Membuka Kebenaran Konflik Timor-Timor
WELCOME BLOGGER FROG GOZILLA
Terima kasih pada anda para pembaca yang sudah mau melungkan waktu berharga anda hanya untuk membaca tulisan saya
Pendahuluan
Kru redaksi kantor berita Canada Avril fans fender Banjarmasin Utara
Tulisan ini saya bisa pertangung jawabkan kebenaran nya, dan saya siap di pangil ke pengadilan baik dari Pihak pemeritah Indonesia maupun pihak Timor Lesti sendiri.
Saya ucapkan maaf yang sebesar-besar kepada pihak yang menjadi korban Konflik Indonesia Antara Timor Lesti, penulisan ini tidak bermaksut untuk mengukit sejarah hitam persaudara Indonesia Timort Lesti, tulisan ini bukan juga memujukan suatu kelompok atau Masyarakat nya, yang pro antara perseterusan, tapi penulisan ini di lakukan adalah untuk membuat buku sejarah dan mendukumentasikan untuk menjadi bahan rujukan pembelajaran pindidikan Indonesia, Timor Lesti yang mengedepankan kebenaran nyata yang bukan di ada-ada kan macam banyak media-media yang juga membuat berita bohong hingga melakukan pemujukan pada antara kelompok bertikai, media zaman konflik bukan membuat dan mendudkung perdamain ehhh malah di salah gunakan untuk melakukan pemojokan kelompok tertentu, hingga menambah suana makin mencekam dengan penberita akan ada nya perang besar saat itu.
Tulisan ini untuk membenarkan atau memperbaiki tulisan buku sejarah yang sudah terbit terdahulu dari ini.
Saya juga minta maaf sebesar nya, penulisan ini di tulis dengan kata-kata kasar dan sangat memerlukan kebijaksanan dalam membaca dan memhami nya, ini di lakukan karena saya tidak mau menbah atau mengurangi data-data yang ada, yang sebua di dapat dari pihak yang bertikai, baik data tertulis nya, atau hasil wawancara kantor berita Canada, Banjarmasin Utara.
Tulisan ini adalah tulisan versi 2, karena versi 1 sudah lama di terbitkan kantor berita canada, pada tanggal 16 desember tahun 2011 lalu, tapi tulisan pertama tidak banyak menguit kisah asli nya dengan masip, dan adalah perbakan nya, tulisan pertama kami tidak terjun langsung ke Timor Lesti, kami hanya mencari dukumen-dukumen yang ada di tangga TNI saja.
Tulisan ini di mulai Proyek nya dari Tahun 2015 kemarin oleh redaksi junarlis Avril fans fender Banjarmasin, media kantor berita Canada, milik kesultanan Aceh Malasyia, yang bermarkas di Banjarmasin, penulisan ini melibatkan Militer tidak resmi Indonesia, yaitu GAM Aceh, di bawah jendral Ali Phasa, kenapa harus GAM bukan TNI, mengigat ini masalah sensitip maka kami tidak meminta TNI yang berankat ke Timor Lesti untuk mengawal junalis redaksi Avril Fans Fender, tapi GAM Aceh, dan Militer Timor Lesti sendiri.
Rencana proyek ini yang merencang nya saya sendiri, GAM Aceh, mereka banyak mengenal dengan banyak kaum milisi dan Tokoh pemberotak di Indonesia ini, GAM Aceh adalah membantu kami dalam wawancara untuk ketimpat para-para pelaku kekerasan Timor Lesti, dan GAM Aceh jualah yang membuat perjanjian akan wawancara di kentor berita Canada, untuk berdiskusi.
Pihak yang di undang dan yang di bawa langusng Hilkopter Canada oleh GAM Aceh, Aitartak, TNI, Besi Merah Putih, Ablai, CNRT, FALINTIL, UNAMET, KELOMPOK PRO-OTONOMI DAN LAIN-LAIN nya lagi, dan semua pihak ini, ada yang masih aktiv dan non aktiv, dan yang masih bertugas jadi pemeritah.
Tulisan ini juga kami membuat perjanjian, para pihak pelaku nya memintakami meminta merahasiakan nama mereka, tapi kami boleh sebut nama kelompok untuk memperjelas nya, dan jika anda perlu bukti lanjut nya bisa lihat dukumen nya di kantor berita Canada Banjarmasin Utara.
Membuka Kebenaran Konflik Timor-Timor
Jendral pasukan Aitarak
Kelompok pro otonomi dan kelompok pro kemerdekan
Avril fans fender adalah nama sebuah oraganisasi dunia yang berpusat di Greeater Navane Canada dan Theran Iran, dan kelompok ini adalah kelompok penjuang kedamaian, dan aktip di dunia musik, dan juga mereka adalah kru redaksi junalis kantor berita Canada, yang langsung di tugas dalam membuat atau meliput sebuah konflik, dan Avril fans fender semua angota nya adalah Avril Lavigne Fans dan Gitaris Fender Telecaster dunia.
Penulisan ini kami lakukan adalah untuk memberitahukan semua nya dengan pengakuan oleh pelakunya sendiri, dan yang paling banyak menyubangkan data adalah mereka pasukan Aitara dan besi merah putih, banyak cerita dan buku yang tidak akurat dalam penulisan nya, hingga terpojok lah sembuah kelompok, dan ahkir dari pendata ini pada tangal 12 april 2016.
Saya tidak peduli kalau anda pembaca menilai tulisan berpihak pada Indonesia karena saya adalah orang Indonesia, tapi jika anda pembaca bijak maka anda akan paham maksut tulisan ini.
Timor-timor adalah provinsi 27 dari Indonesia ini, dan Timtim adalah bekas jajahan Portugal, masalah Timtim ini sangat sama dengan yang terjadi Papua, yang pada itu menjadi perebutan pihak belanda dan Indonesia, Belanda menjanjikan kemerdekan pada Papua, dan akan di bantu pembuatan negara oleh belanda hinga bisa mandiri atau memeritah sindiri, begitu juga dengan Timtim yang di janjikan oleh Portugal pada mereka Rakyat Timtim.
Konflik yang terjadi juga tidak jauh berbeda dengan GAM Aceh, tak bisa di pungkiri lagi sudah dalam pembebasan Timtim ini banyak Campur tangan Asing dalam pergolakan nya, hinga menjudutkan pada beberapa kelompok seperti Aitarak, dan dunia menilai Aitarak di bawah pimpinan ereko, Tapi juga tidak bisa di punkiri juga bahwa lahir nya Aitarak dari rahim TNI Indonesia.
Konflik Timtim ini hanya cara saja berbeda dari konflik Indonesia ini, banyak pihak luar ikut campur dan melakukan perekrutan pemuda-pemuda daerah timtim sendiri di antara Pihak Portugal dan Indonesia.
Meneruta penuturan oleh mantan Aitarak sebut saja nama nya, gatis, gatis mengatakan, sebenar nya Rakyat Timtim hanya korban dari sengketa dari Indonesia dan Pertugal, Indonesia Pertogal sama ganas nya dalam melakukan perekrutan tentara, padahal kata gatis, rakyat Timtim ini setuju saja, siapa yang akan memerintah, baik Indonesia atau Portogal, karena rakyat Timtim hanya ingin hidup tenang saja, karena lama sudah terjajah, saya adalah orang yang lahir di Timtim kata gatis, Pertogal yang lama menjajah Timtim ini tidak semudah itu melepaskan jajahan nya pada Indonesia ini, layak nya Belanda yang juga tidak mau langsung melipas Indonesia dalam jajahan nya.
Kawan-kawan Angota diskusi ini, anda tahu posisi saya saat dulu tahun 1999 berpankat apa saya di Aitarak, tapi kawan-kawan juga tahu saya ini dulu adalah orang Pro kemerdekan, dan saya adalah anak buah Taur Matan Ruak, Stap wakil Palinglima Falintil dari Portogal, tap kenapa saya bisa ikut Aitarak, karena saya kecewa mereka karena sudah berdusta pada saya, jika saya ikut keluarga saya akan aman oleh mereka, tapi nyata nya mereka semua mati entah oleh pihak mana, tapi itu masih belum membuat saya kecewa berat, yang juga mempukul berat saya adalah, saya yang di janjikan jabatan tinggi tidak pernah di berikan oleh Falinti, malah saya terkepong oleh TNI mereka membiyarkan saja, saya tahu saya ada masalah juga dengan beberapa angota Falinti, kusus nya Taur Matan Ruak, mereka Ingin saya mati, karena saya berbahaya sudah terlalu banyak tahu masalah rahasia, saya juga bisa di tunjuk langsung oleh CRTN untuk mengatikan Taur Matan Ruak, maka nya mereka Ingin saya mati.
Pak Ali Pasha jendral GAM Aceh, pasti juga meresakan apa yang saya rasakan, bagamana GAM di cap pemberotak oleh TNI, begitu juga kami Aitarak di cap dunia sebagai pembatai, setiap ada korban di pihak Pro Kemerdekan sasaran nya adalah Aitarak, saya mengakui saya juga ada membunuh orang Pro Kemerdekan, tapi semua yang tewas di pihak kelompok Pro kemerdekan itu tideak hanya pelaku nya, ada yang lain juga, bahkan pembunuhan yang nyata perampokan perampasan oleh pihak mana juga Aitarak di salahkan, saya bukan membela TNI, tapi Mas Ali coba tanyakan pada TNI yang duduk di samping anda itu, dunia menyalahkan TNI lah pemasuk senjata dan Amunisi disini untuk Aitarak, saya membenarkan bahwa ada oknom TNI juga ikut memberikan senjata api, tapi tidak semua dari TNI melaikan kami dapat dari pembelian sendiri, pemasuk senjata ke Tim-tim ada bebarapa yang terlibat, kalau di pihak kubu Falintin adalah Australia, Portogal, bahkan Amerika Serikat, yang mendukung TNI, yang sepat mengatakan, TNI harus tumpas para Komonis itu, nanti kami dukung dari belakang, tapi nya tanya Amerika Serikat bermuka 2, di Indonesia di dukung, Portogal juga di dukung. kalau dari pihak kami Aitarak, atau milisi lain nya, mendapat pasukan bukan hanya dari TNI, tapi ada sebuah kelompok dari sumatera Barta dan utara, tapi saya tahu nama pimpinan nya, dia adalah Karem bangkok, atau bernama Muhammad Abdul Karim, yang sepat di cap Ingin mengadakan Islamisai Tim-tim, Ali Pasha Kaget, langsung mendegar itu, apalagi Gatis langsung mengarahkan padangan pada Ali Pasha.
Gatis pak Ali jangan berbohong anda adalah teman baik karem Bangkok, karena semasa konflik anda ikut di kubu Diminimin, lalu bencana Tsunami terjadi anda kekalimantan betul tidak, anda tahu Karem adalah pemasuk senjata untuk GAM Aceh, karem bangkok adalah boronan Internasinal dalam transasi senjata api di Asean, Karem membobol gudang senjata Philipina dan Thailan, lalu menjual nya pada kami, TNI tahu ini tapi mereka diam saja, TNI juga tahu Karem adalah musuh mereka layak nya Dinminim, walau tahu begitu TNI membiyarkan nya saja, padahal saat itu jelas sekali karem masih boronan TNI, karem bangkok masuk senjata ke Timtim sangat Banyak, mungkin 2000 lebih atau kurang pucuk senjata api laras panjang lengkap dengan Amunisi nya, Granat nya, dan Mortir nya, bahkan karem juga sempat ikut kontak senjata api, ketika saat terjadi kontak senjata Antara Kopasus, karem membela kopasus saat itu, jika tidak membela kopasus dia bisa menjadi tawanan Falintil kemarin, yang di sebutkan orang berpeci dan seperti layak nya Santri, itu adalah Karem Bangko, ada seorang wanita wartawan Kompas koran Indonesia, yang sempat bertemu karem, dia bernama Rien Kunarti, Rien merahasikan nya, karem di cap, membantu Aitarak memasuk senjata api, karena karem Islam, dan berambisi Islamisasi Timtim, layang nya di Aceh, tapi karem itu bukan maksut nya begitu, dia tidak memberikan coma-coma senjata api ini, dia menjual nya pada kami Aitarak, kami membayar nya kata Gatis dengan merekan emas rampasan dari berbagai kontak senjata saat itu, Ali langsung diam membisu karena ada yang tahu Karem bangkok kawanya, jadi senjata kami bukan hanya dari TNI saja kata nya Gatis dengan jujurnya berkata.
Ali Pasha, anda kawan-kawan saya Gatis, Ali lanjut menanyai, dari kawan-kawan Falintil, apakah demiikian jata Gates itu, Falintil saya umbah nama disini, sebut saja dia Marco, ya memang kata nya, tapi saya juga tidak bisa mengbenarkan semua gatis, tapi 70 % yang di katakan gatis itu adalah benar.
Marco memberikan data nya, sebernya Aitarak atau kelompok Pro Otonomi itu sama saja dengan kami, kita tahu banyak pembunuhan terjadi, tapi setiap kejadian selalu di Intikan pelakunya adalah Aitarak atau Falintil dangan kelomopol Pro Kemerdekan kata nya, Marco mengatakan banyak nya pasukan yang masuk ke Tim-tim ini tidak lah jelas dari mana Asal nya, baik dari Indonesia atau dari luar Indonesia, Pasukan ini bagai hantu, datang dengan cepat hilang juga dengan cepat, penduduk Timtim menyebut mereka adalah kelompok ninja, karena kedatangan tidak bisa di prediksi, Rakyat Timtim juga tahu, susah nya membedakan yang mana kawan dan yang mana lawan, karena sangat samar sekali, tapi kalau di Pihak PBB saat itu, mereka di sebut tentara hantu, yang bisa menjadi Aitarak atau TNI, dan mereka juga bisa jadi pihak Pro Kemerdekan, Falintil dan lain nya, jujur saja saya pernah menemui hal sangan gila sekali, ada bebarapa orang yang ber artibut Falintil, bahkan mereka menebaki Aitarak dengan dahsat sekali, hinga ada wartawan Asiang yang tewas saat ini, saya sangan asing dengan mereka itu, saya sudah lama ikut Falintil, tapi saya tidak kenal dengan waja mereka itu, bahkan saya langsung menhubungi Taur Matan Ruak, kata nya hari ini tidak ada rencana tutun ke kota dari persembunyian kata nya, hinga saya tanyai juga CNRT, juga sama tak tahu nya, aneh dari mana mereka berasal, yang membuat saya sangat ingin tahu, dimana mereka dapat senjata cagih macam itu, apakah TNI yang memberikan senjata itu, mungkin jua mereka pasukan kusus Indonesia, di tugaskan menembaki Aitarak, lalu Aitarak kami yang melakukan nya, dan ini bisa di samakan adu domba, kerena sangat tidak jelas pihak mana yang mengiri mereka itu.
Mas ali pada inti nya, Timtim banyak di serbu pasukan Hantu atau ninja, yang datang tidak mengenal waktu, siang malam, pagi sore, dan berada di mana saja, lalu hilang, terserah kawan-kawan diskusi ini mencap apa keterangan saya ini, tapi yang jelas banyak pasukan berkeliaran di Timtim tanpa ada kejelas sekali, yang di katakan Gatis tadi benar, tidak semua kami yang melakukan nya, tapi dunia menuduh kami pelaku nya semua nya, entah siapa yang mereka itu, dan 1 hal lagi Rakyat Timtim, tidak mengeras siapa saja yang akan jadi pemimpin Portugal atau Indonesia, tapi yang jelas kegaduhan itu bisa di lakukan pihak kami atau Aitarak hingga yang lain nya, tapi bukan kami semua nya, ini ada semaca ada pihak yang sengaja membuat hal macam ini, entah siapa dalang nya?
Pak Ali, saya sangat tahu Indonesia, karena kami juga adalah Indonesia dulu nya, saya tahu ada sebuah pasukan rahasia di Sumatera dan Kalimantan, yang di motori Presiden Soeharto, mereka adalah Petrus, mereka meliter tidak resmi dari Indonesia, yang dulu juga pernah menerobos masuk ke Malasyia lewat Kalimantan sererang Gayang Malasyia. rakyat Kalimantan ada Istilah, bandara hantu atau pelabuhan hantu, kerana jalanan tiba bisa di darati pesawat, atau tiba-tiba ada pelabuhan, tapi hanya hitungan hari bisa hilang dan lenyap bagai hantu.
Yang jelas selama 24 tahun penduduk timtim tercekam bagai ada di atas angin katanya Marco.
Lanjut lagi, Ali menyakan pada TNI, sebut saja nama nya, Amat, saya juga adalah oknom yang di tuduh di balik pembunuhan uskup kata nya hanya karena saya TNI bergama muslim kata nya, isu-isu bertebaran sitiap hari, tidak tahu siapa yang membuat nya, saya mengakui campur tangan nya kami di kelompok Aitarak, tapi kami tak membela Islam kata nya, selama saya bertugas di Timtim saya juga terlibat dalam penyerangan, tapi penyerangan kami menergetkan orang penting kata nya, baik dari pihak Indonesia Atau CNRT, tugas kami adalah untuk menangkap Propokator Isu tersebut, atau mereka yang mempropagandakan Rakyat Timtim, kami banyak menemui sekolah atau Gereja hingga rumah yang di jadikan berkompul oleh orang-orang, mereka ini bisa buat opini publik dengan ceramah Agama atau berkedok pendidikan dan sebuah musawarah adat kata nya, kami juga sering membubarkan nya, bahkan tak hayal saya dan angota lain nya juga membuburkan nya dengan kekerasan, tembakan pun bisa saya lakukan, pembunuhan dengan cara menusuk atau menebak nya juga saya lakukan, ada kejadia hari itu kata nya. saat kami mengetahui ada sebuah rumah yang jadi tempar berkompol, kami kesanan dan di hadang dengan parang dan panah, tapi kami tidak tak peduli, saya ,melapor ke markas TNI bahwa saya boleh tidak mengabil langkah menembak nya, markas menjawab nya jika itu di angap berbahaya lakukan kata nya, tapi ingat nanti kamu harus pertangu jawabkan penebakan itu, menegar hal itu saya maju kedepan untuk melihat-lihat dulu, dan waktu itu saya dan angota saya, tidak berpakayan TNI, tapi pakai kaos hitam putih dan bercalanan bisrum dan bertopi, saya lalu memangil angota saya saat itu untuk menanya oran di kolasi, mereka memang menhadang kami dengan senjata tajam, tapi mereka tidak menyerang, kami tahu bahwa orang itu menungu kami berdahulu lakukan serengan, pembicara bernana emosi sudah terjadi, dan saya ambil langkah bububarkan kata saya pada angota saya, mereka langsung mengokang senjata api nya, lalu berjalan pelan di depan, nah angota saya di depan sudah tak lalu menembak ke atas sebagai perangatan, dan semua nya diam saja tanpa berkata, mungkin ada 1 lebih diam semua nya, tapi tiba-tiba wartawan datang, entah kenapa dari mana datang nya ada pemuda-pemuda berlari-lari seperti kesetanan, saya teriaki berhanti atau saya tembak, bahkan dari orang-orang yang pengang parang saat itu juga meneriaki hal sama jangan lari, tidak ada masalah kata nya, TNI hanya besuha membubarkan saja, bukan untuk menangkap kita, tapi aneh sekali dia lari cepat, nah lalu saya maju dan duduk membinik nya, dordor 2 kena dekat lehir nya hingga tewas. watrawan milihat nya, saya langsung kembali pelan kebarisan lalu pulang kata nya, tapi saya tidak tahu yang saya tembak itu adalah Pro Kemerdekan kata nya, baru saya dapa laporan di markas saja, nah apa yang kami lakukan bukan lah bermasut untuk menyerang mereka, tapi untuk membubarkan saja kata, sama saya juga masuk gereja, juga untuk membubarkan bukan perang agama atau macam perang salaib kata nya, setelah kejadian itu, aduh kacau sekali, salah tangap, saya mengakui saya membunuh nya tapi saya bukan untuk perang salib, tapi eh kenapa di tuduh macam itu, bahkan menjadi Aib Indonesia di dunia ini, kata nya tolong jangan sama ini dengan perang salip, bahkan kata Amat Uskup belo menuduh saya membacok tangan uskup nya sampai putus dan lari uskup itu ke gunung kata nya.
Dalam wawancara juga ada tokoh rakyat Timtim kami ikut masuk dalam memberikan keterangan nya, sebut saja dia bernama jaja, kata nya sebagai rakyat timtim saya tahu juga perkara ini, apa yang terjadi di Timtim tidak lah sama dalam pemberitan media, atau yang di sampaikan di forum Internal di Darwin Australi kata nya, mereka semua telah berbuat mengcilkan data, dan memperbesar data di lapangan Timtim ini, karena cenderung mengbarkan nya berlebihan, seperti Isu Agama, Perang Besar, Penguburan Mashal, dan pembatai Eknis, ya memang banyak korban berjatuhan, tapi jangan di lebih-lebikan kata nya, saya tahu baik Aitarak, besi merah putih, banyak melakukan pembunuhan, TNI oknum polisi juga ada membunuh, dan pada Inti nya di antara pihak bertikai itu saling bunuh, dan hadir nya kelompok ninja memperah ke adan kata, 1 hal yang saya harus jelas kan, entah siapa dan dari mana, opini lahir, yang mengatakan ada sebuah kuburan masal di Timtim, bahkan di gambarkan kaya nazi kata nya, saya tidak berpihak pada siapa pun dalam ki berdiskusi ini, tapi yang jelas kubura masal itu tidak ada kata nya, memang ada kata nya dari kedua kubu melakukan penguburan seretak dalam mengubur korban nya, tapi tidak sebanyak yang di sebutkan itu, mereka di kuburkan dalam satu kubur itu kata nya ada 25 orang yang terdiri dari rakyat sipil 8 orang dan sisa nya dari pihak Pro kemerdekan di Tambah wartawan asing 3 orang, bagaimana tidak di kuburkan satu lubang kata nya, karena mayat nya itu sudah mulai busuk, lalu di Tumpuk dan di kuburkan, nah ini kenapa di libihkan, dan mengundang masalah baru, biasa nya Rakyat Timtim lah yang menguburkan jasat-jasat yang di temukan di jalan atau di hutan pingiran kota Dili, mereka baik Aitarak atau dengan sekutu nya, jarang memikirkan korbanya, mereka setelah membunuh nya mayat nya di biyarkan saja, di tinggal, kecuali yang tewas itu angota atau kawan nya maka mereka bawa pulang lalu di kuburkan, bahkan ada yang mengatakan ini pengislaman masal, tudahan ini adalah finah saja, saya jujur tanpa takut pada siapa pun, korban tewas memang banyak, tapi tidak seperti persi pertemua darwin, sarat akan propokasi untuk melakukan perang besar saat itu, bisa nya pembunuhan itu saudah di targetkan mereka, mereka target di angap salah, dan jika dalam suatu hal terjadi, ada Rakyat Timtim yang coba menyebunyikan target mereka bisa ikut di dor kata nya, tapi saya tekankan lagi, versi Forum darwin itu salah total, itu propokasi saja, agar menjadikan Timtim medan perang, atau semacam perang salib kata nya, ke adan yang sudah parah di tambah parah, saya orang Timtim, memang Aitarak biasa berlaku keras, atau pihak Indonesia itu bisa melakukan pembiyaran saja, tapi tolang jangan di tambahkan lagi masalah yang sudah parah ini, sebagai orang normal seharus nya mereka semua berpikir sudahi saja ini, kena ini terus berlanjut, hal buat parah juga, PBB mendatangkan pasukan Multinternasional, nah ini menambah Aitarak dan kawan-kawan marah besar, mereka merasa ingin di usir dan sebagai nya, pihak Indonesia sendiri tersingung dengan pendapat Kopi Anan PBB ini, yang jelas mengagap Indonesia Biayang keladi nya, tapi PBB juga memujukan milisi kubu Otonimo dan Pro Kemerdekan, Indonesia juga merasa dihanati Amerika Serikat dengan Keputusan ini, hingga menambah kekecawan TNI juga, saya tidak melidungi siapa saja, tapi jelas apa yang ada diluar Timtim berlibahan dan berbau nya adu domba ini juga saya rasakan sekali, saya tidak membatah pembunuhan, tapi saya tidak melibihkan kata nya jaja ini.
Jaja menambahkan, saya tahu pasukan Ninja itu banyak datang dari Indonesia, saya juga tahu Milisi itu, adalah militer tidak resmi nya Indonesia, pada Inti pihak Indonesia banyak mengunakan Militer tidak Resmi yang kurang jelas kesatuan dan nama pangkat nya, baju nya kelompok nya, senjata nya, tujuan, dan entah apa lagi itu, tapi kubu lain Indonesia juga punya Ninja, bahkan Aurtalia di duga Ikut dalam pasukan Ninja ini, entah lah apa lagi itu, tapi yang jelas nya, semua yang di angkat tidak sesua pakta lapangan terjadi itu, media main keroykan katan nya.
Wawancara di kantor berita Canada ini memang buat banyak yang emosi nya, panjang lebar membicarakan nya, bahkan peserta Wawamcara lupa makan dan Minum hanya merokok terus, bahkan pihak Kantor Canada, menegur jangan meroko di ruang berasi, tak lagi di hiraukan juga, perdebatan ini tah punya akhir nya menurut saya ini, tapi dalam masalah wawancara ini tidak lah untuk membuat mereka bemasalah baru, karena semua nya sudah menerima nya dengan rendah hati, wawancara ini di lakukan hanya untuk pembuatan sebuah buku, dan juga memberikan tahu pada dunia apa yang terjadi di sana secara jujur dan berani bertangung jawab dalam semua kata tertulis disini, saya harap anada pembaca jangan salah paham ini.
Pihak CNRT juga memberikan data nya, dan sebut saja nama nya Yahya, yahya mengatakan saat itu mereka, memamang memusuhi Indonesia, dan kelompok nya, dunia juga tahu hal ini, kami dan Indonesia sama keras nya, dalam berebut Timtim, perdebatan pajang pun terjadi, tuduh menuduhpun juga menjadi-jadi tanpa ada batasan lagi yang membatasi nya, kata Indonesia ini, kata kami juga ini, beturan keras pun juga lanjut lancar, Perang pun tak dapat lagi di hindari, kami melakukan nya layak nya sebuah kampanye presiden, yang mencari simpati rakyat nya, Indonesia menawarkan Otonomi, kami menawarkan kemerdekan, pada pemilih kampanye ini, jijak pendapat merengut nyawa pun terjadi, kami semua haus akan kekuasa atas Timtim kata nya yahya.
Jika presiden Soeharto tidak turun jadi Presiden waktu itu, sejarah akan berbeda, mungkin pak harto membiyarkan ini, atau mengepur kami sampai habis, tapi keberutngan berpihak pada kami ini, setelah Presiden Habiebei naik tahta, Indonesia lemah militer tak setanguh dulu lagi, dan ini kesempatan juga untuk kami memerdekakan diri kami dari Indonesia Penjajah ini, Walau begitu kami adalah biyang keladi nya, mereka rakyat Timtim adalah korban kami berebut kekuasan, kampanye kami sama saja kampaye nya Indonesia, kami tidak mau kalah apalagi mudur pada mereka Indonesia itu, tapi itu waktu dulu, sekarang kita sudah besahabat lagi, kita kan tetangan kata yahya, walau saya kurang jelas bicara penuh dengan kode etik ini, saya rasa kalian yang di sini paham, jika saya banyak bicara saya takut akan terjadi lagi sesuatu, kita duduk bukan untuk masalah baru, tapi untuk memberikan tahu pada yang lain begini lah soal Timtim ini, tanpa ada maksut menambah atau mengurangi nya, dan kita di sini untuk menjawab pertanya dunia, apa yang selama ini terjadi di Timtim ini, apakah Indonesia memang sijahat itu keji, apakah kami pahlawan di mana rakyat Timtim, entahlah dan hal lain lagi saya serahkan kuasa bicara pada tuan yang duduk sekarang ini, saya hanya akan menegerkan nya saja, angap saya pengawas nya di wawancara ini, saya angkata bicara jika tuan-tuan melenceng keterangan nya, oke paha tuan-tuan kata yayah.
Ya dapat di pahami kenapa yahya seolah beku dan pelit akan Imformasi, dia kawatir akan hal salah tangap jadi lebih memilih jadi pendengar dan pengoriksi dan kirik data yang salah nya, jadi penulisan ini, di lakukan secara hati-hati dan jujur pembaca.
Dalam wawancara ini geliran saya lagi berbicara dan menyipulkan menjadi sebuah tulisan ini, dan saya minta semua yang ada untuk melakukan seleksi apa yang saya katan ini, mungkin sarat akan pembelaan Indonesia jika saya berbicara, dan makslumi lah saya orang Indonesia, mungkin begitu semua manusia dalam benak, tapi walau begitu di sini saya di awasi kebenara setiap ucapan nya.
Dalam keterangan yang sudah di dapat ini, hampir dari semua masalah terpecahkan sudah, cuma hanya nya untuk melakunkan penulisan dan memberikan gambar nya yang membuat saya susah, takut nya salah paha nanti nya, tapi bagai mana sudah cara nya saya untuk menjelaskan nya, karena ini lah sudah kemamuan sasa ini.
Masalah untama adalah akses Imfomasi yang salah di tangapi banyak orang di dalam kasus Timtim ini, banyak nya kebohongan dari pihak bertikai ini, banyak opini yang memperparah keada saat itu.
Ikut campur nya pihak lain adalah menjadi batu sandungan konflik, perang mendia juga terjadi, media pro kelompok golongan, banyak nya kepetingan yang membalut nya hingga mencengang dunia ini, masah Timtim di samakan dengan Nazi gila sudah mungkin, yang perlu di tanggapi juga adalah, kenapa ada Agama dalam masalah ini, jika ada yang berpendapat perang salib Timtim bisa di pecaya, penghacuran dan pemnakaran gerja jadi bukti sebagian para ulama katolik untuk menjadikan nya tungagan pasukan dan Amarah banyak orang, Prajurit TNI yang muslim di katakan juga tetara salib.
Saya dan Ali Menyimpulkan nya, semua milisi di pihak otonomi dan Intergrasi lahir dari rahim Indonesia, di terima atau tidak ini, jelas sekali lahir dari pihak Indonesia, tapi satu hal, semua perintah penyerngan itu tidaklah semua dari pihak Indonesia yang terus juga di salahkan, banyak nya pasukan tidak jelas ini mengaburkan mata dunia, yang mana milisi bikinan Indonesia, dan Yang mana milisi bikinan Timor Lesti saat itu, perampokan penganiyayan dan tindak kriminal itu juga tidak lah lakukan oleh milisi dari kubu Aitarak, besi merah putih, kopasus dan Polisi, tapi ada juga penyerangan untuk mengabil untung alias penzarahan atas nama milisi, entah milisi mana, tapi mereka jika memakai ktribut merah putih merasa paling berhak berkuasa, meski itu belum tentu kelompok milisi tersebut, mungkin mereka yang berbalut milisi itu adalah segerobolan perampok penjarah saja yang datang entah tahu dari mana asal nya.
Kebanyakan milisi juga adalah putra daerah sendiri, dan juga di tambah dari luar datang nya, Jika saya di tanyai orang, apakah anda mengagap Aitarak itu pahlawan Indonesia, saya katakan tegas ya, karena Aitarak Pahalawan Militer tidak resmi Indonesia yang mempertahankan NKRI, jika ada yang marak dalam wawancara ini kata saya sudah marah, sebagai warga Indonesia yang baik sudah seharus nya saya menghargai nyawa milisi yang jatuh, yang pempertahankan NKRI, bahkan dalam undang-udang Indonesia sendiri mereka yang mempertahankan NKRI adalah pahlawan, siapa pun mereka militer tidak militer, tapi pihak timor lesti mengerti ini karena mereka juga kesatria hebat dalam gelangang, setipa hari orang Timor Lesti sekarang para Falinti adalah Pahalawan kemerdekan, dan sebaliknya juga kami Indonesia, tapi jangan ini di buat masalah baru lagi, mereka yang tewas adalah pahlawan semua nya, tapi sayang mereka tidak angap pahlawan oleh pemeritah Indonesia sendiri, kusus nya Presiden Habeibie, seandayan Habibi ini memberikan gelar pahlawan pada Aiatarak, TNI, Polisi, dan lain nya yang berjuang dalam mempertahankan NKRI pantas, karena Pihak timor lesti akan mengerti juga sama seperti kita, mereka juga memnerikan gelar pahlawan pada yang tewas semasa perang Indonesia Timtim ini, bukan masalah wajar dong sebaga manusia yang punya rasa hormat nya, kita memamang mengakui tindakan biadap ini, dan tidak mungkin juga kita menutupi dosa besar kita ini, jika kita Indonesia dan Timtim bukan penjahat ketapa kita melakukan perang ini, jika kita dari pertama nya kemari melahkan ke gelangan galdiator, mungkin sebaik nya kita duduk manis saya melihat pereseturuan ini, bahkan juga jika kita memang bijak serahkan lah semua pada Rakyat banyak, kita tidak bisa tunjuk sana-sini dalam hal ini, kita sebagai kesatria harus akui kebiadapan yang keji ini, tapi mudahan ini tidak lagi terjadi buat tragedi ini jadi pelajaran kita semua,karena apa lagi sudah kalau tidak di terima, jika anda di gigit ular dan anda menangkap ular itu lalu membunuh nya, tidak lah jua menyelamakan anda dari kematian, jika anda berpikir lebih baik sama mati mungkin, tapi lebih baik biarkan ular itu hidup, setidak nya kita sudah melakukan kemulian tuhan, atau anda yang pintar pergi kerumah sakin untuk meminta pertolongan.
Saya katakan kita sama orang berdosa, harus nya kita besimpati yang tewas di Timtim.
Saya jelaskan juga panda anda, ini bukan untuk memperpanyak Tex ini, atau pencitran, tapi juga harus di ketahui orang banya, Indonesia sangat banya punya militer tidak resmi, Malasyia adalah saingan militer banyak nya militer tidak resmi, ada suatau rahasia juga dalam kasus TimTim yang memenjawan dukumen kami yang terdahulu, dan semua adalah tetang konflik di Indonesia, GAM Aceh, dan yang lain adalah militer tidak resmi, yang setiap saat bisa di gunakan Indonesia, Kalimanta adalah sarang tentara tentara cadangan yang sewaktu bisa di perintahkan.
Tentara tidak Resmi pencetus adalah Tan Malaka, Pahlawan Indonesia yang di bukam, dalam buku gerpolek nya adalah cara untuk membentuk milisi, Gerpolek kepanjangan Greliya politik ekonomi, nah milisi adalah Gerpolik, mereka tidak di satukan dengan tentara resmi, tapi mereka punya pendidikan yang jauh dari militer resmi, karena merek bisa mempertahankan diri tanpa bantuan pusat nya atau yang memerintah nya, tidak punya senjata bisa merapas dan menjarah, tidak punya uang bisa merampok, bekerja dan sebagai nya, bahkan mereka bisa menerbangkan pesawat apa saja, Tank dan lain nya, mereka juga bisa buat senjata sendiri,merakit dan merencang sendiri, nah begitu lah Aitarak, besi mereh putih dan yang lain nya, mungkin ini kedengaran buruk citra Indonesia, tapi mau apa lagi sudah memang kenyatan nya seperti ini, di terima hal ini.
Bahaya nya milisi bisa membuat pemberotakan pada pemberintah sendiri, milisi layak nya penjahat, setelah saya birbicara langsung memutung pak jajak tokah Masyarakat Timor Lesti, tidak bermasuk apa kata nya, ini saya lanjut kan bicara anda kata nya.
Pak jaja menberika semua data nya, seberna ini kecil kata nya, saya tanya kecil apa nya pak? kical awal besar akhir nya kata nya, begini kawan-kawan semua dalam lingkup waktu 25 tahun lama nya, kami orang Timtim di landa kebingunan yang terus membesar, karena ada nya 2 kubu besar di daerah kami, kubu besar itu adalah Portogal dan Indonesia, dua ini bagai gadis muda yang sama cantik nya, tak hayal banyak terpikat pada nya, bahkan membuat laki-laki bingun untuk memilih nya, di sisilain Indonesia juga baik, di sisi lain juga portogal itu baik, walau pun portogal itu dulu penjajah, tapi setidak nya ada juga kebaikan nya, nah Perang dunia berahir maka mulai lah zaman baru, nah entah bagai mana bisa ada 2 kubu jadi masalah baru, di sebagian rakyat Timtim memilih Indonesia, sebagian mimilih Portogal atau kemerdekan menderikan negara sendiri, dalam lingkup waktu 15 tahun keadan Timtim bagai di atas agin, dan curang 2 kubu makin hari makin besar, saya juga bingung jika Timtim ini tidak sendapat dengan Indonesia ini, kenapa Timtim sempat menjadi Provinsi Indonesia, jika memang Timtim cinta pada Potrugal alias mendirikan negara sendiri, kenapa harus membiyarkan dulu nya Timtim menjadi Provinsi Indonesia, ini anehkan, nah dalam waktu panjang Indonesia ini dulu baik, tapi entah mengapa lama kelaman Pemeritah Indonesia ini tidak lah peduli dengan Timtim ini, semakin hari semakin jelas rasa akan yang anak tirikan Indonesia ini Timtim ini, hal ini lalu berubah menjadi sebuah pemberotakan dan ada nya kelompok garis keras di Timtim, kekecawa di hati orang Timtim dengan pembiyaran ini terus berlanjut hingga titik didih nya, maka juga ada biayang keladi nya, mereka yang pro Indonesia di Timtim rata-rata PNS atau pegawai negeri sipil, sedangkan kelompok Pro Kemerdekan adalah orang yang hidup nya susah miskin, petani buta hurup yang sangat mudah sekali untuk di pengaruhi atau di arahkan dalam bencana besar yang tak terduga sebelum nya, tuntutan pihak rakyat Timtim yang pro kemerdekan ini tidak juga didengarkan oleh pemeritah Indonesia, padahal kata jauh di lubuk hati yang dalam mereka kelompok Pro kemerdekan ini cinta Indonesia, dari zaman kemerdekan sudah, saya apa yang harapakan palsu, angir reformasi juga baian nya, tapi pada nti nya adalah, Rakyat Timtim meminta pada Pemeritah pusat jakartam pihak pemerintah jakarta melamparkan permintam itu pada pemeritah daerah, pemeritaj daerah yang di tuntut kebambali melepar nya pada Pemeritah Jakarta, dan ini buat bingun rakyat Timtim, jadi siapa pemeritah sebenar, dan kemana harus meminta nya lagi, ada yang tahu hal ini maka di maat nya lah hal lemah Indonesia ini, mereka kaum mantan penjajah Portogal beserta yang lain nya, muali memberi perhatian pada Rakyat timtim yang kecewa ini, perhatian ini makin lama makin tersebar, bahkan pemeritah Indonesia juga tahu ini, tapi kenapa dibiyarkan saja atau anap enting, perhatian yang terus di berikan juga ini menjadi intasi pemeritah Indonesia di Timtim ini tidak lagi berguna, yang polisi di angap untuk memberikan raya aman rakyat timtim juga di nalai lalai dan tak mampu bertindak, banyak nya laporan juga tidak di tangapi, lamat nya kemajuan di timtim ini makin di rasaka, kami rakyat timtim tahu semua ini, tanyakan saja mas frog kawan-kawa Aitarak dan yang lain nya itu, saya duduk di warung rakyat Timtim membahas masalah ketidak pedulian ini terus, dan membicarakan perhatian mana penajah itu, nasi sudah jadi bubur, rakyat timtim sudah meraju, baru pemeritah Indonesia menawrkan Otonomi daerah, dan ini di angap Rakyat Timtim sepertinya pemeritah Jakarta mengagap kita ini kecil, bukan tidak salah banyak orang menilai Timtim daerah muda nya Indonesia, apakah kita tidak mampu mandiri, nah ini lah sudah biyangg keladi utama nya.
Penawaran pemeritah Indonesia di tolak Timtim, dengan lotaran kata, kami bukan Yogyakarta, atau Aceh, yang di tawari Otonomi langsung menirima nya, kenapa kalian sekarang baru berpikir untuk memberikan hak Istemawa pada Timtim, apakah kalian ini mengagap kami anak kecil, kami akan bukti kami mamu mandiri!!!!
Tangapat saya sudah tahu hal ini, dan apa yang terjadi awal nya dan dasara nya masalah Timtim dengan sangat jelas sudah, dan saya tidak bisa bertkata lagi, jika Timtim melakukan pemberotakan wajar rasa jika begini kejadian, ini adalah kesalahan lalai dari pihak Indonesia, tapi pak jaja terus lanjut bicara.,
Tak bermaksut memotong pak jaja, tapi masalah sudah terang benderang sekali.
Pak jaja saya teruska ya mas Frog, ya kata saya, saya papar ku dulu di Kubu otonomi ya, pemeritah yang medapatkan lontaran kata macam itu juga marah seolah merasa tidak di hargai oleh Rakyat Timtim, der kata pak jaja, lansung membuat perpecahanhan besar, kelompok Otonomi di isi rata orang terpelajar dan terdidik sekolah atau dalam Intasi pemeritah Indonesia sendiri, baik terdiri dari TNI, Polda, dan lembaga pemeritah Dearah Timtim sendiri, ya jelas kubu Otonomi memusuhi kubu Pro kemerdekan karena akan hilangg kerajan, merak kubu otonomi yang hidup nya mapan sudah tidak mau lagi sudah jadi penganguran, jika memang kubu Pro kemeredekan mendesak terus saat itu, jika anda mas Frog orang Pns di Timtim anada tidak lah mau ikut kubu pro kemerdekan karena sudah jelas anda hilang pekerjaan, melihat ini kaum bekas penjajah mulai merangkai baru lagi, mereka mengadakan pertemuan untuk membuat pemberotakan, mereka mulai menyusun rencana, mereka juga memberi janji perang stadar dunia, jika menang melawan pemeritah Indonesia, maka yang ikut berjuang di kubu pro Kemerdekan akan hidup di jamin mapan, mereka akan di jadikan para oknum pemeritah baru, baik meggisi jabatan nya, dan di kubu otonomi juga sama, mereka pengawai pemeritah Indonesia juga di berikan janji macam kubu Pro kemerdekan, Jabatan naik dan bonus lain jika mampu membetahan kan Timtim supaya jangang terjadi pemberontaka, namu ini sudah terlajur lambat Opini publik sudah menyipang dan berniat dengan keras untuk mendirikan negara sendiri tanpa alasan apa pun lagi, mereka berbodong-bodong berjuang tanpa kata lelah lagi, dan mengasil kan bencana luar biasa biadap nya.
Makin hari makin terasakan jurang perbedan itu, hingga saling lempar permasalah atara pemeritah daera dan pemerintah jakarta makin jadi, keadan makin buruk kerenan demostrai dan ada nya propokasi terjadi di antara pihak beseberangan, alih-alih nya terjadi konfli-konflik kecil, saling ejek hina tak dapat di hindarkan lagi, antara pemeritah daerah dan Rakyat Timtim, keadan makin tidak aman lagi sudah, mereka kelompok pro kemerdekan sudah meledak-ledak bagai bom nuklir, gila aparat polisi saat itu waktu terjadi demostrasi dan konflik kecil melakukan kekerasan, memukili dan main tanggkap, itu juga di lakukan karena marah sama kubu yang tak hindarkan lagi, seperti kita ketahu kawan-kawan dan Tuan tuan kantor berita canada, padangan antara pihak Otonomi, mulai menilai ini bahaya jika terus di biyar maka akan terjadi kekacaun ini, kita ke jakarta sebentar.
Pada zaman itu di Jakarta juga di landa masalah, yaitu pengulingan rezim pak Harto, punyak adalah tahun 1998, menegarkan hal ini juga pihak dari bekas penjajah Timtim mengetahu nya, di manfaat kan ini sebaik mungkin, maka nya saya tadi sudah kata kan, jika pak harto tidak turun lain sejarah nya, Habeibie adalah Propesor bukan politikus yang mampu mencernana masalah ini, Habeibie terus juga di keroyok mereka Autralia dan lain nya, dan bukan hal baru telpon bernada keras pada Habiebie oleh dunia Internasional, karena sebelum pak harto yang bertahta adalah ditaktor maka kekersan TNI pun menjadi,karena bagi pah harto, ini harus di musnahkan, jika tidak maka terjadilah bencana, Pak harto sadar betul itu maka nya tidak salah lagi TNI dan lain bertindak keras, dapak keras ini dinail dunia pelangaran HAM berat, dan timbul cap Indonesia penjajah di kalangan rakyat Timtim, dan dorong perhatian pihak mantan penjajah timtim itu sendiri.
Bebicara Pak Harto tidak lengakap rasa tidak membicarakan Orde lama dan orde baru, kita akui Indonesia negara muda, pemeritah yang muda, yang sering berbuat cereboh dalam pemeritah nya, zaman orde lama dam zaman orde baru diwarnai oleh berbagi bencana pemeritah Indonesia yang di luar dugan sebelum nya, konflik perebutan keuasan terus terjadi, pemberotakan di Indonesia makin menjadi, Laskar Islam Indonesia yang berjaung untuk mendirikan negara Islam juga menjadi pemicu dan teladan pemeberotak Indonesia, oleh kaum pemeberotak itu sendiri, Rakyat Timtim yang melihat pemberotakan Laskar Islam juga ingin ikut juga, maka terjadi opini ingin menjadikan Timtim daerah katolik Indonesia, perpecahan makin besar, mereka katolik juga tidak mau penguasa Islam, jika laskar Islam terus memberotak maka bahaya bagi yang non Islam, dan itu pula di dasari oleh ceramah Uskup belo di Timtim yang juga berniat layak laskar Islam, pemeberotakan Laskar Islam menjadi kesempatam untuk mengarahkan kaum katolik Timtim itu.
makin hari makin tidak jelas nasip Indonesia, mungkin ini juga lah yang mendasari ketidak pedulian nya pemeritah Jakarta pada daerah lain luar jawa dan jakarta, masalah begitu rumin menekan nta.
Saya tahu juga di laur jawa dan jakarta ada sebuah opini beredar di kalangan masyarakat nusantara ini, opini ini lah rasis kesukuan, pemimpin dari kalangan jawa terus yang berkuasa, di padang rakayat lauar paulau jawa dan jakarta, saya anda mas frog tahu ini, orang yang ada di sini tahu perkara ini, ya kata pada pak jaja, di pikiran rakyat luar jawa dan jakarta begitu ada nya, ini dasar dari pemberotakan, mereka mengera ras jawa berkuasa, lalu ras lain nya di pingirkan atau kata kan saja di anak tirikan, jadi mungki lah membuat pemeritah jakarta sibuk yang tak menurus daera dengan baik, dan dapak nya ya ini sudah.
Pak Harto jatuh habeibie naik tambah kacau, lalu di iringi Gusdur, lalu Megawati yang ke Timtim bagai bidari turun dari surga kata pak jaja.
Pada inti nya timtim lepas dari NKRI adalah kesalahah Indonesia jua, bahkan tidak salah juga, Aitarak dan kelompok lain nya kecewa, mereka yang berjaung hinga titik darah penghabisan eeh Habiebei tidak mendukung nya dengan baik, malalah ikut memujukan Aitarak dan koroni nya, mungkin saya sependapat dengan Amat TNI yang duduk di sebelah Jendaral Ali, yang mengatakan Habiebie itu pengucut atau cari nama dan pujian di mata dunia agar minbulakan kesan baik di mata dunia, tapi memang Habiebie itu dapat pujian datang dari dunia luar, tatang penangan kasus Timtim yang menyetujui pihak Pro Kemerdekan Timtim, bahkan sifat mengecewakan opersi seroja kata nya, memang Habiebie dapat pujian saat itu, pujian itu juga membuat nya silau, apalagi ada penghargan yang di berikan dunia pada nya, dan ini membuat Habiebie selau nya tidak tertolong, tidak sadar lai dengan TNI yang berjuang dan gugur di Timtim ini, Habeibie kata TNI di tipu dunia, mereka sengaja memuji dan memberika penghargai itu agar mudah nya mendapakan Timtim kata TNI, bahkan status darurat militer di Timtim bersebrangan dengan Habiebie yang silau pujian dan penghargan itu, ini juga membuat lemah tekat Aitarak dan TNI berjuang, jika saya kata pak jaja yang jadi Habiebie, Indonesia yang terlanjur di nilai penjajah ini atau sering mmelangar HAM ini, maka saya akan terus kebiadapan itu, karena sudah berusaha baik juga di nilai dunia tidak baik juga, sudah lanjutkan gempur Tmtim dengan TNI usir semua yang ada di Timtim kata nya, sudah terlajur basah kuyukbegini mending lepas baju dan mandi sekalian sudah biar tahu semua kita tak takut air hujan itu, dan kita akan jatuh sakit hanya karena air hujan itu kata pak jaja.
Seolah di dengar begitu pak jaja ini seperti bukan oran Timtim berbau mendukung Indonesia, tapi saya tantakan pada nya? bapak serjana ya, tidak kata nya haya lulus sekolah rakyat setikat SMP saja, saua hanya bisa berhitung tulis dan membaca saja kata nya, saya tanya buku apa yang anda baca,? tidak juga kata suku baca buku, malaha mengatakan saya tidak punya waktu untuk membaca meniggat saya hanya petani dan pengebala sapi saja di pisir kota Dili, dan kadang bejalan kekota dili berkawan dan minu bir di sana, apa yang saya berikab data ini berdasarkan pengetahuan lapangan bukan membaca, karena orang yang berkawan di 2 belah pihak, di kubu Otonomi berkawan dan Di kubu pro kemerdekan juga berkawan.
Alasan saya menayai iya adalah mungkin data yang di berika adalah hasil olah dari membaca buku atau semacam nya, mungkin juga dia sering noton tv, atau memabuk berimijinasi dalam bercerita ini, eh ternyata tidak, data bedasarkan lapangan betul sekali, dan kenertral nya di jamin sudah ini.
Masalah motiv dasar nya saduh pecah, dan sekarng mencari kebenaran penyerngan dan kekersan pembakaran dan pembumi hangusan Timtim, apakah benar TNI dan Aitarak melakukan kejahatan laur bisa itu?
Dalam pengkuan di atas dari kelompok yang bertikai sudah mengakui semua kesalah nya masing2, cuma hanya saja di besarkan dan di kecilkan oleh media masa, kata nya hanya ada satu media masa yang jujur, hanya media Tv Japang, yang bernama Kiki tv di mobil nya tertutils, sedangkan yang lain nya melakukan pemujokan dan pemebentoran Imformasi, atau katakan saja, ada yang Pro Otonomi dan ada yang Pro Kemerdekan, jadi bukan hanya pasukan Aitarak yang perang, tapi media juga perang saat zaman itu.
Saya ini bukan orang baik juga pembaca, tapi kita bersipat jujur pada yang lain nya, dalam sebuah adu kekuatan militer maka kita semua sudah tahu apa yang tejadi korban nyawa terjadi, padahal dalam peraturan militer tercatung jangan bunuh rakyat sipil, jika perlu jangan sampai kontak senjata di are perkotaan, atau di lingungan penduduk, tapi bagai jika mereka lari ke perpanpungan, nah maka ini masalah nya.
Mereka juga senja juga mungkin lari ke perkota untuk melidungi diri atau bersembunyi ke rumah warga-warga yang tingal di situ, kegahuna tak terhindarkan lagi, karena razia di adakan satu pasukan untuk menangkap target nya, jika Aitarak ikut pasti sudah mengeledah rumah orang kampung untuk memastikan nya target nya, alaih alih cecok mulut terjadi, ada yang melawan dari sebagian warga sipil, lalu tindakan bunuh di ambil Aitarak, mungkin juga warga itu berdusta atau jujur bahwa dia tidak menyebunyikan pihak target Aitarak itu, maka dor dor berahir sudah nyawa warga itu.
Berbicara Aitarak tidak lengkap rasa nya tanpa membicarakan Induk nya TNI, dalam hal ini saya sebagai orang Indonesia sangat menghargai sekali perjuangan TNI untuk menjaga kedaulatan negara dan menjaga NKRI, saya di sini sedikit put tidak menytupi apa yang di lakukan oleh TNI di Timtim, tapi yang ada harus tahu juga, semua tidak juga di lakukan oleh TNI, memang Aitarak itu anak TNI, tapi Aitarak itu bisa melakukan misi sendiri tanpa lapor ke TNI, dan TNI juga sebalik nya, dalam kenyatan kebanykan TNI dan Aitarak itu adalah putra daerah Titim sendiri, tapi ada juga yang luar Timtim, dalam kasus ini sebenar nya Pemeritah Indonesia kurang kompak dalam mengurus nya, TNI, Polda tidak sependapat dengan Pemeritah Indonesia, yang jelas terlihat sekali oleh media Habeibie tidak sependapat dengan TNI, dan perpicahan di DPR dan MPR juga terjadi akikbat nya dari lengser nya Rezim Pak Harto, kenapa juga begitu, TNI pada saat itu banyak di luar kendali pemeritah Indonesia, sendiri, banyak motiv dan alasan penyerangan terjadi, misi juga banyak persi nya, tidak terlalu jelas siapa yang membuat nya, wajar ini mengidari tuduhan, atau kasar nya prtoses cuci tangan Indonesia.
Saya dan Ali Pasha, sudah mendukumentasikan lelib dari 200 motiv alasan penyerangan di Timtim, dan itu di kedua belah pihak, TNI, serngan sepihak lah yang paling sering terjadi, saya tidak menampik bahwa serengan resmi di bahwak komando TNI juga memang sadis, tapi paling sering serangan terjadi adalah serngan sipihak, atau ada cecok mulut terjadi, akhir nya jadi kontak senjata terjadi, dalam kesatuan pasukan Aitarak itu ada juga perintah resmi di bawah komando TNI.
Serengan si pihak ini biasa adalah bermotiv dendam kelompok atau dendam pribadi antara nya yang bertikai, habis itu ada serangan yang bermotiv pada kiriminal penjarahan, ada orang yang bergabung dengan Aitarak lalu di mamfaat nya untuk berbuat jahat, alias menjarah harta korbar, misal nya Aitarak membakar rumah, maka ada yang menjarah isi rumah ini, baik dari Aitarak sendir atau anggota nya sendiri hinga rakyat sendiri.
Falintil juga sering melakukan nya, Falintil di bawah Komando Taur Matan Ruak juga sering lakukan penyerangan mendadak, dan merampas senjata, baik senjata Aitarak, dan TNI, jangan di kira anda Falintil tidak perdah meyarang kelompok Pro Otonomi, atau Pos Polisi dan TNI, penculikan juga bisa di lakukan Falitil dan keroni ninja nya, tapi hanya di rahasiakan saja, dalam hukum perang ini biasa sudah saling serang begini, tapi sayang media mengambarkan nya terlalu sadis, bahkan di tujukan untuk Aitarak dan TNI terus, tanpa juga membuka kejahatan Falintil dan keroni nya itu, padahal Serangan Falintil itu adalah serangan resmi dari Ray Xanana, di Portogal, tapi hanya Aitarak terus yang di pojokan.
Amat dari Pihak TNI, memberikan data nya, bahwa operasi yang di jalankan dari Aitarak ada perintah resmi dari Pemeritah Jakarta, pembumi hangus langsung dari pemereitah Jakarta, sesudah jejak pendapat terjadi.
Ada suatau kejadian terjadi dalam pihak Aitarak dan TNI, mereka berpecah tapi di rahasiakan saja, supaya tidak jadi ke untungan Falintil, kasus itu terjadi pada tahun 1999 yang lalu, di mana Ereko Pimpinan Aitarak diam-diam berkawan dengan Falintil, dan Aitarak sengaja membuat ke gaduhan di Timtim, agar mata dunia terjuk pada Indonesia, dalam masalah ini TNI pernah Ingin membubarkan Aitarak dan Kelompok Itergarsi saat itu, karena TNI sudah mengagap Aitarak salah total,
Tapi TNI yang membuat tidak bisa bubarkan Aitarak, adalah Aitarak adalah pembela Indonesia sampai mati, tapi hanya terlalu mengedenpakan, masalah opini Aitarak sekongkol Falintil juga dapmpak nya besar sekali, pada akhir nya saling curinga mencurigai, dan Tentara Ninja di Aktivkan lagi.
Di markas TNI keluar kepusan opersasi pembersiahan, tapi Falintil juga memberlakukan hal sama, opersasi pembersihan di serahkan kepada kelompok Ninja, kelompok ninja adalah kelompok militer tidak resmi yang melakukan grilya di Timtim, semua melakukan operasi ini, setelah opersi pembersihan ini keluar, maka samar dan tidak jelas lagi yang mana kawan dan yang mana lawan, musuh dari TNI bisa jadi TNI, Musuh dari Aitarak bisa jadi Aitarak sendiri, musuh Falintil juga bisa jadi Falintil sendiri, lebih parah nya lagi, musuh Rakyat Timtim, bisa menjadi rakyat Timtim sendiri.
Kami dan Ali Pasha, jika di pangil pengadilan kami akan berikan bukti itu, dan bebrapa dukumen yang terselamatkan sebelum operasi pembumi hangusan Timtim.
Wartawan yang tewas di tembak di Timtim itu tahu rahasia ini, bahkan ada yang mevideokan, wartawan juga sering meliput kelompok ninja dalam aksi nya, tapi wartawan itu akan di kejar dan di bunuh, menjaga agar dunia tetap tidak tahu ninja ini.
Dalam setiap operasi di jalakan belum tentu semua nya pelaku nya adalah TNI atau Falintil, karena akibat campurtangan dari luar, banyak komdan berhianat juga jadi biyang keladi nya, TNI bisa Bunuh TNI, TNI bisa tankap TNI, itu sudah bisa, malah dalam sebuah opresi TNI dulu terjadi, ada yang kelompok ninja di dalam opersi itu, ninja di tengah perjalana operasi, lalu membunuh semua TNI yang ada dan merampas senjata nya, lalu ninja ini kembali kemarkas dengan berpura-pura luka dan di serang oleh Falintil, melihat ini TNI emosi, mendadat tanpa ada perintah langsung nyelunung balik gempur, Falintil tergempur balik gempur, korban tewas jatuh, pelaku nya Ninja berhasil, politik adu domba.
Pernyatan dari Pak jaja, pada suatau hari ada terjadi hal gila, dan dalam kejadian ini ada seorang wartawan yang melihat nya, wartawan itu adalah Wanita, bernama Rien Kunarti dari Kompas media koran, di situ ada beberapa pasukan yang datang dari mana tidak tahu asal nya, tapi pasukan ini lah yang membuat timbol romor perang Agama, karena pasukan ini memamkai Atribut Islam, semua angota bermuka pesanter, mereka membakar gereja dan mengejar Uslkup nya, tapi pasukan ini bagai hantu, entah siapa di balik nya, tapi ini adalah fitah keji luar biasa gila, dalam wawancara BCC london uskyp belu, menyatakan di serang oleh orang beratribut Islam, bahkan uskup belo menyatakan dia di tembaki, pernyatan ini sontak menjadi suratan dunia, ini biyang keladi dari romor perang salib Timtim, mereka Aiatarak, membunuh Aiatrak sendiri, untuk memancing Aitarak buat penyerangan.
Apa yang dunia ketahui tentang Timtim 80% salah, karena tidak tahu siapa yang bertikai, Kopi Anan dari PBB juga tahu ini, tapi merahasiakan nya, setelah opersasi pembersihan keluar, dan yang bertikai dan perang di Timtim bukan Indonesia lagi atau Timtim juga, karena banyak nya pasukan milisi tak resmi di sanan, mereka semua bergriliya, entah siapa yang bentuk nya, penjarahan pembunuahan pemerkosan dan perlakuan biayadap lain terjadi, PBB juga di serang dan di usir, ada juga romor yang di buat oleh siapa pelaku tidak tahu, tapi jika menyalahkan media rasa nya tidak salah, karena media langsung percaya lalu memberitakan dan ini sontak buat konflik memanas lagi, mungkin ini sengaja, Aitarak gatis menyatakan dia pernah kontak senjata dengan TNI, padahal TNI adalah Induk nya, entah dari mana datang nya gerombol ini kata nya, tapi ada pernyatan dari TNI mereka telah lengah dan kebobolan, ada senjalah pasukan datang ke markas TNI lalu membuat barisan, dan menyerahkan dukumen bahwa mereka dari Jakarta, tapi bodoh nya TNI ini tidak menelpon pada markas besar TNI dengan menayakan adakah mereka mengirim pasukan, TNI itu banyak orang nya, tak mungkin TNI itu kenal muka semua angotan TNI se Indonesia, tapi bisa di kenali dengan kepemlikan surat resmi, tapi pada kejadian, kenapa TNI sendiri tidak menyakan itu, masukan ini langsung melakukan operasi nya, mereka menembaki Aiatarak, kesal aitarak juga balsa serang, ribut lagi korban lagi, nanti ada yang menyerang markas PBB, tapi PBB tahu ini politik adu domba, PBB tidak mengeluarkan pernyatan, mereka hanya membiyarkan nya.
Timtim di masa Konflik dulu, setelah jejak pendapat di lakukan dan menang nya kubu Pro Kemerdekan, sontak Markas TNI mengeluarkan Operasi Daruta Militer dan Ini resmi, dan ini pun juga langsung di nyatakan dari Wiranto Jendral TNI.
Waduh ini makin banyak Ninja di Timtim, penculikan pemuduhan penjarahan dan perampokan, Di Timtim Jika rakyat Timtim memakai baret merah putih, maka meraka merasa berhak berlaku keras. main periksa rumah warga, masuk gereja buat gaduh, kami banyak bukti punya, operasi yang non resmi, tapi bisa juga operasi itu memang resmi, tapi di angap non resmi menyamarkan kejahatan nya.
Amat TNI menyatakan dalam wawancara ini, Operasi Resmi yang keluar dari Jakarta, operasi itu bernama operasi penangkal Propokasi, propaganda, dan Hilintar mengebang tugas ini, tapi bergabung juga kopasus dan Aitarak, operasi ini adalah untuk membubarkan setiap ada pertemuan antar masyarakan, karena bisa di angap itu adalah propaganda dan perekrutan prajurit baru, operasi tidak mengenal apa pun, Orang di Gereja pun juga di bubarkan, karena ceramah nya bisa propokasi, tapi operasi ini di nila dunia penjajahan HAM, kebesan untuk berkompol dan membetuk kelompok, tapi jika ini tidak bubarkan maka bahaya juga, ini Propaganda, yang kalau memeng mereka berkompol itu tidak bermaksut propokasi, tapi jika propokasi bagai mana.
TNI mengatakan, kendala dalam hal ini iyalah, mereka petroli untuk mengawasi Rakyat Timtim, jika ada yang berkompol di tanyai lalu di suruh bubar, tapi jika tidak bubur TNI menindak nya, pertama menembakan senjata ke atas, tapi juga tidak di hirau kan, kadang juga di balas dengan lemparam batu, TNI membalas lemparan bantu itu dengan dor-dor maka tewas mereka.
Tapi ada juga operasi yang memakai baju TNI padahal TNI tidak di tugas hari itu, dalam penyata TNI juga, kadang mereka sengaja membuat kegaduahan, itu di buat agar Rakyat Timtim bisa di ajak di usingkan keluar Timtim, Kadang kata Amat mereka melawan kami dan menulak untuk di usikan, kata nya Indonesia penjajah perampas tanah nya, dia juga bertahan sampai mati kata nya, tindakan tegas kemali di lakukan dor-dor tewas bersukur darah, nah ini yang juga membuat pak Jaja membatah PBB, kerena TNI dan Aiatrak di tuduh membuat kuburan masal, menyebunyikan semua agar tetap rahasia, tapi TNI dan Aitara itu, setelah membunuh membiyarkan saja jasat di situ, mereka setelah mumbunuh pergi, rakyat Timtim lah yang nanti mengubur nya, jadi PBB sudah memfitah, kita tidak membela TNI, atau menutupi korban TNI tapi malah kita sebalik nya mengatakan nya.
Operasi ini di berlakukan sebelum operasi pembumi hangusan Timtim di lakukan, supaya jangan jatuh koraban, Rakyat Timtim harus di keluarkan dulu dari Timtim, saya adalah orang paling bertangun jawab operasi ini, karena Jendral Wiranto sudah bulat tekat nya, tak akan menuyerah apa pun resiko nya, Wirato sudah menyiapkan akatan laut dan angtan udara Indonesia untuk gempur Timtim, tapi sayang nya operasi ini bocor ke publik, dan kebocoran ini membuat Rakyat Timtim bertahan di ungsikan, mamat mengakui bahwa dia dan angota nya saat itu memaksa memungisakan rakyat Timtim, Rakyat Timtim juga di ajak oleh Falintil untuk esudus ke Hutan, ke Markas Falinti, dan operasi ini resmi keluar dari Taur Matan Ruak, alasan nya adalah, jika rakyat TimTim semua di keluarkan TNI dari Timtim, habislah mereka, karena TNI akan gempur darat laut dan udara, dan PBB tahu ini, dan PBB juga meminta jangan korbankan rakyat sipil, nanti setelah bangunan rusak setelah di gempur, Indonesia harus bertangung jawab bangun ulang seperti yang dulu, misal nya gereja hancur, nanti harus di kembali di bangun, PBB menegaskan jika perlu jangan di lakuka ini, tapi aneh nya PBB malah tuduh balik Indonesia, kenapa begitu, jika PBB bijak sudah Indonesia akan gempur itu di Hentikan aneh.
Falintil itu sudah Tahu, mereka sudah mengukur kekuatan Militer nya, 1 pekakas Militer Falintil itu tak sehebat TNI, jika TNI gempur darat udara maka binasa semua nya mereka, jika ada kecaman dunia pun Wiranto akan mengelak nya, jika Portogal ikut campur juga, maka ini bisa babak baru perang besar, PBB kata nya akan membiyarkan juga.
Rakyat Timtim adalah perisai nya Falinti, dengan ada nya rakyat Timtim di markas mereka TNI Auri, berpikar mengepur dari udara, mengingat ada Rakyat Sipil, jika memaksa juga, TNI AURI akan di seret kepagadilan dunia ini, tapi semalam TNI Auri mengeras, DPR menghalangi nya.
Sebenar nya juga PBB, yang mendatangkan tentara multi nasional itu, tidak untuk melawan TNI, mereka di datangkan untuk mengusikan penduduk Timtim ke kam mereka agar selabat, tapi gila nya tentara Multinasional ini, malah memberperang dengan Milisi dan Aitarak.
Kalau Aitarak mengatakan, tarik ulur Indonesia ini, dengan PBB, untuk pembumi hangusan Timtim, tapi PBB juga setelah itu menyatakan, TNI hanya boleh menghacurkan banggunan milik pemeritah Indonesia kata nya, seperti PLN, TELKOM, BATALION, BANDARA, GEDUNG PEMERITAH, lain nya, PBB yang mendukung Indonesia juga mendukung Timor Lesti, kalau Amerika Serikat mendukung Indonesia kala itu, jika Amerika Serikat mendukung Timor Lesti, tidak dapat untuk, jika Amerika Serikat menjual senjata dan pesawat perang nya pun Timor Lesti tak mampu membeli nya, jika mendukung Indonesia maka Indonesia beli Peawat tempur dan Senajata Amerika Serikat, Indonesia jelas bisa bayar nya dengan kontan atau di tukar nya dengan minyak Pertamina, jadi tidak salah Amerika Serikat dan PBB bermuka dua kata Gatis Aitarak.
Aitarak tahu sudah maksut potugal, mereka akan bentuk pemeritah boneka di Timtim ini, alasan Portugal pada dunia untuk pembasan Timtim dan mengusir pendudukan TNI, Portgal itu sebenar nya, ingin kembali menjajah Timtim dengan kededok mendirikan Negara Timor Lesti, hanya dengan cara itu saja bisa menguasai Timtim, karena jika tiadak begitu, dunia akan angap Pertugal penjajah moderen zaman ini, pemeritah Timtim dalam timor lesti adalah boneka nanti nya kata Aitarak mendutuh Rai Xanana adalah boneka Portugal kata nya.
Aitara dan TNI kantor berita Canada, menegaskan yang disebut tarik ulur di dunia ini terhadap PBB, yaitu adalah Indonesia ingin melakukan serengan udara nya, jadi serangan udara itu di tarik ulur mencari waktu yang tepat, dan masuh juga Tarik ulur, untuk memastiak penduduk sipil tak jadi koraban perang, milisi kembali di aktivkan, mereka menerobos masuk hutan untuk mencari markas Falintil, mereka Ingin memevakuasi penduduk sipil, tugas milis juga harus benar memastikan tidak ada penduduk sipil Timtim di dalam hutan, dan semua nya di dalam hutan itu adalah Falinti, jika milisi memberikan Iformasi masip pada TNI, hutan aman tak ada Penduduk sipil maka serangan udara Indonesia akan terjadi Falintil binasa, tapi sayang nya operasi ini gagal, Indonesia tak jadi dan menarik serangan udara nya, karena penduduk sipil banyak di Markas Falintil, dan jika tidak salah TNI mengatakan penduduk sipil Timtim di Markas Falintil itu adalah perisai pelidungan dari serengan udara Indonesia.
Indonesia misis seroja nya gagal juga, misi gempuran udara nya jua gagal, dan kelompok pro kemerdekan menang atas jejak pendapat nya di PBB, Indonesia kecewa lagi, serengan membabi buta kembali di lancarakan, Aiatarak, besi merah putih dan kelompok pro otonomi bergabung besama buat gaduh Timtim lagi, pembakaran penjarahan pembunuhan bergelak lagi, Indonesia kembali membeli senjata dan Amunisi pada Amerika Serikat lagi, Amerika serikat bukam lagi di PBB, jika tanya juga mengelak, ke untungan menjual senjata Amerka serikat untuk besar, tidak salah bukam di PBB.
Tapi apa saja yang di lakukan Indonesia ini gagal, pihak pro kemerdekan menang secara politik, Indonesia menang secara militer nya, dan akhir nya Indonesia, melakukan misi operasi terahir nya, operasi itu adalah operasi pembumi hagusan Timtim yang remsi tanpa adalarangan dari pihak mana mun, tapi hanya di larang mengunakan opersi pembumi hagusan dengan mengunakan angkatan udara, dan operasi ini adalah untuk memhancurkan bangunan pemeritah Indonesia di Timtim, dan semua Aitarak dan milisi pada saat itu sudah di kandakan TNI semua nya, karena setatus nya sudah jelas, Pro Kemerdekan menang sudah Indonesia menerima nya, dan setalah itu operasi pembumi hangusan timtim yang bertugas TNI dari angkatan darat saja, mereka pasukan Ivantri Indonesia berjalan kaki dari daerah kekuasan TNI dengan meneting bensin di tangan nya, mereka membakar semua pasilitas Umum semua nya milik pemeritah saja, dan pasukan Multinasional pun mengawasi mereka dari udara, karena pasukan multinasinol itu, akan menugur TNI jika melencing pembumi hangusan nya, setelah itu misi ini, semua orang Indonesia pulan kembali ke rumah masing, pertempuran pun sadah selesai damai pun terjadi, semua dari pihak TNI dan pemeritah Indonesia berjabat tangan dengan Rai Xanana selaku pemeritah sementara Timor Lesti.
Mungkin jelas sudah anda pembaca tahuy masalah nya kan, jadi semua yang dulu masih mesteri sudah pecah sekarang ini, ada juga Aitarak mengatakan sakit hati nya pada Habeibie yang di angap nya salah, Habiebie tak punya jiwa satria, apakah dia buta dengan pahalawan Indonesia yang tewas di Timor Lesti.
Dan akhir nya juga dalam wawancara kantor berita canada ini, mengelurkan dengan resmi dan di pertangung jawab kan semua nya oleh Pihak kami Avril Lavigne Fans Fender Telegaster Oranganisasi, dan redasksi edting kantor berita Canada, semua misi resmi Indonesia di Timtim, Tidak ada buatan Habiebie yang pengecut itu, semua pereintah resmi di buat TNI dan Parlemin Indonesia, dalam masa terguling nya rezim Soharto, pemeritah daruta di bikin perlemen Indonesia, Habiebie hanya bersipat boneka saja, untuk memayungi pemeritahan semantara sebelum pemilihan Presiden nanti nya, pada dasar nya kami sepakat semua nya, Habiebie bukan Presiden Indonesia Titik, kami bukan ingin membersikan nama dari kejahatan keji di Timtim, tapi nyata peritah tidak di buat Habiebei.
Hampir semua orang Indonesia kecewa terhadap nya, lepas nya Timtim itu adalah kesalah nya juga, dan kesalahan pemeritah Indonesia jua, yang membiyarkan Timtim bergolak di Atas angin, hingga di masuki pemberotakan, tidak salah juga kalau dunia menilai Indonesia Penjajah, kenpa itu keranan Indonesia tak mampu mengebang misi mempertahan kan Timtim, jika Indonesia ini sayang dengan Timtim dan mengakui rakyat Timtim orang Indonesia maka, apa pun yang terjadi Timor Lesti tidak boleh menang, militer terus ada di sana untuk mempertahan nya, berika rasa Aman pada Rakyat nya, jangalah mereka di sanan, jangan ijin pengaruh luar masuk, Pahalawan sejati bertempur sampai mati.
Pemeritah Indonesia dasar nya tidak cinta dengan penduduk Timtim, semua nya, mereka Aitarak juga di tuduh besalah, bahkan Indonesia tidak mau mengagu Aitarak Bikinan nya, seharus Indonesia akui saja Aitarak itu adalah Pahalawan nya, dan ini tidak salah, karena hargalah jasa nya yang sudah mempertahankan NKRI ini.
Sayang seribu sayang, pemeritah Indonesia tidak mengagap Aitarak bikinan nya itu pahlawan, bahkan balik menuduh nya lagi biyang keladi kekacauan, yang biyang keladi kekacaun adalah pemeritah Indonesia sendiri, Aitarak dan TNI hanya korban nya, bukti nya sudah ada di hadapan nyata, kenepa juga kemari pemeritah tidak dari dulu berikan Otonomi daerah untuk Timtim, jika di berikan pemberotakan ini takan pernah ada.
Terahir saya berika, Aitarak dan TNI adalah pahlawan yang membpetahankan NKRI, jahat atau tidak mereka tapi mereka sudah bersuha dengan keras menjaga kesatauan, tapi hanya cara nya saja keras sekali dalam mempertahankan NKRI ini, siapa pun harus terima ini Aitarak dan TNI pahalawan nya, mereka harus di berikan tanda jasa oleh pemeritah Indonesia, sama juga dengan Timor Lesti, mereka memberikan gelar pahlawan pada seluruah penjuang nya, jahat atau tidak mereka tetap di berika Rai Xanana gelar Pahlawan, Taur Matan Ruak pun jadi paling besar Timor lesti layak jendaral Sudirman.
Tidak papa memberika gelar pahlawan pada Aitarak dan TNI, Timor lesti takan marah atau tersingung karena sudah jadi kewajiban bangsa memrikan gelar pahlawan bagi mereka yang membela tanah air nya, tak peduli cara apa.
Penutup tulisan ini, saya berharap jangan lagi kebiadap ini terjadi, dan jadikan lah tulisan dengan bijak, jangan di salah gunakan untuk membuat konflik baru lagi, tulisan ini hanya ingin mendukumentasikan sejarah saja tanpa ada untuk mengukit nya lagi.
Dan tidak saya ucapkan pasa semua kawan-kawan yang hadir di seni terima kasih banyak dalam bantuan pemberi data nya.
Penangung jawab redaksi pedulisan saya Frog Gozilla, dan Jendral Ali Pasha GAM Aceh, dan seluruh Kru repoter Avril Fans Fender Banjarmasin kantor berita Canada Banjarmasin.
Nomor Asip dukumoen 354729 kantor berita Canada Banjarmasin, jika pembaca butuh bukti ke akuratan nyam, silahkan lagsung tulis emali 085246341308 pada saya, kami semua siap di pangil ke pengadilan jika ada pihak yang mau,.
Semua nama memang sengaja di rahasiakan, karena sudah perjanjian dari awal,
Dan mungkin sekian dulu imformasi yang saya bisa berikan pada anda para pembaca. Dan kita bertemu lagi di lain epesodi tulisa saya yang baru nanti.
Terima kasih telah membaca nya semoga berguna untuk anda.
Mohon maaf bila ada kekeliruan dalam tulisan saya di atas.
FROG GOZILLA
Ketua Organisasi Alternativ Rock Numetal Comnty Tato88 Tanjung Tabalong yang bergerak memajukan pendidikan di Banjarmasin Aceh dan Indonesia.
Organisasi ini juga sangat aktiv di industri musik Rock Endergrond,
Dan berjuang untuk membangun perintahan ustmaniyah yang baru,
simbol organisasi
Avril Lavigne





Tidak ada komentar:
Posting Komentar