Translate

Jumat, 26 Februari 2016

Penjajahan Atas Nama Pancasila



Penjajahan Atas Nama Pancasila

WELCOME BLOGGER FROG GOZILLA
Terima kasih pada anda para pembaca yang sudah mau melungkan waktu berharga anda hanya untuk membaca tulisan saya 

Pendahuluan

Redaksi reporter kantor berita canada banjaramsin

Tulisan ini dapat di pertangung jawabkan kebenara nya oleh saya sendiri, dan tulisan ini juga sudah di cetak menjadi buku dan Terbit di Banjaramsin Tanggal 14-1-2016 lalu, tapi ini baru sekarang bisa di tulis dan terbit di Blogger.
Tulisan ini juga di tulis secara singkat nya saja, mengigingat saya masih banya tulisan lain, yang juga harus di cetak.
Tulisan ini membahas masalah hukum-hukum sosial Indonesia, beserta peracangan hukum oleh pemeritah Indonesia ini, tulisan ini juga membahas masalah ketidak adilan berbuah konflik kekerasan terjadi, dan pada inti nya penjajahan atas nama pancasila, tulisan ini juga adalah hasil dari diskusi panjang di kantor berita Canada, Banjarmasin, dan kawan sepakat juga, masalah ini harus di sikapi bersama-sama, baik rakyat dan Pemerintah.
Tanpa panjang lebar kita langsung pada inti nya.

Penjajahan Atas Nama Pancasila


Indonesia Merdeka 17 Agustus Tahun 1945 yang lalu, begitulah pengertian dangkal nya, tapi Indonesia tak pernah merdeka sekarang, hanya merdeka dari penjajah Asing saja, namu balik di jajah saduara sendiri dengan atas dasar pancasila.
Sebenar nya 17 Agustus tahun 1945 itu bukan merdeka, tapi hanya pembacan Tex Proklamasi saja, Oleh Bung Karno, Transisi pemerintahan Japang, Atau, PPKI, Tapi peperangan melawan belanda terus dengan sengit, puncak nya tahun 1948 Belanda menyerang Jakarta beserta Istanan Negara ini, Bahkan Perebutan Iran Barat oleh Letkol Soharto, dan Gayang Malasyia juga campur aduk dengan G30S PKI, dan pemberotakan lain, yang pada inti nya dalam paham ketipangan ke adila, dan juga perebutan kekuasan oleh perwira militer dan elet politik Indonesia ini.
Tak semua orang tahu, kecuali orang tertentu di Indonesia ini, Dalam perumusan tex Prolamasi Indonesia ini saja, berebut baik Bung karno, Syaril, Surkani, bahkan Tan Malaka pun di lupakan jasa nya.
Banya sekali di temukan kekeliruan dalam menulisa sejarah, alias Rasisime, penuhanan si pihak pada tokoh tertentu, dan menghilangkan tokoh yang kurang di sukai, padahal tokoh yang di tidak di sukai tersebut juga punya jasa dalam memerdekan Indonesia, bukan para akrtor nya yang salah, tapi penulis nya yang salah dan hinga mendaulat si A, dan Menghilkan si B, dan sangat di sayanggkan, angap saja tak menghargai darah yang mengucur yang keluar dari tubuh seorang Pahlawan, walau terkadang keras, tapi harus juga di hargai juga segala apa yang baik pada bangsa ini dia berikan, dan juga tak boleh juga seharus menulis kan seorang tokoh atau pahlawan hanya yang baik nya saja, tapi harus turut di tulis juga keburukan, karena itu suatu ke harusan, bahkan nabi punya salah, tak mungkin benar terus, dari masalah ini maka nya saya katakan penuhanan pada satu dan dua tokoh, dan yang lain nya di hilangkan, dalam memerdekan Indonrsia ini, dan ini sudah ketahuan akan rasa ketidak adilan terjadi.
Saya katakan, manusia terlahir ke dunia, sudah punya watak baik dan buruk, dan ini tak bisa di pungkiri lagi, kalau terus baik berarti dia maikat bukan manusia, jika dia jahat terus maka dia juga bukan manusia tapi iblis berbentuk manusia, jadi begitulah manusia ini, dan jika anda seorang penulis tulis benar dan salah nya, agar publik tahu dan terima, Seorang baik tahu jahat nya dulu timbang baik nya, jika seorang bisa menerima keburukan orang lain, berarti dia bisa menerima baik nya.
Para penulis dejarah Indonesia ini sudah tak adil, coba saja kita lihat dalam pendidikan sejarah Bangsa ini, tokoh pahlawan nya yang di puja hanya golongan Majapahit, dan peperangan yang terus di exspos juga pulau jawa dan Jakarta saja, jadi ini sudah terlihat rasis nya, tak lagi di tulis perang di lain tempat apa lagi pahlawannya, ini bukan aktor peran tokoh sejarah yang salah, tapi si penulis sejarah dan lembanga pendidikan dan kebudayan Indonesia lah yang salah, hinga saat ini masih terjadi, pembangunan terjadi hanya di Jakarta dan Pulau Jawa saja, tapi luar hanya sedikit, padahal seperti kalimantan dan papua adalah omset negara besar sekali, tapi di anak tirikan hinga kini.
Masalah ini juga yang menuai konflik pajang pemeritah Indonesia terhadap kaum pemberontak bangsa ini.
Avril fans fender, adalah sebuah oranisasi pemuda dari kalangan pemusik, dan berbasis aksi sosial, dan pada tahum 2013 lalu mengadakan survei pada seluruh daerah Indonesia, dengan pertanya dan komentar masyarakat luas terhadap pemeritah Indonesia ini, dah hasil di dapat adalah lebih dari 54% persen tak setuju dan merasa tak puas pada pemeritah, dan kebanyakan pendapat tak puas di dapat dari luar jakarta saja, dan pulau jawa hanya tak suka pemeritah, hanya jawa Timor, dan yang tak peduli masa bodoh mau apa pemerintah ada 36% dan paling banyak di Daerah Jakarta, saja, dan 8% saja yang sependapat, dan ini hanya golongan pegawai negeri sipil saja, dan jelas kawasan Jakarta saja, dan sebuah hasil dari survie di zaman presiden SBY.
Diskusi panjang kami dalam menyikapi masalah Indonesia, sangat banyak sekali menemukan masalah ketidak adilan dari 17 Agustus 1945 hinga sekarang ini, dan kami juga terus berusaha untuk memperbaiki masalah ini,.
Dalam pemeritah Indonesia, masyarakat luar Jakarta dan Jawa, hanya meresakan pembangunan  zaman orde baru Soharto saja, tapi sisi lain soharto juga di Angap jahat, tapi kembanyakan nya, pendapat jahat datang dari Jakarta, dan lain nya sepakat katakan Soharto bapak pembagunan garis keras, dan setelah soharto tumbang hanya sedikit saja di rasakan pembagunan oleh masyaraka laur jakarta, tapi seperti pemeritah SBY yang di nilai korup dan safari luar negeri pun juga punya manfaat kendati sedikit yaitu KPK.
Saya selalu teringat dengan kata-kata Ottoman Pemeritah Turky Usmani, dia katakan, tidak ada manusia yang besa berbuat adil di muka bumi ini, keadilan sempurna hanyak milik tuhan, perdamain dunia abadi hanya mimpi saja, memang perdamaan terjadi di muka bumi ini, tapi hanya sementara, dan pasti akan di hancurkan lagi oleh peperangan, dan sebalik nya, Kedamain abadi adalah surga, penderita abadi adalah neraka, dan manusia tak punya kuasa, hanya bersuaha untuk adil dan berusaha untuk sempurna, apau yang baik hanya tuhan saja bukan manusia, dan dari zaman manusia di turunkan ke bumi peperangan itu ada, contoh nya adalah anak nabi Adam yang saling bunuh hanya karena saudara wanita nya, dan mendara hinga sekarang, begitulah tutur nya, jadi semua ini hanya proses saja semua akan bersaing, seperti ying dan yang persi cina.
17 Agustus 1945 adalah mimpi belaka, semua yang mereka katakan tentang kebebasan Demokrasi, perlidungan sosial, hak asasi manusia, itu tak pernah ada hinga kini, kekuasan selalu di salah gunakan oleh uknum tak bertangung jawab, dan inilah yang disebut politi, kata politik sangat sulit di pahami, karena abstrak, Politik juga bisa berkawan, dan juga bisa bermusuhan, tergatung kepetingan orang nya beserta kelompok nya, politik besifat setatus Q, tak konseseten bicara dan janji, politik terus berubah-ubah tergatung pada kepentingan nya, politik kadang juga berlandaskan Agama dalam raih dukungan publik ini, Tak pernah ada kejujuran sejati dari seorang politikus.
Bung Karno adalah Presiden pertama Indonesia, dalam perang melawan jajahan Asiang pun juga pakai Politik, dan juga berdusta, paling jales adalah pada Rakyat Aceh, hinga hinga timbol pemberontakan, tapi tak mengapa itu hanya sejarah lalu, dan dia juga berdusta demi kepentikan Indonesia, mungkin jika tak berdusta mustahil Aceh mau bantu perang melawan penjajahan, tak hanya itu juga, kekebesan dan demokrasi yang di katakan juga tak juga benar terjadi, alih-alih G30S PKI terjadi, tapi munggkin itu dilakukan untuk kebaikan bangsa, mungkin saja dia mengetahu jika seseorang di berikan mandat kekuasa ini bisa bikin kacau, dan di rasakan bukan orang yang bisa di percaya, dan pada inti nya, Batu permata yang cacat lebih baik dan berharga dari batu biasa di tanah.
Saya setuju dengan jendral TNI wiranto yang mengatakan, kebebasan dan perlidungan sosoial Masyarakat dan Hak Asasi manusia adalah Dongeng pememipin dalam menraih impian gila nya.
Indonesia memang merdeka, tapi dari bangsa asing, tapi masih di jajah oleh bangsa sendiri, demi hasrat gila dan berbagai kepentikan politik nya.
Dalam wawan cara langsung Avril fans Fender, Banjarmasin dengan beberapa kelompok pemerontkan Indonesia ini, di perbatasan Malasyia Kalimantan pada tangan 12-1-2016 lalu, GAM Aceh dan Kelompok santoso, kami menanyai apa alasan perang yang kalian lakukan ini? dan kenapa harus cara ini yang di pilih bukan cara lain? apakah ini masalah Agama? apakah ini masalah golongan kelompok? apakah ini perebutan kekuasan, dan Apakah ini aksi terosris?
GAM Aceh Jerdral Ali Pasha dulu menjawab, seberna nya GAM ini lahir dan di betuk adalah karena akibat kecewa berat terhadap Majapahit yang talah timpang dalam keadlian pembagunan dan sosial, dan Agama hanya cara untuk raih dukungan, saya terus terang saja, dari saya bergabung GAM Aceh ini, bukan hukum Islam lah yang kami perjuangkan tapi sebuah keadilan pembangunan dan sosial pendidikan daerah. begitu lah tutur nya yang kami dengar, dan santoso lagi yang menjawab nya, apa yang saya lakukan besama kawanokawa ini juga tak terlalu juah beda dari apa yang di katakan jendral Ali Pasha GAM Aceh versi Banjamasin ini, Saya sangat sakit hati terhadap pemeritah majapahit yang timpang dalam berbuat kebijakan, dan jujur saya katakan saya melakuan ini bukan untuk Ambil alih kekuasan nya tapi hanya berikan peringatan saja pada pemerintah ini agar sadar, layak nya Bom bali kata nya,
perlu anda katahui GAM dan santoso berdusta atau benar kami tak peduli, kami hanya mencatat nya dan menerbitkan nya, dan tak mungkin dalam wawan cara kami ngotot dan telalu bertanya banyak, karena bisa terajadi tembak-menembak alioas pembunuhan.
Kasar nya adalah, Menurut GAM mereka benar, menurut TNI mereka salah, Yang dan Ying cina, air dan api lagu Naif, disis lain pahlawan dan disilain juga penjahat perang layak Amerika serkiat yang mengkalim kebenaran Apsolut monarki bangsa nya.
Peperangan pasti terjadi tapi hanya waktu yang tepat saja lagi yang di tunggu, perang besi dingin dan panas, tergatung kelompok yang berseturu.
Merurut banyak orang Bung Karno Pahlawan, tapi juga menurut lain pihak adalah penjahat perang, menurut Amrika Hitler penjahat kejam, tapi di sisi lain juga Hitler adalah Pahlawan.
Tapi pemicu konflik dan perang sudah pasti ketidak adilan, dan saran bisa jadi Agama, ras, kelompok Bangsa, yang tuduh sana sini.
Di Indonesia dari 17 Agustus 1945 tejadi Penajahan mengatas namakan Pancasila dan udang-udang kitap hukum negara Indonesia ini, dan timbolah pemerontakan bermacam corang dari yang agama hinga demokrasi kebebasan, dan hinga kini masih terjadi, saya dan kawan-kawan sangat setuju dengan Presiden Soharto, dalam pidato nya di Banjamasin, tahun 1994 lalu, Kita bangsa Indonesia harus menulis dan merancang hukum undang-undang bertdasarkan edioloigi tradisi budaya Indonesia, dan tak boleh mencotek apa lagi mencotoh, Bangsa lain, baik Timor atau barat, karena sudah pasti berlawanan dengan Rakyat Indonesia, kita indonesia bukan Arab, atau Ingris jadi jangan sama kan ini, jika seandai nya, mereka Amerika Serikat yang menduduh saya bersama lembaga tingi negara ini terlalu keras dalam menerakap pancasila, terserah lah, tapi yang harus mereka ketaui adalah ini Indonesia bukan Amerika serikat, jika seandai nya, hukum Indonesia di terapkan di Amerika sana sudah pasti di tolak, dan sebalik nya, jika hukum Amerika yang di katakan adil ini di terapkan di Indonesia juga pasti tolak, jadi sebaika nya pada lembaga hukum Indonesia meracang undang sendiri yang berasal dari penelitan Masyarakat Bangsa Indonesia sendiri, apa pun yang diracang hanya berusaha untuk adil, sembat ini di buat Manusia bukan tuhan, itu lah pidato nya Soharto, 
Jadi sangat di sayangkan sekali Indonesia banyak terpengaruh asing salam pembetukan hukum-hukum beserta undang-undang, dan ini lah juga yang membuat ketimpangan dalam penerapan pancasila, yang ada keptingan kelompok bukan sosial masyarakat luas, semua haus akan kekuasa.
Mungkin wajar saja zaman Bung Karno, dalam perancangan undang-undang mencotek negara lain, karena maklum baru lepas jajahan asing, dan kurang terdidik nya para apartor negara pada zama itu, gila kalau zaman sekarang masih juga contek negara lain, karena sekarang sudah banyak yang sekolah, dan bergelar sejanan hukum.
Dalam masalah ini sangat rumit dan penyelesainya jalan buntu, akibat malas nya paran serjana dalam berpikir sendiri.
Sebuah negara tidak boleh meniru Undang-udang negara lain, dan harus punya undang-undang sendiri, dan ditulis dirancang oleh anak bangsa sendiri, jika masih meniru juga, tak usah lagi sudah jadi Indonesia, langsung saja bergabung pada negara yang di tiru, setipa manusia itu benda, setiap bangsa itu juga beda, bahkan di Indonesia banyak suku-suku, gila rasanya mencutek undang-udang Barat atau timor, dan parah gila lagi jika mengabil hukum adat satu kelompok saja, pasti di tolak sudah.
Hal paling di sayang kan juga, gagal nya Habeibie, timor-timor lepas dari NKRI ini, dan itu adalah contoh orang yang tak menghargai perjuangan pahlawan yang berjuang hinga mati di medan perang, untuk Indonesia ini.
Penerapan pancasila yang keliru ini lah memuat lahir nya pemberotakan berbagai kelompok, dan parah lagi, pancasila di jadikan sarana kekuasan kelompok dan kurup hinga menjarah harta negara, menjual nya ke Asing.
 Hampir semua pempin Majapahit keliru dalam penerapan pancasila, seperti yang di katakan Bung Karno, Jika saya di tuduh Rakyat tak adil atau tak peduli Rakyat yang di luar pulau jawa dan Jakarta, saya tidak mungkin menemui mereka semua nya, memang benar Bung Karno, tapi salah nya, Rakyat tak minta di berkujung pada daerah nya, tapi minta adil dalam pembangunan, walau presiden hanya diam di Istanan Jakarta bukan masalah, tapi pembanggunan dan memajukan Rakyat harus terus berjalan, salah rakyat juga, jangan hanya bisa menduduh pemeritah pusat tapi pemeritah Derah juga harus di awasi, mungkin saja Presiden sudah lolos kan angaran pembanunan untuk daerah, tapi Bupati dan Gubernor diam saja dan kurup, pada inti harus saling mengawasi baik rakyat dan pemeritah bukan salin tuding dan hanya bisa menguluh kan saja.
Dalam perjalan pemeritah Indonesia, ini sangat di rasakan sangat tidak adil, contoh saja dalam hukum pidana, dan kecurangan aparator negara yang main suap, Maling ayam di humum 5 tahun penjara, di hitung kerugian nya, ayam harga nya perekor misalnya hanya Rp50 saja, dan sedangkan maling uang negaram korupsi di hukum ringan bahkan kebal hukum, tapi kada hakim alasan nya, Asas hukum beban terbalik asas praduga tak bersalah, memang itu benarm tapi kenapa maling ayam, tak dapat asas pidana beban terbalik, masa hanya elet politik saja, tak adil nama.
Masyarakat yang hanya berani memukuli maling ayam adalah pengecut, kalua berani pukuli kuruptor maling uang negara dan seret ke penjara, 
Sama dalam penereapa hukum pidana Narkoba juga tak adil, jalan buntu suap, main besama, gila lagi hukum mati, Narkoba Hanya merugikan kelompok dan aktor nya bukan seluruh rakyat Indonesia, tapi korupsi merugikan Rakyat indonesia tapi kenapa tak juga di hukum mati, alasan hakim sama, asas pembebanan pidanan teralik asas praduga tak bersalah, tapi kenapa narkoba tak dapat hak itu, yang jelas narkoba dan koruspsi harus di hukum mati, jadi jangan timpang dalam hukum negara ini.
Kadang ada timbul pertanyan Publik, kenapa yang jadi presiden dan Jendral TNI hanya kalangan Majapahit, paling wakil yang tak majapahit, kenapa sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Kalimanatan tak pernah jadi Presiden, atau Jendrla TNI, jadi siapa yang Rasis sebenarnya? apakan ini yang disebut dimokrasi kebebasan bernegara? jawaban jalan butu kawan, Penjajahat Mengatas nama Pancasila saja itu.
Ada suatau kejiad juga, Atris musik luar negeri ingin konser di Indonesia, tapi di tertlalu sexy dalam berusana, lalu dilarang ke Indonesia, mengingat Indonesia Negara Muslim, dan juga kesan bagus pada pemeritah, etika moral PPKN nya, tapi sayang nya adalah tak sadar dir, ada sebuah kelompok musik dangdut koplo Jawa, parah pakain, hinga mempirlihatkan celanan dalam di tengah umum bahkan ada anak-anak juga ikut nonton, aneh artis asing di larang padahal busanan nya lebih sopan dari pada dangdut kolpo itu, ini kah kebebasan dan demokrasi, pancasila yang selalu di bawa nama nya, omong kosong,
Kepada siapa pun di indonesia ini, baik pemeritah dan rakyat nya sadar diri sudah kita sudah sesat terlalu jauh, bahkan konflik agama marak tejadi, dan lebih gila nya lagi, pemeritah sekongkol tuduh Islam teroris, ini sudah susah nya, satu orang berbuat jahat semua nya kena imbas nya, mereka semua sudah menodai Islam, Komflik Aceh, poso, Ambon dan lain-lain, adalah hal berbau agama, sekilas iya tapi kalau di kaji benar-benar bukan saja Agama, tapi banyak hal dalam masyaralat, agama hanya pemicu nya saja, Ibarat nya agama adalah hanya percikan bungan api pada busi sepda motor yang membakar bensin, Konflik macam ini adalah masalah masyarakat yang sudah bosan dengan kepimipinan pemertah, kurang pendidikan san wawasan, juga bisa jadi ada yang ambil untuk dari konflik tersebut, contoh konflik timor tengah, dari dulu sudah pasti di sangkutkan pada Agama, Islam, Kristen, dan Yahudi Israel, padah sudah jelas perang salib ini adalah perebutan kekuasan atas pelistina, dan gila lagi Amerika Serika, yang mengado domba nya, lalu menjual senjata dan jasa tentara bayaran nya.
Jika di telusuri dengan benar, GAM Aceh bukan agama, tapi membuat agama jadi sarana dukungan publik, pada inti nya muak sudah dengan pemeritah majapahit yang sudah timpang ke adilan nya, masa agama boleh jual ganja beli senjata, kan bodoh, pemeritah Indonesia, sudah terpengaruh Amerika Serikat, yang anti agama, bicara nya selelu kebebasan beragama, mana, kebebasan beragama nya, wong gereja masih di bakar, mesjid juga di bakar, larang sana sini, ini kah kebebasan beragama di maksut pemerintah dan Pancasila, Islam teroris tuduhan Amerika Serikat, dan pemeritah Indonesia juga ikut, padahal hanya 1 dan 2 orang berbuat salah, semua golongan jadi korban nya.
Pemerintah Indonesia jua tuduh asing terus dalam menjarah harta dan kekayan negara ini, bangsa Indonesia 17 agustus 1945 adalah dongeng, merdeka dari asing tapi di jajah bangsa sendiri, penjajahat atas nama pancasila, Bagai mana aisngg berani bangun Industri nya di tanah air ini, kalau tak ada ijin pemerintah, jika masih berani juga, sudah TNI ambil tindakan, pertamina adalah perampok negara no 1 di Indonesia, di Iklan Tv mereka katakan, setiap satu sumur baru pertamina adalah kesejartan bangsa, sejatra apa nya, isi minyak sudah mahal. antri lagi di Pom, mana indonesia kaya hasil alam nya?
Indonesia tanah yang subur, tongkat di tusuk ke tanah maka akan jadi pohon, subur apa nya? beras saja masuh Imfor dari Vetnam, aneh sekali!!!
Pemeritah Indonesia menghina malasyia no 1 di Asean tak sadar diri, walau Malasyia begitu punya sercuit sepang, Indonesia sentol kaya babi, lapangan bola rusak parah, mimpi jadi tuan rumah piala dunia, sarana olahraga yang rusak ini, jadi membuat pemuda engan dalam mempersubur bakat nya, mau latihan bola lapangan nya kaya sawah garapan, mau balapan sercuit nya aspal rusak kayapa ini, balapan liar di tangkap dan di hukum, harus nya para pembalap liar di giring ke sercuit dan di lati biyar jadi pembalab, aneh sekali, jika kita punya lapangan bola bagus, jadi tuan piala dunia, pajang untuk pemeritah sangat besar, begitu juga jika kita jadi tuan rumah GP maka pajak nya sama dengan satu tahun pajak tambang batu bara, aneh pemeritah dan rakyat Indonesia, hanya bisa saling tuding.
Semua tidak lain dari penjajahan mengatas namakan Pancasila saja, tapi rakyat tak peduli paling juga ujuk rasa tak berguna,
Cina punya wilayah yang luas, juga punya potensi batu bara dan minyak, tapi cina membeli saja batu bara dan minyak, milik mereka tak di tambang, kecuali harga minyak dan batu bara melambung tingi baru tambang punya sendiri, agar ekonomi negara tetap aman, dan jika suatu nagara habis sumber daya alam nya, maka cina akan bertingkan karena punya banyak, di jual pasti mahal, bahkan bisa buat negara adidaya bertekuk lutut di hadapan nya.
Semua kebijakan yang keluar dari pemeritah hampir konyol, penting bagi bangsa pun mahal, dan Indonesia juga banyak masih buta hurtuf dan Internet, dana BBM SBY juga tak jelas kabar nya, sama saja dengan jokowi, kartu pintar dan rumah sakit nya hanya di Jakarta, tak juga jelas. jurus penipuan masyarakat ini terjadi.
semua nya sesat agama nya sesat, skuler juga sesat, jalan buntu, mahasiwa hanya bisa demo, tapi tak berkarya, omong kosong.
Kalau macam ini terus bisa hancur bangsa ini, semua terjadi adalah penjajahan atas nama pancasila titil............!!!!!!!
Saya hanya ingin sampai kan mulai lah peduli pada bangsa ini, kalau bakan kita siapa lagi, demo unjuk rasa hanya buang waktu, mereka tak akan peduli, contoh nya sekarang mana mereka peduli, hanya tutup mata dan telinga saja, jika anda maha siswa, belajar dengan benar dan jujur, jika menjadi pejabat negara, jadi lah pejabat pro Rakyat, serta jujur, ini lah cara ampuh memeperbaiki negara ini.
semua pasti terjadi hanya menunggu waktu saja, agap saja kita adalah aktor sebuah flim, yang mengabil peranan masing-masing, penjahat atau pahlawan, bukan tuhan yang menakdirkar nya, tapi anda lah yang memilih nya, penjahat dan pahlawan yang membendakan nya terletak pada tujuan yang di perjuangkan nya, tapi kedua nya bukan pengecut sama berani nya, ibarat nya hitam dan putih sama saja nama nya warna, sekarang nasip masa depan negara ini ada pada saya anda dan semua, dan ini sudah tangung jawab kita, jadi sekarang kita mampu masa bodoh lakukan dulu jangan banya bertanya lagi sudah sebisa nya,
.,.,.,..,,sekian.,.,.,.
 
Dan mungkin sekian dulu imformasi yang saya bisa berikan pada anda para pembaca. Dan kita bertemu lagi di lain epesodi tulisa saya yang baru nanti.
Terima kasih telah membaca nya semoga berguna untuk anda.
Mohon maaf bila ada kekeliruan dalam tulisan saya di atas.

FROG GOZILLA
Ketua Organisasi Alternativ Rock Numetal Comnty Tato88 Tanjung Tabalong yang bergerak memajukan pendidikan di Banjarmasin Aceh dan Indonesia.
Organisasi ini juga sangat aktiv di industri musik Rock Endergrond,
Dan berjuang untuk membangun perintahan ustmaniyah yang baru,  

simbol organisasi

Avril lavigne

Tidak ada komentar: