Translate

Jumat, 15 Agustus 2014

SEJARAH RINGKAS FILSAFAH KEBUDAYAAN DAN MAKNA SIMBOL KOTA BANJARMASIN





WELCOME BLOGGER FROG GOZILA
Terima kasih pada anda para pembaca sudah mau meluangkan waktu berharga anda untuk membaca tulisan saya.

KARAKTER FILSAFAH BUDAYA MAKNA SIMBOL 

Sebagaimana telah diuraikan dalam tulisan saya sebelumnya yang berjudul EKNIK BANJAR. bahwa orang Banjar atau suku-suku banjar mempunyai prinsip hidup dinamis. Akan tetapi di dalam prilaku hidup dan kehidupannya senantiasa bersifat filsafah dan memiliki seni budaya; malah perkembangan kebudayaannya menjangkau juga arah filsafah dan kebudayan bangsa indonesia, mengapa demikian?
Hal ini dapat segera ditanggapi, ialah sebagai pengaruh lembanga hidup antar daerah, bangsa-bangsa lainnya bercampur baur, sehingga melahirkan semacam kombinasi dan sintise filsafah-filsafah kebudayaan yang disebutkan; KEBUDAYAAN BANJAR MELAYU.
Pedoman yang memberikan arah percampuran kebudayaan berasal datang dari adat isti''adat Dayak, Jawa, Sunda, Bugis, Minang, Arab, India dan ustmaniyah dan bangsa-bangsa lainnya. Memang pulau kalimantan terletak pada garis tengah dunia (khatulistiwa). Menurut penelitian orang asing bahwa orang Kalimantan pada umumnya dikatakan orang banjar. Di luar negri misalnya di Mesir, ceylon, pilipina, mekah dan sekitarnya mengatakan bahwa perantau-perantau yang berasal dari pulau Kalimantan disebut atau di beri gelar orang Banjar.
sejak abad XVI yaitu sezaman dengan mulai berdirinya kerajaan Banjar (kesultanan Banjarmasin). Tahun 1587 di bawah pemerintahan Raga Samudra (sebelum beliau memeluk agama Islam ) sampai berganti nama Pangeran Samudera hingga di tabalkan sebagai Sultan Suryansyah tahun 1620 maka Banjarmasin sudah mempunyai lembaga hidup ruhui-rahayu, filsafah-filsafah kebudayaan kegotong-royongan. Ketika bangsa belanda berkuasa di Indonesia di mana kalimantan juga di bawah kekuasan pemerintahanya, maka setiap bentuk pakain dan senjata suku Banjar selalu jadi perhatiannya. Kemungkinan  ketahanan hidup dan perjuangannya yang di katakan oleh Gubernur Jendral Daendeles dahulu,Dr. Eisssen Berger hinga Gubernur Kalimantan H.J. Haga (1942) bahwa orang Banjar, dalam pergaulan serta kebudayannya selalu bersifat dinamis, Seseorang yang memimpin harus sabar dan mampu berterus terang kepada kelompok sukubangsaa Banjar. Sebab mereka kadangkala punya sifat dendam dan diam, sehinga sukar di tebak, arah kemana dan apa kemauanya serta bagaimana konsekwensi perjuangan yang sebenarnya. Namun filsafah  Banjar seperti rahasia rumah, tapi pintu dan jedela senatiasa terbuka. Begitulah pandangan  tinjauan sepintas lalu tentang filsafah dan kebudayan Banjar. Kemudian oleh angkatan perintis kemerdekaan sampai tahun 1945, berusahalah untuk menempatkan wadah cita-cita keluhuran kebudayaannya. yauitu menjadikan mutiara sini budaya daerah Banjar untuk dituangkan kedalam lambang kehidupan (diabadikan secara rakyat mufakat).
Dibawah ini diterangkan tentang arti dan maksut lambang daerah Propinsi Kalimantan Selatan serba ringkas.
Pada tangal 9 April 1963 oleh Dewan perwakilan Rakyat daerah Propinsi Kalimantan Selatan'' menurut prosudur surat keputusan Presiden R.I. NO. 195 tahun 1956 tentang dibolehhkannya bagi setiap daerah yang bersangkutan untuk memilih suatu lambang  daerah dalam wilayah Negara kesatuan Republik Indonesia. Lambang daerah tersebut diatur dalam suatu bentuk peraturan Daerah tentang tata cara pemakaian pengunaannya. Peraturan Daerah termasuk terdiri dari 5 buah bab dan 10 pasal.
Lambang Daerah Propinsi Kalimantan Selatan berbentuk sebagai perisai atau tameng.


Gambar lambang Propinsi Kalimantan Selatan
Lambang Daerah Terdiri dari ;
1. Bintang berwarna kuning emas
2. Rumah Banjar bubungan tinggi berwarna hitam 
3. Intan berwarna putih bersinar 
4. Buah padi berwarna kuning 
5. Batangf karet berwarna hijau 
6. Pita berwarna putih
7. Tulisan Waja Sampai Kaputing
(di artikan; Haram manyarah= pantang mundur) sama juga dengan Never Onward.

Lambang Daerah tersebut menejukan adanya filsafah dan kebudayan Banjar yang kongkrit dan dapat dipertangung jawabkan dan pertahankan kekal abadi sepanjang masa.
Uraian filsapah bahwa perisai atau tameng sebagai (dapat), dijadikan alat pertahanan perang yang melambangkan dan berkesangupan menjaga serta mempertahan diri, keluraga, daerah, wilayah dan tanah tumpah darah leluhur Negara Indonesia. Mempunyai semangat damai, ruhu-rahayu, keberania, kejujuran, dinamis, berwibawa guna menegakan kebenaran perjuangan disaertai oleh hikmah kebijaksanaan meneju suatu masyrakat adil dan makmur yang senantiasa direlai oleh tuhan yang maha esa. Juga melambang kan keadan penduduk Kalimantan selatan yang mempunyai kepribadian dan kerohanian yang luhur dengan penuh keyakinaan dan kepercayan kepada Tuhan-nya.
Lambang sebagai lukisan masyrakat Banjar yang mengandung adat istiadat, seni budaya dalam artti nasional.

Cukup sikian dulu yang saya bisa berikan pada anda para pembaca dan di lain kesempatan atau edisi baru tulisan saya yang berikut nya nanti saya akan coba lengkapi tulisan semua tentang sejarah budaya Banjarmasin Kalimanta selatan selengkap-lengkap nya supaya Indonesia dapat dijelaskan dan di pahami orang banyak.
Terima kasih telah membaca nya sampai habis. Dan semuga berguna dan menambah pengetahuan anda tentang sejara Nusantra. Dan saya sangat berharap dengan anda untuk dapat tertari dan bersitipasi untuk mepelajari dan mengkampanyekan sejarah indonesia ke banjak orang.
Mohon maaf bila ada kekeliruan dalam tulisan saya

FROG GOZILA
Ketua oraganisasi Alternativ Rock Numetal Comnty Tato88 Tanjung Tabalong, yang bergerak untuk memajukan pedidikan di Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Indonesia. Dan saya frog gozilla juga berusaha keras untuk mendirikan pemerintahan ustmaniyah yang transparan dan dilahat dan ketahui banyak orang. Organisasi kami juga akan menjayakan kembali musik Rock 

Simbol Organisasi
  


Tidak ada komentar: