Sosial Masyarakat Kalimantan Dulu dan Sekarang
WELCOME BLOGGER FROG GOZILLA
Terima kasih pada anda para pembaca yang sudah mau melungkan waktu berharga anda hanya untuk membaca tulisan saya
Pendahuluan
Avril fans fender Repoter Redaksi Kantor Berita Canada Banjarmasin
Tulisai ini saya bisa pertanggung jawabkan kebenaran nya, karena tulisan ini saya tulis berasal dari pengalaman saya sendiri dari perjalanan saya keliling pulau kaliamntan, dan di tambah bantuan dari kawan-kawan Avril fans fender kru redaksi repoter Kantor Berita Canada Banjarmasin, dan buku nya ini juga di terbitkan oleh Kantor berita Canada Banjarmasin, 3 Mei 2016 lalu.
Tulisan di bawah ini akan memaparkan kepada anda tentang bagai mana kehidupan yang ada di kalimantan ini, khusus nya Banjarmasin, dan bagai mana sosial mayarakat antar berbagai suku budaya tradisi agama politik Pemerintahan nya, ekonomi nya, konflik nya dan hal lain nya, yang menyangkut masyarakat Kalimantan ini.
Tulisan ini juga menanjuti dari tulisan saya yang terdahulu nya, seperti yang berjudul sejarah budaya tradisi Banjarmasin, dan sejarah kesultanan Banjarmasin, Mestri pulau Kalimantan, dan tokoh-tokoh pendiri nya Pemerintah masyarakat kalimantan ini.
Dan saya juga terlebih dahulu minta maaf pada anda pembaca, mungkin kata saya di tulisan ini banyak kalimantan yang kasar nya, dan juga tersingun dengan tulisan ini, karena bukan maksut saya untuk mengucilkan dari beberapa eknik suku kalimantan ini, tulisan ini juga harus di tulis agar dunia tahu bangai mana kehidupan di kalimantan ini, dan mungkin juga bisa menarik dari kawan-kawan yang dari kalian suku menyelidiki budaya dan tradisi Nusantara Indonesia ini.
Sosial Masyarakat Kalimantan Dulu dan Sekarang
Tidak ada orang yang tahu pasti bagai mana kehidupan dan pemerintah di kalimantan ini, kecuwali kami orang Kalimantan sendiri, lahir dan besar di kalimantan ini, tapi juga ada dari mayarakat Kalimantan ini juga tidak tahu dengan tanah air nya sendiri, tidak mengenal pasti tetang identas nya sendiri sebangai orang yang lahir besar di kalimantan ini.
Kalimantan ini adalah bagian dari 3 negara berbeda, yaitu Indonesia, Malasyia dan Brunai Darusalam, walau begitu masyarakat kalimantan ini adalah orang yang sama dengan orang Malasyia dan Brunai Darusalam.
Walau kalimantan ini adalah bagian dari Indonesia tapi ada beberapa suku-suku di Indonesia yang berbeda cara pikiran nya, pemerintahan nya, dan itu adalah eknik Jawa, Bugis dan Papua. tapi satu kesatuan dari Sumatera Aceh, yang juga bagian dari suku melayu, walau sering terjadi konflik antara keraajan di masa sejarah lalu, sekarang sudah mulai meningalkan rasisme itu, bahkan di pulau kalimantan ini juga ada perbedan suku budaya dan tradisi, dan itu di bagi menjadi dua kelompok saja oleh para ahli sejarahwan dan peniliti dari budaya dan tradisi kalimantan, 2 kelompok berbeda itu adalah, suku dayak dan Banjar, walau pun juga kalau di pelajari secara cermat fokos dan detail nya, sunguh banyak suku dan bahasa mayarakat kalimantan ini, suku dayak juga banyak kelompok berbeda bahasa dan tradisi nya, begitu juga dengan dengan suku banjar, namun walau begitu juga ada kesaman nya pemikiran nya, karena di satukan oleh agama ya itu agama Islam, dan yang berlawan dari Masyarakat agama nya adalah Kristen, keharingan, manyan dan tidak beragama, itulah mengapa ahli dari sejarahwan yang meneliti masyarakat kalimantan ini, membangi nya menjadi 2 kelompok saja, dan cara untuk membedakan nya dari 2 kelompok ini adalah Agama Nya, jika Islam di editikan dengan suku banjara atau melayu, dan jika kristen adalah dari suku dayak, dan selama saya dari lahir hingga sekarang ini, belum pernah ada dari suku Banjarmasin yang beragama kristen, tapi ada juga kemungkinan dari suku banjar yang beragama kristen, dan hanya dari sebagian kecil saja, bangai mana jahat nya, sesat dan menyimpang jauh suku melayu banjar tetap teguh dengan keyakinan nya dengan agama Islam, bahkan meski mereka dari suku banjar berlaku yang di larang Islam sendiri atau menyimpang dari ajarar Al-Qur'an tetap saja mereka akan menghunuskan pedang nya kepada siapa yang telah menghina Islam itu, nah dan kalau kristen, manyan, keharingan, katolik dan hindu hanyak eknik dayak saja yang menganut nya, jika bukan dayak suku, pasti sudah mereka pendatang di pulau kalimantan ini, tapi walau begitu suku dayak ini juga banyak juga yang beragama Islam, dan survei data kami dapatkan dari pembelajar saya dan kawan-kawan, 67% suku dayak kalimantan ini menganut agama Islam, dan bagi suku dayak yang menganut agama Islam pasti mereka yang tinggal di kota-kota besar kalimantan, sebut saja Balikpapan, Samarinda, Pontianak, Palangkaraya, Pakalambun, Palam Pisau, Sampit, Bontok, Muara Teweh, Puruk Cahu, dan di atas pulau tatas, atau di sebut juga tanah-tanah dayak, dan tanah dusun hulu, bagi suku dayak yang menganut agama Islam sudah juga pasti akan menjadi suku banjar dalam perjalanan waktu nya, bahkan anda pembaca sangat sulit membedakan yang mana dayak dan yang mana banjar, karena Islam telah menghilangkan semua dari tradisi dan budaya suku dayak kalimantan ini, dan dari suku dayak yang telah banyak menganut Islam adalah suku Ngaju dan Bakumpai, yang berdiam di atas pulau tatas, Marabahan, Kuala Kapuas, dan lengkap nya mereka suku dayak yang berdiam di pesisir sungai Barito dan Kapuas, dan untuk suku dayak yang beragama kristen, keharingan, manyan, hindu, dan tidak beragama, mereka suku dayak yang jauh dari perkotaan, dan mereka menempati desa-desa dan pedalaman yang terorganisir sangat sulit di akses, karena jalanan yang rusak, berhutan dan rawan kejahatan perampokan, dan cara paling mudah untuk mengakses nya hanya melalui jalur sungai saja, dan hanya sedikit saja suku dayak yang non Islam tinggal di kota, dan biasa nya suku dayak yang non Islam tinggal di kota-kota Kalimantan mereka dayak yang beragama kristen dan kantolik, dan sentral suku dayak ini adalah Kaliamantan tengah, kalimantan timor, kalimantan barat, kalimantan utara, dan kalimantan selatan di domenasi oleh suku banjar dan jawa, sedikit bugis, dan pendatang lain, untuk jelas nya lagi, suku banjar atau orang Banjarmasin lah yang paling banyak jumlah nya yang berdiam di kalimantan ini, dan orang suku banjar juga di katakan oleh orang luar dari Kalimantan ini, adalah enik yang mempunyai kuasa untuk kalimantan, walau mereka tahu bahwa suku banjar adalah pendatang dari Sumatera, Aceh, dan semenanjung Melayu, itu di sebakan suku banjar lebih maju dan mudah berbaur pada orang pendatang ketimbang suku dayak yang punya tanah kalimantan ini, dan yang kedua adalah suku jawa yang juga paling minor tinggal di Kalimantan, dan sangat akrap dengan suku banjar ini, bahkan suku jawa kerap membantu suku banjar dalam menalukan daerah kalimantan, hingga yang paling gigih melawan penjakah Ingris dan Belanda, dan mereka suku banjar dan jawa juga lah yang membawa ajaran Islam ke kalimantan ini, meski ada sudah yang lebih dahulu orang Islam yang non suku banjar yang berdagang di kalimantan tapi tidak menyebarkan agama Islam itu, dan yang menyebarkan agama Islam itu adalah suku banjar dan jawa, dari berdiri nya kesultanan Banjarmasin dari 500 tahu yang lalu atau abad 14 yang lalu. Dan tidak jelas dan kengkap dan di pahami jika saya tidak paparkan sejarah kalimantan ini, agar anda pembaca benar-benar paham dan mengetahu pasti dengan bangai kehidupan bermasyarakat dan pemerintah Kalimantan ini, dan di bawah ini saya akan paparkan sejelas mungkin bangai mana alur tercipta nya budaya tradisi masyarakat Kalimantan ini.
Sejarah Singkat Kalimantan
Ada sebuah pepatah kono yang selalu di katakan oleh ahli sejarah dan masyarakat dunia ini adalah, orang yang tidak mengenal sejarah budaya dan tradisi tanah air nya serta nenek moyang, adalah orang yang tidak tahu indentitas diri nya sendiri, singkat nya melupkan sejarah berati melupkan idintetas diri nya sendiri, dan itu selalu di katakan jua setiap saya dan kawan avril fans fender di kantor berita Canada Banjarmasin saat berdikusi mempelajari sejarah Kalimantan ini.
Dan hal yang selalu di ributkan orang kalimantan dari merdeka nya Indonesia 17 Agustus 1945 yang lalu, oleh Presiden pertama Indonesia Soekarno, adalah awal konflik baru dari kebanyakan orang kalimantan, khusu nya suku dayak dan suku banjar dengan suku Jawa, masalah nya adalah, tidak di perlakukan nya dengan baik, para mantan penjuang kalimantan yang bersama-sama melawan penjajahan Inggris dan Belanda, oleh Presiden SOEKARNO, dan janji yang tidak di tepati nya janji masalah pendirian Negara Islam Indonesia, di tambah nya juga tidak terjantung nya nama para Pahlawan Kalimantan dalam buku sejarah Indonesia, bahkan di pelajaran sejarah sekolah-sekolah setingkat SD, SMP, dan SMA, hingga lahir lagi polemik rasis yang sudah lama hilang menjadi kambali lagi, yang dulu suku banjar yang sangat akrap berkawan dengan suku jawa, hingga saling bantu nya dalam menyebarkan Islam dulu menjadi berseberangan dan perang dingin terjadi.
Yang juga menambah parah nya lagi adalah, banyak nya buku sejarah Indonesia yang selalu menceritakan ke agungan dinasti Majapahit, dan mengecilkan yang lain nya, dinasti Majapahit dengan patih Gajah Mada nya ini juga selalu di tulis di buku sejarah adalah dinasti penaklukan dinasty lain di Nusantra ini, bahkan juga Dinasty yang lain nya dari suku Jawa, seperti Singgasari dan Sriwijaya pun juga di kebelakan nya, dan hampir semua kerajaan nusantara ini Tunduduk pada Majapahit, nah ini juga pada mereka orang Kalimantan dan Sumatera yang merasa ikut berjuang dan berperang menang atau kalah nya itu, merasa tidak di hargai oleh pemerintah Indonesia ini, dan ejekan kerap kali keluar dari mulut orang Kalimantan adalah, Indonesia kepetingan Jawa, dan hal ini juga lah yang melahirkan pemberotkan terjadi, di Sumatera, Kalimantan, Aceh, dan Papua, lahir nya kaum pemberontak seperti Ibnu Hajar dari Kalimantan, Kahar Mujakir di Sulawesi, Opm Papua, dan GAM Aceh, yang merasa tidah di hargai, dan niat mendirikan negara sendiri berdali agama terjadi, dan sampai sekarang ini masih belum selesai sengketa ini, dan seperti yang di katakan oleh seorang sejarahwan dari Samarinda bernama Hidayatulah dalam seminar nya, penyebab inti dari kabur nya tentang sejarah kalimantan, dan tidak tertarik para siswa sekolah dan para cedikiawan sejarah Indonesia untuk mengaji sejarah kalimantan ini, karena sudah terproram untuk memahami dan mengaji sejarah jawa dan Majapahit nya, dan hal ini juga lah ada dari sebagian dari orang kalimantan yang tidak tahu sejarah tanah Air nya sendiri, karena waktu sekolah di jajali oleh sejarah Jawa dan Mjapahit, dan penerapan Pularesme oleh pemerintah Jakarta itu juga di angap akan menghilang budaya dan tradisi, dan menjadikan Ulama menjadi tokoh pemberotak Indonesia ini, dan pertanyan anda pembaca dan kawan-kawan lain, yang penasaran bagai mana Kalimantan di zaman sejarah berjalan sudah di ketahui jawaban nya dengan jalas, dan sekarang kembali pada bahasan kita sejarah singkat kalimantan.
Tidah bermaksut untuk mengulang tulisan di atas tadi, tidak ada orang yang mengenal pasti Kalimantan di zaman prasejarah, baik orang Indonesia sendiri, dan parah nya lagi orang Kalimantan sendiri, dan banyak nya dusta dan simpak siur doktri-dokrin Sejarah Kalimantan oleh penulis tidak bertangung jawab.
Para sejarawan hanya bisa memastikan dan menduga Sejarah Kalimantan, dari sebelum zaman Kesultanan Banjarmasin berdiri nya, karena sangat kabur tidak jelas akibat kurang nya bukti akurat nya, seprti prasisti peningalan sejarah, tidak di temukan nya penigalan bekas kerajaan zaman dulu juga, dan tidak bisa juga di percaya cerita dari mulut ke mulut antar generasi saja, karena berpontensi terjadi penambahan dan pengurangan sejarah kalimantan ini, dan paling bahaya lagi adalah dari mereka penulis sejarah kalimantan, menulis tokoh sejarah yang di sukai nya alias favorit dan terjadi lah, sejarah kalimantan semacam dongen tidak berbukti apa-apa.
Dan bukti dugan para sejarahwan tentang kalimantan yang di ketahui dan dapat di jelaskan dan di pertangung jawabkan kebenaran nya adalah, seprti kakawit-kawit Jawa Kono, kitap Negerakertagama, syair-syair jawa, dan keteringan dari berbagi peningal dari kerajaan jawa, yang mencatukan cerita Kalimantan ini, di tabah juga dari para peningalan syair-syair melayu yang masih di baca hingga sekarang, namun sayang, syair-sair yang ada itu bukan syair-syair tua, tapi syir-syair dari abad 9 dulu saja.
Kerajaan Munawarman adalah kerajan paling tua di Indonesia, dan bukti nya adalah, di temukan nya piagam batu nya, di Kalimantan Timor, dan juga masih kabur juga tetang sejarah nya, dan siapa yang mendirikan, kelompok suku bangsa mana, cara dan syetem pemerintah nya, dan Agama seperti apa juga tidak tahu, dan setelah penemuai itu juga, tidak adalagi di temukan juga, apakah ada kerajaan lain lagi dari itu yang ada di Kalimantan ini, baru setelah nya saja di temukan ada bukti dari bekas kerajan di kalimantan ini, dan itu pun juga masuk di daerah Malasyia dan Berunai Darusalam, yang di gambarkan Agama Resmi nya adalah hindu.
Dan yang paling bisa ditelah adalah, di temukan nya dari sebuah tulisan yang terjantung di kerjaan Majapahit, yang telah menaklukan Kelanjutan Kerajaan munawarman itu, dan sesbut kerajaan Kutai, namu ini juga kurang jelas sama sekali, bagai mana kelanjutan nya, kerjaan yang desibut kutai itu, menjadi Kesultanan Kutai Kartengara, yang di duga bediri pada Tahun 1300, namun bukti nya iyalah corak jawa yang begitu kental terhadap kerajaan kutai kartanegara itu, dan dari situ hanya nama-nama raja nya saja yang di ketahun seperti Prabo Anom Sakti Dewa, dan yang lain nya lagi, dan setelah nya juga kabur cerita nya, kaya apa kelanjutan hingga di nyatakan berahir pada tahun 1960, dengan bergabung dengan Indonesia, namun pembaca cerita kesultanan Kutai Kartanegara ini bisa di jelaskan, hanya dari zaman Berdiri nya Kesultanan Banjarmasin, karena di kesultanan Banjarmasin, sempar berperang dengan Kesultanan Kutai Kartanegara ini.
Supaya anda pembaca jangan keliru memahami tulisan ini, maka saya beri tahu anda, tulisan hanya membahas seputar Kalimantan saja, tidak yang lain nya, yang di sebut mengenai kerajaan luar kalimantan adalah sebagai bukti dari sejarah dan berubah nya tradisi budaya kalimantan saja.
Lanjut setelah itu juga keberadan kerajajan lain yang juga ada di sebutkan di kalimantan ini, seprti kerjaan Nansarunai, yang di klaem suku dayak mereka mendirikan nya juga kurang jelas sama sekali, jika ada juga yang menulis nya pasti cerita nya macam dongeng saja, karena banyak tokoh sejarah meragukan suku dayak bisa mendirikan kerjaan, dan syetem pemerintah, mengigat suku dayak hidup nya nonmade, dengan cara berpindah mengikuti musim, dan juga mengumpulkan makanan saja, tidak bisa bertanam dan berternak, hal lain juga yang menambah keraguan adalah, suku dayak dalam hidup nya dulu dan sekarang, banyak menyangkutkan kehidupan dunia campur tangan kekuatan gaip saja, dan cara nya perperang juga sangan di ragukan bisa membendung serangan dari luar Kalimantan, atau dari kalimantan sendiri yang sudah maju bisa membuat senjata pekakas militer, dan terlatih ruttin, baik fisik stamina nya maupun pendidikan militer nya.
Dan hal lain juga yang menjadikan polemik di antara sejarawan kalimantan, yang menangapi masalah klaem suku dayak yang menyatakan adanya sebuah kerejan di kalimantan tengah, yang berdiri sebelum kesultanan Banjarmasin, namu sampai sekarang ini belum ada bukti rujukan tetang di mana lokasi nya, dan apa nama kerajan dayak tersebut, bahkan mereka yang mengatakan saja juga tidak tahu nama nya sama sekali, karena pembaca sejarah kalimantan sebelum ada nya kesultanan Banjarmasin sangatlah kabur di telaah, hanya berdasarkan dari cerita mulu ke mulut saja dengan jalan dari generasi ke kenerasi saja, itu disebakan belum bisa baca tulis, hanya segelintir orang kalimantan saja yang sudah bisa menulis, dan itu pun dengan tulisan simbol bermacam-macam yang di jaman sekarang orang tidak paham apa arti maksut dari simbol yang terpahat pada batu atau kayu, apakah itu benda sesebahan dan lain nya juga kurang di ketahui, yang pada inti nya banyak nya bahasa yang beredar di masyarakat Kalimantan, sebelum berdiri nya kesultanan Banjarmasin, karena hanya kesultanan Banjarmasin, yang menetapkan hukum mengunakan bahasa banjar untuk berkomonikasi untuk masyarakat Kalimantan, dan karena bahasa banjar enak di katakan dalam penybuitan istilah, karena kata nya berada di ujung lidah, jadi dengan pasif bisa di lakukan oleh orang mana pun, dan perlu di ketahui juga, kami sepakat dengan para ahli sejarah Melayu, yang membuat acuan nya kesultanan Banjarmasin, sebagi maksut untuk mengambarkan, berubah nya semua tradisi dan budaya serta carai pikir nya orang kalimantan ini, karena juga pada era pemerintah kesultanan Banjarmasin, banyak orang banjar sudah bisa menulis, walau hanya menulis bahasa arab saja, tapi bisa di terjemahkan dengan pasif terhadap bahasa banjar dan Indonesia, jadi semua sejarah yang di tulis bisa di bertangung jawabkan kebenaran, bukan cerita mitos berwujut dongeng.
Penelitian para sejarawan terhadap dayak pasir, atau masyarakat Kalimantan timor, yang menemukan bukti kuat tentang, masyarakat Kalimantan Timor itu bukan suku dayak, tapi suku bugis dari Sulawesi yang berbaur dan bertranportasi budaya trdasi nya menurut lingkungan dengan berjalanan waktu, karena jauh sekali tingkah laku mayarakat kalimantan Timor yang di sebutkan sebagai dayak pasir atau dayak kutai, karena kecendrungan pola pikir sama dengan suku banjar, yang kurang mendalami masalah unsur gaip, walau juga terkadang baik dari suku dayak kutai dan pasir itu melakukan sebuah ritual tradisi yang lahir antara perkawanian jawa, melayu banjar, dan dayak, tapi mereka tidak menitik beratkan masalah kehidupan ini bertumpu kepada hal yang gaip, dan suku dayak kutai dan pasir ini juga mudah berbaur dengan lingkungan nya, seperti dengan suku banjar, dan sifat nya juga mereka itu adalah status Quioh, atau netral, tidak rasisme, dan berpihak pada ke untungan, jika kelompok Belanda mengutungkan bagi mereka, maka mereka akan ikut Belanda, dan jika Inggris yang menguntungkan maka mereka Ikut Inggris, dan mereka tidak membela sesama suku nya jika salah, atau netral tadi, dan itu jua yang membuat jarang mereka bertikai di atara kelompok suku di kalimantan ini.
Dan prediksi dan dugan para peneliti sejarah, berubah nya suku bugis itu menjadi dayak pasir dan kutai adalah pada era Sebelum berdiri nya Kesultanan Banjarmasin, dan bukti kuat nya ada, pada catatan dari Kerajaan negera daha, yang kerejaan nya kelak menjadi dinasty Kesultanan Banjarmasin, dan sedikit tambah, sebelum berdiri nya Kesultanan Banjarmasin, belum bisa di telah agama apa yang dia anut oleh masyarakat Kaliamantan, sebelum pra Islam datang ke kalimantan ini, dan sejarahwan mengolongkan nya 2 kelompok saja, yaitu Hindu campuran tardisi dayak, dan tidak beragama atau aninesmi, bukti nya, di temukan situs sejarah di tapin ratau benua 5 kalimantan Selatan, situs sejarah itu adalah penigalan dari pra dinasty Majapahit, dan kuat dugan agama Hindu itu di Bawa oleh dinasty Majapit, dan situs sejarah ini juga membuat temuan baru lagi, yaitu salah nya buku sejarah mencatat tetang penaklukan Majapahit di Kalimantan, karena tidak ada bukti satupun yang bisa kami temukan dalam meniliti jejak dari sejarah Majapahit di Kalimantan ini, dan situs sejarah yang di temukan milik dinasty majapahit itu di duga adalah sebuah tempat ibadah mereka, bukan situs bekas nya perang, dan jika di pelajari dengan baik, ada jalinan hubungan baik, antara majapahit dan masyaraka kalimantan, dengan bukti terlihat pada kerajaan Kutai Kartanegara yang terpenguruh jawa, kusus nya Majapahit, dan saya nyatakan, bukan saya malu mengenai mengakui penjajahan Majapahit, tapi tidak ada bukti sama sekali, Majapahit telah berlaku biadap, dari seluruh naskah sejarah kesultanan Banjarmasin, tidak ada menyatakan ada nya perang Majapahit, dan tidak ada juga cerita suku dayak yang mengaikan tentang ada perang Majapahit di Kalimantan ini, dan malah sebalik nya, Majapahit telah menbantu Kalimantan, seperti yang tergambar di kerajaan negara diva, yang kelat menjadi kesultanan Banjarmasin, dan yang penting juga harus di beri tahukan supaya jangan ada lagi kekeliruan mengenai jejek dari kerajaan Majapiht di Kalimantan ini, di catantan syair-syair, dari kerajaan Negara Diva menyatakan, bahwa Majapahit datang ke kalimantan sebelum mereka suku banjar datang di kalimantan, dan yang menarik mintat suku benjar, atau suku melayu datang ke Kalimantan ini, juga dari kabar-kabar dari kerajaan Majapahit dan pedangan dari jawa, ketika berkujung di Sumatera dan Aceh, jadi jika siapa kah yang bertempur dangan Majahapit di Kalimantan ini, dan juga sudah ada bukti nya, bahwa telah terjadi nya kekosongan pemerintahan di kalimantan, setelah runtuh nya kerajaan munawarman di Kalimantan timor, dan juga di catat dengan baik juga oleh Malasyia dan Burani Darusalam mengenai kososng nya pemerintahan di Kalimantan, dan kosong nya pemerintah ini sebelum berdiri nya Kesultanan Banjarmasin ini lah juga, yang memberikan kesempatan untuk dinasty melayu banjar, mulai bermungkin dan lambat laun berdirilah pemerintahan terbatas yang disebut dengan negara diva, atau negera daha, namun walau negera diva ini kerajan melayu yang kelat menajdi kesultanan Banjarmasin ini juga tidak menyatat, kapan mereka suku melayu sumatera dantang dan bermukim di Kalimantan, Kusus nya di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara, jelas nya Malasyia dan Brunai darusalam, yang jelas nya, suku banjar Datang ke kalimantan, pada era perang Majahapit dengan kerajan Melayu di Sumatera, seperti Samudara Pasai di Aceh, Minagkabau Padang Sumatera Barat, Palembang, Asahan di semenajung Malayu, dan alasan kaut nya juga adalah, kalah perang nya Samudara Pasai Aceh, dan di taklukan nya oleh Majahapi Minangkabau Padang Sumatera Barat lah yang juga mendorong suku melayu datang ke Kalimantan, dan ke semua dari kerajan jawa dan melayu waktu itu belum menganut agama Islam, dan kelat agama Islam lah yang akan mengahiri perang antara Jawa dan Melayu, merurut hikayat kerajan negara Diva, atau negara daha yang terletak di hulu sungai, atau sekarang ini Adalah Amuntai daerah Kalimantan Selatan, dan disini juga sejarahwan berhasil menerjemahkan sebuah arca dari dinasty Negara Daha, mengenai Agama yang di anut nya, baik suku melayu yang ada di kalimantan dan juga yang di Sumatera.
Suku melayu sebelum datang nya Islam, adalah suku yang tidak bertuhan, secara kasar mereka tidak punya agama dan keyakinan pedoman moral nya, dan tidak bisa di pungkiri mengapa suku melayu ini tergolong suku yang suka berbuat gaduh Nusantara, dan orang melayu ini juga susah di atur menurut suku jawa, karena ini penyebab utama yang membuat mereka bertengkar, suku melayu juga bisa di golongan suku penjajah, yang tidak mau di perintah, tapi sebalik nya Ingin memerintah, dan jaman moderen ini anda pembaca bisa menemukan nya, yang paling jelas terlihat adalah GAM Aceh, yang sudah jelas tidak mau di perintah, dan sebalik nya ingin memerintah, dan kebanykan yang menjadi kaum pemberotakan di Indonesia pelaku nya adalah suku melayu, tapi setelah nya juga datang suku banjar di kalimantan, sedikit demi sedikit mereka juga terpengaruh suku dayak dengan ciri has pemikiran kegaipan nya itu, karena suku banjar bisa juga ikut suku dayak dalam percaya hal gaib, berbeda dari mereka suku melayu, yang berada di Aceh, atau sebelum datang ke kalimantan yang tidak percaya dengan hal gaib itu, singakat kata, suku banjar di Kalimantan, sebelum ada agama Islam tidak punya agama dan tuhan, dan tidak percaya dengan hal gaip nya suku dayak.
Banjarmasin adalah kota acuan dari banyak kota di kalimantan, walau Banjarmasin kota kecil di kalimantan, dari kota Balikapan, namu peranan yang di maikan oleh Banjarmasin sangat lah besar sekali hingga mampu mempegaruhi kota lain, dan masyarakat lain di kalimantan ini, Banjarmasin adalah kota dagang gelaran nya, dan kota tersibuk di kalimantan dengan aktivias perdangan dan ke agaman, kerana Banjarmasin adalah sentral agama Islam di Kalimantan ini.
Seperti yang kita ketui sudah, Negara Diva adalah kerajaan pendahulu dari kesultanan Banjarmasin, dan konflik antar keluar dari kerajaan di diva ini pecah tak terbendung lagi, hinga pindah nya pusat pemerintahan nya ke danau pangga dan negera, dan berubah nama lagi menjadi Negara Daha, yang menjadi raja nya adalah paman temenggung yang berkonflik dengan sepupu nya pangeran Sumadara, konflik yang meruncing ini, memaksa Pangeran Samudara melarikan diri nya, karena di ajam akan di bunuh, karena dia adalah putra mahkota nya dari kerajaan nagara daha itu, singkat kata, ada seorang pemimpin kampung yang bernama patih masih dari Sumatera, yang bermukim di kuin, bandar masih, atau kelat berubah menjadi Banjarmasin, nah Patih Masih ini lah yang melidungi Pangeran Samudera dari Paman nya sendiri, singkat kata, setelah Samurada berada di kuin, dia terus di buru paman nya yang memerintahkan parjurit untuk menangkap samudara, dan Samudara yang terdesak kemudian di bantu Patih Masih, dan di kampung kuin Pangeran Samudara di nomatkan menjadi raja oleh Patih Masih, dan orang kampung kuin itu, paman nya yang mengatahui itu menjadi marah besar dan meresa di permalukan, maka melutus lah konflik di antara nya, kian hari kian besar, dan memaksa Pangeran Samudara minta bantuan dari kerajaan jawa, yang saat itu sudah menganut agama Islam, yaitu kesultanan Demak dan mataram, seperti yang sudah di ketahui banyak orang, Kesultanan Demak meminta sarat pada Samudara, jika dia demak membantu, Pangeran Samudara harus masuk Islam dan menyebarkan Islam itu di Kalimantan, dan Pangeran Samudara menyangupi nya saat itu jua, dan demak pun mengati nama Pangeran Samudara menjadi Sultan Suriyansah, orang suku banjar pertama Masuk Islam, dan berdirilah dinasty Kesultanan Banjarmasin, dan negara daha yang menjadi musuh Sultan Suriyansah pun hancur dengan sendiri, dan menjadi penganut Islam juga pada akhir nya.
Kalau di pelajari sekelas saja maka, berdiri nya Kesultanan Banjarmasin di angap tidak penting untuk Kalimantan ini, tapi jika di pelajari dengan sunguh-sunguh dan mendateial maka anda akan tahu penting nya kesultanan Banjarmasin untuk orang kalimantan ini, berdiri nya kesultanan Banjarmasin, dengan cepat merubah semua budaya dan tradisi agama orang Kalimantan ini, dan kesultanan Banjarmasin juga yang merubah masyarakat kalimantan yang terbelakang menjadi maju sangat pesat, dan orang suku banjar yang berkelompok-kelompok bertikai juga bisa di satukan menjadi satu golangan 1 yaitu dalam agama Islam, yang asal nya kehidupan di bumi kalimantan tidak bermoral, maka dengan ada nya Kesultanan Banjarmasin, mejadi bermoral dan sopan, yang asal banyak bahasa di gunakan di Kalimantan juga berubah menjadi satu bahasa saja yaitu bahasa banjar, yang asal nya banyak budaya dan tradisi suku dayak yang exstrim bahkan bisa menjadikan manusia tumbal, juga hilang dan sirna untuk selama nya, dan yang dulu masyarakat kalimantan yang tidak tahu dengan uang, maka menjadi tahu dengan uang, karena sebelum berdiri nya kesultanan Banjarmasin, perdangan di lakukan dengan cara bater, atau langsung menukar matrial nya dengan persetujuan masing-masing, yang juga dulu masyrakat Kalimanta tidak tahu takaran dan berat timbangan juga menjadi tahu berat timbangan, dan simbol berat dan hitungan litar buata kesultanan Banjarmasin adalah, untuk simbol berat, pikul, pika, dan hitungan jaran, kilan, dapa, tabah, dan paling besar adalah pal, hitungan jarak pal sama dengan versi sekarang dengan KM, dan kesemua pengetahuan itu di dapat oleh Kesultanan Banjarmasin yaitu dari kapal-kapal dagang yang bersandar di pelabuhan Bandar Masih, yang mereka pedangang dari luar kalimantan yang pemekiran nya sudah maju, dan membagi nya untuk kesultanan Banjarmasin, jadi sungung sangat penting peranan nya Kesultanan Banjarmasin, merbubah budaya tradisi agama, Pemikira, tingkah laku, bahasa, propesi pekerjaan, orang kalimantan, dan paling penting nya lagi Kesultanan Banjarmasin melahirkan budaya trdadisi agama orang Kalimantan untuk selama-lama nya, dan sampai sekarang itu masih di pakai di kalimanta ini, dan bukti paling nyata yang anda bisa lihat sekarang ini adalah bahasa dan cara pikir orang Kalimantan, jika anda pembaca bukan orang kalimanta, coba saja anda datang ke Kalimantan ini, dan kemana pun anda pergi di wiliyah Kalimantan ini, maka semua orang yang ada pakai bahasa banjar bicara nya, walau pun kadang ada lugat nada nya yang berbeda, atau juga panjang pendek nya saja, namun asa dasar dari bahasa nya pasti sudah bahasa banjar, dan lihat saja semua corak mesjid yang ada semua bercorak budaya tradisi buatan oleh Kesultanan Banjarmasin, dan semua para pedangan Kaliamtan melakukan jual beli nya juga ke Banjarmasin, belum ada sampai sekerang orang pedangan besar melakukan jual beli di kota lain di kalimanta ini selain di Banjarmasin, dan patas jika di juluki oleh Belanda, Banjarmasin adalah kota dagang nya Kalimantan, dan oleh sebab itu lah mengapa kerap sekali perang Belanda di lakukan di daerah totorial nya Kesultanan Banjarmasin, dan ini juga jawaban nya, mengapa suku banjar jadi musuh utama Belanda di Kalimantan ini Pembaca.
Dalam penelitian kami yang langsung terjun kelokasi, kami bertanya pada para pedangan besar yang ada di Banjarmasin, kenapa anda memilih Banjarmasin untuk berdangan, padahal ada kota besar lain nya di Kalimantan ini selain Banjarmasin, pedagang itu menjawab, di Banjarmasin ini banyak orang dari mana datang, dan juga pemikiran nya sudah maju, saya ini pedangan barang eletronik, jadi mungkin yang membeli dagangan saya ini di perkotan saja, tidak mukin jua di bawa ke desa, karena tidak ada listrik disana, dan jika di bawa ke kota lain walau pun kota nya besar, penduduk dan orang hanya sedikit, dan kemajuan juga kurang karena belum banyak orang yang luar kalimantan seprti Eropa dan Timor Tengah, begitulah pedangan itu alasa nya kami tanyai, dan ada lagi pedagang lain yang kami tanyai, mengapa jual beli nya ke Banjarmasin tidak di lain kota di Kaliamntan ini, Jawaban nya adalah, dari zaman ayah nya yang memulai usaha jual beli itu kata nya, selalu membeli barang dagangan nya di Banjarmasin, lalu membawa nya ke daerah nya lalu menjual nya lagi, dan itu sudah menjadi kebiasa nya serta ayah nya, pernah dulu kata nya ayah coba membeli di Balikpapan ternyata barang yang di cari tidak ada, itu yang membuat kami jadi kebiasan, takut nya mencari di lain tempat barang yang kami tidak ada, kami rugi ongkos, mending yang sudah pasti ada walau pun jarak nya jau, meski di lain tempat sekarang barang dangan kami itu sudah ada, tapi kami sudah terbiasa di Banjarmasin, kami juga berkawan bisa berhutang kata nya, begitu juga Industri Tranportasi, seperti perkapalan, bis darat, dan pesawat semua bertempat di Banjarmasin, semua orang di Kalimantan ini, berangkat nya lewat Bandara Banjarmasin, walau pun sudah ada Bandra di kota lain, dan orang mau ke jakarta juga lewat Banjarmasin, baik yang pakai pesawat dan kapal, dan itu sudah dari dulu, walau pun sudah ada sekarang di kota lain, jawaban nya sama sudah jadi kebiasan orang Kalimantan ini mau berpergian keluar kalimantan pasti lewat Banjarmasin, karena pengrusan paspor luar negeri juga enek di Banjarmasin, dan lihat lah juga Gedung yang berdiri Banjarmasin itu, hampir semua adalah Industri dagang besar luar negeri, Jepang, Eropa, dan Timor Tengah, seperti dialer mobil, truk, alat berat, motor, dan lain lagi, dan semua orang di Kalimantan juga membeli nya di Banjarmasin, walau ada di tempat lain, alasan juga sama sudah menjadi kebiasa mereka, dan Industri dagang luar negeri juga ragu membuka usaha dagang nya di lain kota, berpotensi tidak laku, karena sudah jadi kebiasan orang jual beli di Banjarmasin, maka nya julukan nya kota dagang, dari saya kecil hinga sekarang saya mendengar orang yang mencari barang keperluan nya selalu menyebut Banjarmasin, belum pernah saya mendengar orang mencari barang yang dia perlu kan itu di lain kota. semua kapal dari jawa juga bersandar di Banjarmasin, karena sudah menjadi kebiasa mereka turun temurun sudah.
Dan saya jelas kan juga mengapa kapal-kapal dangan itu suka bersandar di Banjarmasin dari dulu hingga sekarang, jawaban nya adalah, Waktu dulu dalam sejarah Kalimatan, hanya di pelabuhan Bandar Masih saja yang aman bersandar, karena di jaga ketat olah prajurit dari Kesultanan Banjarmasin yang multi etik, jawa, sumatera, Aceh, dan luar negeri, dan tidak ada perompak berani merampok kapal-kapal dangan di pelabuahan Bandar Masih, dan di pelabuhan lain nya sereing terjadi perampokan, dan sunguh susah, karena kadang parjurit yang berjaga di pelabuhan lain dari Bandar Masih hanya satu golongan saja, paling dayak, dan sangat rasis, sedeangkan di Banjarmasin, multi entik, dan banyak penerjemah macam bahasa yang bekerja mencari uang di Bandar Masih, yang juga datang dari luar Kalimantan ini, semua pajak juga untuk kapal dangang yang Oleh kesultanan Banjarmasin sangat jelas bisa di pertangung jawabkan, karena sudah maju amitrasi nya atau baca tulis sudah bisa, jadi setiap pembayar pajak ada surat bukti nya serta cap kesultanan Banjarmasin, dan di lain tempat penarikan pajak sangat tidak jelas sama sekali, hanya segerombolan orang yang tiba-tiba datang meminta nya dengan keras sekali, seperti yang di tulis oleh pedagang cina dulu, kami lebih suku berdagai di Banjarmasin Karena aman terjamin, dan tidak rasisme, semua kelompok di samakan kepentingan, dan hanya Islam yang di lainkan dan di Istimewakan kesultanan Banjarmasin, Karena pedangan Muslim di Banjarmasin adalah penyubang pajak paling besar dari yang lain nya, mereka para bangsawan Muslim jawa dan Aceh, tanpa di minta membangun Mesjid-mesjid di Kalimantan, menbantu kesultanan Banjarmasin mendirikan pesantaren, dan berbagi zakat dengan anak yatim di Banjarmasin, Mereka bangsawan Muslim juga ikut bekerja di Kesultanan Banjarmasin tanpa di gajih tapi sebalik nya, mereka menyubang uang untuk memperkuat nya Kekuasan kesultanan Banjarmasin yang menyebarkan Islam ke suluruh penjuru Kalimantan, seperti para Pedangan Turky yang dari Aceh membawa senjata perang untuk Kesultanan Banjarmasin, Turky memberikan meriam nya yang bertuliskan Ottoman 1453 Fetih 1453, secara cuma-cuma, dan mereiam itu masih ada di musium Banjarmasin, pedangan Iran juga sama, dan Irak Arab Saudi, yang pertama kali membuka perjalan Hj di Kalimanta, dan kapal-kapal dari Arab Suadi bersandar di Banjarmasin yang setiap tahun berlayar pulang ke Arab Saudi untuk membawa muslim Kalimantan beribadah haji, dan mereka Arab Saudi sudah bisa bahasa banjar, maka nya mudah untuk mengatur muslim Kalimantan saat itu, jadi peranan Islam sangatlah besar untuk memperkuat pemerintahan Kesultanan Banjarmasin ini, dan itu juga yang membuat orang suku datang dan berdangan di Banjarmasin dari dulu sudah.
Dan juga orang suku banjar sudah saya katakan pada adanda di atas tadi, mudah berkawan dan berbaur orang dari mana saja, tapi juga mudah bertikai nya juga dengan siapa pun, namun yang perlu anda ketahui, hanya suku banjar yang bisa suku jawa di ajak berkawan dan kerja sama, karena tadi suku banjar pikiran nya tidak di pengaruhi unsur gaib tradisi suku dayak yang rasis dan berkelompok, hanya sediki suku jawa berkawan dengan suku dayak hingga saat ini, dan sudah biasa jika ada perkelahian dayak VS jawa di Kalimantan, dan kejadian paling besar saat ini adalah, Madura Vs dayak, anda pembaca sudah pasti tahu, nah itu lah juga alasan suku jawa hanya suku berdiam di daerah Banjarmasin dan kekuasan nya, suku banjar juga bisa bekerja apa saja, bertani dan berternak, namun kebanyakan suku banjar adalah pedagang, karena mereka meniru Rasuluklah Nabi Muhammad yang jua hidup nya berdangan, suku banjar sangat terimpirasi dengan Islam, meski mereka tidak setaat orang Aceh.
Dari berdiri nya Kesultanan Banjarmasin, semua budaya dantradisi agama orang Kalimantan berubah total untuk selama nya, namu ada hal buruk juga pernah terjadi di zaman pemerintah kesultanan Banjarmasin, hal buruk itu adalah pemaksan agama yang bekerja sama dengan kesultanan Aceh, mereka mengislamkan masal suku dayak, jika tidak mau memeluk Islam suku dayak akan di penjarakan mereka di siska hingga di hukum mati mereka, namun kejadial itu hanya sebentar saja terjadi, karena Inggris datang di Utara Kalimantan di semenajung melayu, dan perhatian Kesultanan Banjarmasin, saat itu terfokus pada Inggris, dan begitu juga kesultanan Aceh, yang saat itu mendapat surat bahwa kapal Belanda masuk Selat malaka, dan sebagian kapal Belanda ada di Tapak Tuan, maka pasukan Aceh pulang dari Banjarmasin, begitu juga pasukan Kesultanan demak, dari saat itu Kesultanan Banjarmasin, menyusun rencana untuk melawan Inggris di uatara Kalimantan, dan atas dasar persaudaran Muslim melayu jua saat itu, di dalam tex berbahasa Arab, tertulis bahwa pada abad 1608 Inggris mendarat di bantai Brunai Darusalam, di sambut ayunan pedang dari Prajurit persatuan muslim melayu saat Itu, dan ditambah kesultanan Banjarmasin, perang selama 8 hari itu di menangkan oleh Persaudaran Melayu, mereka memukul mundur Inggris sampai ke Philipina generak Santos saat itu, dan minta bantuan Portogis yang sudah mulai menyebarkan kristen di Phillipina saat itu, setelah itu Inggris lama baru datang lagi ke Kalimantan, hanya saja Inggris tidak seberuntung Belanda di bagian selatan Kalimantan, karena Inggris hanya bisa berkuasa di daerah utara Kalimantan saja, kusus nya Malasyia dan Brunai saja, karena Kesultanan Banjarmasin saat itu masih kuat dan tanguh untuk di taklukan oleh Inggris, tapi pembaca dalam tex berbahasa Arab dari Kesultanan Banjarmasin, perang dengan Inggris di utara kaliamntan adalah perang mengerikan, karena perang di lakukan dengan jarak dekat, karena tidak ada senjata api lagi saat itu, mereka semua saliling bacuk dan timpas dengan pedang, inggris kalah karena lemah iman dan hati nya saja, sedangkan prajurit laskar Islam Malaka yang di komado kesultanan Banjarmasin saat itu Iman nya sangat kuat, karena bagi mereka Inggris kristen kafir yang halal di bunuh, dan jika mati perang dengan Inggris maka masuk surga, maka nya tiada ragu Laskar Islam Malaka itu menyerang Inggris dan membuat nya akat kaki.
Begitu juga konflik yang terjadi antara kesultanan Banjarmasin, dengan kesultanan Kutai Kartanegara, yang akibat dari masalah nata, dan polemik antara keluarga kesultanan Banjarmasin dan kutai, yang mempermasalakan dayak pasir, yang juga berbau agama, hingga terjadi saling serang di benua lima, nata juga saat itu terus menekan, mungkin nata merasa berkularga juga dengan Pangeran antasari saat itu, tapi juga berkeluarga dengan kesultanan kutai, saat itu kutai kalah dan mulai mencari perlidungang nya, karean laskar Islam malaka yang gandas kaya serigala lapar, yang bermaksut untuk memaksa Dayak Pasir dan Kutai masuk Islam, dan itu berhasil, laskar Islam Malaka hampir 50 % memasukan paksa dayak pasir ke agama Islam, bahkan mengajam akan menyerang Sulawesi jika Bugis ikut Campur, kata Laskar Islam Malaka juga Saat itu, Aceh dan Jawa berpihak pada mereka, dan Malasyia dan Brunai Darusalam salam saat itu terang-terangan membatu Kesultanan Banjarmasin, konflik mulai mereda, Belanda mulai berani sudah di Kalimantan.
Kesuktanan Banjarmasin yang begitu jawa, mendadak lebah, karena sudah kehilangan nya raja-raja kuat mereka yang teguh hati dan Iman nya, karena dari Sultan Tamjidilah 1 hingga sultan Adam, Kesultanan Banjarmasin terpengruh Eropa, dan suku dayak, tapi paling parah nya adalah terpengruh dayak, yang mulai percaya tahaul alaias ke gaipan, dan ini mulai tahap pertama berubah nya budaya dan tradisi di Kalimantan, karena terbalik yang dulu suku banjar yang tidak percaya dengan tahyul dan mitas, berpengang teguh pada Al-Qu'an yang jelas melaknat peraktikan perdukunan itu mulai hilang, yang dahalu Laskar Islam Malaka perang atas dasar tuhan, itu juga hilang, dan Belanda masuk, di Tambah Kesultanan bersuku dengan Belanda saat itu, Aceh juga di duduki Oleh Belanda, di Jawa juga sama, Malasyia dan Brunai Darsualam juga di duduki Inggris makin kuat, pada masa itu Kesultanan Banjarmasin tersudut sendiri yang melawan Penajah Eropa sendirian saja, suku dayak Pro Belanda, hingga juga Sultan Adam mebuata wasit nya, yang mewariskan tahata nya untuk Hidayatulah, namun Tamjidilah juga inggin jadi Sulatan, konflik antara Hidayatulah dengan Tamjidilah yang membawa runtuh nya Kesultanan Banjarmasin, dan Belanda berpihak pada Tamjidalah, karena Tamjidilah lemah, sedangkan Hidayatulah kuat, yang akan pasti mengusri Belanda, dan atas dasar itu Hidayatulah jadi boronan Balanda, sedangkan Tamjidilah di angakat jadi sulatan sepihak olah Belanda, walau rakyat Kalimantan tidak mau mengakui Tamjidalah jadi Sulatan, dalam fasi pelarian ini juga Budaya dan Tradisi suku dayak bergabung dengan Islam, karena di Pelarian, Baik Hidaytulah dan Antasari, sereng bertemu suku dayak, bakna suku dayak melidungi mereka, hingga Hidayatulah tertangkap dan di asikan ke bogor saat itu, dan Kesultanan Banjarmasin, di hapus oleh Belanda, namun rakyak Kalimantan tidak mengagap Kesultanan Banjarmasin itu sudah runtuk kerena masih belanda perang dengan rakyat Banjar saat itu, Bangasawan muslim musuh no 1 Belanda saat itu, tapi setelah Belanda membawa tawanan perang dari Aceh bernama Ali, yang di bawa ke Kamp kerja paksa nya Belanda untuk di Asingkan, maka Ali Aceh ini buat semangat Perang hidup berkobar lagi, Ali saat itu berpura-pura jatuh, dan serdadu Belanda mendekat, lasung di Ali dengan rantai di tangan nya dan mengabil kunci bargul itu, hingga melempar nya ke tahanan lain nya, Ali berlari mengbil obor dan melembar nya ke tumpukan batu bara, dan tahanan lain mengikuti nya hinga api menjadi besar dan membakar kamp, serdadu Belanda yang kalang kabut pun di bunuh mereka bersama, tersiar kabar itu, mendadaj para pejuang yang di pelarian bersatu kembali untuk berperang, dan tampilah Pananahan Antasari, di Tambai makah, bersama gerakan moning Aling Pangeran Kuning nata, yang muali peta baru perang, hingga mengarakan kapal uap Belanda di Sungai Barito bersama Surapati, dan kabar dari kapal-kapal dangan di Banjarmasin, yang membawa kabar gembira bahwa Aceh menang perang melawan Belanda ini juga menjadoi pendorong rakyat Kaliamnatan menyerang Belanda, hingga Antasari meningal dunia di tahun 1862 yang lalu karena sakit, dan perjuangan di teruskan kawan nya dari suku dayak yang masuk Islam bernama Surapi, dan ini titik ersatu nya budaya suku dayak dan budaya Islam, Surapati seorang dayak, maka mitos-mitos yang sedikit pun yang di manghasilkan apa itu mulai meresuki Islam, di Tambah juga Aling dan Pangeran kuning yang jauh keluar dari Ajaran Islam, yang poraktik ke dukungan itu, anak-anak Pangeran Antasari saat itu Tidak ada pilihan kecuali ikut Temengung surapati yang mengasuhi serta mengasuh nya, dan ini membuan anak-anak Antasari percaya mintos suku dayak karena bergaul dengan suku dayak, walau begitu, perjuangan melawan Belanda di turusi mereka hingga Indonsia meredeka, dan Kesultanan Banjarmasin yang di komando Anak-anak Panambahan Antasari ini lah yang satu-satu nya bertempur dengan Belanda, sedangkan yang lain tunduduk dan patuh pada Belanda, dan Belanda juga melakukan pengeristenan masal suku dayak, dan ini perang salib kalimantan terjadi di tanah-tanah dayak hulu, nah sini yang saya inggin sampai kan, Berebah nya kebudayan dan tradisi orang Kalimantan Tahap dua.
Perubahan budaya tradisi ini tidak bisa di hindari lagi sudah, pertama Kedsultanan Banjarmasin terjebit, kedua, Kristen pertama datang ke Kalimantan, dan suku dayak yang berlindung dari kesultanan Banjarmasin mau memeluk keisten untuk meluluh lantakan Kesultanan Banjarmasin, dan ini terjadi di seluruh daerah Kalimantan, namun kristen dayak bukan kristen benar-benar kristen, tapi masuk kristen untuk lari dari Kesultanan Banjarmasin, maka nya jangan bingung jika datang ke Kalimantan masuk Gereja, tapi tidak seperti gereja, Masuk mesjid di Kalteng juga bukan seperti mesjid, Islam berubah drastis, dan kristen jenis baru lahir buatan suku dayak, berjudi itu bukan budaya kristen, cari saja di injil, tidak ada di ajakar berjudi, dan sesajian juga tidak ada di injil ajaran kirsten protestan dan katolik, tapi di Kalteng sejajian dan paraktek judi itu ada, banyak tuhan di gereja, yang mana yang asli tidak pernah tahu, bahkan suku dayak kita tanya juga menjawab binggung, dan Islam juga menambah tradisi baru, yang juga menghalakan sejajian yang jelas dilarang tuhan, bahkan berani menyukutukan tuhan allah, dan ini buatan suku dayak tadi, yang di bawak komado temenggung Surapati, Anak Pangeran Antasari Muhammad Seman tidak bisa menghidari perubahan budaya Islam Banjar itu, dia terpaksa mengijikan ritual kematian keluarga nya tradisi dayak bercampur Islam, dan ini terus di tiru masytarakat Kalimantan hingga saat ini pembaca, ini penting di ketahui agar semua jelas, dan Anak Pangeran Antasari Muhammad Seman meninggal dunia karena tertembak Belanda pada tahun 1906 yang lalu di tanah-tanah dayak Muara Teweh, dan budaya Islam terus merusut tajam, kristen juga melenceng jauh dari ajaran asli nya yang di bawa oleh Belanda, dan Belanda juga Sempat membawa ajaran Yahudi Israel di Kalimantan, namu Indonesia sudah dekat Merdeka, kesultanan Banjarmasin juga mulai bangkit kembali, karena ada nya uasaha ulama dari Aceh, utuk meluruskan kembali ajaran Islam itu, meski sampai sekarang ini banyak ulama Islam yang masih berjuang mengembalikan Islam kesulatanan Banjarmasin, begitu juag para tokoh Kristen Sumatera Utara juga berjuang Sampai saat ini untuk meluruskan ajaran Kristen suku dayak itu walau masih belum bisa juga.
Tokoh yang berhasil membetuk gerakan untuk mengabalikan Islam Kesultanan Banjarmasin, itu adalah Ibnu Hajar dari benua lima Kandangan, dan Haji Abudalah Buayasin dari Amuntai, mereka berusa keras untuk melepaskan Islam dari penguruh tradisi suku dayak itu, sampai mereka mati, Ibnu hajar di Tangkap di hukum mati, karena berkawan Daut Beuareah pemimpin pendiri negara Islam Aceh, Kahar Muzakir di Sulawesi, Soekarno saat itu takut kehilangan kekuasan nya beserta perang salib ala Indonesia, dan Haji Abdulah Buayasin meningal matio berebut saejnata api dengan Belanda, Kesultanan Kuati bergabung Indonesia tahun 1960, sdengkan Banjarmasin masih inging mendirikan negara sendiri, tapi Islam yang tersu lemah, memaksa Banjuarmasin bergabung dengan Indonesia.
Tapi suku tokoh-tokoh rakyat Banjar berhasil 40 % sudah mengabalikan Islam Kesultanan Banjarmasin, dan sekarang kami mualai melihat gerekan pemuda kristen Sumatera Utara yang berusaha terus untuk melepaskan kristen dari budaya tradisi buatan baru suku dayak, yang terimrasi dari serdadu Belanda di Zaman perang itu, Belanda Yang gagal menbawa ajaran yahudi maka ada beberapa orang Amerika Serikita juga inggin menyebarkan ajaran yahidi pda tahun 1989 yang lalu, dan Kristen dan Islam langsung memusihi nya, karean loji kuil yahudi yang begkedok studio musik di bakar masa Islam dan Kristen Banjarmasi Balikpapan, dan warga negera Amerika Serikat itu di pulangkan paksa mereka, tapi walau pergulatan sosial di kalimantan mulai menyuat saat lemah nya kesultanan Banjarmasin, tapi tidak mempengarushi perdagangan di Banjarmasin, kapal-kapal dangan luar Kalimantan terus datang dan berdagang di Banjarmasin, meski penduduk Belanda juga bercengkol, malah menambah kapal-kapal dangang eropa di Banjarmasin, perang Belanda hanya dengan Kesultanan Banjarmasin, bukan dengan kaum pedangan Luar kalimantan, dan itu juga mengutungan Belanda, hanya pedangan muslim yang terbatasasi saat itu, tapi Belanda juga tidak terlalu meninkan nya juga, saat perang kesultanan Banjarmasin dan Belanda, pedangan senjata api elelangal pun banyak datang ke Banjarmasin, dan banyak nya juga tentara bayaran dari mana-mana juga menambah ramai nya Kalimantan, dan Kesulatan Banjarmasin tidak pernah menyerah, meski apa pun yang terjadi, berubah budaya, Islam sesat sekali pun, namun niat dari seluaruh generasi legitimasi kesultanan anjarmasin tetap tenguh berjauang, dan di saat ini yang menjadi Sultan adalah Khairul Saleh bupati Banjarmasin, dan Presiden Jokowi pun dalam kujungan di Banjarmasin daB Samarinda juga menyuarakan menjaga budaya trdadisi bahari Kaliamntan, yang jangan lagi dirusak apa pun alasan nya, Jokowi juga mendukung Kristen dan Islam yang berusaha melepaskan budaya dan tradisi yang minyimpak itu, pertjudia yang di halakan, menadikan tikat perampokan menajidi meningkat, dan Jokowi juga menbirikan mandat pada Sultan Khairul Saleh jangalah Budaya Tradisi Banjarmasin, dan juga jangan sampai Banjarmasin, gelar nya sentral Kalimantan jangan di pindah ke daerah lain kata Jokowi pada lawatan tahun 2015 lalu.
Dan yang penting anda ketahui jua, Banjarmasin yang pantik Islam, rakyat nya atau suku banjar adalah pelaku kriminal no 1 di Kalimantan ini, mau di kalteng, di kalsel, di kaltim, di kalbar, hingga Malasyia, pelaku nya adalah suku banjar, jika nada tidak percaya juga, lihat di dalam penjara hampir semua nya suku banjar, atau orang Banjarmasin yang mengisi penuh penjara, Banjarmasin adalah sentral terbesar dari peredaran Narkoba, semua narkoba yang beredar di beberapa daerah Kalimantan di pasuk para mafia suku banjar, dan ini lintas negara Malasyia, Brunai darusalam, dan Philipina, dan sudah saya katakan bahwa Orang Malasyia, Brunai Darusalam dan Philipina tidak ada bedanya dengan suku Banjar, jadi razia di perbatsan sangat susah menduga, yang mana warga malasyia dan kalimantan, karena sama Melayu nya, memakai bahasa yang sama, apalagi para TNI orang jawa, pasti sudah tidak bisa membedakan yang mana banjar dan yang mana Brunai dan Malasyia, jadi ini pr pemerintah di antara negera yang terlibat juga, suku Banjar ini sangat susah di atur jaga, karena pemikiran nya yang maju dan bebas tidak terperangkap seperti suku dayak, dan tugas pemerintah saat ini adalah bangai mana cara nya membuat suku dayak kalteng itu mau bersekolah agar maju seperti suku Banjar, karean sangat susah pembaca menyruh suku dayak ini sekolah, walau suku banjar susah di ataur namun mereka sudah dari dulu tidak menolak pendidikan, bahkan Islam zaman kesultanan Banjarmasin meninik berarkan Ilmu pengetahuan, layak nya Ripulik Islam Iran dengan Nukler nya yang meresahkan Amerika Serikat, Pemereintah juga sudah bermacam lembaga di bentuk supaya bisa mendodrong suku dayak mau bersekolah juga masih tidak berhasil, mereka suku dayak masih terperangkap dengan Kristen yang menyimpang beserta Islam penuh dengan kegaipan.
Di kalangan suku dayak lebih popoler debus ilmu kebal dari pada Rompi anti peluru, dan mandau juga lebih sakti dari ak47, dan penomena alam juga di telaah sebagai ganguan mahluk halus, dan terbalik di suku banjar mereka lebih percaya ak 47 dan rompi anti pelru untuk bertikai, terbukti, di Banjarmasin, Balikpapan, sekarang mafia sudah main tembak-menembak, dan banyak senjata AK 47 yang beredar juga menjadi tugas polisi dan pemerinta, bahkan di daerah Banua 5 Banjarmasin, banyak perajin bekas budak Belanda yang dulu di suruh belanda membuat senjata buata Belanda sekarang membuat dang mengdarkan nya senjata AK 47 palsu, namu bertok Rusia juga, dan Benua 5 ini pemasok senjata untuk para perampok, dan menjual nya ke pasukan GAM Aceh, juga ke Mesuji Sumatera, dan mereka bukan saja bisa membuat Senjata api nya saja, namu peluru nya juga, kebanyakan pembuatan senjata api tidak bisa buat peluru, dan susah mendapat bahan baku untuk membuat metsu amunisi, tapi mereka di benua 5 Banjarmasin sangat mudah, pelru AK 47 dijual dari harga Rp 15 ribu hingga Rp 50 perbutir, walau banyak yang di tangpap, namun selalu ada yang melakukan nya terus.
Dan kesumpulan yang terahir dari tulisan ini. PR pemerintah adalah untuk menjaga suku banjar ini, karena suku banjar lebih berbahaya dari suku dayak, karena yang bisa berniat keluar NKRI adalah suku Banjar, dan suku banjar berkuasa di serntral pemerintahan, militer, perdangan, hingga tingakat kejahatan ienternasional, suku banjar saja orang Kalimantan yang Ikut Aceh dan Malasyia pergi ke Palestina bergabung Hamas melawan Amerika Serikat, suku banjar bisa bersuku dengan siapa saja kapan saja di mana saja dengan alasan sepeli, dan jika suku dayak yang mengatakan suku banjar penjajah kalimantan, harus nya suku dayak melawan nya, dengan cara belajar dan bersekolah setingi mungkin, karena suku banjar terdidik, banyak di antara mereka adalah serjana, dan pemerintah Banjarmasin juga banyak membayar siswa anak-anak generasi seperti Kesultanan Banjarmasin yang juga dulu menyekolahkan pemuda-pemuda ke mesir Arab Saudi, Turky dan Iran untuk belajar ilmu agama Islam, hingga melahirkan tokoh-tokoh, seperti Muhammad Alsat Albanjari pengarang kitap sabilal muhtadin yang samapi saat ini di pelajari orang banyak, dan juga mampu bersaing dengan Malasyia, jadi saya dan kawan sangat berharap jika suku dayak mau bersekolah, kami juga siap membantu apa saja untuk suku dayak, kami sedih melihat suku dayak yang menolak pemeritah yang berikan bersiwa bersokolah, budaya dan tradisi untuk di lestarikan bukan untuk di tuhankan, dan belajar pada suku banjar dan jawa yang begitu maju dan berkusa di Kalimantan ini, lawan mereka dan ambil alih kesuasan nya dengan cara jujur dan sporti bertarung, ayo suku dayak kalian pasti bisa, kami mendudukung kalian.
Dan saya bersamam Avril fans Fender Banjarmasin berharap anda pembaca, sudah paham dan tahu tentang bangai mana kehidupan orang di kalimantan ini, baik konflik sejarah nya, konflik antar kelas dan suku agama budaya tradisi nya, hingga politik pemerintah ekonomi dan propesi orak kalimntan ini.
Selesai dulu, mingkin ini dulu yang saya berikan dari sosial masyarakat kalimantan
Dan mungkin sekian dulu imformasi yang saya bisa berikan pada anda para pembaca. Dan kita bertemu lagi di lain epesodi tulisa saya yang baru nanti.
Terima kasih telah membaca nya semoga berguna untuk anda.
Mohon maaf bila ada kekeliruan dalam tulisan saya di atas.
FROG GOZILLA
Ketua Organisasi Alternativ Rock Numetal Comnty Tato88 Tanjung Tabalong yang bergerak memajukan pendidikan di Banjarmasin Aceh dan Indonesia.
Organisasi ini juga sangat aktiv di industri musik Rock Endergrond,
Dan berjuang untuk membangun perintahan ustmaniyah yang baru,
simbol organisasi
Avril lavigne




Tidak ada komentar:
Posting Komentar