Translate

Minggu, 12 Juni 2016

SEJARAH BUDAYA DAN TRADISI BANJARMASIN



WELCOME BLOGGER FROG GOZILLA
Terima kasih pada anda para pembaca yang sudah mau melungkan waktu berharga anda hanya untuk membaca tulisan saya 


Pendehuluan 

AVRIL FANS FENDER REDAKSI REPOTER KANTOR BERITA CANADA BANJARMASIN

Tulisan saya ini, saya bisa di pertanggung jawabkan kebenaran nya, dan siapa di panggil oleh siapa untuk menujukam barang bukati nya, penulisan ini juga di bantu oleh kawan-kawan Avril fans fender, redaksi repoter kantor berita Canada Banjarmasin, dan tulisan ini juga sudah menjadi buku yang di cetak oleh kantor berita Canada Banjarmasin.
Tulisan ini juga hasil dari pembelajaran dan penelitian saya dari tahun 2011-2012 lalu dari semua wilayak kalimantan yang saya singahi, baik secara langsung atau di mana saya bekerhja di Kalimantan, dan tulisan ini juga di sumbang dari tokoh-tokoh sejarah kalimantan Sumatera, Jawa, Aceh, Malasyia, dan Turky, dan juga dari naskah-naskah syair dari tulisan kesultanan Banjarmasin yang ada di musium sejarah Banjarmasin.
Dan saya minta maaf dulu pada andan pembaca, karena tek kalimat tulisan ini kasar, itu kerena saya tidak inggin menganti kata kalimat yang asli nya, baik dari tex atau lisan nya, dan tulisan di bloger ini saya tulis dengan singkat saja, hanya langsung pada inti nya saja, tidak seperti buku nya yang banyak halaman nya, dan saya akan paparkan semua baik dan buruk nya masa perang tradisi budaya Banjarmasin dalam perjalanan tidak dengan berani, dan tulisan ini hanya untuk di pelajari saja sebangai sejarah, jangan di buat lagi jadi pemicu konflik baru lagi, mohon kebijaksanan anda pembaca.

SEJARAH BUDAYA DAN TRADISI BANJARMASIN


Tidak banyak orang di dunia ini mengetahui sejarah pulau bernama kalimantan ini, pulau kalimantan ini banyak minyimpan sejarah yang pajang pristiwa sosial masayarakat nya, dan juga tidak banyak buku tex memuat sejarah kalimantan ini, bahkan buku tex sekolah saja juja tidak banyak membahas sejarah kalimantan ini, dan masalah ini kerap menjadi pemecah belah nagera republik Indonesia, karena pemerintah Indonesia di angap tidak adil dalam menulis buku sejarah sekolah yang tidak memuat banyak pahlawan Kalimantan, dan terus memperbanyak pelajaran sekolah tentang kaum jawa dan Majapahit nya saja, dan angapan ini sudah mulai dari tahun 1980 yang lalu di rezim Soharto tepat nya, banyak juga ahli sejarah Indonesia tidak terlalu mempelajari sejarah kalimantan ini termasuk juga tokoh muda sejarah kalimantan sendiri yang sudah biasa lebih menitik fokus kan pada sejarah Jawa saja dan ini juga lah yang membuat kabur nya sejara kalimantan ini, dan kadang juga penulisan sejarah tentang kalimantan ini di tulis ahli sejarah Indonesia seperti cerita dongeng anak-anak sebelum tidur, yang menyatukan kan dari cerita ke gaipan yang tidak punya bukti dari sebuah pristiwa sejarah yang kuat, itu kerena terpengaruh dari banyak doktrin-doktrin dari terjemah iediologi suku dayak yang sangat kuat unsur gaip nya, tapi tidak punya bukti fisik nya sama sekali.
Yang membuat saya mempelajari sejarah budaya tradisi Banjarmasin, berawal dari sebuah kejadian di kuala kapuan Kalimantan Tengah yang secara langsung berbatasan dengan Kalimantan Selatan Banjarmasin, dan itu hanya berjarak 47 km saja, kejadian itu adalah perkelahian antara orang banjar dan suku dayak, yang sama mengkalaim Kalimantan ke punyan nya, dan mereka yang membanggun bumi kalimantan ini, dan itu sudah sering terjadi dalam pertemuan diskusi pemuda dan mahasiswa kalimantan yang mempelajari budaya tradisi Kalimantan ini, dan juga yang terahir yang membuat saya mempelajari dengan sunguh-sunguh adalah, sebuah lagu dangdut yang berjudul Pangeran Sumudra, yang di tulis oleh seorang mantan penjuang kemerdekan Indonesia dari Banjarmasin yang bernama Anang Ardiyansah, saya secara tidak sengaja mendegar lagu dangdut itu di radio, dan lagu tulisan nya itu seutuh nya menceritakan sejarah budaya tradisi Banjarmasin, Syair itu membuat saya bersemangat, tapi saya masih tidak tahu di mana rumah nya pak Anang ini, lama saya bertanya pada banyak orang tentang tokoh ini, tapi kebetulan sekali saya bertemu dengan Pak Anak ketika ada sebuah festival musik Rock Banjarmasin di depan kantor berita TVRI KALSEL, pak Anang saat itu adalah panitian penyelengara nya, walau Pak Anang ini umur sangat tua sekali mungkin berumur 70 tahun lebih, fisik nya masih kuat, jiwa muda tidak hilang dan dia sangat suka dengan main gitar elitrik fender sama seperti saya, dari malam itu lah tulisan ini ada, dan semua tokoh dari Sumatera dan Jawa yang ikut menyubang data sejarah nya adalah kawan-kawan dari pak Anang ini, lebih dari 1 tahun saya belajar dengan nya, bahkan saya ikut kemana-mana dengan nya, hingga dia meninggal dunia tahun 2014 yang lalu di Banjarmasin.
Peningalan arca piagam batu bertulisan yang paling tua di musium sejarah Banjarmasin, adalah arca piagam dari seorang raja bernama Munawarman yang kerajaan nya ada di Kalimantan Timor, tepat nya di tengarung, yang kerjaan kutai kartanegara, dan ini sangat jalas kerena punya bukti fisik nya, mungkin masalah kekeliruan penulisan nya, hanya ada dalam penerjemahan tulisan tersebut, hingga sekarang ini  beberapa dari tokoh sejarah ahli Kalimantan, Sumatera, Jawa, Aceh, Malasyia dan Eropa yang di undang oleh Anang Ardiansyah untuk berdiskusi untuk memecahkkan masalah penerjemahan piagam Munawarman itu, dan diskusi inti di danai oleh Avril fans fender Musik Industri Banjarmasin Aceh, yang sangat tertarik menguak sejarah panjang Kalimantan ini hingga saat ini, tapi dalam diskusi itu juga tidak di temukan semua terjemah akurat dari pratasi Munawarman itui, semua hanya masih menduga-duga saja, bahkan ilmuan eropa yang di undang Avril fans fender untuk memprediksi usia batu prasati piagam Munawarman itu juga sulit untuk memperidiksi umur batu prasasti itu, mereka juga hanya mengira-ngira nya saja, tapi saat itu Avril fans fender mendesak ilmuan eropa itu agar menyatakan pernyata yang pasti dan akurat, Avril fans fender juga berkata, sia-sia kami membayar dan mendatang kalian dari eropa dengan dana puluhan juta kalua kerjakan kalian kaya begini, para ilmuan itu diam saja, tidak menjawap nya, mereka terus meneilitian hingga 1 minggu lebih baru buat pernyatan asli nya.
Pernyataan asli dari ilmuan eropa itu terhadap Avril fans fender itu adalah, kami tidak bisa memampakar kapan tulisan itu di tulis oleh raja Munawarman, tapi kami bisa memaparkan dengan jalas dan 85% benar bisa di buktikan, berapa umur batu tersebut kata nya, umur batu itu adalah hampir dari 9000 tahun yang lalu terbenrtuk dari sesytem alam semesta ini, masalah nya umur bantu dengan umur tulisan itu beda jalan nya, jadi kami tidak bisa memamaparkan kapan Munawrman menulis nya di batu itu, dan umur batu intu tua yaitu kurang lebih 9000 tahunan, jadi kapan Munawarman mengambil batu itu dari tempat nya kami tidak tahu, dan terahir untuk data Avril fans fender, kami adalah ilmuan geograpi yang meneliti semua jenis matrial bumi, bukan dukun yang bisa kembali ke masa lalu untuk melihal langsung Munawarman itu menulis batu ini, jadi kesimpulan jika ada tex buku sejarah yang memuat umur tulisan raja Mudawarman itu hanya mengada-ada saja atau menduga nya, tapi jika di buku tex sejarah yang memamparkan umur batu nya bukan tulisan itu bisa jadi benar, hanya umur batu nya yang bisa di tentukan bukan tulisan nya selesai kata ilimuan itu, dan semua nya pun sepakat saat itu.
Beberapa tokoh sejarah budaya tradisi Kalimantan memberikan keterngan pengetahuan sejarah pada kami diskusi itu, kusus nya tokoh dayak yang menceritkan berbagai perestiwa yang terjadi di Kalimantan ini yang juga jauh lebih tua dari prediksi kerajaan Munawarman itu, tapi tidak bunya bukti kuat nya, baik bukti pisik nya, atau peningal lisan budaya dan tradisi nya, hampir semua orang tahu penduduk kalimantan paling tua adalah suku dayak, walau begitu saya dan avril fans fender tidak bisa membenarkan nya 100% kuat dan akurat, bahkan saat itu pihak dari tokoh sejarah Malasyia menolak tegas nya, bahkan di kata nya adalah doktrin dari suku dayak saja itu, karena keterangan cerita nya macam dongen anak sebelum tidur kata nya tokoh Malasyia, dia juga menambahkan nya, tidak ada 1 manusia pun yang tahu persis 100% tetang apa yang terjadi di zaman dulu di kalimantan ini kecuali tuhan, bisa di benarkan oleh manusia jika sejarah itu punya bukti peningalan seperti acra prasati piangam batu, candi, bekas benteng dan istana sebuah kerajaan saja, dan itu pun masi bisa salah duga, kalau hanya bukti dari certita dari mulut ke mulut yang di turunkan tetua kita itu tidak bisa di benarkan akurat, tapi kita bisa menduka 70% benar dari peninggal budaya tradisi, agama, idiologi, dan adat istiadat nya saja, dan upacara pesta rakyat nya.
Tokoh sejarah Malasyia itu juga mengatakan, saya tidak menolak dari kawan-kawan sejarahwan yang memprediksi Kalimantan sudah di huni manusia dari 3000 tahun yang lalu, di tambah ada pernyata sebuah buku sejarah yang di tulis oleh Muhammad Safei dari universitas Lambung Makurat Banjarbaru, mungkin ada suku yang lain dari suku dayak tinggal di pulau kalimantan ini, bahkan di dalam buku berjudul Mestri Borneo terbitan tahun 2001 yang lalu di tulis Safei dan kawan nya, bisa jadi ada suku yang lain dari suku dayak lebih dulu ada di Borneo ini, mungkin juga suku yang terdahulu itu bergabung dengan suku dayak hingga menyebapkan evolusi ras bangsa, atau juga suku dayak yang benar ada sudah di kalimantan dari ribuan tahun lalu, atau juga kelompok suku non dayak yang datang atau tinggal di kalimantan, di padang semua sama dan di satukan menjadi 1 kesatuan bernama suku dayak oleh para ahli sejarah zaman dulu, bukti nya adalah banyak bahasa yang berbeda di masyarakat kalimantan, ketika saya dan kawan-kawan dari Brunai Darusalam sepakat untuk melakukan sebuah studi penelitian Sejarah budaya tradisi dan adat istiadat Kalimantan yang di danai oleh Petronas Malasyia, Industri media eletronik dan cetak tentang sejarah Iran, dan Pemerintah daerah Aceh dan Sumatera yang memakan waktu 3 tahun lama nya di mulai dari tahun 2006 lalu itu langsung turun lokasi memasuki seluruh hutan dan pedalaman Kalimantan ini, kami mendatangi semua situs sejarah dan bertanya dengan tokoh nya langsung saat itu menemukan hasil data nya adalah, dari semua penelusuran kami menemukan 93 jenis bahasa yang berbeda di kalimantan ini, dan 47 suku dayak yang berbeda budaya dan tradisi hingga adat istiadat nya, bahkan beda bahasa dan beda budaya tradisi nya itu tidak berjarak jauh daerah nya, kami juga menemukan perang antar suku dayak yang beda bahasa nya juga budaya nya, mereka saling menaklukan satu sama lain nya, di tambah dengan cara hidup nya nonmade berpindah-pindah mengikuti musim hujan, mereka hidup dengan mengumpul makan dari buah dan bintang di hutan, mereka tidak bisa berternak dan juga bercocok tanam, bakan kami hanya sedikit saja menemukan pekakas rumah tangga dan militer nya yang terbuat dari besi dan baja, kebanykan pekakas nya terbuat dari kayu dan batu saja, jika ada suku dayak di kalimantan yang sudah mengunakan besi dan baja untuk membuat pekakas rumah tanga seprti pisau dan parang, hanya mereka suku dayak yang sudah dekat tinggal dengan kota saja, begitu juga mereka suku dayak yang bisa berkebun dan berternak yang mereka suku dayak yang tinggal di dekat perkotaan saja, tidak di jauh dari kota seperti di Jawan dan Sumatera, dan hal ini membuktikan bahwan suku dayak tidak bisa membuat senjata dari besi atau pekakas dari besi, tidak salah jika seorang dari tokoh sejarah Kalimantan Barat bernama Tajudin yang menulis buku nya berjudul Sejarah Suku Dayak Kalimantan, yang terbit tahun 1992 lalu yang menjelaskan bahwa Suku Jawa dan Melayu lah mengajari suku dayak berternak, berkebun dan membuat rumah, dan berhenti hidup nonmade berpindah-pindah, bigitu juga membuat besi dan baja menjadi parang dan pekakas lain nya, mungkin ini seperti menjelekan kalangan dari suku dayak, atau mengangap suku dayak bodoh dan terjajah oleh Banjar dan Jawa, dan saya punya bukti sangat kuat sekali jika ada yang menetang saya ini, jika memang suku daya dulu tangguh kenapa banjar dan jawa berkuasa dalam pemerintah Banjarmasin ini, dan banjar dan jawalah yang paling gigih perang melawan penjahan Inggris dan Belanda, dan hampir semua pasilitas umum zaman dulu kusus nya tahun 1761, banjar membangun sekolah dan pesantren, jalanan-jalanan, menbuat kantor pemerintahan nya, membangun pelabuhan-pelabuhan dan berdangan hingga saat ini itu masih di penggang Banjarmasin, Kaltim, Kalbar dan Malasyia, kenapa saya paparkan ini, alasan adalah menjawab pertanyan yang di acukan avril fans fender, yang heran melihar perkelahian, antara banjar dan dayak, yang sama menglaim yang paling  berhak atas Kalimantan, dan yang terus membuat perseteruan budaya tradisi Banjarmasin yang sangat terpengaruh agama Islam, tapi mau apa di kata lagi sudah, memang kejadian seperti itu, dan orang semua berhak tahu apa yang terjadi Kalimantan seperti Sumatera dan Jawa, dan sekali lagi saya tegaskan, saya tidak bermaksut menui konflik baru lagi, atau saya di angap suku dayak menghina, mengatakan mereka bodoh dan premitip, tapi suku dayak zaman dulu di kalimantan masih terorganisir, terisuslasi dari dunia luar yang sudah maju pesat hngga berkelanan ke Asia Tengara dan menyandarkan kapal-kapal dangan mereka di Sumatera dan Pulau jawa, yang lambat laun mempengaruhi budaya, trdasi dan cara pikir nya Jawa Sumatera itu, layak nya kedatangan Jawa dan Melayu di Kalimantan, yang juga lambat laun mempengaruhi budaya dan tradisi suku dayak di kalimantan, hingga lambat laun nya juga memajukan perdangan kalimantan, mereka melayu dan jawa masuk hutan kalimantan untuk mencari rempah-rempah dan barang lain yang bisa di jual, hingga pada akhir nya membesar terus perdagangan itu hingga menarik Inggir dan Belanda datang ke Kalimantan ini.
Dan saya sebut tadi di Atas tentang banyak perbedan bahasa, budaya, tradisi, adat istiadat nya dan agama nya, jadi semua kelompok suku dayak di Kalimantan itu tidak bisa di sama ratakan, atau di angap bersaudara dan sedarah, karena sudah jelas berbeda jauh, dan masalah persama ratan dari kelompok suku dayak ini adalah juga pembawa bencana yang bisa saling bunuh, karena ada dari beberapa kelompok suku dayak bertemu, dan akhir nya bertikai, atau ada dari mereka dari kelompok lain berbuat jahat di angap di padang orang non dayak harus bertangung jawab ulah nya yang buat gaduh, dan mereka juga jika di tanya siapa yang melakukan juga melawan, karena bisa jadi mereka korban dari musuh nya kelomok dayak lain yang mengadu domba, dan juga bisa mereka yang melakukan nya, salah satu bukti nya adalah, ada istilah orang dayak dengan kata mayau bahasa dayak asli, tapi orang banjra juga menyebut itu dengan mayau, tapi bahasa indonesia adalah ngayau, yang arti adalah berburu kepala, atau melakukan peperangan antar suku yang saling serang untuk memengal kepala nya, dan tradisi budaya ini sudah berlangsung sangat lama, tapi saat rezim Soeharto atau orde baru, trdasi budaya mayau itu di larang keras oleh pemerintah Indonesia, atau presiden Soearto, walau juga di larang, mereka masih melakukan nya, tapi sacara diam-diam saja, jika pemerintah daerah tahu juga perbuatan mayau itu terjadi, paling juga di biarkan saja, karena jika di tegur bisa terjadi konflik antar pemerintah dengan suku dayak, kusus pasti bertikai dengan orang Banjarmasin dan pemerintah nya, karena dari banyak yang terdata di kalimantan, kusus di kantot berita Canada Banjarmasin, dan TVRI, pemerintah jakarta jika ada konflik di kalimantan dari suku dayak maka pemerintah Jakarta memberikan mandat pada pemerintah Banjarmasin untuk menangani nya, bahkan dalam sebuah operasi terjadi, kerap kali aparat polisi atau TNI yang di turunkan ke lapangan tidak orang jawa, Semua dari orang Banjarmasin dan dayak beragama muslim, karena jika orang jawa ikut dalam konflik tersebut, prestiwa yang tidak di inggin akan terjadi, yaitu dayak akan menyerang orang semua orang jawa yang di sekitar nya, tidak peduli orang jawa yang di serang itu tidak bersalah dan tidak tahu dengan apa yang terjadi sebenar nya, contoh paling nyata nya adalah, prestiwa konflik antara tahun 1998>1999>2000 hingga 2001 yang lalu, dayak vs madura, dayak melakukan tradisi budaya mereka yang sudah kita sebutkan tadi yaitu adalah mayau, konflik menyebar sangat cepat sekali, hanya dalam 4 hari meluas hingga keseluruh daerah Kalteng, jika ada madura di temukan nya, maka dayak memengal kapala nya, merampas harta nya, membawa berkiling kota atau kampung kepala orang madura itu, mereka semua berpesta dari perbuat keji itu dengan gembira sekali, tapi dalam hal itu kemarin, Pemerintah Banjarmasin sebenar sudah inggin turun menyelesaikan konflik itu, tanpa ada perintah dari jakarta, karena hanya Pemerintah Banjarmasin, Balikpapan dan Pontianak menangani hal itu agar tidak meluas lagi, tapi entah dari mana atau siapa yang menebar isu perang besar banjar dengan dayak, mengulangi perang kesultanan Banjarmasin yang menyebarkan agama Islam, yang memaksa suku dayak untuk masuk Islam, mereka prajurit Islam dari kesultanan Banjarmasin, tidak pernah cangung ragu takut dan berbelas kasih dalam menjakan misi nya, menangkap dan mengantung suku daya itu yang tidak mau masuk Islam, dan atas isu itu Pemerintah Jakrta melarang Banjarmasin menangani konflik itu, saya secara tegas mengatakan nya, Pemerintah Jakrta Bodoh, kusus nya Mega Wati, yang tidak tahu hal ini, seperti presiden Seoharto yang sudah beberapa kali menyelesaikan konflik di Kalimantan ini, pemerintah jakarta yang mengirim TNI dan Polisi ke Palangkaraya, bukan membuat aman Kalteng, dan mengakhiri konflik tersebut, tapi justru memperparah nya konflik tersebut, hanga tidak jelas lagi konflik itu, TNI dan Polisi juga di serang nya, mobil patroli juga di hadang di hancurkan, di bakar bahkan semua polisi di dalam mobil tersebut bisa di bunuh mereka, yang di angap telah berpihak pada Madura kata nya, dan alas semua dayak jika di tanya, kenapa membunuh orang tersebut, mereka pasti mengatakan dia adalah madura, walau pun yang di bunuh itu bukan orang madura, baik yang di bunuh nya jawa atau bajar dan melayu, juga pasti di katakan nya madura, walau pemerintah Jakarta mengirim 2 aparat keamanan negara TNI dan Polisi, yang juga sampai di Kalteng bersaman, tapi yang di tunjung untuk melakukan operasi ke amanan adalah polisi, dan jika polisi tidak mampu, maka TNI akan turun membantu Polisi, tapi walau begitu tugas antara TNI dan Polisi itu berbeda, TNI tugas nya untuk menjaga Polda, polres, polsek, kodim, batalion, markas bremot dan apara ke amana lain, TNI di tugaskan mengupulkan semua senjata api seluruh aparat ke amanan di Kalteng baik dari polisi dan TNI itu sendiri atas perintah langsung dari pemerintah jakarta, karna jika senajata api aparat ke amana di bertugas di Palangkara di waktu konflik, mereka bisa menyalah gunakan senjata api itu, bahkan ada yang ketaun angota TNI yang senjata api ke beberpa pihak juga, dan ada juga dari angota TNI dan Polisi Ikut tradisi dan budaya mayau itu dengan suku dayak, yang akan membunuh siapa saja, dan kusus nya mereka dari kalangan angota TNI dan Polisi yang bersuku dayak tersebut, dan kejadian parah terjadi, maka tidak bisa lagi sudah di tahan, maka Pemerintah Banjarmasin, Balikpapan dan Pontianak turur langsung tanpa perintah Jakarta, tapi pemerintah Banjarmasin, Balikpapan dan Pontianak tidak mengiri TNI dan Polisi untuk menangani konflik itu, tapi yang di turun kan mereka adalah orang-orang sipil saja, ulama Islam, Pendeta Kristen, tokoh berpengaru di Masyarakat Kalimantan, preman terkenal, dan juga dari suku dayak yang terpelajar yang memandang kebiadapan terjadi, dan pada akhir semua pengusi dan korban di larikan ke Banjarmasin, oleh para orang di kirim pemerintah Banjarmasin, Balikpapan, dan Pontianak, mereka mengekuasi korban melalui udara, laut dan darat, dan itu di lakukan selama 1 minngu lebih, semua pengusi aman di daerah totorial Banjarmasin, dan tidak ada 1 pun dari suku dayak coba menerubus masuk Banjarmasin, dan dari itu juga, hampir semua orang yang takut dan teracam di kalteng melarikan diri ke Banjarmasin, karena di situ sudah tembat paling aman, dan evakuasi berhasil dan mulai mereda nya konflik, dan di kalteng sudah di turukan status nya dari darurat militer menjadi genjatan senajat, pada saat itu juga ulama besar Banjarmasin yang bernama Guru Ija di Martapura mengirim utusan nya untuk bicara pada pimpinan suku dayak itu, dan menyampaikan surat yang di rahasiakan isi dalam nya itu, tidak ada seorang pun boleh tahu isi itu, dan jika kedua tokoh ini di tanyai pasti mengatakan surut itu bersi ajakan perdamian dan mengakiri konflik itu, tapi kuat dugan banyak orang di Kalimantan surat itu berisi Acaman dari Banjarmasin, pada suku dayak, jika menolak damai dan berhenti berkonflik maka kejadian perang Banjar terjadi lagi, dan Banjar seutuh nya mendukung pemerintah jakarta yang ingin mendamaikan antara bertikai, ini niat baik bukan permusahan, tapi sampai sekarang ini tidak ada bukati kuat mengenai surat itu, tapi yang menyebut surat itu dirahasiakan, supaya suku dayak tidak malu dengan pernyata tertulis yang mengadung acaman keras sekali, ah tapi sudah lah itu tidak penting juga, yang pasti setelah surat itu dikirim maka kesepakan damai terjadi, dan pendatangan surat perjanjian damai di saksikan rakyat banjar dan dayak sendiri, yang di hadiri seluruh pemerintah Kalimantan, alim ulama Islam Kristen, tokoh berpengaruh dan pemerintah jakarta, dan dengan tegas juga saat itu Pemerintah Banjarmasin, meminta trdasisi budaya mayau itu di hentikan jangan di lakukan lagi, dan turuti hukum pancasila, hukum resmi Indonesia, dalam pidato nya, jika ini disebut menghilangkan sejarah dan tradisi oleh suku dayak dan yang lain nya, saya dengan mengatakan ya, karena saya akan di dukung banyak pihak untuk menghilakan budaya mayau ini, karena ini terlalu sadis dan keji, dan jika ada dari kalangan dari suku dayak yang bermasalah dengan kelompok lain sesama suku dayak sendiri atau dari yang bukan kelompok dayak, maka suku dayak wajib melaporkan nya pada pihak ke amanan pemerintah yaitu polisi, tidak boleh main hakim sendiri, dan jika perjanjian ini tidak di setujui, maka hari ini jua dan di sini jua nyatakan tidak setuju nya, akan tangak sebagai kesatria, dan jika ada yang melangar di kemudia hari nanti, maka akan di hukum berat sekali dan di angap pemberotakan dan musuh pemerintah Indonesia, sekian semuga damai ini abadi untuk selama nya.
Nah saya sudah paparkan bukti nya di atas masalah tradisi budaya mayau dari suku dayak tersebut, padahal tidak perlu memhahas dan bicara dayak vs madura pajang lebar, yang mungkin dirasa oleh kawan-kawan diskusi atau pembaca tulisan simpang siur, tapi jika itu tidak di jelaskan secara jelas sekali maka andan tidak paham apa yang terkandung di tulisan ini, menganai Sejarah Budaya Tradisi Kalimantan Banjarmasin, yang begitu mestri nya, walau juga budaya mayau itu di larang, tapi itu masih terjadi di hutan pedalaman kalimantan, antar suku-suku kelompok dayak, dan pas dan benar rasa, seluruh suku dayak di kalimantan tidak bisa disama ratakan dengan kelompok suku dayak lain, mereka punya aturan adat istiadat sediri, agama berbeda, bahasa juga berbeda, hal yang saya inggin anda tahu adalah, tidak semua suku yang menghuni kalimantan ini, sebulum kedatangan orang jawa dan melayu ini adalah suku dayak, tapi banyak juga suku berbeda, namun di samakan ratakan, karena lihat contoh suku Jawa, yang benar-benar telah menghuni pulau jawa itu antara jawa timor dan tengah itu bisa di sama ratakan, karena bahasa dan budaya agama hampir sama persi, hanya saja berevolusi menjadi berkarakter, tapi asas tetap sama, budaya tradisi mayau juga jangan di samakan dengan perang antar keraja, baik di jawa, sumatera dan Kalimantan, karena perang antar kerajaan bukan masalah tradisi dan budaya, tapi berebut kekuasan politik nya saja, bukan seperti mayau di selengarakan setiap tahun di kalimantan ini.
Lanjut setelah tokoh sejarah dari malasyia tadi bicara panjang lebar nya, mengenai pertikain antarar banjar dan dayak, atau berkelahi dengan berbagai kelompok lain nya, seperti yang di ketahui jua dari Pak Anang Adriansyah tokoh sejarah Banjarmasin lagi yang berbicara mengenai Sejarah budaya, tradisi, adat istiadat Banjarmasin dan kalimantan secara jelas nya, untuk melanjuti tulisan di atas tadi, Seperti di ketahui sudah di tulisan atas tadi, tex sejarah kalimantan yang di katakan seperti dongeng anak sebelum tidur atau sangat kuat unsur gaip nya, namun tidak ada bukti nya, dan itu hanyak dokrin sejarah saja dari pihak berkepingan yang inggin terlibat masuk buku sejarah saja, atau para pahlawan palsu yang tidak pernah ada, hanya pembuatan ulang budaya dan tradisi adat istiadat dan Agama mengagap pantas di hargai, dan juga menutupi aik malu akibat ke bodohan terjajah yang dari pihak kalimantan sendiri, dan tidak bisa di pungkir lagi adalah, melayu dan jawa telah menrubah jalan sejarah Kalimantan menjadi maju dan mendirikan kerajan pemerintah Kalimantan ini, yang dulu nya hanya berniat datang ke kalimantan untuk berdangan saja, dan kekosongan kekuasa di kalimantan juga lah menumbuhkan ke inggin dari pihak suku malayu yang datang dari sumatra dan Aceh, hingga jawa juga.
Pembelajaran saya juga kata pak Anang yang di zaman orde baru itu untuk mempelajari sejarah kerajaan Kalimantan ini, dan saat itu saya di danani oleh pemerintah juga untuk mengajak mahasiwa lambung makurat untuk mengadakan studi di Kaltim untuk meneliti bekas peningalan dari kerajaan Kutai Kartanegara yang di angap kerajan paling tua Kalimantan, tapi ada yang membuat menarik dari masalah pengajian studi sejara kutai kartanegara ini, karena penuh dengan debat panas sekali, karena banyak pendapat prediksi dan dugan dari kalangan sejarawan yang juga tidak kuat nya bukti, 1 pendapat pertama nya, Mulawarman adalah raja tertua dari seluruh dinasti kerjaan nusantara, pendapat ini menjadi pertetengan luar biasa juga, terus yang ke 2 adalah, Munawarman adalah Raja dari kerajaan kutai kertanegara, dan ini pendapat paling umum, minim pertetangan, pendapat yang ke 3 adalah Munawarman itu bukan dari kerajan Kutai Kartangera, melaikan adalah seorang raja yang sudah memerintah sebelum ada nya kerajan kutai kartenagara, alasan nya kutai kartengara terlihat jelas budaya tadisi nya hingga adat dan pakain kental nuasa jawa nya, pendapat ini masih dalam pengajian para sejarawan hingga saat ini, pendapat Yang ke 4 adalah, kerejaan kuatai kartanegara itu berdiri di zaman dinasti kerajaan Singgasari di jawa dengan nama raja adalah Kartanegara, dan pada waktu itu Singgasari di jawa terjadi konflik pemberontakan dari para pejabat Singgasari sendiri, dan di tambah datang tentara mogolia raja Kubaik Khan, yang mengirim untusan meminta pajak pada raja katanegara, tapi di tolak nya dan memotong telingga utusan dari mogolia itu bahkan menyatakan perang terhadap nya, dan setelah nya adalah, raja kartanegara yang marah nya tidak bisa lagi di tahan akibat merasa di lemahkan itu, mengrim pasukan ke Mongolia untuk memberi pelajaran dan pembuktian Singgasari paling hebat itu, pasukan dikirim ternyata salah arah berlayar menuju selat malaka, mereka berlayar di laut sulawesi dan kalimantan, dan juga terjadi ganguan badai laut yang memaksa pasukan itu untuk secepat mencari daratan terdekan sebelum kapal nya hancur di terpa bandai, dan pasukan itu di yakini mendarat nya di kaltim, dan setelah terdampar pasukan itu banyak mengalami kerukan kapal, bahkan ada beberapa dari kapal tersebut karam di perjalanan, mereka juga kehilangan banyak bekalkan makan dan lain, dan jika juga waktu itu masih keras pergi ke Mongolia, maka itu arti bunuh diri karena pasukan sudah kelaparan dan kelelahan akibat badai di laut, tapi waktu saat itu juga Kubhlia Khan juga mengrim pasukan untuk menghukum raja Kartenegara serti penggikut nya sudah menyatakan perang pada nya, tapi ternyata kartanegara sudah mati di bunuh saat itu, singgasari teracam runtuh, dan pada akhir runtuh juga, dan datang pasukan mongolia, yang di manfaat kan olah raden wijaya anak keturunan kartengara yang berang dengang wangkang, raden wijaya berhasil perang melawan wangkang, dan mulai menyerang balik pasukan mogolia, dan secara tidak langsung pasukan perang yang dikirim oleh kartenagara tadi pulang dan sampai sudah jawa, atas bantuan pasukan itu raden wijaya mengusir pasukan mongolia dari tanah jawa, alhasil berdiri lah majapahit, pertanya apa hungan dengan kalimantan ini, hungungan nya adalah kuat kebenaran nya, yang mendirikan kerajaan Kutai Kartanegara itu adalah pasukan yang di kirim oleh Kartangera untuk ke mogolia namun salah arah dan terdampar, kapal rusak dan hanya sebagian saja lagi yang bisa pulang ke jawa, dan maka yang tertingal lah yang mendirikan kerajaan kutai kartenegara itu, untuk menghurnati raja mereka, maka di berilah nama Kerajaan kutai Kartengara.
Pembanca itulah pendapat para sejarawan yang masih di pelajari dan diributkan sejarawan atas keberanaran nya, belum ada hasil nya higga sekarang ini, namu yang membuat mencolok nya, hungan Kerajaan Kutai Kartenegara itu bukan saja nama nya, tapi budaya tradisi nya juga, walau sedikt perngaruh budaya dayak dan bugis melayu, tapi kuat nya tetap budaya tradisi adat istiadat jawa nya, dan kawan-kawan dari penulis sejarah sepakat, Kerajaan Kutai Kartenegara itu berdiri pada tahun 1300 atau abad 13, tahun ini juga yang banyak di setuju orang dan di tentang banyak pihak, tapi pada inti semua gagasan tersebut belum ada bukti kuat nya untuk bisa di nyatakan keberanara nya, tulisan di atas tadi seudah memberitahukan anda pembaca, sejarah kalimantan sangat tidak jelas dan kabur cerita dan bukti nya, dan sejarah kalimantan yang bisa benar di telaah kebenaran nya, hanya pada masa kalimantan di datangi oleh suku melayu dan jawa saja, dan pada inti nya adalah sudah berdiri kesultanan Banjarmasin saja, yang hampir semua Sejarah yang di tulis dan benar nya, seperti perdebatan sebuah kerajaan yang bernama Nansarunai di kalimantan, dan kerajaan ini di duga ada sebelum kesultanan banjarmasin dan Negara Daha berdiri nya, mungkin bisa di katakan poda tahun 1400-1500 atau abad ke 14 dan 15.
Kerajaan Nansuranai ini, menjadi polemik pada perdebantan suku banjar melayu dengan suku dayak, ke 2 suku ini saling mengalaim mereka yang medirikan nya, hingga budaya tradisi nya adat nya dan agama nya, namu dalam pada saya kata pak Anang, Kerajan Nansarunai adalah sebuah cerita dongeng, yang di cari kebenaran nya oleh ahli sejarah, dan juga beluam ada yang bisa memastikan di mana letak sebenar nya kerajaan Nansarunai itu, kadang dari beberpa buku sejarah yang menguak sejarah kerajaan Nansarunai ini, di Internet pun banyak blogger dan web artikel yang membahas nya, namu saya sebangai orang kalimantan asli yang lama hidup ini, belum ada kejelasan pasti nya, dan kebanykan dari penelitian kami, yang banyak menglaim masalah kerajan Nansaurai tadi adalah suku dayak, namun banyak serarawan menelok nya, alasan penelokan nya adalah, pertama nama nya Nansarunai itu adalah bahasa Melayu, dan kebanykan tulisan buku bahkan kadang ada gambar nya, baik dari segi lukisan pahatan batu, yang sangat ketantal sekali nuasa Melayu nya, dan hampir bertentangan dengan budaya tradisi adat istiadat dan agama nya dari suku dayak, yang penuh dengan mistik nya, selama ini kami bertanya pada tokoh keturunan dari dinasti kesultanan Banjarmasin, tidak ada lagi bisa dan berani suku melayu pendiri kerajaan Nansarunai itu, bahkan yang menudingi nya, Nansarunai sebuah doktrin sejarah Kalimantan, foto atau batu hinnga patung juga di katakan doktrin, dan tidak ada kerterngan di mana Nansarunai itu ada.
Seperti yang sudah di katakan tokoh sejarawan Malasyia itu tadi, terang-terangan membantah nya, dan punya bukti kuat menyangkut kehidupan suku daya di kalimantan ini, yang di katan hidup berpidah-pindah dan nonmade, dan juga belum banyak yang bisa membuat besi dan baja sebagai pekakas rumah tangga hingga militer, jadi bangai mana ada suku dayak bisa mendirikan sebuah kerajaan bernama Nansarunai itu tadi, jika memang dulu sebelum ke datangan suku jawa dan Melayu ini ada sebuah pemerintah keraja dari suku dayak, maka kata pak Anang saya berani menjamin nya 100% dengan taruhan nyawa saya, jika kerajaan Nansarunai kerejaan suku dayak itu ada, maka Kesultanan Banjarmasin itu tidak pernah ada, kenapa begitu, jawaban nya sederhana, kerajaan Nansarunai pasti sudah memerangi suku melayu mendirika kerajaan Negara Daha Hingga kesultanan, sampai mati, dan juga jika suku dayak itu sudah punya pemerintah tidak mungkin hidup nonmade berpindah-pindah mengumpulkan kan makanan, dan panya bukti peningalan sejara budaya tradisi walau kerajaan itu sudah hancur dan bubar, tapi itu tidak terlihat sama sekali di suku dayak Kalimantan, dan jika suku dayak di tanyai mengenai kerjaan Nansarunai itu siapa raja, juga tidak bisa berikan jawaban pasti, dan jika di tanyai apa penyebab runtuh Nansarunai itu beserta hilang nya budaya tradisi, jawaban dari pihak suku dayak, Nansarunai telah di serang oleh kerarajan lain yang inggin berkuasa di kalimantan ini, nah di tanyai kerajaan mana yang di maksut suku dayak yeng telah menruntukan Nansarunai, tidak ada bukti dari kesultanan Banjarrmasin secara resmi pernah Perang dengan Nansarunai, bahkan sudah di katakan Nansarunia ada sebelum kesultanan Banjarmasin itu ada, catatan naskah dari banyak kerajaan jawa Sumatera, tidak perbah ada yang mengakui pernah menyerak Nansarunai itu, jadi keraaj mana yang di maksut nya, dan jika ditanyai juga kemana raja dan para mentri pergi saat di serang, dan jika dia meningal di mana kuburan nya, dan jika kuburan nya juga tidak di temukan jua masih bisa di terima, mungkin mayat bisa juga di bakar atau di buang begitu saja, tapi yang di ketahui juga adalah, tidak mungkin dari semua prajurit dan orang-orang kerajaan Nansarunai itu tewas semua, pasti ada yang bisa melulukan diri dari maut entah bnyak atau sedikit, dan jika kalian adalah orang yang di maksut selamat dari maui itu adalah kalian, kanapa tidak menalujukan pemerintah nya, atau membangun nya ulang, dan di mana para ahli pembuatam besi dan baja menjadi kan sebuah pedang, contoh lihat lah kerajan di jawa, Kerajan Singgasari Runtuh dan raja tewas, tapi ada yang lulus, lalu melanjutkan perjungan untuk mendirikan ulang kerajaan nya lagi, seperti raden wijaya yang selamat lalu membangun kerajaan majapahit, dan itu sama semua dengan kerajaan seluruh Nusantara ini, Samudra Pasai diserang dan runtuh sama sekali, tapi walau begitu ada dari mereka yang selamat dan melajutkan perjuangan itu, dan menjaga corak budaya dan tradisi nya, hinga berhasil kembali menderikan kerajaan nya kembali, meski nama kerajan tersebut berbeda, corang budaya dan tradisi nya masih ada, aneh jika tidak ada, contoh paling sederhana dan mudah dimengerti adalah, Kesultanan Banjarmasin, berapa kali di gempur belanda, hingga istana nya hancur rata dengan tanah, lalu pindah ke Martapura, dan itu juga masih deserang belanda, bahkan belanda berhasil menduduki nya, hngga sultan adam meninggal dunia, di lanjuti anak nya Tamjidila yang di belanda jadi raja, dan Hidayatulah saudara yang di angkat takyat banjar menjadi raja, walau kerajajan nya hancur dan raja jadi boronan tapi nanti pasti ada anak cucu nya dan kerabat nya mendirikan ulang kesultanan Banjarmasin, dan begitulah semua Keraajan di dunai ini, jadi itu Nansarunai itu, belum bisa di katakan pernah ada di Kalimantan ini, hanya masih cerita dongeng dari mulut ke mulut saja, mudah-mudahan kelat para generasi muda kita bisa memecahkan mesteri sejarah Kalimantan ini dengan sangat jelas dan bisa di pertangung jawab kebenaran nya, dan saya sedikit pun tidak bermaksut untuk memojukan suku dayak, tapi ini semua adalah kenyatan yang terjadi di terima atau tidak nya, dan setelah kita bicara Nansarunai ini maka kita lanjut membahas yang berikut nya, dan Nansarunia masih belum bisa di nyatakan muklak ada nya walau sudah banyak tex tulisan nya, bukti nya belum di temukan lagi, dan kita lanjut bicara tahap berikut nya, yaitu wala perubahan dan kemajuan kalimatan yang di prediksi oleh banyak ali sajarah berawal dari tahun 1400-1500 masihe, atau abad ke 14 dan 15.
Yang membawa perubahan dan kemajuan di Kalimantan adalah suku melayu dari Sumatera, Aceh dab Jawa, setelah ke datangan mereka ini dengan waktu yang tidak terlalu lama banyak membawa kemajuan, kusus nya perdangan, perkebunan,  perternakan dan macam lagi yang di cari para orang suku jawa dan melayu untuk di beli dan jual lagi, menurut sejarah yang tertulis dalam bahasa Arab yang di yakini di tulis oleh ulama besar Banjarmasin, yang bernama Muhammad Arsat Al Banjari, yang menceritkan gambaran Sejarah Banjarmasin, dan tepat nya adalah didirkan nya kerajaan melayu awal yang bernama keraja Neraga daha, yang berlukasi di banua 5, atau disebut orang banjar, hulu sungai, dan sekarang adalah Kabupaten Amuntai, daerah paling utara dari kalimantan selatan, namun sayang, kami kehilangan sebagian tex tulisan Muhammad Arsat Al Banjari, dan juga tidak di cantukan nya siapa orang pertama mendirikan kerajaan Negara Daha ini, walau begitu Kerajan Negara Daha ini bunya bukti fisik dan nyata, bahkan saya mendapatkan data dari Kesultanan Demak dan Mataram di Jawa, yang menuliskan ada sebuah kerajaan melayu berdiri di Kalimantan yang bernama Negera Diva mentur bahasa jawa, tapi bahasa umum nya Negara Daha, di dalam catatan berbahasa Arab itu menyatakan Budaya tradisi adad istiadan dan Agama resmi dari kerajaan negara daha ini adalah Hindu Bhuda, corak warna nya adalah kuning, tapi biar beragama hindu, hindu tidak sama dengan yang di jawa, dan Sumatera, agama hindu dan bhuda di kerjaan negara daha melebur bersatu dengan kiyakinan oranhg melayu saat itu, ditambah budaya tradisi orang dayak, dan sedikit ada ke jawan nya, namu di Tex kesultanan Demak juga tidak menjelaskan daerah kekuasa daerah totorial nya, nama raja, bermusuhkah dengan suku dayak atau tidak, bagai mana cara pemerintahan serta hukum juga tidak di ketaui, dan kadang ada orang kalimantan, kerajan negara daha ini lah yang disebut-sembut suku dayak Kerajaan Nansarunai itu, karena ada bukati nya tercatan juga di tex kesultanan demak, bahwa suku dayak yang ikut jadi prajurit di kerajaan negara daha itu, dan ada lagi yang lain mengatakan bahwa orang melayu menikahi orang suku dayak, tapi belum ada bukti akurat nya masih, dan paling nyata dan berbukti banyak tercatat di kerajaan nusartara ini adalah, Kerajaan negara daha Hancur di serang pasukan prajurit yang tidak di kenal saat itu, dan semua istanan di kepung, namun raja nya berhasil lulus dari serangan itu, dalam waktu tidak lama, Negara daha di dirikan lagi, atau pindah daerah nya, yang dari Amuntai ke daerah danau Panggang yang juga masih daerah Amuitai itu jua, dan setelah nya lagi dan yang terahir sebelum runtuh negara daha, pindah nya kerajaan negera daha ke daerah Bernama Negara, dan sampai saat ini, wilayah itu masih bernama Negera.
Dalam sebuah pertemua forum kesatuan orang melayu di Banjarmasin, membahas sejarah budaya tradisi adat istiadat dan agama di kalimantan itu, ada yang berpendapat bahwa pasukan yang menyerang kerajaan Negara Daha itu adalah, prajurit dari Sumatera dan Aceh, yang mulai menyebarkan agama Islam ke sulruh nusantara bersama kesultanan Demak dan Mataram, tapi tidak ada bukti kuat nya, namun keberandan orang Sumatera dan Aceh, sudah ada, dan Suku Melayu Banjarmasin adalah berasal dari Sumatera dan Aceh, sebelum Islam masuk nusantra, kerajaan Negara Daha ini tidak kuat dan tidak bertahan lama, karena terus terjadi pemberotakan dari orang dalam Kerajaan Negera Daha tersebut, yang pada Akhir nya berebut kekuasa, anatara seorang Pangeran Sumadera dengan paman temengung, hinga Samudara inggin di bunuh karena membahayakan kekuasa paman temengung itu, lalu ada patih dari Sumatera bernama Patih Masih yang menyelamakan Samudara, dan membawa nya ke daerah kekuasa nya di sungai kuin, dan di temani oleh Patih Rumah juga kerabat patih Masih dan Lambung Makurat saat itu, banyak orang di kalimantan menglaim Sumadra adalah pewaris yang berhak atas tahta kerajan negara daha, bukan paman temengung itu, dan saking banyak orang yang bicara masalah itu, pada akhir memaksa paman temengung pergi mendatangi Sumadera untuk membunuh, namun Patih Masih menyelamkan nya, dan atas kesepakatan bersama, antara Patih Masih dan Patih Rumah dan orang-orang yang tinggal di kuin itu, menyatkan dan menobatkan Samudara menjandi raja Mereka, dan mereka orang-orang kuin yang di bawah komando Patih Masih berjanji membangun kerajan baru, dan melepaskan diri dari Kerajaan Negara Daha, namu saat itu kekuatan dari orang-orang kuin itu belum mampu menandingi Negera Daha, dan atas dasar itu lah mereka mengirim surat pada Kesultanan Demak dan Mataram di Jawa untuk minta bantuan nya melawan kerajaan Negara Daha itu, Patih masih lama menungu surat balasan dari Demak dan Matarap itu mendapakan hasil balasan surat yang kurang memuaskan yaitu, Demak dan Mataram mau menbatu nya melawan Kerajaan Negera Daha, tapi ada sarat nya yaitu jika nanti menang Patih Masih dan Pangeran Samudra harus masuk Islam dan membangun sebuah mesjid di kuin, jika sepakat dengan sarat itu maka balas lah sarat nya, dan jika tidak sepakat maka jangan di balas surat nya, tapi apa mau di kata lagi sudah, mau tidak mau harus mau masuk Islam, karena desakan serangan Negara Daha yang bertubi-tubi itu, bakan memblokade sungai kuin itu, setelah surat di balas tidak berlangsung lama, prajurit kesultanan Demak sampai ke Banjarmasin, dan membantu Patih Masih melawan Negera Daha, dan pasukan Demak mendesak terus menyerang Negara Daha, hingga pada akhir nya terjadi genjatan senjata, paman temungung dan Samudra akan berduel adu ketrampilan bela diri masing-masing, dan terjadilah pertarungan antara Paman Temenggung dan Sumadura di atas jukung di sungai kuain, tapi tidak berlangsung lama, karena Paman Temnggung menyerah, dan Samudara menang, dan Demak menagih janji nya ke pada Patih Masih dan Samudara untuk masuk Islam hari itu jua, dan Patih Masih langsung bersedia dan Sumudra pun langsung juga mau juga, maka dari itu kesultanan Demak mengati nama Pangeran Samudara menjadi Sultan Suriyansyah, dan menjadi Raja Banjarmasin pertama yang masuk Islam, Suriyansyah pun membangun Mesjid pertama di Banjarmasin, dari saat itu berdiri Kesultanan Banjarmasin, dan masa ini lah yang membuat perbuhan dan peleburan Budaya, Tradisi, adat Istiadat orang Banjarmasin, Agama Hindu dan agama sebelum melebur menjadi satu menjadi Agama Islam ala Kalimantan, walau Jawa yang mengislamkan nya, namun Islam Kesultanan Banjarmasin, terpengaruh Islam Sumatera dan Aceh, Islam nya sangat kuat dan keras sekali, cara kesultanan Banjarmasin menyebarkan Islam di Kalimantan ini banyak di lakukan dengan aksi kekerasan dan pemaksan pada suku dayak. 
Pertanyan yang di timbul adalah, anak siapakah Pangeran Samudara itu, dan apa hubungan nya dengan Kerajan Samudra Pasai, dan kenapa banyak orang kalimantan Pangeran Sumudara itu dengan Aceh, apakah nama nya yang sama dengan kerejaan Aceh itu, nah ini belum bisa di jawab lagi, karena tidak ada bukti lagi tentang terkait nya Pengeran Sumadara ini dengan Aceh, mudah-mudahan nanti bisa terjawab jelas, namu semua orang Melayu yang ada di Kalimantan ini bersalal dari Sumatera, Aceh dan Malasyia, tapi budaya dan tradisi nya saja berubah karena lingkungan sosial kalimantan yang melahir kebudaya dan tradisi melayau yang berbeda dengan campuran banyak budaya tradisi adat istiada dan agama, jawa dan suku dayak ikut benjadi campuran budaya tradisi orang Banjarmnasin, agama hindu, anenisme dan Islam becapur juga jadi, dan akhir membelah agama islam menjadi 2 aliran, satu yang fanatik, dan satu nya lagi sudah menyimpang dan sesat keluar jalur keyakinan agama islam itu, dan masalah agama ini kita akan bahas di awah nanti, sekarang kita kembali ke topik pebahasan tadi.
Setelah resmi nya bediri kesultanan  Banjarmasin, dengan di pimpin oleh Sultan Sutiyansyah, telalah menerubah alur budaya tradisi dan agama orang yang tingal di kalimantan ini, dan Sultan Suriyansyah adalah raja awala yang tangguh, yang tidak bisa lagi di tiru oleh anak cucu nya keberania dan kecerdasan Suriyansyah, karena di dalam kesultanan Banjarmasin, hanya beberpa sultan saja yang benar berjuang berani selama dalam pemerintahan, dia adalah Sulatan Adam, pecitus dan penulis udang-udang hukum kesultanan Banjarmasin, dan akhiri di serang belanda, anak nya Sulatan Adam ada 2 yang banyak di kenal orang, yaitu Tamjidilah dan Hidayatulah, tapi yang paling berjak atas tahta kerajan adalah Hidayatullah, bukan Tamjidilah, karena surat wasiat Sultan Adam sebelum beliua meninggal dunia, nencituskas Hidayatulah pengati nya, dan bigitu juga rakyat Banjarmasin, memilih hidayatulah sebagai sultan, di sebabkan Hidayatulah adalah orang fanatik beragama Islam bermoral dan sopan, sedakang saudara nya Tamjidalah suku minum arak dan bermamukan, dan yang mengakat Tamjidilah jadi Sultan Adalah Belanda walau tidak di dukung orang Banjar saat itu, dan Hidayatulah mulai di musihi dan akan di asingkan ke jawa nanti nya, namu hanya menungu waktu saja Belanda itu, dan pada akhir dua bersaudara Tamjidilah dan Hidayatulah di asikan ke Jawa barat, dan peta kesultanan Banjarmasin berubah lagi, dan Belanda menyatakan secara resmi kesultanan Banjarmasin telah di hapuskan separti kesutanan palembang Sumatera, walau begitu bukan berati orang Banjar dan penduduk kalimantan mengakui penghapusan kesultanan Banjarmasin itu, namu hanya di agap vakum saja, dan itu benar dengan Tampilnya Penembahan Pangeran Atasari, dan Aling, Sutan Kuning di Tambai Makah rantau, yang pada akir nya mejadi hari bersejara di Banjarmasin, bermuala dari gerekan Aling di tambai makah yang menghidupkan semangat juang melawan belanda, maka ada seorang penjuang kemerdekan Aceh, yang di jadikan budak oleh Belanda di Tambang Batu bara Muning perangrun Rantu, orang Aceh di sebutkan dalam tex sejarah Banjarmasin, bernama Ali, namun tidak muat dalam tex Banjarmasin secara ditael tentang Ali ini, bermula Ali dari berpura-pura jatuh dan serdadu belanda mendekati nya, lalu Ali menyerang dengan menganlungkan ranta tanganya ke serdadu tersebut, yang lain melihat nya maka mengikuti Ali walau tanpa di ajak dan di perintikan untuk melawan, dan Ali juga di membuat rencana itu, hanya modal nekat saja, di Tambang Batu bara belanda terjadi keributan dan pembakaran besar oleh para budak kerja paksa belanda itu, dan ini mengawali Tampil nya Perlawanan Pangeran Antasari, dan Temenggung Surapati salah seorang dari dayak bakumpai beragama muslim, dan mereka berdua ini juga orang paling gigih berjuang melawan Belanda, walau Pangeran Atasari meninggal dunia pada tahun 1862, Temenggun Suarapati berjuang sendiri, hanya di bantu anak-anak dari antasari saja lagi, dan setelah meninggal nya Suarapati perjuangan di lanjuntkan oleh Muhammad Seman Anak dari Pengeran Antasari dan dibantu orang dayak bakumapai dan Aceh pada saat itu, Muhammad Seman adalah ketrunan kesultanan Banjarmasin yang terahir yang paling berani melawan Belanda, dan dia pun meninggal dunia secara terhormat, Seman tertembak oleh belanda pada tahun 1906 di tanah dusun Kalteng, antara puruk cahu dan Mauara Teweh, walau perjungan melawan belanda di lanjukan dari Anak Muhammad Seman, tapi tidak ada lagi yang bisa melakukan, apa yang di lakukan Suriyanhsah, Sultan Adam, Hidayatulah, Pangeran Atasari, Temengung Surarapati dan Muhammad Seman, sampai terjadi nya kemerdekan Indonesia tahun 1945 17 Agustus, tapi sampai sekarang kesultanan Banjarmasin masih berdiri, tapi tidak lagi memerintah, karena sudah masuk dalam NKRI, yang memakai hukum Pancasila, dan Gebernur dan Bupati lah yang memerintah lagi di Kaliamatan, dan begitu sejarah Banjarmasin.
Kita lanjut ketahap berikut nya, semua orang tahu Bahwa sentral agama Islam di Kalimantan adalah Banjarmasin, dan ini adalah sebuah rahasia terus di jaga oleh pemerintah Banjarmasin dan Kalimantan, tidak banyak yang tahu perkara ini, dan jika ada yang tahu juga dan menyebarkan bisa di tangkap dan di penjarakan oleh pemerintah Banjarmasin, rahasia itu adalah kekejian yang di lakukan oleh Kesultanan Banjarmasin untuk menyebarkan Islam di Kalimantan, hanya ada 2 pilihan bagi suku dayak, masuk Islam atau di hukum mati, dan ini berlangsung sangat lama, atau tepat nya selama 239 tahun lama nya, pokok nya sebelum belanda dan ingris ada, karena saat Ingris dan Belanda datang ke kalimantan  perang terjadi, misi menyebarkan agama di tunda karena perang melawan Ingris dan belanda saja lagi sampai Indonesia Merdeka, saat kami menelusuri wilayah kalimantan dulu kami ada menemukan bekas kamp sebuah prajurit meliter di antara perbatasan Kalse Kaltim, tapi kami belum bisa memastikan bahwa kamp itu milik kesultanan Banjarmasin, di sekitar kamp itu kami menemukan tumpukan tulang manusia sangat banyak sekali, dan kamp di namai oleh orang di sikitar situ adalah gua tengkorang, tapi saat kami berdikusi bersama kawan-kawan, hanya ada 2 dugan siapa yang punya kamp itu, jika bukan kesultanan Banjarmasin, berarti kamp itu bekas tempat acara ritual budaya tradisi suku dayak yang bernama mayau, tapi kalau di lihat dari sigi lokasi nya, kesultanan Banjarmasin lah yang punya kamp tersebut, karena ada peningalan senjata berupa parang moderen pada saat zaman itu, dan parang itu yang bisa membuat nya adalah, tukang besi kesultanan Banjarmasin yang berlokasi di Negara bekas kerajan Negara Daha dulu, tapi entah lah tidak ada bukti kuat nya untuk memastikan siapa yang punya kamp itu, bisa penjajah Inggris atau Belanda.
Jika anda yang bertanya ke orang suku banjar tentang kekejaman masalah penyebaran Agama Islam yang sarat dengan pemaksaan dan kekerasan, maka orang suku banjar akan mengalihkan pembicara, bahkan kadang yang marah, dan itu bisa di pahami, karena mereka menjaga nama baik kesultanan Banjarmasin, kami juga dalam penilitian sejara budaya tradisi Kalimantan pada tahun 1997 lalu menemukan sebuah bukti di antara makam dari tokoh pahlawan rakyat banjar yang tidak di hargai jasa nya oleh pemerintah Indonesia di daerah Rantau itu, bukti itu adalah sebuah senjata tajam parang yang bertuliskan hurup Arab, kuat dugan parang itu milik datuk Sangul, di situ tertulis perang suci umat muslim, dan disitu juga kami menemukan bekas ranta kaki dan tanggan untuk menehan seseorang, dan banyak pendapat tetang penemuan tersebut, Kesultanan Banjarmasin, telah melakukan perbudakan terhadap suku dayak yang tidak mau masuk Islam, mereka suku dayak di suruh menebang pohon kayu ulin dan membawa nya ke Banjarmasin untuk membangun pasilitas umum rakyat Banjar, seperti sekolah pesantren, wadah tempat orang berkumpul, jembatan dan lain nya, karena menurut Ali Pahsa tokoh sejara Aceh, tidak mungkin kesultanan Banjarmasin bisa melakukan pembangunan dengan waktu singkat dan biyaya besar untuk melakukan nya, dan itu pasti sudah terjadi perbudakan suku dayak, tapi saat kami bertanya pada tokoh dayak, apakah benar dulu kesultanan Banjarmasin memperbudak suku dayak yang tidak mau masuk Islam itu, suku dayak itu pasti mengelak dan tidak mau mengakui nya, mungkin karena malu atau takut saja, karena penumuan bukti fisik kami menyatakan 80% kesultanan Banjarmasin memperbudak suku dayak dan memaksa nya masuk Islam, dan meningal budaya tradisi biadap suku dayak yang bisa menjadikan manusia sebangai tumbal budaya tradisi nya itu, tapi entah lah, kami tidak terlalu mau jua terus menekan suku dayak untuk jujur memberika keterangan nya, tapi pada inti nya kami semua sepakat kesultanan Banjarmasin melakukan perbudakan terhadap suku dayak itu, di terima atau tidak nya, kami punya bukti yang bisa di jelaskan nya.
Dari berdiri nya Kesultanan Banjarmasin itu 500 tahun yang lalu, membuat ramai nya perdangan nusantara, banyak pedangan yang datang ke kalimantan dan menyadarkan kapal-kapal nya di pelabuhan Bandar Masih atau pelabuhan Tri Sakti, dan disini juga terjadi lagi pertukaran dan peliburan budaya tradisi Kalimantan ini, kemajuan kian pesat sekali hingga mendakang pedangan Timur Tengah dan Asia besar, tapi yang ada harus tahu adalah, sebelum kesultanan Banjarmasin itu ada, orang Islam sudah ada yang tinggal di kalimantan, namun mereka tidak menyebarkan agama islam itu, mukin takut juga, bukti kami menemukan hampir 50 lebih makam orang muslim yang di batu nisan nya tertulis nama dan tahun dengan bahasa arab, tahun meninggal umat muslim itu banyak pada tahun 1256 dan seterus nya, dan saat kami memangil Tim penelitian DNA dan ilmuan geologi menyakan makam itu benar berumur lebih dari 700 tahunan, tapi kami belum bisa memastikan orang muslim suku apa yang di makam kan disitu, bisa mereka bukan dayak juga bukan melayu, bisa dari luar kalimantan, Walau Sultan Suriyansyah tidak terlalu lama memerintah Banjarmasin, tapi sumbangan pembangunan dan kemajuan sangat besar, warisan budaya tradisi ada istiadat dan agama nya sampai sekarang masih bertahan, memang kesultanan Banjarmasin, meniru cari pemerintahan Aceh, yang menjadikan AL-Qu'an sabagai landasanya dasar nya, tapi banyak juga di  buat nya hukum oleh inisiati pemikiran nya sendiri, atau menambahkan fungsi hukum itu sendiri.
Tidak bisa di bantah juga peranan kesultanan Banjarmasin paling menuntukan perjalanan sejarah Kalimantan ini, Seperti tulisan pajang dari seorang serdadu belanda yang bernama Andrensen yang bertugas sebagai gubernur pemeritah Belanda di Banjarmasin, disitu memamparkan semua peristiwa penting yang terjadi kalimantan, saat pemerintah Sultan Adam, Andrenses memamarkan, saat saya bertugas menelusiri sungai barito dan berjalan di hulu sungai dan di pulau tatas, tidak bisa di bantah bahwa suku dayak menyebut atau mengelari kesultanan Banjarmasin itu adalah penjajah, perampas harta suku dayak dan pemaksan Agama dan budaya tradisi islam, tapi juga kata Andrensen suku dayak harus berterima kasih juga pada kesultanan Banjarmasin, karena mereka lah yang berjuang mempertahkan Kalimantan baik dari pihak kami belanda dan Inggris atau pasukan penjajah yang menguasi Kalimantan ini, tulis Andrensen kita tahu bahwa bangsa kita eropa yang kusus nya ras kulit putih telah melakukan pembantai paling keji dan biadap tidak bermoral di Astralia terhadap kaum suku Aborigen, dan pembantain suku Indian di benua Amerika, pembatain di benua Afrika, dan jika Kesultanan Banjarmasin tidak ada, maka pembatai yang saya sebutkan tadi terjadi di Kalimantan, Kusus nya pembatain suku dayak, dan Kalimantan tidak pernah menjadi wilayah kesatuan Republik Indonesia, atau Malasyia, tapi kalimantan menajdi tanah orang eropa seperti bumi Autralia dan Amerika, mudah bagi kaum penjajah Eropa untuk menghabisi semua suku dayak di Kalimantan dengan waktu hitungan bulan saja, kanapa begitu mudah, alasan nya adalah, suku dayak tidak bisa membuat senjata dan pekakas militer dari besi dan Baja, mereka juga tidak bisa membuat perahu perang, perpecahan pun juga terjadi di antara kalangan mereka sendiri, perang saudara suku dayak, atau perang antar kelompok suku dayak berdeda pandangan nya, dan Tradisi budaya mayau nya itu, dan selama ke datangan kami Belanda di Kalimantan kami tidak pernah di halangi dan di perangi oleh suku dayak, suku dayak juga hampir tidak pernah membuat kami repot dalam mendirikan pemerintahan Belanda di Kalimantan ini, semua serdadu Belanda yang saya pimpin sendiri masuk hutan Kalimatan, kami banyak berjumpa dengan suku dayak, namun mereka tidak peduli kami dan seluruh apa pun yang kami lakukan, paling juga mereka milihat apa yang kami lakukan dari kejauan saja, atau di atas pohon besar saja, kami juga tidak menemukan ada nya bangunan rumah permanen suku dayak yang ada di pedalaman kalimantan, semua tempat tinggal suku dayak tidak ada yang permanen nya, hanya bersipat sementara saja, itu di sebabkan karena mereka hidup berpindah-pidah saja, jika ada suku dayak yang kami temuai yang sudah punya rumah tempat tinggal permanen, bekerja bertani, berternak, berkebun karet, dan berdagang, pasti dari kelompok suku dayak bakumpai dan Ngaju, yang tinggal di pesisir sungai barito dan kuala kapuas, Marabahan dan di Atas pulau tatas, dan pasti sudah beragama Islam, dan berubah budaya trdasis adat istiadat menjadi bermoral terdidik secara Islam kuat sekali, dan Sangat patuh pada Kesultanan Banjarmasin, dan memusuhi kelompok suku dayak lain nya, yang non Islam, sebut saja nama kelopok dayak non Islam adalah, Suku Manyan, keharingan, biaju, dan lain nya, dan mereka kerap sekali menyerang suku dayak non Islam, suatu bukti nyata adalah, Temengung Surapati, Sahabat pengeran Antasari, Temengung Surapati julukan dari kaum masyarakat Jawa, dan di Ikuti orang suku Banjara, dia adalah salah seorang kepala suku dayak Bakumpai yang dulu sama seperti kebanyakan suku dayak lain nya, namu saat dia masuk Islam dan berkawan Pangeran Antasari, berubahlah dia secara drastis, dia belajar membaca dan menulis, dia juga berpakian, dan membangun tempat tinggal permanen, dan muali mengajari saudara dayak bercocok tanam, berkebur, berternak dan berdagang, dia juga sepenuh nya melepaskan diri dari budaya dan tradisi adat istiadat serta agama suku dayak nya, di kalangan suku dayak Bakumpai dan Ngaju Temengung Surapti adalah pahlawan yang di puja seluruh suku dayak Bakumapai, sering juga di gelari guru nya suku dayak tentang pendidikan skuler dan Agama, dia juga adalah penyelamat hidup nya orang suku dayak bakumpai dari serangan kesultanan Banjarmasin, dalam memaksakan agama islam, dan dia juga temungu Surapati yang melindungi semua suku dayak Bakumpai dan Ngaju baik yang muslim atau tidak nya, dari serangan kami Belanda dan Inggris, dan aksi dari terkenal yang di catat oleh sejarah adalah, ketika Pangeran Antasari dan Temengung Suarapati menyerang kapal uap milik kami di sungai Barito dan menengelamkan nya, bahkan Temengung Surapati ini ke kami Belanda Menyerang dan Menangkap suku dayak Manyan dan keharingan di tanah dusun hulu, Temungung Surapati menghalangi kami dengan serangan nya, padahal suku dayak manyan dan keharingan itu jelas musush bebutan nya yang acam sekali bertika saling bunuh, tapi dia tetap membela nya, dan atas dasar itu saya gubernur Belanda Andresen kagum pada nya, ke Inggin Temengung Surapati yang tidak pernah tercapai di lakukan adalah, mengislamkan seluruh suku dayak yang tingal di kalimantan, serta mendidik nya menjari nya berhitung dan membaca, dan menghilangkan budaya dan tradisi adat istiadat suku dayak yang sarat kebiadapan pengorbanan tumbal manusia itu untuk selama nya, dan menjadikan 1 golongan suku dayak menjadi sebuah kesatuan kerajaan yang punya hukum kuat pemerintah militer dan mendirikan kerajaan Kalimantan Raya, yang akan menjadi pemerintah besar Kalimantan di bawah kesultanan Banjarmasin, temungung Surapati juga lah orang nya, yang telah membangun sekolah-sekolah di tanah dayak, di bantu suku banjar semua jasa tidak bisa di bayar dan dihitung dengan uang, untuk kemajuan suku dayak, dan juga tokoh dayak muslim juga banyak jasa adalah Panglima batur, dia juga kelompok suku dayak Bangkupai yang membuat repot pemerintah Belanda di Kalimantan, acap kali Panglima batur dan kawan-kawan nya sesama dayak muslim seperti Demang Lheman, Wangkang menyerang benteng tatas kamp militer Belanda, di bawah Komando Ali seorang Aceh yang di percayai Temngung Surapati, dan semua ke inggin Temengung Surapati saya ketahui dan saya cacat, ketika genjatan Senjata kami Belanda dengan Kesultanan Banjarmasin, yang di wakili oleh Temengung Surapati, dalam genjatan senjata itu di lakukan di atas kapal uap kami di sungai Barito, Surapati datang dengan 2 Anak nya dan kawan nya mengunakan jukung saat itu, kami Belanda mengajak beruding dan meminta Kesultanan Banjarmasin untuk bekerja sama dalam pemerintah, dan kami Belanda akan memberikan hak sipil pada anda, kami tidak mengagu kesultanan Banjarmasin, dan sebalik nya, dan Kesultanan Banjarmasin tidak mengagu pemerintah Belanda, kita bagi hasil dalam kerjasama, Namun Temenggung Surapati Menolak nya dengan Tegas, dan sambil berteriak dengan keras mengatakan apa ki Inginan nya seta janji yang terulis di atas tadi yang tidak tercapai, dan di tambah juga dengan menerikan supah setia pada kesultanan Banjarmasin, kusus untuk Pangeran Antasari, Bahwa saya Surapati bersumpah bahwa 7 keturunan saya akan memerangi Belanda apa pun resiko, dan jika ada keturunan saya yang bersekutu dengan pihak Penjajah Kelimantan siapa kelompok nya maka dia bukan ketrunan saya, dia adalah terkutu oleh tuhan Allah maha penyayang dengan hamba nya, dan setelah Bertiriak Temunggung Surapati Menyerang Saya dan Serdadu pengawal saya, dan kawan-kawan juga dengan cepat pakai jujung naik ke kapal kami hingga pertikan tak terhindari lagi higga jatuh nya korban antara pihak kami dan Surapati, di pihak kami Belanda 4 serdadu meningal, dan di pihak Surapati meninggal 7 orang karena tertembak oleh serdadu kami, dan saya akui tekat mereka yang tidak beruding itu, kami pun pulang, dan Saya Andresen telah di Angap gagal oleh pemerintah Belanda yang berpusat di Batavia, saya pun di tarik pulang dan di gantikan dengan yang lain, dan kepada Temunggu Surapati, dan pendahulu nya Pangeran Antasari, saya menghormati perjuangan kalian semua nya.
Nah itu lah Catatann seorang Gubernur Pemeritah Belanda di Banjarmasin yang kami dapat dari Pak Anang, yang menjelaskan ke ada Kalimantan pada abad 17-18-19, jadi walau pun Kesultan Banjarmasin berlaku makar terhadap suku dayak, tapi kesultanan Banjarmasin yang palinggih perang melawan Belanda dan Ingris hingga Autralia di Tarakan Kalimamtan Utra, Seperti yang di katan Presiden Soerhato yang berkujung untuk memulai membangun jalan di Banjarmasin, Kesultanan Banjarmasin, yang sudah mempengaruhi semua penduduk Kalimantan ini, dengan keras nya agama, dan agama jua lah yang membuat perjuangan tanpa henti nya pertempuran yang asal dari parang hingga mungunakan senjata api, dan Kesultanan Banjarmasin jua lah yang menghilangkan budaya dan tradisi adat istiadat suku dayak yang menyimpang, Kesultanan Banjarmasin juga yang membangun perdardangan Kalimantan Hingga saat ini, dan atas dasar itu sudah seharus nya, memaafkan semua tindakan kekerasan pemaksan agama Islam terhadap suku dayak di Kalimantan ini, karena jika Kesultanan Banjarmasin tidak ada, Kalimantan bernasip seprti Australia dan Amerika, penjajah eropa melakukan pembantain besar terhadap suku Aborongin dan suku Indian yang untuk memenuhi hasrat Bumi Australi dan Amerika Tersebut, dan dari detik ini juga saya Presiden Repbulik Indonesia Soerharto meminta Kesultanan Banjarmasin untuk tidak lagi melakukan kekerasan dan pemaksan Agam Islam terhadap suku dayak di Kalimantan, dan Begitu juga suku dayak, terima lah sudah apa yang terjadi, maafkan lah Kesultanan Banjarmasin, dan angap saja suku dayak yang telah tewas di tanggan Kesultanan Banjarmasin sebagai pahlawan Kalian yang membayar perang melawan Belanda oleh kesultanan Banjarmasin, agap saja suku dayak yang di hukum mati kesultanan Banjarmasin adalah tebusan untuk pengorbanan Kesultanan Banjarmasin untuk mempertahakan Kalimantan, dan jika ini tidak di gubris pidato saya ini, saya Soeharto akan menhukum sesua undang-undang 1945 kita undang-undang Pancasila Resmi Republik Indonesia selesai, pidato Presiden Soharto di tulis oleh Angriani wartawan repoter Banjarmasin Pos tahun 1993 lalu, nah pidato Presiden Soerharto ini sudah jelas membuktikan bahwa Banjarmasin adalah pemecu Evulosi Sosial budaya tradisi adat istiadat dan Agama di Kalimantan ini dari mulai nya berdiri Kesultanan Banjarmasin, dan juga anda pembaca paham kira nya, mengapa Kesultanan Banjarmasin, suku Banjar, kuat melawan penjajah Belanda dan Ingris yang datang ke Kalimantan itu adalah agama Islam, dan ini lah mengapa banyak alasan orang mengaikan Banjarmasin dengan Aceh, yang juga sama kaut nya melawan Penjajah Belanda juga di dasari Agama Islam, dan kedua nya juga menyebut perang mereka adalah perang sabil, atau perang suci macam parang salib dalam sejarah dulu, Kesultanan Banjarmasin dan Aceh, mengelari Belanda Kafir darah nya hala untuk di tumpakan, dan jika di tumpahkan akan menjadi pahala bagi orang yang menumpahkan darah tersebut, dan jika mati Melawan Belanda masuk surga, dan juga harus di kataui, hampir seluruh rakyat Banjarmasin, turun ke medan perang melawan Belanda, adalah kehendak dari diri sendiri yang belandaskan Agama Islam, itu lah mengapa sangat kuat sekali dalam berjuang.
Yang membawa Budaya Tradisi Kristen di Kalimantan adalah, Portugis, Belanda, dan Inggris, yang sama juga dengan kesultanan Banjarmasin, menyebarkan Islam, dan hak hayal Temengung Surapati di lanjuti Muhammad Semen, menggap perang melawan belanda adalah perang suci, suku dayak yang terjajah kesultanan Banjarmasin, berpihak pada Belanda, cuma yang unik nya adalah, padahal Belanda juga musuh suku dayak juga, dan suku dayak juga menolak kristen tersebut, acap kali juga belanda memaksa nya, untuk menghilangkan tradisi budaya suku dayak, namu Belanda tidak Sekeras Kesultanan Banjarmasin yang menyebarkan Islam, mereka Belanda para penginjil medekati suku dayak dengan Bantuan yang juga berdusta, perkara ini melahirkan pendapat sejarawan Budaya Tradisi Kalimantan adalah, alasan Suku dayak adalah Agama, dan dendam pada kesultanan Banjarmasin, dan kerap kali juga suku dayak yang sudah maju, atau tinggal di dekat Banjarmasin, membertahukan tempat di mana para Pejuangan Banjarmasin berada, dan jangan juga salahkan pemerintah Indonesia, kusus nya Presiden Soharto lebih memilih Kesultanan Banjarmasin untuk di bela dan di bantu untuk mempertahanakan kalimantan, dan sudah di ketahui juga, bahwa Pemerintah Jakrta menjadikan Banjarmasin menjadi kota sentral Kalimantan ini.
Kembali ke budaya kristen, mungkin jika anda pembaca pernak ke kalimantan berkujung, bekerja, atau para mahasiwa dan ilmuan akan tahu, budaya tradisi baru buatan suku dayak, yang disebu penduduk kalimantan aruh adat. Aruh adalah Bahasa Melayu, yang arti adalah pesta atau sebuah hiburan, kalau di dunia moderen Aruh adat itu seprti konser musik Rock besar, aruh adat adalah ajang perjudian di Kalimantan yang mengatas namakan budaya tradisi adat istiadan dan Agama nya suku dayak di kalimantan, gila nya adalah para pelaku budaya aruh ini kebanyakan dari kalangan mafia penjahat Banjarmasin Kalimantan, bahkan luar kalimantan, suku dayak yang mengkalim budaya tradisi aruh itu milik mereka sudah berdusta, dan kenapa pelaku banyak mafia dari kalangan Banjarmasin, dan bukti kuat nya juga adalah, di atas sudah di catat bahwan suku dayak tidak bisa berhitung dan membaca, dan mengapa budaya aruh atau perjudian ini klaim budaya tradisi suku dayak, ini bukan mermaksut untuk mengihina atau menggap suku dayak adalah penjahat, namun sebalik untuk membersikan nama buruk suku dayak di masarakat luas, karena upacara kematian yang kami teleti dan tercatat sudah dari tahun 2008 lalu, hasil dari pener nyemahan peningalan bukti sejarah kalimantan yang ada di musium Banjarmasin, minyatakan tidak ada suku dayak melakukan budaya perjudian, dan jika itu ada bagai mana cara nya, apa yang di pertarukan suku dayak untuk berjudi di pedalaman kalimantan zaman dulu. sedangkan saat ini saja, suku dayak Kalimantan sudah hampir lebih dari 50% tertingal kemajuan peradapan itu saat ini, jadi kita sudah tahu kayapa di zaman sejarah dulu, karena kaliam budaya tradisi aruh adat suku dayak, di klaim dari zaman sejarah tidak masuk akal, apa lagi bercampuran dengan budaya Kristen yang bawa Belanda, Ingris dan Potogis, dan kita di diskusi avril fans fender di kantor berita canada Banjarmasin, yang memwawancarai pendeta Kristen, yang menanyai budaya Kristen, apakah ada perjudian dan pesta miras jika ada seorang kristen meniggal dunia? pendeta dari Gereja Sinta, Gereja yang paling besar di Kalimantan Tengah di bertempat di kuala kapuas jalan Ayani, itu melok keras budaya dan tradisi kristen yang pesta miras dan judi itu, bahkan iya menyatakan, kami di ajaran kristen tidak di ajarkan untuk pesta miras dan perjudian saat kerabat kami meningal dunia, layak nya agama islam juga yang tidak berpesta dalam sebuah upacara kematian, malah kita di harus mendoakan kerabat kita yang telah mendahului kita di pangil tuhan yang maha esa, dan juga harus bersedih akan kehilngan seorang kerabat yang kita sayangi, kita juga harus merunung bertdoa juga, mengingat kita juga punya dosa, keranya tuhan mengampuni semua dosa kita, dan untuk yang terahir kali nya kita melihak kerbarabat kita yang telah meniggal kita untuk menggiat semua kebaikan nya, dan mererusi semua perjuangan nya, dan juga melakukan hal wajid sudah yang perintahkan tuhan untuk mengurkan nya, aneh kata nya berpesta miras dan berjudi untuk merayakan sebuah tradisi budaya agama, itu sudah melangar moral PKKN kata nya, dan avril fans fender mempertanyakan budaya tradisi adat pesta miras suku dayak, pada Pak Anang, dia menjawa, kalau tradisi budaya pesta miras itu benar ada di suku dayak dari zaman sejarah dulu, namu pesta miras nya ini tidak di lakukan macam aruh adat ini, pesta miras suku dayak adalah untuk mereyakan sebuah kemenenagan dari perang antar kelompok mereka, atau bersukur dan berterima kasih pada dewa mereka itu, dan pesta miras itu tidak di lakukan untuk perkara kesidihan macan upacara kematian, pesta miras suku dayak, pesta sukuran bergembira bukan untuk upacara kematian kata pak Anang.
Nah setelah pak Anang bicara tadi dalam diskusi kantor berita Canada Banjarmasin, maka tiba seorang dari masyarakat Pontianak Kalbar berdidri dengan berkata, saya bisa menjawap masalah tradisi arus adat itu, dan saya punya bukti kuat yang tak bisa di bantah, bukti itu kami dapat saat saya dan kawan dari Balilikpapan membuat buku sejarah suku dayak, kami menemukan seorang dayak manyan di pesisir sungai Barito dan muara teweh, Perjudian itu di bawa oleh serdadu Belanda dan Inggris di tambah Jepang, mereka serdadu Belanda yang dikirim untuk exspedisi masuk hutan Kalimatan ini dari abad 17,18,19 lalu, di kamp meliter mereka serdadu Belanda berjudi sesama dengan kawan nya, dan mereka juga pesta miras langsung di sutu, dan kadang kala suku dayak ikut pesta miras itu dan perjudian dan suku dayak juga tertarik atas keramaian serdadu Belanda di dalam hutan Kalimatan yang gelap dan sunyi itu, mereka serdadu Belanda juga sambil pesta miras dan berjudi sambil membawa kawan mereka yang tewas di serang kesultanan Banjarmasin, kada juga Serdadu Belanda itu, tidak bisa mengubur mayat kawan nya itu, atau di minta langsung atasan mereka untuk membawa pulang kawan nya sesama serdadu yang tewas untuk di makam di Belanda, dan mayat itu di barikan nya oleh serdadu Belanda itu di dekat mereka yang pesata miras serta berjudi itu, dan biasa juga dari serdadu Belanda itu ada di ikuti oleh Prajurit pendeta kristen, yang saat operasi mereka ada yang tewas, maka pendeta tadi sambil mendokan nya, walau pun saat itu terjadi pesta miras dan perjudian di situ, dan lambat laun itu menjadi kebiasa suku dayak, mereka benar-benar meniru nya pesta itu, dan tidak bisa di pungiri juga kenapa serdadu Belanda itu pesta miras, mereka menghilangkan stres dan katakutan akan perang, maka jalan satu-satu nya adalah pesta miras dan serjudi, mungkin uang juga hasil rampasan, dan itu proses terbetuk nya Budaya tradisi adat Aruh suku dayak, yang bahan komposisi nya hingga melahirkan aruh adat itu adala, dari pesta adat suku dayak sendiri yang asal tidak berjudi, Agama Kresten,  yang dibawa serdadu Belanda, dan di ikuti aksi kiriminal oleh suku banjar dan jawa juga, yang akhir nya bercampur dan menyatu lahir nya lah budaya tradisi Aruh adat itu, namun jika kita yang moderen ini memandang nya adalah, Sebuah penyimpangan dan dokrin-dokrin budaya tradisi suku dayak yang di jadikan oleh pihak yang mengabil ke untungan nya, menjadi dalil untuk membuat ijin melakukan praktik berjudian yang berlandaskan budaya dan tradisi suku dayak, dan kami semua pun sepakat sudah.
Nah dalam hal budaya tradisi adat istadat dan Agama Kalimantan ini lanjut bahas tradisi budaya Islam, bercampur budaya melayu suku banjar, Kita sudah tahu sentral agama Islam di Kalimatan adalah Banjarmasin, dan kusus nya di Martapura, Islam kalimantan juga sama dengan Islam Aceh, namu Aceh lebih hebat menjaga budaya tradisi adat istiadat agama Islam, kerena Aceh, tidak keluar jalur Islam dari awal datang nya Islam tersebut, kalau kalimantan tidak kuat menjaga fanatik agama Islam seperti Aceh, di zaman Surapati dan Muhammad Seman Islam kalimantan terpecah menjadi 2 golonga, yang pertama adalah Islam murni yang dari berdiri nya kesultanan Banjarmasin, dan Islam munrni sangat fanatik dan keras, tidak ada kata beruding sengan siapa yang di angap melangar hukum tuhan, dan yang kedua adalah Islam campura budaya suku dayak Kalimantan, dan ini paling banyak di anut masyarakay yang tinggal jauh dari Banjarmasin, pertanya apa beda nya golongan Islam ini? beda nya adalah fanatik dan keyakinan kuat nya yang tidak terpenguruh dan konsiten disiplin AL-Qu'an.
Kita bahas Islam murni kalimantan dulu, yang di maksu Islam murni adalah, Islam yang memakai pedemon dan acuan nya adalah Al-Qur'an dan sunah rusul, dan apa bila ada suatu perkara terjadi di masyarkat maka Kesultanan Banjarmasin, mengunakan hukum Islam untuk membuat keputusan nya dalam pengadilan, dan Islam murni ini sangat anti tradisi mitos dan cerita gaip, kerana sudah terdidik dengan baik, suku banjar dari berdiri nya kesultanan Banjarmasin, berubah drastis budaya nya, mereka lebih percaya dengan ilmu pengetahuan skuler dan agama Islam, mereka suku banjar menghilangkan tradisi budaya nmelayu mereka yang sarat dengan pemujaan berhala dan dewa, dan ini adalah kunci kenapa kesultanan Banjarmasin bisa berdiri kuat di kalimantan ini, hinga mengelola pendidikan dengan baik, karena setiap orang harus bisa menbaca Al-Qu'an, berhitung, pendidikan itu di lakukan biasa nya di Mesjid atau tempat umum lain nya, oleh ulama Islam, nah yang mendorong konflik dayak banjar juga adalah, mereka suku banjar tidak terlalu percaya masalah gaip, dan sedangkan suku dayak sangat percaya masalah gaip, kalua orang suku banjar berperang mereka membuat sejata parang, dan jika suku dayak yang berperang maka mengunakan kekuatan gaip, dan ini lah jawaban mengapa suku banjar terus menang, karena agama Islam saat itu, sudah menghilangkan budaya tradisi suku banjar yang juga hampir sama dengan suku dayak percaya mitos, ke tidak percaya ini lah yang selalu mendorong mereka maju dan maju terus, Islam awal kesultanan Banjarmasin benar-benar mengikuti AL-Qu'an kositen tidak beruding lagi, di dalam Al-Qu'an sudah di jelaskan sejelas mungkin, bahwa tuhan hanya 1 yaitu tuhan Allah, dan apabila ada yang meminta selain kepada Allah maka itu sudah menyekutkan tuhan, dan dosa nya sangat besar dari yang lain nya, Al-Qu'an juga membantah dan mengutuki peraktik perdukunan atau pemujaan lain nya, dan ini lah hal utama kenapa suku banjar berkonflik dengan suku dayak, mereka suku banjar juga mengikuti Nabi Muhammad berdangan untuk mencukupi keperluan hidup nya, dan makanya dari itu Banjarmasin di gelari orang kota dagang, dan gelaran itu sudah dari zaman sejarah, walau pun juga suku banjar itu tidak melakukan kewajiban islam nya, seperti sholat 5 waktu, namu ideologi Islam nya sangat kuat sekali, jika ada yang menghina Islam maka dia akan menghukum nya, nah itu lah yang kami maksut Islam murni, namun sayang nya Islam murni sedikit demi sidkit terkikis dari Kesultanan Banjarmasin, dan akhir nya Sultan Suriyansha meningal Dunia awal terkikis nya Islam murni itu, padahal Islam murni itulah ujung tombak dalam Pemerintah Kesultanan Banjarmasin, makanya saya sudah katakan di atas tadi, Sultan Surinysah adalah raja Banjarmasin pertama, dan dia juga adalah seorang Melayu banjar pertama masuk Islam, dan dia menjalakan nya dengan baik, maka nya semua keturunan tidak bisa lagi, melakukan apa yang telah di lakukan oleh Sultan Suriyasha.
Lanjut ketahap berikut nya, Setelah meninggal nya Sultan Suriyansyah, maka Islam terkikis sedikit demi sedikit, dan pamor Kesultanan Banjarmasin semakit merosut nya, dan budaya tradisi adat banjar kamabali berevolusi lagi, Islam terpengaruh suku dayak, yang mulai meluas kemana-mana ke seluruh penjuru kalimantan, dan menghilngkan islam murni nya, dan sekarang kita masih bisa lihat Islam terpengaruh budaya dan tradisi suku dayak yang percaya mitos dan masalah gaip itu, Islam terpengaruh budaya tradisi suku dayak sebab untama mengapa melemah nya kekuasaan Kesultanan Banjarmasin, Islam terpengaruh budaya suku dayak ini juga sudah benar-benar mengubur dalam Islam murni Kesultanan Banjarmasin, dan Islam terpengaruh budaya tradisi suku dayak ini akhir nya melahirkan budaya tradisi Kalimantan yang  baru dan dipakai sampai saat ini, hanya ada beberapa persen saja lagi suku banjar yang menganut Islam murni nya Kesultanan Banjarmasin, Kalau saya berpendapat, Islam terpenguruh suku dayak adalah kemuduran kemajuan Kesultanan Banjarmasin, karena terbalik seharus nya Islam terpengaruh suku dayak itu adalah islam awal datang nya, ini tidak malah datang nya Belakangan, jika saja Islam murni nya Kesultanan Banjarmasin datang setelah islam  terpengaruh suku dayak, maka kesultanan Banjarmasin akan maju cepat dan kuat juga di takuti, karena displin nya yang menolak berunding apa alasan, dan Islam murni membuat suku banjar berkerja keras sekolah dan berpikir nyata buka gaipm, dan jika ini kurang jelas juga untuk anda pembaca, anda bisa mencari buku tulisan saya yang berjudul Islam dan Kristen Indonesia, tidak sama dengan Islam dan Kristen laur Indonesia, Islam Indonesia keluar jalur nya sudah.
Lanjut ketahap berikut nya kita. Mungkin anda pembaca mengangap saya ini rasis atau berpihak dan unsur favorit terhadap Banjarmasin, karena selalu menekankan kesultanan Banjarmasin sebangai ujung tombak kemajual Kalimantan, terserah anda saja, tapi Ini benar dan saya tak terbantahkan, dan saya punya bukti fisik nya hingga lisan nya.
Banjarmasin punya peranan penting bagi Kalimantan ini, kerana Banjarmasin lah membuat perubahan budaya tradisi adat istiadat dan agama, dan Banjarmasin lah juga menyatukan seluruh penduduk kalimantan menjadi satukesatuan, dan itu terlihat jelas dari bahasa orang yang tingal di kalimantan, bahasa banjar adalah bahasa kesaharian orang kalimantan yang di pakai untuk berbicara sesama manusia, dan hampir 90% seluruh penduduk Kalimantan membakai bahasa banjar, suku dayak juga pakai bahasa banjar untuk bicara ke pasar membeli sayur, suku jawa juga di kalimantan pakai bahasa banjar, dan orang luar yang datang ke kalimantan pakai bahasa banjar untuk berbicara, dan orang datang ke kalimantan dan tinggal lama di kalimantak juga akan terpengaruh budaya tradisi adat istiadat kesultanan Banjarmasin, dan ini sudah membuktikan bagai mana peranan Banjarmasin untuk Kalimantan, dan kasar nya di kalimantan, jika ada orang todak bicara bahasa dayak atau jawa, maka di gambungkan nama nya menjadi suku Banjar, istilah Belanda saja untuk menciri yang mana dayak dan yang mana banjar, jika ada penduduk kalimantan yang beragama islam di mana pun dia tinggal di kalimantan membuat acara pernikahan, maka pasti sudah memakai budaya dan tradisi adat istuiadat kesultanan Banjarmasin, makanan-makanan dalam acara pernikahan di kalimantan juga pasti memasak makan dengan tradisi budaya adat istadat kesultanan Banjarmasin, beserta makanan tradisonal banjarmasin, hampir semua makanan orang kalimantan ini adalah makanan masakan tradisonal Banjarmasin, contoh masak habang, nasi kuning, soto banjar, gangan asam, katupat kadangan, ludeh nangka, pais iwak,haruan basangan, papuyu babanam, iwak wadi sapat dan papuyu dan saluang basanga, dan semua makanan itu adalah makanan tradisi para sultan banjar, kui nya juga seperti gaguduh pais, apam, dodol, rempi, amparan tatak, bingka, kakulih, untuk, lempeng, jalabia, dan Babungku, dan ini juga sudah jelas penting nya peranan Kesultanan Banjarmasin di masa zaman sejarah,, kesultanan Banjarmasin, mamu mengati bahasa banyak orang dayak menjadi bahasa banjar, kesultanan Banjarmasin juga banyak menganti bahasa bugis pasir di kalimantan timor menjadi bahasa banjar, dan di kalteng di tanah-tanah dayak bahasa kesaharian nya adalah bahasa banjar, kesultanan Banjarmasin juga sudah menganti, makanan dan masakan tradisi budya suku dayak dengan makanan khas kesultanan Banjarmasin, tidak hanya itu, lihatlah rumah-rumah penduduk kalimantan yang di bangun dari kayu ulin itu adalah bercurak kesultanan Banjarmasin, dan ini juga membuktikan penting nya Banjarmasin untuk kalimantan.
Kesultanan Banjarmasin, adala pusat perdangan di kalimantan dan itu sudah dari dulu, padahal banyak pelabuhan lain selain bandar masih nya Banjarmasin, tapi tetap saja kapal-kapal dangan jawa dan sumatera bersandar di pelabuhan Tri Sakti Banjarmasin, dan padahal banyak bandara lain yang jauh lebih bagus di banyak tempat di kalimantan ini, tapi tetap saja orang berangkat ke Jakarta, jawa, sumatera dan Aceh, melalu Banjarmasin, pertanyan kenapa bisa begitu? jawaban nya adalah kebiasa kapal-kapal dangan luar kaliman yang bersandar di pelabuhan bandar masih, karena juga aman jauh dari perompak, dan juga di karena kan Banjarmasin sudah maju lebih dulu dari yang lain nya, maka nya menjadi sentral kalimantan, jika anda pembaca orang laur kalimantan, dan cobalah datang ke kalimantan lalu tinggal semebtra di hotel, jika anda pembaca inggin suatu barang untuk di beli tapi tidak di temukan di kalimantan di mana berana, coba tanykan pada orang disana, di mana ada orang berjulan dengan apa yang ada inggin kan, dan pasti di jawab oleh orang yang anda tanyai itu pasti menujukan harus pergi ke Banjarmasin untuk membeli nya, dan ini sudah berlangsung dari dulu sudah, dan penguruh dari kesultanan Banjarmasin memang benar kaut sekali, walau Belanda mengahpus dulu, tapi budaya dan tradisi bahasa makanan dan pekiran nya sampai sekarang masih di gunakan, semua pasiltas bangunan Kesultanan Banjarmasin sekarang masih di pakai sampai saat ini, kesultanan Banjarmasin juga adalah peneritah kelimantan yang hampir tidak pernah perdamai dengan penjajah Belanda dan Inggris, dan kesultanan yang lain ada di kalimantan ini misal nya di kaltim kesultanan kutai nerkawan Belanda, dan sekongkol menjajah rakyat nya,, di pasir Kaltim juga sama berkawan belanda, di Kalimantan utara serawak Malasyia juga berkawan dengan Inggris, di Brunai Darusalam juga berkawan Inggris, bahkan suku dayak pun Berkawan Bedlanda, dan hanya kesultanan Banjaremasin, yang sangat menolak Belanda, dan kita sudah tahu juga di atas tadi catatan Andresen Gunbernor Pemerintah Belandan di Banjarmasin, yang mengatakan, hanya kesultanan Banjarmasin saja yang membuat repot mereka, suku banjar lebih memilih istana nya hancur di serang Belanda dan Sultan melarikan diri, namun tetap konsestin melawan memngakat senjata, Hidayatulah adalah sultan banjar menjadi boronan belanda, dan hanya Tamjidilah lah yang berkawan Belanda dari semua keturunan Kesultanan Banjarmasin, tapi Tamjidilah juga tidak hirakau oleh rakyat banjar sendiri dan di angap musuh, dan hapir semua rahasia sejarah Kalimantan saya paparkan karena hanya tulisan ini yang bisa di pertangung jawabkan kebenaran nya, punya bukti fisik nya yang di simapan di musim Banjramasin, dan hanya tulisan ini juga lah yang meritahukan anda pembaca tentang kebiadapan dan kekejian kesultanan Banjarmasin yang memaksa suku dayak masuk Islam, ini rahsia yang sudah lama terpendam dalam sejarah.
Kesimpulan keterngan terahir nya, sekali lagi saya ucapkan minta minta maaf kepada saudara saya suku dayak, tulisan ini tidak bermaksut untuk mengucilkan kalian apa lagi mengagap kalian bodoh, namun ini adalah kenyata yang terjadi sudah dalam perjalanan sejara Kaliamatan, dan jujur saya sangat sedih melihat saudara dayak saya yang anti pendidikan, dan terus terjurumus di mitos-mitos yang berupa hayalan saja, saya sangat inggin mengajak kawan suku dayak untuk memajukan Kalimatan ini, dan juga saya mengajak anda pembaca dan kawan-kawan semua nya, untuk menjaga ke utuhan budaya tradisi adat istiadat kita, tapi tolong jangan di pertuhankan dengan bermacam alasan, kalau kita tidak menjaga inditetas sejarah kita sendiri siapa lagi, jangan berharap pemerintah jakarta nyan korup itu untuk melidungi inditetas sejarah kita, mereka pemeritah Jakarta, tidak peduli dengan kita di kalimantan ini, mereka hanya terus membangun jakarta dan pulau jawa saja, dan lihat lah dalam tex buku sejarah sekolah-sekolah Indonesia semua leluhur kita yang berjuang membantu kemerdekan Indonesia tidak di muai nya di dalam buku sejarah sekolah Indonesia, dan kebanyakan pahlawan yang di hargai hanya orang jawa saja, bukan kita ini, dan atas dasar itu lah mari kita bersama belajar dan tulislah semua sejarah budaya kita ini, dan jangalah budaya dan tradisi kita jangan sampai hilang di kikis waktu

Dan mungkin sekian dulu imformasi yang saya bisa berikan pada anda para pembaca. Dan kita bertemu lagi di lain epesodi tulisa saya yang baru nanti.
Terima kasih telah membaca nya semoga berguna untuk anda.
Mohon maaf bila ada kekeliruan dalam tulisan saya di atas.

FROG GOZILLA
Ketua Organisasi Alternativ Rock Numetal Comnty Tato88 Tanjung Tabalong yang bergerak memajukan pendidikan di Banjarmasin Aceh dan Indonesia.
Organisasi ini juga sangat aktiv di industri musik Rock Endergrond,
Dan berjuang untuk membangun perintahan ustmaniyah yang baru,  

simbol organisasi


Avril livigne

Tidak ada komentar: