah pembendung konflik sosial nya, jadi agama punya peranan penting bagi Masyarakat nya, dan setahu kami dalam penelitian, tidak ada orang Melayu Amuntai beragama selain Islam, dan non Islam adalah pendatang luar saja, paling jika loka adalah Dayak, tapi juga jarang paling di perbatasan saja, dan jika anda bukan non muslim yang datang ke Amuntai, maka anda akan susah mencari Gereja, kuil dan lain nya di kota ini pembaca, dan anda harus terbiasa dengan budaya dan tradisi mereka, karena jika anda tidak terbiasa dengan budaya dan tradisi Islam maka anda akan saya pastikan bisa berkonflik dengan mereka, karena Amuntai sama dengan Aceh dan Martapura, yang Islam nya 2 kali lebih fanatik dari yang lain nya.
Amuntai juga tidak memiliki Tambang untuk di espolitasi alam nya, jadi disini butuh persaingan dalam mempertahankan hidup, dan jika anda anda datang ke Amuntai untuk mengandu nasip, anda harus punya kebisaan pendidikan dan pengalaman yang terampil, jika tidak punya maka kedatangan anda berati salah tempat, karena banyak orang yang maju di Amuntai yang tinggal walau wilayah tidak seperti Banjarmasin.
Orang Amuntai juga banyak yang jadi perantaun dan mencari penghidupan di luar Amuntai, karena di Amuntai sudah sulit mencari kerkerja, terlalu banyak saingan nya, orang Amuntai di Kalimantan persis seperti orang jawa, yang melalang buana sampai keluar negeri, bekerja menjadi TKI, membuka usaha, di Timor Tengah, Eropa dan Afrika hingga Amerika Serikat, dan itu pun sudah mulai dulu, tapi paling banyak di luar negeri mereka di Arab Suadi, dan Negara Islam, sesuai dengan fanatik Islam nya, biasa usaha nya berdangan makanan kaya Rumah makan padang nya orang sumatera, karena masakan orang Amuntai terkenal di Timor Tengah sana, dan sebagian jadi pembantu rumah tangga, dan buruh kerja yang lain nya, dan orang Amuntai juga banyak menikah dengan orang Arab, dan biasa akan pulang kampung jika lebaran tiba, jika bulan Ramadhan di Amuntai sangat ramai sekali, di mana mereka orang Amuntai semua pulang dari peratauan nya.
Perlu di katahui, juga banyak juga dari orang Amuntai adalah Mafia, baik Narkoba dan kriminal lain nya, dan orang Amuntai ini penguasa nya Diskotik Banjarmasin, yang bernama HBI, panjang nya Hotel Banjarmasin Internasional, mereka jadi para bos mafia, walau begitu Islam nya tetap fanatik, dan gelar Hj itu adalah biasa bagi orang Amuntai, baik yang mamfia nya, dan bukan Mafia nya, karena sudah di jelas kan dari dalam sejarah di atas tadi Amuntai Haji terbanyak di Kalsel ini.
Walau Pemerintah nya Islam nya sangat taat, bukan berati membuat Ijin untuk membuka tempat hiburan di Amuntai ini susah, jika sarat dan prosudur nya lengkap mudah saja, bagai membalik telapak tangan saja, dan anda bisa lihat Biliyar di kota Amuntai itu.
Amuntai yang orang walau Islam fanatik tapi kemajuan Amuntai perlu di acungi Jempol, pemberintah nya berani menetang pemerintah Provinsi dan Pusat Jakarta, tak heran sereng terjadi perdepatan pajang sesama Pemerintah nya, yang mana skuler dan non skuler beradu, yang masuk nya bukan Islam vs Leberal, tapi Islam moderen yang di tarapkan nya, lihat lah sekolah nya, pesantren nya, yang lebih maju dari yang lain nya, Pendidikan Islam dan moderenisasi perkomputeran, itu akibat susah nya mencari lapangan, pemuda nya sangat kerativ dalam membuat hal baru, dan Amuntai selalu berdahulu dari kota lain dalam kemjuan pemuda nya, bisa di samakan dengan Banjarmasin kota, tapi di Banjarmasin dan Balikpapan juga di dominasi orang Amuntai, di Kalteng juga di dominasi orang Amuntai hingga sampai Malasyia nya.
Sekali lagi saya tegas kan agar jelas, pemuda Amuntai banyak terlibat peredaran narkoba Kalimantan, seperti Aceh juga dengan Ganja, walau Islam Fanatik nya.

Idelogi Pemekiran Penduduk Amuntai
Gambar Orang Amuntai Moderen

Bicara cara pikir nya orang Amuntai, sama persis dengan Aceh, yang budaya dan tradisi Islam nya sangat kuat, dan pemikiran selalu tidak jauh dari Agama, baik dalam kanca politik, bergaul dan Bekerja, mereka akan terus bicara Agama, meski mereka pemabuk, jangan heran dengan para Preman yang mambuk di sudut pasar Amuntai bicara Agama dengan lantak, atau bisa menyeramahi semsama nya seolah sadar dengan apa yang mereka lakukan itu, di masa zaman penjajahan Eropa, mereka Belanda Ingris dan Jepang, di pangil Kafir orang Amuntai, begitu juga dayak non muslim, mereka akan di pangil kafir oleh orang Amuntai, sunguh fanatik sekali dengan Islam, dan bisa anda ambil contoh pembaca orang Latin spanyol dan Amerika Latin yang fanatik dengan Katolik nya, dan jangan harap bisa membangun gereja di Amuntai, dan jika anda orang Amerika Serikat, saya sarankan mendiding jangan ke Amuntai, karena mereka membeci nya, akibat Amerika Serikat membantu Israel di Palestina, dan seorang mafia Amuntai sunguh ringan hati untuk mendirikan Mesjid, dan berbagi pada anak yatim, dan apa pun yang berhunbungan dengan Agama, tua muda orang Amuntai sama cara pikir nya, Islam utama, dan mau bekerja apa saja, yang penting jadi uang, dan tidak salah mereka banyak jadi Bangsawan dari zaman sejarah dan sekarang, apa pun yang bisa menjadi uang, mereka akan lakukan, dan mereka juga berkoloni kaya orang Sumatera dan Jawa jika di rantau orang, dan pasti akan membuat tempat Ibada Islam, paling kecil dan biasa di lakukan pasti membangun, moshola atau langgar, di mana pun mereka berada, meski di lingkungan Kristen sekalian pun, cotoh nya di Kalteng, mereka banyak membangun basis-basis Islam, mereka dalam pikiran nya tidak akan takut pada golongan lain, dan akan melawan nya, meski mereka Mafia, tidak ada orang Kalimantan sangup ikut GAM Aceh ke Palestina, bertempur melawan Israel dan Amerika Serikat, selain mereka Amuntai, mereka akan besama mengumpulkan harta nya untuk di kirim ke menjadi bantua nya untuk muslim Palestina, mereka akan lakukan apa pun untuk Islam, tidak perduli meski mereka Mafia, tidak ada orang Kalimantan mambuk di sebuah kampung dayak, dan ceramah Agama, kecuali orang Amuntai dan Martapura, tidak ada orang Kalimantan yang bisa membangu Majilis Talim di perkapungan dayak non muslim selain mereka Amuntai, Marpura dan Banjar, dan bersama FPI akan membukan para konplotan mafia, meski mereka adalah mafia sendiri, dan mereka tidak takut menghabiskan uang nya, untuk acara tradisi budaya Islam, mereka Mafia juga, dan ini sudah jadi ciri has nya, tidak salah juga di juluki Amuntai Kota Islam, kota beriman kalau semua orang sangat Fanatik, tapi perlu di ketahui, walau juga fanatik agama, tapi mereka membatah mitos gaib, dan lebih berpegang dengan skuler dari gaip, contoh saja, perampok lebih memilik membeli senjata api AK 47 untuk merapok, dari pada ilmu debus dan semacam nya, dan disini anda pembaca bisa membedakan yang mana melayu Amutai Muslim, dan Yang mana Dayak Amuntai Muslim, dayak Muslim biasa nya masih terpengaruh mitos, dan bisa menjadikan Islam dan memdang Islam dalam ke kagaipan nya, dan memakai ayat suci Al-Qur'an untuk Ilmu debus dan yang semacam peraktikan perdukungan, dan bisa 2 aliran ini bisa berkonflik, dan bisa bunuh-membunuh sesama nya, dan aliran paling banyak di Anut adalah Islam Asli Wal Jamah, atau kaya Aceh Iran dan Turky, yang moderen, dan sangat tidak jauh beda dengan Mohammadiah. jadi begitulah cara pikir nya orang Amuntai ini, Islam adalah Segala nya bagi Mereka.
Budaya dan Tradisi Orang Amuntai
Gambar para ulama Islam yang mengadakan Acara budaya dan Tradisi
Budaya orang Amuntai lebih ketat Melayu nya dari pada yang lain nya, bahkan ke banyakan orang melayu Kalsel yang berbudaya adalah orang Amuntai, mereka selalu menjaga warisan kesultanan Banjarmasin, bahkan orang yang lahir di Banjarmasin, dan terkait ligitimasi kesultanan Banjarmasin, kalah dengan orang Amuntai dalam menjaga Budaya dan Tradisi nya, meski mereka pergi kemana pun di muka bumi ini.
Gamabar Budaya Tardisi Amuntai Banjarmasin, dalam upaca pernikahan
Gambar Budaya dan Tradisi Kesenian Musik Banjarmasin Amuntai Moderen
Tidak bemaksut mengulang pembicaran, saya sudah katakan di atas tadi, bahawa orang dayak dan Melayu sangat kuat dalam berkeyakinan dan budaya dari zaman nenek moyang nya, lebih memilih mati dari pada meningakan budaya dan tradisi warisan nenek moyang nya, meski negara diva dan daha bercorak jawa, namun budaya dan tradisi nya tetap kuat, dan anda harus tahu, Melayu Amuntai adalah nenek moyang nya budaya dan tradisi orang yang tinggal di Kalimantan Selatan, meski berbeda dealik bahasa nya, dan pangan melayu nya dari daerah tetangan nya seperti barabai kandangan, ratau hingga banjarmasin, dan Budaya Kalsel tidak lepas dari Amuntai ini, jika anda bukan orang banjar, maka jika anda inggin menikah dengan perempuan nya orang Amuntai atau Orang Banjar, maka anda harus siapakan uang sebesar Rp 50 juta, untuk Maskawin nya, dan maskawin di kalangan banjar bukan untuk di sebebukan dalam repsi pernikahan, tapi untuk pesta nya, karena maskawin dalam repsi pernikahan banjar, di sebutkan hanya Al-Qur'an seperangkap alat Sholat, dan cincin emas dan, nominal uang juga jika sebebutkan paling Rp 100 ribu saja, karena bagi kalangan banjar haram maskawin dengan uang banyak nya itu, jadi hanya sedikit saja yang di ucapakan dalam respsi pernikahan, bahkan kadang uang nya tidak desibukan dalam respsi pernikahan, atau kata banjar sekedar nya saja, untuk mencukupi sarat hukum Islam saja, dan uang maskawin atau jujuran nya, yang biasa mencapai Rp 100 juta itu untuk pesta nya saja, bukan untuk respsi pernikahan, paling juga memberi pengulu untuk akan nikah nya biasa, beras 1 balik, atau sama dengan 20 kg beras, dan piduduk semacam kembang dan tapih saja, jarang menerima uang tunai, dan punya angka dominan nya, paling biasa bisa di paksa kan untuk memberi uang untuk jasa seorang pengulu untuk akan nikah banjar, dan Rp 100 ribu biasa nya, karena sudah warisan nenek moyang banjar seorang pengugu itu tidak meminta uang untuk akat nikah, kecuali di beri oleh pihak yang menikah, dan jika di tanya dia tidak akan menjawab nya, pada inti sepemahaman si mempelai yang menikah saja pembaca.
Gambar suasanan Pernikahan Banjar, semua gotong royong tanpa di bayar seperpun untuk membantu memasakak makanan, dan medirikan Pangung hiburan

Maskawin atau mahar, dalam bahasa banjar adalah jujuran, tapi dalam pangan banjar, jujuran mahar ini untuk pesta nya bukan untuk resipsi pernihakan nya, pesta biasa bisa 2 minggu, 1 minggu, dan paling sebentar 3 hari saja, dari calon mempelai madin kembang besama, mandi kembanyak bukan usun bertujuan agama, tapi bertujuan untuk mempercantik kedua mempelai nya, dan membuat tubuh kedua mempelai ini wangi kembang, batimung jar kalangan banjar, menhias kuku nya, rajah bandan nya, membuat pakai nya, pelamanina nya, kasur nya, dan pekakas rumah tangga semua nya, yang supaya setelah menikah, hidup mandiri tanpa begantung orang tua nya, bahkan biasa jika orang nya kaya, bisa langsung membuat rumah tinggal langsung untuk kedua calon mempelai nya, maka nya butuh dana banyak sekali, dan itu harus di lakukan, tidak bisa tidak, meski ekonomi orang menengah kebawah, karena keluarga dan tetangan nya bisa patungan untuk membiayai nya pembaca, dan kedua belah pihak dari orang tua mempelai untuk kalangan banjar, tidak boleh mencampuri rumah tangga anak nya, kecuali anak yang meminta, dan jika orang banjar fanatik, di minta anak nya pun biasa tidak mau ikut campur, dan menyuruh menyelesaikan rumah tangan nya sendiri, kecuali juga sudah parah bisa orang tuanya ikut campur, dan itu masih di larang juga menurut budaya dan tradisi banjar Amuntai, karena anak yang sudah menikah itu bukan lagi tanggung jawab orang tua nya, baik yang lelaki atau yang perempuan, orang tuan nya benar-benar lepas tangan sama sekali, nah hal ini juga biasa membuat cepat maju nya banjar dari dayak, karena kaya apa cara istri jangan kelaparan, bahkan biasa, seorang anak yang menikah, meminta beras pada orang tua nya, tidak di kasih walau pun orang tua nya ada dan kaya, pada harus berusaha sendiri, maka kata orang tua banjar, jangan menikah jika tidak mampun, karena tanggun jawab bagi mereka perempuan atau laki-laki sama besar dalam menjalani hidup, harus bekerja sama supaya bisa bertahan, dan anak yang menikah, bisa pulang biasa ke rumah orang tua nya kecuali bercerai sudah, dan jika belum tidak akan pulang ke rumah sama sekali.
Gambar Makanan adat kawin banjar

Dan itu lah mengapa mahar nya besar. Mahar, maskawin atau jujur tadi bertujuan juga untuk modal kedua mempelai tadi, bukan saja untuk pesta saja, dan harap hukum dalam Islam juga, untuk orang tua mempelai itu memakan uang jujuran tadi, karena itu hanya untuk calon mempelai dan pesrta nya saja, maka nya banyak orang luar kalimantan yang inggin menikah dengan orang melayu banjar, kaget dan terkejut dengan maskawin seperti itu banyak nya, karena mereka tidak tahu tujuan nya untuk apa itu jujuran tadi, yaitu untuk nya sendiri, bukan untuk orang lain, dan jangan harap bisa menikahi kalangan banjar dan Amuntai kalau tidak bisa menjujur kata orang banjar, walau mereka orang bukan kaya, dan jika anda datang melamar perempuan banjar, orang tua nya pasti bertanya apa pekerjan anda ini, dan apakah mampu hidup mandiri tanpa bantuan siapa pun, dan jika belum bekarja menetap jangan harap anda dapat menikah, lambaran bukan di tolak, tapi hanya di tunda orang tua calon mempelai itu, anda akan di suruh nya cari kerja dulu, dan uang untuk jujuran itu, baru boleh menikahi anak nya, dan dia dan anak nya akan menunggu anda meski 1 atau 2 tahun lama nya, dan fasi menungu itu di namakan ujar banjar adalah balarangan, yang arti kedua belah pihak mempelai itu sudah sepakat anak nya akan menikah, dan sama mencarikan jalan untuk anak nya tadi, dari bermuswawarah mencarikan dia kerja, dan petunjunk lain, untuk hidup bersama, calon pasangan anda tidak akan kemana pun lari dalam fasi balarangan, dan jika dia tidak bisa menunggu orang tua nya akan memutuskan balarangan tadi, dan menikahkan nya dengan yang lain nya pembaca,  dan itu berlaku untuk wanita dan laki-laki di budaya dan tradisi banjar malayu.
Dan jika orang yang tergolong miskin yang akan menikah di kalangan banjar ini, maka semua kerabat, sudara nya, keluarga nya, kawan-kawan nya, dan tetangan akan membantu uang dengan berpatungan seiklas nya, ada yang menyumbang Rp 1 juta, bahkan seribu perak sekalian pun ada maka nya di setiap pernikahan banjar itu ada kotak amal nya, yang di mana bahu-membahu membantu nya, tak peduli tua muda dan kenal tidak nya di linggan dia tinggal, siapa saja akan membantu nya, bantuan juga bukan hanya uang, tapi bisa berbentuk macam-macam, beras, bawang, ikan, pakian, dan tenanga gotong royong untuk membantu nya, dan itu berlaku sudah dari zaman sejarah, kawan-kawan akan membantu mencari kan pekerjaan, dan ayah perempuan nya pun kadang membantu calon pengantin laki-laki nya yang tergolong ekonomi lemah, dengan memberikan uang pinjaman untuk melaksanakan nya, dan nanti akan di bayar, setelah menikah nanti, bahkan jika orang tua nya perempuan nya tidak menangih nya, kedua mempelai tadi wajib mengbalikan uang orang tua nya tadi, dengan cara bekerja sama sesama suami istri tadi, dan yang harus anda pahami adalah pembaca, itu adalah untuk memastikan kedua mempelain ini sungguh-sunguh untuk hidup besama bukan main-main, semua harus di pertangung jawabkan bersama pasangan yang akan menikah tadi, pada inti nya jika anda bukan banjar anda akan kurang paham dengan budaya ini, dan akan bepikiran mereka mataduitan, bukan itu, tapi untuk memsatikan nya saja anda bertangung jawab, laki-laki atau perempuan nya pembaca.
Jika anda pembaca bukan orang kalimantan kalangan banjar, laki-laki atau perempuan, maka anda harus menuruti pihak mereka banjar dalam budaya trdisi nya dalam pernikahan, minsal nya ada seorang perempuan jawa, inggin menikah dengan orang banjar,  maka anda haru menuruti budaya tradisi pernikahan nya, dan misal juga anda seorang pria jawa yang inggin menikahi perempuan orang kalangan banjar, maka anda juga harus menuruti nya, dan jika anda tidak mau menuruti budaya dan tradisi nya banjar, demi tuhan anda tidak akan pernah menikahi bersama banjar, dan ini berlaku walau pun mereka banjar yang berada di luar Kalimantan, dan jika mereka yang banjar Amuntai ini tinggal di luar kalimantan selatan, di lingkungan tingal bukan pemukiman banjar, maka mereka akan pulang ke tempat nya untuk mengadakan menikah, meski jauh, yang di mereka banjar di Arab saudi sana menikah dengan orang Arab akan pulang ke banjar untuk menikahi dan berpesta nya, di seluruh dari keluarga calon mempelai baik wanita atau laki-laki Arab akan di semua nya pulang ke Banjar dan menikah di banjar, tapi bisa juga sebalik nya, pihak keluarga nya orang banjar beserta tetanga dan kawan-kawan nya akan datang ke Arab sana, mereka berombongan, mereka akan cater kapal, pesawat dan bus untuk mendatangi pernikahan tersebut, sakali dana nya patungakan, semua pihak yang terlibat untuk menikah itu, dan jika anda inggin menikah dengan orang banjar, anda bukan muslim, jangan harap anda bisa menikah, kecuali anda memeluk Islam dulu, baru bisa, walau anda dan sepasang kekasih yang saling mencintai, kecuali anda membawa lari nya, dari keluarga nya, priya atau wanita, tapi resko nya jika tertangkap, hukum adat akan di berlakukan kelauga nya, dalam musawarah nya dalam lingkungan dan keluarga nya, polisi di banjar tidak akan membantu anda, karena mereka sudah tahu hal ini, dan bukan tidak memakai hukum pancasila, tapi ini sudah kebiasan di banja, apa lagi Amuntai, dan kami semua pemuda banjar Amuntai, sudah paham budaya tradisi, ini dan orang tua kami biasa nya sudah mempersiapkan tabungan uang dari kami kecil untuk nanti kami menikah nanti, miskin atau kaya, ini selalu di usahakan sudah turun temurun.
Ada hal unik yang hanya di miliki orang melayu banjar Amuntai ini, tidak ada orang lain yang mempunyai budaya dan tradisi unik dalam penikahan ini, ke unikan itu iyalah, jika ada seorang laki-laki atau perempuan dari kalangan banjar yang akan menikah, dan semua penjanjian sudah di buat ke 2 pihak pasangan ini untuk menikah, tapi yang di atara kedua pasangan ini dalam fasi menggu hari untuk menikah itu, berlaku kriminal misal nya tertangkap memakai Narkoba oleh polisi, maka mereka keluarga dan tetanga nya, akan menjemput nya di penjara, untuk menuruskan pernikahan tersebut, bahkan jika polisi dan pemerintah tidak memberikan ijin untuk keluar dari penjara tersebut, maka mereka akan menikah di dalam penjara, dan pesta nya di lapam penjara, semua tahanan akan makam enak selama 3 hari itu pasti, tapi jarang pang kalau menikah di dalam penjara, karena bisa membuat penjara gaduh dan susuh saja nanti nya, tapi selama saya hidup ini pemerintah selalu berikan ijin untuk keluar terhadap tesangka untuk melakukan pernikahan tesebut, dan sarat ada jaminan nya selama dia keluar dari penjara tersebut, misal nya ayah nya, adil atau kakak laki-laki nya tetangan nya mau pun keluarga untuk mengatikan di dalam penjara selama tersangka tersebut untuk melakukan akat nikah, dan jika tersangka kabur, maka yang menjamin tadi yang akan mengatikan nya selama dalam pengerjaran polisi, dan jika tidak di temukan, maka si penjamin tadi akan mengantikan nya tersangka tersebut untuk hukum yang di jatukan berapa tahun, dan biasa polisi juga meminta okos tambahan untuk melakukan pengawal tersaka tersebut pada keluarga nya itu, okos tersebut untuk membayar gajih dan semua ke perluan polisi yang mengawal nya tadi, biasa sampai 10 orang polisi melakukan pengawalan, malam dan siang selama 1 minggu, polisi akan ikut dia kemana saja, jika malam akan di bargol nya di dalam kamar, dan di tunggu polisi sambil bergantian, tapi gajih polisi dan makan hingga uang bensin mobil polisi tadi semua harus di tanggung keluar tersangaka tadi, negera tidak akan membayar gajih polisi tesebut, dan polisi tersebut akan di angap cuti, dan tungan nya di gantikan polisi lain, dan gajih nya selama 1 minggu tugas polisi itu akan di berikan untuk polisi yang mengatikan posisi nya, dan polisi yang mengatikan tugas tersebut dapat sebagai lembuaran nya. Dan jika calon mempelai tadi sakit masuk rumah sakit seklian pun juga penikahan itu akan di lanjukan meski di rumah sakit, rawat jalan di rumah, kecuali calon tersebut meninggal dunia saja lagi penikahan itu akan di hentikan sama sekali.
Perlu di ketahui orang banjar, biasa melakukan akan nikah nya di rumah orang tua nya atau keluarga nya, jarang ada yang nikah di kator KUA pengadilan Agama pemerintah, pihak lembangan pemerintah hanya mengelurkan surat nikah nya saja, tapi menikah nya bukan di hadapan pemerintah dan pengadilan Agama sepeti banyak orang Indonesia ini, penguhul dan 2 saksi saja cukup di rumah, saksi tidak bayara, suka rela saja, biasa nya pak RT yang jadi saksi nya.
Dan makanan dalam pestra pernikahan banjar ini, pasti tidak bisa di tinggal kan yang nama nya Soto Banjar, Masak Habang Ikan Haruan, dan Nasi Kuning, dan hal itu wajib sudah, kalau yang menikah kaya, biasa banyak jenis makan yang disediakan beserta kui tradisonal nya, seperti aparan tatak, bingka, apam barabai, dodol kandangan, masak kicap itik, wadai untuk, papat dan lain nya lagi, tidak peduli kenal atau tidak nya, semua makan gratis selama 3 hari, semua anak yatim akan di jemput dari penti asuhan, dan semua orang miskin di suruh datang untuk makan besama, tinggi rendah sama semua nya, miskin kaya juga sama semua, bakan kristen pun juga ikuta maka besama, para dayak biasa mambukan tapi yang bukan non muslim, mereka sengaja datang untuk membantu, cuci piring dan memasak, saipa pun akan datang, bupati dan pejabat pemerintah juga datang, dalam acara budaya dan tradisi pernikahan banjat ini, semua perbedan hilang semua sama, makan nasi yang sama, makan air yang sama, mengisap rokok yang sama, jadi senguh unik sekali, yang ada hanya di banjar kalsel saja pembaca, tidak ada di dari suku lain menikah manacam ini, dengan biaya sangat besar sekali ini, namun patungan.
3 Hari juga musik dan kesenian melayu banjar akan di dendangan, musik jenis dangdut ini akan tampil 3 full dari pukul 8:00 malam, hnigga pukul 01: malam, dan jika siang di panggung nya akan hadir musik agama, dan ceramah Islam, yang biasa dari jam 13;00, setelah Sholat Asar besama, lalu setelah ceramah agama dari pukul 16;00 sampai 17:30 lalu pulang, dan ini selama 3 hari pembaca, kristen dayak juga ikut biasa nya walau acara muslim, mereka Kriten dayak ikut biasa membantu cuci piring, dan memasak, dan membagi kan makan, dan sedangkan pihak Islam, semua bediam mendengarkan musik agama dan ceramah, semua yang gotong royong memasak dan membagi makanan, adalah dayak kristen yang dari kalteng, biasa kawan-kawan dari orang banjar, yang datang tidak di minta, tapi sebalik juga biasa, pihak Islam melayu juga bila ada acara Kristen dayak, melakukan hal yang sama, karena menurut budaya dan tradisi dayak dan melayu banjar, pamali jika bekerja jika ada acara agama berlangsung, harus hadir dan mendekarkan nya besma, jika juga tidak mendengkan nya, maka paling tidak berdiam tidak berkegitan untuk menghormati nya, meski mafia sekali pun, begitu juga Kristen dayak, maka nya saling bantu pembaca, pada dayak datang dari jauh biasa dari perbatasan, dan biasa mereka beroganisasi, sepetri yang biasa hadir, Organisasi Kristen dayak Kalteng, yang angota nya semua Kristen pembaca, lebih banyak suku dayak kristen yang membatu ketimbang banjar nya, jadi begitu lah budaya tradisi acara pernikahan banjar Amuntai.
Musik kesinian Dangdut melayu sangat pesat sekarang ini berkembang nya, banyak nya penyanyi dari Amuntai yang sudah kemana di bagian  kalimantan ini melantunkan lagu dangdut melayu Kalimantan, dan hampir dari 80 % penulis dan penyanyi dalam organ adalah orang Amuntai, dan musik dangdut melayu bikinan Amuntai berbeda dari yang lain nya, coa saja anda dengarkan sendiri.

Gambar Cacan dan Haidir Ali Yang Nama Nya Melintang di Kalimantan

Tapi juga kesenisan musik ini kadang-kadang lebih banyak ke arah agama Islam nya, karena penduduk Amuntai sangat kental sekali dengan Islam meski mafia sekalipun mereka.
Jadi mungkin begitu lah budaya dan tradisi orang Banjar Amuntai, baik yang berada di Amuntai nya, maupun di luar Amuntai.

Perekonomian Masyarakat Amuntai 

Perekomian rakyat Amuntai besandar pada perdangan, pertanian dan perternakan, karena Amuntai tidak punya alam untuk di tambang kekayan Alam nya, jika di kota Amuntai perdangan adalah hal utama Masyarakat nya, dan industri rumahan pembuatan kue, masakan dan ketring, dan nomor 2 nya adalah pegawai pemerintah, dan yang lain nya lagi hanya buruh kerja saja lagi.
Dan bagi penduduk Amuntai yang berada di pesisir kota yang sudah hampir desa, perekonomian nya bresandar pada Pertanian sawah, perternakan, kerbau, perikanan air tawar dan bebek, dan pontesi perternakan bebek dan kerbau nya ini menawakan anda investasi pembaca, ke untungan sangat menjanjikan.

Gambar Ternak bebek di Amuntai Alabio

Gambar Iwak Wadi Nya Amuntai
Perternakan bebek Amuntai yang ada di daerah Alabio, sangup memasuk semua kebutuhan bebek potong Kalimantan Selatan, dan di pasuk juga sampai keluar daerah kalsel seperti Balikpapan, Samarinda, Kalteng Hingga Malasyia, bebek potong Amuntai berkualitas nomor 1 di Kalimantan ini, Perternakan bebek Amuntai juga menjual telor-telor bebek kualitas nomor 1 di kalimantan, dan Amuntai adalah pemasuk utama telor-telor bebek untuk pasar Kalimantan ini, kaulitas bebek dan telor nya ini sudah dapat pengakuan Pemerintah Jakartam dan bisa cek di dinas Perternakan Amuntai pembaca.
Sektor perternakan Kerbau dan perikanan nya terletak di daerah danau panggang, danau pangang adalah daerah rawa-rawa, hampir tidak ada tanah di sini, semua air dan gagang, dan disini lah hidup Kerbau sehat Amuntai, dan ikan Air Tawar seger, Amuntai juga pemasuk utama nya kerbau untuk Kalsel dan Kalimantan, karena di danau pangga ini sangat banyak kerbau sehat untuk siapa saja membeli nya, dan ikan air tawar juga banyak di pasuk daerah danau pangan ini untuk wilayah kalsel dan kalimantan, dan sektor perikanan lain nya ada di sawah-sawah nya Amuntai, ikan terkenal yang selalu di cari dan di beli di Pasar, Haruan, Papuyu, dan Sapat.
Sektor pertanian Amuntai, daerah nya terpecah-pecah, tapi pertaninan nya hanya fokus terhadap sawah saja, dan beras Amuntai juga berkualitas bagus, siam unus jar orang banjar, dan setiap orang Amuntai sudah terbiasa dengan bersawah ini, tidak peduli mereka tinggal di kota, dan keterampilan mereka menanam padi di ajakar secara turun temurun sudah, jadi orang Amuntai itu sanggat terbiasa dengan yang nama nya sawah, pegawai pemerintah di Amuntai pun kadang juga punya sawa di desa, bahkan mereka biasa bisa menanam nya sendiri tanpa membayar orang.
Tempat Wisata Di Amuntai
Candi Agung, peningalan negara diva
wisata kuliner di pasar Amuntai
Wisata susuri sungai Amuntai
Wisata Susuri Danau Panggang
Wisata berkunjung ke Perternakan bebek
Wisata Kuliner Di danau Panggang
Wisata Kuliner di perternakan Bebek

Dan mungkin sekian dulu imformasi yang saya bisa berikan pada anda para pembaca. Dan kita bertemu lagi di lain epesodi tulisa saya yang baru nanti.
Terima kasih telah membaca nya semoga berguna untuk anda.
Mohon maaf bila ada kekeliruan dalam tulisan saya di atas.

FROG GOZILLA
Ketua Organisasi Alternativ Rock Numetal Comnty Tato88 Tanjung Tabalong yang bergerak memajukan pendidikan di Banjarmasin Aceh dan Indonesia.
Organisasi ini juga sangat aktiv di industri musik Rock Endergrond,
Dan berjuang untuk membangun perintahan ustmaniyah yang baru,  

Simbol Organisasi

Avril Lavigne


Tidak ada komentar: