WELCOME BLOGGER FROG GOZILLA
Terima kasih pada anda para pembaca yang sudah mau melungkan waktu berharga anda hanya untuk membaca tulisan saya
Terima kasih pada anda para pembaca yang sudah mau melungkan waktu berharga anda hanya untuk membaca tulisan saya
Pendahuluan
Tgk. Muhd Daud Beureueh Adalah Tokoh Pahlawan dan pejuang Aceh yang sangat di segani di Aceh, baik dari pemerintah Belanda. Japang. Kaum Ulama dan Rakyat.
Sepak terjang nya di Medan perang sangat luar biasa dan jasa untuk Indonesia sangat besar. tapi ada satu hal yang paling di sayangkan pemerintah pusat di Jakarta Tidak menghargai nya dan menganak tirikan nya. Dan Presiden Sokarno yang Berjanji pada pun menhianati nya. Padahal Presiden Sokarno di hadapan rakyat Aceh berjanji akan memberikan hak apabila mereka berhasil mengusir Belanda dan Japang, adalah akan mengabulkan permintaan Rakyat Aceh Untuk menjalankan Syari'at Islam untuk daerah Aceh sendiri.
Dan semua isi tulisan ini saya bisa pertangung jawabkan kebenaran nya. saya tidak bermaksut menburukan Presiden Sokarno Tapi hanya menulis Fakta yang sebenar nya.
Tgk.Muhd Daud Beureueh Kembbali Ke Pankuan Indonesia.
Tgk. Muhd Daud Beureueh.
Dengan detimanya keputusan Panglima KODAM1/Iskadar Muda Oleh Tkg. Muhd. Daud Beureuh, sperti ternyata dalam surat beliau tangal 17 februari 1962 dan surat Tgk. Hasan Hanfiah kepada saya tertembuslah jalan buntu yang telah menghintkan pembicaraan surat-menyurat antara Kol. Jasin dan Tgk Muhd. Daud. Beureueh yang telah dimulai sejak 7 Maret 1961. Dengan tercapainya persetujuan antara kedua beliau ini maka sempurnalah usaha pemulihan keamanan dan penciptaan perdaimain secara keseluruhan di daerah Aceh.
Sebentarnya Panglima Jasin mengharapkan Tgk. Muhd. Daud Beureuh turun pada bulan Ramadan bulan februari 1962 dengan harapan supaya beliau dapat bersembayang Idul Fitri bersama kaum muslimin di Kutaraja. Beliau juga mengimgginkan agar Tgk. Muhd Daut Beureueh dapat menyetujui konsep keputusan Peperda yang telah diparafnya, diumumkan pada tangggal 17 bulan Ramadan 1381 H. Akan tetapi Tgk. Muhd. Daud Beureueh mengharapkan agar Panglima Jasin tidak mengumumkan konsep itu pada 17 bulan Ramadan oleh karena ulan Ramadan termasuk dalam kelompok bulan-bulan yang bukan bulan haram (haram berperang). Beliau meminta ditunda sampai bulan Zulkaedah atau Zulhijah.
Pada hari Rabu tangal 9 Mei 1962 dengan dijemput sendiri oleh Letkol Nyak Adam Kamil, Kepala Staf Kodam 1 Iskandar Muda bersama satu kompi TNI. Tgk. Muhd Daud Beureuh bersama stafnya ditambah dengan pasukan Iiijas Leube dari Resimen Luat Tawar dan pasukan Gaus Taufik dari Resime Tarmilihim yang beroperasi di Batu Bara Sumatera Timur Bergerak dari tempat yang mereka seut A'la Atau Mardallatillah' menuju kembali ke pangkuan Republik Indonesia Pada tangal 9 Mei itu rombongan bermalam di Lho Seumawe dan pada tanggal 10 mei berangkat dari Lho Seumawe menuju USI, Meunasah Dayah, Yaitu kampung Tgk. Muhd. Daud Beureueh yang telah di tingalkannya hampir selama 9 tahun lamanya.
Setelah beristirahat dua hari di USI, pada tanggal 13 Mei 1962 rombongan berangkat ke Indrapuri. Setelah beristirahat sebentar di sana rombongan berangkat ke Banda Aceh.
Pada tanggal 14 Mei 1962 atau 10 zuihijah 1381 beliau bersembahyang Idil Adha bersama-sama kaum muslimin Banda Aceh yang telah terpisah dengan beliau hampir selama 9 tahun lamanya. Kemudian pada Tanggal 17 Mei Beliau kembali pulang ke kampung UIS Meunasah Dayah Blangg Malu (kecamatan mutiara)
Pada tanggal 21 mei 1962 Di Banda Aceh diadakan kenduri besar sebagai tanda bersukur kepada tuhan dan sebagai manifestasi kegembiraan atas pulihnya keamanan di seluruh Aceh dan terciptanya perdamain yang sudah sekian lama dinanti-nantikan baik oelh pemerintah maupun oleh rakyat.
Tercapainya persetujuan mengenai penyelesaian keamanan yangg terakhir antara Kol. Jasin dan Tgk. Muhd. Daud Beureueh bukan saja menimulkan kelegaan dan kegembiran di kalangan rakyat akan tetapi juga di kalangan Tgk. Muhd. Daud Beureueh sendiri seperti juga di kalangan staf Kodam 1 ikandar Muda. Dengan pulihnya keamanan secara menyeluruh seluruh kekuatan baik pemerintah maupun rakyat dapat dikerakan untuk melaksanakn pembangunan daerah Aceh yang memiliki banyak pomtensi ekonomi yang besar manfaat nya baik untuk kemajuandaerah Aceh sediri maupun untuk kemajuan negara.
Sebentarnya Panglima Jasin mengharapkan Tgk. Muhd. Daud Beureuh turun pada bulan Ramadan bulan februari 1962 dengan harapan supaya beliau dapat bersembayang Idul Fitri bersama kaum muslimin di Kutaraja. Beliau juga mengimgginkan agar Tgk. Muhd Daut Beureueh dapat menyetujui konsep keputusan Peperda yang telah diparafnya, diumumkan pada tangggal 17 bulan Ramadan 1381 H. Akan tetapi Tgk. Muhd. Daud Beureueh mengharapkan agar Panglima Jasin tidak mengumumkan konsep itu pada 17 bulan Ramadan oleh karena ulan Ramadan termasuk dalam kelompok bulan-bulan yang bukan bulan haram (haram berperang). Beliau meminta ditunda sampai bulan Zulkaedah atau Zulhijah.
Pada hari Rabu tangal 9 Mei 1962 dengan dijemput sendiri oleh Letkol Nyak Adam Kamil, Kepala Staf Kodam 1 Iskandar Muda bersama satu kompi TNI. Tgk. Muhd Daud Beureuh bersama stafnya ditambah dengan pasukan Iiijas Leube dari Resimen Luat Tawar dan pasukan Gaus Taufik dari Resime Tarmilihim yang beroperasi di Batu Bara Sumatera Timur Bergerak dari tempat yang mereka seut A'la Atau Mardallatillah' menuju kembali ke pangkuan Republik Indonesia Pada tangal 9 Mei itu rombongan bermalam di Lho Seumawe dan pada tanggal 10 mei berangkat dari Lho Seumawe menuju USI, Meunasah Dayah, Yaitu kampung Tgk. Muhd. Daud Beureueh yang telah di tingalkannya hampir selama 9 tahun lamanya.
Setelah beristirahat dua hari di USI, pada tanggal 13 Mei 1962 rombongan berangkat ke Indrapuri. Setelah beristirahat sebentar di sana rombongan berangkat ke Banda Aceh.
Pada tanggal 14 Mei 1962 atau 10 zuihijah 1381 beliau bersembahyang Idil Adha bersama-sama kaum muslimin Banda Aceh yang telah terpisah dengan beliau hampir selama 9 tahun lamanya. Kemudian pada Tanggal 17 Mei Beliau kembali pulang ke kampung UIS Meunasah Dayah Blangg Malu (kecamatan mutiara)
Pada tanggal 21 mei 1962 Di Banda Aceh diadakan kenduri besar sebagai tanda bersukur kepada tuhan dan sebagai manifestasi kegembiraan atas pulihnya keamanan di seluruh Aceh dan terciptanya perdamain yang sudah sekian lama dinanti-nantikan baik oelh pemerintah maupun oleh rakyat.
Tercapainya persetujuan mengenai penyelesaian keamanan yangg terakhir antara Kol. Jasin dan Tgk. Muhd. Daud Beureueh bukan saja menimulkan kelegaan dan kegembiran di kalangan rakyat akan tetapi juga di kalangan Tgk. Muhd. Daud Beureueh sendiri seperti juga di kalangan staf Kodam 1 ikandar Muda. Dengan pulihnya keamanan secara menyeluruh seluruh kekuatan baik pemerintah maupun rakyat dapat dikerakan untuk melaksanakn pembangunan daerah Aceh yang memiliki banyak pomtensi ekonomi yang besar manfaat nya baik untuk kemajuandaerah Aceh sediri maupun untuk kemajuan negara.
Dan mungkin sekian dulu imformasi yang saya bisa berikan pada anda para pembaca. Dan kita bertemu lagi di lain epesodi tulisa saya yang baru nanti.
Terima kasih telah membaca nya semoga berguna untuk anda.
Mohon maaf bila ada kekeliruan dalam tulisan saya di atas.
FROG GOZILLA
Ketua Organisasi Alternativ Rock Numetal Comnty Tato88 Tanjung Tabalong yang bergerak memajukan pendidikan di Banjarmasin Aceh dan Indonesia.
Organisasi ini juga sangat aktiv di industri musik Rock Endergrond,
Dan berjuang untuk membangun perintahan ustmaniyah yang baru,
simbol organisasi
Avril Lavigne



Tidak ada komentar:
Posting Komentar