Translate

Jumat, 03 Juni 2016

Peta Konflik Selat Malaka Dan Natuna Hingga Dunia 2016



Peta Konflik Selat Malaka Dan Natuna 2016

WELCOME BLOGGER FROG GOZILLA
Terima kasih pada anda para pembaca yang sudah mau melungkan waktu berharga anda hanya untuk membaca tulisan saya 


Pendahuluan

Avril fans fender Redaksi kantor berita Canada Banjarmasin

Tulisan ini saya dan kawan bisa pertangung jawabkan kebenaran nya, dan saya siap di panggil oleh siapa pun untuk memberikan keterangan dan menjadi saksi atas segalam masalah yang tertulis di dalam blogger ini, anda bisa tulis email untuk saja atau telpon saya di alama ini; frog.tato88@gmail.com 085246341308.
Tulisan ini juga di tulis dari diskusi para tokoh-tokoh yang terlibat sengketa ini, diskusi dan wawancara di lakukan di kator berita Canada Banjarmasin, pembawa Acara Jendral Ali Phasa GAM Aceh, dan Avril fans fender kru redaksi kantor berita Canada Banjarmasin.
Dan penelitian saya dan Avril fans fender sudah di mulai dari tahun awal 2015 yang lalu, dan wawancara juga di lakukan beberapa kali supaya benar-benar tulisan ini bisa di pertangung jawabkan, dan dari sebagian tokoh-tokoh yang kami wawancara atau terlibat langsung masalah ini, meminta saya dan Avril fans fender memberi jaminan ke amanan pada mereka, serta nama nya di rahasiakan atau di istilahkan saja, dan kami menyangupi semua permintan tokoh-tokoh terlibat sengketa ini, tapi ada juga dari totoh-tokoh tersebut tidak meminta jaminan ke amana atau di rahasikan nama nya, bahkan menentang sengketa ini, dan saya harap anda pembaca bijaksana dalam membaca tulisan ini, agar tidak salah paham.

Peta Konflik Selat Malaka Dan Natuna Hingga Dunia 2016


Selat Malaka adalah jalur perdagang dunia yang sudah sejak dulu ribuan tahun, dan Selat Malaka ini kerap kali menelan korban akibat perang berebut dari berbagai pihak Asia, dan Eropa, Klaim dari berbagai pihak merasa berhak atas Selat Malaka ini mereda dan mulai tenang setelah perang dunia ke 2 kemarin, tapi entah bagaimana bisa Sengketa Selat Malaka ini hidup kembali dan menambah pihak yang berkonflik.
Negera-negera Asean sebenar nya tidak terlalu mengagap ini akan menjadi perang, karena yang sering berkonflik hanya Cina, Japang, dan Korea Utara.
Kalau ada di berita tv mendengar kasus ini pasti di sebut ada lah laut Cina selatan, tapi dalam kebenaran nya, Natuna atau utara Selat Malaka itu tidak bisa di katakan laut cina selatan karena sudah masuk dalam wilayah Asean, tapi entah mengapa media mendukung Cina, tapi perkara itu masih juga tidak di pandang penting oleh negara-negara Asean, karena di ramalkan tidak akan terjadi perang besar hanya karena Cina mengklaim Bagian utara Selat Malaka itu adalah laut Cina selatan, dan pembicara kerjasama pun juga sering di lakukan, dan semua tenang-tenang saja, tapi hanya Cina dan Korea Utara saja yang tidak sependapat dalam diskusi-diskusi kerjasama ke Amanan itu, tapi itu juga di angap tidak akan menjadikan perang besar, karena kalau tidak ada campur tangan pihak Eropa di Laut Sengketa itu di Jamin tidak akan perang besar, paling Cina dan Korea Utara saja yang perang, yang lain nya tidak, dan itu juga pun sudah di nyatakan dalam rapat-rapat penting Asian-Asia karena persaudara Asean-Asia sebagai satu rumpun ras dan daerah, mereka lebih memilih berbagi dari pada perang berebut itu.
Ada beberapa tokoh penting Asean yang mulai memandang dan meramalkan hal baru dalam konflik sengketa Selat Malaka dan Natuna itu, ramal ini keluar dari 4 tokoh dari negera berbeda, Malasyia, Indonesia, Brunai Darusalam dan Philipina.
4 Tokoh ini ada 1 yang paling minor dan benar meramalkan nya, dia adalah tokoh dari Indonesia Sumatera yang bernama Sumateri Nusation peneliti Ekonomi Kalimantan dan Sumamtera, Sumanteri dan kawan-kawan mulai melihar konflik perang timor tengah, dan memastikan perang konflik timor tengah itu lambat laun akan terjadi, penyebab nya adalah Amerika Serikat yang haus akan penguasan dunia itu, dalam banyak pertemuan 4 tokoh ini sudah sering menekankan akan bahaya Amerika Serikat di Asean, dan kata yang keluar di mulut mereka, jika Amerika Serikat bergabung di kubu Asean, maka Asean lambat laut akan menjadi Timor Tengah, karena Amerika Serikat bermuka dua dan akan menjual senjata dan pasti akan menawari bantuan militer dari pihak yang bersengketa, walau begitu 4 tokoh ini tidak lah terlalu di dengar oleh banyak pihak, tapi pada Ahkir nya apa yang mereka katakan menjadi sebuah kebenaran mutlak yang tidak bisa lagi di dustakan.
Negera-negara Asean tidak menolak atau benci terhadap Amerika Serikat, dan setiap kujungan Amerika Serikat juga di sambut baik, tapi dalam pertemuan ini lah yang mulai terlihat nya Amerika Serikat inggin berkuasa di Asean, seperti yang di katakan Sumanteri tirai akan terbuka, yang dulu hanya curiga sakarang menjadi waspada dan bersiap melindungi daerah masing-masin
Pembaca anda jangan lekas percaya pada orang yang senyum pada anda, nah begitu juga di media TV, Amerika Serikat selalu berkata lihat kami di terima mereka, dan kami berhasil, mungkin Presiden-presiden yang di temui Amerika Serikat itu hanya senyum saja, bukan berarti mereka setuju dengan Amerika Serikat, dan anda pembaca juga pasti tahu, Jika ada Amerika Serikat berkunjung maka bisa ada demotrasi masyarakat untuk menolak nya, nah yang masalah juga bukan dari pemimpin dari sebuah negera, tapi rakyat nya, pemimpin hanya wakil rakyat nya, jika rakyat mengeras maka pemimpin nya akan mengambil langkah, jadi Amerika Serikat jangan terlalu banga dulu pada diri sendiri, dan ada 1 hal penting masyarakat Asean jangan di Samakan dengan masyarakat Timor tengah rawan perang saudara, atau di bodohi tak-tik kono.
Saya sudah memaparkan masalah ini di buku tulisan yang terdahulu yang berjudul; Kebijakan pemerintah Indonesia sensus Ekonomi 2016, dan sensus Ekonomi 2016 ini membuat pertemuan para pengusaha Indonesia, kusus nya Sumatera, Kalimantan, Papua, dan Sumatera, pertemuan itu secara tidak sengaja membuka rahasia sengketa selat malaka dan natuna itu kembali, karena sensus ekonomi buatan rezim jokowi di angap buatan Amerika Serikat yang takut dengan para bengasawan muslim Aceh Sumatera, Malasyia, dan Kalimantan, kerena bisa membeli senjata untuk membatasi Kepentingan Amerika Serikat di Asean, singkat nya Sensus ekonomi 2016 itu bertujuan untuk mencari orang kaya Indonesia bisa memanfaat kan kekayan untuk mendanai bermacam kelompok pemberontak Islam Aceh dan Sumatera, miski pemerintah Indonesia menolak akan terkait Amerika Serikat, dan ber alasan buatan sendiri, tapi para orang Sumatera, Aceh, Kalimantan dan Papua, Jokowi kepetingan Amerika Serikat, karena kebijakan sensus ekonomi 2016 ini di terepkan setelah Presiden Jokowi berkujung ke Amerika Serikat, mungkin terdengar aneh hal ini tapi nyata tidak bisa di pungkiri lagi, rakyat Asean ini tidak Ingin Asean seperti Timor Tengah di landa konflik, hanya karena berebut hal sengkenta yang begitu banyak yang menjandi korban jiwa.
Saya juga sudah memaparkan juga dalam tulisan terdahulu, bahwa di Asean ada semacam militer tidak resmi Malasyia dan Indonesia, yang bisa di gunakan untuk bermacam kepetingan, ada bentukan Amerika Serikat, ada bentukan Rusia, ada Bentukan Eropa dan ada Bentukan Timor Tengah yang punya jalan nya sendiri, dan ini memamng sudah di rencanakan untuk membuat kegaduhan seperti timur tengah kacau balau agar mudah dalam penguasan dan laku jualan senjata api hinga jasa militer bayaran.
Kelompok bentukan Amerika Serikat di Asean adalah densus88 polri Indonesia yang kemapnye masalah terorisme, dan OPM Papua juga dulu bentukan Amerika Serikat buat kacau di papua, dan buat delima masalah Freepotrs, tapi sekarang OPM Papua bukan lagi sekutu Amerika Serikat malah balik melawan nya, dan bentukan rusia Timor Tegangah di Asean berada di daerah Philipina Brunai Darusalam Singapura, tapi kelompok ini jarang buat kegaduhan, dan terhitung dari tahun 2005 lalu kelompok-kelompok bentukan Rusia dan Timor tengah hingga eropa itu juga mulai tenang dan tak berkonflik lagi, paling juga melakukan pembajakan kapal saja dan perampokan untuk menyatakan diri bahwa mereka itu masih ada dan tetap aktiv, jadi seperti isarat semacam nya.
Kita kebali ke dalam sejara Indonesia dulu pasca berebut Irian Barat, dan ini awal alur ikut campur nya Amerika Serikat di Indonesia dan Timor Lesti, Penjualan senajata api dari Amerika Serikat dan Rusia untuk Indonesia, seolah Rusia dan Amerika Serikat sepakat dan sekongkol untuk perang Belanda dan Indonesia, di sisi lain Amerika Serikat membela Belanda, dan di sudut lain Amerika Serikat juga mendukung Indonesia dalam penjual senjata nya, dan Belanda Indonesia perang senjata laku Amerika Serikat kaya raya, dan Amerika serikat memang bepura-pura saja mendukung Belanda, karena dia tahu bahwa kalau Belanda berkuasa di Papua barat, maka Freeports tidak pernah ada di Inonesia atau tepat nya di Irian barat, dan begitu juga dengan konflik antra Indonesia dan Timor-timor, di sisi lain Amerika Serikat mendukung Timor Lesti dan Australia, dan di hadapat Indonesia Amerika Serikat mengajak secara langsung untuk masalah Timor Lesti dengan dalil penumpasan komunis di Asean, dan Indonesia yang menangun malu dari dunia yang mengcama kekerasan milisi Aiatarak, TNI, dan Polri. dan ini sudah menjadi pelajar penting bagi Inonesia Malasyia serta negera-negara Asean lain nya, dan saya Tambahkan lagi di Aceh GAM memberontak juga pertama menyandara Mobil Oil dan PT Arun NGL di industri minyak dan gas, serta perusahaan perkebunan yang beroperasi di Aceh yang pemilik nya juga Amerika Serikat, dan ini cukup jadi pelajaran Masyarakat Asean di dalam memahami berbagai konflik di Asean dalam sejarah nya hampir sama persis dengan yang terjadi di Timor Tengah yang di landa konflik dan perang akibat Amerika Serikat, jadi perkara ini lah Orang-orang Asean ini egean berkawan terlalu dekat dengan Amerika Serikat, karena tidak inggin Asean konflik kaya Timor Tengah, dan di tambah lagi Tragedi 11 september juga buat gaduh kemapye teroris sampai ke Asean, dan para orang muslim Asean menjadi gaduh merasa bermacam dan terhina Islam teroris hingga ini jadi jawaban mangapa Amerika Serikat sulit di Asean ini akibat ulah nya sendiri.
Tulisan masalah di atas itu lah yang banyak menhgasikan diskusi dari kalangan orang Asean sebelum memanasnya kembali sengketa Selat Malaka dan Natuna itu, karena peta konflik telah berubah arah, dari Asean pindak balik lagi ke Asia kusus Cina Jepang dan Korea Utara yang juga mendingin saat terjadi polimik terjadi Asean, dan kepentingan Ekonomi kekuasa politik juga tidak bisa di hindari lagi dalam peta baru Sengketa ini.
Setelah berahir konflik bersenjata di Asean, Kusus di Indonesia Selat Malaka dan Philipina, maka halu berubah kembali ke penguasa ekonomi dan berkonflik non senjata dan sering terjadi, seperti Ambalat Malasyia Indonesia, Sabah Philipina, Burunia darusalam dan Malasyia, di tambah lagi dengan konflik non senjata antara Singapura dan sumatera yang bermuatan semua adalah Ekonomi politik kepentingan masing-masing, dan juga memang saat itu juga sudah terjadi ketengangan dalam konflik sengketa Selat Malaka dan Natuna ini, namu tidak di hiraukan karena pihak luar barat dan Amerika Serikat penjahat perang tidak ikut Campur dalam konflik tersebut, negara-negara Asean santai-santai saja tidak ada yang perlu di kawatirkan, lanjut nya juga, ditambahkan lagi konflik Pemerintah Philipina dengan kelompok Islam moro dan Abu Sayap juga meletus hingga terjadi pengusian ke Indonesia kusus nya ke Aceh dan Sumatera, Kalimantan Malasyia dan Brunai Darusalam, namun konflik itu tidak di gubris oleh rakyat Asean, rakyat Asean hanya membantu pengusi nya saja, menyediakan tenda dan kamp untuk tidur bernaung dari hujan dan panas serta bantuan makan dan obat dan dokter, dan juga memang tidak merugikan bagi pihak negera Asean juga masalah itu, paling hanya merepotkan pemerintah Philipina saja, walau masalah konflik philipina bermuatan Agama, tapi pihak dari Tokoh-tokoh Agama Asean saat itu tidak juga menguris nya, paling hanya mengatakan kutukan dan kecaman saja, dan masalah ini mejandi dingin kemabali seperti semula, redam nya konflik Philipna ini, mulai lagi konflik Cina yang di sitiap hari mengisi berita media TV dengan klaim-klaim Selat Malaka Utara Natuna yang desebut mereka Laut Cina Selat dan ini mengawil hal baru lagi, entah siapa dan bangaiman jadi ada Gas dan kadungan Minyak di laut sengketa itu, dan ini membuat mata dunia tertuju lagi pada Selat Malaka, padahal waktu itu sedang ramai Nuklir Iran jadi polimik dunia, tapi ini masih belum memanas, paling hanya saling ejek saja, tidak juga ada penyerangan dan sebangai, konflik baru ini juga mengagu ekonomi negara-negara Asean yang kapal dagang nya melalui selat malaka, mereka Industri Asean dan Asia takut lewat Selat Malaka bisa terjabak konflik Cina Korea Utara, tapi ada bukti lain juga dari pihak penyelidikan Malasyia, yang menuduh Cina dan Korea Utara sengaja membuat-buat kabar agin akan konflik dan pecah perang, hingga banyak kapal dangan yang tidak berlayar hilir mudik di Selat Malaka, dan ini akan membuat banyak Industri perdangan dan teknologi yang di rugikan, dan ini adalah perang antara Industri kepentingan ekonomi,  supaya Industri akan bangrut dan gulung tikar, dan menguntungan juga dari pihak militer kedua nya dari Pihak Cina dan Korea Utara, yang memungut pajak dari kapal dagang yang tidak berani melitas, Militer akan mengawal kapal dagang itu serta memberi jaminan keamanan tidak akan terjebak konflik, tapi bayaran mahal sekali, dan kami punya baukti nya, dan perkara ini juga di maklumi oleh kapal-kapal dangan yang melintas di laut sengketa itu, asal mereka aman saja mereka tidak mengeluhkan nya, dan pada saat itu juga harga-haraga barang naik akibat kena pajak di Selat Malaka oleh Cina, dan juga dari perkara lain nya, Cina juga dengan mudah memasukan banyak barang eletronik semacam phonsel yang pasul bauatan Cina, dan yang Asli di Ambil mereka dengan bersengkongkol dengan para pengawai awak kapal dagang sembuah Industri yang bisa di bayar dan bekerjasama, di laut sengketa terjadi bukar muat kapal, ini di lakukan agar konsomen dari produksi Industri bermerek itu merasa tidak puas dengan barang tersebut, kecewa sudah beli mahal barang mudah rusak, dan konosomen itu akan jera pelangan berkurang Industri rugi pesat, yang di angkut Cina dari barang produksi yang asli akan di jadikan pembelajaran untuk di tiru mereka tenolongi nya itu, dan secara tegas sebut saja yahya dari bekas awak kapal yang kami wawancartai itu mangatakan, ini lah yang membuat nya tenang tidak perang hanya isu untuk kepentingan Ekonomi dan politik, dalam masa tenang ini juga Amerika Serikat sedang sibuk melakukan pembatai manusia di Timor Tengan dan Afrika, memang banyak juga Industri milik Amerika Serikat yang bercokang di Asean, tapi tidak masal karena mereka tidak terlalu terpengaruh pemerintah nya, dan Industri itu pun terhitung kecil juga, yang besar nya di Asean hanya Freeports dan Industri Teknologi media Imformasi Internet yang kita pakai ini, dan ini masa tenang akhir dari rezim SBY, dan konflik selat malaka dan natuna itu tidak terlalu di ributkan lagi, walau saat tenang itu juga banyak berdepat di balakang layar, akibat dari mereka yang mengetahui ada nya dan kandungan minyak bumi di Selat Malaka dan Natuna itu, tapi belum ada perudingan sepakat siapa dan negera mana yang akan menambang minyak di laut sekngketa itu, dan kebetulan lagi Konflik Timor Tengah mulai meredam dan istrihat dalam jaka waktu tidak jelas lagi kesepakatan nya itu, Amerika Serikat dan koroninya pun mulai kembali melirik Asean lagi, dan mulai lagi sudah saling waspada dan curiga mencurigai bermacam hal yang menyesatkan saja.
Amerika Serikat kembalin ke Asean kusus Indonesia, dengan kampaye ISIS pemberontak Timor Tengah, padahal di indonesia dan Malasyia sangat tidak terpegaruh terhadap ISIS tersebut, seperti yang di paparkan oleh Yajid dari bekas kelompok pasukan opisis Suriyah yang kami wawancara di kantor Berita Canada Malasyia, ISIS tidak menargetkan Asia dan Asean, tapi mereka lebih menargetkan pada Amerika Serikat yang penjaha itu kata nya, dan dia juga menambahkan lagi, Amerika Serikat Itu takut dengan Indonesia dan Malasyia, karena Indonesia dan Malasyia negera berpenduduk muslim terbanyak di dunia ini, dan kawatir jika orang Indonesia ini akan tahu kejadian yang sebenar nya di sana, karena jika kebenaran itu bocor ke Asia dan Asean, pasti akan pecah perang besar oleh dukungan negara-negera Islam Asia dan Asean Kusus nya Indonesia, Malasyia, dan Brunai Darusalam, memang pemerintah dari negara-negara Islam ini tidak inggin terlibat jauh dalam konflik, tapi rakyat nya bisa bertindak sendiri dalam menetukan pembelan nya terhadap yang di angap ediologi yakin benar, mana bisa pemerintah lagi menghalagi jika sudah pacah rasa emosi rakyat nya melihat suadara terbunuh, saya tidak takut menegaskan apa yang sebanar nya terjadi di timor tangah itu, karena menurut kawan-kawan saya yang bersekolah di mesir, mengirim bukti bahwa ISIS dan Koroni sedang Perang salib moderen, melawan Amerika Serikat, dan ini tidak bisa di pungkiri lagi, dan oleh sebap itu juga Amerika Serikat itu kembali lagi ke Asean ini, berkampanye dengan bekerja sama dengan media-media dan tokoh penting dari Indonesia ini, memang semual biasa saja perkara ini, tapi mulai lagi sejarah terlulang, teror lagi di Asean, Indonesia, Malasyia, Philipna, dan Thailan, hingga saat itu terjadi bom bunuh diri di bangkok Thalinand, dan di duga pelaku nya adalah ISIS, memanas lagi Asean, negara-negara yang terpengaru juga menjadi waspa lagi, pembentukan Tim-tim pasukan anti teror di kerjakan lagi, latihan runtin aparat bersenajata kemabli genjar lagi, berubah lagi peta konflik nya, yang asal bermuatan ekonomi politik, menjadi teroris Islam kampaye gencarar lagi operasi aparat kebali sibuk lagi di Asean dan Selat Malaka, berlayar lagi angkatan laut masing naegara, tebarbang lagi pesawat tempur di Asean ini, laku lagi Amerika Serikat dan Rusia menjual senjata, atau kursus latihan militer, dan Amerika Serikat, juga membuat kamp-kamp sementara nya lagi di Asean.
Masalah ISIS mereda lagi, OPM Papua lagi kontak senjata di Papua barat, korban lagi dari pihak yang bersengketa, laku lagi senjata api, gaduh lagi media TV dalam berita nya, meredam lagi konflik Pupua barar, balik ke Jakarta, pembunuhan biasa tapi dengan cara membunuh pakai senjata apai, di kaitkan lagi dengan kelompok-kelompok milisi Timor Tegah, berjalan lagi Operasi Densus88, dan menakam hingga mebunuh target nya, di alikan kan lagi kasus tersebut dengan Isu politik dalam Asean hingga luar Asean, balik dingin lagi koflik di Asean, ke eropa lagi konflik bom bunuh diri, pasti pelaku nya ISIS kata mendia TV, ribut lagi Amerika Serikat 1 bulan penuh di tv hanya berita itu saja terus menerus, pindah lagi konflik ke Asia, masalah nuklir Korea Utara lagi, gaduh lagi Asia, redam lagi, pindahg lagi ke Timor tengah Nuklir Iran lagi jadi polimik, Afganitas dan Pakistan lagi menjadi tersangkanya, dan setelah lagi pindah lagi, dengan kasus pesawat terbang hilang dugan bisa mengulagi tragedi 11 september itu, usai lagi peta perang nya pindah ke Rusia dan Ukraina, memanas lagi perang dari berbagai kelompok, laku lagi senjata dan jasa militer bayaran dari Amerika Serikat itu, dingin lagi kanflik itu, pidak lagi ke Afrika, somalia dan masalah bokohara, dan seluruh koroni nya, pindah lagi ke Palestina, PBB juga yang mengaku perserikatan bangas-bangsa juga tidak bisa berbuat apa dalam ini, lari lagi ke Iran masalah Arab Suadi, dingin lagi ke asia lagi kembali masalah Korea Utara dan korea Selatan, gaduh lagi, latinah militer bersama lagi, jual senjata dan jasa militer bayaran lagi di sana, dingin lagi, kembali lagi ke Asean, OPM Papua lagi kontak senjata dengan TNI, bom bunuh diri lagi ada di jakarta, tudahan dan kamibing hitam nya pasti milisi timor tengah,  di tambah kelompok santosu yang pernah ada kesudaha nya, sangat kabur, tidak jelas, percuma buang dana dan waktu saja, rapat tidak jelas terjadi lagi, foto bersama pemerintah, dan ini menjadi dingin lagi, dan sudah masuk pada Zaman rezim Jokowi.
Pada tahun 2013 yang lalu, ada sekelompok anak muda dari Indonesia dan Malasyia, yang mendirikan organisasi Avril fans fender, tapi ormas ini lambat laun menjadi sebuah Industri media berita Canada Tv, dan Industri musik Rock Asean yang berkantor di Banjarmasin, dari tahun 2013 lalu peta konflik dan ekonomi politik berubah lagi, kusus nya di Indonesia, tadak ada yang menyaka bahwa pengaruh Avril fans fender sangat besar di dunia perdangan dan musik hingga pesen, sekali lagi mata dunia kembali mengagap Selat Malaka dan Natuna menjadi ramai lagi, yang paling bermana di Indonesia ini adalah, saat pemilihan Presiden 2014 lalu, Indonesia di buat gaduh, karena banyak yang ikut serta dalam pesta politik nya, bahkan tidak jarang terjadi antar serang dari berbagai masyarakat Indonesia hingga merambat ke Malasyia dan berunai daru salam, Jokowi terpilih jadi presiden Indonesia berubah 80% dalam pemerintah nya, tapi masalah hanya pada konflik antara parta ke parta politik Indonesia ini, bahkan partai golkar adalah partai paling berkonflik di Indonesia.
Jokowi memerintah beberapa kemajuan terjadi, tapi ada juga kecewa nya, tapi setidak nya konflik bisa di tangani, contoh nya Pecahan dari GAM Aceh, dengan Kalimantan, di kalimantan di pimpin Tuanku Cut Cak Muhammad Yasin yang bejiwa batu tidak mau menyerah, bahkan Jokowi sudah mengrim surat nya, kepada Yasin supaya menyrahkan senjata nya, lalu bubar GAM, tapi tetap Yasin mengeras, menangapi hal itu Jokowi, tadak lah keras mengabil tidakan terhadap Yasin, karean jokowi tahun perang baru di Kalimantan akan terjadi lagi, dan setelah itu Diniminim dari kelopok pecahan GAM Aceh, di minta jokowi menyerahkan diri, dan di jamin di bebaskan tidak di hukum malah akan di beri pekerjan tetap di Aceh, dan itu berhasil, benda dengan Yasin di Kalimantan, Diminimi percaya terhadap janji Jokowi dia tidak di tangkap, dan Yasin sebalik tidak percaya dengan Jokowi takut di tangkap, tapi juga tidak masalah, Jokowi juga ke Papua bicara dengan OPM Papua agar menyerahkan senjata, dan memang tidak berhasil OPM Papua menolak keras itu, tapi tidak papa lagi Jokowi dia, waku terus berjalan, dan di Jakarta ada teror lagi Asean gempar lagi, dan penembakan Polisi secara misterius menjadi beri setiap berita di media Indonesia dan Malasya, dan ini Awal konflik baru lagi, sering waktu berjalan, Ternitlah Revulosi Industri Banjarmasin terjadi, perdangan kembali ramai, di selat Malaka kebali di lalui banyak kapal dagang lagi, dan ini kembali lagi konflik Selat Malaka dan natuna hingga sekarang masih terjadi, dan ramal Sumateri Nusation jadi kenyatan lagi, Awal mula nya, pada tahun 2015 akhir lalu, konflik Agama terjadi di Kalimantan Barat, yang di kenal dengan nama Gafatar, Laskar Islam Malaka, contak senajat Dengan GAM Malasyia dan Banjarmasin di perbatasan, Islam Malaka di bantu kelompok Santoso, banyak korban yang jatuh, tapi konflik ini hanya sebentar saja, tidak sepat bulan, setelah nya TNI melakukan Operasi Militer di Sulawesi untuk menumpas habis kelompok Santoso, hingga sekarang operasi itu berjalan saja namun tidak ada hasil nya sama sekali omong kosong dan buang waktu saja.
Setelah konflik di Atas tadi, terjadi pertemuan di perbatasan Malasyia Kalimantan, tepat nya di nunukan, pertemuan itu di hadiri tokoh-tokoh Malasyia, Indonesia dan Brunai Darusalam yang berbicara masalah Sabah, dan Aneh pertemuan itu ternyata bukan masalah Sabah, tapi Masalah Selat Malaka dan Natuna, perudingan itu berlasung 2 hari, di situ di bicarakan akan niat Cina yang bermasut untuk menguasai jalur perdangan Malaka dan menambang minyak nya, diskusi pun terjadi sering, tapi tidak ada kesepakat dalam siapa yang berhak atas sengketa ini, semua angota diskusi diam semua nya, maka diskusi itu tidak ada hasil nyata, dan diskusi berikut nya ada hasil sangat sempurna sakali dari Asean dan Asia, keptusan nya adalah Cina di biarkan saja untuk menambang minyak di Selat Malaka, namun sarat nya tidak boleh ada pihak Amerika Serikat ikut Campur, karena pasti akan terjadi konflik, karena Amerika Serikat licik sekali, dan Cina sepakat, tapi beberapa bulan dalam perudingan rahasia itu, tidak ada terlihat Cina menjalakan rencana itu, paling Cina patroli saja di sana.
Nah inti semua dari tulisan ini, tahun 2016 Industri musik Rock Avril fans fender Banjarmasin, melakukan Tour Asean Amerika Latin, dan saat konser musik di Philipina, 5 kapal kru redaksi Avril fans fender Banjarmasin di sandra oleh kelompok pemberontak Philipina, terkait masalah Sumatera dan Singapura, dan pada tangal 30 maret 2016 lalu, pasukan GAM Aceh, di bantu Canada, Iran, Malasyia, Vetnam dan Brunai darusalam kontak senjata tidak bisa di hindari lagi, namun pihak GAM menang dan berhasil membebaskan kapal milik Avril fans fender Banjarmasin, atas bantuan kelompok Santoso, sebenar nya Amerika Serikat sangat inggin ikut campur, namun tidak di guris oleh Philipina.
Tapi setelah kapal avril fans fender yang di sandra bebas, eeh ternyata 10 orang Sumatera dengan kapal milik Banjarmasin yang membawa batubara di tawan Abu Sayap, dan jokowi di repotkan lagi, semukla Jokowi tidak menguris nya, namu lambat lain Jokowi mengajak Malasyia untuk bekerja sama membebaskan tawanan Abu Sayap, dan Malasyia menirima nya dengan Baik, maka Indonesia dan Malasyia, bicara dengan pemerintah Philipina untuk melakukan operasi Non kekerasan, dan berhasil, Abu Sayap mau membaskan nya, dan atas dasar kejadisn ini maka ke amana di Selat Malaka di tingkat lagi, dan Asean sepakat membentuk tentara koalisi, dan menurut banyak pendapat, pembentukan tentara Asean Oleh Indonesia Malasyia dan Philipina yang membuat takut Cina, akan Laut sengketa itu, Cina mungkin juriga kata Militer Malasyia, tentara ini akan bekerja sama menududuki Utara Sealat Malaka, atau Natuna itu, karena setelah itu Cina tiba-tiba membangun landasar Militer nya di laut sengketa, dan mempercepat pengeburan minyak di sana, Semakin hari semakin Cina ini bertambah Arogan sikap nya, yang dulu perjanjian pun di lupakan, semula berkawan sekarang berseberangan, namu pihak Asean tidak menguris nya, karena pihak barat atau penjajah Amerika Serikat hadir ingin jualan senjata dan menawarkan jasa tentara bayar.
Di Asean ini anda harus tahu pembaca, bahwa yang dimaksut kata Asean itu adalah kalimat jamak, karena nama Asean itu di pakai banyak serikat dan organisasi perdangan dan Industri Asean itu sendiri, jadi jika ada satu yang bersalah, maka sulit menenutkan yang mana yang salah, ke amanan di Asean terjaga untuk perdangan, dan Amerika Serikat Ingin bergabung, namu tidak di gubris juga, dan setelah itu Amerika Serikat itu, melihat ulang kambali akan penting nya Asean bagi Penajahan gaya baru dan moderenisasi, Amerik Serikat juga menemui Jokowi untuk bicara kerja Sama, dan ini adalah awal dari kehancuran nama baik Jokowi karena dukung dari banyak rakyat indonesia kecewa Jokowi di angap kepentingan Amerika Serikat itu, hingga sekarang ini.
Amerika Serikat sangat gatal untuk bergabung di kolisi dagang Asean tidak di gubris, karena yang banyak memengan Industri perdangangan Adalah kolaisi dagang Asean buatan Aceh, Sumatera, Kalimantan dan Malasyia, dan koalisi dagang Asean ini juga membangun perdangan Industri yang mandiri tanpa tergantung pada negera mana mun, mata uang nya juga bukan pakai dolar, melaikan pakai uang Rupiah dan ringit Malasyia, Koalisi Asean ini juga Gabungan dari perbankan Amerika Latin, Venezualia, dan lain nya, Bank Canada dan Iran juga, semakinsemakin membesar koalisi dagang Asean ini, bahkan dengan berani mereka menghancurkan banyak Industri milik Cina di Asean, lelah berusaha Maka Amerika Serikat bergabung dengan Kolaisi dagang Asean yang kecil peranan nya, aksi\es terbatas sekali.
Amerika Serikat juga mendakati Vetnam dalam rangka penjahan di Asean, namun Vetnam tidak punya peranan penting di Industri Asean, kecendrungan Vetnam yang tertup dari akses dunia laun itu penyebab dari kecil nya peranan itu, tidak hanya itu Si penjual senjata Api Amerika Serikat juga mendakati Mayamar, namun itu juga tidak penting, dan Amerika Serikat juga mendekati Kamboja juga bukan masal bagi perdagangan Asean ini, dan saya tekankan mereka yang bertemu Amerika Serikat itu belum tentu setuju, mereka senyum pada Amerika Serikat untuk menghargai persahabat terbatas, namun menjaga jarak, kawatir akan terjadi adu domba kaya di Timor Tengah, dan pada Ahkirnya nanti Amerika Serikat jualan sejata api lagi di Asean.
Dan apa yang di katakan Sumateri Nusation, penjahat Perang Amerika Serikat itu pasti ikut Campur dalam konflik sengketa Selat Malaka dan natuna, dan mereka akan coba menguasai nya namun belum ada dukungan di dapakan, paling dukungan di mulut nya Presiden nagara Asean saja itu, tira mulai terbuka, ternyata pembangunan saranan militer di Laut Sengketa itu buatan Amerika Serikat, dan perusahan Tambang minyak itu hanya berkedok Cina Saja, dan kekawatiran akan terjadi nya konflik baru akan terjadi hanya menungu waktu saja lagi.
Amerika Serikat di media Tv menghina jepang dengan kujungan nya ke bekas dari tragedi bom Nagasaki Heroshima itu, mereka mengagap jepang miskin, korea selat pengecut tak berani hadapi korea utara, dan Cina mulai meresakan dampak nya itu.
Kesimpulan terahir adalah, Peta konflik Asean sudah tercang hanya menugu waktu saja lagi terjadi nya, dalam diskusi kami di kantor Berita Canada Banjarmasin, banyak yang menyuarakan bergai hal terkait Amerika Serikat ini, bahkan mereka sambil tertawa membuat lelucuan yang mengelitik perut siapa saja, ada yang mengatakan, seolah semua konflik di Asean ini semua buatan Amerika Serikat itu, kalau saya mengatakan Amerika Serikat itu seperti pedangan pasar yang berpindah pasar nya dalam sitiap hari nya di sertai dengan barang dagan nya ya itu adalah senjata Api, pesawat tempur danpekeas militer lain, secara obral murahan, mereka Amerika Serikat sama dengan para pengawal bos Mafia yang jahat, dan kita tahu sudah semua, Amerika Serikat sudah merasakan dampak dari perbuatan nya di Timor tengah perang salib moderen, dan kelicikan yang lain, dan kami punya bukti nya.
Dari 16 may yang lalu, Amerika Serikat bicara dengan DPR bahas masalah media Tv Indonesia yang akan di bayar untuk propaganda di lakukan, dan itu mulai di laukan sudah, Amerika Serikat sekarang seperti TNI waktu perang berebut Timor Lesti, supaya tidak terlihat Jahat TNI membuat Tim regu dengan orang sipil timor listi, proses cuci tangan atas kekejaman, maka milisi Aitrak, besi merah putih dan Halilintar yang semua nya lahir dari rahin TNI, begitu juga Amerika Serikat sekarang ini, mereka meakukan cuci Tangan dengan bentuk Tim milisi atas nama militer Irak yang menjalakan kepetingan Amerika Serikat, mungkin kira orang di dunai ini bodoh bisa langsung percaya hal maca itu, kami tahu Metro Tv, TV ONE, Kompas Tv, dan Trans Tv, yang di bayar untuk membersihkan kejahatan penuh dara Amerika Serikat di mata rakyat Indonesia dan Asean, dan paling nampak yang berbuat ini adalah Kompas TV, yang bertuhan dengan pedangan senajata ini, dan Inti nya juga adalah sekarang serentak Amerika Serikat Cuci Tangan dari kejahatan nya.
Menurut Yosep dari Jerman yang juga hadir dalam diskusi kantor berita Canada Banjarmasin mengatakan, semua polimik yang terjadi di dunia ini tidak lepas dari si penjual senjata api ini, mereka Amerika Serikat berjalan ke mana-mana di atas bumi ini dengan selalu menui pro dan kontrak, mereka juga suka mengurusi negara-negara lain, Yosep mengatakan, padahal yang harus berjalan berkeliling untuk ikut Campur perang orang lain Itu adalah PBB buak presiden Amerika Serikat yang mendatangi setiap negara berkonflik menawakan senjata api, tapi walau PBB pun juga tidak guna juga sebagai dewan ke amanan dunia yang tidak mampu berbuat apa untuk pihak yang berseturu, Presiden Amerika Serikat Adalah bapak PBB, tapi Bapak PBB ini tidak pernah menjadi angota PBB dengan jelas sudah melangar hukum perang, banhkan lebih lancang dalam ikut campuran urusan orang dari PBB, jika PBB ingin mengahir konflik di dunia ini sebenar nya bisa dengan menjakan dispili hukum buatan PBB sendiri tentang perdamain dunia ini, namun saya mereka juga terlibat sekongkol jahat juga, contoh saja di Palestina, jika PBB itu inggin Israel dan Palestina Damai, maka senajat kedua nya harus di lucuti, Amerika Serikat di larang Ikut campur, dan PBB juga harhus bentuk Tim ke amana Palestina untuk mengawasi nya, jika Israel yang nersalah Polisi PBB yang menangkap hingga mengadili nya, dan jika Palestina yang salah juga Polisi PBB yang menangkap nya, dan jangan biarkan semua pelangaran hukum atara kedua belah pihak, jika Polisi Palestina yang menangkap warga Israel, pasti Israel tidak terima dan melawan nya, dan sebalik nya juga, tapi yang juga di lucuti senjata api Hanya Palestina saja Isreal dibiyarkan begitu berbuat keji tak bermoral, Yosep menambahkan Amerika Serikat datang ke suatau negara lain, dengan atas nama wakil bangsa lain dan pembawa kedamain, namu nya kenyatan dagang sejata api dan jasa tentara bayaran saja, ke anehan nya juga, jika ada negera yang tidak meniru Amerika Serikat adalah salah sesat, jika ada yang mendukung Rusia di angap mafcia penjahat, Islam teroris.
Dan saya berharap senkerta Selat Malaka ini menjadikan Asean jadi lapangan latihan militer dan uji coba senjata setan buatan Amerika Serikat itu, dan saya juga berdoa semuga saja ramalan sumatri itu tidak pernah kenyatan, Amerika Serikat buat gaduh Asean, Sekarang bukan Curiga lagi dengan Cina yang berkawan Amerika Serikat, tapi waspada tingkat 1, dan ada banyak kelompok milisi bentukan-bentukan Negera Asean untuk hadapi Amerika Serikat dengan Cina yang mencoba mencalok selat malaka, terahir saya katakan pada anda apa pun yang anda tagapi dalam tulisan ini, baik atau jahat terserah pembaca, kalau ini disebut kebician terhadap Amerika Serikat juga terserah, atau tulisan di angpap propganda juga terserah, namun kami punyak bukti nya, kami siap di pangil untuk bersaksi wasalam



Dan mungkin sekian dulu imformasi yang saya bisa berikan pada anda para pembaca. Dan kita bertemu lagi di lain epesodi tulisa saya yang baru nanti.
Terima kasih telah membaca nya semoga berguna untuk anda.
Mohon maaf bila ada kekeliruan dalam tulisan saya di atas.

FROG GOZILLA
Ketua Organisasi Alternativ Rock Numetal Comnty Tato88 Tanjung Tabalong yang bergerak memajukan pendidikan di Banjarmasin Aceh dan Indonesia.
Organisasi ini juga sangat aktiv di industri musik Rock Endergrond,
Dan berjuang untuk membangun perintahan ustmaniyah yang baru,   

simbol organisasi


Avril lavigne

Tidak ada komentar: