Translate

Minggu, 03 Juli 2016

Budaya Tradisi Hari Raya Idul Fitri Banjarmasin



Budaya Tradisi Hari Raya Idul Fitri Banjarmasin


WELCOME BLOGGER FROG GOZILLA
Terima kasih pada anda para pembaca yang sudah mau melungkan waktu berharga anda hanya untuk membaca tulisan saya 


Pendahuluan

Avril fans fender repoter jurnalis kantor berita Canada Banjarmasin

Tulisan ini saya bisa pertangung jawabkan kebenaran nya, dan tulisan ini di bantu Avril fans Fender Banjarmasin Aceh, dan tulisan ini juga di dapat dari hasil diskusi saya dan Avril fans fender dengan tokoh-tokoh agama Islam Kalimantan, Malasyia, Sabah, Aceh, Sumatera, dan Brunia Darusalam, dan juga di bantu oleh-oleh tokoh-tokoh sejarah budaya dan tradisi Banjarmasin, diskusi di lakukan di kantor berita Canada Banjarmasin, pada tanggal 1 Juli 2016.
Tulisan ini membahas dengan sengkak padat dan berisi, tentang budaya tradisi Islam di Kalimantan, yang di mulai nya dari berdiri nya Kesultanan Banjarmasin.
Dan saya dengan kawan-kawan Avril fans Fender Banjarmasin, miminta maaf dulu pada anda pembaca, Karenan kalimat dalam tulisan ini berbunyi kasar, dan mohon kebijak para pembaca, karena kami orang banjar, tidak terlalu fasif berbahasa Indonesia pembaca.

Budaya Tradisi Hari Raya Idul Fitri Banjarmasin

Kesultanan Banjarmasin saat ini, dan sebagai pemerintah resmi Banjarmasin, dari Presiden Jokowi

Mungkin anda pembaca yang tinggal di luar kalimantan, sudah pernah ke Kalimantan ini, anda tahu bahwa di Kalimantan Selatan atau Banjarmasin ini, hampir semua penduduk nya beragama Islam, seprti di Sumatera Barat, dan saya dari dulu hingga sekarang ini belum pernah menemui orang yang ber suku Banjar atau melayu ini beragama lain dari Islam, dan semua orang bersuku banjar semua Islam, jika ada gereja atau tempat ibadah lain nya di Banjarmasin, bukan orang banjar yang membangun nya, dan sudah pasti orang luar dari Kalimantan Selatan, karena sudah jelas sekali, semua orang banjar beragama Islam, walau mereka bukan orang yang fanatik dan tuduk pada hukum Islam tersebut, tapi di pikiran dan jiwa nya tetap Islam itu melekat, Banjarmasin ini sama saja dengan Aceh, Sumatera Barat, Malasyia, Brunai Darusalam, Turky dan Iran walau orang nya tidak taat ketika ada orang yang menghinan Islam, maka mereka akan menghunuskan pedang nya, menggakat prisai nya, dan itu sudah berlaku lama pembaca, atau dari berdiri nya kesultanan Banjarmasin ini, mungkin sikitar 500 tahun yang lalu.
Semua orang yang tinggal di pulau kalimantan sudah tahu, Banjarmasin Martapura adalah sentral agama Islam, dan orang yang menyebarkan agama Islam pertama di Kalimantan adalah kesultanan Banjarmasin, dengan di bantu oleh kesultanan Demak, Mataram, dan Aceh, padahal ada sudah kelompok orang Islam tinggal di Kalimantan ini, dan itu di bagian utara pulau Kalimantan, seperti Brunai dan Malasyia, namum mereka tidak menyebarkan nya ke seluruh penjuru pulau Kalimantan ini, jadi itu sebab nya Kesultanan Banjarmasin yang menyevarkan Agama Islam ini ke seluruh penjuru pulau Kalimntan ini, karena juga dulu Kesultanan Banjarmasin sangat kuat karenan banyak yang membantu nya.
Banyak perdebatan para ahli sejarah baik yang dari kalimantan ini sendiri atau pun dari luar kalimantan, yang sampai ini belum ada titik terang, tentang kelompok Islam yang ada terlebih dahulu dari Banjarmasin,yaitu Brunai dan Malasyia, nah yang di ribukan itu adalah, Kelompok Islam tersebut sudah menjadi pemerintah atau belum, hanya sekelompok masyarakat Islam bermukim di sana, sampai sekarang masih belum ada bukti kuat nya, karena tidak ada nya peningalan bekas kerajaan Islam tersebut, dan jika kelompok Islam di Utara Kalimantan itu sudah menjadi pusat pemerintah, maka mereka pasti melakukan hal yang sama dengan kesultanan Banjarmasin, yang menyebarkan agama Islam ke seluruh penjuru Pulau Kalimantan ini.
Yang membuat Kesultanan Banjarmasin kuat itu adalah, pelabuhan bandar masih nya, yang dulu adalah pintu gerbang masuk pulau Kalimantan dari selatan, dan Brunai dulu juga tempat pintu gerbang masuk kalimantan, tapi tidak terlalu banyak kapal yang bersadar di pelabuhan Utara kalimantan, karena banyak para perompak di Natunan, nah banyak nya kapal-kapal dangan yang singah di pelabuhan bandar masih, maka pajak yang di dapat banyak, karenan waktu itu pembayar pajak oleh kapal-kapal dangang di bandar masih ada sebuah perjanjian, yaitu minta lindungi kapal mereka dari serangan para perampok yang biasa bertempat di Tambanio dan Muara Sungai Barito, yang membuat kuat nya lagi kesultanan Banjarmasin adalah, para bangsawan muslim dari luar kalimantan, dari jawa, Sumatera, Aceh, Turky, Iran, Arab, dan India, yang tanpa di mita memnyubangkan harta nya tanpa di minta kesultanan Banjarmasin, untuk membiayai pembangunan Mesjid, dan saranan Umum orang Islam pembaca.
Semakin tersiar kabar sebuah di Kalimantan ada sebuah pemerintah Islam yang kemana itu, membuat pelabuhan Bandar Masih menjadi sesak dengan kapal-kapal dagang Muslim, dan ini Konflik, karenan para pedangan non Islam di Bandar Masih kalah bersaing dengan pedangan Musilim, dan mereka juga di dukung Kesultanan Banjarmasin, dan para Masyarakat banjar, cenderong menjual hasil bumi nya ke kapal dangan muslim juga, walau begitu pembaca, kapal-kapal pedangan non muslim tidak bisa berbuat apa, tidak bisa protes dan marah, karenan Kesultanan Banjarmasin sangat kuat saat itu, kalau ada yang menyerang nya pelabuhan bandar masih itu, semua sekutu kesultanan Banjarmasin juga ikut memerangi nya,Islam menjadi menjadi penyatu masyarakat banjar yang sangat kuat, sampai banyak yang heran di buat nya, karena dulu sebelum ada Islam di Kalimantan Selatan,mereka suku banjar bisa perang saudara, dan berkonflik sesama suku nya, tapi setelah Islam datang mereka semua nya menjadi tanguh sekali, dan zaman ke emasan kesultanan Banjarmasin itu bisa di pertahankan selama lebih dari 300 tahun lama nya, karena yang meruntuhkan kekuasan Kesultanan Banjarmasin adalah Ingris dan Belanda yang berbagi tanah jajahan, Inggris di utara Kalimantan, Malasyia, Brunia dan Sabah, Belanda di Bagian Kalimantan Selatan, karenan zaman dulu pembaca, tidak ada yang nama nya Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timor, yang ada saat itu sebetuna nya oleh suku banjar, hilir dan hulu, yang arti nya adalah, Hilir selatan, dan hulu adalah utara, karenan hanya pada waktu Indonesia lah ada nama Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timor dan Kalimantan Barat, memang ada juga sebuah pusat pemerintah yang kecil daerah saja,seperti Sambas, puruk cahu, pontianak, dan Samarinda, tapi pada itu semua titik nya adalah Banjarmasin, Karena di situ pusat nya perdangan dan juga Pemerintah Islam pembaca.
Namun walau begitu ada sebuah luka lama yang sangat sulit sembuh nya dari dada suku dayak Kalteng pada Kesultanan Banjarmasin, luka itu adalah Kesultanan Banjarmasin memaksakan Agama Islam kepada Suku dayak zaman dulu, tidak pernah ada Keraguan sedikit pun oleh Kesultanan Banjarmasin menangkap suku dayak, dan lalu memaksakan Agama Islam itu, dan jika menolak nya, akan di penjara, di hukum mati, dan di jadikan nya budak untuk pembangunan Kalinatan ini pembaca.
Saya mohon maaf sebesar nya pembaca, bukan maksut saya mengukit masalah suku dayak dan Kesultanan Banjarmasin, habis bangai mana lagi saya cara untuk menyampaikan kalimantan nya pada anda, dan juga jangan hanyak yang baik nya saja yang di ceritakan sejarah Kalimantan ini, jadi mohon maaf terlebih dahulu saya pembaca.
Lanjut pembaca, para ahli sejarahwan juga mengatakan ini dari dulu sudah, seandai nya saja dulu Belanda tidak datang ke Kalimantan ini, maka suku dayak akan menjadi orang Islam semua nya, dan itu pun juga Kesultanan Banjarmasin berhasil memasukan Islam suku dayak sebanyak 70% dari semua suku dayak, dan suku dayak yang pertama memeluk Islam adalah suku dayak bakumpai dan Ngaju, yang bermukim di pesisir sungai Barito, seperti di Marabahan, Tatas, Kapuas Hulu dan Hilir, di tambah lagi di tanah-tanah dayak dan dusun, seperti di puruk cahu, sungai manawing, beras kuning, dan muara teweh, dan masuk nya suku dayak ke agama Islam, mereka dengan sembentar saja langsung berubah tradisi dan budaya menjadi suku banjar, dan tidak bisa lagi di kenali atau di bendakan yang mana banjar dan yang mana dayak, karena sudah berepulusi 100% dan seluruh budaya dan tradisi dayak juga hilang dan serna, di ganti menjadi budaya dan tradisi banjar Islam, dulu suku dayak tidak jelas agama nya, dan apa yang di sembah nya, dan pratik perdukunan adalah ciri has suku dayak, hilang sama sekali pembaca.
Dalam perjalanan waktu, budaya dan tradisi suku banjar terus berbubah menjadi maju pesat, pendidikan di galakan nya, wajib bisa membaca bahasa Arab, dan menulis Arab pembaca, dan dari peningalan tex sejarah di tulis dengan huruf Arap, tapi tetap memakai bahasa Banjar, dan terus maju nya ini lah yang pada akhir sekali lagi berubah budaya dan tradisi suku banjar, dan lahir lah juga sebuah kebijakan hukum, siapa saja yang tinggal di Kalimantan harus memakai bahasa banjar untuk berkominakasi sesama rakyat, dan jika ini tidak di turuti maka akan di hukum berat, maka nya pembaca jika anda bukan orang kalimantan, lalu datang ke kalimantan saat ini jua, maka lihat lah semua penduduk Kalimantan ini, semua nya bicara berbahasa Banjar, dan hanya orang pendatang saja yang tidak berbahasa banjar, dan sebagian nya juga adalah suku dayak di pedalam hutan saja, tapi walau begitu jika suku dayak bertemu dengan orang luar atau lain suku dayak, maka mereka suku dayak berbicara Bahasa banjar, dan jelas nya suku dayak bisa berbahasa banjar walau mereka tinggal juah di dalam hutan pembaca.
Alasan nya kenapa kesultanan Banjarmasin, menetapkan hukum wajib berbahasa banjar itu adalah, dari hasil berbicara dengan para pedangan-pedangan luar kalimantan, tokoh masyarakat dan pemerintahan, karena juga berbahaya bicara dengan banyak bahasa di Kalimantan, ujung nya bisa berkelahi, karena salah tangap di atara 2 pihak tersebut, dan habis itu juga sulit untuk guru sekolah medidik nya dengan berbicara dengan bahasa berbeda-beda pembaca, jadi itu alasan nya mengapa kesultanan Banjarmasin itu mewajikan berbahasa banjar, agar terhidar dari salah paham, nanti bertikai dan berkelahi. dan dialek bahasa banjar juga tergatung lingkungan nya, dan dengan siapa mereka berkawan, karena bahasa banjar sangat mudah untuk berevolusi nya, dan dari waktu ke waktu dialek nya berubah, dan ternagtung pada siapa dia berkawan, dan paling juga masalah panjang pendek nya saja, yang beda, di daerah Kalimantan, namun tetap saja juga berbahasa Banjar pembaca.
Yang paling minor suku kalimantan yang berubah drtastis adalah suku dayak, setelah mereka masuk Islam, mereka menjadi banjar, dan mereka menjadi tanguh juga, dan di berikan jabatan juga oleh Kesultanan Banjarmasin, dan tidak heran dulu suku dayak perang saudara sesama dayak nya, suku dayak yang sudah Islam, mereka melakukan ajakan pada keluarga nya, tetangan nya, dan kawan nya, bahkan pemaksan Islam dari suku dayak lebih exstrim pembaca, mereka juga suku dayak yang masuk Islam yang paling kuat melawan penjajah Belanda di Kalimantan,Dan bagian momen dari suku dayak tidak bisa di lupakan nya adalah, saat mereka dengan gagah berani bergabung dengan Pangeran Antasari menyerang kapal-kapal Belanda karam di sungai barito, dan suku dayak yang paling hebat dan gigih berjuang bersama pangeran Antasari adalah, Temengung Surapati, yang semua waktu hidup nya di gunakan untuk perang melawan Belanda bersama, Pangera Antasari, bahkan Pangeran Antasari meningan dunia tahun 1862 yang lalu karena sakit keras di dalam hutan, tidak pernah sedikit pun Temengung berhenti perang melawan Belanda, dan Temengung Surapati juga mendidik anak dari pangeran Antasari yang bernama, Muhammad Seman, tidak pernah lelah Temengung mendidik Muhammad Seman anak Pangeran Antasri, Muhammad Seman juga tidak pernah menyerah melawan Belandan, dan seluruh hidup nya di gunakan nya untuk melawan Belanda, dan itu hasil didikan dari Temengung Surapati pembaca, dan Muhammad Seman gugur menjadi kesuma bangsa pada tahun 1906 di tanah-tanah dayak, di makam di puruk cahu, Kalimantan Tengah,berahir lah sudah Kesultanan Banjarmasin karenan di duduki oleh Belanda, dan Muhammad Seman meninggal karenan tertembak oleh serdadu Belanda.
Dan pembaca tulisan di atas tadi sejarah sikat Banjarmasin, karena jika saya tidak membuat sejarah Banjarmasin, maka anda tidak akan paham bagai mana budaya tradisi Islam itu membetuk masyarakan Kalimantan ini, dan budaya kesultanan Banjarmasin ini cenderong ber ubah tidak tetap sama sekali pembaca, hingga saat ini pun juga di Banjarmasin, masih berevolusi tradisi budaya Banjarmasin ini,begitu juga suku dayak yang berubah-rubah budaya tradisi nya, dan itu faktor dari dengan siapa mereka berkawan dan lingkungan nya tinggal, sejarahwan Kalimantan membagi menjadi dua bagian dari berbuhah nya tradisi dan budaya orang Kalimantan, 1 adalah dari berdiri kesultanan Banjarmasin, dan bagian 2 adalah runtuh nya kesultanan Banjarmasin, dan sekaligus merebuh tradisi budaya nya menjadi budaya baru yang sampai saat ini masih ada dan terjaga di musium Banjarmasin pembaca.
Orang banjar bukan lah orang fanatik beragama, namun entah mengapa mereka selalu membela Islam itu sampai mati, atas dasar ini juga mempengaruhi budaya dan tradisi orang Kalimantan, karena juga setelah Muhammad Seman meningga; dunia, Islam tercampu dengan budaya suku dayal ini, yang percaya mitos-mitosm membuang Islam yang dulu anti mitos-mitos, dan hal itu jua yang membuat nya kuat Pembaca, sekarang saja Islam di kalimantan terpecah dan membetuk golongan nya sendiri, dan budaya dan tradisi juga di rubah nya, atau doktrin-doktrin terhadap budaya dan tradisi orang Kalimantan.
Saya bukan lah orang pandai terhadap agama, dan saya ini juga suka melangar hukum Islam tersebut, jadi mohon maaf kalau ada kekeliruan dalam penulisan ini.
Dan mulai ini saya akan paparkan secara jelas dan singkat, budaya dan tradisi Islam Bnnjarmasin, dan juga dimana letak kesalahan doktrin terhadap ritual suci Agama, di Banjarmasin ada sebuah tradisi budaya yang di lakuka nya, setiap tahun sebelum bulan puasa, atau seminggu sebelum lagi bulan puasa, hal yang pertama mereka lakukan adalah Sholat malam misfu sakban, atau di kenal juga dengan, menyabut datang nya bulan puasa, dan ini tidak saja berlaku di Banjarmasin, tapi seluruh penjuru Nusantara ini, tapi budaya dan tradisi menyabut bulan beda dari yang lain nya, karena setelah puasa misfu sakbat, mereka akan libur panjang untuk bekerja, dan mereka 1 bulan penuh mengisi waktu bulan puasa ini dengan berzakat, berbuka puasa di Mesjid, dan dulu nya mereka banjar sebelum bulan puasa ada bekerja dan berdangan macam-macam, tapi di Banjarmasin, orang berubah berdangan, menjadi pasar wadai, dan tradisi ini sudah mulai dari kesultanan Banjarmasin ada, tapi yang sekarang ini tidak sekeras dulu lagi, yang di mana kesultanan Banjarmasin, pada buluan puasa, akan menutup semua kegiatan rakyat nya, dan menyuruh mengisi bulan puasa dengan memperbanyak amal, dan fokus pada ibadah saja, bahkan dulu Kesultanan Banjarmasin, melarang bekerja pada hari Jum'at, dan boleh bekerja setelah sholat Jum'at.
Kata orang banjar, mencari dan bekerja 11 bulan dalam 1 tahun, dan libur satu bulan penuh di bulan puasa, mereka rakyat banjar, bekerja mengunpulkan bahan pokok dan uang 11 bulan penuh, jadi mereka tidak perlu lagi untuk bekerja pada bulan puasa ini, tapi budaya dan tradisi ini tidak ada dalam ajaran Islam murni, melainkan buatan Kesultanan Banjarmasin saja, dan itu pun tidak masalah, karena tradisi ini tidak lah juga bertengan dengan ajaran Islam tersebut.
Tapi budaya dan tradisi Islam Banjarmasin yang sekarang kita lihat ini, hanya buatan oleh Kesultanan Banjarmasin saja, karena banyak budaya dan tradisi Islam tidak ada di dalam Al-Qur'an, seperti budaya dan tradisi malam salikur alias malam laitokadar turun nya Wahyu tuhan pada nabi Muhammad, yang di doktrin nya Kesultanan Banjarmasin, dengan gaya membawa obor keliling kampung, dan memasang obor di depan rumah nya itu, dan kadang ada juga yang naik pohon menati untuk melihat turunnya wahyu tuhan, hal macam ini tidak pernah ada di dalam Al-Qur'an, yang ada dalam Al-Qur'an hanya memaparkan meningkatkan ibadah saja, seperti mengaji Al-Qur'an di dalam Mesjid saja, bukan bawa obor keliling kampung dan naik pohon Inggin melihat turun nya wahyu tuhan dari lagit, dan menurut ahli sejarah, budaya dan tradisi Islam malam laitol kadar itu, tercampur dengan budaya dan tradisi suku dayak, yang pada malah bulan purnama melakukan ritual Tewah, upacar mempersebahkan korban pada berhala nya pembaca.
Dalam penelitan kami, kami mendapakan data, yaitu budaya dan tradisi Islam, ibadah sholat taraweh di Banjarmasin, berbeda-berbeda cara melakukan nya, ada yang singkat, dan ada juga yang panjang untuk melakukan, dan hal ini, beda Masjid beda xara melakukan nya, namu bukan masalah, karena Sholat Taraweh itui hukum nya hanya sunat saja atau tidak harus di kerjakan, tapi ada baik nya di kerjakan untuk menambah kedekatan manusia dengan tuhan nya, dan perkara ini juga tidak pernah menjadi konflik rakyat banjar, karena hukum nya hanya sunat saja, tidak wajib, dan berbeda jauh dari Aceh, yang mana perkara hal macam ini harus di lakukan sama di setiap wilayah totorial Aceh Pembaca.
 Dan budaya dan tradisi Islam, yang shalat subuh di Masjid pada waktu bulan puasa di banjar, di anakan nya ceramah, namu jika tidak bulan puasa ceramah subuh itu tidak ada, nan ini juga budaya tradisi ceramah subuh itu hanya buatan Kesultanan Banjarmasin saja, karena budaya tradisi ini tidak di ajarkan dalam Islam, dan di ajaran Islam setelah berzir subuh maka habis lah sudah kewajiban Islam di penuhi, tapi baik lagi jika di tambah dengan ceramah itu, dan jika tidak di lakukan juga tidak apa-apa, dan budaya tradisi ceramah subuh ini terjadi karena rakyat banjar, bulan puasa mereka tidak bekerja dan berdangan, jadi waktu mereka untuk beribadah menjadi pajang pembaca.
Rakyat Banjar juga setiap hari selama bulan puasa itu mengadakan selamatan dan berbuka puasa bersama di rumah-rumah dan semua masjid dan langgar, unik nya budaya dan tradisi berbuka puasa bersama, unik nya mereka suku banjar membawa sendiri-sendiri rumah mereka, dan nanti bertukar makan dengan banyak orang yang hadir di sana, jadi makan berbuka puasa nya itu makanan nya tidak di sediakan oleh siapa pun, tapi membuat nya sendiri, Budaya tradisi ini juga buatan kesultanan Banjarmasin, karena tidak ada dalam ajaran Islam, ajaran Islam hanya menyatakan, berbuka puasa bersama itu bisa di lakukan namun tidak ada masalah penjedia makan-makan, dalam ajaran Islam menyatakan, berbuka puasa bersama itu cukup makan kurma saja, dan baru sholat megrip nya, dan jika inggin makan puas dan kenyak di lakukan di rumah saja setelah sholat magrip, karenan jika makan dulu sholat magrip terlabat nanti, dan kekejangan malas Sholat lagi, tapi juga tidak masalah hal itu, tergatung orang yang memahami nya saja, dan memangbagus itui di laksanan, untuk mempe erat hubungan sosial Masyarakat serta tuhan juga pembaca.
Budaya dan tradisi selamatan orang yang sudah meninggal dunia itu juga buatan kesultanan Banjatmasin, dan budaya itu berasal dari suku dayak, yang pada mana jika di antara kerabat mereka meninggal dunia, maka suku dayak,mengadakan selamat 100 hari penuh ninstop, hal macam ini membuat kesultanan Banjarmasin ikut terpengaruh,dan ini tidak pernah di ajakar oleh Islam,karena ajar Islam sudah sempurna, tikak mengharus kah hal itu, karena mengadakan semlamatan 100 hari itu buituh duiy banyak, ya jika yang meningal nya orang kaya, bisa menyangupi hal itu, tapi begai mana jika yang meningal orang miskin, bagai mana cara nya bisa melakukan itu, jadi budaya dan tradisi hanya buatan Kesultanan Banjarmasin yang terpengaruh suku dayak saja.
Budaya dan tradisi pawai dan membeli baju baru itu juga tidak di ajakar oleh Islam, yang di ajakan Islam menyambut hari raya, adalah dengan bertakbiran di masjid saja, tapi tidak mengapa juga di adakan acara pawai dan pentas musik lagu Islam dan bermacam lagi acara yang di adakan untuk menyambut hari raya, dan kami sangat mendukung di ada kan acara pawai dan lain nya itu, untuk meraikan malam leberan.
Di Indonesia budaya dan tradisi membeli baju baru untuk menyambut hari raya itu sudah lumrah dan ada di seluruh daerah Indonesia, namun budaya tradisi ini yidak ada dalam ajaran Islam, karena ya kalau orang kaya bisa membeli baju baru, tapi bagai mana jika orang yang miskin, jadi hal itu tidak di ajarkan dalam Islam, tapi jika di lakukan tak mengapa juga, tapi ada baik nya jika kita bersama membelikan orang miskin pakain dan baju baru supaya mereka juga bisa bersenang seperti kita ini.
Yang di wajibkan oleh ajaran Islam untuk menyambut hari raya Idul Fitri itu adalah Zakat Fitrah dan Zakat uang, dan ini harus di lakukan orang kaya, yidak ada tawar-menawar lagi harus di lakukan, dan anda pembaca anda harus yahu juga perkara ini, karenan banyak orang yang mengkaku Islam itu, namun tidak tahu, mengapa kita muslim di wajibkan puasa 1 bulan penuh, dan di ujung bulan puasa nanti di wajibkan nya zakat fitrah, jawaban nya adalah, supaya ke adilan itu menjadi adil, orang yang  kaya menjalankan puasa nya itu juga bisa merasakan derita sudara kita yang miskin dan susah mencari uang,lapar dan haus orang miskin yang tidak bisa membeli beras, jadi nanti malam hari raya memberikan zakat fitrah beras lebih banyak, karena sudah merasakan bagai mana rasa lapar dan haus yang di derita saudara yang miskin kita, dan Adil juga karenan orang miskin yang tidak bisa membali beras dan bahan pokok mahal, merasakan makan yang biasa di makan orang kaya, jadi adil yang miskin juga pernah merasakan makan orang kaya, dan orang kaya juga merasakan derita orang miskin yang lapar dan haus tidak punya uang untuk membeli nya, dan juga orang miskin yang tidak bisa membeli baju mahal juga merasakan nya, jadi ini adil sudah, semua merasakan senang dan kebahagian pembaca.
Budaya dan tradisi Islam, untuk hari raya Idul Adha yang menyembelih sapi korban itu di wajibkan untuk orang yang kaya, kenapa di wajibakan korban sapi itu, jawaban nya adalah supaya adil juga, orang miskin yang tidak bisa membeli daging sapi yang harga nya mahal itu, juga merasakan enak nya rasa danging itu, tapi sayang hari raya korban di banjar,terpengaruh suku dayak, karenan sapi yang akan di korbankan itu nanti akan di dandani dengan macam, baru di sembelih. dalam ajaran Islam, sapi yang untuk di korbankan itu tidak perlu di dandani macam wanita cantik, tapi langsung saja di sembelih, saja, dan juga mitos-mitos korban macam ini adalah sesat sama sekali, karena sudah mengangap sapi yang sudah di korbankan nya itu akan menjadi juru selamat di Akherat nanti pembaca, sekali lagi saya tegaskan ini adalah sesat dan meyimpang akibat mito dayak.
Kesimpulan terahir nya dalam dikusi kami di kantor berita Canada Banjarmasin, yang di hadir tokoh ulama dan masyarakat,sependapat dengan Frons Islam Asean, yang mengeluarkan Keputusan tegas, yang menyatakan Islam yang tidak murni di Aceh dan Banjarmasin, lebih bagus dari pada Islam nya orang Jawa dan Bugio, yang sangat terpengaruh mito-mitos yang menyesatkan tidak bergunan itu, dan di kalimantan yang biasa melakukan pratik perdukunan mitos tidak bergunan itu adalah Suku dayak non muslim, sedangkan di jawa, orang Islam yang melakukan pratik perdukungan penyakutuan tuhan itu di larang, Islam menyebut nya kafir, tidak masalah suku dayak pratik perdukunan itu, karenan mereka non muslim, yang bermasalah adalah orang Islam yang melakukan pratik dukun dan sesajian yang kerap di lakukan jawa, tang sudah mendoktrin ajaran Islam, jelas tuhan dalam Islam hanya 1 saja, bukan seperti kristen punya tuhan 3, jadi orang Islam itu meminta sesuatu itu berdoa padah tuhan Alla SWT, bukan pergi ke gua atau membaca mantra di bawah pohon besar.
Tradisi Budaya mudik lebaran, atau pulang kampung halam ini sudah menjadi budaya umat Islam di indonesai, nah di Kalimantan mudik lebaran itu hanya orang jawa atau orang luar Kalimantan, karena bagi suku banjar tidak perlu mudik lebaran karena sudah di rumah dan tanah air nya sendiri, jadi hanya ada sebagian banja dan dayak saja yang mudik, dan biasa nya mereka dari kalangan dayak dan banjar bisa mudik, mereka yang misal punya Istri orang luar dari Kalimantan saja, buat apa banjar dan dayak mudik kalau Kalimantan sudah rumah nya iini, bagi dayak dan banjar, di mana saja mereka ini tingal dan berjalan di pulau kalimantan ini, mereka masih di rumah sendiri, mau di Brunai atau Malasyia, juga tetap masih di rumah sendiri pembaca, suku dayak dan banjar tidak perlu Pasfor untuk masuk Malasyia dan Brunia, karena banja dan dayak bersaudara sesama penduduk pulau Kalimantan, mungkin bisa di gambarkan, antara Inggris dan Skoladia yang satu Pulau tinggal nya, di Perbatasan Kalimantan dan Malasyia, yang sering bertikai adalah suku jawa, karenan Jawa bukan Melayu, dan juga bukun penduduk pulau kalimantan, jadi semua orang yang penghuni Kalimantan yang tetap adalah suku dayak dan Melayu, cuma hanya beda bendera saja, tapi tetap satu ikatan saudara, seperti yang sudah ketahui dalam Sejarah, Mereka Kesultanan Banjarmasin, yang saling bantu dengan Malasyia dan Brunai, hanya Inggris saja bikin kacau balau mualai dari Samarinda hingga nunukan sana, 
Tidak bermaksut mengulang tulisan, di atas tadi sudah saya tuliskan bahwa, suku banja itu dalam 1 tahun hanya 11 bulan saja mereka bekerja, dan 1 bulan penuh libur di bulan puasa, hingga setelah hari raya lagi baru kembali bekerja, budaya tradisi ini sudah ada di suku banja selama hampir 800 tahun lama nya, budaya tradisi ini terbentuk karenan dulu kebanyakan suku banjar iini hidup nya tidak non nonmade kaya suku dayak, yang berjalan di dalam hutan mengu,pulkan makan, itu karena mereka tidak bisa berternak dan berkebon, kalau suku banjar mereka tinggal di suati tempat di bumi Kalimantan ini, mereka menetap di sana sudah, karena mereka berkebun dan berternak, jadi 1 tahun sekali mereka suku banjar itu panen sawah nya, setelah panen itu liburlah mereka 1 bulan penuh, dan biasa mereka akan menungu musim hujan lagi baru bekerja menanam, jika tidak ada hujan tidak bisa menanam, maklum yidak ada teknologi, nah disin mereka pindah profesi lagi, ada yang berburu, ada yang mencari kayu bakar di hutan untuk di tukar nanti nya dengan makanan dan keperluan mereka, mereka juga bisa bekerja menjadi tukang bangunan, dan lain nya, dan jika hujan turun, maka mereka semua berhenti bekerja,dan kembali menanam padi dan karet pembaca, karenan bagi suku banjar zaman dahulu menanam padi itu adalah yang utama mereka, karena padi atau beras itu tahan di simpan lama hingga 2 tahun lebih, jadi biasa nya suku banjar ini menanam padi di lahan yang luas, di kerjakan berkelompok, dan hasil nya nanti bisa buat bertahan hidup lebih dari 2 tahun lama nya, dalam 1 tahun panen, dan jika hujan turun kemaru sebentar saja, maka padi yang banyak melimpah ruah yang di miliki suku banjar itu, mereka akan menjual dan menukar dengan alat besi proslin dan lain nya, jadi 1 tahun hanya 11 bulan libur itu sudah ada dari belum ada nya Islam di Kalimantan. dan sekarang di zaman moderen ini, suku banjar banjar yang Islam merebuh alur nya, dulu libur bekerja 1 bulan penuh menungu hujan, dan sekarang 1 bulan penuh di bulan puasa, dulu juga suku banjar, sementara menungu hujan mereka bekerja yang lain dari ke sawah, dan sekarang ini suku  banjar di bulan puasa bisa jual kue dan makan khas banjar nya, ini sudah mendarah daging di suku banjar, dan dayak Islam juga mengikuti nya pembaca, terima kasih 

Dan mungkin sekian dulu imformasi yang saya bisa berikan pada anda para pembaca. Dan kita bertemu lagi di lain epesodi tulisa saya yang baru nanti.
Terima kasih telah membaca nya semoga berguna untuk anda.
Mohon maaf bila ada kekeliruan dalam tulisan saya di atas.

FROG GOZILLA
Ketua Organisasi Alternativ Rock Numetal Comnty Tato88 Tanjung Tabalong yang bergerak memajukan pendidikan di Banjarmasin Aceh dan Indonesia.
Organisasi ini juga sangat aktiv di industri musik Rock Endergrond,
Dan berjuang untuk membangun perintahan ustmaniyah yang baru,  

Simbol Organisasi


Avril Lavigne



Tidak ada komentar: