Translate

Selasa, 19 April 2016

Masalah Pajak Industri Indonesia




Masalah Pajak Industri Indonesia

WELCOME BLOGGER FROG GOZILLA
Terima kasih pada anda para pembaca yang sudah mau melungkan waktu berharga anda hanya untuk membaca tulisan saya 


Pendahuluan

Avril fans fender Banjarmasin Kru Redaksi Reporter Kantor Berita Canada

Tulisan ini saya bisa pertangung jawabak kebenaran nya, jika ada yang keberatan silahkan tulis email ke saya. Tulisan ini di terbitkan tanggal 15 April 2016 di Tabalong Banjarmasin Utara, pencentak kantor berita kanada.
Tulisan ini adalah hasil dari wawancara di kantor berita Canada Banjarmasin, membahas masalah pajak Industri Indonesia, koslisi dagang Asean, Industri dagang Aceh, Sumatera, Kalimanatan, jawa, dan lain-lain nya, di hadir jua oleh pemeritah kesultanan Banjarmasin Aceh, Sumatera dan Malasyia.

Penulis etiting Avril fans fender Banjarmasin redaksi repoter jurnalis kantor berita Canada, pembawa Acara Jendral Ali Pasha GAM Aceh, dan juga pemuda Partai Aceh dan di bantu juga oleh kawan-kawan mahasiswa dari Universitas lambung Mangkurat Banjarmasin.
Dan semua nama sengaja di tidak di jatukan dalam penulisan karena sudah perjanjian besama, jika ada yang keberatan silahkan cari kami di Banjarmasn



Masalah Pajak Industri Indonesia

Peserta wawancara di ruang miting rom kantor berita Canada Banjarmasin

Wawancara kantor berita Canada Banjarmasin, bukan terpengaruh masalah Panama Paper yang banyak di isukan oleh media, bagi saya dan kawan-kawan Panama paper bukan masalah besar, tapi hanya di besar-bersarkan saja, atau di buat dalil opini publik oleh orang-orang aneh, sebab masalah pajak di Indonesia ini sudah memamang tidak beres dari dulu, dalam wawancara Ali Pasha sudah menanyakan pada pemeritah daerah Banjarmasin, kenapa baru sekarang masalah pajak ini di ungkit dan di besarkan, padahal pemeritah tau sendiri pajak di Indonesia sudah memang sudah bermasalah, bahkan ada beberapa pengusaha dari sumatera terang-terangan berbicara di beberapa media, mereka mengatakan bahwa mereka segaja tidak 100% penuh membayar pajak, dan hanya membayar pajak yang di hitung memang harus di bayar kan saja oleh mereka, kerana masalah jika membayar pajak penuh hanya memperkaya pemeritah saja, uang nya juga pasti di korupsi oleh mereka, pembangunan daerah juga tidak juga menengkatkan, pendidikan juga tidak maju-maju juga, jalanan-jalanan juga banya rusak tidak juga di perbaiki oleh pemeritah Indonesia, kami pengusaha Industri di pajaki sangat tingi tapi hasil nol besar, kami pengusaha bekarja siang dan malam untuk mencari uang ini, tapi pemeritah seenak nya mempajaki nya.
Dalam menyikapi hal di atas tadi kita sudah tahu apa masalah pengusaha malas bayar pajak pada pemeritah, kadang pengusaha menyebunyikan kekekayaan nya, bahkan ada dari pemeritah sendiri yang merengkap pekerjan menjadi pengusaha dan mengatas nama kan orang lain, kasar mony londry, pemeritah sadar ini semua nya.
Koalisi dagang Asean mengatakan dalam wanwancara, jujur kami mengira pada runtuh nya rezim Soharto pengusahan dan Industri akan berkembang pesat karena ada nya dorongan pasar bebas dan globalisasi dunia ini, tapi nyata tidak, pemeritah Indonesia sering sangat kejam dengan kami pengusaha asli dari Bangsa Indonesia ini, mereka akan tunduk dengan pengusaha dan Industri Asing, bahkan di Jaman rezim SBY adalah paling gila, mereka meloloskan undang-undang kontrak karya dengan Amerika Serikat yang sangat mererugikan Indonesiaa, tapi mereka pelaku nya akan jadi kaya raya karena suap dari Industri dan pengusaha negera penjajah itu.
Tidak ada kontak komonikasi pemeritah dengan pengusaha daerah ini, kadang juga membuat peraturan aneh sekali, dan saya berani katakan pada semua orang, pemerintah Indonesia hanya bisa menarik pajak saja pada pengusaha, masyarakat dan Industri daerah, tanpa ada yang di buat dengan uang pajak tersebut, mereka semua malas bekerja hanya bisa menadahkan tangan, tidak juga mengembangkan BUMN, atau menudukung Industri sendiri.
Saya adalah orang punya beberpa usaha di kalimantan, Kusus nya di kalimantan Timor, saya jujur saya dalam 12 tahun ini banyar pajak pada pemeritah Indonesia sebanyak 5 milyar, karena usaha saya adalah pertambangan Pasir, sebenar jika uang pajak yang saya bayar itu saya kekola sendiri tanpa pemeritah, misal jika buat sekolah maka jadi sudah sekolah di Samarinda ini, jika ingin buat jalan, maka jalan itu juga jadi, tapi uang nya ke tanggan pemeritah Indonesia maka hilang semua nya, entah kemana, di bangun apa uang saya itu, di lihat dari pemeritah Indonesia mereka hanya membangun Jakarta saja tanpa memikirkan daerah lain seperti daerah saya ini Samarinda, dan saya terus terang saja saya dari 2 tahun lalu sengaja tidak membayar penuh pajak wajib saya, kerana hanya memperkaya dan mesejaterakan mereka para koruptor pemeritah Jakarta.
Setelah kami mendengarkan beberapa keterengan dari kawan-kawan semua kami sudah tahu akar duduk masalah ini, dan tidak salah dugan kami sebelum nya, yaitu pemeritah menyalahgunakan uang pajak dan pengusaha dan industri tahu itu maka nya mereka malas banyar pajak, tapi ada yang di perlu di ketahui juga, memang ada juga pengusaha industri itu memang tidak mau bayar pajak kerena merasa di rugikan atau kasar nya merasa di rampok oleh pemeritah padahal mereka berpenghasilan ratusan juta rupiah untuk satu bulan nya.
Dan saya sendiri juga jujur saja juga punya usaha Industri musik besama Ali Pasha, pemeritah Indonesia sangat kejam sama sekali dengan kami, mereka akan memluluskan pengusaha asing ke timbang kami, dalam penuturan pemeritah Aceh sendiri mengatakan, dari zaman nya GAM Aceh melakukan pemperotakan terkait juga menjadi pedorang konflik masalah pajak ini, tapi setelah sunami kemarin kami mulai lunak terhadap pemeritah Indonesia tidak sekeras sebelum sunami terjadi, saya katakan jika pemeritah daerah tidak berani melawan penjajah pemerintah jakarta daerah tidak akan maju, teserah jika menilai ini rasisi atau kesukuan, tapi nyata sekali. pemeritah hanya membangun Jakrta saja, dan tidak salah juga jika Timor-Timor lepas dari NKRI ini, bahkan pasukan Aitarak Pahlawan yang mempertahankan NKRI juga di lupakan, saya bukan menylahkan pemerintah pusat saja tapi ini nyata.
Ketika Aceh masih belum campur tangan dalam pasar bebas dan globalisasi Aceh di serang krisi ekobomi juga, tapi Aceh memberanikan diri secara terbuka melawan penjajahan pemeritah jakarta, kami tidak mengijikan pengusaha bayar pajak langsung ke jakarta sana harus lewat kami dulu, dan kami akan potong uang pajak itu dengan sengaja untuk membuat perkembangan daerah sendiri, jika kami hanya berharap dengan pemeritah indonesia jalan buntu, kunci nya adalah mandiri dan berani mengabil tindakan sendiri, kata saja menetukan nasip provinsi sendiri, kami juga melakukan perdangangan langsung dengan Asing tanpa sedikit pun kami takut terhadap pemeritah, kerena saya kata lagi jika anda tidak berani sebagai penguasa daerah, maka daerah yang anda kuasai tidak akan maju-maju, mereka pemeritah jakarta hanya bisa mempajaki saja tanpa berbuat apa malas kerja hanya menadahkan tangan nya saja pada siapa saja yang di angap kaya di Indonesia ini, mereka juga sangat setia pada Imperialisme macam Amerika Serika penjahat Perang Itu, Indonesia negara pelayan Imperialisme yang tunduk- menunduk bahkan tiarap hinga di perkosa sampai hampir mati oleh Imperialisme penjajah ekonomi nomor wahit IMF itu.
Pemeritah Banjarmasin menambahkan juga, ketika mendengarkan Amen Rais partai Pan itu, saya setuju dengan nya, Amin Rais mencoba secara halus memberitahukan masalah rezim SBY yang tunduk dengan Imperialisme itu, kebijakan luar negeri di batasi Imperialisme itu kata Amin Rais, kita tahu Bhus penjahat perang SBY memuji nya kata Amin Rais, kita tahu ada penjajah ekonomi bercongkang dia IMF yang menakuti pemerintah kita agar mau menuruti nya, pada inti nya mereka sudah menjadi berani mendeti pemeritah lalalu pemeritah Indonesia akan di arahkan untuk memusuhi musuh Industri Dagang mereka itu, padahal banyak orang Indonesia yang punya pontesi pendongkrak ekonomi negera ini, mempercepat perkembangan BUMN, tapi sayang pemeritah turtut dengan Imperialisme itu, karena Penjajah Imperialisme itu tahu, jika potensi Industri lokal di dukung pemerintah atau maju nya BUMN maka mereka akan mati usah nya, jelas rakyat Indonesia akan membeli produksi dalam negeri karena punya kualitas sama dengan Imfor, demi tuhan kata Amin Rais Imperialisme itu kehilingan mata pencaharian mereka semua nya kata Amin Rais.
Dan setelah itu saya mencoba berbicara dengan pemeritah daerah kalimantan Timor, mereka juga setuju jika kita ikut Aceh dan sumatera berani melawan pemerintah Jakarta, dan kami juga meresakan sekali kemajuan dalam otonomi daerah, mereka pemerintah Jakrta selama ini telah korupsi kebijakan juga, mereka buat atuaran suapaya provinsi di batasi nya dalam ekonomi globalisasi Asean, mereka mengharuskan pengusaha Asing atau lokal bayar pajak tanpa melalu pemritah daerah, karena jika pemerintah daerah tahu nominal nya maka mereka hanya ada 2 kemungkinan berdiam dan bekerjasama mengorupsi nya, dan saling tuduh, pemeritah daerah menuduh pemeritah pusat, dan pemeritah pusat menuduh pemeritah daerah akhir nya rakyat bingung sendiri, di pangil ke pengadilan pun adalah sandiwara belaka, mereka jelas memperlambat dan bertele mengurus nya hingga rakyat bosan dan menyerah menurus, dan mereka bisa bekerja dengan media, lalu terjadi pengalihat berita untuk memuluskan bangi-bagi hasil ini, dan ini sudah terjadi sadar atau tidak anda sekarang ini, tapi kami pemeritah Banjarmasin sadar hal ini tapi hanya kadang di halangi untuk mempublikan nya.
Kita juga tahu Papua adalah daerah kaya dan penyubang dana pajak besar buat pemerintah, jika OPM yang sadar akan penjajahan ini melakukan perlawanan lalu pasti akan di tuduh pemerberotakan, kerana mereka pemberintah Jakarta takan membinyarkan daerah kaya papua ini mengurus diri sendiri, mereka pemerintak jakarta akan mengorbankan prajurit TNI berapun untuk mempertahakan aset kaya ini, bahkan mereka yang gugur pun juga tidak juga di perhatikan dengan layak, karena ini hanya sebuah betuk politik baru dinia ini, dulu mereka penjajah berebut pulau, sekarang mereka berebut planet ini.
Saya dan kawan-kawan sesama pemerintah daerah sepakat dengan Aceh titik.
Partai politik Aceh merepos dealok ini, mereka mengantakan kita sepakat jika tidak melawan nya kita akan terus terjajah, dan kita akan mendukung ekonomi pasar bebas provinsi ini, atau katakan saja kita mendukung dengan hak menintukan nasip provinsi sindiri tanpa ada campurtangan pemerintah jakarta, dan gagasan ini juga menguntungkan rakyat karena mudah dalam menutut nya atau menyeret pemerintah ke pengadilan, karena semua kekuasan di serehkan pada pemerintah daerah sepenuh nya, dan jika mereka menduduh pemerintah pusat sudah melakukan penjajahan provinsi tidak bisa, karena sudah sepenuh nya di serehkan pada pemerintah daerah, tak ada lagi sudah saling tuduh.
Partai Politik dan GAM Aceh juga menanbahkan, pemerintah Jakarta tidak bisa memerintah Indonesia yang luas ini dan juga di putus-putus oleh lautan secara rata-rata nya, jadi jika pemerintah Jakarta tidak memberikan hak penuh terhadap pemeritah daerah mereka sudah haus kekuasan, mereka mengkalim semua tanpa melihat kemampuan diri nya sendiri.
Jadi kita sepakat di sini masalah Globalisasi dan pasar daerah langsung di provinsi, kita juga sepakat pemerintah Jakarta tidak semenan dengan provinsi ini, jika ini pemerintah jakarta masih mengeras juga, kita tanyakan pada mereka, jika provinsi di batasi apakah ada jaminan otonomi daerah merata tanpa pilih kasih pasa daerah mana pun, jika mereka mengatakan hal mampu jika dalam jangka waktu yang di tentukan tidak berubauh juga mungkin kita perlu melakukan pemberotakan kaya dulu lagi, tak peduli di bilang jahat, ya jahat bagi mereka tapi baik bagi seindiri.
Avril fans fender memberikan pandangan nya, Indonesia sudah lama merdeka, tapi kenapa sangat lambat berkembang, bahkan kalah dengan negara muda macam Malasyia tetanga dan sauadara se Asian, kita di sini tidak bisa lagi berbohong Indonesia kalah dengan malasyia ini, secara keberanian poltik ekonomi dan militer nya, mereka berani menolak dana asing yang ingin masuk dan bermaksut menjajah ekonomi Malasyia, mereka berani menolak tegas Amerika Serikat yang coba Campur tangan politik ekonomi militer mereka, Malasyia punya sercuit sepang yang menjadi ajang balap dunia, indonesia yang mengaku kaya tidak punya sercuit ini.
Tanpa banyak kata lagi saya akan berikan kesimpulan wanwancara ini, kita sudah tahu mengapa pengusaha engan bayar pajak, itu karena sudah sering pemerintan Jakarta menyalahkan pajak tersebut, uang negera di korupsi bersama-sama hingan hampir bangkrut negara ini.
Saya tidak menanmpik jika memang benar mereka pengusaha yang curang dan sengaja tidak bayar pajak, tapi lebih banyak pengusaha yang kecewa ke pada pemerintah yang menyalahgunakan uang pajak tersebut, dan jangan heran dan bukan hal baru mereka tidak mau menanbung di Bank Indonesia, atau berinvestasi di Indonesia karena pemerintah Indonesia akan meremapok nya, memajaki nya memusuhi nya dan lain lagi, pemeritah hanya jadi pelayang negara Imperialisme saja.
Saya sepakat kami akan terus kan apa yang kami buat tak peduli apa yang akan terjadi atau pemerintah merenyarang kaim, kami akan menetukan nasip kami sendiri, jika kamipatuh dan penduli peda pemeritah jakarta kami tidak akan maji, kami mengokosi pemerintah yang kami ongkosi itu.
Dan demi tuhan kami tak akan bayar pajak sepenuh nya titik, terima atau tidak.
Kami yang pintar tidak akan terjajah oleh para pemerintah jakarta, hanya yang bodoh saja terjajah oleh nya.
Kami bukan pengecut, kami kesatria yang akan selalu menghunuskan padang nya mengangat perisai nya.
jikan anda berani pembaca lakukan lah apa yang kalian angap baik sekarang ini, dan jangan mau di jajah mereka semua nya.
Tirulah kami semua dalam benjuang kami yakin anda bisa, kalau tidak sekarang kapan lagi?

Dan mungkin sekian dulu imformasi yang saya bisa berikan pada anda para pembaca. Dan kita bertemu lagi di lain epesodi tulisa saya yang baru nanti.
Terima kasih telah membaca nya semoga berguna untuk anda.
Mohon maaf bila ada kekeliruan dalam tulisan saya di atas.

FROG GOZILLA
Ketua Organisasi Alternativ Rock Numetal Comnty Tato88 Tanjung Tabalong yang bergerak memajukan pendidikan di Banjarmasin Aceh dan Indonesia.
Organisasi ini juga sangat aktiv di industri musik Rock Endergrond,

Dan berjuang untuk membangun perintahan ustmaniyah yang baru,  


Simbol organisasi


Avril Lavigne



Tidak ada komentar: