Translate

Minggu, 16 Agustus 2015

Razia Aggustus 1951 Aceh



WELCOME BLOGGER FROG GOZILLA
Terima kasih untuk anda para pembaca yang sudah mau melungkan waktu berharga anda hanya untuk membaca tulisan saya.

Razia Agustus 1951 adalah razia yang sewenang-wenang yang di lakukan tentara Bregade AA. seluru kaum pusa dan TGK. MUHD DAUD BEUREUEH  di razia tanpa sopan santun.



 Razia Aggustus 1951 Aceh

Tgk Muhd Daud Beureueh

 Peristiwa yang sangat mengelisakan dan menyebabkan suasana yang tegang di daerah Aceh telah terjadi pada bulan Agustus 1951. Tentara yang tegabung dalam brigade AA mengadakan razia di seluruh Aceh untuk mencari senjata gelap yang diduga masih disimpan oleh sebagaian rakyat Aceh. Seberanya beberapa bulan sebelum razia ini diadakan, telah diperintahkan kepada Koordinator Kepolisan untuk menarik seluruh senjata api yang ada di tanggan perorangan baik yang mendapat izin maupun yang tidak. Akan tetapi pada tanggal 29 Agustus 1951 seluruh rakyat terkejut karena tiba-tiba diadakan razia yang di lakukan oleh Brige AA denggan pertimbangan bahwa ada orang-orang atau orgaisasi yang mencoba menimbulakan kerusuhan. mereka yang mengetahui keadaan yang sesunguh nya di Aceh pada wqaktu itu tidak percaya apabila ada orang apalagi organisasi yang akan mengadakan pemberotakan kerusuhan. Sama sekali tidak terlihat gejala ke arah itu. Jadi alasan Brogade AA itu laha adalah alasan yang di buat-buat saja.
Dengan berlangsung nya razia itu suasana  di Aceh menjadi panas apalagi di dalam razia itu terjadi tindaka-tindakan yang sangat menyengung perasaan. Kalau di daerah-daerah lain razia di tunjukan terhadap kaum komunis, maka di Aceh sengaja ditunjukan terhadap pejuang-pejuang Islam. Sangalah menyolok sekali bahwa semua rumah yang di geledah adalah rumah para pejuang yang mati-matian membela prolamasi dan mempertahankan kemerdekan dari serangan musuh. Tidak ada satu pun rumah dari pejuang Islam yang luput dari pengeledahan. Banyak pemimpin Isalam dan Pamongpraja yang di jobloskan ke dalam penjara tanpa diketahui alasannya.
Yang sangat menyakiti hati rakyat bahwa dalam gerakan razia ini telah dipergunakan sisa-sisa feodal dan bekas-bekas agen-agen Belanda. Dari Cara-cara yang dilakukan dalam razia ini, terdapat kesan bahwa tentara dan sisa-sisa feodal telah bekerjasama. Sedikit keterngan mengenai Razia ini  dapat kita baca dalam rancangan keterangan pemerintah  (kode S. 3-0/53) mengenai Peritiwa Daud Beureueh, yang kemudian dalam keterangan Pemerintah yang terhair tidak jadi di masukan. Keterngan itu sebagai berikut, sedang kedua musuh lama (Pusa dan Feodal) ini bergolak maka datanglah pada akhir bulan Agustus 1951 razia di Aceh yang mmenambah keruhnya suasana yanh sudah tenang.
 Perlu dicatat di sini bahwa razia ini pamongpraja gebernur maupun residen koordinator tidak dibawa serta merta sama sekali8 semata-mata dilakukan oleh pihak tentara.
Kesimpulan dalam peristiwa ini ialah bahwa razia ditujukan kepada menyita barang-barang senjata Jepang yang atas dugaan umum masih banyak disimpan oleh orang-orang Pusa yangg kini duduk dalam pemerintah sehinga oleh  karenanya banyak pegawai Pamongpraja bupati sampai kepala-kepala kampung dan lain-lain jawatan teidak terkeculi kena razia.
erkan razia ini di seluruh Daerah dilakukan oleh anak-anak tentara yang kebanyakan berasal dari luar Aceh Tapanuli Sumetera Timur. Ada dugaan seperti tersebut di atas telah diurakan  bahwa sedikit banyak orang-orang Feodal ikut campur dalam gerakan ini member keterngan tentang tempat-tempat penyimpanan senjata, yang di sana-sini juga memang ada kebenrannya , terutama di daerah Aceh Pidie ialah Tjut Hamidah. Memang etul tetapi eureueh di Beureunun diadakan dengan amat bijaksana dan sopan santun.
Dan yang sangat menususk perasan ialah bahwa rumah Tgk. Muhad, Daud Beureueh bekas gubernor meliter dan bekas gubernor Aceh ikut digeledah sewenag-wenag yang dilakukan  oleh pihak tentara ini merupakan Balas Dendam, baik dari pihak sisa-sisa Feodal maupun dari pihak tentara itu sendiri yang dipimpin oleh Mayor Nazir, yang pada suatu ketika pernah ditahan-rumahkan oleh Tgk. Muhd Daud Beureueh selaku gubernor meliter karena melangar perintah komadan divisi.
Baik dijelaskan juga bahwa razia Agustus  1951 ini sebenarnya diperintahkan oleh Mentri dalam negeri Dr. Sukiman Masyumi, untuk mencari dan menyita senjata-senjata gelap disembunyikan oleh sementara orang dan organisasi. Tujuan seenar nya  yang dikendaki oleh Dr. Sukiman adalah orang-orang komunis. Maka di jawa dan daerah-daerah lain yang menjadi bulan-bulan razia ini memang orang-orang komunis, sedangkan di Aceh yang menjadi sasaran adalah orang-orang Masyumi Pusa. Laporan mengenai razia yang sangat meresahkan rakyat Aceh ini telah disampaikan kepada pusat, akan tetapi Dr. Sukiman diam-diam seribu bahasa. Bantahan pulala kekecewaan rakyat Aceh terhadap Masyumi.
Tidak mengherakan apabila pada tangal 8 oktober 1951 Tgk. Muhd. Daud Beureueh mengirimkan sepucuk surat yang bernada keras kepada Presiden Sokarno yang menyatakan antara lain bahwa pada waktu Presiden datang ke Aceh beliau telah menyatakan kepada Presiden ada berita yang sampai di telinga beliau dan kawan-kawan akan ditangkap oleh tentara  dengan alasan menyimpan senjata gelap.
Beliau menyatakan seterusnya bahwa beliau tidak berkeberatan di tangkap akan tetapi jangan alasan yang dibuat-buat dan jangan menggelabui mata rakyat.
Selanjut nya beliau menyakan dalam surat itu ahwa dalam menghadapi tindakan sewenang-wenag pihak tentara ini, rakyat akan melalui tia tahap; tahap sabar, tahap benci, tahap melawan. sekarang rakyat sudah sampai tahap kedua. Maka oleh karena itu beliau mengharapkan  keijaksanan Presiden kiranya hal-hal yang tidak ingin dapat dihindari.
Dari isi surat Tgk Muhd Daud Beureueh tersebut kita dapat mengetahui betapa kiranya keterangan yang ditimbulkan oleh peristiwa-peristiwa tersebut telah memucak tinggi. Dalam keadaan suhu panas seperti itu datangglah ke Aceh Mustafa selaku urusan istimewa Kartosoeewirjo. Faktor ini ersaman dengan faktor-fakror lainya seperti yang saya telah seutkan itu jalina-jalinan merupakan bahan peledak  yang meletuskan Pemberontakan Daud Beureueh pada tangal 21 septemer 1953 silang.


Dan mungkin sekian dulu imformasi yang saya bisa berikan pada anda para pembaca. Dan kita bertemu lagi di lain epesodi tulisa saya yang baru nanti.
Terima kasih telah membaca nya semoga berguna untuk anda.
Mohon maaf bila ada kekeliruan dalam tulisan saya di atas.

FROG GOZILLA

Ketua Organisasi Alternativ Rock Numetal Comnty Tato88 Tanjung Tabalong yang bergerak memajukan pendidikan di Banjarmasin Aceh dan Indonesia.
Organisasi ini juga sangat aktiv di industri musik Rock Endergrond,
Dan berjuang untuk membangun perintahan ustmaniyah yang baru, 

simbol organisasi

avril lavigne

Tidak ada komentar: