Translate

Rabu, 29 Oktober 2014

Organisasi-Organisasi Pemuda Pemberotakan Di Banjarmasin



WELCOME BLOGGER FROG GOZILLA
Terima kasih pada anda para pembaca sudah mau melungkan waktu berharga anda hanya untuk membaca tulisan saya.

PROVINSI KALIMANTAN SELATAN BANJARMASIN

Banjarmasin kota Seribu Sungai

Organisasi pemuda pemberotakan Banjarmasin


Peritiwa tanggal 10 oktober 1945 tersebut membuat merangsang dan berkorbar nya semangat perjuangan para pemuda Banjarmasin untuk menyusun kekuatan takterdandingi.
Sebuah gerakan di Kandangan yang tumbuh sebagai sambutan atas kemerdekan tanah air pada rsenjata dari agustus 1945 yang lalu.
Kini nampak mengumpulkan para pemuda menyusun dalam latihan meliter. Gerakan ini kemudian mempunyai  angotaangota di Martapura dan Gambut 15 km di timur Banjarmasin dan bersifat rahasia. Perkumpulan ini bernama Gerakan Rakyat mepertahan Republik Indonesia. (di singkat Germeri) yang dipimpin oleh Basri alias Hasan Basuki.
Pusat pelatihan mereka di Ulin 18 km di selatan Kandangan.
Di Banjarmasin sendiri, pusat konsolidasi kekuasan Belanda, bagian pemuda dari PRI dalam perudingan-perudingan antara tangal 16-19 Oktober 1945 berhasil membentuk Badan Pemberontakan Rakyat Kalimantan (BPRK) di luar TKR yang ada. diketuai oleh A.Ruslan. Program kerja BPKRK ialah agar dalam waktu yang singat merealisir Pemerintahan Repubik Indonesia di Banjarmasin yang akan diumumkan dengan peranaan suaau Kongres pemuda PRI. yakni organisasi yang masih legaal.  Beberapa ketentuan penting yang hendak diumumkan ialah penggantian Pangeran Musa Ardikasuma yang telah memilih jadi Wedana NICA dari pada Residen Republik Indonesia dengan A.Ruslan dan larangan-larangan mematuhi peraturan NICA. Pengurusan Pemuda PRI yang diketuai oleh F.Mohani semufakat untuk membuat Kongres itu sebagai kedok dalam pengumpulan pemuda-pemuda bersenjata dari seluruh daerah Kalimantan Selatan yang akan memberontak di Banjarmasin, apabila NICA sewaktu-waktu bertidak terhadap Pemerintahan Republik Indonesia tersebut 
Para pemimpin di Hulu Sungai telah menyangupi kira-kira 1500 pemuda yang dimaksut kepada Hadharia M. yang berkiling antara tangal 21-24 Oktober 1945 untuk tujuanitu.
NICA dan kaki tangannya selalu waspa pada waktu itu juga mengabil tindakan-tindakan Keras dan kejam. Sejumlah pemuda dan pembuka-pembuka rakyat yang telah berhubungan dengan Hadhariyah M. tersebut ditangkap oleh NICA dan di tahan di Banjarmasin.
Pada tangal 26 Oktober 1945 Haji Hasbulah yasin ditembak di pekarangan rumah beliau di Alabio oleh seorang  kaki tangan NICA,

Haji Hasbulah Yasin

Latar belakang pembunuhan  kejam ini adalah karena beliau memimpin rapat alin ulama di Alabio sebanyak 26 orang di mana ditetapkan bahwa mereka yang membantu orang-orang yang memusuhi gerakan ke merdekan lebih-lebih yang ikut menidas gerakan tersebut adalah orang yang munafik. Ketetapan ini telah tersiar di Hulu Sungai dan Banjarmasin. Dengan pembunuhan itu Belanda ingin memberi peringatan kepada alim ulama di seluruh daerah itu.
Tindakan-tindakan NICA tersebut di atas mengacaukan rencanana BPRK. tetapi sebalik nya membuat mereka nekad dan mempercepat persiapan pemberontakan, setelah mendengar sebuah kapal palang merah dari surabaya menuju Banjarmasin Pada malam tangal 1 ke 2 Nopember 1945 berkobarlah pemberontakan itu, tetapi hanya oleh sebagain dari barisan yang datang. Mereka hanya berhasil merebut beberapa karabijn dari tangan polisi. Pada keesokan harinya terjadilah penangkapan besar-besaran. Tetapi justru pada tangal 9 Nopember 1945 mulai jam 16 sore disusul oleh serangan pemuda untuk keua kali nya. Persiapan=persiapan dilakukan sebelumnya di Pangambangan bagian timur kota Banjarmasin. Yang menjadi sasaran adalah tangsi polisi di jalan Jawa. Serangan ini; 9 orang pemuda gugur, 15 orang luka-luka. Secara militer serangan yang dipimpin oleh M.Amin Effendi dan Pak Halid ini mungkin kurang meperhitungkan taktiatau seasat, tetapi bukan inilah dasar untuk menilai suatu pemberontakan rakyat yang meluap. Acaman-acaman musuh, situasi politik semangat berjuang adalah faktor-faktor yang membawa para pemuda itu ikhlas berkorban.
Para pemimpin BPRK kini terpaksa meningalkan Banjarmasin dan bergabung kepada ornganisasi pemberontakan di Hulu Sungai, Marabahan Sampit atau Kalimantan Tengara dengan Pemuda PRI di sana dan Rombongan IX, Barisan pemberontak rakyat Indonesia (BPRI) berhasil merebut kota tersebut pada tangal 5 Desember 1945. Penyerangan itu dipimpin oleh Jeberidji dan M.Bahaudin. Tetapi 2 hari kemudian pasukan NICA yang didatangkan dengan kapal Hapguan dari Banjarmasin berhasil merebut kembali Marabahan .
Dalam bulan oktober 1945 itu di hulu sungai terbentuk Barisan polopor pemberotak Kalimantan Indonesia (BPPKI) yang dipelopori oleh M.Jusi. Usaha yang terbanyak mereka lakukan adalah pelbagai sabotage terhadap hubungan telpon dan pengakutan Belanda. Untuk mengerakan kegiatan rakyat kearah itu diadakan pertemuan-pertemuan rahasia dikampun-kampung. Dalam perkembangannya kemudian BPPKI berhubungan dengan sewan rahasia yang dipimpin oleh Gusti Saleh yang berkedudukan di Martapura. Dewan ini adalah penyalur dana perjuangan yang dikirim oleh Gubernur Kalimantan di Yogya dalam bentuk gula. Pada waktu itulah lalu timbul istilah gula-gulaperjuangan. Dalam karung-karung gula ini sering pula diikut sertakan surat kabar dari daerah  Republik, hanya saja badan penyalur ini kurang lancar jalannya.
Pada tanggal 22 Nopember 1945 para pemuda di Amuntai membentuk Gerakan rakyat pembela Indonesia Merdeka (GERPINDOM). Pelopornya adalah abbdullahamidhan. Di daerah Birayang dengan dipelopori oleh Haki Aberani Sulaiman dan Abdurahman Karym terbentuk Gerakan pemuda Indonesia merdeka (GERPINDOM) setelah gagalnya penaikan bendera Mrah Putih di sana pada tanggal 10 oktober 1945. Andin Burhan dan kawan-kawannya mendirikan kesatuan bernama P.21 di Bamkarmasin. Dan di negara di bawah pimpinan A.Hamid Rizal berdirian pembantu Tentara Republik (PETER) M.Hammy A.M mula-mula menyusun organisasi Banteng Borneo (BB) Di martapura kemudian dipusatkan di rantau. Pada awal tahun 1945 perkumpulan ini digabungkannya kedalam Hisbullah, Yakni setelah mengdakan hubungan dengan A.M.Sangaji yang datang dari Kalimanta Timur.
Selain dari organisasi tersebut yang lahir atas dorongan par pemuda setempat, ada pula badan perjuanagan yang di bentuk atas kerja sama dengan putera daerah yang menyusup dari Kalimanatan Timur dan Jawa. Dalam bulan Februari 1946 pasukan MN.1001 yang dikirim oleh Gubernur Kalimantan lewat Pekalongan dengan perahu layar tiba di samuda dipimpin oleh Tijilik Riwut. Setelah mengalami pelbagian kesukaran seorang anggota pasukan itu, A.Murram berhasil menyusup ke Banjarmasin dan menetap di Tambak Kurau.
Disinilah ia mulai mengorganisasi pemuda-pemuda perjuangan kedalam tentara Republik Indonesia MN.1001(TRI-MN. 1001). Tjilik Riwut yang pada waktu itu masih berada di Kasongan di panggil oleh A.Mukram, dan setelah merudingkan penyempurnaan organisasinya mereka berpisah. Tjilik Riwut yang kembali ke Yogya kemudian berhasil meminta kepada Letnan Kolonel Zulkifli Lubis dari Penyelidik Militer Khusus (PMC) agar mengerim perwira pelatih ke Kalimantan. Untuk melatih anggota TRI MN. 1001 datangla Kapten Muljono ke kalimantan Aelatan. Kegiatan-kegiatan terutama dalam sabotage dan perebutan senjata yang mereka lakukan menyebabkan pasukan Belanda mengejar-ngejarnya sampai ke pusat gerakan tersebut. Dalam pertempuran di jambu Burung bulan Maret 1947 TRI. MN, 1001 mendirita banyak korban. Maka sejak itu untuk menyelamankan dan menyebunyikankan organisasi dari kaki tanggan Belanda namanyapun dirubah menjadi Mandau Telabang Kalimantan (MTKI). Pimpinan dipengang oleh Hadariyah Heiho dan Aliansyah. Sejak itu pula kegiatan tidak lagi di daerah Banjarmasin saja, tetapi diperluas hinga Hulu Sungai.
Ke Kalimantan Timur Letnan Kolonel Zulkifli Lubis mengirim Letnan Kolonel R,M Noto Sunardi untuk memperkuat pasukan yang dipimpin oleh Kasmani di daerah Balikpan. Dalam pembagian daerah operasi Letnan Kolen R.M Noto Sunardi berkedudukan di Long-ikis Tanah Grogot dan menamai pasukanya Tentara Kebangsaan Indonesia (TKI). Berberapa angota TKI ini berhasil menyusup ke Kalimanatan Selatan lewat pengunungan meratus bersama-sama dengan para pemuda Kalimantan Selatan yang kembali dari udaha mereka mencari senjata api ke Balikpapan, dimana pasulan Australia sering menjualnya. Cabang TKI terdapat di Amuntai.
Pada tanggal 5-6 Mei 1946 para pemuda di Haruyan mendirikan badan perjuangan bernama Lasykar Syaifullah. Di dalam badan ini terkumpul pemuda-pemuda dari berbagai tempat yang menyingkir dari pengintaian kaki tangan Belanda yang makin hebat. Sebagai pemimpin umumnya ditunjuk Hassan Basyri seorang pemuda kelahiran Kandangan yang sejak 30 Oktober 1945 berhasil menyusup ke Banjarmasin dari pelabuhan Kalimas Surabaya. Proram utama dari organisasi ini adalah latihan keprajuritan. Pengalaman dari pemberontakan-peberontakam di berbagai tempat menujukan bahwa kegagalan mereka itu terletak di bidang ini. Semangat yang meluap-liap saja ternyata belum cukup tanpa diimbangi dengan kecakapan tenisi meliter.

BrigJen TNI (purn) H,HASSAN BASRY
bapak gerilya kalimantan yang berpulang keramutulah pada tanggal 15 Juli 1984 pukul 17:40 di Jakarta.

Sementara itu para pemimpinnya mengusahakan persenjatan ke Kalimantan Timur. Disamping itu mereka mengusahakan  pula hubuhngan denggan pulau jawa lewat kota Baru Pulau Laut tetapi tidak berhasil karena kuatnya blokade Belanda. Ketika pemimpin kembali ke Haruyan tokoh-tokoh Lasykar Syaifullah  yang tinggal diserang oleh Belanda sewaktu mengadakan Pasar Malam Amal pada tanggal 24 September 1946. Rupanya suatu perselisihan pribadi mebawa kebocoran rahasia gerakan ini,
Di dalam runtuh nya Lasykar Syafullah inilah Hasan Basry membentuk kelaskaran baru yang dinamainya Banteng Indonesia (BI), berpusat di Tabihi 2km di sebelah Timut Kandangan bulan Oktober 1946. Organisasi ini ditujukan khusus untuk membentuk suatu lasykar yang akan mampu berhadapan dengan Belanda, Jadi bukan lagi bertugas mengacaukan musuh dari dalam sebagai persipan pendaratan pasukan dari jwa sebagaimana direncanakan dahulu. Untuk latihan tersebut mereka mempergunakan sepucuk karabijn Hamburg 95 yang telah diberikan oleh Masdar bekas anggota Stadswacht menjelang penyerbuan Jepang dan beberapa granat-garanat peningalan tentara Australia. Hasnan Basuki yang sejak lama menjadi kawan Hasan Basry mebggabungkan Germeri ke dalam Banteng Indonesia. Begitu pula Haji Mohamad Rusli seorang pelopor Persatuan pemuda-pemuda Indonesia (PPI). dengan demikain maka para pemuda yang dahulu tergabung dalam Germeri dan BPPKI di daerah Kandangan, Negara, Alabio yang berada dibawah pimpinanan kedua tokoh ini turut memperkuat gerakan Banting Indonesia dalam menghadapi serangan Belanda.
Di Kalimantan Tengah terbentuk juga TRI-MN. 1001 yang di pimpinannya dipercayakan kepada Ibung Bangas deajak 1947 organisasi  itu memakai kode K002.B7.
Seluruh organisasi perjuanagan tersebut diatas beranggotakan  terutama bekas Heiho, Bo-Ei Teisen Tai, Seinendan dan anggota kepaduan yang dalam zaman pendudukan Jepang, mereka telah mendapat latihan kemelitiran dari Jepang sekedar nya. Persenjatan organisasi sudah memiliki senapang dan pistol dengan persedian peluru terbatas pula. Karena itu kegiatan mereka sebenarnya tertuju kepada  perebutan-perebutan senjata dari pos=pos polisi atau patroli Knil yang terpencil.
Di Barabai para pemuda dengan pimpinaan Trikesuma berusaha membujuk anggota Kompi 10 Knil untuk mendapakan senjata. Tetapi usaha itu gagal setelah dilancarkan pemberontakan tangal 19 Maret 1946 di sana. Usaha Trikesuma dengan mengutus Haji Damahuri Ke Balikpapan unuk mencari senjata dapat dikatakan tidak berhasil juga.
Masalah lain yang tampak ialah bahwa tiap organisasi bergerak sendiri-sendiri di dalam daerah masing-masing memang mereka belum saling mengenal dan karena sifat kerahasiaan perkumpulannya., tidak mudah terjadi suatau pengabungan atau koordinasi, kecuali aiantara anggota telah terjalin persahabatan yang akarap sebelumnya, seperti Assan Basry dengan Hassan Basuki. Apalagi kesigapan mata-mata Belanda tidak memberi kesempatan gerakan-gerakan itu sampai bertumbuh menjadi kuat.
Selain dari persenjatan dan faktor organisasi tersebut di atas watak geriliya  dari organisasi rahasi itu ditentukan pula oleh harapan akan datangnya pasukan Republik Indonesia yang kuat dari Jawa yang akan menandingi pasukan  Knil Belanda di daerah ini. Kabar-kabar datanya pasukan ekspedisi ini telah didengar mereka dari pemuda-pemuda yang telah lolos dari blokade Belanda dan menyelinap ke Kalimantan Selatan, seperti Hassan Basry. 

Oktober 1945 Rombongan  IX-BPRI Desember 1945, A,Mukram dari TRI-MN.1001 Maret 1946 dan berita-berita radio bulan Oktober dan Nopember 1945. Dari tugasnya dilihat organisasi-organisasi itu seolah-olah mepersiapkan apa yang disebut field-preparations untuk membantu invansi tentara Repulik..

Dan sikian dulu pengetahuan sejarah yang saya bisa berikan pada anda para pembaca dan di lain edisi kita akan bertumu. Dan terima kasih telah membaca nya sampai habis dan ikuti terus edisi terbaru tulisan saya.
Mohon maaf bila ada kekeliruan dalam tulisan dia atas.

 FROG GOZILLA
Ketua organisasi Alternativ Rock Numetal Comnty Tato88 Tanjung Tabalong yang bergerak memajukan pendidikan di Banjarmasin dan Indonesia. Juga mempelopori Musik Rock dan bergerak untuk memajukanya, Juga berusaha untuk mewujukan perjuanga pendirian pemerintahan ustmaniah baru.

simbol organisasi
 











Tidak ada komentar: